tag:blogger.com,1999:blog-75413082008-06-26T03:58:46.045+07:00Jendela LulukLulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comBlogger126125tag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-56766697971646610932008-06-26T03:54:00.001+07:002008-06-26T03:58:46.077+07:00birthday:)<br /><br /><a href="http://bp2.blogger.com/_fz09RNTQ1II/SGKxMK6-vvI/AAAAAAAAATY/d7HmgWRg6RY/s1600-h/Image00001.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215926141096738546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_fz09RNTQ1II/SGKxMK6-vvI/AAAAAAAAATY/d7HmgWRg6RY/s400/Image00001.jpg" border="0" /></a><br /><div></div><br /><div></div>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-3631798238767858852008-05-30T15:58:00.005+07:002008-05-30T16:44:07.887+07:00tugas prewed: gagal!<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_fz09RNTQ1II/SD_CW3iZn4I/AAAAAAAAATA/7r1VR2TkMjQ/s1600-h/Image00007.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_fz09RNTQ1II/SD_CW3iZn4I/AAAAAAAAATA/7r1VR2TkMjQ/s400/Image00007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206093392384728962" border="0" /></a><br /><p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span lang="IN">Sejauh mana Anda dapat memenuhi ‘assignment’? <o:p></o:p></span></span></p> <p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span lang="IN">Mungkin karena dari sananya saya selalu mengganggap tugas sebagai kewajiban, sehingga eksekusinya terasa berat dan butuh waktu untuk mengerjakannya. Tugas selalu berorientasi pekerjaan, bagi saya. <o:p></o:p></span></span></p> <p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span lang="IN">Arrgh! Ternyata tidak hanya itu! Dalam menjalankan hobi menekan tombol shutter pun, -sebagai salah satu tugas seorang kawan untuk menyelesaikan foto prewedding-nya, saya gagal! Foto-foto yang dihasilkan tidak cukup memuaskan saya. Entah kawan saya melihatnya bagaimana. Hmm.. perlu dikaji lagi poin-poin permasalahannya dimana. Satu permasalahan utama: saya motret tergantung ayunan mood!<o:p></o:p></span></span></p> <p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span lang="IN">Eh, tapi, saat lihat-ilhat lagi folder photo assignment kemarin itu, ah ada jg beberapa yang lumayan. Di deretan foto liputan!!! Apa emang bakat saya ada di foto liputan ya? Haha! :D<o:p></o:p></span></span></p> <p class="MsoNormal"><span style=";font-family:Tahoma;font-size:9;" lang="IN" ><span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:85%;" >Anyway, senang rasanya motret pasangan yang akan segera menikah. Saya suka aura optimis mereka. Yeah!! :)</span><o:p></o:p></span></p>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-53539670964673582442008-05-10T01:01:00.008+07:002008-05-10T04:11:38.287+07:00Difoto yuk, Wanda!<span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"></span><br /><div><a href="http://bp1.blogger.com/_fz09RNTQ1II/SCS786GgtHI/AAAAAAAAASg/t_ingbBtXFo/s1600-h/1.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198486524955505778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_fz09RNTQ1II/SCS786GgtHI/AAAAAAAAASg/t_ingbBtXFo/s400/1.jpg" border="0" /></a><br /><div><div><div align="justify"><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Apa sensasi yang kamu rasakan waktu dirimu difoto orang lain? Senang. Pasti senang. Seperti saat mematut bayangan diri di depan cermin --semakin sempurna penampilan, bertambah lebar senyum kamu kembangkan. </span></div><br /><div align="justify"><span style="font-family:verdana;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Pengalaman difoto memberikan harapan akan cerminan diri yang sempurna pada foto yang akan dihasilkan. Demi itu pulalah, tanpa disadari otot-otot wajah tertarik membentuk senyuman. Hehe.. menulis inipun, membuatku tersenyum. :) </span></div><br /><div align="justify"><span style="font-family:verdana;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Di ujung desa nun jauh di atas gunung, Wanda tahu ada yang akan memfotonya. Benda kotak hitam itu pasti alat untuk memfoto. Dia tahu itu, meski sepanjang ingatannya, tidak ada yang pernah memfotonya. Wanda senang, tapi malu. Aku belum mandi! jeritnya. </div></span><br /><br /><a href="http://bp2.blogger.com/_fz09RNTQ1II/SCS7DKGgtGI/AAAAAAAAASY/mrZxePzckrE/s1600-h/2.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198485532818060386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_fz09RNTQ1II/SCS7DKGgtGI/AAAAAAAAASY/mrZxePzckrE/s400/2.jpg" border="0" /></a><br /><span style="font-family:verdana;font-size:85%;"><div align="justify">Ibu mana yang tak senang anaknya difoto? Foto bisa ditempel di tembok ruang tamu, dipamerkan kepada setiap yang datang ke rumah, atau di waktu-waktu yang akan datang, dapat dilihat-lihat sendiri untuk mengenang masa kecil sang buah hati. Anak-anak akan tetap menjadi anak-anak di hati orangtua mereka, bukan? :)<br /><br />'Itu Wanda waktu umur 3 bulan', tunjuk sang ibu. 'cuma 1 itu aja foto yang ada'.<br />'Sekarang mah udah segede ini', tangannya menepuk pelan lengan Wanda, yang sekarang sibuk menarik reisluiting baju terbaiknya. Tak lupa topi turut disematkan.<br /><br /><br /><a href="http://bp1.blogger.com/_fz09RNTQ1II/SCS9G6GgtJI/AAAAAAAAASw/WNQMtGUOgN0/s1600-h/3.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198487796265825426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_fz09RNTQ1II/SCS9G6GgtJI/AAAAAAAAASw/WNQMtGUOgN0/s400/3.jpg" border="0" /></a><br />Sekarang coba lihat! Ini dia Wanda. Memegang foto diri yang diambilkan ibu dari tembok di atas pintu. Tanpa dikomando, senyumnya mengembang. Dia senang ada yang memfotonya. Ah, kami pun senang dengan senyum manismu, Wanda. Jadi anak yang baik yaa!</span> </div><div align="justify"></div><div align="justify"><br /><span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#c0c0c0;">#Pictures taken with Pentax K10D + DA18-55mm</span></div></div></div></div>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-71116752406278730482008-04-09T11:09:00.006+07:002008-04-09T14:08:59.387+07:00Teh Listy dan quote-nya<a href="http://bp0.blogger.com/_fz09RNTQ1II/R_xnZWTtsUI/AAAAAAAAARo/DgGdDTHeKes/s1600-h/tuesdays+with+morrie.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187134556006625602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_fz09RNTQ1II/R_xnZWTtsUI/AAAAAAAAARo/DgGdDTHeKes/s320/tuesdays+with+morrie.jpg" border="0" /></a><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">09/04 09:00 <em>Teh</em> Listyana, rekan di <a href="http://www.hsfindo.org/?con=patners_detail&mcxv=5">RMI</a> Bogor, mengirimkan sms: </span><div><div><span style="font-family:verdana;font-size:85%;"></span><span style="font-family:verdana;font-size:85%;"></div><br /><div align="justify"><span style="font-family:verdana;">"Mbak luluk, makasih ya buat pinjeman bukunya, saya baru selesai dg </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tuesdays_with_Morrie"><span style="font-family:verdana;">Tuesdays with Morrie</span></a><span style="font-family:verdana;">, hehe.. Saya nangis, padahal lagi di Stasiun Tanjung Barat, isi bukunya bukan sekedar indah, tapi kisah nyata yang memberi inspirasi dan pencerahan buat pembacanya. Kata <a href="http://www.gusdur.net/">Gus Dur</a>, adalah orang BODOH yang meminjamkan buku pada orang lain & hanya orang GILA yang mengembalikan bukunya. Saya nggak mau jadi ORANG GILA."<br /><br />-Untuk Gus Dur: <em>what a fantastic quote</em>! :-) </span></div>-Untuk <em>Teh</em> Listy: KEMBALIKAN BUKUKU..!!! (gggrrrhhhhh....)</span> <span style="font-family:verdana;font-size:78%;"><span style="font-size:85%;"><br /></div></span></span><br /><span style="font-family:verdana;font-size:78%;"><span style="font-size:85%;"></span></span>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-43638670014618735142008-04-07T23:51:00.005+07:002008-04-08T00:39:15.412+07:00what does love mean?<div align="justify"><a href="http://bp2.blogger.com/_fz09RNTQ1II/R_pbYWTtsRI/AAAAAAAAARQ/MKFmCKy-WZQ/s1600-h/tree+of+love.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186558394733801746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_fz09RNTQ1II/R_pbYWTtsRI/AAAAAAAAARQ/MKFmCKy-WZQ/s200/tree+of+love.jpg" border="0" /></a><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Chida, a friend who sent this message to me, said: it’s “tooth-achingly sweet”. :)<br /><br />---<br /><br /><span style="color:#cc0000;">A group of professional people posed this question to a group of 4 to 8 year-olds, "<strong>What does love mean</strong>?"<br /><br />The answers they got were broader and deeper than anyone could have imagined. See what you think:<br /><br />"When my grandmother got arthritis, she couldn't bend over and paint her toenails anymore.<br /><br />So my grandfather does it for her all the time, even when his hands got arthritis too. That's love." (Rebecca- age 8)<br /><br />"When someone loves you, the way they say your name is different. You just know that your name is safe in their mouth." (Billy - age 4)<br /><br />"Love is when a girl puts on perfume and a boy puts on shaving cologne and they go out and smell each other." (Karl - age 5)<br /><br />"Love is when you go out to eat and give somebody most of your French fries without making them give you any of theirs." (Chrissy - age 6)<br /><br />"Love is what makes you smile when you're tired." (Terri - age 4)<br /><br />"Love is when my mommy makes coffee for my daddy and she takes a sip before giving it to him, to make sure the taste is OK." (Danny - age 7)<br /><br />"Love is when you kiss all the time. Then when you get tired of kissing, you still want to be together and you talk more. My Mommy and Daddy are like that. They look gross when they kiss" (Emily - age 8)<br /><br />"Love is what's in the room with you at Christmas if you stop opening presents and listen." (Bobby - age 7)<br /><br />"If you want to learn to love better, you should start with a friend who you hate," (Nikka - age 6)<br /><br />"Love is when you tell a guy you like his shirt, then he wears it everyday." (Noelle - age 7)<br /><br />"Love is like a little old woman and a little old man who are still friends even after they know each other so well." (Tommy - age 6)<br /><br />"During my piano recital, I was on a stage and I was scared. I looked at all the people watching me and saw my daddy waving and smiling. He was the only one doing that. I wasn't scared anymore." Cindy - age 8)<br /><br />"My mommy loves me more than anybody. You don't see anyone else kissing me to sleep at night." (Clare - age 6)<br /><br />"Love is when Mommy gives Daddy the best piece of chicken." (Elaine-age 5)<br /><br />"Love is when Mommy sees Daddy smelly and sweaty and still says he is handsomer than Robert Redford." (Chris - age 7)<br /><br />"Love is when your puppy licks your face even after you left him alone all day." (Mary Ann - age 4)<br /><br />"I know my older sister loves me because she gives me all her old clothes and has to go out and buy new ones." (Lauren - age 4)<br /><br />"When you love somebody, your eyelashes go up and down and little stars come out of you." (Karen - age 7)<br /><br />"Love is when Mommy sees Daddy on the toilet and she doesn't think it's gross." (Mark - age 6)<br /><br />"You really shouldn't say 'I love you' unless you mean it. But if you mean it, you should say it a lot. People forget." (Jessica - age 8)<br /><br />And the final one -- Author and lecturer Leo Buscaglia once talked about a contest he was asked to judge. The purpose of the contest was to find the most caring child. The winner was a four year old child whose next door neighbor was an elderly gentleman who had recently lost his wife. Upon seeing the man cry, the little boy went into the old gentleman's yard, climbed onto his lap, and just sat there.<br /><br />When his Mother asked what he had said to the neighbor, the little boy said, "Nothing, I just helped him cry".<br /><br />---<br /><br /><span style="color:#000000;">your turn now. what does love mean to you? :)</span><br /></div></span></span>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-82642203431468161782008-04-04T12:36:00.005+07:002008-04-04T13:43:49.344+07:00Launching Buku Mengenang 100 Tahun HAMKA<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_fz09RNTQ1II/R_XBjWTtsOI/AAAAAAAAAQ4/pNpuvYVlvx8/s1600-h/IMG+buku+buyahamka+2.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_fz09RNTQ1II/R_XBjWTtsOI/AAAAAAAAAQ4/pNpuvYVlvx8/s400/IMG+buku+buyahamka+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185263359014842594" border="0" /></a><br /><p style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span lang="IN">Iseng <span style="font-style: italic;">ngebet</span> koran pagi ini dan nggak sengaja “nemu” pemberitahuan acara launching buku Mengenang 100 tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Haji_Abdul_Malik_Karim_Amrullah">HAMKA</a> di <a href="http://www.al-azhar.ac.id/">Al-Azhar Kebayoran</a> Minggu lusa. Saya seumur-umur baru baca mahakarya beliau yang jadi bacaan wajib kala sekolah dulu: </span><span style="" lang="IN"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dibawah_Lindungan_Ka%27bah">Di Bawah Lindungan Ka'bah</a> (Balai Pustaka, 1936) dan <a href="http://www.ujanailmu.com.my/pd_tenggelamnya_kapal_van_der_wijck.cfm">Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck</a> (Balai Pustaka, 1937). Malu juga, dan ini bikin penasaran saya akan buku baru mengenang diri beliau. Juga, w</span><span lang="IN">uuh, para pengisi acaranya asik punya! Ah, andai saja saya sudah punya lensa tele untuk “nangkep” orang-orang penting ituh, hehe.. </span></span></p><div style="text-align: justify;"> </div><p style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span lang="IN"><o:p> </o:p></span></span></p><div style="text-align: justify;"> </div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size:85%;"><span lang="IN"><span style="font-family:verdana;">Oke, Minggu 6 April – Aula Buya Hamka, Al-Azhar Kebayoran. <span style="font-style: italic; font-weight: bold;">Marked!</span></span></span></span></div><p class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span lang="IN"> </span></span></p>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-47601516252100369442008-04-01T15:34:00.005+07:002008-04-01T17:25:14.357+07:00Kue Kacamata<div align="justify"><a href="http://bp2.blogger.com/_fz09RNTQ1II/R_H4MmTtsMI/AAAAAAAAAQo/7Ob8bzSccNE/s1600-h/kue+kacamata+2.jpg"><span style="font-size:85%;"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184197541405503682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_fz09RNTQ1II/R_H4MmTtsMI/AAAAAAAAAQo/7Ob8bzSccNE/s200/kue+kacamata+2.jpg" border="0" /></span></a><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Kemarin pagi, ibu saya terlihat lebih sibuk dari biasanya. <em>Ngutek-ngutek</em> sendiri di dapur, dan tak lebih dari jam 10 pagi sudah terlihat hasilnya: berpotong-potong kue seperti gambar disamping: pisang nangka dalam balutan singkong parut campur gula Jawa yang direbus dalam gulungan daun pisang. Sebelum disajikan, taburan kelapa parut menambah cita rasa gurih kue tradisional ini. </span></div><div align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"></span> </div><div align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-family:verdana;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Seingat saya, penganan ini banyak beredar kala saya duduk di bangku sekolah dasar. Citra penjualnya pun masih terekam baik dalam kepala. Seorang ibu paruh baya dengan rambut tergelung, mengenakan kain lusuh, dan membawa bakul serupa dengan bakul jamu berisi aneka jajanan pasar pemuas selera bocah-bocah cilik ingusan di SD kampung saya. Untuk penganan serupa yang ibu saya buat ini, saya ingat betul namanya kue kacamata. </span></div><div align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"></span> </div><div align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-family:verdana;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Karena hari sebelumnya ada kegiatan di lapangan, hari itu saya berangkat ke kantor agak siang dengan berbekal sekotak mahakarya ibu. Ita, seorang rekan kerja, dengan <em>sumringah</em> mengingatnya sebagai kue mata bagong. Arafat lain lagi, di daerah asalnya di Pontianak, dia pernah membantu membuat kue ini dari sekian banyak jajanan pasar yang dijual ibunya ke pasar. <em>Jadi ingat kampung halaman aku</em>, katanya. Ai, sohib dekat, ngotot menamakan kue ini sebagai kue pelangi, akibat dulu sewaktu kecil adonan singkong parut-nya berwarna-warni laksana pelangi. Poppy, asal Medan, bernostalgia pernah membuatnya ini bersama teman-teman SD-nya. </span></div><div align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"></span> </div><div align="justify"><span style="font-family:verdana;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;"><em>Wah, gile!</em> Kue sesederhana ini ternyata dikenali semua yang mencicipinya. </span><span style="font-family:verdana;">Tak disangka, kepopuleran kue kacamata menyebar dari Sumatera, Jawa, sampai Kalimantan. </span></span></div><div align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"></span> </div><div align="justify"><span style="font-family:verdana;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Yeah, kue kacamata menyatukan Indonesia! :)</span><br /></span></span></div>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-71428906753399927282008-03-20T16:16:00.005+07:002008-03-20T17:46:27.013+07:00Half-brilliant<div align="justify"><a href="http://bp3.blogger.com/_fz09RNTQ1II/R-I44mTtsKI/AAAAAAAAAQY/XTCLcIkeuL8/s1600-h/1-1+intisari.jpg"><span style="font-size:85%;"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179765066436554914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_fz09RNTQ1II/R-I44mTtsKI/AAAAAAAAAQY/XTCLcIkeuL8/s200/1-1+intisari.jpg" border="0" /></span></a><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Hai! Halo! Apa kabar semua? Lama tak bersua, tentu banyak perubahan yang terjadi di sekeliling kita. Alhamdulillah sekarang saya sudah <em>back for good</em> (istilah kerennya, hehe..) ke Jakarta -Indonesia tercinta. Cukup sudah setahun di Belanda mengejar impian: merasakan belajar di lingkungan serba asing, mencermati perilaku serba unik penduduknya dan menjelajah Eropa daratan dalam situasi serba keterbatasan.. errr.. pernah denger istilah <em>backpacking</em> kan? ;)</span> </span></div><div align="justify"><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:Verdana;">Proses adaptasi dan sambutan dari orang-orang tercinta di tanah air cukup membuat shock. Kesemrawutan lalu lintas dan ketidakdisiplinan warga Jakarta kembali menyapa keseharian saya. Pujian berlebih dari hampir semua sahabat dan rekan kerja tak urung membuat risih telinga. <em>Guys, gue cuman setaun di Belanda. Antara belajar dengan maen, perasaan malah lebih banyak maen-nya.</em> Dan saya (gilanya) merasa nggak ada perubahan berarti dalam hidup. Nambah pengalaman... ya. Nambah teman... tentu saja. Nambah ilmu... sedikit. Tapi saya HAPPY. Sangat HAPPY bisa merasakan itu semua.</span><br /><br /><span style="font-family:Verdana;">Ah, dari radio ibu saya di dapur sayup-sayup terdengar <a href="http://www.jamesblunt.com/">James Blunt </a>mendendangkan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=8Y7WDWP8WMs">You're beautiful</a>. "</span><em><span style="font-family:Verdana;">My life is brilliant..., </span><span style="font-family:Verdana;">My life is pure..."</span></em><br /><br /><span style="font-family:Verdana;">Beranikah saya bilang "my life is brilliant"? </span><br /><span style="font-family:Verdana;">Jangan dulu, bodoh! Ada 1 hal yang semua orang tahu belum bisa saya capai. The <em>you-know-what</em> thing. Pastinya bukan hal yang 1 ini: muncul di salah satu foto pada artikel majalah Intisari edisi Maret 2008, bareng temen-temen 1 angkatan penerima beasiswa <a href="http://www.nesoindonesia.or.id/main.php?id=0609&lang=en">StuNed</a> 2006-2007. Si baju putih jilbab biru berdiri ketiga dari kanan. Saya bukan politisi, tokoh masyarakat, apalagi <em>public figure, </em>jadi waktu muka saya nongol di majalah, senangnyaaa bukan main. Boleh deh kalau karena ini saya bilang.. <strong>my life is half-brilliant</strong>. :D</span></span></div><div align="justify"><span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-size:85%;"><br /></span></div><div align="justify"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:85%;">PS: Thanks to </span><a href="http://wahyuningrat.multiply.com/journal/item/81"><span style="font-size:85%;">Wahyu</span></a><span style="font-size:85%;"> untuk scan majalahnya.</span></span></div>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-40306665258157020402007-05-25T18:05:00.000+07:002007-05-25T18:33:36.295+07:00Omelet ala Heugemerweg<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_fz09RNTQ1II/RlbDW91lXzI/AAAAAAAAAAs/eojhe2ozW68/s1600-h/omelet+ala+Heugemerweg.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_fz09RNTQ1II/RlbDW91lXzI/AAAAAAAAAAs/eojhe2ozW68/s200/omelet+ala+Heugemerweg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068453229975920434" border="0" /></a><span style="font-size:85%;"><span style="font-family: verdana;">Di Indonesia, kalo bikin telur dadar rumahan biasanya anda mencampurnya pake apa? Kalo saya cuma bawang merah, cabe merah, garam dan sedikit merica. Nikmat dimakan dengan nasi hangat dan kecap manis sedikit sebagai penambah rasa.<br /><br />Disini? Hmm.. karena 1 asrama ini ada 3 orang student Indonesia yg pny selera berbeda plus tiada bosan bereksperimen, kini kita pny default sendiri dalam memasak telur dadar, eh, atau dg kata lain -istilah kerennya mah- 'omelet'.<br /><br />Selain bawang merah, cabe merah, garam+merica, kita rutin nambahin daun bawang + tomat (2 hal penting yg harus ada di kulkas) dan kalkoenfilet. Sebenernya dari penampakannya ni kalkun lebih tepat kalo dibilang daging kalkun asap, bukan filet. Beli di <a href="http://www.lidl.nl/nl/home.nsf/pages/i.home">Lidl</a> seharga 72 sen, dg isi 8 lembar kalkun asap cukup untuk 4 kali bikin omelet per porsi 3 orang makan. Percaya deh, kalo semua bahan diatas dicampur semua, hasilnya bakalan lekker! Kita disini diusahain kumplit semua campurannya, yaaah absen paling 1 doang, merica. Yg lain mah gak boleh absen! ;)</span><br /><br /><span style="font-family: verdana;">Satu mahasiswa yg tinggal di asrama lain pernah bilang, 'wih nggaya, telor dadar ndadak ngganggo kalkun, bedo wong sugih...' Kontan saya balas, 'mumpung luar negeri mas, di Indonesia cari kalkun yo ra njamak tho?' hahaa.. :D</span></span>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-77988210053584317552007-05-23T00:09:00.002+07:002008-03-20T17:09:07.705+07:00Jinten<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_fz09RNTQ1II/RlMqpN1lXyI/AAAAAAAAAAk/l6GqOLWG0mA/s1600-h/komijnzaad.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5067440893299351330" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_fz09RNTQ1II/RlMqpN1lXyI/AAAAAAAAAAk/l6GqOLWG0mA/s200/komijnzaad.jpg" border="0" /></a><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:verdana;">Eefke, si gadis Belanda yg tinggal 2 pintu dari kamar saya, malam itu meletakkan sebungkus kecil sesuatu di wadah bumbu di dapur komunal lantai 2. 'It's <span style="FONT-STYLE: italic">Komijn</span>, I don't know what it is in English but if you need it some just feel free to use it", ujarnya sambil menebarkan senyuman. Setelah menghilang ke kamarnya, barulah saya dekati tu bungkusan, penasaran isinya apaan. Ternyata, jinten!<br /><br />Baru minggu lalu saya niat banget pengen punya jinten untuk bikin tongseng ala emak di rumah yg serba memasukkan bumbu rempah-rempah. Waktu liat di <a href="http://www.ah.nl/">Albert Heijn</a>, sebungkus kecil aja harganya udah hampir 3 euro, berkisar 30,000 rupiah, huah mahal banget. Saat itu, seketika langsung mikir, bukankah karena rempah-rempah Indonesia dijajah Belanda? kenapa saya harus beli dengan mahal disini? dan, jinten yg ada di toko ini kemungkinan besar jg dari Indonesia toh?<br /><br />Oke, eefke baik sekali menawarkan jintennya. Tapi ada rasa enggan untuk mengambil bahkan sejumput saja meskipun gratis. Gini-gini saya juga masih punya nasionalisme, meski klise.</span></span>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-19577332639735335622007-05-19T07:44:00.000+07:002007-05-19T07:56:40.096+07:00Tes..<div style="text-align: justify;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-family: verdana;"></span><a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_fz09RNTQ1II/Rk5Knt1lXxI/AAAAAAAAAAc/c6wQQ5HFheg/s1600-h/grafik1.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_fz09RNTQ1II/Rk5Knt1lXxI/AAAAAAAAAAc/c6wQQ5HFheg/s200/grafik1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5066068677018083090" border="0" /></a><span style="font-family: verdana;"></span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family: verdana;">Udah lama gak update blog disini, apa kabar ya dunia? </span></span><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-family: verdana;"></span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family: verdana;"></span></span><span style="font-size:85%;"><span style="font-family: verdana;">Hmm.. tengak-tengok webstats sebentar, ternyata cukup 'ada' pengunjung yg (saya lebih senang menganggap) tak sengaja mampir kesini. Omong-omong, saya masih di Maastricht dan masih direcoki urusan akademis, basbang memang. Yg tadinya saya kira tinggal diluar negeri bisa banyak bahan cerita, kenyataannya.. yaa banyak sih.. yg sedikit adalah waktu (*halah!*). Yasud, berharap saja halaman web ini tidak dihapus sang penyedia. :p</span></span></div>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-76617485089219441432007-02-14T10:00:00.000+07:002007-03-02T01:31:54.835+07:00the one<span style="font-family:trebuchet ms;">Pukul 4 pagi, menenggak tumpukan referensi bahan tutorial untuk hari ini. </span><br /><span style="font-family:trebuchet ms;">Pasang Winamp, tersasar ke </span><a href="http://niake.multiply.com/music/item/84"><span style="font-family:trebuchet ms;">'My Everything'</span></a><span style="font-family:trebuchet ms;"> milik Glenn <em>featuring</em> Red. Hmm.. asik nih..</span><br /><span style="font-family:trebuchet ms;"></span><br /><blockquote><blockquote><span style="font-family:trebuchet ms;">cruising when the sun goes down<br />i cross the sea<br />searching for something<br />inside of me<br /><br />i would find all the lost pieces<br />hardly feel deep in real<br />i was blinded now i see<br /><br />hey yey yey, you're the one<br />hey yey yey, you're the one</span></blockquote></blockquote><br /><span style="font-family:trebuchet ms;">Jedungg!! "You're the one"?? Taelaaa, who's your one, Luluk? Wake up! Ndak usah terlalu terhanyut dendangan lagu manis kalau ndak punya modal 'the one'. </span><br /><span style="font-family:trebuchet ms;">[Otak kanan angkat bicara]</span><br /><span style="font-family:trebuchet ms;"></span><br /><span style="font-family:trebuchet ms;">Sebodo!! Dimanapun dia, sadar atau tidaknya dia bahwa saya *ada*, saya tidak peduli!</span><br /><span style="font-family:trebuchet ms;">[Otak kiri bersilat lidah]</span><br /><span style="font-family:trebuchet ms;"></span><br /><span style="font-family:trebuchet ms;">Berisikkkk!!!!! </span><br /><span style="font-family:trebuchet ms;">Salah ya kalau saya cuma pengen nikmatin lagu..?</span>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1165295620597066942006-12-05T11:39:00.000+07:002006-12-05T12:27:25.983+07:003 bulan di Maastricht<a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/4706/469/1600/391225/IMG_3357.jpg"><img style="CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/4706/469/400/309240/IMG_3357.jpg" border="0" /></a><br /><br /><div align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;"><span style="font-size:85%;">Cukup sudah 5 bulan lamanya blog ini ditinggalkan pemiliknya. Kalau nggak mau dihapus <em>account</em>-nya sama </span><a href="http://blogger.com"><span style="font-size:85%;">blogger.com</span></a><span style="font-size:85%;">, sekaranglah waktunya untuk <em>updating</em>.<br /><br />Sejak awal September lalu, saya tinggal di </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Maastricht"><span style="font-size:85%;">Maastricht</span></a><span style="font-size:85%;">, satu kota kecil nan cantik di ujung Selatan negeri Belanda (bisa lihat petanya </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Netherlands_map_large.png"><span style="font-size:85%;">disini</span></a><span style="font-size:85%;">). Tidak seperti kota-kota Belanda pada umumnya, Maastricht lebih hangat -kadang malah terik, dan tidak terlalu sering didera hujan –musuh nomor satu para pengendara sepeda.<br /><br />Maastricht merupakan ibukota Provinsi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Limburg_%28Netherlands%29">Limburg</a> yang berbatasan langsung dengan Belgia di sebelah Barat dan Jerman di Timur. Belgia (dari tempat saya) bisa ditempuh 10-15 menit naik sepeda (hehe..) dan Aachen, kota di wilayah Jerman yang terdekat dengan tempat kami, bisa ditempuh dengan bis 45 menit. Kalau teman-teman yang tinggal di kota lain di Belanda sering pergi main ke luar kota, kami disini sering main ke luar negeri, hehe..<br /><br />Sungai Maas membelah kota Maastricht menjadi hampir sama besarnya, melintang dari selatan ke utara. Centrum atau pusat kota ada di sebelah barat sungai. Pada umumnya, di bagian inilah banyak terdapat bangunan (rumah, toko, gereja, museum, benteng, dsb) yang berusia ratusan tahun. Jalan raya (meskipun hanya selebar 3-4 meter, 2 arah) banyak terbuat dari batu segiempat tidak rata yang tidak mustahil merupakan peninggalan jaman dulu. Semua titik wisata ada di bagian barat ini, dan mak-dar-it, bagian inilah yang paling cantik dari Maastricht. Di sebelah Timur, lebih banyak bangunan kantor modern walaupun sulit disebut sebagai ‘gedung’. Pengecualian diberikan pada stasiun kereta (<em>centraal station</em>) Maastricht dan beberapa bangunan kuno toko-toko di jalan stasiun (<em>stationstraat</em>) tidak termasuk bangunan masa kini. Oh, juga jembatan Saint Servatius (<em>Sint Servaasbrug</em>) yang kabarnya merupakan jembatan tertua seantero Belanda. </span><span style="font-size:85%;"><em>Cool..<br /></em><br />Karena merupakan daerah perbatasan, Bahasa tidak menjadi kendala disini. Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa kedua untuk penduduk kota. Penduduk asli sangat amat ramah, sementara pendatang.. yaah, saya sendiri sekarang sudah mahir membedakan mana pendatang mana bukan. Yang tipe-tipe sering senyum dan menganggukkan kepala tanda hormat pasti orang Maastricht. Tapi kalo tipe bapak-bapak yang memandang lama dengan penuh curiga ke arah anak-anak Asia yang bawa sambal ABC botolan di pojokan <a href="http://www.mcdonalds.nl/worlds/index_swf.asp">McD</a>, naaah tidak salah lagi, bapak itu pasti orang Jerman. Hahaa...! :D Kapan-kapan saya cerita lagi deh suka dukanya interaksi sama orang-orang sini..<br /><br />Oh ya, di Maastricht sering ada fetival (dan karnaval), baik yang berkaitan dengan agama (orang-orang Selatan dikenal lebih relijius) maupun acara rutin tahunan (karena Maastricht kan ibukota Provinsi Limburg). Mungkin juga karena lingkup kotanya yang kecil sehingga rasanya kok rameee terus.<br /><br /><em>Nah, jadi selama ini, kamu udah ngapain aja, Luk?</em><br /># Selama 3 bulan ini, sudah 3 unit mata kuliah yang dilewati. Ya ampun! Sampe lupa bilang di awal saya kesini untuk sekolah.<br /># Sudah kerasan tinggal di kamar fasilitas kampus dengan fasilitas yang lebih dari cukup, meski harus dihajar dengan bulanan 300 euro lebih bok! Haayyaaaaahh..<br /># Sudah terbiasa genjot sepeda pulang balik kampus menyebrangi sungai lewat tanjakan jahanam jembatan Kennedy tanpa pegal-pegal kaki. Cuma ngatur napas aja yang sampai sekarang masih belum bisa. Belakangan ditambah udara yang makin dingin (pernah 2 derajat), dan apalagi kalau hujan! Aduh maaak, sengsara..<br /># Jalan-jalan? Huhuuuu, jangan ditanya. Belgia (Brugge, Brussel), Luksemburg, Jerman (Aachen, Koln & Dusseldorf) sudah disambangi. Kota-kota di Belanda.. karena hitungannya lebih jauh, mungkin baru tahun depan dijelajahi. Lagian, ke Utara pastinya akan lebih dingin, mendingan ke Selatan dulu deh.. Hmm, Perancis & Spanyol itu di Selatan-nya Maastricht tuh, hihi.. :P<br /># Di Maastricht, bulan lalu sudah ikutan lihat-lihat </span><a href="http://nl.wikipedia.org/wiki/Sint-Maarten_(feest)"><span style="font-size:85%;">Festival Sint Martin </span></a><span style="font-size:85%;">(</span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/St._Martin%27s_Day"><span style="font-size:85%;">11th of The 11th</span></a><span style="font-size:85%;">) dan mencegat iring-iringan pawai </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sinterklaas"><span style="font-size:85%;">Sinterklaas</span></a><span style="font-size:85%;"> yang baru datang dari Spanyol bersama sepasukan </span><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zwarte_Piet"><span style="font-size:85%;">Zwartepiet</span></a><span style="font-size:85%;">-nya. Bulan ini, di centrum lagi ada Pasar Malam <em>Winterland</em> lengkap dengan arena <em>ice-skating</em> dan bianglala ala Dufan. Mantap!!<br /><br />Rasanya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk jatuh hati dengan Kota Maastricht. Betul apa yang dibilang orang-orang. Setelah 3 bulan, semua rasa kangen rumah, keluarga & teman-teman perlahan-lahan bisa hilang di-susuk-i nikmatnya hidup di Maastricht! :D</span></span></div><div align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;">---</span></div><div align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:78%;">Keterangan gambar:</span></div><div align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:78%;">Patung Bishop Sint Servaas, difoto dari atas jembatan Sint Servaasbrug </span></div><div align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:78%;">(kayak di film the Lord of the Ring gak sih?? :D)</span></div>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1148447068450516022006-05-24T11:18:00.000+07:002006-05-24T16:00:04.186+07:00Taman Makam Menteng Pulo<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/Menteng_Pulo.2.jpg"><img style="cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/400/Menteng_Pulo.2.jpg" alt="" border="0" /></a><br /><span style="font-size:85%;"><span style="" lang="IN"><br /></span></span> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;"><span style="font-size:85%;"><span style="" lang="IN"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Pernah jalan-jalan ke kuburan? Jalan-jalan yang beneran jalan-jalan, bukan ziarah lho..! Saya dan 10 orang teman pada Sabtu 2 minggu lalu punya kesempatan plesiran ke kuburan Belanda di Menteng Pulo. Letak persisnya, di sebelah Timur dari kompleks Apartemen Kuningan, dan di sebelah Utara Park Lane Hotel, Casablanca. Aneh memang, plesiran kok ke kuburan. Kalau saya belum pernah lihat kuburannya seperti apa, saya juga pasti males ikut. Kebetulan dulu pernah ada seminar di Park Lane Hotel dan saat sholat di lantai 7-nya, gileee... tempat pemakaman apa dibawah itu, bagus dan terawat rapi. Banyak sekali nisan berbentuk salib, tapi ditengah-tengah terdapat bangunan menyerupai masjid. Sempat terpikir bahwa pekuburan itu adalah makam para penjajah Belanda, tapi karena nggak ada yang bisa ditanya, ya sudah... lewat begitu saja rasa penasarannya. <o:p></o:p></span></span></span> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span style="" lang="IN"><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/gereja%20%26%20columbarium%20erevel%20menteng%20pulo.0.jpg"><img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/gereja%20%26%20columbarium%20erevel%20menteng%20pulo.0.jpg" alt="" border="0" /></a>Lama setelah itu, ada seorang teman yang memprovokasi untuk berkunjung ke taman makam diatas. Ternyata, tidak sembarang orang lho boleh masuk ke lingkungan makam. Mereka yang bukan anggota keluarga atau ahli waris sang ahli kubur (yang biasanya <i style="">wong Londo</i>), diharapkan membuat surat ijin tertulis disertai identitas lengkapnya. Yoan, teman saya itu rela survei dan bolak-balik mengurus surat perijinan demi teman-temannya. Asyik banget deh, yang lain tinggal serahkan biodata dan menunggu tanggal kepastian perginya. Makasih, Yoan!<o:p></o:p></span></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span style="" lang="IN"><o:p></o:p><span style="font-weight: bold;">Ereveld Menteng Pulo</span><o:p></o:p></span></span></p> <div face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);"> <span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" ><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/7%20palms%20for%207%20Dec.0.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/7%20palms%20for%207%20Dec.0.jpg" alt="" border="0" /></a>Kuburan Belanda ini namanya Ereveld Menteng Pulo. Dari 7 taman makan Belanda: Ereveld Menteng Pulo, Ancol, Pandu (Bandung), Leuwigajah (Cimahi),<span style="" lang="NO-BOK"> Kalibanteng (Semarang), Candi (Semarang) dan Kembang Kuning (Surabaya) – taman makam yang di Menteng Pulo inilah yang paling dikenal. Terutama karena adanya Gereja Simultan dan Columbarium yang memiliki kesan yang mendalam, dan juga unik. <o:p></o:p></span></span> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span style="" lang="NO-BOK">Pada 8 Desember 1947, Letnan Jenderal S.H. Spoor sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Hindia Belanda, membangun ereveld Menteng Pulo diatas tanah wakaf seluas 29.000 m<sup>2</sup> dari pemerintah Kota Batavia kepada Dinas Pemakaman Tentara Belanda. </span><span lang="NL">Di Taman Makam Menteng Pulo, jenasah </span><span style="" lang="NO-BOK">para korban </span><span style="" lang="NL">kamp-kamp internir Jepang dan tentara Belanda meninggal dunia saat periode perlawanan fisik (1945-1949) dan berasal dari Banjarmasin (1961), Tarakan (1964), Menado (1965), Palembang (1967), Balikpapan (1967), makassar (1968) & Cililitan (1968). <o:p></o:p></span></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span lang="NL">Saat ini lebih dari 4000 jenazah dimakamkan di taman makam ini. Pada tulisan-tulisan yang ada di batu nisan, dapat diketahui bahwa tidak hanya orang Belanda saja yang dimakamkan di Menteng Pulo, tetapi ada pula nama-nama pribumi, dan kaum Tiong Hoa. Merekalah orang-orang yang pernah tergabung dalam KNIL, angkatan bersenjata-nya Belanda. Bentuk nisannya juga bervariasi: bentuk salib, bentuk perisai dan bentuk nisan orang muslim. Pengurus taman makam Menteng Pulo ini mempunyai kebijakan untuk tidak memfoto nisan secara langsung demi menghormati keturunan dari jenazah yang ada disini. Sip deh, pak! (“,)b</span><span style="" lang="NO-BOK"><o:p></o:p></span></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span style="" lang="NO-BOK"><span style="font-weight: bold;">Simultaankerk</span><o:p></o:p></span></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);"> <span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" ><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/4%20lambang%20agama%20terbesar.0.jpg"><img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/4%20lambang%20agama%20terbesar.0.jpg" alt="" border="0" /></a>Nah, yang saya kira bangunan masjid tadi ternyata gereja! Namanya Gereja Simultan. Bagian dalamnya bersiiih sekali dan terawat rapi. Yang paling menarik dari gereja ini adalah menaranya yang setinggi 22 meter. Pada balkon menaranya, terdapat 4 simbol agama besar di dunia: Islam (bentuk bulan & bintang), Kristen (bentuk salib), Yahudi (bentuk bintang bermata 6) dan Budha (bentuk Yin&Yang). Tujuannya mungkin untuk melambangkan keragaman agama yang dianut para jenazah di Menteng Pulo ya..? Hmm.. Ide yang bagus. </span> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><o:p></o:p><span style="font-weight: bold;">Columbarium</span></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><o:p></o:p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/columbarium.0.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/columbarium.0.jpg" alt="" border="0" /></a>Persis disebelah gereja, ada yang namanya Columbarium, yaitu serambi yang ditopang dengan pilar batu, yang ceruk-ceruknya berisikan 754 jiwa abu jenazah tawanan Belanda yang dikirimkan dari Jepang. Penyusunan abu berdasarkan alphabet dan hebatnya, semua tertata rapi, apik dan bersih. Agak merinding juga sewaktu berjalan di serambi ini. Di atas pilar batu terdapat berbagai bentuk medalion yang diukir pada tembok. Medalion ini merupakan simbol-simbol. Simbol yang pertama adalah simbol dari empat agama (seperti di menara gereja), simbol yang lain menggambarkan kehidupan, kematian, waktu, reinkarnasi dan keabadian. <o:p></o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><o:p></o:p>Di tengah Columbarium terdapat kolam yang dikelilingi dengan arsitektur yang cantik. Kemudian di pojok dari Columbarium terdapat menara kecil yang beratapkan kubah seperti buah pir. Dari kejauhan, si buah pir ini-lah yang mirip kubah masjid, padahal gereja :-). <span lang="NL">Di dalam menara ini terdapat abu dari tentara yang tidak dikenal. Terdapat pula altar untuk berdoa dan di dindingnya terdapat relief yang menggambarkan sosok wanita dengan tangan ke atas. Pada tangan kanannya wanita tersebut membawa obor, sementara di atasnya tertulis “De Geest Heeft Overwonnen” (katanya, ini artinya “Jiwa/Spirit yang menang dalam perang”). Tulisan ini merupakan semboyan dari Dinas Pemakaman Tentara – KNIL.</span></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><o:p></o:p><span style="" lang="IN"><span style="font-weight: bold;">Monumen</span><o:p></o:p></span></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span lang="NL"><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/IMG_4101.1.jpg"><img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/IMG_4101.1.jpg" alt="" border="0" /></a>Di taman makam Menteng Pulo ini terdapat beberapa monumen, diantaranya adalah monumen Divisi 7 Desember, monumen angkatan udara dan angkatan laut. Di dalam gereja sendiri ada monumen Salib Birma yang dibuat dari kayu bantalan rel kereta api, ditujukan untuk mengenang korban yang jatuh saat pembangunan rel kereta api di Birma.</span></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span style="" lang="IN">Terakhir, kalau Anda mau berkunjung ke taman makam yang indah ini, jadwal berkunjungnya adalah setiap hari, dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore. Tapi harap diingat, tidak sembarang orang bisa masuk ya... Kalau punya kenalan atau kerabat yang moyangnya dimakamkan di makam ini, sepertinya akan lebih baik, karena disamping bisa sekalian berziarah, suasana syahdunya akan lebih terasa... (halah! padahal kuburan penjajah tuh! :D) #<o:p></o:p></span></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span style="" lang="IN"><o:p>---<br /></o:p><br /><span style="font-weight: bold;">Sumber tulisan:</span><o:p></o:p></span></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms; color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style="font-size:85%;"><span lang="NL">Leaflet Ereveld Menteng Pulo terbitan Oorogsgravenstichting/OGS (yang mengurus semua makamBelanda), diterjemahkan rekan saya pak Hatmanto. Makasih, pak!</span></span></p>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1148204405708001282006-05-21T16:26:00.000+07:002006-05-21T16:40:05.736+07:00Saat Emak Ikut Aksi<div align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;">Jum’at malam, emak saya di rumah tiba-tiba bilang: “Luk, mamah pengen ikutan ke H.I. ah, Hari Minggu.” Selidik punya selidik, ternyata beliau ingin ikut acara <a href="http://www.antara.co.id/seenws/?id=34149">Aksi Sejuta Umat Menolak Pornografi dan Pornoaksi</a> yang kali ini dikoordinasi Majelis Ulama Indonesia, mengambil rute dari Bunderan H.I. ke Gedung MPR/DPR. Kadang, emak memang senang bikin kejutan yang aneh-aneh. Dulu pernah beliau minta dibelikan kaset grup rock lawas Scorpion, padahal emak-emak yang lain sedang tergila-gila dengan Siti Nurhaliza. “Yang gambar kasetnya kalajengking itu lho, Luk!” Haduh, emakku ini.. :p<br /><br />Awalnya bingung juga, karena kalau sudah punya keinginan, emak biasanya susah dicegah. Setelah saya pinjamkan kaos putih dan topi rimba biar nggak kepanasan, Minggu subuh itu, beliau berangkat menuju H.I., sendirian. “Jangan lupa deket-deket kamera TV biar kesorot, mah!” pesan saya.<br /><br />Kira-kira pukul 1 siang, emak tercinta sudah sampai di rumah kembali, dengan oleh-oleh ikat kepala, beberapa selebaran dan poster aksi. </span></div><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"><div align="justify"><br />“Wuih rame banget, Luk, baru kali ini mamah masuk pager gedung DPR. Inneke, Astri Ivo, U.J., Zainuddin MZ, Din Syamsudin deket banget di depan mamah, orang mamah paling depan berdirinya.”<br />“Salaman nggak?”<br />“Nggak bisa, panggungnya kan tinggi. Untung berangkat pagi-pagi. Coba tadi kalo ngumpul dulu ama yang laen, nggak bakalan bisa masuk Gedung DPR deh.”<br /><br />“Tadi mamah sempet lama tuh deket-deket ANTV, ternyata penyiar yang suka baca berita jam 5 itu tuh, Luk, yang muka Arab itu, orangnya kecil banget, setinggi mamah gini doang. Kirain tinggi.”<br />“Trus tadi pas dia lagi siaran mamah ke depan kamera TVnya nggak?”<br />“Orang ditungguin nggak siaran-siaran, mamah tinggal aja. Abis lama banget.”<br />“Yaaaah... nggak jadi masuk TV deh.”<br /><br />“Trus tadi ada tukang cendol kejebak ditengah-tengah orang-orang di DPR. Banyak ibu-ibu yang ngomel-ngomel:‘Pak, kalo dagang jangan ditengah jalan dong, susah nih lewatnya’, si abangnya cendolnya ngejawab:‘Saya juga kejebak ini bu, mau ke pinggir jalan’, trus ada ibu-ibu dibelakangnya teriak:‘udah, kita minum aja cendolnya!!’ ”<br />“Enak banget, minum cendol gratis dong, mah?”<br />“Ya enggak, tadi mamah teriakin aja ‘Huuuuh, provokator tuh!!’ ”<br />“Marah nggak dia?”<br />“Ngeloyor aja tuh ibu-ibu, emang dasar.”<br /><br />“Trus ada juga ibu-ibu yang orasi semangat banget, tapi mamah dengernya ujungnya doang karena jauh, tapi kok rasanya aneh.”<br />“Aneh apanya?”<br />“Dia bilang: ‘Mari kita dukung RUU APP, sesuai dengan ajakan para kiai, tapi ada satu yang kita kaga usah temenin itu kiai!’ ”<br />“Kiai siapa maksudnya, mah?”<br />“Pas mamah lihat dia bawa-bawa poster gambarnya Gus Dur, tapi di atas panggung Zainuddin MZ lagi orasi juga. Masa’ Zainuddin bilang katanya udah kembali ke masyarakat, udah nggak terlibat ke kepartaian lagi.”<br />“Emang dia udah nggak kepilih aja jadi ketua partai kali..”<br />“Makanya ibu-ibu tadi sebel ama dia. Kiai kok jadi ketua partai.”<br />“Lah, Gus Dur kan sama aja.”<br />“Nah iya makanya tadi mamah bilang aneh.”<br />“Nggak mamah teriakin juga tuh ibu-ibu?”<br />“Ya nggak lah, rombongannya banyak, ntar mamah dikeroyok.”<br />“Ha.. ha..”<br /><br />“Sebenernya mamah kasihan ngeliat yang ikut kebanyakan bapak-bapak ibu-ibu udah pada tua-tua ikut demo. Ada yang pingsan di tengah jalan. Rombongannya juga kebingungan mau ngangkat trus ditaro kemana. Kan ama bisnya diturunin di H.I. eh dia pingsannya udah mau sampe gedung DPR.”<br />“Trus dikemanain?”<br />“Dipinggirin aja di jalan, sambil ada yang nungguin. Kebanyakan yang rombongan malah pulangnya mencar-mencar. Tadi aja mamah tegor mahasiswi lagi bingung nyari rombongannya. Katanya, ‘Ibu, saya ketinggalan rombongan, nanti pulang bareng ya, saya dari Bogor’ ‘Ya udah, nanti adek bareng saya aja pulangnya, kebetulan saya juga pulangnya ke arah Depok’ ”.<br />“Trus jadi bareng pulangnya?”<br />“Nggak jadi, lha wong di tengah jalan dia kebelet pipis. Mau pipis dimana lagi demo gini, ya susah, kata mamah.”<br />“Jadi mamah tinggal? Ntar dia nyasar.”<br />“Ah, biarin aja, masa’ mahasiswa nggak bisa pulang sendiri?”<br />“Ha.. ha.. tahu gitu tadi nggak usah nawarin pulang bareng.”<br />“Ya mamah mana tahu dia mau pipis. Nanti ketinggalan acara kalo nyari tempat pipis dulu.”<br />“Ha.. ha.. ha..”<br /><br />“Trus, kebeneran banget pas acara udah selesai, ada bis rombongan yang mau pulang ke Citayem. Mamah naek aja, masih banyak tempat duduk yang masih kosong.”<br />“Emangnya boleh ikut, kan mamah bukan rombongannya?”<br />“Mamah malah diajak. Sekalian lewat katanya.”<br />“Enak dong, pulangnya gratis.”<br />“Ya, enak banget. Sampe depan gang rumah.”<br />“Dasar! Ha.. ha..”<br />“Ah, besok-besok kalo ada demo, mamah pengen ikutan lagi, ahh... rame.”<br /><br />Walah, ketagihan. :D</span></div>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1147259498390968282006-05-10T16:48:00.000+07:002006-05-10T23:14:41.800+07:00Unwritten<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/natasha.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/400/natasha.jpg" border="0" /></a><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;">I am unwritten<br />can't read my mind<br />I'm undefined<br />I'm just beginning<br />The pen's in my hand<br />ending unplanned<br /><br />Staring at the blank page before you<br />Open up the dirty window<br />Let the sun illuminate the words<br />that you can not find<br />Reaching for something in the distance<br />So close you can almost taste it<br />Release your inhibitions<br /><br />Feel the rain on your skin<br />No one else can feel it for you<br />Only you can let it in<br />No one else, no one else<br />Can speak the words on your lips<br />Drench yourself in words unspoken<br />Live your life with arms wide open<br />Today is where your book begins<br />The rest is still unwritten<br /><br />I break tradition,<br />sometimes my tries<br />are outside the lines<br />We've been conditioned<br />to not make mistakes<br />but I can't live that way<br /><br />Staring at the blank page before you<br />Open up the dirty window<br />Let the sun illuminate the words<br />That you could not find<br /><br />Reaching for something in the distance<br />So close you can almost taste it<br />Release your inhibitions<br /><br />Feel the rain on your skin<br />No one else can feel it for you<br />Only you can let it in<br />No one else, no one else<br />Can speak the words on your lips<br />Drench yourself in words unspoken<br />Live your life with arms wide open<br />To the years where your book begins<br /><br />The rest is still unwritten..<br /><br />Oh, yeah, yeah..<br /><br />---<br />Natasha bisa dijumpai di <a href="http://www.natashabedingfield.com/home_content.php">sini</a> dan Unwritten bisa download di <a href="http://www.4shared.com/file/1349218/97c7c26a/natasha_bedingfield_-_unwritten.html">sini</a>. Lagunya asyik! #<br /><span style="font-size:78%;"></span></span><br /><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"><span style="font-size:78%;">~Pulpen saya belum ketemu, Nat! :)</span></span>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1146554739543342982006-05-02T13:49:00.000+07:002006-05-10T18:32:21.563+07:00Selayang Pandang Burkina Faso<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/tamu%20burkina%20faso.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/tamu%20burkina%20faso.jpg" alt="" border="0" /></a><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >Dari si tamu Burkina Faso yang berkunjung ke kantor kami -sebut saja namanya Henri, banyak hal-hal menarik yang (mungkin) tidak Anda jumpai lewat <a href="http://www.google.com/search?hl=en&q=Burkina+Faso&btnG=Google+Search">googling</a> *halah!*. Yuk, disimak:</span><br /><div style="text-align: justify;"><br /><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >- Negara ini punya julukan “the country of honest people”, saaaaah... nggak jauh beda dengan Indonesia yang ‘dikenal’ sebagai negara yang penduduknya ramah dan murah senyum. Mending jujur atau murah senyum ya? Hmm...</span><br /><br /><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >- Di Burkina Faso, kalau mau berlibur di pantai atau sekedar melihat laut, bisa pilih antara negara Pantai Gading (Cote De’ivoire), Ghana, Benin atau Togo, karena Burkina Faso nggak punya daerah pantai. Pak Henri sampai bukan main girangnya saat melintasi daerah sepanjang Pantai Anyer, Serang. Disini mah <span style="font-style: italic;">hratiss</span>, pak! :)</span><br /><br /><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >- Di kantor Depok, –sewaktu di bawah terik matahari siang tengah hari bolong yang sorenya hujan deras (sumpah, siang itu panas gerah lembab luar biasa)- Pak Henri sempat komentar “Tahu nggak kamu, ini suhu mendekati suhu terendah di negara kami lho..” dilanjutkan dengan “...musim penghujan kami hanya 4 bulan sekitar Juni sampai September. Hujannya juga tidak terlalu sering, hanya angin basah saja..” Oh, ya ampun, mau komentar apa coba, saya?</span><br /><br /><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >- <span style="font-style: italic;">Economical capital city</span> di Burkina Faso namanya Bobo-Diolausso. Disebelahnya terdapat kota Dedougo, Koudougou dan Tenkodogo. Ada 45 propinsi yang diantaranya bernama Bazega, Boulgou, Ganzourgou, Kadiogo, Koulpelogo, Kourweogo, Zoundweogo. Yang asik, nama <span style="font-style: italic;">capital city</span>-nya: Ouagadougou. Go! Go! Burkina Faso! :D</span><br /><br /><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" ><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/Masjid%20Burkina%20Faso.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/Masjid%20Burkina%20Faso.jpg" alt="" border="0" /></a>- Umat beragama, terbanyak memeluk agama kepercayaan leluhur (roh-roh halus, dsb) sebesar 44.8%, lalu pemeluk agama Islam sebanyak 43%, diikuti Katolik 6.9%, dan Protestan 6.8%. Gambar disamping, adalah masjid tradisional umat Islam Burkina Faso. Menurut saya sih lebih indah masjid-masjid di sini, tapi yang satu ini unik sekali. Saya jadi berasa gatel-gatel ngeliatnya... :D</span><br /><br /><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >- Di Burkina Faso, motor disebut ‘jakarta’, karena semua motor yang ada disana (katanya) dibuat di Jakarta, walaupun merk-nya Honda dan Yamaha. Hebat kan??? :)</span><br /><br /><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >- Pak Henri adalah kepala project suatu lembaga penelitian kesehatan yang ada di Burkina Faso. Beliau mengambil pendidikan dokter di Ouagadougou, melanjutkan spesialis obstetrik ginekologi di Paris, dan menggenapkannya dengan mengambil PhD di Bordeaux. Anda tahu, sampai pada level dokter spesialis <span style="font-style: italic;">obsgin</span> saja, seantero Burkina Faso cuma ada 2 orang termasuk beliau, dan (kabarnya) disana seorang dokter spesialis itu bisa jadi setingkat menteri! Wuaw!! Gimana level PhD-nya ya...?</span><br /><br /><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >- Sebelum pulang, bapak ini kekeuh mencari oleh-oleh pakaian bermotif batik. Mungkin karena terinspirasi dengan Nelson Mandela, yang sehari-hari gemar menggunakan pakaian bermotif batik. Seorang rekan saya, yang menemani beliau mencari batik tertegun-tegun melihat Pak Henri memborong batik (mungkin untuk kolega-koleganya) di Danar Hadi seharga 3.5 juta, 2.8 juta, 2.6 juta dan 3 kemeja 400 ribu rupiah! Haduuhhh...</span><br /><br /><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >- Waktu kemarin saya menemani keliling kampus, Pak Henri, yang orangnya riang & humoris, mencoba bertanya mengenai busana muslimah yang saya kenakan. “Kamu pasti diminta suami kamu untuk pakai pakaian seperti ini, ya?”, tebaknya. Refleks saya menjawab: “Duh, saya masih <span style="font-style: italic;">single</span>, pak!!!” Bukannya balik menjawab, pak Henri malah tertawa terkekeh-kekeh (lama banget pula ketawanya) seraya berkomentar “kalau di Burkina, gadis-gadis tidak akan menutup-nutupi tubuhnya, hanya ibu-ibu saja yang menutup kepalanya. Harusnya kamu memperlihatkan keindahan tubuh kamu, siapa tahu ada pemuda yang tertarik...” sambil menyenggol lengan saya dengan sikunya. Aiiiihhhhhh..... kalau saja seumuran, gue jitak deh tu kepala-nya Pak Henri. Benci aku... *gaya banci kaleng* hu.. huu...</span><br /><br /><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >- Sesudah itu, beliau kembali komentar “kalau di Burkina, kamu bisa-bisa juga disangka teroris lhoo kalau berpakaian seperti itu..” Hayyah..!! terusin aja, pak, ngeledeknya... :)</span><br /><br /><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" ><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/made-in%20study.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/made-in%20study.jpg" alt="" border="0" /></a> - Poin terakhir, di Burkina Faso sana, Pak Henri saat ini sedang melakukan survei nasional yang terkait dengan kesehatan, khususnya kesehatan kaum ibu. Nah, metode pengambilan data yang digunakan, tidak dengan kuesioner yang <span style="font-style: italic;">paper-based</span> lagi. Itu sih jadoel banget bagi mereka. Jangan Anda tebak pengambilan datanya <span style="font-style: italic;">internet-based</span> ya, karena sambungan internet mereka juga masih terbatas jangkauannya. Alhasil, survei mereka menggunakan... PDA! <span style="font-style: italic;">Aje gile!</span> Pak Henri bilang, mereka bingung setelah selesai nanti, PDA yang mereka miliki itu mau digunakan untuk apa, sambil senyum-senyum. “Ya nggak usah bingung-bingung, buat saya satu juga nggak apa-apa kok, pak.” batin saya dalam hati. Waktu itu Pak Henri sedang presentasi kegiatan tim-nya dan menyajikan gambar diatas ini. Wohoooo... dipilih! dipilih! :D</span><br /><br /><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >Nah, jadi, apa menurut Anda pelajaran yang bisa ditarik dari sedikit gambaran pak Henri tentang negaranya? Kalau saya, lha kok malah jadi tambah cinta Indonesia ya...??! :p #</span><br /></div>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1146209863945467132006-04-28T14:06:00.000+07:002006-04-28T16:36:53.636+07:00Masjid Super Indah Tokyo<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/sp04.0.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/400/sp04.0.jpg" alt="" border="0" /></a><br /><p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" ><br />Di majalah bulanan <a href="http://www.jijigaho.or.jp/app/app_bn.html">Japan+</a> edisi <a href="http://www.jijigaho.or.jp/index_e.html">Mei</a> ini, dibahas mengenai berbagai komunitas multikultur dan peran serta mereka yang semakin aktif dalam berbagai bidang -termasuk umat muslim, yang ada di Jepang. Kaget saya, begitu tahu ada masjid super indah begini, di Tokyo!!<br /><br />Artikelnya bisa dibaca di =<a href="http://www.jijigaho.or.jp/app/0605/eng/s_edition.html">sini</a>=. Bagus!<br />---<br /></span><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:78%;" >Photo was taken from Jijigaho May‘06 Edition : <a href="http://www.jijigaho.or.jp/app/0605/eng/sp03.html">http://www.jijigaho.or.jp/app/0605/eng/sp03.html</a> </span></p> <div style="text-align: left; font-family: trebuchet ms;"> </div>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1146049820639814372006-04-26T17:53:00.000+07:002006-04-27T09:03:40.656+07:00Setir Kanan<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/setir%20kanan.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/setir%20kanan.jpg" alt="" border="0" /></a><span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" lang="IN" ><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /></span> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"><span lang="IN" style="font-size:85%;">Ada 1 orang tamu datang dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Burkina_Faso">Burkina Faso</a> di kantor, dan saya kebagian menemani beliau untuk keliling kampus <a href="http://www.ui.edu/indonesia/main.php">UI</a> Depok. Waktu baru masuk mobil, si tamu ini langsung ngajak ngobrol..<o:p></o:p></span> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;"><o:p> </o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;">---<br />“Negara kamu bukannya dijajah Belanda?” <o:p></o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;">“Ya, betul. Memangnya kenapa, pak?” <o:p></o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;">“Kok setir kamu sebelah kanan? Apa pernah negara kamu dijajah Inggris?”<o:p></o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;">“Oh, pernah juga, tapi saya lupa berapa lama. Nggak seberapa lama juga sih. Kalau nggak salah, saya pernah baca, metode setir kanan kami ini peninggalannya Raffles.”<o:p></o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;">“Raffles itu siapa?”<o:p></o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;">“Dia gubernur jenderal, perwakilan dari Inggris, yang memerintah di negara kami selama Belanda kalah dari Perancis. Oh ya, dia juga terkenal sebagai pendiri Singapura.”<o:p></o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;">“Wah, hebat sekali. Jadi Raffles ini ya yang membuat kamu menyetir di sebelah kanan, sampai sekarang?”<o:p></o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;">“Eh, iya.”<br />---<o:p></o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;"><o:p> </o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;">Hmm... Pembicaraan yang aneh. <o:p></o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;"><o:p> </o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;">Karena penasaran, saya cari tuh kenapa Indonesia menerapkan metode setir kanan. Nggak ketemu jo’! Di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama">Wikipedia</a>, cuma ditulis... <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stamford_Raffles">Salah satu pembaruan kecil yang diperkenalkannya di wilayah kolonial Belanda adalah mengubah sistem mengemudi dari sebelah kanan ke sebelah kiri</a>. (Ini maksudnya, dari setir kiri ke setir kanan kan?) <o:p></o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;"><o:p> </o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;">Mudah-mudahan nggak salah ngasih informasi deh ke bapak satu itu. Hitung-hitung penghargaan untuk beliau akan ketertarikannya pada metode persetiran di Indonesia, padahal sampai si tamu ngajak saya jalan muter-muter kampus kemarin pun saya belum ‘<span style="font-style: italic;">ngeh</span>’ Burkina Faso ada di Afrika bagian mana! :D <o:p></o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size:85%;"><o:p> </o:p></span></p> <div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"> </div> <p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"><span style=";font-size:85%;" lang="IN" >Ada yang punya info tambahan mengenai setir kanan kita ini...? #</span></p>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1144748795343512942006-04-11T16:09:00.000+07:002006-04-27T13:14:47.896+07:00Teater IMAX Keong Emas<div style="text-align: justify;"><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/keong%20emas.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/keong%20emas.jpg" alt="" border="0" /></a><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >Kapan terakhir Anda ke <a href="http://www.tamanmini.com/">Taman Mini</a>? SD? SMP? Sekitar masa-masa jayanya Presiden Soeharto? wehehe.. :p teman-teman saya banyak yang mengakuinya. Sampai pada Minggu lalu, gagasan plesiran ke <a href="http://www.tamanmini.com/">TMII</a> hanya muncul selintas saja menghabiskan hari dan sedikit jeprat-jepret dengan <a href="http://www.dpreview.com/reviews/nikond70/">D70</a>-nya sohib saya. Pertama, kami menuju ke <a href="http://www.tamanmini.com/ibadah/masjiddiponegoro">Masjid Diponegoro</a> untuk Sholat Dzuhur, mampir sebentar jajan es dawet untuk menghilangkan haus di area <a href="http://www.tamanmini.com/taman/akuarium">taman akuarium air tawar</a>, dilanjutkan menuju ke <a href="http://www.tamanmini.com/museum/pusaka">Museum Pusaka</a> yang menyimpan aneka keris dan pusaka seantero nusantara, lalu <a href="http://www.tamanmini.com/museum/serangga"> Museum Serangga</a> tempat koleksi berbagai kumbang, belalang, kupu-kupu, dengan tampilan display yang menarik, dan terakhir, tepat pukul 4 sore kami nonton film di <a href="http://www.tamanmini.com/rekreasi/teaterimax">teater IMAX Keong Emas</a>.</span><br /></div> <div style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"><span style="font-size:85%;"><br /><span style="font-family:trebuchet ms;">Nonton di Keong Emas inilah yang menandai plesiran ke TMII. Kurang </span><span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" >afdhol</span><span style="font-family:trebuchet ms;"> rasanya ke TMII tapi nggak masuk nonton film didalamnya. Oke, sama seperti Anda semua, saya terakhir kali ke Keong Mas saat duduk di bangku Sekolah Dasar, bersama-sama dengan rombongan </span><span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" >study tour</span><span style="font-family:trebuchet ms;"> satu sekolah. Sampai-sampai saya lupa seperti apa rasanya sewaktu masuk kedalamnya. Yang saya ingat waktu itu, kami nonton film tentang keindahan alam Indonesia yang subur makmur gemah rimpah loh jinawi.</span><br /><br /><span style="font-family:trebuchet ms;">Tentu saja kesan yang saya dapatkan saat masih imut-imut dulu berbeda dengan saat sekarang (yang sudah amit-amit :D). Begitu masuk kedalam </span><a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.keongemas.com/">Teater IMAX Keong Emas</a><span style="font-family:trebuchet ms;">... hoaaaa... Layarnya BESAARRR luar biasa (dulu rasanya tidak sebesar ini). Di</span><a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.jakweb.com/event/tmii/keongmas/">sini</a><span style="font-family:trebuchet ms;"> dibilang ukurannya sebesar 21.5 x 29.3 meter! (yang langsung gue pikirin: </span><span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" >itu gimana bikin ama masangnya disono ye...?</span><span style="font-family:trebuchet ms;">) Dan gara-gara segede gaban gini, di tahun 1994 layar ini sempat tercatat sebagai layar terbesar sedunia!! Huhuuy... mantapp...! (“,)b Sebagai konsekuensi besarnya layar, otomatis kapasitas tempat duduk juga banyak. Tata suaranya canggih, gambarnya juga bersih, ada efek 3 dimensi dan untuk layar sebesar raksasa, kualitas gambarnya nyaris mendekati sempurna.</span><br /><br /><a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/forces%20of%20nature.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/forces%20of%20nature.jpg" alt="" border="0" /></a><span style="font-family:trebuchet ms;">Sore itu, kami nonton </span><a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.nationalgeographic.com/forcesofnature/">Forces of Nature</a><span style="font-family:trebuchet ms;"> bikinan </span><a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.nationalgeographic.com/">National Geographic</a><span style="font-family:trebuchet ms;"> yang tidak disangsikan lagi kualitas programnya. </span><a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.nationalgeographic.com/forcesofnature/interactive/?section=e">Forces of Nature</a><span style="font-family:trebuchet ms;"> mengisahkan misteri dan kedahsyatan kekuatan alam lewat kejadian gunung meletus di Montserrat -Karibia, gempa bumi di Izmit -Turki, hempasan angin topan Camilla di Meksiko dan badai tornado di Oklahoma. Bagi Anda yang merasa biasa saja dengan sajian dokumenter ini, tunggu sampai Anda melihatnya lewat (ya itu tadi) layar raksasa Keong Emas. Sumpah deh, kita serasa seolah-olah berada dan ikut terlibat dalam setiap adegan film yang ditayangkan.</span><br /><br /><span style="font-family:trebuchet ms;">Paling sedap kalau kita duduk di tengah layar, karena kita bisa memandang kebawah dan keatas layar sama baiknya dengan dari kanan ke kiri. Adegan gunung meletus di Montserrat yang diambil gambarnya oleh para ilmuwan dari atas helikopter membuat seolah-olah kita benar-benar melihat ke dasar gunung, padahal kita cuma melihat ke dasar layar. Pun, adegan saat sang ilmuwan masuk ke satu masjid besar di Istanbul yang tetap kokoh berdiri dari guncangan gempa bumi selama berabad-abad. Kubah masjid yang indah tinggi menjulang membuat kita seolah-olah benar-benar mendongak melihat langit-langit kubah masjid, padahal kita cuma melihat ke atas layar. Sip banget dah! Oh ya, narator asli dari </span><span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" >Forces of Nature</span><span style="font-family:trebuchet ms;"> ini sebenarnya adalah <a href="http://www.bigmoviezone.com/articles/index.html?uniq=180">Kevin Bacon</a>, tapi karena di-</span><span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" >dubbing</span><span style="font-family:trebuchet ms;"> kedalam Bahasa Indonesia, ya jadinya malah suara bapak-bapak gitu deh..</span><br /><br /><span style="font-family:trebuchet ms;">Nah, jadi, dengan HTM yang cuma Rp.25.000,- (padahal kabarnya belum lama ini masih Rp.20.000,-) saya rasa cukup layak untuk di<span style="font-style: italic;">'jabanin'</span>. Masih ada berbagai tema film lain yang bisa dipilih sesuai jadwalnya, yang bisa dilihat di</span><a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.keongemas.com/jadwal2.htm">sini</a><span style="font-family:trebuchet ms;">. Dan jangan lupa, kalau ada rencana ke TMII, ajak-ajak saya ya! ;)</span></span></div>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1144591035290261552006-04-08T20:41:00.000+07:002006-04-09T21:04:43.170+07:00Peneliti lapangan<a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/enum.1.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/enum.1.jpg" border="0" /></a><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;">Kerja jadi peneliti lapangan sungguh tidak mudah. Bagi mereka yang terbiasa hidup di kota dengan berbagai fasilitas dan kemudahannya, hidup di desa terpencil pasti kewalahan. Mau makan, ya cari atau masak sendiri. Mau tinggal sekian waktu lamanya, ya cuci baju sendiri. Mau ke ‘belakang’ untuk MCK, ya harus terima dengan kondisi tempat MCK yang ada. Mau hidup harmonis dengan teman 1 tim atau tetangga kanan kiri, ya rukun-rukun, sopan santun, toleransi dan saling menghargai adalah hal yang sangat penting.<br /><br />Belum lama ini, sebuah <em>pilot study</em> yang menjadi salah satu bagian dari <em>project</em> kantor, dihentikan. Seluruh tim lapangan pada pilot ini dipulangkan. Seluruh kegiatan awal: rekrutmen, pelatihan, dan advokasi, harus diulang. Biaya? Jangan tanya. Saya juga nggak tahu berapa, tapi yang pasti lumayan besar.<br /><br />Ini sungguhan. Walaupun bukan penyebab utama, hal-hal kecil seperti penerimaan yang kurang baik akan kondisi lapangan penelitian yang tidak sesuai harapan, bisa berakibat fatal. </span><div align="justify"><br /><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;">‘<em>The purpose of life is to become actually what we are potentially</em>’ , kata <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Maslow">Abraham Maslow</a>. Dalam kasus ini, kalau kerjaan kita nggak sesuai dengan potensi dan minat yang kita punya, gimana bisa <em>enjoy</em>? Hidup cuma sekali..! #</span></div>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1142014204606690532006-03-11T10:55:00.000+07:002006-03-11T02:16:25.260+07:00Password a la John<a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/jon%20&%20his%20password1.jpg"><img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/jon%20%26%20his%20password1.jpg" border="0" /></a><span style="font-size:85%;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><em>Password</em>, atau kata sandi, bisa berupa apa saja yang terlintas dalam fikiran kita. Yang umum digunakan biasanya adalah tanggal lahir, tanggal nikah, nama anak, nama pasangan, atau nomor telefon. Nama artis, bintang film, atau olahragawan popular pun bisa menjadi pilihan. Penggunaan lafadz <em>basmallah</em> menjadi favorit buat teman-teman saya yang '<em>alim'</em>, dan menurut saya pemakaiannya juga tepat sebagai awal untuk memulai sesuatu kegiatan.<br /><br />Jenis <em>password</em> yang lazim memang satu kata. Bisa divariasikan dengan angka, bisa juga tidak. Misalnya, username saya, ‘Luluk’, dan <em>password</em> saya, ‘Luluk97’ (Luluk yang angkatan 1997). Tidak tertutup kemungkinan, <em>password</em> terdiri dari 1 kata panjang yang merupakan gabungan potongan suku kata dari beberapa kata. Ambil contoh, username teman saya, ‘Arum’, passwordnya, ‘Linanta’ (gabungan dari nama kedua anaknya, Lintang dan Ananta). Tidak dilarang pula, password yang terdiri dari 1 kalimat pendek yang biasanya berupa ungkapan. Contohnya, teman saya yang lain, yang pernah kesal dengan ulah seseorang yang sempat menyusup kedalam <em>account email</em>nya, akhirnya mengubah passwordnya dengan ‘gotohellhacker’. *<em>Halah, timbang dibaca emailnya doang pake nyumpahin masuk neraka,</em> :)*<br /><br />Terakhir, sewaktu ikutan workshop, saya baru tahu bahwa ada juga yang menggunakan metode unik untuk memilih <em>password</em>. Saat sesi tambahan tentang penggunaan <em>online database</em>, senior kami, <a href="http://jendela-luluk.blogspot.com/2005/07/oh-john.html#comments">John</a>, mempersilakan menggunakan <em>username </em>dan <em>password</em>-nya bagi mereka yang belum terdaftar dalam sistem yang dikelolanya. <em>Username</em>-nya John adalah ‘John3’, dan <em>password</em>-nya, ‘jsm84nh5k’. Walah, rumitnyaaa.. Dan ternyata saudara-saudara, ‘jsm84nh5k’ adalah kependekan dari ‘john (and) sophie married (in) 84 (and) now have 5 kids’! Ya ampun, ini mah satu kalimat yang diambil huruf awal per kata-nya :D. Pernah lihat adegan film laga yang si jagoan berusaha menebak password sebuah sistem supaya bom (atau apalah itu) nggak jadi meledak? Saya yakin kalau passwordnya jenis yang kayak si John ini, bomnya bakalan keburu meledak! :)<br /><br />Wah, asyik juga nih kutak-katik password ala John.<br />Hmm.. untuk menjawab John, buat saya mungkin ‘ln26wghsh5ktj’ saja. ‘Luluk (is) now 26, willing (to) get (a) husband (and) someday (will) have 5 kids too, John!’. :D<br /><br />---<br /><strong>~Ngawur!</strong></span></span>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1141721874089143562006-03-07T00:38:00.000+07:002006-03-07T16:58:05.120+07:00Bicara 'Cowok Cakep'<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/2%20sisi.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/2%20sisi.jpg" alt="" border="0" /></a><br /><span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >“Ya. Halo?”<br />“Halo, Din. Sibuk nggak?”<br />“Nggak juga. Nape lo, Ri?”<br />“Inget nggak yang kemaren gue cerita mau dikenalin ke cowok?”<br />“Lho? Udah? Waaah, ayo dong, cerita! Cakep nggak? Bener mirip Ricky Subagja??”<br />“Udah, Din, kemaren Hari Minggu. Eh, gue nggak bisa cerita panjang-panjang, nggak enak via telfon gini. Kenapa sih yang ditanya cakepnya duluan?”<br />“Ya, penasaran aja sih. Abis kata lo mirip Ricky Subagja. Beneran nih mirip?”<br />“Lho, yang bilang mirip kan sepupu gue yang mo ngenalin ke cowok itu. Jangan salahin gue dong. Udah ah, lagian emangnya yang namanya Ricky Subagja itu cakep apa??! Biasa aja lagi.”<br />“Hoi! Hoi! Kenapa lo jadi sensi gitu? Ya maap kalo ternyata nggak secakep yang lo perkirakan sebelumnya.”<br />“Justru itu, Din. Cowok ini cakep banget! Ricky Subagja aja lewat.. Yang ini lebih manis, lebih tinggi, lebih cakep, lebih... eh, kalo Sunda-nya sih sama.”<br />“HAH!! Beneran??? Ciyeeeeee.... Huahahaha...! Kok bisa ya ada cowok cakep banget dikenalin ke lo?”<br />“Kucing! Ya bisa-lah! Rejeki gue dong dikenalin ama cowok cakep.”<br />“Cihuyy! Ayo, Ri. Cayo! Cayo! Gue dukung deh lo. Kalo ada adeknya yang cakep, kenalin gue yah.”<br />“Oh iya, dia punya adek cowok, cakep juga. Tapi katanya sih masih cakepan kakaknya. Hihi..”<br />“Huuu, yang cakepan udah lo embat duluan gitu? Dasar! Trus sekarang gimana dia?”<br />“Ya nggak gimana-gimana.”<br />“Lha, gimana sih lo?? Suka nggak?”<br />“Ya kalo gue nggak usah ditanya-lah.”<br />“Na trus? Dianya gimana?”<br />“Itu dia. Bingung deh gue nilainya gimana.”<br />“Emang dia keliatan gimana?”<br />“Kayaknya dia keliatan gimana gitu waktu ngeliat gue. Kayak yang gue nggak sesuai ama yang dia bayangin. Ya jelas-jelas gue jauh banget kalo dibandingin dia.”<br />“Lo kok bisa ngomong gitu? Lo tu nggak ngerasa punya kelebihan lain selain fisik ya?”<br />“Ya nggak gitu juga sih, Din. Tiap orang kan ada kurang ada lebihnya.”<br />“Nah tu, ngerti.”<br />“Tapi kenapa yah, kalo menilai orang itu yang pertama diliat pasti fisik duluan…?”<br />“Biasanya sih gitu...”<br />“Lo tuh terutama.”<br />“Yeh, lo juga kan? Pake segala bilang mirip Ricky Subagja…”<br />“Itu kan bukan gue yang bilaaaang! Uuugh. Gue minder nih, Din. Gue jelek begini…”<br />“Lho, apa hubungannya?”<br />“Yah, dia mana mau ama gueee?”<br />“Emangnya dia mau ngeliat tampang lo doang? Kan nggak, Ri. Gue rasa dia juga liat lo dari yang lainnya.”<br />“‘Ya tapi kalo orang baru pertama kenal, yang jadi patokan kan cakep apa enggaknya. Buktinya dia gitu. Kayaknya dia nggak ikhlas liat tampang gue. Cowok cakep kan pengennya kalo bisa sama cewek yang cakep juga. Kenapa sih yang diliat fisik duluan?”<br />“Ya soalnya yang pertama keliatan ya fisik duluan. Lo tuh ya, yang dikomentarin dia melulu. Sekarang gue tanya, lo dari tadi ngeributin apaan? Cakepnya dia kan? Fisiknya dia kan? Ya lo sama aja ama kebanyakan orang.”<br />“Ya abis itu duluan yang keliatan.”<br />“Halah, itu kalimat gue tadi.”<br />“Hihi… Iya ya?”<br />“Ri, kalo lo dari awal udah nggak nyaman masalah fisik yang nggak seimbang gini, apalagi nanti kalo jadi suami…? Seumur idup lo tertekan ngerasa nggak pantes jadi istri dia. Sekarang tunggu aja, dia mau apa enggak sama lo. Kalo dia mau-lo nolak, ya itu udah jadi keputusan lo, karena lo tadi bilang dia agak beda waktu liat tampang lo.”<br />“Feeling gue sih gitu.”<br />“Tapi kalo dia nolak lo, lo nggak boleh sakit ati ya?”<br />“Ya resiko-lah. Gue juga udah ngerasa dia nggak suka gue.”<br />“Tapi ati-ati kalo dia mau, lo bales mau. Jangan sembarang memutuskan cuma alasan fisik lho yah. Bukan karena dia cakep terus yang lain-lain di dirinya bakalan sempurna. Ya gue sih cuma ngingetin aja. Sekarang balikin lagi ke hati lo. Kira-kira nyaman nggak sama cowok cakep yang kemaren itu?”<br />“Mmm.. Nggak deh. Males gue.”<br />“Walaupun dia mau?”<br />“Yup.”<br />“Lho, kenapa? Jangan bilang karena hasutan gue yah.”<br />“Ya nggak-lah.”<br />“Trus kenapa?”<br />“Karena gue nggak ada hati ke dia. Mata gue aja nih yang silo liatin cowok cakep.”<br />“Sip deh! Trus, mau dikemanain tuh cowok? Buat gue aja sini!”<br />“Mau gue kenalin?”<br />“Eh, mmm... nggak deh. Gue mah pengennya cowok yang biasa-biasa aja, tapi hatinya luar biasa.”<br />“Wahahahaha... Bahasa lo tuh ya.. Males banget gue dengernya. Udah ah, gue banyak kerjaan nih!”<br />“Yeeeh, lagian siapa yang nelpon?”<br />“Hihi.. Ya udah deh, thanks ya, Din.”<br />“Sama-sama. Daaag Ricky Subagja!”<br />“Haha... Daaaag!”<br />“And get back to work!”<br />“Yup, back to work!”<br />“Yok ah, Assalamu’alaikum!”<br />“Wa’alaikumussalam...”</span><span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" ><br /><br />---<br /><br />Jadi ingat kata teh <a href="http://istribawel.com/">Ninit Yunita</a> dalam novel <a href="http://testpack.istribawel.com/">'Test Pack'</a>-nya:<br /><br /></span><span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;" >Sebagian dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu, atau mendadak miskin.<br /><br />Will you still love them, then?<br />That's why you need commitment.<br />Don't love someone because of what/how/who they are.<br /><br />From now on, start loving someone,<br />because you want to. #</span>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1140305293557390272006-02-19T06:16:00.000+07:002006-02-19T06:43:57.560+07:00Lantai 8,5<a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/gedung%20rektorat.jpg"><img style="CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/gedung%20rektorat.jpg" border="0" /></a><br /><div align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"><em></em></span></div><div align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"><em>“Eh, btw, beneran kantor lo di lantai 8,5?”</em> teman saya, <a href="http://numpang-nulis.blogspot.com">Wida</a>, mengakhiri surat elektroniknya dengan pertanyaan ini, padahal saya tengah menanyakan beberapa penjelasan mengenai hal-hal yang terkait dengan keahliannya. Saat itu memang saya memakai <em>email account</em> kantor yang kebetulan mencantumkan alamat lengkap tempat kerja. Hmm.. cukup menyenangkan hal-hal kecil seperti ini bisa menjadi perhatian orang lain. <em>“Bener kok, Wid. Emang kantor gw di Lantai 8,5. Kapan-kapan main dong kesini..”</em> :)<br /><br />Terletak di Gedung rektorat UI (atau sekarang dinamakan Pusat Administrasi UI), kantor kami memang ‘agak’ dipaksakan untuk terletak disana, karena konon pada pembuatannya dahulu, tempat kami bekerja ini diperuntukkan sebagai gudang penyimpanan arsip universitas. Itu sebabnya, tidak ada satupun jendela untuk bisa sekedar melihat pemandangan di luar. Ugh, padahal jika pikiran sedang suntuk-suntuknya, akan sangat menyenangkan melihat keluar jendela. Anda tahu di luar gedung kantor kami ada apa? Seantero UI yang sebagian besar masih hijau dengan rimbunnya pepohonan, taman asri tepat di depan gedung, danau tenang yang membentang tepat disebelah kiri gedung, Masjid UI di seberang danau dan berbagai bentuk bangunan dari beberapa fakultas terdekat. Sempurnalah semuanya! :(<br /><br />Gedung ini memuat 9 lantai, tetapi di dalam lift, hanya tombol bertuliskan ‘RS’ untuk menunjukkan angka 9, karena pada awalnya lantai 9 diperuntukkan sebagai Ruang Sidang. Lantai 1 sampai 8 tetap ada tombolnya masing-masing. Untuk transportasi keatas, terdapat 2 buah lift yang sudah lumayan tua, sejak 1986. Jangan bandingkan dengan lift-lift di perkantoran pusat kota. Lift kami ini tidak bisa digunakan untuk bercermin (ehm..), getaran pergerakannya.. yah, mungkin bisa disamakan dengan gempa bumi 1 skala Richter (hehe..), sempat mati beberapa kali dan pernah dilakukan upaya penyelamatan yang persis seperti adegan di film <em>Speed</em> (walau liftnya tidak sampai jatuh & hancur), juga tidak ketinggalan –<a href="http://jendela-luluk.blogspot.com/2005/08/siapa-dalam-lift.html#comments">lift ini ada ‘penunggu’-nya bo</a>! Top deh. :D<br /><br />Lantai 8,5 -dari namanya bisa diperkirakan- terletak diantara lantai 8 dan lantai 9. Jika dilihat dari luar, mungkin terletak dibalik lambang Makara UI yang ada diatas gedung, di bagian yang terlihat tidak ada jendelanya. Untuk mencapainya, Anda cukup naik lift sampai ke lantai 8 dan menggunakan tangga yang ada di lantai 8 untuk menuju lantai 9. Saya yakin sekali itu adalah tangga darurat karena itulah tangga satu-satunya yang menghubungkan lantai dasar sampai lantai 9. Dan jika Anda menemukan pintu di tengah-tengah perjalanan menaiki tangga dari lantai 8 ke lantai 9, itulah kantor kami, di lantai 8,5.</span></div><div align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"></span> </div><div align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;">Lantas, jika Anda berkunjung sekarang, apakah berarti Anda bisa menemukan saya disana? Oh, jawabnya: tidak lagi. Sebab mulai minggu ketiga Februari ini, kantor kami pindah ke satu fakultas sebagaimana lembaga penelitian lain dalam satu bidang yang sama. Kebijakan baru mengharuskan kami kembali dibawah naungan fakultas setelah bertahun-tahun berada langsung dibawah universitas. Konon, ini dikarenakan para lembaga penelitian dianggap cukup ‘menghasilkan’ sehingga ditarik kembali untuk memakmurkan fakultas. Masuk akal juga sih.. :)</span></div><div align="justify"><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"></span> </div><div align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"></span></div><div align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;">Iseng-iseng, kemarin saya sempat bertanya ke pak satpam yang menjaga Gedung Rektorat, akan digunakan untuk apa nantinya lantai 8,5 setelah kami pindahan. Dengan santai si bapak menjawab: <em>“Katanya sih buat senam, mbak. Kan suka ada tuh yang senam di halaman kalo sore. Besok-besok mau dibikinin ruang senam tuh di 8,5”<br /></em><br />Ha? Ruang senam?? Nggak ada jendelanya gitu mau dijadikan ruang senam?<br />Yang benar saja! :D</span></div>Lulukhttp://www.blogger.com/profile/15730373620356251083noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-7541308.post-1139934604355176092006-02-14T23:17:00.000+07:002006-02-15T00:02:21.633+07:00Berdua<a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/Oh%20my%20God,%20Arc%20De%20Triomphe!.0.jpg"><img style="CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/200/Oh%20my%20God%2C%20Arc%20De%20Triomphe%21.0.jpg" border="0" /></a><br /><a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4706/469/1600/Oh%20my%20God,%20Arc%20De%20Triomphe!.jpg"></a><br /><div align="justify"><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;">Selama 10 hari penuh, saya menghabiskan waktu berdua saja dengan seorang sahabat. <em>Oh,</em> tentu saja dia perempuan. Tugas dari kantor membawa kami ke tempat yang sama sekali berbeda dari lingkungan tempat kami biasa tinggal. Yang nyata terasa adalah suhu udara yang luar biasa dingin, makanan yang kurang menggugah selera, penggunaan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari, pakaian muslimah kami yang selalu menarik ‘perhatian’, juga peraturan dan etiket tersendiri yang tidak bisa diabaikan.<br /><br />Pada hari-hari pertama, semua terasa lancar dan menyenangkan. Namun saat tubuh mulai terasa penat, emosi mulai meningkat, dan biasanya diikuti jalan pikir yang pendek, masing-masing dari kami mulai muncul ‘aslinya’. Yang satu inginnya selalu rapi, satunya berantakan. Yang satu terlalu banyak mengingatkan, satunya lagi lebih banyak diam. Yang satu pelupa, satunya ceroboh. Yang satu cuek saja <em>mati gaya</em> asal tidak kedinginan, satunya lagi selalu minta pendapat akan kesesuaian warna & model pakaian (walaupun pada akhirnya menyerah juga tabrak lari karena kedinginan). Yang satu suka sekali memotret dengan kameranya, satunya lagi harus selalu memotret berulang kali, khawatir dikomentari si tukang potret karena hasilnya kurang optimal (“<em>Yaaah, kok miring sih?”</em> atau <em>“Yah, ini mah goyang kameranya, nggak fokus nih..”</em> atau <em>“Aduh, tulisannya kok malah ketutupan tiang sih??</em>). Hal-hal kecil dan sepele bisa menjadi sumber dari tidak berinteraksinya kami berdua selama beberapa menit. Walau tidak sampai saling benci, beberapa tarikan nafas panjang menandai usaha kami untuk menghilangkan