gdata.io.handleScriptLoaded({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332"},"updated":{"$t":"2023-08-04T05:59:23.660+07:00"},"category":[{"term":"Fiksi"},{"term":"Kuliner"},{"term":"Politik"},{"term":"Tips"},{"term":"Guru Penggerak"},{"term":"Lifestyle"},{"term":"Life Story"},{"term":"Hiburan"},{"term":"Olahraga"},{"term":"Headline"},{"term":"Edukasi"},{"term":"GGD Sintang"},{"term":"Catatan"},{"term":"Rekreasi"},{"term":"Opini"},{"term":"Kekayaan Alam"},{"term":"Seni"},{"term":"Buku"},{"term":"Traveling"},{"term":"Budaya"},{"term":"SM3T"}],"title":{"type":"text","$t":"Darman Reubee"},"subtitle":{"type":"html","$t":"darman reubee,traveling,kuliner,sharing,tips,life story,SM3T,GGD, Guru,cerpen,Travel,pendidikan Indonesia,cerita"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/-/Rekreasi?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d8"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/-/Rekreasi?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d8"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://www.darmanreubee.com/search/label/Rekreasi"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"https://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"8"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"8"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-7399274199643301650"},"published":{"$t":"2017-12-10T10:20:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2017-12-10T12:12:48.348+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kekayaan Alam"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Life Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Hiburan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Rekreasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Akhirnya Banjir Juga"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-80J6Y41kaTk/WiyncVP8ZZI/AAAAAAAAAQA/8koZ8W5TTtk7Z3R4x2ZaV_urmkD6aJUgACLcBGAs/s1600/Akhirnya%2BBanjir%2BJuga.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Banjir di Desa Merah Arai\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"300\" src\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-80J6Y41kaTk/WiyncVP8ZZI/AAAAAAAAAQA/8koZ8W5TTtk7Z3R4x2ZaV_urmkD6aJUgACLcBGAs/s400/Akhirnya%2BBanjir%2BJuga.jpg\" title\u003d\"Banjir di Kecamatan Kayan Hulu\" width\u003d\"400\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eBanjir di Desa Merah Arai\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003ePertama sekali tiba di \u003ca href\u003d\"http://www.darmanreubee.com/2017/11/jaunya-desa-merah-arai.html\" target\u003d\"_blank\"\u003eDesa Merah Arai\u003c/a\u003e, banyak hal yang saya tanyakan pada masyarakat termasuk soal banjir. Rumah yang saya tempati adalah rumah dinas Kesehatan, sudah tiga orang petugas kesehatan yang tinggal di rumah tersebut, tidak sampai setengah tahun mereka minta pindah ke rumah lain, alasannya adalah banjir. Rumahnya bagus, permanen, hanya berjarak 50 meter dari pinggir sungai namun jika terjadi banjir sangat merepotkan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKata masyarakat, banjir terjadi setahun 2 kali, saat akhir tahun dan awal tahun. Saya paling takut kalau banjir bandang, untunglah banjir di sini bukan banjir bandang melainkan banjir air sungai yang meluap secara perlahan. Seringnya terjadi banjir sehingga waktu pertama tiba di desa ini, masyarakat langsung bergotong royong membuatkan saya tempat tidur yang tingginya 1.3 meter. Waktu itu saya sempat protes \"kenapa tinggi sekali, pak?\" Tanya saya. \"Biar tidak kena banjir\", jawab mereka. Waktu itu, saya belum paham bagaimana kondisi banjir di sini. Sekarang saya mulai mengerti, banjirnya lumayan ekstrim.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSenin, 27 November 2017, pagi harinya sebelum berangkat sekolah, saya melihat air sungai sudah masuk area jalan tapi belum ada tanda-tanda akan terus membesar dan saya masih memberi status siaga 2. Barang-barang di rumahpun masih saya biarkan begitu saja, tidak dipindahkan.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMenjelang pulang sekolah, pak Hasan, tetangga saya memberi kabar kalau air mulai naik. Mengingatkan supaya saya mengemas barang sehingga tidak basah. Begitu saya pulang, air belum masuk ke rumah dan saya meningkatkan status menjadi siaga 1. Air tidak kunjung surut, bahkan terus semakin membesar, akhirnya saya menyerah dan mulai mengangkat semua barang di lantai ke tempat yang tinggi. Anak-anak sekolah mulai berdatangan untuk membantu mengungsikan barang-barang saya, karena masih siaga 1, biar di rumah saja, belum saatnya mengungsi.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMenjelang sore, saya melihat ke sungai, banyak kayu besar dan sampah hutan yang lewat, airpun semakin deras, langit mendung dan air semakin naik. Rupaya di hulu sungai sudah hujan lagi. Tidak mau mengambil resiko, saya ungsikan semua barang ke rumah kepala sekolah yang berada di depan rumah saya dan dua kali lebih tinggi dari rumah saya. Pengalaman banjir di desa ini, katanya air tidak pernah sampai setinggi teras rumah kepala sekolah. Syukurlah, pikir saya.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMalamnya air mulai stabil, besok pagi akan ada tanda-tanda surut. Saatnya gotong royong membersihkan lumpur di rumah. Semoga kejadian ini tak terulang lagi. Sangat merepotkan sekali. Ampun deh.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMerah Arai, 27 November 2017.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/7399274199643301650/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/akhirnya-banjir-juga.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/7399274199643301650"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/7399274199643301650"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/akhirnya-banjir-juga.html","title":"Akhirnya Banjir Juga"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://3.bp.blogspot.com/-80J6Y41kaTk/WiyncVP8ZZI/AAAAAAAAAQA/8koZ8W5TTtk7Z3R4x2ZaV_urmkD6aJUgACLcBGAs/s72-c/Akhirnya%2BBanjir%2BJuga.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-3727625194113885894"},"published":{"$t":"2017-11-03T17:30:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2017-12-10T12:06:14.689+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kekayaan Alam"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Life Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"SM3T"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Rekreasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Traveling"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Budaya"}],"title":{"type":"text","$t":"Ini Desaku, Mana Desamu"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-Z0totbPo0wg/WfxEST8Z5iI/AAAAAAAAAOk/dRb4ThZ78T0QscBcXHy1tqzL6dosTXc8QCLcBGAs/s1600/IMG20171031080943.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-Z0totbPo0wg/WfxEST8Z5iI/AAAAAAAAAOk/dRb4ThZ78T0QscBcXHy1tqzL6dosTXc8QCLcBGAs/s320/IMG20171031080943.jpg\" title\u003d\"Desa Merah Arai\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDesa Merah Arai adalah sebuah desa kecil nan sejuk yang berada di Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Penduduknya tidak terlalu ramai cuma sekitar 220 KK. Jaraknya dari pusat kecamatan hanya 47 Km dan untuk menjangkau Desa ini harus menggunakan perahu motor. Baca \u003ci\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.darmanreubee.com/2017/11/jaunya-desa-merah-arai.html\" target\u003d\"_blank\"\u003eJauhnya Desa Merah Arai\u003c/a\u003e\u003c/i\u003e.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003ePenduduk di desa ini manyoritas bekerja sebagi petani. Karet adalah komoditi utama mereka. Di samping itu, penduduk desa juga berladang, seperti menanam padi, cabai, tomat, sawi dan sayur-mayur lainnya. Di sini buah-buahan banyak sekali, beraneka ragam sampai buah yang tidak pernah dimakan oleh orang kota, di desa ini ada barangnya. Jika musim buah, guru akan mendapatkan porsi spesial. Ada saja yang mengantar buah-buahan ke rumah. Terkadang, jika sudah terlalu banyak, kita harus menolak sedekah orang dan menghambat mereka untuk mendapatkan pahala. Saya pikir, menolak lebih baik daripada terbuang mubazir.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003ePenduduk desa kami tidak hafal nama-nama ikan laut, jangankan makan, lihat saja kadang mereka tidak pernah. Sehingga mereka tidak pernah bermimpi mendapatkan sepeda dari presiden Jokowi. Soal ikan, ikan sungai adalah favorit penduduk desa, ikan baung masyarakat menyebutnya. Memancing atau menembak ikan adalah aktivitas penduduk di waktu luang. Ketika mereka mulai menginginkan makan ikan, maka langsung terjun ke sungai. Dapat dua tiga ekor langsung pulang untuk dimasak. Jangan harap ada orang yang jual ikan keliling di sana. Jika akrab dengan anak-anak kecil, kita akan dibagi ikan hasil tangkapan mereka. Anak-anak di sini, hobinya menembak ikan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eAgama manyoritas penduduk adalah Kristen. Hidup dalam keberagaman sudah terbiasa sehingga tidak menjadi kendala bagi saya. Toleransinya sangat tinggi di sini. Agamaku aku urus sendiri dan agamamu kamu urus sendiri. Kita tidak saling ikut campur soal agama. Dan salutnya, penduduk desa sangat memahami apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam Islam dan mereka memperlakukan saya dengan sangat terhormat, begitu pula saya memperlakukan mereka.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: right; margin-left: 1em; text-align: right;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://1.bp.blogspot.com/-AOi0X8gBB1o/WfxEM4QsC2I/AAAAAAAAAOc/bpgIm7VP128YIpX9cPEvx_kzqGOfN3bAwCEwYBhgL/s1600/IMG20171019164129.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Sinyal di Desa Merah Arai\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1600\" data-original-width\u003d\"1200\" height\u003d\"320\" src\u003d\"https://1.bp.blogspot.com/-AOi0X8gBB1o/WfxEM4QsC2I/AAAAAAAAAOc/bpgIm7VP128YIpX9cPEvx_kzqGOfN3bAwCEwYBhgL/s320/IMG20171019164129.jpg\" title\u003d\"Kayan Hulu\" width\u003d\"240\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eTower HP Mini\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDesa kami tidak ada sinyal telekomunikasi, apalagi akses internet. Hanya ada satu dua tempat di desa yang terkadang mampu menangkap sinyal satu batang itupun tergantung tiupan angin. Jika angin bertiup ke arah kita maka beruntunglah. Kalau teman-teman menghubungi handphone saya tidak terhubung, mohon dimaklumi perusahaan telekomunikasi belum mau bersahabat dengan orang desa seperti kami.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eRadio adalah sumber berita utama di desa kami, banyak rumah sudah memilikinya. Untuk mendapatkan jaringan harus hati-hati penuh kesabaran, sedikit goyang atau bergeser maka siarannya akan hilang. Setiap rumah ada posisi-posisi tersendiri untuk meletakkan radio atau antenanya supaya mendapatkan suara yang jernih. Kami akan percaya sepenuhnya apa yang disampaikan oleh penyiar radio tersebut, berita apa saja, temasuk pengumuman atau berita duka, karena satu-satunya sumber berita hanyalah dari radio tersebut. Semoga beritanya tetap berimbang.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSoal listrik, Alhamdulillah sudah teratasi. Kami tidak menggunakan jasa PLN. Kami menggunakan lampu panel surya, semua rumah memilikinya. Kabarnya, itu bantuan dari dana desa. Sayapun kebagian satu.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDesa kami memiliki air bersih yang cukup, sumbernya dari mata air di atas Bukit Alat. Bukit Alat adalah bukit yang membentang dari Desa Lintang Tambuk sampai Nanga Masau. Airnya mengalir deras ke setiap rumah melalui pipa-pipa tanpa harus menggunakan mesin pompa. Menariknya, air ini tidak perlu dimasak dan bisa langsung diminum. Kata penduduk desa, airnya sudah bersih dari bakteri dan terjamin, namun saya belum mendengar apa pendapat BPOM soal ini. Namun, sampai saat ini saya masih mendengarkan pendapat masyarakat tentang air tersebut. Tidak pelu dimasak dan langsung diminum.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eJika ada yang bertanya, apa kabar hewan ternak seperti babi, kambing dan sapi di desa Merah Arai? Jawabannya adalah aman dan terkendali. Budaya hidup bersih sudah lama diterapkan oleh warga desa. Binatang ternak harus tetap berada di kandang, tidak boleh berkeliaran di perkampungan. Bayangkan saja jika binatang tersebut berkeliaran di perkampungan, maka kotorannya akan sangat mengganggu dan tanaman-tanaman warga akan abis dimakan dan dirusaknya.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBudaya hidup bersih ini dulunya dikampanyekan oleh salah satu guru SDN 15 Merah Arai, beliau adalah guru pertama dan satu-satunya saat itu. Namanya adalah Sukadir, beliaulah yang merintisnya saat itu. Tidak hanya budaya hidup bersih, ada banyak program kemasyarakatan dan sosial yang beliau rintis dan sampai saat ini diumurnya yang hampir pensiun, ada program yang sudah berhasil dan ada juga yang belum berhasil. Di kesempatan lain, saya akan ceritakan khusus tentang pak Sukadir, guru perintis yang melegenda.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSintang, 3 November 2017\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/3727625194113885894/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/11/ini-desaku-mana-desamu.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/3727625194113885894"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/3727625194113885894"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/11/ini-desaku-mana-desamu.html","title":"Ini Desaku, Mana Desamu"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://3.bp.blogspot.com/-Z0totbPo0wg/WfxEST8Z5iI/AAAAAAAAAOk/dRb4ThZ78T0QscBcXHy1tqzL6dosTXc8QCLcBGAs/s72-c/IMG20171031080943.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-7796304127543402525"},"published":{"$t":"2016-10-06T14:39:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2017-06-18T02:16:31.426+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Life Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Rekreasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Catatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lifestyle"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tips"}],"title":{"type":"text","$t":"Sendiri, Kita Punya Kesenangan yang Berbeda"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: left; margin-right: 1em; text-align: left;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-ATnllgVpktM/V_X7ruEa8zI/AAAAAAAAAJg/QP0dzJr6zWMC1X-acWF9V-n7XnFLdRq-ACLcB/s1600/1380184_4819556346991_766409227_n.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-ATnllgVpktM/V_X7ruEa8zI/AAAAAAAAAJg/QP0dzJr6zWMC1X-acWF9V-n7XnFLdRq-ACLcB/s320/1380184_4819556346991_766409227_n.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eMeninggalkan keramaian\u003c/span\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eJika ada yang bertanya: dimana kenikmatan sering menyendiri? Maka saya akan menjawab: kamu akan tahu jika kamu memahami arti menyendiri.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eCukup lama saya mencoba memahami arti menyendiri, menyendiri dalam artian positif. Hidup jauh dari keramaian, jauh dari suara-suara sumbang tukang kritik yang tak pernah memberikan solusi, jauh dari berita-berita miring, jauh dari berita kriminal yang tak bermoral dan jauh dari gosip-gosip murahan. Menyendiri adalah kesenangan. Menyendiri adalah kebahagiaan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eMenyendiri bukan berarti tidak peduli dengan lingkungan sosial, menyendiri bukan berarti putus asa, dan menyendiri bukan berarti kalah terhadap kerasnya hidup. Menyendiri adalah mengumpulkan energi, meracik ide, menjernihkan pekiran dan mempersiapkan strategi untuk meraih sesuatu yang lebih besar. Karena menyendiri adalah kesenangan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eDulunya saya pernah berpikir negatif terhadap orang yang suka menyendiri, apasih yang mereka lakukan saat sendiri?, Jarang keluar rumah, jarang ngumpul dengan teman-teman, jarang ke tempat hiburan, pastinya jauh dari keramain.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eAda salah satu teman saya yang sangat sering menyendiri. Setelah diselidiki, teman saya ini sedang fokus belajar bahasa Inggris, dia ingin mengikuti seleksi beasiswa magister di Australia. Alhamdulillah sekarang studinya hampir selesai. Bayangkan jika teman saya ini masih sering melakukan aktivitas yang tidak terlalu prioritas dengan teman-temannya di luar sana, maka dipastikan dia akan gagal ke Australia.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eAda juga teman yang cukup lama hilang dari peredaran media sosial, bahkan sangat sulit untuk dihubungi. Setelah dicari tahu, rupanya si teman ini sedang rutin mengikuti majelis taklim dan mulai aktif di majelis Zikir. Bagi saya itu adalah kesenangan dan prestasi luar biasa baginya. Menyendiri meninggalkan aktivitas bersama teman-teman yang tidak produktif dalam hal kebermanfaatan dan mencari sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kepentingan masa depan yang lebih cerah.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eAda bayak kasus orang-orang yang menyendiri, meninggalkan aktivitas yang hanya buang-buang waktu, meninggalkan teman-teman yang tidak menguatkan hati, menuju aktivitas yang memperkaya pikiran dan membesarkan hati.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eMulai saat itu saya mulai paham, kalau menyendiri adalah kesenangan yang di dalamnya ada kebahagian. Menyendiri adalah meditasi untuk memperbaiki diri.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eMenyendri adalah keharusan ketika kita mulai jenuh dengan keadaan, saatnya melakukan intropeksi diri, merenungi hidup, meminta petunjuk kepada pemilik semesta.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSatu hal yang perlu diingat, dilarang keras menyendiri terlalu lama, nanti kita akan hilang dari peredaran dan akan dicoret dari daftar teman.\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e#Kuta Lawah, 06 Oktober 2016.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/7796304127543402525/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2016/10/sendiri-kita-punya-kesenangan-yang.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/7796304127543402525"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/7796304127543402525"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2016/10/sendiri-kita-punya-kesenangan-yang.html","title":"Sendiri, Kita Punya Kesenangan yang Berbeda"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://3.bp.blogspot.com/-ATnllgVpktM/V_X7ruEa8zI/AAAAAAAAAJg/QP0dzJr6zWMC1X-acWF9V-n7XnFLdRq-ACLcB/s72-c/1380184_4819556346991_766409227_n.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-8276664203359155929"},"published":{"$t":"2015-10-31T14:32:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2015-10-31T14:32:35.627+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kekayaan Alam"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Rekreasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Traveling"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Budaya"}],"title":{"type":"text","$t":"Menikmati Wisata dan Sejarah Tanjung Atadei "},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-Uh15DoyGJ38/VZoqWBRMnlI/AAAAAAAAAMM/lNCKsM5fRXQ/s1600/5.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Kabupaten Lembata\" border\u003d\"0\" height\u003d\"356\" src\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-Uh15DoyGJ38/VZoqWBRMnlI/AAAAAAAAAMM/lNCKsM5fRXQ/s640/5.JPG\" title\u003d\"Tanjuang Atadei\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eTanjung Atadei menawarkan panorama alam yang menantang untuk orang-orang yang baru. Anda percaya?.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eAtadei\n sebagai salah satu kecamatan di Pulau Lembata yang berada di atas \ngunung tidak banyak dijumpai tempat wisata seperti daerah pesisir \nlainya. Siapa bilang? Ada objek wisata tersembunyi yang sangat \nmenakjubkan yaitu tanjung Atadei. Karena akses untuk menuju ke tempat \nini sangat sulit sehingga tidak banyak orang yang mengetahuinya bahkan \norang asli Lembata sendiri banyak yang hanya mendengar namanya saja. \nPadahal tempat ini menyimpan panorama alam yang sangat indah. Tidak \nhanya menawarkan panorama indah namun juga wisata sejarah yang sangat \nluar biasa.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eBiarpun\n kecamatan Atadei berada di atas gunung tapi ujung dari kecamatan ini \nberbatasan dengan laut. Membentuk sebuah tanjung yang masuk ke dalam \nsehingga masyarakat menyebutnya tanjung Atadei. Bahkan sejarah nama \nkecamatan Atadei sendiri diambil dari tempat ini. Mau tahu ceritanya?\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eKami\n pernah bertugas di desa Lerek Atadei sebagai guru selama 1 tahun. Rugi \nsekali rasanya sudah berada di Atadei tapi belum menikmati keindahan \ntempat yang aduhai dan bersejarah tersebut. Di akhir semester kami \nmengajak keluarga besar sekolah untuk melaksanakan tour edukasi di desa \nDulir yaitu desa tempat tanjung Atadei berada.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: right; margin-left: 1em; text-align: right;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-JeFCOt0PBa0/VZorK0umfYI/AAAAAAAAAMs/9_pCDadtXck/s1600/10.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"wisata NTT\" border\u003d\"0\" height\u003d\"178\" src\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-JeFCOt0PBa0/VZorK0umfYI/AAAAAAAAAMs/9_pCDadtXck/s320/10.JPG\" title\u003d\"Wisata Kabupaten Lembata\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003e[Batu Tengkorak]\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eDi\n tanjung Atadei ada banyak sekali yang bisa kita nikmati, mulai dari \npantainya yang indah dan bersih, pantai dengan bukit terjal dan hutan \npegunungan dan sangat cocok untuk area berkemah dan hiking. Di tempat \nini kita bisa menikmati aneka batu-batu unik tapi bukan batu akik namun \nbatu-batu besar yang menyerupai suatu bentuk. Misalnya ada batu yang \nmenyerupi tengkorak, menyerupai meja, kursi dan batu Atadei sendiri \nmenyerupai manusia. Batu-batu besar dengan tebing yang tinggi sepanjang \npantai membuat tantangan tersendiri bagi para pengunjung.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eTidak\n hanya itu, sepanjang perjalanan menuju tempat ini kita disuguhi oleh \nkeindahan alam pengunungan, bisa menikmati gunung Ile Warung dan Hobal. \nMenarik bukan? \u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e*****\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-tXe7mOv9UOU/VZoqjtXU4wI/AAAAAAAAAMU/57t8FBGY1BA/s1600/dgd.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"lembata NTT\" border\u003d\"0\" height\u003d\"363\" src\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-tXe7mOv9UOU/VZoqjtXU4wI/AAAAAAAAAMU/57t8FBGY1BA/s640/dgd.JPG\" title\u003d\"Sejarah batu Atadei\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\"\u003e[Batu Atadei]\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eKecamatan Atadei asal usulnya adalah dari batu Atadei. \u003ci\u003eAta\u003c/i\u003e artinya orang, \u003ci\u003eDei \u003c/i\u003eartinya\n berdiri. Jadi Atadei artinya orang berdiri. Sempat melakukan wawancara \ndengan tokoh adat merangkap kepala Desa Dulir tentang sejarah dan apa \nyang membuat tempat ini menjadi unik. Kira-kira begini ceritanya.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eNenek\n moyang mereka dulu pernah mengalami bencana air bah (tsunami), semua \npenduduk berlari menyelamatkan diri. Kepercayaan masyarakat pada masa \nitu adalah tidak boleh menoleh ke belakang karena akan beresiko sangat \nfatal. Jadi ada seorang wanita yang pada saat kejadian air bah \nmemaksakan diri menoleh ke belakang untuk melihat sanak saudaranya dan \nakhirnya kutukan itu terjadi pada wanita tersebut yaitu menjadi bantu, \nsehingga sekarang disebut batu Atadei.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eBatu\n ini adalah satu-satunya batu yang tetap berdiri kokoh ketika batu-batu \nlain jatuh dan terkisis oleh hempasan air laut. Batu Atadei menghadap ke\n laut dan menyerupai seorang perempuan yang berdiri. Batu Atadei \ndijadikan sebagai “petunjuk alam” bagi masyarakat setempat. Kepercayaan \nmasyarakat, jika batu itu mengeluarkan air dan basah maka menandakan \nmusim bagus atau musim hujan yang lama dan sangat baik untuk bercocok \ntanam di ladang, dan jika batu tidak mengeluarkan air dan batu tidak \nbasah maka pertanda akan terjadi musim kemarau yang berkepanjangan. \nSebuah kepercayaan turun temurun. Sebagai pendatang, kami menyebutnya \nBMKG ala desa Dulir karena batu ini yang memperkirakan cuaca dan musim.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eJika\n ingin berfoto, pengunjung jangan sekali-kali naik ke atas batu Atadei \ntersebut karena bagi masyarakat setempat tindakan tersebut adalah \npantangan. Namun cukup berfoto di samping batu itu saja.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-cJtpqGE27WM/VZoqx9WCYyI/AAAAAAAAAMc/tFRTNW_ly5E/s1600/TFDX.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Provinsi NTT\" border\u003d\"0\" height\u003d\"360\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-cJtpqGE27WM/VZoqx9WCYyI/AAAAAAAAAMc/tFRTNW_ly5E/s640/TFDX.JPG\" title\u003d\"Kabupaten Lembata\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\"\u003e[Gua Atadei]\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eTidak\n hanya batu atadei, ada juga gua Atadei yang memiliki sejarah unik. \nMenurut cerita, dulu begitu air bah datang masyarakat melarikan diri \nmelalui gua batu di pinggir pantai, berlari sepanjang gua dan akhirnya \nsampai ke atas bukit. Ada yang selamat dan banyak juga yang meninggal \nselama di dalam gua. Sampai sekarang, untuk masuk ke dalam gua tidak \nboleh sembarang orang, hanya orang tertentu dan harus dipandu oleh \npenjaga gua. Katanya di dalam gua itu ada sebuah kolam, airnya sangat \nbersih dan jernih. Pada saat itu kami tidak membawa senter jadi hanya \nmelihat-lihat sampai di tempat yang terang oleh cahaya matahari saja.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-1SDjVlYaLy8/VZoq9I7xjOI/AAAAAAAAAMk/Ns_LYAvPatM/s1600/sdfds.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Transportasi di NTT\" border\u003d\"0\" height\u003d\"225\" src\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-1SDjVlYaLy8/VZoq9I7xjOI/AAAAAAAAAMk/Ns_LYAvPatM/s320/sdfds.JPG\" title\u003d\"Transportasi di Lembata\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eUntuk\n menuju ke tanjung Atadei aksesnya sangat sulit. Tanjung Atadei terletak\n di deda Dulir, desa paling ujung dari Kecamatan Atadei namun letaknya \ndi pesisir. Dari Lewoleba kita harus naik oto selama kurang lebih 4 jam \nperjalanan menuju desa Lerek, lebih kurang 45 KM. Ongkosnya lumanyan \nmuruh yaitu Rp. 40.000,-/ orang. Oto adalah mobil truk yang disulap \nmenjadi angkutan penumpang. Waktu tempuh sangat lama dengan jarak yang \ntidak terlalu jauh ini disebabkan oleh jalan pegunungan yang kecil dan \nrusak parah. Oto inilah angkutan untuk menghubungkan seluruh jalan di \nKabupaten Lembata. Di lembata ada 2 terminal yaitu terminal untuk jalur \ntimur menuju Kedang kecamatan Buyasuri dan terminal Barat untuk jalur \ntengah yaitu menuju Atadei dan juga jalaur barat menuju Lamalera.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eSetelah\n sampai di Desa Lerek, turun dari oto dan melanjutkan perjalanan ke desa\n Dulir. Untuk menuju desa Dulir tidak bisa menggunakan oto karena tidak \ntersedia jalan di sana. Namun kita bisa menyewa ojek, dan harus \nmengelurkan kocek sekitar Rp. 70.000,- sekali jalan. Tidak ada ojek \nkhusus seperti di kota besar, siapa saja yang dilihat naik motor bisa \nlangsung distop dan minta tolong untuk mengantar ke desa Dulir. Selama \nnaik ojek harus banyak bersabar karena jalan setapak, perkebunan, \nhancur-hacuran yang akan kita lalui. Ojek di tempat ini sudah sangat \nmahir terlatih, tidak ada sertifikat tapi alam yang melatih mereka. Luar\n biasa. Dengan ojek kita cuma membutuhkan waktu selama kurang lebih 40 \nmenit untuk mencapai tempat tujuan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eSaat\n itu, kami menuju Desa Dulir tidak dengan ojek karena jumlah siswa yang \nkami bawa sangat banyak. Kami memilih jalan kaki selama 4 jam \nperjalanan. Sangat melelahkan tapi dengan berjalan kaki kami dapat \nmenikmati keidahan alam secara langsung. Sekalian melatih kekuatan \nberjalan kami.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-ct0OqDZrGWM/VZoraui528I/AAAAAAAAAM0/hil33BrPiGk/s1600/7.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Kecamatan Atadei\" border\u003d\"0\" height\u003d\"475\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-ct0OqDZrGWM/VZoraui528I/AAAAAAAAAM0/hil33BrPiGk/s640/7.JPG\" title\u003d\"Tanjaung Atadei\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eIni\n yang paling penting, begitu sampai di desa Dulir jangan lupa melapor \nkepada kepala \u0026nbsp;desa. Di sana tidak ada hotel atau sejenisnya yang ada \ncuma rumah warga. Untuk akomodasi selama di tanjung Atadei kita bisa \nnumpang bersama warga setempat. Mereka sangat senang menerima tamu juga \nsangat ramah.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eDisarankan\n sebelum mengunjungi tempat ini kita harus terlebih dahulu mencari \npemandu, ada orang yang memfasilitasi dari pertama kali berangkat sampai\n ke tempat tujuan. Selama berada di tanjung Atadei kita sebagai \npengunjung tidak akan dibiarkan untuk menikmati kehindahan alam tanpa \ndipandu oleh masyarakat setempat karena tempat ini sangat bahaya bagi \norang baru yang tidak mengetahui adat-istiadat di sana. Biasanya yang \nmenjadi pemandu adalah langsung kepala desa Dulir dan ditemani oleh \ntokoh-tokoh adat. Tidak hanya itu, anak-anak sekolah di sana juga akan \nmeramaikan wisata yang kita lakukan. Mereka sangat senang dengan para \npendatang.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eMengenai\n biaya selama di sana, tidak ada aturan khusus. Karena kita nginap dan \nmakan di rumah warga setempat maka tinggal dikondisikan dengan pihak \ndesa saja.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003ePokoknya tempat ini sangat asik. Indah dan \u0026nbsp;sangat menantang.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e#Darbe. 5 Juli 2015.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/8276664203359155929/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2015/10/menikmati-wisata-dan-sejarah-tanjung.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/8276664203359155929"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/8276664203359155929"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2015/10/menikmati-wisata-dan-sejarah-tanjung.html","title":"Menikmati Wisata dan Sejarah Tanjung Atadei "}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://3.bp.blogspot.com/-Uh15DoyGJ38/VZoqWBRMnlI/AAAAAAAAAMM/lNCKsM5fRXQ/s72-c/5.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-291192588579637673"},"published":{"$t":"2015-10-31T14:29:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2015-10-31T14:29:40.701+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kekayaan Alam"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Hiburan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Rekreasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Traveling"}],"title":{"type":"text","$t":"Pesona Pantai Waijarang yang Tak Pernah Mati "},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-5rQzxcbr4cM/VZVsVdcmjlI/AAAAAAAAAKw/2TA_OrKRNWM/s1600/550743_548277208531911_569269837_n.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Kabupaten Lembata\" border\u003d\"0\" height\u003d\"480\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-5rQzxcbr4cM/VZVsVdcmjlI/AAAAAAAAAKw/2TA_OrKRNWM/s640/550743_548277208531911_569269837_n.jpg\" title\u003d\"Pantai Waijarang\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\"\u003e[Ceria di Pantai Waijarang, Lembata, NTT]\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003ePertama\n kali tiba di pulau Lembata, badan lelah, pikiran tidak karuan setelah \nseharian berada di dalam kapal Bukit Siguntang. Besoknya kami diajak \nuntuk berekreasi ke pantai Waijarang. Pantai ini adalah tempat wisata \npaling dekat dengan kota Lewoleba. Kata masyarakat setempat, rekreasi ke\n pantai Waijarang merupakan perkenalan awal kami selama satu tahun ke \ndepan di pulau Lembata.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003ePantai\n Waijarang terletak di Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, merupakan \npantai dengan panorama yang indah. Pasir putih yang terbentang luas \ndihiasi riakan ombak yang agak keras memecah bibir pantai menjadi obyek \ntersendiri. Di pantai Waijarang para pengunjung dapat menikmati wisata \npantai seperti ski air, berenang, berjemur, camping, volly pantai, bola \nkaki dan hiking. Penduduk Waijarang juga sering mengadakan \natraksi-atraksi budaya untuk menghibur para pengunjung.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-wvwDKt_IjNU/VZVtTZilHpI/AAAAAAAAAK8/ODvqipUFFz8/s1600/100_1903.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Lembata NTT\" border\u003d\"0\" height\u003d\"480\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-wvwDKt_IjNU/VZVtTZilHpI/AAAAAAAAAK8/ODvqipUFFz8/s640/100_1903.JPG\" title\u003d\"Bukit Pantai Waijarang\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\"\u003e[Menatap Senja di Bukit Waijarang]\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eTidak\n hanya itu, keindahan panorama pantai didukung dengan pemandangan \nbukit-bukit yang indah dan selat Boleng yang membatasi dua pulau yaitu \nLembata dan Adonara. Hutan bakau juga menyajikan pesona hijau yang \nserasi dengan laut biru. Letaknya yang strategis menjadikan pantai \nWaijarang menjadi salah satu unggulan di Pulau ini.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003ePantai\n Waijarang berhadapan langsung dengan Pulau Adonara, dibatasi lautan \ndengan pemandangan indah, merupakan salah satu alternatif wisata pantai \nterbaik di Lembata. Jaraknya relatif dekat dari Kota Lewoleba ke arah \nbarat sekitar sepuluh kilometer dengan kondisi jalan aspal. Meskipun \nsebagiannya sudah berlubang, tetapi bisa ditempuh sekitar 25-30 menit \nmenggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Keindahan pantai Pasir \nPutih, laut yang bersih dan ombak pantai relatif keras menjadikan tempat\n ini diminati pengunjung.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eTidak\n hanya bisa menikmati keindahan pantai, dengan berjalan satu kilometer \ndari pantai Waijarang kita bisa menikmati gugusan pulau-pulau dari atas \nbukit Waijarang, keindahan pulau Adonara dengan gunung Bolengnya, Alor \ndan gunung Ile Ape, dari atas bukit ini kita juga bisa menikmati \nhamparan perahu-perahu nelayan, semua panorama ini menjadi daya tarik \nluar biasa untuk kenikmatan mata memandang.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e#Darbe. 2 Juli 2015\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/291192588579637673/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2015/10/pesona-pantai-waijarang-yang-tak-pernah.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/291192588579637673"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/291192588579637673"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2015/10/pesona-pantai-waijarang-yang-tak-pernah.html","title":"Pesona Pantai Waijarang yang Tak Pernah Mati "}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://2.bp.blogspot.com/-5rQzxcbr4cM/VZVsVdcmjlI/AAAAAAAAAKw/2TA_OrKRNWM/s72-c/550743_548277208531911_569269837_n.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-6534440848792574885"},"published":{"$t":"2015-10-31T14:28:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2015-11-08T15:38:35.361+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kekayaan Alam"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Rekreasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Traveling"}],"title":{"type":"text","$t":"Pantai Bean, Duplikat Keindahan Phuket"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-LuELAJfYPFg/VZMaMF8MTAI/AAAAAAAAAGM/sbAo_EHbBhs/s1600/1003664_4981828432704_708613346_n.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Wisata Lembata\" border\u003d\"0\" height\u003d\"480\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-LuELAJfYPFg/VZMaMF8MTAI/AAAAAAAAAGM/sbAo_EHbBhs/s640/1003664_4981828432704_708613346_n.jpg\" title\u003d\"Pantai Bean\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\"\u003e[Pantai Bean, Lembata, NTT]\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eJangan\n ngaku sudah pernah pergi ke Lembata kalau belum berenang di pantai \nBean. Begitu ungkapan masyarakat sekitar untuk memprovokasi orang yang \nbaru mendatangi Pulau Lembata. Siapa sangka di ujung tandusnya Lembata, \npulau seribu pesona ini menyimpan sejuta panorama indah, rasa penasaran \nmengantarkan saya untuk mengunjungi pantai yang disebut-sebut \nmengalahkan pantai Phuket Thailand sekalipun.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKeindahan\n panorama pantai dengan hamparan pasir putih serta hempasan ombak yang \ncukup besar, serta tebing dan gua alam. Pantai Bean merupakan pantai \npasir putih yang unik dengan pasir putih dalam bentuk kristal-kristal \nhalus yang membentang dari barat ke timur sejauh kurang lebih 5 KM \ndengan ombak laut yang bergulung terus menerus dan pecah secara teratur.\n Indah sekali.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/-esVhddEmDqQ/VZl2zDOPOQI/AAAAAAAAALk/T1eFd2qqnCA/s1600/IMG_5045.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Pulau Lembata\" border\u003d\"0\" height\u003d\"480\" src\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/-esVhddEmDqQ/VZl2zDOPOQI/AAAAAAAAALk/T1eFd2qqnCA/s640/IMG_5045.JPG\" title\u003d\"Pantai Bean Lembata\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\"\u003e[Berenang di Pantai Bean]\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003ePantai dengan \nkondisi seperti ini sangat cocok untuk berselancar dan surfing. \nPantainya cukup landai dan aman bagi pengunjung yang ingin berekreasi di\n pantai. Di pantai ini juga memiliki tebing yang cukup menarik untuk \nkegiatan wisata panjat tebing.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003ePantai\n Bean terletak di ujung Pulau Lembata yang berhadapan langsung dengan \nPulau Alor. Terletak di Desa Bean Kecamatan Buyasuri dengan jarak tempuh\n 82 KM dari pusat Kota Lewoleba, untuk menuju ke lokasi tersebut dapat \nditempuh dengan angkutan darat.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-qMKCafTIVrQ/VZl35iFicKI/AAAAAAAAALs/sCPkrW1c9BU/s1600/SAM_4862.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Kabupaten Lembata\" border\u003d\"0\" height\u003d\"480\" src\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-qMKCafTIVrQ/VZl35iFicKI/AAAAAAAAALs/sCPkrW1c9BU/s640/SAM_4862.JPG\" title\u003d\"Pantai Bean Kedang\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\"\u003e[Menatap Pantai Bean dari Ketinggian]\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eJangan\n berpikir di seputaran pantai ini ada pasar ataupun hotel. Untuk sinyal \ndan listrik saja masi sangat minim. Biarpun tidak ada penginapan khusus,\n pihak desa setempat akan mengusahakan \u003ci\u003ehomestay \u003c/i\u003euntuk para \npengunjung. Boleh juga membawa perlengkapan kemah sendiri dan bekal \nseadanya, mengenai makanan ringan kita bisa membelinya di kios-kios \nwarga sekitar atau bisa juga membelinya di pusat kecamatan tapi kalau di\n pusat kecamatan lumanyan jauh dan menguras banyak tenaga.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eUntuk masyarakat sekitar jangan khawatir, mereka sangat \u003ci\u003ewelcome\u003c/i\u003e\n dengan tamu apalagi tamu yang berasal dari luar pulau Lembata. Bagi \nmereka, dengan semakin banyak tamu yang datang maka secara tidak \nlangsung pariwisata di desa mereka mulai dikenal orang luar dan \nkedepannya sangat bagus untuk prospek ekonomi masyarakat.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-PGvZyv_ezng/VZl366wRFkI/AAAAAAAAAL4/d34Ro7gqUwo/s1600/SAM_5102.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Wisata di NTT\" border\u003d\"0\" height\u003d\"480\" src\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/-PGvZyv_ezng/VZl366wRFkI/AAAAAAAAAL4/d34Ro7gqUwo/s640/SAM_5102.JPG\" title\u003d\"Pantai di Lembata\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\"\u003e[Berpose bersama di Pantai Bean]\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eAkses menuju pantai Bean memang harus \nmenguji adrenalin, dari pusat kota Lewoleba menuju Kedang selanjutnya \nmelewati beberapa desa menuju pantai Bean. Setelah sampai di desa \nPanama, membutuhkan waktu lebih kurang 40 menit untuk menuju ke Desa \nBean dengan jalan yang lumayan buruk, berlobang, berbatu dan dengan \nkecuraman yang lumayan menggoda. Jika menggunakan sepeda motor dan \nberhasil melewati semua tantangan selama di jalan maka selamat anda \nadalah pengendara yang hebat.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: right;\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBerapa\n biaya masuk ke pantai Bean? Gratis. Pariwisata pantai Bean belum \ndikelola dengan baik oleh pemerintah sehingga banyak wisatawan yang \ntidak mengetahui keberadaanya. Biarpun demikian, bagi para wisatawan \nyang ingin menikmati keindahan pantai Bean tidak akan menjadi masalah. \nBiarpun gratis, tidak salah juga bagi pengunjung untuk menyumbang \nalakadarnya kepada pihak desa setempat supaya mereka bisa menggunakan \ndana dari pengunjung untuk pengelolaan pantai yang lebih baik \nkedepannya. [DR]\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eIngat, pantai Bean itu indah sekali.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e#Darbe, 30 Juni 2015\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/6534440848792574885/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2015/10/pantai-bean-duplikat-keindahan-phuket.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/6534440848792574885"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/6534440848792574885"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2015/10/pantai-bean-duplikat-keindahan-phuket.html","title":"Pantai Bean, Duplikat Keindahan Phuket"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://2.bp.blogspot.com/-LuELAJfYPFg/VZMaMF8MTAI/AAAAAAAAAGM/sbAo_EHbBhs/s72-c/1003664_4981828432704_708613346_n.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-3281095406247615108"},"published":{"$t":"2015-10-30T23:44:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2015-10-30T23:44:58.785+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Rekreasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Traveling"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Budaya"}],"title":{"type":"text","$t":"Kopelma, Simpang Mesra, dan Tugu Pena "},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-zzZhx2vSmn8/VR5Sazvtu-I/AAAAAAAABhI/54Letowx-18/s1600/tulisan%2Bsoekarno%2B11.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" height\u003d\"170\" src\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-zzZhx2vSmn8/VR5Sazvtu-I/AAAAAAAABhI/54Letowx-18/s1600/tulisan%2Bsoekarno%2B11.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ci\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/i\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003ci\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\"Tekad bulat melahirkan perbuatan yang nyata,\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/i\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003ci\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eDarussalam menuju kepada pelaksanaan cita-cita\"\u003c/span\u003e\u003c/i\u003e\u003c/div\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eSebuah\n tulisan tangan yang kemudian dipercantik dengan tinta emas terpampang \nindah di sebuah tugu yang berada di kota pelajar mahasiswa (Kopelma) \nyang terletak di Darussalam Kota Banda Aceh. Merupakan sebuah komplek \nyang dijuluki dengan \u003ci\u003eJantong hate rakyat Aceh\u003c/i\u003e, memiliki dua \nperguruan tinggi besar yaitu Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar-Raniry. \nLahirnya Kopelma Darussalam merupakan wujud nyata bagi perkembangan \npendidikan di Aceh, sebagaimana tulisan tangan Soekarno yang terpampang \nsampai sekarang di tugu Darussalam tersebut.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-2BnVRj2VWes/VR5SaiOo_xI/AAAAAAAABhE/uXueOAqQ7uY/s1600/Darussalam_monument_located_at_Syiah_Kuala_University.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" height\u003d\"242\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-2BnVRj2VWes/VR5SaiOo_xI/AAAAAAAABhE/uXueOAqQ7uY/s1600/Darussalam_monument_located_at_Syiah_Kuala_University.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eKopelma\n memiliki sejarah panjang sebelum dan sesudah tempat ini ada, banyak \nduka dan suka didalamnya. Aceh hari ini adalah hadiah dari Kopelma, \ntanpa adanya kopelma kita tidak bisa menebak bagaimana Aceh sekarang \nterutama pendidikannya. Dari kopelma inilah banyak melahirkan \norang-orang hebat sekelas nasional maupun Internasional. Kita patut \nberterimasih kepada Soekarno, kepada para pendahulu dan pejuang yang \ntelah melahirkan Kopelma dengan dua kampus megahnya.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eKopelma\n memiliki aktivitas sangat sibuk setiap harinya, ribuah mahasiswa dan \npelajar juga sejuta aktivitas didalamnya. Mahasiswa di kopelma ini \nberasal dari berbagai daerah di Aceh, luar Aceh bahkan banyak juga \nberasal dari luar negri. Mereka tinggal diberbagai tempat di Banda Aceh \ntidak hanya di seputaran Darussalam saja sehingga jalanan menuju \nDarussalam akan sangat padat pada pagi dan sore hari.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eUntuk\n menuju Kopelma harus melewati Simpang Mesra, tidak ada referensi pasti \nasal mula penamaan Simpang Mesra tersebut. Simpang Mesra ini merupakan \npertigaan yang membagi jalan Tengku Nyak Arief menjadi dua, kalau kita \nlihat dari pusat kota yang ke kiri menuju arah Krueng Raya, dan yang ke \nkanan menuju Kopelma Darussalam. Awal mula kuliah dulu pernah bertanya \nkepada seorang senior di kampus perihal kenapa dinamakan Simpang Mesra? \nApakah banyak orang bermesraan ditempat itu? Senior ini bercerita, para \nmahasiswa tempo dulu sangat sedikit yang memilki sepeda motor sehingga \nsemua aktivitas terutama berangkat ke kampus harus menggunakan robur. \nRobur pada saat itu merupakan alat transportasi yang sangat dicintai \noleh para mahasiswa, disamping harganya murah banyak kesan dan keasikan \nsendiri didalamnya.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: right; margin-left: 1em; text-align: right;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-Gd-ljrII26Y/VR5UDGf1GhI/AAAAAAAABhg/8naB5auKLU0/s1600/5dff8baa168d3ce40402ce9a5ca54093.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" height\u003d\"194\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-Gd-ljrII26Y/VR5UDGf1GhI/AAAAAAAABhg/8naB5auKLU0/s1600/5dff8baa168d3ce40402ce9a5ca54093.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003ebahance.net\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eRobur\n sangat disiplin terhadap waktu sehingga dia selalu melaju dengan \nkecepatan tinggi. Dan robur tidak pernah sepi dari penumpang, penumpang \nyang tidak mendapatkan tempat duduk harus rela berdiri berdesak-desakan.\n Setiap kali robur tiba di persimpangan tugu pena dengan tikungan 95 \nderajat, abang sopir tidak pernah mengurangi kecepatan, sehingga badan \nrobur menjadi goyong miring ke kanan, dan para penumpang tiba-tiba \nterhimpit akibat terkena gaya sentripetal dari perubahan arah robur, \nkira-kira konsep fisikanya begitu. Momen seperti inilah yang selalu \nditunggu-tunggu oleh para mahasiswa, karena saat robur membelok dengan \nkencang para penumpang akan berteriak \"Mess.rraaa...mesra....mesra..!\". \nDan dari kebiasaan itulah nama \"Simpang Mesra\" tercipta. Menurut cerita \nlain, orang pertama yang meneriakan “mesra” adalah para kernet robur \nuntuk menghibur para penumpang yang kepanasan dan berdesak-desakan \nsehingga lambat laun diikuti oleh para penumpang lain. Tapi informasi \nini hanyalah cerita dari mulut ke mulut belum ditemukan informasi resmi \nasal mula penamaan Simpang Mesra tersebut.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/--LiTOETJsMo/VR5SmM4aqgI/AAAAAAAABhU/xMjIWduQPpI/s1600/48926058.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" height\u003d\"199\" src\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/--LiTOETJsMo/VR5SmM4aqgI/AAAAAAAABhU/xMjIWduQPpI/s1600/48926058.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eTugu\n pena terletak di Simpang Mesra, pas di lintasan masuk menuju ke Kopelma\n Darusaalam. Bentuknya memiliki keunikan tersendiri, mulai dari bagian \ndasar hingga pada bagian puncak yang menyerupai sebuah ujung pena, oleh \nkarena itulah tugu ini disebut dengan nama Tugu Pena, namun nama aslinya\n adalah tugu “Tentara Pelajar”. Tugu ini dibangun untuk mengingatkan \ngenerasi muda akan sepak terjang para pelajar Aceh pada masa perjuangan \nmelawan penjajah dulunya. Kalau diperhatikan, tugu ini berbentuk pena \ndengan matanya mengarah ke langit dan dibawahnya penuh dengan efek api \nyang menggambarkan semangat belajar yang tinggi. Sesuai dengan tulisan \npesan dibawahnya \"\u003ci\u003eBelajar Sambil Berjuang dan Berjuang Sambil Belajar\u003c/i\u003e\".\n Tugu ini sarat akan makna perjuangan dan belajar sepanjang hayat, \nkapanpun, dimanapun dan dalam keadaan apapun. Semangat luar biasa pesan \ndi tugu ini sehingga sangat cocok sebagai pemompa semangat kepada para \nmahasiswa dan pelajar yang akan menuju ke Kopelma Darussalam. Bukankah \nbelajar juga bagian dari sebuah perjuangan? Perjuangan untuk sukses, \nuntuk membanggakan orang tua. Perjuangan untuk orang banyak, perjuangan \nuntuk agama dan perjuangan untuk bangsa tercinta.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003eBelum\n sempurna gelar sarjana kalau tidak foto di depan robur, tugu kopelma \ndan tugu pena. Tiga hal ini tidak bisa terlepas dari perjuangan para \nmahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana. Transportasi ke tempat \nbelajar, penyemangat untuk terus belajar dan tempat belajar.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e#Darbe. Banda Aceh, 3 April 2015.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/3281095406247615108/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2015/10/kopelma-simpang-mesra-dan-tugu-pena.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/3281095406247615108"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/3281095406247615108"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2015/10/kopelma-simpang-mesra-dan-tugu-pena.html","title":"Kopelma, Simpang Mesra, dan Tugu Pena "}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://4.bp.blogspot.com/-zzZhx2vSmn8/VR5Sazvtu-I/AAAAAAAABhI/54Letowx-18/s72-c/tulisan%2Bsoekarno%2B11.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-3390956713727267745"},"published":{"$t":"2015-10-30T22:37:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2015-10-30T23:11:38.020+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kekayaan Alam"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seni"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Rekreasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Traveling"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Budaya"}],"title":{"type":"text","$t":"Wisata Hati Sendirian"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;\"\u003eKita\n sering melihat orang Barat kalau jalan-jalan mengunjungi tempat wisata \nsering sendiri, berbeda dengan orang Asia kebanyakan khususnya orang \nIndonesia. Tahu kenapa? aku juga tidak tahu. Karena ketidak tahuan \ninilah membuat aku termotivasi untuk\u0026nbsp; mencari tahu: apa sih enaknya \njalan sendirian tanpa ada yang menemani?. Aku mencoba untuk melakukan \npenelitian dengan mengunjugi beberapa objek wisata dan tempat-tempat \nkeramaian yang ada di Banda Aceh.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;\"\u003e\u003cbr /\u003eLangkah\n itu dimulai pada jam 08.30 WIB. Tempat pertama yang aku kunjungi adalah\n Perpustakaan Wilayah Aceh di Lamyong. Ya. Seperti layaknya sebuah \npustaka memang selalu disesaki oleh pengunjung dan pengunjung paling \nbanyak adalah mahasiswa. Kesibukannya pun macam-macam: ada yang baca \nbuku, cari-cari buku, bahkan ada juga yang pacaran. Pustaka memang \ntempat pacaran paling keren, pacaran ala intelek katanya. Sebenarnya \ntujuan ke pustaka ini untuk membuat kartu anggota pustaka yang baru \nberhubung kartu lamaku tidak berlaku lagi karena faktor X. Antrian \npanjang di bagian andministrasi membuat aku enggan untuk berpartisipasi \nbersama para orang sabar itu. Mengantri merupakan pekerjaan yang kurang \naku sukai kecuali kalau itu sangat penting dan mendesak. Disini aku \nlebih memilih memantau ala anak kampung yang baru tiba di kota, \nsangak-sangak. Ehh.. rupanya ketemu sama adek leting. Yah, biasalah lama\n tidak ketemu: nanyain kabar, cerita-cerita, ehh ujung-ujungnya; Bang \nmintak judul skripsi dong?. Memang dilema mahasiswa tingkat akhir kalau \nketemu siapa aja apa lagi seniornya, basa-basi dikit, tetap \nujung-ujungnya mintak judul skripsi. Untung aku masih banyak stok, \nmasing-masing mereka dapat satu judul. Diterima-tidaknya judul itu bekan\n urusanku itu adalah derita mereka.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: right;\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: left;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/--b8hEm5RAHY/UoImxO7pJwI/AAAAAAAAAYI/JgeI0Mg81AQ/s1600/DSC04582.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" height\u003d\"190\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/--b8hEm5RAHY/UoImxO7pJwI/AAAAAAAAAYI/JgeI0Mg81AQ/s320/DSC04582.JPG\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;\"\u003e\u003cspan id\u003d\"goog_1766915861\"\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan id\u003d\"goog_1766915862\"\u003e\u003c/span\u003ePerjalanan\n dilanjutkan menuju Mesium Tsunami. Mau tahu bagai mana dahsyatnya air \nbah di Aceh delapan tahun silam?. Inilah tempatnya. Barang-barang \npeninggalan tsunami lengkap disini. Aku cuma lihat-lihat aja dan tidak \nmau berlama-lama karena aku sudah pernah mengunjungi tempat ini. tempat \nyang paling aku suku adalah lorong tsunami. Gelap, riuh, apa lagi ada \nsetikit percikan air; wah..rasanya romantis banget kalau perginya sama \ncewek tapi sayang, aku perginya sendiri. Semua kamar dan lorong aku \njelajahi sampai tidak ada yang tersisa, samapai ke kamar mandinya \nsekalian kecuali kamar mandi perempuan. Setiba di ruangan simulasi, \npengen banget nyobain alat simulasi gempa sekalian tanya-tanya tapi \npenjanganya tidak ada. Aku berpikir positif aja mungkin penjangnya lagi \nke kamar mandi, ehh tapi kok ngak ketemu tadi yaa. Nah, parkiran. Ini \nyang menjadi sorotanku di Mesium ini; papan pemberitahuan harga parkir \nuntuk kendaraan roda dua dan empat pada bagian angkanya dihapus (bukan \nterhapus). Setahuku harga parkiran untuk roda dua di Banda Aceh Rp. \n1000,- dan Rp. 2000;- untuk roda empat tapi kenapa abang\u0026nbsp; parkir itu \nmintaknya Rp. 2000,- ?. Sebernarnya tidak masalah bagiku tapi ini sudah \nketerlaluan bertentangan dengan qanun yang dibuat dengan susah payah. \nKadang-kadang sampai lempar bangku mereka di DPR berdebat tentang harga \nparkir ini.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;\"\u003e\u003cbr /\u003eDi\n seberang jalan, mataku tertuju pada tanah luas yang pernah \ndipersengketakan oleh Pemerintah Aceh dan Kodam Iskandar Muda tempo \nhari. Tanah luas tempat bermain, olah raga, berwisata dan tempat \nkeramaian. Tanah itu bernama Blang padang. Ada pemandangngan lain di \nsebelah baratnya. Sebuah pesawat yang menjulang tinggi, gagahnya minta \nampun. Pesawat yang tinggal kerangka itu adalah pesawat pertama\u0026nbsp; Bangsa \nIndonesia. Ya, sumbangan dari masyarakat Aceh dulu. Aku sempatkan untuk \nmasuk dan melihat bangkai pesawat dari dekat. Keren juga pesawat ini \nrupanya. \u003ci\u003eAta awak kamoee sedekah jameun.\u003c/i\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: right;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-uUuLoNUtCMY/UoIoqd0e1II/AAAAAAAAAYg/rI2Z0prchi0/s1600/DSC04595.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" height\u003d\"179\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/-uUuLoNUtCMY/UoIoqd0e1II/AAAAAAAAAYg/rI2Z0prchi0/s320/DSC04595.JPG\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;\"\u003eSelanjutnya\n menuju Mesium Kapal Apung, saksi bisu tsunami. Satu tahun aku tidak \nmengunjunginya. Waoee, rupanya sudah berubah 180 derajad. Kapal ini \nsekarang sudah terlihat keren, tempatnya sudah ditata dengan rapi nan \nindah apa lagi ditambah dengan jembatan yang terhubung ke seluruh area \ntaman. Sampai ditempat ini sudah mulai siang. Teriknya matahari membuat \nwisatuku disini tidak terlalu lama: keliling-keliling, lihat kiri kanan,\n bayar parkir dan langsung kabur.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;\"\u003e\u003cbr /\u003eSaatnya ke Mesjid Baiturrahman. \u003ci\u003eJak barang kaho jeut, pubuet barang kapue jeut, nyang penteng sembahiang bek tinggai\u003c/i\u003e.\n Menjelang Sholat Zuhur Mesjid kebanggaan masyarakat Aceh ini di padati \noleh pengunjung. Aku tidak tahu apakah semua orang yang berada di \nperkarangan Mesjid ini akan melaksanakan Sholat disini atau tidak, \nmudah-mudahan mereka juga Sholat. Setelah Sholat, aku sempatkan untuk \nfoto-foto sejenak supaya ada bukti kalau aku sudah pernah ke Mesjid raya\n Baiturrahman. Jangan ngaku sudah ke Banda Aceh kalau belum foto \ndimesjid ini.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;\"\u003e\u003cbr /\u003eTidak\n jauh dari Mesjid, toko buku Zikra adalah sasaran berikutnya. Awalnya \ntidak ada niat sedikitpun untuk mampir ke toko ini. Penasaran dengan \ntampilan baru dan megahnya bangunannya membuatku untuk mampir. Dalam \nhati aku berucap: sudah ada toko buku sekelas Gramedia di Banda Aceh, \nini bakalan asik pasti banyak buku-buku updatean terbaru. \nKeliling-keling dan sangak-sangak langtai satu, dua dan tiga, rupaya \nbanyak buku-buku yang bagus. Ada sekolah rimba, buku yang digarap oleh \nButen Manurung, buku ini menjadi perhatianku. Biarpun terbitnya sudah \nlama tapi aku belum baca. Ingin sekali mengambil dan menyerahkannya ke \nkasir, tapi apa hendak dikata \u003ci\u003eGusti Ngurah Ray\u003c/i\u003e cuma satu lembar di dompetku. Kapan-kapan aja ya. Heheh\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;\"\u003e\u003cbr /\u003eSepertinya\n lagu di laptop sudah setahun tidak pernah update dan juga sudah lama \ntidak nonton film terbaru. Masuk ke toko Insert. Wiihhh, sejuknya. Udara\n dalam toko ini membuat aku pengen ngak keluar-keluar. Sejuknya bukan \nmain gak seperti diluar, panasnya mintak ampun. Aku lumanyan lama berada\n dalam toko ini. Pura-puranya asik milih kaset yang bagus, gayanya mau \nbeli padahal keasikan ngobrol sama cewek-cwek disana, sama anak remaja \nyang masi unyu-unyu. Alay banget pokoknya. Aku digodain lho. hehe [Darbe]\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-size: small;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-size: small;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Verdana, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/3390956713727267745/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2015/10/wisata-hati-sendirian.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/3390956713727267745"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/3390956713727267745"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2015/10/wisata-hati-sendirian.html","title":"Wisata Hati Sendirian"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://2.bp.blogspot.com/--b8hEm5RAHY/UoImxO7pJwI/AAAAAAAAAYI/JgeI0Mg81AQ/s72-c/DSC04582.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});