gdata.io.handleScriptLoaded({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4118538659096245710"},"updated":{"$t":"2023-10-22T19:55:26.606+07:00"},"category":[{"term":"budaya"},{"term":"Journaling"},{"term":"life after Ectopic Surgery"},{"term":"malang"},{"term":"Journey"},{"term":"islam rahmatan lil alamin"},{"term":"gardening"},{"term":"holygrail products"},{"term":"hotel belitung"},{"term":"personal"},{"term":"bb cream / foundi"},{"term":"hotel yogyakarta"},{"term":"Marriage life"},{"term":"wellness"},{"term":"acne care"},{"term":"hotel bangka"},{"term":"wedding"},{"term":"Palembang"},{"term":"face mask"},{"term":"fashion"},{"term":"review"},{"term":"hotel bandung"},{"term":"hotel semarang"},{"term":"Banjar baru"},{"term":"menanam makanan"},{"term":"Bali"},{"term":"tips"},{"term":"dear klairs indonesia"},{"term":"belitung"},{"term":"body scrub"},{"term":"homecook\u0026recipe"},{"term":"행복이가득한집"},{"term":"serum / ampoule"},{"term":"hotel bali"},{"term":"Pregnancy"},{"term":"solo"},{"term":"hotel palembang"},{"term":"sustainable living"},{"term":"yogyakarta_#2"},{"term":"booster"},{"term":"Blogging and Techno"},{"term":"Sponsored"},{"term":"USA"},{"term":"covid 19"},{"term":"hotel solo"},{"term":"MakeUp"},{"term":"hotel banjarbaru"},{"term":"Event"},{"term":"DIY"},{"term":"hair care"},{"term":"medan"},{"term":"Weekly Diary"},{"term":"Korean Skincare"},{"term":"lip stick/ cream"},{"term":"face wash"},{"term":"lifestyle"},{"term":"yogyakarta"},{"term":"exfoliator"},{"term":"health"},{"term":"body lotion"},{"term":"local product"},{"term":"Bandung"},{"term":"body wash"},{"term":"Motherhood"},{"term":"hotel"},{"term":"cleanser"},{"term":"kebun mini rumah naufal"},{"term":"Scarlett"},{"term":"skin and hair care"},{"term":"yogyakarta_#1"},{"term":"night treatment"},{"term":"Toner"},{"term":"photography"},{"term":"semarang"},{"term":"book of the month"},{"term":"food adventure"},{"term":"10 steps korean skincare"},{"term":"day cream"},{"term":"solo_#1"},{"term":"dear klairs"},{"term":"Bangka"},{"term":"Inspiration"},{"term":"Travel"},{"term":"skincare routine"}],"title":{"type":"text","$t":"Pengagum Pencipta Langit"},"subtitle":{"type":"html","$t":""},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4118538659096245710/posts/default/-/Marriage+life?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d6"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4118538659096245710/posts/default/-/Marriage+life?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d6"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://www.mithapisasefsio.com/search/label/Marriage%20life"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"Mitha pisasesio"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/15507874137727370241"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDPr-WM7TrsAupE3ErX8Zin7S7irchrdiEjiutexfCN9ikFG2gdIcYBNEgPU69ZBU2ZoWU36Xgs8sNZYS5jlfdS0wXBgu_O9redWxCXPsD-rxZ1iKgufd4UBDZYMG-5Q0/s113/IMG_1312d.jpg"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"https://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"3"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"6"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4118538659096245710.post-4992297630482258356"},"published":{"$t":"2019-03-25T18:59:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2019-03-25T23:21:03.731+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Journey"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Marriage life"}],"title":{"type":"text","$t":"Sepenggal kisah tentang Pejuang Jarak "},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv class\u003d\"mobile-photo\"\u003e\n\u003cimg alt\u003d\"\" border\u003d\"0\" height\u003d\"556\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_6672253913720457106\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-fbP2EHXNQro/XJiblVqEh5I/AAAAAAAAHDU/SU0uxtvfQg4wCJzUGSfbDIkNCX3nh250QCK4BGAYYCw/s640/IMG_1057-773052.JPG\" width\u003d\"750\" /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"mobile-photo\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"mobile-photo\"\u003e\nSejak awal menikah, saya dan suami adalah pejuang jarak. Saya bekerja di kota kelahiran kami, Palembang, sedangkan suami merantau ke pulau sebrang, Bangka.\u003cbr /\u003e\n\u003ca name\u003d'more'\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv\u003e\nJika ditarik lurus (dan bila tidak dipisahkan oleh laut tentunya) jarak Palembang - Pangkal pinang hanya 180 km dengan 20 menit waktu tempuh udara, tidak sampai setengah jarak Palembang ke Jakarta. Tidak terlalu jauh, tapi tidak juga bisa dibilang dekat.\u0026nbsp;\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nHampir 4 tahun menjadi pejuang jarak bukanlah hal yang gampang untuk kami, apalagi untukku yang merasa mampu menghadapi apapun sendirian tapi menjadi cengeng ketika harus berjauhan dengan suami.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003ci\u003e\"\u003c/i\u003e\u003cb\u003e\u003ci\u003eMitha, bila setelah lulus nanti kamu mencari kerja, carilah pekerjaan yang satu kota dengan calon suamimu.. Karna saya ga pernah melihat pernikahan jarak jauh akan berjalan lancar sebagaimana mestinya, pasti harus ada salah satu yang mengalah\"\u003c/i\u003e\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cb\u003e\u003ci\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/i\u003e\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cb\u003e\u003ci\u003e\"sebenarnya apa sih yang kamu cari ? terlalu sayang sama gelar S2 mu sampe-sampe lebih milih jauh-jauhan sama suami ?\"\u003c/i\u003e\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003e\u003ci\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/i\u003e\u003c/b\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv\u003e\nMasih teringat jelas kapan dan siapa yang mengucapkan kata-kata diatas.\u0026nbsp;\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nKata-kata pertama diucapkan oleh professor pembimbing S2 ku di sela-sela waktu bimbingan, sedangkan kata-kata kedua secara tajam diucapkan seorang keluarga beberapa hari setelah acara pernikahan kami, ketika tau aku dan suami tidak bisa selalu bersama karna kami bekerja di kota yang berbeda.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nKalo dipikir-pikir wanita normal dimanapun berada pasti ingin selalu berada di dekat suaminya. Setiap pasangan yang memilih menjalani\u0026nbsp;\u003ci\u003elong distance marriage\u003c/i\u003e\u0026nbsp;pasti punya alasan masing-masing yang sudah dipertimbangkan dengan matang dan seksama.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv\u003e\nApa sih yang dicari sampe-sampe mau jauhan sama suami ? Bukan karna gelar, apalah artinya gelar S2. Saya justru bertahan karna \"titah\" suami yang begitu bangga dan mensupport karir saya kedepan. Jujur, kata-kata ingin resign sudah ratusan kali saya ucapkan dengan isak tangis penuh air mata di pelukan suami, ketika berjauhan terasa sangat melelahkan. Bila mengikuti kata hati, walau saya seorang professor pun saya akan dengan senang hati resign untuk suami tercinta, bila saja ia meminta. Toh rezeki bisa dicari, banyak cara lain menjemput rezeki. Tidak peduli dengan gelar S2, ga peduli dengan ikatan 10 tahun tidak boleh resign atau pindah instansi pada negara, ga peduli bahwa betapa banyak manusia yang berharap mendapatkan pekerjaan dengan waktu yang konon cukup fleksibel ini, ga peduli berapa banyak pundi-pundi yang bisa saya kumpulkan, ga peduli betapa banyak penelitian yang bisa saya lakukan dan amal jariah yang akan saya dapatkan bila ikhlas melakukan pekerjaan ini. Bagi saya, suami adalah prioritas pertama yang akan menjadi tanggung jawab saya dunia akhirat, gagal saya dalam melayani suami adalah adalah gagal saya sebagai manusia. saya ingin berada di dekat suami kapanpun beliau butuhkan. Semoga teman-teman yang membaca ini tidak merasakan betapa pilunya mendengar suami sakit disaat jarak memisahkan, karna pilunya luar biasa.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\"\u003ci\u003esabar ya sayang, kita minta Allah jalan yang terbaik. insyaAllah dalam waktu dekat kita bisa sama-sama, biar aku yang pindah\u003c/i\u003e\" katanya saat itu. Karna beliau yakin, Allah Subhanahuwata'ala pasti menyiapkan jalan keluar.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv\u003e\nWalaupun harus merasakan pilunya mengukir cinta diatas jarak, disisi lain saya sangat bersyukur Allah Subhanahuwata'ala karuniakan sosok suami sholeh yang sangat supportive, ga pernah nuntut istri macem-macem, bertutur kata lemah lembut, sangat sabar pada istrinya yang super cengeng dan memprioritaskan keluarga diatas apapun. Ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri sekaligus momok untukku, bahwa keberadaannya selalu aku butuhkan. Tapi tentu saja semakin hatiku lemah, semakin pula suami mensupport bahwa semua kesulitan pasti memiliki kemudahan.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nBila teman-teman pernah membaca tulisan saya tentang karir dan rumah tangga, disana saya tulis bahwa untuk mengalahkan jarak harus ada salah satu yang mengalah, dan pertimbangan suami atas siapa yang mengalah sangatlah matang.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nSebelum kami menikah, suami sudah berdinas di Pangkal pinang (Kepulauan Bangka belitung) sekitar 2 tahun lamanya, dan saya sejak awal menikah yang sudah hampir 4 tahun ini bolak balik Palembang - Pangkal pinang untuk bekerja dan memenuhi kewajiban dunia akhirat sebagai seorang istri, ada kalanya suami yang pulang ke palembang di akhir pekan, dan kembali ke rantauan dengan pesawat pertama di Senin subuh. Please, jangan ditanya sedihnya ketika harus kembali berpisah seperti apa.\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv\u003e\nTidak jarang saya mendadak beli tiket sore pulang kantor karna kangen suami dan kemudian mendadak pulang ke Palembang sesaat setelah sampai di pangkal pinang hanya karna ada sesuatu hal mendadak yg harus segera diselesaikan dan tidak bisa di wakilkan.\u0026nbsp;\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nMungkin ada pasangan yang mampu menjalani kehidupan pernikahan seperti ini bertahun-tahun lamanya, dengan santai dan biasa saja, tapi tidak untuk kami. Kami akui kami terlalu lemah untuk bertahan dalam jarak. Karna bagiku, rumah adalah dimana suamiku berada. Dan ketika suami merantau, rumahku ya dirantauan.\u0026nbsp;\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nDiperjalanan yang cukup menguras air mata itu, beberapa kali saya temui seorang istri yg tidak bekerja tp tidak mau ikut merantau mendampingi suaminya dengan alasan kota rantauan ga nyaman, saya sempat iri dan dongkol setengah mati. kok bisa-bisanya sih di kasih Allah kesempatan ngurusin suami tapi malah nolak ? Hingga akhirnya saya menyadari bahwa setiap pasangan punya alasan tersendiri, sama seperti keputusan kami untuk bertahan selama 4 tahun ini.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"mobile-photo\"\u003e\n\u003cimg alt\u003d\"\" border\u003d\"0\" height\u003d\"590\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_6672253928399752722\" src\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-cM1QtXnaVXg/XJibmMV4zhI/AAAAAAAAHDc/CLI0pmmN8-4Dbq-bm3RVJb4V-XClh8k8gCK4BGAYYCw/s640/0353FC7B-5696-4FA4-930B-9C8632C6AA8C-775873.JPG\" width\u003d\"750\" /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv\u003e\nPulau bangka khususnya pangkal pinang menjadi saksi awal perjalanan kehidupan rumah tangga kami. Kota ini memang kecil, beberapa teman yang telah berlibur ke Bangka bilang bahwa pulau ini cocok sebagai destinasi wisata tapi tidak untuk tempat tinggal, mereka bilang ibu kota provinsinya saja bahkan tidak ada mall, susah cari ini dan cari itu, dan berbagai alasan lainnya.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nTapi buatku , Pulau ini nyaman sekali untuk menjadi kota menetap. Siapa peduli dengan tidak ada mall dan berbelanja harus online ? Yang penting kan disini saya mendampingi suami. Pulau ini memiliki masyarakat yang ramah, Masjid yang selalu ramai di waktu shalat, toleransi antar etnis yang luar biasa, dan segala kedamaian yang bahkan ga kami temukan di kampung halaman yang kian hari semakin melesat perkembangannya.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nDi pulau ini banyak sekali pelajaran hidup yang kami alami, Disini saya harus kehilangan janin pertama saya, merasakan hampir meninggal dunia akibat salah diagnosa yang membuat saya harus di operasi besar dan kehilangan sebelah tuba, dipulau ini juga saya kehilangan janin kedua saya, dan dipulau ini juga kami dapat ujian luar biasa dengan musibah akibat banjir terbesar yang menimpa pulau bangka sejak 30 tahun terakhir. Semua kami hadapi hanya berdua, tanpa orang tua dan keluarga.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv dir\u003d\"ltr\"\u003e\n\u003cdiv\u003e\nDengan begitu banyak hal yang telah di jalani, Bangka terasa sangat spesial, menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup kami, tapi pilihan untuk kebersamaan membuat kami berusaha keras untuk bisa melepasnya dan memilih kembali ke kampung halaman. Atas pertimbangan matang dan keputusan suami tercinta sebagai pengendali dan pengambil keputusan. Dengan pertimbangan tidak gampang untuk saya berada di posisi ini, diberi kemudahan selancar ini, dan karir saya kedepan masih sangat jelas target dan arahnya, dan tentu saja beramal jariyah baik untuk saya dan suami selaku pemberi redho, maka dengan ikhlas suamiku memutuskan untuk mengalah.\u0026nbsp;\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nImpian untuk bisa menetap dalam satu kota bukan hal yang kami lewatkan dalam setiap doa. Tentu saja, ini adalah mimpi terbesar kami. Apalagi setelah punya anak, lompat dari kota ke kota lain itu cukup sulit untuk dilakukan. Kalo sebelum punya anak saya bisa melenggang tanpa bagasi, bisa semauanya pesan tiket pesawat setelah kelar urusan kantor, tapi setelah punya anak saya butuh bala bantuan untuk membawa bagasi kabin dan bagasi utama, butuh hari yang pas agar suami bisa jemput ke palembang.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nSegala hal diupayakan, doa selalu dipanjatkan, dan keyakinan bahwa Allah Subhanahuwata'ala pasti meridhoi demi satu pengharapan, Kebersamaan. Karna Apalah gunanya karir yang bagus bila harus berjauhan, bila waktu dinikmati sendirian. Anakku butuh ayahnya, dan akupun butuh suamiku. 10ribu manusia yang mensupport dan ada disekitar akan selalu kalah dengan seorang suami, paling tidak itu prinsipku.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n2 Tahun pengajuan pindah suami diupayakan, ditolak, diabaikan, jatuh bangun, berkas hilang saat pengiriman, segala kesulitan yang terkesan membuat harapan sangat jauh dari kenyataan. Tapi semakin sulit kenyataan harus dihadapi, semakin kami mengencangkan doa pada Rabb yang maha tinggi. Ketika kesulitan datang, disaat itu pula Allah Subhanahuwata'ala memberikan secercah harapan.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nTarget dipasang dengan jelas, bila pada batas waktu tertentu suami belum pindah, maka beliau akan mengajukan resign. Seserius itu memang. Tapi tentunya kami tidak gegabah. Sebelum kaki melangkah selalu kami minta pertolongan dan petunjuk Allah, agar jalan yang ditempuh tidak salah arah.\u0026nbsp;\u003ci\u003eSemoga kiranya Allah Subhanahuwat'ala meredhoi dan memberikan jalan terbaik untuk hidup kami.\u003c/i\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nAlhamdulillaahil-ladzii bini'matihi tatimmushsaalihaat..\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nDi awal 2019 ini, saya dan suami resmi menetap di satu kota. Sungguh karunia dan nikmat Allah Subhanahuwata'ala bekerja di waktu yang tepat. Allah memang sebaik-baiknya maha pengatur. Kalo ditanya kok bisa ? ya tentu saja bisa, karna kembali lagi, pertolongan Allah selalu datang disaat yang tepat.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nAlhamdulillah, hari ini kami sedang menikmati hari-hari kebersamaan kami tanpa memikirkan suami harus kembali bekerja ke pulau sebrang dan terbang dengan pesawat pertama di Senin pagi. Jujur kamipun masih butuh adaptasi, tapi InsyaAllah semua dimudahkan dan di lancarkan. Rasanya sangat bahagia ketika mimpi yang kami ucapkan ketika berandai-andai bisa tinggal satu kota satu persatu dapat kami urai.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nYang paling mengesankan, ternyata kami cukup sedih juga ketika harus benar-benar pindah dari pangkal pinang. Kota awal perjalanan kehidupan kami, meninggalkan teman dan sahabat sesama perantauan, meninggalkan pantai indah yang kapan saja bisa dikunjungi di waktu lengang, meninggalkan tetangga dan suasana religius yang tidak hanya di dapatkan ketika bulan Ramadhan. Tapi kami pindah untuk alasan yang terbaik.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nInsyaAllah di waktu yang akan datang, kami akan berkunjung lagi ke pangkal pinang sekedar untuk melepas rindu walau untuk waktu yang sangat sebentar. Semoga Allah subhanahuwata'ala meredhoi, merahmati, dan selalu menjaga pulau bangka beserta seluruh isinya.\u0026nbsp;\u003ci\u003eTill we meet again, Bangka Island.\u0026nbsp;\u003c/i\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nBismillah untuk hari-hari kedepan, awal yang baru dari sebuah akhir. Jujur saya jadi semakin semangat melaksanakan semua kewajiban, lebih semangat menjalankan kewajiban sebagai seorang istri, sebagai ibu, dan menjalankan kewajiban saya sebagai seorang ibu pekerja tanpa mengesampingan prioritas utama saya. Alhamdulillah..\u0026nbsp;\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nAlhamdulillah untuk satu lagi mimpi yang Allah jadikan kenyataan. Sesungguhnya tidak ada tempat mengadu dan kembali selain hanya kepada Allah. Ketika terlalu sulit untuk memikirkan segala kemungkinan, serahkan saja kepada Allah Subhanahuwata'ala. Karna sesungguhnya otak manusia hanya mampu untuk berandai-andai dan berkhayal, bingung apa yang akan terjadi didepan. Sudahlah, ikhlaskan.. Usahakan yang terbaik, kau punya Rabb yang maha tinggi, biarkan ia bekerja dan mengatur hidupmu karna memang itu adalah haknya. Percayalah, Pertolongan Allah berkerja tanpa diduga.\u0026nbsp;\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\nUntuk teman-teman sesama pejuang jarak, tetap semangat ya.. been there done that, tau banget rasanya pisah dari suami karna terpaksa seperti apa. Saya yakin teman-teman punya alasan kuat kenapa memilih jalan sulit itu. InsyaAllah akan selalu ada pelangi setelah badai, tetaplah berjuang, dengan tulus saya doakan semoga Allah memberikan kemudahan.\u0026nbsp;\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" id\u003d\"AppleMailSignature\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; caret-color: rgb(0, 0, 0); color: black; font-family: -webkit-standard; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; margin: 0px; orphans: auto; text-align: start; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.mithapisasefsio.com/feeds/4992297630482258356/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.mithapisasefsio.com/2019/03/pejuang-jarak_25.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4118538659096245710/posts/default/4992297630482258356"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4118538659096245710/posts/default/4992297630482258356"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.mithapisasefsio.com/2019/03/pejuang-jarak_25.html","title":"Sepenggal kisah tentang Pejuang Jarak "}],"author":[{"name":{"$t":"Mitha pisasesio"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/15507874137727370241"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDPr-WM7TrsAupE3ErX8Zin7S7irchrdiEjiutexfCN9ikFG2gdIcYBNEgPU69ZBU2ZoWU36Xgs8sNZYS5jlfdS0wXBgu_O9redWxCXPsD-rxZ1iKgufd4UBDZYMG-5Q0/s113/IMG_1312d.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://4.bp.blogspot.com/-fbP2EHXNQro/XJiblVqEh5I/AAAAAAAAHDU/SU0uxtvfQg4wCJzUGSfbDIkNCX3nh250QCK4BGAYYCw/s72-c/IMG_1057-773052.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4118538659096245710.post-1482762397790768767"},"published":{"$t":"2015-11-06T12:04:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2017-05-21T08:40:06.446+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Marriage life"}],"title":{"type":"text","$t":"Kehidupan setelah pernikahan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://www.mithapisasefsio.com/2015/11/hidup-setelah-menikah.html#more\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" height\u003d\"736\" src\u003d\"https://2.bp.blogspot.com/-W2V6UB6db8M/WSDvysc7_lI/AAAAAAAAFqQ/FjbezTHuirsnGWyTYuUQPxF8egd2EvX8gCLcB/s640/Untitled.png\" width\u003d\"740\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\nKebahagiaan terbesar saya saat ini adalah setiap kali saya menyadari bahwa saya adalah seorang wanita yang dinikahi oleh lelaki yang sangat ia cintai. Bahagia sekali karna saya resmi memiliki nama keluarga yang sama dengan suami saya. Jujur aja, bahkan hingga hari ini suka masih ga percaya kalo saya ini sudah jadi istri dari suami saya, masih suka senyum-senyum sambil mengucap syukur, saya sangat bahagia kalo mengingat bahwa hari-hari saya seumur hidup akan saya habiskan sama-sama dia, Masya Allah ga kebayang bahagianya, Alhamdulillah.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003ca name\u003d'more'\u003e\u003c/a\u003eJangan ditanya bagaimana bahagianya saya saat ini, Masya Allah, Segala puji bagi Allah pemilik semesta Alam yang telah menganugrahkan karunia yang begitu besar buat saya. Yang mengkaruniakan suami yang begitu baik, imam yang bertanggung jawab, bertutur kata mesra dan lemah lembut, yang selalu membuat saya jatuh cinta berkali-kali disetiap harinya sejak 8 tahun yang lalu.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nBahagia ini sudah pasti semakin bermakna ketika menyadari segala keikhlasan yang dilakukan istri untuk menjaga, merawat dan membahagiakan suaminya di hitung sebagai pahala oleh Allah SWT. Wanita yang ketika meninggal\u003cbr /\u003e\nmengantongi Ridho suaminya, maka ia boleh memilih mau masuk surga dari pintu mana saja. Masya Allah..\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nmenikah \u003d ladang pahala\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nsungguh nikmatnya kalo dapet pahala dengan cara sebahagia ini, hehe. Dinikmati, disyukuri, dan di sadari bahwa segala lelah yang dilakukan ketika mengurus kebutuhan suami semata-mata dilakukan demi mendapat ridho suami yang juga merupakan ridho Allah. Rasanya ilang semua letih ketika melihat kebahagiaan suami setiap kali saya memasak makanan yang dimintanya, ketika dia mencium saya setiap setelah makan sambil berkata \"sayang, terima kasih yaaa..makanannya enak\", setiap dia bilang \"aku bahagia banget punya kamu, makasih ya udah jadi istriku\". Ah, sayangku..\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nBanyak yang bilang, setelah menikah kejelekan pasangan kita akan ketauan semua, kebongkar semua, semua yang ga terduga muncul semua ke permukaan. Ah, buat saya ternyata (Alhamdulillahnya) sama aja, suami bahkan ternyata jauhhhh lebih baik dari yang saya kenal sebelumnya, lebih dewasa, lebih perhatian (karna cara perhatian pacaran dan menikah kan beda, hehe), tetap bertutur lemah lembut (plus sekarang dikasih bonus mesra yang halal), pokoknya pada dasarnya \u0026nbsp;semua sifat dia udah saya tau sebelumnya, ga seperti yang orang-orang bilang.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nwaktu sebelum menikah, saya ga sesedih sekarang ketika harus jauhan sama suami. Dulu sedih sih, tapi ga sesedih sekarang. Kalo sekarang 1 hari aja rasanya kaya setahun, ga kuat jauhan lama :( ga enak banget.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nAlhamdulillah, setelah menikah saya termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Perubahaan yang saya nilai terjadi di diri saya adalah, yang jelas saya berusaha semakin menghormati suami saya, saya jauh lebih bertanggung jawab, lebih dewasa, dan selalu berusaha untuk menyenangkan hati dan memenuhi kebutuhan suami saya. Intinya, bisa dibilang saya 300% mengalami perubahan kearah yang lebih baik. \u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nsaya sempet bingung dan kagok juga saat awal menikah, saya yang dari kecil selalu dimudahkan oleh jasa asisten rumah tangga, yang apa-apa ga mesti susah-susah dulu, setelah menikah harus mengurus semua kebutuhan suami saya sendirian, ikut suami merantau ke daerah baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, menimang si \"bayi pertama\" saya yang kalo lagi dateng manjanya, pengen diperhatikan 100%, menjadi pendengar yang baik untuk keluh kesah suami saya, selalu ada kapanpun dan bagaimanapun kebutuhan dia, memasak setiap hari untuk si bayi raksasa. Iya, awal nya sulit sekali.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nAlhamhamdulillah, karena ikhlas dan dilakukan dengan tulus, Allah SWT memudahkan semuanya. Jujur, sempet kaget ternyata saya bisa menjalani itu semua, memang saya niatkan sih ya..setiap hari sebelum memulai aktifitas, saya selalu berdoa supaya Allah ridho dengat apa yang saya lakukan, semoga masakan yang saya buat dapat mengenyangkan, membahagiakan dan menyehatkan suami saya, dan semoga kebahagiaan selalu meliputi kami. Dan,voom ! Allah membuat semuanya menjadi mudah.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nuntungnya ibu mendidik saya dengan baik, saya diajarkan ini dan itu, dan ga bingung sama sekali dengan apa yang harus saya kerja kan. Berasa keren aja gitu, disamping bekerja di luar rumah yang dilakukan sebagai kewajiban duniawi, Saya tetap diberi amanah untuk mengurus kewajiban dunia dan akhirat saya.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nSuami selalu ga mau saya capek-capek mengerjakan urusan rumah, belum apa-apa, beliau baru aja sampe kantor, udah bilang \"sayang istirahat aja dulu ya, jangan capek-capek, nanti urusan rumah kita kerjain sama-sama aja setelah aku pulang kerja\". hihihi.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nAlhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nSemoga Saya bisa semakin lebih baik lagi, \u0026nbsp;selalu bisa menyenangkan dan menyejukkan hati suami, dan menjadi madrasah pertama dan terbaik untuk anak-anak saya. Aamiin Allahuma Aamiin.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nBuat teman-teman yang belum menikah, ayo disegerakan, kalo kata ustadz di pengajian sahabat saya \"menikah itu 24/7 pahala\". Senyum kesuami berpahala, mencium suami berpahala, pokoknya berpahala deh. Kapan lagi sih bisa pacaran halal ? Insya Allah dimudahkan segala urusan bagi teman-teman yang dalam rencana persiapan pernikahan.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nLove,\u003cbr /\u003e\nMitha"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.mithapisasefsio.com/feeds/1482762397790768767/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.mithapisasefsio.com/2015/11/hidup-setelah-menikah.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4118538659096245710/posts/default/1482762397790768767"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4118538659096245710/posts/default/1482762397790768767"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.mithapisasefsio.com/2015/11/hidup-setelah-menikah.html","title":"Kehidupan setelah pernikahan"}],"author":[{"name":{"$t":"Mitha pisasesio"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/15507874137727370241"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDPr-WM7TrsAupE3ErX8Zin7S7irchrdiEjiutexfCN9ikFG2gdIcYBNEgPU69ZBU2ZoWU36Xgs8sNZYS5jlfdS0wXBgu_O9redWxCXPsD-rxZ1iKgufd4UBDZYMG-5Q0/s113/IMG_1312d.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://2.bp.blogspot.com/-W2V6UB6db8M/WSDvysc7_lI/AAAAAAAAFqQ/FjbezTHuirsnGWyTYuUQPxF8egd2EvX8gCLcB/s72-c/Untitled.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-4118538659096245710.post-5815404523509254596"},"published":{"$t":"2014-09-30T19:21:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2017-05-21T08:13:55.958+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Marriage life"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"personal"}],"title":{"type":"text","$t":"berbagi pemikiran : karir menjulang dan keharmonisan rumah tangga "},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://www.mithapisasefsio.com/2014/09/berbagi-pemikiran-karir-menjulang-dan.html\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" height\u003d\"742\" src\u003d\"https://2.bp.blogspot.com/-1fxFuzTFU6M/WSDpjzmnxoI/AAAAAAAAFpg/VSxxhuiFQ3A_L7y-IMJio0Gx2l_0CE8-gCLcB/s640/Untitled.png\" width\u003d\"740\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nUdah akhir september aja. lagi males liat tampilan blog yang plain, jadinya nge-redesign sesuai mood, biar lebih berwarna dan ceria. tema nya floral water color kali ini. fresh and so me. i really love \u003cspan style\u003d\"color: red;\"\u003ec\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"color: #e69138;\"\u003eo\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"color: yellow;\"\u003el\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"color: lime;\"\u003eo\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"color: cyan;\"\u003er\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"color: blue;\"\u003ef\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"color: purple;\"\u003eu\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"color: magenta;\"\u003el\u003c/span\u003e woweeeer..\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003ca name\u003d'more'\u003e\u003c/a\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nsabtu ini kekasih mau pulang lebaranan sekalian ambil cuti tiga hari. mau survei vendor, beli beberapa item dan yg penting mau beli our engagement and wedding ring. insya Allah. yes, we are getting married next year. walaupun masih lebih dr 6bulan lagi, segala perintilan harus mulai diurusin dari skrg, dan surprisenya lagi ternyata ngurusin persiapan nikahan sendiri sangat ribet yet so fun ! si bride to be ini ampe bikin log book ala ala skripsi atau thesis buat ngelist semuanya jgn ampe kelupaan. hehe. may Allah ease everything.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nbahagia banget menjelang hari bahagia , tapi makin dewasa cara berfikir makin paham bahwa persiapan pernikahan ga cuma urusan selebrasi pelepasan masa lajang yg cuma sekali seumur hidup, tapi juga persiapan mental lahir bathin dan pendewasaan ego setelah pesta meriah berlangsung.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nsebagai cewek yang punya cita-cita super dan selalu fokus dalam sekolah, benturan antara melanglang buana mengejar impian atau mengalah demi keluarga itu kayanya hal yang biasa. untuk ku pribadi, keputusan jangka panjang ga bisa diputusin sendiri lagi, udah punya calon suami sekarang. segala sesuatu yang akan terjadi pada kehidupan pernikahan kami udh harus dirundingin sama-sama. walaupun blm di tunang secara adat, tapi aku sudah menjadi calon istrinya sejak oktober tahun lalu, saat dia melamarku langsung pada ayahku.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\naku paham sekali, bahwa dalam urusan rumah tangga harus ada yg secara ikhlas mengalah dan rela sedikit mengerem karir demi keharmonisan keluarga. istri adalah pendamping suami, selayaknya selalu ada didekatnya dan menjadi orang terdekat tempatnya berkeluh kesah. walau banyak pasangan yang memilih untuk tetap beda kota karna alasan tertentu, buatku tetap akan lebih indah bila bisa tinggal bersama dgn suami tercinta. gitu jg dgn tumbuh kembang anak-anak, karir bisa menunggu, perkembangan anak yang sekali saja dilewatkan, maka ga akan pernah bisa terulang utk kita saksikan. nyesel deh seumur hidup. banyak anak yg akhirnya lebih dkt dengan si mbak ketimbang sm ibu bapaknya. kenapa ? ya karna si mbak punya banyak waktu utk mereka, selalu ada ketika mereka butuh dan selalu ada dr bangun ampe tidur ampe bangun lagi. gitu terus ampe gede. pernah baca salah satu berita yg menulis bahwa ada seorang ayah yang melihat anaknya yg masih bayi di gendong pengemis di lampu merah, ternyata si anak disewakan oleh pengasuhnya 150ribu/hari. si ibu yang seorang wanita karir memutuskan berhenti bekerja hari itu juga, dia ga berhenti menangis menyesali keadaan. atau anak-anak yg kemudian mencari pelarian karna kurang kasih syg orang tua, ga punya temen cerita dan akhirnya mencari kenyamanan dan orang yang mendengarkan keluh kesah mereka di luar rumah, \u0026nbsp;ga peduli orang ini bener apa engga, \u0026nbsp;si anak tetap memprioritaskannya karna orang ini selalu ada buat dia. gampang sekali menemukan kasus seperti ini disekitar kita, jangan sampe kejadian seperti ini menimpa kita.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\npada kasusku, sejujurnya aku ingin memiliki gelar doktor sebelum usia 30 tahun. aku punya banyak cita-cita besar yang pengen sekali diwujudkan. aku ingin punya perusahaanku sendiri. menjadi insinyur yang handal dan disegani. aku pikir aku sudah melakukan segala urusan utk mencapai itu dengan sangat baik sejauh ini, aku salah satu lulusan terbaik Universitas Sriwijaya pada periode wisuda september 2011. aku pemecah rekok wisudawan tercepat di program magister departemen metalurgi dan material universitas indonesia, bahkan professorku bilang pada ibuku ttg hal ini dan membuat ibu bangga setengah mati. aku berhasil membuktikan pada mereka yg pernah berkata bahwa lulus 1, 5 tahun utk magister dengan kuliah dan full riset itu ga mungkin. aku, bila ingin mengikuti egoku sudah pasti ingin terbang lebih tinggi.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\ntapi ketika memandang wajah teduh seseorang yg dalam beberapa bulan lagi akan menyandang status sebagai suamiku, rasanya menjadi istri patuh yg mendapat jaminan surga karna ridho suaminya sudah cukup buatku. bila sudah menjadi istrinya, patuhku adalah miliknya. apakah sanggup aku melenggang sekolah keluar negri ketika suamiku seorang diri dirumah ? apakah pantas aku sibuk dengan urusan pekerjaan dan bekerja di luar kota ketika suamiku sendirian merantau di kota orang ? bagaimana bila ia sakit ? bagaimana bila ia sedang butuh teman bicara ? memang dia tidak pernah melarang, tapi aku sendiri yg mesti tau diri. karna sejak sah nya akad, maka aku milik suamiku sepenuhnya. calon suamiku ini sangat menghargai aku. terserah mau kerja full time di perusahaan, jadi dosen, atau engineering consultan seperti sekarang. dan bahkan dia bilang \"\u003ci\u003eterserah sayang mau kerja atau engga, aku bisa membiayai kebutuhan \u0026nbsp;kamu dan keluarga kecil kita, karna walaupun kamu kerja dan punya gaji ratusan juta, tetap gajiku akan aku berikan padamu. jadi mau kerja atau engga, sama saja sayang..kau tetap kewajibanku\u003c/i\u003e\". manis sekali. tapi ketika dia begitu rapuh dan lelah pulang dr bekerja, sifat manjanya keluar dan berkata \"\u003ci\u003ecoba kalo sayang udah disini, pasti walaupun capek aku tetep seneng bgt..pulang kerja bisa cium kening istri dan cerita keadaan dikantor seperti apa sambil makan malem sama-sama\u003c/i\u003e\", atau ketika dia sedang lapar tp males keluar kostan, dia bilang \"\u003ci\u003eaku laper tapi\u0026nbsp;aku pengen tumis kangkung, cumi goreng sama sambel buatan sayang\u003c/i\u003e\", atau dengan nada excited dia menceritakan bahwa dia menemukan makanan yg aku suka di tempat dia bertugas, biar aku senang ketika nanti mendampinginya..dia begitu excited menunggu kehadiran calon istrinya ini. bagaimana bisa aku menolak utk mendampingi laki-laki semanis dia ?\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nprofessor ku berpesan ketika aku akan pamit kembali kepalembang, \"\u003ci\u003ecari pekerjaan yang deket sama suamimu aja mith..dimana dia bertugas, saya ga pernah melihat ada long distance marriage yg berjalan dgn baik, kalo pun mungkin tempat suamimu bertugas nanti adalah suatu kota kecil, berarti kau harus mengalah utk mendampinginya..ikhlasmu ga akan sia-sia mitha\u003c/i\u003e\".\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nbahkan kemudian dia bercerita ketika suaminya yg merupakan ahli diperusahaan pesawat terbang rela resign demi mengikuti karir sang istri yang harus menetap di tempatnya mengajar. karna sang istri menjadi pns. sungguh beliau punya suami yg hebat sekali. \u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nbenar. jangankan beda kota, serumah aja masih suka banyak masalah.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nbeberapa saat yang lalu tanteku yg menetap diamerika mengirimkan link dan syarat apply utk bekerja di PBB. beliau sering jadi delegasi yg diutus dr kantornya pada acara resmi PBB jadi sering ngobrol dan berbagi cerita dengan orang-orang yg bekerja disana. faktor aku punya visa US bisa jadi pertimbangan utk keluar masuk US bila dibutuhkan, bahasa inggrisku cukup baik dan aku pandai membawa diri jadi tak ada salahnya mencoba kata beliau waktu itu. tapi aku ga bisa memutuskan semuanya sendirian. ada calon suami dan calon keluarga besarku yg baru. aku cerita hal ini kepada calon mama mertua dan beliau bilang \"\u003ci\u003ebagus, tp mungkin nanti aja jgn sekarang ya yuk..takutnya rencana kita ga berjalan lancar kalo ayuknya jauh\u003c/i\u003e\". walau belum tentu di terima tapi bener sekali apa yg dibilang mama. alangkah ribetnya kalo si calon pengantin wanita ini tiba-tiba harus pergi jauh. dimana-mana yg paling excited dan sibuk ngurusin perintilan nikahan kan si perempuan, dan biasanya si lelaki manut aja apa mau calon istrinya. kami berdua punya cita2 pengen membangun keluarga di tempat yg jauh dari wilayah indonesia, ya mungkin memang ga sekarang, semoga nanti bisa terwujud.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\ngitu juga sama nenek, bahkan utk liburan aja ga dibolehin. jangan banyak ulah dulu kalo mau kawin katanya hehe. mungkin keliatannya seperti mempersempit ruang gerak, tapi bila dilihat mereka semua sangat sayang sm aku dan calon suamiku. jangan sampe apa yg kami rencanakan jadi ga sesuai rencana. nauzubillah minzalik.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nlogika harus memimpin, iman juga.. jangan sekali2 membuat ego jadi pemenang. setiap agama punya ajarannya sendiri tentang hubungan suami istri, itulah yang harus dijadikan patokan. udah berapa banyak pasangan yang berpisah karna dua-duanya keras kepala. oke, anggep aku masih cabe-cabean tentang keharmonisan rumah tangga, tapi ada mbah google dan pengalaman disekitar yang bisa dijadiin referensi gimana nanti kalo mau berumah tangga. seperti yang aku bilang diatas bahwa harus ada yg mengalah. dan itu bisa disesuaikan dengan keputusan bersama. apakah si istri atau si suami yang mengalah. please mengerti bahwa mengalah utk rumah tangga adalah sesuatu yang luar biasa. ada kata \"menang\" yang tersembunyi di dalamnya. buatku, rezeki istri ataupun suami dalam rumah tangga itu adalah rezeki bersama. jadi siapapun yang mengalah, itu akan dilalui bersama. kalo pun ternyata rezeki istri lebih besar, berarti Allah membukakan pintu rezeki yang lebar utk keluarga lewat si istri. suami dan istri itu satu kesatuan kan ? :)\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\ntanteku, yang sudah seperti ibu kandungku merupakan orang yang \"menang\" dan berhasil menekan egonya. ketika beliau pulang dr kantor kami menyempatkan makan di grand indonesia berdua saja. berbagi cerita dan menyampaikan kekaguman ku atas hebatnya dia sebagai ibu rumah tangga. 20tahun yang lalu beliau dikirim ke Jerman utk melakukan pendidikan selama 3 tahun dr kantornya. dari ribuan orang karyawan yang diseleksi kantor, terpilih 6 orang dan dia satu-satunya perempuan. kebayang lah betapa cemerlang karir dia ketika nanti akan pulang ke tanah air. karna semua org yg dikirim dipersiapkn utk jadi direktur baik di perusahaan itu  ataupun di anak perusahaannya. pulang ke Indonesia benar saja, beliau langsung dpt jabatan strategis. kemudian beliau menikah dgn teman satu kantornya yg saat itu blm menjabat apa-apa. tak berapa lama tanteku akan dipindah tugaskan ke timur indonesia dgn kenaikan pangkat, dgn tegas beliau menolak dan mungkin saja tolakan itu akan mematikan jalan karirnya selamanya. beliau lebih memilih menjadi tim ahli biasa dan mendampingi kemanapun suami ditugaskan walau dgn resiko tak ada lagi promosi jabatan. buah dr keikhlasannya? karir suaminya melesat bagai roket dan kurang dari 10 tahun sang suami sdh jadi direktur dianak perusaahaan . bahkan saat ini dipromosikan jadi direktur di salah satu perusahaan bumn terbesar di indinesia itu. sungguh akan beda kalo tanteku mengikuti ego nya. kalaupun tinggal di satu kota tp beliau tidak mengalah seperti sekarang, sudah pasti beliau akan pulang malam. si suami capek. si istri capek. ga pny quality time. trs berantem deh. aku yakin sekali kesuksesan om ku itu juga karna keikhlasan dan pengorbanan dan dampingan dari tante ku.\u0026nbsp;setiap kali pulang dari kantor, yang pertama kali dicari om ku adalah istrinya. buat apa ? buat cerita dan berbagi apa yang dijalani dikantor hari itu. si wanita luar biasa ini selalu ada kapanpun suaminya butuhkan.\u0026nbsp;dibalik pria sukses, ada wanita hebat kan ? hebatnya lagi tanteku ini luar biasa murah hatinya, ahli sedekah. ah biar kusimpan kekaguman itu utk aku jadikan panutan. tanteku bilang \"\u003ci\u003ebagaimanapun, kita harus jadi istri yang pintar..biar ketika suami ada keluh kesah tentang apa yg dia hadapi di kantor kita mengerti dan bisa memberikan pendapat, coba kalo kita ga paham..bisa2 cenga cengo aja dengerin suami cerita padahal satu-satunya orang terdekat dan tempat berbagi suami ya istri\u003c/i\u003e\". iya, wanita hebat adalah wanita yang pintar. bagaimanapun, jangan pernah berhenti utk terus belajar.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\naku percaya bahwa pengorbanan yg dilakukan dgn niat baik dan ridho allah ga akan pernah sia-sia. wanita tetap bisa bekerja, tapi tetap di dalam porsinya yaitu sesuai ridho dan izin suami. beruntunglah ibu-ibu muda yang memiliki ijazah yang berguna ga cuma buat bertahan hidup dan tapi jg untuk menciptakan bibit baru yg berkualitas. untuk menghadapi kemajuan zaman yang seperti sekarang ini, seorang ibu harus pintar dan tau bagaimana cara mendidik anaknya agar tidak salah melangkah, tidak salah jalan. coba deh kalo ibunya ga pinter, sebodo teuing..anak mau maen kemana aja mah bodo amat, PR anak ga bisa ngajarin dan dampingin padahal salah satu quality time antara ibu dan anak adalah saat bisa bercanda sama-sama sambil ngerjain PR..nauzubillah..\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nkesuksesan bukan hanya didapat dari tingginya pendidikan dan jabatan, tapi juga dari bagaimana berhasilnya ia menjadi istri yang patuh dan bijak untuk suaminya, mendidik dan menghantarkan anak-anak menjadi generasi yang berguna. anak dan suami adalah mandat langsung dari tuhanmu yang harus kau jaga seumur hidup. suksesmu berbakti pada suami dan mengayomi anak-anak, adalah suksesmu dunia dan akhirat.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ca href\u003d\"https://lh6.googleusercontent.com/-v8NAkWfyHgE/VCqgQZauIRI/AAAAAAAABRI/qHT9WYsjk0g/s2560/1412079673068.jpeg\" onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"https://lh6.googleusercontent.com/-v8NAkWfyHgE/VCqgQZauIRI/AAAAAAAABRI/qHT9WYsjk0g/s350/1412079673068.jpeg\" style\u003d\"cursor: hand; cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nsemoga dilancarkan segala urusan, cita-cita dapat terlaksana satu persatu tanpa melepaskan tanggung jawab dan kodrat sebagai istri yang patuh. Aku percaya banget, walaupun keadaanya akan berbeda, kalo dulu kan apa-apa bisa diputusin sendiri dan langsung aja dilakukan, sekarang walaupun akan menikah dan prioritas akan terfokus sama keluarga tapi tetep berusaha sedikit demi sedikit mewujudkan cita-cita. kalo punya cita-cita yang baik, insya Allah akan dimudahkan..yang penting Suami ridho, Allah jadinya ridho, malaikat sayang, akhirat dapet deh insya Allah. suami juga pasti akan mendukung cita-cita mulia istrinya ♥\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\ningatlah suatu hal :\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cb\u003e“Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya,niscaya dia masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan.”\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cb\u003e(HR. Ahmad nomor 1661, hadits hasan lighairihi).\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nlove,\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nThe Happy Bride to be ♥\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.mithapisasefsio.com/feeds/5815404523509254596/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.mithapisasefsio.com/2014/09/berbagi-pemikiran-karir-menjulang-dan.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4118538659096245710/posts/default/5815404523509254596"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/4118538659096245710/posts/default/5815404523509254596"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.mithapisasefsio.com/2014/09/berbagi-pemikiran-karir-menjulang-dan.html","title":"berbagi pemikiran : karir menjulang dan keharmonisan rumah tangga "}],"author":[{"name":{"$t":"Mitha pisasesio"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/15507874137727370241"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"32","src":"//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDPr-WM7TrsAupE3ErX8Zin7S7irchrdiEjiutexfCN9ikFG2gdIcYBNEgPU69ZBU2ZoWU36Xgs8sNZYS5jlfdS0wXBgu_O9redWxCXPsD-rxZ1iKgufd4UBDZYMG-5Q0/s113/IMG_1312d.jpg"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://2.bp.blogspot.com/-1fxFuzTFU6M/WSDpjzmnxoI/AAAAAAAAFpg/VSxxhuiFQ3A_L7y-IMJio0Gx2l_0CE8-gCLcB/s72-c/Untitled.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}}]}});