[Image] Suatu hari, Kancil sedang
berjalan-jalan di dekat kebun Pak Tani. Tiba-tiba saja Kancil berhenti karena
pandangannya tertumbuk pada kebun Pak Tani yang ditanami ketimun.
“Ehm...pasti segar rasanya makan buah ketimun di siang bolong begini. Bisa
mengobati rasa hausku,”gumam Kancil sambil berjingkat mendekati kebun. Setelah
memeriksa keadaan dan aman tidak ada orang, Kancil langsung memetik beberapa
buah ketimun untuk dibawa kabur ke hutan.
Keesokan harinya, Kancil kembali melakukan hal yang sama. Dia mencuri beberapa
ketimun lalu kabur menuju hutan. Pak Tani marah sekali melihat buah ketimunnya
banyak yang hilang dicuri. Ia lalu mencari akal untuk menakut-nakuti binatang
yang sudah mencuri ketimunnya. Di tengah kebun dipasanglah orang-orangan sawah
yang sudah dilumuri lem lengket agar binatang yang akan mencuri di kebunnya
menjadi takut.
Tapi Kancil tidak. Justru ia mendekati orang-orangan sawah tersebut sebelum
pergi membawa ketimun hasil curiannya. “kamu pikir aku takut denganmu, hai,
orang-orangan sawah jelek!”ucap Kancil sambil menendangkan kakinya. Namun
anehnya, orang-orangan sawah itu bukannya jatuh ditendang oleh Kancil, justru
malah kaki Kancil yang menempel ditubuhnya. Penasaran, Kancil lalu menendang
lagi dengan kaki satunya sehingga kedua kakinya menempel erat di tubuh
orang-orangan sawah. Di dorong oleh rasa panik dan takut, Kancil menendang dan
memukul sekuatnya agar bisa terlepas dari orang-orangan sawah. Namun usahanya
sia-sia belaka.
Kancil akhirnya ditangkap oleh Pak Tani lalu dibawa pulang dan dikurung di
kandang. Pak Tani akan memotong dan memasak Kancil keesokan harinya untuk lauk
sarapan pagi sebelum bekerja di kebun.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Mengetahui rencana itu, Kancil berusaha mencari cara agar bisa meloloskan diri
dari kandang. Namun usahanya tidaklah mudah karena kandang itu di jaga oleh
Bleki, anjing kesayangan Pak Tani.
“Hei, Bleki, tahukah kamu kenapa aku dikurung disini?”tanya Kancil pelan.
“Tidak. Memangnya kenapa?”jawab Bleki hati-hati karena ia tahu Kancil sangat
cerdik dan licik.
“Aku dikurung disini karena besok akan dinikahkan oleh Pak Tani dengan anaknya
yang cantik. Tapi sebenarnya aku tidak mau karena aku masih terlalu muda untuk
menikah. Aku masih ingin bermain dan bertualang kemana saja. Jadi kalau kamu
mau, kamu bisa menggantikan posisiku sekarang, bagaimana?”bujuk Kancil
habis-habisan. ”Kamu akan mendapat banyak keuntungan jika jadi menantu Pak Tani.
Hidupmu akan lebih bahagia. Kamu bisa tidur di dalam rumah yang hangat dan
makan makanan yang enak-enak. Tidak seperti sekarang, tinggal di luar rumah dan
mendapat makanan sisa dari Pak Tani. Padahal kamu sudah lama bekerja padanya.”
Mendengar bujuk rayu Kancil yang pintar bicara, akhirnya hati Si Blekipun
luluh. Dia terpengaruh ucapan Kancil. Bleki sudah bosan hidup menderita dan
ingin merasakan kehidupan yang lebih baik lagi. Setelah setuju, Bleki lalu
masuk dan dikunci di kandang, sedangkan Si Kancil kembali menghirup udara
bebas. Iapun segera pergi dari rumah Pak Tani menuju ke hutan. Kancil akan berpikir
seribu kali untuk mencuri lagi di kebun Pak Tani setelah kejadian ini.
Keesokan harinya, betapa marahnya Pak Tani mendapati Bleki di dalam kandang,
bukannya Si Kancil yang akan menjadi sarapan paginya. Dia memarahi anjing
kesayangannya itu habis-habisan karena mau diperdaya Si Kancil.
Keterangan
: Pelanduk
atau Kancil yang masuk ke dalam marga Tragulus
memiliki kekerabatan dengan kijang atau rusa, hanya saja memiliki ukuran yang lebih
kecil. Kancil hidup di hutan hujan tropis Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Kancil suka hidup menyendiri dan memakan dedaunan, buah, rerumputan dan
bagian-bagian tumbuhan lainnya di hutan. Kancil adalah binatang yang cukup
melegenda di Indonesia. Banyak kisah dongeng tentang Kancil yang terus abadi
hingga sekarang.
"Kancil Mencuri Ketimun Pak Tani #kancil #paktani"
Belum ada komentar. -