gdata.io.handleScriptLoaded({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290"},"updated":{"$t":"2024-01-03T20:38:41.602+07:00"},"category":[{"term":"Kebudayaan"},{"term":"UMKM"},{"term":"Wisata"},{"term":"Nasional"},{"term":"Kuliner"},{"term":"Politik"},{"term":"Sosok"},{"term":"Informasi"},{"term":"Ekonomi"},{"term":"Organisasi"},{"term":"Opini"},{"term":"Butuh"},{"term":"Achmad Luthfi Khakim"},{"term":"Pituruh"},{"term":"Sosial"},{"term":"Kesawen"},{"term":"Puisi"},{"term":"Pendidikan"},{"term":"Olahraga"},{"term":"Kesehatan"},{"term":"Kemiri"},{"term":"Foods"},{"term":"Peristiwa"},{"term":"Pemerintahan"},{"term":"Muhamad Ghuril Kirom"},{"term":"Artikel"},{"term":"Advertorial"},{"term":"Cuisines"}],"title":{"type":"text","$t":"Pituruh News"},"subtitle":{"type":"html","$t":""},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/-/Opini?alt\u003djson-in-script"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/-/Opini?alt\u003djson-in-script"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://www.pituruhnews.com/search/label/Opini"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/-/Opini/-/Opini?alt\u003djson-in-script\u0026start-index\u003d26\u0026max-results\u003d25"}],"author":[{"name":{"$t":"Luthfi"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/09489385389265248584"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"https://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"51"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"25"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-7593988257917326053"},"published":{"$t":"2022-11-05T08:28:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2022-11-07T08:31:00.329+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Pentingnya Strategi Pembelajaran Inovatif dalam Proses Pembelajaran"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003c/p\u003e\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja2FW9Yowl1_Ws86f7OycQCloxUhsfm7E2YBeIVNRqtmQl5WhSjcQAJejpY3aAs2Yat2GSpeJG3_PXRyj4GXqAib5q1sI30q1OdQ9YIK-A0yrb2y9tbfHmAszRdHL07rF6A2rOc9Lq_xRbj7ucEXGvFCrEq4wqyNTY2pGoYaPu1ZM7WEvugG5KEauY/s662/WhatsApp%20Image%202022-11-02%20at%2010.25.30hjuoyu.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"662\" data-original-width\u003d\"377\" height\u003d\"320\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja2FW9Yowl1_Ws86f7OycQCloxUhsfm7E2YBeIVNRqtmQl5WhSjcQAJejpY3aAs2Yat2GSpeJG3_PXRyj4GXqAib5q1sI30q1OdQ9YIK-A0yrb2y9tbfHmAszRdHL07rF6A2rOc9Lq_xRbj7ucEXGvFCrEq4wqyNTY2pGoYaPu1ZM7WEvugG5KEauY/s320/WhatsApp%20Image%202022-11-02%20at%2010.25.30hjuoyu.jpg\" width\u003d\"182\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eOleh Syukron Zahidi Arrahmi\u003cbr /\u003eSDN Girigondo\u0026nbsp;\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003ePerkembangan pesat teknologi informasi saat ini, kiranya menumbuhkan tantangan tersendiri bagi guru. Mengingat guru sudah bukan lagi satu-satunya sumber informasi sehingga muncul pendapat bahwa pendidikan bisa berlangsung tanpa guru. Hal ini benar jika pendidikan diartikan sebagai proses memperoleh pengetahuan. Namun, perlu diingat, pendidikan juga media pendewasaan, maka prosesnya tidak dapat berlangsung tanpa guru.\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eMasa depan seorang bangsa berada di tangan kader-kader muda bangsa ini, sedangkan penanggung jawab kader-kader bangsa ini ditangani oleh guru. Karena gurulah yang langsung berinteraksi dengan kader-kader bangsa dalam memberikan pengetahuan, membentuk kepribadian, memberikan pemahaman, dan membangkitkan semangat mereka. Sungguh sangat besar peran guru di dalam pendidikan. Maka dibutuhkan seorang guru yang kreatif dan inovatif. Kekreatifan dan inovatif guru adalah hal yang wajib dituntut untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang efektif.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eDi sinilah, seorang guru dituntut menjadi tonggak utama dari segalanya, maka dibutuhkan guru yang dinamis, visioner, dan powerfull sehingga mampu mencapai tujuan dari bangsa ini “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Bahkan guru mampu menjadikan kemanfaatan penuh bagi kemajuan bangsa ini di dunia.\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eAda beberapa kriteria guru menurut siswa. Guru yang haram yang dimaksud adalah guru yang tidak diharapkan kehadirannya oleh siswa. hal ini karena guru ini tidak dapat mengemas mata pelajaran menjadi menu yang menarik dan selalu membuat siswanya terbebani. Siswa pun mempunyai banyak cara dalam mensiasati guru yang seperti ini misalnya, tidak memperhatikan guru, tidur, berbicara dengan temannya, membuat gaduh, bermain handphone, bahkan keluar dari ruangan (bolos).\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eSelanjutnya guru yang wajib. Guru wajib yang dimaksud dengan guru wajib adalah guru yang dinantikan kehadirannya oleh siswanya. Disini guru yang dinantikan oleh siswanya dikarenakan guru ini dapat mengemas mata pelajaran menjadi menu yang sangat lezat. Menu-menu ini meliputi tepat dalam memilih pendekatan kepada siswa, tepat memilih metode, tepat memilih strategi, dapat mengelola kelas. Guru yang seperti ini yang diharapkan oleh bangsa ini. Dapat diibaratkan guru ini bagaikan lampu yang menyinari kegelapan, matahari yang memberikan secercah harapan, bintang yang menunjukan impian, dan bulan purnama yang menyinari kedamaian.\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKriteria guru yang diharapkan bangsa ini adalah guru wajib. Guru wajib kali ini meliputi beberapa aspek. Strateggi pembelajaran merupakan aspek yang sangat penting untuk menjadikan guru wajib. Apalagi inovatif dalam strategi pembelajaran. Mengapa perlu adanya inovatif dalam strategi pembelajaran? Ada beberapa jawaban dalam menjawab pertanyaan tersebut. Dapat meliputi pengertian inovatif, pengertian strategi pembelajaran dan pentingnya inovatif dalam startegi pembelajaran.\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eInovatif\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eMenurut etimologi, inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna ‘pembaharuan; perubahan (secara) baru. Inovasi adakalanya diartikan sebagai penemuan, tetapi berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti diskoveri atau invensi.\u0026nbsp; Diskoveri mempunyai makna penemuan sesuatu yang sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui orang; contohnya penemuan benua Amerika. Sebenarnya, benua Amerika sudah ada sejak dahulu, tetapi baru ditemukan pada tahun 1492 oleh orang Eropa yang bernama Columbus. Invens iadalah penemuan yang benar-benar baru sebagai hasil kreasi manusia; contohnya teori belajar, mode busana, dan sebagainya. Inovasi adalah suatu ide, produk, metode, dan seterusnya yang dirasakan sebagai sesuatu yang baru, baik berupa hasil diskoveri atau invensi yang digunakan untuk tujuan tertentu.\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eStrategi\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eIstilah strategi / strategy berasal dari kata benda dan kata kerja dalam bahasa Yunani, sebagai kata benda, strategos, merupakan gabungan kata stratos (militer) dan ago (memimpin), sebagai kata kerja, stratego, berarti to plan\u0026nbsp; (merencanakan). Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Menurut Made Wena (2009: 2) strategi berarti cara dan seni menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu.\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eStrategi Pembelajaran\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eMenurut Poerwadarminta, Pembelajaran merupakan terjemahan dari kata instruction yang dalam bahasa Yunani disebut instructus atau intruere yang berarti menyampaikan pikiran, dengan demikian arti instruksional adalah menyampaikan pikiran atau ide yang telah diolah secara bermakna melalui pembelajaran. Pengertian ini lebih mengarah kepada guru sebagai pelaku perubahan. Muhammad Surya memberikan pengertian pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pengertian ini lebih menekankan kepada murid (individu) sebagai pelaku perubahan. Degeng dalam Made Wena pembelajaran berarti upaya membelajarkan siswa. Menurut made Wena sendiri startegi pembelajaran berarti cara dan seni untuk menggunakan semua sumber belajar dalam upaya membelajarkan siswa.\u0026nbsp; \u0026nbsp;Strategi pembelajaran adalah suatu rencana yang dilaksanakan pendidik (guru) untuk mengoptimalkan potensi peserta didik agar siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mencapai hasil yang diharapkan.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003ePentingnya Startegi Pembelajaran\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003ePenggunaan strategi dalam kegiatan pembelajaran sangat perlu karena untuk mempermudah proses pembelajaran sehingga dapat mencapai hasil yang optimal. Tanpa strategi yang jelas, proses pembelajaran tidak akan terarah sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sulit tercapai secara optimal, dengan kata lain pembelajaran tidak dapat berlangsung secara efktif dan efesien. Strategi pembelajaran sangat berguna bagi guru maupun bagi siswa. Bagi guru, strategi dapat dijadikan pedoman dan acuan bertindak yang sistematis dalam pelaskanaan pembelajaran. Bagi siswa, penggunaan strategi pembelajaran dapat mempermudah proses pembelajaran meliputi isi pembelajaran, karena setiap strategi pembelajaran dirancang untuk mempermudah proses belajar siswa.\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eStartegi pembelajaran yang telah perkembang sekarang sudah banyak mulai dari active learning, CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), PAKEM, PAIKEM, Kooperatif, Quantum, dan lain-lainnya. Sebenarnya intinya sama strategi pembelajaran ini untuk menuju tujuan pembelajaran yang dicita-citakan. Semuanya sudah banyak termuat dalam buku dan makalah-makalah yang ada di internet maka penulis hanya mencntumkan beberapa strategi untuk dapat menjadikan guru yang ideal dan inovatif. Menurut Jamal Ma’mur Asmani untuk menjadi guru yang ideal dan inovatif yang mampu melesatkan kemajuan bangsa, maka hal-hal berikut dapat menjadi strategi supaya menjadi guru yang inovatif dalam pembelejaran.\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u0026nbsp; \u0026nbsp;Pertama, menguasai materi pelajaran secara mendalam. Dengan menguasai materi kepercayaan\u0026nbsp; diri terbangun dengan baik, tidak ada rasa was-was, dan bimbang terhadap pertanyaan siswa. kedua, mempunyai wawasan luas, seorang guru harus mengikuti informasi terkini sehingga cakrawala pemikirannya menjadi luas, mendunia, dan up to date. Siswa akan merasa bangga memiliki guru yang memiliki pengetahuan dan pengalaman luas, cakrawala pemikirannya yang mendalam, dan hal-hal baru yang segar.\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKetiga, Komunikatif maksudnya adanya interaksi antara guru dan siswa dalam segala hal. Disini gunanya untuk melibatkan emosi siswa. Keempat, dialogis. Pentingnya metode dialog interaktif yang melibatkan dua atau tiga arah, misalnya murid bertanya, guru menanggapi, kemudian ditanggapi lagi oleh siswa yang lain. Oleh karena itu, dalam metode dialog interaktif guru tidak boleh merasa paling benar, paling pintar, dan paling tahu segala masalah. Metode ini guna memotivasikan siswa untuk berpikir kritis.\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKelima, menggabungkan teori dan praktik. Praktik ini guna melatih siswa untuk menerapkan ilmu yang dipelajarinya melalui teori. Keenam, bertahap yang dimaksud bertahap disini yaitu ilmu disampaikan satu demi satu. Bertahap disini bukan berarti lambat, karena siswa tidak suka dengan ketinggalan materi. Siswa juga membutuhkan materi yang memuaskan sesuai tujuan pembelajaran. Ketujuh, mempunyai varias pendekatan, dengan menguasai pendekatan pengajaran yang banyak, proses belajar dan mengajar dapat berjalan variatif, tidak monoton dan selalu segar.\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKedelapan, tidak memalingkan materi. Dalam mengajar, seorang guru harus berkonsentrasi penuh pada satu arah, satu target, dan satu tujuan yang dicanangkan, sehingga hasilnya bisa maksimal. Kesembilan, tidak perlu menekan dan memaksa. Guru berusaha untuk mengajar secara alami, sesuai dengan perkembangan psikologi siswa atau dapat diibaratkan mengajar seperti air mengalir tidak harus menekan dan memaksa. Kesepuluh, humoris tapi serius. Humor disini bukan tujuan melainkan untuk menyegarkan pikiran dan menghilangkan kepenatan pikiran.\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eStrategi pembelajaran merupakan tonggak utama dalam pembelajaran. Maka diaharapkan guru dapat berinovatif dalam strategi pembelajaran. Dari kesepuluh aspek tersebut dapat diambil sebagai indikator guru untuk bersikap inovatif dalam strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran diharapkan supaya mempersiapkan dan menjadikan siswanya dapat bersaing di era global sekarang dan yang akan datang.\u003c/p\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/7593988257917326053"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/7593988257917326053"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2022/11/pentingnya-strategi-pembelajaran.html","title":"Pentingnya Strategi Pembelajaran Inovatif dalam Proses Pembelajaran"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja2FW9Yowl1_Ws86f7OycQCloxUhsfm7E2YBeIVNRqtmQl5WhSjcQAJejpY3aAs2Yat2GSpeJG3_PXRyj4GXqAib5q1sI30q1OdQ9YIK-A0yrb2y9tbfHmAszRdHL07rF6A2rOc9Lq_xRbj7ucEXGvFCrEq4wqyNTY2pGoYaPu1ZM7WEvugG5KEauY/s72-c/WhatsApp%20Image%202022-11-02%20at%2010.25.30hjuoyu.jpg","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-5773098277681351126"},"published":{"$t":"2022-11-04T08:25:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2022-11-07T08:28:16.577+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengenal Teori Belajar Anak dalam Proses Psikologi"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Aupig3WkNrbkdEeC960qqkr7LkWPpsKsNNVP9wMw9hirIThTitAzaOHFLXoHoV0bmwQeuPm3okpOO0LPIVNPYV31HzCo922P2RbqMuA3Va_XFDr6XzxAMfRSzlxafzUlDDotQoU_d5O5EN9js5XISEFNuEMShf0ozewi24mcmd9K4JNt2o2gzls_/s640/WhatsApp%20Image%202022-11-02%20at%2010.25.30.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003ci\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: x-small;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"640\" data-original-width\u003d\"640\" height\u003d\"320\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Aupig3WkNrbkdEeC960qqkr7LkWPpsKsNNVP9wMw9hirIThTitAzaOHFLXoHoV0bmwQeuPm3okpOO0LPIVNPYV31HzCo922P2RbqMuA3Va_XFDr6XzxAMfRSzlxafzUlDDotQoU_d5O5EN9js5XISEFNuEMShf0ozewi24mcmd9K4JNt2o2gzls_/s320/WhatsApp%20Image%202022-11-02%20at%2010.25.30.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/i\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ci\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: x-small;\"\u003eOleh: Sarmisih, S.Pd.SD\u003cbr /\u003eGuru SDN Girigondo\u003c/span\u003e\u003c/i\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eDalam memahami proses psikologis belajar anak tidak selalu mudah. Oleh karena itu muncul berbagai macam teori yang berkembang dan berusaha memahaminya. Ada beberapa macam teori yang berkembang yaitu teori belajar behavioral, teori belajar social, teori belajar kognitif, dan teori pemrosesan informasi.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eTeori behavioral mempunyai beberapa prinsip yang perlu dikaji lebih dalam. Pertama, Classical conditioning merupakan kemampuan merespon stimulus baru berdasarkan pengalaman yang diperoleh secara berulang – ulang. Dalam classical conditioning terdapat prinsip continguity yang sangat berperan penting yang berbunyi, “kapanpun terdapat dua alat indra terjadi secara bersama-sama dan berulang kali, maka keduanya saling berkaitan. akhirnya bila hanya satu dari stimulus terjadi, maka yang lainnya ikut merespon sebagai perwujudannya terjadilah suatu jawaban yang otomatis. Misalnya ketika mata kita terkena debu atau kotoran lainnya yang berasal sari udara, secara refleks kita akan langsung menutup mata. Contoh lainnya ketika tangan kita terkena api atau dekat dengan api, secara serentak pasti tangan kita akan langsung menghindar dari api tersebut.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eUntuk lebih memahami Classical conditioning dapat menggunakan eksperimen Ivan Pavlov yang mengidentifikasikan tiga proses dalam classical conditioning yaitu generalisasi, deskriminasi, dan penghilangan. Ketika proses tersebut berdasarkan penilitiannya terhadap anjing. Proses generalisasi yaitu ketika anjing mengeluarkan air liurnya dalam merespon bunyi suara tertentu. Setelah anjing mendengar bunyi yang lebih keras dan lemah, anjing juga akan mngeluarkan air liurnya. Deskriminasi yaitu anjing belajar untuk memberikan respon yang berbeda terhadap stimulus yang sama dengan meyakinkan bahwa makanan selalu diikuti oleh satu suara. Penghilangan (extinction) mempengaruhi proses diskriminasi. Proses penghilangan terjadi ketika terjadi stimulus yang bersyarat dilakukanberulangkali dan tidak diikuti oleh stimulus tak bersyarat.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003ePrinsip Classical conditioning tidak begitu saja dapat digunakan, melainkan terdapat beberapa petunjuk untuk menggunakannya. Pertama, mengkaitkan kejadian yang positif dan menyenangkan dalam tugas belajar. Misalnya agar proses pembelajaran dalam kelas tidak membosankan, sesekali seorang guru mengadakan sejenis permainan kelompok untuk merileksasikan sejenak pikiran siswa. Dengan permainan ini proses belajar akan lebih menyenangkan dan tentunya siswa akan lebih semangat untuk belajar.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKedua, memberikan bantuan kepada siswa secara sukarela kepada siswa untuk menghadapi situasi yang penuh kecemasan. Misalnya seorang anak yang pemalu, diberi tanggung jawab untuk memimpin berdoa di depan kelas. Selain memimpin doa, berikan kesempatan kepadanya untuk kegiatan yang sama di depan kelas. Hal itu bisa membantu anak tersebut untuk melatih mentalnya agar menjadi lebih baik dan percaya diri.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKetiga, membantu siswa mengenal perbedaan dan kesamaan antara situasi yang dapat mereka diskriminasikan dan simpulkan secara tepat. Misalnya seorang guru memberi pengarahan kepada siswa kalau diberi sesuatu barang dari orang yang belum dikenal seharusnya tidak mau menerimanya. Karena kemungkinan orang tersebut dapat berbuat yang tidak baik kepada kita.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003ePrinsip kedua yang perlu dikaji dalam teori behavioral yaitu Operant conditioning. Maksud dari prinsip ini yaitu proses pembeljaran dimana seseorang secara sadar terlibat dan aktif bertindak pada lingkungannya dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Operant conditing adalah belajar dalam hal perilaku otomatis diperkuat atau diperlemah oleh konsekuensi atau tujuan\u0026nbsp;\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eAda beberapa perbedaan utama antara operant conditioning dengan classical conditioning. Pertama, operant conditioning lebih baik dalam menjelaskan respon yang terjadi secara otomatis, sebaliknya classical conditioning lebih baik dalam menjelaskan respon yang tidak otomatis (terdapat proses). Kedua, dalam classical conditioning stimulus yang menguasai perilaku mendahului perilaku. Jadi, stimulus ada terlebih dahulu, lalu kemudian terjadilah perilaku. Sedangkan dalam operant conditioning stimulus yang menguasai perilaku mengikuti perilaku. Berarti perilaku dulu terjadi setelah itu baru stimulusnya.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eOperant conditioning memungkinkan terjadinya consequence perilaku mengarahkan perubahan terhadap kemungkinan kejadian perilaku. Consequence ini dapat\u0026nbsp; berupa hadiah atau hukuman yang dapat menyebabkan perilaku individu. Pengukuhan (reinforcement) untuk hadiah dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya perilaku. Sedangkan hukuman menurunkan kemungkinan suatu perilaku terjadi. Misalnya seorang dewasa yang tersenyum ramah kepada seorang anak dan terus mengajak berbicara, maka akan memperkuat atau menambah pembicaraan mereka. Akan tetapi, jika orang dewasa menggertak anak tersebut, tentunya anak tersebut akan cepat – cepat ingin meninggalkan situasai seperti itu.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003ePada dasarnya pengukuhan itu komplek. Secara sederhana pengukuhan dibedakan menjadi pengukuhan positif yang sifatnya ditambahkan atau diperoleh dan pengukuhan negatif yang sifatnya dikurangi, ditolak atau dijauhi. Anatar kedua pengukuhan ini sulit dipahami karena keduanya melibatkan stimulus yang berlawanan dan tidak menyenangkan. Perlu kita cermati bahwa pengukuhan negatif juga dapat meningkatkan kemungkinan munculnya perilaku, sementara itu hukuman menurunkan kemungkinan munculnya respon.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eTerdapat beberapa susunan yang dapat meningkatkan efektivitas pengukuhan. Yang pertama yaitu interval waktu. Belajar lebih efektif dalam operant conditioning karena interval stimulus dan responnya sangat singkat (perilaku otomatis), dibandingkan classical conditioning (perlu proses yang tidak dapat secara otomatis).\u0026nbsp; Yang kedua yaitu pembentukan. Dengan pembentukan diharapkan dapat mengembangkan perilaku individu yang dikehendaki. Misalnya terdapat aturan bahwa anak yang baru pertama masuk sekolah diharapkan cepat mengambil tempat duduk dan duduk dengan tenang.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eYang ketiga yaitu penjadwalan pengukuhan. Penjadwalan pengukuhan menentukan kejadian suatu respon yang akan dikukuhkan. Penjadwalan sepenuhnya berdasarkan interval waktu dan frekuensi perilaku secara spesifik. Yang keempat yaitu pengukuhan primer dan sekunder. Pengukuhan primer menggunakan pengukuhan dalam memuaskan diri sendiri tanpa melalui belajar dari lingkungan, sdangkan pengukuhan sekunder mendapatkan nilai positif melalui pengalaman yang dapat dipelajari\u0026nbsp; (bersifat kondisional).\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003ePrinsip ketiga dalam teori behavioral yaitu Pembentukan Kebiasaan. Presentasi dalam pembentukan kebiasaan terjadi berulang – ulang. Misalnya kebiasaan seorang bayi yang ingin minum susu. Si bayi akan memasukkan tangan ke mulutnya dan akan berhenti ketika bayi tersebut telah mendapatkan ASI dari ibunya.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003ePrinsip yang terakhir\u0026nbsp; atau yang keempat dalam teori behaviorial yaitu Peniruan (Imitation). Imitasi atau peniruan terjadi ketika anak – anak belajar perilaku baru dengan melihat orang lain bertindak. Dalam beberapa hal imitasi membutuhkan waktu yang lebih sedikit daripada operant conditioning. Selain itu pada operant conditioning hanya memberikan pembelajaran yang terbatas dan mengabaikan situasi penting terutama pada pengaruh social terhadap belajar.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eTeori kedua yaitu Teori Kognitif. Pada dasarnya teori kognitif memang berbeda dengan teori behavioral. Pada teori kognitif, pengetahuan dipelajari dan perubahan dalam pengetahuan menyebabkan adanya perubahan perilaku. Sedangkan pada teori behavioral, perilaku baru itu sendiri yang dipelajari. Pendekatan kognitif menyarankan bahwa apa yang dibawa oleh individu dalam situasi belajar merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam proses belajar. Pengetahuan menciptakan penalaran kita, maemfokuskan perhatian kita, dan merupakan penopang untuk mengingat.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eTeori ketiga yaitu Teori Perkembangan Kognitif. Pada teori ini anak diberi kesempatan untuk mengembangkan pikiran rasional anak. Proses kognitif merupakan media yang penting dalam menghubungkan lingkungan dengan perilaku anak. Pada teori perkembangan kognitif ada dua pandangan tahapan perkembangan kognitif.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003ePertama, tahapan perkembangan pikiran piaget. Tahapan – tahapan piaget adalah tahap sensorik, tahap preoperasional, tahap operasional konkrit, dan tahap operasional formal. Tahap sensorik mengembangkan kemampuan untuk mengkoordinasikan sensasi dan persepsi dalam menghubungkan gerakan fisik dan perilakunya. Tahap preoperasional, kemampuan mental mulai dan kepercayaan dibangun. Tahap operasional kongkrit, tindakan mental diputarbalikkan berdasarkan objek yang real dan kongkrit. Tahap operasional formal, memungkinkan untuk mengembangkan kekuatan berpikir yang berwawasan kognitif baru dan sosial.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKedua, tahapan perkembangan kognitif Vygotsky. Dalam teori ini menegaskan bahwa perkembangan kognitif anak tidak terjadi pada kehiodupan sosial yang bebas. Hubungan bahasa dan pikiran sangat penting dalam membentuk mental dan kognityif anak. Terdapat dua prinsip yang mempengaruhi hubungan bahasa dan pikiran, yaitu fungsi mental yang berasal dari lingkungan eksternal dan sosial, anak berkomunikasi\u0026nbsp; secara eksternal menggunakan bahasa untuk sepanjang waktu sebelum mengalami masa transisi dari percakapan eksternal ke internal.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eTeori keempat yaitu Teori Pemrosesan data. Pemrosesan informasi berhubungan dengan proses persepsi, perhatian, ingatan, dan pikiran. Pendekatan teori pemrosesan data ini merupakan suatu kerangka untuk memahami bagaimana cara anak belajar dan berpikir. Kita perlu menganalisis bagaimana anak mendapatkan informasi, bagaimana menyimpan informasi, dan mengevaluasi informasi yang didapat anak untuk tujuan tertentu, seperti tes atau ujian.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003ePada dasarnya perhatian dan ingatan diperlukan untuk memproses informasi. Dengan perhatian informasi yang diperoleh akan bertahan lama, sedangkan ingatan diperlukan dalam mengambil langkah, mengemukakan ide yang dipikrkan. Agar belajar dapat memperoleh hasil yang maksimal anak harus memegang informasi yang diperoleh dan mencari kembali informasi yang telah lama disimpan di memory anak tersebut.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eSetiap individu mempunyai kemampuan yang berbeda dalam pemrosesan informasi. Misalnya seseorang anak yang dapat begitu cepat menyesuaikan diri dalam ruang kelas, juga terhadap bidang akademik, sedangkan ada anak yang susah untuk menyesuaikan dirinya. gaya kognitif ditentukan tidak hanya perhatian anak pada tugas, organisasi dan strategi kognitif, melainkan kepribadian dan motivasi yang terdapat dalam siri masing – masing anak.\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/5773098277681351126"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/5773098277681351126"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2022/11/mengenal-teori-belajar-anak-dalam.html","title":"Mengenal Teori Belajar Anak dalam Proses Psikologi"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Aupig3WkNrbkdEeC960qqkr7LkWPpsKsNNVP9wMw9hirIThTitAzaOHFLXoHoV0bmwQeuPm3okpOO0LPIVNPYV31HzCo922P2RbqMuA3Va_XFDr6XzxAMfRSzlxafzUlDDotQoU_d5O5EN9js5XISEFNuEMShf0ozewi24mcmd9K4JNt2o2gzls_/s72-c/WhatsApp%20Image%202022-11-02%20at%2010.25.30.jpg","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-5749142896046432490"},"published":{"$t":"2022-11-03T08:22:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2022-11-07T08:24:58.476+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Memahami Konsep Belajar Secara Terpadu"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQUynFH6SqoJePxXaby_NB7BnunVKe_cqqywv98nVMvARlhkzAfuZ7-5Zp1kpsYz9wmfs51xs9YxOrByqxzoVNekBuw_l6Nvt3gxoqwrb9yiXYOhLGnk6c8yRhBAOacTiX1Lc5vJcx2QokCiXM6cYKtlFy2ILasM0v2vXGDiedfFFY1FYIdr9qtvxV/s193/WhatsApp%20Image%202022-11-02%20at%2010.25.30hjol.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"193\" data-original-width\u003d\"127\" height\u003d\"193\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQUynFH6SqoJePxXaby_NB7BnunVKe_cqqywv98nVMvARlhkzAfuZ7-5Zp1kpsYz9wmfs51xs9YxOrByqxzoVNekBuw_l6Nvt3gxoqwrb9yiXYOhLGnk6c8yRhBAOacTiX1Lc5vJcx2QokCiXM6cYKtlFy2ILasM0v2vXGDiedfFFY1FYIdr9qtvxV/s1600/WhatsApp%20Image%202022-11-02%20at%2010.25.30hjol.jpg\" width\u003d\"127\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: x-small;\"\u003e\u003ci\u003eOleh, Muhrodi, A.Ma.Pd\u003cbr /\u003eKepala Sekolah SDN Girigondo\u003c/i\u003e\u003c/span\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003eBelajar meruapakan proses terpadu yang secara aktif melibatkan semua aspek, yang meliputi aspek fisik, social, emosional, intelektual dan moral. Sehingga belajar itu tidak hanya berakibat perubahan terhadap satu aspek saja, melainkan perubahan terhadap dua aspek, tiga aspek, atau seluruh aspek. Proses belajar yang melibatkan berbagai aspek ini, memungkinkan dapat mewujudkan manusia yang berkualitas.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eBelajar tidak hanya mengakibatkan anak didik menjadi pandai, terampil, berkomitmen sosial yang tinggi maupunj ahli ibadah, namun dengan belajar anak didik menjadi insane yang selalu mengabdi kepada Tuhan yang Maha Esa dan sip menjadi individu yang mewujudkan keunggulan wawasan dan karyanya.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eAda beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan keberadaan belajar sebagai proses terpadu. Pertama,secara keseluruhan belajar dapat membantu perkembangan individu seutuhnya. Maksudnya keseluruhan yaitu memungkinkan individu dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara utuh serta memenuhi segala kebutuhan individu untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan irama perkembangannya. Misalnya kurang lebih pada waktu umur setahun, seorang anak sudah dapat berjalan.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKedua,belajar merupakan aktivitas pemerolehan pengalaman menempatkan individu sebagai pusat segala – galanya. Dengan demikian pentingnya pengalaman yang ada di lingkungan bergantung pada sejauh mana seorang individu mewujudkan pengalaman tersebut secara positif sebagai subjek belajar. Dengan mewujudkan atau mengapresiasikan pengalaman setiap individu, proses belajar jadi lebih mnyenangkan dan memungkinkan semua aspek yang terdapat dalam diri individu secara keseluruhan terlibat dalam proses pembelajaran.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKetiga, belajar lebih menuntut kepada terciptanya suatu aktivitas yang melibatkan siswa secara aktif dan intensif. Contoh proses pembelajaran siswa secara aktif misalnya dengan cara seorang guru memberikan tugas kelompok, kemudian tugas kelompok itu dipresentasikan di depan kelas. Sedangkan proses pembelajaran siswa secara intensif misalnya\u0026nbsp; dengan adanya pemadatan jadwal belajar.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKeempat, belajar menempatkan individu pada posisi yang khusus dalam suasana kebersamaan dalam penyelesaian suatu persoalan.upaya yang dapat dilakukan misalnya dengan dibentuk kelompok belajar kooperatif. Dengan proses belajar kooperatif setiap siswa mempunyai kesempatan untuk menyatakan pendapatnya, mengemplementasikan penalarannya, maupun membagikan pengalamannya untuk memecahkan suatu persoalan. Sehingga memungkinkan terhindar dari kompetensi yang tidak sehat.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKelima, belajar sebagai proses terpadu mendorong individu untuk belajar terus. Dengan kata lain, seseorang dalam belajar tidak hanya sebatas berusaha untuk mendapatkan informasi, namun yang lebih penting yaitu bagaimana proses dalam mendapatkan informasi tersebut. Dengan demikian, tidak ada dan tidak akan pernah ada berakhirnya proses belajar serta tidak pernah merasa puas, sehingga secara terus menerus mencari kebenaran ilmiah.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKeenam, belajar sebagai proses terpadu memberikan kebebasan seluas – luasnya kepada siswa dalam menentukan posisi dan langkah yang sesuai dengan kondisi objektif masing – masing siswa. Misalnya siswa diberi kesempatan untuk memilih tugasnya sendiri. Dengan demikian, tidak ada sedikitpun penekanan terhadap siswa dan proses pembelajaran bergantung pada siswanya sendiri, sejauh mana mereka mengapresiasikan dirinya.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKetujuh, belajar sebagai proses terpadu dapat berfungsi dan berperan secara efektif. Efektif disini maksudnya dapat menciptakan lingkungan belajar yang secara total memberikan fasilitas peningkatan pertumbuhan dan perkembangan dalam semua aspek. Hal ini bukan berarti lingkungan sangat penting dibandingkan diri siswa. Namun lingkungan disini mendukung siswa untuk melakukan berbagai kegiatan yang lebih luas.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKedelapan, pembelajaran bidang studi tidak dilakukan secara terpisah melainkan dilaksanakan secara terpadu. misalnya keterpaduan dilakukan dengan bertumpu pada suatu bidang tertentu dan bidang yang lainnya hanya dikaitkan ketika bidang tersebut dibutuhkan dalam bitang utamanya. Pembelajaran terpadu ini diharapkan siswa dapat memecahkan masalah secara holistic, karena tanpa disadari persoalan dalam kehidupan sehari – hari tidak bersifat sederjhana, melainkan membutuhkan keterpaduan antar ilmu disiplin.\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003eKesembilan, belajar sebagai proses terpadu melibatkan hubungan antara sekolah dengan keluarga. Guru berperan dalam proses pembelajaran siswa di sekolah. Ketika di sekolah, guru berkuasa penuh mengembangkan potensi siswa. Selain itu, orang tua juga tidak hanya ber[eran dalam memberikan biaya pendidikan saja, melainkan juga mendorong dan mendukung anak dalam pendidikan. Tidak dapat dipungkiri peran akademik dan edukatif sangat dituntut pada jaman sekarang. Karena keberhasilan anak tidak hanya cukup dengan sentuhan guru saja yang waktunya sangat terbatas, tetapi peran orang tualah yang sangat penting dalam keberhasilan pendidikan anak - anaknya.\u003c/p\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/5749142896046432490"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/5749142896046432490"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2022/11/memahami-konsep-belajar-secara-terpadu.html","title":"Memahami Konsep Belajar Secara Terpadu"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQUynFH6SqoJePxXaby_NB7BnunVKe_cqqywv98nVMvARlhkzAfuZ7-5Zp1kpsYz9wmfs51xs9YxOrByqxzoVNekBuw_l6Nvt3gxoqwrb9yiXYOhLGnk6c8yRhBAOacTiX1Lc5vJcx2QokCiXM6cYKtlFy2ILasM0v2vXGDiedfFFY1FYIdr9qtvxV/s72-c/WhatsApp%20Image%202022-11-02%20at%2010.25.30hjol.jpg","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-1642715822614578218"},"published":{"$t":"2022-01-04T07:39:00.008+07:00"},"updated":{"$t":"2022-01-04T07:39:50.513+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Masalah-Masalah Pendidikan di Indonesia"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiaRrYFVBLDIhdiF8aU4IqFR4GK7YiCWLby7Gy1K_QrT1do18jXThDdL5a0BqJye94WqhpNRV3agojhwvZ8dryegS_2w3uUxBTr5oraijo9ZabZwTMbB6GausxqU6A3MCCI5IQtIBkXbzu5093dVinYihHxes4ret7gb-xf6_ivo3Rjn__8hW0yVIoy\u003ds930\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"613\" data-original-width\u003d\"930\" height\u003d\"211\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiaRrYFVBLDIhdiF8aU4IqFR4GK7YiCWLby7Gy1K_QrT1do18jXThDdL5a0BqJye94WqhpNRV3agojhwvZ8dryegS_2w3uUxBTr5oraijo9ZabZwTMbB6GausxqU6A3MCCI5IQtIBkXbzu5093dVinYihHxes4ret7gb-xf6_ivo3Rjn__8hW0yVIoy\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eMasalah pendidikan di Indonesia memang\nkompleks. Dimana permasalahan yang muncul cukup mengganggu dalam rangka\nmemaksimalkan di dunia pendidikan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eMasalah Pendidikan di Indonesia\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: -18pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e1.\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003eKeterbatasan\nJumlah Guru Terampil\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eEntah disadari\natau tidak, masalah pendidikan di Indonesia adanya keterbatasan jumlah guru\nyang terampil. Umumnya, guru-guru terampil tersebar di kawasan kota atau daerah\nyang mudah di akses. Sedangkan daerah-daerah terpinggir dan terpencil, sulit\nsekali mendapatkan guru. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eLebih banyak guru\nyang memilih lokasi yang mudah diakses dari segi transformasi dan akses untuk\nmendapatkan kebutuhan pokok mudah didapatkan.\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: -18pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e2.\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003eSarana\ndan Prasarana Tidak Memadai\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eTidak dapat\ndipungkiri dari segi sarana dan prasarana memang kurang memadai. Terutama\nsekolah-sekolah yang ada di pedesaan, pinggiran dan sekolah yang ada di\npelosok. Ini masalah yang klasik dan sudah tidak asing lagi memang. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eNamun,\nseburuk-buruknya sarana dan prasaran yang ada di pinggiran kota dan desa, masih\nada masalah pendidikan di Indonesia yang lebih parah. Kita tahu bahwa Indonesia\nNegara kepulauan yang memiliki banyak sekali pulau. Banyak daerah bagian yang\ntidak terakses seperti halnya di tempat kita tinggal saat ini. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eBanyak generasi\npenerus yang tinggal di kepulauan, mereka tidak hanya terbatas pada sarana dan\nprasarana saja, tetapi terbatas dari banyak hal. Misalnya, harus melintasi\npulau seberang setiap hari agar bisa masuk sekolah.\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: -18pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e3.\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003eMinim\nBahan Pembelajaran\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eTidak dapat\ndipungkiri masalah pendidikan di Indonesia juga terbentur pada keterbatasan\nbahan ajar. Kurangnya keterbatasan bahan wajar menurut saya hal yang wajar,\nkarena memang dari kesadaran akan literasi di Indonesia termasuk di urutan\nakhir.\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: -18pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e4.\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003eMahalnya\nDana Pendidikan\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eMasalah pendidikan\ndi Indonesia yang paling mendasar terletak pada masalah biaya pendidikan.\nMeskipun sudah digadang-gadang gratis, tetap saja ada bagian yang membayar.\nIronisnya, banyak masyarakat miskin yang hanya membayar tidak seberapa bagi\norang borju tetap menyulitkan. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eTidak dapat\ndipungkiri, memang lewat pintu pendidikan mampu mengantarkan seseorang ke masa\ndepan yang lebih baik. Bahkan cukup bermodal peringkat terbaik dan dari sekolah\nterbaik bisa menentukan nasib seseorang. Secara lahir memang pendidikan adalah\nmodal dasar dan segala. Tetapi di lihat dari ilmu hakikat atau urgensi atau\nsejatinya keberhasilan seseorang TIDAK SELALU di tentukan dari tingkat\npendidikan.\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: -18pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e5.\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003eMutu\nPendidikan Rendah\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eSalah satu masalah\npendidikan di Indonesia juga terletak pada mutu pendidikan yang rendah. Masih\nmenyambung pembahasan di atas. Salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan\nbisa saja disebabkan oleh perspektif masyarakat secara umum. Dimana menuntut\nilmu bukan sebagai kewajiban atau kesadaran diri yang merupakan bentuk\nkewajiban terhadap diri sendiri. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eSekian dari saya kalau\nada salah kata mohon dimaafkan. Aditya Arya Maulana/Mahasiswa Universitas\nMuhammadiyah Purworejo.\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Times New Roman, serif; font-size: 12pt;\"\u003e\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/1642715822614578218"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/1642715822614578218"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2022/01/masalah-masalah-pendidikan-di-indonesia.html","title":"Masalah-Masalah Pendidikan di Indonesia"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiaRrYFVBLDIhdiF8aU4IqFR4GK7YiCWLby7Gy1K_QrT1do18jXThDdL5a0BqJye94WqhpNRV3agojhwvZ8dryegS_2w3uUxBTr5oraijo9ZabZwTMbB6GausxqU6A3MCCI5IQtIBkXbzu5093dVinYihHxes4ret7gb-xf6_ivo3Rjn__8hW0yVIoy\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-332955626779323667"},"published":{"$t":"2021-12-30T21:08:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-30T21:08:16.176+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Aliran Sesat"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiL7M6Ve_4gqxk9iVlLlM8l1sjMHEvLef_3TzqfCSHMr5FTFUhpBzDD58dgqLR3aZvLedPSwflBE4__hYXpAeHPI4EIhCfGLxNlUryhE7O7UQm5q4eIgQL8QLluKwTSK4LQ72zIQjYkGByFiXy827AHuhD4MmgkBgZTVv2RMzdr0VPmVSn_XkPvVrDL\u003ds750\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"500\" data-original-width\u003d\"750\" height\u003d\"213\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiL7M6Ve_4gqxk9iVlLlM8l1sjMHEvLef_3TzqfCSHMr5FTFUhpBzDD58dgqLR3aZvLedPSwflBE4__hYXpAeHPI4EIhCfGLxNlUryhE7O7UQm5q4eIgQL8QLluKwTSK4LQ72zIQjYkGByFiXy827AHuhD4MmgkBgZTVv2RMzdr0VPmVSn_XkPvVrDL\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eHallo everyone! Kalian sudah tahu belum apa yang dimaksud dengan masalah sosial? Kalau belum tahu, yuk simak tulisan ini sampai selesai. Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan dan masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.\u0026nbsp; Yang bisa menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Terdeteksinya masalah sosial dalam masyarakat biasanya ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat sekitar, pemerintah, organisasi sosial, dan lain-lain. Salah satu permasalahan sosial yang ada di Indonesia adalah aliran sesat. Aliran sesat adalah\u0026nbsp; suatu doktrin atau kepercayaan yang bertentangan dan tidak sejalan dengan yang seharusnya. Aliran sesat memang tidak selalu dapat dilihat langsung di masyarakat, terkadang ada aliran sesat yang menganjurkan untuk bertentangan dengan agama atau pemerintah, tentu hal tersebut bisa merugikan beberapa pihak.\u003c/span\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Dengan berkembangnya teknologi dan komunikasi selain berdampak positif, hal tersebut juga membawa dampak negatif juga, yaitu mudah masuknya hal-hal yang menyimpang atau tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia dari negara lain. Meski dari pemerintah sudah mengupayakan untuk menyaring sebagian hal-hal tersebut namun tidak semuanya bisa tersaring, terutama aliran sesat.\u0026nbsp; Apalagi anak muda zaman sekarang yang tidak pernah mau ketinggalan oleh perkembangan teknologi dan komunikasi, itulah mengapa aliran sesat mayoritas menjangkit kaum-kaum muda bangsa Indonesia.\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;Aliran sesat sangat mudah mempengaruhi siapapun, mulai dari kalangan remaja hingga orang tua sekalipun. Kalangan yang mudah terpengaruh aliran sesat adalah mereka yang kurang mengetahui tentang hukum agama yang mereka anut, oleh karena itu hal yang paling penting untuk mencegah aliran sesat adalah dengan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Bagaimana, sudah paham belum apa yang dimaksud dengan permasalahan sosial utamanya mengenai aliran sesat? Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua, terimakasih.\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePenulis :\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eRahma Hofifah/Mahasiwa PGSD UMP\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/332955626779323667"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/332955626779323667"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/aliran-sesat.html","title":"Aliran Sesat"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiL7M6Ve_4gqxk9iVlLlM8l1sjMHEvLef_3TzqfCSHMr5FTFUhpBzDD58dgqLR3aZvLedPSwflBE4__hYXpAeHPI4EIhCfGLxNlUryhE7O7UQm5q4eIgQL8QLluKwTSK4LQ72zIQjYkGByFiXy827AHuhD4MmgkBgZTVv2RMzdr0VPmVSn_XkPvVrDL\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-4605133364018328032"},"published":{"$t":"2021-12-30T18:47:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-30T18:47:41.374+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Persoalan Pendidikan Dengan Sosial"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhKP1IoNv_bBDZ0cmSYFJ5-an0Ydy_6kI_yngvtsz2jHLmyWVd_6I92ZCMKRV4RTj1_aO6Bg9EPBUAhY1RT8zUgbN5vgFogFX30VyYzV4YurWoftVRA8XhZAydp5mIBIUFYqt0-cmGn4udk6VgFWEEADf87ZWEBJVv5xEhxLmIvnpZjX_Tfh_CnYnzu\u003ds851\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"448\" data-original-width\u003d\"851\" height\u003d\"168\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhKP1IoNv_bBDZ0cmSYFJ5-an0Ydy_6kI_yngvtsz2jHLmyWVd_6I92ZCMKRV4RTj1_aO6Bg9EPBUAhY1RT8zUgbN5vgFogFX30VyYzV4YurWoftVRA8XhZAydp5mIBIUFYqt0-cmGn4udk6VgFWEEADf87ZWEBJVv5xEhxLmIvnpZjX_Tfh_CnYnzu\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"WordSection1\"\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"margin: 0.05pt 21.25pt 0.0001pt 5pt; text-align: justify; text-indent: 35.95pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePendidikan\nsosial dan finansial bagi anak adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan\nuntuk menginspirasi anak menjadi anggota masyarakat atau warga masyarakat yang\nsecara sosial dan ekonomi berdaya dengan membekali mereka keterampilan dan\npengetahuan yang memadai untuk mentransformasi atau mengubah lingkungan.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"margin: 8pt 18pt 0.0001pt 5pt; text-align: justify; text-indent: 35.95pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePermasalahan\npendidikan adalah segala sesuatu hal yang merupakan masalah pelaksanaan\nkegiatan pendidikan.Berbicara mengenai pendidikan merupakan aspek dasar\nkehidupan manusia, seseorang bukan hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi\njuga diajarkan untuk berakhlak baik dan berbudi pekerti luhur. Berbekal\npendidikan, seseorang akan menjadi orang yang berguna, bermanfaat, berilmu,\nsehingga mampu meningkatkan taraf hidup atau memperbaiki nasib ke arah yang\nlebih baik.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"margin: 8pt 25.25pt 0.0001pt 5pt; text-align: justify; text-indent: 35.95pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eSalah\nsatu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya\npara guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan\nkehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki\nsiswanya.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 5.0pt; margin-right: 5.95pt; margin-top: 8.0pt; text-align: justify; text-indent: 35.95pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eNampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan\nmutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai\njenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang\nmenyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya\nmanusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memnuhi pembangunan\nbangsa di berbagai bidang..\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003ch1 style\u003d\"line-height: 98%; margin-top: 8.1pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica; font-size: small;\"\u003eHal-hal yang\nmemengaruhi rendahnya tingkat pendidikan di negara Indonesia, antara lain\nmeliputi hal-hal berikut ini.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/h1\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"line-height: 98%; margin-right: 32.2pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"letter-spacing: -0.15pt; line-height: 98%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e1)\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"line-height: 98%;\"\u003eKurangnya\nkesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan, sehingga mereka tidak perlu\nsekolah terlalu tinggi (khususnya untuk anak\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.5pt;\"\u003e\n\u003c/span\u003eperempuan).\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"line-height: 98%; margin-right: 52.2pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"letter-spacing: -0.15pt; line-height: 98%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e2)\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"line-height: 98%;\"\u003eRendahnya\npenerimaan pendapatan perkapita, sehingga orang tua tidak mampu menyekolahkan\nanaknya lebih lanjut atau bahkan tidak disekolahkan sama\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -1.6pt;\"\u003e \u003c/span\u003esekali.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"line-height: 98%; margin: 8.3pt 40.6pt 0.0001pt 5pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"letter-spacing: -0.15pt; line-height: 98%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e3)\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"line-height: 98%;\"\u003eKurang\nmemadainya sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di pedesaan\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -1.6pt;\"\u003e \u003c/span\u003edan daerah-daerah\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.1pt;\"\u003e \u003c/span\u003eterpencil.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"margin: 8.05pt 6.1pt 0.0001pt 5pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"letter-spacing: -0.15pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e4)\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003eKeterbatasan\nanggaran dan kemampuan pemerintah dalam mengusahakan program pendidikan yang\nterjangkau\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.15pt;\"\u003e \u003c/span\u003emasyarakat.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003ch1 style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica; font-size: small;\"\u003eDampak rendahnya tingkat pendidikan penduduk\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/h1\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"margin: 8.15pt 29.5pt 0.0001pt 5pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eRendahnya tingkat\npendidikan penduduk akan berdampak pada kemampuan penduduk tersebut dalam\nmemahami dan menghadapi kemajuan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"line-height: 98%; margin-top: 8.15pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePenduduk\nyang berpendidikan tinggi akan lebih mudah memahami dan beradaptasi dalam\nmenghadapi perkembangan zaman, sehingga mereka akan lebih produktif dan\ninovatif.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003ch1 style\u003d\"margin-top: 8.05pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica; font-size: small;\"\u003eSolusi Upaya Penanggulangan\nrendahnya tingkat pendidikan\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/h1\u003e\n\n\u003c/div\u003e\n\n\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\n\u003c/span\u003e\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 5.0pt; margin-right: 31.65pt; margin-top: 2.05pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eUntuk\nmenyikapi hal-hal tersebut, pemerintah telah mengambil beberapa upaya dalam\nmemperluas dan meratakan kesempatan memperoleh pendidikan, diantaranya dengan\njalan berikut ini.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"margin: 7.9pt 0cm 0.0001pt 17.1pt; text-align: justify; text-indent: -12.15pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003ea)\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003eMenggalakkan program\nwajib belajar 9\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.25pt;\"\u003e \u003c/span\u003etahun.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"line-height: 98%; margin: 8.25pt 15.85pt 0.0001pt 5pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"line-height: 98%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003eb)\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"line-height: 98%;\"\u003eMendorong\nkesadaran masyarakat yang mampu atau badanbadan usaha untuk menjadi orang tua\nasuh bagi anak-anak kurang\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.25pt;\"\u003e \u003c/span\u003emampu.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"line-height: 98%; margin: 8.2pt 29.9pt 0.0001pt 5pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"line-height: 98%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003ec)\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"line-height: 98%;\"\u003eMenyediakan\nbeasiswa bagi siswa berprestasi, khususnya bagi siswa berprestasi yang kurang\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.05pt;\"\u003e \u003c/span\u003emampu.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"line-height: 98%; margin-right: 51.4pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"line-height: 98%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003ed)\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\" style\u003d\"line-height: 98%;\"\u003eMembuka\njalur-jalur pendidikan alternatif atau nonformal (seperti kursus-kursus\nketerampilan) sehingga dapat memperkaya kemampuan atau kualitas\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.95pt;\"\u003e \u003c/span\u003eseseorang.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraph\" style\u003d\"margin: 8.2pt 24.05pt 0.0001pt 5pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003ee)\u003cspan style\u003d\"font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;\"\u003e \u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003eMeningkatkan\nkualitas dan kuantitas sarana dan prasarana belajar mengajar hingga ke pelosok\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.2pt;\"\u003e \u003c/span\u003edaerah.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 5.0pt; margin-right: 5.7pt; margin-top: 8.05pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"id\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePengembangan\nsistem pendidikan nasional saat ini telah dipertegas dalam Undang-Undang No 2\nTahun 1989, sehingga diharapkan mampu mempertegas arah pembangunan yang\ndilakukan pemerintah dalam upaya mencerdaskan bangsa.\u003c/span\u003e\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/4605133364018328032"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/4605133364018328032"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/persoalan-pendidikan-dengan-sosial.html","title":"Persoalan Pendidikan Dengan Sosial"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhKP1IoNv_bBDZ0cmSYFJ5-an0Ydy_6kI_yngvtsz2jHLmyWVd_6I92ZCMKRV4RTj1_aO6Bg9EPBUAhY1RT8zUgbN5vgFogFX30VyYzV4YurWoftVRA8XhZAydp5mIBIUFYqt0-cmGn4udk6VgFWEEADf87ZWEBJVv5xEhxLmIvnpZjX_Tfh_CnYnzu\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-6871054630235574371"},"published":{"$t":"2021-12-30T14:51:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-30T14:51:39.181+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Permasalahan Sosial"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp\u003e\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp align\u003d\"center\" class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cb\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/b\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003cb\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhl_ZP3ypRPkzAqoxGHeJ66Vrcif4tXZk1clk4ckVyFHvGXeBuTeQ-CAp_Wk6IUeatYLQSku8r-PdvLRB6uZZmKOwBOcGhlfOpGpiNx-OO10Z-GrRkI3NnOb3L9R6IL5_KoPPwYDDeBgNulsHO4LYvgMarsG4rpjKd_CbBI8eimwbTYgN7gupeKaHrp\u003ds375\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"240\" data-original-width\u003d\"375\" height\u003d\"205\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhl_ZP3ypRPkzAqoxGHeJ66Vrcif4tXZk1clk4ckVyFHvGXeBuTeQ-CAp_Wk6IUeatYLQSku8r-PdvLRB6uZZmKOwBOcGhlfOpGpiNx-OO10Z-GrRkI3NnOb3L9R6IL5_KoPPwYDDeBgNulsHO4LYvgMarsG4rpjKd_CbBI8eimwbTYgN7gupeKaHrp\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\u003cb\u003e\u003cbr /\u003e\u0026nbsp;\u003c/b\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 18.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eMasalah\nsosial merupakan suatu keadaan suatu masyarakat yang tidak diinginkan untuk\nterjadi. Masalah-masalah yang ada tentunya harus dengan cepat dihadapi dan\ndicari jalan keluarnnya. Masalah sosial biassanya tidak hanya menyangkut pada\nsatu atau dua orang saja, melainkan menyangkut banyak orang atau masyarakat.\nBerikut beberapa kajian permasalahan sosial :\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpFirst\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e1.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ePermasalahan teknologi dengan sosial\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eLingkungan\nsosial dengan masyarakat adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan seperti yang\nkita ketahui bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan\nantara satu manusia dengan menusia lainnya. Ilmu dalam sosioloogi pun\nmengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri,\nmanusia harus saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia lainnya.\nTetapi, menilik fakta yang ada sekarang ini, pernyataan manusia merupakan\nmakhluk sosial dan harus berinteraksi juga berkomunikasi perlu dikaji ulang. Kemajuan\nzaman, teknologi, serta globalisasi mengakibatkan perubahan tatanan dan sistem\nkehidupan sosial masyarakat abad ini. Terlihat dengan nyata teknologi mengalami\nperkembangan juga kemajuan yang sangat pesat memberikan efek yang sangat besar\npula bagi kehidupan manusia saat ini. Adanya media sosial seperti \u003ci\u003einstagram,\nfacebook, tiktok, line, whatsapp\u003c/i\u003e, dan aplikasi lainnya yang dapat dikatakan\nsangat efesien dan efektif menjadi salah satu factor lahirnya manusia-manusia\nindividualis juga egois. Mereka menganggap jika melakukan komunikasi atau\nkontak sosial secara langsung \u003ci\u003eface to face \u003c/i\u003eadalah suatu hal yang \u003ci\u003eriweh\u003c/i\u003e,\n\u003ci\u003ewasting time\u003c/i\u003e, merugikan bahkan dianggap ketinggalan zaman.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e2.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ePermasalahan pendidikan dengan sosial\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eDipastikan\nsemua aspek suatu negara tidak lepas dari yang namanya permasalahan, termasuk\npermasalahan di bidang pendidikan. Faktanya, banyak bermacam-macam masalah\npendidikan di Indonesia yang belum teratasi bahkan sampai sekarang. Hal\ntersebut sebenarnya sangat amat disayangkan karena bidang pendidikan merupakan\nsalah satu factor penting yang dapat meningkatkan mutu kualitas sumber daya\nmanusia (SDA). Tingkat mutu kualitas sumber daya manusia yang rendah\nmenyebabkan terhambatnya kemajuan suatu negara. Karena, mau sebanyak apapun\nsumber daya manusia yang dimiliki oleh negara, tetapi tidak bermutu, tidak akan\nmemberikan dampak positif apapun terhadap pertumbuhan bangsa Indonesia jika\ntidak segera ditangani oleh orang yang sesuai. Dengan tidak adanya pendidikan\nyang berkualitas tinggi, mimpi negara menjadi negara yang maju hanya akan terus\nmenjadi mimpi.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e3.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ePermasalahn ekonomi dengan sosial\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ePermasalahan\nyang timbul karena terbatasnya jumlah sumber daya, padahal kebutuhan manusia\ntidak pernah habis disebbut permasalahan ekonomi. Factor-faktor yang\nmemengaruhi permasalahan ekonomi, yaitu, SDA, SDM, modal kerja, proses\ndistribusi, dan tingkat konsumsi. Masalah perekonomian juga kesejahteraan\nsosial masih terus menjadi masalah pokok di Indonesia. Berikut ini beberapa\ncontoh permasalahan ekonomi, yaitu :\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"margin-left: 72.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e·\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eDilema pertumbuhan ekonomi dengan impor\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"margin-left: 72.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e·\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eDaya beli yang terlihat stagnan\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"margin-left: 72.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e·\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eDaya saing yang rendah\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"margin-left: 72.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e·\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eTidak siapnya menghadapi revolusi industry\n4.0\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"margin-left: 72.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e·\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eDana di desa mengalami masalah\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"margin-left: 72.0pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e4.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ePermasalahann kriminalitas dengan sosial\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eTidak\ndisangka Indonesia termasuk negara yang cukup tinggi angka kriminalitasnya. Berdasarkan\ndata di kepolisian bahwa tingkat kriminalitas di Indonesia pada awalnya\nmengalami penurunan. Sekitar tahun 2017 tidak terlalu banyak kejahatan terjadi,\nbegitu pula pada tahun 2018 dan 2019. Namun, di tahun 2020, kepolisian\nmenyatakan bahwa angka kriminalitas di Indonesia melonjak pesat. Penyebab\nterjadinya tindak criminal ini adalahh tingginya jumlah pengangguran di\nIndonesia. Hal ini dapat terjadi sebab banyaknya orang menganggur dan tidak\nbekerja membuat mereka menjadi putus asa juga hilangnya harapan untuk bekerja\nkarena ketersediaan lapangan pekerjaan semakin menipis. Dengan kondisi seperti\nitu, mereka memilih jalan pintas seperti mencuri atau merampok demi memenuhi\nkebutuhan hidup yang tidak sedikit itu.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003e5.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ePermasalahan kesenjangan sosial\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eKetimpangan\nsosial karena tidak seimbangnya masyarakat sehingga terlihat dengan jelas\nperbedaan antara masyarakat kelas bawah, menengah, dan atas disebut kesenjangan\nsosial. Fenoma ini banyak terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.\nContoh dari kesenjangan sosial dapat dilihat dari segi ekonomi suatu masyarakat\nyang miskin dan kaya, rakyat dan pejabat. Penyebab dari masalah kesenjangan\nsosial ini karena sedikitnya lapangan kerja yang tersedia sampai kemiskinan.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Times New Roman, serif;\"\u003eDili Arifaningtyas prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Purworejo.\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpLast\" style\u003d\"margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cbr /\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/6871054630235574371"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/6871054630235574371"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/permasalahan-sosial.html","title":"Permasalahan Sosial"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhl_ZP3ypRPkzAqoxGHeJ66Vrcif4tXZk1clk4ckVyFHvGXeBuTeQ-CAp_Wk6IUeatYLQSku8r-PdvLRB6uZZmKOwBOcGhlfOpGpiNx-OO10Z-GrRkI3NnOb3L9R6IL5_KoPPwYDDeBgNulsHO4LYvgMarsG4rpjKd_CbBI8eimwbTYgN7gupeKaHrp\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-1640437557893856841"},"published":{"$t":"2021-12-30T14:35:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-30T14:35:55.142+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Dampak Positif Dan Negatif Hp Bagi Pelajar"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp\u003e\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEirg_LqutfSSgkBhXofQuKjHl0ZLEr8NYuVhwB92fv_j2FlK-xNVflgrbvsFCJ1iBWVgsDMonLGpNFf6Q3Cijo1nV4DdTsDZyNhKGdgk73eBiHPWk3hiKFCKlM3FJKVO-XCXoQXzsVR8HopR-ztjf07sZAD6wlBKaTBa-3Zcg3BlLr69yzodyLt9DIE\u003ds650\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"390\" data-original-width\u003d\"650\" height\u003d\"192\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEirg_LqutfSSgkBhXofQuKjHl0ZLEr8NYuVhwB92fv_j2FlK-xNVflgrbvsFCJ1iBWVgsDMonLGpNFf6Q3Cijo1nV4DdTsDZyNhKGdgk73eBiHPWk3hiKFCKlM3FJKVO-XCXoQXzsVR8HopR-ztjf07sZAD6wlBKaTBa-3Zcg3BlLr69yzodyLt9DIE\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003eAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh\u0026nbsp;\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003ePada kesempatan kali ini, saya akan menulis pendapat saya\nmengenai permasalahan teknologi dan sosial.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003eMenurut saya, pada jaman yang modern ini teknologi canggih\nsering kita temui pada anak-anak di usia ramaja seperti anak sekolah bahkan\nsekolah dasar misalnya TK sekalipun banyak yang sudah menggunakan perangkat\ngadget contohnya HP,Tablet. Sampai ada sebagian orang tua yang dengan bangga\nmemperlihatkan bahwa anaknya sudah menggunakan dan menenteng HP android\ngenerasi terbaru kesana kemari. Sebenarnya seberapa besarkah manfaat HP\nterhadap anak-anak diusia seperti ini ? Manfaat hp pada anak usia dini\nsebenarnya tidak terlalu menguntungkan. Bahkan dapat berdampak buruk jika\nkurangnya pengawasan dari orang tua. Hp pada anak usia dini hanya bermanfaat\nuntuk mengurangi rasa bosan pada anak, bermain game, dan selebihnya mungkin\nkarena orang tua kekurangan ide untuk menyenangkan anak.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003eTetapi paling tidak beberapa catatan berikut dapat menjadi\nacuan bagi kita untuk menjawab apakah benar HP memberi manfaat yang besar bagi\nanak-anak kita atau bahkan sebaliknya. Salah satu contoh dampak positif\npenggunaan HP pada anak yaitu dapat untuk mempermudah komunikasi. Misalnya saja\nketika orang tua atau pihak keluarga akan menjemput anak ketika pulang\nsekolah/selesai melakukan kegiatan diluar rumah. Jika untuk dampak negatif itu\nbanyak sekali, hp dapat mengganggu Perkembangan Anak. Dengan canggihnya\nfitur-fitur yang tersedia di hand phone (HP) seperti kamera, permainan (games)\nakan mengganggu siswa dalam menerima pelajaran di sekolah. Tidak jarang mereka\ndisibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan\ndari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan HP untuk\nmencontek (curang) dalam ulangan/ujian. Bermain HP saat guru menjelaskan\npelajaran dan sebagainya. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita\nharapkan akan menjadi budak teknologi.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003eTetapi dengan adanya teknologi dimanapun kita berada, di\nnegara manapun kita berada, kita dapat mengetahui informasi-informasi, seluk\nbeluk atau kejadian-kejadian di tempat lain seakan-akan ada di tempat\nsekeliling kita. Itulah kemajuan ilmu pengetahuan, terutamanya teknologi di\nbidang informasi, yang telah mengiring umat manusia menjadi suatu kesatuan,\ndiantaranya yang sudah tidak asing lagi bagi kita yakni : TV, Headphone, dan\nInternet. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003eJadi internet memiliki dampak positif dan negatif tergantung\nbagaimana kita memanfaatkan teknologi informasi ini, terutama kaum pelajar dan\nmahasiswa dimana mereka mengelolah TI, sebagai alat ilmu pengetahuan untuk\nmengapai kesuksesan. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003ePenulis : Rico Narendra Sakti Putra (Mahasiswa UMP) \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\u003cbr /\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/1640437557893856841"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/1640437557893856841"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/dampak-positif-dan-negatif-hp-bagi.html","title":"Dampak Positif Dan Negatif Hp Bagi Pelajar"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEirg_LqutfSSgkBhXofQuKjHl0ZLEr8NYuVhwB92fv_j2FlK-xNVflgrbvsFCJ1iBWVgsDMonLGpNFf6Q3Cijo1nV4DdTsDZyNhKGdgk73eBiHPWk3hiKFCKlM3FJKVO-XCXoQXzsVR8HopR-ztjf07sZAD6wlBKaTBa-3Zcg3BlLr69yzodyLt9DIE\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-4729272890256861645"},"published":{"$t":"2021-12-30T14:23:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-30T14:23:15.084+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Pendidikan Di Indonesia"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp\u003e\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhDmkPMEWk7egb5K0wVzmoqcBd21A9zmbxtSNdv5ua4th9hcyQZcDNU5V1TeXAvIUtQ0XDHlY8bDJE8A7v_AvEQgh-lSNU9Ksa0rm7YnhAHjrKZYEbyGuUwNgTFTgfPPiDqmgDTTpKXXi1eWpKBHhqkIuBKScNZPgVIsubbpeR4oslyQJJE9HVyGE6S\u003ds697\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"328\" data-original-width\u003d\"697\" height\u003d\"151\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhDmkPMEWk7egb5K0wVzmoqcBd21A9zmbxtSNdv5ua4th9hcyQZcDNU5V1TeXAvIUtQ0XDHlY8bDJE8A7v_AvEQgh-lSNU9Ksa0rm7YnhAHjrKZYEbyGuUwNgTFTgfPPiDqmgDTTpKXXi1eWpKBHhqkIuBKScNZPgVIsubbpeR4oslyQJJE9HVyGE6S\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003eAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003ePada kesempatan kali ini, saya akan menulis pendapat saya\nmengenai masalah pendidikan di Indonesia. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003eMenurut saya, pendidikan di Indonesia sangatlah kurang.\nPasalnya masih banyak sekolah yang kurang memenuhi standar pendidikan. Dan\nmasih banyak juga anak-anak di Indonesia yang belum merasakan pendidikan yang\nlayak dan bahkan putus sekolah. Lalu di Indonesiapun masih ada istilah “beli\nnilai” bahkan ijasah pun bisa dibeli. Pendidikan Indonesia ini masih kekurangan\norang jujur. Buktinya nilai saja bisa dibeli, contoh kecilnya yaitu kian\nmaraknya joki tugas. Joki tugas ini bisa dilakukan secara online, dan untuk\ntarif terbilang cukup murah. Apalagi saat pandemi covid-19 ini, banyak orang\nyang butuh pekerjaan untuk mencukupi kebutuhannya. Jadi mereka membuka jasa\njoki tugas online, dan untuk membayarnya dengan cara transfer ke rekening joki\ntugas itu.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003eDi Indonesia, banyak sekolah yang tidak layak untuk dipakai\nsebagai tempat belajar atau untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Pemerintahan\ndi Indonesia juga kurang memperhatikan sekolah-sekolah dipelosok negeri. Banyak\nanak-anak di Indonesia yang kurang mampu, namun mempunyai semangat belajar yang\ntinggi. Karena masalah ekonomi, yang membuat pendidikan mereka terhambat sehingga\nmereka sering terganggu dalam proses belajar mengajarnya karena tempat yang\ntidak layak. Seperti misalnya atap yang bocor saat musim hujan atau bahkan terkena\ndampak banjir. Pemerintah kita tidak menyadari keadaan pendidikan di Indonesia\nyang sangat memprihatinkan ini, sedangkan sering kali siaran televisi\nmenyiarkan berita tentang pendidikan di Indonesia yang kurang mengenakkan di\npelosok negeri ini. Tetapi pemerintah masih kurang peka terhadap permasalahan\npendidikan dan dampak yang terjadi pada anak-anak di Indonesia nantinya.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003eSebenarnya untuk anggaran pendidikan di Indonesia terbilang\ncukup banyak. Tetapi anggaran ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk\npendidikan. Banyak anggaran yang disalah gunakan oleh pihak yang berwenang\nhanya untuk kepentingan pribadi, anggaran pendidikan sering kali di korupsi\noleh mereka-mereka yang tidak bertanggung jawab, cukup miris pemerintah seolah\ntutup mata dengan kejadian-kejadian seperti ini. Semua pihak atau kalangan\nbawah merasa dirugikan karena adanya korupsi. Korupsi sangat mencoreng moral\naspek pendidikan. Oleh karena itu korupsi harus segera diberantas, karena\ndampaknya sangat merugikan. Padahal jika di manfaatkan dengan benar, anggaran\nakan sampai merata ke sekolah-sekolah pelosok yang sangat membutuhkan.\nPemerataan anggaran ini walaupun nanti hasil persentase pembagiannya nya hanya\nmendapat sebagian, namun paling tidak jika merata pasti akan membantu mereka\nyang kekurangan.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003eKita sebagai manusia, pasti memiliki cita-cita. Dan dari sekolahlah\nkita memulai untuk belajar agar bisa menggapai apa yang kita inginkan. Kita\nmulai belajar lalu mendapat ilmu dan juga ijasah, surat yang paling dibutuhkan\nsebagai bekal masa depan kita, khususnya untuk berkarir. Dan lagi-lagi karna\nuang, orang yang tidak memenuhi pendidikan pun bisa mendapat ijasah hanya\ndengan “membeli” bahkan dengan nilai yang sempurna. Yang sangat tidak adil bagi\nmasyarakat bawah adalah orang yang dengan mudah dan hidup lebih dari cukup yang\nbisa membeli ijasah beserta nilai-nilainya, bisa mendapat jabatan yang tinggi\ndengan upah gaji yang memuaskan pula. Tapi bagaimana dengan masyarakat kalangan\nbawah, yang hanya bermodalkan niat dan pendirian yang kokoh untuk mencapai\npendidikan yang tinggi, yang belum terjamin masa depannya, kehidupan karirnya\nuntuk mendapatkan kedudukan selayak usaha dan keahlian yang mereka punya.\nKeadilan di Indonesia sudah mulai pudar, orang dapat menghalalkan segala cara\nuntuk bisa hidup dengan mewah. Korupsi dimana-mana, tapi hukuman untuk para\nkoruptor masih belum seberapa. Buktinya banyak dari mereka yang belum jera, dan\nmasih banyak yang melakukannya. Perlunya sosialisasi tentang korupsi kepada\nanak sejak dini sebenarnya cukup menguntungkan. Pasalnya anak-anak jadi\nmengerti dampak dari korupsi, cenderung mereka lebih mempunyai rasa empati yang\nmendalam. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003eAndai saja pemerintahan kita jauh lebih tegas pastilah tidak\nakan ada yang merasa dirugikan. Kurangnya aspek pendidikan keagamaan, akhlak\ndan berkehidupan bermasyarakat. Kembali ke masyarakat kalangan bawah, banyak\nanak-anak di Indonesia yang tidak bersekolah karna tidak memiliki biaya. Mereka\nmenghabiskan hari-hari mereka untuk mencari uang, yang seharusnya dilakukan\norangtua mereka. Mereka kebanyakan mencari uang dijalanan, menjadi tukang\npengamen jalanan, peminta-minta\u0026nbsp;dan bahkan ada juga yang bekerja sebagai\ntukang angkut, yang biasanya bebannya sangat berat, pekerjaan yang seharusnya\ndilakukan oleh orang dewasa.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003eMaka dari itu seharusnya pendidikan di Indonesia sebaiknya\nmendapat perhatian lebih oleh pemerintah. Agar kualitas pendidikan Indonesia\ntidak mudah diragukan lagi. Dan untuk pemerintah, semoga mereka cepat sadar\nakan nasib anak-anak Indonesia yang kurang mendapat pendidikan. Pemerintah\ntidak boleh tinggal diam atas permasalahan ini. Karena harus diluruskan, demi\nmencapai kesejahteraan bersama. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\u003cp\u003e\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Calibri\u0026quot;,sans-serif; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: SimSun; mso-fareast-language: ZH-CN;\"\u003ePenulis\n: Regita Ayu Andini (Mahasiswa UMP)\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/4729272890256861645"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/4729272890256861645"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/pendidikan-di-indonesia.html","title":"Pendidikan Di Indonesia"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhDmkPMEWk7egb5K0wVzmoqcBd21A9zmbxtSNdv5ua4th9hcyQZcDNU5V1TeXAvIUtQ0XDHlY8bDJE8A7v_AvEQgh-lSNU9Ksa0rm7YnhAHjrKZYEbyGuUwNgTFTgfPPiDqmgDTTpKXXi1eWpKBHhqkIuBKScNZPgVIsubbpeR4oslyQJJE9HVyGE6S\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-3790908814751056495"},"published":{"$t":"2021-12-30T14:03:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-30T14:03:13.920+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Bijak Dalam Penggunaan Teknologi Dan Sosial Di Kalangan Masyarakat"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp\u003e\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjOLHykzBzs8Gkt7buw_taHVyxQ9xmpd-9A8VgmDMnqXYKySajv6prvEYvxup4A1BBkEUxHoBefi_-2xVVGcL8gCcMeEdR1qlWVUY_ZOpGoXAvJfxNsJeg-zgw572z0tP6ueqkuzGDpH0NNg6lj1DtFm1J-6vUHmkJ8il9cJTi2Dt2wOoXY6aU4Yeni\u003ds750\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"500\" data-original-width\u003d\"750\" height\u003d\"213\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjOLHykzBzs8Gkt7buw_taHVyxQ9xmpd-9A8VgmDMnqXYKySajv6prvEYvxup4A1BBkEUxHoBefi_-2xVVGcL8gCcMeEdR1qlWVUY_ZOpGoXAvJfxNsJeg-zgw572z0tP6ueqkuzGDpH0NNg6lj1DtFm1J-6vUHmkJ8il9cJTi2Dt2wOoXY6aU4Yeni\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cp\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/p\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003ePada\nhakekatnya, teknologi dan ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat dikalangan\nmasyarakat, semakin lama semakin canggih, salah satunya yaitu lahirnya media\nsosial dan teknologi modern. Media sosial adalah sebuah media daring yang\ndigunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah\nberpartisipasi, berkomunikasi, berbagi, dan menciptakan berbagai konten tanpa\ndibatasi oleh ruang dan waktu. Sedangkan Teknologi modern adalah kemajuan\nteknologi lama dengan tambahan dan modifikasi baru. Salah satunya adalah\ngadget, gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang\nartinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Dalam bahasa\nIndonesia, gadget disebut sebagai “acang”. Salah satu hal yang membedakan\ngadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Dengan\nadanya media sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran\nbaik budaya, etika maupun norma yang ada. Adanya jumlah penduduk yang besar dan\nberbagai kultur suku, ras, dan agama yang beranekaragam memiliki potensi\nperubahan sosial. Dari berbagai kalangan dan usia hampir semua masyarakat\nIndonesia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana guna\nmemperoleh dan menyampaikan informasi ke publik. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003eSehingga pada\ndasarnya masyarakat dan teknologi berkaitan erat dengan lingkunganya serta\ntidak bisa dipisahkan karena teknologi maupun masyarakat sama-sama saling\nmembutuhkan. Selain sebagai sarana berkomunikasi, kini gadget juga sudah\nberkembang melalui aplikasi di gadget tersebut bisa digunakan sebagai sarana\nbelanja, piranti membantu menjalankan aplikasi payment atau aplikasi pembayaran\nbahkan juga digunakan oleh sebagian orang untuk kegiatan fotografi maupun\nvideografi.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003eNamun pada\numumnya mereka menggunakan gadget untuk berkomunikasi melalui berbagai aplikasi\nyang tersedia, baik telepon seluler maupun melalui media sosial. Untuk bisa\nmenggunakan aplikasi media sosial, pengguna harus mengakses internet sebagai\nmedianya, agar bisa terhubung maupun mengakses media sosial.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003eAdanya\nkemudahan yang diberikan hanya dengan mengakses internet, maka masyarakat pada\numumnya lebih memilih sering melakukan silaturahim melalui media sosial\ndaripada berkunjung langsung ke kediaman kerabatnya. Sehingga oleh beberapa\npengamat sosial menilai bahwa hal itu bisa mengakibatkan kurangnya rasa kasih\nsayang dan kekeluargaan dan juga ada dampak positif-nyaterutama untuk membantu\nmempermudah dan memperingan kinerja seseorang. Selain itu dengan kemudahan bisa\nmengakses internet, pengguna juga bisa memperoleh manfaat dapat menambah\nwawasan dengan cepat dan mudah.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003ePerlu\ndisadari bahwa kemudahan penggunaan media sosial dan juga teknologi modern ada\njuga sisi positif dan sisi negatifnya. Sehingga kita sebagai makhluk sosial\nharus pandai-pandai menggunakan media sosial.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003eoleh :\u0026nbsp;\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt;\"\u003e\u0026nbsp;Vicky Ramadzan\u003c/span\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Calibri\u0026quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: SimSun; mso-fareast-language: ZH-CN;\"\u003eNIM : 212180074\u0026nbsp;\u003c/span\u003eUniversitas Muhammadiyah Purworejo"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/3790908814751056495"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/3790908814751056495"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/bijak-dalam-penggunaan-teknologi-dan.html","title":"Bijak Dalam Penggunaan Teknologi Dan Sosial Di Kalangan Masyarakat"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjOLHykzBzs8Gkt7buw_taHVyxQ9xmpd-9A8VgmDMnqXYKySajv6prvEYvxup4A1BBkEUxHoBefi_-2xVVGcL8gCcMeEdR1qlWVUY_ZOpGoXAvJfxNsJeg-zgw572z0tP6ueqkuzGDpH0NNg6lj1DtFm1J-6vUHmkJ8il9cJTi2Dt2wOoXY6aU4Yeni\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-8232681423912500963"},"published":{"$t":"2021-12-30T13:39:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-30T18:48:07.927+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"PERMASALAHAN SOSIAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp\u003e\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiCDFv65thKxwx3G4xQJ-5DuS2PkN0px_R3Wx9ijeMCb4NEF7zqWdOTy04_gSiDYMWksha-kuRWv2dlRocVAw9XoedBdNQBKgmt7Nc4Omv_D5AQGpJetUXbynw6tBYUrp-TgbGPo3gQSY_yb3rnwDf1wG_oOJGdh0qnBNBO2liFTuKkHMb6xOQN-gLS\u003ds929\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"367\" data-original-width\u003d\"929\" height\u003d\"126\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiCDFv65thKxwx3G4xQJ-5DuS2PkN0px_R3Wx9ijeMCb4NEF7zqWdOTy04_gSiDYMWksha-kuRWv2dlRocVAw9XoedBdNQBKgmt7Nc4Omv_D5AQGpJetUXbynw6tBYUrp-TgbGPo3gQSY_yb3rnwDf1wG_oOJGdh0qnBNBO2liFTuKkHMb6xOQN-gLS\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp style\u003d\"background: white; margin-bottom: 11.25pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"background: white; color: #444444; font-family: \u0026quot;Arial\u0026quot;,sans-serif;\"\u003eDi era globalisasi ini para generasi penerus bangsa mengalami\nkrisis moral. Dimana saat ini banyak sekali tindak kekerasan di dunia\npendidikan salah satunya yaitu bullying (perundungan).\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"color: #444444; font-family: \u0026quot;Arial\u0026quot;,sans-serif;\"\u003e Untuk bullying baik di pendidikan\nmaupun sosial media, angkanya mencapai 2.473 laporan dan trennya terus\nmeningkat. \u003cspan style\u003d\"background: white;\"\u003eIni membuktikan bahwa kian hari\nbangsa Indonesia mengalami kemerosotan nilai, norma dan moral.\u003c/span\u003e Bullying\nmerupakan tindakan negatif yang sangat rendah dan melanggar nilai norma sosial\ndi masyarakat.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 11.25pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"color: #444444; font-family: \u0026quot;Arial\u0026quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003ePerilaku bullying biasanya dilakukan oleh\nsiswa yang dominan seperti para senior. Para senior beralasan bahwa tindakan\nbullying merupakan tindakan turun temurun yang dilakukan sejak zaman senior\nterdahulu dimana jika junior melakukan kesalahan maka para senior akan memberi\nhukuman berupa bullying tersebut. Yang mana sebenarnya senior melakukan\nbullying ada unsur ingin balas dendam terhadap seniornya terdahulu tetapi\ndibalaskan kepada para juniornya, selain para pelaku bullying biasanya\nmemberikan ancaman pada korban berupa intimidasi, dan kekerasan untuk\nmenunjukan kekuatan dan kekuasaanya.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 11.25pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"color: #444444; font-family: \u0026quot;Arial\u0026quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003eMotif dari pelaku bullying ialah untuk\nmenunjukan eksistensi dirinya di antara siswa di sekolah tersebut, sehingga\nmenyebabkan siswa lain merasa takut kepada para pelaku bullying. \u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"color: #444444; font-family: \u0026quot;Arial\u0026quot;,sans-serif;\"\u003eBullying jika terus\nmenerus diabaikan akan berakibat fatal, dimana para korban akan melakukan\ntindakan di luar akal sehat seperti bunuh diri.\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"color: #444444; font-family: \u0026quot;Arial\u0026quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e Bullying bisa menyebabkan bunuh diri karena korban merasa\nterkucilkan. Korban yang merasa terkucilkan akhirnya mengalami depresi dan\nmemilih bunuh diri sebagai jalan keluar dari keadaannya yang sekarang.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 11.25pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"color: #444444; font-family: \u0026quot;Arial\u0026quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003eMengingat fatalnya perilaku bullying maka\nharus ada upaya pencegahan agar tidak banyak lagi korban bullying di dunia pendidikan.\nSalah satunya adalah dengan cara pengawasan oleh orangtua dan pendidik (guru) yaitu\nmengajarkan nilai-nilai kebaikan dan agama seperti mendekatkan diri kepada\nAllah SWT, berdzikir, bersholawat, dan membaca Al- Qur’an. Sehingga generasi\npendidik yang akan datang menjadi generasi penerus yang memiliki iman yang baik,\nberakhlakul karimah, berilmu, bertanggung jawab dan menjadi warga negara yang\ndemokratis dan adil dalam kepemimpinan.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003e\u003cspan style\u003d\"color: black; font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;opini oleh\u0026nbsp;Puput Khairiyah ,UMP\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/p\u003e\u003cbr /\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/8232681423912500963"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/8232681423912500963"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/permasalahan-sosial-di-lingkungan.html","title":"PERMASALAHAN SOSIAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiCDFv65thKxwx3G4xQJ-5DuS2PkN0px_R3Wx9ijeMCb4NEF7zqWdOTy04_gSiDYMWksha-kuRWv2dlRocVAw9XoedBdNQBKgmt7Nc4Omv_D5AQGpJetUXbynw6tBYUrp-TgbGPo3gQSY_yb3rnwDf1wG_oOJGdh0qnBNBO2liFTuKkHMb6xOQN-gLS\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-4743961782257127941"},"published":{"$t":"2021-12-30T12:35:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-30T12:35:54.316+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Corona Belum Usai Omicron pun Datang dan Pendidikan Anak tidak Terjamin"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp\u003e\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://lh3.googleusercontent.com/-12HsYH2agTs/Yc1E48_pgqI/AAAAAAAAIds/YxZSpjzV8ko6MGfcp8jpYkx54POrmwN8ACNcBGAsYHQ/image.png\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"\" data-original-height\u003d\"393\" data-original-width\u003d\"700\" height\u003d\"180\" src\u003d\"https://lh3.googleusercontent.com/-12HsYH2agTs/Yc1E48_pgqI/AAAAAAAAIds/YxZSpjzV8ko6MGfcp8jpYkx54POrmwN8ACNcBGAsYHQ/image.png\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/p\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003ePada akhir tahun ini\nsudah dikabarkan bahwa corona sudah mulai menghilang dan sekolah-sekolah sudah\nbisa bertatap muka. Karena sebelumnya siswa hanya di perbolehkan daring pada\nsaat pembelajaran yang mengakibatkan banyak dampak, dampak positif maupun\nnegative. Akhir-akhir ini juga di kabarkan bahwa ada virus terbaru yaitu\nOmicron. Virus varian baru dari Covid-19 dan mulai menyebar di Indonesia. Lalu\napakah system pendidikan di Indonesia masih menggukan metode pembelajaran\ndaring, dan banyak dampak negative dari pada dampak positif dari metode\npembelajaran tersebut.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003eDampak negative dari\nmetode itu pun sangat banyak yang pertama, jika siswa terlalu berlama-lama di\ndepan hp ataupun gadget lainnya akan mengakibatkan gangguan mata seperti mata\nlelah, mata kering dan lain-lain.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003eKedua, banyak siswa-siswi\nyang tidak memahami pembelajaran dengan baik dan yang menentukan tersebut salah\nsatunya dari dukungan keluarga sendiri, orang tua setia mendampingi anak\ntersebut dan membantu anak memahami pembelajaran, tetapi kebanyakan orang tua\nterlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing menjadikan anak tidak diperhatikan\ndan tidak memahami pembelajaran. Bisa karena anak dan keluarga kurang memahami\npembelajaran menggunakan aplikasi zoom atau media lainnya.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003eKetiga yaitu siswa yang\nbelum bisa mempunyai saran dalam pembelajaran daring misalnya siswa belum\nmemiliki hp dan sarana lainnya, terkadang hanya berbagi dengan orang tua dan\nlebih mementingkan orang tua, menjadikan pembelajaran anak terbengkalai dan\nsiswa sulit menerima pembelajaran tersebut.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003ePada akhir tahun ini pun\nsudah mulai berjalan pembelajaran tatap muka walaupun berkala tetapi sangat\nmembantu siswa dalam kurangnya memahami pembelajaran tersebut, namun terdengar\nvirus terbaru yaitu Omicron apakah pembelajaran ini akan kembali daring lagi\ndan pendidikan akan lemah karena banyaknya siswa yang lanjut sekolah tetapi\ntidak memahami apa ilmu yang dipelajari tersebut.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp align\u003d\"center\" class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003ePenyusun oleh :\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp align\u003d\"center\" class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003eArdia Rahma Putri\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp align\u003d\"center\" class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003ePendidikan Guru Sekolah Dasar\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp align\u003d\"center\" class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003eFakultas Keguruan Ilmu Pendidikan\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003e\n\n\n\n\n\n\n\n\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp align\u003d\"center\" class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003eUniversitas Muhammadiyah Purworejo\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/4743961782257127941"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/4743961782257127941"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/corona-belum-usai-omicron-pun-datang.html","title":"Corona Belum Usai Omicron pun Datang dan Pendidikan Anak tidak Terjamin"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://lh3.googleusercontent.com/-12HsYH2agTs/Yc1E48_pgqI/AAAAAAAAIds/YxZSpjzV8ko6MGfcp8jpYkx54POrmwN8ACNcBGAsYHQ/s72-c/image.png","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-8113420266978461676"},"published":{"$t":"2021-12-29T16:11:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-29T16:11:41.401+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Peran Teknologi dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiygTq9Km_RnPuuxuVBCXyKD5O9_OftQqJyRuR2Rjsve1Cl-loGXqnsFMFdxwOf-rjW5lEckNeU5lfl5xNTDWiarPvzNu9NjiGDdcwCgGAryZpUcdimQ9Mku1VIjV30pD8T0EIkMG6cZOBQ1dckfaZYDh9rISdG-Ool2GTkgcaBiwoDOJ79rue-8y0r\u003ds640\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"360\" data-original-width\u003d\"640\" height\u003d\"180\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiygTq9Km_RnPuuxuVBCXyKD5O9_OftQqJyRuR2Rjsve1Cl-loGXqnsFMFdxwOf-rjW5lEckNeU5lfl5xNTDWiarPvzNu9NjiGDdcwCgGAryZpUcdimQ9Mku1VIjV30pD8T0EIkMG6cZOBQ1dckfaZYDh9rISdG-Ool2GTkgcaBiwoDOJ79rue-8y0r\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"EN-ID\" style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eMerebaknya wabah \u003ci\u003ecorona virus\u003c/i\u003e atau dikenal\ndengan sebutan Covid-19 pada akhir Desember lalu di Wuhan, memunculkan\nkepanikan yang luar biasa. Penularan yang sangat cepat, serta belum\nditemukannya obat antivirus Covid-19 membuat berbagai negara meningkatkan\nkewaspadaan terhadap masuknya virus ke negara-negara mereka. Saat ini hampir\nsetiap negara di belahan dunia sedang dilanda wabah Covid-19 yang mematikan. Indonesia\nsendiri menentapkan kebiajakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang\ndiberlakukan di setiap daerah. Kebijakan tersebut menjadikan adanya\nperubahan-perubahan besar. Pandemi Covid-19 banyak menyebabkan adanya perubahan\nbesar hampir di seluruh aspek kehidupan salah satunya pada sistem pendidikan.\nMasalah barupun mulai bermunculan, dari mulai masalah ekonomi dan sosial. Berbagai\nkebijakan dan pemberlakuan protokol kesehatan telah dilakukan untuk memutus\nmata rantai penyebaran virus Covid-19. Perubahan sistem pendidikan menyebabkan\npara siswa menjadi sulit untuk menerima materi pembelajaran dengan maksimal,\nterlebih para siswa di jenjang Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak, dikarenakan\npembelajaran yang biasanya dilakukan secara konvensional berubah menjadi\npembelajaran jarak jauh atau dilakukan dengan cara daring, yang pelaksanaannya\ntidak terlepas dengan pemanfaatan teknologi informasi. Dalam pelaksanaan\npembelajaran daring memberikan tantangan tersendiri bagi pelaku pendidikan,\nseperti pendidik, peserta didik, institusi dan bahkan memberikan tantangan bagi\nmasyarakat luas seperti pada orang tua peserta didik. Dalam pelaksanaan\npendidik harus mencari cara bagaimana agar tetap bisa menyampaikan materi\npembelajaran dan dapat diterima dengan mudah oleh peserta didik. Begitipun\nsebaliknya bagi peserta didik yang terus dituntut agar bisa menyesuaikan diri\ndalam situasi dan kondisi seperti saat ini, salah satunya kesiapan mental. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"EN-ID\" style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePada masa pandemi ini, peran teknologi sangat\ndibutuhkan dalam interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam pelaksanaan\npembelajaran daring selama adanya kebijakan pemerintah masih tetap berjalan terlebih\ndi saat pandemi Covid-19 seperti saat ini. Selain itu teknologi juga berperan\ndalam memfasilitasi pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga\npembelajaran tetap berlangsung meskipun tidak dilakukan secara tatap muka\nlangsung. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh atau biasanya disebut\ndengan PJJ ini menjadikan pendidik maupun peserta didik saling berinovasi dan\njuga memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Sedangkan kekurangan dalam\npelaksanaan PJJ ini terletak pada kendala ekonomi, ketidakmeratanya internet\ndan teknologi yang memadai, juga pembelajaran harus dilakukan dengan\nberkelanjutan agar peserta didik memahami dengan baik dan benar. Pada saat ini\nteknologi pendidikan mencakup upaya-upaya yang dapat bermanfaat untuk menciptakan\nproses pembelajaran yang efektif dan efisien pada setiap individu. Teknologi\npendidikan memberikan manfaat dalam menunjang keberhasilan pembelajaran. Peran\nteknologi pendidikan diantaranya seabgai berikut : (1) teknologi pendidikan\nsebagai alat pendudkung desain pengetahuan, (2) teknologi pendidikan sebagai\nsarana informasi untuk mencari tahu pengetahuan yang mendukung peserta didik,\n(3) teknologi pendidikan sebagai mendia dalam memfasilitasi peserta didik dalam\nmengemukakan argumen, (4) teknologi pendidikan mampu meningkatkan efektivitas\ndan efisiensi proses pembelajaran, (5) teknologi pendidikan sebagai alat bantu\nmencapai tujuan pendidikan.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"EN-ID\" style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eDisamping itu peran teknologi pendidikan menjadi\nsangat penting dalam proses pembelajaran, terlebih pada masa pandemi seperti\nsekarang ini. Adanya Covid-19 mengharuskan segala aktivitas dilakukan di rumah,\ntermasuk kegiatan belajar mengajar. Untuk memutus mata rantai penularan virus\nCovid-19, kegiatan pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka\nlangsung oleh pendidik dan peserta didik dilakukan secara daring. Dengan adanya\nkegiatan pembelajaran secara daring teknologi menjadi bagian terpenting dalam\nmembantu proses pembelajaran daring tersebut. Dengan kata lain teknologi\nberperan sebagai media interaksi serta transfer informasi terkait pembelajaran\ndalam pelaksanaan pembelajaran daring. Teknologi juga memberikan kemudahan\nkepada pendidik serta peserta didik dalam melakukan pembelajaran jarak jauh.\nBerbagai macam \u003ci\u003eplatform \u003c/i\u003etelah disediakan dengan maksud untuk mempermudah\npelaksanaan pembelajaran jarak jauh, diantaranya untuk mempemudah pendidik\ndalam melakukan penilaian terhadap peserta didik meskipun tidak dilakukan\nsecara tatap muka langsung, dengan memanfaatkan bebagai \u003ci\u003eplatform \u003c/i\u003eseperti,\n\u003ci\u003egoogle document\u003c/i\u003e sebagai media dalam melakukan forum diskusi \u003ci\u003eonline\u003c/i\u003e.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"EN-ID\" style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eKeberhasilan pembelajaran darig juga tidak hanya\ndipengaruhi dari peran tidak hanya dipegaruhi dari peran teknologi internet\nsaja, tetapi juga dipengaruhi dengan adanya kualitas Sumber Daya Manusia. Teknologi\ninternet tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan apabila SDM yang\nmenjadi operator dalam pengguna tidak memiliki pengetahuan serta keterampilan\nyang baik dalam penggunaan dan pengelolaan teknologi. Untuk itu pemahaman\nmengenai teknologi menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran daring.\nDengan adanya teknologi internet dalam pembelajaran proses belajar mengajar\nberperan sangat penting, dikarenakan tanpa adanya teknologi internet dapat\nmenghambat pembelajaran yang dilakukan secara online. Berkembangnya teknologi\npendidikan sampai saat ini, emberikan warna-warni dalam proses pembelajaran\nberlangsung. Diantaranya dampak teknologi pendidikan di masa pandemi yaitu,\nterciptanya berbagai \u003ci\u003eplatform \u003c/i\u003epembelajaran. Hal ini dapat memberikan\nkemudahan bagi guru dan peserta didik dalam menjalani proses pembelajaran jarak\njauh. Hadirnya \u003ci\u003eplatform\u003c/i\u003e tersebut memberikan pengetahuan dan pengalaman\nbaru pada peserta didik mengenai perkembangan teknologi. Selain itu, memberikan\nkemudahan bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta\ndidik. Dengan adanya teknologi pendidikan, pembelajaran lebih luas dilakukan\ntanpa harus bertatap muka langsung.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"EN-ID\" style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eANA TRI LESTARI\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"EN-ID\" style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"EN-ID\" style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Times New Roman, serif;\"\u003e\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/8113420266978461676"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/8113420266978461676"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/peran-teknologi-dalam-pembelajaran-di.html","title":"Peran Teknologi dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiygTq9Km_RnPuuxuVBCXyKD5O9_OftQqJyRuR2Rjsve1Cl-loGXqnsFMFdxwOf-rjW5lEckNeU5lfl5xNTDWiarPvzNu9NjiGDdcwCgGAryZpUcdimQ9Mku1VIjV30pD8T0EIkMG6cZOBQ1dckfaZYDh9rISdG-Ool2GTkgcaBiwoDOJ79rue-8y0r\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-7926810414410064690"},"published":{"$t":"2021-12-29T16:09:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-29T16:09:42.373+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Respon Orang tua Terhadap Perkembangan Sekolah masa Kini dan Pembelajaran Daring Pada Masa pandemic Covid-19"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan class\u003d\"markedcontent\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhfi0tbDNAW-hiX6t5INnymWFJtwQsXtU_xrm5fDmr-3HdqKNWWPguAjgZfa4FSuEIet7DTPpDvSNessj2YiaYF8PDra6wmwbDxeycFINRUWu7Rc6tMGu3F_vtT9NzlaANbteFIGyfWSAjrDdXLAWqqUa2um3-DA4b5WxzInMgnaed4RAXJ_-9nhCh-\u003ds830\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"556\" data-original-width\u003d\"830\" height\u003d\"214\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhfi0tbDNAW-hiX6t5INnymWFJtwQsXtU_xrm5fDmr-3HdqKNWWPguAjgZfa4FSuEIet7DTPpDvSNessj2YiaYF8PDra6wmwbDxeycFINRUWu7Rc6tMGu3F_vtT9NzlaANbteFIGyfWSAjrDdXLAWqqUa2um3-DA4b5WxzInMgnaed4RAXJ_-9nhCh-\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eNegara-negara\ndi dunia saat ini tengah dihadapkan pada pandemi Covid-19,termasuk Indonesia.\nPandemi Covid-19 menjadi krisis besar manusia, manusia\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 115%; text-align: justify;\"\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003edipaksa berhenti dari rutinitas kehidupannya sehari-hari\ndan diminta berdiam diri\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003edi rumah. Persebaran\nvirus corona di berbagai negara membuat perubahan-\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003eperubahan besar, seperti bidang ekonomi, teknologi dan\ntidak terkecuali pada\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003ebidang pendidikan.\u003c/span\u003e\n\u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003ePandemi Covid-19 memaksa kebijakan social distancing.\nKita tidak boleh\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003eberkerumun dengan orng banyak\ndan bahkan kita harus menjaga jarah fisik\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003e(phyisical\ndistancing) untuk mencegah persebaran Covid-19. Pemerintah pusat\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003ehingga daerah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan\nseluruh lembaga\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003ependidikan. Kebijakan lockdown\natau karantina dilakukan sebagai upaya untuk\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003emengurangi\ninteraksi dengan banyak orang yang dapat memberi aksespenyebaran virus\ntersebut.\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\n\u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003eKebijakan belajar dari rumah mengakibatkan\npembelajaran harus\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003edilaksanakan secara daring.\nMereka tidak bisa bertatap muka langsung, karena\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003euntuk pencegahan penularan Covid-19. Istilah pembelajaran\ndaring merupakan\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003eakronim dari “dalam\njaringan”. Menurut Mustofa, dkk (2019) pembelajaran daring merupakan salah satu\nmetode pembelajaran online atau dilakukan melalui\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003ejaringan internet. Pembelajaran daring dikembangkan untuk\nmemperluas\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003ejangkauan layanan pendidikan dan\njuga meningkatkan ketersediaan layanan\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003ependidikan.\nMeski terlihat menyenangkan, ternyata pembelajaran daring yang\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003edilaksanakan dari rumah bukanlah sesuatu yang mudah. Selama\nbelajar dari\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003erumah, siswa banyak mendapatkan\ntugas.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eTetapi\nuntuk saat ini sekolahan-sekolahan sudah mengambil keputusan untuk bertatap\nmuka kembali karena Covid-19 sudah berkurang,jadi seiring berjalannya waktu\nmungkin pandemic ini akan berakhir begitu saja.Orang tua juga semakin khawatir\njika pembelajaran terus-menerus dilaksanakan dengan metode daring,yang akan\nberakibat pada aktivitas dan pola pikir anak.karena pada masa pembelajaran daring\nanak-anak malah mempergunakan waktu dengan salah,contohnya bermain gadget yang\nberlebihan dan hanya bermain game saja,jika diteruskan begini anak muda\nIndonesi pola pikir mereka akan menurun drastic.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003eDalam pelaksanaan\npembelajaran ditengah kondisi pandemi covid-19 tentunya akan berbeda dengan\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003ekondisi biasanya. Pembelajaran ditengah kondisi pandemi\nmembuat pendidik tidak dapat bertemu secara\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003elangsung\ndengan peserta didik. Pada kondisi pandemi pelaksanaan pembelajaran dilakukan\ndengan\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003emenggunakan media komunikasi seperti HP\nsebagai alat untuk menyampaikan materi. Pembelajaran daring merupakan\npembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003eberbagai teknologi beserta jaringan internet guna\nmenjangkau suatu target kelompok yang besar dan luas.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003eWhatsApp dipilih karena\ndirasa paling efektif\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003edan mudah\nuntuk digunakan. Awalnya jaringan komunikasi dibuat berbasis kelas, dimana\ndalam 1 Whatsapp\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003eakan berisikan seluruh siswa\nyang ada dikelas, lalu wali kelas beserta seluruh pengampu mata pelajaran yang\u003c/span\u003e\n\u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003eada. Namun seiring berjalannya waktu hal tersebut\ndiubah menjadi Whatsapp Group berbasis mata pelajaran,\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003edimana hanya akan ada siswa dan guru pengampu mata\npelajaran didalamnya serta bapak ibu guru pengampu\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003emata pelajaran bebas mengembangkan media tambahan untuk\ndipergunakan dalam proses pembelajaran.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003eProblematika\natau masalah yang harus dihadapi terjadi baik itu\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003epada guru, siswa maupun orang tua. Hal tersebut menimbulkan\ntidak efektifnya pembelajaran secara daring.\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003eProblematika\nmerupakan kesenjangan dari apa yang harapkan dengan kenyataan yang ada, dan\ndari hal\u003c/span\u003e \u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003etersebut dibutuhkan adanya penanganan\nguna memperbaiki ataupun mencapai hal yang diharapkan.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003e\u003cb\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eKesimpulannya yaitu:\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cspan class\u003d\"markedcontent\"\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica; font-size: 12pt;\"\u003eBahwa orang tua sebenarnya orang tua kurang setuju adanya pembelajaran\ndaring ini,karena pola pikir anak menjadi turun dan tidak efektif. Dan guru\njuga begitu merasakan yang sama seperti orang tua murid,karena siswa tidak\ndappat mengikuti pembelajaran secara maksimal.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica; font-size: 12pt;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica; font-size: 12pt;\"\u003ePenulis :\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eAnindyajati Dharmesti/Mahasiswa UMP\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003c/span\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/7926810414410064690"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/7926810414410064690"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/respon-orang-tua-terhadap-perkembangan.html","title":"Respon Orang tua Terhadap Perkembangan Sekolah masa Kini dan Pembelajaran Daring Pada Masa pandemic Covid-19"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhfi0tbDNAW-hiX6t5INnymWFJtwQsXtU_xrm5fDmr-3HdqKNWWPguAjgZfa4FSuEIet7DTPpDvSNessj2YiaYF8PDra6wmwbDxeycFINRUWu7Rc6tMGu3F_vtT9NzlaANbteFIGyfWSAjrDdXLAWqqUa2um3-DA4b5WxzInMgnaed4RAXJ_-9nhCh-\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-231592914580284372"},"published":{"$t":"2021-12-29T12:24:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-29T12:24:35.069+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi covid-19"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp\u003e\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiGCFrsS_eHnWFv0qMePGD28xhOPkEm3lX-kQHu70THzOssfJGtsteXnnlshx4-8Npb7SIsx1Xgc3V5_Um3ZQbEv7P9graMDrUE2yzZWLM1F12NM7iwJbTAF1I7LA_YFvYJSmtKImTKW0kxbkSB2JvtYylc-Agl6O35JVd9EB9dE72f04gw3ZNnenKw\u003ds600\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"400\" data-original-width\u003d\"600\" height\u003d\"213\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiGCFrsS_eHnWFv0qMePGD28xhOPkEm3lX-kQHu70THzOssfJGtsteXnnlshx4-8Npb7SIsx1Xgc3V5_Um3ZQbEv7P9graMDrUE2yzZWLM1F12NM7iwJbTAF1I7LA_YFvYJSmtKImTKW0kxbkSB2JvtYylc-Agl6O35JVd9EB9dE72f04gw3ZNnenKw\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eSemenjak adanya pandemi covid-19, hampir semua kehidupan mengalami\nperubahan. Mulai dari perekonomian yang semakin melemah, kurangnya interaksi\ndan kepedulian terhadap sesama yang disebabkan oleh hubungan sosial yang\nsemakin menurun. Pandemi covid-19 ini memberikan dampak terhadap semua sektor\nterutama sektor pendidikan. Saat ini pemerintah telah mengeluarkan berbagai\nkebijakan, salah satunya dengan mengubah aktivitas tatap muka menjadi aktivitas\nsecara daring (dalam jaringan).\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003ePembelajaran secara daring atau \u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eonline\u003c/span\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003e merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara\nlangsung antara guru dengan siswa tetapi dilakukan melalui \u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eonline\u003c/span\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003e\nyang menggunakan jaringan internet. Guru dituntut untuk bisa merancang media\npembelajaran yang sesuai dan inovatif dengan memanfaatkan media \u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eonline\u003c/span\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003e\natau daring. Selain itu guru juga harus bisa memastikan kegiatan belajar\nmengajar tetap berjalan dengan lancar meskipun kegiatan belajar mengajar\nberlangsung secara daring (\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eonline\u003c/span\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003e).\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eNamun tidak sedikit siswa yang mengeluh dengan adanya pembelajaran jarak\njauh atau pembelajaran secara daring. Karena dengan pembelajaran jarak jauh\nmereka tidak dapat berinteraksi secara langsung, baik itu dengan guru mereka\nmaupun dengan teman-temannya. Siswa pun merasa bosan karena mereka hanya duduk\ndi depan laptop maupun \u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003ehandphone\u003c/span\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003e selama berjam jam. Selain itu, siswa kurang menyukai\npembelajaran secara daring karena siswa menjadi kurang memahami materi yang\ndisampaikan oleh guru, dan tugas yang diberikan oleh guru pun juga lebih banyak\ndibandingkan saat pembelajaran tatap muka.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eTidak hanya itu, permasalahan lain yang dialami para siswa yaitu kurangnya\nketersediaan kuota internet dan juga akses jaringan internet. Karena tidak\nsemua orang tua siswa mampu memfasilitasi\u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003ekuota internet sesuai kebutuhan anak-anaknya. Selain itu akses internet\nyang tersedia di daerah yang tertinggal belum sepenuhnya merata dan stabil,\nsehingga dapat menghambat proses belajar mengajar yang berlangsung secara \u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eonline\u003c/span\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003e. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eDampak yang dirasakan oleh siswa memang berat, namun ambil saja sisi\npositifnya dan jangan jadikan pandemi ini sebagai penghalang untuk menjalankan\nkegiatan terutama di bidang pendidikan. Kita berharap pandemi covid-19 ini\ncepat berakhir dan semua dapat kembali normal sehingga kegiatan pembelajaran\ndapat berlangsung secara tatap muka. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eOleh : Tiara Dwi Damayanti/Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purworejo\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/231592914580284372"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/231592914580284372"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/pembelajaran-jarak-jauh-di-masa-pandemi.html","title":"Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi covid-19"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiGCFrsS_eHnWFv0qMePGD28xhOPkEm3lX-kQHu70THzOssfJGtsteXnnlshx4-8Npb7SIsx1Xgc3V5_Um3ZQbEv7P9graMDrUE2yzZWLM1F12NM7iwJbTAF1I7LA_YFvYJSmtKImTKW0kxbkSB2JvtYylc-Agl6O35JVd9EB9dE72f04gw3ZNnenKw\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-2431822714790248011"},"published":{"$t":"2021-12-29T11:08:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-29T11:08:04.163+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Pembelajaran Daring, Orang Tua Pusing Tujuh Keliling "},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjAKv7rBa9SphceF2hqlHDltFEqMEKvUDl24Ii7OYK4v8FrJfYb1yliDHUlHFGLOQSAkvicgMl3aJTAB__5ekXbZWZJ7sjTxlGVgNv5Qby4c1HR8aLb5veMH4RMCIelEXqzb780CNlqrKImvxC69kSHyMVIGna7HY5f02Xbg0UIgp3JAtcjU1N3hlC_\u003ds1140\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"font-family: helvetica; margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"500\" data-original-width\u003d\"1140\" height\u003d\"140\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjAKv7rBa9SphceF2hqlHDltFEqMEKvUDl24Ii7OYK4v8FrJfYb1yliDHUlHFGLOQSAkvicgMl3aJTAB__5ekXbZWZJ7sjTxlGVgNv5Qby4c1HR8aLb5veMH4RMCIelEXqzb780CNlqrKImvxC69kSHyMVIGna7HY5f02Xbg0UIgp3JAtcjU1N3hlC_\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eTerjadinya\nperubahan system pembelajaran pada masa pandemi ini cukup membuat kaget segenap\nsiswa baik dari jenjang SD, SMP, SMA, maupun perguruan tinggi. Tidak hanya\nsiswa saja, namun orang tua pun turut ikut terkena dampaknya. Bagaimana tidak,\npada system pembelajaran daring yang ditetapkan oleh KEMENDIKBUD karena\u0026nbsp; adanya pandemic ini menyebabkan orang tua\nberperan secara langsung untuk mengawasi kegiatan pembelajaran anak-anaknya.\nUntuk jenjang SMP, SMA, dan perguruan tinggi mungkin hal ini tidak terlalu\ndipermasalahkan oleh orang tua siswa, karena siswa sudah dianggap memiliki umur\nyang cukup untuk mandiri dalam lekakukan pembelajaran. Namun hal ini tdak\nberlaku bagi siswa Sekolah Dasar.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePasalnya, bagi siswa Sekolah Dasar,\npemanfaatan teknologi sebagai alat penunjang kegiatan pembelajaran masih\nsedikit susah untuk dikuasai. Tidak hanya dari segi penggunaan teknologi namun\njuga dari segi penugasan. Siswa Sekolah Dasar masihh terlalu dini untuk diajarkan\nsifat disiplin dalam melakukan tugas, sehingga biasanya pada pembelajaran\ndaring seperti ini, tugas yang diberikan kepada siswa justru dikerjakan oleh\norang tuanya. Karena kebanyakan orang tua menganggap mengajarkan tugas kepada\nanaknya merupakan hal yang merepotkan dan menghabiskan waktu, sehingga\nujung-ujungnya orang tua siswa lah yang mengerjakan tugas sekolah tersebut. Hal\nini akan berdampak buruk kepada siswa karena nantinya siswa terkesan tidak\nmengerjakan dan tidak mempelajari materi dan tugas yang telah disampaikan oleh\ngurunya. Hal ini akan berdampak buruk pula apabila terus dilakukan secara terus\nmenerus. Sebaiknya, orang tua hendaklah mengajari dan menyempatkan waktu kepada\nanak-anaknya agar pembelajaran daring dilakukan dengan benar-benar efektif.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eHendaknya siswa juga diajarkan untuk menerapkan sifat disiplin dalam kehidupan\nsehari-hari walaupun dimulai dari hal yang paling sederhana. Seperti menerapkan\nperaturan atau rutinitas harian, kemudian berikan konsekuensi dan hadiah yang\nsesuai pada anak agar anak merasa bahwa apa yang dilakukan tidak sia-sia. Dari\nsisi orang tua pun hendaknya saat melatih sifat disiplin kepada anak dilakukan\nsecara konsisten, kemudian jangan lupa berikan pujian dan apresiasi kepada anak\nketika anak melakukan suatu pekerjaan yang baik. \u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Times New Roman, serif; font-size: 12pt;\"\u003e\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePenulis : F\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eatma Nur Auliya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo,\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/2431822714790248011"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/2431822714790248011"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/pembelajaran-daring-orang-tua-pusing.html","title":"Pembelajaran Daring, Orang Tua Pusing Tujuh Keliling "}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjAKv7rBa9SphceF2hqlHDltFEqMEKvUDl24Ii7OYK4v8FrJfYb1yliDHUlHFGLOQSAkvicgMl3aJTAB__5ekXbZWZJ7sjTxlGVgNv5Qby4c1HR8aLb5veMH4RMCIelEXqzb780CNlqrKImvxC69kSHyMVIGna7HY5f02Xbg0UIgp3JAtcjU1N3hlC_\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-8920986040096291808"},"published":{"$t":"2021-12-29T10:36:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-29T10:36:18.399+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Dampak Pandemi Covid-19 Di Bidang Pendidikan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhTDiDr8BwuZAJtZNhfSfC5-5ChAps8mb4vroMLXlM8Q-rMUyqw0t6J0Hojb2MwaYIMktrftrXWAESBrx7Wqn4a-BJEVzwbUXv3jt3kgcAjmsnXYBzMmzo-21NKr7YpYxQYcC_eUqPvQo0qL0C_fTXM77jHUBpZxomSqeg-KsoOiZHZg2uKgq6lp_Px\u003ds750\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"500\" data-original-width\u003d\"750\" height\u003d\"213\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhTDiDr8BwuZAJtZNhfSfC5-5ChAps8mb4vroMLXlM8Q-rMUyqw0t6J0Hojb2MwaYIMktrftrXWAESBrx7Wqn4a-BJEVzwbUXv3jt3kgcAjmsnXYBzMmzo-21NKr7YpYxQYcC_eUqPvQo0qL0C_fTXM77jHUBpZxomSqeg-KsoOiZHZg2uKgq6lp_Px\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"background: white; font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003ePandemi\nCorona virus bermula pada laporan pertama wabah COVID-19 yang berasal dari\nsekelompok kasus pneumonia manusia di Kota Wuhan, China, sejak akhir Desember\n2019. Tanggal paling awal timbulnya kasus adalah 1 Desember 2019. Gejala dari\npasien meliputi demam, malaise, batuk kering, dan dispnea yang didiagnosis\nsebagai gejala infeksi virus pneumonia. Awalnya, penyakit itu disebut pneumonia\nWuhan oleh pers karena gejala yang serupa pneumonia. Hasil sekuensing genom\nmenunjukkan bahwa agen penyebabnya adalah corona virus baru. Organisasi\nKesehatan Dunia (WHO) untuk sementara menamai virus baru 2019 novel coronavirus\n(2019-nCoV) pada 12 Januari 2020 dan kemudian secara resmi mengubahnya menjadi\npenyakit corona virus 2019 (COVID-19) pada 12 Februari 2020.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"background: white; font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003eSelasa\n2 Maret 2020, kasus pertama virus corona (Covid-19) ditemukan di Indonesia.\nPresiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan ada 2 warga negara Indonesia (WNI)\nyang positif terjangkit virus corona. Keduanya merupakan warga Depok, Jawa\nBarat. Dua pasien kasus pertama Covid-19 di Indonesia itu yaitu seorang\nperempuan berusia 31 tahun bernama Sita Tyasutami dan ibunya, Maria\nDarmaningsih yang berusia 64 tahun.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"background: white; font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003eVirus\nini menyebar dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi melalui partikel\ncairan kecil ketika orang tersebut batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau\nbernapas. Partikel ini dapat berupa droplet yang lebih besar dari saluran\npernapasan hingga aerosol yang lebih kecil. Sebagian besar orang yang tertular\nCOVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa\npenanganan khusus. Namun, sebagian orang akan mengalami sakit parah dan\nmemerlukan bantuan medis. Untuk itu dilakukan beberapa pencegahan seperti\nmemakai masker dan \u003ci style\u003d\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003esosial distancing\u003c/i\u003e(jaga\njarak). \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"background: white; font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003ePandemi\nyang semakin bertambah banyak kasusnya dari ke hari ini sudah terhitung hampir\n2 tahun virus ini masuk ke indonesia yang menyebabkan berbagai dampak dari\nberbagai aspek kehidupan,tak terkecuali aspek pendidikan. Jelas sekali bahwa\npandemi ini merubah tatanan hidup masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat mulai\nanak-anak sampai dewasa pun terkena imbasnya. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp style\u003d\"line-height: 115%; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"background: white;\"\u003ePada aspek pendidikan, \u003c/span\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\"\u003eseperti yang sudah\ndiketahui, beberapa waktu belakangan ini semua pembelajaran secara langsung\ntelah ditiadakan.\u0026nbsp;Ini merupakan dampak Corona bagi pendidikan yang paling\njelas terlihat dan dapat dirasakan oleh semua orang. Hal ini dilakukan guna\nmenaati peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dibuat oleh\npemerintah, agar dapat menekan penyebaran virus Corona.\u0026nbsp; Meskipun begitu,\npembelajaran tetap berjalan secara\u0026nbsp;\u003cspan class\u003d\"MsoHyperlink\"\u003e\u003ci\u003e\u003cspan color\u003d\"windowtext\" style\u003d\"text-decoration: none; text-underline: none;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://glints.com/id/lowongan/meeting-online-bikin-lelah/\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cspan color\u003d\"windowtext\" style\u003d\"text-decoration: none; text-underline: none;\"\u003eonline\u003c/span\u003e\u003c/a\u003e\u003c/span\u003e\u003c/i\u003e\u003c/span\u003e. Baik murid atau mahasiswa dan juga\nguru atau dosen harus beradaptasi dengan situasi ini. Namun, pembelajaran ini\ndinilai kurang efektif karena kebanyakan siswa lebih difokuskan pada\ntugas-tugas. Para siswa biasanya sangat bergantung kepada orang tua, ilmu yang\ndiserap pun kurang maksimal daripada pembelajaran sebelumnya. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp style\u003d\"line-height: 115%; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\"\u003ePermasalahan lain\ndari adanya sistem pembelajaran secara online ini adalah akses informasi yang\nterkendala oleh sinyal yang menyebabkan lambatnya dalam mengakses informasi.\nSiswa terkadang tertinggal dengan informasi akibat dari sinyal yang kurang\nmemadai. Akibatnya mereka terlambat dalam mengumpulkan suatu tugas yang\ndiberikan oleh guru. Belum lagi bagi guru yang memeriksa banyak tugas yang\ntelah diberikan kepada siswa, membuat ruang penyimpanan gadget semakin\nterbatas. Penerapan pembelajaran online juga membuat pendidik berpikir kembali,\nmengenai model dan metode pembelajaran yang akan digunakan. Yang awalnya\nseorang guru sudah mempersiapkan model pembelajaran yang akan digunakan,\nkemudian harus mengubah model pembelajaran tersebut.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003eWalaupun banyak\ntenaga pendidik, peserta didik maupun masyarakat yang belum siap menghadapi era\nrevolusi industry 4.0, pembelajaran daring di tengah pandemi covid-19 ini\nseakan-akan memaksa semua manusia harus siap terhadap perkembangan teknologi\nsaat ini. Jika dilihat dalam perspektif sosiologi, kebijakan ini merupakan\nlangkah yang tepat dilakukan dalam kondisi seperti ini. Seperti ada percepatan\nagar masyarakat lebih cepat maju, dengan teknologi internet sekarang, misalnya\ndengan belanja dengan system online, lebih disukai masyarakat dan mengurangi\nwaktu dan biaya transfort, apalagi masa covid-19. Karena lebih aman dan sehat.\nKita harapkan semoga pandemi covid-19 lekas berakhir, semua warga bangsa\nsenantiasa sehat dan proses kehidupan dapat berjalan normal kembali dengan\nmenciptakan manusia manusia baru yang memiliki pola pikir positif yang sarat\nsolidaritas sosial.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePenulis :\u0026nbsp;\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Times New Roman, serif;\"\u003eNama : Alif Robikho\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Times New Roman, serif;\"\u003eProdi : PGSD\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Times New Roman, serif;\"\u003eUniversitas Muhammadiyah Purworejo\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/8920986040096291808"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/8920986040096291808"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/dampak-pandemi-covid-19-di-bidang.html","title":"Dampak Pandemi Covid-19 Di Bidang Pendidikan"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhTDiDr8BwuZAJtZNhfSfC5-5ChAps8mb4vroMLXlM8Q-rMUyqw0t6J0Hojb2MwaYIMktrftrXWAESBrx7Wqn4a-BJEVzwbUXv3jt3kgcAjmsnXYBzMmzo-21NKr7YpYxQYcC_eUqPvQo0qL0C_fTXM77jHUBpZxomSqeg-KsoOiZHZg2uKgq6lp_Px\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-1873167973416669206"},"published":{"$t":"2021-12-28T18:35:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-28T18:35:25.588+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Permasalah Pendidikan Ketika Masa Pandemi"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgUw9pDC5WVhKmc6My3r4QTIgj7qrCpyS4Mo9wxubPArR60rYCp0HCLmgszuE3IqiBW7LUhPeScpTPKfHFGmLg3DSb4LFBSLGPyiGy4nA87n22unY3P42skF7ybdGXuWze9_BAIEuqks-qaIgM7xSDcEvbAdaqf6t0dDr3ubTQ9VNdH94p9-XtDCETL\u003ds840\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"450\" data-original-width\u003d\"840\" height\u003d\"171\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgUw9pDC5WVhKmc6My3r4QTIgj7qrCpyS4Mo9wxubPArR60rYCp0HCLmgszuE3IqiBW7LUhPeScpTPKfHFGmLg3DSb4LFBSLGPyiGy4nA87n22unY3P42skF7ybdGXuWze9_BAIEuqks-qaIgM7xSDcEvbAdaqf6t0dDr3ubTQ9VNdH94p9-XtDCETL\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;\"\u003ePada\u0026nbsp;saat\u0026nbsp;ini,\u0026nbsp;dunia\u0026nbsp;sedang\nmenghadapi\u0026nbsp;persoalan\u0026nbsp;besar. Berawal\u0026nbsp;dari\u0026nbsp;munculnya\u0026nbsp;suatu\u0026nbsp;wabah\u0026nbsp;penyakit\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;ditimbulkan\u0026nbsp;oleh\u0026nbsp;virus,\nyaitu virus corona\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;akrab\u0026nbsp;disebut\u0026nbsp;Covid 19,\nhampir\u0026nbsp;semua\u0026nbsp;aspek kehidupan mengalami\nperubahan-perubahan\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;semakin hari semakin mengkhawatirkan,\nmendebarkan\u0026nbsp;seluruh\u0026nbsp;isi\u0026nbsp;dunia.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;\"\u003eDunia\u0026nbsp;perekonomian semakin\nlemah,\u0026nbsp;hubungan\u0026nbsp;sosial semakin\nmenurun\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;mengakibatkan\u0026nbsp;kurangnya\u0026nbsp;hubungan\u0026nbsp;dan\u0026nbsp;kepedulian\nterhadap sesama,\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; text-indent: 36pt;\"\u003eSemuanya\u0026nbsp;sudah\u0026nbsp;merasakan\u0026nbsp;akibat\u0026nbsp;dari\u0026nbsp;virus covid 19\nini, terutama\u0026nbsp;pada\u0026nbsp;dunia\u0026nbsp;pendidikan. Kita\u0026nbsp;harus\u0026nbsp;siap\nmenghadapi perubahan ini,\u0026nbsp;karena\u0026nbsp;cepat atau lambat pendidikan akan\nmengalami perubahan drastis\u0026nbsp;akibat\u0026nbsp;pandemi covid 19.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003c!--[if !supportLineBreakNewLine]--\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;\"\u003eKetika\u0026nbsp;ini pemerintah\u0026nbsp;pusat\u0026nbsp;sudah\u0026nbsp;mengeluarkan\nkebijakan-kebijakan,\u0026nbsp;salah\u0026nbsp;satunya\nmeliburkan\u0026nbsp;aktivitas\u0026nbsp;(tatap\nmuka)\u0026nbsp;semua\u0026nbsp;lembaga-forum\u0026nbsp;pendidikan, hal ini\ndilakukan\u0026nbsp;menjadi\u0026nbsp;upaya-upaya pencegahan penularan virus corona atau\ncovid 19 ini. Hal ini tentunya berdampak\u0026nbsp;besar\u0026nbsp;pada\u0026nbsp;perkembangan\npendidikan anak,\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;saat\u0026nbsp;ini\ndituntut\u0026nbsp;buat\u0026nbsp;belajar\u0026nbsp;mandiri, belajar secara daring\n(dalam\u0026nbsp;jaringan).\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;\"\u003ePembelajaran daring atau\nonline\u0026nbsp;artinya\u0026nbsp;sistem pembelajaran tanpa tatap muka\nsecara\u0026nbsp;pribadi\u0026nbsp;antara\u0026nbsp;pengajar\u0026nbsp;dan\u0026nbsp;peserta\ndidik\u0026nbsp;tetapi\u0026nbsp;pembelajaran dilakukan melalui jaringan internet.\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;\"\u003e\u0026nbsp; \u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;\"\u003eHal\nini\u0026nbsp;adalah\u0026nbsp;tantangan\u0026nbsp;besar\u0026nbsp;bagi\u0026nbsp;seseorang\u0026nbsp;pengajar,\u0026nbsp;sebab\u0026nbsp;pada\u0026nbsp;kondisi\u0026nbsp;seperti\u0026nbsp;ini\u0026nbsp;pengajar\u0026nbsp;pun\ndituntut\u0026nbsp;buat\u0026nbsp;mampu\u0026nbsp;mengelolah, mendesain media pembelajaran\n(media online) sedemikian rupa guna\u0026nbsp;untuk\u0026nbsp;mencapai tujuan\npembelajaran\u0026nbsp;serta\u0026nbsp;untuk\u0026nbsp;mencegah atau mengantisipasi\nkebosanan\u0026nbsp;peserta\ndidik\u0026nbsp;dalam\u0026nbsp;pembelajaran\u0026nbsp;model\u0026nbsp;daring\u0026nbsp;tersebut.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt;\"\u003eBukan hanya itu\nsaja,\u0026nbsp;dalam\u0026nbsp;penerapan belajar online\nini,\u0026nbsp;tidak\u0026nbsp;sedikit\u0026nbsp;peserta didik\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;mengalami\nkesulitan belajar,\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;dipicu\u0026nbsp;oleh\u0026nbsp;beberapa faktor :\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;\"\u003ePertama,\u0026nbsp;peserta\ndidik\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;belum\u0026nbsp;memiliki\u0026nbsp;gadget,\u0026nbsp;peserta\ndidik\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;belum mengetahui\u0026nbsp;banyak\u0026nbsp;perihal\u0026nbsp;penggunaan\nteknologi,\u0026nbsp;masalah\u0026nbsp;ini\u0026nbsp;banyak\u0026nbsp;terjadi\u0026nbsp;pada\u0026nbsp;peserta\ndidik\u0026nbsp;tingkat\u0026nbsp;TK\u0026nbsp;serta\u0026nbsp;SD\u0026nbsp;(Sekolah Dasar). Selain itu,\u0026nbsp;masalah\u0026nbsp;utama\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;dialami\u0026nbsp;peserta\ndidik\u0026nbsp;ialah\u0026nbsp;jaringan\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;tidak\u0026nbsp;memadai. Hal\nini\u0026nbsp;artinya\u0026nbsp;tantangan\u0026nbsp;besar\u0026nbsp;bagi\u0026nbsp;peserta\ndidik\u0026nbsp;dan\u0026nbsp;tidak\u0026nbsp;terkecuali bagi orang tua\u0026nbsp;sebab\u0026nbsp;orang\ntualah\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;dituntut\u0026nbsp;untuk\u0026nbsp;mendampingi\u0026nbsp;peserta\ndidik\u0026nbsp;pada\u0026nbsp;proses belajar online\u0026nbsp;tersebut,\nrealita\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;terdapat\u0026nbsp;juga\u0026nbsp;tidak\u0026nbsp;sedikit orang\ntua\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;tidak\u0026nbsp;paham\u0026nbsp;mengenai\u0026nbsp;penggunaan\nteknologi,\u0026nbsp;jelas\u0026nbsp;hal ini\nakan\u0026nbsp;menghambat\u0026nbsp;keaktifan\u0026nbsp;peserta didik\u0026nbsp;atau anak\u0026nbsp;pada\u0026nbsp;proses\nbelajar daring ini.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;\"\u003eKedua,\nkurangnya\u0026nbsp;interaksi\u0026nbsp;fisik antara\u0026nbsp;pengajar\u0026nbsp;dan\u0026nbsp;peserta\ndidik\u0026nbsp;karena\u0026nbsp;pada\u0026nbsp;pembelajaran online\u0026nbsp;peserta\ndidik\u0026nbsp;hanya diberikan tugas melaui via whatsapp. Kebanyakan\u0026nbsp;peserta\ndidik\u0026nbsp;kesulitan\u0026nbsp;dalam\u0026nbsp;mengerjakan tugas\ndikarenakan\u0026nbsp;tidak\u0026nbsp;terdapat\u0026nbsp;penjelasan-penerangan\u0026nbsp;awal\u0026nbsp;dari\u0026nbsp;pengajar\u0026nbsp;tentang\u0026nbsp;tugas\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;dibebankan\u0026nbsp;tersebut.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt; text-indent: 36pt;\"\u003epeserta didik\u0026nbsp;hanya dituntut\u0026nbsp;buat\u0026nbsp;mengerjakan\ntanpa\u0026nbsp;menerima\u0026nbsp;penjelasan\u0026nbsp;terlebih dahulu,\nakibatnya\u0026nbsp;banyak\u0026nbsp;peserta\ndidik\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;mengeluh\u0026nbsp;serta\u0026nbsp;tidak\u0026nbsp;bersemangat\nlagi\u0026nbsp;dalam\u0026nbsp;mengerjakan tugas.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003c!--[if !supportLineBreakNewLine]--\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;\"\u003eKetiga,\ntugas\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;diberikan\u0026nbsp;pengajar\u0026nbsp;banyak,\u0026nbsp;sementara\u0026nbsp;waktu\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;diberikan\nsangat singkat. Bagaimana\nanak\u0026nbsp;mampu\u0026nbsp;belajar\u0026nbsp;dengan\u0026nbsp;baik\u0026nbsp;dalam\u0026nbsp;kondisi\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;seperti\u0026nbsp;ini.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;\"\u003eKeempat,\u0026nbsp;akibat\u0026nbsp;kurangnya\u0026nbsp;interaksi\u0026nbsp;langsung\u0026nbsp;antara\u0026nbsp;pengajar\u0026nbsp;serta\u0026nbsp;peserta\ndidik, otomatis berkuranglah internalisasi nilai-nilai karakter\u0026nbsp;yang\u0026nbsp;semestinya\u0026nbsp;wajib\u0026nbsp;ditanamkan\u0026nbsp;seorang\u0026nbsp;pengajar\u0026nbsp;ke\u0026nbsp;dalam\u0026nbsp;diri\u0026nbsp;peserta\ndidik. Ini akan\u0026nbsp;menyebabkan\u0026nbsp;degradasi moral\u0026nbsp;pada\u0026nbsp;anak\natau\u0026nbsp;peserta didik,\u0026nbsp;sebab\u0026nbsp;tugas\u0026nbsp;seorang\u0026nbsp;guru\u0026nbsp;bukan\nhanya mengajar, mentrasferkan ilmu pengetahuan (pelajaran)\nsaja,\u0026nbsp;namun\u0026nbsp;seorang\u0026nbsp;pengajar\u0026nbsp;jua\u0026nbsp;dituntut\u0026nbsp;untuk\u0026nbsp;mendidik\n(pembentukan akhlak\u0026nbsp;dan\u0026nbsp;karakter)\u0026nbsp;peserta didik.\u0026nbsp;namun, hal\nini\u0026nbsp;tidak\u0026nbsp;boleh mematahkan\nsemagat\u0026nbsp;pengajar\u0026nbsp;dalam\u0026nbsp;menjalankan\ntugasnya\u0026nbsp;sebagai\u0026nbsp;pendidik,\u0026nbsp;tidak\u0026nbsp;boleh mematahkan\nsemagat\u0026nbsp;peserta didik\u0026nbsp;dalam\u0026nbsp;belajar, pandemi covid\nini\u0026nbsp;tidak\u0026nbsp;boleh mematahkan\nsemangat\u0026nbsp;dan\u0026nbsp;harapan\u0026nbsp;kita\u0026nbsp;semua.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;\"\u003eDi\u0026nbsp;balik\u0026nbsp;kesedihan\u0026nbsp;seluruh\u0026nbsp;belahan\u0026nbsp;global\u0026nbsp;ini,\nkita\u0026nbsp;harus\u0026nbsp;mampu\u0026nbsp;mengambil\u0026nbsp;hikmah\u0026nbsp;dari\u0026nbsp;pandemi\ncovid 19 ini. Pandemi covid 19 ini mungkin\nsaja\u0026nbsp;datang\u0026nbsp;sebagai\u0026nbsp;ujian\u0026nbsp;buat\u0026nbsp;kita\u0026nbsp;semua, apakah\nkita\u0026nbsp;bisa\u0026nbsp;mencerdaskan kehidupan bangsa\nwalau\u0026nbsp;pada\u0026nbsp;kondisi\u0026nbsp;seperti\u0026nbsp;ini.\nSemoga\u0026nbsp;goresan\u0026nbsp;sederhana ini\u0026nbsp;bermanfaat. Aamiin.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;\"\u003ePenulis : Purba Muhammad\nSidiq/212180132,1D, UMP\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/1873167973416669206"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/1873167973416669206"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/permasalah-pendidikan-ketika-masa.html","title":"Permasalah Pendidikan Ketika Masa Pandemi"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgUw9pDC5WVhKmc6My3r4QTIgj7qrCpyS4Mo9wxubPArR60rYCp0HCLmgszuE3IqiBW7LUhPeScpTPKfHFGmLg3DSb4LFBSLGPyiGy4nA87n22unY3P42skF7ybdGXuWze9_BAIEuqks-qaIgM7xSDcEvbAdaqf6t0dDr3ubTQ9VNdH94p9-XtDCETL\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-788240730129360907"},"published":{"$t":"2021-12-27T19:34:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-27T19:35:50.399+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Pergantian Kurikulum, Kurikulum Baru 2022"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiGXmT0cYXMYxiRn6mDrp0Is_R82z_uZyhxExJrROsZWXy2D-wEQ08s4JLmeEfH7zhHj8CHAQCAcNJQ_uhTvK2iAmkH4Tgs1F-zXQgSxONHBako59NnAO6zq2ztelWvB0gbxFyYx0dkEEK9OToeuCEI8nmaT1DCBp64ctczDjKekfNGBvoenkZ7tMHM\u003ds640\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"360\" data-original-width\u003d\"640\" height\u003d\"180\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiGXmT0cYXMYxiRn6mDrp0Is_R82z_uZyhxExJrROsZWXy2D-wEQ08s4JLmeEfH7zhHj8CHAQCAcNJQ_uhTvK2iAmkH4Tgs1F-zXQgSxONHBako59NnAO6zq2ztelWvB0gbxFyYx0dkEEK9OToeuCEI8nmaT1DCBp64ctczDjKekfNGBvoenkZ7tMHM\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eNadiem\nMakarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek)\nmenyampaikan bahwa akan ada Kurikulum Pendidikan 2022 yang lebih fleksibel.\nPernyataan tersebut banyak membuat bertanya-tanya karena kurikulum tersebut\ndisebut sebagai Kurikulum Baru. Pergantian kurikulum fleksibel ini harus\ndijelaskan lagi agar tidak muncul interpretasi yang berbeda di setiap orang. Karena\npergantian kurikulum memang harus dilakukan jika kurikulum saat ini tidak dapat\nmenjawab tantangan di masa depan. Dengan begitu, tentang pergantian kurikulum\nini perlu dijelaskan sejelas mungkin. Lalu apakah perlu kurikulum itu diganti?.\nKurikulum Pendidikan memang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.\nTetapi, jangan mudah mengganti ataupun justru tidak diganti sama sekali dan\nharus diadaptasikan dengan situasi saat ini. Pergantiannya pun tetap memenuhi\nfungsi kurikulum yaitu sebagai sarana mengukur kemampuan pribadi dan konsumsi\nPendidikan. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eKementerian\nPendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menuturkan\nbahwa, berdasarkan riset yang dilakukan pada masa pandemi Covid-19 timbulnya\nkehilangan pembelajaran (\u003ci\u003elearning loss\u003c/i\u003e) literasi dan numerasi yang\nsignifikan. Itulah alasan adanya pergantian Kurikulum Paradigma Baru (Kurikulum\nPrototipe) sebagai kurikulum nasional yang membantu pemulihan pembelajaran di\nmasa pandemi Covid-19. Apa itu Kurikulum Prototipe?. Kurikulm Prototipe\nmerupakan kurikulum yang fleksibel dimana satuan Pendidikan diberikan otoritas,\nsehingga memiliki keleluasaan. Dalam Kurikulum Prototipe ini, memberikan\nkeleluasaan kepada guru untuk bagaimana dapat mencapai capaian pembelajaran.\nSekolah dieri keleluasaan untuk memilih ataupun memodifikasi perangkat\npembelajaran dan contoh kurikulum operasional yang sudah disediakan Pemerintah\nuntuk disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Juga dapat pula menyusun\nsendiri perangkat pembelajaran yang sesuai. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eAda\nbeberapa hal yang baru pada Kurikulum 2022 ini. Apa saja itu?. secara umum\nkurikulum struktur kurikulumnya terdiri dari kegiatan intrakurikuler berupa\npembelajaran tatap muka bersama guru dan kegiatan proyek. Selain itu, setiap\nsekolah juga diberikan keleluasaan untuk mengembangkan program kerja tambahan\nyang mampu mengembangkan kompetensi peserta didik. Dilihat dari jumlah jam\npelajaran, kurikulum baru tidak menetapkan jumlah jam pelajaran per minggu\nseperti yang berlaku pada Kurikulum 2013, akan tetapi jumlah jam pelajarannya\nditetapkan per tahun. Sehingga, setiap sekolah diberi kemudahan untuk mengatur\npelaksanaan kegiatan pembelajaran. Sekolah juga diberikan keleluasaan untuk\nmenerapakan model pembelajaran kolaboratif antar mata pelajaran serta membuat\nasesmen lintas mata pelajaran, misalnya berupa asesmen sumatif dalam bentuk\nproyek atau penilaian berbasis proyek. Selanjutnya, untuk mata pelajaran IPA\ndan IPS pada jenjang Sekolah Dasar Kelas IV, V, dan VI yang selama ini berdiri\nsendiri, dalam Kurikulum Baru kedua mata pelajaran tersebut akan diajarkan\nsecara bersamaan dengan nama Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial\n(IPAS). Hal ini bertujuan agar peserta didik lebih siap dalam mengikuti\npembelajaran IPA dan IPS yang terpisah pada jenjang SMP. Sedangkan pada jenjang\nSMA peminatan atau penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa akan kembali dilaksanakan\npada kelas XI dan XII.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eAdanya\nKurikulum Baru 2022, diharapkan akan menjadi awal dari perubahan untuk\nmembangun Pendidikan yang lebih baik dan mampu membentuk generasi penerus\nbangsa yang berkualitas dan berprestasi. Namun, kekurangan ataupun kelemahan kurikulum\nsebelumnya harus mampu ditutupi dan diselesaikan agar kurikulum baru ini tidak\nada celah yang nantinya akan merugi jika dilaksanakan karena demi membangun\nnegeri dengan Pendidikan yang cemerlang.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eNama\u003cspan style\u003d\"mso-tab-count: 1;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003e: Dwi Lestari Oktaviani\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eNIM\u003cspan style\u003d\"mso-tab-count: 1;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003e: 202180107\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eKelas\u003cspan style\u003d\"mso-tab-count: 1;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003e: 3C PGSD\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US;\"\u003eUniversitas\nMuhammadiyah Purworejo\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003c/span\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/788240730129360907"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/788240730129360907"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/pergantian-kurikulum-kurikulum-baru-2022.html","title":"Pergantian Kurikulum, Kurikulum Baru 2022"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiGXmT0cYXMYxiRn6mDrp0Is_R82z_uZyhxExJrROsZWXy2D-wEQ08s4JLmeEfH7zhHj8CHAQCAcNJQ_uhTvK2iAmkH4Tgs1F-zXQgSxONHBako59NnAO6zq2ztelWvB0gbxFyYx0dkEEK9OToeuCEI8nmaT1DCBp64ctczDjKekfNGBvoenkZ7tMHM\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-8407721997647385415"},"published":{"$t":"2021-12-27T19:26:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-27T19:26:35.207+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Pembelajaran Daring Menimbulkan Pendapat Pro Dan Kontra"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u0026nbsp;\u003ca href\u003d\"https://lh3.googleusercontent.com/-au7Gzm7fhnM/Ycmw6SARoBI/AAAAAAAAITA/JmtYLw6vIEo1V4fcfSgFn8UfadmO71higCNcBGAsYHQ/image.png\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"\" data-original-height\u003d\"352\" data-original-width\u003d\"530\" height\u003d\"213\" src\u003d\"https://lh3.googleusercontent.com/-au7Gzm7fhnM/Ycmw6SARoBI/AAAAAAAAITA/JmtYLw6vIEo1V4fcfSgFn8UfadmO71higCNcBGAsYHQ/image.png\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003ePada\nakhir tahun 2019 mucul sebuah masalaah yang bisa dibilang sebuah masalaah\nlumayan besar. Masalah ini adalah pandemic covid-19 atau yang sering disebut\ndengan corona. Masalah ini bisa dibilang lumayan besar karena dapat menghantam\nnegeri ini dari segala sector mulai dari sector ekonomi karena ditutpnya\npariwisata hingga sector Pendidikan. Saat ini Pendidikan di Indonesia mempunyai\nwajah atau system baru yang dapat menimbal berbagai pendepat dari kalangan yang\ntentunya pendaapat tersebut dapat bertentangan. Mendikbud nakarim mengambil\nsejumlah kebijakan baru diantaranya adalah penghapusan ujian nasional,\nperubahan system ujian sekolah, hingga penetapan belajar dari rumah (daring).\nKebijakan pembelajaran secara daring inilah yang dapat menilai pro dan kontra\ndari berbagai kalangan.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-tab-count: 1;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003ePada awalnya kebijakan ini dirasaa\ntepat karena dimasa pandemic. Namum tidak berjalan lama mulai muncul\nkegelisahan dari para wali murid yang merasa keberatan karena tugas-tugas yang\ndiberikan oleh guru atau tenaga pengajar. Terlebih untuk siswa yang masih duduk\ndikaalangan bangku Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, diamana anak-anak\ntersebut masih sangat memerlukan bantuan dari orang tua untuk menyelesaikan\ntuga-tugas sekolahnya. Wali murid merasa kerepotan karena ada beberapa dari\nmereka yang tidak tau bagaimana caranya menggunakan teknologi pembelajaran\ndaring.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-tab-count: 1;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003eSelanjutnya dari kalangan pengajar\natau guru juga merasa bahwasanya pembelajaran secara daring tidaklah efektif.\nKarena ada beberapa materi yang memang harus diajarkan secara tatap muka atau\npraktek. Para mahasiswa juga merasa kesulitan dalam melakukan pembelajaran\ndengan daring. Karena beberapa tugas seperti penelitian harus ditunda. Untuk\nmelaksanakan konsultasi tugas akhir pun harus terhambat. Sehingga target mereka\nuntuk lulus juga akan molor atau tertunda.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-tab-count: 1;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003eAkan tetapi dari Mendikbud masih\ntetap menetapkan sistemm pembelajaran ini. Ikatan Dokter Indonesi (IDI) juga\nmeminta system pembelajaran ini tetap harus ditetapkan demi menjaga penularan\nvirus covid-19. Kemendikmud telah mengalokasikan dana sebesar Rp 8,9 T-,\u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp; \u003c/span\u003euntuk subsidi kuota internet dan tunjangan\nprofesi pendidik. “ini yang sedang kami akselerasi secepat mungkin agar bisa\ncair”, ujar mentri Pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim, pada rapat Bersama\nkomisi X DPR RI yang berlangsung semi daring di Jakarta, Kamis (27/08/2020).\nPemerintah tentu saaja tidak mempunyai banyak pilihan selain meneruskan system\npembellajaran daring sampai keadaan memang benar-benar membaik.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: 150%; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;\"\u003ePenulis :\u0026nbsp;Habib Rohman/Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/8407721997647385415"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/8407721997647385415"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/pembelajaran-daring-menimbulkan.html","title":"Pembelajaran Daring Menimbulkan Pendapat Pro Dan Kontra"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://lh3.googleusercontent.com/-au7Gzm7fhnM/Ycmw6SARoBI/AAAAAAAAITA/JmtYLw6vIEo1V4fcfSgFn8UfadmO71higCNcBGAsYHQ/s72-c/image.png","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-3329540627135590160"},"published":{"$t":"2021-12-27T19:03:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-27T19:03:26.014+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Pembelajaran di Masa Pandemi"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgz8872A-_PjuBIIOCFTrov7d6p-quZXsC3o6gehfOit4j1BX4vRcHFO_6jBgyi0GNO4aWUDzLVjV7vjxjTjTqEeZYy7a684qe71WjTdr7JiWrj8gTxAVwFhBOqj77si9x2aCS1R8WPGrvZVRGLTeg5SbDw3APeF3Ri85DmnHy_Us12GXMz7fZJu_Un\u003ds653\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"366\" data-original-width\u003d\"653\" height\u003d\"179\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgz8872A-_PjuBIIOCFTrov7d6p-quZXsC3o6gehfOit4j1BX4vRcHFO_6jBgyi0GNO4aWUDzLVjV7vjxjTjTqEeZYy7a684qe71WjTdr7JiWrj8gTxAVwFhBOqj77si9x2aCS1R8WPGrvZVRGLTeg5SbDw3APeF3Ri85DmnHy_Us12GXMz7fZJu_Un\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e“Pandemi\nmengubah tradisi kita”. Kiranya inilah gagasan yang awam, muncul berkelindan\ndalam diskusi publik: mulai dari cuci tangan setiap hari, penggunaan masker,\nhingga perjumpaan antar manusia. Tentu ini berat, karena secara budaya dan\npsikologi kita tidak disiapkan. Dari semua pola kebiasaan sosietas yang\nberubah, sistem pendidikan pun disentuh kultur baru, face to face menuju screen\nto screen. Persoalan yang terjadi adalah, sistem pendidikan berubah namun\nmetodologisnya masih sama. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eKita\nmungkin masih mengetahui bahwa sektor pendidikan berkembang di dalam sejarah,\ndengan segala dinamika dan kompleksitasnya. Juga dijumpai bahwa setiap generasi\npada zamannya, kendati secara evolutif, mampu menyesuaikan diri dengan sistem\nyang demikian, dari batu tulis, papirus, kertas hingga yang non-kertas atau\nvirtual. Artinya setiap tantangan dalam sektor pendidikan selalu disertai\ndengan kapasitas adaptatif manusia. Karena manusia itu progresif sekaligus\ndinamis. Yang dibutuhkan hanyalah rekonsiliasi atau kerjasama antara pelaku\npendidikan dan sarana pendidikan. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eDalam\nkonteks pandemi, kita memang disentuh kultur baru, belajar online.\u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp; \u003c/span\u003eNamun pada saat yang sama, kita generasi\npembelajar saat ini tidak lain adalah generasi milenial dengan sistem\ndigitalisasi sebagai karakter utama. Bahkan di beberapa tempat, khususnya di\nnegara-negara yang maju secara teknologi, belajar online adalah sesuatu yang\nlumrah. Lalu apa artinya belajar online di tengah pandemi? Sadar atau tidak,\nbelajar online dalam konteks pandemi merupakan sebuah pilihan yang paling\nmungkin diterapkan dalam sektor pendidikan. Artinya, setiap negara wajib\nmelakukan hal yang sama. Ketika sebuah gerakan dilaksanakan secara serempak dan\ndalam tataran global, maka ada suatu kesadaran lain yang harus dipertimbangkan.\nSepertinya belajar online bukan hanya sebuah pilihan yang bersifat antropologi,\nsosiologi, ataupun pedagogi, melainkan suatu pilihan moral, yakni tanggung\njawab setiap kita terhadap kehidupan orang lain. Ini adalah pilihan etis,\nsebuah optio fundamental.\u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp; \u003c/span\u003e\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eSolusi\nterbaik yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan seputar\nsekolah online tanpa menghilangkan manfaat dari sistem sekolah online itu\nsendiri seperti manfaat efisiensi dan keamanan, dapat diatasi dengan dua\npilihan berikut yaitu : Solusi yang pertama adalah penerapan sekolah online\nsekaligus sekolah ofline yang menyangkut, praktikum, penelitian, dan mata\nkuliah tertentu. Dengan memberlakukkan sistem sekolah online sekaligus ofline\ntentunya dengan penerapan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah siswa\nper-ruangan, manfaat yang didapatkan dari sistem sekolah secara online dapat\ndipertahankan, dan kekurangan-kekurangan dari sistem sekolah online juga dapat\ndiatasi dengan pemberlakuan seolah tatap muka untuk praktik, yang mana tidak memungkinkan\ndilakukan secara online. kemudian ujian secara offline atau tatap muka juga\nperlu diterapkan guna menghindari penyalahgunaan situasi dimana para siswa bisa\nsaja melakukan kecurangan apabila ujian dilakukan secara online, dan setidaknya\nharus ada satu mata kuliah yang harus berupa tatap muka secara langsung supaya\nmenjaga rasa sosial siswa dan juga dapat memudahkan proses pembelajaran\ntentunya dengan penerapan social distancing dan protokol kesehatan lainnya\nseperti penggunaan masker, sanitizer, dan lain-lain.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eMasa\npandemi ini mendorong kita untuk beradaptasi pada suatu keadaan yang baru atau\nthe new normal. Para siswa dan guru juga beradaptasi dengan sekolah online. Sekolah\nonline harus menjadi bagian dari seruan kemanusiaan. Sekolah online mesti\ndilihat sebagai suatu sumbangan solidaritas kemanusiaan dan solidaritas\nekologis di tengah pandemi. Sekolah online tidak hanya sekadar rekonstruksi\nbangunan pendidikan tetapi rekoleksi diri terhadap keprihatinan sosial demi\nkesejahteraan manusia. Dengan platform digital, kita akhirnya semakin dekat\ndengan evolusi sebagai homo digital. Ruang untuk menjajakan dunia maya atau\nonline semakin berkembang. Kita optimis menuju pendidikan yang mengglobal\nmelalui jaringan. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eSekoliah\nonline juga menjadi kritikan bagi pemerintah untuk menata masyarakat dan\nmemberikan pendidikan yang jelas agar terbebas dari belenggu keterbelakangan\npendidikan. Masyarakat dan siswa pertama-tama harus dibekali oleh pengetahuan\ndan pembentukan sumber daya manusia. Kemudian, barulah rekonstruksi sistem dan\ninfrastruktur yang selalu menjadi hambatan kita untuk berkembang. Sehingga,\nkesejahteraan di Indonesia adalah kesejahteraan bagi seluruh rakyat bukan hanya\nsebagian orang yang cukup beruntung oleh karena kemajuan teknologi. Semua\nimplikasi yang saya maksudkan diatas adalah orientasi sekolah online di tengah\npandemi. Kita semua adalah saksi mata dan generasi inilah yang akan bertanggung\njawab terhadap pembangunan bangsa Indonesia di masa mendatang setelah pandemi\nini. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePenulis :\u0026nbsp;Atikah Riswandani dari Mahasiswi UMP\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/3329540627135590160"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/3329540627135590160"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/pembelajaran-di-masa-pandemi.html","title":"Pembelajaran di Masa Pandemi"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgz8872A-_PjuBIIOCFTrov7d6p-quZXsC3o6gehfOit4j1BX4vRcHFO_6jBgyi0GNO4aWUDzLVjV7vjxjTjTqEeZYy7a684qe71WjTdr7JiWrj8gTxAVwFhBOqj77si9x2aCS1R8WPGrvZVRGLTeg5SbDw3APeF3Ri85DmnHy_Us12GXMz7fZJu_Un\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-3917212724475668233"},"published":{"$t":"2021-12-27T19:00:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-27T19:00:32.657+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Permasalahan Sosial Akibat Pengaruh Globalisasi"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEghVfy8GpCpSwz_10R1bjVl2EV3893VP7AF5hPDpBZhdW0RxMN_uli5309EdsZ4GRTEwpEgdn8h9D_iO5q37JM-Wd2iVAtCaoihtMrfGixtA30zHw6iVz-7RvJezIN-JSq59FiWHqoYdDdmHf6pQx72yKrUaW9wtFHPpL19z0bxEOAtGNlmedm0wiZk\u003ds1280\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"720\" data-original-width\u003d\"1280\" height\u003d\"180\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEghVfy8GpCpSwz_10R1bjVl2EV3893VP7AF5hPDpBZhdW0RxMN_uli5309EdsZ4GRTEwpEgdn8h9D_iO5q37JM-Wd2iVAtCaoihtMrfGixtA30zHw6iVz-7RvJezIN-JSq59FiWHqoYdDdmHf6pQx72yKrUaW9wtFHPpL19z0bxEOAtGNlmedm0wiZk\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eSaat\nini, globalisasi menjadi fenomena yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat\ndi seluruh dunia, baik secara positif maupun negatif. Akibat dari globalisasi, teknologi\nmengalami perkembangan yang sangat signifikan. Perkembangan teknologi informasi\ndan komunikasi terutama setelah munculnya internet, sangat mempercepat proses\nglobalisasi yang semakin mempersatukan dunia. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eNamun,\nakibat dari globalisasi tentunya dapat menghadirkan berbagai permasalahan\nsosial dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan globalisasi memiliki dua sisi yang\nbertolak belakang. Satu sisi menjanjikan kemajuan bagi kehidupan sedangkan\ndisisi yang lain dapat menyebabkan munculnya berbagai bentuk permasalahan\nsosial. Ketika bersentuhan dengan budaya lain, tentu ada nilai-nilai dari luar\nyang kita adaptasi secara sadar maupun tidak sadar. Jika kita hanya menggambil\nhal baiknya saja tentu tidak ada masalah. Sayangnya, ada juga yang justru\nmeniru hal-hal yang buruk sehingga meningkatkan kejahatan yang menjadi\npermasalahan dalam masyarakat. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eSalah\nsatu permasalahan yang disebabkan oleh globalisasi adalah kenakalan remaja.\nKenakalan remaja merupakan pelanggaran atau penyelewengan nilai-nilai dan norma\nyang dilakukan remaja dalam suatu tatanan aturan yang berlaku dalam masyarakat.\nMasa remaja merupakan masa transisi, dimana remaja mengalami perubahan dalam\ndirinya baik dari segi fisik, emosional, maupun sosial \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eKenakalan\nremaja sangat beragam, contohnya seperti kabur daari rumah, tawuran, membawa\nsenjata tajam, balap liar atau kebut-kebutan di jalan, bahkan tindakan yang\nmengarah pada kriminalitas atau perbuatan yang melanggar hukum seperti mencuri,\npembunuhan, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, seks bebas dan Tindakan\nkejahatan lainnya. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eAda\nbeberapa faktor yang menjadi penyebab kenakalan remaja yaitu faktor keluarga,\nfaktor lingkunga sosial dan faktor sekolah. Saat berada pada tahap perkembangan\nawal remaja sebagian besar umumnya dihabiskan di lingkungan rumah atau pada\npengawasan keluarga. Sehingga, nilai-nilai yang dianut orang tua akhirnya\nterpola keanaknya sehingga muncul pendapat bahwa segala hal negatif pada anak\nbukan dari faktor bawaan atau keturunan, melainkan karena proses Pendidikan\natau sosialisasi dalam keluarga. \u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp; \u003c/span\u003eLingkungan merupakan hal yang sangat\nberpengaruh dalam pembentukan sikap dan sifat remaja. Remaja yang salah memilih\ntempat atau teman dalam pergaulannya maka akan berdampak negatif terhadap\nperkembangan dirinya, sehingga perlu adanya pendampingan serta penanganan khusus\norang tua untuk anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja. \u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eSebagai\nremaja generasi penerus bangsa, kita harus pintar memilah dampak-dampak yang\nbaik dari globalisasi. Beberapa hal yang dapat diupayakan remaja untuk\nmenghadapi globalisasi antara lain:\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpFirst\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003ea.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eMemanfaatkan gaya instant untuk hal yang\npositif bukan negatif\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003eb.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eMemperkuat ideologi Pancasila\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003ec.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eBerperan sebagai penggerak kemajuan bangsa\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003ed.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eMenjadikan budaya sendiri sebagai\nprioritas\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003ee.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eTidak bergantung pada modal asing\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003ef.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eTidak meninggalkan sejarah-sejarah\nperjuangan \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpMiddle\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003eg.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eMembedakan mana yang baik dan buruk untuk\ndiikuti\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoListParagraphCxSpLast\" style\u003d\"mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;\"\u003e\u003c!--[if !supportLists]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-fareast-font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"mso-list: Ignore;\"\u003eh.\u003cspan style\u003d\"font: 7.0pt \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\n\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c!--[endif]--\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003eMemiliki acuan dan pegangan diri yang kuat\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"margin-left: 18.0pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"margin-left: 18.0pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 107%;\"\u003ePenulis\n\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt;\"\u003eMei\nRofidatul Marfufah NIM 212180112\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt;\"\u003eKelas\nC Semester 1\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt;\"\u003eProgram\nStudi Pendidikan Guru Sekolah Dasar\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt;\"\u003eFakultas\nKeguruan dan Ilmu Pendidikan\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"line-height: normal; margin-left: 18.0pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt;\"\u003eUniversitas\nMuhammadiyah Purworejo\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/3917212724475668233"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/3917212724475668233"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/permasalahan-sosial-akibat-pengaruh.html","title":"Permasalahan Sosial Akibat Pengaruh Globalisasi"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEghVfy8GpCpSwz_10R1bjVl2EV3893VP7AF5hPDpBZhdW0RxMN_uli5309EdsZ4GRTEwpEgdn8h9D_iO5q37JM-Wd2iVAtCaoihtMrfGixtA30zHw6iVz-7RvJezIN-JSq59FiWHqoYdDdmHf6pQx72yKrUaW9wtFHPpL19z0bxEOAtGNlmedm0wiZk\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-4410922153901468760"},"published":{"$t":"2021-12-27T18:55:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-27T18:55:04.819+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Permasalahan Teknologi Dengan Sosial"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjiGfIoWjlaCMU_1TX_MVyYqqIwGVd6Ma5WmonBpKYlAtn2iFrDdGxL90cJBf3PtXSASXITa-Ny-3dA9D-9695-uYYMLq7cXGCV-JfNfyWuBwhL_br-g2q2STSg_uXtJzjXMM8O4EFT4KNUcdVg49m7-Kojn7BjYiHqsFWBPZgYEnlwiCvst-12l4L-\u003ds800\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"600\" data-original-width\u003d\"800\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjiGfIoWjlaCMU_1TX_MVyYqqIwGVd6Ma5WmonBpKYlAtn2iFrDdGxL90cJBf3PtXSASXITa-Ny-3dA9D-9695-uYYMLq7cXGCV-JfNfyWuBwhL_br-g2q2STSg_uXtJzjXMM8O4EFT4KNUcdVg49m7-Kojn7BjYiHqsFWBPZgYEnlwiCvst-12l4L-\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003ePada era globalisasi saat ini kemajuan zaman berkembang\ndengan pesat. Salah satu perkembangan yang meningkat drastis yaitu pada bidang\nteknologi dan informasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi merupakan suatu\narus yang tidak dapat kita bendung. Dengan teknologi kita dapat memperoleh\ninformasi yang tidak ada batasnya, bahkan mampu menjangkau titik jauh dengan\nhitungan menit atau detik sekalipun. Sekarang informasi bukan suatu hal yang\nmahal dan sulit didapatkan, melainkan bisa kita akses dengan mudah. Jadi waktu\ndan jarak tidak menghambat berlangsungnya proses informasi dengan cepat. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eDalam satu sisi hal ini merupakan sesuatu yang memudahkan\nkehidupan manusia. Banyak dampak positif yang menguntungkan, contohnya seperti\ndulu kita kesulitan untuk menonton tv, menyaksikan berita, mendengarkan radio,\nmengakses berbagai informasi, mengirim surat, belum adanya transportasi umum\ndan lain-lain. Akan tetapi sekarang hal tersebut bukan sesuatu yang sulit\ndiperoleh. Hanya dengan bekal internet kita bisa mengakses semua informasi\ntermasuk berita, film, memesan makanan, transportasi dan sebagainya. Tidak\nperlu pergi cukup di rumah atau dimanapun kita berada, sehingga tidak memakan\nwaktu yang lama. Dengan begitu kita tidak susah payah membuang energi karena\ndari teknologi saat ini membantu pekerjaan manusia sehingga menghemat tenaga\ndan pikiran.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eSelain itu teknologi juga tentang lingkup kehidupan\npribadi. Mulai dari yang dulu mengantri untuk mengambil uang di bank misalnya\nsekarang cukup dengan satu tombol dapat menyelesaikan urusan yang kita miliki.\nContoh tersebut menunjukkan bahwa teknologi dan informasi mudah masuk dalam\nruang privat manusia. Rangkaian arus globalisasi yang mengalir tentu mengandung\nsuatu unsur yakni menambah wawasan\u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp; \u003c/span\u003ebagi\nseseorang yang mengaksesnya. Manusia bukan lagi seperti katak yang terperangkap\ndalam tempurung melainkan dapat mengetahui semua yang terjadi di luar\ndaerahnya. Dengan bantuan macam-macam teknologi seperti handphone, televisi,\nradio, laptop, komputer, media masa cetak seperti koran, majalah, buku\nmasyarakat dapat berinteraksi dengan dunia luar yang mungkin terbatas jika\ndilakukan secara langsung. Seperti pergi ke luar negeri untuk melihat\nkebudayaan mereka, berbeda apababila melalui jaringan internet masyarakat cukup\nberdiam diri dan mengisi paket data untuk menonton kebudayaan manca negara dari\ntelepon genggam. Disisi lain hal ini juga menghemat biaya. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eMunculnya alat-alat komunikasi dan media teknologi\nlainnya tentu mempunyai daya dan dampak eksplor terhadap manusia yang\nmengakibatkan kerugian. Bukan berarti semua dampak positif yang kita harapkan\nbisa terwujud. Semua bersifat fleksibel dimana terjadi pasang surut keuntungan\ndan kekurangan dari teknologi tersebut. Manusia sebagai pelaku utama dalam\nkehidupan pasti berperan aktif dalam upaya pencegahan dampak negatif yang\nterjadi akibat globalisasi.\u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp; \u003c/span\u003eSecara tidak\nlangsung, zaman dan teknologi telah merubah pola dan sistem kehidupan sosial\nmasyarakat. Pertumbuhan teknologi memberi dampak yang sangat besar bagi\nkehidupan sosial manusia. Beragam jenis perkembangan teknologi yang sedikit\ndemi sedikit kian menghilangkan kebudayaan asli. Hal tersebut dapat ditinjau\ndengan berbagai perubahan yang memicu setiap individu untuk mengikutinya. Pada\nmasanya kebudayaan tradisional akan tergantikan dengan kebudayaan yang modern.\nMaka manusia sebagai makhluk sosial harus pandai memilah, memilih, dan\nmenyaring semua kebudayaan dari perkembangan teknologi dan informasi yang\nmelahirkan budaya baru. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eKontak sosial manusia terhadap budaya modern mengakibatkan\ndampak negatif diantaranya melahirkan manusia yang cenderung individual dan\negois, kurangnya komunikasi dan interaksi secara langsung karena tertutup oleh\nalat komunikasi dan media sosial, menciptakan dunianya sendiri, memicu setiap\nmasyarakat untuk memiliki salah satu teknologi seperti handphone padahal\nterkendala dalam masalah biaya, timbulnya kecanduan dalam diri manusia terhadap\npenggunaan media sosial, pola hidup menjadi kurang sehat dan seimbang karena\nlupa makan serta istirahat. Kebudayaan tradisional tergeser dengan kebudayaan\nmodern, kejahatan siber yang dilakukan secara online seperti penipuan dan masih\nbanyak lagi. Hal diatas merupakan suatu permasalahan sosial yang perlu kita\ncegah. Kita dapat menanamkan sikap hati-hati dan tegas terhadap semua tindak\nkriminal pada media sosial maupun dalam dunia akulturasi kebudayaan. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eAdanya internet sangat mempercepat proses globalisasi\nberlangsung. Sehingga masyarakat cenderung terintegrasi dalam kehidupan yang\nberbasis global mulai dari domestik hingga internasional. Komunitas dalam\nteknologi menyebabkan perubahan yang signifikan. Masyarakat mulai mengikuti\nsistem yang ada di depan mata tanpa memperhatikan unsur aslinya. Permasalahan\nini menjadi tanggung jawab kita untuk berinteraksi lebih menanggulanginya. Permasalahan\nsosial yang terjadi akibat teknologi adalah bidang ekonomi, mereka yang\nhidupnya serba kekurangan terpengaruh oleh arus globalisasi yang ditekan untuk\nmemiliki barang yang diinginkan dan menjadi suatu keharusan. Permasalahan lain\nyang terjadi yakni lebih mementingkan kepentingan pribadi diatas kepentingan\norang lain. Mereka lebih suka bergaya hidup mewah tanpa menyadari bahwa ada\norang lain yang lebih membutuhkan di sekitarnya. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eTatanan sosial lokal dan nasional juga akan rusak jika\ndibiarkan begitu saja. Bagi masyarakat yang tidak berpedoman mereka akan\nmenghiraukan lunturnya kearifan lokal serta nilai-nilai bangsa yang tergerus\noleh globalisasi. Menyikapi era dunia saat ini bukan suatu hal yang mudah.\nHal-hal diatas yang mencakup berbagai permasalahan sosial menjadi tantangan\nbagi kita khususnya sebagai generasi muda untuk terjun langsung memberi aksi\npositif.\u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp; \u003c/span\u003eTurun langsung menjadi pemain\nmenggalakkan semua permasalahan yang dapat diselesaikan bersama, mendukung dan\nikut berbaur dengan program-program pemerintah, meningkatkan esensi kualitas\nbangsa yakni menonjolkan bahwa kita memiliki dasar negara pancasila sebagai\npedoman menelaah semua bentuk kajian yang masuk dari luar negeri. Serta\nmenyongkong perubahan bangsa dengan saling memotivasi menjadikan semua sebagai\nmentor mengingat ilmu dapat kita peroleh dari siapapun . Menjalin interaksi\nbersama mereka sebagai bentuk partisipasi, serta meningkatkan upaya dari diri\nsendiri untuk menjadi inspirasi dengan berkarya memperbaik negeri. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003e\u003co:p\u003e\u0026nbsp;\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eNama Penulis\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eNama\u003cspan style\u003d\"mso-tab-count: 2;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003e: Femi Hidayati\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eNim\u003cspan style\u003d\"mso-tab-count: 2;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003e: 212180142\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eProdi\u003cspan style\u003d\"mso-tab-count: 2;\"\u003e\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003c/span\u003e: PGSD 1 D\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"font-family: \u0026quot;Times New Roman\u0026quot;,serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;\"\u003eUniversitas Muhammadiyah Purworejo \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/4410922153901468760"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/4410922153901468760"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/permasalahan-teknologi-dengan-sosial.html","title":"Permasalahan Teknologi Dengan Sosial"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjiGfIoWjlaCMU_1TX_MVyYqqIwGVd6Ma5WmonBpKYlAtn2iFrDdGxL90cJBf3PtXSASXITa-Ny-3dA9D-9695-uYYMLq7cXGCV-JfNfyWuBwhL_br-g2q2STSg_uXtJzjXMM8O4EFT4KNUcdVg49m7-Kojn7BjYiHqsFWBPZgYEnlwiCvst-12l4L-\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-7487049134160686969"},"published":{"$t":"2021-12-27T10:57:00.005+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-27T10:57:48.226+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Kenakalan Anak Dan Remaja"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjSfbUZ8gjyJVS9pbIKd0pyOBcao_KWhkHFiIq-UrsTXE8TK82x3cRi4KwdtNSs2vgwLXQkpM7QuovlknI1a8r4DbXubYxOv4eiIK7lIpS0bglXkRxBJa4OZ4lUYYVlj2JYbs7ZzDOvDLl_DsO9DnqJgJoIj0cv3mpGLt0viaaQ_Dj0YYuNRG3wM3Ps\u003ds640\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica; font-size: x-small;\"\u003e\u003ci\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"427\" data-original-width\u003d\"640\" height\u003d\"214\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjSfbUZ8gjyJVS9pbIKd0pyOBcao_KWhkHFiIq-UrsTXE8TK82x3cRi4KwdtNSs2vgwLXQkpM7QuovlknI1a8r4DbXubYxOv4eiIK7lIpS0bglXkRxBJa4OZ4lUYYVlj2JYbs7ZzDOvDLl_DsO9DnqJgJoIj0cv3mpGLt0viaaQ_Dj0YYuNRG3wM3Ps\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/i\u003e\u003c/span\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica; font-size: x-small;\"\u003e\u003ci\u003eilustrasi gambar/kumparan.com\u003c/i\u003e\u003c/span\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt;\"\u003eKenakalan\nremaja. Ya satu kata yang sangat familiar di telinga masyarakat sekitar. Bahkan\nanak-anak pun tak asing dengan hal satu ini. Kenakalan remaja terdengar negatif\ndi masyarakat. \u003c/span\u003e\u003cspan lang\u003d\"IN\" style\u003d\"background: white; color: #444444; font-size: 12pt;\"\u003eT\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"background: white; color: #444444; font-size: 12pt;\"\u003eindakan yang\nlekat dengan kehidupan masyarakat bahkan para pelajar yang masih duduk di\nbangku sekolah.Kenakalan remaja bahkan sekarang ini sangat marak di setiap\ndaerah mulai dari pelosok sampai kota pun mengalaminya, seperti halnya tradisi\ndi setiap daerah, yang semakin bertambah taun yang harusnya menurun namun\nbertambah seiring berjalanya waktu. Kenakalan remaja seperti dilestarikan oleh\nanak muda dari sd sampai ke perguruan tinggi . Dari kalangan ini lah menjadi\nfaktor maraknya kejahatan di sekitar masyarakat. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"background: white; color: #444444; font-size: 12pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePerlu diketahui\nbahwa ada beberapa faktor menjadi pendorong kenakalan pada remaja bahkan\nanak-anak di usia produktif. Salah satunya dari orang terdekat kita yang kurang\nmemperhatikan kondisi anak pada umunya. Peran orang tualah yang terpenting\ndalam mendidik anak agar tidak mengikuti hal yang tak sewajarnya dilakukan.\nMengapa orang tua masuk dalam faktor tersebut ? kawan-kawan pasti tahu ada\nbeberapa orang tua yang bekerja sebagai pegawai atau karyawan yang setiap\nwaktunya hanya bekerja tanpa ada waktu untuk keluarganya. Nah, Oleh sebab itu\nanak-anak kurang adanya perhatian dan kasih sayang serta kepedulian dari orang\ntuanya. Sehingga anak-anak terpeengaruh dengan lingkungan bermainnya. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"background: white; color: #444444; font-size: 12pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eSelain karena\nfaktor orang tua, lingkungan setempat yang anak-anak tinggalipun bisa menjadi\nfaktor pendukung kenakalannya. Mengapa itu bisa terjadi ? Perlu kalian ketahui\nbahwa lingkunganlah yang sangat rentan dengan pergaulan yang tidak baik. Selain\nitu dengan adanya lingkungan yangtidak stabil juga mambuat anak semakin bebas\ndengan kegiatannya. Tidak hanya sekali dua kali namun sudah berulang kali\nbanyak kejadian kenakalan di lingkungan setempat dan membuat resah warga. Salah\nsatnnya adalah pergaulan bebas remaja yang kian meraja lela di dunia remaja.\nTak hanya laki-laki yang berbuat namun wanita pun banyak yang telah\nmelakukannya demi kesenangan semata. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"background: white; color: #444444; font-size: 12pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eDengan begitu\nmasa depan anak dapat terganggu jika mereka mengikuti pergaulan tersebut. Tidak\nhanya sikap yang dinilai buruk namun prestasi belajarpun akan menurun karna\nkemalasan yang ada pada diri anak untuk belajar dan lebih mementingkan\nberjumpa, nongkrong bahkan bermain game bersama temannya. Tak hanya itu saja\npergaulan pun bisa memicu keinginan untuk merokok dan melakukan tindakan\nkriminal jika keinginan tersebut tidak terpenuhi.Selain itu bagi perempuan yang\nmengijak remaja pun akan merasa bebas untuk bergaul dengan temannya. Akibatnya\ndapat terjadi hal yang diluar dugaan para orang tua. Oleh karena itu sebagai\norang tua harus menjaga, mendidik agar anak-anak memiliki kepribadian yang\nbagus.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"background: white; color: #444444; font-size: 12pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eDengan demikian\ndapat disimpulkan bahwa orang tua menjadi pemicu dan hal yang sangat penting\nbagi anak-anaknya. Selain dari pergaulan, orang tua bisa mengajak hal yang\npositif seperti mengaji dan melakukan hal yang sekiranya membuat hati bahaagia.\nSelain itu orang tua pun harus menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan\nkeluarganya meski hanya beberapa jam saja. Dengan itu anak akan merasa nayam\ndan diperhatikan oleh kedua orang tuanya.. Jagalah anak kita maka duniamu akan\nsejahtera. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"background: white; color: #444444; font-size: 12pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size: 12pt;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePenulis : Ira Herawati W.P\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/7487049134160686969"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/7487049134160686969"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/kenakalan-anak-dan-remaja.html","title":"Kenakalan Anak Dan Remaja"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjSfbUZ8gjyJVS9pbIKd0pyOBcao_KWhkHFiIq-UrsTXE8TK82x3cRi4KwdtNSs2vgwLXQkpM7QuovlknI1a8r4DbXubYxOv4eiIK7lIpS0bglXkRxBJa4OZ4lUYYVlj2JYbs7ZzDOvDLl_DsO9DnqJgJoIj0cv3mpGLt0viaaQ_Dj0YYuNRG3wM3Ps\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4840076265965493290.post-7130520690461504365"},"published":{"$t":"2021-12-27T10:36:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2021-12-27T10:36:03.268+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Dampak Pandemi Covid -19 Terhadap Dunia Pendidikan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"WordSection1\"\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"line-height: 121%; margin: 13.55pt 8.6pt 0.0001pt 5pt; text-align: center; text-indent: 3.5pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"ms\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiQspRCpSNJwAnyGZUjzp-P_CTV7P8kGNmRfw2dcm5S4y1VtKd5VcsL9oM_cNjCwV8xI-ZnaTXGBE4OeL795qxAAFoX604w5n4iv_UxGsbDzZbQyYQ_VgJ_Ikj7XCZSuwKgkb9wzAF3IJrSRRzPGst21pagpsEACtyK6XFEXTsIc-KACFkJtmtdS9Wz\u003ds442\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"285\" data-original-width\u003d\"442\" height\u003d\"206\" src\u003d\"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiQspRCpSNJwAnyGZUjzp-P_CTV7P8kGNmRfw2dcm5S4y1VtKd5VcsL9oM_cNjCwV8xI-ZnaTXGBE4OeL795qxAAFoX604w5n4iv_UxGsbDzZbQyYQ_VgJ_Ikj7XCZSuwKgkb9wzAF3IJrSRRzPGst21pagpsEACtyK6XFEXTsIc-KACFkJtmtdS9Wz\u003ds320\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"line-height: 121%; margin: 13.55pt 8.6pt 0.0001pt 5pt; text-align: justify; text-indent: 3.5pt;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"ms\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eSaat ini,adanya virus Covid-19 membuat ratusan ribu manusia takut akan penularan\ncovid -19. Penularan sangat cepat dan sangat sulit mendeteksi orang\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.75pt;\"\u003e \u003c/span\u003eyang\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.7pt;\"\u003e \u003c/span\u003eterpapar\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.65pt;\"\u003e \u003c/span\u003ecovid-19. Penularan\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.75pt;\"\u003e \u003c/span\u003edapat\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.65pt;\"\u003e \u003c/span\u003editularkan\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.7pt;\"\u003e \u003c/span\u003emelalui\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.7pt;\"\u003e\n\u003c/span\u003ehubungan kontak antar manusia, yang sangat sulit untuk dihindari oleh\nmanusia.Rumitnya penanganan wabah ini untuk memutus rantai penyebaran covid\n-19.Bahkan pemerintah menerapkan kebijakan salah satunya sosial distancing yang\ndapat menghambat laju pertumbuhan dalam berbagai kehidupan .Misalnya pada\npendidikan juga terdampak kebijakan ini.Banyak sekolah mendadak diliburkan dan\ndigantikan belajar dirumah,ada juga pembelajaran dilakukan secara daring (\ndalam jaringan). Peralihan pembelajaran ini sangat memaksa berbagai pihak\nterutama dalam pemanfaatan teknologi yang digunakan sebagai media pembelajaran\ndaring.Faktor penghambat pembelajaran secara daring antara\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -.55pt;\"\u003e \u003c/span\u003elain:\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"line-height: 121%; margin: 10.15pt 13.8pt 0.0001pt 5pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"ms\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePertama,\npenguasaan teknologi yang rendah.Saat proses pembelajaran secara daring tidak semua\nsiswa terbiasa menggunakan teknologi bahkan mereka harus berebut untuk\nmendapatkan sinyal yang cukup baik agar pembelajaran dapat berlangsung dengan\nbaik.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"line-height: 121%; margin: 10.05pt 6.8pt 0.0001pt 5pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"ms\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eKedua,\nketerbatasan sarana dan prasarana.Membuat para orang tua siswa merasa kesulitan\nuntuk membelikan fasilitas teknologi kepada anak- anaknya.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"line-height: 121%; margin-right: 4.45pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"ms\"\u003eKetiga, jaringan internet yang kurang memadai.Tidak semua sekolah sudah\nterkoneksi internet, bahkan ada juga yang menggunakan jaringan seluler dan\nkadang bisa tidak stabil karena letak geografis jauh dari jangkauan sinyal.\u0026nbsp;\u003c/span\u003eKeempat,biaya\ninternet yang dibutuhkan.Kuota internet menjadi melonjak dan guru juga harus\nmempersiapkan anggaran untuk menyediakan internet.\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"line-height: 121%; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"ms\"\u003eMetode pembelajaran\nsecara daring seperti ini sudah terbiasa dilakukan, apalagi dinegara -negara\nyang maju.Namun untuk pembelajaran pada\u0026nbsp;\u003c/span\u003etingkat\nsekolah dasar dan menengah harus bisa lebih dipersiapkan dengan baik agar dalam\nproses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"line-height: 121%; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"ms\" style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eSeiring perkembangan zaman proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan\ndaring mengingat efektif dalam transfer ilmu yang cepat ,dan mudah. Mesin\nsecanggih apapun pasti mempunyai kelemahan karena dibuat oleh manusia.Kelemahan\nguru mesin adalah pada unsur,rasa\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica; text-indent: 3.5pt;\"\u003e,bahasa,dan karakter.Guru manusia harus bisa mengimbangi guru mesin yang\nhanya bisa berperan untuk mentransfer tidak tau nilai baik dan benar.\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003c/div\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"line-height: 121%; margin-top: 10.05pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"ms\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eNamun,\nhal tersebut tidak boleh mematahkan semagat guru dalam menjalankan tugasnya\nsebagai pendidik, tidak boleh mematahkan semagat siswa dalam belajar, pandemi\ncovid ini tidak boleh mematahkan semangat dan harapan kita semua.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\n\n\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"line-height: 121%; margin-right: 4.45pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"ms\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eDi balik kesedihan di seluruh dunia ini, kita harus mampu mengambil hikmah\ndari pandemi covid 19 ini. Pandemi covid 19 ini mungkin saja datang sebagai\nujian untuk kita semua, apakah kita mampu\u003cspan style\u003d\"letter-spacing: -2.75pt;\"\u003e \u003c/span\u003emencerdaskan\nkehidupan bangsa walau dalam kondisi seperti ini. Semoga dengan adanya opini\ntersebut dapat menambah manfaat bagi kita , Aamiin.\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp class\u003d\"MsoBodyText\" style\u003d\"line-height: 121%; margin-right: 4.45pt; text-align: justify;\"\u003e\u003cspan lang\u003d\"ms\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003ePenulis :\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: helvetica;\"\u003eSiti Marvuatil Mardhiyah/Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Purworejo\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/p\u003e\u003cp\u003e\u003c/p\u003e"},"link":[{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/7130520690461504365"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4840076265965493290/posts/default/7130520690461504365"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.pituruhnews.com/2021/12/dampak-pandemi-covid-19-terhadap-dunia.html","title":"Dampak Pandemi Covid -19 Terhadap Dunia Pendidikan"}],"author":[{"name":{"$t":"Pituruh News"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/12744138817556615665"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiQspRCpSNJwAnyGZUjzp-P_CTV7P8kGNmRfw2dcm5S4y1VtKd5VcsL9oM_cNjCwV8xI-ZnaTXGBE4OeL795qxAAFoX604w5n4iv_UxGsbDzZbQyYQ_VgJ_Ikj7XCZSuwKgkb9wzAF3IJrSRRzPGst21pagpsEACtyK6XFEXTsIc-KACFkJtmtdS9Wz\u003ds72-c","height":"72","width":"72"}}]}});