<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7567727</id><updated>2009-03-20T03:40:57.047-07:00</updated><title type='text'>reportase indicomic.com</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>indicomic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598046137204777910</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7567727.post-109522557702805294</id><published>2004-09-14T22:13:00.000-07:00</published><updated>2004-10-28T21:17:37.153-07:00</updated><title type='text'>Pameran Komik Mal Ciputra</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/citraland_1.jpg" align="left" /&gt;Pameran komik di mall? Kenapa enggak? Itu yang tejadi di Mal Ciputra pada tanggal 25 Agustus sampai dengan 12 September 2004. Berlokasi di lantai 4 mal tesebut, arena pameran sedikit tersamar karena menyatu dengan tempat-tempat jualan yang ada di sekitarnya. Komik atau ilustrasi yang dipajang pun tak terlalu banyak diikuti oleh komikus atau studio komik. Mungkin karena - seperti acara pameran komik lainnya - kurangnya publikasi dan promosi. Selain itu, menurut Beng Rahardian yang menjadi salah satu orang panitia, persiapan pameran terlalu mepet sehingga tak banyak waktu untuk mempersiapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kekura&lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/citraland_2.jpg" align="right" /&gt;ngan yang ada, acara pameran seperti ini adalah hal yang sangat bagus untuk mendekatkan komik Indonesia khususnya, dengan masyarakat awam yang selama ini tak terlalu mengetahui mengenai perkembangan komik lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pameran komik dan ilustrasi, banyak acara diskusi dan workshop yang diadakan sepajang acara pameran tersebut. Seperti acara workshop Bengkel Komik besama MKI, diskusi perjalanan komik Indonesia bersama Dwi Koen dan Ratna Sari, diskusi Fenomena Komik Underground bersama Firmansyah Rachim dan Hikmat Dharmawan, diskusi Komik, &lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/citraland_3.jpg" align="left" /&gt;Animasi dan Dunia Advertising bersama Castle Production dan Tony Masdiono, workshop membuat komik bersama Machiko Sensei, serta presentasi proses pembuatan film animasi layar lebar Homeland oleh Visi Anak Bangsa. Di luar acara yang telah terjadwal tesebut, juga ada acara tambahan sebagai pengisi waktu yang kosong, seperti misalnya diskusi bertema Produksi dan Distribusi komik di bawah 500 exemplar. Sebagai pembicara sehausnya ada Eko Nugroho dari Daging Tumbuh, Noldie dari Sekte Komik dan Fitra dari indiCOMIC Hand Book, tapi Eko dan Noldie tak bisa hadir, sehingga yang menjadi pembicara adalah Fitra dan Alfi dari Dua Warna.&lt;br /&gt;Diharapkan, acara pameran komik di mal semacam ini bisa diikuti oleh Mal lainnya, dengan persiapan yang lebih maang tentunya. [Fitra]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7567727-109522557702805294?l=reportase_indicomic.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/feeds/109522557702805294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7567727&amp;postID=109522557702805294' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/109522557702805294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/109522557702805294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/2004/09/pameran-komik-mal-ciputra.html' title='Pameran Komik Mal Ciputra'/><author><name>indicomic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598046137204777910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13462852946819860449'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7567727.post-109522495087068919</id><published>2004-09-14T22:05:00.000-07:00</published><updated>2004-10-28T21:24:34.330-07:00</updated><title type='text'>Rizal Manthovani, Dua Warna, dan Awal Pergerakan Komik Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;reportase dari acara dialog komik di Kinokuniya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/kinokuniya_3.jpg" align="left" /&gt;Tau toko buku Kinokuniya yang di Plaza Senayan, kan? Ada yang menyebutnya sebagai surga bagi pecinta buku dan komik impor, yang punya uang tentunya. Toko buku tersebut mengadakan acara diskusi tentang komik pada hari Jumat, 27 Agustus 2004, pukul 18.30. Hadir sebagai pembicara Uwi Mathovani &amp; Rizal Manthovani yang datang belakangan. Sedangkan Hikmat Dharmawan yang dikenal sebagai pengamat komik bertindak sebagai moderator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/kinokuniya_2.jpg" align="right" /&gt;Pada kesempatan tersebut, tema yang diangkat adalah mengenai superhero dalam dunia komik. Rizal yang dikenal sebagai penggemar berat Superman, banyak bercerita tentang kegemarannya tersebut dan memamerkan koleksi-koleksi komik Supermannya. Ia bahkan memperlihatkan sebuah komik luar yang terjemahannya dikerjakan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/kinokuniya_1.jpg" align="left" /&gt;Acara dialog komik semacam ini direncanakan untuk diadakan secara reguler, sebagai agenda rutin dari toko buku terseut. Hal ini tentu sangat menggembirakan karena dengan semakin banyak acara tentang komik, akan menumbuhkan gairah bagi berkembangnya komik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/kinokuniya_5.jpg" align="right" /&gt;Pada kesempatan yang sama, Alfi Zachkyelle yang hadir pada acara tersebut mengungkapkan fakta tentang komik Dua Warna-nya. “Edisi 5 sedang naik cetak” ia menjelaskan progres komik karyanya itu, “dan sekarang sedang mengexplore edisi 6. Setelah itu dicut.”&lt;br /&gt;Dicut? Ya, disudahi! Dieliminasi, istilah yang sedang in sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue gak tau alasan jelasnya,”Alfi menjelaskan, “mungkin karena penjualannya, karena gue sendiri gak pernah dikasih tahu laporan hasil penjualannya.” Lah, terus bagaimana komitmen berkoloni menerbitkan 10 episode komik Dua Warna dan komik &lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/kinokuniya_4.jpg" align="left" /&gt;Alakazam yang peluncuran episode pertamanya disaksikan oleh Nurul Arifin tahun lalu, padahal saat itu Nurul Arifin ditemani oleh kedua anaknya (apa sehhh?). “Ya, mau gimana lagi? Gue sih siap aja ngerjain berapa episode pun, tapi kalau dari merekanya (M&amp;amp;C Gramedia, red) gak bisa?” Alfi menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, yang tentu saja gak bisa saya jawab.&lt;br /&gt;Ketika dikonfirmasikan kepada Uwi Mathovani sebagai orang yang sangat berperan pada proyek Koloni M&amp;C tersebut, ia mengakui tentang penghentian produksi Dua Warna dan Alakazam setelah episode ke 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Melihat sale-nya gak terlalu itu (menguntungkan? red), policy bisnis M&amp;amp;C saat itu memutuskan untuk tidak melajutkan komik Dua Warna dan Alakazam”.&lt;br /&gt;Jadi ternyata saat memulai proyek koloni hanya berdasarkan bisnis, tanpa idealsimenya? “Koloni dibikin agar N&amp;C nerbitin komik Indonesia. Maka dibuat label khusus di bawah M&amp;amp;C. Walau kita ingin konsisten, tapi ada faktor bisnis yang haus dipertimbangkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengalaman 7 tahun di M&amp;C, Uwi yang sekarang tidak lagi bekerja di M&amp;amp;C menilai bahwa kondisi untuk&lt;img alt="Uwi Mathovani" src="http://www.microstac.com/ic/reportase/kinokuniya_uwi.jpg" align="right" /&gt; menerbitkan komik di Indonesia belum terlalu siap, baik dari sisi penerbit, komikus maupun pembaca.&lt;br /&gt;Apabila di M&amp;amp;C Gramedia yang terjadi adalah akhir dari sebuah cerita, di sebuah perusahaan penerbitan bernama Terrant Books justru tengah terjalin sebuah cerita. Perusahaan penerbitan tersebut sekarang membuat divisi baru dengan label Terrant Comics khusus untuk menerbitkan komik.&lt;br /&gt;“Pertama, karena saya suka baca komik, terutama yang tak biasa. Seperti komik eropa,” Aziz dari Terrant Comics menjelaskan tentang gebrakkannya menerbitkan tiga judul komik indie, Selamat Pagi Urbaz, 1001 Jagoan dan Mantra Pawitra. “Saya pikir kalau kita bisa membudayakan lagi komik-komik Indonesia kaya dulu, bisa aja kita merubah pola pikir pembaca komik sekarang untuk cinta lagi komik dalam negeri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebuah penerbit buku yang bisa dibilang baru, langkah Terrant Books bisa dibilang berani dan harus didukung karena tak hanya semata-mata beralasan bisnis, melainkan didorong idealisme untuk memajukan komik Indonesia. Aziz pun menyadari &lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/kinokuniya_rizal.jpg" align="left" /&gt;bahwa profit dari penjualan komik yang diterbitkannya tak akan bisa diperoleh dalam jangka pendek. Banyak yang berpendapat, banyaknya komik indie yang diterbitkan oleh perusahaan penerbitan merupakan sebuah awal dari pergerakan yang akan memajukan komik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kalian mendapatkan komik-komik yang diterbitkan oleh Terrant Comics, kalian bisa merasakan semangat independensi dari komik-komik tesebut, karena Terrant Comics memberikan ruang yang luas bagi para komikusnya untuk berkreativitas.&lt;br /&gt;Terrant Comics masih membuka kesempatan bagi rekan-rekan komikus yang ingin menawarkan karyanya. Syaratnya standar saja, tema komik tidak sara dan tidak pornografi. Untuk menghubungi Terrant Comics bisa melalui email: terrantbooks@yahoo.com, atau bisa juga melalui alamat Jl. Cimahi No.628 Blok M Cinere Depok, tlp/fax: 754-1329. Selamat mencoba, siapa tahun komik kalian bisa menyusul rekan-rekan yang sudah masuk jalur major. [Fitra]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7567727-109522495087068919?l=reportase_indicomic.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/feeds/109522495087068919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7567727&amp;postID=109522495087068919' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/109522495087068919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/109522495087068919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/2004/09/rizal-manthovani-dua-warna-dan-awal.html' title='Rizal Manthovani, Dua Warna, dan Awal Pergerakan Komik Indonesia'/><author><name>indicomic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598046137204777910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13462852946819860449'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7567727.post-108977132825785821</id><published>2004-07-13T19:10:00.000-07:00</published><updated>2004-10-28T21:27:38.923-07:00</updated><title type='text'>Perang di Grogol, Revolusi di Solo</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Reportase dari acara PDKT Usakti Mei 2004&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/perangkomik_1.jpg" align="left" /&gt;Telah terjadi perang di kampus reformasi alias Uni-versitas Trisakti Jakarta pada tanggal 26-30 Mei 2004. Yang terlibat perang antara lain kelompok yang datang dari Yogya, Solo, Malang Surabaya dan se-kitarnya, yang diwakili oleh Bengkel Qomik, Swa-comsta, Komik Sempit, Badjak Laoet. Serta kelom-pok lainnya dari Jakarta yang diwakili oleh Alfi Zachkyelle, Basis Komik, Komikus Trisakti, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, yang berperang emang para komikus, entah sia-pa melawan siapa. Acara yang baru pertama kali di-adakan oleh komunitas komik Trisakti itu bisa di-bilang 70% sukses dengan beberapa catatan di sana-sini, di antaranya tentang minimnya publikasi acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/perangkomik_2.jpg" align="right" /&gt;Selain acara pameran, ada juga acara dialog komik, workshop serta band bertemakan lagu-lagu yang diambil dari soundtrack film animasi. Juga ada bazaar komik dari panitia, MKI, dan M&amp;amp;C Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menarik adalah adanya stand komik dari Bengkel Qomik yang menampilkan komik paling gress dari mereka, “Street Soccer”. Dari hasil ngobrol dengan beberapa anggota BQ (begitu Bengkel Qomik sering disingkat), komik bertema sepak bola yang dicetak sebanyak 5.000 exemplar bersama de-ngan pernak-perniknya tersebut menyedot biaya produksi tak kurang dari 30 juta rupiah! Angka yang lumayan besar untuk ukuran studio komik inde-pendent. Mereka bahkan menyebutnya sebagai revolusi komik dari Solo. Selain hasil dari patungan para anggotanya, biaya tersebut juga datang dari para donatur dan investor. Hal tersebut setidaknya menunjukkan sebuah manajeman studio komik yang cukup lengkap karena sudah ada bagian yang menangani urusan promosi, penjualan dan humas. Hal yang patut dicontoh bagi studio komik lainnya. Bahkan BQ cukup gencar dalam hal promosi ini, terbukti dengan adanya preview dalam kemasan yang cukup wah dan dibagikan secara gratis, ditambah poster sebagai bonus untuk setiap pembeli komik Street Soccer, dan tak lupa beberapa stiker keren sebagai sisipannya. Tak sampai situ, mereka juga mengeluarkan VCD wawancara de-ngan para kru mengenai proses penggarapan Street Soccer! Dan kalau masih belum cukup juga, tersedia &lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/perangkomik_3.jpg" align="left" /&gt;banyak merchandise seperti kaos, pin, note book, gan-tungan kunci, postcard dan lainnya! Wow! Asal tau aja, merchandise tersebut justru lebih cepat ludes terjual pada setiap acara komik yang mereka ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bengkel Qomik berdiri sejak tahun 1998 dan memilik anggota 16 orang sampai sekarang. Bermarkas di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo 51, Mangkubumen, Solo 57139. Selain memiliki divisi yang khusus membuat komik, mereka juga memiliki divisi jasa yeng khusus melayani permintaan konsumen untuk membuat karya desain apa saja. Jadi kalau berminat, atau kalau mau sekedar kores-pondensi, bisa kontak melalui email ke:&lt;br /&gt;streetcoccer_info@yahoo.com [fs]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7567727-108977132825785821?l=reportase_indicomic.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/feeds/108977132825785821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7567727&amp;postID=108977132825785821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/108977132825785821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/108977132825785821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/2004/07/perang-di-grogol-revolusi-di-solo.html' title='Perang di Grogol, Revolusi di Solo'/><author><name>indicomic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598046137204777910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13462852946819860449'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7567727.post-108926630504554295</id><published>2004-07-07T22:57:00.000-07:00</published><updated>2004-10-28T21:30:09.840-07:00</updated><title type='text'>Pekan Komik dan Animasi Nasional ke IV - Yogyakarta, 6-12 September 2003</title><content type='html'>Diawali dengan berangkat menggunakan kereta setan, berangkat jam 8 malem, dan&lt;br /&gt;sampai Yogya sekitar jam 9 pagi. Kenapa kereta setan? Karena berhenti di setiap&lt;br /&gt;stasiunnya lebih lama dari pada perjalanannya itu sendiri. Belakangan baru tau&lt;br /&gt;gw kalo kakus di kereta itu bablas langsung jatoh ke bumi. weh, hebat PJKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/pkan4_1.jpg" align="left" /&gt;Hari pertama, Sabtu tanggal 6, pembukaan dimulai jam 6 sore, mundur beberapa&lt;br /&gt;jam gara-gara Pak Mentri yang terhormat terlambat datang. Acara pembukaannya&lt;br /&gt;dimeriahkan dengan penari seksi yang ganjen namun berkelamin jantan. Mereka&lt;br /&gt;berdandan lebih seronok dari wanita. Kacau juga ternyata orang Yogya.&lt;br /&gt;Selain ada pameran komik, ada juga animasinya. Banyak film-film animasi yang&lt;br /&gt;kualitasnya cukup menggembirakan sebagai gerakan awal. Contohnya ya yang dari&lt;br /&gt;Kasat Mata itu. Tapi sayangnya, lokasi pameran berada dekat pasar dengan pintu&lt;br /&gt;masuk yang agak susah keliatan. Beberapa rekan peserta mengatakan pamerannya&lt;br /&gt;sepi pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/pkan4_2.jpg" align="right" /&gt;Hari Minggunya, gw kenalan ama Athonk dari Old Skull, ketemu juga ama Rayteda dari&lt;br /&gt;Komikers Studio Semarang, trus rekan-rekan dari Papillon Semarang. Menurut pengamatan&lt;br /&gt;Athonk, peserta PKAN makin bertambah dibanding PKAN pertama yang ia ikuti dulu.&lt;br /&gt;Bahkan menurut sang istri yang kelahiran Amerika, pada PKAN ke IV ini sudah mulai&lt;br /&gt;karakter komik Indonesianya, karena kalau dibanding yang dulu-dulu, komik Indonesia&lt;br /&gt;hampir seluruhnya mirip komik Jepang. Well, bagus lah kalau begitu.&lt;br /&gt;Malamnya, di pelataran parkirnya disediakan pangung untuk unjuk kreasibagi yang suka&lt;br /&gt;main band. Walau gak nonton dari awal, tapi gw bisa ambil kesimpulan bahwa band di&lt;br /&gt;Yogya bagus-bagus. an yang lebih asiknya lagi, MC-nya itu loh, gila abis. Lucu aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seninnya baru gw sempet wawancara ama Athonk, Agung Komikaze, Dwi Koen Panji Koming,&lt;br /&gt;Suryo Komik Cinta. Dan berencana untuk mewawancara beberapa orang lainnya. Juga mencatat&lt;br /&gt;diam-diam diskusi yang bertajuk "Curhat Komik". Disini teman-teman komikus asli curhat&lt;br /&gt;tentang permasalahan dan pengalaman mereka tentang mengomik.&lt;br /&gt;Oya, satu hal, akhirnya gw bisa juga pesen domain sendiri untuk situs ini, dengan nama&lt;br /&gt;indicomic.com...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.microstac.com/ic/reportase/pkan4_3.jpg" align="left" /&gt;Senin, masih ada pertunjukan musik. Tapi gak diatas panggung, hanya di lobi masuk ke&lt;br /&gt;gedung. Musiknya pun musik keroncong. Nama grupnya "keroncong chaos". nah, dari namanya,&lt;br /&gt;tau sendiri dah gimana penampilannya. Di tambah penari latar (sebetulnya di depan ding)&lt;br /&gt;yang kacau punya. Dua orang cowo dengan dandanan seronok dengan gaya joget yang nyeleneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari selasa, gw wawancara ama Alfi 2 warna dan Eko daging tumbuh. Malemnya gw pulang, dan&lt;br /&gt;gak bisa ikut ampe hari terakhir. Setelah nyampe Jakarta, gw ke Bogor naik kereta jabotabek,&lt;br /&gt;karena cape, gw ketiduran. kantong plastik berisi oleh-oleh makanan, komik indi berikut&lt;br /&gt;merchandisenya, kartu nama, master komik manusia kecoa n Jon Neourotic gw, hasil wawancara,&lt;br /&gt;plus sandal jepit, gw taro di situ, disimpen di atas. Pas gw bangun, plastiknya udah ilang!&lt;br /&gt;Anjir banget gak tuh maling! Kalo malingnya baca tulisan ini, kembaliin komik-komik gw, kalo&lt;br /&gt;nggak, gw sumpahin lu ketangkep massa n dibakar hidup-hidup!&lt;br /&gt;Sori buat Mas Athonk, Eko Daging Tumbuh, Alfi 2 warna, wawancaranya blom bisa gw muat&lt;br /&gt;karena catatannya ilang. Mungkin bisa kita lakukan lagi lewat imel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut panitia, juga dikatakan oleh Dwi Koen, PKAN berikutnya akan dilaksanakan di&lt;br /&gt;Bandung. Semoga saja pada PKAN ke V tersebut akan lebih baik semua-muanya. Oya, menurut&lt;br /&gt;Beng Rahardian, seorang komikus asal Yogya, ia bersama beberapa rekan lainnya,&lt;br /&gt;diantaranya Athonk Old Skull, mereka juga akan mengadakan pameran komik bertarap&lt;br /&gt;Asia di Indonesia. Ini berita bagus tentunya, karena diharapkan hal tersebut&lt;br /&gt;akan bisa membantu semakin berkembangnya komik di Indonesia. Ok, demikian dulu.&lt;br /&gt;Mengenai penutupannya, mungkin akan ditambahkan kemudian mengambil masukan dari&lt;br /&gt;pihak lain. Dari panitia MKI misalnya.&lt;br /&gt;Sampai jumpa di Bandung, di PKAN V.&lt;br /&gt;Sukses komik Indonesia![*](Fs)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7567727-108926630504554295?l=reportase_indicomic.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/feeds/108926630504554295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7567727&amp;postID=108926630504554295' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/108926630504554295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/108926630504554295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/2004/07/pekan-komik-dan-animasi-nasional-ke-iv.html' title='Pekan Komik dan Animasi Nasional ke IV - Yogyakarta, 6-12 September 2003'/><author><name>indicomic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598046137204777910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13462852946819860449'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7567727.post-108926622407394822</id><published>2004-07-07T22:55:00.000-07:00</published><updated>2004-07-07T22:57:04.073-07:00</updated><title type='text'>PAMERAN KOMIK KOTA DI PUSAT KEBUDAYAAN PERANCIS</title><content type='html'>Pameran ini bertempat di Pusat kebudayaan Prancis Salemba Jakarta. Bertema &lt;br /&gt;tentang wajah kota dalam komik. Pamerannya sendiri sebetulnya hanya dalam ruangan&lt;br /&gt; yang tak terlalu luas. Komik yang didisplay pun tak terlalu banyak, terdiri dari&lt;br /&gt; karya orang prancis dan karya lokal. Bahka ada komik yang sengaja dibuat dengan &lt;br /&gt;kanvas dalam ukuran yang besar, lebih dari 1 meter tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang asik, di arena pemeran disediakan komik2 dalam bahasa prancis milik CCF dan &lt;br /&gt;komik lokal milik MKI, dan pengunjung yang datang bisa membaca komik2 tersebut &lt;br /&gt;sambil selonjoran di karpet dan bantal yang empuk, ditemani musik prancis yang &lt;br /&gt;mungkin terasa asing ditelinga kita.Pengunjung yang datang kebanyakan adalah orang yang kursus bahasa Prancis di CCF tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain pameran, ada pula workshop, yang acaranya dipandu oleh Agung dari Komikaze. &lt;br /&gt;Agung dan Beng datang dari Yogya untuk menghadiri acara tersebut. Sayang saya gak &lt;br /&gt;bisa ketemu sama Beng, cuma ketemu sama Agung doang.&lt;br /&gt;Seperti biasa, MKI menggelar bazar komik. Koleksinya saya liat agak bertambah,&lt;br /&gt; mungkin hasil perjalanan ke Yogya dan ke Malang sebelumnya, jadi ada komik dari&lt;br /&gt; Yogya dan Solo yang ikut dijual, seperti dari Street Soccer dari Bengkel Komik, &lt;br /&gt;zine haramjadah dari Komikaze, juga ada komik karya Beng Rahardian. Dan tentunya &lt;br /&gt;dijual juga majalah indi indicomic.com ini.&lt;br /&gt;Kalian pada datang gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, see u in another comic event.[*](Fs)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7567727-108926622407394822?l=reportase_indicomic.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/feeds/108926622407394822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7567727&amp;postID=108926622407394822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/108926622407394822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/108926622407394822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/2004/07/pameran-komik-kota-di-pusat-kebudayaan.html' title='PAMERAN KOMIK KOTA DI PUSAT KEBUDAYAAN PERANCIS'/><author><name>indicomic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598046137204777910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13462852946819860449'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7567727.post-108926608759917005</id><published>2004-07-07T22:54:00.000-07:00</published><updated>2004-07-07T22:54:47.600-07:00</updated><title type='text'>PEKAN KOMIK INDONESIA III, MALANG</title><content type='html'>Pekan Komik Indonesia III, sepertinya bakal menjadi penutup rangkaian acara &lt;br /&gt;perkomikan di tanah air untuk tahun ini. Sepanjang tahun 2003, berturut-turut &lt;br /&gt;diselenggarakan Pekan Komikasia di Bandung, PEKAN4 (Pekan Komik dan Animasi &lt;br /&gt;Nasional) di Jokja, dan PKI-3 di Malang. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Acara yang diprakarsai HMJ Seni dan Desain-UM, pada 6-10 Oktober 2003 di gedung&lt;br /&gt; Sasana Krida Universitas Negeri Malang itu menghadirkan rentetan mata acara &lt;br /&gt;seminar, pameran, performance art, pemutaran dan diskusi karya animasi lokal, &lt;br /&gt;serta dimeriahkan dengan gelaran berbagai lomba. Nyaris tak ada perbedaan format &lt;br /&gt;dan keragaman yang mencolok dalam event yang diikuti 14 studio komik itu dibandingkan &lt;br /&gt;dengan event-event sejenis berskala sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang ada, mungkin jika dibandingkan dengan kegiatan yang berselisih sebulan&lt;br /&gt; darinya, PEKAN4. Acara yang disebut terakhir ini, memang terbilang cukup akbar dan &lt;br /&gt;memanjakan pesertanya. 20 studio komik yang mengikutinya, tak hanya berasal dari&lt;br /&gt; Indonesia. Studio komik dari negeri tetangga seperti Kamboja juga turut berpartisipasi. &lt;br /&gt;Belum lagi jika dibandingkan dengan event pada bulan Maret lalu, Pekan Komikasia, &lt;br /&gt;yang diselenggarakan di ITB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal penampilan dan gaung, jelas PKI-3 berbeda jauh dengan PEKAN4. “Mestinya &lt;br /&gt;itu bukan masalah. Keduanya memang bukan untuk diperbandingkan”, tukas Beng Rahadian.&lt;br /&gt; Staf pengajar ISI yang juga mantan panitia PEKAN4 itu dalam kesempatan itu juga &lt;br /&gt;menjadi partisipan PKI-3. “anggap saja PEKAN kemaren itu keberuntungan kita hingga &lt;br /&gt;bisa dapet dukungan dana dari Diknas”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedianya, event perkomikan itu ingin mengusung tema online comic sebagai bentuk &lt;br /&gt;diversifikasi media komik Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Acaranya gak nyambung dengan temanya. Mungkin tema yang diangkat itu terlalu berat &lt;br /&gt;untuk sekarang”, tukas Nangnang dari studio Badjak Laoet. Studio komik dan animasi &lt;br /&gt;dari Malang itu tercatat mengikuti Pekan Komik Indonesia sejak PKI pertama. “Rasanya &lt;br /&gt;kita belum saatnya tuh ngangkat tema ini. Apalagi kalau komik online mau dijadikan &lt;br /&gt;media baru dalam berkomik”, dukung Iyok dari Bengkel Qomik yang berasal dari Solo, &lt;br /&gt;di kesempatan berlainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menuai keluhan dari peserta maupun pengunjung, PKI-3 juga banyak mendapat &lt;br /&gt;pujian karena mampu memunculkan suasana lebih akrab antar semua elemennya. Suasana &lt;br /&gt;macam inilah yang sebenarnya diharapkan dari event-event komunitas indie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Penting&lt;br /&gt;Diam-diam, di luar agenda yang direncanakan panitia PKI-3, terjadi pertemuan insidental &lt;br /&gt;yang punya makna penting. Dalam pertemuan usai penutupan pameran hari ke-2, berkumpul &lt;br /&gt;perwakilan-perwakilan 14 studio komik yang menyertai PKI-3. Di situ mereka berusaha &lt;br /&gt;memformulasikan dan merevitalisasi pergerakan komik Indonesia. Nyaris tak ada isu baru&lt;br /&gt; yang diangkat dalam pertemuan itu. Masalah seputar keberadaan database nasional, &lt;br /&gt;information centre, dan pusat dokumentasi, masih menjadi isu sentral dalam pertemuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita kecolongan lagi. Dalam Art Biennale mendatang, event itu akan mengangkat tema &lt;br /&gt;pengaruh komik dalam senirupa. Belum lagi, di buku Komik Indonesia, banyak sekali yang&lt;br /&gt; terlewatkan. Masak nama komikus sebesar Teguh Santosa bisa gak masuk dalam bahasannya?”, &lt;br /&gt;ekspos Beng Rahadian. Beliau mengungkapkan fakta-fakta menarik sebagai lambaran perlunya &lt;br /&gt;keberadaan sebuah pusat dokumentasi perkomikan Indonesia. Dalam kesempatan itu pula, &lt;br /&gt;disosialisasikan keberadaan Rumah Komik di Jogja sebagai inisiatif aktifitas dokumentasi &lt;br /&gt;perkomikan nasional. Keberadaannya setidaknya dimotori oleh Komikaze, dan galeri komik &lt;br /&gt;Daging Tumbuh. Meski demikian, mereka menandaskan bahwa Rumah Komik bukanlah semata &lt;br /&gt;milik para penggagasnya, dan akan senantiasa menjadi ajang terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajang yang sama, MKI (Masyarakat Komik Indonesia) juga mengokohkan formatnya &lt;br /&gt;sebagai jaringan fraktal terbuka setelah bertukar pendapat dengan peserta lainnya. &lt;br /&gt;Dengan format baru itu, dimungkinkan keberadaan MKI-MKI di daerah-daerah yang jauh &lt;br /&gt;dari jangkauan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita ingin MKI bisa jadi milik kita bersama dan networknya bisa jalan. Gak perlu &lt;br /&gt;ada pusat atau pinggiran, sehingga semua yang di sini bisa bilang: aku orang MKI”, &lt;br /&gt;cetus Bang Firmansyah yang semenjak awal getol mensosialisasikan visinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agung dari Komikaze Jogja, “yang penting bukan nama MKI-nya, tapi inisiatif &lt;br /&gt;masing-masing elemen untuk menyumbangkan potensinya bagi perkembangan perkomikan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu akhirnya juga menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain pembangunan &lt;br /&gt;database komik berbasis web yang akan dimotori Komikaze99.com, Endonesa.net, dan MKI &lt;br /&gt;Jakarta. Selain itu, masing-masing juga bertindak sebagai inisiatif pusat informasi &lt;br /&gt;di daerahnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus bawah&lt;br /&gt;PKI-3 bolehjadi sudah berhasil menjadi ajang gathering dan eksposur karya komikus &lt;br /&gt;nasional. Namun hal itu tentu tak bisa membuat suara-suara ketidakpuasan publik &lt;br /&gt;atasnya dilalaikan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayang sekali, Dik. Saya ini sebetulnya ke sini ingin cari komik anak, tapi nggak ada”, &lt;br /&gt;keluh seorang ibu yang sudah dengan tekun berkeliling dari satu stand ke stand lainnya &lt;br /&gt;bersama si buah hati. Karya-karya komik yang ada dari berbagai event komik nasional, &lt;br /&gt;termasuk PKI-3, menunjukkan belum adanya diversifikasi segmen pasar komik dari sudut &lt;br /&gt;usia. Dari segmen usia, semua karya komik memang masih ditujukan untuk kalangan muda. &lt;br /&gt;Keberadaan komik anak-anak, yang notabene merupakan konsumen terbesar komik, masih &lt;br /&gt;belum terpenuhi sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sebagai sebuah event berlabel Indonesia, hendaknya PKI-3 tak hanya melibatkan &lt;br /&gt;studio-studio komik di Jawa saja. “Namanya gak sesuai dengan acaranya”, tanggap Sosiawan Hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelaran kali inipun boleh dibilang tak seramai gelar PKI-1 dari segi kemeriahan dan &lt;br /&gt;volume pengunjung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin karena venuenya di kampus, yang dateng kurang banyak. Banyakan panitia dari &lt;br /&gt;pesertanya”, saran Tika partisipan dari Jogja dengan sedikit berseloroh. Gadis berjilbab &lt;br /&gt;ini mengatakan, bahwa ramainya acara PEKAN4 bolehjadi juga karena faktor lokasi. &lt;br /&gt;PEKAN4 berlokasi di area Malioboro, belakang Benteng Vredenburg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, suara-suara keluhan itu beberapa sudah sampai juga ke telinga panitia. &lt;br /&gt;“Banyak yang mengeluhkan tampilan visualnya yang kurang matang. Yang dibutuhkan &lt;br /&gt;memang tampilan visual yang lebih menyatu sebagai sebuah acara pameran bersama”, &lt;br /&gt;ungkap Sasa yang menjadi anggota steering comittee dalam acara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang unik&lt;br /&gt;Stand milik komunitas portal, menghadirkan nuansa lain dibanding stand-stand lainnya. &lt;br /&gt;Jika stand studio komik lainnya memajang karya-karya komik dan berjualan komik beserta &lt;br /&gt;merchandisenya, lain halnya dengan yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Portal menghadirkan “Comic In Box”, yang ternyata merupakan bentukan alternatif &lt;br /&gt;menampilkan komik. Komik tak hanya bermediakan kertas, namun juga bisa dengan tata &lt;br /&gt;lampu dan suara—seperti yang mereka sajikan. Tiap hari, tontonan yang hanya berkapasitas &lt;br /&gt;1 orang tiap kali pemutaran itu hampir tak pernah sepi dari antrean pengunjung. Judul, &lt;br /&gt;tata visual, dan konfigurasinya senantiasa memancing rasa penasaran. Tak heran kalau TPI&lt;br /&gt; dan RCTI dalam liputannya juga melirik kreatifitas mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kalah unik, adalah kehadiran studio Rumpee dari Jakarta. Selain dekorasinya &lt;br /&gt;yang minimalis, pemilik standnya juga tak pernah nampak di lokasi!![*]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;words by  &lt;strong&gt;Dhista&lt;/strong&gt;, as requested by panitia PKI-3&lt;br /&gt;diambil dari www.endonesa.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7567727-108926608759917005?l=reportase_indicomic.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/feeds/108926608759917005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7567727&amp;postID=108926608759917005' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/108926608759917005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/108926608759917005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/2004/07/pekan-komik-indonesia-iii-malang.html' title='PEKAN KOMIK INDONESIA III, MALANG'/><author><name>indicomic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598046137204777910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13462852946819860449'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7567727.post-108926197722324406</id><published>2004-07-07T21:45:00.000-07:00</published><updated>2004-07-07T22:51:41.146-07:00</updated><title type='text'>Laporan Singkat yang Sangat Terlambat Kunjungan ke Tokyo International Animation Fair 2004</title><content type='html'>Kendati sangat terlambat, tapi tak urung saya memaksakan diri menuliskan&lt;br /&gt;laporan singkat pandangan mata dan hati ke Tokyo International Anime Fair&lt;br /&gt;2004 yang berlangsung 25-28 Maret 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, tanggal 27 Maret 2004, saya dengan mas Triyadi Guntur staf&lt;br /&gt;pengajar DKV-ITB dan uni Nedina Sari staf pengajar DP-ITB, menjejakkan kaki&lt;br /&gt;di Tokyo Big Sight, tempat di mana Tokyo International Anime Fair 2004&lt;br /&gt;diselenggarakan. Sebelumnya kami sempat 'angkaribung (bawa banyak gembolan)'&lt;br /&gt;yang kemudian dititipkan di locker Washington Hotel Ariake karena kami&lt;br /&gt;bergegas menuju lokasi segera setelah mendarat di bandara Narita, Tokyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memang terpaksa memilih tiba di acara tersebut pada tanggal 27 Maret&lt;br /&gt;karena berbagai hal, terutama persiapan berangkat yang serba mendadak dan&lt;br /&gt;kurang terencana. Awalnya saya berpikir akan berangkat sendirian, namun mas&lt;br /&gt;Guntur &amp; uni Nedina dengan serta merta menyediakan diri untuk menemani&lt;br /&gt;dengan catatan siap bermodal kocek sendiri dulu, karena dana hibah yang kami&lt;br /&gt;terima dari The Sumitomo Foundation untuk mendukung keberangkatan kami ini&lt;br /&gt;baru sebatas pemberitahuan tertulis dan belum diterima dananya. Alih-alih&lt;br /&gt;bisa leluasa mengatur waktu kunjungan, terpaksa kami membuat jadual&lt;br /&gt;kunjungan yang ketat saat kami ke Jepang kali ini, maksimal lima hari terus&lt;br /&gt;pulang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya Kosei Ono-sensei, sahabat kita yang tampil jadi pembicara di&lt;br /&gt;KOMIKASIA 2003 lalu mengundang kami hadir pada tanggal 26 Maret-nya, karena&lt;br /&gt;pada saat tersebut beliau kebetulan sedang menjuri-i (maksudnya menjadi&lt;br /&gt;juri) Tokyo International Anime Award Competition 2004. Tanggal 25 &amp; 26&lt;br /&gt;Maret 2004 memang dikhususkan sebagai business days yang tertutup untuk umum&lt;br /&gt;kecuali bagi para pelaku bisnis animasi, pers, peserta dan juri kompetisi&lt;br /&gt;yang diselenggarakan berkenaan dengan Tokyo International Anime Fair 2004.&lt;br /&gt;Lebih dari 180 peserta pameran bergabung dalam acara besar ini, mulai dari&lt;br /&gt;A.D. Vision, Inc., BANDAI, Studio Ghibli &amp; Ghibli Museum, Mitaka, Japanime&lt;br /&gt;Co., Ltd, NAMCO, Shogakukan, Toei Animation Co., Tokyo University of&lt;br /&gt;Technology sampai dengan Yoyogi Institute of Animation. Dominasi peserta&lt;br /&gt;memang berasal dari Jepang sendiri, dan sebagian kecil saja dari negeri&lt;br /&gt;paman Sam, China, Taiwan dan Korea, saya kira, katanya sih ada lima belas&lt;br /&gt;negara asing peserta. Indonesia diwakili kami sebagai pengunjung yang cuma&lt;br /&gt;bisa menelan ludah...kabita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokyo International Anime Fair 2004 terdiri dari 3 (tiga) kegiatan besar&lt;br /&gt;yaitu Pameran, Kompetisi-kompetisi &amp; event seperti simposium dan workshop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Hall Pameran bagian Timur Tokyo Big Sight, acara utama pameran&lt;br /&gt;Tokyo International Anime Fair 2004 berlangsung semarak. Pada 25-26 Maret&lt;br /&gt;2004 berlangsung Press Conference dan Symposium. Di ruang Konferensi 609&lt;br /&gt;berlangsung Workshop bertemakan : "Taiwan's Anime Business Aiming at Chinese&lt;br /&gt;Market" - Present situation of Taiwan's animation industry and possibilities&lt;br /&gt;of Japan-Taiwan-alliance-. Ada juga pojok Creator's World: berisikan 13&lt;br /&gt;(tigabelas) kelompok kreator yang mempresentasikan keunggulan dan&lt;br /&gt;kemutakhiran karya mereka, gagasan-gagasan dan strategi-strateginya dst.,&lt;br /&gt;yang dipenuhi berbagai kemungkinan dan talenta. Ada Anime Rookies yang&lt;br /&gt;menunjukkan peluang-peluang pertukaran yang dirancang untuk para kreator&lt;br /&gt;yang mencoba meraih sukses dalam beragam bidang garapan industri animasi&lt;br /&gt;seperti halnya sebagai character designer, planner, writer, music producer,&lt;br /&gt;dst. Yang menjadi primadona panggung adalah Special Exhibition yang&lt;br /&gt;mempertontonkan secara dinamis sejumlah animasi populer dari masa ke masa&lt;br /&gt;dan dari generasi ke generasi di samping diselenggarakannya Anime Theater&lt;br /&gt;pada 27 &amp; 28 Maret di Reception Hall A &amp; B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kosei Ono-sensei, sejumlah animasi yang dinominasikan memang banyak&lt;br /&gt;yang baik dari segi teknik, cerita, tatavisual dan tataaudionya sekalian.&lt;br /&gt;Misalnya versi baru Mobile Suit Gundam Seed karya produser Fumikumi Furusawa&lt;br /&gt;sebagai Animation of the Year 2004, robot anime yang dikembangkan mutakhir&lt;br /&gt;yang menandai usia 25 tahun sejak The First Gundam di-release.Sutradara&lt;br /&gt;Tae-Ho Han dari Korea membukukan prestasi memperoleh Grand Prize lewat&lt;br /&gt;animasi Africa a.F.r.I.c.A. Lahir 14 Mei 1965 Tae Ho Han telah menjalani&lt;br /&gt;karirnya di bidang animasi sejak menjadi animator lokal di Seoul hingga di&lt;br /&gt;Universal Studios dan Warner Bross USA. Astro Boy tokoh kojo-nya Osamu&lt;br /&gt;Tezuka  yang legendaris juga masuk nomination entries untuk kategori animasi&lt;br /&gt;televisi bersama dengan Mobile Suit Gundam Seed dan Fullmetal Alchemist.&lt;br /&gt;Yang juga menurut Ono-sensei berbakat adalah Shoji Kawamori dengan karyanya&lt;br /&gt;Macross Zero nomination entries untuk kategori video orisinal bersama&lt;br /&gt;Animatrix.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi teranyar dari Ono-sensei yang langsung disambut mas Guntur adalah&lt;br /&gt;keistimewaan film animasi Kirikou asal Prancis. Mas Guntur dengan sigap&lt;br /&gt;memburu DVD film teranyar itu dan membawanya pulang mudik ke Kudus...eh&lt;br /&gt;Bandung. Yang berminat menonton (atau membajak?)silahkan kontak mas Guntur&lt;br /&gt;di DKV-ITB, dengan catatan kalau ybs. tidak keberatan dipinjami DVD-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 28 Maret hari terakhir event tersebut kami berbincang lama&lt;br /&gt;seputar perkembangn komik dan animasi di Asia Tenggara dengan Ono-sensei&lt;br /&gt;ditemani Ms. Reiko Yoshida, dari penerbit Ushio Shuppansha Co. Ltd. (mungkin&lt;br /&gt;kedudukannya seperti mbak Retno Kristy dari Elex Media itu lho, ya). Yang&lt;br /&gt;mengesankan adalah seusai menjamu kami makan ala Jepang kami didaulat untuk&lt;br /&gt;menyaksikan keindahan bunga Sakura yang sedang mekar pada saat itu. Kami&lt;br /&gt;beruntung karena konon Sakura hanya mekar tidak lebih dari sepekan, dan&lt;br /&gt;mulai mekarnya justru ketika kami berada di Jepang saat ini. Pintar juga&lt;br /&gt;penyelenggara Tokyo International Anime Fair 2004 itu, selain juga masa itu&lt;br /&gt;bertepatan liburan musim semi anak-anak sekolah dasar dan menengah.&lt;br /&gt;Lengkaplah kemungkinan potential audience akan berkunjung ke Tokyo&lt;br /&gt;International Anime Fair 2004 karena daya tarik dan tempo yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info baru yang kami peroleh dari kunjungan itu adalah akan&lt;br /&gt;diselenggarakannya 8th Seoul International Cartoon &amp; Animation Festival.&lt;br /&gt;Kebetulan kami dibagi-bagi gratis DVD promo-nya.&lt;br /&gt;Ciamik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada kesempatan lebih untuk berbagi cerita, saya sambung lagi deh.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan nggak pada bosan.[*]&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tendy Y. Ramadin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;dari milis pengajian_komik_dkv@yahoogroups.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7567727-108926197722324406?l=reportase_indicomic.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/feeds/108926197722324406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=7567727&amp;postID=108926197722324406' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/108926197722324406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7567727/posts/default/108926197722324406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reportase_indicomic.blogspot.com/2004/07/laporan-singkat-yang-sangat-terlambat.html' title='Laporan Singkat yang Sangat Terlambat Kunjungan ke Tokyo International Animation Fair 2004'/><author><name>indicomic</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11598046137204777910</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13462852946819860449'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry></feed>