gdata.io.handleScriptLoaded({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749"},"updated":{"$t":"2023-10-12T06:27:27.104+07:00"},"category":[{"term":"Konsep"},{"term":"midi"},{"term":"Definisi"},{"term":"Cara"},{"term":"Lomba"},{"term":"Kecerdasan"},{"term":"Profesi"},{"term":"Magang"},{"term":"Politik"},{"term":"Makalah"},{"term":"Fungsional"},{"term":"Lingkungan"},{"term":"kord piano"},{"term":"iklan"},{"term":"Internasional"},{"term":"Metode"},{"term":"Pegawai"},{"term":"Kuliah"},{"term":"Pekerjaan"},{"term":"pendidikan"},{"term":"musik"},{"term":"Wirausaha"},{"term":"Pelatihan"},{"term":"kebudayaan"},{"term":"Beasiswa"},{"term":"Belajar"},{"term":"Jurnalis"},{"term":"Info"},{"term":"Sosial"},{"term":"Konferensi"},{"term":"Kegiatan"},{"term":"Bahasa"},{"term":"Tips"},{"term":"melodi"},{"term":"Psikologi"},{"term":"Pengetahuan"},{"term":"Kesehatan"},{"term":"Amazing"},{"term":"Indonesia"},{"term":"Teknologi"},{"term":"Kursus Online"},{"term":"Penelitian"},{"term":"Kompetisi"}],"title":{"type":"text","$t":"Saling Berbagi"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Berbagi Membawa Berkah"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/-/pendidikan?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d8"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/-/pendidikan?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d8"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://www.salingbagi.com/search/label/pendidikan"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/-/pendidikan/-/pendidikan?alt\u003djson-in-script\u0026start-index\u003d9\u0026max-results\u003d8"}],"author":[{"name":{"$t":"Umaru"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/14251278166588249881"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"https://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"11"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"8"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-4735777673913098679"},"published":{"$t":"2016-02-28T16:52:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2016-03-05T06:40:08.486+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kursus Online"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pelatihan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pendidikan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Belajar"}],"title":{"type":"text","$t":"Kursus Online terpopuler"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-RIAQvgp149E/VtocheByiXI/AAAAAAAAB-M/I3wzDLk43Tk/s1600/edx%255D.PNG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" height\u003d\"238\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-RIAQvgp149E/VtocheByiXI/AAAAAAAAB-M/I3wzDLk43Tk/s640/edx%255D.PNG\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nDi era modern seperti saat ini, sudah sangat banyak pilihan dalam metode pelajaran. Mulai pelajaran tatap muka, sampai pelajaran jarak jauh. Dengan kemajuan teknologi saat ini, sangat mungkin untuk seorang pelajar melakukan interaksi jarak jauh dengan guru atau pembimbing akademik. Telah banyak situs di internet yang menawarkan kursus jarak jauh.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://edtechreview.in/images/Daily/EdTechTrends/what_is_mooc.png\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://edtechreview.in/images/Daily/EdTechTrends/what_is_mooc.png\" height\u003d\"229\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nKursus jarak jauh yang telah lama ada di dunia adalah yang ada pada universitas terbuka (open university). Di Indonesia memang namanya adalah Universitas Terbuka yang pusatnya ada di Jakarta. Sistem kuliah tersebut membolehkan pelajar untuk sambil bekerja tanpa harus kuliah tatap muka di dalam kelas. Namun saat ini telah berkembang kursus terbuka (open course) yang lebih fleksibel dari pada kuliah online.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nKursus terbuka ini biasanya tidak terikat seperti kuliah terbuka. Mungkin di Indonesia masih belum menerapkan sistem transfer kredit, misalnya mahasiswa Universitas Indonesia bisa mengambil mata kuliah yang diadakan di Universitas Sriwijaya atau sebaliknya. Di negara maju telah menerapkan sistem transfer kredit, misalnya mahasiswa dari Harvard University boleh mengambil kuliah di MIT dan hasil kredit nanti juga tertera di ijazah kelulusan. Dengan sistem kredit transfer, perkuliahan akan lebih singkat karena bisa mengambil mata kuliah online dengan waktu yang bersamaan.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nSaya tidak akan membahas tentang sistem kredit antar negara, namun akan membahas kursus online yang sering menjadi pilihan mahasiswa di negara maju untuk mempercepat waktu kuliah mereka atau untuk menambah wawasan dan mendapat sertifikat. Kursus terbuka (open course) atau disebut MOOC (Massive Online Open Course) saat ini menjadi website paling sering dikunjungi oleh pelajar di seluruh duni (terutama negara maju). Kursus terbuka ini 100% diadakan secara online. Ada dua tipe secara umum, yaitu (1) kursus terbuka berbayar dan (2) kursus terbuka free. Ingat free tidak bisa langsung diartikan sebagai gratis, namun free artinya bebas.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nLangsung saja, inilah kursus online terpopuler untuk saat ini:\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n1. \u003cb\u003eedx [dot] org\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: justify;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"https://d37djvu3ytnwxt.cloudfront.net/static/images/edx-theme/edx-header-logo.517a627deaad.png\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"https://d37djvu3ytnwxt.cloudfront.net/static/images/edx-theme/edx-header-logo.517a627deaad.png\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nedx adalah inisiani dari Harvard University dan juga MIT. Saat ini telah banyak universitas dan politeknik yang menjadi mitra edx yang menawarkan kursus online kepada semua pelajar dari seluruh dunia. Kelebihan dari edx adalah kursusnya yang bersifat free, semua materi kursus bisa diakses bebas tanpa harus melakukan pembayaran diawal. Jika ingin mendapatkan sertifikat yang diverifikasi dari edx dan institusi terkait, maka akan dikenakan biaya sekitar $45 - $200. Cukup terjangkau dari pada mengambil summer school. \u003ca href\u003d\"http://www.salingbagi.com/2016/01/kursus-online-dari-edx-di-awal-tahun.html\" target\u003d\"_blank\"\u003eBaca artikel ini juga.\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n2. \u003cb\u003eOpen2study [dot] com\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: justify;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"https://www.open2study.com/common/logo.png\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"https://www.open2study.com/common/logo.png\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nOpen 2 Study diinisiasi oleh universitas terbuka yang ada di Australia. Ada beberapa pilihan kursus yang tersedia, dan beberapa bisa diakses secara bebas. Situs ini telah juga menawarkan pilihan untuk kuliah online.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n3. \u003cb\u003eCoursera [dot] org\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nCousera adalah sistem kursus online yang mewajibkan peserta didik untuk membayar sejumlah uang untuk bisa mengakses kursus. Namun Anda bisa mengajukan financial aid untuk bisa mengakses kursus online ini secara gratis, dengan menunjukkan motivasi kuat untuk menyelesaikan kursus.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n4. \u003cb\u003eFuturelearn [dot] com\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nSama seperti MOOC lainnya, future bisa diakses secara bebas. Namun untuk mendapatkan sertifikat, peserta harus membayar terlebih dahulu.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n5. \u003cb\u003eUdemy [dot] com\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nUdemy adalah MOOC yang tidak hanya dapat menjadi pelajar, juga dapat menjadi instruktur. Selain memiliki kesempatan untuk mendapatkan ilmu baru, juga bisa mendapatkan penghasilan baru. Kursus yang ditawarkan juga banyak pilihan.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nSelain lima website populer tersebut, ada juga website kursus terbuka online yang masih buka sampai Mei 2016. Untuk info lebih lanjut mengenai link website, silakan kontak admin. Ada dua kursus yang ditawarkan oleh Oxford University yang bekerja sama dengan Hongkong University.\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/4735777673913098679/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2016/02/kursus-online-terpopuler.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/4735777673913098679"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/4735777673913098679"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2016/02/kursus-online-terpopuler.html","title":"Kursus Online terpopuler"}],"author":[{"name":{"$t":"Umaru"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/14251278166588249881"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://4.bp.blogspot.com/-RIAQvgp149E/VtocheByiXI/AAAAAAAAB-M/I3wzDLk43Tk/s72-c/edx%255D.PNG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-7093677249664152550"},"published":{"$t":"2014-09-25T05:56:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2014-10-26T13:21:35.710+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lomba"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pendidikan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"INDONESIAN HISTORY ESSAY COMPETITION"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nThe Indonesian Scholarship and Research Support Foundation (ISRSF) invites talented Indonesians to participate in the Foundation’s History Essay Competition. The goal of this competition is to recognize the work of Indonesians interested in history and to inspire young Indonesians to become historians.\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003eGuidelines\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n► Who is qualified to enter the competition?\u003cbr /\u003e\n• All Indonesian citizens with a strong interest in history.\u003cbr /\u003e\n• You hold either an S1 or S2 degree\u0026nbsp; as of\u0026nbsp; the end of 2014.\u003cbr /\u003e\n• You are 35 years old or younger at the time you submit your essay.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n► What can you write about?\u003cbr /\u003e\n• Any subject or period in Indonesian history from 1800 to 2000.\u003cbr /\u003e\n• The focus can be on a social, economic, political, cultural, or ideological topic.\u003cbr /\u003e\n• You can focus on individuals, groups, movements, trends, ideas, organizations, or any combination of these.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n► When is the deadline?\u003cbr /\u003e\n• Essays must be submitted online to ISRSF no later than 30 November 2014 at midnight (WIB).\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n► What are the criteria for winning?\u003cbr /\u003e\n• Originality, clarity, coherence, use of sources, and the quality of the writing.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n► Other guidelines?\u003cbr /\u003e\n• Essays must be written in English and carefully edited for content, spelling, and grammar.\u003cbr /\u003e\n• Essays must be non-ficton, based on research, and be 2,500 words or less.\u003cbr /\u003e\n• Essays must be written and edited by the same individual (no outside help).\u003cbr /\u003e\n•Each writer can submit only one essay for this competition.\u003cbr /\u003e\n• Essays must be new, original, and written specifically for this competition.\u003cbr /\u003e\n• Previously published essays, whether in print or online (in any form), will not be accepted.\u003cbr /\u003e\n• All sources (primary or secondary) used in the essay must be fully and properly cited. All direct quotes must appear in quotation marks.\u003cbr /\u003e\n• ISRSF will scan all essays using plagiarism software that can detect any material previously published in books, articles,or available online.\u003cbr /\u003e\n• Essays should have a title. The author’s name should appear under the title. Avoid using headers and footers.\u003cbr /\u003e\n• Essays must be submitted in Word .doc or .docx format. Use 12 pt Times New Roman font. PDFs will not be accepted.\u003cbr /\u003e\n• Margins should be set to 1” on all sides. Pages should be numbered.\u003cbr /\u003e\n• ISRSF reserves the right to publish the winning essays and name the winning writers on its website.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nPlease send your essay attached with the History Essay Competition Form and a scan of your ID (KTP) for verification to: \u003ca href\u003d\"mailto:history@isrsf.org\"\u003ehistory@isrsf.org\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/--VQrCe1v4Vw/VCNLuwQ65OI/AAAAAAAAAqs/D3cn31fYRJI/s1600/isfr%2Bcopy.png\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/--VQrCe1v4Vw/VCNLuwQ65OI/AAAAAAAAAqs/D3cn31fYRJI/s1600/isfr%2Bcopy.png\" height\u003d\"640\" width\u003d\"428\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/7093677249664152550/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/09/indonesian-history-essay-competition.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/7093677249664152550"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/7093677249664152550"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/09/indonesian-history-essay-competition.html","title":"INDONESIAN HISTORY ESSAY COMPETITION"}],"author":[{"name":{"$t":"Umaru"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/14251278166588249881"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://1.bp.blogspot.com/--VQrCe1v4Vw/VCNLuwQ65OI/AAAAAAAAAqs/D3cn31fYRJI/s72-c/isfr%2Bcopy.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-7875567838631938491"},"published":{"$t":"2014-08-01T09:39:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2014-12-10T08:25:03.057+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pengetahuan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pendidikan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Belajar"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sosial"}],"title":{"type":"text","$t":"Aspek Kehidupan Masyarakat"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nAda beberapa aspek kehidupan masyarakat yang dapat dikaitkan dengan perkembangan sosiologi keagamaan meliputi:\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003eAspek Kehidupan Kolektif dalam\u0026nbsp; Masyarakat\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nDalam kehidupan bermasyarakat terdapat aspek kehidupan kolektif. Kolektif menurut KBBI adalah secara bersamaan atau gabungan, yang mana pada kalimat kehidupan kolektif berarti kehidupan yang secara bersamaan atau gabungan dari berbagai jenis kehidupan. Manusia adalah jenis makhluk yang juga hidup dalam kolektif dan mengenai pengetahuan\u0026nbsp; mengenai azas-azas hidup kolektif, ada perbedaan yang sangat dasar antara kehidupan kolektif binatang dan kehidupan kolektif manusia, yaitu bahwa sistem pembagian kerja, aktivitas, kerjasama, serta berkomunikasi dalam kolektif binatang bersifat naluri, yaitu merupakan suatu kemampuan yang telah terencana oleh alam dan terkandung dalam gen jenis binatang yang bersangkutan, sedangkan sistem pembagian kerja, aktivtas kerjasama, serta berkomunikasi dalam kehidupan kolektif manusia bukan yang mempunyai pola–pola tindakan dan tingkah laku manusia.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nKolektif manusia dan manusia lain tidak sama cepatnya, ada yang mengalami perubahan yang lambat yang barlangsung dalam jangka waktu satu atau dua abad, ada pula kolektif–kolektif yang berubah sangat cepat\u0026nbsp; yang hanya memerlukan jangka waktu hanya beberapa puluh tahun. Proses-proses perubahan yang berbeda di berbagai tempat di muka bumi menyebabkan timbulnya suatu aneka warna yang besar sekali antara beribu-ribu kesatuan hidup manusia.\u003c/div\u003e\n\u003cb\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/b\u003e\n\u003cb\u003eAspek dalam berbagai Wujud Kolektif Manusia\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nManusia di muka bumi dan makhuk jenis homo sapiens itu menampakan suatu aneka ragam yang disebabkan karena ciri-ciri ras kaukasoid, mongolid, negroid, serta beberapa ciri-ciri lain. Berbeda dengan tingkah laku manusia yang tidak disebabkan karena ciri–ciri ras, melainkan\u0026nbsp; karena kolektif–kolektif dimana manusia itu bergaul dan berinteraksi.\u0026nbsp;\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nPada zaman ini wujud tersebut adalah kolektif–kolektif besar yang terdiri dari banyak manusia, yang tersebar di muka bumi sebagai kesatuan manusia yang erat, dan yang disebut negara–negara\u0026nbsp; nasional yang terkait dalam rumpun bangsa seperti rumpun melayu dan sebagainya. Pada awal abad ke 21 ini hampir semua manusia di dunia tergolong ke dalam salah satu negara nasional \u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003eAspek dalam berbagai Unsur Masyarakat\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nAdanya bermacam-macam wujud kesatuan kolektif manusia memerlukan beberapa istilah untuk membeda-bedakan berbagai macam kesatuan manusia tadi. Ada istilah-istilah khusus untuk menybut kesatuan-kesatuan khusus yang merupakan unsur-unsur dari masyarakat, yaitu dari kategori sosial, golongan sosial, komunitas, kelompok dan perkumpulan.\u003c/div\u003e\n\u003cb\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/b\u003e\n\u003cb\u003eAspek dalam Pranata Sosial\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nSistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata, atau dalam bahasa inggris institution. Pranata adalah suatu sistem norma khusus yang menata suatu rangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan masyarakat. Konsep\u0026nbsp; \"pranata\" atau institution telah lama berkembang dan dipergunakan dalam sosiologi, dan merupakan suatu konsep dasar yang diuraikan secara panjang lebar dalam semua kitab pelajaran. Sebaliknya, dengan ilmu antropoligi konsep “pranata” kurang dipergunakan.\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003eAspek tentang Integrasi Masyarakat\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nIntegrasi sosial merupakan proses menyatunya berbagai unsur dalam masyarakat. Dalam\u0026nbsp; masyarakat pasti terdapat suatu integrasi dalam menyatukan perbedaan yang ada. Yang dimaksud dengan unsur adalah kelompok-kelompok dalam masyarakat, seperti suku bangsa, umat beragama, dan lain-lain. Dengan demikian, dalam kehidupan beragama di dalam masyarakat juga terdapat aspek integrasi di dalamnya, agar terbentuklah kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan stabil. Contohnya saling menghormati antara satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lainnya.\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/7875567838631938491/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/08/ada-beberapa-aspek-kehidupan-masyarakat.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/7875567838631938491"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/7875567838631938491"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/08/ada-beberapa-aspek-kehidupan-masyarakat.html","title":"Aspek Kehidupan Masyarakat"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/01711385367013678158"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-3789025569718014319"},"published":{"$t":"2014-06-28T08:53:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2014-12-04T20:46:11.931+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Jurnalis"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kebudayaan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pendidikan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Belajar"}],"title":{"type":"text","$t":"Resensi Novel: Perahu - Conie Sema"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nDalam Novel ini, tercermin suatu pertentangan yang disembunyikan, penghianatan yang akhirnya diketahui oleh beberapa pihak yang tidak diduga-duga. Konflik yang selalu di sembunyikan itu pada akhirnya meledak dengan tidak disangka-sangka, dan bagaikan lupa bahwa dirinya adalah manusia biasa. Ketidak menyesalnya berbagai pihak, seolah-olah menjadikan bumi Indonesia ini sebagai tempat perjudian, yang pintar dikalahkan oleh orang yang calak.\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nAntara satu karakter dengan karakter lainnya, bagaikan orang-orang dimainkan oleh orang lain, dimanfaatkan oleh orang lain bahkan keluarga kandung sendiri. Ketidak berdayaan beberapa tokoh dalam hal ini adalah suatu ketidak mampuan oleh pemerintah dalam menanggapi hal-hal yang sepertinya sudah biasa dijalankan oleh banyak rakyat kecil.\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nPemeranan tokoh yang sungguh tidak disangkah-sangkah menjadi bukti bahwa, setiap orang dapat berubah seratus delapan puluh deratan apabila lingkungan memaksanya untuk berubah.\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nNovel yang tidak terduga ini adalah sebuah kisah nyata yang dibuat cerita keren dengan balutan melayu yang sungguh khas.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-sMzRm1h6SF0/U64dCSOi1BI/AAAAAAAAAIU/tCZSw03l9Gg/s1600/Perahu+connie+Sema.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-sMzRm1h6SF0/U64dCSOi1BI/AAAAAAAAAIU/tCZSw03l9Gg/s1600/Perahu+connie+Sema.jpg\" height\u003d\"320\" width\u003d\"211\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nJudul\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nPerahu: a story behind the political reform of Indonesia\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nPengarang\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nConie Sema\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nPenerbit\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nPustaka Melayu\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nTahun\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n2009\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\ndi Palembang\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cb\u003e\u003cspan style\u003d\"color: orange;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cb\u003e\u003cspan style\u003d\"color: orange;\"\u003eSemangat Berbagi :)\u003c/span\u003e\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/3789025569718014319/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/06/resensi-novel-perahu-conie-sema.html#comment-form","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/3789025569718014319"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/3789025569718014319"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/06/resensi-novel-perahu-conie-sema.html","title":"Resensi Novel: Perahu - Conie Sema"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/01711385367013678158"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://3.bp.blogspot.com/-sMzRm1h6SF0/U64dCSOi1BI/AAAAAAAAAIU/tCZSw03l9Gg/s72-c/Perahu+connie+Sema.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-5832306590595597127"},"published":{"$t":"2014-06-21T08:48:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2014-12-10T08:25:03.052+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Definisi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"kebudayaan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Makalah"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pendidikan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Belajar"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Info"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kuliah"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Konsep"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Penelitian"}],"title":{"type":"text","$t":"Stratifikasi Sosial dalam Kehidupan Beragama"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nMenurut Soerjono Soekanto di dalam setiap masyarakat dimanapun selalu dan pasti mempunyai sesuatu yang dihargai. Sesuatu yang dihargai di masyarakat bisa berupa kekayaan, ilmu pengetahuan, status, status “darah biru” atau keturunan dari keluarga tertentu yang terhormat, diberbagai masyarakat sesuatu yang dihargai tidaklah sama. Sebagian pakar meyakini bahwa pelapisan masyarakat sesungguhnya mulai ada sejak masyarakat mengenal kehidupan bersama, dalam masyarakat yang masih sederhana lapisan-lapisan masyarakat pada awalnya didasarkan pada perbedaan seks, umur atau bahkan kekuasaan. Max Weber, dia lebih menekankan mengenai lembaga sosial yang ada di agama itu sendiri, disini menurutnya terjadi kerjasama secara timbal balik diantara semua lembaga sosial, dan dalam kerjasama menunjukkan tentang betapa pentingnya lembaga agama dan pengaruhnya atas semua lembaga sosial lainnya.\u0026nbsp;\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nAgama dan pelapisan sosial merupakan dua hal yang berbeda, namun tidak dipungkiri bahwa dalam kehidupan beragama terdapat bukti-bukti adanya stratifikasi yang terjadi dalam masyarakat beragama tersebut. \u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003eDalam kehidupan beragama kristen \u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nPada masa kegelapan terjadi dominasi Gereja yang sangat kuat dimana gereja berkuasa atas apapun dengan mengatasnamakan kekuatan Tuhan. Pada akhirnya semua warga tunduk sampai pada suatu kasus dimana ada yang menentang kebijakan gereja ini, yaitu penentuan bahwa Bumi yang mengitari matahari atau Matahari yang mengitari bumi. Seorang pemikir bernama Galileo yang menentang pendapat itu dibakar hidup-hidup. \u003c/div\u003e\n\u003cb\u003e\u003cbr /\u003eSistem Kasta Pada Masyarakat Hindu \u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nsistem ini yang paling terkenal dan paling kaku sehingga jika seseorang itu sudah berada pada kasta bawah sangat sulit atau bahkan tidak mungkin baginya untuk naik kasta. Adapun susunan kastanya adalah: Ksatria (raja-raja), Brahmana (agamawan), Waisya (Pedagang), Sudra (Pekerja kotor/Buruh) dan Paria (Kelompok gelandangan, orang gila dan pengemis). Wells menyebut Kasta-Kasta ini dengan berkata “setelah kedatangan bangsa Arya masyarakat hindu telah terbagi kedalam kasta-kasta yang satu sama lain tidak saling mewakili, tidak berkeberatan, dan tidak bergaul dengan bebas. \u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003eStratifikasi pada Masyarakat Islam \u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nIslam tidak mengenal istilah stratifikasi sosial seperti dikatakan dalam alquran “bahwa setiap manusia dihadapanKu sama dan yang membedakannya adalah kadar ketaqwaannya saja”. Namun, dalam kehidupan masyarakat Islam ditemukan juga pelapisan-pelapisan sosial. Dalam stratifikasi sosial masyarakat muslim Jawa, terdapat sebuah model stratifikasi yang sangat populer, yakni model trikotomik cetusan Clifford Geertz. Model trikotomik Geertz menggolongkan masyarakat Mojokunto, Kediri yaitu santri, abangan dan priyayi, dimana: \u003c/div\u003e\n\u003cb\u003eSantri\u003c/b\u003e, berpusat di daerah perdagangan atau pasar. Golongan ini berusaha mengamalkan ajaran Islam tanpa memasukkan unsur-unsur kepercayaan lainnya. \u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003eAbangan\u003c/b\u003e, berpusat di daerah pedesaan. Pengalaman keagamaan mereka merupakan campuran Islam dengan animisme. \u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003ePriyayi\u003c/b\u003e, berpusat di kantor pemerintah. Pengalaman agama mereka banyak dipengaruhi aspek-aspek Hindu.\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nTrikotomi Geertz memang sejak awal membingungkan karena mencampuradukkan aspek keberagaman dengan stratifikasi sosial dan dalam kenyataan tidak sesederhana itu karena masing-masing terjadi konversi dan perbauran.\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/5832306590595597127/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/06/stratifikasi-sosial-dalam-kehidupan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/5832306590595597127"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/5832306590595597127"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/06/stratifikasi-sosial-dalam-kehidupan.html","title":"Stratifikasi Sosial dalam Kehidupan Beragama"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/01711385367013678158"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-1046057636496453688"},"published":{"$t":"2014-04-28T08:06:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2014-04-28T08:06:40.958+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pengetahuan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pendidikan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sosial"}],"title":{"type":"text","$t":"Stratifikasi Sosial dalam Kehidupan Beragama"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/_AkPW1Akzj3k/TAhVgelKv7I/AAAAAAAAABU/b7oWiRqdtA4/s200/images.jpg\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/_AkPW1Akzj3k/TAhVgelKv7I/AAAAAAAAABU/b7oWiRqdtA4/s200/images.jpg\" height\u003d\"170\" width\u003d\"200\" /\u003e\u003c/a\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Menurut Soerjono Soekanto di dalam setiap masyarakat dimanapun selalu dan pasti mempunyai sesuatu yang dihargai. Sesuatu yang dihargai di masyarakat bisa berupa kekayaan, ilmu pengetahuan, status, status “darah biru” atau keturunan dari keluarga tertentu yang terhormat, diberbagai masyarakat sesuatu yang dihargai tidaklah sama. Sebagian pakar meyakini bahwa pelapisan masyarakat sesungguhnya mulai ada sejak masyarakat mengenal kehidupan bersama, dalam masyarakat yang masih sederhana lapisan-lapisan masyarakat pada awalnya didasarkan pada perbedaan seks, umur atau bahkan kekuasaan. Max Weber, dia lebih menekankan mengenai lembaga sosial yang ada di agama itu sendiri, disini menurutnya terjadi kerjasama secara timbal balik diantara semua lembaga sosial, dan dalam kerjasama menunjukkan tentang betapa pentingnya lembaga agama dan pengaruhnya atas semua lembaga sosial lainnya. \u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nAgama dan pelapisan sosial merupakan dua hal yang berbeda, namun tidak dipungkiri bahwa dalam kehidupan beragama terdapat bukti-bukti adanya stratifikasi yang terjadi dalam masyarakat beragama tersebut. \u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003eDalam kehidupan beragama kristen \u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Pada masa kegelapan terjadi dominasi Gereja yang sangat kuat dimana gereja berkuasa atas apapun dengan mengatasnamakan kekuatan Tuhan. Pada akhirnya semua warga tunduk sampai pada suatu kasus dimana ada yang menentang kebijakan gereja ini, yaitu penentuan bahwa Bumi yang mengitari matahari atau Matahari yang mengitari bumi. Seorang pemikir bernama Galileo yang menentang pendapat itu dibakar hidup-hidup. \u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003eSistem Kasta Pada Masyarakat Hindu \u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; sistem ini yang paling terkenal dan paling kaku sehingga jika seseorang itu sudah berada pada kasta bawah sangat sulit atau bahkan tidak mungkin baginya untuk naik kasta. Adapun susunan kastanya adalah: Ksatria (raja-raja), Brahmana (agamawan), Waisya (Pedagang), Sudra (Pekerja kotor/Buruh) dan Paria (Kelompok gelandangan, orang gila dan pengemis). Wells menyebut Kasta-Kasta ini dengan berkata “setelah kedatangan bangsa Arya mesyarakat hindu telah terbagi kedalam kasta-kasta yang satu sama lain tidak saling mewakili, tidak berkeberatan, dan tidak bergaul dengan bebas. \u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003eStratifikasi pada Masyarakat Islam \u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Islam tidak mengenal istilah stratifikasi sosial seperti dikatakan dalam alquran “bahwa setiap manusia dihadapanKu sama dan yang membedakannya adalah kadar ketaqwaannya saja”. Namun, dalam kehidupan masyarakat Islam ditemukan juga pelapisan-pelapisan sosial. Dalam stratifikasi sosial masyarakat muslim Jawa, terdapat sebuah model stratifikasi yang sangat populer, yakni model trikotomik cetusan Clifford Geertz. Model trikotomik Geertz menggolongkan masyarakat Mojokunto, Kediri yaitu santri, abangan dan priyayi, dimana: \u003c/div\u003e\nSantri, berpusat di daerah perdagangan atau pasar. Golongan ini berusaha mengamalkan ajaran Islam tanpa memasukkan unsur-unsur kepercayaan lainnya. \u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nAbangan, berpusat di daerah pedesaan. Pengalaman keagamaan mereka merupakan campuran Islam dengan animisme. \u003c/div\u003e\nPriyayi, berpusat di kantor pemerintah. Pengalaman agama mereka banyak dipengaruhi aspek-aspek Hindu.\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nTrikotomi Geertz memang sejak awal membingungkan karena mencampuradukkan aspek keberagaman dengan stratifikasi sosial dan dalam kenyataan tidak sesederhana itu karena masing-masing terjadi konversi dan perbauran.\u003c/div\u003e\n\u003cb\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/b\u003e\n\u003cb\u003eKesimpulan\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Menurut agama, pada dasarnya tidak ada pelapisan masyarakat (stratifikasi sosial) di dalam kehidupan beragama, Kecuali agama Hindu. Karena manusia diciptakan sama,\u0026nbsp; yang membedakan hanyalah dari taat tidaknya manusia itu dalam mengabdikan dirinya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Adanya pelapisan sosial tersebut adalah buah pikir dari manusia itu sendiri, yang membeda-bedakan berdasarkan hak istimewa, seperti ekonomi, status dan peran, jabatan, usia dan lain sebagainya. Sehingga muncullah stratifikasi sosial diantara masyarakat, tidak dipungkiri juga masuk kedalam kehidupan beragama. Misalnya, orang yang mengajarkan agama (pendeta ataupun ustad) dianggap memiliki tempat yang lebih baik dibandingkan dengan masyarakat biasa.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; Dan juga dapat dipastikan bahwa, setiap agama memiliki sistem pelapisan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Agama Islam yang beranggapan tidak ada stratifikasi sosial-pun menurut Geertz ada 3 pelapisan yaitu, Priyayi, abangan dan Santri. Sedangkan agama Hindu yang dengan mutlaknya membagi 5 lapisan yaitu, Brahmana, Kstaria, waisya, sudra, paria, yang mana sistem ini merupakan stratifikasi sosial tertutup dengan berdasarkan kelahiran (keturunan).\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/1046057636496453688/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/04/stratifikasi-sosial-dalam-kehidupan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/1046057636496453688"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/1046057636496453688"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/04/stratifikasi-sosial-dalam-kehidupan.html","title":"Stratifikasi Sosial dalam Kehidupan Beragama"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/01711385367013678158"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://2.bp.blogspot.com/_AkPW1Akzj3k/TAhVgelKv7I/AAAAAAAAABU/b7oWiRqdtA4/s72-c/images.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-261888481365656064"},"published":{"$t":"2014-04-20T17:07:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2014-10-27T15:57:21.878+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pengetahuan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pendidikan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Info"}],"title":{"type":"text","$t":"Asal Mula Kriminologi"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://benonsensical.com/blog/wp-content/uploads/2010/03/criminology-cake-quaint-cakes.jpg\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://benonsensical.com/blog/wp-content/uploads/2010/03/criminology-cake-quaint-cakes.jpg\" height\u003d\"163\" width\u003d\"200\" /\u003e\u003c/a\u003e\n\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\nAdolphe Quetelet (1874) adalah seorang ahli matematika dari Belgia, dari dirinyalah berasal \"statistik kriminil\" (moral statistics of crime) yang kini digunakan oleh kepolisian di semua negara.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nada juga yang beranggapan bahwa kriminologi terlahir dari penyelidikan Cesare Lombroso (1876) tentang kejahatan.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003eAliran-aliran yang ada dalam kriminologi adalah sebagai berikut:\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\nAliran klasik (abad ke-18) dengan tokoh C. Beccaria dan Jeremy Bentham\u003cbr /\u003e\nAliran Positif (abad ke- 19) dengan tokoh C. Lombroso dan E.Ferri\u003cbr /\u003e\nAliran Sosiologi (abad ke-19) dengan tokoh Emile Durkheim dan G. Tarde\u003cbr /\u003e\nAliran Social Defence (abad ke-20) dengan tokoh Marc Ancel\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nBuku-buku yang terkait dengan kriminologi:\u003cbr /\u003e\nRomli Atmasasmita. Teori dan Kapita Selekta Kriminologi. penerbit refika ADITAMA\u003cbr /\u003e\nTopo Santoso, Eva Achjani Zulfa. Kriminologi. penerbit Rajawali Pers\u003cbr /\u003e\nJohn E. Conklin. Criminology.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/261888481365656064/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/04/asal-mula-kriminologi.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/261888481365656064"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/261888481365656064"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/04/asal-mula-kriminologi.html","title":"Asal Mula Kriminologi"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/01711385367013678158"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-2010299811233477631"},"published":{"$t":"2014-03-27T08:11:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2014-12-04T20:46:11.925+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pendidikan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Beasiswa"}],"title":{"type":"text","$t":"Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003ch2 class\u003d\"secondTitle\" style\u003d\"-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #f2f2f2; color: #413d37; font-family: Oxygen, sans-serif; font-size: 1.5em; font-style: normal; font-variant: normal; letter-spacing: normal; margin: 0px; orphans: auto; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px;\"\u003e\nPersyaratan Umum\u003c/h2\u003e\n\u003col style\u003d\"-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #f2f2f2; color: #413d37; font-family: Oxygen, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 22.399999618530273px; margin: 1em 0px; orphans: auto; padding: 0px 0px 0px 40px; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px;\"\u003e\n\u003cli\u003eWarga negara Indonesia yang ditunjukkan dengan identitas kependudukan yang sah;\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eLulusan program studi :\u003col style\u003d\"margin: 1em 0px; padding: 0px 0px 0px 40px;\" type\u003d\"a\"\u003e\n\u003cli\u003ePerguruan Tinggi dalam negeri yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau lulusan Perguruan Tinggi kedinasan yang diakui oleh pemerintah Indonesia.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePerguruan Tinggi diluar negeri yang berkategori baik sesuai daftar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;\u003c/li\u003e\n\u003c/ol\u003e\n\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMempunyai jiwa kepemimpinan yang ditunjukkan dengan pengalaman memimpin sebuah organisasi atau lembaga yang ditunjukkan dengan bukti dokumen yang relevan;\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eAktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang ditunjukkan dengan bukti dokumen yang relevan;\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMenandatangani\u003cspan class\u003d\"Apple-converted-space\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cspan class\u003d\"orange\" style\u003d\"color: #fd6705;\"\u003eSurat Pernyataan tidak pernah terlibat tindakan melanggar hukum;\u003c/span\u003e\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMenandatangani\u003cspan class\u003d\"Apple-converted-space\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cspan class\u003d\"orange\" style\u003d\"color: #fd6705;\"\u003eSurat Pernyataan tidak pernah terlibat dalam tindak pelanggaran kode etik akademik;\u003c/span\u003e\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMenandatangani\u003cspan class\u003d\"Apple-converted-space\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cspan class\u003d\"orange\" style\u003d\"color: #fd6705;\"\u003eSurat Pernyataan mengabdi pada kepentingan bangsa Indonesia;\u003c/span\u003e\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMenandatangani\u003cspan class\u003d\"Apple-converted-space\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cspan class\u003d\"orange\" style\u003d\"color: #fd6705;\"\u003eSurat Pernyataan tidak menerima beasiswa dari sumber lain;\u003c/span\u003e\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMendapatkan\u003cspan class\u003d\"Apple-converted-space\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cspan class\u003d\"orange\" style\u003d\"color: #fd6705;\"\u003eSurat Tugas Belajar\u003c/span\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-converted-space\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003edari atasan bagi yang sedang bekerja;\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMemiliki Surat Keterangan dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja;\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMemilih program studi dan/atau perguruan tinggi yang direkomendasikan oleh LPDP.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMengupload\u003cspan class\u003d\"Apple-converted-space\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cspan class\u003d\"orange\" style\u003d\"color: #fd6705;\"\u003eEssay\u003c/span\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-converted-space\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003edengan tema :\u003c/li\u003e\n\u003col style\u003d\"margin: 1em 0px; padding: 0px 0px 0px 40px;\"\u003e\n\u003cli\u003ePeranku bagi Indonesia\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eSukses terbesar dalam hidupku\u003c/li\u003e\n\u003c/ol\u003e\n\u003cli\u003eRencana Studi untuk program Magister\u003c/li\u003e\n*Semua dokumen dapat dilihat pada dokumen petunjuk beasiswa\u003c/ol\u003e\n\u003col style\u003d\"-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #f2f2f2; color: #413d37; font-family: Oxygen, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 22.399999618530273px; margin: 1em 0px; orphans: auto; padding: 0px 0px 0px 40px; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/ol\u003e\n\u003col style\u003d\"-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #f2f2f2; color: #413d37; font-family: Oxygen, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 22.399999618530273px; margin: 1em 0px; orphans: auto; padding: 0px 0px 0px 40px; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px;\"\u003eKlik gambar untuk info lebih lanjut\u0026nbsp;\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://www.beasiswalpdp.org/PersyaratanPendaftaran-BeasiswaMagisterDoktor-2.html\" target\u003d\"_blank\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"http://www.beasiswalpdp.org/PersyaratanPendaftaran-BeasiswaMagisterDoktor-2.html\" border\u003d\"0\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-RYnic-rM6Lo/UzN6eYPLvCI/AAAAAAAAACY/8HfkNlYhk-w/s1600/ministries-logo.png\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003c/ol\u003e\n\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/2010299811233477631/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/03/beasiswa-lembaga-pengelola-dana.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/2010299811233477631"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/2010299811233477631"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/03/beasiswa-lembaga-pengelola-dana.html","title":"Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/01711385367013678158"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://2.bp.blogspot.com/-RYnic-rM6Lo/UzN6eYPLvCI/AAAAAAAAACY/8HfkNlYhk-w/s72-c/ministries-logo.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});