gdata.io.handleScriptLoaded({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332"},"updated":{"$t":"2023-08-04T05:59:23.660+07:00"},"category":[{"term":"Fiksi"},{"term":"Kuliner"},{"term":"Politik"},{"term":"Tips"},{"term":"Guru Penggerak"},{"term":"Lifestyle"},{"term":"Life Story"},{"term":"Hiburan"},{"term":"Olahraga"},{"term":"Headline"},{"term":"Edukasi"},{"term":"GGD Sintang"},{"term":"Catatan"},{"term":"Rekreasi"},{"term":"Opini"},{"term":"Kekayaan Alam"},{"term":"Seni"},{"term":"Buku"},{"term":"Traveling"},{"term":"Budaya"},{"term":"SM3T"}],"title":{"type":"text","$t":"Darman Reubee"},"subtitle":{"type":"html","$t":"darman reubee,traveling,kuliner,sharing,tips,life story,SM3T,GGD, Guru,cerpen,Travel,pendidikan Indonesia,cerita"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/-/Opini?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d8"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/-/Opini?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d8"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://www.darmanreubee.com/search/label/Opini"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/-/Opini/-/Opini?alt\u003djson-in-script\u0026start-index\u003d9\u0026max-results\u003d8"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"https://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"41"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"8"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-4905157283730981662"},"published":{"$t":"2017-12-10T11:19:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2017-12-11T05:55:38.023+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Life Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Catatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lifestyle"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Olahraga"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tips"}],"title":{"type":"text","$t":"Anak dengan Kecerdasan Kinestetik"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: left; margin-right: 1em; text-align: left;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/--KvhLJwkjbU/Wiy1V07J6oI/AAAAAAAAAQw/lAh1jGrE92Ek5THNQ7lqOe5Om7hoXD1hACLcBGAs/s1600/Pintu%2BKecerdasan%2BKinestesis.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Kecerdasan Kinestetik\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/--KvhLJwkjbU/Wiy1V07J6oI/AAAAAAAAAQw/lAh1jGrE92Ek5THNQ7lqOe5Om7hoXD1hACLcBGAs/s320/Pintu%2BKecerdasan%2BKinestesis.jpg\" title\u003d\"Anak dengan Kecerdasan Kinestetik\" width\u003d\"320\"\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eSebelah Kiri:Okta Manasie\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eNamanya Ise, lengkapnya Okta Manasie, \u0026nbsp;anak yang lahir pada tanggal 16 Juni 2005, sekarang sudah berumur 12 tahun. Dia tercatat sebagai siswa kelas IV, dan dua kali tidak naik kelas. Ise dulunya lahir prematur, \u0026nbsp;usia kandungan ibunya tujuh bulan dan lahir dengan bobot 1 kg, kecil sekali saat itu, kata ayahnya.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDi sekolah, Ise sedikit usil namun dia tidak begitu nakal. Ise tidak membuat kegaduhan hanya saja gerak geriknya sedikit mengganggu mata yang melihat, dia tidak bisa duduk diam dan selalu ingin bergerak. Cuek dan tidak sedikitpun peduli dengan pelajaran yang diberikan guru di kelas, jangankan mencatat atau menjawab pertanyaan guru, memperhatikanpun tidak. Dia asyik memperhatikan pekerjaan teman-temannya di kelas. Saking kesalnya dengan tingkah Ise, mau rasanya melempar dia dari luar jendela. Saat jam istirahat dia lebih banyak bermain bahkan semua permainan mau diikutinya, sangat aktif dan selalu menjadi pemimpin pada setiap permainan.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBanyak orang pesimis dengan masa depan anak ini, termasuk orang tuanya sendiri, bagaimana tidak, sudah 12 tahun belum bisa membaca dan akan terancam tidak naik ke kelas V. Saya beranggapan sebaliknya, anak ini adalah mutiara, suatu saat nanti Ise akan menjadi orang hebat, hebat pada bakatnya sendiri. Bukankah Isaac Newton juga mengalami kondisi seperti Ise?.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eIse adalah anak yang masuk dalam kategori kebutuhan khusus, dia harus dididik secara khusus pula. Di kelas, dia boleh tidak dijadikan pusat perhatian dan seyogyanya guru fokus pada siswa yang lain. Biarlah Ise menjadi pelengkap dan penghibur, namun di luar kelas dia harus menjadi pusat perhatian.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSetelah mengamati aktivitas Ise di sekolah dan di luar sekolah, saya mulai menemukan pintu kecerdasan dia, rupanya kecerdasannya adalah kinestetik (gerak). Setiap sore saya mengajak Ise bermain di rumah, sekedar santai-santai, memancing di sungai dan berkeliling Desa. Aktivitas-aktivitas psikomotorik ini saya selipkan dengan membaca dan berhitung. Kemanapun kami pergi, buku bacaan selalu dibawanya. Saya melihat perkembangan luar biasa, meskipun belum bisa membaca dan berhitung setidaknya Ise sudah punya modal besar yaitu kemauan untuk belajar. Catatan yang perlu diperhatikan dalam menangani Ise yaitu jangan pernah dipaksa, jangan biarkan dia jenuh dan beri kesempatan tubuhnya tetap bergerak.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKasus seperti Ise hanya ada satu-satunya di \u003ca href\u003d\"http://www.darmanreubee.com/2017/12/ini-sekolah-bukan-kandang-ayam.html\" target\u003d\"_blank\"\u003esekolah kami\u003c/a\u003e, saya mengambil peran untuk menanganinya. Biarpun saya belum cukup ilmu untuk menangani kasus seperti ini namun akan saya upayakan berbagai cara dan terus mempelajari berbagai metode dan ilmu yang menyangkut penanganan anak-anak yang berkebutuhan khusus,terutama anak seperi Ise.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eTarget saya, semester depan Ise harus bisa membaca dan berhitung dan naik ke kelas V. Insya Allah berhasil. Amin.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMerah Arai, 3 Desember 2017\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/4905157283730981662/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/anak-dengan-kecerdasan-kinestetik.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/4905157283730981662"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/4905157283730981662"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/anak-dengan-kecerdasan-kinestetik.html","title":"Anak dengan Kecerdasan Kinestetik"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://4.bp.blogspot.com/--KvhLJwkjbU/Wiy1V07J6oI/AAAAAAAAAQw/lAh1jGrE92Ek5THNQ7lqOe5Om7hoXD1hACLcBGAs/s72-c/Pintu%2BKecerdasan%2BKinestesis.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-1350233061453331345"},"published":{"$t":"2017-12-10T10:37:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2017-12-11T05:54:42.979+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Life Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lifestyle"}],"title":{"type":"text","$t":"Ini Sekolah Bukan Kandang Ayam"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://1.bp.blogspot.com/-ghGlovmDFDY/WiyqrBwPCII/AAAAAAAAAQU/wQeKvHN66Cg3X2T6_-a0sQofxx3SkhHzgCEwYBhgL/s1600/Ini%2BSekolah%2BBukan%2BKandang%2BAyam.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"SDN Sintang Kalbar\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"300\" src\u003d\"https://1.bp.blogspot.com/-ghGlovmDFDY/WiyqrBwPCII/AAAAAAAAAQU/wQeKvHN66Cg3X2T6_-a0sQofxx3SkhHzgCEwYBhgL/s400/Ini%2BSekolah%2BBukan%2BKandang%2BAyam.jpg\" title\u003d\"SDN 15 Merah Arai\" width\u003d\"400\"\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eSDN 15 Merah Arai Kab. Sintang, Kalbar\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBangunannya sudah tidak layak, berlantai tanah, beratap seng, dindingnya mulai lapuk, sepintas jika tidak ada papan nama sekolah orang akan menyebutnya kandang ayam. Namun percayalah, bangunan itu adalah tempat kami belajar, tempat kami mengukir masa depan, tempat anak-anak hebat calon pemimpin masa depan menimba ilmu.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSDN 15 \u003ca href\u003d\"http://www.darmanreubee.com/2017/11/ini-desaku-mana-desamu.html\" target\u003d\"_blank\"\u003eMerah Arai\u003c/a\u003e, didirikan pada tahun 1980. Sekolah inilah yang membuat masyarakat bisa menghitung berapa jumlah dan harga getah karet yang mereka dapat setiap bulannya. Sekolah inilah yang membuat masyarakat bisa membaca visi dan misi calon kepala daerah dan Presiden. Sekolah ini adalah harapan bagi masyarakat di \u003ca href\u003d\"http://www.darmanreubee.com/2017/11/ini-desaku-mana-desamu.html\" target\u003d\"_blank\"\u003edesa Merah Arai\u003c/a\u003e, harapan untuk hidup lebih baik.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSDN 15 Merah Arai memiliki siswa keseluruhan 99 orang. Sekolah induk berada di dusun Mawang Manis, pusat desa Merah Arai, memiliki 6 kelas dan 6 orang guru (3 PNS dan 3 honorer), sedangkan kelas jarak jauh berada di dusun Pintas, memiliki 3 kelas yaitu kelas I, II dan kelas III, hanya memiliki 1 orang guru (honorer). Gurunya mengajar dengan kelas rangkap dengan pola pagi sore.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSiswa di sekolah ini berasal dari 4 dusun yaitu Mawang Manis, Natai Bungkang, Pandau dan Pintas. Jarak dusun pandau ke sekolah 20 menit dengan berjalan kaki, sedangkan jarak dusun terjauh yaitu Pintas 90 menit. 40 persen siswanya berasal dari Pandau dan Pintas. Bayangkan, setiap harinya mereka menempuh perjalanan sejauh itu untuk menimba ilmu. Kasihan sekali anak-anak itu jika para guru tidak memberikan pelayanan yang prima dan pengajaran yang baik. Dosa besar rasanya.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKelas jarak jauh, baru didirikan pada tahun 2012. Jika tidak didirikan maka anak-anak di dusun tersebut tidak bisa sekolah. Seumuran anak kelas I sampai kelas III belum berani untuk datang ke sekolah induk dengan jarak 1.5 jam, orang tuanyapun tidak mau mengantar setiap harinya dengan kesibukan mencari rezeki di ladang dan kebun. Untuk mengatasi persoalan itu, maka didirikanlah kelas jarak jauh dengan berbagai kekurangannya. Setelah naik kelas IV barulah anak-anak di dusun Pintas belajarnya di sekolah induk. Jumlah mereka lumayan banyak, biasanya mereka pergi dan pulang sekolah bersama-sama. Rombongan Pintas menumpuh 70 menit ke dusun Pandau dan rombongan Pandau sudah menunggu dan mereka bersama-sama menuju sekolah induk dengan tambahan waktu 20 menit lagi. Bukankah seru sekali seperti ini?\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eJika banjir, biasanya anak-anak dari Pintas dan Pandau tidak bisa ke sekolah karena tidak bisa lewat. Jalan yang mereka lalui adalah sepanjang pinggir sungai. Jika melewati hutan, terlalu jauh dan banyak sungai-sungai kecil tanpa jembatan, mereka tidak akan mampu. Sekolah pasti kelihatan sepi tanpa anak-anak dari Pintas dan Pandau.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDi sekolah kami, anak-anaknya cantik dan ganteng, namun sayang mereka ke sekolah banyak yang tidak menggunakan sepatu, baju yang dipakaipun kumal dan ada robek-robeknya. \"Pakaian bukanlah kendala, tapi semangat belajarnya\" kata anak kelas VI serempak. Saya angkat topi, salut. \u003ci\u003eYou are kid jaman now\u003c/i\u003e.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: right; margin-left: 1em; text-align: right;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://1.bp.blogspot.com/-zWGTjngk4io/Wiyqr2z-dOI/AAAAAAAAAQU/DbZaCSrxwEoEAuhX9NJdgpPl8StJf1u_gCEwYBhgL/s1600/Ini%2BSekolah%2BBukan%2BKandang%2BAyam%2B2.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Mohon Bantuan fasilitas sekolah\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://1.bp.blogspot.com/-zWGTjngk4io/Wiyqr2z-dOI/AAAAAAAAAQU/DbZaCSrxwEoEAuhX9NJdgpPl8StJf1u_gCEwYBhgL/s320/Ini%2BSekolah%2BBukan%2BKandang%2BAyam%2B2.jpg\" title\u003d\"Fasilitas Sekolah SDN 15 Merah Arai\" width\u003d\"320\"\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003emengintip dunia\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eFasilitas bukanlah kendala untuk terus belajar. Panas seng dan uap dari tanah, kami anggap sejuk karena masih ada pendingin alam sepoi-sepoi yang keluar masuk dari lobang-lobang dinding. Kami dapat mengintip aktivitas belajar dari kelas lain. Jika ada anak yang sedang mengintip, begitu ditegur \"apa yang kamu lihat? \"saya melihat dunia tetangga pak, saya melihat Jakarta, ibu kota negara dan Pulau Sumatera\". Begitu cara mereka menghibur diri.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDi sini, saya belajar banyak, belajar dari anak-anak yang semangatnya dalam mencari ilmu melampaui semangat saya memberikan ilmu, saya tidak boleh kalah, setidaknya seimbang. Mereka bisa bahagia dengan kondisi seperti ini karena kebahagiaan bisa mereka ciptakan sendiri.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eTerkadang, untuk bisa bahagia kita tidak harus selalu melihat bentuknya, namun kita hanya perlu merasakan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMerah Arai,\u0026nbsp; 28 November 2017.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/1350233061453331345/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/ini-sekolah-bukan-kandang-ayam.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/1350233061453331345"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/1350233061453331345"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/ini-sekolah-bukan-kandang-ayam.html","title":"Ini Sekolah Bukan Kandang Ayam"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://1.bp.blogspot.com/-ghGlovmDFDY/WiyqrBwPCII/AAAAAAAAAQU/wQeKvHN66Cg3X2T6_-a0sQofxx3SkhHzgCEwYBhgL/s72-c/Ini%2BSekolah%2BBukan%2BKandang%2BAyam.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-8581054136236987005"},"published":{"$t":"2017-12-10T09:39:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2017-12-10T09:39:18.041+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Politik"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Menyiapkan Generasi Emas"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://2.bp.blogspot.com/-djFTYcMvNWk/Wiyd1REa4YI/AAAAAAAAAPw/7z3qY8izWogDjoIyavm61Y7b6T9Sk-jMgCLcBGAs/s1600/Menyeapkan%2BGenerasi%2BEmas.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Siswa Pedalaman Sintang\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"300\" src\u003d\"https://2.bp.blogspot.com/-djFTYcMvNWk/Wiyd1REa4YI/AAAAAAAAAPw/7z3qY8izWogDjoIyavm61Y7b6T9Sk-jMgCLcBGAs/s400/Menyeapkan%2BGenerasi%2BEmas.jpg\" title\u003d\"Generasi Emas Indonesia\" width\u003d\"400\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eGenerasi Emas dari SDN 15 Merah Arai\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eUlang tahun Indonesia emas pada tahun 2045 diharapkan bangsa ini akan lebih maju. Tidak lama lagi, 28 tahun dari sekarang. Butuh kerja keras dan kerja cerdas dari semua pihak untuk mewujudkannya.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eGenerasi sebelum reformasi yang katanya generasi cerdas, pada 2045 nanti tidak lagi terlihat, apakah masih hidup atau tidak. Jika masih hidup, paling sudah tidak sehat lagi. Lagi pula generasi yang sekarang menjadi leader di berbagai lini pemerintahan tidak juga mampu memberikan perubahan yang singnifikan terhadap bangsa ini.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eGenerasi dibawahya, generasi pasca reformasi, generasi kritis dan tokoh perubahan, kita juga tidak bisa berharap banyak dari mereka, kenapa demikian? Karena ilmu, karakter dan metode kerja, mereka dapatkan lansung dari generasi di atasnya dengan cara meniru dan diwariskan. Mereka bersentuhan langsung dengan generasi tua. Pada akhirnya, mereka akan mengulang kegagalan yang sama dari senior-seniornya. Lalu, pada siapa kita berharap?\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eGenerasi Z, adalah generasi yang lahir sekitar tahun 1994-2010, mereka sedang berada di bangku sekolah, mereka sekarang sedang dididik menjadi pemimpin masa depan, mereka tersebar di selurug Indonesia dari Sabang sampai Merauke, mereka tidak hanya ada di kota tapi banyak sekali di pelosok-pelosok Indonesia. Genedrasi Z yang berada di desa cendrung belum terkontamidasi dengan effek buruk jaman dan teknologi, effek yang dikenal dengan Kid Jaman Now versi negatif.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eJarang lini-lini penting bangsa ini diisi oleh anak-anak pedalaman Indonesia. Anak pedalaman banyak tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi, motivasi untuk sekolah apalagi kuliah sangat minim. Anak pedalaman tidak punya kesempatan dengan berbagai faktor penghambat untuk bisa mengakses pendidikan yang lebih layak dengan guru yang hebat seperti anak-anak kota pada umumnya. Ini yang membuat anak pedalaman sulit berkembang, bukan mereka bodoh tapi mereka belum mendapatkan kesempatan. Kesenjangan pendidikan di kota dan pedalaman masih jelas terlihat. Penerapan sila ke-5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bidang pendidikan belum terlaksana sebagaimna mestinya.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBagaimana kalau anak pedalaman diberi kesempatan? \u0026nbsp;Mari kita uji coba dan lihatlah hasilnya nanti.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSalah satu program nawacita Presiden Jokowi, membangun Indonesia dari pinggir, terkhusus di bidang pendidikan merupakan angin segar bagi kemajuan bangsa tercinta, ini langkah awal untuk memotong tembok pembatas antara pendidikan kota dan \u0026nbsp;pedalaman. September lalu pemerintah telah mengirimkan ribuan guru muda untuk bertugas di daerah terdepan, terluar, tertinggal dan terpencil. Guru-guru ini ditugaskan selamanya di sana.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMereka adalah guru muda yang nyalinya sudah teruji dan tahan banting dengan fasilitas dan alam pedalaman. Bersama guru-guru setempat, mereka akan menjadi katalis menuju Indonesia emas yang jauh lebih baik. \u0026nbsp;Para guru ini telah mewakafkan jiwa dan raganya untuk dunia pendidikan, mereka sudah berkorban banyak dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga bangsa ini dari kebodohan. Kita harus percayakan sepenuhnya pada mereka, kepada guru-guru pedalaman.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eAda banyak Sekolah Dasar di pedalaman Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua sangat memprihatinkan, dengan fasilitas belajar seadanya dan jadwal sekolah semaunya. Banyangkan saja, di pedalaman, ada anak- anak SD yang mungkin sekolahnya mau ditutup, mau runtuh, sekolah yang tidak cukup guru, anak-anak yang hampir tidak mau sekolah lagi bahkan ada yang sudah tidak sekolah. Kasus-kasus seperti ini yang akan dihadapi oleh para guru dengan penuh kesabaran dan totalitas. Guru-guru ini akan menciptakan suasana di pedalaman sedemikian rupa sehingga tidak ada alasan bagi anak-anak di sana untuk tidak sekolah.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKhawatirnya, niat baik dan kerja keras untuk kemajuan bangsa ini akan pupus oleh oknum-oknum jahat yang mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok lalu meletakkan uang di atas segala-galanya. Takutnya mereka berada pada posisi mempengaruhi dan pengambil kebijakan. Maka terhambatlah proyek masa depan yang mulia ini, hancurlah harapan anak-anak pedalaman, menderitalah pejuang-pejuang pendidikan di pedalaman dan kita akan berada pada masa di mana orang tidak bermoral mengatur bangsa ini.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eAyolah, mari dukung dunia pendidikan, mari pro daerah pedalaman, ciptakan infrastruktur yang layak di pedalaman, dan munculkan kebijakan yang pro pedalaman. Daerah pedalaman juga Indonesia, orang pedalaman mempunyai hak yang sama seperti orang kota dalam segala hal.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eUntuk para aktivis, politisi dan pemangku kebijakan. Mari kita bagi tugas. Kalian silahkan mengatur dan mengelola negara ini sebaik mungkin. Biarkan kami guru-guru yang menyiapkan pemimpin-pemimpin masa depan yang bermoral, hebat, dan cinta Indoneaia. Mari kita bersepakat untuk Indonesia yang lebih baik.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eTahun 2045 nanti semua lini bangsa ini, mulai dari tingkat kepala desa sampai Menteri banhkan Presiden akan di isi oleh anak-anak dari pedalaman. Kami ingin buktikan anak pedalaman juga hebat, cuma kesempatan saja yang belum mereka dapat. Sekali lagi, kami janji akan menciptakan manusia-manuaia hebat di masa akan datang.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cb\u003eSelamat Hari Guru.\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSintang, 25 November 2017\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/8581054136236987005/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/menyiapkan-generasi-emas.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/8581054136236987005"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/8581054136236987005"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/menyiapkan-generasi-emas.html","title":"Menyiapkan Generasi Emas"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://2.bp.blogspot.com/-djFTYcMvNWk/Wiyd1REa4YI/AAAAAAAAAPw/7z3qY8izWogDjoIyavm61Y7b6T9Sk-jMgCLcBGAs/s72-c/Menyeapkan%2BGenerasi%2BEmas.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-8787158345959170615"},"published":{"$t":"2017-11-07T13:51:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2017-11-07T16:11:11.670+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Life Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tips"}],"title":{"type":"text","$t":"Laboratorium Kehidupan itu Bernama Insan Cendekia"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-Zid3LbBWdPs/WgFXoCboMrI/AAAAAAAAAPM/Sf8gmubYgcIv28_qHilB4Ah5QgWJpywEgCLcBGAs/s1600/photo_2017-11-07_13-48-55.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Out Bound\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"683\" data-original-width\u003d\"1280\" height\u003d\"341\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-Zid3LbBWdPs/WgFXoCboMrI/AAAAAAAAAPM/Sf8gmubYgcIv28_qHilB4Ah5QgWJpywEgCLcBGAs/s640/photo_2017-11-07_13-48-55.jpg\" title\u003d\"MAN Insan Cendekia\" width\u003d\"640\"\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eOutbound Penerimaan Siswa Baru 2017\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003ePertengahan tahun 2015 saya mengikuti seleksi dan diterima menjadi salah satu guru di \u003ca href\u003d\"http://www.icat.sch.id/\" target\u003d\"_blank\"\u003eMAN Insan Cendekia Aceh Timur\u003c/a\u003e. Sekolah ini adalah madrasah unggulan Kemenag yang fokus pada sains sehingga disebut madrasah akademik. Perpaduan IMTAQ dan IPTEK adalah keunggulannya disamping program Tahfidz. Konsep sekolahnya berasrama, perpaduan konsep pesantren dan sekolah umum. Siswanya hasil seleksi nasional dan berasal dari berbagai daerah di dalam dan luar provinsi. Di Indonesia, sekolah ini baru ada 20 buah yang tersebar di 20 provinsi pula. Targetnya ke depan, semua provinsi memiliki satu MAN Insan Cendekia. Semoga terwujud.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBanyak hal ingin saya ceritakan tentang sekolah ini. Kali ini saya ceritakan tentang sebagian kecil saja. Sejak pertengahan 2017 saya ijin pamit tidak lagi mengajar para remaja hebat di MAN Insan Cendekia Aceh Timur dan mulai mengajar di tempat baru, yaitu mengajar anak-anak kecil di pedalaman Kalimantan Barat. Berhubung tidak lagi bertugas di MAN Insan Cendekia, saya ingin sedikit bercerita tentang sekolah tersebut, jika masih di sana dan bercerita, maka terkesan ada keberpihakan dalam cerita nantinya.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; *****\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eJika mau tahu seleksi siswa baru paling fair, murni dan jujur untuk dapat diterima pada sebuah sekolah maka merujuklah pada MAN Insan Cendekia. Saya terlibat selama dua kali dalam kepanitian penerimaan siswa baru yaitu tahun kedua dan ketiga. Saya kagum dan salut melihat prosesnya. Hanya kekuatan intelektual dan bantuan Allah-lah yang bisa membuat seorang anak bisa lulus. Kekuatan pejabat, orang dalam atau kekuatan uang dapat terabaikan dan tidak berlaku. Proses seperti inilah yang akan berdampak pada karakter generasi Indonesia kedepannya. Generasi jujur yang didapat dari proses yang jujur pula.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSiswa di MAN Insan Cendekia adalah pejuang tangguh, belajar agama dipadukan dengan sains adalah makanan sehari-hari. Pembinaan karakter di asrama tidak pernah terlewatkan. Fisiknya kuat, mentalnya dahsyat, mengeluh hampir tidak pernah. Saya banyak belajar dari anak-anak di sana tentang pertemaMinan, seni, dan kreativitas. Tentang ketangguhanpun tidak sedikit saya belajar dari mereka.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eLingkungannya humanis. Budaya gotong-royong, bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk kesuksesan bersama masih berlaku di sekolah ini. Apapun yang dilakukan, hasilnya adalah untuk kepentingan bersama. Maka jangan heran, jika ada event apa saja di MAN Insan Cendekia, baik event OSIM atau sekolah, guru selalu sibuk membantu ini itu dan anu. Tidak enak badan, jika mereka tidak ikut terlibat, malu hati rasanya. Terkadang bukan tanggungnya namun tetap ikut membantu. Padahal setiap kegiatan sudah ada panitianya dan dibentuk secara bergilir, ditambah panitia tersebut diberikan honor. Menariknya, bukan soal ada tidaknya honor, bukan materi yang dikejar melaikan kepuasan hati melihat sebuah event yang dibuat bisa sukses. Bahagia tak terkira. Guru-gurunya masih muda, ganteng dan cantik-cantik. Semangat dalam bekerja, ikhlas dan totalitas.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBagi saya, sekolah ini adalah tempat berkumpulnya orang-orang hebat, rugi rasanya jika saya tidak menerima manfaat dari orang-orang hebat tersebut. Sebagai anak muda yang haus akan ilmu dan pengalaman, saya belajar dan melakukan \u0026nbsp;banyak hal diluar kewajiban sebagai guru yaitu mengajar. Di luar jam mengajar, saya lebih banyak nongkrong di ruang Tata Usaha. Melihat dan mengamati apa yang para staf kerjakan di sana, sesekali saya bertanya tentang yang mereka kerjakan. Terkadang saya ikut membantu pekerjaan teman-teman di sana dalam hal mengurus kertas-kertas negara. Sepintas orang melihat, saya hanya buang-buang waktu menyibukkan diri. Orang tidak tahu, di ruangan Tata Usaha inilah semua hal tentang sekolah dikerjakan. Ia adalah pusat sebuah lembaga, yaitu sekolah. Semua hal tentang sekolah, di sini mulanya. Kabar baiknya, saya berhasil mendapatkan ilmu di ruangan ini, mulai dari tentang surat menyurat, masalah tata kelola uang negara, dan administrasi lainya. Orang-orang di ruangan ini dengan senang hati mengajari saya dan saya menerima pengalaman yang luar biasa.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eTidak hanya itu, saya juga sering ikut Bang Aiyub yaitu staf teknisi di MAN IC Aceh Timur. Bang Aiyub ini tugasnya adalah menjamin proses belajar mengajar dan kehidupan di sekolah berjalan dengan lancar. Mulai dari menjamin ketersediaan air di setiap tempat yang sudah di sediakan, Air Conditioner di dalam kelas dan asrama, listrik harus tetap stabil dan semua yang berurusan dengan pertukangan. Manfaat menemani dan ikut serta membantu teknisi bekerja, di samping mendapatkan pahala, juga mendapatkan ilmu. Ilmu pertukangan adalah skil khusus, mendapatkannya harus kursus dan harus bayar mahal. Saya mendapatkan ilmu ini dengan gratis. Terkadang juga mendapatkan gratis kopi dingin pake susu sebagai bonus sudah membantu bekerja.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSaya pernah bekerja atau magang di beberapa sekolah, pernah bergabung dengan beberapa organisasi. Saya mengamati dan merasakan bahwa tidak ada yang spesial dengan gaya kepemimpinan atasan saya. Biasa-biasa saja. Di MAN Insan Cendekia Aceh Timur saya melihat dan merasakan hal yang berbeda. Kepala Sekolahnya adalah Pak Shulfan, masih muda dan istrinya juga cantik. Gaya kepemimpinannya luar biasa menurut hemat saya, tenang tapi pasti. Tidak menyakiti, dan selalu memberikan teladan kepada para stafnya. Pak Shulfan tidak pernah menganggap bawahannya sebagai anak buah melainkan sebagai teman bekerja, Saat memperkenalkan anak buahnya kepada orang lain, beliau sering menyebutnya sebagai staf ahli. \"Kenalkan, ini namanya sifulan, staf ahli saya di sekolah\". Manusia mana tidak senang jika diperlakukan seperti itu, merasa sangat dihargai.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKeterbukaan soal anggaran sekolah, hanya di MAN Insan Cendekia saya merasakannya. Para pimpinan, termasuk bendahara tidak sungkan bercerita bahkan mendiskusikan anggaran sekolah mulai dari berapa, kemana dan untuk apa. Bahkan kertas yang di dalamnya terpampang jelas semua angka-angka rupiah terletak manis di atas meja tanpa tersembunyi sedikitpun. Akses untuk mengetahui anggaran sekolah sangat mudah sehingga para guru tidak kesulitan dalam menyusun program di sekolah, apalagi mereka selalu dilibatkan.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMenariknya, kepala sekolahnya ini mampu menempatkan diri sesuai kondisi dan situasi. Kapan harus menjadi pemimpin, kapan menjadi abang, kapan menjadi ayah dan kapan menjadi teman. Beliau tidak kaku, sehingga para guru dan staf tidak merasa takut berhadapan dengan kepala sekolah.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBudaya semangat, kerja keras, totalitas dan ikhlas masih awet di sekolah ini. Semoga terus begitu. Akan banyak lahir orang-orang hebat dari MAN Insan Cendekia ini. Para pemimpin yang cerdas dan berakhlakul karimah. Pemimpin yang hatinya tidak lepas dari Al-Quran dan peduli pada banyak orang. Generasi inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin pada tahun 2045 yaitu tahun emas Indonesia. MAN Insan Cendekia sedang mempersiapkannya.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eArti sebuah kehidupan, kebahagiaan dan cinta banyak saya dapatkan di sekolah ini. Pengalaman yang hebat, pembelajaran yang kuat, dan tempat mengekspresikan ilmu yang didapat, sehingga saya menyebutnya sebagai laboratorium. Ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan sangat berguna sekarang, \u0026nbsp;bahkan sudah dan akan saya terapkan di manapun saya berada. Terimakasih banyak kepada MAN Insan Cendekia Aceh Timur telah memberi kesempatan untuk belajar banyak hal, terimakasih pengalamannya dan terima kasih doa-doanya. Doakan supaya saya menjadi pribadi yang tidak lepas dari prinsip Al-Quran dan Hadis. Pribadi yang terus berbuat untuk kemaslahatan umat, berbuat yang terbaik pada bangsa tercinta terutama dunia pendidikan.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSintang, 07 November 2017\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/8787158345959170615/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/11/laboratorium-kehidupan-itu-bernama.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/8787158345959170615"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/8787158345959170615"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/11/laboratorium-kehidupan-itu-bernama.html","title":"Laboratorium Kehidupan itu Bernama Insan Cendekia"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://4.bp.blogspot.com/-Zid3LbBWdPs/WgFXoCboMrI/AAAAAAAAAPM/Sf8gmubYgcIv28_qHilB4Ah5QgWJpywEgCLcBGAs/s72-c/photo_2017-11-07_13-48-55.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-7796304127543402525"},"published":{"$t":"2016-10-06T14:39:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2017-06-18T02:16:31.426+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Life Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Rekreasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Catatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lifestyle"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tips"}],"title":{"type":"text","$t":"Sendiri, Kita Punya Kesenangan yang Berbeda"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: left; margin-right: 1em; text-align: left;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-ATnllgVpktM/V_X7ruEa8zI/AAAAAAAAAJg/QP0dzJr6zWMC1X-acWF9V-n7XnFLdRq-ACLcB/s1600/1380184_4819556346991_766409227_n.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-ATnllgVpktM/V_X7ruEa8zI/AAAAAAAAAJg/QP0dzJr6zWMC1X-acWF9V-n7XnFLdRq-ACLcB/s320/1380184_4819556346991_766409227_n.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eMeninggalkan keramaian\u003c/span\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eJika ada yang bertanya: dimana kenikmatan sering menyendiri? Maka saya akan menjawab: kamu akan tahu jika kamu memahami arti menyendiri.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eCukup lama saya mencoba memahami arti menyendiri, menyendiri dalam artian positif. Hidup jauh dari keramaian, jauh dari suara-suara sumbang tukang kritik yang tak pernah memberikan solusi, jauh dari berita-berita miring, jauh dari berita kriminal yang tak bermoral dan jauh dari gosip-gosip murahan. Menyendiri adalah kesenangan. Menyendiri adalah kebahagiaan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eMenyendiri bukan berarti tidak peduli dengan lingkungan sosial, menyendiri bukan berarti putus asa, dan menyendiri bukan berarti kalah terhadap kerasnya hidup. Menyendiri adalah mengumpulkan energi, meracik ide, menjernihkan pekiran dan mempersiapkan strategi untuk meraih sesuatu yang lebih besar. Karena menyendiri adalah kesenangan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eDulunya saya pernah berpikir negatif terhadap orang yang suka menyendiri, apasih yang mereka lakukan saat sendiri?, Jarang keluar rumah, jarang ngumpul dengan teman-teman, jarang ke tempat hiburan, pastinya jauh dari keramain.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eAda salah satu teman saya yang sangat sering menyendiri. Setelah diselidiki, teman saya ini sedang fokus belajar bahasa Inggris, dia ingin mengikuti seleksi beasiswa magister di Australia. Alhamdulillah sekarang studinya hampir selesai. Bayangkan jika teman saya ini masih sering melakukan aktivitas yang tidak terlalu prioritas dengan teman-temannya di luar sana, maka dipastikan dia akan gagal ke Australia.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eAda juga teman yang cukup lama hilang dari peredaran media sosial, bahkan sangat sulit untuk dihubungi. Setelah dicari tahu, rupanya si teman ini sedang rutin mengikuti majelis taklim dan mulai aktif di majelis Zikir. Bagi saya itu adalah kesenangan dan prestasi luar biasa baginya. Menyendiri meninggalkan aktivitas bersama teman-teman yang tidak produktif dalam hal kebermanfaatan dan mencari sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kepentingan masa depan yang lebih cerah.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eAda bayak kasus orang-orang yang menyendiri, meninggalkan aktivitas yang hanya buang-buang waktu, meninggalkan teman-teman yang tidak menguatkan hati, menuju aktivitas yang memperkaya pikiran dan membesarkan hati.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eMulai saat itu saya mulai paham, kalau menyendiri adalah kesenangan yang di dalamnya ada kebahagian. Menyendiri adalah meditasi untuk memperbaiki diri.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eMenyendri adalah keharusan ketika kita mulai jenuh dengan keadaan, saatnya melakukan intropeksi diri, merenungi hidup, meminta petunjuk kepada pemilik semesta.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSatu hal yang perlu diingat, dilarang keras menyendiri terlalu lama, nanti kita akan hilang dari peredaran dan akan dicoret dari daftar teman.\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e#Kuta Lawah, 06 Oktober 2016.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/7796304127543402525/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2016/10/sendiri-kita-punya-kesenangan-yang.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/7796304127543402525"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/7796304127543402525"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2016/10/sendiri-kita-punya-kesenangan-yang.html","title":"Sendiri, Kita Punya Kesenangan yang Berbeda"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://3.bp.blogspot.com/-ATnllgVpktM/V_X7ruEa8zI/AAAAAAAAAJg/QP0dzJr6zWMC1X-acWF9V-n7XnFLdRq-ACLcB/s72-c/1380184_4819556346991_766409227_n.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-1291820064163984671"},"published":{"$t":"2016-05-07T21:12:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2017-06-18T02:17:04.138+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lifestyle"}],"title":{"type":"text","$t":"Memiliki Karakter Introvert,  Salahkah?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-XBERCSxlxAE/Vy31fi9ndbI/AAAAAAAAAH4/0GfRutRhLr8Y4cL3vNFIhbBHq-EnmDtigCLcB/s1600/teaser%2Bimage.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Introvert adalah kelebihan\" border\u003d\"0\" height\u003d\"212\" src\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-XBERCSxlxAE/Vy31fi9ndbI/AAAAAAAAAH4/0GfRutRhLr8Y4cL3vNFIhbBHq-EnmDtigCLcB/s320/teaser%2Bimage.jpg\" title\u003d\"Karakter Introvert\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eSaya sangat terkejut ketika ada teman yang menghardik saya dengan “Karakter Introvert”, katanya saya memiliki karakter itu sehingga sulit menemukan jodoh yang dibuktikan tak kunjung menikah. Katanya karakter introvert jarang sekali berinteraksi dengan dunia luar, pemalu, pendiam, susah berbicara sehingga sering ditikung oleh orang lain. Maybe yes maybe no!.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eKarena yang menghardik adalah orang yang saya anggap luar biasa dari berbagai segi terutama keilmuannya maka saya harus berusaha memahami maksudnya. Bagi saya introvert adalah istilah baru, saking penasarannya dengan istilah itu 14 artikel psikologi dari berbagai sumber telah saya baca. Rupanya karakater introvert tidak 100 % ada dalam diri saya, ada juga karakter extrovert, kalau diangkakan 60:40. Dan lebih bijak mengatakan kalau kedua karakter itu ada dalam diri saya sehingga dinamakan dengan ambievert. Memilih membela diri dengan tulisan ketimbang dengan kata-kata adalah salah satu ciri introvert. Tidak masalah, saya sedang memposisikan diri sebagai introvert.:)\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eSatria Gumilang mengulas panjang lebar tentang introvert dan ia meyakinkan semua orang kalau introvert bukanlah penyakit atau kekurangan yang harus dirisaukan namun introvert \u0026nbsp;adalah anugrah, tercermin dari kalimat pembuka yang ia gunakan:\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cblockquote class\u003d\"tr_bq\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eAda sosok penyendiri di antara orang-orang yang sedang bergumul. Ada sosok pendiam di antara sekelompok orang yang sedang berinteraksi. Ada sosok yang terlihat serius di tengah keadaan yang tenang. Ada juga sosok yang terlihat acuh di tengah suasana yang tegang. Sosok ini berbeda, tak seperti kebanyakan orang. Namun ia bukanlah pemalu ataupun seorang yang berpenyakit, tetapi ia justru sedang memerhatikan. Ia sedang menganalisa keadaan. Ia seorang Introvert. \u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/blockquote\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eIntrovert adalah karakter manusia yang lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Mereka adalah pribadi yang lebih banyak berpikir, imajinasi mereka tinggi. Mereka mampu melihat suatu hal dari segi manapun. Orang dengan karakter introvert jarang bercerita bahkan lebih suka mendengarkan orang bercerita. Mereka juga lebih senang mengamati dalam sebuah interaksi, berpikir dulu baru berbicara/melakukan. Bagi orang introvert diam bukan berarti tak mengerti atau tak peduli, tetapi mereka sedang menganalisa.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eIntrovert juga lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan tulisan. Mereka senang menjelajahi ruang pikirnya, membaca buku, menonton tayangan yang dapat mengasah otak, karena mereka haus segala hal yang berbau informasi, mereka juga senang dengan kegiatan yang tenang seperti bermain komputer, memancing, bersantai, mendaki gunung dan sebagainya.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eXtrovert adalah kebalikan dari introvert. Karakter extrovert lebih cenderung membuka diri dengan kehidupan luar. Mereka adalah pribadi yang lebih banyak beraktifitas dan lebih sedikit berpikir. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam keramaian daripada di tempat yang sunyi. Mereka lebih senang bercerita daripada mendengarkan orang bercerita, lebih senang berpartisipasi dalam sebuah interaksi, suka berbicara atau melakukan dulu baru berpikir, dan mereka lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan kata-kata.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eAda fakta menarik bahwa banyak tokoh-tokoh dunia yang luarbiasa, rata-rata memiliki karakter introvert seperti \u0026nbsp;Albert Einstein, Mahatma Ghandi, Bill Gates, Michael Jordan, Julia Roberts, Nicole Kidman, Abraham Lincoln, J.K Rowling dan banyak lagi tokoh besar lainnya. Mereka mampu membuktikan bahwa dunia pun membutuhkan mereka. Saat tak dibutuhkan mereka menjadi orang biasa, namun saat keadaan genting mereka berubah menjadi sosok yang luar biasa. Mereka adalah sosok luar biasa yang telah mengubah dunia dengan karyanya.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eTidak salah apa yang dikatakan oleh Ahli psikologi seperti Mihaly Csikszentmihalyi dan Gregory Feist yaitu: orang dengan karakter introvert adalah orang dengan kreatifitas berkelas nomor satu. Faktor ini terjadi karena mereka dapat menyelam penuh ke dalam pemikirannya. Membaur bersama intuisi dan ketenangan yang bersinergi dengan sunyi. Itulah syaratnya agar dapat menciptakan sebuah maha karya. Biasanya seorang introvert gemar menulis. Karena dalam menulis mereka dapat lebih terbuka dalam mempresentasikan pikiran ataupun membagikan pengalamannya kepada orang lain.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eAlbert Einstein pernah menulis sebuah kalimat yaitu “Aku benci keramaian banyak orang dan harus berpidato. Aku benci disorot kamera dan harus menjawab berondongan pertanyaan. Kenapa popularitas mencengkeram aku yang seorang ilmuan yang selalu berurusan dengan hal-hal abstrak dan merasa bahagia bila sendirian. Sebuah manifestasi psikologi massa yang berada di luar jangkauanku”. Ya, inilah salah satu isi hati seorang introvert, sendiri berada ditempat sunyi bagi mereka adalah kebahagiaan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eSo. Introvert dan rasa malu tidaklah sama. kepribadian introvert terlihat pemalu karena mereka cenderung berpikir sebelum berbicara, serta memproses sesuatu secara internal, berbeda dengan ekstrovert yang lebih spontan dalam mengungkapkan sesuatu. Jadi begitulah teman.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003ePastinya, tidak salah memiliki karakter introvert karena itu adalah kelebihan yang harus disyukuri, hanya sedikit kekurangan pada karakter ini. \u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003eJadi, Apa karaktermu? Introvert, Xtrovert, atau Ambievert?\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;\"\u003e#Sabtu, 7 Mei 2016.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/1291820064163984671/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2016/05/memiliki-karakter-introvert-salahkah.html#comment-form","title":"4 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/1291820064163984671"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/1291820064163984671"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2016/05/memiliki-karakter-introvert-salahkah.html","title":"Memiliki Karakter Introvert,  Salahkah?"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://3.bp.blogspot.com/-XBERCSxlxAE/Vy31fi9ndbI/AAAAAAAAAH4/0GfRutRhLr8Y4cL3vNFIhbBHq-EnmDtigCLcB/s72-c/teaser%2Bimage.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"4"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-6765880865312048946"},"published":{"$t":"2016-02-28T20:31:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2016-03-02T22:45:17.898+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"SM3T"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"}],"title":{"type":"text","$t":"Setelah Ini Mau Jadi Apa?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-vTBn2221JmM/VtL1qxDDYQI/AAAAAAAAAGg/0s9xLN_Pq8s/s1600/IMG_3480.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Kegembiraan Saat Yudisium PPG SM3T 2015\" border\u003d\"0\" height\u003d\"424\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-vTBn2221JmM/VtL1qxDDYQI/AAAAAAAAAGg/0s9xLN_Pq8s/s640/IMG_3480.JPG\" title\u003d\"PPG SM3T\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKegembiraan Saat Yudisium PPG SM3T\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKemarin Unsyiah melaksanakan yudisium terhadap 133 guru dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tidak hanya Unsyiah, ada 20 LPTK seluruh Indonesia juga melakukan hal yang sama. Meluluskan guru-guru yang telah digemleng, dididik dan dibina selama satu tahun dalam program PPG dan sebelumnya mereka telah dilatih ketahanmalangan selama satu tahun di pedalaman Indonesia. Guru-guru ini adalah angkatan ketiga setelah sebelumnya para LPTK telah meluluskan dua angkatan.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e*****\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eUntuk angkatan yang baru lulus, ada satu pertanyaan, setelah ini, mau jadi apa?.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSaya juga berada di bagian ini setahun yang lalu dan telah mengajukan pertayaan “setelah ini mau jadi apa?” pada diri saya sendiri yaitu pada bulan ketiga saat sedang kuliah PPG. Saya khawatir sekali setalah PPG akan mengalami masalah yang sangat ditakuti oleh orang-orang yang baru selesai studi yaitu “menganggur” sehingga harus menanyakan pertanyaan itu untuk memacing kerja otak dalam menganalisa masa depan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKita semua tahu, siapa saja yang kuliah di FKIP dan ingin menjadi guru maka akhir dari mimpinya adalah PNS. Kecuali kuliah di FKIP tapi tidak mau menjadi guru, hanya menjadikan FKIP sebagai batu loncatan saja. Oke, itu tidak masalah. Dewasa ini mulai dikampanyekan jika ingin menjadi dosen maka harus kuliah S2 dan jika ingin menjadi guru harus kuliah PPG dan memiliki sertifikat pendidik. Karena untuk seleksi guru kedepan semua peserta seleksi harus memiliki sertifikat pendidik sebagai syarat mutlaknya.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e******\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDalam dua hari ini timeline facebook di laptop banyak dibanjiri dengan euforia kelulusan peserta PPG 2016, ucapan terimakasih dan rasa syukur menghiasinya. Saya cuma mengucapkan selamat, semoga berkah, semoga gelar barunya dapat digunakan dengan baik. Mulai minggu depan, setelah euforia ini berakhir, saya pastikan masa-masa galau akan menghampiri manyoritas alumi PPG. Masa-masa bosan, jenuh, sentuk, dan rasa gengsi mulai megindap. Apalagi jika sanak famili mulai ada yang bertanya, ngajar dimana sekarang?, kerja dimana sekarang?. Saya ingatkan, janganlah menjawab dengan jawaban yang belum pasti kebenarannya seperti “saya sedang menanti GGD beberapa bulan lagi!” jika dijawab seperti itu maka anda masuk dalam golongan korban PHP paling sadis.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMari kita berandai-andai. Alumni PPG skil utamanya adalah mengajar, kecintaan menjadi seorang guru tidak diragukan lagi, setahun di pedalaman selama SM3T dan satu tahun kuliah profesi guru berasrama, saya pikir sudah sangat cukup matang. Pertanyaannya adalah, mau mengajar di mana sekarang? Ada banyak guru honor yang menguasai sekolah, guru-guru PNS yang sudah sertifikasi dimana mereka banyak yang tidak cukup jam mengajar dan terus mencari jam tambahan di sekolah-sekolah lain. Nah, datang kita alumni PPG ke sekolah minta jam mengajar, apakah sekolah mau terima? Mereka akan mikir-mikir juga.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eLalu apa solusinya? Solusi ada pada diri kita masing-masing. Ingatlah bahwa rezeki itu sudah Allah jamin untuk hambaNya. Setiap kita pasti mempunyai skil yang luar biasa, tidak hanya mengajar, ada banyak skil lain yang bisa dikembangkan.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSupaya tidak kecewa mulailah berpikir dan tanamkan dalam hati yang paling dalam “PNS itu bukan akhir segalanya”. Ada banyak pekerjaan lain yang mendatangkan rezeki yang halal, apa saja, yang penting kita senang dan bahagia dalam menjalaninya. Cobalah menciptakan kebahagiaan sendiri dengan cara kita sendiri. Jika tidak, maka anda akan masuk dalam golongan orang-orang yang putus asa dan ujung-ujungnya akan menjurus ke prilaku kriminal. Selamat mencoba!.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e[Minggu, 28 Februari 2016]\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/6765880865312048946/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2016/02/setelah-ini-mau-jadi-apa.html#comment-form","title":"5 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/6765880865312048946"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/6765880865312048946"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2016/02/setelah-ini-mau-jadi-apa.html","title":"Setelah Ini Mau Jadi Apa?"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://4.bp.blogspot.com/-vTBn2221JmM/VtL1qxDDYQI/AAAAAAAAAGg/0s9xLN_Pq8s/s72-c/IMG_3480.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"5"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-7035968245930082699"},"published":{"$t":"2015-11-25T20:16:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2015-11-25T20:28:01.104+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Catatan"}],"title":{"type":"text","$t":"Apa Kabar Dunia Pendidikan Kita?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable align\u003d\"center\" cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-2QgWoUT1RDQ/VlWwcQEP5NI/AAAAAAAAAEg/GUfQVk_uRSc/s1600/IMG_6901.JPG\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Ulang Tahun PGRI 2015\" border\u003d\"0\" height\u003d\"248\" src\u003d\"http://4.bp.blogspot.com/-2QgWoUT1RDQ/VlWwcQEP5NI/AAAAAAAAAEg/GUfQVk_uRSc/s640/IMG_6901.JPG\" title\u003d\"Apa Kabar Dunia Pendidikan Kita?\" width\u003d\"640\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eKegiatan Belajar Mengajar [Dok Pribadi]\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eAkhir-akhir ini siswa sudah sangat brutal, coba lihat pemberitaan di media-media. Siswa ugal-ugalan di jalan, tawuran, menggunakan narkoba, sek bebas dan tidak jujur. Miris bukan?. Teori mana yang mampu menjelaskan sebab-musabab penyimpangan moral seperti itu? Bayangkan, mereka adalah anak-anak bangsa tercinta yang pada tahun 2045 nanti akan menjadi dewasa, merekalah yang akan memimpin negara ini. Apakah anak-anak seperti ini yang dipersiapkan sebagai kado ulang tahun emas Indonesia?.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMari kita berkaca pada pendidikan masa lampau. Bagaimana para guru mendidik siswanya, bagaimana peran orang tua dan masyarakat pada masa itu. Padahal dunia pendidikan dulu tidaklah sehebat sekarang dengan media dan teknologi jauh lebih canggih. Karakter anak-anak pada masa dulu jauh lebih berakhlak dibandingkan anak-anak sekarang. Pendidikan keraslah yang menyebabkan mereka mempunyai karakter baik.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDulu, ketika belum ada embel-embel HAM, anak-anak yang melakukan kesalahan yang melewati batas akan dipukul oleh gurunya sehingga menjadi efek jera dan mereka tidak akan mengulang kesalahannya lagi, jika anak itu mengadu kepada orang tuanya maka orang tua ikut memarahi bahkan memukul anaknya karena sudah melakukan kesalahan. Coba anak-anak sekarang, kalau dipukul oleh guru sedikit saja, maka siap-siap dinginnya jeruji besi akan menanti guru tersebut.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBagaimana rumus pendidikan karakter sebenarnya? Pendidikan karakter yang bisa membuat siswa memiliki karakter baik. Apakah ada? Jangan-jangan hanya teori saja dan sulit untuk diterapkan. Barangkali ada, yaitu pendidikan ramah anak, pendidikan cinta dan kasih sayang. Namun hati-hati juga, pendidikan ramah anak akan membuat anak besar kepala dan semena-mena karena mereka tidak takut dengan gurunnya. Lagi-lagi \u0026nbsp;ini soal karakter. Lalu kesalahannya dimana?.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e******\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cb\u003eGURU\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eGuru profesional adalah guru yang mampu mendidik siswanya menjadi generasi yang mampu bersaing dan memiliki moral yang baik, seorang guru hendaknya memiliki prilaku yang baik yang mampu menjadi tauladan yang patut diikuti oleh siswanya. Keprofesionalitas seorang guru sangat penting bagi siswa karena guru mempunyai tugas yang sangat berat dalam mendidik, mengarahkan dan memotivasi para siswa untuk menjadi siswa yang luar biasa dan bermoral.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eGuru adalah pendidik sejati dengan tugas pokoknya yaitu mengajar, mendidik, melatih, membimbing dan mengarahkan. Sebelum sang guru memperbaiki karakter para siswanya maka para guru harus terlebih dahulu memperbaiki karakter mereka sendiri. Karakter malas, karakter korup dan karakter tidak menghargai orang lain harus jauh-jauh dibuang dan beralih kepada karakter yang patut untuk ditiru oleh para siswanya yaitu karakter seorang guru sejati.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cb\u003eDOSEN\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eJika siswa bodoh, siapa yang disalahkan? Semua orang akan menjawab “Guru”. Jika guru bodoh, siapa yang disalahkan? Banyak orang akan menjawab “system pendidikan”. Terlalu jauh menyalahkan system pendidikan karena system telah didesain sedemikian rupa dengan berbagai kajian dari \u0026nbsp;hasil penelitian. Kenapa tidak ada yang menyalahkan “Dosen”? Apakah dosen makhluk paling suci yang tidak bisa disalahkan?. Siswa di sekolah belajar dengan guru, guru belajarnya dengan dosen bukan dengan hantu. Dosenlah yang harus disalahkan, kenapa tidak berhasil mendidik para guru untuk bisa hebat dan profesional?.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKita semua merindukan dosen yang mau menjadi seperti guru, ikhlas dan mau membagi ilmu tanpa dibayar,menginspirasi dan mampu menggerakkan. Ilmu itu tidak semata-mata karena uang. Kita merindukan dosen-dosen yang update dan berpikir maju. Kita merindukan dosen yang berjiwa organisasi yang bisa menjadikan mahasiswanya sebagai insan yang siap pakai dalam semua kondisi. Kita merindukan dosen yang tidak berorientasi pada nilai/hasil semata dengan mengenyampingkan proses. Dosen yang tidak mau dikritik silahkan masuk ke tong sampah karena tempatnya bukanlah di kampus tapi di tempat pembuangan.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cb\u003eKORUPSI\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKorupsi adalah karakter yang tidak boleh dimaafkan. Korupsi kerap terjadi di kalangan pemerintahan yang mempunyai dana besar sehingga membuat tergiur mereka yang berhati busuk untuk mencuri uang negara. Belakangan ini korupsi tidak hanya terjadi di lembaga pemerintahan saja namun sudah mulai merambah pada lembaga suci seperi sekolah dan kampus. Miris bukan?. Padahal lembaga pendidikan adalah benteng terakhir untuk memberantas korupsi. Jika lembaga pendidikan saja sudah melakukan korupsi lalu lembaga mana lagi yang harus kita percayai?.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKampus yang seharusnya mendidik para mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang berkarakter justeru mempertontonkan perilaku yang tidak pantas. Bagaimana para mahasiswa bisa meneladani para guru mereka yang bermental murahan seperti itu. Jika aktivitas korupsi di kampus tidak segera diakhiri maka siapa yang akan membersihkan korupsi di negara kita ini?.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cb\u003eKOMITMEN MEMAJUKAN\u003c/b\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003ePendidikan di Negara kita akan tumbuh berkembang seperti negara-negara maju jika ada niat baik dari semua pihak untuk memajukannya. Kalau niat baik tidak ada dan selalu mentok karena uang maka kiamatlah dunia pendidikan kita. Banyak pihak yang memiliki wewenang untuk mengambil kebijakan yang cerdas dan memberikan dampak perubahan yang singnifikan terhadap dunia pendidikan justeru tidak berani karena alasan tidak ada dana, peraturannya tidak boleh, ini, itu dan banyak alasan lainnya. Padahal kalau kita mau jujur, kendalanya cuma pada niat dan komitmen untuk memajukan pendidikan tidak ada.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBenang merah semua persoalan pendidikan kita ada pada karakter. Yaitu karakter pemerintah, Guru/dosen, masyarakat dan siswa. Jika semua komponen ini mau introfeksi diri, berpikir maju, dan saling membantu bahu-membahu untuk memajukan pendidikan dengan penuh cinta, maka Insya Allah, dunia pendidikan kita akan sangat luar biasa. Anak-anak luar biasa yang akan memimpin Indonesia kelak.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSelamat Hari Guru 2015.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e[Kuta Lawah, 25 November 2015]\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/7035968245930082699/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2015/11/apa-kabar-dunia-pendidikan-kita.html#comment-form","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/7035968245930082699"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/7035968245930082699"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2015/11/apa-kabar-dunia-pendidikan-kita.html","title":"Apa Kabar Dunia Pendidikan Kita?"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://4.bp.blogspot.com/-2QgWoUT1RDQ/VlWwcQEP5NI/AAAAAAAAAEg/GUfQVk_uRSc/s72-c/IMG_6901.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}}]}});