tag:blogger.com,1999:blog-77195702009-06-13T11:55:16.998-07:00bahadhurimaju dan terluka dalam simbahan darah, peluh dan debu.. atau diam dan membusuk dalam liang kehinaanbramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.comBlogger68125tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-10203341826584725822009-05-22T19:52:00.000-07:002009-05-22T20:54:02.834-07:00Bengkak<span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Berawal dari selasa pagi minggu lalu, ada benjolan kecil di mata kaki kiri k</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">u.. ah, gitu doang pikirku, akhirnya rutinitas pun berjalan sebagaimana </span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">mestinya dia berjalan. Mandi, starter honda beat warna pink, menyusuri jalanan ke kantor, di kantor pun biasa-biasa saja, sampai setelah makan siang, dengan udara dingin di kantor yang orang Finlandia saja mera</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">sa kedinginan, keanehan pun terjadi, kok bengkaknya makin gede ya.. </span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Akhirnya sore itu ada pertolongan yang tak terduga-duga, selembar koyo salonpas datang</span></span> <span style="font-size:85%;">dari <span style="font-family: verdana;">meja Mbak Ambar. Wow, seumur hidup ini pertama kalinya aku pake koyo =D. Lumayan.. anget-anget semriwing.. cekot-cekot sedut-sedut..</span></span><br /><div style="text-align: justify;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />Lalu pulang naik skuter pink lagi dengan mengandalkan kaki kanan. Sholat maghrib di masjid Al Abror, makan malem bareng Dian, nganterin Dian sambil ngobrol. </span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Sebisa mungkin jangan sampe Dian nyentuh kening-ku karena temperaturku tiba-tiba naik drastis. Tapi apa daya keningku juga mengeluarkan keringat dingin, jadi spontan Dian nyeka keringat dingin di keningku dan sadar, "Kok awakmu panas buanget?" Aku sok cool njawab, "Yo wis, tak mulih yo.."</span></span><br /><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Sampe di rumah aku nggak bisa jalan =D</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br /><br />Esok paginya, s</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">ms ke big boss mohon sick leave (ini juga sick leave pertama dalam karir profesionalku) dapet ijin, akhirnya seharian tidur dengan kaki yang belum kempes juga.</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Hari selanjutnya, belum kempes juga!! akhirnya setelah mitang-miting, jam 2 ke klinik (ini juga yang pertama kalinya) diperiksa dokter.</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br /><br />Dokter: Ada trauma?</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />Aku : Nggak ada dok.</span></span><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Dokter: Ada bekas luka?</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />Aku : Nggak ada dok.</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />Dokter : wah, kenapa ya ini.. (kayanya dia pusing)</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />Aku : Nggak tau dok, tau-tau bengkak aja..</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />Dokter: Ya udah saya kasih rujukan untuk rontgen dan asam urat ke rumah sa</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">kit di samping GOR Sumantri.</span></span><br /><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Karena kuatir juga, setengah 4 cabut dari kantor, langsung ke Rumah sakit tsb. Sampai sana jam 5 tepat. Daftar ke resepsionis, ngasih surat pengantar, </span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">kartu asuransi. Si resepsionis Rumah sakit yang takut miskin itu bingung, karena dokternya bukan dari dokter di Rumah Sakit itu. Setelah di klarifikasi, ternyata si rumah sakit memang rekanan asuransi, jadi bisa diproses.</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Dan temperaturku mulai meningkat lagi, kakiku semakin cekot-cekot, senut-senut.. Dengan jalan terpincang-pincang aku menuju radiologi. Oleh radiologi dioper ke Medical record, karena baru pertama kali berobat..</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br /><br />And the shows begin..</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Di Medical Record, aku menemui seorang perawat yang menor dan tampak bodoh ( sebut saja PMTB)</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br /><br />PMTB : Pak, medical record baru bisa diambil kalo ada kuitansi. Bapak ke radiologi dulu aja.</span></span><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Aku : Saya barusan dari radiologi, disuruh k</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">e sini, minta nomer di medical record, biar aplikasi saya bisa di proses.</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />PMTB : Wah, nggak bisa pak, bapak kan belum punya kuitansi, jadi nggak bisa dapet nomer.</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Aku: Mbak telpon radiologi saja, yang jelas saya butuh rontgen sekarang juga (nada mulai tinggi)</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />PMTB : (</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Loading.</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">... terus malah Hang!!)</span></span><br /><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">lalu keluarlah perawat lain<br /><br />(PL)</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">PL : Wah, nggak bisa ini, kan dokternya bukan dari rumah sakit sini, bapak berobat aja dulu ke dokter di sini..</span></span><br /><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Dia merasa sudah memecahkan masalah, padahal dia nggak ada bedanya dengan Iis Dahlia yang nyanyi dangdut sambil lenggak-lenggok, "Maaphkhan akuuw shahyangkuuw bhuwkan makhsyudhkuw menyaakitimuuuw.. (tulititit tulititit tulititit tulititit -suara seruling, red)" sambil melirik-lirikkan matanya yan</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">g sipit dan memonyong-monyongkan bibir yang kelewat lebar di depan wajah yang persegi. Coba gosong dikit, udah mirip WILnya Oom-oom buncit!!</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Sayang sekali, tidak ada jendela disana, kalau ada pasti akan kubuka itu jendela dan <span style="font-weight: bold;">kulempar dua perawat bodoh itu keluar!</span></span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br /><br />Sebagai manusia cerdas, marilah kita pikirkan. Si Rumah Sakit (pihak 1) bekerja sama deng</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">an asuransi (pihak 2) dan asuransi punya klien dari perusahaan-perusahaan. Si perusahaan punya klinik masing-masing di kantornya.</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br /><br />Dan pernyataan paling bodoh yang kudengar adalah, "Surat pengantarnya harus dari dokter rumah sakit ini!!!!" Untung saja bukan jantungku yang sakit, kalaupun demikian, pasti aku sudah modar kejet-kejet di rumah sakit melarat dan bodo ini.<br /><br /></span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Akhirnya aku kembali ke radiologi, dengan muka garang kubilang ke petugasnya, "Saya malah disuruh periksa lagi ke dokter umum sama perawat-pe</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">rawat bodo di Medical Record!" akhirnya petugas tersebut meminta maaf atas kebodohan temen2nya yang memang bener-bener akut kebodohannya. Hany</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">a 2 menit, nomer Medical record ada ditanganku, lalu rontgen kaki kiriku di</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">lakukan. Hasilnya: NORMAL!!</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br /><br />Keluar dari ruang rontgen, Dian sudah ada di ruang tunggu (makasih ya sudah nemenin di rumah sakit melarat sialan busuk ini). Lalu ngantri ambil darah untuk tes Asam Urat. Dalam hati aku bertanya-tanya. Masa sih udah kena asam urat, padahal aku khan pediet ketat. Dalam sehari maksimal makan nasi hanya satu setengah porsi, mengutamakan sayuran segar, yoghurt, buah, olahraga juga lumayan lah.. Dosa apakah aku Tuhan??</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br /><br />Setelah klarifikasi ke petugas, kok lama banget ngantrinya, akhirnya aku dapet giliran juga. Jus, sruuut, dapet deh darah se-pipet suntik. Nunggu sejam untuk ambil hasilnya.. Deg deg.. deg deg.. deg deg.. amplop pun k</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">u ambil.. kubuka pelan pelan.. di baris teratas tertulis, allowable range : 3.00 - 7.00, di bawahnya hasil tes, 5,36!!! BLOODY NORMAL!!</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br /><br />Besoknya aku ke klinik kantor lagi. Dokter yang berbeda.</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br /><br />Dokter : Jadi nggak ada trauma?</span></span><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Aku : Nggak ada Dok.</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />Dokter : Disengat seragga, ada luka?</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />Aku : Nggak ada</span></span><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Dokter : Hasil rontgen dan asam urat?</span></span><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Aku : No</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">rmal Dok.. (terus dokumennya dilihat ama dokternya)</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />Hening.............................................................</span></span><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Dokter : Ya udah, obatnya dihabisin dulu aja, kalau nggak kempes-kempes nanti balik lagi ya.. (Gak ada kesimpula</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">n, wallohu'alam)</span></span> <span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />Aku (dalam hati) : Bah, kalo cuma gini doang, mending</span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">an aku ke Ponari aja!! dasar dokter lulusan universitas ruko!! Gak Tak Bayar Koen, Dokter Gemblung!!!</span></span><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><br />Sempet pasang status di Facebook, malah dapat komentar seperti ini.. Rupanya aku memang salah bergaul..<br /></span></span><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/ShdyBFYi4cI/AAAAAAAAAUY/GVEzByxdZSU/s1600-h/stat.JPG"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 251px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/ShdyBFYi4cI/AAAAAAAAAUY/GVEzByxdZSU/s400/stat.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338861246221574594" border="0" /></a><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Hmm.. dan sampai sekarang kenapa kakiku bengkak, masih menjadi </span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">salah satu misteri yang belum terpecahkan di dunia ini...<br /></span></span><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/ShdwW_3yw8I/AAAAAAAAAUI/C8Ns0vTVJOI/s1600-h/kaki.JPG"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/ShdwW_3yw8I/AAAAAAAAAUI/C8Ns0vTVJOI/s400/kaki.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338859423675892674" border="0" /></a><br /><br /><br /></div><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-1020334182658472582?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-3394799029007627772009-05-22T19:51:00.000-07:002009-05-22T19:52:17.857-07:00Taik Kucing Rasa Coklat<span class="insertedphoto"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SghExwoKCDcAAFrDK6w1/chocolate.jpg?et=mqDNh5aFPMrWGu2DFTXIPw&amp;nmid=0" border="0" /></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family: verdana;"><br /><br />Hello guys, long time no see..</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Kalau tiba-tiba saya yang mendapat ide segar ini bertanya, “Siapakah orang yang beruntung itu?”, maka saya yang mendapat ide segar ini akan menjawab, “Orang yang sadar.. sadar kalau dirinya berada dalam akselerasi”</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Akselerasi apakah gerangan?? (kalau intelegensia anda tidak cukup mampu mengerti apa itu akselerasi, artinya percepatan.. kalau nggak ngerti juga, artinya perubahan kecepatan per satuan waktu)</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Berawal dari waktu yang tidak jelas, tapi oleh T.S. Ashton dituliskan kira-kira 1760-1830 (pake kira-kira lagi, garuk-garuk…) di Inggris sono Pak James Watt merebus aer (nggak tau pake kayu bakar, pake minyak tanah, apa pake kompor gas pembagian BLT). Uap panasnya digunakan sebagei penggerak mesin sederhana, kemudian disebut “Mesin Uap”.</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Bermula dari mesin uap inilah, otot manusia yang sejak zaman Adam digunakan secara intensif, mulai digantikan oleh alat-alat mekanik. Naaah, tepat sekali setahun setelah tahun 1830, yaitu 1831 sampai 1832, Michael Faraday menemukan cikal bakal generator listrik. Kemudian didukung oleh galian pak Edwin Drake yang menghasilkan cikal bakal minyak dan gas bumi yang digali dengan sengaja, di sinilah Sang Jaman memulai start percepatan itu.</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Bagaikan lari-lari dikejar hantu jamu gendong, peradaban pun bergeser dengan percepatan yang luar biasa. Bayangkan, sejak awal adanya bumi sampai awal revolusi industri, mother earth seakan stagnan, peperangan dengan pedang, kuda, otot, bertani, tidak ada perubahan berarti. Yah, teknologi mulai menjadi kata-kata yang sangat familiar. Electrical dependency mewabah, silicon valley mulai menggeliat dari tidur panjangnya... Permukaan Es di kutub utara pun menyusut 2 juta kilometer persegi hanya dalam kurun waktu 20 tahun..</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Well, enough for the acceleration. Yang pengen saya bilang di sini, ada dua jenis manusia yang hidup di jaman percepatan ini. Pertama, manusia yang sama dengan manusia-manusia jaman purba, manusia jaman stagnan, yang beruntung karena lahir di jaman percepatan, sehingga mereka bisa membuat account Facebook, memasang status tiap jam. Men-scroll bleh-beri-beri, maen game di I Phone, memakai dan bangga memakai merk-merk Armani, Louis Vuitton, Edward Forrer. Orang-orang yang kebetulan lahir di tempat dimana Taj Mahal atau Menara Petronas berdiri, dan merasa bahwa barang-barang spektakuler itu miliknya karena ia lahir di dekat barang-barang itu. Lan sapanunggalane.</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Golongan manusia kedua, adalah si Mark Zuckenberg, Faraday, Drake, Schrodinger, Bohr, Einstein, Giorgio Armani, Louis Vuitton, yang relative lebih bangga ketika hasil kerjanya digunakan oleh orang-orang golongan pertama. Yang menjadikan jaman ini jaman percepatan.</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Yup, the choice is in your hands, mau jadi desainer peradaban atau mau jadi user peradaban yang sebenarnya tidak beda jauh dengan Pithecantropus yang menggunakan kapak perimbas.</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Saya sedang melangkah untuk menjadi orang-orang golongan kedua. Saya bocorin ya, kalau gaji bulanan yang saya kumpulkan sudah cukup, saya akan mempelajari struktur kimia dari taik kucing. Beneran!! Taik kucing. Mengapa kok taik kucing? Agar saya bisa putus rantai senyawa yang bikin taik kucing itu bau. Just it! Sumpah!</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Terus-terus?</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Yaa.. kalau sudah tidak bau kan tinggal diolesin coklat, dibungkus kayak permen, lalu diiklanin di TV dengan bintang Luna Maya, Julie Estelle, Bob Sadino, kalau perlu David Beckham.. Dan dijual dengan harga sedikit diatas harga menengah, tapi masih terjangkau..</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Terus, buat apa??</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Pake nanya lagi, ya biar orang-orang golongan pertama yang cuma bisa bangga kalo memakai apa yang dipakai orang kaya itu makan taik kucing rasa coklat. Just it!! Sumpah!! Biar mereka merasa bangga telah makan permen coklat seperti yang dimakan Luna Maya dan kawan-kawannya, sementara diantara kebanggaannya itu saya bisa tertawa terbahak-bahak melihat jutaan orang makan taik kucing..</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Hmm.. setelah baca tulisan saya yang mendapat ide segar ini, apakah anda masih berpikir kalau orang yang punya pikiran seperti paragraph diatas cuma saya?? Bagaimana kalau orang-orang yang saya sebut di atas juga berpemikiran seperti saya? Hehehehehe..Just feel the taik kucing rasa coklat!!</span><br /> <br /> <span style="font-family: verdana;">Sumber: google dan wikipedia</span></span><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-339479902900762777?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-31088315688835712452008-10-20T01:06:00.000-07:002008-10-20T05:06:22.794-07:003019<p align="justify"><font face="comic sans ms">Hari Kamis pagi, di kubikal yang baru kuhuni kurang dari dua minggu aku mendengar percakapan salah seorang senior di kantor baruku. Sesaat kemudian, temanku yang ikut nimbrung percakapan itu mampir di kubikal dan bertanya, "Suka naik gunung nggak? tadi diajakin naik Pangrango". Lalu aku balik bertanya, "Kapan?". "Sabtu ini", jawabnya. Tanpa pikir panjang aku iyakan, siangnya aku ikut briefing untuk keberangkatan hari Sabtu. Hanya dua hari setelah konfirmasiku. Dan apa saja persiapanku? NOL BESAR!!</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Malamnya aku ke </font><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carrefour"><font face="comic sans ms" color="#000099">"toko serba ada dari perancis"</font></a><font face="comic sans ms"> di sana kudapatkan carrier murahan dan matras hangat. Tenda doom aku sudah punya, dan sleeping bag aku bisa pinjam ke teman sekamarku. Makanan kubeli keesokan harinya agar tidak basi untuk perjalanan dua hari naik turun gunung. Perlengkapan sisanya sudah ada peninggalan bekas bromo.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Minggu pagi, setelah terbangun dari tidur minimalisku yang terganggu insomnia, aku mulai ngebut dengan motor kecilku menuju titik keberangkatan. Setelah packing selesai, menunggu teman yang ngaret, akhirnya kami berangkat. Sarapan bubur di Puncak lalu lanjut ke Cibodas.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Starting point kami di Cibodas. Kami berdelapan disertai enam orang porter sekaligus guide menuju puncak Pangrango. Pos-pos awal kami lalui dengan santai, Telaga biru, Pancanglayang, lalu Rawa Denok dan teman-teman sudah mengeluh kelaparan. "Buburnya nggak nampol" kata mereka. Tapi team leader berkata bahwa ransum akan dibuka di Pos "Kandang Batu" setelah air terjun air panas. Jujur saja, lapar membuatku mengantuk.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SPxyzwoKCDcAADPxVwc1/spa.JPG?et=q0jYxiIwxxH4FT0lifwOeg&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="center"><font face="comic sans ms"><em>Spa di Air terjun Air Panas</em></font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Sesampai di Kandang Batu, tidak banyak bicara kami melahap nasi ayam yang dibawarga di bawa dari warung padang di Puncak. Hebatnya, kami menawar harga di warung padang itu =D. Perjalanan kami lanjutkan sampai ke Kandang Badak kira-kira jam tiga sore. Ada rumah kecil di Kandang Badak. Mungkin itulah yang disebut Kandang Badak, dan kami yang istirahat di dalam rumah itu adalah Badaknya =D</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Jam empat sore, kabut turun disertai titik-titik air. Kami yang mulai kedinginan membongkar sweater dan jaket untuk menghangatkan tubuh. Kami sepakat naik terus ke puncak jika kabut sudah cerah. Ternyata kabut bersahabat dan kami mulai naik.</font></p> <p align="justify"><strong><font face="comic sans ms">Mendaki gunung itu aktivitas FISIK</font></strong></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Maaf, jangan mengira mendaki gunung itu aktivitas <em>hebring,</em> senang-senang, bertabur bunga-bunga flamboyan berguguran, angin sepoi-sepoi, burung-burung berkicau indah, rusa-rusa genit menggeliat lalu dari jauh muncul Shahrukh Khan sambil nyanyi "Tumpa se ae.. tumpa se ae.. " lalu muncul teman-temannya sekompi berseragam sambil joget-joget ( Cut!! kok jadi ngaco sih? =D) </font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Intinya, kalau anda tidak dalam keadaan fit, jangan coba-coba naik gunung, karena anda juga bisa membahayakan nyawa rekan-rekan satu tim pendakian anda. Kalau anda doang yang mati sih tidak masalah, soalnya dalam peraturan pendakian, "Peserta yang mati dianggap mengundurkan diri dari tim, karena hanya akan mengganggu jalannya pendakian" =D masalahnya kalau anda sakit, trus nggak selera makan dan nggak mau maksain diri untuk makan, udah gitu minta ditungguin lagi, apalagi minta gendong. Bete banget nggak sih??</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Jadi, mendaki gunung bukan untuk keren-keren-an, tapi ini olahraga beresiko tinggi dan BERAT!. Pertimbangkan dan rencanakan baik-baik sebelum anda memutuskan untuk mendaki.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Kejadian, ada beberapa anggota tim kami yang tumbang, sebagian memutuskan camp di jalan. Dan hanya empat orang yang mencapai puncak jam setengah sebelas malam. Tiga orang sisanya menyusul pagi harinya ketika mereka sudah fit dan satu orang lagi tumbang.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SPxy@woKCDcAAFOcgIA1/salak.JPG?et=MwnshaN%2CH7%2B7raAxj227yQ&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="center"><font face="comic sans ms"><em>Puncak Gunung Salak dari Mandalawangi</em></font></p> <p align="justify"><strong><font face="comic sans ms">Mandalawangi</font></strong></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Pukul setengah sebelas aku dan tiga orang temanku mencapai tugu puncak Pangrango. Dari sana terlihat kota Bogor dan Sukabumi. Lalu kami turun 30 meter vertikal menuju sebuah lembah berumpun edelweys. Edewleys sedang layu ketika kami datang. Langit cerah, kupandangi konstelasi bintang, sayang sekali aku tidak mengenali mereka. Kucari waluku dan scorpio, tapi tidak kutemukan. Kelaparan, kulahap nasi rendang dari warung padang tadi, sholat jama' qoshor lalu tidur.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Pagi harinya aku berjalan sendirian mengelilingi lembah edelweys. Meresapi angin dingin, memandangi hutan-hutan kelabu yang mulai benderang terkena sinar matahari, lalu memburam diterpa kabut yang laju melintas. Dingin sekali.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Mandalawangi membawa aura mistis, indah tapi tak banyak manusia yang mendakinya (kalah ramai dari Surya Kencana yang luas) tapi di situ kurasakan bahwa tempat ini istimewa. Berwibawa. Rumpun-rumpun edelweys yang mekar mulai layu, bergoyang-goang ditiup angin yang dingin.</font></p> <p align="justify"><strong><font face="comic sans ms">Semua Mungkin Terjadi di Gunung</font></strong></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Dalam mobil menuju Jakarta, salah seorang dari kami bercerita, "Aku nggak nyangka lo, ternyata banyak yang meninggal di Pangrango". </font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Flash back, kira-kira jam sepuluh kurang seperempat. Kami bergelantungan di akar pohon mencari jalan ke Puncak. Dari radio handy talky terdengar suara dari salah satu anggota tim yang memutuskan camp di bawah, "Nanti kalau ada pos di puncak, belok kiri". Jalan menuju puncak sangat berat di malam hari, berkelit-kelit diantara akar, dan banyak jalan menuju puncak. Membingungkan.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Kami melihat lampu pijar kuning terang di sebelah kanan, kami kira itu adalah pos yang dimaksud. Kami berusaha mencari jalan menuju lampu tersebut. Mas Dodi, salah satu teman kami mengingatkan, ikutin track aja, jangan ikuti lampu. Lalu kami menurut dan lagi-lagi kami kebingungan mencari jalan. Kami kontak teman di bawah untuk kirim dua orang porter untuk memandu perjalanan. Ternyata puncak masih 100 meter vertikal dan jalan pendakian adalah ke kiri bukan ke arah lampu tadi! Belakangan kami menyadari, mana ada kabel PLN atau genset di puncak?! </font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Aku tidak bilang itu hantu, dedemit atau apapun. Menurutku kejadian itu lebih baik dilupakan. Gunung memang bukan tempat manusia pada umumnya.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Fakta lain, menurut salah seorang porter kami, di lokasi camp tempat kami di Mandalawangi, pernah ditemukan jenazah seorang perwira TNI, dan di tugu puncak pernah ditemukan jenazah pendaki perempuan tanpa identitas. Padahal aku sempet pipis di salah satu rumpun di deket camp dan hampir foto kayang di tugu puncak (untung ga jadi =D). Alhamdulillah semua baik-baik saja, dan kami selamat sampai rumah walopun kaki pegel dan jalan jadi kayak Robocop.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Udah ah, ini bukan blog misteri, kalau pengen mbahas misteri-misteri lebih lanjut, mending ke blognya Pak Leo aja =D</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Anyway, prepare yourself before you hike!!</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SPxzPgoKCDcAAA3OUw41/mandalawangi.JPG?et=Dr9EVa4kmiEvfTy%2BgUkCYg&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="center"><font face="comic sans ms"><em>Mandalawangi</em></font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">------</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">* Pangrango Peak (3019 m dpl) is dedicated for my fiancee, Dian Wulandari. </font></p><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-3108831568883571245?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-42842240774027266582008-09-22T13:57:00.000-07:002008-09-22T17:57:20.799-07:00My Graduation Day<p align="justify"><font face="comic sans ms">"Tok.. Tok. Tok.." kukentuk pintu itu tiga kali. Sesosok kepala menoleh, lalu aku bertanya, "Lagi sibuk, Pak?" Dia tersenyum lalu berkata, "Silakan.. silakan.." Lalu aku duduk, sesaat aku kehilangan kata. Kemudian beliau berkata lagi, "Saya tahu kok, kamu ke sini mau ngomongin apa.. Mau ke mana kamu?" Saya tersenyum lalu menjelaskan satu demi satu secara berurutan. Dan waktu Jumat menyelamatkanku dari interogasi lebih lanjut.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Dua tahun lalu, dalam kalender hijriah, kira-kira selisih waktunya cuma 7 hari. Aku mengetuk pintu yang sama. Wajah yang sama, Harusnya waktu itu momentnya interview, tetapi Beliau malah memberikan informasi gaji yang akan kuterima, lingkungan kerja yang akan dihadapi, Sebulan kemudian aku resmi menjadi penghuni ruangan di gedung lantai 30 tersebut.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Proses demi proses pun dijalani. "Platform kita berada di selat yang keruh, tetapi arusnya deras" kata salah seorang pemateri dalam training kami. Tidak butuh waktu lama, beberapa bulan kemudian aku jatuh ke laut keruh berarus kencang itu =D untung masih selamat.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Tidak terasa hampir dua tahun telah terlalui. Pada pagi terakhir di Kurau Camp, Pulau Padang Kepulauan Riau, Aku tiba-tiba ingat sama film kartun di bawah ini :</font></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SNgykQoKCDcAAE2WH341"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SNgykQoKCDcAAE2WH341/remi-cartoon.jpg?et=EVlxnSrHezpfXQBOhu4Mdg&nmid=0" border="0"></font></a></span></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Iyak betul sodara-sodara, dulu waktu kita masih kecil, kita bela-belain pake kacamata 3D untuk ngeliat film ini, tapi bukan kacamata 3D nya yang kuinget, tapi syair lagu penutupnya:</font></p> <p align="justify"><em><font face="comic sans ms">Slamat pagi gunungku, Slamat pagi pohonku, Slamat pagi teman-teman semua..<br>Aku kan pergi jauh demi cita-citaku aku mohon doa restu darimu...<br>Slamat berpisah semuanya, aku kan pergi untuk mengembara<br>Jangan sedih akan kepergianku.. Kelak pasti kita akan bertemu..!!</font></em></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Hehe, pas banget moment perpisahan dengan hutan Kurau =D</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms"><strong>Siklus Pemberontakan Rakrian Dharmaputra Winehsuka</strong></font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Tertulis dalam sejarah, pada saat pemerintahan Jayanegara raja kedua Majapahit prajurit-prajurit yang pulang dari ekspedisi perluasan kekuasaan ke dareah Melayu atau disebut Ekspedisi Pamalayu yang dikirim sejak pemerintahan raja terakhir Singasari, Kertanegara, dianugerahi penghargaan gelar "Rakrian Dharmaputra Winehsuka" atau dengan kata lain "Diberi kebahagiaan". Penerima anugerah tersebut mendapat gelar Rakrian, antara lain Rakrian kuti, Rakrian Tanca, Rakrian Wedeng, Rakrian Yuyu, Rakrian Pangsa dan Rakrian Kembar. </font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Siapa sangka hanya beberapa saat dari penyerahan penghargaan, Rakrian Dharmaputra Winehsuka yang dipimpin Rakrian Kuti justru melakukan pemberontakan yang paling besar dalam sejarah Majapahit bahkan mungkin sepanjang sejarah Nuswantara karena pemberontakan tersebut tercatat mampu menduduki Istana dan memaksa Jayanegara mengungsi ke daerah Bedender.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Dan Siklus itu berulang..</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Tujuh orang engineer dikirim ke tanah melayu untuk mendapatkan untung dari tetes-tetes minyak. Sekian lama mereka berada di tanah Melayu, sampai-sampai mereka pandai membikin pantun. Contohnya:</font></p> <p align="justify"><em><font face="comic sans ms">Kain sari kain kebaya<br>Berderet-deret di pasar baru<br>Pagi-pagi makan pepaya<br>Yo Mencret!! Ndhiasmu!!</font></em></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Ketika suasana genting, Rakrian Ponco berhasil memanfaatkan suasana dengan laku mbalelo hengkang ke negeri seberang. Gonjang-ganjing pun terjadi. Untuk meredam gonjang-ganjing, 6 rakrian lainnya dipanggil ke pusat pemerintahan, Jakarta, kemudian diberikan anugerah berupa Disparity Salary Increase. Kemudian mereka ditanya, "Gimana, senang?" dan mereka menjawab "Alhamdulillah"</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Siapa sangka, ketika pagi harinya mereka yang menekuk muka paling dalam ketika diberi surat keputusan Disparity Salary Increase, justru dalam waktu 3 jam menyerahkan resignation letter sebagai laku mbalelo. Hal ini dilakukan oleh Rakrian Bramasto =D</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Belum lengkap penderitaan, hanya selisih dua hari dari surat Rakrian Bramasto, Rakrian Galih juga mengajukan resignation letter. Bener-bener tindak makar yang terulang dalam kurun waktu 7 abad =D Parahnya, Makar Mbalelo ini dilakukan ketika sang prabu sedang di Boston selama satu bulan =D</font></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SNg7OAoKCDcAAAacN7U1"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SNg7OAoKCDcAAAacN7U1/rakrian.JPG?et=y2Q%2CYzMe437Q47SRWhPcpQ&nmid=0" border="0"></font></a></span></p> <p align="center"><font face="comic sans ms">yap, inilah moment ketika dhampar kencono diduduki oleh dua rakrian yang mbalelo =D</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Hmm.. Sebagai penutup, aku ingin mengucapkan terima kasih pada semua rekan-rekan untuk segalanya.. kauberikan lagi.. kesempatan itu.. (lho kok jadi Afghan? =D) yah, intinya terima kasih banyak..</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Dulu.. pernah ada satu lubang keciiiiiiiiiill di dalam hatiku. Ya.. Kondur dulu ada di situ =)</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SNg9qAoKCDcAAD9pFuE1/1-191085736l.jpg?et=kFROv0T1l9dskupW6hL8sQ&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="center"><em><font face="comic sans ms">Gutbai selat lalang...</font></em></p><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-4284224077402726658?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-91433283202004839012008-08-31T15:00:00.000-07:002008-09-02T01:06:03.840-07:00Bandung<p align="justify"><span style="font-family:comic sans ms;">Bandung memang tidak habis-habisnya menyimpan cerita-cerita. Bandung memang tidak habis-habisnya menari-nari, menggoda untuk diterjemahkan dalam huruf-huruf merangkai kata, kata-kata merangkai kalimat, kalimat-kalimat merangkai paragraf (aku tidak mengatakan bait karena aku bukan penulis puisi, lebih tepatnya tidak bisa). Sialnya aku tidak bisa melawan godaannya, jadi untuk kesekian kalinya aku menulis lagi tentang Bandung. Tapi kuharap tidak bosan dengan tulisan-tulisanku tentang Bandung, karena ini Bandung dari sudut pandangku, lebih tepatnya mungkin hanya aku.</span></p><p align="justify"><span style="font-family:comic sans ms;"><strong>Bandung dan Bakery</strong></span></p><p align="justify"><span style="font-family:comic sans ms;">Atmosfer sejuk di Bandung mempengaruhi pertumbuhan vegetasi di wilayah geografis setingi 641 meter di atas permukaan laut itu. Vegetasi yang seperti apa? tentunya vegetasi yang rindang. Di tepi-tepi jalan, dedaunan seakan melakukan "toast" di tengah jalan sekian meter di atas aspal. Efek teduh, rindang, segar memang membuat Bandung menjadi tempat yang layak untuk dijadikan tanah tinggal impian. Belakangan, karena mencari uang di Bandung relatif lebih sedikit produktivitasnya dibandingkan di Jakarta, maka Bandung pun tidak lagi menjadi tanah tinggal impian. Tapi Bandung bukan lantas hilang begitu saja, karena Bandung merupakan pilihan tempat terbaik menghabiskan uang yang di cari di Jakarta di akhir pekan.</span></p><p align="justify"><span style="font-family:comic sans ms;">Kondisi bentang alam, vegetasi dan pergerakan penduduk tersebut menjadikan Bandung tempat yang menarik untuk dijadikan pasar fashion dan kuliner. Coret objek yang pertama karena aku tidak tertarik pada fashion, kecuali hanya untuk menutup tubuhku. Sebenarnya aku juga memperhatikan kuliner seperti aku memperhatikan fashion, tapi stressing-nya bukan pada kuliner, tapi pada toko Bakery. Memang, toko bakery menjadi icon khusus buat Bandung, Kartika Sari dan Amanda menjadi dua raksasa di Bandung, disusul toko-toko bakery yang menjamur.</span></p><p align="justify"><span style="font-family:comic sans ms;">Toko bakery memang merupakan aksen tersendiri, sampai-sampai tokoh kuliner Indonesia yang terkenal dengan gumamannya ketika ada makanan dalam mulutnya, "mmmmmmm... mmmmmmm... mmmmmm..." dan dilanjutkan dengan frase populer. "mak nyusss pemirsa...." mengatakan kalau Bandung disebut Parijs van Java karena banyak toko Bakery di Bandung, seperti halnya di Paris. Saya tahu kita harus mengklarifikasi statement tersebut pada Herman Willem Daendels yang menancapkan tonggak Bandung nol kilometer di jalan Asia Afrika.</span></p><p align="justify"><span style="font-family:comic sans ms;">Kenapa harus Bakery yang dijadikan aksen? Jelas, karena bakery memiliki kedudukan yang istimewa. Golongan darahku A, dan aku memang pediet ketat. Aku hanya mau bilang kalau aku bisa cuek terhadap semua jenis makanan, tetapi seperti Bandung, Bakery yang sebenarnya diam duduk di etalase itu menari-nari, menggoda di dalam benakku . Dan aku tidak pernah bisa mengabaikannya. Itulah sebabnya ketika aku bisa cuek terhadap semua orang (baca:wanita -pen) ada satu oknum yang berperilaku seperti bakery, sehingga aku tidak lagi menyebutnya "oknum" tetapi "bakery".</span></p><p align="justify"><span style="font-family:comic sans ms;"><strong>Bandung, Burung Kolibri Merah Dadu, dan Sepanjang Braga</strong></span></p><p align="justify"><span style="font-family:comic sans ms;">Aku sengaja menyebut satu judul kumpulan cerpen karya Kurnia Effendi, "Burung Kolibri Merah Dadu". Wulan Guritno berkomentar di sampul depannya, <em>"Cerpen-cerpen dengan romantisme tinggi, membuat kita yakin untuk selalu memiliki harapan dan impian akan cinta"</em>. Kira-kira delapan belas bulan yang lalu, aku membelinya di Gramedia Semanggi untuk sekali baca, lalu untuk dilupakan karena diantara nama-nama tokoh dalam novel itu, ada dua nama yang waktu itu menyita perhatian saya. Yang pertama adalah namaku sendiri. Pada waktu yang hampir sama dengan waktu aku membeli buku, harus kuakui, ada satu lubang, keciiiiiiiil, di dalam hatiku. Dan waktu itu lubang itu diisi oleh nama yang kedua. Yap, seperti dugaan anda, sekarang lubangnya jauh lebih besar, dan si nama kedua sudah tak berbekas, digantikan carving jelas, Bravo, Alpha, Kilo, Echo, Romeo, Yankee, dalam aphabet kepolisian.</span></p><p align="justify"><span style="font-family:comic sans ms;">Tadi pagi, kubuka lagi kumpulan cerpen itu untuk membaca cerpen "Sepanjang Braga". Dalam cerpen itu, KEF (panggilan Kurnia Effendi) bercerita tentang braga di sore hari, gerimis, berjalan kaki dari Jalan Wastu Kencana, menyeberangi rel kereta api, dan bioskop President lalu akan menemukan nafas Bandung yang abadi. Hotel Braga, Gedung konferensi Asia-Afrika, Braga fast food, juga Braga Stone.</span></p><p align="justify"><span style="font-family:comic sans ms;">Ya, saya tahu pasti anda bertanya lagi, ada apa dengan sepanjang Braga? Dan aku sudah punya jawabnya. Dua hari lalu, aku berjalan di sepanjang Braga di sore hari. Tapi sedikit berbeda dengan versi KEF. Aku tidak berjalan dari Wastu Kencana ke Asia Afrika, tapi sebaliknya, sehingga nafas abadi Bandung telah kurasakan sejak awal. Mirip, tapi kurasa lebih sempurna. Jalan Braga, teras Gedung Konferensi Asia Afrika, hujan (bukan gerimis), alunan piano dari dalam gedung, atmosfer kota tua, sebatang silverqueen dark chocolate, dan ada Bakery di sampingku menjadi komposisi sore hari yang sempurna.</span></p><p align="justify"><span style="font-family:comic sans ms;">Anyway, aku suka kalimat penutup KEF dalam "Sepanjang Braga". Begini bunyinya, <em><span style="font-family:comic sans ms;">"Aku cinta padamu, cinta padamu, lebih dari sepanjang Braga.."</span></em> .</span> </p><!-- multiply:no_crosspost --><p class="multiply:no_crosspost"></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-9143328320200483901?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-90638186039325813202008-08-16T00:37:00.000-07:002008-08-16T04:37:33.795-07:00Sempu, Bilangan Fu dan Rasi Bintang<p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Sore itu, 31 Juli 2008. Roda Boeing 737 penerbangan GA-175 dengan lembut menyentuh runway Soekarno Hatta. Setelah bernafas lega sejenak, aku segera berlari mencari mesin ATM, aku perlu segera transfer pembayaran tiket Surabaya-Jakarta. Tidak ada!! Dalam kendaraan aku menyimpan cemas. Di depan Hotel Kartika Chandra aku segera berlari menuju mesin ATM, kertas struk habis! Masa bodo, aku butuh transfer. Setelah transfer selesai, kuambil ponsel dari saku celana, lalu kuketik pesan singkat, "Biaya tiket sudah ditransfer, please check, thx", ku tekan send dan sesaat kemudian di layar muncul "message sent".</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Surabaya-Jakarta? Hallo? Belum ada 1 meter kubik udara Jakarta yang kuhirup, tapi Jakarta memang hanya tempat untuk orang-orang stress. Jadi, aku akan menghabiskan akhir pekan ini di <a href="http://bramasto.multiply.com/photos/album/31/Sempu_art"><font color="#330099">Pulau Sempu</font></a>, seberang pantai Sendang Biru, sebelah selatan kota Malang, Jawa Timur.</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Aku pun lagi-lagi berlari menuju flat di lantai empat. Repack sejenak, mandi dan sholat Maghrib dan lagi-lagi berlari mencari taksi menuju halte tempat bertemu. Namun, rupanya berlari tidak bisa mengubah apa-apa dan tetap membuat Dia harus menunggu. Menyusuri lapangan Monas, kami pun sampai Gambir. Masih ada waktu untuk duduk di peron, memandangi lampu-lampu gereja Immanuel di seberang yang memberi kesan pijar hangat. Kereta datang, kami berangkat[1].</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Surabaya di pagi hari, terik matahari menyapa hangat. Satu fakta adalah ternyata naik becak di hiruk pikuk kota Surabaya untuk mencari sebungkus terasi di Pasar Genteng merupakan hal yang menarik untuk dilakukan. Tapi jangan sekali-kali jalan di trotoar Surabaya, anda bisa terbunuh masuk ke lobang trotoar.</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Stasiun Gubeng, sore hari. Terik matahari memaksa kami duduk di bayang-bayang tiang peron. Seniman lokal menyanyikan lagu-lagu by request. Lalu Dia menulis di selembar bungkus permen karet Spearmint kesukaan kami, berjalan menuju panggung lalu menyerahkan request lagu tersebut ke penjaga panggung. Sayang sekali, sang seniman tidak mengenal lagu "She" yang dibawakan oleh Elvis Costello, mereka malah menyebut "Castillo" bukan "Costello, padahal sore itu bangku peron tak kalah indahnya dengan bangku taman tempat Hugh Grant dan Julia Roberts menghabiskan sore musim gugur di "Notting Hills"[2].</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Gerbong remang-remang tanpa lampu senja itu melintasi tanggul paling terkenal di Indonesia, tanggul Lumpur Lapindo. Gerbong memang sangat suram, tapi kami berlima justru tenggelam dalam nostalgia konyol dan lelucon-lelucon segar sampai-sampai perhatian seluruh gerbong terpusat pada kami berlima. Courtesy to Cahya yang membuat kami berlima menjadi pusat perhatian =) Kereta pun merayap menanjak mengarungi udara yang semakin dingin.</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Udara kota Malang malam itu begitu sejuk. Semalaman kami menginap di kontrakan seorang teman lama. Pagi hari kami sempat mendengar petik dawai biru Cahya, sang seniman, lalu kami berangkat menggunakan angkutan umum. Fakta menarik lainnya, sekarang rombongan kami berduabelas, dan kami selalu memenuhi angkot. Kalaupun angkot terbalik, mungkin posisi kami tidak akan bergoyang satu milimeter pun =D</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Telaga bening menyapa kami setelah satu setengah jam tracking di hutan selepas berlabuh dari sendang biru. Bening sekali, konon di sana hidup buaya. Lalu kami mencapai pantai putih. Panas terik. Kami mendirikan tenda. Tendaku terhempas dua kali oleh angin pantai, tapi akhirnya berhasil berdiri semalaman. </font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Air telaga biru yang masuk melalui dinding karang yang bolong semakin menggoda kami untuk menyatu dengannya. Kami pun <a href="http://m9832.multiply.com/photos/album/15/Liburan_Seruu.."><font color="#330099">berfoto bawah air</font></a>, berenang, floating, lalu mendaki karang untuk menyaksikan cakrawala. Mungkin ada Nyai Roro Kidul di tengah sana, aku tidak tahu. Ketika air telaga surut, ternyata di dasarnya adalah "Bikini Bottom". Ya, kami bisa melihat spongebob, gery, Jelly Fish dan Mr. Crab[3].</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms"><strong>Mengapa Bilangan Fu dan Rasi Bintang?</strong></font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Dua minggu kuhabiskan untuk membaca novel "Bilangan Fu" karya Ayu Utami di sela-sela kesibukanku. Memang, tidak semua hal aku sependapat tetapi Bilangan Fu membuka hatiku untuk menghormati "Kearifan Lokal".</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Senja itu berawan, sempat aku khawatir akan hujan, tetapi awan segera berarak menyisih."Lampu-lampu pijar melenakan manusia sehingga mereka melupakan lampu-lampu Tuhan di atas sana" kata Ayu dalam novelnya. Tidak persis, tetapi seperti itu intinya, aku bukan penghafal yang baik. Belakangan aku menambahkan, "Dan lampu-lampu Tuhan jauh lebih memiliki makna". </font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Lalu Dia mengarahkan senter kuning kecilnya ke angkasa. "Dua bintang sejajar ini sapi, lalu ini kayu, ini manusianya dan tiga bintang di belakangnya adalah bajak. Mereka disebut Waluku". Aku termangu lalu Dia mengarahkan senter kuning kecilnya ke arah lain. "Kamu lihat tiga bintang sejajar ini? dia punya ekor yang sangat panjang, berakhir di sepasang bintang kembar. Namanya Scorpio" Aku masih termangu, kagum. Kagum pada <a href="http://dianwulan.multiply.com/journal/item/68/Penghuni_Langit_Malam"><font color="#330099">gugusan bintang</font></a> itu, tapi jujur aku jauh lebih kagum pada Dia.</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Sebelumnya aku mohon maaf kalau kata-kataku sarkastis. Tapi jika anda merasa anda adalah orang kota, dan ingin meng-kota-kan pulau cagar alam seperti Sempu ini, lebih baik anda enyah ke mall tempat anda nongkrong dan dugem. Pulau ini hanya diperuntukkan pada mereka yang ingin menyatu dengan alam. Pulau ini tidak perlu gebyar-gebyar kembang api.</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Malam hari, kami mendaki karang, merebahkan diri menyaksikan scorpio, waluku, milky way yang samar-samar tampak. Di antara bintang-bintang jatuh kami memanjat doa. Di sisi hati yang lain aku ingin menjadi bintang, yang cahayanya tetap tampak walaupun mungkin dia sudah hancur sekian tahun cahaya yang lalu. Debur ombak menari menghempas karang beberapa kilometer dari garis pantai. Tiba-tiba Cahya berseru, "Sudah waktunya turun. Sekarang juga!!". Jujur saja aku tak tahu apa maksudnya, dan aku juga menyimpan tanda tanya. Tetapi kami menurut dan turun.Biarlah itu sebagai penghargaan kami pada kearifan lokal yang sangat keterlaluan jika harus dilawan dengan kecongkakan dan ego.</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Kami pun rebah di tanah menghabiskan malam [1].</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Pagi hari kami mendaki karang untuk menyaksikan fajar.Lalu sarapan mie instant cap campur aduk dan kami floating lagi di telaga jernih. Akhirnya kami harus berkemas, lalu pulang. Tracking di hutan yang sama, melalui jalan yang sama ketika kami berangkat, sampai kami berpisah di terminal Arjosari. Aku dan Dia berangkat lebih dulu ke Surabaya, teman-teman yang lain berpencar ke tujuan masing-masing.</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Yap, Sempurna. Perjalanan yang sempurna.</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">[1][1][1][1][1][1][1][1][1][1]...</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><img class="alignmiddleb" style="WIDTH: 329px;HEIGHT: 200px;" height="197" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SKa4JQoKCDcAAH43whE1/Dian.jpg?et=wyGb3hBg7rnt6Nq2wBmDiQ&nmid=0" width="326" border="0"></span></p> <p align="center"><span class="insertedphoto"><em>Sempu dan Dia</em></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto">----<br>[1] Selalu ada cerita yang tak perlu diceritakan =p<br>[2] Film Holywood, diperankan aktor dan aktris ganteng yang saya sebut. Sound-track-nya "She" by Elvis Costello<br>[3] Tokoh kartun Nickelodeon itu lo, masa ga kenal sih?</span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SKa4JQoKCDcAAH43whE1"></a></span> </p><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-9063818603932581320?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-25407008706178652712008-08-04T16:02:00.000-07:002008-08-04T20:02:13.435-07:00Road to Bukittinggi<p align="justify">04.30 a.m. 12 Juli 2008</p> <p align="justify">Glenn Fredly menyanyi di seberang, lalu terputus digantikan suara yang masih malas, "Halo". Aku yang juga masih ngantuk menjawab, "Halo, udah bangun khan? ga ada tsunami, tapi kita musti check in di airport jam 6.30 tepat jadi buruan mandi dan siap-siap" Dari seberang terdengar sahutan, " Oke aku udah di luar kamar sekarang" lalu telpon ditutup. </p> <p align="justify">Selalu ada cerita yang tak perlu diucapkan, akhirnya kami bisa sampai di airport tepat waktu, lalu menunggu penerbangan ke Padang.Sesaat kemudian mesin jet menderu, kami melesat menembus Cumulus lalu Cirrus dengan sedikit goncangan. 80 menit kemudian pantai pasir putih dan pulau-pulau kecil di barat pantai Sumatra tampak dari ketinggian.</p> <p align="justify">"Flight Attendant, Landing Position", ucap pilot, lalu pesawat pun mendarat. Appreciate, karena hutan masih sangat terpelihara di sana. Sawah berbatasan langsung dengan hutan. Lalu kami mencari kendaraan untuk menuju Bukittinggi. Kendaraan sampai pada suatu terminal (yang lebih mirip antrian imunisasi di posyandu) but overall we enjoy it. =)</p> <p align="justify">Setelah menunggu kendaraan selanjutnya, kami melaju melalui Pasaman, Padang Panjang, lalu masuk ke kota Bukittinggi. Selanjutnya sesi latihan otot kaki, berjalan melalui kota, naik tangga pasar, belok kiri dan sampailah kami di Jam Gadang. Lurus, menuju The Hills, tempat kami menginap. Sore sampai malam kami menjelajahi seluruh kota Bukittinggi. Jam Gadang, Jalan Cina Tembok, Benteng Vort de Kock, melewati tepian Istana Bung Hatta dan berakhir dengan segelas Bandrek di tepian jalanan Bukittinggi, lalu kembali ke kamar masing-masing setelah jama'ah jama' qoshor maghrib-isya.</p> <p align="justify">Pagi hari, sekali lagi selalu ada cerita yang tak perlu diceritakan. Setelah sarapan pagi, here we go, <a href="http://bramasto.multiply.com/photos/album/32/Sianok"><font color="#000099"><strong><u>Ngarai Sianok</u></strong></font></a>. Sangat disayangkan pemandangan seindah itu harus rusak oleh mental buang sampah sembarangan. Yup, Sampah di Bukittinggi dan Ngarai Sianok bisa dikategorikan "sangat mengganggu" seharusnya penduduk setempat sadar, bahwa tempat-tempat tersebut adalah objek foto yang sangat menarik. Tapi saya maklum betul, karena hanya fotografer yang punya pemikiran seperti itu =D. </p> <p align="justify">Next stop, Jaringan Goa Jepang di perut bumi bukit tinggi beserta penjelasan sejarahnya oleh uda guide yang baek. (Hyper Sorry buat yang sudah ditinggalin terengah-engah di tangga tanjakan mulut gua =) ). Anehnya, Penduduk setempat menyebutnya "Lubang Jepang". Saya maklum kok, kalau setelah membaca frasa tersebut, image Maria Ozawa atau Sora Aoi langsung muncul di benak pembaca. =p</p> <p align="justify">Cukup sudah penjelajahan, kami pun pulang menuju Padang, lalu terbang ke Jakarta. "I am very happy, and you are the part of my happiness, thank you for being my happiness.", kataku.. Dan perjalanan Cengkareng-Benhill mengakhiri perjalanan indah ini. Perfect.</p> <p align="justify">Yang paling penting, we have made our footprint in Bukittinggi</p> <p align="justify"> <img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SJfCCQoKCDcAAFKSQak1/footprint.JPG?et=xrbnCDj1UsU8Y9L2BPGoKw&nmid=0" border="0"></p> <p align="justify"> </p><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-2540700870617865271?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-45989464184427768642008-07-29T04:01:00.000-07:002008-07-29T08:01:27.971-07:00Cumulus<p align="justify"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SI8wWgoKCDcAAH1VvG01/3106398.DSC00981.jpg?et=pxMmG2BGETGTy68PLgxGgg&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Di suatu tepian hutan. Terik, tapi rerumputan dan pepakuan masih dalam sejuk kehijauan. Di sebuah teras dengan peti-peti kemas yang "dipaksakan" untuk menjadi kamar-kamar hunian. Selonjoran. </font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">"Sumur baru kita berhasil, sekian)* ratus barel per-harinya", kata salah seorang. "Ada yang tau nggak, gimana sih pembagian minyak kita dengan pemerintah)** ?" Karena kebetulan saya tahu, saya pun ikut nimbrung, "Kita ajuin budget dulu ke pemerintah, ketika disetujui, kita pake modal kita dulu sampai selesai. Setelah berhasil dapet minyak, pemerintah mengganti semua biaya. Tarifnya, 85% minyak kita diambil pemerintah". Seiring berkurangnya tenaga karena menggeluti mesin yang tak kunjung beres, di luar dugaan ternyata pemikiran justru lebih kritis.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">"Ironis memang, bangsa kaya yang berpenduduk miskin" sambung salah seorang lainnya. Tergelitik, kujawab lagi, "Bukan miskin, tapi mentalnya yang miskin. Mata duitan. Jadinya, merugikan dan memiskinkan rakyat". Mengamini, ada yang menyahut, "Yah, kita dalam tekanan selama penjajahan. Merdeka menjadi suatu kesempatan emas untuk lepas dari semua tekanan itu secara fisik, sayangnya, mental kita masih terjajah, bahkan sampai 63 tahun". Hening sejenak, dan masakan makan siang pun sudah siap. Topik dibubarkan, Sekumpulan orang yang terdiri dari beberapa bangsa itupun (tercatat bangsa Kanada, Singapura, Cina Hokian, Sunda, Minang, Melayu dan Jawa =p) berbaris mengantri makanan.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SI8tmAoKCDcAADdMTEo1/field.jpg?et=gL9Gyo6ctBl4co8lMkTWdQ&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Yup, we are field workers. Yang nggak segan-segan untuk teriak, yang bicara terang-terangan, yang bekerja dengan resiko dan tekanan lebih daripada white collars yang duduk-duduk saja di gedung bertingkat di Jakarta. Tapi fakta membuktikan bahwa bahan pembicaraan kami jauh lebih berkualitas. Kami memikirkan negara dalam skala makro, memikirkan keberlangsungan lingkungan, memikirkan perkembangan komunitas sekitar kami yang tinggal di hutan itu sendiri, menjalin komunikasi dan memberi pengajaran positif, bahkan lapangan pekerjaan. Sementara ketika topik-topik tersebut dikemukakan di kalangan white collars, bukan suatu yang mengherankan kalau cemoohan yang kita dapat.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Sangat maklum, karena mereka sibuk dengan detox, fitness, MLM, air conditioner mall yang bikin mata pedih, cafe-cafe dan kuliner, life style yang membatasi kerangka pandang dan kerangka pikir menjadi kerdil. </font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Kami memang sapi-sapi perah potensial untuk membangun citra company yang justru dianggap asing oleh white collars yang nota bene tugasnya justru membantu kami (see? babu kami lah kasarnya). White collars yang merasa bekerja di perusahaan besar, tanpa pernah berpikir berkat siapa perusahaan ini bisa berjalan. Yang kadang justru menyuruh-nyuruh kami (hello?? who do you think you are??)</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Walaupun orang memandang kami sebagai orang yang kurang beradab, kami bangga dengan keterus-terangan kami. Walaupun koneksi makin diperlambat, dan dibatasi tanpa pemikiran akan kebutuhan komunikasi di daerah remote, kami tidak pernah protes, karena hanya segitulah pemikiran kerdil white collars (pengen banget kusebut dengan sebutan "busuk") yang terkerdilkan oleh kerangka pandang dan kerangka berpikir mereka sendiri.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Kami tetap bangga, karena kami tidak hanya punya kontribusi tetapi kami juga punya bargain. Tunggu saja waktunya sampai bom waktu ini meledak dan kalian akan tahu siapa kami.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Kami ini cumulus yang bergumpal menjulang, tak jarang bersisi tajam dan bergejolak. Tetapi dari berbagai sudut pandang, warna kami putih.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Kami bukan cirrus yang halus, lembut namun sisi bawahnya tampak putih, sedang tampak kelabu di sisi atasnya.</font></p> <p align="justify"><font face="courier new, courier" size="2"><em>--</em></font></p> <p align="justify"><font face="courier new, courier" size="2"><em>gambar awan diambil dari google dengan keyword "cumulus cloud"</em></font></p><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-4598946418442776864?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-65535707185942529262008-07-25T04:54:00.000-07:002008-07-25T08:54:52.303-07:00The real journey of Bandung<p align="justify"><font face="comic sans ms">Yup, everybody know, saya tinggal di Bandung selama masa kuliah saya. Berbagai macam cerita pun terjadi di sana, ada suka, ada duka, awalnya biasa saja, kita bercanda bersama (kok jadi lagu jadul? =p) Intinya, tangal 10 Juli kemaren saya menorehkan sejarah bertualang yang lebih hebat di kota Bandung. Bagaimana ceritanya? Stay tune.. =)</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Chronologies:</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Tujuan akhir saya sebenarnya adalah Jakarta, saya berangkat dari kediri setelah </font><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/album/29/My_Playground"><font face="comic sans ms">coming home</font></a><font face="comic sans ms"> selama lima hari. Kenapa saya ke Bandung dulu? jelas sudah.. tiket ke Jakarta sudah dimakan oleh calo-calo busuk itu (Terkutuklah calo-calo busuk yang menari di penderitaan orang lain!!.. jegerrrr... jegerr... -pura2nya suara petir =p ) So, satu-satunya jalan ya, transit di Bandung, terus ngelanjut pake travel.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Setelah semalem di bus yang jauh lebih nggak nyaman dibanding kereta, akhirnya nyampe juga di kota Bandung jam setengah 6 pagi. Darah A yang mengalir di urat-urat nadiku seperti biasa mengakibatkan setiap langkahku well scheduled dan well calculated. Sampai di Bandung 5.30, sampai di pool travel 06.00 berangkat ke Jakarta 06.45, sampai di Jakarta 08.45, istirahat sejam, terus njemput temen yang minta di-guide cari kos jam 10 tepat.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Sesuai schedule, setelah sampai di Bandung, saya langsung cari angkot ke pool travel. Pas nyambung angkot di simpang Dago, by refleks tangan kanan saya nyentuh pantat (ini bukan ritual sesat pagan, tapi ini metode nge-cek dompet yang paling absah untuk digunakan) dan.. shit!! my hand directly touch my ass! alias, dompet aing teu aya!! setelah mastiin tidak tertinggal di bangku angkot, saya termenung sejenak..</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Well, I think God loves me, karena di saku masih ada uang sekitar 70 ribu (untung banget ada lembaran 50 ribuan yang tertinggal di saku). Pelajaran penting yang baru saya sadari kemudian adalah, waktu itu saya tidak hanya melulu berpikir bagaimana dompet saya ketemu, atau malah mencari-cari kambing hitam untuk dimarahi, tapi saya lebih banyak memikirkan antisipasi dan solusi jika worst case terjadi atau dompet saya tidak ketemu. Blokir ATM, minta kartu ATM baru ke bank, tapi what the hell? id card saya semuanya ada di dompet, bahkan Garuda Frequent Flyer Card yang sudah silver juga ada di sana. Tapi paling gak masih ada id card Kantor. Then, pinjam sejumlah uang ke temen yang dapat dipercaya sampai ATM saya jadi. Padahal, tanggal 12-13 nya ada agenda ke tempat yang jauhnya ribuan mil =), KTP? SIM? urusan belakangan =D</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Tapi, berpikir antisipasi dan solusi bukan berarti saya nggak cari dompet. Dengan sisa uang yang ada, saya pun kembali ke pool bus walaupun saya tau jelas kalau bus sudah tidak ada di sana. Paling nggak, saya bisa cari tau ke mana Bus tersebut nge-tem. Sesampai di pool bus, Kosong! petugasnya belom datang!</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Kalau orang lain langsung lemes lututnya, saya justru merasa adrenalin saya terpompa dengan discharge maksimal. begitu ada bus nyampe lagi, langsung saya samperin sopirnya. Sambil nanya, ke mana Bus akan nge-tem. Pak Sopir menjawab. "Paldam". It is hard to say, tapi saya bener-bener nggak tau di mana Paldam berada. Pak Sopir menyarankan untuk naik becak, saya pun dengan pede naik becak dengan uang terbatas. Apa mau dikata, becak pun sempet nyasar! dan kondisi saya saat itu, selain bawa ransel gede juga menenteng lidah buaya dalam pot (ini memang sengaja bawa dari kampung untuk meningkatkan level kanuragan saya, dan biar terhindar dari gangguan bethoro Kolo - ngasal dan berlebihan =p)</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Singkat kata, nyampailah saya di Paldam. Ternyata Paldam itu markas angkatan darat! Setelah nanya-nanya ga tau malu ke bapak-bapak tentara yang lagi nyiapin upacara apel pagi, saya pun menemukan pool Bus. Ngobrol punya ngobrol dengan sopir yang ada di situ, ketahuanlah siapa kru bus yang tadi saya tumpangi. Ada beberapa nomor telpon yang bisa dihubungi. Satpam terminal Leuwi Gajah, setelah ditelpon ternyata beliau belum nyampe terminal, tapi saya salut soalnya begitu sampai terminal beliau langsung sms saya ngasih info kalau bus tersebut tidak ada di terminal. Nomer telpon kedua adalah bagian operasional. Dari beliau saya dapat nomer Pak Dartun, nama sopir bus yang saya tumpangi. Begitu saya mencet "call" di hp saya, datanglah bus tersebut. Bunga-bunga bermekaran di lembah matahari pagi, Sinar harapan pun memancar (sok puitis =p)</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Langsung saya samperin itu bus. Saya bilang, "Barang saya ketinggalan di dalem, Pak". Kenek-nya dalam hati berkata, "Buset, barangnya bisa dicopot!" (becanda kalee =p) Lalu saya samperin tempat duduk saya, di sana udah ada kru yang tidur! Setelah ngebangunin kru bus itu, dan belau menggeliat, tampaklah sesosok dompet Mont Blanc tembakan beli di ambasador 20 rebuan =p langsung saya ambil, cek kartu2nya (kalau uang sih bisa dicari lagi, tapi alhamdulillah ternyata utuh). Setelah say thanks, saya pun ke Jakarta, walaupun telat sejam dari rencana semula.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Pesan Moral:</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">1. Bersikaplah tenang, cari solusi masalah, jangan terlalu mengungkit-ungkit penyebab masalah, karena itu sama halnya dengan nyetir mobil tapi liat spion mulu, nggak liat kaca depan.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">2. Banyak-banyaklah beramal, jangan pelit-pelit. Keberhasilan saya menemukan dompet itu mungkin sekali karena doa ibu-ibu penjaga toilet yang saya tolak kembalian uang toilet-nya, doa Sopir-sopir taksi yang sengaja saya kasih lebih dari yang tertulis di argo, dlsb, Sehingga Tuhan tau kalau saya butuh dompet itu untuk menyenangkan dan berbagi dengan sesama (aamiiin.., buset, bijak banget ya.. tumben-tumbenan =p)</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">3. Tinggalkan satu atau dua lembaran 50 ribuan di dalam saku, untuk mengantisipasi kejadian serupa menimpa diri anda</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">4. Hehe, jangan simpan dompet di saku belakang celana kalau anda bepergian jarak jauh. Disimpen di depan aja, ga papa lah ngganjel-ngganjel dikit =p, atau anda bisa meniru metoda cerdas ibu-ibu penjual di pasar. Pakailah Be Ha, lalu selipkan dompet anda di sana, dijamin Aman!! (ngasal lagi kalo ini =p)</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Semoga bermanfaat!! Hidup Travelling!!</font></p><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-6553570718594252926?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-78869556055047015152008-07-02T06:14:00.000-07:002008-07-02T10:14:56.602-07:00In the Last Minutes<p><span class="insertedphoto"><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SGu09QoKCDcAAEzaSBk1"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGu09QoKCDcAAEzaSBk1/P1030258.JPG?et=LplXIJvjNfRRi0gwbeuwTg&nmid=0" border="0"></a></span>A perfect day</p> <p>Saya ingin bilang terima kasih sebesar-besarnya..</p> <p>1. Pada oknum yang rela malem-malem saya bangunin untuk count-down bareng.</p> <p>2. Pada teman-teman dan saudara yang merelakan pulsanya untuk nelponin saya sekedar untuk mengucapkan selamat</p> <p>3. Pada teman-teman, saudara, mama, papa yang sudah merangkai kata-kata yang begitu indah dalam sms-sms ucapan selamat.</p> <p>4. Pada teman-teman yang sudah merangkai kata-kata yang begitu indah, dan kartu-kartu ucapan yang lucu-lucu di comment Friendster saya</p> <p>5. Pada teman-teman yang sudah ngirim email ucapan selamat.</p> <p>6. Pada oknum lagi, atas bingkisan manis dan puisi indahnya.. =) so sweet..</p> <p>7. Pada "keluarga baru" di Jakarta, terima kasih atas makan malam yang hangat, lelucon-lelucon segar, serta suasana kekeluargaan yang akrab.. makasih juga atas bingkisan manisnya..</p> <p>Yes, today is my birthday.. bukan harinya yang istimewa, tapi perhatian kalian yang membuat saya bahagia.. jujur saja, saya merasa tidak pantas diperhatikan sedemikian rupa =)</p> <p>Overall, terima kasih atas doa-doanya.. saya aminin semua.. semoga diijabahi..</p> <p>And.. in the last minutes of my birthday, Dengan mata terpejam, mulutku melantunkan doa-doaku sendiri.. kemudian kutarik nafas sambil berucap "aamiin".. Alhamdulillah.. betapa beruntungnya saya..=)</p><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-7886955605504701515?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-52960511598936952692008-06-29T02:45:00.000-07:002008-06-29T06:45:55.066-07:00A Drop of Water<p align="justify"><font face="comic sans ms"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SGeQNwoKCDcAAGcCbnc1"></a></span><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGeQNwoKCDcAAGcCbnc1/568px-Water_drop_on_a_leaf.jpg?et=Vy1ZxvSrpzREazKZMRYnDg&nmid=0" border="0"></span></font></p>Hari Minggu sore, di hutan biasa. Sedari pagi matahari malas untuk tampil. Mungkin saja matahari juga berpikir kalau sometimes, nggak ngapa-ngapain itu juga enak (quoted1), sembunyi aja di balik awan yang empuk. Dari tirai jendela kantor yang sedikit terbuka bisa kulihat hutan dengan pohon-pohon besarnya, dengan pucuk-pucuk dedaunan pakunya. Bergradasi sejenak berubah menjadi padang ilalang, melengkung putih ujungnya, bergerombol. Lalu perdu stepa, hamparan tanah gambut hitam, bakau-bakau yang belum sempurna tumbuh dan berakhir pada lautan. Di ujung penglihatan tampak api flare dari platform lepas pantai. <p align="justify"><font face="comic sans ms">What a beautiful scenary, sampai sesaat kemudian, kaca jendela itu mulai memudar. Tik.. tik.. tik.. gerimis mulai datang. What a beautiful drizzle, I love drizzle. Partikel tetesan-tetesan air melakukan fusi di kaca jendela, semakin besar.. besar.. kemudian tergelincir oleh pesona gravitasi.. jatuh.. pecah.. berkeping, kemudian meresap.. di pangkuan sang ibu, mother earth.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Water.. sejak zaman SR (biar kayanya jaduuul banget) kita sama-sama diajari, 70% of human body consists of water (or fluids? cmiiw). Tubuh memerlukan 1.6 liter air atau setara 8 gelas air. Bukan hanya dari ilmu hayat, dari ilmu sejarah dan antropologi pun disebutkan, fosil Pithecantropus Erectus dan Meganthropus Palaeojavanicus ditemukan di lembah sungai Bengawan Solo, dan Homo Mojokertensis ditemukan di lembah sungai Brantas. Artinya, air memang kebutuhan vital manusia.</font></p> <p align="justify"><strong><font face="comic sans ms">Paradoks Kran Air</font></strong></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Saya yakin bukan kran, sekali lagi bukan kran air yang salah walaupun dia punya andil. Bingung? Ada apa dengan kran? Pada zaman pra-kran, katakan saja pada jaman embah-embah manusia purba yang saya sebutkan di atas, tidak adanya kran air membuat manusia lebih menghargai air. Mengapa? jelas saja, karena perlu usaha untuk mendapatkan air bersih. Menimba air atau membawa gentong untuk mengambil air dari sungai. Ketergantungan pun berakibat pada pemeliharaan terhadap sumber ketergantungan. Sungai pun dipelihara dengan baik.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Jadi bisa dilihat, dengan ditemukannya trio maut: pipa, pompa dan kran. Paradigma manusia pun bergeser. Air menjadi barang yang gampang didapat, cukup dengan memutar kran counter-clockwise untuk membuka aliran, dan memutar clockwise untuk menutup aliran. Dalam hal ini bisa kita ambil kesimpulan bahwa modernisasi tanpa pemahaman akan berakibat fatal! </font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Air mudah didapat! hal itulah yang kemudian mengakar di sebagian besar manusia. Sumber air, siklus air, sungai pun dilupakan karena sumber air adalah kran air. Masa bodo dengan sungai, masa bodo dengan sumber air, masa bodo dengan hutan lindung. Peralihan fungsi pun terjadi. Sungai bukan lagi menjadi sumber air, tetapi menjadi tempat sampah praktis, lempar dan hanyut. Hutan lindung tidak lagi dipikirkan untuk menjaga sungai tetap mengalir, tapi jadi komoditi pulp yang ekonomis. Sekali lagi bukan sepenuhnya salah kran, tetapi kran berperan.<img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGeQVAoKCDcAAGaCYj01/Rhine_River_dl.jpg?et=SB6RxNs3%2C1t9jdKR9C6Bmw&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="center"><font face="comic sans ms"><em>Rheine River</em></font></p> <p align="justify"><strong><font face="comic sans ms">Komparasi Global</font></strong></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">"Orang Vienna sangat membanggakan air-nya yang layak minum walaupun itu berasal dari sungai" Kata Bama, sepulang travelling dari Eropa. "Wow!!", jawab saya. Setelah saya baca buku "Naked Traveller" (yang sekarang masih dibawa si oknum) dan "Keliling Eropa 6 Bulan Hanya $ 1000" (yang juga mau dipinjem sama si oknum) ternyata bukan hanya Vienna yang airnya layak minum, tetapi di sebagian besar negara Eropa! "Tingkat peradaban manusia dilihat dari bagaimana dia memelihara air-nya" kata suhu pembawa acara Feng Shui di televisi, beberapa tahun yang lalu (saya lupa nama suhu engkoh tersebut).<img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGeQmgoKCDcAAHEdI641/seine.jpg?et=Dy3xZKLDOdqNn2bIXpaIOQ&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="center"><font face="comic sans ms"><em>Seine River</em></font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Bila kita klasifikasikan komunitas manusia menjadi dua kelompok besar, Beradab dan Tidak Beradab (baca=biadab,-pen) berdasarkan statement sang engkoh suhu, tentu masyarakat Eropa yang saya sebutkan di alinea sebelumnya adalah kelompok Beradab. Ehm, unfortunately sungai Ciliwung, Cikapundung dan sungai-sungai lainnya yang tersebar sporadis di seluruh tanah air cukup untuk memasukkan kita ke kelompok yang kedua.<img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGeQtQoKCDcAAHB9G5I1/Thames.jpg?et=TICJODKBCZAR3nK5eDwh%2Bg&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="center"><font face="comic sans ms"><em>Thames River</em></font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Tenang, sodara-sodara.. masih ada jalan keluar:</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">1. Troubleshoot kebobrokan sungai dari hulu ke hilir, bikin sungai sebagai kawasan sakral! ehm, dengan kekuatan tangan besi tentunya..</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">2. Pahamkan masyarakat akan ekologi, siklus air, dan kebutuhan kita akan air yang sedemikian primernya.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">3. Boikot Kran!! (dan aktifkan home industry ember, gentong dan timba!!)</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">---</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2"><em>Tulisan ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan pribadi penulis, berpikir.</em></font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2"><em>- (quoted): di quote dari sms si oknum pada hari minggu 29 Juli 2008</em></font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2"><em>- Si oknum: Oknum yang biasanya itu loh..</em></font></p> <p align="justify"><em><font face="Comic Sans MS" size="2">- Gambar di-search di google dengan keywords: "thames river", "water drop", "seine river", dan "rhine river"</font></em></p> <p align="justify"> </p><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-5296051159893695269?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-33235352999887728712008-06-13T19:09:00.000-07:002008-06-13T23:09:06.619-07:00walker tales<p align="justify"><font face="comic sans ms">Sepasang kaki merupakan anugerah yang luar biasa dari sang Pencipta. Dari buku yang saya baca waktu kecil tentang health habit (lupa pengarangnya siapa) disebutkan bahwa sepasang kaki merupakan mesin yang didesain untuk kerja kontinyu yang paling canggih di dunia. Jadi jangan sia-siakan kemampuan kaki anda untuk BERJALAN!!</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Ironis memang ketika manusia di sekitar kita justru lebih senang bergelendotan di atas jok mobil atau jok motor mereka untuk menempuh jarak yang sebenarnya tidak terlalu jauh, padahal efeknya tanpa terasa adalah pembakaran karbon, penghirupan karbon, pemborosan energi, polusi, dan tentunya penimbunan lemak (ingat, harga diri seorang manusia bukan dilihat dari berapa harga jual dia ketika dia dijual kiloan =p ) </font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Pesan moral pertama : Budayakan BERJALAN KAKI</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Minggu ini merupakan minggu jalan kaki buat saya, akan saya rinci sebagai berikut:</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">1. Minggu, 8 Juni 2008</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Saya bersama seorang oknum (oknum yang biasanya itu lo) mengawali hari minggu dengan jalan santai yang diselenggarakan oleh departemen yang harusnya menterinya paling terkenal, tapi bukan Purnomo Yusgiantoro, walopun pak Pur adalah menteri yang paling terkenal. =D</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Route-nya dari depan kantor menteri YBS* di bilangan medan merdeka barat, ke arah selatan menuju bundaran HI dan kembali lagi ke kantor menteri YBS sekitar 5 km bolak balik. Apabila anda berjalan di jalan raya, sementara hari itu bukanlah "car free day" maka demi keselamatan anda, carilah kelompok yang mayoritas anggotanya adalah ibu-ibu! Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa surga adalah di telapak kaki ibu, tapi fakta membuktikan bahwa ibu-ibu adalah golongan yang paling anarkis! misalnya mereka menyeberang tidak mengikuti aturan lampu merah, tetapi bergerombol sesama ibu-ibu sampai berjumlah belasan, lalu menerobos.. polisi pun hanya bisa geleng-geleng.. contoh lain, mereka memotong route dengan lewat jembatan penyeberangan plus, gerombolan itu berteriak-teriak pada kawan-kawan mereka seakan-akan dia adalah yang paling cerdas dengan memotong rute.. </font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Setelah istirahat sejenak, route traveling hari itu dilanjutkan ke distrik utara jakarta. Sesampai di halte bus ancol, kami lagi-lagi berjalan menuju titik pantai terjauh untuk hunting dan survey penyeberangan ke kepulauan seribu. Kira-kira sekitar 3 km pulang pergi. belum puas, kami pun berjalan ke pasar seni yang adem dan eksotis, pulang pergi kira-kira 3 km juga. total hari itu kami berjalan 11 km!</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SFNfWQoKCDcAACM3IWE1/ancol.JPG?et=L%2CEkSaT9%2B2LPsv5yJWnjyg&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="center"><font face="comic sans ms">pemandangan di pantai utara jakarta</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">2. Selasa, 10 Juni 2008</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Kali ini di daerah Bandung utara dengan adik saya yang kuliah di ITB. Naik angkot sampai terminal Dago, perjalanan dilanjutkan ke Taman Hutan Raya Juanda, kira-kira 2 km dari terminal, ditempuh jalan kaki dan jalannya menanjak! sampai di THR, kami bernafas sejenak dan segera melanjutkan perjalanan karena perjalanan masih jauh. Overall perjalanannya cukup menyenangkan pemandangannya menyejukkan mata, masih natural sekali, bisa anda lihat di </font><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/album/24/Bridge_to_Maribaya"><font face="comic sans ms">SINI</font></a></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Dari plang terbaca bahwa jarak antara Dago-Maribaya itu 6 km dan kami yang masih merasa sangat muda ini juga <em>kemlinthi</em> dengan jalan berlari di setiap tanjakan. Hasilnya, Betul sodara-sodara!! kami terbungkuk-bungkuk ngos-ngosan, hehehe tapi tidak pernah kapok dan masih selalu mengulanginya. Cara tersebut tidak dianjurkan bagi anda yang penderita asma dan serangan jantung apa lagi impotensi (lho?)</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Overall hari itu cukup menyenangkan ditutup dengan makan sate kelinci dan susu soda, total kami berjalan kira-kira 9 km!</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">3. Kamis legi malem Jumat paing tanggal 12 Juni 2008</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Konon anak yang lahir pada hari ini mempunyai neptu 13, w<font size="2"><font color="#000000">uku sinto, p</font></font><font size="2"><font color="#000000">angarasan l</font><font color="#000000">akuning lintang, p</font></font><font size="2"><font color="#000000">ancasuda s</font><font color="#000000">atria wibawa, </font></font><font size="2"><font color="#000000">d</font><font color="#000000">ina tikus,</font></font><font size="2"><font color="#000000"> </font><font color="#000000">Lintang Kamal (Asma), dan p</font></font><font size="2"><font color="#000000">ranotomongso sodho. (lha kok jadi primbon? ekekekekek)</font></font></font></p> <p align="justify"><font size="2"><font face="comic sans ms" color="#000000"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SFNfcAoKCDcAACgxOs41/pku.JPG?et=W%2BVqpk26QJStCMAY09QzGQ&nmid=0" border="0"></font></font></p> <p align="center"><font face="comic sans ms" size="2">mesjid agung Pekanbaru</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2">Thousand miles from previous places, saya ada di Pekanbaru. Hari sebelumya kami berjalan-jalan dengan mobil salah seorang teman pribumi keliling kota, mampir ke mesjid agung dan ke pasar bawah untuk membeli kain songket melayu berwarna merah dan biru. Agak kecewa juga sih, ternyata sesuai dengan namanya, Pekanbaru adalah kota yang bener-bener baru, jadinya kebutuhan wisata traveling dan cultural study jadi mendapatkan hasil yang minimal. Yang lebih mengecewakan lagi, hotel bintang jatuh tempat kami menginap tidak menyediakan makan malam, jadinya kami musti ngider dulu cari makan malem. Overall lumayan sih hotelnya, ada kulam renang ama bathtube aer panasnya. Setelah berenang di kulam renangnya mata kiri saya langsung kabur! minimal bisa dinikmati lah tempat tidurnya yang luas dan bathtube aer panas nya (saya ga perlu upload photo pas di bathtube khan? hehehe)</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2">Pada Kemis malemnya kami pun ngider cari makan, teman seberang kamar ngusulin ke Pekanbaru Mal. di peta pun terlihat jaraknya tidak terlalu jauh, tinggal lurus ajah.. Kami pun berjalan.. makin lama makin tidak ada tanda-tanda kehidupan.. dalam hati saya mulai berfikir.. jangan-jangan sebentar lagi lampu-lampu akan segera dimatikan.. melalui remang rembulan tanggal 7 Jumadilakhir akan terlihat debu-debu meliuk beterbangan di udara.. lalu terdengar derap kuda yang ditunggangi oleh sleepy hollow (dramatis.. gak usah terlalu serius =D)</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2">Setelah berjalan kira-kira 2 km, ada seseorang di halte yang bisa ditanyai, ada 2 kabar baik dan buruk ternyata. Kabar baiknya arah kami benar, bukan arah yang sesat. Kabar buruknya, masih 2 km lagi!! setelah makan, karena ga mau otak keriting karena naek angkot dengan musik ajeb-ajeb yang dahsyat (saya ga tau kenapa orang Pekan Baru menganggap musik yang paling prestisius adalah musik ajeb-ajeb dengan syair dangdut ala trio macan) akhirnya kami pulang jalan kaki lagi!! praktis plus jalan di sore harinya kami jalan sekitar 9 km lagi!!</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2">Kesimpulan : Menurut instruktur gym-nya Ade Rai yang pernah ceramah di kantor, efek fisik jalan kaki adalah membentuk perut yang rata dan pantat yang bulet, jadi, anda tidak perlu heran kalau perut saya rata dan pantat saya bulet, kalo pengen, jalan kaki aja =D </font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2">hidup jalan kaki!!</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2">------</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2">* YBS : yang bersangkutan</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2">Singkat kata</font></p><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-3323535299988772871?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-64064607476885089312008-05-28T00:36:00.000-07:002008-05-28T04:36:28.050-07:00Demostration in Point of View<p align="justify"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SD07FQoKCDcAAEEPVeE1"></a></span><span class="insertedphoto"></span></span></p><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SD07FQoKCDcAAEEPVeE1"></a><span class="insertedphoto"></span><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SD07FQoKCDcAAEEPVeE1"></a><span class="insertedphoto"></span><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SD07FQoKCDcAAEEPVeE1"></a><span class="insertedphoto"></span><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SD07FQoKCDcAAEEPVeE1"></a><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SD07FQoKCDcAAEEPVeE1/1.jpg?et=3fEqwZWHzcF%2CRhqWWFMsPQ&nmid=0" border="0"></font> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Demonstrasi seperti Kumbokarno, raksasa tidur yang dibangunkan oleh kenaikan BBM. Bukan hal yang sederhana, demonstrasi merupakan hal kompleks, dengan berbagai elemen pendukung yang memiliki sudut pandang masing-masing..</font></p> <p align="justify"><strong><font face="comic sans ms">Sudut Pandang Mahasiswa</font></strong></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">1. Ini adalah jihad kita, ikhwah fillah.. kita berjuang untuk ummat.. Fasyhad ya, Rabb!!<img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SD071woKCDcAAFT44581/3.jpg?et=%2BO0fxM91IDn4K5PJuUom6w&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">2. Sekalian jalan-jalan sore.. sukur-sukur kalau dapet kecengan..<img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SD08KwoKCDcAAFkbCCE1/2.jpg?et=qa3DSYoT%2Btu2gUO%2CjSN%2CkQ&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">3. Ini merupakan kontribusi kita untuk rakyat kecil, sodara-sodara.. kita ingin demokrasi!! kita ingin kepemimpinan komunal!! Mau apa kamu polisi?? sok jago?? kami tidak takut!! makin rusuh, makin Heroik perjuangan kami!! <img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SD09AwoKCDcAAHYmLxs1/9.jpg?et=RuCUZY4g5U9CmHpf%2B72mWA&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="justify"><strong><font face="comic sans ms">Sudut Pandang Preman</font></strong></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Bodo amat lah, yang penting Bendera kita BERKIBAR!!!</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SD09sQoKCDcAAAqdThs1/8.jpg?et=Kf%2BSSZ94gq2bYun26ztbww&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="justify"><strong><font face="comic sans ms">Sudut Pandang Aktivis</font></strong></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Kita rakyat kecil, dari dulu ditindas.. ini adalah momen pembebasan!! Bangkit!! Lawan!! Kudeta!!<img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SD0@LwoKCDcAABKmfxA1/6.jpg?et=23iwIZcTrR4AYJTyuUdqvg&nmid=0" border="0"></font></p> <p align="justify"><strong><font face="comic sans ms">Sudut Pandang Gelandangan</font></strong></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Lumayan, Le.. hari ini emak bisa dapet botol akua banyak.. lumayan kalo dijual ke pengepul sampah, kita bisa makan enak malem ini, Le..</font><span class="insertedphoto"><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SD0@rwoKCDcAAB3GL4U1"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SD0@rwoKCDcAAB3GL4U1/4.jpg?et=bd4uumsW3LO9ZqA53yk%2BTQ&nmid=0" border="0"></font></a></span></p> <p align="justify"><strong><font face="comic sans ms">Sudut Pandang Reporter</font></strong></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Bad news is good news guys, we'll get a great news today!! tapi, gw juga manusia khan.. udah ah, stop press, gw lagi laper.. sorry ya..</font></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SD0@7woKCDcAACkRXhk1/7.jpg?et=JiGsyqUruTaX6L8gnJuHOQ&nmid=0" border="0"></font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><strong><font face="comic sans ms">Sudut Pandang Aparat Keamanan</font></strong></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms">Demonstrasi itu mengganggu stabilitas, mengganggu ketertiban. Tugas kami hanya menjaga ketertiban, siapapun yang melanggar ketertiban, kami wajib menindak!</font></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><font face="comic sans ms"><img class="alignmiddleb" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SD0-ogoKCDcAADsm24g1/5.jpg?et=UcfxwxZE%2B5WrQTXzE9mmqQ&nmid=0" border="0"></font></span></p> <p align="justify"><strong><font face="comic sans ms">Last, but not Least.. Sudut Pandang Penulis..</font></strong></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Demonstrasi itu aksi lisan menyuarakan aspirasi, tujuan utamanya adalah, agar aspirasi kita didengarkan, selanjutnya dipertimbangkan dalam sidang dewan wakil-wakil rakyat.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Demonstrasi itu bukan perang! we need no weapon in demonstration!! dan demonstrasi (yang dewasa) itu bukan untuk memancing peperangan antar pihak manapun.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Demonstrasi itu batasannya adalah wacana, penyebar luasan isu populer, bukan ajang untuk bentrok! Tidak akan pernah ada solusi langsung yang didapat dari demokrasi. Solusi yang paling baik adalah kudeta, tetapi kudeta hanyalah penggeseran masalah, tidak ada masalah yang selesai hanya dengan kudeta tanpa follow up.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Seorang mahasiswa, ketika dia berdemonstrasi, dia membawa nama besar mahasiswa, walaupun dia hanya seorang mahasiswa dari universitas yang baru dikenal khalayak karena bentrok dengan polisi, dia mewakili nama besar seluruh mahasiswa, ironisnya termasuk mahasiswa-mahasiswa ber-IQ di atas rata-rata (baca: Lulus SPMB) yang akhirnya ikut serta mendapat citra buruk akibat ulah mahasiswa universitas "kabur kanginan" tadi (padahal harusnya dimaklumi, karena hanya segitulah kemampuan berpikir mereka, lha wong SPMB aja nggak lulus)</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Demonstrasi adalah salah satu bagian dari demokrasi, dimana bagian yang lain adalah hukum. Mengganggu ketertiban rakyat banyak dalam rangka demonstrasi (contoh: bikin macet, bikin huru-hara, meresahkan masyarakat) bukanlah hal yang bisa dimaafkan oleh hukum, mari kita berfikir makro, kalau kita bicara atas nama demokrasi, bicaralah atas nama demokrasi seutuhnya, bukan parsial.</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">Pesan Moral : Demonstrasi tanpa karya nyata adalah Bull Shit (Taik Kebo), bagaimana kita bisa berkarya nyata, be maximal and optimal sebagai apapun anda, plus tumbuhkan kesadaran anda, kalau anda lakukan itu semua, bukan hanya untuk self-ambition, tetapi juga karena anda sebagai Bangsa Indonesia!</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms">----</font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2"><em>Foto diambil dari kamera penulis, oleh penulis sendiri dalam moment demo kenaikan BBM, 21 Mei 2008</em></font></p> <p align="justify"><font face="comic sans ms" size="2"><em>Buat yang wajahnya terpampang di Foto-foto di atas, please.. anda jangan Ge-Er, foto itu saya pasang hanya biar tulisan saya terkesan dramatis, tidak ada hubungannya dengan wajah anda yang terpampang di foto itu.. pisss =) </em></font></p><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-6406460747688508931?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com3tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-88414601607141860282008-05-25T02:38:00.000-07:002008-05-25T06:38:20.304-07:00Destroyer nation<p align="justify">Bulan kemaren saya mulai membaca kultur sebuah negara di Eropa timur, yang kata temen saya sangat menarik untuk dipelajari. Sebenernya rencana untuk traveling ke sana udah mateng banget, sayang, tarvel agent harus membuat saya kecewa (halah, dramatis.. ). Be focused, kita persempit pembicaraan pada ibu kota negara tersebut. Prague, ibu kota Republik Ceko.</p> <p align="justify">Charles Bridge merupakan icon dari kota ini. Sebuah jembatan yang menghubungkan kota tua dan kota lama. Dari angle yang berlawanan, view Charles Bridge dapat dilihat pada gambar di bawah ini.<span class="insertedphoto"><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SDlPDwoKCDcAAEIooZE1"><img class="alignleft" height="218" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDlPDwoKCDcAAEIooZE1/charles%20bridge1.jpg?et=IWl7oH16MsgX4vI7Zb9G8w&nmid=0" width="280" border="0"></a><span class="insertedphoto"><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SDlPLAoKCDcAAEOQq8o1"><img class="alignright" style="WIDTH: 213px; HEIGHT: 215px; " height="221" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDlPLAoKCDcAAEOQq8o1/r157310_570108.jpg?et=p5n1V5orC9STJhW0BnX%2CCQ&nmid=0" width="213" border="0"></a></span></span></p> <p><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"></span></span> </p> <p><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"></span></span> </p> <p><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"></span></span> </p> <p><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"></span></span> </p> <p><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"></span></span> </p> <p><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto"></span></span> </p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto">See? sangat kontras. Jembatan penghubung antara dua kota dengan atmosfer yang sangat berbeda. Di satu sisi kota tua yang terlihat agung, di sisi lain kota dengan arsitektur modern.</span></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto">Ini tulisan induktif, kesimpulan akan diambil di akhir. Kita beralih ke monumen yang sangat terkenal, Arc de triomphe. Monumen yang dalam bahasa Indonesia berarti "lengkung kemenangan" ini dibangun ketika pasukan Napoleon memenangkan perang. Di monumen tersebut terukir nama-nama prajurit yang ikut serta dalam peperangan, serta dinyalakan lentera-lentera api untuk mengenang prajurit-prajurit yang tidak dikenal.<img class="alignmiddleb" height="176" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDlSrQoKCDcAABtzKTI1/arc.jpg?et=CbRfJoqxpy9E3UadOS9WEw&nmid=0" width="222" border="0"></span></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto">Di sudut lain di Benua Biru, di alun-alun kotaLondon, ada patung pahlawan tak berlengan kanan, Horatio Nelson. Mr. Nelson ini adalah komandan pemenang perang Inggris vs Perancis, Battle of Trafalgar yang terjadi di Selat Inggris.<img class="alignmiddleb" height="192" src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDlSCQoKCDcAABLk6Q41/f_nelson.gif?et=qb%2B6ZAEHYQQCrW0nSS%2C7Iw&nmid=0" width="218" border="0"></span></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto">Setelah membaca dan mendengarkan ensiklopedi sejarah bangsa-bangsa tersebut, saya kembali ke dunia nyata di Indonesia. Secara otomatis komparasi pun terjadi.</span></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto">Dari peta Jakarta tempo doeloe yang didapat ketika ikut Jakarta Trail, terlihat betapa sistematis dan indahnya Jakarta pada jaman penjajahan dengan sungai ciliwung yang masih bersih. Setelah Belanda dan Jepang angkat kaki dari Indonesia, 63 tahun kemudian, Planologi kota pun berubah total. Pembangunan bendungan kanal dilupakan. Mungkin karena planologi buatan penjajah haram untuk dilanjutkan. Planologi-planologi baru dikembangkan, Wajah jakarta pun berubah total menjadi kota langganan banjir.</span></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto">Borobudur dengan dimensinya yang ultra-sized ditemukan oleh arkeolog asing dalam keadaan tertimbun! pun demikian dengan Prambanan. </span></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto">Tanah Jawa yang pernah dipimpin oleh kekuasaan Mataram Kuno, Kediri, Tumapel, Singasari, Majapahit, dan Mataram Baru (Yogyakarta dan Surakarta tidak saya hitung karena memimpin dibawah kangkangan Penjajah). Berapa biji peninggalan yang tidak ditemukan oleh arkeolog?</span></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto">Salahkah kalau dibilang bangsa ini adalah bangsa penghancur yang traumatis atas kekuasaan yang pernah mengekangnya. Traumatis yang mendorong mereka untuk menutup mata sama sekali terhadap apa yang pernah terjadi. Mencoba melupakan dengan menghancurkan secuilpun apa yang pernah ditinggalkan oleh penguasa sebelumnya dan membangun lagi semuanya dari nol. Hasilnya? ya, kita berlari di atas tread miles. Mungkin kita harus belajar dari Prague, membangun tanpa menghancurkan.</span></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto">Point kedua, Perancis dan Inggris juga pernah mengalami revolusi, pergantian kekuasaan, pergantian bentuk pemerintahan, tetapi pahlawan tetap dikenang dengan agungnya terlepas pada pemerintahan siapakah sang pahlawan tersebut hidup. Kadang-kadang saya berpikir, siapa saja orang-orang yang terlibat dalam penaklukan nusantara di bawah pimpinan Tumenggung Nala dari Majapahit? sayang, Arc de Triomphe di Indonesia cuma dibangun di Kediri, itupun baru tahun dua ribu sekian kemaren di Proliman Gumul =D.</span></span></p> <p align="justify"><span class="insertedphoto"><span class="insertedphoto">Pertanyaan selanjutnya (mudah2an tidak terjadi), mungkinkah Tugu Monas, Stadion senayan, Patung Jalesveva Jayamahe dan jalur busway akan dihancurkan juga ketika Indonesia ditundukkan oleh kekuasaan baru?</span></span></p><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-8841460160714186028?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-4820310731735919472008-05-20T06:30:00.000-07:002008-05-20T10:30:52.737-07:005 vs 1<P align=justify><SPAN class=insertedphoto><A href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SDMJewoKCDcAAFBFhZA1"><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDMJewoKCDcAAFBFhZA1/lantern-closeup.jpg?et=AgeBbamq2b72Lrb91jjiFQ&nmid=" border=0></A></SPAN><FONT face="comic sans ms">Metoda ilmiah merupakan suatu urutan bagaimana menyelesaikan masalah secara ilmiah (baca: pakai otak -pen). Secara sistematis, menyelesaikan masalah pakai otak melalui langkah-langkah sebagai berikut</FONT></P> <P><FONT face="comic sans ms">1. Karakterisasi : menemukan masalah, dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran</FONT></P> <P><FONT face="comic sans ms">2. Pembentukan hipotesa (dugaan sementara)</FONT></P> <P><FONT face="comic sans ms">3. Prediksi hipotesa (penarikan kesimpulan logis dari hipotesa) </FONT></P> <P><FONT face="comic sans ms">4. Pengadaan eksperimen (percobaan untuk membuktikan teori)</FONT></P> <P><FONT face="comic sans ms">5. Evaluasi (pengujian ulang) dan menetapkan solusi.</FONT></P> <P align=justify><FONT face="comic sans ms">Fenomena yang terjadi sekarang adalah ketika orang-orang merasa bangga ketika dia menemukan masalah. Menemukan masalah memang bagian dari karakterisasi yang merupakan langkah awal metode ilmiah. Tapi menemukan masalah saja jelasnya tidak cukup, karena tujuan akhir metode ilmiah adalah memecahkan masalah, bukan menemukan masalah.</FONT></P> <P align=justify><FONT face="comic sans ms">"Sodara-sodara, lihatlah bangsa kita sekarang sudah berantakan!! harga BBM naik!! minyak tanah dan gas menjadi langka!! (kemudian pembicara membacakan statistik sampai 30 angka dibelakang koma) Bagemana ini sodara-sodara?? Bagemana?? Lalu?? Lalu??" si pembicara pun tersenyum jumawa seolah-olah dengan menemukan masalah dia sudah menjadi pahlawan besar jenderal bintang lima kayak Pak Soedirman.</FONT></P> <P align=justify><FONT face="comic sans ms">Lalu semuanya hening.. hening.. terdengar isak tangis dari orang-orang tercinta.. tapi mulut terkunci, kata tidak ada lagi, tinggal amal perbuatan dan hafalan Qur'an yang menemani kita, dan tanah pun mulai menimbun sedikit demi sedikit.. gelap, lalu terdengar suara menggelegar "Man Rabbuka??" (lha? kok jadi ngomongin ajal? ;garuk2; )</FONT></P> <P align=justify><FONT face="comic sans ms">Tapi ga papa, intinya walopun sudah ditemukan masalahnya, sampai ajal menjemput-pun (nyambung khan?? hehehehe) masalah tidak akan terpecahkan.</FONT></P> <P align=justify><FONT face="comic sans ms">Now you can see.. you just reach the step no. 1!! not yet reach the step no.5!!</FONT></P> <P align=justify><FONT face="comic sans ms">Pesan Moral : </FONT></P> <P align=justify><FONT face="comic sans ms">Jangan berhenti sampai sekedar menemukan, sodara-sodara.. tapi pecahkan!! hancur-leburkan!! ganyang!! (stop..stop..stop.. berlebihan..) intinya, berpikirlah solutif!! jalankan metode ilmiah: temukan, duga, buat logika, uji, pecahkan!! </FONT></P> <P align=justify><FONT face="comic sans ms">Jadilah pemberi cahaya ilmu pengetahuan walaupun itu cuma teorema solusi, bukan melulu menjadi peminta cahaya.</FONT></P> <P align=justify><FONT face="comic sans ms">---</FONT></P> <P align=justify><FONT face="comic sans ms"><EM>Urutan metode ilmiah diambil dari wikipedia</EM></FONT></P> <P align=justify><FONT face="comic sans ms"><EM>Gambar diambil dari glowgadgets.com</EM></FONT></P><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-482031073173591947?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-90713073340222555972008-05-18T06:43:00.000-07:002008-05-18T10:43:05.102-07:00Accidental Babies<P><FONT face=Verdana size=2><EM><SPAN class=insertedphoto><A href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SDBo9AoKCDcAAGiaNEM1"><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SDBo9AoKCDcAAGiaNEM1/accidental%20babies.JPG?et=8gvOlvmnFOdF9vqDNq3pig&nmid=" border=0></A></SPAN></EM></FONT></P> <P><FONT face="garamond, adobe garamond" size=3><EM>Well I held you like a lover<BR>Happy hands and your elbow in the appropriate place<BR>And we ignored our others, happy plans<BR>For that delicate look upon your face<BR>Our bodies moved and hardened<BR>Hurting parts of your garden<BR>With no room for a pardon<BR>In a place where no one knows what we have done</EM></FONT></P> <P><EM><FONT face=Verdana size=2></FONT></EM> </P> <P><FONT face=Verdana size=2>Malam itu, di Bandung..</FONT><FONT face=Verdana size=2>Pasangan kekasih, di depan saya meninggalkan mejanya </FONT><FONT face=Verdana size=2>dengan sisa-sisa nasi goreng dan es jeruk. Lalu datanglah sekelompok anak jalanan meminta belas kasihan.</FONT> Saya tolak, karena memang tidak ada receh.</P> <P>Sesaat kemudian saya terkejut bukan main, ketika salah seorang dari mereka berteriak, "Nasi goreng!!" dan serta merta membawa nasi sisa di meja depan saya dan menyerbunya ramai-ramai di balik tenda.. </P> <P>Belum hilang rasa kaget saya, salah seorang dari mereka memekik lagi, "Es jeruk!!' dan iterasi pun terjadi. Mereka menyerbu es jeruk sisa di depan meja saya beramai-ramai..</P> <P>Dalam hati saya mulai bertanya, mereka kah "the accidental babies" yang mulai tumbuh menjadi manusia? manusia macam apa?</P> <P> </P> <P><FONT face="garamond, adobe garamond" size=3><EM>Well you held me like a lover<BR>Sweaty hands<BR>And my foot in the appropriate place<BR>And we use cushions to cover<BR>Happy glands<BR>In the mild issue of our disgrace<BR>Our minds pressed and guarded<BR>While our flesh disregarded<BR>The lack of space for the light-hearted<BR>In the boom that beats our drum</EM></FONT></P> <P><EM><FONT face=Verdana size=2></FONT></EM> </P> <P><FONT face=Verdana size=2>Keesokan harinya, masih di Bandung</FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2>Seorang bayi, tergeletak di trotoar, tidur ditemani kaleng kosong</FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2>Hati saya pun bertanya lagi, Kamu kah "the accidental babies" itu?</FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2><EM></EM></FONT> </P> <P><FONT face="garamond, adobe garamond" size=3><EM>Do you come<BR>Together ever with him?<BR>Is he dark enough?<BR>Enough to see your light?<BR>Do you brush your teeth before you kiss?<BR>Do you miss my smell?<BR>And is he bold enough to take you on?<BR>Do you feel like you belong?<BR>And does he drive you wild?<BR>Or just mildly free?<BR>What about me?</EM></FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2></FONT> </P> <P><FONT face=Verdana size=2>Hari yang sama selepas senja di jatinegara</FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2>Seorang bayi tidur di lantai peron, sendirian, terabaikan</FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2>and the wind blowing over his pantyless balls..</FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2>Masih pertanyaan yang sama, Kamu kah "the accidental babies" itu?</FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2><EM></EM></FONT> </P> <P><FONT face="garamond, adobe garamond" size=3><EM>Well I know I make you cry<BR>And I know sometimes you wanna die<BR>But do you really feel alive without me?<BR>If so, be free<BR>If not, leave him for me<BR>Before one of us has accidental babies<BR>For we are in love</EM></FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2></FONT> </P> <P><FONT face=Verdana size=2>Setragis itukah kehidupan ini? ketika orang-orang yang dianggap dewasa mencari puncak kepuasan mereka, tanpa sadar bahwa mereka mempertaruhkan satu generasi. Yang selanjutnya terabaikan, tersia-siakan, mempertanggungjawabkan kesalahan orang tuanya?</FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2><EM>"Masih mending mereka tidak diaborsi ketika masih dalam kandungan".. </EM>benarkah hidup sebagai "accidental babies" lebih baik daripada tidak dilahirkan sama sekali?<EM> </EM></FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2>Sebandingkah kepuasan itu untuk dibayar dengan kehidupan sebuah generasi, yang akan menjalani kedewasaan sebagaimana kedewasaan orang-orang tua mereka?</FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2>Terlalu mahal.. terlalu mahal.. </FONT></P> <P><FONT face=Verdana size=2>Ketika alasan religi tertolak dengan kilah "sok suci", ketika alasan kesehatan tertolak dengan kilah "kontrasepsi", saya harap alasan kemanusiaan tidak tertolak dengan kilah apapun.</FONT></P> <P>Pesan Moral : watch your "cock" and "pussy" out! its pleasure only will never worth it to be payed by a loss generation</P> <P>-----</P> <P>Italic : <EM>Accidental babies </EM>by Damien Rice</P><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-9071307334022255597?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-81777195693275448552008-05-12T04:36:00.000-07:002008-05-12T08:36:05.686-07:00Positive Energy Bank Theorema<P align=justify><SPAN class=insertedphoto><A href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SChjiQoKCDcAAAI2EYQ1"><FONT face="lucida sans unicode, lucida"><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SChjiQoKCDcAAAI2EYQ1/jajah_quantum_calling.jpg?et=qHNMpPGEHspqgu9pkg8dbQ&nmid=" border=0></FONT></A></SPAN><FONT face="lucida sans unicode, lucida">Pada suatu hari menjelang siang, seseorang mengajak saya diskusi. Bukan, bukan tentang <EM>modern physics, quantum mechanic, potential well</EM>, atau postulatnya Mr. Schrodinger yang membawakan nobel untuk Universitas Vienna.</FONT></P> <P align=justify><FONT face="lucida sans unicode, lucida">Topik kami waktu itu tidak kalah seriusnya, yaitu <EM>"Life after Death"</EM> (Kehidupan setelah Kematian, bahasa-pen)</FONT></P> <P align=justify><FONT face="lucida sans unicode, lucida"><EM>Life after Death</EM> dalam diskusi kami dikaitkan dengan posisi tingkat energi yang dimiliki manusia. Intinya seperti ini, manusia, saya, anda, Rose Byrne, Evan Sanders, Eva Green, Ben Affleck, bisa saling berinteraksi satu sama lain, disebabkan karena kita berada dalam bandwidth tingkat energi yang sama. Komparasinya, jin gundul, gedibal nyi roro kidul, tuyul, gendruwo gondrong, wewe gombel, hantu kereta manggarai, hantu ambulance dll pada (umumnya) tidak bisa berinteraksi dengan manusia karena mereka berada di bandwidth energi yang berbeda.</FONT></P> <P align=justify><FONT face="lucida sans unicode, lucida">Kematian, menurut kawan diskusi saya tersebut merupakan fenomena perpindahan tingkat energi, dari <EM>bandwidth </EM>energi manusia hidup, ke bandwidth energi <EM>alam barzah</EM>, ke <EM>bandwidth </EM>energi <EM>alam akhirat</EM>.</FONT></P> <P align=justify><FONT face="lucida sans unicode, lucida">Terus apa itu surga dan neraka?</FONT></P> <P align=justify><FONT face="lucida sans unicode, lucida">Saya jadi ingat, suatu penjelasan logis, bahwa energi itu kekal, tidak bisa diciptakan maupun dimusnahkan, hanya bisa berubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya. Sedangkan yang merubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain tersebut adalah <EM>event</EM>, dan salah satu <EM>event</EM> adalah perbuatan manusia. Maka dari itu, ayat tentang pencatatan amal baik dan amal buruk, tidaklah menjadi suatu hal yang <EM>absurd</EM>, karena tinggal dilihat dari <EM>hystorical data </EM>perubahan energi yang memang kekal tersebut.</FONT></P> <P align=justify><FONT face="lucida sans unicode, lucida">Perbuatan yang baik, akan menambah <EM>positive energy bank</EM> kita, sedangkan perbuatan yang buruk akan menambah <EM>negative energy bank</EM> yang mengimbangi <EM>positive energy bank. </EM>Selisih <EM>energy</EM> <EM>bank </EM>tersebut merupakan nilai <EM>energi aktivasi </EM>kita yang akan melompatkan kita ke <EM>bandwidth</EM> energi selanjutnya. Semakin positif nilai <EM>energi aktivasi </EM>itu, semakin tinggi lah <EM>bandwidth energy</EM> yang akan kita tempati. dan semakin negatif nilai <EM>energi aktivasi </EM>itu, semakin rendah lah <EM>bandwidth energy </EM>yang akan kita tempati. Semakin tinggi <EM>bandwidth </EM>yang ditempati, maka semakin efeknya nikmat. Sebaliknya, semakin rendah <EM>bandwidth </EM>yang ditempati, efeknya semakin sengsara. Logis..</FONT></P> <P align=justify><FONT face="lucida sans unicode, lucida">Then, apa sih yang bisa menaikkan <EM>positive energy bank</EM> kita? dalam hal ini <EM>Dzat pemilik energi tertinggi </EM>sudah menjelaskan didalam kitab-Nya, dan efektif terbukti, pelaksana tips n trick <EM>si pemilik quanta energi tertinggi </EM>itu akhirnya menjadi manusia-manusia yang berwibawa, disegani, dihormati tanpa dia meminta ke orang lain. Apa artinya? dengan wibawa yang dimilikinya, si pelaksana tersebut terbukti memiliki <EM>positive energy bank </EM>yang lebih tinggi dari orang kebanyakan. see? =)</FONT></P> <P align=justify><FONT face="lucida sans unicode, lucida">So, what should we do? just increase your positive energy bank level!! </FONT></P> <P align=justify><FONT face="lucida sans unicode, lucida">Caranya? <EM>amar ma'ruf nahi munkar, amilu sholihat, wattawa shoubil haq, wattawa shoubish shobr</EM></FONT></P> <P align=justify><EM><FONT face="lucida sans unicode, lucida">wallahua'lamu bish showab</FONT></EM></P> <P align=justify><EM><FONT face="lucida sans unicode, lucida">"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan bergantinya siang dan malam ada tanda-tanda bagi golongan Ulil Albab, yaitu golongan yang mengingat Allah ketika ia berdiri, duduk dan dalam keadaan diatas lambungnya (berbaring) kemudian mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (kemudian mereka berkata) Ya Allah, sesungguhnya tidak ada yang Kau ciptakan untuk kesia-siaan"</FONT></EM></P> <P align=justify><FONT face="lucida sans unicode, lucida">Bahkan hidayah pun bisa datang dari orang yang (nyaris) atheis, subhanallah.. =)</FONT></P><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-8177719569327544855?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-66000074973923614202008-05-10T01:16:00.000-07:002008-05-10T05:16:42.319-07:00The Choise<P><FONT face="comic sans ms">Just a message from a mother to her son..</FONT></P> <P><FONT face="comic sans ms">(quote started)</FONT></P> <P><EM><FONT face="comic sans ms" color=#000066>If you stay in Larissa, you will find peace. </FONT></EM></P> <P><EM><FONT face="comic sans ms" color=#000066>You will find a wonderful woman, and you will have sons and daughters, who will have children. </FONT></EM></P> <P><EM><FONT face="comic sans ms" color=#000066>And they'll all love you and remember your name. </FONT></EM></P> <P><EM><FONT face="comic sans ms" color=#000066>But when your children are dead, and their children after them, your name will be forgotten... </FONT></EM></P> <P><EM><FONT face="comic sans ms" color=#000066>If you go to Troy, glory will be yours. </FONT></EM></P> <P><EM><FONT face="comic sans ms" color=#000066>They will write stories about your victories in thousands of years! </FONT></EM></P> <P><EM><FONT face="comic sans ms" color=#000066>And the world will remember your name. </FONT></EM></P> <P><EM><FONT face="comic sans ms" color=#000066>But if you go to Troy, you will never come back... </FONT></EM></P> <P><EM><FONT face="comic sans ms" color=#000066>for your glory walks hand-in-hand with your doom. </FONT></EM></P> <P><EM><FONT face="comic sans ms" color=#000066>And I shall never see you again.</FONT></EM><EM><FONT face="comic sans ms" color=#000066></P><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SCWR7AoKCDcAAAo9JPg1/AchillesH.gif?et=2nHtcb2NLfu2%2Bl5xORcNUA&nmid=" border=0></FONT></EM> <P><FONT face="comic sans ms">(qoute finished)</FONT></P> <P><FONT face="comic sans ms">so, Do you know what I mean?</FONT></P> <P><FONT face="Comic Sans MS"></FONT> </P> <P><FONT face="Comic Sans MS">----</FONT></P> <P><FONT face="Comic Sans MS"><EM>quote taken from Troy (2004)</EM></FONT></P><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-6600007497392361420?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-83398153880353652892008-04-28T12:47:00.000-07:002008-04-28T16:47:19.141-07:00Jakarta de Paden<P>posting ini ditulis karena udah dikejar-kejar ama "<A href="http://dianwulan.multiply.com/journal/item/47">Oknum berikut</A>". Daripada si oknum bertindak <EM>"atractive-destructive"</EM>, mendingan diposting aja deh.. =p</P> <P>Setelah "<A href="http://profiles.friendster.com/18990834">Oknum yang mirip jin gundul gosong</A>" tiba-tiba membatalkan ikut Jakarta trails dan membelot untuk ikut rafting kantor, yang tersisa adalah, struk transfer yang berisi 4 tiket, 2 orang peserta (saya dan "Oknum berikut" ), dan sebuah email berisi alamat: </P> <P><FONT face="arial, helvetica" size=2><STRONG>"Kumpul di Museum Bank Mandiri Jl. Lapangan Stasiun No.1 Jakarta Barat 11110<BR>(Depan Stasiun Bus Transjakarta Kota)" </STRONG></FONT></P><FONT size=2></FONT><FONT face="arial, helvetica" size=2> <P>Berangkat dengan amunisi lengkap untuk walking travel, kesialan pertama adalah Jalan Jenderal Sudirman ditutup karena Car Free Day, jadi saya musti muter ke Slipi dan lewat gang-gang sempit. Sesampai di rumah Pakde si "Oknum berikut" ternyata si "Oknum berikut" baru selesai mandi, padahal ketika di sms, "udah siap khan?" dia jawab "sudah! =D" (pissss!!)</P> <P>Kami pun nyetop taksi, sesuai alamat saya sebut aja, "Museum Bank Mandiri, pak.. Depan Stasiun Trans Jakarta, Jakarta Barat" si Sopir betawi dodol pun menjawab, "halte busway banyak, mau turun di yang mana?" saya jawab lagi, "Museum Bank Mandiri (DODOL!!!) stasiun Busway, bukan halte (DODOL LAGI!!!) di Jakarta Barat (LAGI-LAGI DODOL!!!!)" keterangan: yang di dalam kurung cuma disebut dalam hati =p Ee, belum selesai, si sopir njawab lagi, "Stasiun busway di Jakbar itu cuma di Kalideres" gw ngubungin si Jin Gundul, HPnya dimatiin akhirnya kami ambil rute ke Slipi siap-siap belok kiri ke kalideres. Untungnya kali ini si "Oknum berikut" cerdas, dia nelpon temennya yang lagi trening di Bank Mandiri. Akhirnya setelah ke arah yang benar, kami oleh sopir itu diturunkan di BANK MANDIRI!! (ga pake museum), masih 200 m lagi ke museum.. Nah, sekarang terjawablah, mengapa pariwisata Indonesia kurang laku, karena ketika Turis-turis mancanegara ingin ke Museum Bank Mandiri, oleh sopir taksi Indonesia malah dianter ke Terminal Kalideres.</P> <P>Pesan Moral : Belajarlah yang rajin, anak2 muda.. perluas wawasan, dan pertajamlah kemampuan untuk mendengarkan orang laen.. (omong opo kie??)</P> <P>Museum Bank Mandiri (dulunya Factorij Nederlansce Handel Maatchappij atau NHM) di sana kami nonton film jadul item putih sampe kami berpikir, jangan-jangan cuma nonton aja nih acaranya? ga seru banget?? ternyata si empunya Komunitas Historia dateng telat, akhirnya kami dibagi ke mahasiswa2 yang masih idealis untuk jadi guide kami, ya.. begitu deh kaya mbimbing adek2nya lagi ospek akhirnya.. Pesan untuk Komunitas Historia: Us the proportional guide, please..</P> <P>Setelah kami keliling gedung NHM, kami menuju Museum Fatahillah (dulunya Balai Kota atau Staadhuis) di jalan setapak menuju Staadhuis, bangunannya sangat eksotis dan kebetulan ada pemotretan, produktivitas saya sebagai candid photographer akhirnya terbukti dengan foto berikut</P> <P><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SBZgmQoKCDcAAHTQ03k1/candid.JPG?et=UmWKeD2xLxJYWqNWyXpDyg&nmid=" border=0></P> <P><EM>candid booo'</EM></P> <P><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SBZg3goKCDcAAAV2D7A1/staadhuisplein.JPG?et=mmvb8g5yxNALZP%2CMc%2BTlMw&nmid=" border=0></P> <P><EM>Jalanan Stadhuisplein yang eksotis</EM></P> <P>Di Staadhuis, saya menemukan kondisi identik pada jeruji penjara yang rangkap dua, hal ini juga ditemui di Benteng Pendem. Keunikan lainnya adalah Meriam Si jagur, karena di pangkal Meriam tersebut ada bentuk "Jempol Kejepit". Mitosnya, ketika anda sudah lama menikah dan belum dikaruniai anak, maka perut si calon ibu harus diposisikan tepat di tengah si "Jempol Kejepit"</P> <P><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SBZhIAoKCDcAAAXVFJw1/jeruji%20paranoia.JPG?et=Aucp1uOHkyTobSgmokdWdQ&nmid=" border=0></P> <P><EM>Jeruji paranoia</EM></P> <P><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SBZhXQoKCDcAAA@OOEQ1/jempol%20kejepit.JPG?et=lCELmG9cZaTLh3Ri0eeiPw&nmid=" border=0></P> <P><EM>Jempol Kejepit</EM></P> <P>Perjalanan berlanjut ke Museum BI, yang lebih termanage secara modern, ada local guide yang udah masuk dalam entry tickets dan ada game-game modern. Di Museum ini saya jadi tahu bagaimana Nenek Moyang saya dulu melakukan transaksi.</P> <P><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SBZhlAoKCDcAABjQUfY1/masma.JPG?et=IGB2gwW76k41fBEe9Tugkw&nmid=" border=0></P> <P>Pesan Moral : Pilihlah Museum, Kebun Binatang, bumi perkemahan, taman bermain dan wisata kultural lainnya untuk educative weekend bagi anak-anak anda. Mall is not good for your kids.</P> <P>Ada satu pesan lagi nih..</P> <P><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SBZhtQoKCDcAABpsWcw1/pesan.JPG?et=TnqV4boOunrbk%2BRSwKNoYg&nmid=" border=0></P> <P>Perjalanan diakhiri dengan melahap 4 potong roti buaya (masing-masing orang dapet jatah 2)</P> <P> </P> <P> </P></FONT><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-8339815388035365289?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com3tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-5686177731468092262008-04-24T07:39:00.000-07:002008-04-24T11:39:27.469-07:00Road to Jogja<P align=justify><FONT face="arial, helvetica"><EM><FONT size=2>Pulang ke kotamu<BR>Ada setangkup haru dalam rindu<BR>Masih seperti dulu<BR>Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna<BR>Terhanyut aku akan nostalgi<BR>Saat kita sering luangkan waktu<BR>Nikmati bersama<BR>Suasana Jogja *)</FONT></EM><BR></FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica">Yes, here I came, in Jogja.. Kota yang tentu saja punya positif dan negatif yang telah menjadi rahasia umum.. Kita ambil sisi positifnya aja, saya bisa nginep 4 malem cuma-cuma di Hyatt Regancy (bintang 5 coy.. kayak Jend. Sudirman, Pak Harto sama Pak Nasution =p)</FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica">Di sela-sela agenda raker yang padat, saya masih bisa wisata budaya di kawasan Jogja, Begitu sampai di Hyatt, saya minta travel map ke mbak resepsionis, trus kenalan ama sopir taksi dari karawang, yang kemudian nganterin saya ke candi Prambanan. Kisahnya dapat di lihat di </FONT><A href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prambanan"><FONT face="arial, helvetica" color=#3333ff><STRONG>SINI</STRONG></FONT></A><FONT face="arial, helvetica">. Sebuah candi yang terkenal dengan hikayat </FONT><A href="http://id.wikipedia.org/wiki/Loro_Jonggrang"><FONT face="arial, helvetica">Roro Jonggrang</FONT></A><FONT face="arial, helvetica">-Bandung Bondowoso. Foto-foto lengkap dan statement yang ingin saya sampaikan ke mbak Roro Jonggrang bisa dilihat di </FONT><A href="http://bramasto.multiply.com/photos/album/16"><STRONG><FONT face="arial, helvetica">SINI</FONT></STRONG></A><FONT face="arial, helvetica">.</FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica"><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SBDLnwoKCDcAAGc8EHo1/jonggrang.JPG?et=pGFysSW9c%2BirU8j620j%2C2g&nmid=" border=0></FONT></P> <P align=center><FONT face="arial, helvetica"> <EM>inilah wujud patung mbak Roro Jonggrang</EM></FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica">Hari-hari di jogja mayoritas habis oleh agenda rapat kerja yang melibatkan para manager dan superintendent dari seluruh oil company di Indonesia, seperti kegiatan fire fighting di Cilacap minggu lalu, saya jadi satu-satunya peserta under 25, sedangkan yang lain udah pada upper 35. Tapi ga papa, itung-itung kenalan ama calon-calon boss baru, hehehehe</FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica">Kalau ke Jogja, belum lengkap kiranya kalau belum mengunjungi</FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica"><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SBDNFgoKCDcAAAp3BFo1/sarkem.JPG?et=v%2BJ2jtT%2B177%2CdFmvWEu%2BZA&nmid=" border=0></FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica">Eh salah.. geser dikit, maksudnya ini..</FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica"><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SBDNSAoKCDcAAA9jF@Q1/mallioboro.JPG?et=LFS2b8HLvRiLTy42dQXHKQ&nmid=" border=0></FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica">Malioboro,Dab!! jalanan yang isinya penjual-penjual cindera mata khas jogja yang setiap membeli kita harus menawar habis-habisan karena harga yang dibilang 100% hasil mark up. Jalanan yang tukang becaknya walaupun sudah dibilang "mboten" (tidak) masih mengejar-ngejar terus, merayu-rayu terus, sampai pengunjung merasa jengah dan risih. Jalanan yang dipenuhi karakter yang tercermin dari bentuk blangkon, "Mbendol mburi, apa yang disampaikan tidak sesuai dengan apa yang ada dalam nurani, muka boleh senyum, tapi hati ngedumel" jujur aja, saya kurang suka dengan karakter budaya seperti ini. Btw, ada sedikit foto-foto dari malioboro yang bisa dilihat di <STRONG><A href="http://bramasto.multiply.com/photos/album/17">SINI</A>. </STRONG></FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica"><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SBDOVwoKCDcAABzDZnU1/blangkon%20jogja.JPG?et=nZt%2C8lKkzQ4%2CMaFjoAAwhQ&nmid=" border=0></FONT></P> <P align=justify><EM><FONT face="arial, helvetica">Blangkon Jogja, Mbendol Mburi</FONT></EM></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica">Saya juga sempat ngunjungin Taman Sari, dibangun tahun 1858-1865, terdiri dari pemandian selir-selir keraton (selir sultan pertama sampai 40 orang kata guide-nya) dan menara pengintip untuk sultan. Selain itu ada bangunan tinggi yang bisa melihat seluruh kota Jogja di atasnya, serta terowongan yang dulunya bawah air. Sangat disayangkan, cagar budaya semegah ini tidak boleh dipugar pasca gempa yang membuatnya cukup berantakan. Hal yang disayangkan juga adalah tempat tinggal penduduk yang terlalu rapat dengan cagar budaya ini, sehingga aksen kemegahannya berubah menjadi kumuh dan kurang menarik.</FONT></P> <P align=justify><SPAN class=insertedphoto><A href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SBDPsgoKCDcAAEU4CCE1"><FONT face="arial, helvetica"><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SBDPsgoKCDcAAEU4CCE1/pemandian%20selir.JPG?et=EzXkuCBJ%2CsWNK059VETH3g&nmid=" border=0></FONT></A></SPAN><EM><FONT face="arial, helvetica">Tenang, sodara-sodara, mbak bule ini ga akan mandi di pemandian selir.. pemandian ini sudah tidak digunakan sejak Sultan ke-3, ga perlu ngeliatin foto ini lama2.. hehehe</FONT></EM></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica">Patut diwaspadai juga, buat para traveler.. di resort Taman sari ini ada bisnis pemandu wisata yang sudah punya agen, jadi ketika anda masuk ke Taman sari, wajib hukumnya pake pemandu. Tips-nya: Tanyalah harga pemandu sejak awal! sehingga ada kesepakatan harga. Jika tidak, at the end of the tour, anda akan ditarik nominal yang besar tanpa bisa menolak, karena service sudah dilakukan. Foto-foto bisa dilihat di <STRONG><A href="http://bramasto.multiply.com/photos/album/18/taman_sari_BW">SINI</A></STRONG></FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica">Yang juga berkesan di Jogja adalah bertemu dengan kawan lama, Bersama-sama kami mencicipi Sego Kucing di Angkringan khas Jogja dan makan duren di depan gedung TVRI Jogja.</FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica"><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SBDRQAoKCDcAAFz9cJA1/angkringan.JPG?et=RsLyEjqdNHKF8Z1Qfi3WXg&nmid=" border=0></FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica">Pada hari selasa malam, diadakan Gala Dinner di area swimming pool hotel, di sana semua jenis makanan khas Jogja dihidangkan dengan sangat mewah. Sejenak saya flash back ke tahun-tahun yang sudah berlalu, Ketika belajar semalam suntuk karena harus ujian semesteran, trus kelaperan, mau beli gorengan Rp 1000 musti ngumpulin receh ratusan demi ratusan, ee ternyata cuma ada Rp 900, kemudian aksi bongkar kolong tempat tidur pun dilakukan, dan penemuan kepingan ratusan terakhir pun menjadi seperti penemuan harta karun tidak ternilai, hehehe, dasar kere lu, Bram =p Intinya semua harus disyukuri jadi malem itu saya cuma ngambil dikit aja, tidak terburu nafsu, tapi rata semua menu,hehehehe... </FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica">Pesan moral buat anak muda: Belajarlah yang giat, anak muda... niscaya hidupmu akan enak!!</FONT></P> <P align=justify><FONT face="arial, helvetica">Yang istimewa juga adalah event ini banjir suvenir! total, saya dapet 1 tas gran Polo, 1 jaket Boss classic, 1 USB 2GB, 3 USB @ 1GB, 3 kaos, 1 topi, 1 jam duduk digital, alat-alat tulis, dan buku-buku agenda. hehehe, minggu besok bisa jualan di tanah abang =p</FONT></P> <P align=justify><EM><FONT face="arial, helvetica">*) Yogyakarta by Kla Project</FONT></EM></P><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-568617773146809226?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-22275649893041486672008-04-18T12:08:00.000-07:002008-04-18T16:08:10.806-07:00Road to Cilacap<P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><FONT face="arial, helvetica" size=2>Surabaya-Jogja kutempuh dengan kereta Sancaka. Lancar-lancar aja. Tapi beruhubung cuapek banget semalem ga tidur pas pendakian, aku sempet amnesia ketika terbangun di stasiun Jombang. Sampai detik demi detik rangkaian peristiwa bisa kurangkai kembali.</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><FONT face="arial, helvetica" size=2>Sesampai di Jogja dan Cilacap, ada satu hal yang perlu kugarisbawahi!! Orang Jawa Timur dan Jawa Tengah itu <STRONG>BERBEDA KARAKTER!! </STRONG>East Javanese biarpun lebih kasar secara lingua franca, tetapi terus terang, apa adanya, dan jujur. Sangat berbeda dengan karakter orang Central Javanese yang dari muka ramah, senyum, boso kromo alus, “njogo wibowo” tapi niat menipunya di mana-mana. Udah gitu, modus penipuannya juga sangat gampang ditebak, dan mereka ngejar-ngejar terus untuk mendapat simpati (baca= menjebak kita dalam tipuannya). Aku ga cuma nemuin sekali kasus seperti ini sampai bisa melahirkan postulat ini. Saranku buat traveler yang menjadikan wilayah jawa tengah sebagai tujuan traveling, bertanyalah hanya kepada polisi atau petugas hotel atau petugas stasiun. dan jangan sekali-sekali bertanya pada orang umum di jalan. Anda akan dianggap sasaran empuk oleh mereka!!</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><FONT face="arial, helvetica" size=2>Saran Kedua, Ketika dikejar-kejar orang yang “ngajak ngobrol”, bukalah HP anda, pergi ke toilet, lebih baik jika anda ambil wudhu dan sholat, karena yang ada di mushola biasanya orang-orang baek dan bisa ditanya dengan lebih aman =)</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><FONT face="arial, helvetica" size=2>Jadi sekarang anda tahu betul khan? Kenapa Jawa Tengah tenggelam dalam kemajuan <?xml:namespace prefix = st1 ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" /><st1:place w:st="on"><st1:City w:st="on">Jakarta</st1:City></st1:place>, Jawa Barat dan Jawa Timur? (ini pertanyaan retoris, jawabannya udah pasti iya, kecuali kalau anda Imbisil atau Idiot.. atau gila, hehehe)</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><FONT face="arial, helvetica" size=2>Di Cilacap, tujuan utama kami adalah Fire Fighting. Walaupun sebenernya api itu bisa dicintai. Mencintai api harus menjadi jilat, <SPAN style="mso-spacerun: yes"> </SPAN>mencintai air harus menjadi ricik, mencintai angin harus menjadi siut, mencintai cakrawala harus membentang jarak, Mencintaimu harus menjelma aku..*) (Pak Sapardi pasti muntah mbaca ini, hehehe)</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> <IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SAklKwoKCDcAABKx4I41/fire.JPG?et=9jasTcgpgmVvzscn0npAcA&nmid=" border=0></FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><FONT face="arial, helvetica" size=2>Di Cilacap, objek yang sempet kukunjungi adalah:</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><FONT face="arial, helvetica" size=2><STRONG>Teluk Penyu</STRONG>. Teluk ini menghadap ke pantai selatan jawa (rumahnya nyai roro kidul dan gedibal-gedibalnya =p). Dari teluk ini dapat dilihat Alcatraz ala <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Indonesia</st1:country-region></st1:place>, alias Nusa Kambangan. Foto-fotonya bisa dilihat di SINI</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><FONT size=2></FONT> </P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SAknPgoKCDcAADr3a@81/teluk.JPG?et=DIl3NCpEFt9l%2BI%2Cba2iAig&nmid=" border=0></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><FONT face="arial, helvetica" size=2><STRONG>Batur Raden</STRONG>. Di siang hari, tempat ini adalah wana wisata di lereng gunung Slamet (yang dari buku geografi disebutkan kalau memiliki curah hujan tertinggi di <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Indonesia</st1:country-region></st1:place>). <st1:place w:st="on"><st1:City w:st="on">Ada</st1:City></st1:place> pemandian air panas dan pemandangan hutan yang eksotis. Kami tiba di Batur Raden ketika malam hari. Karena pas malam hari itu gelap, dan hutannya ga keliatan, maka focus wisata di sini pun berubah. Yang di pajang di warung2 adalah benda-benda seperti..</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> <IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SAkoCwoKCDcAAETCBVI1/kondom.JPG?et=MZGDGHSgxG1xgqbunJhK1w&nmid=" border=0></FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><FONT face="arial, helvetica" size=2>Ya, u know lah tempat apa ini.. So 2 jam gw nganggur, sembari menunggu temen2 yang pada “ngamar” gw hanya menghabiskan waktu dengan kamera mode diafragma F.8 dan setting shutter 10 detik. Hasil potretannya bisa dilihat di SINI</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><FONT face="arial, helvetica" size=2><STRONG>Benteng Pendem</STRONG>. Dibangun tahun 1877. letaknya di tepi pantai Teluk Penyu, lebih dekat ke pulau Nusa Kambangan. Aku ke tempat ini sendirian, nyampe jam setengah <st1:place w:st="on"><st1:City w:st="on">lima</st1:City></st1:place> sore dan lagi mendung. My God ini mah uka-uka!! =D, dengan sedikit merinding juga, aku berhasil juga hunting. Silakan lihat di SINI.</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; TEXT-ALIGN: justify"><FONT face="arial, helvetica" size=2><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SAkpKwoKCDcAAF3MWTs1/bentengpendem.JPG?et=lskw9X8yKg5RkV%2BrhnO46Q&nmid=" border=0></FONT></P> <P><EM>----</EM></P> <P><EM>*</EM><EM>) sajak kecil tentang cinta by Sapardi Djoko Damono</EM></P><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-2227564989304148667?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-32667238269103415422008-04-18T11:43:00.000-07:002008-04-18T15:43:22.109-07:00Road to Bromo<P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Petualangan dimulai pada tanggal 11 sore. Seperti biasa, backpacker style.. tapi ternyata musti bawain dus yang dititipin ke partner yang baru nyampe dari <?xml:namespace prefix = st1 ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" /><st1:place w:st="on"><st1:City w:st="on">Medan</st1:City></st1:place>. Serius, sampe tugas pengantaran selesai, aku ga tau itu kardus laknat isinya apa. Seperti biasa juga, anda nggak perlu tau khan, selama di kereta kami ngapain aja B-)</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Sampai di Surabaya, dijemput oleh temen-temen plus sarapan di soto Lamongan tepi Kali Mas, yang aernya ngalir!! (beda banget ama sungai di <st1:place w:st="on"><st1:City w:st="on">Jakarta</st1:City></st1:place> =p ) Selanjutnya, bareng dokter Fundhi dan mantan roommate-ku, Cahya, kami bertiga jalan-jalan ke Monumen Kapal Selam Surabaya, di tepi Kali Mas, kami sempet-sempet foto pose banci kamera.</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT size=2></FONT> </P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SAkhKQoKCDcAAEm8d-E1/IMG_8657.JPG?et=rcFxhveP8AE6X2%2CVy9IRaA&nmid=" border=0></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=center><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2><EM>Banci Kamera di Monkasel</EM> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2></FONT> </P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Dan tak lupa untuk berkontemplasi..</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> <IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SAkhcAoKCDcAAEnNfXM1/IMG_8661.JPG?et=ff40fI1qFwSUWNofqU4LTw&nmid=" border=0></FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=center><FONT face="arial, helvetica" size=2><EM>Mungkin anda berpikir saya merapal mantra sakti, tapi sumpah aku cuma ngedumel "welgeduwelbehwelgeduwelbehwelgeduwelgeduwel" =p</EM></FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT size=2></FONT> </P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Tapi yang paling berkesan adalah aku bisa menghibur arek-arek Surabaya cuk, eh.. cak!!</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SAkioAoKCDcAAG0bZ3I1/IMG_8658.JPG?et=bXn6QdwJPg8ANojdRxplVg&nmid=" border=0></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=center><FONT face="arial, helvetica" size=2><EM>Kayang caaaak!!!</EM></FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=center><EM><FONT size=2></FONT></EM> </P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Dan ternyata kenyataan memang kejam sodara-sodara.. pada hari-hari biasa di malam hari, seberang dermaga tempat kami berfoto adalah tempat mangkal bencong!! </FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Perjalanan berlanjut ke Balai Pemuda, disana aku dapat ilmu baru ya itu kamus pisuhan <st1:City w:st="on"><st1:place w:st="on">Surabaya</st1:place></st1:City> dalam bahasa inggris! Yang pengen kopiannya, PM aja dipersilakan =D</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Malemnya kami berdelapan berangkat ke Bromo. Kisah kami ini mungkin udah banyak diceritakan oleh ketujuh teman yang laen. Jadi yang perlu diulas cukup kejadian-kejadian konyolnya saja, hehehe</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <OL style="MARGIN-TOP: 0in" type=1> <LI class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in"> <DIV align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Menjelang maghrib, bersama dokter Fundi dan Oom Yuda, kami proaktif cek kendaraan. Semua ditemukan oke dan kendaraan siap diberangkatkan. Tapi masi ada juga masalah. U know why? Masalah timbul karena setelah pengecekan sore itu, tutup karburator tidak terpasang rapat!! Mobil pun sempat mengepul =D</FONT></DIV></LI></OL> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt 0.25in" align=justify><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <OL style="MARGIN-TOP: 0in" type=1 start=2> <LI class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in"> <DIV align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Di puncak Bromo, ada oom-oom turis dari <st1:country-region w:st="on">Belgium</st1:country-region> nanya ke aku, “ You come from <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Tibet</st1:country-region></st1:place>? <st1:country-region w:st="on">Nepal</st1:country-region>?” sebenarnya aku pengen jawab, “Yes, and my name is Dalai Baru, little brother of Dalai Lama”, hehehe tapi mata hatiku yang suci menggerakkan mulutku untuk bilang, “No, I’m come from <st1:country-region w:st="on">Indonesia</st1:country-region>, <st1:City w:st="on"><st1:place w:st="on">Surabaya</st1:place></st1:City>”</FONT></DIV></LI></OL> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <OL style="MARGIN-TOP: 0in" type=1 start=3> <LI class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in"> <DIV align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Masih di puncak, bule belgia juga tapi pake tank top (padahal dingin buanget) kayanya dia takut ketinggian, trus kutawarin, “You can hold my hand, mam” trus dia keliatan bingung, eh, dia malah merambat lewat pagar peganganku, dengan posisi tangan kanan dan kiri tepat “ngangkangin” aku. Ya, namanya juga rezeki, “air bag” mbak bule yang diselubungi tank top-an itu pun nempel dengan sukses di dadaku!!</FONT></DIV></LI></OL> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <OL style="MARGIN-TOP: 0in" type=1 start=4> <LI class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in"> <DIV align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Ketika turun dari puncak, kami bagi2 barang bawaan, Agus bilang, “Tas ini biar aku yang bawa”. Aku bilang,”Trus yang ini syapa yang bawa?” (sambil nunjuk tas yang nyender di tas Agus). Agus pun bilang,”Ya udah, bawa aja” diamini oleh dokter Renyta dan dokter Fundhi. Pas turun tangga, ada mbak2 teriak2.. “Mas..Mas.. itu tas saya!!” (sambil nunjuk tas dipundakku) My God!! Ini namanya kebodohan komunal!! Ternyata tas kami satu lagi udah dibawa si Cahya dan sebagai hukumannya, Cahya dipisuhin sama Agus =p</FONT></DIV></LI></OL> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Tak lupa gw juga berkontemplasi dan mentadaburi Alam di Bromo ini (Saaaaaaahhh!!!)</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><SPAN class=insertedphoto><A href="http://bramasto.multiply.com/photos/hi-res/upload/SAkjHgoKCDcAAGrnYlI1"><IMG class=alignmiddleb src="http://images.bramasto.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SAkjHgoKCDcAAGrnYlI1/contemplate.JPG?et=yAkEbub%2CI7bfqN9rgqTzLA&nmid=" border=0></A></SPAN><FONT size=2></FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><o:p><FONT face="arial, helvetica" size=2> </FONT></o:p></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT face="arial, helvetica" size=2>Foto2 hasil jepretan Kameraku sendiri bisa dilihat di SINI.</FONT></P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT size=2></FONT> </P> <P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt" align=justify><FONT size=2><EM>*Foto di monkasel by Cahya, di Bromo by dokter Fundhi</EM></FONT></P><!-- multiply:no_crosspost --><p class='multiply:no_crosspost'></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-3266723826910341542?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-92133017844272295152008-04-05T04:45:00.000-07:002008-04-05T05:00:26.059-07:00Requiem..<a href="http://4.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/R_dmut0MLFI/AAAAAAAAANQ/7OtiXbVML54/s1600-h/empty-house.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185726448698928210" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/R_dmut0MLFI/AAAAAAAAANQ/7OtiXbVML54/s400/empty-house.jpg" border="0" /></a> <span style="font-family:arial;">...</span><br /><span style="font-family:arial;"><em>saat ku dibangun, aku bertanya..</em></span><br /><span style="font-family:arial;"><em>jadi apa?..</em></span><br /><span style="font-family:arial;"><em>jadi pujaan?..</em></span><br /><span style="font-family:arial;"><em>atau diabaikan?..</em></span><br /><span style="font-family:arial;"><em>inilah jawabnya...</em></span><br /><span style="font-family:arial;">... </span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">(jingle iklan holcim, ngasal mode on =p )</span><br /><span style="font-family:arial;"></span><br /><span style="font-family:arial;">Setelah dipertimbangkan dalam-dalam, penulis memutuskan untuk pindah rumah..</span><br /><span style="font-family:arial;">Sama sekali bukan karena rumah ini jelek..</span><br /><span style="font-family:arial;">Sama sekali bukan karena rumah ini memiliki kenangan pahit..</span><br /><span style="font-family:arial;">Tapi, penulis harus pindah.. ke rumah baru..</span><br /><span style="font-family:arial;">Semoga kenangan indah di rumah ini, akan selalu terbawa di rumah manapun..=)</span><br /><p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/R_dmu90MLGI/AAAAAAAAANY/vR0B8d9to5U/s1600-h/20060816091340_abandoned.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185726452993895522" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/R_dmu90MLGI/AAAAAAAAANY/vR0B8d9to5U/s400/20060816091340_abandoned.jpg" border="0" /></a><span style="font-family:arial;">Selamat tinggal, rumah lama..</span></p><p><span style="font-family:arial;">Selamat Datang di </span><strong><a href="http://bramasto.multiply.com/journal"><span style="font-family:arial;font-size:180%;color:#000099;">RUMAH BARU!!</span></a></strong></p><p><span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;">------</span></p><p><span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;">mulai sekarang penulis akan mencantumkan </span><a href="http://bramasto.multiply.com/journal"><span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"><strong>http://bramasto.multiply.com/journal</strong></span></a><span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"> di status YM penulis, jika ada update blog =)</span></p><p><span style="color:#3333ff;"><span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;">Gambar diambil dari google, hehehe</span></p></span><p><strong><br /></strong></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-9213301784427229515?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-55788119668948254532008-04-03T05:06:00.000-07:002008-04-03T16:12:31.181-07:00the happiness and the sadness of the photographer<div align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:85%;">Jadi fotografer memang punya suka dan duka..<br />.<br />Sukanya : Banyaaaaaaaaak =D<br />.<br />Dukanya :<br />1. Sering dianggap orang gila oleh orang yang tidak tau seni photography<br />2. Jangan pernah hunting photo di sekitar tempat tinggal, ntar dianggap ngintip, curi2 dsb..<br />3. Kadang-kadang dimarahin orang yang ga mau di poto<br />4. Klo pake blitz bisa mbunuh orang (soalnya orangnya jantungan dan ngira lampu blitz itu petir , hehehe)<br />5. dlsb. =p<br />.<br />Inilah pengalaman gw menjalani suka dan duka menjadi seorang Photographer amatir<br />.<br /><scene><strong>scene 1</strong><br />.<br />Suatu pagi di Taman Ismail Marzuki<br />.<br />Ada kegiatan tari tradisional. Gw yang kebetulan lewat menyaksikan pertunjukan tersebut dengan haru, karena di masa yang berkiblat pada kebudayaan pop ini, masih ada pemuda pemudi yang tergerak untuk melestarikan budaya bangsa (serasa jadi negarawan gw, ngomong kaya gini, hehe).. Setelah gw perhatikan lebih detail, ternyata salah satu penari tersebut adalah ibu-ibu (lebih tepatnya nenek-nenek bule).. Otomatis gw pun lebih terheran-heran.. bahkan orang dari jauh yang budayanya lebih maju pun mau melestarikan budaya bangsa.. (merdekaaa!!! =D )</span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">.</span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">Karena gw impress banget dengan tu bule, gw keluarin kamera gw, trus jeprat-jepret motret nenek-nenek bule yang lagi nari jawa tersebut.. Dari LCD kamera, gw sempet heran, kok eyang putri bule ini beberapa kali salah gerakan ya??.. tapi segera gw tepis dengan statement, " namanya juga latian, khan wajar kalau salah.."</span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">.</span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">Setelah tarian selesai, musik dari tape mati, si eyang putri bule itu berkacak pinggang.. dari LCD kamera, terlihat si eyang putri melotot ke gw.. akhirnya ketajaman mata hati gw menemukan jawaban.. ternyata.. Si eyang putri bule hilang konsentrasi gara-gara gw potret!!! gw narik napas perlahan-lahan.. lalu hadap kiri.. dan mengeluarkan jurus singa!! alias.. si.. ngaaaa.. cirrrrrrrr!!!! heheheheheh.. Dan jurus singa menyelamatkan gw dari terkaman si eyang putri bule..</span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">.</span><br /><span style="font-family:arial;"><scene></span><strong><span style="font-family:arial;font-size:85%;">scene 2</span></strong></div><div align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:85%;">.</span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">Di sebuah kampung tepi hutan di pesisir Kepulauan Riau</span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">.</span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">Gw dapet tugas nguji kompetensi anak STM. Gw impress juga terhadap beberapa anak STM yang ternyata pinter.</span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">.</span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">Diantara guru-guru yang ada di sana, ada seorang ibu guru yang miriiip banget ama salah satu teman gw.. setelah ejek-ejekan di sms dengan kalimat, "muka kmu pasaran ya, masak ditengah utan gini ada orang yang miriiip bgt ama kmu.." sampai akhirnya gw bilang, "ok deh biar ntar ibu guru itu gw potret sebagei authentic evidende"..</span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">.</span><br /><span style="font-family:arial;font-size:85%;">Karena faktor antropologis, sosiologis dan demografis yang masih bisa dibilang primitif, gw ga mau sembarangan motret orang seperti di TIM tadi.. ntar bisa-bisa ada kejadian seperti ..</span><br /></div><a href="http://1.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/R_TKJt0MLDI/AAAAAAAAANA/kXI8eRRB5mM/s1600-h/MURDER7.bmp"><span style="font-family:arial;font-size:85%;"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184991339276414002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/R_TKJt0MLDI/AAAAAAAAANA/kXI8eRRB5mM/s400/MURDER7.bmp" border="0" /></span></a><span style="font-family:arial;font-size:85%;"> atau yang lebih sadis..</span><br /><p><br /><a href="http://2.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/R_TKJ90MLEI/AAAAAAAAANI/y5dBJQIbAGg/s1600-h/castrated.jpg"><span style="font-family:arial;font-size:85%;"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184991343571381314" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/R_TKJ90MLEI/AAAAAAAAANI/y5dBJQIbAGg/s400/castrated.jpg" border="0" /></span></a><span style="font-family:arial;font-size:85%;"> </span></p><p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:85%;">Maka dari itu, setelah bubaran, gw minta ijin baek-baek ke ibu guru tadi, "bu, saya minta ijin ngambil foto ya..". Diluar dugaan, ibu guru itu malah bingung, dan mukanya merah (please deh bu, gw cuma mau motret sekali, bukan "nembak" ibu.. hmm... tape teeeeh). Sang Kepala Sekolah yang di sebelah gw malah bilang, "Ayo bu, ga papa bu.. dipotret bu.." dan anak-anak mulai bilang, "ciyeeeee...." kontan si ibu guru langsung kabur! Ketajaman mata batin gw pun bilang, "Modiar kowe, Bram!!!".. akhirnya dengan ketenangan luar biasa, gw balik kanan, menyapa pak kepala sekolah, "Saya permisi dulu, pak.." kemudian gw mengeluarkan jurus singa lagi!!! masuk ke dalam mobil sambil nungguin temen gw yang lagi di toilet.</span></p><p align="justify"><span style="font-family:arial;font-size:85%;">Pas mobil berangkat, gw ngeliat ibu guru tadi udah di pinggir jalan bareng kepala sekolah dan guru-guru yang laen melepas kepergian kami.. cape deeeeeeh..</span></p><p align="justify"><span style="font-family:Arial;font-size:85%;">Pesan Moral : Jurus singa adalah jurus terhebat di dunia persilitan untuk menyelamatkan diri anda!!</span></p><p><span style="font-family:arial;font-size:85%;">-----</span></p><p><span style="font-family:arial;font-size:85%;">*gambar diambil dari google =p</span></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-5578811966894825453?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7719570.post-49715342063332053402008-03-30T05:15:00.000-07:002008-03-31T04:08:25.204-07:00Thumbellinas' world<a href="http://2.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/R--EsN0MLCI/AAAAAAAAAM4/LfdY9cuEbOY/s1600-h/IMG_8552.JPG"><span style="font-family:arial;"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183507591284403234" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TywhtX9jSQk/R--EsN0MLCI/AAAAAAAAAM4/LfdY9cuEbOY/s400/IMG_8552.JPG" border="0" /></span></a><span style="font-family:arial;">a tematic sepia photo series post </span><br /><a href="http://bramasto.multiply.com/photos/album/9"><span style="font-family:arial;color:#3333ff;"><strong>click here </strong></span></a><span style="font-family:arial;">to see detail</span><br /><p><span style="font-family:arial;">enjoy the journey =)</span></p><p><span style="font-family:Arial;"></span></p><p><span style="font-family:Arial;">pesan sponsor:</span></p><p><a style="DISPLAY: block; PADDING-LEFT: 10px; FONT-SIZE: 22px; BACKGROUND: url(http://assets.justsayhi.com/badges/381/373/death.xt4nha4865.jpg) no-repeat; WIDTH: 241px; COLOR: #fff; PADDING-TOP: 75px; FONT-FAMILY: Times New Roman, Arial, serif; HEIGHT: 107px; TEXT-DECORATION: none" href="http://www.justsayhi.com/bb/death">142,001 People</a><br /></p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7719570-4971534206333205340?l=bramasto.blogspot.com'/></div>bramahttp://www.blogger.com/profile/10580900744016353239noreply@blogger.com3