No comments yet.
Close this window
1 – 0 of 0
sedikit menyesal kenapa gue baru bisa bikin ini sekarang.. :(
ayah,,
senyummu, gelakmu, marahmu
masih selalu kukenang sebagai pengantar tidurku
masih ingatkah kau ketika aku terjatuh dari sepeda roda tigaku?
kau berlari mengejarku, walau harus melompat tembok batu
ayah,,
nasehatmu kujadikan wallpaper dilaptopku
fotomu kuedit, kusatukan bersama foto ibu
kujadikan screen saverku,
terkadang kudiamkan saja notebookku
disaat aku ingin untuk menangisimu
merindukan soskmu yang hilang dimataku
ayah,,
liburan kemarin aku senang senang
tapi maafkan aku, karena tak berkunjung datang
kubiarkan tanahmu ditumbuhi ilalang
kubiarkan gundukanmu kering kerontang
bukan aku tak mau datang
aku takut tak sanggup pulang
aku takut terang menjadi petang
dan kembali kuingat saat nyawamu meregang
ayah pun berkata di rumah barunya,
berbisik pada munkar nakir
bercengkrama dengan rakib atit
dan menitip pesan pada Sang Khalik,
biarlah aku yang pulang, menanti anakku hingga petang
menanti doa dari anak-anak yang kucintai
sampai mereka dapat temaniku disini
posted by Gabriela Claudia Kalalo at
5:55 AM
on Jan 16, 2010
Leave your comment
You can use some HTML tags, such as
<b>, <i>, <a>
Comment moderation has been enabled. All comments must be approved by the blog author.
Choose an identity
Google Account
You will be asked to sign in after submitting your comment.
Name/URL
Comment with your Google account if you’d like to be able to manage your comments in the future. If you comment anonymously, you won’t be able to edit or delete your comment.
Learn more
Name
URL
Anonymous
Comment with your Google account if you’d like to be able to manage your comments in the future. If you comment anonymously, you won’t be able to edit or delete your comment.
Learn more
No comments yet.
Close this window