[Image]
Aksa asyik
makan sosis bakar ketika segerombolan lalat hijau besar berdengung kencang
mengerubutinya. Ia tampak kesal dan terganggu. Diambilnya sebuah kardus bekas
di pojok kantin lalu disobeknya sebagian. Dengan selembar kardus itu, ia coba
mengusir lalat hijau tersebut.
“Hush…hush….pergi kalian! Berisik sekali.
Mengganggu terus!”teriak Aksa sambil mengayunkan lembar kardus ditangannya
dengan kesal.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Anehnya, lalat-lalat tersebut
bukannya takut lalu kabur, tapi malah semakin ramai. Jumlahnya dari satu ekor
menjadi dua ekor, tiga ekor dan seterusnya hingga sekarang ada tujuh ekor lalat
hijau yang gemuk dan besar-besar.
“Kalian menantangku ya? Kalian belum
tahu siapa aku, kan?”ucap Aksa sambil berkacak pinggang. Seolah mengajak
berkelahi.
Lalat hijau yang paling besar lalu
mendarat di sebuah bambu yang tergeletak di tanah tepat dihadapan Aksa. Ia lalu
diikuti temannya yang lain hingga mereka berjajar rapi menghadap ke arah Aksa.
Satu persatu lalu berubah bentuk menjadi sosok-sosok hitam berbulu kebiru-biruan. Mereka tersenyum
memperlihatkan gigi-giginya yang runcing dan tajam.
Aksa langsung lemas. Lututnya gemetar.
Ia ingin kabur tapi tidak mampu. Salah satu mahluk hitam tersebut maju
mendekati Aksa...(Bersambung)-Setiaawan-
"NEGERI SERIBU KUNANG-KUNANG (2) #ceritabersambung #kunangkunang"
Belum ada komentar. -