tag:blogger.com,1999:blog-89513832008-09-05T17:42:03.609+08:00puisi-puisim. aan mansyurm aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comBlogger374125tag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-17101812127066640732008-08-24T15:59:00.002+08:002008-08-24T16:05:29.371+08:00satu sajakku lagi di Koran TempoHari ini, 24 Agustus 2008, satu sajakku berjudul Tato di Lengan Seorang Lelaki dari Saumlaki muat di Koran Tempo bersanding dengan satu sajak berjudul Kata-kata milik Ari Pahala Hutabarat.m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-5697174441692462362008-08-15T11:47:00.002+08:002008-08-15T11:56:05.431+08:00kali ini via sms..."Thanks buat 10 kata dgn Dedy itu. Skr 10 kata dari saya: kancing, kasir, saku, pasir, akar, terung susu, kamera, asbak, pagar." Hasan Aspahani Ayo, bermain lagi! Silakan, silakan yang mau ikutan!m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-16604851466720563142008-08-14T23:44:00.004+08:002008-08-15T11:53:32.228+08:00dan hasilnya adalah....Satu Kisah Sederhana yang Dipersiapkan untuk Anak-anak yang Beranjak Remaja. Kau pernah dijemur di halaman sekolah, temanmu hanya tiang bendera. Aku juga. Kita suka terlambat dan tak suka ikut upacara. Sejak saat itu aku benci sengat matahari. Sangat. Sejak saat itu kau takut wajahmu berubah coklat. Beberapa tahun kemudian, kau masih ingat? Kita bertemu di sebuah toko, m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-46673421222582880132008-08-14T10:17:00.002+08:002008-08-14T10:22:16.399+08:00Melalui Yahoo! Messengger.... luarkurung: ayo bang. kita main-main luarkurung: kirim lima kata benda ke saya. dan saya kirim 5 kata benda juga dedy t riyadi: lima kata benda ya luarkurung: paling lambat besok harus ada di blog jadi puisi luarkurung: hehehe luarkurung: akan ada 10 kata benda luarkurung: kita harus membuatnya jadi puisi dedy t riyadi: radio - kolam renang - topi - kantong plastik - lemari m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-53733857901605983442008-08-10T18:56:00.003+08:002008-08-11T11:33:34.347+08:002 sajakku di KompasDi Kompas Minggu, 10 Agustus 2008, ada 2 judul sajakku yang tayang: 1. Di Pulau Kadatua 2. Di Atas Kapal Penyeberangan Kedua sajak ini awalnya adalah catatan perjalanan saya sewaktu berkesempatan mengunjungi beberapa pulau di Buton akhir tahun lalu.m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-60716929434055904882008-07-20T23:16:00.001+08:002008-07-20T23:23:25.939+08:00[ulasan] aku hendak pindah rumah #13Koran Tempo, Minggu, 20 Juli 2008 Sajak Sahaya Sengaja Bersahaja (2) Zen Hae DENGAN bahasa yang hendak tetap bersahaja, M. Aan Mansyur juga suka pada permainan berbagai bentuk citraan, termasuk yang mengejutkan, ajaib tapi tidak ganjil. Sebagaimana tergambarkan oleh sajak “Telur Dadar”. Ini sajak tentang situasi yang gila-gilaan dalam pandangan orang yang kelaparan.m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-14520433182987980852008-07-13T07:33:00.003+08:002008-07-13T07:37:38.862+08:00[ulasan] aku hendak pindah rumah #12Koran Tempo, 13 Juli 2008Sajak Sahaya Sengaja Bersahaja Zen Hae M. AAN MANSYUR (semoga Allah memuliakan namanya) adalah satu dari sedikit penyair muda usia yang layak dibicarakan. Ia telah menerbitkan tiga buku, yaitu kumpulan sajak Hujan Rintih-Rintih (2005) dan novel Perempuan, Rumah Kenangan (2007), dan kumpulan sajak Aku Hendak Pindah Rumah (Nala Cipta Litera, Makassar, 2008), yang m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-25601792039652633262008-06-30T23:50:00.001+08:002008-06-30T23:55:52.512+08:00#20 . 2008Jika Tak Mampu Menulis Sajak Aku Mengingat HUJAN. Sejak paham sepasang mataku dan langit adalah dua hal yang sama aku sangat mencintainya. Maka sebagaimana air mata, hujan adalah kata-kata. RASA SAKIT. Ia menyiapkan buatku seliang lubang untuk masuk merenung dan menemani diri sendiri. Saat di mana aku dan kata-kata saling merindukan. ENGKAU. Mengingatmu, hujan dari sepasang m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-57942147528616651392008-06-30T12:56:00.002+08:002008-06-30T23:57:09.617+08:00#19 . 2008Gula Hela Pada mulanya aku duga kayu cendana tetapi dia bilang sebungkus gula hela. Gula ini hanya ada di kota ini. Manis, tentu saja, terbuat dari sari buah lontar. Apakah senyum istri tuan, juga manis? Aku ingat kau sebagai jawaban pertanyaan perempuan muda pembuat gula hela itu. Dia bercerita padaku: gula hela tak bisa jadi ketika pembuatnya didatangi menstruasi. m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-36571171135137755902008-06-30T12:17:00.002+08:002008-06-30T12:40:00.549+08:00#18 . 2008Kupang Sajak akan merusak Kupang, kota yang aku datangi di ujung Juni ini. Tetapi aku harus menuliskannya sebab ingin aku ajak kau ke sana, saat tiba bulan madu suatu kelak. Di siang hari udara sungguh panas selalu meminta kita jadi anak-anak bermain-main air di kamar mandi. Senja selalu berhenti di Kupang lebih lama seperti sebuah kereta di stasiun yang sepi penumpangm aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-72437014503229467812008-06-20T15:20:00.002+08:002008-06-20T15:29:55.906+08:00#17 . 2008Tiga Cara Menulis Sajak tentang Kau Saat Berada di Sebuah Pulau yang Jauh Di sini, di pulau yang jauh ini, aku sadari dua hal: Aku pergi dari rumah hanya membawa sedikit bekal kata dan kau telah menyimpan rindu di tiap ujung perjalananku. Di kamar hotel, aku selalu mencari-cari cara menulis sajak agar kelak aku bisa membawa pulang oleh-oleh: beberapa sajak untukmu. 1. Pintu dan seluruh m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-76578772723162019092008-06-17T11:00:00.003+08:002008-06-17T11:17:30.460+08:00#16 . 2008Tato di Lengan Seorang Lelaki dari Saumlaki Aku bertemu seorang lelaki dari Saumlaki di atas perahu yang menyeberangkan aku dari satu pulau ke lain pulau. Ia mengenakan satu tato berwarna ungu di bahu kanannya bertuliskan nama perempuan, mungkin nama kekasihnya. Tak ada seorang pun dilahirkan untuk jadi penyair di sini. setiap lelaki hanya boleh memilih jadi pelaut atau petanim aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-4732923931181203872008-06-04T03:35:00.001+08:002008-06-04T03:38:36.659+08:00#15 . 2008Berempat di Balkon Belakang --bersama Jamil, Dedy dan Achy Ini tempat pengungsian. Di ruang tengah dan ruang tamu, di halaman dan di jalanan orang-orang sedang berperang. Tidak boleh ada di antara kita yang membawa serta suara-suara senjata ke tempat ini. Di sini kita berempat hanya boleh tertawa. Jika sudah puas tertawa, seseorang boleh memulai membaca puisi atau menyanyi.m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-70884238785384526252008-06-04T02:48:00.003+08:002008-06-04T02:58:16.766+08:00#14 . 2008 Menulis Tangis Kata orang, aku sangat gampang terharu. Ucapan-ucapanku dipenuhi keharuan yang tidak dibutuhkan. Aku mewarisi dari siapa sifat itu, Ibu? Tetapi, katamu dulu, anakku tidak boleh menjadi seorang penyair. Makanya aku tidak pernah menulis puisi. Aku hanya memindahkan kesedihan yang tidak bisa ditampung tubuhku ke dalam kata-kata sederhana. Aku tidak pernah menulis m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-44457625905874759252008-06-04T00:49:00.002+08:002008-06-04T00:53:40.038+08:00#13 . 2008Benda-benda di Kamar yang Meminta Aku Jadi Penyair Malam Ini Pigura. Duduk di atas meja, di dekat buku-buku tak terbaca, berisi kekosongan. Aku memanggil semua wajah yang aku kenal lalu memilah-memilih yang cocok aku penjarakan lagi di dalam pigura itu. Ibu atau kau. Ibu atau kau. Tetapi kalian lebih baik dimasukkan ke dalam puisi. Poster. Sejak orang-orang mati itu hidup lagi di sini, m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-15603002223996229882008-06-03T23:52:00.001+08:002008-06-03T23:52:55.381+08:00#12 . 2008Suatu Sore di Tepi Telaga, Tak Ada yang Bisa Menahanku Dari tempat yang sangat kau kenal di tepi telaga buatan ini, aku menyaksikan di seberang seorang perempuan berdiri di bahu batu yang tubuhnya separuh di air separuh di darat. Ia melemparkan sesuatu ke air telaga yang oleh matahari sore dibuat jadi sari lemon untukku, minuman yang selalu kau sebut penting buat kesehatan. (Ah, kali ini, maaf,m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-2910033100059252632008-06-03T22:52:00.005+08:002008-06-04T00:35:30.824+08:00#11 . 2008Enam Alasan Mengapa Aku Tak Mau Meninggalkan Kamar di Hari yang Cerah Ini Sebab kau dulu mengajari aku memikirkan beberapa alasan untuk setiap hal yang mau aku lakukan. 1. Dengan membaca sebuah novel grafis, aku bisa menemukan cita-citaku: menjadi seorang bandit berkulit gelap dengan rambut keriting, membawa senjata ke mana-mana dan menembaki setiap orang yang aku curigai ingin m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-78949151198570670982008-06-01T22:00:00.002+08:002008-06-01T22:03:50.547+08:00#10.2008SETELAH KEMATIANKU rupanya air matamu tak sebanyak yang kukira tidak cukup membuatmu haru beberapa hari padahal tak ada yang bisa menolongku di sini tidak kecupan-kecupan sehangat sengat itu tidak pula pelukan-pelukan seerat jerat itu tidak ada sisa kenangan yang masih bergenang di matamu, umpama langit terlalu tenang terlalu bening, tembus pandang dan kosong hingga m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-76557457424361946902008-05-29T17:19:00.000+08:002008-05-29T17:28:46.469+08:00Catatan dari Pertemuan Penyair Lima KotaCatatan dari Pertemuan Penyair Lima Kota di Payakumbuh berikut yang saya ambil dari http://mamaqsahang.wordpress.com/, membuat saya tersenyum-senyum sendiri. Ah, rupanya mereka membincangkan namaku. ..... Acara pertama dimulai pada Minggu (27/4) malam, peserta diajak mengunjungi kampung kelahiran Chairil Anwar, di Nagari Taeh, Kabupaten 50 Kota. Sementara pada hari kedua, setelah pembukaan, m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-70494164410367953642008-05-26T21:17:00.006+08:002008-05-26T21:34:13.634+08:00[ulasan] aku hendak pindah rumah #11OEDIPUS-COMPLEX DAN KENANGAN-PENGGANTI oleh Aslan Abidin Usiaku baru tiba di angka empat ketika sebuah bus berhenti di depan rumah lalu pergi membawa lambaian ayah. Ketika itu ibu mengenakan senyuman. Pikirku, pasti ia sedang bahagia. Jadi aku kenakan juga senyuman sebab aku pun ingin bahagia. Kini aku sudah jauh meninggalkan usia empat. tetapi bus yangm aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-71639256626934646512008-05-25T20:47:00.003+08:002008-05-25T20:54:45.017+08:00[ulasan] aku hendak pindah rumah #10oleh Ally_fier Terima kasih adalah dua kata yang spontan terucap ketika 101 puisi di buku ini selesai saya lahap. Mengapa hanya dua kata? Apakah saya pelit memberikan pujian ataukah stok kalimat saya habis untuk buku-buku lain. Tidak sama sekali. Kedua kata itu malah menjadi apresiasi terdalam saya terhadap semua kata kata yang terajut di dalamnya. Karena tidak seperti buku kumpulan puisi yang m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-70860653086780846282008-05-19T13:44:00.002+08:002008-05-19T13:55:27.833+08:00[ulasan] aku hendak pindah rumah #9'Aku Hendak Pindah Rumah' - Sebuah Catatan Pembacaan Sajak-sajak Aanoleh Epri Tsaqib SEBUAH POHON KECUP yang kau tanam di keningku kini telah tumbuh jadi pohon lebat Akar, batang dan cabang-cabangnya kuat tempat anak-anak senang memanjat Sesekali tidakkah kau ingin datang mengecap kecut buahnya? [M. Aan Mansyur ; Aku Hendak Pindah Rumah, halaman 99] Metafora ’sebuah m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-85248370666200663772008-05-09T13:31:00.002+08:002008-05-09T13:40:24.191+08:00Panyingkul!, Sastra dari Makassar dan Filmku di Tokyo!Acara perdana nonton bareng Monolog Makkunrai diadakan di: GRAHA BUDAYA INDONESIA Takadanobaba, Tokyo Sabtu 10 Mei 2008 Pukul 14.00 - selesai dipandu oleh Seichii Okawa, Direktur Graha Budaya Indonesia, Kepala Biro Metro TV di Jepang, mantan wartawan TEMPO. dilanjutkan dengan dua dokumenter INDOCS dari Makassar: (Jangan) Ada Kusta di Antara Kita (M. Aan Mansyur) yang diadaptasi m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-49864637924255902662008-05-01T21:02:00.004+08:002008-05-01T21:14:03.460+08:00[ulasan] aku hendak pindah rumah #8Pilihan ke Luar atau (Tetap) di Dalam Muhammad Ridha Saya adalah orang yang termasuk sering datang menemui saudara M. Aan Mansyur (MAM) untuk berkonsultasi sekaligus 'sekolah menulis', khususnya menulis sajak. Kurang lebih sekitar setahun saya berkenalan dengannya. Dan sejak pertemuan pertama saya sering menemui kekagetan-kekagetan, karena apa? Pertama, dalam perjumpaan setahun ini saya m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-8951383.post-57816277450543090492008-04-30T11:40:00.002+08:002008-04-30T11:43:52.307+08:00[ulasan] aku hendak pindah rumah #7Hajatan Sebelum Pindah Rumah Dedy Hermansyah An, saya bukanlah pengulas sajak yang handal. Saya hanya seorang awam yang menikmati sajak dengan cara apa adanya. Jika ada sajak yang saya suka, ia akan senantiasa bermukim di kepala, tapi jika tidak, saya pun tak akan mengumpat. Sebab, bagiku, sajak tak mesti altruis, sekali-kali ia mesti egois. Jadi, jika ada hal yang dirasa tak biasa dan m aan mansyurhttp://www.blogger.com/profile/07855402410364863416noreply@blogger.com