1 – 4 of 4
Anonymous Pikiran Random said...

Buat saya, menikah bukanlah sebuah perlombaan. << sepakat sama ini.

July 5, 2018 at 5:57 PM

Anonymous Kathy Debora said...

Setuju sekali Mba Resty. Di usiaku yang mendekati kepala tiga juga sering ditanya seperti itu dan bahkan mama pun ikutan mendorong agar cepat menikah tanpa tahu alasan di balik keengganan untuk menjalani suatu hubungan.

July 11, 2018 at 4:51 PM

Blogger FitriYenti said...

Mbaa..tulisannya menginspirasi.. Kangen sm mba resty

July 17, 2018 at 6:21 AM

Anonymous pritahw said...

Halo mbak, salam kenal yaaa... Hm, aku pernah tuh mbak ada di posisi yg mbak alami. Pas usia menjelang 30 persis. yg aku lakukan akhirnya kontemplasi diri dan makin curhat sama Allah ttg hal2 yg perlu diperbaiki secara pribadi, dan alhamdulillah setelahnya ada pintu hidayah yg terbuka.

Insyaallah seperti kata mbak, pasti tiap org akan tiba di pernikahan dgn waktunya masing2. Memang pernikahan itu bukan akhir kebahagiaan, tapi awal mula kebahagiaan krn penyempurna separuh ibadah, hehe. Barakallahu mbak^^

July 20, 2018 at 11:18 PM

You can use some HTML tags, such as <b>, <i>, <a>

You will be asked to sign in after submitting your comment.
Please prove you're not a robot