gdata.io.handleScriptLoaded({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749"},"updated":{"$t":"2023-10-12T06:27:27.104+07:00"},"category":[{"term":"Konsep"},{"term":"midi"},{"term":"Definisi"},{"term":"Cara"},{"term":"Lomba"},{"term":"Kecerdasan"},{"term":"Profesi"},{"term":"Magang"},{"term":"Politik"},{"term":"Makalah"},{"term":"Fungsional"},{"term":"Lingkungan"},{"term":"kord piano"},{"term":"iklan"},{"term":"Internasional"},{"term":"Metode"},{"term":"Pegawai"},{"term":"Kuliah"},{"term":"Pekerjaan"},{"term":"pendidikan"},{"term":"musik"},{"term":"Wirausaha"},{"term":"Pelatihan"},{"term":"kebudayaan"},{"term":"Beasiswa"},{"term":"Belajar"},{"term":"Jurnalis"},{"term":"Info"},{"term":"Sosial"},{"term":"Konferensi"},{"term":"Kegiatan"},{"term":"Bahasa"},{"term":"Tips"},{"term":"melodi"},{"term":"Psikologi"},{"term":"Pengetahuan"},{"term":"Kesehatan"},{"term":"Amazing"},{"term":"Indonesia"},{"term":"Teknologi"},{"term":"Kursus Online"},{"term":"Penelitian"},{"term":"Kompetisi"}],"title":{"type":"text","$t":"Saling Berbagi"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Berbagi Membawa Berkah"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/-/Teknologi?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d8"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/-/Teknologi?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d8"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://www.salingbagi.com/search/label/Teknologi"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"Umaru"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/14251278166588249881"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"https://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"3"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"8"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-4560893860332858093"},"published":{"$t":"2014-10-26T08:42:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2014-10-26T08:42:00.170+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lingkungan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Info"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Teknologi"}],"title":{"type":"text","$t":"Penjelasan Kode Plastik"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-CoW2wQRYgUg/U08wqvrv5JI/AAAAAAAAAFs/bcjoDuBEMr4/s1600/22.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-CoW2wQRYgUg/U08wqvrv5JI/AAAAAAAAAFs/bcjoDuBEMr4/s1600/22.jpg\" height\u003d\"400\" width\u003d\"327\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u0026nbsp;Penjelasan:\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cb\u003e1. PET atau PETE (Polyethylene Etilen Terephalate)\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\nBiasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, wadah makanan dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang. Bahan ini dapat dibuat lagi ke dalam bulu domba kutub, serat, karpet, dan lain-lain. Permintaan untuk jenis plastik ini di antara komunitas pendaur ulang plastik relatif banyak, tetapi saat ini tingkat daur ulang untuk bahan ini tetap rendah sebesar 20%.\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003e\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003ca name\u003d'more'\u003e\u003c/a\u003e\u003cb\u003e\u003cbr /\u003e2. HDPE (High Density Polyethylene)\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\nBiasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. Botol plastik jenis HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan LEBIH TAHAN LAMA TERHADAP SUHU TINGGI. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Jenis ini juga dapat digunakan kembali ke untuk bahan lantai ubin, drainase, botol HDPE baru, pipa, dan lain-lain.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003e3. PVC (Polyvinyl Chloride)\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\nTertulis (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi BERBAHAYA UNTUK GINJAL, hati dan berat badan. Bahan ini mengandung klorin dan akan mengeluarkan racun jika dibakar. PVC TIDAK BOLEH DIGUNAKAN dalam menyiapkan makanan atau kemasan makanan. Bahan ini juga dapat diolah kembali menjadi mudflaps, panel, tikar, dan lain-lain\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003e4. LDPE (Low Density Polyethylene)\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\nLogo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, botol-botol yang lembek, pakaian, mebel, dll. Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang, Fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi kuat. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini. LDPE, dapat didaur ulang dengan banyak cara, misalnya dilarutkan ke dalam kaleng, keranjang kompos dan landscaping tiles.\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003e\u003cbr /\u003e5. PP (polypropylene)\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\nTertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman. PP dapat diolah kembali menjadi garpu, sapu, nampan, dan lain-lain.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003e6. PS (Polystyrene)\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\nTertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain BERBAHAYA UNTUK KESEHATAN OTAK, MENGGANGGU HORMON ESTROGEN pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga. PS mengandung benzene, suatu zat penyebab kanker dan tidak boleh dibakar. Bahan ini diolah kembali menjadi isolasi, kemasan, pabrik tempat tidur, dan lain-lain.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cb\u003e7. OTHER (Polycarbonate)\u003c/b\u003e\u003cbr /\u003e\nTertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu: SAN styrene acrylonitrile, ABS acrylonitrile butadiene styrene, PC polycarbonate, dan Nylon. Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.\u003cbr /\u003e\nSAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.\u003cbr /\u003e\nPC atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.\u003cbr /\u003e\nPC Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman\u003cbr /\u003e\nIronisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.\u003cbr /\u003e\nTidak semua plastik nomor 7 adalah polikarbonat, bahkan segelintir berbahan nabati. Palikarbonat masih menjadi perdebatan dalam beberapa tahun terakhir, karena ditemukan pada saat mencuci BPA (bisphenol A), menjadi bahan hormon pengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin.\u003cbr /\u003e\nSimbol plastik daur ulang pada dasarnya dirancang untuk membantu staf di pusat daur ulang, agar dapat memisahkan bahan untuk diproses dengan baik. Pengetahuan dasar lambang ini juga dapat membantu kita dalam memastikan apakah barang plastik di rumah aman untuk kita dan anak-anak kita.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nsumber:\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://www.berbagaihal.com/2011/04/arti-simbol-pada-botol-kemasan-dari.html\" target\u003d\"_blank\"\u003e1\u003c/a\u003e, \u003ca href\u003d\"http://klikmunadi.blogspot.com/2012/03/arti-7-simbol-daur-ulang-pada-plastik.html\" target\u003d\"_blank\"\u003e2\u003c/a\u003e, \u003ca href\u003d\"http://ubaypunya.blogspot.com/2012/04/arti-kode-pada-kemasan-plastik.html\" target\u003d\"_blank\"\u003e3\u003c/a\u003e, \u003ca href\u003d\"http://al-atsariyyah.com/arti-simbol-pada-kemasan-plastik.html\" target\u003d\"_blank\"\u003e4\u003c/a\u003e \u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: black; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 1.1em; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: auto; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: auto; word-spacing: 0px;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/4560893860332858093/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/10/penjelasan-kode-plastik.html#comment-form","title":"2 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/4560893860332858093"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/4560893860332858093"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/10/penjelasan-kode-plastik.html","title":"Penjelasan Kode Plastik"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/01711385367013678158"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://4.bp.blogspot.com/-CoW2wQRYgUg/U08wqvrv5JI/AAAAAAAAAFs/bcjoDuBEMr4/s72-c/22.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-7967100766976395967"},"published":{"$t":"2014-04-09T07:46:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2015-03-02T05:58:56.227+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lingkungan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Info"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Teknologi"}],"title":{"type":"text","$t":"Membuat Kertas Daur Ulang"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\nHai Para Peduli Lingkungan.....\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-PP4vw8gy4VQ/U0SXn7WmMnI/AAAAAAAAAEI/kRAm75EAHk8/s1600/Bisnis-Daur-Ulang-Sampah-Plastik-Dan-Kertas.png\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-PP4vw8gy4VQ/U0SXn7WmMnI/AAAAAAAAAEI/kRAm75EAHk8/s1600/Bisnis-Daur-Ulang-Sampah-Plastik-Dan-Kertas.png\" height\u003d\"141\" width\u003d\"200\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\nBanyak sekali pemerhati lingkungan yang kampanye untuk \"Go Green\", tapi alat kampanyenya dari kertas yang baru atau memang dibuat dengan alat cetak (print, fotokopi, dll)..... Padahal itukan bisa membuat banyak pohon yang tumbang...\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nso, dari pada demo-demo gak jelas, enakkan kita daur ulang aja kertas yang udah gak kepakek....\u003cbr /\u003e\nTunjukkan pada orang lain, bahwa kertas yang lusuh itu ternyata bisa jadi barang keren...\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nlets do it........\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nBahan2:\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: red;\"\u003e\u003cb\u003ekertas bekas (apapun itu)\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: red;\"\u003e\u003cb\u003eAir\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: red;\"\u003e\u003cb\u003eLem Kayu\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: red;\"\u003e\u003cb\u003ePewarna alami dongs (pandan, suji, daun warna apapun yang ditemukan di pekarangan rumah anda)\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nAlat2:\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: lime;\"\u003e\u003cb\u003eBlender\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: lime;\"\u003e\u003cb\u003ebaskom\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: lime;\"\u003e\u003cb\u003epapan cetak (sebagai alat)\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: lime;\"\u003e\u003cb\u003esaringan\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: lime;\"\u003e\u003cb\u003ekain bekas\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: lime;\"\u003e\u003cb\u003espons (yang lebar yaaa)\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\ncara membuat:\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: purple;\"\u003e\u003cb\u003e1. Robek kertas jadi kecil2\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: purple;\"\u003e\u003cb\u003e2. Masukkan dan blender kertas hingga menjadi bubur\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: purple;\"\u003e\u003cb\u003e3. Tuangkan kertas blender tadi di baskom, lalu aduk2 rata (bila perlu tambah dengan air)\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: purple;\"\u003e\u003cb\u003e4. Saring campuran (agak tebel aja) di baskom memakai screen sablon\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: purple;\"\u003e\u003cb\u003e5. tekkan di atas spon kain tadi, balik screen sablon dan gosok dari belakang dengan hati-hati\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: purple;\"\u003e\u003cb\u003e6. tutup dengan kain yang sudah dibasahi. tambah satu lapis lagi kain basah, ulangi langka 5 \u0026amp; 6 (sampai cukup tebal)\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: purple;\"\u003e\u003cb\u003e7. sesudah cukup tebal (beberapa lapis), tutup dengan manruh papan besar diatas kertas daur ulang dengan memberikan pemberat diatasnya\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: purple;\"\u003e\u003cb\u003e8. biarkan sekitar satu jam sampai air berkurang dan cukup kering.\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: purple;\"\u003e\u003cb\u003e9. jemur kertas tadi, sampai benar2 kering.\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\ndan inilah beberapa contohnya,\u003cbr /\u003e\nthank google yaaa (coz gambar sendiri belum ada)\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-93_wX_wZyt8/U0SYCckP-9I/AAAAAAAAAEM/RuoDgggOVek/s1600/Kertas-daur-ulang+(1).jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-93_wX_wZyt8/U0SYCckP-9I/AAAAAAAAAEM/RuoDgggOVek/s1600/Kertas-daur-ulang+(1).jpg\" height\u003d\"150\" width\u003d\"200\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-CJs152TD9uU/U0SYD8rcHFI/AAAAAAAAAEU/C3I_1QbAZjk/s1600/kertas-daur-ulang.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-CJs152TD9uU/U0SYD8rcHFI/AAAAAAAAAEU/C3I_1QbAZjk/s1600/kertas-daur-ulang.jpg\" height\u003d\"91\" width\u003d\"200\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/-xlJr_EnlhNQ/U0SYD3muomI/AAAAAAAAAEY/_8sY3UkgKi0/s1600/daur+ulang+kertas.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/-xlJr_EnlhNQ/U0SYD3muomI/AAAAAAAAAEY/_8sY3UkgKi0/s1600/daur+ulang+kertas.jpg\" height\u003d\"293\" width\u003d\"400\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/7967100766976395967/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/04/membuat-kertas-daur-ulang.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/7967100766976395967"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/7967100766976395967"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/04/membuat-kertas-daur-ulang.html","title":"Membuat Kertas Daur Ulang"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/01711385367013678158"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://2.bp.blogspot.com/-PP4vw8gy4VQ/U0SXn7WmMnI/AAAAAAAAAEI/kRAm75EAHk8/s72-c/Bisnis-Daur-Ulang-Sampah-Plastik-Dan-Kertas.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-4135928168847254718"},"published":{"$t":"2014-03-30T08:31:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2014-11-25T20:16:54.099+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cara"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Teknologi"}],"title":{"type":"text","$t":"Pembuatan Lubang Biopori"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cb\u003eLubang resapan biopori\u003c/b\u003e adalah metode resapan air yang ditujukan \nuntuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air \npada tanah. Metode ini dicetuskan oleh \u003ca class\u003d\"new\" href\u003d\"http://id.wikipedia.org/w/index.php?title\u003dKamir_Brata\u0026amp;action\u003dedit\u0026amp;redlink\u003d1\" title\u003d\"Kamir Brata (halaman belum tersedia)\"\u003eDr. Kamir R Brata\u003c/a\u003e,\u003csup class\u003d\"reference\" id\u003d\"cite_ref-1\"\u003e\u003ca href\u003d\"http://id.wikipedia.org/wiki/Biopori#cite_note-1\"\u003e\u003c/a\u003e\u003c/sup\u003e salah satu peneliti dari \u003ca href\u003d\"http://id.wikipedia.org/wiki/Institut_Pertanian_Bogor\" title\u003d\"Institut Pertanian Bogor\"\u003eInstitut Pertanian Bogor\u003c/a\u003e.\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003ca name\u003d'more'\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nBiopori memiliki segudang manfaat secara ekologi dan lingkungan, yaitu \nmemperluas bidang penyerapan air, sebagai penanganan limbah organik, dan\n meningkatkan kesehatan tanah. Selain itu, biopori juga bermanfaat \nsecara arsitektur lanskap karena telah digunakan sebagai pelengkap pertamanan di berbagai rumah mewah dan rumah minimalis yang menerapkan konsep rumah hijau. Biopori kini menjadi pelengkap penerapan kebijakan luas minimum ruang terbuka hijau di perkotaan bersamaan dengan pertanian urban.\u0026nbsp;\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nSediakan Peralatan, yaitu:\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nBor Biopori\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nPenutup biopori\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\nparalon atau pipa sesuai ukuran lubang\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nCara Membuat:\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nLubangi tanah dengan bor biopori (biasanya ditempat dimana banyak aliran air atau genangan air)\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\npasang pipa kedalam lubang (dengan sebelumnya di buat bolong2 pipanya) \u0026gt;\u0026gt; opsional \u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nIsi lubang dengan berbagai sampah organik\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\ntutup lubang dengan penutup biopori\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: lime;\"\u003eSaran\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: lime;\"\u003ebiarkan lubang biopori secara alami (tidak pakai pipa)\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"color: lime;\"\u003edan tutupi biopori dengan bahan alami (kayu, dll)\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nagar pori-poro di tanah terbentuk dengan sendirinya\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nLihat gambar berikut:\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u0026nbsp;\n\u003ca href\u003d\"http://www.infobdg.com/v2/wp-content/uploads/2013/12/biopori2.jpg\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.infobdg.com/v2/wp-content/uploads/2013/12/biopori2.jpg\" height\u003d\"156\" width\u003d\"200\" /\u003e\u0026nbsp;\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nCara ini sangat berguna di daerah yang rawan banjir\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nSo, tunggu apa lagi. Jika di sekitar rumah kalian sering banjir, buat saja biopori seperti ini. Dijamin, genangan air akan semakin berkurang dengan resapan yang luar biasa dari adanya biopori ini.\u003cbr /\u003e\n:)\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nsalam berbagi\u0026nbsp;\n\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/4135928168847254718/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/03/pembuatan-lubang-biopori.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/4135928168847254718"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/4135928168847254718"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/03/pembuatan-lubang-biopori.html","title":"Pembuatan Lubang Biopori"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/01711385367013678158"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"thr$total":{"$t":"0"}}]}});