Saya Windy dari kelas XII AP No absen 30, saya ingin mengomentari tentang blog ini. blog ini berisikan tentang atau mengenai filing system atau yang biasa di sebut dengan arsip atau kearsipan. saya juga mempelajari filing system di kelas jurusan saya yaitu administrasi perkantoran. saya mempelajari filing system mulai dari kelas 11 atau biasa disebut kelas 2 smk, dalam filing system ada 5 bentuk arsip atau filing system yaitu berdasarkan alphabet, subjek, geographic, numeric, dan tanggal. dalam blog ini saya bisa dapat mempelajarinya dengan baik dan saya juga mengerti apa yang di jelaskan dalam blog ini mengenai filing system, sehingga saya tidak mengalami kesulitan dalam melakukan filing system, karena saya sudah mempelajarinya secara langsung dari gurunya dan juga dari blog ini, maka menurut saya blog ini sangat bermanfaat bagi kita semua.
Saya Alanis Morissette dari kelas XII AP. Ingin memberikan komentar mengenai blog ini. Filing document sangat berguna dalam menyimpan dokumen" perusahaan agar tidak hilang dan tetap aman. Filing dokumen ini membantu perusahaan dalam menyimpan dokumen secara sitematis. Ketika dokumen di butuhkan kembali akan dengan mudah di temukan bila menggunakan sistem giling dokumen tersebut. Sistem abjad tersebut sering digunakan di Rumah sakit. Filing sistem ini sangat mrmbantu saya ketika saya menyimpan dokumen di perusahaan tempat saya melaksanakan PKL. Sistem abjad inj memudahkan kita dalam mencaru data karyaean berdasarkam indeks dri namanya.
March 20, 2019 at 4:14 AM
ALPHABETICAL FILING SYSTEM/SISTEM PENGARSIPAN
SECARA ABJAD
Pakar administrasi, The Liang Gie menyatakan arsip
adalah sekumpulan warkat yang disimpan secara sistematis karena mempunyai suatu
kegunaan agar setiap kali diperlukan dapat dengan cepat ditemukan kembali.
Peraturan Pemerintah No. 34
tahun 1979, istilah arsip dapat berarti:
a.
Kumpulan naskah atau dokumen yang disimpan
b.
Gedung (ruang) penyimpanan naskah atau dokumen
c.
Organisasi atau lembaga yang mengelola dan
menyimpan kumpulan naskah atau
dokumen.
Kearsipan adalah suatu
proses kegiatan menyimpan arsip secara sistematis sehingga bila sewaktu-waktu
dibutuhkan dapat dengan cepat ditemukan. Pengarsipan adalah kegiatan
menyimpan warkat dengan berbagai cara dan alat di tempat tertentu yang aman
agar tidak rusak atau hilang sebagai pusat ingatan atau sumber informasi suatu
organisasi, menurut The Liang Gie (1996:115). Menurut GR. Terry, filing
adalah penempatan kertas-kertas dalam tempat-tempat penyimpanan yang baik
menurut aturan yang telah ditentukan terlebih dahulu sedemikian rupa sehingga
setiap kertas (surat) bila diperlukan dapat diketemukan kembali dengan mudah
dan cepat.
Berdasarkan
pendapat para ahli maka dapat disimpulkan pengarsipan adalah proses kegiatan
pengaturan arsip dengan menggunakan sistem tertentu sehingga arsip-arsip dapat
diketemukan kembali sewaktu diperlukan. Sistem kearsipan (filing system) adalah suatu sistem, metode atau cara yang telah
direncanakan dan dipergunakan dalam pengurusan, penyimpanan, dan pemeliharaan
arsip sehingga arsip-arsip dapat diketemukan kembali dengan mudah.
Dalam mengelola arsip-arsip,
biasanya suatu organisasi atau perusahaan menyimpan arsip-arsip manual menggunakan
filing cabinet (lemari arsip) atau langsung pada odner, sedangkan arsip elektronik
dikelola dengan komputer. Alat
bantu untuk memudahkan penemuan kembali
arsip dapat berupa:
a.
Filing Cabinet (Laci/rak kabinet) yang berfungsi sebagai tempat ordner
b. Ordner yang berguna sebagai tempat penyimpanan
folder atau dokumen
c. Guide sebagai penuntun dan pembatas antar folder
d. Folder berfungsi sebagai tempat penyimpanan surat-surat
atau dokumen
ISTILAH-ISTILAH
DALAM FILING SYSTEMKlasifikasi
Arsip :
pengelompokan arsip menurut urusan/masalahnya
secara logis dan sistematis berdasarkan fungsi dan kegiatan instansi yang
menciptakan atau menghimpunnya.
Indeks :
tanda pengenal arsip/kata tangkap (caption)
untuk memudahkan penemuan kembali.Mengindeks adalah proses menentukan/menetapkan
indeks/kata tangkap.
Kode :
tanda pengenal urusan/masalah dari
klasifikasi arsip. Kode dapat berupa abjad, angka atau gabungan abjad dengan
angka.
Sistem yang dipakai untuk
menyimpan arsip-arsip manual menggunakan salah satu filing system atau gabungan dari kelima sistem pengarsipan yang
sudah umum dipakai. Kelima filing system
tersebut adalah :
1)
Sistem abjad (Alphabetical
Filing System)
2)
Sistem tanggal (Chronological
Filing System)
3)
Sistem nomor (Numeric
Filing System )
4)
Sistem pokok masalah (Subject Filing System)
5)
Sistem wilayah (Geographic
Filing System)
1 Pengarsipan Secara Sistem Abjad
Pengarsipan secara sistem
Abjad adalah suatu sistem penyimpanan arsip ataupun berkas-berkas penting
berdasarkan abjad yang berasal dari nama orang, nama perusahaan, nama organsiasi,
maupun instansi pemerintah. Nama tersebut diindeks terlebih dahulu baru
dijadikan sebagai kata tangkap (kode) dalam penyimpanannya, kemudian diurutkan
berdasarkan urutan abjad.
Kearsipan
sistem abjad merupakan salah satu sistem kearsipan yang sering digunakan di kantor-kantor.
Ciri suatu kantor menerapkan pengelolaan kearsipan dengan system abjad adalah
arsip diatur dan disimpan berdasarkan abjad Latin yakni A sampai Z dan atau
kombinasi abjad tersebut
Keuntungan:
Dapat diterapkan pada semua jenis kegiatan usaha
baik yang berskala besar maupun kecil.
Fleksibel
Mudah diterapkan
Tidak terlalu rumit
Orang mudah mengingat nama orang/organisasi/badan/perusahaan
Kekurangan
:
1.
Lupa
nama perusahaan/nama pengirim hanya mengingat tanggal atau masalah
2.
Banyaknya
nama yang memiliki kode yang sama
3.
Ada
nama baru berarti daftar klasifikasi harus disesuaikan
Mengindeks nama yang akan dijadikan kode tersebut
harus mengikuti peraturan mengindeks.
Berikut adalah
beberapa peraturan dalam mengindeks :
1. Indeks
nama perseorangan
Nama
orang Indonesia pada umumnya adalah nama pada urutan terakhir penulisan nama
tersebut:
Contoh:
Caption :
Dra. R.A. Rani Handoko
Indeks :
Handoko,
Rani, RA, Dra
Kode Abjad : Ha
Arsip yang berkode Ha ini selanjutnya disimpan
di belakang guide
yang berkode H.
2. Indeks
nama Perusahaan dengan Singkatan
Cara
Mengindeks nama perusahaan dengan
singkatan adalah dengan
memanjangkan dahulu singkatan, kemudian baru
diindeks dan kalau
perlu memakai tunjuk silang, contoh:
Caption :
PT Damos Indah
Indeks :
Damos, Indah, Perseroan Terbatas
Kode Abjad :
Da ini berarti arsip disimpan di
belakang guide
yang
berkode D
(SELENGKAPNYA ADA DI BAGIAN BAWAH SETELAH GAMBAR !!!!)
[Image]
[Image]
[Image]
Langkah-langkah/prosedur
penyimpanan arsip:
Pengumpulan Surat
Surat-surat yang berasal dari berbagai unit organisasi dikumpulkan pada
bagian kearsipan.
Memeriksa
Petugas memeriksa apakah surat memang sudah benar-benar akan disimpan,
dengan melihat adanya tanda “perintah simpan” (release mark) yang
diterapkan oleh atasan di atas surat bersangkutan. Atau petugas memang yakin bahwa surat sudah
selesai diproses dan boleh disimpan.
Mengindeks
Memilih nama yang akan dipakai sebagai identitas penyimpanan dan kemudian
menguraikannya menjadi unit-unit untuk keperluan mengabjad.
Untuk surat masuk, yang dapat diindeks adalah nama
pengiriman atau nama penanda tangan surat.
Memberi Kode
Pada langkah ini nama atau kata tangkap yang sudah diindeks sebagai
unit-unit diberi tanda. Misalnya, lingkaran dengan warna merah dan angka 1
untuk unit 1,angka 2 untuk unit 2 dan angka 3 unit 3 dan seterusnya.
Dengan adanya tanda ini petugas dapat menempatkan surat di dalam map yang
sudah ada, atau membuatkan map individu baru bila surat-suratnya baru
dipindahkan dari map campuran karena jumlah suratnya sudah lebih dari 5
pucuk.
Dengan adanya tanda/kode juga memudahkan petugas mengembalikan surat ke
dalam laci, bila surat keluar karena dipinjam.
Menyortir
Adalah mengelompokkan surat kedalam kelompok abjad masing masing, agar
memudahkan petugas mengerjakan langkah terakhir yaitu menyimpan.
Sortir ini penting untuk surat-surat yang banyak, kalau suratnya sedikit
(tidak lebih dari 25 pucuk) tidak perlu dilakukan sortir. Dengan adanya
sortir, petugas didalam menyimpan surat tidak perlu pulang-balik dari meja
ke almari arsip, tapi dapat menyimpannya perkelompok abjad.
Menempatkan
Pekerjaan ini harus dilakukan dengan hati hati. Kalau tejadi kekeliruan
menempatkan surat pada map yang bukan seharusnya maka surat tersebut dapat
disebut hilang. Bila volume surat yang disimpan
cukup banyak, maka pencarian kembali akan sukar dilakukan.
Pemeliharaan, perawatan,
penyiangan dan pemusnahan menurut peraturan yang berlaku.
PERATURAN MENGINDEKS
TEHNIK
MENGINDEKS DAN MENETAPKAN KODE
1.
Indeks nama perseorangan
a)
Aturan indeks nama orang Indonesia
1)
(Nama orang Indonesia pada umumnya
adalah nama pada urutan terakhir penulisan nama tersebut:
Contoh:
Caption : Dra. R.A.Rosa Hartini
Indeks : Hartini, Rosa, RA, Dra
Kode
Abjad : Ha
2)
Indeks nama orang Indonesia dengan marga
adalah nama marganya, contoh:
Caption :Drs Sahat Siahaan
Indeks :Siahaan, Sahat, Drs
Kode
Abjad :Si
3)
Indeks nama orang Indonesia dengan
urutan kelahiran (nama-nama Bali) adalah nama sendiri, urutan kelahiran, gelar
kalau ada, contoh:
Caption :I Gusti Made Tiran
Indeks : Tiran, Made, I Gusti
Kode
Abjad :Ti
4)
Indeks nama orang Indonesia yang memakai
nama Kristen adalah nama Kristen di indeks setelah semua nama Indonesianya,
Contoh:
Caption :Cicilia Maria Riasi Brataaji
Indeks : Brataaji, Riasih, Cicilia,
Maria
Kode
Abjad : Br
5)
Indeks nama orang Indonesia dengan
singkatan diindeks nama yang tidak disingkat dan singkatan diusahakan dicari
kepanjangannya, contoh:
Caption :Dr.M.Hatta (Dr. Mohammad
Hatta)
Indeks :Hatta, Mohammad. Dr
Kode
abjad : Ha
6)
Indeks gelar-gelar pada nama Indonesia
adalah gelar diletakkan urutan terakhir, contoh:
Caption : Prof.Dr.Conny R.Semiawan
Indeks : Semiawan, Conny.R.Prof.Dr
Kode
abjad : Ha
7)
Indeks nama wanita yang mencantumkan
nama suaminya diindeks nama suaminya terlebih dahulu, dan sealiknya dibuatkan
kartu tunjuk silang (cross reference), contoh:
Caption : Ny.Dra.Muliati Abdul Makmur
Indeks : Makmur, Abdul, Muliati.
Dra.Ny
Kode
Abjad : Ma
b)
Tata urutan indeks nama orang Eropa
Pada umumnya nama Eropa urutan namanya
adalah julukan (given name), nama tengah(Middle name), dan nama keluarga
(surname,family name). Selain itu, masih ada nama dengan cirri khusus. Adapun
inti peraturannya adalah seperti tertera dibawah ini:
(1)
Cara mengindeks nama Eropa pada umumnya
adalah surname, given name, dan middle name. Surname/nama keluarga diutamakan
ssebagai dasar indeks dan kode,
contoh:
Caption : William Jhon Fulton
Indeks : Fulton, William, John
Kode
abjad : Fu
(2)
Cara mengindeks nama Eropa yang
menggunakan penghubung adalah nama dengan tanda pengubung terssebut dianggap
satu unit, contoh:
Caption : Silvia Loper-Tina
Indeks : Loper-Tina Silvia
Kode
Abjad : Lo
c).
Tata Urutan indeks nama Tionghoa
Cara
mengindeks nama orang Tionghoa adalah nama keluarganya. Oleh karena nama
keluarga orang-orang Tionghoa itu di depan urutan namanya, maka nama-nama
Tionghoa diindeks seperti tertulis, Contoh
Caption : Pauw Swie Im
Indeks : Pauw, Swie Im
Kode
abjad : Pa
d).
Tata urutan indeks nama internasional
Cara
mengindeks nama-nama Internasional adalah nama urutan terakhir penulisan
merupakan dasar indeks dan kode, contoh:
Caption : Gamal Abdul Nasser
Indeks : Naser, Gamal. Abdul
Kode
abjad : Na
2.
Indeks nama Perusahaan
Peraturan
indeks nama perusahaan meliputi tata cara indeks nama perusahaan pada umumnya,
nama perusahaan yang lebih dikenal singkatannya, nama perusahaan menggunakan
huruf, nama perusahaan menggunakan angka, dan perusahaan menggunakan nama diri
orang. Peraturan lebih rinci tentang cara mengindeks nama perusahaan
berturut-turut akan diuraikan berikut ini
a)
Tata cara indeks nama perusahaan pada
umumnya
Cara
mengindeks nama perusahaan adalah kata yang penting dahulu, kemudian jenis
badan hokum atau kegiatannya, contoh:
Caption : PN Garam Negara
Indeks : Garam, Negara,
Perusahaan, Negara
Kode
abjad : Ga
b)
Tata cara indeks nama perusahaan dengan
singkatan
Cara
mengindeks nama perusahaan yang menggunakan singkatan adalah memanjangkan
dahulu singkatan, kemudian baru diindeks dan kalau perlu memakai tunjuk silang,
contoh:
Caption : GIA
Indeks : Garuda, Indonesia,
Airwys
Kode
Abjad : Ga lihat GIA
3.
Indeks nama civic mission
Badan
Usaha yang tergolong Civic mission meliputi nama-nama perhimpunan, yayawan, dan
nama badan social kemasyarakatan lainnya. Sedangkan nama Instansi pemerintah
berarti nama-nama lembaga pemerintah, baik itu lemba
ga
tinggi Negara ataupun departemen. Untuk mengindeks nama civic mission ada tiga
peraturan sebagai berikut:
a)
menggunakan kata yang penting
cara
mengindeks nama civic mission adalah menggunakan kata yang penting labih
dahulu, kemudian disusul sifat organisasi seperti yayasan, perhimpunan, dan
persatuan, contoh:
Caption : Partai Demokrasi
Indonesia
Indeks : Demokrasi, Indonesia,
Partai
Kode
abjad : De lihat PDI
(dengan tunjuk silang)
b)
menggunakan nama civic mission dengan
singkatan
Cara
mengindeks nama badan usaha yang lebih dikenal dengan nama singkatannya adalah
singkatan dipanjangkan dan diindeks sepeerti peraturan pertama dan diberi
tunjuk silang ke singkatannya, contoh:
Caption
: PSSI
Indeks : Sepak Bola, Seluruh,
Indonesia, Persatuan
Kode
abjad : Se lihat PSSI
c)
nama civic mission dibidang pendidikan
cara
mengindeks nama badan usaha yang bergerak dibidang pendidikan adalah kata
sekolah, akademi, universitas, diletakkan pada unit terakhir. Bila nama itu
lebih dikenal singkatannya berilah tunjuk silang, contoh:
Caption : SMP Negeri 1 Bogor
Indeks : Menengah, Pertama,
Negeri, Satu, Bogor, Sekolah
Kode
abjad : Melihat SMP
4.
Indeks nama Instansi Pemerintah
Peraturan
mengindeks instansi pemerintah dapat dikelompokkan ke dalam lembaga Negara,
lembaga adepartemen, dan kantor-kantor.
a)
Cara mengindeks nama instansi pemerintah
mengutamakan kata yang penting dahulu, kemudian sifat instansi seperti
departemen, dirjen, direktorat, kanwil diletakkan pada unit terakhir, contoh
Caption : Departemen Pertanian
Indeks : Pertanian, departemen
Kode
abjad : Pe
b)
Cara mengindeks nama instansi pemerintah
hendaknya memperhatikan hierarkhi antara lain departemen, ditjen, dirjen,
kanwil, kanko, dan kamat. Hierarki wilayah antara lain provinsi, kabupaten,
kecamatan dan kelurahan, contoh:
Caption : Kanwil Deppen Jambi
Indeks : jambi, wilayah,
penerangan , kantor, departemen
Kode
Abjad : Ja lihat Kanwil
Deppen
Indexing RulesRule
1: Alphabetic Order. Names and subjects are arranged in alphabetic order by
units.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Antell Crawford
Antell
Crawford
Dayton
Distributors
Dayton
Distributors
Harper Furnishings
Harper
Furnishings
Harper Supplies
Harper
Supplies
Reynolds Dress Collection
Reynolds
Dress
Collection
Reynolds Dress Shop
Reynolds
Dress
Shop
Reynolds Dress Shop Fabrics
Reynolds
Dress
Shop
Fabrics
Note:
When names in the first unit are alike, the second and sometimes the third unit
determine the order. Rule
2: Nothing Comes Before Something. A single letter, for example,
comes before a full name or word.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
C
C
Cannon
Cannon
Cannon Brothers
Cannon
Brothers
Cannon Brothers Agency
Cannon
Brothers
Agency
Rule
3: Last Name First. Names of persons are indexed by the last name as the first
unit. Other parts of the name are indexed in natural order.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Davis
Davis
Bailey Davis
Davis
Bailey
Boyd Davis
Davis
Boyd
J. Mason Davis
Davis
J.
Mason
James M. Davis
Davis
James
M.
Rule
4: Prefixes. Prefixes (such as "De," "Van,"
"Mc," "Mac") are considered as part of the name to which
they are attached and are spelled exactly as written.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Samuel
Dee
Samuel
Samuel Delaport
Delaport
Samuel
Samuel De La Porte
De La
Samuel
Porte
Samuel D'Lando
D'Lando
Samuel
Rule
5: Hyphenated Individual Names. Hyphenated names of individuals are treated as one
unit. Ignore the hyphen.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Carla Knapp
Knapp
Carla
Mary Knapp-Fisher
Knapp-Fisher
Mary
Davis
J. Krups
Krups
Davis
J.
Marlene S. Krups-Feng
Krups-Feng
Marlene
S.
Rule
6: Titles. With a complete name, ignore a title. If there is
only on name plus a title (other than a courtesy title), index the name as it
is.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Dr. Mark Allen
Allen
Mark
Bishop Wells
Bishop
Wells
Queen
Elizabeth Hotel
Queen
Elizabeth
Hotel
J. Foster Queen
Queen
J.
Foster
Mrs. Jacob A. Reagan
Reagan
Mrs.
Jacob
A.
Note:
Treat "Mrs." as a title if a woman uses her husband's name and you do
not know her first name. Rule
7: Seniority Terms and Other Designations Following the Name. Titles that
are seniority terms, such as "Sr." and "Jr.," are
ignored. A degree after a name, such as "M.D.," is also
ignored.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Charles Reynolds, Jr.
Reynolds
Charles
Charles J. Reynolds, Sr.
Reynolds
Charles
J.
Steven Reynolds, M.D.
Reynolds
Steven
Tamara A. Reynolds, D.D.S.
Reynolds
Tamara
A.
Rule
8: Abbreviated Names and Nicknames. Treat an abbreviated name, such
as "Wm.," as if it were spelled in full. If a nickname is used
and the full name is not known, index that name as spelled.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Wm. Monro
Monro
William
Worden Monro
Monro
Worden
Ray Monroe
Monroe
Ray
Tom Monroe
Monroe
Thomas
Rule
9: First Word First. Treat each word of a business name as a separate unit and
index the name in the order which it is written. (If the name contains
the full name of a person, consider the name as written.)
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Freeman Dresses
Freeman
Dresses
Joseph Freeman Wholesaler
Joseph
Freeman
Wholesaler
Sara Freeman Flowers
Sara
Freeman
Flowers
Freeman Travel Agency
Freeman
Travel
Agency
Rule
10: Articles, Conjunctions, and Prepositions. Ignore the
unimportant words that are articles, conjunctions, and prepositions.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Barnes & Roberts, Incorporated
Barnes
Roberts
Incorporated
The Palace Restaurant
Palace
Restaurant
The Palisades
Palisades
A Ride on the Beach
Ride
Beach
Rule
11: Abbreviations. Regard all abbreviations as if they were spelled in full.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Lyndon Corp.
Lyndon
Corporation
Regan Co., Ltd.
Regan
Company
Limited
Rule
12: Single Letters. Single letters that are not abbreviations should be considered as
separate units, even if the letters are joined together, as in KZOK.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
KB international
K
B
International
KING Television
K
I
N
G
Q & L Music
Q
L
Music
FX McRory's Pub and Restaurant
F
X
McRorys
Pub
Rule
13: Hyphenated Firm Names. In company names, hyphenated expressions are treated as a
single unit.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
H. Frederick Harris
Harris
H.
Frederick
Harris-Baker Industries
Harris-Baker
Industries
Gregory and Martin, Inc
Gregory
Martin
Incorporated
Gregory-Saroff Products
Gregory-Saroff
Products
Rule
14: One or Two Words? If a firm name can be written as one word or two, treat it
as one indexing unit.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
World-Wide Air Lines
World-Wide
Air Lines
Worldwide Airways
Worldwide
Airways
World Wide Tours
World Wide
Tours
World Wide Web Designs
World Wide
Web
Designs
Rule
15: Possessives and Contractions. Consider all letters in a
possessive or a contraction, but disregard the apostrophe.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
The Anderson Company
Anderson
Company
Anderson's
Andersons
Andersons'
Bakery
Andersons
Bakery
Anderson's
Garage
Andersons
Garage
Rule
16: Numbers. If a firm name contains a number, index the number as if it
were spelled out and treat it as one unit. Use as few words as possible;
for example, treat 2106 as twenty-one hundred six, not two thousand one hundred
six.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
5th
Avenue Hotel
Fifth
Avenue
Hotel
5100 Apartments
Fifty-one Hundred
Apartments
Latitude 47 Restaurant
Latitude
Forty-seven
Restaurant
Rule
17: Parts of Geographic Names. Each part of a geographic name is
treated as a separate indexing unit. (Exception: If the name
is hyphenated, treat it as one unit.)
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Los
Angeles Times
Los
Angeles
Times
North Dakota Mining Co.
North
Dakota
Mining
Company
St.
Louis
Saint
Louis
Bottlers
U.S.
Data Consultants
United
States
Data
Consultants
West Seattle
Herald
West
Seattle
Herald
Rule
18: Addresses. If two names are identical, index them by address in this
order: city, state, name of street, number of house or building.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Hard Rock Cafe, Los Vegas
Hard
Rock
Cafe
Los
Hard Rock Cafe, Orlando
Hard
Rock
Cafe
Orlando
Martin Rogers, Chicago
Martin
Rogers
Chicago
Martin Rogers, Miami
Martin
Rogers
Miami
Rule
19: Banks and Other Financial Institutions. Index names
as written, with each word being treated as a separate unit.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Cascade Federal Credit Union
Cascade
Federal
Credit
Union
Federated Savings Co.
Federated
Savings
Company
First National Bank of the West
First
National
Bank
West
Rule
20: Hotels and Motels. Hotels and motels are indexed in the order written. (Exception:
If the name starts with "Hotel" or "Motel," make
this the last unit.)
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Twin Teepees Motel
Twin
Teepees
Motel
Motel 6
Six
Motel
Hotel
Regency Plaza
Regency
Plaza
Hotel
Hotel Monaco Seattle
Monaco
Seattle
Hotel
Rule
21: Hospitals and Religious Institutions. Index in the
order written, treating each word as a unit.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Childrens' Hospital
Childrens
Hospital
Dar-us-Salaam Mosque
Dar-
us-
Salaam
Mosque
St.
James Cathedral
Saint
James
Cathedral
Swedish
Medical Center
Swedish
Medical
Center
Rule
22: Educational Institutions. Index in the order given, considering each word as a
unit. If a word like "University" or "College" is at
the beginning of the name, consider the distinctive parts first.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Chief
Sealth High
School
Chief
Sealth
High
School
Seattle
Vocational Institute
Seattle
Vocational
Institutue
University
of Washington
Washington
University
College
of William
& Mary
William
Mary
College
Rule
23: Federal Government Names. Consider United States Government as the first three
units. Then consider the names of the department. Finally, index
the name of the agency, bureau, board, or other subdivision.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
U.S.
Department of Treasury, Internal Revenue Service
United
States
Government
Treasury
UNIT 5
UNIT 6
UNIT 7
UNIT 8
Department
Internal
Revenue
Service
Rule
24: State and Local Government Names. Index first under the
classification, such as the state, town, city, and so on. Then consider
the name of the subdivision.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
King
County,
Department of Health
King
County
Health
Department
City of Seattle,
Department of Public Safety
Seattle
City
Public
Safety
Rule
25: Foreign Government Names. The rule is the same as that for federal government names,
except that the first unit is the name of the country.
NAME
UNIT 1
UNIT 2
UNIT 3
UNIT 4
Dominion of Canada,
Department of Labour
Canada
Dominion
Labour
Department
posted by Lambue Sofia Simamora at 11:40 PM on Jul 17, 2014
"FILING SYSTEM/SISTEM PENGARSIPAN ( SISTEM ABJAD )"
2 Comments -
Saya Windy dari kelas XII AP No absen 30, saya ingin mengomentari tentang blog ini. blog ini berisikan tentang atau mengenai filing system atau yang biasa di sebut dengan arsip atau kearsipan. saya juga mempelajari filing system di kelas jurusan saya yaitu administrasi perkantoran. saya mempelajari filing system mulai dari kelas 11 atau biasa disebut kelas 2 smk, dalam filing system ada 5 bentuk arsip atau filing system yaitu berdasarkan alphabet, subjek, geographic, numeric, dan tanggal. dalam blog ini saya bisa dapat mempelajarinya dengan baik dan saya juga mengerti apa yang di jelaskan dalam blog ini mengenai filing system, sehingga saya tidak mengalami kesulitan dalam melakukan filing system, karena saya sudah mempelajarinya secara langsung dari gurunya dan juga dari blog ini, maka menurut saya blog ini sangat bermanfaat bagi kita semua.
March 20, 2019 at 4:13 AM
Saya Alanis Morissette dari kelas XII AP. Ingin memberikan komentar mengenai blog ini. Filing document sangat berguna dalam menyimpan dokumen" perusahaan agar tidak hilang dan tetap aman. Filing dokumen ini membantu perusahaan dalam menyimpan dokumen secara sitematis. Ketika dokumen di butuhkan kembali akan dengan mudah di temukan bila menggunakan sistem giling dokumen tersebut. Sistem abjad tersebut sering digunakan di Rumah sakit. Filing sistem ini sangat mrmbantu saya ketika saya menyimpan dokumen di perusahaan tempat saya melaksanakan PKL. Sistem abjad inj memudahkan kita dalam mencaru data karyaean berdasarkam indeks dri namanya.
March 20, 2019 at 4:14 AM