gdata.io.handleScriptLoaded({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332"},"updated":{"$t":"2023-08-04T05:59:23.660+07:00"},"category":[{"term":"Fiksi"},{"term":"Kuliner"},{"term":"Politik"},{"term":"Tips"},{"term":"Guru Penggerak"},{"term":"Lifestyle"},{"term":"Life Story"},{"term":"Hiburan"},{"term":"Olahraga"},{"term":"Headline"},{"term":"Edukasi"},{"term":"GGD Sintang"},{"term":"Catatan"},{"term":"Rekreasi"},{"term":"Opini"},{"term":"Kekayaan Alam"},{"term":"Seni"},{"term":"Buku"},{"term":"Traveling"},{"term":"Budaya"},{"term":"SM3T"}],"title":{"type":"text","$t":"Darman Reubee"},"subtitle":{"type":"html","$t":"darman reubee,traveling,kuliner,sharing,tips,life story,SM3T,GGD, Guru,cerpen,Travel,pendidikan Indonesia,cerita"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/-/GGD+Sintang?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d8"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/-/GGD+Sintang?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d8"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://www.darmanreubee.com/search/label/GGD%20Sintang"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/-/GGD+Sintang/-/GGD+Sintang?alt\u003djson-in-script\u0026start-index\u003d9\u0026max-results\u003d8"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"https://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"11"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"8"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-3711426512101266676"},"published":{"$t":"2019-04-04T15:57:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2019-06-03T03:38:47.787+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Catatan"}],"title":{"type":"text","$t":" Taman Baca dan POS Indonesia"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-XdXr0SksS4U/XKXGvqa19UI/AAAAAAAAAU4/bfkUrZjf6rkTDz8lRh7Ka0kLZolEeEr7wCLcBGAs/s1600/IMG20180825153639.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-XdXr0SksS4U/XKXGvqa19UI/AAAAAAAAAU4/bfkUrZjf6rkTDz8lRh7Ka0kLZolEeEr7wCLcBGAs/s320/IMG20180825153639.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDi sekolah, buku bacaan terbatas, hanya ada buku paket pelajaran. Buku paket pun tidak boleh dibawa pulang karena jumlahnya memang tidak cukup untuk dibagikan pada semua siswa. Lalu bagaimana anak-anak bisa membaca dirumah? Akses untuk buku sangat memprihatinkan, jika pun ingin membeli, tidak ada orang menjualnya. Jarak Desa dengan pusat kota membuat anak-anak tidak bisa membaca.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eGerakan literasi nasional, dengungnya belum sampai ke Desa kami, hanya getaran-getaran saja, itupun baru sampai pada guru. Bagaimana caranya kehebohan literasi ini harus sampai pada anak-anak dan seluruh masyarakat desa, maka solusinya adalah taman baca harus berdiri di desa ini.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eTidak mudah menyakinkan masyakarat untuk bisa terbentuknya taman baca, hal yang asing dan pesimis bagi masyarakat akan adanya fasilitas bacaan hampir saja semangat gerakan literasi ini hancur lebur. Sebagai anak muda yang hidup di dunia yang keras, saya tidak boleh sedikitpun ciut, aku adalah petarung, gumamku.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eIlmu lobi dan negoisasi yang pernah saya dapatkan di organisasi dulu, saatnya harus dikeluarkan. Mempersiapkan konsep dan arah taman baca kedepannya secara maksimal. Menginvetarisir tokoh yang harus dijumpai dan beberapa strategi lainnya. Alhamdulillah, tidak butuh waktu lama, akhirnya Kepala Desa menyetujui dan mengijinkan mendirikan taman baca di desa. Kami beri nama Taman Baca Masyarakat Merah Arai.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eTaman baca adalah kebutuhan yang sangat mendesak di desa kami, dengan adanya taman baca, anak-anak akan memahami banyak hal tentang ilmu pengetahuan yang selama ini tidak mereka dapatkan, kami tidak pernah melihat internet apalagi teknologi lainnya. Dengan hadirnya taman baca, anak-anak bisa menjelajahi dunia seperti orang kota pada umumnya.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eTempat untuk beraktivitas dan menyimpan buku sudah ada. Bukunya mana? Itu hal selanjutnya yang saya pikirkan. Free Cargo Literasi, sebuah program yang dicanangkan oleh para pegiat literasi yang bekerja sama dengan PT POS membuat mimpi anak-anak pedalaman untuk mengakses buku semakin mudah. Bayangkan saja jika mengirim buku tidak gratis, siapa yang mau mendonasikan buku? Program ini adalah anugrah yang luar biasa bagi pegiat literasi seluruh Indonesia.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSemenjak PT Pos Indonesia menggratiskan pengiriman buku setiap tanggal 17 setiap bulannya maka POS Indonesia menjadi BUMN yang paling dicintai dan diingat oleh para pegiat literasi juga anak-anak seluruh Indonesia terutama mereka yang berada di daerah-daerah pedalaman.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSesuai dengan mottonya \"menghubungkan yang tidak terhubung\" PT Pos Indonesia telah menghubungkan anak-anak di pedalaman dengan anak-anak kota. Di Desa Merah Arai, desa yang berada di pedalaman Kalimantan Barat, sulit bagi anak-anak di desa ini untuk melihat dunia luar, dunia perkotaan, seperti melihat laut, mobil, jalan aspal, dan pasar. Kehidupan seperti di kota tidak pernah mereka lihat apalagi mereka rasakan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003ePT Pos Indonesia telah mewujudkan mimpi para pegiat literasi dan anak-anak di pedalaman untuk bisa melihat dunia yang lebih luas sekalipun dunia yang mereka lihat dari buku.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSemenjak taman baca masyarakat berdiri di desa Merah Arai, membaca buku adalah hobi bagi seluruh masyarakat desa ini. Tidak berkunjung sehari saja ke taman baca, ada rasa yang tidak enak. Candu buku mulai merebek pada para warga di desa ini, tidak hanya anak-anak, remaja,\u0026nbsp; bahkan orang tua.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBiarpun buku yang mereka baca adalah hasil donasi teman-teman di seluruh Indonesia, baik perorangan maupun lembaga, namun yang paling mereka ingat adalah Pos Indonesia.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSekarang sudah lebih dua tahun Taman baca kami, telah memiliki 1500 buku dan majalah yang bersumber dari sumbangan para donator yaitu para pegiat literasi yang tak kenal lelah menyebarkan virus lietarsi sampai ke pelosok Indonesia khususnya Merah Arai.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/3711426512101266676/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2019/04/taman-baca-dan-pos-indonesia.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/3711426512101266676"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/3711426512101266676"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2019/04/taman-baca-dan-pos-indonesia.html","title":" Taman Baca dan POS Indonesia"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://4.bp.blogspot.com/-XdXr0SksS4U/XKXGvqa19UI/AAAAAAAAAU4/bfkUrZjf6rkTDz8lRh7Ka0kLZolEeEr7wCLcBGAs/s72-c/IMG20180825153639.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-6783852965526205010"},"published":{"$t":"2019-04-04T15:51:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2019-04-05T19:53:05.981+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Life Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lifestyle"}],"title":{"type":"text","$t":"Sukadir, Guru Perintis yang Melegenda"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003ca href\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-Kw6Vhvn38bE/XKXFbpcqdVI/AAAAAAAAAUo/i_yqu1MWMQM_nMXIIu2bfhKXRHTqiq9ZQCLcBGAs/s1600/IMG20180421150059_1.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-Kw6Vhvn38bE/XKXFbpcqdVI/AAAAAAAAAUo/i_yqu1MWMQM_nMXIIu2bfhKXRHTqiq9ZQCLcBGAs/s320/IMG20180421150059_1.jpg\" width\u003d\"320\"\u003e\u003c/a\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eNamanya Sukadir, guru SDN 15 Merah Arai. Kami biasa menyapanya Pak Kadir. Berparas tua namun masih berjiwa muda. Bulan Mei tahun lalu, dia pensiun. Boleh dibilang kami kehilangan teman yang lucu dan guru yang hebat. Tua-tua keladi, biarpun tua semangat mengajarnya makin jadi. Orangnya kreatif dan inovatif. Siapa saja yang memiliki pikiran terbuka dan optimis akan bersepakat dengan apapun yang dilakukan oleh pak Kadir.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003ePak Kadir menjadi guru pada tahun 1980 setelah berhasil menyisihkan ribuan pesaing dalam seleksi guru PNS saat itu. Awalnya tidak begitu menyukai menjadi guru, karena hobi pak Kadir adalah bertani. Saat itu, Pak Kadir mengikuti tes secara bersamaan yaitu tes guru dan penyuluh pertanian. Saat pengumuman kelulusan, dua propesi yang di tes semunya lulus. Maka galaulah pak Kadir. Hatinya lebih memilih menjadi penyuluh pertanian. Akhirnya beliau menetapkan hati mengambil penyuluh pertanian dan meninggalkna guru.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eProses daftar ulang pun tiba. Dulu, untuk menuju kota Sintang dari Desa Merah Arai memakan waktu berhari-hari menggunakan sampan dayung. Pak Kadir melakukannya demi untuk menjadi PNS. Setibanya di kota Sintang, ada kabar kalau tempat pendaftaran ulang dilaksanakan di Pontianak. Maka termenung sambil menyerahkan diri pada Tuhan. Bagaimana caranya bisa ke Pontianak dengan waktu yang sesingkat ini. Tidak berhenti disitu, karena tekatnya menjadi PNS sangat kuat maka ditunggulah bus di pinggir jalan. Berjam-jam dan sampai berhari-hari bus pun tak kunjung tiba. Akhirnya pak Kadir menyerah dan mengurungkan niat menjadi Penyuluh pertanian dan kembali memilih menjadi guru.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSK pertama pak Kadir di SDN 15 Semadai. SD 15 Merah Arai sudah dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 1980, dan tahun 1981 masih kosong tidak ada siswa apalagi guru. Pada September 1982 pak Kadir dipanggil untuk pulang kampung dan mengajar di kampung halamannya. Beliau satu-satunya guru dan saat itu hanya menerima 1 kelas saja. Siswanya cuma 40 orang. Itupun jumlah yang didapat dari hasil jemput bola, atau dipaksa untuk mau sekolah.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eJaman dulu, masyarakat masih berpikir jika anak mereka sekolah, maka akan diambil oleh Belanda atau Jepang dan tidak akan pulang lagi ke kampung halaman, itu alasan orang jaman dulu tidak mau menyekolahkan anaknya. Mereka takut kehilangan anak. Pola pikir seperti inilah yang terus berusaha untuk dirubah oleh Pak kadir. Menjelaskan pentingnya sekolah, supaya harta tidak diambil orang lain, kita tidak ditipu oleh orang kota. Jika kita pintar maka bisa menjual hasil panen dengan harga lebih tinggi di kota dan kita bisa membangun desa dengan baik. Bahasa-bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh orang desa adalah jurus jitu yang digunakan pak Kadir.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003ePak Kadir ini akalanya banyak, mengunjungi dusun-dusun yang banyak anak-anak dan menjumpai orang tua mereka pada saat musim panen. Pada musim panen, orang sedang dalam keadaan senang dan bahagia sehingga apa yang ingin kita sampaikan akan didengar dan disambut dengan baik, setidaknya dipertimbangkan. Orang desa saat itu masih sangat hormat pada guru, sehingga jika ada guru yang datang ke rumah, ada dua tanda yaitu tanda berkah atau bahaya.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eHasil dari perjuangan pak Kadir jaman muda dulu sudah bisa dilihat sekarang. Banyak penduduk desa yang dulunya dipaksa sekolah sekarang sudah menjadi tokoh dan hidup senang. Ada yang menjadi kepala desa, PNS, petani sukses dan banyak lainya.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSampai sekarang, pak Kadir masih menjadi orang yang dihormati di Desa, ingatannya masih kuat, matanya masih terang dan fisiknya pun masih kuat. Beliau menghabiskan masa tua dengan bertani dan mencari ikan di sungai. Rupanya, hamper 80 % masyarakat Merah Arai, nama mereka adalah hasil olah pikir pak Kadir. Begitu lahir anak, langsung tanya pak Kadir, siapa saya kasi nama?.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/6783852965526205010/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2019/04/sukadir-guru-perintis-yang-melegenda.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/6783852965526205010"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/6783852965526205010"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2019/04/sukadir-guru-perintis-yang-melegenda.html","title":"Sukadir, Guru Perintis yang Melegenda"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://4.bp.blogspot.com/-Kw6Vhvn38bE/XKXFbpcqdVI/AAAAAAAAAUo/i_yqu1MWMQM_nMXIIu2bfhKXRHTqiq9ZQCLcBGAs/s72-c/IMG20180421150059_1.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-802421503192188883"},"published":{"$t":"2019-04-04T14:38:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2019-04-04T15:52:04.003+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"}],"title":{"type":"text","$t":"Radio, Satu Suara Untuk Indonesia"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: left; margin-right: 1em; text-align: left;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-OkEPxJqE4Ng/XKWz9FrryzI/AAAAAAAAAUc/84ZSAq-eMgQ43O7VEltwRRc6JbqM3NxiwCLcBGAs/s1600/IMG20180203171252.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1600\" data-original-width\u003d\"1200\" height\u003d\"320\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-OkEPxJqE4Ng/XKWz9FrryzI/AAAAAAAAAUc/84ZSAq-eMgQ43O7VEltwRRc6JbqM3NxiwCLcBGAs/s320/IMG20180203171252.jpg\" title\u003d\"radio\" width\u003d\"240\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eMendengar radio\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBagaimana cara menyatukan Indonesia yang bersuku-suku dan berpulau-pulau? Radio pak. Jawab Adit. Apa maksudnya? Tanya saya. Radio itu satu suara untuk Indonesia.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDi Desa kami, radio adalah sumber informasi utama, tidak ada sumber lain. Radio Republik Indonesia (RRI) dengan program Pro 3 untuk berita Sintang dan Pro 1 untuk berita nasional. Siaran itulah andalan penduduk di desa kami tidak terkecuali anak-anak. Mendengar radio adalah salah satu dari sekian banyak hiburan. Untunglah, radio masih menyajikan berita dan program-program yang positif, berbeda dengan televisi yang mulai banyak program yang tidak layak tonton bagi anak-anak.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSuara Presiden Jokowi di iklan RRI sangat tertanam di pikiran Anak-anak: \"Radio Republik Indonesia, satu suara sejuta teliga untuk Indonesia\". Radio plat merah ini masih sangat dicintai dan tetap mengudara sampai ke pelosok Indonesia. Semua informasi yang didapatkan oleh orang di desa berasal dari radio, misalnya: undangan acara, informasi orang meninggal, pengumuman dari pemerintah dan informasi lainnya. Jika saja radio tidak mengudara maka kami tidak tahu apakah negara ini masih ada atau tidak.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eHampir disetiap rumah di desa kami memiliki Radio, disamping harga yang terjangkau, frekuensinya mudah didapat. Setelah mendengar berita dari radio, siaran lokal maupun nasional maka masyarakat punya modal untuk bercerita dan berdiskusi. Hal yang diceritakan oleh warga saat nongkrong santai sambil minum kopi semua cerita adalah cerita positif terhadap pemerintah, maklum RRI adalah corong pemerintah.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eAda beberapa rumah yang memiliki Televisi, itu hanya rumah toke-toke yang memiliki mesin diesel, rumah itu selalu ramai oleh warga yang bersilaturahmi sambil nonton TV. Menariknya, jika warga yang mendapatkan informasi dari TV berhadapan dengan warga yang mendapatkan informasi dari radio biasanya diskusi mereka sering panas dengan nada suara tinggi. Wajar saja, sumber informasi TV lebih luas dan beragam, berbeda dengan radio yang sangat terbatas.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eTerlepas berbagai kekurangannya, radio adalah primadona bagi masyarakat kami.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;arial\u0026quot; , \u0026quot;helvetica\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/802421503192188883/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2019/04/radio-satu-suara-untuk-indonesia.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/802421503192188883"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/802421503192188883"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2019/04/radio-satu-suara-untuk-indonesia.html","title":"Radio, Satu Suara Untuk Indonesia"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://4.bp.blogspot.com/-OkEPxJqE4Ng/XKWz9FrryzI/AAAAAAAAAUc/84ZSAq-eMgQ43O7VEltwRRc6JbqM3NxiwCLcBGAs/s72-c/IMG20180203171252.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-7008723882476304663"},"published":{"$t":"2018-09-29T20:32:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2019-04-04T15:52:19.927+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Catatan"}],"title":{"type":"text","$t":"Hari Kemerdekaan yang Berbeda"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: right; margin-left: 1em; text-align: right;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://2.bp.blogspot.com/-AO24Mzuhcgg/W69-hkkp0kI/AAAAAAAAASA/7LAQBA2fnMIlVSbK4rJuhVrpkWhbbgBDgCLcBGAs/s1600/IMG20180817092450.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: right; display: inline; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: justify;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://2.bp.blogspot.com/-AO24Mzuhcgg/W69-hkkp0kI/AAAAAAAAASA/7LAQBA2fnMIlVSbK4rJuhVrpkWhbbgBDgCLcBGAs/s320/IMG20180817092450.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eBimbingan edukasi dari Tim Mari Melihat\u0026nbsp;\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMalam semakin gelap, suhu udara di desa Merah Arai\nmulai dingin. Seperti biasanya, meskipun siang panas, namun malam tetap dingin.\nSuara orang-orang terdengar jelas di arah seteher sungai. Suaranya seperti suara\norang kelelahan. Ya. Jam 22.30 rombongan \u003ci style\u003d\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003eKomunitas\nMari Melihat\u003c/i\u003e sudah tiba setelah menempuh perjalanan 10 jam menggunakan\nperahu menelusuri sungai kayan di musim kemarau.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKali ini Desa kami kembali beruntung, nampaknya\nsemakin terkenal. Banyak yang mengunjungi. Tahun 2018 yang mengunjungi adalah \u003ci style\u003d\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003eKomunitas Mari Melihat\u003c/i\u003e.\u003ci style\u003d\"mso-bidi-font-style: normal;\"\u003e \u003c/i\u003eAkhir 2017 lalu, desa Merah Arai\ndikunjungi oleh Tim Trans7, mereka meliput aktivitas masyarakat dan sekolah,\nwajah-wajah lugu masyarakat desa terlihat di TV dalam program, “Indonesiaku”.\nMereka senang dan gembira melihat wajahnya nampak di TV. Tidak hanya itu, menyaksikan\naktivitas peliputan pun sebuah hiburan yang tak terlupakan, maklum masyarakat\nkami adalah masyarakat pedalaman yang kurang hiburan, melihat alat-alat teknologi\nseperti drone, itu adalah hal baru dan aneh. Tapi tidak mengapa, yang penting\nmasyarakat terhibur.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKomunitas Mari Melihat adalah komunitas sosial yang\nbergerak dalam bidang pendidikan, lingkungan dan kesehatan. Komunitas yang\nberanggotakan anak-anak muda yang berasal dari berbagai profesi ini rela meninggalkan\nkemeriahan hari Kemerdekaan RI di kota demi menikmati serunya merayakan hari\nkemerdekaan RI ke-73 bersama masyarakat pedalaman. Kata mereka, sensasi di\npedalaman beda dan unik. Saat mengunjungi desa kami, mereka memberi judul\n“Backpacker to Share 2 Spesial Hari Kemeredekaan”. Di hari kemerdekaan kali ini,\ndesa kami menjadi spesial. \u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003eTidak\ntanggung-tanggung, Komunitas Mari Melihat memboyong pasukan sebanyak 26 orang,\nyang siap berbagi donasi, pengalaman dan ilmu untuk masyarakat dan pelajar di\nSDN 15 Merah Arai.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv align\u003d\"center\" class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e*****\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKata kepala Desa, 17 Agustus 2018, adalah hari sangat\nbersejarah bagi masyarakat Merah Arai, karena hari ini, perangkat desa, warga\nsekolah dan seluruh masyarakat melaksanakan upacara bersama dalam memperingati\nhari Kemerdekaan RI ke-73. Upacara bersama seperti ini sebelumnya belum pernah\ndilaksanakan. Momentumnya sangat indah, diinisiasi oleh Komunitas Mari Melihat\nsehingga bisa dilaksanakan upacara bersama. Kabarnya, upacara bersama dan\ndilanjutkan dengan berbagai perlombaan rakyat akan dijadikan kegiatan wajib di\ndesa Merah Arai pada tahun-tahun berikutnya. \u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSetelah upacara, Komunitas Mari Melihat melakukan\nberbagai kegiatan edukasi kepada para pelajar, di akhir kegiatan juga dilakukan\npembagian 100 paket pendidikan (tas sekolah dan alat tulis) untuk seluruh siswa\nSDN 15 Merah Arai. Disamping itu, mereka juga memberikan donasi berbagai alat\nbangunan untuk merehab bangunan sekolah yang rusak.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: left; margin-right: 1em; text-align: left;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://2.bp.blogspot.com/-w47df6Z2RNw/W69-RQP5EhI/AAAAAAAAAR0/KTZ-tQAARA4tVxsWepWKop_d7vDl5PSwACLcBGAs/s1600/IMG20180817092327.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://2.bp.blogspot.com/-w47df6Z2RNw/W69-RQP5EhI/AAAAAAAAAR0/KTZ-tQAARA4tVxsWepWKop_d7vDl5PSwACLcBGAs/s320/IMG20180817092327.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eMasyarakat gotong royonh merehap sekolah\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSesuai instrusksi kepala Desa, seluruh masyarakat bergotong\nroyong merehab tiga ruang kelas yang rusak, rapuh, kumuh dan hampir roboh,\nboleh di bilang tidak layak guna lagi. Kelas yang dulunya dijuluki kandang\nayam, sekarang mulai menampakan keelokannya, meskipun keelokan ini tidak akan\nbertahan lama namun setidaknya telah mengobati sedikit kerinduan anak sekolah\nterhadap ruang kelas yang nyaman dan permanen. Semoga terbuka hati para\npemangku kebijakan untuk membangun ruang kelas baru yang nantinya akan menjadi\ntempat belajar para generasi emas Merah Arai. \u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: right; margin-left: 1em; text-align: right;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-M70jMx-sr6k/W69-bcjxTyI/AAAAAAAAAR8/XD9C3qu2-vMpbPG55BDI-CQJW3yshpKwQCLcBGAs/s1600/IMG20180825153639.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-M70jMx-sr6k/W69-bcjxTyI/AAAAAAAAAR8/XD9C3qu2-vMpbPG55BDI-CQJW3yshpKwQCLcBGAs/s320/IMG20180825153639.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eAktivitas Belajar di Taman Baca\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMendengar sedang gencarnya membudayakan membaca di\ndesa Merah Arai, Komunitas Mari Melihat memberikan donasi 100 paket buku\nbacaan, alat permainan edukasi dan plang nama untuk TBM Merah Arai. Setahunan\nini, desa Merah Arai, sedang gencar-gencarnya menyukseskan program Gerakan\nLiterasi, gerakan ini dimulai dari Taman Baca Masyarakat (TBM) Merah Arai,\nsebuah taman baca yang digagas dan dikembangkan oleh seorang Guru Garis Depan\n(GGD) yang bertugas di desa Merah Arai. Belum setahun, gerakan ini berkembang\ndengan cepat. TBM Merah Arai telah memiliki 1000 lebih buku bacaan. Selain\nsebagai pusat membaca, TBM Merah Arai juga menjadi pusat edukasi masyarakat diluar\nsekolah, karena banyak melaksanakan berbagai program edukasi setiap harinya di\nTaman Baca.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv align\u003d\"center\" class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e*****\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDesa Merah Arai sangat terkenal dengan keramahan\npenduduknya, desa yang indah dan permai. Tamu yang\u003cspan style\u003d\"mso-spacerun: yes;\"\u003e\u0026nbsp; \u003c/span\u003edatang akan dilayani bak raja. Tapi ingat,\nsopan santun dan tata krama sangat dijunjung tinggi di desa Merah Arai. Jika\ntidak percaya, tanyakanlah pada Komunitas Mari Melihat yang sudah berada 3 hari\ndi Desa Merah Arai.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eTerimakasih untuk donasi yang telah diberikan, semoga\nbermanfaat bagi masyarakat desa Merah Arai dan semoga menjadi amal ibadah bagi\npara donator. Jangan bosan-bosan berbagi, karena melangkah adalah membagi\npijakan kepada tanah. Mari melihat, dan melangkahlah ke seluruh pelosok\nSintang, di sana banyak hal yang perlu kita bagikan.\u003co:p\u003e\u003c/o:p\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv class\u003d\"MsoNormal\" style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"background: white; font-size: 12pt; line-height: 115%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMerah Arai, 19 Agustus 2018\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/7008723882476304663/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2018/09/hari-kemerdekaan-yang-berbeda.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/7008723882476304663"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/7008723882476304663"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2018/09/hari-kemerdekaan-yang-berbeda.html","title":"Hari Kemerdekaan yang Berbeda"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://2.bp.blogspot.com/-AO24Mzuhcgg/W69-hkkp0kI/AAAAAAAAASA/7LAQBA2fnMIlVSbK4rJuhVrpkWhbbgBDgCLcBGAs/s72-c/IMG20180817092450.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-4438874148791781277"},"published":{"$t":"2018-02-07T20:22:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2019-04-04T15:52:39.833+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kekayaan Alam"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Hiburan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Seni"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Traveling"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Budaya"}],"title":{"type":"text","$t":"Merah Bulan di Langit Merah Arai"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: left; margin-right: 1em; text-align: left;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-bKor0TO1OmY/Wnr9Aha5hrI/AAAAAAAAARA/5UFnI4YlEIEAutSaO3mZQkaoAp6a0v51wCLcBGAs/s1600/photo_2018-02-07_20-16-27.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Gerhana BUlan Total\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"960\" data-original-width\u003d\"1280\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-bKor0TO1OmY/Wnr9Aha5hrI/AAAAAAAAARA/5UFnI4YlEIEAutSaO3mZQkaoAp6a0v51wCLcBGAs/s320/photo_2018-02-07_20-16-27.jpg\" title\u003d\"Gerhana Bulan\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eDetik-detik Gerhana Bulan\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eFenomena alam yang langka ini aku nikmati dari pedalaman Borneo, suasana gelap gulita membuat pemandangan langit sangat menawan. Pemandangan Bulan, ditemani beberapa bintang dan diiringi sedikit gerimis. Gerhana Bulan 31 Januari 2018 adalah fenomena alam yang langka, bagaimana tidak, dua peristiwa terjadi secara bersamaan saat itu; pertama, terjadi saat supermoon yaitu posisi Bulan pada saat gerhana Bulan total bertepatan pada momen ia mencapai jarak terdekat dengan Bumi. Hal ini jelas akan membuat Bulan tampak lebih besar dan lebih terang di langit. Kedua, terjadi saat bluemoon yaitu sebuah istilah untuk menyebut Bulan purnama kedua yang terjadi pada satu Bulan kalender masehi, bukan bermakna Bulan berwarna biru. Alih-alih berwarna biru, pada puncak gerhana Bulan total terjadi justru ia muncul dalam rona kemerahan, yang disebut merah darah.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eAku mendapatkan posisi yang pas untuk memandangnya saat itu. Dulu, aku melihat gerhana Bulan di kota dengan kerlap-kerlip lampu, suasana demikian membuat pemandangan gerhana menjadi tidak nikmat, ditambah lagi ramainya orang namun hanya sedikit yang memiliki rasa ingin tahu terhadap fenomena alam tersebut sehingga nuansa sains tidak terlalu tampak.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eFenomena super blue blood moon bisa kami lihat dengan sempurna di atas langit desa Merah Arai. Gerhana Bulan tepat pada saat peristiwa supermoon dan bluemoon. Anak-anak sekolah sudah kami kondisikan untuk mengamati fenomena langka ini. Saat jam sekolah, para guru sudah memberikan pengetahuan awal tentang gerhana Bulan dan kami akan melakukan observasi langsung di malam harinya. Besoknya, saat pelajaran IPA anak-anak harus melaporkan apa yang telah mereka amati.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: right; margin-left: 1em; text-align: right;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-_Xq29IWBhEU/Wnr9IA8qqFI/AAAAAAAAARE/bWVDGY7el8Y9W-Cmd8GEgIvXVjui4-6_gCLcBGAs/s1600/photo_2018-02-07_20-16-10.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"960\" data-original-width\u003d\"1280\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-_Xq29IWBhEU/Wnr9IA8qqFI/AAAAAAAAARE/bWVDGY7el8Y9W-Cmd8GEgIvXVjui4-6_gCLcBGAs/s320/photo_2018-02-07_20-16-10.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eMembunyikan sesuatu untuk mengusir Ular Gompa\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMenariknya, ini bukan hanya fenomena sains namun juga fenomena leluhur bagi masyarakat di desa ini, yaitu suku Dayak. Ada prosesi adat yang tak kalah menarik malam itu, hampir-hampir pemahaman sains hilang. Menurut suku Dayak, gerhana ada dua jenis yaitu gerhana Bulan merah atau darah dan gerhana putih atau embun, setiap jenis ini memiliki makna tersendiri.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBagi masyarakat Dayak, gerhana Bulan adalah peristiwa yang menakutkan. Saat Bulan berwarna merah artinya darah dan akan terjadi musibah, banyak orang akan sakit, gagal panen, banjir dan musibah lainya. Jika Bulan berwarna putih artinya akan baik-baik saja bahkan akan banyak kemujuran. Menurut mereka, di langit sana ada ular besar yang akan memangsa Bulan saat gerhana tiba, ular tersebut diberi nama Gompa. Jika Gompa berhasil memangsa Bulan, maka kiamat akan segera tiba. Proses ular memangsa Bulan ditandai dengan tampaknya gelap di sebagian lingkaran Bulan. Kita melihat \"gigitan\" gelap pada wajah Bulan yaitu keluarnya Bulan dari bayangan umbra Bumi (secara sains). Disamping itu, Bulan terus bergerak berlari menghindar dari kejaran Gompa.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: left; margin-right: 1em; text-align: left;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-n5WG3yIadpg/Wnr9W_43wrI/AAAAAAAAARI/frv0yXWoEE4tARkFkuRPmsi4HX2nIn2MwCLcBGAs/s1600/photo_2018-02-07_20-15-57.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"960\" data-original-width\u003d\"1280\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/-n5WG3yIadpg/Wnr9W_43wrI/AAAAAAAAARI/frv0yXWoEE4tARkFkuRPmsi4HX2nIn2MwCLcBGAs/s320/photo_2018-02-07_20-15-57.jpg\" width\u003d\"320\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eSemangat menjelang ular Gompa melepaskan Bulan\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMenjelang dimulai dan berakhirnya gerhana, itu adalah saat-saat krusial bagi masyarakat Dayak. Masyarakat sudah berkumpul di lapangan terbuka atau tempat yang telah disiapkan oleh pihak Desa dan ada juga yang memilih berkumpul di depan rumah masing-masing. Mereka membunyikan gong, mesin sinso, mesin speed, senapan rakitan, kuali masak, ember, dan segala sesuatu yang dapat mengeluarkan suara dengan tujuan supaya Bulan terlepas dari belenggu ular Gompa. Bunyi-bunyian yang berasal dari Bumi membuat ular raksasa selalu gagal memangsa Bulan. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan teriakan-teriakan dan juga menari-nari. Setelah gerhana selesai, semua aktivitas tadi dihentikan dan semua masyarakat bersorak senang gembira sebagai tanda telah berhasil menyelamatkan Bulan dari cengkraman ular raksasa yang berada di luar angkasa tersebut.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eJujur saja, proses pengamatan secara sains tidak bisa dilakukan dengan sempurna. Tidak ada diskusi, apalagi pertanyaan mengapa dan bagaimana gerhana Bulan bisa terjadi? Anak-anak ikut serta bahkan menjadi ujung tombak memukul benda-benda yang bisa berbunyi. Ini adalah penampakan ritual adat yang langka dan hampir punah. Beruntung aku bisa menyaksikannya.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSaat pelajaran IPA, anak-anak mampu menjelaskan tentang gerhana Bulan secara sains bahkan juga menjelaskannya secara adat atau budaya. Pengetahuan awal proses terjadi gerhana, ditambah pengamatan langsung membuat pengetahuan anak-anak tentang gerhana Bulan sangat sempurna dan kami gurupun senang merona seperti purnama.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMenarik sekali mengamati gerhana Bulan secara sains dan ritual adat.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSesekali cobalah datang ke tempat kami, desa yang permai, Merah Arai.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMerah Arai, 01 Februari 2018\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/4438874148791781277/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2018/02/merah-bulan-di-langit-merah-arai.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/4438874148791781277"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/4438874148791781277"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2018/02/merah-bulan-di-langit-merah-arai.html","title":"Merah Bulan di Langit Merah Arai"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://4.bp.blogspot.com/-bKor0TO1OmY/Wnr9Aha5hrI/AAAAAAAAARA/5UFnI4YlEIEAutSaO3mZQkaoAp6a0v51wCLcBGAs/s72-c/photo_2018-02-07_20-16-27.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-4905157283730981662"},"published":{"$t":"2017-12-10T11:19:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2017-12-11T05:55:38.023+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Life Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Catatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lifestyle"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Olahraga"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tips"}],"title":{"type":"text","$t":"Anak dengan Kecerdasan Kinestetik"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: left; margin-right: 1em; text-align: left;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/--KvhLJwkjbU/Wiy1V07J6oI/AAAAAAAAAQw/lAh1jGrE92Ek5THNQ7lqOe5Om7hoXD1hACLcBGAs/s1600/Pintu%2BKecerdasan%2BKinestesis.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Kecerdasan Kinestetik\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://4.bp.blogspot.com/--KvhLJwkjbU/Wiy1V07J6oI/AAAAAAAAAQw/lAh1jGrE92Ek5THNQ7lqOe5Om7hoXD1hACLcBGAs/s320/Pintu%2BKecerdasan%2BKinestesis.jpg\" title\u003d\"Anak dengan Kecerdasan Kinestetik\" width\u003d\"320\"\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eSebelah Kiri:Okta Manasie\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eNamanya Ise, lengkapnya Okta Manasie, \u0026nbsp;anak yang lahir pada tanggal 16 Juni 2005, sekarang sudah berumur 12 tahun. Dia tercatat sebagai siswa kelas IV, dan dua kali tidak naik kelas. Ise dulunya lahir prematur, \u0026nbsp;usia kandungan ibunya tujuh bulan dan lahir dengan bobot 1 kg, kecil sekali saat itu, kata ayahnya.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDi sekolah, Ise sedikit usil namun dia tidak begitu nakal. Ise tidak membuat kegaduhan hanya saja gerak geriknya sedikit mengganggu mata yang melihat, dia tidak bisa duduk diam dan selalu ingin bergerak. Cuek dan tidak sedikitpun peduli dengan pelajaran yang diberikan guru di kelas, jangankan mencatat atau menjawab pertanyaan guru, memperhatikanpun tidak. Dia asyik memperhatikan pekerjaan teman-temannya di kelas. Saking kesalnya dengan tingkah Ise, mau rasanya melempar dia dari luar jendela. Saat jam istirahat dia lebih banyak bermain bahkan semua permainan mau diikutinya, sangat aktif dan selalu menjadi pemimpin pada setiap permainan.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBanyak orang pesimis dengan masa depan anak ini, termasuk orang tuanya sendiri, bagaimana tidak, sudah 12 tahun belum bisa membaca dan akan terancam tidak naik ke kelas V. Saya beranggapan sebaliknya, anak ini adalah mutiara, suatu saat nanti Ise akan menjadi orang hebat, hebat pada bakatnya sendiri. Bukankah Isaac Newton juga mengalami kondisi seperti Ise?.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eIse adalah anak yang masuk dalam kategori kebutuhan khusus, dia harus dididik secara khusus pula. Di kelas, dia boleh tidak dijadikan pusat perhatian dan seyogyanya guru fokus pada siswa yang lain. Biarlah Ise menjadi pelengkap dan penghibur, namun di luar kelas dia harus menjadi pusat perhatian.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSetelah mengamati aktivitas Ise di sekolah dan di luar sekolah, saya mulai menemukan pintu kecerdasan dia, rupanya kecerdasannya adalah kinestetik (gerak). Setiap sore saya mengajak Ise bermain di rumah, sekedar santai-santai, memancing di sungai dan berkeliling Desa. Aktivitas-aktivitas psikomotorik ini saya selipkan dengan membaca dan berhitung. Kemanapun kami pergi, buku bacaan selalu dibawanya. Saya melihat perkembangan luar biasa, meskipun belum bisa membaca dan berhitung setidaknya Ise sudah punya modal besar yaitu kemauan untuk belajar. Catatan yang perlu diperhatikan dalam menangani Ise yaitu jangan pernah dipaksa, jangan biarkan dia jenuh dan beri kesempatan tubuhnya tetap bergerak.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKasus seperti Ise hanya ada satu-satunya di \u003ca href\u003d\"http://www.darmanreubee.com/2017/12/ini-sekolah-bukan-kandang-ayam.html\" target\u003d\"_blank\"\u003esekolah kami\u003c/a\u003e, saya mengambil peran untuk menanganinya. Biarpun saya belum cukup ilmu untuk menangani kasus seperti ini namun akan saya upayakan berbagai cara dan terus mempelajari berbagai metode dan ilmu yang menyangkut penanganan anak-anak yang berkebutuhan khusus,terutama anak seperi Ise.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eTarget saya, semester depan Ise harus bisa membaca dan berhitung dan naik ke kelas V. Insya Allah berhasil. Amin.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMerah Arai, 3 Desember 2017\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/4905157283730981662/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/anak-dengan-kecerdasan-kinestetik.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/4905157283730981662"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/4905157283730981662"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/anak-dengan-kecerdasan-kinestetik.html","title":"Anak dengan Kecerdasan Kinestetik"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://4.bp.blogspot.com/--KvhLJwkjbU/Wiy1V07J6oI/AAAAAAAAAQw/lAh1jGrE92Ek5THNQ7lqOe5Om7hoXD1hACLcBGAs/s72-c/Pintu%2BKecerdasan%2BKinestesis.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-1350233061453331345"},"published":{"$t":"2017-12-10T10:37:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2017-12-11T05:54:42.979+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Life Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Edukasi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Opini"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lifestyle"}],"title":{"type":"text","$t":"Ini Sekolah Bukan Kandang Ayam"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv class\u003d\"separator\" style\u003d\"clear: both; text-align: center;\"\u003e\n\u003c/div\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://1.bp.blogspot.com/-ghGlovmDFDY/WiyqrBwPCII/AAAAAAAAAQU/wQeKvHN66Cg3X2T6_-a0sQofxx3SkhHzgCEwYBhgL/s1600/Ini%2BSekolah%2BBukan%2BKandang%2BAyam.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"SDN Sintang Kalbar\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"300\" src\u003d\"https://1.bp.blogspot.com/-ghGlovmDFDY/WiyqrBwPCII/AAAAAAAAAQU/wQeKvHN66Cg3X2T6_-a0sQofxx3SkhHzgCEwYBhgL/s400/Ini%2BSekolah%2BBukan%2BKandang%2BAyam.jpg\" title\u003d\"SDN 15 Merah Arai\" width\u003d\"400\"\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eSDN 15 Merah Arai Kab. Sintang, Kalbar\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eBangunannya sudah tidak layak, berlantai tanah, beratap seng, dindingnya mulai lapuk, sepintas jika tidak ada papan nama sekolah orang akan menyebutnya kandang ayam. Namun percayalah, bangunan itu adalah tempat kami belajar, tempat kami mengukir masa depan, tempat anak-anak hebat calon pemimpin masa depan menimba ilmu.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSDN 15 \u003ca href\u003d\"http://www.darmanreubee.com/2017/11/ini-desaku-mana-desamu.html\" target\u003d\"_blank\"\u003eMerah Arai\u003c/a\u003e, didirikan pada tahun 1980. Sekolah inilah yang membuat masyarakat bisa menghitung berapa jumlah dan harga getah karet yang mereka dapat setiap bulannya. Sekolah inilah yang membuat masyarakat bisa membaca visi dan misi calon kepala daerah dan Presiden. Sekolah ini adalah harapan bagi masyarakat di \u003ca href\u003d\"http://www.darmanreubee.com/2017/11/ini-desaku-mana-desamu.html\" target\u003d\"_blank\"\u003edesa Merah Arai\u003c/a\u003e, harapan untuk hidup lebih baik.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSDN 15 Merah Arai memiliki siswa keseluruhan 99 orang. Sekolah induk berada di dusun Mawang Manis, pusat desa Merah Arai, memiliki 6 kelas dan 6 orang guru (3 PNS dan 3 honorer), sedangkan kelas jarak jauh berada di dusun Pintas, memiliki 3 kelas yaitu kelas I, II dan kelas III, hanya memiliki 1 orang guru (honorer). Gurunya mengajar dengan kelas rangkap dengan pola pagi sore.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSiswa di sekolah ini berasal dari 4 dusun yaitu Mawang Manis, Natai Bungkang, Pandau dan Pintas. Jarak dusun pandau ke sekolah 20 menit dengan berjalan kaki, sedangkan jarak dusun terjauh yaitu Pintas 90 menit. 40 persen siswanya berasal dari Pandau dan Pintas. Bayangkan, setiap harinya mereka menempuh perjalanan sejauh itu untuk menimba ilmu. Kasihan sekali anak-anak itu jika para guru tidak memberikan pelayanan yang prima dan pengajaran yang baik. Dosa besar rasanya.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKelas jarak jauh, baru didirikan pada tahun 2012. Jika tidak didirikan maka anak-anak di dusun tersebut tidak bisa sekolah. Seumuran anak kelas I sampai kelas III belum berani untuk datang ke sekolah induk dengan jarak 1.5 jam, orang tuanyapun tidak mau mengantar setiap harinya dengan kesibukan mencari rezeki di ladang dan kebun. Untuk mengatasi persoalan itu, maka didirikanlah kelas jarak jauh dengan berbagai kekurangannya. Setelah naik kelas IV barulah anak-anak di dusun Pintas belajarnya di sekolah induk. Jumlah mereka lumayan banyak, biasanya mereka pergi dan pulang sekolah bersama-sama. Rombongan Pintas menumpuh 70 menit ke dusun Pandau dan rombongan Pandau sudah menunggu dan mereka bersama-sama menuju sekolah induk dengan tambahan waktu 20 menit lagi. Bukankah seru sekali seperti ini?\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eJika banjir, biasanya anak-anak dari Pintas dan Pandau tidak bisa ke sekolah karena tidak bisa lewat. Jalan yang mereka lalui adalah sepanjang pinggir sungai. Jika melewati hutan, terlalu jauh dan banyak sungai-sungai kecil tanpa jembatan, mereka tidak akan mampu. Sekolah pasti kelihatan sepi tanpa anak-anak dari Pintas dan Pandau.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDi sekolah kami, anak-anaknya cantik dan ganteng, namun sayang mereka ke sekolah banyak yang tidak menggunakan sepatu, baju yang dipakaipun kumal dan ada robek-robeknya. \"Pakaian bukanlah kendala, tapi semangat belajarnya\" kata anak kelas VI serempak. Saya angkat topi, salut. \u003ci\u003eYou are kid jaman now\u003c/i\u003e.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"float: right; margin-left: 1em; text-align: right;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://1.bp.blogspot.com/-zWGTjngk4io/Wiyqr2z-dOI/AAAAAAAAAQU/DbZaCSrxwEoEAuhX9NJdgpPl8StJf1u_gCEwYBhgL/s1600/Ini%2BSekolah%2BBukan%2BKandang%2BAyam%2B2.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Mohon Bantuan fasilitas sekolah\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"240\" src\u003d\"https://1.bp.blogspot.com/-zWGTjngk4io/Wiyqr2z-dOI/AAAAAAAAAQU/DbZaCSrxwEoEAuhX9NJdgpPl8StJf1u_gCEwYBhgL/s320/Ini%2BSekolah%2BBukan%2BKandang%2BAyam%2B2.jpg\" title\u003d\"Fasilitas Sekolah SDN 15 Merah Arai\" width\u003d\"320\"\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003emengintip dunia\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eFasilitas bukanlah kendala untuk terus belajar. Panas seng dan uap dari tanah, kami anggap sejuk karena masih ada pendingin alam sepoi-sepoi yang keluar masuk dari lobang-lobang dinding. Kami dapat mengintip aktivitas belajar dari kelas lain. Jika ada anak yang sedang mengintip, begitu ditegur \"apa yang kamu lihat? \"saya melihat dunia tetangga pak, saya melihat Jakarta, ibu kota negara dan Pulau Sumatera\". Begitu cara mereka menghibur diri.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eDi sini, saya belajar banyak, belajar dari anak-anak yang semangatnya dalam mencari ilmu melampaui semangat saya memberikan ilmu, saya tidak boleh kalah, setidaknya seimbang. Mereka bisa bahagia dengan kondisi seperti ini karena kebahagiaan bisa mereka ciptakan sendiri.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eTerkadang, untuk bisa bahagia kita tidak harus selalu melihat bentuknya, namun kita hanya perlu merasakan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMerah Arai,\u0026nbsp; 28 November 2017.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/1350233061453331345/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/ini-sekolah-bukan-kandang-ayam.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/1350233061453331345"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/1350233061453331345"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/ini-sekolah-bukan-kandang-ayam.html","title":"Ini Sekolah Bukan Kandang Ayam"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://1.bp.blogspot.com/-ghGlovmDFDY/WiyqrBwPCII/AAAAAAAAAQU/wQeKvHN66Cg3X2T6_-a0sQofxx3SkhHzgCEwYBhgL/s72-c/Ini%2BSekolah%2BBukan%2BKandang%2BAyam.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2348133304985000332.post-7399274199643301650"},"published":{"$t":"2017-12-10T10:20:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2017-12-10T12:12:48.348+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kekayaan Alam"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Life Story"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Hiburan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"GGD Sintang"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Rekreasi"}],"title":{"type":"text","$t":"Akhirnya Banjir Juga"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003ctable cellpadding\u003d\"0\" cellspacing\u003d\"0\" class\u003d\"tr-caption-container\" style\u003d\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003e\u003ctbody\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: center;\"\u003e\u003ca href\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-80J6Y41kaTk/WiyncVP8ZZI/AAAAAAAAAQA/8koZ8W5TTtk7Z3R4x2ZaV_urmkD6aJUgACLcBGAs/s1600/Akhirnya%2BBanjir%2BJuga.jpg\" imageanchor\u003d\"1\" style\u003d\"clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003e\u003cimg alt\u003d\"Banjir di Desa Merah Arai\" border\u003d\"0\" data-original-height\u003d\"1200\" data-original-width\u003d\"1600\" height\u003d\"300\" src\u003d\"https://3.bp.blogspot.com/-80J6Y41kaTk/WiyncVP8ZZI/AAAAAAAAAQA/8koZ8W5TTtk7Z3R4x2ZaV_urmkD6aJUgACLcBGAs/s400/Akhirnya%2BBanjir%2BJuga.jpg\" title\u003d\"Banjir di Kecamatan Kayan Hulu\" width\u003d\"400\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003ctr\u003e\u003ctd class\u003d\"tr-caption\" style\u003d\"text-align: center;\"\u003eBanjir di Desa Merah Arai\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\n\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003ePertama sekali tiba di \u003ca href\u003d\"http://www.darmanreubee.com/2017/11/jaunya-desa-merah-arai.html\" target\u003d\"_blank\"\u003eDesa Merah Arai\u003c/a\u003e, banyak hal yang saya tanyakan pada masyarakat termasuk soal banjir. Rumah yang saya tempati adalah rumah dinas Kesehatan, sudah tiga orang petugas kesehatan yang tinggal di rumah tersebut, tidak sampai setengah tahun mereka minta pindah ke rumah lain, alasannya adalah banjir. Rumahnya bagus, permanen, hanya berjarak 50 meter dari pinggir sungai namun jika terjadi banjir sangat merepotkan.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eKata masyarakat, banjir terjadi setahun 2 kali, saat akhir tahun dan awal tahun. Saya paling takut kalau banjir bandang, untunglah banjir di sini bukan banjir bandang melainkan banjir air sungai yang meluap secara perlahan. Seringnya terjadi banjir sehingga waktu pertama tiba di desa ini, masyarakat langsung bergotong royong membuatkan saya tempat tidur yang tingginya 1.3 meter. Waktu itu saya sempat protes \"kenapa tinggi sekali, pak?\" Tanya saya. \"Biar tidak kena banjir\", jawab mereka. Waktu itu, saya belum paham bagaimana kondisi banjir di sini. Sekarang saya mulai mengerti, banjirnya lumayan ekstrim.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eSenin, 27 November 2017, pagi harinya sebelum berangkat sekolah, saya melihat air sungai sudah masuk area jalan tapi belum ada tanda-tanda akan terus membesar dan saya masih memberi status siaga 2. Barang-barang di rumahpun masih saya biarkan begitu saja, tidak dipindahkan.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMenjelang pulang sekolah, pak Hasan, tetangga saya memberi kabar kalau air mulai naik. Mengingatkan supaya saya mengemas barang sehingga tidak basah. Begitu saya pulang, air belum masuk ke rumah dan saya meningkatkan status menjadi siaga 1. Air tidak kunjung surut, bahkan terus semakin membesar, akhirnya saya menyerah dan mulai mengangkat semua barang di lantai ke tempat yang tinggi. Anak-anak sekolah mulai berdatangan untuk membantu mengungsikan barang-barang saya, karena masih siaga 1, biar di rumah saja, belum saatnya mengungsi.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMenjelang sore, saya melihat ke sungai, banyak kayu besar dan sampah hutan yang lewat, airpun semakin deras, langit mendung dan air semakin naik. Rupaya di hulu sungai sudah hujan lagi. Tidak mau mengambil resiko, saya ungsikan semua barang ke rumah kepala sekolah yang berada di depan rumah saya dan dua kali lebih tinggi dari rumah saya. Pengalaman banjir di desa ini, katanya air tidak pernah sampai setinggi teras rumah kepala sekolah. Syukurlah, pikir saya.\u0026nbsp;\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMalamnya air mulai stabil, besok pagi akan ada tanda-tanda surut. Saatnya gotong royong membersihkan lumpur di rumah. Semoga kejadian ini tak terulang lagi. Sangat merepotkan sekali. Ampun deh.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n\u003cdiv style\u003d\"text-align: justify;\"\u003e\n\u003cspan style\u003d\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003eMerah Arai, 27 November 2017.\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https://www.darmanreubee.com/feeds/7399274199643301650/comments/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/akhirnya-banjir-juga.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/7399274199643301650"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https://www.blogger.com/feeds/2348133304985000332/posts/default/7399274199643301650"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https://www.darmanreubee.com/2017/12/akhirnya-banjir-juga.html","title":"Akhirnya Banjir Juga"}],"author":[{"name":{"$t":"darmanreubee"},"uri":{"$t":"https://www.blogger.com/profile/16492959773330502426"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"35","height":"35","src":"//www.blogger.com/img/blogger_logo_round_35.png"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https://3.bp.blogspot.com/-80J6Y41kaTk/WiyncVP8ZZI/AAAAAAAAAQA/8koZ8W5TTtk7Z3R4x2ZaV_urmkD6aJUgACLcBGAs/s72-c/Akhirnya%2BBanjir%2BJuga.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});