tag:blogger.com,1999:blog-90807048959934546972009-02-20T17:49:52.934-08:00Petroleum & Gas BlogOilfield Forum has opened a new message board community on the Internet to help oilfield people connect on a personal and professional level.Media Informasi Oilfieldhttp://www.blogger.com/profile/13269477814197446578noreply@blogger.comBlogger7125tag:blogger.com,1999:blog-9080704895993454697.post-84429333515388366912008-06-11T19:32:00.001-07:002008-06-11T19:32:33.099-07:00Vector Pipeline Plans To Further Expand Natural Gas Pipeline Capacity<p>Sugar Land, TX - Researched by Industrial Info Resources -- Vector Pipeline LP (Livonia, Michigan), a joint venture company of Enbridge Incorporated (Calgary, Alberta) and DTE Energy Company (Detroit, Michigan), is planning to spend $36.6M to expand its main line natural gas capacity by constructing and improving pipeline facilities in Michigan and Indiana. The project will focus on the installation of new compression and reworking existing compression and will not require the construction of any new pipeline mileage. </p> <p>Industrial Info Resources (IIR) is a marketing information service specializing in industrial process, energy and financial related markets with products and services ranging from industry news, analytics, forecasting, plant and project databases, as well as multimedia services. </p> <p><i>SOURCE: Vector Pipeline LP</i></p> <div class="blogger-post-footer"><a href="http://www.kqzyfj.com/click-2857170-10393053"> <img src="http://www.ftjcfx.com/image-2857170-10393053" width="120" height="60" alt="See what's on sale at Sheet Music Plus" border="0"/></a><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9080704895993454697-8442933351538836691?l=petroilgas.blogspot.com'/></div>Media Informasi Oilfieldhttp://www.blogger.com/profile/13269477814197446578noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-9080704895993454697.post-40617204542421606582008-04-27T04:34:00.001-07:002008-04-27T04:34:09.118-07:00Bergerak<p><b><i>&#8220;Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan). &#8221;</i></b></p> <p>Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya, &#8220;ChaNge&#8221;. Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Ditengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu. &#8220;Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,&#8221; ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000. </p> <p>Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya. </p> <p>Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun. </p> <p>Saya ulangi pesan Saya, &#8220;Silahkan ambil, silahkan ambil.&#8221; Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak, &#8220;Kembalikan, kembalikan!&#8221; Saya mengatakan, &#8220;Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.&#8221; </p> <p>Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan? Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan: </p> <p>&#8220;Saya pikir Bapak cuma main-main &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8221; </p> <p>&#8220;Nanti uangnya toh diambil lagi.&#8221;</p> <p>&#8220;Malu-maluin aja.&#8221;</p> <p>&#8220;Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!&#8221;</p> <p>&#8220;Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu &#8230;..&#8221;</p> <p>&#8220;Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya. &#8230;&#8221;</p> <p>&#8220;Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas&#8230;..&#8221;</p> <p>&#8220;Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang&#8230;&#8230;. ..&#8221;</p> <p>&#8220;Saya, kan duduk jauh di belakang&#8230;&#8221;</p> <p>dan seterusnya. </p> <p>Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan) , tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah. Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa <br />depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras. Ia bisa menilai &#8220;gila&#8221; nya orang di sana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu Saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka, ia pun protes. &#8220;Gila aja&#8230;.ini kan gara-gara saudara-saudara Saya tidak mau mengurus Saya. Saya ini tidak gila.</p> <p>Mereka itu semua sakit&#8230;..&#8221;. Lantas, apa yang kamu maksud &#8217;sakit&#8217;?&#8221; </p> <p>&#8220;Orang &#8217;sakit&#8217; (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari&#8230;..,&#8221; katanya penuh semangat.&#8221; Saya pun mengangguk-angguk. </p> <p>Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja. </p> <p>Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah, tapi tak banyak yang berani bergerak. Tetapi sekali bergerak, perubahan seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak terkendali bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri, yaitu perubahan yang menjadikan hidup lebih baik. Perubahan akan gagal kalau pemimpin-pemimpinny a hanya berwacana saja. Wacana yang kosong akan destruktif. </p> <p>&#8220;Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya.&#8221;</p> <p><b><i>Get Started. Get into the game. Get into the playing field, Now. Just do it!</i></b></p> <p>&#8220;Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja.&#8221;</p> <p>Makanya tranformasi harus bersifat kultural, tidak cukup sekedar struktural. Ia harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju. </p> <p>Manusia pemenang adalah manusia yang responsif. Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah :</p> <p><b><i>&#8220;Winners take action&#8230;they simply get up and do what has to be done&#8230;&#8221;. </i></b></p> <p>Selamat bergerak!</p> <p>Rhenald Kasali</p> <p></p> <center><a href="http://www.regnow.com/softsell/nph-softsell.cgi?item=17492-2&amp;affiliate=164707"><img src="http://www.regnow.com/vendor/17492/468.jpg" align="absMiddle" /></a> <p></p> </center> <div class="blogger-post-footer"><a href="http://www.kqzyfj.com/click-2857170-10393053"> <img src="http://www.ftjcfx.com/image-2857170-10393053" width="120" height="60" alt="See what's on sale at Sheet Music Plus" border="0"/></a><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9080704895993454697-4061720454242160658?l=petroilgas.blogspot.com'/></div>Media Informasi Oilfieldhttp://www.blogger.com/profile/13269477814197446578noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-9080704895993454697.post-56842430804810538362008-03-26T01:40:00.000-07:002008-03-26T01:46:13.239-07:00Budgeting Spreadsheets for ExcelOur complete collection of our Budgeting workbooks provides 50 business finance spreadsheets plus 9 Excel Add-ins and full Excel Training Course to help you create, control and value your budgets quickly and easily. The following is a partial summary:<br /><p>Master Budgets 4.6 helps you combine up to 10 department budgets quickly easily<br /></p><p>Everything is so easy with Excel. Excel links combine separate budgets into the Master Budget. You can track your budgets with actual performance. Master Budgets reports monthly variances and year to date totals.<br /></p><p>If you need to calculate your cash burn each day for 150 days ahead use the cash forecasting spreadsheet.<br /></p><p>If you need to look further ahead use the Cash Flow accounting spreadsheets which make it really quick and simple to prepare a detailed monthly budget plan and forecast how your balance sheets and cash flows will look for 5 years x 12 monthly periods ahead.<br /></p><p>You can value your company based on your budget forecasts using the valuation spreadsheet.<br /></p><p>The CD edition provides the following extra document files:<br /></p><p>Share Offering Memorandum pro-forma wording and layout to make it quick and easy for you to raise $1,000,000 new equity or loan capital. Save $10,000 - $25,000 on legal fees. Just add the figures and your business plan into the document provided following the guidance notes. Share subscription agreements are supplied. Help provided for non US companies how to structure an offering to secure finance. Popular with start ups, franchises, entrepreneurs and small businesses. List of capital sources supplied.<br /></p><p>Zip file <a href="http://www.regnow.com/softsell/nph-softsell.cgi?item=5833-31&amp;affiliate=164707">download</a> or select CD edition shipping.<br /></p><br /><center><A HREF="http://www.regnow.com/softsell/nph-softsell.cgi?item=5833-31&affiliate=164707"><img src="//regnow.img.digitalriver.com/vendor/5833/banner_5833-12_467x59.gif" align="absmiddle"></A></center><div class="blogger-post-footer"><a href="http://www.kqzyfj.com/click-2857170-10393053"> <img src="http://www.ftjcfx.com/image-2857170-10393053" width="120" height="60" alt="See what's on sale at Sheet Music Plus" border="0"/></a><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9080704895993454697-5684243080481053836?l=petroilgas.blogspot.com'/></div>Media Informasi Oilfieldhttp://www.blogger.com/profile/13269477814197446578noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-9080704895993454697.post-22869036236885362982008-03-05T18:49:00.000-08:002008-03-05T19:11:08.106-08:00Oilfield Forum Launches Internet Community<div style="text-align: justify;">Aberdeen, UK - Oilfield Forum has opened a new message board community on the Internet to help oilfield people connect on a personal and professional level. Members can use the web site to find jobs, share safety alerts, and teach others about the benefits of oilfield work.<br /></div><br /><div style="text-align: justify;">"Oilfield people are some of the most traveled people in the world," reads the text at oilfieldforum.com. It is this widespread scattering of oilfield workers that brought the new online community into being. Some oilfield professionals seldom have the chance to talk to other industry workers outside of work. Oilfield Forum was designed to give these workers a convenient common gathering place.<br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Forum members can choose to read messages from other workers, search job listings, or play online games. Photo and video galleries allow members to upload work site images from their computers or mobile phones. Workers can also stay informed with headlines from news and industry publications and announcements from the Society of Petroleum Engineers (SPE).<br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Oilfield Forum's message boards cover a broad span of industry-related topics. Members are encouraged to share their thoughts on drilling safety and equipment, environmental impact, production and operations. On a more personal note, families of workers can also use the forums to share support and advice. Students, too, can find answers to their questions about the industry.<br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Oilfield Forum also contains an e-store where oilfield merchandise can be purchased. To learn more about the Oilfield Forum community, visit www.oilfieldforum.com.<br /></div><br />SOURCE: <a href="http://www.oilfieldforum.com/">Oilfield Forum</a><div class="blogger-post-footer"><a href="http://www.kqzyfj.com/click-2857170-10393053"> <img src="http://www.ftjcfx.com/image-2857170-10393053" width="120" height="60" alt="See what's on sale at Sheet Music Plus" border="0"/></a><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9080704895993454697-2286903623688536298?l=petroilgas.blogspot.com'/></div>Media Informasi Oilfieldhttp://www.blogger.com/profile/13269477814197446578noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-9080704895993454697.post-89206976895127810952007-12-27T03:30:00.000-08:002008-03-05T19:09:03.756-08:00PENGIRIMAN (sering) TERLAMBAT, PASTI TAMATWidiyanto<br /><br />Dunia logistic memang dunia yang penuh dengan “janji” dan “kejujuran”. Janji diucapkan semenjak seorang salesman menawarkan barang dagangannya hingga janji seorang sopir untuk mengirimkannya dengan aman dan tepat waktu. Kejujuran dalam logistic adalah kenyataan yang dapat dilihat secara kasat mata, gudangnya, barangnya, transportnya dan keterlambatan pengirimannya !. Panduan antara janji dan kejujuran didalam logistic akan menghasilkan ketepatan waktu dalam pengirimannya. Bagaimana resiko bagi yang sering terlambat – maaf pasti tamat.<br /><br /><div class="fullpost"><br />Waktu : Dimensi Ukur Yang Paling General<br /><br />Siapapun anda dan dalam bisnis apapun anda, semuanya mengenal waktu. 24 jam sehari semalam menjadi panduan yang saat ini diberlakukan didunia ini, entah abad 22 nanti mungkin akan berubah seiring dengan percepatan teknologi yang kelak ada. Kenapa waktu menjadi tolak ukur yang paling general karena apapun pola dan cara yang dipergunakan, akan menjadi uniform (seragam) jika menggunakan detik, menit dan jam sebagai alat ukurnya.<br /><br />Dalam dunia logistic, waktu menjadi dasar yang paling menentukan dalam mengatakan apakah kepuasan konsumen sudah maksimal atau malah belum terciptakan. Seorang konsumen akan merasa gembira jika apa yang dijanjikan dalam pengiriman barang dapat ditepati dengan rentang waktu yang ditoleransikan. KPI (Key Perform Indicator) didalam logistic pun hampir keseluruhannya berhubungn dengan waktu, Picking per jam, loading per jam, pallet moving per jam dan kecepatan pengiriman per jam adalah contoh-contoh KPI yng sering dijadikan bahasa standard per-logistickan.<br /><br />Tuntutan Konsumen<br />Mari kita samakan persepsi bahwa konsumen tidak hanya seseorang yang bersifat individu, tetapi lebih dari arti konsumen sebuah pergudangan yakni took, apotik, salon, supermarket dsb. Sebagai konsumen sebuah pergudangan mereka memiliki beberapa tuntutan yang mestinya sudah menjadi acuan gudang anda dalam melayani mereka misalnya :<br />- Kebenaran antara pesanan dan pengiriman.<br />- Keamanan dan keutuhan barang<br />- Ketetapan waktu pengiriman<br /><br />Nasehat bijak: janganlah menjanjikan lebih dari kemampuan gudangmu !. Penting bagi pelaksana pergudangan untuk dapat mengukur berapa lama waktu yang diperlukan dalam penyiapan barang hingga barang tersebut diterima oleh konsumen. Dengan mengetahui data ini maka gudang dapat memberikan standard pelayanan kepada bagian terkait dalam memberikan standard pelayanan kepada bagian terkait dalam memenuhi janji kepada konsumennya. Mari kita belajar menghitung bagaimana waktu merambat didalam sebuah pergudangan.<br />- Proses pendataan pesanan.<br />- Proses penyiapan barang<br />- Proses penyiapan pengiriman<br />- Proses pengiriman<br />- Proses bongkar muatan<br /><br />Siasat Jitu Menghitung Waktu<br /><br />Dari kelima proses utama didalam pergudangan diatas, ada yang dapat diatur oleh internal dan ada yang memang sangat dipengaruhi oleh external. Yang internal jelas bisa dipercepat dan perlambat oleh kita sendiri. Packing contohnya, dapat diatur dengan cara multi pick atau single pick, pesanan dapat dilakukan dalam kondisi emergency (cito) atau rutin. Namun untuk yang external, beberapa siasat dibawah ini mungkin dapat membantu anda dalam menjadikan waktu semakin pendek.<br /><br />- Pengaturan jam keberangkatan kendaraan.<br />Tentukan alokasi konsumen berdasarkan jam-jam kesibukan yang biasanya terjadi.<br />- Memperpendek Jarak Kirim<br />Memperpendek jarak kirim dapat dilakukan dengan cara menciptakan depo-depo disekitar daerah yang rawan macet.<br />- Berikan Janji + 50 %<br />Istilah ini mirip dengan komisi atau cadangan waktu yang ditambahkan dari kondisi normal.<br /><br />Kesimpulan :<br />- Waktu adalah indicator pengukuran yang sangat general dan bersifat uniform. Siapapun mereka pasti memiliki standard yang sama terhadap besaran waktu.<br />- Konsumen memiliki tuntutan terhadap hal-hal secara fisik seperti kesamaan antara pesanan dan pengiriman, keamanan dan keutuhan barang. Namun yang lebih penting sebelum itu semua adalah ketepatan waktu pengiriman.<br />- Perlu dilakukan penelitian dan pembelajaran yang bersifat berkesinambungan agar anda dapat mendata dan memetakan daerah yang macet dan tidak macet pada waktu tertentu.<br />- Beberapa siasat dalam memperpendek waktu dapat dilakukan seperti misalnya mendirikan depo-depo pengiriman, mengirimkan ditengah malam atau memberikan waktu cadangan dalam pengiriman.<br /><br />Sumber : Supplychain media<br /><br /><br /></div><div class="blogger-post-footer"><a href="http://www.kqzyfj.com/click-2857170-10393053"> <img src="http://www.ftjcfx.com/image-2857170-10393053" width="120" height="60" alt="See what's on sale at Sheet Music Plus" border="0"/></a><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9080704895993454697-8920697689512781095?l=petroilgas.blogspot.com'/></div>Media Informasi Oilfieldhttp://www.blogger.com/profile/13269477814197446578noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-9080704895993454697.post-18339418593496380212007-12-27T03:27:00.001-08:002007-12-27T03:29:48.753-08:00Zero Base PrincingAnita Kenjanawati – BP Migas<br /><br />Konon, ditahun 1980, dept. Purcasing di Polaroid menciptakan metoda yang disebut Zero Base Princing (ZBP) sebagai alat untuk memerangi inflasi dan kenaikan harga-harga selama masa inflasi. Bila ingin berhasil, para buyer harus bekerjasama dengan internal End Users dan supplier untuk mengurangi “all-in-cost” dari barang dan jasa yang dibeli dengan cara me-review semua komponen-komponen biaya yang terjadi.<br />Untuk itu, para buyers diharapkan mengerti betul 5 komponen biaya, yaitu: material, labor, factory overhead, general &amp; admin dan supplier profit.<br /><div class="fullpost"><br />Dengan mengerti ke 5 komponen tersebut dan bekerjasama yang TRANSPARAN (antara Buyer dan supplier), Buyer dapat menolak adanya kenaikan biaya material, biaya tenaga kerja, yang diajukan supplier bila tanpa ada dokuen pendukung. Biaya overhead pabrik juga harus dianalisa apakah memang benar ada biaya pengembangan parik, bagaimana break even pointnya . Demikian juga untuk kenaikan biaya gen & admin yang biasanya dipengaruhi oleh jenis produknya. Bila produknya sudah “mature”, biasanya biaya-biayanya tidak begitu berfluktuasi. Yang paling menarik adalah Supplier Profit. Supplier profit juga secara transparan didiskusikan dengan pihak buyer. Profit dapat di “challenge” oleh buyer bila performance supplier kurang bagus. Pengukuran performance supplier kurang bagus. Pengukuran performance mempertimbangkan factor resiko, kualitas produk, biaya-biaya yang disebut ditas, ketepatan pengiriman dan after sale service yang diberikan.<br />Berdasarkan pengalaman dari yang sudah menjalankan, agar lebih sukses dalam pelaksanaan ZBP, beberapa teknik/metoda sbb harus dimengerti dam dilaksanakan oleh para buyer :<br />1. Memaksimumkan value di internal perusahaan:buyer harus terlibat langsung pada proses identifikasi produk yang akan dibeli (yang biasanya hanya dilakukan oleh user saja.) Buyer harus menyakinkan users untuk mau mencoba produk “alternative”. Buyer harus dapat membuktikan bahwa value dan brand preference tidak ada korelasinya.<br />2. Value engineering dan Value analsys<br />3. Keterlibatan Buyer pada perhitungan Capital Expenditure<br />4. Mengerti teori harga<br />5. Melakukan analisa harga dan analisa biaya.<br />6. Melaksanakan tender untuk mendapatkan harga yang kompentitif.<br />7. Membuat “model” dari perhitungan biaya.<br />8. Analisa CVP, mengetahui apakah besar kecilnya volume pembelian sangat mempengaruhi total biaya dan biaya per unit.<br />9. Melakukan analisa biaya langsung dan tak langsung.<br />10. Melakukan analisa profit.<br />11. Fleksibilitas kontrak perlu dipertimbangkan.<br />12. Klausal yang mengatur penyesuai harga juga perlu dipertimbangkan.<br />13. Negosasi.<br />14. Melakukan research, siapa pemain baru d produk tersebut.<br />15. Me-review procurement system, apakah ada aliran proses yag kurang efesien.<br />16. MENDOKUMENTASIKAN “Cost Reduction” dan “Quality Improvement, agar Purcahsing Dept. bisa mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari Manajemen yang lebih tinggi.<br />Polaroid sudah melakukan pendekatan ini di tahun 1980, bagaimana dengan perusahaan di Indonesia ?<br /><br />Sumber : Supplychain media<br /><br /></div><div class="blogger-post-footer"><a href="http://www.kqzyfj.com/click-2857170-10393053"> <img src="http://www.ftjcfx.com/image-2857170-10393053" width="120" height="60" alt="See what's on sale at Sheet Music Plus" border="0"/></a><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9080704895993454697-1833941859349638021?l=petroilgas.blogspot.com'/></div>Media Informasi Oilfieldhttp://www.blogger.com/profile/13269477814197446578noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-9080704895993454697.post-60344125489298151032007-12-25T08:04:00.000-08:002007-12-25T08:08:35.534-08:00Apa itu Supply Chain ?<span style="font-size:78%;">Ir. Srihartati</span><br /><div style="text-align: justify;">Supply chain adalah sebuah system yang melibatkan proses produksi, pengiriman, penyimpanan, distribusi dan penjualan produk dalam rangka memenuhi permintaan akan produk tersebut. Supply chain didalamnya termasuk seluruh proses dan kegiatan yang terlibat didalamnya penyampaian produk tersebut sampai ketangan pemakai (konsumen). Semua itu termasuk proses produksi pada manufaktur, system transportasi yang menggerakkan produk dari manufaktur sampai ke outlet retailer, gudang tempat penyimpanan produk tersebut, pusat distribusi tempat dimana pengiriman dalam partai besar dibagi kedalam partai kecil untuk dikirim kembali ke toko-toko dan akhirnya sampai ke retailer yang menjual produk-produk tersebut.<br /></div><div class="fullpost"><br /><div style="text-align: justify;">Tujuan dari supply chain adalah untuk memastikan sebuah produk berada pada tempat dan waktu yang tepat untuk memenuhi permintaan konsumen tanpa menciptakan stok yang berlebihan atau kekurangan. Sebuah operasi yang effisien dari supply chain tergantung pada lengkap dan akuratnya aliran data yang berhubungan dengan produk yang diminta dari retailier kepada buyer, system transportasi dan kembali ke manufaktur.<br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Dalam rangka memenuhi stock barang yang tersedia untuk retailer, manufaktur harus menentukan jumlah produk yang diproduksi pada waktu tertentu. Dengan demikian berarti manufaktur harus meramalkan/membuat perkiraan jumlah penjualan. Dalam hal ini yang terbaik dilakukan adalah bersama-sama dengan retailer menggunakan suatu tolak ukur seperti misalnya CPFR (Callaborative Planning Forecasting and Replenishment). Ramalan ini digunakan untuk memperkirakan jumlah dan jenis bahan mentah yang harus dibeli, pengapalan dan waktu pengiriman untuk bahan mentah tersebut dan waktu yang dibutuhkan untuk proses di manufaktur. Kemudian barangyang sudah jadi disimpan didalam gudang sampai disorder oleh distributor.<br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Distributor membeli produk dari manufaktur dalam jumlah yang besar dan mungkin barang tersebut dimuat dalam truck, pallet atau kemasan lain dari produk tersebut. Pada saat distributor menerima pengiriman, kemudian dipecah menjadi pengiriman yang lebih kecil untuk dikirim ke retailer.<br /></div><br />Komponen Manajemen :<br /><br />Lima prinsip dasar yang menjadi bagian penting pada manjemen supply chain adalah :<br /><br /> * Planing / perencanaan<br /> * Sourcing / Sumber barang<br /> * Manufacturing<br /> * Pengiriman<br /> * Pengembalian<br /><br /><div style="text-align: justify;">Sebagai kesimpulan, keseluruhan sasaran dari supply chain adalah untuk menyakinkan produk yang tepat berada pada tempat dan waktu yang tepat. Semua itu dikenal sebagai 3 P’s dri supplychain.<br /></div><br />3 P’s supply chain adalah :<br /><br />- Product / produk<br />- Price / harga<br />- Place / tempat.<br /><br /><div style="text-align: justify;">Tujuan dari manajemen supply chain adalah untuk menjamin kesatuan gerak dari jumlah dan kualitas yang memadai pada persediaan yang meliputi banyak hal seperti perencanaan dan komunikasi. Lebih sederhana lagi dapat diartikan bahwa tujuan dari management supply chain adalah untuk memastikan seluruh item barang berada pada tempat dan waktu yang tepat agar dapat memberikan keuntungan yang terbaik dan service kepada customer.<br /></div><br />Keuntungan dari manajemen supply chain yang effektif adalah untuk mendapatkan kecepatan yang maksimal pada baranga dan jasa bergerak melalui jalur supply sementara itu terjadi penurunan biaya dan peningkatan nilai tambah untuk service ke custumer.<br /><br />Faktor-faktor yang mendorong manajemen supply chain :<br /><br /> * Manufacturer : memastikan biaya produksi yang lebih rendah.<br /> * Customer : pengiriman produk yang lebih cepat memenuhi permintaan yang berubah-ubah.<br /><br /><div style="text-align: justify;">Pada saat ini supply chain didorong oleh operasi pada manufaktur untuk memastikan biaya produksi yang lebih rendah. Dorongan customer terhadap lingkungan keduanya baik itu manufaktur dan supply chain dimana pengiriman produk harus lebih cepat untuk menjain retailer dapat memenuhi permintaan pasar yang selalu berubah dengan cepat. Untuk beberapa tahun yang lalu, kualitas yang tinggi dari produk manufaktur selalu merupakan keharusan dalam persaingan. Bagaimanapun, selagi kualitas produk ditingkatkan, memenuhi permintaan khusus konsumen untuk pengiriman produk telah menjadi hal yang sangat penting untuk persaingan yang akan dating. Ukuran sebuah perusahaan yang sukses dilihat dari sebaik apa mereka mengetahui lebih dahulu kebutuhan pasar.<br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Ekonomi global saat ini, manufaktur, supplier, distributor, supplier logistic, operator pergudangan dan retailer harus melihat pangsa pasar mereka dari sudut pandang yang besar dan bukan sesederhana dalam sudut pandang mereka sendiri.<br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Manajemen makro memberikan gambaran untuk hubungan bisnis internal dan eksternal. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi dari sebuah organisasi bersama dengan seluruh factor yang dapat diandalkan untuk membawa sebuah produk mulai dari bahan mentah sampai ketitik akhir penjualan.<br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Sejak tidak adanya pengawasan sungguh-sungguh terhadap seluruh aspek dari supply chain itu sendiri, sangat penting sekali bahwa seluruh mitra didalam supply chain mengkoordinasi usaha mereka untuk merendahkan biaya dengan tugas mereka masing-masing. Semua ini membutuhkan usaha kerjasama dari seluruh mitra yang berhubungan untuk berbagi data dan pengawasan pada biaya.<br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Dalam menerapkan manajemen makro pada supply chain, sekumpulan tolak ukur harus dibangun untuk mengukur efisiensi dari masing-masing operasi didalam supply chain.<br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Pada saat diidentifikasi, tolak ukur ini menjadi standar yang ditentukan oleh seluruh mitra didalam supply chain. Informasi yang berkaitan dengan tolak ukur tersebut harus :<br /></div>- Terbuka<br />- Dimengerti<br />- Bertindak untuk supply chain<br /><br />Sumber : EAN/International/Supplychain media<br /><br /></div><div class="blogger-post-footer"><a href="http://www.kqzyfj.com/click-2857170-10393053"> <img src="http://www.ftjcfx.com/image-2857170-10393053" width="120" height="60" alt="See what's on sale at Sheet Music Plus" border="0"/></a><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9080704895993454697-6034412548929815103?l=petroilgas.blogspot.com'/></div>Media Informasi Oilfieldhttp://www.blogger.com/profile/13269477814197446578noreply@blogger.com0