T. Wijaya

My blogs

Blogs I follow

About me

Gender MALE
Location Palembang, Sumatra Selatan
Introduction Saya orang biasa. Bungsu dari 8 bersaudara. Abahku, Kemas Muhammad Bachtiar, seorang veteran perang yang dididik Belanda dan Jepang, dan ibu bernama Emy, orang Melayu yang juga dididik Belanda dan Jepang. Aku memiliki istri Dian Maulina, seorang aktifis perempuan yang tidak suka aku berpoligami, dan dua anakku yang menyukai seni film dan sepakbola yakni Bachtiar Syahri Wijaya (11), dan Abdurachman Che Wijaya (5). Email wijayataufik@gmail.com, taufikwijaya2002@yahoo.com
Interests Saya menulis sajak, esai, novel, liputan panjang, teater, dan buku saya Krisis di Mandi (Kumpulan sajak, 1995), Dari Pesan Nyonya (Kumpulan sajak, 1996), 1001 Tukang Becak Mengejarku (Manuskrip kumpulan sajak, 2006), novelku Juaro (2005) Buntung (2007), teks pertunjukan 50 Tahun Ikan Asing di Dalam Kaos Kaki (Studio Oncor Jakarta, 1995), Muria, Sandal Theklek Pucat di Dada (PMKRI Jakarta, 1997), Aku Namakan Lysistrata (Bandarlampung, 1994), Sepakbola Betapa Indahnya (Apek Palembang, 2001). Terakhir menjadi tim dialog bersama Djohan Hanafiah dan B. Trisman dalam Pentas Kesadaran Nusantara: Prasasti 13 Abad Sriwijaya karya Erwan Suryanegara. Kini memimpin majalah kebudayaan Musi Terus Mengalir. Tahun 1995 menjadi peserta Penyair Abad 21 di TIM Jakarta, dan peserta International Poetry Festival Indonesia 2006.
Favorite Movies Semua film yang disentuh Garin Nugroho, Erros Djarot, atau Teguh Karya. Film-film Eropa.
Favorite Music Jazz, musik kreatif kayak Leo Kristi, Kelompok Kampungan, Gang Pegangsaan, Erros Djarot, Harry Roesli.
Favorite Books Al-Quran