gdata.io.handleScriptLoaded({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749"},"updated":{"$t":"2023-10-12T06:27:27.104+07:00"},"category":[{"term":"Konsep"},{"term":"midi"},{"term":"Definisi"},{"term":"Cara"},{"term":"Lomba"},{"term":"Kecerdasan"},{"term":"Profesi"},{"term":"Magang"},{"term":"Politik"},{"term":"Makalah"},{"term":"Fungsional"},{"term":"Lingkungan"},{"term":"kord piano"},{"term":"iklan"},{"term":"Internasional"},{"term":"Metode"},{"term":"Pegawai"},{"term":"Kuliah"},{"term":"Pekerjaan"},{"term":"pendidikan"},{"term":"musik"},{"term":"Wirausaha"},{"term":"Pelatihan"},{"term":"kebudayaan"},{"term":"Beasiswa"},{"term":"Belajar"},{"term":"Jurnalis"},{"term":"Info"},{"term":"Sosial"},{"term":"Konferensi"},{"term":"Kegiatan"},{"term":"Bahasa"},{"term":"Tips"},{"term":"melodi"},{"term":"Psikologi"},{"term":"Pengetahuan"},{"term":"Kesehatan"},{"term":"Amazing"},{"term":"Indonesia"},{"term":"Teknologi"},{"term":"Kursus Online"},{"term":"Penelitian"},{"term":"Kompetisi"}],"title":{"type":"text","$t":"Saling Berbagi"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Berbagi Membawa Berkah"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/-/Metode?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d8"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/-/Metode?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d8"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://www.salingbagi.com/search/label/Metode"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"Umaru"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/14251278166588249881"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"https://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"3"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"8"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-6731773899796371499"},"published":{"$t":"2014-05-29T07:47:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2014-10-27T15:53:32.435+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Belajar"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kuliah"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Metode"}],"title":{"type":"text","$t":"Kesalahan dalam mengajarkan \"Grammar\""},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nBahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang paling banyak digunakan dan dijadikan bahasa internasional. Dengan demikian,mau tidak mau apabila ingin terjun di dunia internasional, paling tidak seseorang harus bisa menguasai bahasa yang satu ini. Ternyata bisa berbahasa Inggris saja tidak cukup untuk membuktikan seseorang bisa berbahasa Inggris, mereka harus mampu menuliskannya dan dengan benar sesuai aturan grammar. Nah... dari sini masalah muncul, tes-tes kemampuan Bahasa Inggris seperti TOEFL, GRE, IELST, DLL adalah jenis tes yang biasa dianggap teruji dalam menentukan seseorang bisa atau tidak berbahasa Inggris.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBanyak orang yang ingin diterima bekerja, kuliah, dan sebagainya diperusahaan asing yang mengharuskan memiliki sertifikat Bahasa Inggris tersebut dengan nilai atau skor yang telah ditentukan, seperti TOEFL harus 550 atau IELST harus 7.5. Untuk bisa lulus tes tersebut, tentu saja harus menguasai grammar. hmmm... Tapi kenapa? kebanyakan orang yang telah belajar Bahasa Inggris yang tidak bisa mencapai skor yang demikian, mungkinkah salah mengajar atau bahkan salah belajar yang salah. Seperti yang di katakan oleh MICHELLE NAVARRE CLEARY is an associate professor and associate dean at DePaul University’s School for New Learning, and a fellow with the OpEd Project. Ada kesalahan fatal dalam mengajarkan grammar ini, yaitu guru-guru tidak membiarkan murid untuk bisa menulis dan berbuat salah, kebanyakan guru hanya mengajarkan apa yang seharusnya ditulis, dan tidak memberikan petunjuk mana yang salah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCleary juga menganalogikan seperti ini, ibarat seorang anak yang belajar naik sepeda, biarkan saja anak itu naik sepeda, mengayuh sepeda itu, dan apabila jatuh, mereka akan menemukan letak kesalahan yang ada \"kenapa bisa jatuh\". Dan belajar sepeda bisa dilakukan secara berulang-ulang sampai kesalahan itu bisa dihindari semuanya. Seperti itu juga belajar grammar Inggris, seseorang yang ingin belajar harus dibiarkan menulis, lalu biarkan juga mana-mana kesalahan yang telah Ia lakukan. Ulangi latihan itu secara berulang-ulang dan tentunya dengan bimbingan ahli. Setelah semua kesalahan bisa dihindari, maka bisa grammar bukanlah menjadi suatu yang susah lagi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eOke, setelah pelajar sudah tahu mana-mana yang salah, selanjutnya ajarkan teknik-teknik untuk mencari dan membenarkan kata-kata yang dianggap salah dengan cepat dan mudah. Seperti bersepeda, setelah lancar bersepeda di jalan yang mulus, lalu ajarkan bersepeda di jalan yang berbatuan, becek, berbukit, dan sebagainya, sehingga bisa dengan sungguh-sungguh mahir bersepeda. Begitu juga dengan grammar, setelah bisa menulis dan mencari kesalahan sendiri, seseorang akan dihadapkan dengan persoalan yang lebih rumit dan rinci. Sebagai seorang guru, harus bisa untuk mengajarkan itu semua.\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://linguistics.ohio.edu/opie/wp-content/uploads/2013/10/grammar.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://linguistics.ohio.edu/opie/wp-content/uploads/2013/10/grammar.jpg\" height\u003d\"143\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\nMungkin inilah sedikit ilmu yang bisa salingbagi.com berikan, penulis yakin setelah membaca tulisan ini akan lebih membantu dalam memahami grammar, sayang dong bisa ngomong bahasa Inggris yang lancar tapi grammarnya masih kacau, sehingga institusi tidak menganggap kita bisa berbahasa Inggris. Hahaha, jangankan bahasa Inggris, Bahasa Indonesia saja masih ada EYD yang salah, walaupun sudah mahasiswa\u0026nbsp; atau bahkan doktor sekalipun. Hmmm...\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003eTetap Berbagi dan Semangat :)\u003cbr /\u003esalingbagi.com\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/6731773899796371499/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/05/kesalahan-dalam-mengajarkan-grammar.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/6731773899796371499"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/6731773899796371499"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/05/kesalahan-dalam-mengajarkan-grammar.html","title":"Kesalahan dalam mengajarkan \"Grammar\""}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/01711385367013678158"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-7235394478461913217"},"published":{"$t":"2014-05-25T06:32:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2016-03-12T20:31:45.974+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Belajar"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kuliah"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Penelitian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Metode"}],"title":{"type":"text","$t":"Analisis Domain \u0026 Taksonomi (contoh)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"-x-system-font: none; display: block; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-size-adjust: none; font-size: 14px; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; margin: 12px auto 6px auto;\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cb\u003eDefinisi Singkat\u003c/b\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cb\u003eAnalisis Domain\u003c/b\u003e digunakan untuk menganalisis gambaran objek penelitian secara umum atau di tingkat permukaan, namun relatif utuh tentang objek penelitian tersebut. Teknik ini digunakan untuk penelitian kualitatif yang bersifat eksplorasi, artinya hasil penelitian ini hanya ditargetkan untuk memperoleh gambaran seutuhnya dari subjek yang diteliti, tanpa harus dirinci secara detail unsur-unsur yang ada dalam keutuhan subjek penelitian tersebut. \u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cblockquote class\u003d\"tr_bq\"\u003e\nKunjungi Juga \u003ca href\u003d\"https://sosteori.wordpress.com/2015/12/14/kegunaan-sosiologi/\"\u003eblog ini\u003c/a\u003e,\u0026nbsp;\u003c/blockquote\u003e\n\u003cbr /\u003e\nDalam hubungan bagaimana peneliti menggunakan teknik analisis domain, maka Spradley (1977) membuat enam langkah yang saling berhubungan, yaitu sebagai berikut:\u003cbr /\u003e\n\u003cul style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\n\u003cli\u003eMemilih pola hubungan semantik tertentu atas dasar informasi atau fakta yang tersedia dalam catatan harian peneliti di lapangan,\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMenyiapkan kerja analisis domain,\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMemilih kesamaan-kesamaan data dari catatan harian peneliti di lapangan,\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMencari konsep-konsep induk dan kategori-kategori sombolis dari domain-domain tertentu yang sesuai dengan suatu pola hubungan semanti,\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMenyusun pertanyaan-pertanyaan struktural untuk masing-masing domain,\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMembuat daftar keseluruhan domain dari seluruh data yang ada. \u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cb\u003eAnalisis Taksonomi\u003c/b\u003e (Taxonomy Analysis). Pada tahap analisis taksonomi, peneliti berupaya memahami domain-domain tertentu sesuai fokus masalah atau sasaran penelitian. Masing-masing domain mulai dipahami secara mendalam, dan membaginya lagi menjadi sub-domain, dan dari sub-domain itu dirinci lagi menjadi bagian-bagian yang lebih khusus lagi hingga tidak ada lagi yang tersisa, alias habis (exhausted). Pada tahap analisis ini peneliti bisa mendalami domain dan sub-domain yang penting lewat konsultasi dengan bahan-bahan pustaka untuk memperoleh pemahaman lebih dalam.\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\nContoh: \u003cbr /\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://id.scribd.com/doc/225962352/analisis-domain-dan-taksonomi-pdf\" style\u003d\"text-decoration: underline;\" title\u003d\"View analisis domain dan taksonomi.pdf on Scribd\"\u003eanalisis domain dan taksonomi.pdf\u003c/a\u003e by \u003ca href\u003d\"http://www.scribd.com/salingbagi\" style\u003d\"text-decoration: underline;\" title\u003d\"View salingbagi's profile on Scribd\"\u003esalingbagi\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ciframe class\u003d\"scribd_iframe_embed\" data-aspect-ratio\u003d\"0.7080062794348508\" data-auto-height\u003d\"false\" frameborder\u003d\"1\" height\u003d\"600\" id\u003d\"doc_62568\" replaced\u003d\"true\" s11876318304011471943\u003d\"true\" scrolling\u003d\"no\" src\u003d\"//www.scribd.com/embeds/225962352/content?start_page\u003d1\u0026amp;view_mode\u003dscroll\u0026amp;access_key\u003dkey-BreJuixfg8pbnUNoKKeJ\u0026amp;show_recommendations\u003dtrue\" width\u003d\"400\"\u003e\u003c/iframe\u003e\n\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/7235394478461913217/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/05/analisis-domain-taksonomi-contoh.html#comment-form","title":"2 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/7235394478461913217"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/7235394478461913217"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2014/05/analisis-domain-taksonomi-contoh.html","title":"Analisis Domain \u0026 Taksonomi (contoh)"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/01711385367013678158"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"thr$total":{"$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3355628262164258749.post-6156359577849393728"},"published":{"$t":"2012-05-14T20:14:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2014-10-20T21:09:56.313+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cara"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pelatihan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Metode"}],"title":{"type":"text","$t":"cara membedakan flashdisk asli dan palsu merk kingston"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv dir\u003d\"ltr\" style\u003d\"text-align: left;\" trbidi\u003d\"on\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/-tLVqBxJTf5U/T7EDczQOAzI/AAAAAAAAAO8/zZlcActeWik/s1600/kemasan2.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/-tLVqBxJTf5U/T7EDczQOAzI/AAAAAAAAAO8/zZlcActeWik/s200/kemasan2.jpg\" height\u003d\"150\" width\u003d\"200\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n1. Pertama dari kemasannya memang tidak ada perbedaan yang mencolok, bahkan sangat mirip. \u003cbr /\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/-UF5bmDsERhY/T7ECfzyeutI/AAAAAAAAAOk/GnVfMfMiWIs/s1600/image001.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/-UF5bmDsERhY/T7ECfzyeutI/AAAAAAAAAOk/GnVfMfMiWIs/s200/image001.jpg\" height\u003d\"150\" width\u003d\"200\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n2. Bagian Kepala Flashdisk Pada bagian Kepala (colokannya) ada tulisannya. tp yang palsu juga ada. (lihat cetakannya dan jenis tulisan serta ukurannya)\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-MfoRr7l0fbM/T7ED-NZotMI/AAAAAAAAAPU/WfWmq7f923g/s1600/flashdisk128gb.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-MfoRr7l0fbM/T7ED-NZotMI/AAAAAAAAAPU/WfWmq7f923g/s200/flashdisk128gb.jpg\" height\u003d\"200\" width\u003d\"200\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/-r8LXNAgWvIc/T7ED94MmN3I/AAAAAAAAAPI/C5puXtU7Ndc/s1600/images3.jpeg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/-r8LXNAgWvIc/T7ED94MmN3I/AAAAAAAAAPI/C5puXtU7Ndc/s200/images3.jpeg\" height\u003d\"150\" width\u003d\"200\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n3. Tuas Geser dan Warna Flashdisk Dapat dilihat bahwa warna plastik Flashdisk yang bawah agak kebiruan. Dan agak tersendat – sendat ketika tuas digeser. Jika kepala USB yang palsu ditekan agak keras, maka kepala USB akan dapat masuk ke posisi semula.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n4. Untuk Flashdisk yang asli, kepala USB sangat amat kokoh sehingga tidak akan masuk dengan hanya menekan kepala USB dan anda harus menggunakan tuasnya untuk menggeser Kepala USBnya.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n5. Bahan Dasar Plastik Flashdisk Bahan plastik Flashdisk Palsu agak kebiruan dan bahan dari Flasdisknya tidak sekeras yang asli. Dan tidak ada plastik tipis sebagai pelindung lecet pada Tulian Data Traveler.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n6. perhatikan juga saat Flashdisk dicolok ke Laptop \u003d Flashdisk agak miring kebawah. ini menunjukkan bahwa Flasdisk ini PALSU *jangan dibeli*.\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-Qa-gtWBsR8s/T7EEG5uAYQI/AAAAAAAAAPg/EAoFRuLKUao/s1600/fd5.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-Qa-gtWBsR8s/T7EEG5uAYQI/AAAAAAAAAPg/EAoFRuLKUao/s200/fd5.jpg\" height\u003d\"137\" width\u003d\"200\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n7. Flashdisk Lurus ketika dicolokkan.\u0026nbsp; kalau yang ASLI Nama Drive dan Nama Device Untuk Flashdisk yang asli Nama Drive “Kingston” tetapi yang Palsu “Removable Drive”.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n8. namanya palsu. Karena nama device Flashdisknya “Kingston2.0″ sedangkan yang asli nama device Flashdisknya “KingstonData Traveller2.0″\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n9. coba cari aplikasi h2test_1.4 untuk mengetahui FD asli dan palsu\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-uHm9bNLnanE/T7ECPkgtbUI/AAAAAAAAAOY/Ns9BlcafxnY/s1600/images1.jpeg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-uHm9bNLnanE/T7ECPkgtbUI/AAAAAAAAAOY/Ns9BlcafxnY/s200/images1.jpeg\" height\u003d\"162\" width\u003d\"200\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nyang Asli\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-kVM2rvwt-_o/T7ECPfO9CQI/AAAAAAAAAOM/wNr_DRg5IGs/s1600/images2.jpeg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-kVM2rvwt-_o/T7ECPfO9CQI/AAAAAAAAAOM/wNr_DRg5IGs/s200/images2.jpeg\" height\u003d\"178\" width\u003d\"200\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nyang palsu\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nyang asli tidak ada masalah buat menyimpan tapi yang palsu biasanya flashdisk akan \"hang\" atau rusak dan data tidak terbaca. yang 1 GB dan 2GB hanya dapat menyimpan 200MB dan 300 MB. yang 4 GB biasanya 700 MB. yang diatasnya seperti 8 GB, 16 GB dan seterusnya biasanya dalam 1 bulan setelah pembelian FD akan rusak total.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nSEMOGA BERMANFAAT ;)\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.salingbagi.com/feeds/6156359577849393728/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2012/05/cara-membedakan-flashdisk-asli-dan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/6156359577849393728"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/3355628262164258749/posts/default/6156359577849393728"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.salingbagi.com/2012/05/cara-membedakan-flashdisk-asli-dan.html","title":"cara membedakan flashdisk asli dan palsu merk kingston"}],"author":[{"name":{"$t":"Umaru"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/14251278166588249881"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://1.bp.blogspot.com/-tLVqBxJTf5U/T7EDczQOAzI/AAAAAAAAAO8/zZlcActeWik/s72-c/kemasan2.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});