<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152</id><updated>2009-11-12T18:08:29.213+07:00</updated><title type='text'>.:BAMPERXII:.</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>151</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-6032405604263757479</id><published>2009-01-26T16:05:00.006+07:00</published><updated>2009-01-26T16:36:56.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi BAMPERXII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelatihan'/><title type='text'>Pelatihan Jurnalistik Tunanetra</title><content type='html'>Tunanetra menulis, sering kali kami lihat dan dengar mereka mengutak-atik mesin tik atau keyboard komputer untuk menulis beberapa kata mengenai hal-hal yang mereka alami, dan yang mereka dengar.Tulisannya sangat polos, tetapi menyentuh relung jiwa kami, akan tetapi sangat disayangkan tulisan itu menjadi kusam, dan tak berarti apa-apa karena hanya menjadi tumpukan berkas berkata yang tak pernah di sajikan kepada para pembacanya, seakan malu dan ragu menggerogoti hasrat mereka tuk menyodorkannya kepada khalayak untuk juga menyantap kenikmatan kata karya mereka.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BAMPER XII melalui saudara Ahmad Maulana Agung menyelenggarakan pelatihan jurnalistik tuk mencoba mengasah bakat kata sehingga tersaji kata-kata bermakna dan tertata kepada para pembaca.&lt;br /&gt;Tanggal 24-25 Januari 2009, bertempat di Aula YAPTI Makassar menjadi tempat dalam menimba dan menata kata-kata itu, dalam nuansa yang amat sederhana dan bersahaja. &lt;br /&gt;Para penyaji (pemateri) diantaranya Kak Dr.Saharuddin Daming, SH.,MH dengan menu materi Kenali Opini, Kak Aan Mansyur (Penulis Muda Berbakat)dengan menu materi kenali Puisi, Kak Ichsan (Script Writer Radio Telstar)dengan menu materi kenali Cerpen, dan Kak Irwan Ar (LAPMI Makassar)kenali Feature.Pelatihan Jurnalistik tersebut bertujuan untuk:&lt;br /&gt;1. Memberi pengetahuan dasar dunia jurnalistik&lt;br /&gt;2. Kenali Jenis-jenis Karya sastra&lt;br /&gt;3. Mendorong minat dan bakat peserta dalam hal jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kegiatan:&lt;br /&gt;Diharapkan mereka lebih termotifasi dalam menyalurkan potensi mereka dalam hal jurnalistik dan mensosialisikan diri mereka kepada melalui karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga terwujudnya harapan bahwa Tunanetra Bisa dalam hal Jurnalistik.&lt;br /&gt;Karena aku mengenal tulisan untuk "KENALI AKU LEWAT TULISAN".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-6032405604263757479?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/6032405604263757479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=6032405604263757479&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6032405604263757479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6032405604263757479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2009/01/pelatihan-jurnalistik-tunanetra.html' title='Pelatihan Jurnalistik Tunanetra'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-1341239467883890797</id><published>2009-01-05T21:25:00.004+07:00</published><updated>2009-01-05T22:39:23.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi BAMPERXII'/><title type='text'>Nonton Bareng Film Kecacatan di Malam Tahun Baru</title><content type='html'>Perayaan malam menjelang tahun baru dimana-mana dipadati dengan hiruk pikuk kegiatan masing-masing, terlebih area rekreasi telah dibanjiri oleh pengunjung. Gimana dengan sahabat tunanetra, apa saja yang mereka lakukan dalam melepas malam tahun baru 2008 tersebut. Tentu mereka pun memiliki harapan baru di tahun 2009, oleh karena itu demi terjalinnya ikatan solidaritas dan kecintaan terhadap penyandang cacat, maka BAMPER XII menggelar kegiatan dadakan, yakni Pemutaran Film tentang Penyandang Cacat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing dil yang telah diputer adalah Helen Keler , Im Sam dan Finfing Nemo. Film tersebut telah diputar oleh lembaga sosial internasional yaitu Helen Keller Indonesia pada kegiatan serupa bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa PLB UNM Makassar, di Kantor HKI Sulsel, dan kini digelar kembali di Asrama YAPTI Makassar.Sebagai Volunteer dari organisasi kecacatan khususnya tunanetra, diharapkan memilki kepekaan dan pemahaman mendalam mengenai penyandang cacat tersebut, dengan begitu tontonan tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi volunteer yang lebih dikenal dengan sebutan Mitra di organisasi BAMPER XII.&lt;br /&gt;Malam lepas tahun 2008 tersebut dihadiri pula oleh Koordinator HKI Sulsel, Ibu Widyawati. Sembari menonton film para sahabat tunanetra dan mitranya menyantap hidangan Jagung Bakar dan Sarabba (minum hangat jahe + gula aren)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-1341239467883890797?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/1341239467883890797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=1341239467883890797&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/1341239467883890797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/1341239467883890797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2009/01/nonton-bareng-film-kecacatan-di-malam.html' title='Nonton Bareng Film Kecacatan di Malam Tahun Baru'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-2030271009438308718</id><published>2009-01-04T09:13:00.005+07:00</published><updated>2009-01-05T21:18:24.150+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Tulis'/><title type='text'>AGAMA, BUDAYA DAN ETIKA SEBAGAI PILAR SASTRA DAN SENI</title><content type='html'>Seperti minggu-minggu sebelumnya, saya tak melewatkan membaca habis halaman budaya harian FAJAR. Selain karena berkecimpung di bidang sastra dan aktivitas sosial, saya juga ingin tahu siapa dan bagaimana isi tulisan teman-teman penulis muda yang dimuat hari itu, Minggu 14 Desember 2008.Seperti dugaanku, salah seorang sahabat saya, Irwan, artikelnya dalam kolom apresiasi dimuat hari itu. Namun saya tidak langsung membaca tulisan tersebut. Masih sama seperti biasa, membaca puisi terlebih dahulu yang waktu itu memuat 3 karya Dg. Mangeppek yakni Elegi Dalam Hati 1 dan 2 serta Wajah Tuhan yang mana isinya mengandung pesan agama atau reliji namun tetap ada kaitannya dengan budaya.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kemudian saya beralih membaca tulisan Ayahanda  Nur Alim Djalil (beliau sudah seperti guru buat saya) pada kolom percik dengan judul Komit dimana isinya mengandung pesan etika namun tetap ada nuansa agama. Dan tentu saja saya juga membaca cerpen karya Arwan Alimin yang berjudul Polisi Kampung itu dimana temanya tentang kepahlawanan yang kebetulan masih dalam suasana mengenang kembali peristiwa keganasan Westerling di Sul-Sel. Dalam cerpen tersebut ada pesan budaya dan etika yang tersirat. Kesimpulan saya, ketiga karya sastra tersebut yakni cerpen, essay dan puisi selalu dibingkai oleh 3 aspek kehidupan. Ketiga aspek tersebut adalah agama, budaya dan etika. Dengan demikian kita bisa mengatakan bahwa agama, budaya, dan etika adalah pilar sastra yang juga bagian dari seni.&lt;br /&gt; Membaca artikel Irwan pada kolom apresiasi, saya cukup tertarik dengan judulnya “Melawan Hegemoni dengan Film”. Tulisannya cukup bagus dan menambah pengetahuan saya tentang seni terutama di bidang perfilman. Tapi, pada 2 paragraf terakhir tulisan tersebut, ada sesuatu yang ganjil menurut saya. Selain belum menemukan secara pasti hegemoni apa yang menjadi objek perlawanan, ada kesan bahwa objek yang dimaksud adalah agama, budaya dan etika. Dengan kata lain salah satu, salah dua atau mungkin ketiganya bisa jadi penghambat dan memperkaku kreatifitas.&lt;br /&gt; Ketika keganjilan ini saya utarakan melalui sms, sahabat saya ini menjawab dengan bijak, juga lewat sms “sepertix perdebatan akn panjang klo kita bhs itu nursam. krn mungkn kita beranjak dari akar yg beda”. Demikian bunyi smsnya, dan karena aktivitas dan kesibukan masing-masing, cukup sulit bagi kami untuk bisa bertemu dan membahas hal tersebut. Namun demikian, menurut hemat saya, interpretasi nilai rasa suatu karya sastra sangat bergantung kepada pembacanya dan atau penikmatnya. Olehnya itu tak ada salahnya melalui tulisan ini saya mengeluarkan sedikit unek-unek yang ada di kepala saya, terlepas dari salah benarnya pandangan saya tentang hegemoni yang tertuang dalam artikel tersebut. &lt;br /&gt; Ketika ada kesan bahwa agama, budaya dan etika bisa menghambat kreatifitas seni dan kebebasan berekspresi, rasanya hal ini sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai sastra yang juga adalah begian dari seni. Sastra, yang sangat identik dengan dunia penulisan tentu akan tetap berpegang pada ketiga atau minimal salah satu dari ketiga aspek kehidupan tadi. &lt;br /&gt;Memang dunia perfilman yang identik dengan tekhnologi dan kebebasan berekspresi cukup hebat dan bahkan sangat hebat menjadi wadah transformasi nilai-nilai budaya dan etika. Tapi apakah transformasi itu selalu berdampak positif? Rasanya tidak. Salah satu dampaknya seperti yang diutarakan oleh ibu Herlina (kontestan guru favorit) di halaman 22 harian FAJAR edisi selasa 9 Desember 2008. ibu Herlina berpendapat “Jauh sekali bedanya anak-anak dulu dengan yang sekarang. Kalau dulu guru benar-benar dihormati. Saya benar-benar merindukan hal seperti itu”. Beliau juga menambahkan etika pelajar saat ini banyak dipengaruhi oleh dampak globalisasi dan pergaulan di lingkungan sekitar. Namun nilai positifnya, perkembangan tekhnologi di masa kini semakin memudahkan metode belajar mengajar.&lt;br /&gt;Seorang seniman dan atau sastrawan sejati adalah mereka yang tetap berpegang teguh pada ketiga aspek kehidupan tadi yakni agama, budaya dan etika. Saya tak dapat membayangkan betapa rusaknya tatanan kehidupan kita jika ketiga aspek tersebut dinafikan demi terwujudnya ketidakkakuan. Tegakah kita sebagai penulis, sastrawan ataupun seniman membiarkan, mendukung atau bahkan menyebarluaskan lewat media seni ataupun tulisan tentang fenomena homo, lesbian, ataupun sex bebas yang lambat laun dianggap hal yang lumrah di tengah masyarakat dan bahkan merusak tatanan sosial yang telah dibangun oleh ketiga aspek tadi? Dalam konteks ini, budayawan Taufik Ismail sudah menjewer kesadaran kita tentang eksistensi komplotan Gerakan Syahwat Merdeka (GSM) yang salah satu banditnya adalah sastrawan dan atau seniman.&lt;br /&gt;Sungguh ironi jika tulisan-tulisan yang bergenre remaja namun masih menggunakan nilai-nilai agama, budaya dan etika dianggap ketuaan dan ketinggalan jaman. Bukankah remaja harus dibimbing dengan ketiga aspek tadi? Hingga nantinya mereka mampu mensharing mana yang mesti dicontoh dan mana yang harus dibuang.&lt;br /&gt;Alhasil, bagaimanapun agama, budaya, dan etika harus menjadi landasan utama dalam menghadapi problematika kehidupan. Ketiganya adalah simbol keutuhan umat, bangsa dan dunia pada umumnya. Ketiganya tidak mengekang (bukan hegemoni) tapi menjaga dan memperbaiki tatanan masyarakat yang telah dan akan rusak. Ketiganya memperkokoh eksistensi manusia sebagai makhluk sosial. Makhluk yang berbeda dengan binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Harian FAJAR Pada Minggu, 28 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-2030271009438308718?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/2030271009438308718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=2030271009438308718&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/2030271009438308718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/2030271009438308718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2009/01/agama-budaya-dan-etika-sebagai-pilar.html' title='AGAMA, BUDAYA DAN ETIKA SEBAGAI PILAR SASTRA DAN SENI'/><author><name>Nursam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02324094502251063891</uri><email>muh_nursam@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06687267632295058855'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-3627433560128302604</id><published>2009-01-04T08:27:00.005+07:00</published><updated>2009-01-05T21:14:54.831+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>DAENG PALESANG</title><content type='html'>Nama aslinya Abdullah, entah kenapa orang tuanya memberi gelar “Daeng Palesang”. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, berarti tukang pemindah atau tukang pindah-pindah atau orang yang senang memindahkan sesuatu dan atau berpindah-pindah. Mungkin, semasa kecil dia suka memindahkan perabot rumahnya, atau dia sering berpindah tempat saat makan, atau mungkin juga gelar itu warisan dari almarhum ayahnya yang juga bergelar “Daeng Paramisi” yang berarti tukang permisi atau orang yang senang minta izin. Ah, entahlah, yang jelas kata orang tua-tua di kampungku, senyum Abdullah sangat mirip dengan senyum ayahnya, walaupun warna kulit Abdullah lebih cerah dibanding kulit ayahnya yang hitam pekat. Itu masih kata orang tua-tua.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya belum tahu bagaimana ciri-ciri ayah Abdullah. Kata ibuku saat beliau meninggal kami masih balita. Kebetulan tahun kelahiranku sama dengan Abdullah. Kembali ke pendapat orang tua-tua, mereka semua setuju bahwa Abdullah yang paling mirip dengan ayahnya ketimbang saudaranya yang lain. Suatu waktu saya bertanya pada ibu.&lt;br /&gt; “ma, apa mama ingat ciri-ciri ayah Dul?”&lt;br /&gt; “maksudmu Daeng Paramisi ayahnya Palesang?”&lt;br /&gt; “ya iyalah ma, siapa lagi yang saya panggil Dul selain dia.”&lt;br /&gt; “ooh, Daeng Paramisi itu orangnya baik, sopan, dihormati dan disegani banyak orang terutama penduduk di kampung ini. Kalau tentang rupanya, kulitnya gelap, agak pendek tapi tidak cebol, rambutnya lurus. Ya cuma itu yang mama ingat.”&lt;br /&gt; Aku tersenyum dan sedikit tertawa.&lt;br /&gt; “Lho, kenapa, ada yang lucu?” Ibu menatapku. Heran.&lt;br /&gt; “Lucu banget ma. Kata orang-orang, Abdullah yang paling mirip dengan ayahnya. Tapi dari penjelasan mama mereka berbeda 180 derajat. Dullah khan lumayan tinggi, kulitnya putih, rambutnya agak grinyol. Beda banget khan, he..he..”&lt;br /&gt; “Ooh iya” ibu melanjutkan “Ada satu yang mama lupa. Daeng Paramisi orangnya murah senyum. Mirip, sangat persis dengan Palesang. Pasti itu yang membuat orang berasumsi bahwa Palesanglah yang paling mirip dengan ayahnya.” Gumam ibuku sepertinya sangat setuju dengan pendapat itu.&lt;br /&gt; “Ooh gitu ya ma.” Saya mengangguk, sadar bahwa dialah yang paling murah senyum di antara semua saudaranya. Tentu, senyumlah yang menjadi ikon kemiripan mereka.&lt;br /&gt;  Abdullah alias Palesang adalah sahabat baikku. Sejak kecil kami bermain bersama. Awalnya, dia agak kesal dipanggil “Palesang”. Dia pernah bilang hanya ibunya yang berhak memanggilnya dengan sebutan itu, nama itu penghormatan khusus buat ayah dan ibunya. Tapi orang tua-tua termasuk ibuku dan teman-teman sebaya kami sudah terlanjur akrab dengan nama itu. Ya, mau gimana lagi, dia pasrah saja.&lt;br /&gt;  Sebagai sahabat, saya tidak ikut-ikutan memanggilnya Palesang. Apalagi dia merasa diperolok dengan sebutan itu. Kadang saya memanggilnya Abdul kadang cuma Dul dan terkadang juga memanggilnya Dullah, ya tergantung sikon. Terkadang saya bingung mesti memanggil apa. Syukurlah nama manapun yang saya gunakan, kecuali Palesang, dia pasti tahu kalau saya yang memanggilnya.&lt;br /&gt; “Ooi, Dul!” aku memanggilnya dan mendekat.&lt;br /&gt; “Berapa skor MU lawan AC Milan semalam”. Tanyaku ingin tahu.&lt;br /&gt; “MU kalah 3-1”. Jawab Abdullah dengan nada kecewa.&lt;br /&gt; “Waduh gugur lagi andalanku. Oh ya, besok kuliahmu sampai jam berapa Dul?”&lt;br /&gt; “Kalau besok hanya 2 mata kuliah, tapi lompat jam 8 pagi dan jam 3 sore. Emang kenapa? Tumben nanya-nanya.”&lt;br /&gt; “Kebetulan jadwal kuliah kita sama. Gimana kalau kita menghadiri walimahnya teman kampusku, besok jam 10 pagi.”&lt;br /&gt; “Boleh, tapi...” Bruum... tiba-tiba Icul muncul bersama motor kesayangannya yang memekakkan telinga. Dua hari lalu dia baru tiba dari Jakarta bersama ayahnya, seorang pejabat yang baru saja naik pangkat.  &lt;br /&gt; “Gimana kabar kalian? Tidak terasa hampir sebulan tidak ketemu.”&lt;br /&gt; “Alhamdulillah, ya seperti yang kamu lihat, kami baik-baik saja.” Jawabku.&lt;br /&gt; “Gimana denganmu?” &lt;br /&gt; “Saya juga baik. Cuma semalam ketiban sial.”&lt;br /&gt; “Pasti kalah taruhan lagi.” Ucap Abdullah sedikit kesal.&lt;br /&gt; “Sok tahu. Emang kenapa?”&lt;br /&gt; “Yang gituan tidak ada manfaatnya, dosa.”&lt;br /&gt; “Iya iya Daeng Palesang. Sudah berapa kali kau bilang. Masalahnya, kalau tidak pake taruhan kurang menarik. Iya khan partner?” Tanya Icul padaku. Saya hanya diam.&lt;br /&gt; “Icul... Icul... Sampai kapan kau tega menghamburkan uangmu hanya untuk hal sebodoh itu? Mendingan kau gunakan untuk kebaikan. Kau lihatkan berita di koran-koran bahkan di televisi. Daerah kita ini sering ada liputan orang yang kelaparan, busung lapar, rumah penduduk terbakar dan peristiwa lain yang menyesakkan. Bukankah lebih baik jika menyumbangkan uangmu buat mereka?”&lt;br /&gt; “Tenang saja, itu urusan ayahku.” &lt;br /&gt; “Ayahmu? Ayahmu katamu? Ayahmu yang super sibuk itu kau andalkan? Dan kau sendiri tidak peduli? Lihatlah dirimu, kau bisa berpesta pora, berhura-hura dengan teman-teman, menghamburkan uang jutaan, sementara di sekitarmu banyak yang membutuhkan. Mereka kelaparan, mereka butuh makan. Di mana hatimu? Apa kau tidak malu?”&lt;br /&gt; Icul terdiam seribu bahasa.&lt;br /&gt; “Sudahlah. Kalau orang sudah ketagihan sangat sulit dinasehati.” Gumamku lirih.&lt;br /&gt; “Hmm. Ok, saya pergi dulu, ada sedikit urusan. Thanks yaa Palesang. Ucapanmu ada benarnya. Nanti saya pikirkan. Bye...”&lt;br /&gt; “Jangan cuma pikirkan, laksanakan...” teriak Abdullah&lt;br /&gt; “Iya.. iya..”&lt;br /&gt;  Bruum... Icul pun pergi sambil tersenyum. Dia adalah satu dari sekian teman yang gemar berjudi dan hura-hura. Sebenarnya dia orang baik, hanya pergaulan saja yang membuatnya terpengaruh. Entah kenapa Abdullah alias Palesang tidak pernah bosan mengingatkan Icul dan teman-teman yang lain. Pun banyak teman-teman berusaha menghindarinya.&lt;br /&gt;  Saya teringat, beberapa tetangga bercerita, Abdullah pernah dikeroyok 3 orang preman. Penyebabnya adalah kebiasaan dan keberaniannya mengingatkan orang yang berbuat maksiat, kapan dan dimanapun dia lihat –ya seperti yang terjadi pada Icul. Wajah ketiga preman itu kelihatan sangar, badannya pun kekar. Tapi setelah menghadapi Abdullah, ketiga preman itu lari ketakutan. Banyak yang heran, nyaris tidak percaya dengan kejadian itu. Semua tetangga tahu Abdullah tak pernah belajar ilmu bela diri. Badannya pun biasa saja, padahal ketiga preman tadi sudah terkenal keberingasannya. Kalau diistilahkan, ketiga preman tersebut adalah panglima perang untuk perang-perang kelompok di daerah ini. Setelah peristiwa itu, banyak penduduk makin segan pada Abdullah. Ya, seperti ayahnya. &lt;br /&gt;Sebagai orang yang sangat akrab dengan Abdullah, saya tidak heran dengan kejadian tersebut. Saya pernah mendapati kejadian yang lebih aneh. Waktu itu Abdullah sedang memanjat pohon kelapa yang sangat tinggi untuk mengambil buahnya yang masih muda. Saat mencapai puncaknya, Abdullah terjatuh. Nah di sinilah letak keanehannya, dia seperti melompat dari ketinggian dua puluh meter. Seolah, ada yang menahannya jatuh terpental. Abdullah sendiri heran dengan peristiwa itu. Pernah juga saya mendapati Abdullah duduk santai dirumahnya sambil baca buku. Di dekatnya, ada seorang pria berpakaian serba putih yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saat saya masuk, orang itu lenyap dari pandangan saya.&lt;br /&gt; “Dul, siapa di dekatmu tadi? Dan di mana dia sekarang?”&lt;br /&gt; “Ah mana ada. Dari tadi saya sendirian. Kamu menghayal kali?” Jawab Abdullah, heran.&lt;br /&gt; “Tapi, tadi saya benar-benar melihat seseorang didekatmu. Ayo, kasih tahu saja siapa orang itu?” tanyaku sedikit memaksa.&lt;br /&gt; “Sudah saya bilang, dari tadi saya sendirian. Emang pernah saya merahasiakan sesuatu darimu? Apakah memang saya pernah berbohong?”&lt;br /&gt;  Mendengar jawaban Abdullah, entah apa yang saya rasakan. Takut? ah tidak. Yang berpakaian serba putih tadi, terlihat sangat berwibawa dan bercahaya. Bahkan ada kesejukan saat melihatnya. Barangkali dialah yang selama ini menjaga Abdullah. Saya yakin Abdullah tidak menyembunyikan apapun, apalagi berbohong, mustahil. Apa mungkin Abdullah orang yang diberi karomah oleh Allah atau Waliullah? ah entahlah. Yang pasti, Abdullah adalah orang yang saleh dan jauh dari kemusyrikan. Sudah tentu  ibadahnya tak ada yang menyimpang dari cara nabi SAW.&lt;br /&gt;  Meskipun, banyak teman-teman yang bermoral tengik berusaha menghindarinya, Abdullah tidak pernah bosan mengingatkan mereka. Tak disangka, banyak juga dari mereka yang dibuatnya sadar dan sekarang makin rajin ke masjid serta mengikuti pengajian bersama kami. Di antara mereka ada Ahmadi yang dulunya raja kupon putih, Wawan dulunya doyan mabuk-mabukan, Rimba yang mantan pecandu narkoba, dan beberapa teman lagi. Saya tidak tahu persis sudah berapa teman yang dibuatnya insyaf. &lt;br /&gt;Rasanya, yang membuatku bertanya-tanya tentang sebutan “Palesang” pada diri Abdullah, terjawab sudah. Ya, orang tuanya memberi gelar “Palesang”, tentu dengan harapan anaknya bisa berguna bagi orang lain. Lewat celoteh atau nasehatnya yang bermanfaat dan penuh hikmah, dia sanggup memindahkan kebiasaan buruk seseorang menjadi kebaikan, ini sesuai dengan namanya “Abdullah Daeng Palesang”. Saya teringat kitab hadist yang saya pinjam darinya; Rasulullah SAW bersabda “Nama adalah do’a orang tua untuk anaknya”. &lt;br /&gt;Sebutan “Palesang” yang melekat pada diri Abdullah sangat tepat buat sahabatku yang satu ini. Kendati, Abdullah sendiri belum menyadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 12 Rabiul Awal 1429 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Harian FAJAR pada Minggu, 1 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-3627433560128302604?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/3627433560128302604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=3627433560128302604&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/3627433560128302604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/3627433560128302604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2009/01/daeng-palesang.html' title='DAENG PALESANG'/><author><name>Nursam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02324094502251063891</uri><email>muh_nursam@yahoo.co.id</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='06687267632295058855'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-7801129475511981465</id><published>2008-12-27T12:49:00.002+07:00</published><updated>2009-01-05T21:13:39.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Tulis'/><title type='text'>Stop diskriminasi</title><content type='html'>Oleh:Sujono sa’id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya (penulis) yakin bahwa setiap kaum minoritas seperti agama, suku, masyarakat miskin, serta penyandang cacat sejak lahir sudah mendambakan yang namanya pembebasan dari Diskriminasi dan marginalisasi dari berbagai pihak. Saya juga ingin menjelaskan mengapa golongan-golongan yang sudah saya(penulis) sebutkan diatas sekarang ini sedang dilanda diskriminasi? Tentu ada penyebabnya tergantung siapa yang di diskriminasikan kita mulai dari agama, agama tertentu apalagi agama yang minoritas, di diskriminasikan oleh sebahagian orang dikarenakan sebahagian orang khususnya orang-orang yang terlalu ekstrim terhadap aturan agama yang dianutnya menyebabkan agama yang sedikit penganutnya terisolasi.&lt;span class="fullpost"&gt;Begitupun dengan suku-suku tertentu, mereka di diskriminasikan oleh suku yang mayoritas dikarenakan sebahagian penduduk dari lingkungan sekitar mereka lagi-lagi terlalu sempit menilai terhadap suku minoritas tersebut yang penyebabnya adalah factor kurangnya pengetahuan mereka tentang ajaran agama yang mereka anut sendiri serta ajaran agama minoritas yang mereka sendiri diskriditkan, sungguh ini sangat lebih dari keterlaluan dan hal ini saya rasa sangat menyedihkan serta membuat mereka tertekan.&lt;br /&gt;            Begitupun dengan masyarakat miskin, apalagi masyarakat yang sudah tidak berdaya juga di diskriminasikan karena mereka tidak memiliki sesuatu yang dapat membuat masyarakat mau menerimanya seperti ilmu, harta, serta pangkat dan kedudukan. Padahal, mereka-mereka yang menjadi pelaku diskriminasi harusnya sadar bahwa masyarakat miskin adalah lading amal bagi mereka, seharusnya mereka dirangkul, dan diproteksi. Bukannya di diskriditkan, di isolasi, dan di kucilkan , serta dijauhi.&lt;br /&gt;Penyandang cacat mendapat perlakuan diskriminasi oleh sebahagian orang dikarenakan oleh masyarakat beranggapan bahwa penyandang cacat adalah beban, aib, pembawa sial, atau dalam bahasa bugis dikenal dengan istilah parompa-rompai, dalam bahasa selayar dikenal dengan istilah appakasusa atau sebagai orang yang akan membawa beban berat, dan dalam bahasa Makassar dikenal dengan istilah paganna-ganna atau pelengkap dalam kehidupan ini. Namun, atas berkat rahmat ilahi, kita sudah sedikit dapat menghirup udara segar, karena sudah sedikit memperoleh hak mereka.&lt;br /&gt;Sekarang ini, statement-statement yang saya(penulis) sebutkan di atas, kini sudah hamper tidak terdengar dan sangat patutlah kita syukuri, karena semua itu adalah campur tangan ilahi yang di lakukan melalui tangan-tangan manusia mulia sebagai medianya, tapi masalahnya lain lagini sekarang ya! Sekarang ini statement-statement yang saya(penulis) sebutkan di atas, sudah tidak ada tapi yang jadi masalah adalah tentang apa yang harus mereka perbuat untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap penyandang cacat. Eh, sorry saya terlalu terlena hamper aja saya lupa kalau saya sebenarnya ingin menuliskan harapan saya pribadi selaku tunanetra serta harapan teman-teman penyandang cacat khususnya kaum tunanetra untuk menikmati indahnya kesamaan dibalik sebuah perbedaan. Sebelum jauh melangkah, tentu ada sebuah renungan  yaitu sebagai berikut siapa Yang harus melepaskan penyandang cacat dari diskriminasi?, serta bagaimana caranya? Yang harus melepaskan para penyandang cacat dari diskriminasi adalah diri mereka sendiri, sebab jika diri mereka sendiri yang berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan tersebut, maka orang lain tentu akan turut bersimpati atas keinginan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mereka melepaskan diri dari diskriminasi adalah tergantung kapasitas mereka apakah sebagai seorang pelajar, atau masyarakat biasa. Jika mereka adalah seorang pelajar, tentu mereka harus belajar dengan sungguh-sungguh dengan menggunakan indra yang dapat mereka gunakan yaitu indra pendengar dan memori ingatan serta analisa kritis, dan kemampuan mereka bersahabat dengan lokasi.&lt;br /&gt;Hal yang saya(penulis) sebutkan diatas, adalah hal yang diperuntukkan kepada kaum penyandang cacat yang membaur dengan pelajar dari kalangan SMU regular dan kalangan mahasiswa jurusan selain dari jurusan pendidikan luar biasa. Belajar dengan menggunakan indra yang tersisa berlaku bagi teman-teman penyandang tunanetra, yang sudah kehilangan indra fisualnya, sehingga hanya dapat menggunakan memori, indra pendengaran, serta analisa kritis terhadap segala sesuatu di alam sekitarnya.&lt;br /&gt;Tunarungu, yang telah kehilangan indra pendengaran serta tidak berfungsinya indra bicaranya, sehingga harus menggunakan indra fisual untuk mendeteksi isyarat dari guru seperti model bibir, isyarat dalam bentuk gerakan tangan, serta isyarat dalam bentuk informasi yang di tulis di sebuah buku, kertas, atau dari atas sebuah wite board atau LCD.Jika kaum penyandang cacat adalah individu atau kelompok yang telah menjadi sebuah keluarga dan telah membaur dengan masyarakat sekitar, tentu cara yang harus mereka tempu untuk melepaskan diri dari marginalisasi adalah mengubah image masyarakat sekitar bahwa kaum penyandangcacat bukan orang yang akan membawa beban, pembawa sial, dan sampah masyarakat menjadi image yang menggambarkan bahwa penyandang cacat adalah pembawa manfaat bagi masyarakat di daerah sekitar.&lt;br /&gt;Hal yang mereka lakukan adalah melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan kemampuan serta keahlian yang mereka miliki, maka dengan sendirinya masyarakat akan menaruh simpati untuk memberikan dukungan serta apresiasi kepada mereka atas profesionalisme mereka bukan karena rasa kasihan terhadap mereka.&lt;br /&gt;Selain diri mereka sendiri, yang harus melepaskan mereka dari diskriminasi adalah keluarga, sebab keluarga adalah penentu akan masa depan mereka serta mediator mereka untuk menjalani dan mengisi kehidupan mereka, serta keluargalah yang seharusnya menutupi kekurangan mereka. Hal yang harus dilakukan oleh keluarga penyandang cacat adalah tidak meng isolasi mereka dari keluarga, memberikan pendidikan yang layak, serta tidak membatasi ruang gerak mereka dalam ber kreasi.&lt;br /&gt;Selain keluarga, yang harus melepaskan para penyandangcacat dari diskriminasi dan marginalisasi adalah masyarakat yang merasa diri memiliki kepedulian yang tinggi dan tidak didasari oleh rasa kasihan tetapi didasari oleh rasa kepedulian.&lt;br /&gt;Masyarakat sekitar sebagai bagian dari penyandang cacat yang tinggal di sekitar  rumah mereka, seharusnya mau menerima manusia yang tergolong sedikit kurang beruntung untuk hidup bersama-sama dengan mereka, serta menikmati kehidupan yang layak, serta mempergauli mereka dengan tidak berlebihan dan tidak di tekan.&lt;br /&gt;Masyarakatlah yang harus melepaskan penyandang cacat dari belenggu diskriminasi dan marginalisasi dengan potensi mereka. Jika salah satu dari mereka adalah pelajar, maka cara yang harus mereka tempu adalah mempermudah pelajar dari kalangan penyandang cacat dalam menjalani proses belajar mengajar, serta mempergauli mereka di sekolah dengan baik. Jika salah satu dari mereka adalah tenaga pendidik, yang harus mereka lakukan adalah mengajar dengan metode yang dapat merangkul siswa regular dan penyandang cacat, serta tidak mempersulit pelajar dari kalangan penyandang cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka adalah seorang atfokat, seharusnya mereka mendampingi kaum penyandang cacat yang haknya ter aniaya seperti hak untuk memperoleh pendidikan yang layak, memperoleh pekerjaan yang layak, dan penghidupan yang layak.&lt;br /&gt;Jika salah satu dari mereka adalah orang-orang yang menekuni dunia jurnalistik, maka seharusnya mereka memberikan informasi tentang keberadaan penyandang cacat, mempublikasikan penyandang cacat, serta memberikan informasi tentang keberadaan sekolah Luarbiasa untuk penyandang cacat yang belum tersentuh pendidikan.&lt;br /&gt;Selain masyarakat, diri mereka sendiri, dan keluarga mereka, yang harus melepaskan penyandang cacat dari diskriminasi adalah penentu kebijakan seperti menteri pendidikan, menteri pemberdayaan umum, dan menteri hokum dan ham. Sedangkan cara yang harus mereka tempu adalah dalam bentuk kebijakan public, serta pengadaan sarana untuk kelangsungan hidup mereka seperti sarana aksesibilitas, sarana layanan pendidikan, dan peraturan yang mengatur kewajiban dan hak mereka sebagai seorang manusia.&lt;br /&gt;Penyandang cacat juga adalah manusia yang tidak memiliki hak yang ber beda dengan masyarakat lain tetapi cara melaksanakan kewajiban mereka yang agak sedikit berbeda tergantung daripada kondisi dari kaum penyandang cacat itu sendiri. Berikut saya(penulis) akan memberikan contoh masyarakat yang telahmelakukan tindakan yang merupakan wujud apresiasi mereka terhadap penyandang cacat baik sebagai pendidik, maupun sebagai pelajar yang telah penulis temui dan di dukung oleh pengalaman penulis.&lt;br /&gt;Aulia susantri salah seorang pelajar yang telah melakukan suatu tindakan yang merupakan sebuah wujud apresiasinya terhadap kaum penyandang cacat terkhusus kepada tunanetra tindakan yang telah ia lakukan adalah mempermudah penulis untuk mengikuti proses belajar mengajar, begitu juga dengan Indra wait yang juga telah melakukan hal yang sama, Syamsul, yang juga melakukan hal yang dilakukan oleh Aulia dan Indra diatas karena menurutnya ia sangat terbantu oleh penyandang cacat.&lt;br /&gt;Contoh pendidik yang sangat peduli terhadap penyandang cacat terkhusus kepada kaum tunanetra adalah Ibu Evi Yuliati salah seorang guru sebuah SMU negeri yang berlokasi di Jalan cakalang dan bertetangga dengan SMP negeri tujuh(7) yang telah menunjukkan kepeduliannya dalam bentuk tindakan, yaitu menyajikan materi pelajaran yang betul-betul aksesibel bagi penyandang cacat terkhusus kepada Tunanetra yang tidak jauh berbeda dengan teman-teman di sekolah tersebut sampai dengan persiapan pelaksanaan ujianpun untuk tunanetra beliaulah yang langsung turun tangan.&lt;br /&gt;Bapak Salikul hadi, salah seorang Guru SMU Datuk ribandang juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap peserta didik dari kalangan penyandang cacat khususnya kepada kaum tunanetra yang ber sekolah di SMU Datukribandang yang juga merupakan tempat penulis menimba ilmu khususnya ilmu-ilmu social yang sedang di tekuninya.&lt;br /&gt;Kak Amrin, salah seorang wartawan berita kota yang juga tercatat dalam struktur kepengurusan Bamperxii, adalah contoh jurnalis yang telah melakukan kegiatan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi beliau yaitu mempublikasikan kegiatan yang berkaitan dengan para penyandang cacat di berbagai momen dan berbagai kesempatan.&lt;br /&gt;Inilah harapan dari kami kaum penyandang cacat yang dapat kami lontarkan pada momen hari internasional penyandang cacat 2008, saya (penulis) sebagai bagian dari penyandang cacat merasa tidak lah cukup jika masyarakat hanya meminta kami untuk kuat dalam menjalani kehidupan yang keras ini tanpa kesempatan dan media untuk melakukan hal-hal yang mampu kami lakukan untuk mengangkat harkat dan martabat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-7801129475511981465?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/7801129475511981465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=7801129475511981465&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/7801129475511981465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/7801129475511981465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/12/stop-diskriminasi-dengan-olehsujono.html' title='Stop diskriminasi'/><author><name>ade saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01190393405912032221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11065149386750698072'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-5779121723715055096</id><published>2008-12-20T08:39:00.004+07:00</published><updated>2008-12-20T09:00:27.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Alat Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus</title><content type='html'>Anak dengan kebutuhan khusus perlu dikenal dan diidentifikasi dari kelompok anak pada umumnya, oleh karena mereka memerlukan pelayanan yang bersifat khusus.Pelayanan tersebut dapat berbentuk pertolongan medik, latihan-latihan therapeutic, maupun program pendidikan khusus, yang bertujuan untuk membantu mereka mengurangi keterbatasannya dalam hidup bermasyarakat.Dalam rangka mengidentifiksi (menemukan) anak dengan kebutuhan khusus, diperlukan pengetahuan tentang berbagai jenis dan gradasi (tingkat) kelainan organis maupun fungsional anak melalui gejala-gejala yang dapat diamati sehari-hari.Sehubungan dengan hal itu, maka disiapkan suatu Alat Identifikasi Anak dengan kebutuhan khusus (AI ABK)berbentuk kalimat pernyataan tentang gejala-gejala yang nampak pada anak sehari-hari. Dengan alat identifikasi ini, secara sederhana dapat disimpulkan apakah seorang anak tergolong anak dengan kebutuhan khusus atau bukan. Alat identifikasi ini dapat digunakan oleh orang-orang yang dekat (sering bergaul/berhubungan) dengan anak, seperti guru, orang tua, pengasuh, untuk menjaring kelompok anak usia pra sekolah dan usia sekolah dasar, baik yang sudah bersekolah maupun yang belum bersekolah atau yang sudah drop out.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;PETUNJUK PENGISIAN &lt;br /&gt;1. Gunakan Alat Identifikasi Anak dengan kebutuhan khusus (AI ABK) ini untuk seluruh siswa di kelas; &lt;br /&gt;2. Usahakan untuk melihat gejala-gejala yang nampak pada setiap anak dengan seksama, mungkin memerlukan waktu beberapa hari, jangan tergesa-gesa; &lt;br /&gt;3. Agar gejala mudah dikenali, pada beberapa pernyataanl, anak dapat terlebih dahulu diberi tugas tertentu baru kemudian diamati pada saat mereka mengerjakan tugas tersebut; &lt;br /&gt;4. Tiap gejala yang ditemukan pada setiap anak diberi nilai 1 (satu); sedangkan yang tidak ditemukan diberi nilai 0 (nol); &lt;br /&gt;5. Setelah diberi nilai keseluruhan, jumlahkan nilai yang diperoleh pada setiap jenis kelainan; &lt;br /&gt;6. Setelah diperoleh jumlah nilai dari setiap jenis kelainan, kemudian bandingkan hasilnya dengan nilai standar setiap jenis kelainan yang tertera pada AI ABK ini;&lt;br /&gt;7. Bila nilai yang diperoleh sama dengan atau lebih tinggi dari nilai standar yang tertera pada setiap jenis kelainan, maka anak tersebut dapat dikategorikan tergolong anak yang mengalami suatu jenis kelainan tertentu; &lt;br /&gt;8. Terdapat kemungkinan bahwa seorang anak mengalami lebih dari satu jenis kelainan (kelainan ganda), karena hal ini dapat terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALAT IDENTIFIKASI ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS &lt;br /&gt;(AI ABK)&lt;br /&gt;Nama Sekolah  : …………………………………… &lt;br /&gt;Kelas         : …………………………………… &lt;br /&gt;Diisi Tanggal : …………………………………… &lt;br /&gt;Nama Petugas/ &lt;br /&gt;Guru Kelas    : …………………………………… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Siswa &lt;br /&gt;1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10| 11| 12| 13| 14| 15| 16| dst| Jumlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. &lt;br /&gt;Gejala yang diamati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tunanetra (anak yang mengalami gangguan penglihatan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tidak mampu melihat, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;b. Tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;c. Kerusakan nyata pada kedua bola mata, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;d. Sering meraba-raba/tersandung waktu berjalan, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;e. Mengalami kesulitan mengambil benda kecil di dekatnya,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;f. Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/besisik/kering,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;g. Peradangan hebat pada kedua bola mata,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;h. Mata bergoyang terus.&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Nilai standarnya adalah 6, artinya bila anak mengalami&lt;br /&gt;minimal 6 gejala di atas, maka anak termasuk tunanetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tunarungu (anak yang mengalami gangguan pendengaran) &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;a. Tidak mampu mendengar, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;b. Terlambat perkembangan bahasa, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;c. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;d. Kurang/tidak tanggap bila diajak bicara, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;e. Ucapan kata tidak jelas,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;f. Kualitas suara aneh/monoton,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;g. Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengar,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;h. Banyak perhatian terhadap getaran, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;i. Keluar nanah dari kedua telinga,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;j. Terdapat kelainan organis telinga.&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Nilai standarnya 7. &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tunadaksa/anak yang mengalami kelainan angota tubuh/gerakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;b. Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna, tidak lentur/tidak terkendali),&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;c. Terdapat bagian anggauta gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;d. Terdapat cacat pada alat gerak,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;e. Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;f. Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk, dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;g. Hiperaktif/tidak dapat tenang.&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Nilai standarnya 5. &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anak Berbakat/anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Membaca pada usia lebih muda,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;b. Membaca lebih cepat dan lebih banyak, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;c. Memiliki perbendaharaan kata yang luas, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;d. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;e. Mempunyai minat yang luas, juga terhadap masalah orang dewasa, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;f. Mempunyai inisiatif dan dapat berkeja sendiri, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;g. Menunjukkan keaslian (orisinalitas) dalam ungkapan verbal, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;h. Memberi jawaban-jawaban yang baik,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;i. Dapat memberikan banyak gagasan, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;j. Luwes dalam berpikir, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;k. Terbuka terhadap rangsangan-rangsangan dari lingkungan, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;l. Mempunyai pengamatan yang tajam,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;m. Dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu panjang, terutama terhadap tugas atau bidang yang diminati, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;n. Berpikir kritis, juga terhadap diri sendiri, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;o. Senang mencoba hal-hal baru,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;p. Mempunyai daya abstraksi, konseptualisasi, dan sintesis yang tinggi, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;q. Senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan masalah,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;r. Cepat menangkap hubungan sebabakibat,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;s. Berperilaku terarah pada tujuan, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;t. Mempunyai daya imajinasi yang kuat, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;u. Mempunyai banyak kegemaran (hobi),&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;v. Mempunyai daya ingat yang kuat, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;w. Tidak cepat puas dengan prestasinya, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;x. Peka (sensitif) serta menggunakan firasat (intuisi), &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;y. Menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan. &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Nilai standarnya 18. &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tunagrahita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penampilan fisik tidak seimbang, misalnya kepala terlalu kecil/besar,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;b. Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usia,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;c. Perkembangan bicara/bahasa terlambat &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;d. Tidak ada/kurang sekali perhatiannya terhadap lingkungan (pandangan kosong), &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;e. Koordinasi gerakan kurang (gerakan sering tidak terkendali),&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;f. Sering keluar ludah (cairan) dari mulut (ngiler).&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;Nilai standarnya 4. &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Anak lamban belajar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Rata-rata prestasi belajarnya kurang dari 6, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;b. Dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik sering terlambat dibandingkan teman-teman seusianya, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;c. Daya tangkap terhadap pelajaran lambat,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;d. Pernah tidak naik kelas.&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Nilai standarnya 3. &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang mengalami kesulitan membaca (disleksia) &lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;a. Perkembangan kemampuan membaca terlambat,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;b. Kemampuan memahami isi bacaan rendah, &lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;c. Kalau membaca sering banyak kesalahan &lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;Nilai standarnya 3. &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang mengalami kesulitan belajar menulis (disgrafia) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai, &lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;b. Sering salah menulis huruf b dengan p, p dengan q, v dengan u, 2 dengan 5, 6 dengan 9, dan sebagainya,&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;c. Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca,&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;d. Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang, &lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;e. Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris. &lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Nilai standarnya 4. &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang mengalami kesulitan belajar berhitung (diskalkulia) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sulit membedakan tanda-tanda: +, -, x, :, &gt;, &lt;, = &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;b. Sulit mengoperasikan hitungan/bilangan, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;c. Sering salah membilang dengan urut, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;d. Sering salah membedakan angka 9 dengan 6; 17 dengan 71, 2 dengan 5, 3 dengan 8, dan sebagainya,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;e. Sulit membedakan bangun-bangun geometri.&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;Nilai standarnya 4. &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Anak yang mengalami gangguan komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sulit menangkap isi pembicaraan orang lain, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;b. Tidak lancar dalam berbicaraa/mengemukakan ide,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;c. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;d. Kalau berbicara sering gagap/gugup,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;e. Suaranya parau/aneh, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;f. Tidak fasih mengucapkan kata-kata tertentu/celat/cadel,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;g. Organ bicaranya tidak normal/sumbing.&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Nilai standarnya 5. &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tunalaras (anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bersikap membangkang,&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;b. Mudah terangsang emosinya, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;c. Sering melakukan tindakan aggresif, &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;d. Sering bertindak melanggar norma social/norma susila/hukum.&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Nilai standarnya 4. &lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Raport Semester Terakhir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pendidikan Agama&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;b. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;c. Bahasa Indonesia &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;d. Matematika&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;e. Ilmu Pengetahuan Alam&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;f. Ilmu Pengetahuan Sosial&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;g. Kerajinan Tangan dan Kesenian &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;h. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan &lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;i. Muatan Lokal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HASIL PERTEMUAN KASUS (CASE CONFERENCE) &lt;br /&gt;ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Sekolah : ………………………………… &lt;br /&gt;Kelas        : ………………………………… &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;No. &lt;br /&gt;Nama Anak &lt;br /&gt;Uraian Kasus &lt;br /&gt;Saran Pemecahan &lt;br /&gt;1. &lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Wulandari &lt;br /&gt;Dst. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Disleksia &lt;br /&gt;2. Gangguan penglihatan &lt;br /&gt;3. Sering tidak masuk sekolah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Remedial membaca &lt;br /&gt;2. Periksa ke dokter/pindah tempat duduk &lt;br /&gt;3. Perlu perhatian orang tua &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: &lt;br /&gt;Dilaporkan tanggal:&lt;br /&gt;1. Tanggal pertemuan: &lt;br /&gt;2. Guru Kelas&lt;br /&gt;3. Tempat:&lt;br /&gt;4. Peserta :&lt;br /&gt;   ( ………………)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen ini dapat di download dalam bentuk pdf pada : &lt;a href ="http://www.ditplb.or.id/images/identifikasi_abk.pdf"&gt;DIT PLB&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-5779121723715055096?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/5779121723715055096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=5779121723715055096&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/5779121723715055096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/5779121723715055096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/12/alat-identifikasi-anak-berkebutuhan.html' title='Alat Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-2546511639995237511</id><published>2008-12-14T17:50:00.005+07:00</published><updated>2008-12-16T19:38:29.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tunanetra Berprestasi'/><title type='text'>Band Tunanetra Juara Tebs Musik Festival</title><content type='html'>Menarik dan kagum bagi sebagian besar penonton yak menyaksikan Festival Musik yang diselenggarakan oleh Fajar dan Tebs, digelar di Graha Pena Fajar, 13 Desember 2008 yang disiarkan secara langsung oleh Fajar TV.Bagaimana tidak , band yang seluruh personelnya adalh tunanetra meraih Juara II setelah bertarung dalam audisi yang digelar di SMU Negeri 2 Makassar 6 Desember 2008 dan akhirnya masuk sebagai 5 finalis band terbaik. Lagu dari ST12 menjadi lagi wajib yang berjudul "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cari Pacar Lagi&lt;/span&gt;" membuat semua penonton ikut bersenandung dan bergoyang.Personal HIPER band terdiri dari Ade Saputra sebagai Vokalis, Firman G sebagai Penabuh drum, Sujono Said sebagai pemain bass,Muh.Fadli sebagai Pemain Keyboard, Niko sebagai Gitaris&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selamat buat semua kru HIPER band yang merupakan singkatan dari Himpunan Pertuni (persatuan &lt;a href="http://bamperxii.blogspot.com/2008/09/apa-itu-tunanetra.html"&gt;tunanetra&lt;/a&gt;) yang telah meraih prestasi gemilang di bidang musik sebagai juara II, semoga terus dapat berkarya dan memberi motivasi kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-2546511639995237511?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/2546511639995237511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=2546511639995237511&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/2546511639995237511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/2546511639995237511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/12/band-tunanetra-juara-tebs-musik.html' title='Band Tunanetra Juara Tebs Musik Festival'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-3052429818795929547</id><published>2008-12-12T18:29:00.004+07:00</published><updated>2008-12-15T22:12:12.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan Inklusif</title><content type='html'>A. Latar belakang&lt;br /&gt;Berdasarkan Undang Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 dan Undang– Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasjavascript:void(0)ional dapat disimpulkan bahwa negara memberikan jaminan sepenuhnya kepada anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu. Hal ini menunjukkan bahwa anak berkebutuhan khusus berhak pula memperoleh kesempatan yang sama dengan anak lainnya (reguler) dalam pendidikan.Selama ini, layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia disediakan melalui tiga macam lembaga pendidikan yaitu, Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), dan Pendidikan Terpadu. SLB, sebagai lembaga pendidikan khusus tertua, menampung anak dengan jenis kelainan yang sama sehingga ada SLB untuk anak dengan hambatan penglihatan (Tunanetra), SLB untuk anak dengan hambatan pendengaran (Tunarungu), SLB untuk anak dengan hambatan berpikir/kecerdasan (Tunagrahita), SLB untuk anak dengan hambatan (fisik dan motorik (Tunadaksa), SLB untuk anak dengan hambatan emosi dan perilaku (Tunalaras), dan SLB untuk anak dengan hambatan majemuk (Tunaganda). Sedangkan SLB menampung berbagai jenis anak berkebutuhan khusus.&lt;span class="fullpost"&gt; Sedangkan pendidikan terpadu adalah sekolah reguler yang juga menampung anak berkebutuhan khusus, dengan kurikulum, guru, sarana pengajaran, dan kegiatan belajar mengajar yang sama. Namun selama ini baru menampung anak dengan hambatan penglihatan (tunanetra), itupun perkembangannya kurang menggembirakan karena banyak sekolah reguler yang keberatan menerima anak berkebutuhan khusus.&lt;br /&gt;Pada umumnya, lokasi SLB berada di ibu Kota Kabupaten, padahal anak–anak berkebutuhan khusus tersebar hampir di seluruh daerah (kecamatan/desa), tidak hanya di ibu kota kabupaten. Akibatnya sebagian dari mereka, terutama yang kemampuan ekonomi orang tuanya lemah, terpaksa tidak disekolahkan karena lokasi SLB jauh dari rumah, sementara kalau akan disekolahkan di SD terdekat, sekolah tersebut tidak bersedia menerima karena merasa tidak mampu melayaninya. Sebagian yang lain, mungkin selama ini dapat diterima di sekolah terdekat, namun karena ketiadaan guru pembimbing khusus akibatnya mereka beresiko tinggal kelas dan akhirnya putus sekolah. Permasalahan diatas dapat berakibat pada kegagalan program wajib belajar.&lt;br /&gt;Untuk mensukseskan wajib belajar pendidikan dasar, dipandang perlu meningkatkan perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus, baik yang telah memasuki sekolah reguler (SD) tetapi belum mendapatkan pelayanan pendidikan khusus maupun yang belum mengenyam pendidikan sama sekali karena tidak diterima di SD terdekat atau karena lokasi SLB jauh dari tempat domisilinya.&lt;br /&gt;Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional memberikan warna lain dalam penyediaan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Pada penjelasan pasal 15 tentang pendidikan khusus disebutkan bahwa ‘pendidikan khusus merupakan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.Pasal inilah yang memungkinkan terobosan bentuk pelayanan pendidikan bagi anak berkelaianan berupa penyelenggaraan pendidikan inklusi. Secara lebih operasional, hal ini diperkuat dengan peraturan pemerintah tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus.&lt;br /&gt;Dengan demikian pelayanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tidak lagi hanya di SLB tetapi terbuka di setiap satuan dan jenjang pendidikan baik sekolah luar biasa maupun sekolah reguler/umum.Dengan adanya kecenderungan kebijakan ini, maka tidak bisa tidak semua calon pendidik di sekolah umum wajib dibekali kompetensi pendidikan bagi ABK. Pembekalan ini perlu diwujudkan dalam Mata Kuliah Pendidikan Inklusif atau Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Konsep Pendidikan Inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian&lt;br /&gt;Pendidikan inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya (Sapon-Shevin dalam O’Neil, 1994) Sekolah inklusif adalah sekolah yang menampung semua murid di kelas yang sama. Sekolah ini menyediakan program pendidikan yang layak, menantang, tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap murid maupun bantuan dan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru, agar anak-anak berhasil (Stainback,1980)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan batasan tersebut pendidikan inklusif dimaksudkan sebagai sistem layanan pendidikan yang mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus belajar bersama dengan anak sebayanya di sekolah reguler yang terdekat dengan tempat tinggalnya. Semangat penyelenggaraan pendidikan inklusif adalah memberikan kesempatan atau akses yang seluas-luasnya kepada semua anak untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik tanpa diskriminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendidikan Segregasi, Pendidikan Terpadu dan Pendidikan Inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pendidikan segregasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan segregasi adalah sekolah yang memisahkan anak berkebutuhan khusus dari sistem persekolahan reguler. Di Indonesia bentuk sekolah segregasi ini berupa satuan pendidikan khusus atau Sekolah Luar Biasa sesuai dengan jenis kelainan peserta didik. Seperti SLB/A (untuk anak tunanetra), SLB/B (untuk anak tunarungu), SLB/C (untuk anak tunagrahita), SLB/D (untuk anak tunadaksa), SLB/E (untuk anak tunalaras), dan lain-lain. Satuan pendidikan khusus (SLB) terdiri atas jenjang TKLB, SDLB, SMPLB dan SMALB. Sebagai satuan pendidikan khusus, maka sistem pendidikan yang digunakan terpisah sama sekali dari sistem pendidikan di sekolah reguler, baik kurikulum, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana prasarana, sampai pada sistem pembelajaran dan evaluasinya. Kelemahan dari sekolah segregasi ini antara lain aspek perkembangan emosi dan sosial anak kurang luas karena lingkungan pergaulan yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pendidikan terpadu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan terpadu adalah sekolah yang memberikan kesempatan kepada peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengikuti pendidikan di sekolah reguler tanpa adanya perlakuan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan individual anak. Sekolah tetap menggunakan kurikulum, sarana prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan, serta sistem pembelajaran reguler untuk semua peserta didik. Jika ada peserta didik tertentu mengalami kesulitan dalam mengikuti pendidikan, maka konsekuensinya peserta didik itu sendiri yang harus menyesuaikan dengan sistem yang dituntut di sekolah reguler. Dengan kata lain pendidikan terpadu menuntut anak yang harus menyesuaikan dengan sistem yang dipersyaratkan sekolah reguler. Kelemahan dari pendidikan melalui sekolah terpadu ini antara lain, anak berkebutuhan khusus tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan individual anak. Sedangkan keuntungannya adalah anak berkebutuhan khusus dapat bergaul di lingkungan sosial yang luas dan wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pendidikan inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan inklusif merupakan perkembangan baru dari pendidikan terpadu. Pada sekolah inklusif setiap anak sesuai dengan kebutuhan khususnya, semua diusahakan dapat dilayani secara optimal dengan melakukan berbagai modifikasi dan/atau penyesuaian, mulai dari kurikulum, sarana prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan, sistem pembelajaran sampai pada sistem penilaiannya. Dengan kata lain pendidikan inklusif mensyaratkan pihak sekolah yang harus menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan individu peserta didik, bukan peserta didik yang menyesuaikan dengan sistem persekolahan. Keuntungan dari pendidikan inklusif anak berkebutuhan khusus maupun anak biasa dapat saling berinteraksi secara wajar sesuai dengan tuntutan kehidupan sehari-hari di masyarakat, dan kebutuhan pendidikannya dapat terpenuhi sesuai potensinya masing-masing. Konsekuensi penyelenggaraan pendidikan inklusif adalah pihak sekolah dituntut melakukaan berbagai perubahan, mulai cara pandang, sikap, sampai pada proses pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan individual tanpa diskriminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Falsafah pendidikan inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum falsafah inklusi adalah mewujudkan suatu kehidupan yang ramah tidak diskriminatif dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Dengan demikian inklusi tidak hanya dalam aspek pendidikan tetapi dalam segala aspek kehidupan. Inklusi berarti juga suatu cita-cita seperti halnya kehidupan adil dan makmur serta sejahtera yang harus dicapai dalam suatu kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah pendidikan inklusif adalah upaya mewujudkan sekolah yang ramah dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sekolah ramah adalah pendidikan yang menghargai hak dasar manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sekolah ramah adalah pendidikan yang memperhatikan kebutuhan individual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sekolah ramah berarti menerima keanekaragaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Sekolah ramah berarti tidak deskriminatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Sekolah ramah menghindari labelisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah pendidikan inklusi juga dapat bermakna :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pendidikan untuk semua. Setiap anak berhak untuk mengakses dan mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Belajar hidup bersama dan bersosialisasi. Setiap anak berhak untuk mendapatkan perhatian yang sama sebagai peserta didik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Integrasi pada lingkungan. Setiap anak berhak menyatu dengan lingkungannya dan menjalin kehidupan sosial yang harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Penerimaan terhadap perbedaan. Setiap anak berhak dipandang sama dan tidak mendapatkan diskriminasi dalam pendidikan. Setiap anak merupakan pribadi yang unik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah ramah menuntut perubahan banyak hal, di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a Sekolah ramah menuntut perubahan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak semua komponen sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b Kesiapan siswa menerima anak khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c Kesiapan guru menerima anak khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d Kesiapan orangtua menerima anak khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e Kesiapan anak khusus dan orangtua anak khusus menerima lingkungan yang tidak ekslusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f Kesiapan infrastruktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Implikasi manajerial pendidikan inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah reguler yang menerapkan program pendidikan inklusif akan berimplikasi secara manajerial di sekolah tersebut. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sekolah reguler menyediakan kondisi kelas yang hangat, ramah, menerima keanekaragaman dan menghargai perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sekolah reguler harus siap mengelola kelas yang heterogen dengan menerapkan kurikulum dan pembelajaran yang bersifat individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Guru di kelas reguler harus menerapkan pembelajaran yang interaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Guru pada sekolah inklusif dituntut melakukan kolaborasi dengan profesi atau sumberdaya lain dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Guru pada sekolah inklusif dituntut melibatkan orangtua secara bermakna dalam proses pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pro dan kontra pendidikan inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pendidikan inklusif telah diakui di seluruh dunia sebagai salah satu uapaya mempercepat pemenuhan hak pendidikan bagi setiap anak, namun perkembangan pendidikan inklusif mengalami kemajuan yang berbeda-beda di setiap negara. Sebagai inovasi baru, pro dan kontra pendidikan inklusif masih terjadi dengan alasan masing-masing. Sebagai negara yang ikut dalam berbagai konvensi dunia, Indonesia harus merespon secara proaktif terhadap kecenderungan perkembangan pendidikan inklusif. Salah satunya adalah dengan cara memahami secara kritis tentang pro dan kontra pendidikan inklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pro Pendidikan Inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Belum ada bukti empirik yang kuat bahwa SLB merupakan satu-satunya sistem terbaik untuk pendidikan anak berkebutuhan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Beaya penyelenggaraan SLB jauh lebih mahal dibanding dengan dengan sekolah regular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Banyak anak berkebutuhan khusus yang tinggal di daerah-daerah tidak dapat bersekolah di SLB karena jauh dan/atau biaya yang tidak terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. SLB (terutama yang berasrama) merupakan sekolah yang memisahkan anak dari kehidupan sosial yang nyata. Sedangkan sekolah inklusif lebih ‘menyatukan’ anak dengan kehidupan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Banyak bukti di sekolah reguler terdapat anak berkebutuhan khusus yang tidak mendapatkan layanan yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Penyelenggaraan SLB berimplikasi adanya labelisasi anak ‘cacat’ yang dapat menimbulkan stigma sepanjang hayat. Orangtua tidak mau ke SLB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Melalui pendidikan inklusif akan terjadi proses edukasi kepada masyarakat agar menghargai adanya perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontra Pendidikan Inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Peraturan perundangan memberikan kesempatan pendidikan khusus bagi anak berkebutuhan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hasil penelitian masih menghendaki berbagai alternatif pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Banyak orangtua yang anaknya tidak ingin bersekolah di sekolah reguler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Banyak sekolah reguler yang belum siap menyelenggarakan pendidikan inklusif karena menyangkut sumberdaya yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Sekolah khusus/SLB dianggap lebih efektif karena diikuti anak yang sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pendidikan Inklusif yang Moderat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan keluar untuk mengatasi pro dan kontra tentang pendidikan inklusif, maka dapat diterapkan pendidikan inklusif yang moderat. Pendidikan inklusif yang moderat dimaksud adalah Pendidikan inklusif yang memadukan antara terpadu dan Inklusi penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Model moderat dikenal dengan model ‘Meanstreaming’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Filosofinya tetap pendidikan inklusif, tetapi dalam prakteknya anak berkebutuhan khusus disediakan berbagai alternatif layanan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Anak berkebutuhan khusus fleksibel pindah dari satu bentuk layanan ke bentuk layanan yang lain, seperti : bentuk kelas reguler penuh, bentuk kelas reguler dengan cluster, bentuk kelas reguler dengan ’pull out’, bentuk kelas reguler dengan ‘cluster dan pull out’, bentuk kelas khusus dengan berbagai pengintegrasian. bentuk kelas khusus penuh di sekolah reguler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sejarah Perkembangan Pendidikan Inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perkembangan pendidikan inklusif di dunia pada mulanya diprakarsai dan diawali dari negara-negara Scandinavia (Denmark, Norwegia, Swedia). Di Amerika Serikat pada tahun1960-an oleh Presiden Kennedy mengirimkan pakar-pakar Pendidikan Luar Biasa ke Scandinavia untuk mempelajari mainstreaming dan Least restrictive environment, yang ternyata cocok untuk diterapkan di Amerika Serikat. Selanjutnya di Inggris dalam Ed.Act. 1991 mulai memperkenalkan adanya konsep pendidikan inklusif dengan ditandai adanya pergeseran model pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus dari segregatif ke integratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan penyelenggaraan pendidikan inklusif di dunia semakin nyata terutama sejak diadakannya konvensi dunia tentang hak anak pada tahun 1989 dan konferensi dunia tentang pendidikan tahun 1991 di Bangkok yang menghasilkan deklarasi ’education for all’. Implikasi dari statemen ini mengikat bagi semua anggota konferensi agar semua anak tanpa kecuali (termasuk anak berkebutuhan khusus) mendapatkan layanana pendidikan secara memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tindak lanjut deklarasi Bangkok, pada tahun 1994 diselenggarakan konvensi pendidikan di Salamanca Spanyol yang mencetuskan perlunya pendidikan inklusif yang selanjutnya dikenal dengan ’the Salamanca statement on inclusive education”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan kecenderungan tuntutan perkembangan dunia tentang pendidikan inklusif, Indonesia pada tahun 2004 menyelenggarakan konvensi nasional dengan menghasilkan Deklarasi Bandung dengan komitmen Indonesia menuju pendidikan inklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperjuangkan hak-hak anak dengan hambatan belajar, pada tahun 2005 diadakan simposium internasional di Bukittinggi dengan menghasilkan Rekomendasi Bukittinggi yang isinya antara lain menekankan perlunya terus dikembangkan program pendidikan inklusif sebagai salah satu cara menjamin bahwa semua anak benar-benar memperoleh pendidikan dan pemeliharaan yang berkualitas dan layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perkembangan sejarah pendidikan inklusif dunia tersebut, maka Pemerintah Republik Indonesia sejak awal tahun 2000 mengembangkan program pendidikan inklusif. Program ini merupakan kelanjutan program pendidikan terpadu yang sesungguhnya pernah diluncurkan di Indonesia pada tahun 1980-an, tetapi kemudian kurang berkembang, dan baru mulai tahun 2000 dimunculkan kembali dengan mengikuti kecenderungan dunia, menggunakan konsep pendidikan inklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tujuan Pendidikan Inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan inklusif di Indonesia diselenggarakan dengan tujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua anak (termasuk anak berkebutuhan khusus) mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Membantu mempercepat program wajib belajar pendidikan dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Membantu meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah dengan menekan angka tinggal kelas dan putus sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Menciptakan sistem pendidikan yang menghargai keanekaragaman, tidak diskriminatif, serta ramah terhadap pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Memenuhi amanat Undang-Undang Dasar 1945 khususnya Ps. 32 ayat 1 yang berbunyi ’setiap warga negara negara berhak mendapat pendidikan’, dan ayat 2 yang berbunyi ’setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya’. UU no. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya Ps. 5 ayat 1 yang berbunyi ’setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu’. UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, khususnya Ps. 51 yang berbunyi ’anak yang menyandang cacat fisik dan/atau mental diberikana kesempatan yang sama dan aksesibilitas untuk memperoleh pendidikan biasa dan pendidikan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Landasan Pendidikan Inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Landasan Filosofis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya dengan lambang negara Burung Garuda yang berarti ’bhineka tunggal ika’. Keragaman dalam etnik, dialek, adat istiadat, keyakinan, tradisi, dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pandangan Agama (khususnya Islam) antara lain ditegaskan bahwa : (1) manusia dilahirkan dalam keadaan suci, (2) kemuliaan seseorang di hadapan Tuhan (Allah) bukan karena fisik tetapi taqwanya, (3) Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri (4) manusia diciptakan berbeda-beda untuk saling silaturahmi (‘inklusif’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pandangan universal Hak azasi manusia, menyatakan bahwa setiap manusia mempunyai hak untuk hidup layak, hak pendidikan, hak kesehatan, hak pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Landasan Yuridis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. UUD 1945 (Amandemen) Ps. 31 : (1) berbunyi ‘Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Ayat (2) ’Setiaap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Ps. 48 ‘Pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan dasar minimal 9 (sembilan) tahun untuk semua anak. Ps. 49 ’Negara, Pemerintah, Keluarga, dan Orangtua wajib memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk memperoleh pendidikan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ps. 5 ayat (1) ‘Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu’. Ayat (2) : Warganegara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Ayat (3) ‘Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus’. Ayat (4) ‘Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus’. Pasal 11 ayat (1) dan (2) ‘Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi’. ‘Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun’. Pasal 12 ayat (1) ‘Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya (1.b). Setiap peserta didik berhak pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara (1.e). Pasal 32 ayat (1 ) ‘Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa’. Ayat (2) ‘Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat terpencil, dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari segi ekonomi.’ Dalam penjelasan Pasal 15 alinea terakhir dijelaskan bahwa ‘Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah’. Pasal 45 ayat (1) ‘Setiap satuan pendidikan formal dan non formal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Estándar Nasional Pendidikan. Pasal 2 ayat (1) Lingkungan Stándar Nasional Pendidikan meliputi stándar isi, stándar proses, stándar kompetensi lulusan, stándar pendidik dan kependidikan, stándar sarana prasarana, stándar pengelolaan, stándar pembiayaan, dan stándar penilaian pendidikan. Dalam PP No. 19/2005 tersebut juga dijelaskan bahwa satuan pendidikan khusus terdiri atas : SDLB, SMPLB dan SMALB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Depdiknas No. 380/C.C6/MN/2003 tanggal 20 Januari 2003 Perihal Pendidikan Inklusif : menyeelenggarakan dan mengembangkan di setiap Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya 4 (empat) sekolah yang terdiri dari : SD, SMP, SMA, dan SMK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Landasan Empiris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Deklarasi Hak Asasi Manusia, 1948 (Declaration of Human Rights),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Konvensi Hak Anak, 1989 (Convention on the Rights of the Child),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Konferensi Dunia tentang Pendidikan untuk Semua, 1990 (World Conference on Education for All),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Resolusi PBB nomor 48/96 tahun 1993 tentang Persamaan Kesempatan bagi Orang Berkelainan (the standard rules on the equalization of opportunities for persons with disabilities)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pernyataan Salamanca tentang Pendidikan Inklusi, 1994 (The Salamanca Statement on Inclusive Education),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Komitmen Dakar mengenai Pendidikan untuk Semua, 2000 (The Dakar Commitment on Education for All), dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Deklarasi Bandung (2004) dengan komitmen “Indonesia menuju pendidikan inklusif”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Rekomendasi Bukittinggi (2005), bahwa pendidikan yang inklusif dan ramah terhadap anak seyogyanya dipandang sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Sebuah pendekatan terhadap peningkatankualitas sekolah secara menyeluruh yang akan menjamin bahwa strategi nasional untuk ‘pendidikan untuk semua’ adalah benar-benar untuk semua;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Sebuah cara untuk menjamin bahwa semua anak memperoleh pendidikan dan pemeliharaan yang berkualitas di dalam komunitas tempat tinggalnya sebagai bagian dari program-program untuk perkembangan usia dini anak, pra sekolah, pendidikan dasar dan menengah, terutama mereka yang pada saat ini masih belum diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan di sekolah umum atau masih rentan terhadap marginalisasi dan eksklusi; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Sebuah kontribusi terhadap pengembangan masyarakat yang menghargai dan menghormati perbedaan individu semua warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu juga menyepakati rekomendasi berikut ini untuk lebih meningkatkan kualitas sistem pendidikan di Asia dan benua-benua lainnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Inklusi seyogyanya dipandang sebagai sebuah prinsip fundamental yang mendasari semua kebijakan nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Konsep kualitas seyogyanya difokuskan pada perkembangan nasional, emosi dan fisik, maupun pencapaian akademik lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Sistem asesmen dan evaluasi nasional perlu direvisi agar sesuai dengan prinsip-prinsip non-diskriminasi dan inklusi serta konsep kualitas sebagaimana telah disebutkan di atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Orang dewasa seyogyanya menghargai dan menghormati semua anak, tanpa memandang perbedaan karakteristik maupun keadaan individu, serta seharusnya pula memperhatikan pandangan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Semua kementerian seyogyanya berkoordinasi untuk mengembangkan strategi bersama menuju inklusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Demi menjamin pendidikan untuk Semua melalui kerangka sekolah yang ramah terhadap anak (SRA), maka masalah non-diskriminasi dan inklusi harus diatasi dari semua dimensi SRA, dengan upaya bersama yang terkoordinasi antara lembaga-lembaga pemerintah dan non-pemerintah, donor, masyarakat, berbagai kelompok local, orang tua, anak maupun sektor swasta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Semua pemerintah dan organisasi internasional serta organisasi non-pemerintah, seyogyanya berkolaborasi dan berkoordinasi dalam setiap upaya untuk mencapai keberlangsungan pengembangan masyarakat inklusif dan lingkungan yang ramah terhadap pembelajaran bagi semua anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(8) Pemerintah seyogyanya mempertimbangkan implikasi sosial maupun ekonomi bila tidak mendidik semua anak, dan oleh karena itu dalam Manajemen Sistem Informasi Sekolah harus mencakup semua anak usia sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(9) Program pendidikan pra-jabatan maupun pendidikan dalam jabatan guru seyogyanya direvisi guna mendukung pengembangan praktek inklusi sejak pada tingkat usia pra-sekolah hingga usia-usia di atasnya dengan menekankan pada pemahaman secara holistik tentang perkembangan dan belajar anak termasuk pada intervensi dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(10) Pemerintah (pusat, propinsi, dan local) dan sekolah seyogyanya membangun dan memelihara dialog dengan masyarakat, termasuk orang tua, tentang nilai-nilai sistem pendidikan yang non-diskriminatif dan inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kriteria calon sekolah penyelenggara pendidikan Inklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesiapan sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan inlusif (kepala sekolah, komite sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua)&lt;br /&gt;2. Terdapat anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah&lt;br /&gt;3. Tersedia guru khusus/PLB (guru tetap sekolah atau guru yang diperbantukan dari lembaga lain)&lt;br /&gt;4. Komitmen terhadap penuntasan wajib belajar&lt;br /&gt;5. Memiliki jaringan kerjasama dengan lembaga lain yang relevan&lt;br /&gt;6. Tersedia sarana penunjang yang mudah diakses oleh semua anak&lt;br /&gt;7. Pihak sekolah telah memperoleh sosialisasi tentang pendidikan inklusi&lt;br /&gt;8. Sekolah tersebut telah terakreditasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashman,A.&amp; Elkins,J.(194). Educating Children With Special Needs.&lt;br /&gt;New York:Prentice Hall.&lt;br /&gt;Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, (2006) Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif, Depdiknas Jakarta (Draf Naskah tidak diterbitkan)&lt;br /&gt;Johnsen, Berit H dan Miriam D. Skjorten (2003) Pendidikan Kebutuhan Khusus; Sebuah Pengantar, Bandung : Unipub&lt;br /&gt;Mulyono Abdulrahman (2003). Landasan Pendidikan Inklusif Dan Implikasinya dalam penyelenggaraan LPTK.&lt;br /&gt;Makalah disajikan dalam pelatihan penulisan buku ajar Bagi Dosen jurusan PLB yang diselenggarakan oleh Ditjen Dikti. Yogyakarta, 26 Agustus 2002.&lt;br /&gt;O’Neil,j.(1994/1995).Can inclusion work? A Conversation&lt;br /&gt;With James Kauffman and Mara Sapon-Shevin.&lt;br /&gt;Educational Leadership.52(4)7-11&lt;br /&gt;Stainback,W. &amp; Sianback,S.(1990). Support Networks for Inclusive Schooling:Independent Integrated Education.&lt;br /&gt;Baltimore: Paul H.Brooks.&lt;br /&gt;Undang – Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;UNESCO (1994). The Salamanca Statement and Framework For Action on Special Needs Education. PARIS:Author.&lt;br /&gt;Warnock,H.M.(1978). Special Educational Needs:Report of The committee of Enquiry into the Education of Handicapped Young People. London: Her Majesty’s, Stationary Office&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-3052429818795929547?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/3052429818795929547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=3052429818795929547&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/3052429818795929547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/3052429818795929547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/12/pendidikan-iklusif.html' title='Pendidikan Inklusif'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-7955458080454041774</id><published>2008-12-03T17:51:00.025+07:00</published><updated>2008-12-16T02:59:16.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi BAMPERXII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan Penyandang Cacat'/><title type='text'>Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (HIPENCA) 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/STaS4d2hU_I/AAAAAAAAAi8/g9KcpwKBW54/s1600-h/Slogan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 195px; height: 155px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/STaS4d2hU_I/AAAAAAAAAi8/g9KcpwKBW54/s320/Slogan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275565512294749170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tepat tanggal 03 Desember 2008 Seluruh Orsos PENCA (Penyandang Cacat), lembaga pemerhati dan simpatisan, menyemarakkan peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (The International day of disable person) merupakan penetapan melalui resolusi Dewan Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) nomor 47/2 tahun 1992,Penetapan HIPENCA mengandung makna pengakuan akan eksistensi penyandang cacat sekaligus peneguhan komitmen seluruh bangsa untuk membangun kepedulian bagi perwujudan kemandirian, kesetaraan dan kesejahteraan penyandang cacat.Di Indonesia HIPENCA dilaksanakan secara nasional sejak tahun 2006.Hal ini merupakan bagian usaha memperjuangkan cita-cita penyandang cacat,sesuai dengan konvensi Internasional mengenai hak-hak penyandang cacat yang telah ditanda tangani oleh lebih dari 80 negara termasuk Indonesia pada tanggal 30 Maret 2007 di Newyork.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terkhusus untuk Penyelenggaraan di Sulawesi-Selatan (Sulsel) yang difokuskan di Kota Makassar, dengan beberapa agenda aksi hingga tanggal 16 Desember 2008.Aksi yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;diselenggarakan oleh Panitia HIPENCA yang merupakan unsur perwakilan dari berbagai orsos kecacatan tersebut,diantaranya PPCI Sulsel, HWPCI Sulsel, FKPCTI Sulsel, GERKATIN Sulsel dan PERTUNI Sulsel, terlibat pula BAMPERXII (Barisan Mitra PERTUNI Sulsel) dalam aksi tersebut.Keterlibatan BAMPERXII antara lain talkshow di salah satu stasiun radio swasta (Barata Fm), pembagian Stiker, publikasi Spanduk dan Selebaran Stop Diskriminasi.&lt;br /&gt;Antusias dari pihak media dan masyarakat cukup baik,nampak dengan berjubelnya media yang berdatangan untuk mendapatkan kesempatan untuk mendokumentasikan kegiatan internasional tersebut.Peringatan ini diselenggarakan didua tempat yang berbeda, yaitu di Monumen Mandala dan di Benteng Rotterdam Makassar.Panitia HIPENCA, gabungan orsos dan BAMPER XII yang dikoordinatori oleh Saudara Muh.Abduh,Amd.Kom, berkumpul di Monumen Mandala pada pukul 09.30 dimulai dengan orasi/penyampaian peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat, kemudian beralih posisi menuju perempatan Jl.Ahmad Yani untuk pembagian stiker dan selebaran Stop Diskriminasi dan pemasangan Spanduk, satu persatu panitia dan BAMPER XII menghampiri kendaraan yang sedang antri ketika lampu lalu li&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ntas berwarna merah, sapa dan senyum merekah dari panitia sambil menawarkan stiker untuk dipasang pada kendaraan masing-masing.Tampak antusias masyarakat dengan senang hati untuk menerima tawaran panitia, hanya satu dua orang yang enggan untuk dipajang stiker tersebut.Setelah selebaran yang dibagikan habis selurh panitia beralih menuju ke Benteng Rotterdam bergabung dengan Himpunan Wanita Penyandang Cacat bersama Siswa yang berasal dari 5 (lima) Madrasah Ibtidaiyah di Makassar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Peringatan HIPENCA sekaligus sebagai salah satu agenda mengisi Dekade Penyandang Cacat Asia Pasifik ke-II (Milenium Biwako Frame Work 2003-2013, yaitu :&lt;br /&gt;1. Organisasi swadaya penyandang cacar dan perkumpulan keluarga dan orang penyandang cacat, 2.Kesejahteraan wanita penyandang cacat, 3. Deteksi dini, intervensi dini dan pendidikan, 4.Pelatihan dan penempatan kerja, 5. Akses terhadap lingkungan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dan Transportasi, 6. akses terhadap Informasi dan Komunikasi, termasuk teknologi informasi , teknologi alat bantu, 7.Pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kemampuan dan perlindungan sosial dan kelangsungan hidup, 8.Hubungan Internasional dan HAM.&lt;br /&gt;Tujuan :&lt;br /&gt;1. Pemenuhan harkat,martabat dan keadilan bagi penyandang cacat.&lt;br /&gt;2. Meningkatnya pemahaman, kepedulian dan keberpihakan terhadap permasalahan penyandang cacat.&lt;br /&gt;3.Terlaksananya Rencana Aksi Nasional Penyandang Cacat tahun 2004-2013.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4.Terwujudnya Ratifikasi Konvensi Internasional tentang Hak-hak penyandang cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema :&lt;br /&gt;Tema Internasional :Convention on the rights of person with disabilities: "Dignity and Justice for all of us".&lt;br /&gt;Tema Nasional :"Pemenuhan Hak dan Martabat serta keadilan bagi penyandang cacat melalui ratifikasi konvensi internasional hak-hak penyandang cacat"&lt;br /&gt;Tema yang diusung oleh BAMPERXII : Stop Diskriminasi "Kita sama,Kita bersama wujudkan Makassar Untuk Semua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/SUZruC337uI/AAAAAAAAAjE/5HAdt3TMcsU/s1600-h/Hipenca+2008+%284%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 157px; height: 115px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/SUZruC337uI/AAAAAAAAAjE/5HAdt3TMcsU/s320/Hipenca+2008+%284%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280026051927863010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/SUaZBE0nUvI/AAAAAAAAAjM/mhQrIzrUYpg/s1600-h/Hipenca+2008+%283%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 157px; height: 115px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/SUaZBE0nUvI/AAAAAAAAAjM/mhQrIzrUYpg/s320/Hipenca+2008+%283%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280075856891826930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/SUa0W3YuEQI/AAAAAAAAAjU/sEJj7crl3l0/s1600-h/Hipenca+2008+%282%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0px 0px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 157px; height: 115px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/SUa0W3YuEQI/AAAAAAAAAjU/sEJj7crl3l0/s320/Hipenca+2008+%282%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280105918056239362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-7955458080454041774?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/7955458080454041774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=7955458080454041774&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/7955458080454041774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/7955458080454041774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/12/peringatan-hari-internasional.html' title='Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (HIPENCA) 2008'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/STaS4d2hU_I/AAAAAAAAAi8/g9KcpwKBW54/s72-c/Slogan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-5286191783532459564</id><published>2008-11-29T23:25:00.000+07:00</published><updated>2008-11-29T23:29:55.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketunanetraan'/><title type='text'>Jenis Ketunanetraan</title><content type='html'>Cataract : katarak adalah jenis penyakit mata yang menyerang bola mata sehingga lensa mata menjadi keruh. Akibatnya pupil ( orang-orangan mata ) terlihat dari luar putih. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan perawatan yang baik dan operasi.&lt;br /&gt;Glaucoma : glaucoma adalah jenis penyakit mata yang diakibatkan bertambahnya cairan di dalam mata, sehingga tensi atau (tekanan) bola mata menjadi amat tinggi. Penderita akan menderita pusing-pusing dan mata seperti di tusuk-tusuk. Retina dan saraf mata dapat rusak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penyakit-penyakit conjuctivis : penyakit conjuctivitis yaitu penyakit-penyakit yang menyerang mata, sehingga mata kelihatan menjadi merah, pelupuk mata bengkak dan terasa perih-perih.&lt;br /&gt;Trachoma : penyakit trachoma yang juga dikenal dengan nama lain seperti granular ophthalmia, adalah penyakit yang disebabkan oleh sejenis virus, termasuk jenis penyakit mata chronis.&lt;br /&gt;Penyakit gonorrhae sebenarnya adalah jenis penyakit kotor tetapi dapat juga berkembang pada mata manusia dengan cara kontaminasi (penularan tidak langsung).&lt;br /&gt;Penyakit syphilis, penyakit ini merupakan peradangan pada jaringan-jaringan lembut mata dari penyakit syiphilis dapat merusak saraf pelihat yang dapat menyebabkan kebutaan.&lt;br /&gt;Penyakit cacar, termasuk jenis penyakit mata tetapi jika mata yang terserang dapat menimbulkan kebutaan.&lt;br /&gt;Penyakit cacing, diabetes, meningitis, tuberculose, penyakit yang disebabkan karena orang menderita kekurangan vitamin a.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-5286191783532459564?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/5286191783532459564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=5286191783532459564&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/5286191783532459564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/5286191783532459564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/11/jenis-ketunanetraan.html' title='Jenis Ketunanetraan'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-6403250171368171805</id><published>2008-11-29T22:55:00.006+07:00</published><updated>2008-11-29T23:18:10.187+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketunanetraan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pengertian Tunanetra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/STFpwUtlkuI/AAAAAAAAAi0/Cas4oPKl3T0/s1600-h/tunanetra+usaha.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 144px; height: 185px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/STFpwUtlkuI/AAAAAAAAAi0/Cas4oPKl3T0/s320/tunanetra+usaha.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274112917542114018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Secara etimologi kata tunanetra berasal dari tuna yang berarti rusak,netra berarti mata atau penglihatan. Jadi secara umum tunanetra berarti rusak penglihatan. Tunanetra berarti buta,tetapi buta belum tentu sama sekali gelap atau sama sekali tidak dapat melihat. Ada anak buta yang sama sekali tidak ada penglihatan,anak semacam ini biasanya disebut buta total. Disamping buta total,masih ada juga anak yang mempunyai sisa penglihatan tetapi tidak dapat dipergunakan untuk membaca dan menulis huruf biasa. Istilah buta ini mencakup pengertian yang sama dengan istilah tunanetra atau istilah asingnya blind. Untuk memberikan pengertian yang tepat tentang buta itu, perlu dirumuskan pengertian sebagai berikut: Menurut Slamet Riadi adalah “Seseorang dikatakan buta jika ia tidak dapat mempergunakan penglihatannya untuk pendidikan “(Slamet Riadi , 1984, hal. 23)&lt;span class="fullpost"&gt;. Menurut Pertuni tunanetra adalah mereka yang tidak memiliki penglihatan sama sekali (buta total) hingga mereka yang masih memiliki sisah penglihatan, tetapi tidak mampu menggunakan penglihatanya untuk membaca tulisan biasa berukuran 12 point dalam keadaan cahaya normal meski pun dibantu dengan kacamata (kurang awas).&lt;br /&gt;Pertuni (persatuan tunanetra indonesia) yang berkedudukan di jakarta. Sala satu wadah institusi ormas, yang mengakfokasi hak- hak  tunanetra dalam kehidupan dan penghidupan dalam masyarakat. Baik dari segi hukum, HAM (hak asasi manusia) dan pendidikan.&lt;br /&gt;Definisi masih bersifat umum dan pengertiannya pun terlalu luas, meskipun telah diarahkan untuk keperluan pendidikan. Untuk itu kami memberikan pengertian secara khusus, bahwa orang yang kehilangan penglihatan sedemikian rupa, sehingga seseorang itu sukar atau tidak mungkin dapat mengikuti pendidikan dengan metode yang biasanya dipergunakan disekolah biasa. Sebenarnya anak buta dalam pendidikan tidak saja mempergunakan metode khusus, melainkan juga alat-alat bantu khusus, yang digunakan untuk membaca dan menulis diantaranya adalah : huruf braille, riglet dan pen&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-6403250171368171805?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/6403250171368171805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=6403250171368171805&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6403250171368171805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6403250171368171805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/11/pengertian-tunanetra.html' title='Pengertian Tunanetra'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/STFpwUtlkuI/AAAAAAAAAi0/Cas4oPKl3T0/s72-c/tunanetra+usaha.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-5880383394645407839</id><published>2008-11-17T11:59:00.003+07:00</published><updated>2008-11-17T23:43:19.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Tulis'/><title type='text'>Mendingan Kompetisi</title><content type='html'>Oleh:Sujono sa’id&lt;br /&gt;Sekarang ini adalah era globalisasi, sehingga komunikasi sudah semakin mudah sebab yang jauh mendekat, yang dekat semakin merapat, dan yang sudah merapat kini sudah boleh menikmati yang perlu di nikmati. Eh sorry kalau aku nulisnya jorok banget, tetapi mudah-mudahan tulisan ini bukanlah cerminan bahwa diri saya sering mikirin yang jorok-jorok kaya gitudeh. Maksudnya bisa menikmati yang dinikmati adalah hubungan silaturrahim, sebab dengan silaturrahim kita dapat merasakan indahnya kebersamaan.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Untuk silaturrahim, tidak mesti mendatangi orang yang kita anggap untuk perlu di datangi tetapi dengan kecanggihan teknologi kini kapanpun, di manapun, dan gimanapun caranya insya allah udah bisa menyambung silaturrahmi every time, every hour, and every day apakah lewat telephon, atau di dunia maya jangan lagi mikirin dunia maya itu adalah dunianya mba Maya tapi toh saya rasa teman-teman pembaca taukok.&lt;br /&gt;Di awal tulisan, kita udah sempat membahas masalah perubahan social, ama silaturrahmi, tapi saya nggak bakal membahas itu sampai tulisan ini selesai, saya bakal membahas tentang sebuah forum komunikasi lewat dunia maya yang tentu saja berfungsi sebagai tempat untuk menjalin tali kasih antar sesama manusia.&lt;br /&gt;Selain menjalin tali silaturrahim, di forum ini kita juga bisa memperkenalkan eksistensi kita, siapa tahu diantara teman-teman sesama member ternyata mencari-cari yang sudah lama di cari dan ternyata yang di cari itu adalah anda, sungguh mulialah anda, so, simbiosis mutualisme dong kalau udah gitu eh kaya guru biologi aja.&lt;br /&gt;Langsung saja saya sebutin ya namanya tu komunitas namanya Komunitas Peduli Tunanetra (Kapten Mitra), kok pake mitra dibelakangnya? Karena mitra itu adalah teman yang membantu kita ketika kita ingin ngelakuin sesuatu. Saya nggak perlu ngejelasin lagi ke pembaca sesuatu apa yang kita lakuin bersama mitra kita, soalnya pembaca udah lebih ngerti bahasa ketimbang saya(penulis) yang masih harus belajar banyak hehehehe.&lt;br /&gt;Ok, saya kira, kita selaku manusia meski nggak belajar sosiologi ama Kewarganegaraan so pasti udah tahu kalau kita adalah makhluk sok sial eh sory kesellek social, maksudnya kita tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup tanpa orang lain, sehingga kalau kita artikan secara luas mitra adalah orang yang akan membantu kita kalau di artikan secara sempit mitra adalah orang yang membantu kaum tunanetra baik dalam hal pendampingan untuk kegiatan individu dan kelompok. Yang mencarikan jalan agar tunanetra secara khusus dan penyandang cacat secara umum dapat terbebas dari yang namanya diskriminasi, eksploitasi, ama yang namanya marginalisasi di masyarakat.&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, saya(penulis) sempat baca pengumuman tentang lomba mengarang yang diselenggarain ama Kapten mitra dengan tema Stop diskriminasi. Setelah saya sempat nanya-nanya tentang lomba ini, sayatahu bahwa lomba ini adalah sarana untuk merekruit masyarakat khususnya yang udah makan tidur di dunianya mba maya, dan sesuai dengan fungsinya sebagai forum diskusi para pengunjung di situs ini sering ngobrol-ngobrol tapi nggak tahu apa ada yang serin ngegosip nggakya?.&lt;br /&gt;Menurut Kanda Mustaqim yang lebih akrab disapa kapten Efan, bahwa lomba ini sengaja diadakan karena ingin meramaikan hari kesetia kawanan social, dan beliau juga kepengen supaya pengunjung Kapten mitra mengadu potensinya dalam hal tulis-menulis. Selain mengadu potensi dalam tulis menulis, diharapkan mereka memberikan motifasi lewat tulisan supaya teman-teman penyandang cacat secara umum dan khususnya tunanetra berusaha untuk bangkit, tetapi bukan berarti yang udah meninggal juga mau dibangkitin dari kuburan mereka nanti saya takut and lari terbirit-birit akhirnya saya jatuh and nyusul mereka ke kuburan buat nemanin mereka.&lt;br /&gt;Saya(penulis) adalah 1(satu) di antara sekian banyak tunanetra yang berharap agar ada masyarakat yang mau ngasi penyadaran buat yang  pingsan eh maksudnya ngasi penyadaran buat teman-teman yang nggak tahu akan ketunanetraan dan penyandang cacat, tapi kalau yang nggak mau tahu juga harus di beri tahu karena mereka mungkin mau berubah toh kita nggak tahu hati manusia apalagi hati ayam yang lezat banget.&lt;br /&gt;Bahkan dalam lomba ini, kalau saya diperkenankan menjadi juri, saya juga bersedia karena saya punya kreteria penilaian yaitu mampu memberikan semangat buat tunanetra ama teman-teman dari penca lain. Jadi kita harus nyari 3(Tiga) kontestan yang tulisannya mampu memberikan spirit, maka mereka menjadi juara 1, 2, dan 3.&lt;br /&gt;Saya hanya berharap, mudah-mudahan melalui kompetisi yang diadain ama kapten mitra hubungan silaturrahmi akan lebih erat, sebab orang yang memanjangkan tali silaturrahmi adalah orang yang banyak rezkinya aduh, kalau sayasih(penulis) dapat rezki dari Allah rasanya bahagia banget, apalagi kalau punya pacar namanya rezki.&lt;br /&gt;Akhirnya, saya pengen nyatain cinta saya eh maksudnya nyatain dukungan saya kepada program yang sedang diadain ama Kapten Mitra semoga Allah memberinilai ibada atas terlaksananya kegiatan ini kepada teman-teman kontestan saya tungguya motifasinya lewat tulisan-tulisan kalian siapa tahu ada inspirasi baru dari sang inspirator.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-5880383394645407839?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/5880383394645407839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=5880383394645407839&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/5880383394645407839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/5880383394645407839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/11/mendingan-kompetisi-ketimbang.html' title='Mendingan Kompetisi'/><author><name>ade saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01190393405912032221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11065149386750698072'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-554645907415878460</id><published>2008-11-04T17:49:00.006+07:00</published><updated>2008-11-11T19:23:09.664+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Tulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi BAMPERXII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Lomba Karya Tulis "STOP DISKRIMINASI"</title><content type='html'>Kali ini kesempatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;buta&lt;/span&gt; (* Buat) para Sahabat SERDADU ,dari pada ngak tau mau ngapain, yuk kita ramein nih Komunitas , trus gimana caranya ???&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seluruhnya SIAAAAAAP Gerak, Siapkan Ide Gerak, Mulai Nulis deh ........A-Z.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Blomm, sabar.Nah kita buat Perlombaan Karya Tulis aja, dalam rangka Hari Kesetiakawanan Sosial.OOps sabar dikit dong jangan dorong-dorong gitu, momen hari kesetiakawanan merupakan penghargaan akan realitas kehidupan yang tak terpisahkan oleh jalinan silaturrahim antar sesama tak ada pembatas, pembeda karena ras , agama, atau kecacatan. Saya optimis bahwa semua sahabat SERDADU tergerak oleh HATI untuk berbuat baik, tapi belum faham gimana sih harus berbuat tuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;wow. bukan gitu mas , &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kok ngasih duit sih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERTAMAXX&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lomba Karya Tulis Ini Terbuka Untuk Umum, Lebih (wajib) di anjurkan bagi para SERDADU KAPTEN MITRA (para serdadu sebutan anggota yang terdaftar di Kaptenmitra dan mendapat penghargaan tuk memakai lencana kapten mitra).Yah karena Kesetiakawanan Sosial jadi muup, hadiahnya berupa AWARD aja yah, nebeng jadi artis di Forum KAPTEN MITRA (huuuhuuauauah, hadiahnya pake itu doang ihihihih).&lt;br /&gt;Bagi yang belum menjadi anggota disarankan mendaftar terlebih dahulu ke &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a href="http://www.kaptenmitra.ning.com/"&gt;http://www.kaptenmitra.ning.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada Artikel dicantumkan Nama Jelas dan Alamat website / blog (jika ada)&lt;br /&gt;Judul Artikel bebas menggambarkan / berdasarkan Tema " &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;STOP DISKRIMINASI TERHADAP PENYANDANG CACAT&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;Dianjurkan memiliki nilai-nilai membangun dan positif sehingga para insan tunanetra berupaya untuk BANGKIT, (oooi dikuburan ngak usah bangkit dong, bobo lagi - huuuuuuuu)&lt;br /&gt;Wajib mengajak insan budiman lainnya tuk bergabung di Kaptenmitra, sebanyak 5 (lima) orang, dengan cara Menuliskan Alamat Email masing- masing sahabat yang diajak , dibagian kiri paling bawah Artikel.&lt;br /&gt;Artikel di posting pada halaman tambahkan coretan pada kaptenmitra dan ditembuskan ke Email &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kaptenmitra@gmail.com&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Masing - masing serdadu hanya dapat membuat 2 (dua) judul artikel, (bukannnya peliit,ngantriannya panjang oi, kasih kesempatan yg lain yah ^-^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pertanyaan ngak???&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wooooii, pada kemanaaaaaaaaaaaa ?#@$$##&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Ngacir nyari bahan untuk artikel STOP DISKRIMINASI Terhadap Penyandang Cacat)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Hari gini ternyata masih banyak yang berjiwa sosial toh, waduh sennengnyaa.^-^&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO:001/TIMSUS-LOPUSDIK/KM/MAYA/2008&lt;br /&gt;TIM KHUSUS LOMBA PUISI STOP DIKRIMINASI&lt;br /&gt;(TIMSUS LOPUSDIK)&lt;br /&gt;Tentang&lt;br /&gt;SUSUNAN TIM KHUSUS LOMBA PUISI STOP DIKRIMINASI&lt;br /&gt;(TIMSUS LOPUSDIK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas&lt;a href="http://kaptenmitra.ning.com/profile/DoddyTumanduk"&gt;Doddy Tumanduk&lt;/a&gt; Sebagai Koordinator TIMSUS&lt;br /&gt;Sri Lola korbid.Publikasi&lt;br /&gt;Ellyas bid.publikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Made &lt;a href="http://www.lagaligo.net.id/"&gt;(gelandangan)&lt;/a&gt; korbid.penjurian&lt;br /&gt;windita &lt;a href="http://kaptenmitra.ning.com/profile/ndita"&gt;bid.penjurian&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;gimana,hehehe,penunjukan langsung (tp yakin deh mereka semua pnya jiwa sosial yg tinggi dan penilaian yang objektif) SKnya pake MAYA yah.hihihii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkarya dan berbakti kepada sesama dalam jalinan kemitraan.&lt;br /&gt;(Tertanda Timsus )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-554645907415878460?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/554645907415878460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=554645907415878460&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/554645907415878460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/554645907415878460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/11/kali-ini-kesempatan-buta-buat-para.html' title='Lomba Karya Tulis &quot;STOP DISKRIMINASI&quot;'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-6397589093449846832</id><published>2008-10-31T13:03:00.005+07:00</published><updated>2008-10-31T17:34:46.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Tulis'/><title type='text'>Harapan Baru Makassar</title><content type='html'>Alhamdulillah, kita telah kembali melakukan sebuah peristiwa akbar yang berlangsung setiap 5 (Lima) tahun sekali yaitu pemilihan ketua Pertuni cabang Kota Makassar, tepatnya pada hari tanggal Sabtu 25-10-2008 dalam sebuah forum tertinggi yaitu Musyawarah cabang ke 4 luar biasa yang dihadiri oleh sekitar 50 orang yang terbagi atas 3 (Tiga) klasifikasi keanggotaan yaitu anggota penuh, anggota peninjau dan undangan, para peserta sangat antusias. Tentu setelah beliau terpilih, kita sangat berharap kepada beliau akan perbaikan nasib warga pertuni ke depan.&lt;span class="fullpost"&gt;Pukul 17.00, saat ketua DPD Pertuni mengukuhkan Kanda Mustafah Hamzah selaku ketua terpilih dan Ketua Deperda (dewan pertimbangan daerah) mengukuhkan Bapak Zulkifli umar yang kembali terpilih sebagai ketua Dewan pertimbangan cabang Pertuni kota Makassar, saya sadar bahwa kepengurusan saya selaku pengurus Pertuni kota Makassar telah berakhir dibawah pimpinan Bapak Doktor Mansyur semma.&lt;br /&gt;Saya sadar bahwa selama kepengurusan saya bersama teman-teman di bawah pimpinan bapak Mansyur Semma tidak begitu membuahkan hasil tetapi saya yakin bahwa setelah pemilihan pada tahun ini saya dan teman-teman pengurus DPC ketika dipercaya kembali akan berusaha bekerja bersama-sama dengan kanda Mustafah hamzah.&lt;br /&gt;Terkhusus buat saya(penulis) ketika kembali dimasukkan dalam kepengurusan DPC kota makassar di bawah pimpinan kanda Mustafah hamzah akan kembali berusaha untuk memperbaiki kekurangan saya saat saya menjadi pengurus di masa Bapak mansyur semma. Sebenarnya periode kepemimpinan bapak Mansyur semma, akan berakhir pada tahun 2009 terhitung mulai tanggal 23-7-2004 yang pengangkatan beliau dilakukan melalui pemilihan yang berlangsung dalam acara Musyawarah cabang ke 3 di aula SLB Pembina Kota makassar. Beliau diangkat menggantikan kanda Hamzah Yamin yang sebelumnya juga pernah menjadi ketua Pertuni kota makassar periode 2000-2004.&lt;br /&gt;Namun, karena Bapak mansyur semma mengakhiri kepemimpinannya dengan dicabutnya ruh dari jasat beliau oleh Allah di rumah sakit Labuang baji makassar sehingga terjadilah kekosongan pada kursi kepemimpinan di Pertuni kota Makassar, akhirnya dipercepatlah pelaksanaan musyawarah cabang luar biasa untuk memilih pemimpin yang baru yang mampu menaungi pertuni 5tahun ke depan, dan mampu untuk mensejahterakan kaum tunanetra makassar dari berbagai aspek.&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa tanggung jawab seorang pemimpin adalah tanggung jawab yang sangat berat sebab ketika kita memimpin instansi, organisasi, dan diri kita sendiri kita akan dimintai pertanggung jawaban baik di dunia maupun di hadapan Allah kelak.&lt;br /&gt;Saya(penulis) yakin, bahwa Kanda Mustafah hamzah bukanlah tipe-tipe orang yang gila akan sebuah jabatan, tetapi beliau adalah orang yang ikhlas lillahi ta’ala untuk menjadi pemimpin, dan saya yakin pula bahwa follower pada forum tersebut bukan orang-orang yang bodoh tetapi sudah melihat kapabilitas yang tercermin dari beliau. Artinya, mereka telah lama merasakan bahwa kanda mustafah adalah sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tentu mereka meletakkan amanah ini di pundak beliau dengan sebuah harapan agar mereka sejahtera, dan mudah-mudahan arwah bapak Mansyur semma diterima di sisi zat yang menciptakan dunia dan seluruh isinya.&lt;br /&gt;Oleh:Sujono sa’id&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-6397589093449846832?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/6397589093449846832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=6397589093449846832&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6397589093449846832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6397589093449846832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/10/harapan-buat-ketua-yang-baru-olehsujono.html' title='Harapan Baru Makassar'/><author><name>ade saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01190393405912032221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11065149386750698072'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-1490916013294320728</id><published>2008-10-31T01:00:00.009+07:00</published><updated>2008-10-31T02:15:56.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUSCAB PERTUNI'/><title type='text'>MUSCAB III Kabupaten Gowa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/SQn4aY0NfcI/AAAAAAAAAiM/X9zRlY9RGOI/s1600-h/DSC00928.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 168px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/SQn4aY0NfcI/AAAAAAAAAiM/X9zRlY9RGOI/s320/DSC00928.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263010771780861378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sehari setelah penyelenggaraan MUSCAB Kota Makassar, diselenggarakan pula MUSCAB III Kabupaten Gowa, diselenggarakan di SLB Negeri Somba Opu dimulai pada jam 11.00 hingga pukul 17.20 WITA.MUSCAB tersebut memberi amanah sepenuhnya kepada Ketua Dewan Pengurus terpilih menjalankan kepengurusan periode 2008-2013 atas saudara Abd.Rahman Diar dikenal dengan sapaan Ranggo dan Saudara Jumsang sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kabupaten Gowa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-1490916013294320728?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/1490916013294320728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=1490916013294320728&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/1490916013294320728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/1490916013294320728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/10/muscab-iii-kabupaten-gowa.html' title='MUSCAB III Kabupaten Gowa'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/SQn4aY0NfcI/AAAAAAAAAiM/X9zRlY9RGOI/s72-c/DSC00928.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-6439851364943522407</id><published>2008-10-31T00:50:00.005+07:00</published><updated>2008-10-31T02:13:06.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUSCAB PERTUNI'/><title type='text'>MUSCAB IV PERTUNI Kota Makassar</title><content type='html'>25 Oktober 2008,telah terselenggara Musyawarah Cabang (MUSCAB) PERTUNI Kota Makassar, sebagai pesta demokrasi dalam pemilihan dewan pengurus Periode 2008-2013.Hasil penyelenggaraan MUSCAB PERTUNI Kota Makassar, menghasilkan keputusan Mustafa Hamzah sebagai Ketua Dewan Pengurus dan Zulkifli Umar sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Cabang.&lt;span class="fullpost"&gt;Penyelenggaraan kegiatan tersebut berlangsung di AULA YAPTI Makassar, dimulai pada pukul 10.10 hingga 18.20 WITA.Musyawarah Cabang kota Makassar tersebut merupakan MUSSCAB yang ke IV kalinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-6439851364943522407?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/6439851364943522407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=6439851364943522407&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6439851364943522407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6439851364943522407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/10/muscab-iv-pertuni-kota-makassar.html' title='MUSCAB IV PERTUNI Kota Makassar'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-8583160219461680221</id><published>2008-10-24T18:55:00.007+07:00</published><updated>2008-10-31T00:40:56.562+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Warung Kopi'/><title type='text'>Ngumpul Bareng di Warung Kopi Ogi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/SQns2D65N0I/AAAAAAAAAiE/Iq4nOyiOh0g/s1600-h/DSC00407.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 164px; height: 109px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/SQns2D65N0I/AAAAAAAAAiE/Iq4nOyiOh0g/s320/DSC00407.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262998053068552002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ngumpul bareng di warkop menjadi budaya para kolumnis dari berbagai profesi,sebagai tempat tuk bertukar rasa dan fikiran.Para Pengurus BAMPER XII menyempatkan tuk berdiskusi sembari menghilangkan kejenuhan dan kepenatan selama membuat template (alat bantu mencoblos bagi tunanetra).Sekalian ntraktir sahabat-sahabat gua yang selama ini mencurahkan rasa,karsa dan karyanya buat organisasi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kali itu dihadir Bang Made &lt;a href="http://www.lagaligo.com/"&gt;(Gelandangan)&lt;/a&gt;,Ellyas, Abduh, Irwan, Awal, Neny, Asia dan tentunya Saya yang dijuluki sang Kapten di &lt;a href="http://www.kaptenmitra.ning.com/"&gt;KAPTEN MITRA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Disuguhi kopi sambil diskusi paling mantep deh, bahasannya seputar kinerja organisasi sampai rencana jangka panjang buat organisasi, tentu diselingi kisah romantika dari masing-masing sahabat, apalagi dengan iringan musik slow memberi nuansa yang menyentuh bagi yang sedang dilanda cinta.&lt;br /&gt;Inti diskusi tentu disaratkan oleh upaya peningkatan kesejahteraan penyandang tunanetra terkhusus mengenai kesenjangan sosial dan pembinaan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-8583160219461680221?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/8583160219461680221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=8583160219461680221&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/8583160219461680221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/8583160219461680221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/10/ngumpul-bareng-d-kopi-ogi.html' title='Ngumpul Bareng di Warung Kopi Ogi'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_DBOOpLzgdjA/SQns2D65N0I/AAAAAAAAAiE/Iq4nOyiOh0g/s72-c/DSC00407.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-1213133294038271039</id><published>2008-10-22T21:14:00.004+07:00</published><updated>2008-10-22T21:35:51.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksesibilitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Workshop dan Simulasi Aksesibilitas PENCA</title><content type='html'>Makassar,(22/10/08).&lt;br /&gt;Diselenggarakan Workshop dan Simulasi Aksesibilitas bagi Penyandang Cacat, terkhusus penggunaan alat bantu mencoblos bagi tunanetra,kegiatan ini diselenggarakan oleh FAHAM.&lt;br /&gt;Dengan mengundang seluruh anggota PPK Se Kota Makassar, bertujuan untuk memberikan pemahaman dan gambaran terhadap pentingnya sarana aksesibilitas dan bagaimana penggunaanya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam workshop tersebut yang bertindak sebagai nara sumber diantaranya dari elemen KPU Kota Makassar, PANWASLU Kota Makassar dan Pengamat Politik.Kegiatan tersebut dihadiri pula dari berbagai media elektronik dan cetak,sebagai mitra kerja dalam hal sosialisasi terhadap perjuangan dan aksi setiap penyandang cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simulasi tersebut disambut antusias oleh berbagai peserta yang hadir, dan berkomitmen untuk duduk bersama dalam membahas segala permasalahan yang mengemelut &lt;br /&gt;di kalangan penyandang berkebutuhan khusus, terlebih kepada aksesibilitas fisik lingkungan dan alam.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-1213133294038271039?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/1213133294038271039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=1213133294038271039&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/1213133294038271039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/1213133294038271039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/10/workshop-dan-simulasi-aksesibilitas.html' title='Workshop dan Simulasi Aksesibilitas PENCA'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-5297614074213442709</id><published>2008-10-22T20:50:00.004+07:00</published><updated>2008-10-22T21:13:52.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksesibilitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Pembuatan Alat Bantu Mencoblos Bagi Tunanetra</title><content type='html'>Template,alat bantu mencoblos bagi tunanetra diproduksi oleh FAHAM (Forum Advokasi Penyetaraan dan Penyadaran Hak Asasi Penyandang Cacat).Dibuat untuk membantu para pemilih penyandang tunanetra dalam menggunakan hak pilihnya sebagaimana diatur dalam undang - undang. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Template tersebut dibuat untuk 5 (lima) kabupaten, masing-masing disesuaikan oleh banyaknya jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) di daerah masing-masing.Template tersebut dirancang khusus sehingga pemilih tunanetra dapat menggunakan hak suaranya secara mandiri, dan terjamin kerahasiaannya.Dimana terdapat abjad braille dan abjad latin yang dapat diraba, serta lubang penuntun dalam mencoblos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses produksi melibatkan para tunanetra dan mitranya (istilah bagi volunter)  dalam pembuatannya, mulai dari pencetakan huruf braille, pensablonan, pengguntingan, melipat, pengguntingan serta pengemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa pelaksanaan / penyelenggaraan pemilu, masih juga ada penyelenggara yang lalai, dengan sengaja meniadakan template sebagai sarana alat bantu dengan berbagai asumsi baik itu karena alasan biaya maupun jumlah kependudukan sebagai penyandang cacat yang tergolong minoritas dan terdiskreditkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-5297614074213442709?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/5297614074213442709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=5297614074213442709&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/5297614074213442709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/5297614074213442709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/10/pembuatan-alat-bantu-mencoblos-bagi.html' title='Pembuatan Alat Bantu Mencoblos Bagi Tunanetra'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-7760166302796656184</id><published>2008-10-21T12:57:00.002+07:00</published><updated>2008-10-22T11:45:57.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Tulis'/><title type='text'>Pemanfaatan sumberdaya alam bagi kelangsungan hidup</title><content type='html'>Oleh: Sujono sa’id&lt;br /&gt;Kekayaan alam adalah sebuah nikmat dari Allah, karena dengan keberadaan kekayaan alam tersebut kita dapat menikmati indahnya kehidupan ini, dengan hadirnya kekayaan alam, kita dapat memenuhi kebutuhan kita sebagai seorang manusia. Yang termasuk kebutuhan makan, minum, obat-obatan maupun pakaian dan rumah tinggal. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan alam yang ada di atas bumi yang merupakan tempat kita ber pijak ini terdiri atas 2 klasifikasi yaitu kekayaan yang berasal dari tumbu-tumbuhan atau nabati dan dari hewan baik mamalia atau menyusui maupun non mamalia atau yang tidak menyusui. Mari kita lihat gambaran akan sumber daya alam yang dapat kita gunakan sebagai bahan untuk memenuhi kebutuhan dalam kelangsungan hidup kita sebagai manusia yaitu kebutuhan makan. Untuk memenuhi kebutuhan makan, kita dapat mengolah bahan makanan dari nabati atau tumbuhan yaitu Beras sebagai makanan inti.&lt;br /&gt;Selain beras, kita dapat mengolah beraneka ragam tumbuhan untuk menjadi sayur-sayuran seperti Nangka, kangkung, Bayam agar kita kuat seperti popay, sebab melalui sayur, kita akan memperoleh zat besi dan sel-sel darah merah yang akan membantu kita untuk memproteksi diri dari berbagai penyakit. Bukan membuat kita tidak akan pernah sakit, tetapi membuat kita paling tidak dapat terhindar dari berbagai penyakitt yang sering menyerang tubuh kita jika tidak memiliki pertahanan.Sumber alam dari kekayaan nabati sebagai lauk pauk yang akan memberikan zat pembangun dalam tubuh kita sehingga jika salah satu dari sekian banyak anggota tubuh kita terluka, maka dengan keberadaan zat pembangun, maka luka kita akan tertutupi dan akan cepat terjadi proses penyembuhan. Untuk lauk pauk, kita dapat meng konsumsi Ikan, Kerang, dan udang. Selain hewan laut, kita juga dapat menjadikan hewan darat sebagai konsumsi lauk pauk, dari hewan darat ini yang saya maksud pada penjelasan sebelumnya sebagai hewan mamalia dan hewan non mamalia atau menyusui dan non menyusui seperti Sapi, Kerbau, Kambing, yang termasuk hewan mamalia yang sangat layak dijadikan sebagai konsumsi lauk pauk pada momen-momen tertentu.&lt;br /&gt;Sedangkan Untuk memenuhi kebutuhan pakaian seperti baju, kita dapat memperolehnya dari tumbuhan kapas sebagai bahan menta yang digunakan untuk mengolah baju dan celana serta sarung yang akan digunakan untuk menutupi tubuh kita, begitupun dengan asesoris seperti tas, dapat di ambil dari kulit hewan-hewan tertentu seperti Buaya Ular, dan rusa. Dalam menjalani kehidupan ini, tentu kita ingin bahagia, maka untuk hidup bahagia, kita harus menjaga kesehatan anggota tubuh kita.Sedangkan untuk menjaga kesehatan tubuh kita, kita dapat mengolah tumbuh-tumbuhan sebagai obat herbal seperti daun papaya yang dapat menghindarkan kita dari gigitan nyamuk aides Igetty yang berpotensi untuk menyebarkan penyakit demam berdarah. Untuk menyembuhkan rasa sakit karena salah satu anggota tubuh terkena air panas, maka kita dapat menggunakan madu sebagai obat untuk pertolongan pertama yang insya Allah akan menghindarkan kita dari rasa sakit akibat dari siraman air panas.&lt;br /&gt;Manusia sebagai makhluk hidup, tentu membutuhkan rumah yang merupakan tempat tinggal, bernaung, serta berlindung dari panas matahari, pencurian, serta tempat tinggal tetap kita sebagai seorang manusia. Untuk membangun rumah, maka kita dapat mengolah kayu, pasir, serta bebatuan yang tersedia di alam tempat kita bermukim.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-7760166302796656184?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/7760166302796656184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=7760166302796656184&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/7760166302796656184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/7760166302796656184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/10/pemanfaatan-sumberdaya-alam-bagi.html' title='Pemanfaatan sumberdaya alam bagi kelangsungan hidup'/><author><name>ade saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01190393405912032221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11065149386750698072'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-663827490856543069</id><published>2008-10-21T12:54:00.002+07:00</published><updated>2008-10-22T11:43:37.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Tulis'/><title type='text'>Menghapus lembaran Dosa</title><content type='html'>Oleh:Sujono sa’id&lt;br /&gt;Tanggal 1 Oktober 2008, tepatnya pada tanggal 1 Syawal tahun 1429 Hijriah, seluruh ummat islam telah mengumandangkan takbir, tasbi, tahlil, dan tahmit memuji kebesaran Allah. Di hari itu, sebagai seorang pribadi yang beragama Islam, telah berhasil menjalankan ibada puasa ramadhan, dimana pada momen ini adalah ajang untuk menghapus isi lembaran yang selama setahun kita mengisinya dengan tinta noda dan dosa yang tidak dapat kita hitung dan menggantinya dengan tinta keimanan.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Oleh sebahagian muballig, utamanya muballig professional, setiap berceramah memberikan julukan bermacam-macam terhadap bulan ramadhan, dan ternyata julukan-julukan yang mereka berikan semuanya tentu saja masuk akal. Ada seorang ulama yang menamai bulan ramadhan sebagai bulan latihan, sebab kita berlatih untuk mengendalikan nafsu lapar, haus, dan nafsu birahi sebagai suami dan istri, dan yang ternyata tak kala penting adalah melatih kita untuk mengelola kecerdasan emosi yang ada dalam diri kita.Menurut penulis, hal itu adalah sesuatu yang merupakan pendapat yang sangat wajar, sebab latihan selama sebulan di bulan ramadhan tidak boleh berhenti, sebab setiap latihan harus disertai dengan tindak lanjut setelah bulan ramadhan sebagai bulan latihan berakhir, jadi kalau selama bulan ramadhan kita sudah berhasil menahan amarah, maka tentu setelah kita keluar dari bulan ramadhan, kita tentu harus mempertahankannya.&lt;br /&gt;Saya kira sangatlah salah, jika seseorang yang selalu mengatakan bahwa saya nggak boleh marah pada bulan puasa, karena kemampuan untuk tidak marah juga sangat dibutuhkan di luar bulan puasa, karena ketika kita tetap mempertahankan amarah kita, maka kita tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga berimbas pada diri sendiri.&lt;br /&gt;Begitupun dengan kebiasaan kita sebelum ramadhan menggunakan mulut kita untuk berkata-kata kotor sebelum bulan ramadhan, tentu setelah bulan ramadhan kita harus mempertahankannya sampai kita kembali kepada Allah dalam keadaan khusnul hatimah, bukankah kita semua merindukan kematian dalam keadaan khusnul hatimah? Ya! Tentu saja kita merindukannya, karena selain memperoleh kasih sayang Allah kita juga sudah memperoleh tempat yang layak di sisi Allah yaitu syurga jannatunna’im.&lt;br /&gt;Ada juga yang mengatakan bahwa bulan ramadhan adalah bulan dimana ampunan kita dapat memperolehnya, itupun sangat benar karena dasarnya dari sebuah hadits nabi yang berbunyi “ sesungguhnya pada bulan ramadhan, pintu-pintu syurga terbuka lebar, dan pintu neraka ter tutup rapat, serta syaitan-syaitan semuanya dibelenggu oleh Allah”.&lt;br /&gt;Karena syaitan di belenggu oleh Allah, maka bagi orang-orang yang bertakwa yang menjalani ibadah puasa di bulan ramadhan, telah berhasil menghapus isi dari sebuah lembaran yang telah pernah ia tulis selama setahun dan menggantinya dengan yang baru, dari pada kita beli kertas baru lebih baik kertas yang kita nodai yang kita bersihkan.&lt;br /&gt;Akhirnya, di akhir tulisan ini saya(penulis) hanya ber harap mudah-mudahan dipertemukan dengan bulan ramadhan berikutnya, dan dosa-dosa saya selama setahun sebelum ramadhan diampuni oleh Allah, dan saya juga minta maaf jika tulisan ini baru saya posting kira-kira 2 minggu setelah idul fitri karena kesibukan saya sebagai siswa, seorang organisatoris, dan kesibukan-kesibukan yang lain yang membuat saya terlambat mempostingnya dib log yang sangat saya cintai dan saya sangat banggakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-663827490856543069?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/663827490856543069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=663827490856543069&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/663827490856543069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/663827490856543069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/10/menghapus-lembaran-olehsujono-said.html' title='Menghapus lembaran Dosa'/><author><name>ade saputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01190393405912032221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11065149386750698072'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-6198923911940619536</id><published>2008-10-09T12:25:00.001+07:00</published><updated>2008-10-09T12:26:15.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Robot Guru Tunanetra</title><content type='html'>Selandia Baru - Sebuah robot dan komputer khusus akan membantu anak-anak penyandang tuna netra belajar menulis. Cara kerjanya adalah dengan memadukan antara komputer layar sentuh dengan sebuah lengan robot, demikian seperti dikutip dari Nzherald, Rabu (9/4/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara kerjanya? Pertama, seorang instruktur akan menuliskan huruf pada komputer layar sentuh. Gerakan menulis itu kemudian akan ditiru oleh lengan robot yang menggenggam pena. Pada saat yang sama, anak yang belajar menulis itu juga memegang pena dan mempelajari gerakan pena tersebut. Sementara tangan satunya meraba sebuah papan khusus yang akan memunculkan tekstur tulisan tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi yang digunakan meminjam teknologi yang digunakan pada bedah virtual. Program ini dikembangkan oleh Doktor Beryl Plimmer, dari Auckland University, Selandia Baru, dengan dibantu oleh mahasiswanya Rachel Blagojevic. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat membantu anak-anak tuna netra belajar menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa sangat sulit bagi penyandang tuna netra bawaan (sejak lahir) untuk belajar menulis, karena mereka tidak mengenal huruf. Hal terpenting yang diajarkan kepada penyandang tuna netra dengan teknologi ini adalah bagaimana membuat tanda tangan untuk nama mereka. Biasanya, orang-orang tuna netra belajar membuat tanda tangan dengan menggunakan stensil atau hanya membubuhkan tanda X. Padahal menurut Blagojevic, dokumen penting seperti surat perjanjian atau paspor perlu ditandatangani dengan layak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan teknologi ini kami berharap anak-anak tuna netra tak sekadar mempelajari bentuk huruf-huruf tapi juga gerakan pena, dan bagaimana membuat tanda tangan," ujar Blagojevic. Namun, ia mengungkapkan, masih terlalu dini untuk mengetahui kapan teknologi ini akan dilempar ke pasaran.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-6198923911940619536?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/6198923911940619536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=6198923911940619536&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6198923911940619536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6198923911940619536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/10/robot-guru-tunanetra.html' title='Robot Guru Tunanetra'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-6834133211837975586</id><published>2008-10-09T11:55:00.002+07:00</published><updated>2008-10-09T12:00:13.231+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Mahasiswa ITS Buat Linux untuk Tunanetra</title><content type='html'>Dua mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS, Debi Praharadika dan Eko Wahyu Susilo, menciptakan komputer bersistem Linux yang dirancang khusus untuk tunanetra dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pembuatan sistem operasi Linux untuk orang buta itu membutuhkan perjuangan keras karena harus mulai dari nol dengan membuat algoritma sendiri, kemudian keyboard-nya juga khusus dengan tombol huruf braille,” kata Debi di Surabaya, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, katanya, cara kerja Linux Tunanetra yakni mengomunikasikan hasil ketikan keyboard ke dalam format suara.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, bila ada suatu naskah diketik dengan keyboard braille maka akan dihasilkan suara sesuai naskah yang diketikkan. Penanganan yang sama juga berlaku ketika komputer hendak dimatikan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, katanya, kendala membuat Linux Tunanetra adalah saat membangun database suara yang terdiri atas Natural Language Processing (NLP) dan Digital Signal Processing (DSP).“NLP merupakan kata yang dipotong-potong sesuai bahasa Indonesia. Kita harus merekam satu persatu konsonan, kemudian menggabungkannya sendiri hingga menjadi sebuah kata,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ia berharap program yang diciptakannya itu bisa dimanfaatkan masyarakat luas, terutama kaum tunanetra yang sangat membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ide untuk membuat terobosan itu bermula saat saya ditanya ibu yang kebetulan mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunagrahita. Ibu bertanya, apakah ada komputer untuk kaum tunanetra,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pertanyaan ibundanya itulah, Debi akhirnya berniat untuk membuat program Linux bagi tunanetra, kemudian dia mengajak Eko untuk mewujudkannya melalui Tugas Akhir (TA) mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tak ingin mengomersilkan terobosan itu, karena itu kami memilih Linux sebagai alternatif,” kata mahasiswa yang akan diwisuda pada 12-13 Oktober itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilindungi Genuine Public License (GPL), karya mereka dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. “Silakan saja kalau ingin memodifikasi, mengopi, dan menyebarluaskan program Linux tersebut,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, hasil “searching” internet sebenarnya sudah ada orang yang menemukan produk serupa, tapi penemuan itu hanya dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya yang mengurusi system user interface, sedangkan Eko yang mengembangkan text to speech dalam bahasa Indonesia,” katanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-6834133211837975586?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/6834133211837975586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=6834133211837975586&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6834133211837975586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6834133211837975586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/10/mahasiswa-its-buat-linux-untuk.html' title='Mahasiswa ITS Buat Linux untuk Tunanetra'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-5017334111303039402</id><published>2008-10-04T11:32:00.001+07:00</published><updated>2008-10-04T11:57:33.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksesibilitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Hak Aksesibilitas Penyandang Cacat</title><content type='html'>Kompas/johnny tg&lt;br /&gt;Kalau dulu waktu kecil aku tak dapat berbicara/Aku dikatakan bisu dan tuli atau anak bisu/Meskipun aku sendiri tidak tahu.Sekarang aku duduk di kelas tujuh/Nama panggilanku Titin/Sekarang aku dapat berbicara apa saja/Aku dapat bercandaria, bertegur sapa dengan siapa saja.Aku bisa merasakan dengan bahasa/Apa artinya aku sedang sedih dan duka/Apa artinya aku sedang berbinar-binar karena bahagia/Apa artinya merasa bangga, kalau saat aku duduk dipuja-puja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah puisi sederhana berjudul Aku Yang Dulu dan Aku Yang Sekarang karya Bruder Anton FIC yang dibawakan oleh seorang gadis cilik tuna rungu bernama Titin itu, mampu menghadirkan keharuan mendalam di antara para peserta diskusi Penguatan HAM bagi Para Difabel di Jakarta awal pekan ini. Ungkapan perasaan hati Titin ini begitu mengharukan, sekaligus membanggakan-begitu reaksi spontan para peserta diskusi yang 99,9 persen di antaranya terdiri dari orang-orang cacat fisik alias the differently-abled people atau people with different abilities (kaum penyandang ca-cat atau difabel)-ketika di usianya yang hampir genap 12 tahun ini Titin berhasil mengatasi persoalan-persoalan eksistensialnya, yakni ketulian telinganya hingga tak bisa mendengarkan suara secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompas/eddy hasby&lt;br /&gt;Ketulian Titin itu ada sejak lahir. Selama beberapa tahun lamanya, begitu Titin mengisah-kan hidupnya, dia tidak bisa mendengar, apalagi berbicara layaknya orang-orang normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu, saya memang tuli dan kini pun saya masih tetap tuli. Tetapi, sekarang ini saya mampu membaca, menulis, bahkan tahu apa yang diomongkan orang lain saat berbicara dengan saya. Itu karena saya bisa membaca gerak bibir orang," ungkap murid kelas tujuh Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Pangudi Luhur Jakarta ini dengan lugunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada siapa Titin harus berterima kasih hingga kini ia bisa berbicara, membaca, me-nulis, dan menangkap omongan orang? "Kepada guru-guru SDLB Pangudi Luhur, tempat saya belajar semua kemampuan dasar. Juga kepada para dermawan dan donatur yang telah membelikan alat bantu dengar kepada orang-orang seperti saya ini," kata Titin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Titin di atas adalah satu gambaran paling jelas tentang bagaimana seorang difabel ber-hasil "mengatasi" hambatan-hambatan cacat fisiknya hingga bisa berlaku layaknya orang normal. Adalah peran besar SDLB Pangudi Luhur Jakarta, yang menurut Titin telah memberi kepadanya segala fasilitas belajar dan peluang-bisa latihan berbicara dan membaca gerak bibir orang hingga akhirnya orang seperti dia bisa "menjadi normal kembali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula inti kisah pengalaman Dimyati Hakim yang mengaku belajar untuk bisa menjadi "manusia normal kembali" di Yayasan Pendidikan Luar Biasa Bisu-Tuli "Don Bosco" Wonosobo, Jawa Tengah, beberapa tahun lalu. "Saya bisa menjadi begini ini (berbicara dan tahu omongan orang-Red), karena diberi fasilitas atau tepatnya aksesibilitas untuk menempuh sistem belajar yang cocok dan sesuai dengan kondisi fisik saya," ungkap Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Pusat di forum experience sharing (berbagi pengalaman) antarpara difabel peserta diskusi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAK aksesibilitas atau bisa mendapatkan peluang dan fasilitas seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya hingga mobilitas fisik kaum penyandang cacat itu juga bisa terbuka lebar. Hak untuk mendapatkan kebebasan bergerak secara fisik inilah yang sebenarnya secara prinsipiil dikehendaki kaum difabel-di mana pun di seluruh dunia- agar dihormati, ditegakkan, dijamin, dan diperjuangkan oleh negara, pemerintah, dan masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun terjadi pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap kaum difabel ini, maka yang paling sering terjadi adalah tiadanya hak aksesibilitas bagi kaum penyandang cacat fisik tersebut. Ini boleh jadi karena masyarakat kurang menyadari pentingnya hak ini bagi kaum difabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, juga bisa terjadi-dan inilah keluhan yang paling bergaung selama berlangsung seminar Penguatan HAM bagi Kaum Difabel pekan lalu-karena negara, pemerintah, dan masyarakat sendiri seringkali memandang kaum difabel ini dengan sebelah mata alias mendapat perlakuan diskriminatif dalam pergaulan sosial setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang buta, misalnya, demi-kian kata seorang difabel bernama Gde Jaya Usada, jelas tidak akan mampu membaca tulisan atau memperoleh informasi lengkap, layaknya orang normal yang bisa membaca huruf-huruf Latin atau lainnya. Namun, kata aktivis Pro-Employment In-donesia yang sehari-hari duduk di kursi roda ini, itu tidak berarti orang buta itu tidak bisa membaca dan mengolah informasi sesuai kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka jelas bisa, hanya saja sarana atau fasilitas fisik untuk itu yang nyatanya tidak ada atau pernah ada. Kalau saja di tempat-tempat umum dipasang pengumuman berhuruf braille, pastilah orang buta itu juga akan mampu membaca tulisan dan mengolah informasi di da-lamnya, sesuai kebutuhannya," sambung Usada yang beberapa tahun silam rela mengakhiri mobilitas fisiknya di atas sebuah kursi roda, setelah tulang punggungnya mengalami cidera pa-rah akibat kecelakan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Usada, sudah barang tentu mobilitas fisik kaum difabel yang kaki atau tangannya mengalami kecacatan juga akan terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kursi roda memang bisa membantu ruang gerak yang lebih bebas bagi kaum difabel. Namun, tersedianya kursi roda itu jelas belum memadai bila ternyata ruang-ruang publik tidak menyediakan aksesibilitas langsung bagi para pengguna kursi roda itu untuk bisa menjangkau area lokasi tertentu yang ingin dicapainya," begitu argumentasi Usada tentang betapa pentingnya menegakkan hak aksesibilitas bagi kaum difabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBERIKAN hak aksesibilitas bagi kaum difabel secara sederhana bolehlah diartikan dengan segala upaya, untuk segera mungkin menyingkirkan semua hambatan-hambatan fisik (physical barriers) yang mengurangi mobilitas fisik kaum difabel. Kesadaran akan hal ini juga ditegaskan Duta Besar Selandia Baru HE Michael Green ketika tampil membuka seminar Penguatan HAM untuk Kaum Difabel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membersihkan dan menyingkirkan semua hambatan fisik atau secara positif berarti menyediakan fasilitas-fasilitas yang feasible bagi kaum difabel itulah inti persoalannya, ketika seminar ini ingin mencari dasar-dasar penguatan HAM bagi kaum difabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini secara konkret berarti, demikian argumentasi Otje Soe-djoto SH saat menjadi pembicara seminar itu, mulai sekarang harus dikampanyekan kesadar-an umum bahwa kaum difabel itu dalam arti tertentu memang tidak mampu melakukan kegiatan-kegiatan layaknya manusia normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kaum difabel itu dalam keterbatasannya ya mampu melakukan tindakan-tindakan tertentu yang pasti saja berbeda dibanding orang normal. Seseorang menjadi cacat netra bukan merupakan kehendak orang itu, melainkan akibat kecelakaan hingga dia tidak bisa membaca lagi. Namun, itu tidak berarti tidak ada solusinya. Itu adalah huruf braille atau text-reader. Akses untuk mendapatkan huruf braille atau text-reader itulah yang perlu diadakan hingga yang tuna netra itu bisa membaca lagi. Inilah yang kurang disadari oleh masyarakat kita, termasuk pemerintah dan negara," ungkapnya di luar seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula, tambah Otje, tuna daksa alias mereka yang terpaksa duduk di atas kursi roda untuk membantu mobilitas fisiknya, mereka jelas tidak akan bisa memasuki gedung bertingkat, bukan karena mereka itu tidak bisa berdiri atau berjalan, melainkan karena gedung itu tidak menyediakan fasilitas akses seperti ramp, lift, atau sarana lainnya khusus bagi para tuna daksa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kaum difabel, harapan bisa memperoleh hak aksesibilitas itu sebenarnya tak lain keinginan agar negara, pemerintah, dan masyarakat memberikan kebebasan dan peluang sebesar-besarnya bagi penyandang cacat itu untuk bisa bergerak seluas-luasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijaminnya the right of movement oleh negara, pemerintah, dan masyarakat umum itulah yang sebenarnya "jiwa" sebuah tuntutan umum agar hak mendapatkan aksesibilitas seluas-luasnya bagi kaum difabel dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini tak bisa ditawar-tawar lagi," tandas Gde Jaua Usada mengomentari rekomendasi Komite Advokasi Penyandang Cacat Indonesia (KAPCI), yang intinya meminta agar pemerintah segera membentuk Komisi Nasional untuk Perjuangkan HAM Kaum Difabel. (Mathias Hariyadi) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-5017334111303039402?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/5017334111303039402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=5017334111303039402&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/5017334111303039402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/5017334111303039402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/10/hak-aksesibilitas-cara-terhormat.html' title='Hak Aksesibilitas Penyandang Cacat'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317731942318105152.post-6152312555551704627</id><published>2008-10-04T11:29:00.001+07:00</published><updated>2008-10-04T11:31:37.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksesibilitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Aksesibilitas Lingkungan Fisik Bagi Penyandang Cacat</title><content type='html'>Oleh Didi Tarsidi&lt;br /&gt;Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Menciptakan Fasilitas Umum Dan Lingkungan Yang Aksesibel demi Kesamaan Kesempatan bagi Penyandang Cacat untuk Hidup Mandiri dan Bermasyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Makalah ini ditulis pada tahun 1997 dan disajikan dalam seminar dalam rangka memperingati Hari Internasional Penyandang Cacat Propinsi Jawa Barat. Ketika itu Undang-undang Nomor 4/1997 tentang Penyandang Cacat baru diundangkan. Kini, lebih dari sepuluh tahun sejak diberlakukannya undang-undang itu, anda dapat mengamati seberapa jauh undang-undang tersebut telah diimplementasikan, khususnya dalam kaitannya dengan aksesibilitas lingkungan fisik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1. Definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 Tentang PENYANDANG CACAT, Pasal 1:4, "Aksesibilitas adalah kemudahan yang disediakan bagi penyandang cacat guna mewujudkan kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan."&lt;br /&gt;Hal tersebut diperjelas dalam Pasal 10:2 yang berbunyi, "Penyediaan aksesibilitas dimaksudkan untuk menciptakan keadaan dan lingkungan yang lebih menunjang penyandang cacat dapat sepenuhnya hidup bermasyarakat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan itu, yang dimaksud dengan aksesibilitas fisik adalah lingkungan fisik yang oleh penyandang cacat dapat dihampiri, dimasuki atau dilewati, dan penyandang cacat itu dapat menggunakan wilayah dan fasilitas yang terdapat di dalamnya tanpa bantuan. Dalam pengertian yang lebih luas, aksesibilitas fisik mencakup akses terhadap berbagai bangunan, alat transportasi dan komunikasi, serta berbagai fasilitas di luar ruangan termasuk sarana rekreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2. Permasalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dapat menimbulkan frustrasi bagi para penyandang cacat menghadapi kenyataan bahwa berbagai hambatan arsitektural di dalam bangunan-bangunan dan fasilitas-fasilitas yang disediakan bagi kepentingan umum ternyata tidak selalu mudah atau bahkan sering tidak memungkinkan bagi para penyandang cacat untuk berpartisipasi penuh dalam situasi normal, baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan maupun rekreasi. Beberapa contoh hambatan arsitektural adalah tidak adanya trotoar, permukaan jalan yang tidak rata, tepian jalan yang tinggi, lubang pintu yang terlalu sempit, lantai yang terlalu licin, tidak tersedianya tempat parkir yang sesuai, tidak tersedia lift, fasilitas sanitasi yang terlalu sempit, telepon umum yang terlalu tinggi, tangga yang tidak berpagar pengaman, jendela atau papan reklame yang menghalangi jalan, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut di atas menjadi masalah bagi penyandang cacat dari jenis dan derajat kecacatan tertentu sehingga mereka tidak dapat merealisasikan kesamaan haknya sebagai warga masyarakat. Sesungguhnya para penyandang cacat tidak mengharapkan dan tidak pula memerlukan lebih banyak hak daripada orang-orang pada umumnya. Mereka hanya menghendaki agar dapat bergerak di dalam lingkungannya dengan tingkat kenyamanan, kemudahan dan keselamatan yang sama dengan warga masyarakat lainnya, memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan yang normal, dapat semandiri mungkin dalam batas-batas kemampuannya. Tersedianya bangunan dan fasilitas yang dapat diakses oleh semua orang merupakan persoalan kesamaan kesempatan dan keadilan sosial. Akses terhadap fasilitas-fasilitas umum merupakan hak, bukan pilihan semata. Lebih dari itu, penataan lingkungan yang sesuai dengan kaidah aksesibilitas akan juga memberikan lebih banyak kenyamanan bagi warga masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam makalah ini akan dibahas:&lt;br /&gt;a. Permasalahan yang dialami oleh setiap kategori penyandang cacat yang diakibatkan oleh desain arsitektural umum;&lt;br /&gt;b. Tuntutan perundang-undangan akan tersedianya aksesibilitas, khususnya aksesibilitas fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. IMPLIKASI DESAIN ARSITEKTURAL BAGI PENYANDANG CACAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambatan arsitektural mempengaruhi tiga kategori kecacatan utama, yaitu:&lt;br /&gt;- kecacatan fisik, yang mencakup mereka yang menggunakan kursi roda, semi-ambulant, dan mereka yang memiliki hambatan manipulatoris yaitu kesulitan gerak otot;&lt;br /&gt;- kecacatan sensoris (alat indra) yang meliputi orang tunanetra dan tunarungu;&lt;br /&gt;- kecacatan intelektual (tunagrahita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Hambatan Arsitektural bagi Pengguna Kursi Roda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambatan yang dihadapi oleh para pengguna kursi roda sebagai akibat dari desain arsitektural saat ini mencakup:&lt;br /&gt;- Perubahan tingkat ketinggian permukaan yang mendadak seperti pada tangga atau parit.&lt;br /&gt;- Tidak adanya pertautan landai antara jalan dan trotoar.&lt;br /&gt;- Tidak cukupnya ruang untuk lutut di bawah meja atau wastapel.&lt;br /&gt;- Tidak cukupnya ruang untuk berbelok, lubang pintu dan koridor yang terlalu sempit.&lt;br /&gt;- Permukaan jalan yang renjul (misalnya karena adanya bebatuan) menghambat jalannya kursi roda.&lt;br /&gt;- Pintu yang terlalu berat dan sulit dibuka.&lt;br /&gt;- Tombol-tombol yang terlalu tinggi letaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2. Masalah-masalah Yang Dihadapi Penyandang Semi-ambulant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semi-ambulant adalah tunadaksa yang mengalami kesulitan berjalan tetapi tidak memerlukan kursi roda. Hambatan arsitektural yang mereka hadapi antara lain mencakup:&lt;br /&gt;- Tangga yang terlalu tinggi.&lt;br /&gt;- Lantai yang terlalu licin.&lt;br /&gt;Bergerak cepat melalui pintu putar atau pintu yang menutup secara otomatis.&lt;br /&gt;- Pintu lift yang menutup terlalu cepat.&lt;br /&gt;- Tangga berjalan tanpa pegangan yang bergerak terlalu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3. Hambatan Arsitektural bagi Tunanetra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan tunanetra adalah mereka yang tidak memiliki penglihatan sama sekali (buta total) hingga mereka yang masih memiliki sisa penglihatan tetapi tidak cukup baik untuk dapat membaca tulisan biasa meskipun sudah dibantu dengan kaca mata. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi para tunanetra sebagai akibat dari desain arsitektural selama ini antara lain:&lt;br /&gt;- Tidak adanya petunjuk arah atau ciri-ciri yang dapat didengar atau dilihat dengan penglihatan terbatas yang menunjukkan nomor lantai pada gedung-gedung bertingkat.&lt;br /&gt;- Rintangan-rintangan kecil seperti jendela yang membuka ke luar atau papan reklame yang dipasang di tempat pejalan kaki.&lt;br /&gt;- Cahaya yang menyilaukan atau terlalu redup.&lt;br /&gt;- Lift tanpa petunjuk taktual (dapat diraba) untuk membedakan bermacam-macam tombol, atau petunjuk suara untuk menunjukkan nomor lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4. Masalah Yang Dihadapi Tunarungu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tunarungu tidak mungkin dapat memahami pengumuman melalui pengeras suara di bandara atau terminal angkutan umum. Mereka juga mengalami kesulitan membaca bibir di auditorium dengan pencahayaan yang buruk, dan mereka mungkin tidak dapat mendengar bunyi tanda bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5. Kesulitan Tunagrahita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penyandang kecacatan intelektual akan mengalami kesulitan mencari jalan di dalam lingkungan baru jika di sana tidak terdapat petunjuk jalan yang jelas dan baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.6. Konflik Kepentingan Antar Berbagai Kategori Kecacatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dapat dilihat dari bagian-bagian terdahulu, satu Kategori kecacatan mempunyai kebutuhan Aksesibilitas yang berbeda dari Kategori kecacatan lainnya. Di samping itu, terdapat variasi individual di dalam setiap Kategori kecacatan dan terdapat sejumlah besar orang yang menyandang kecacatan ganda. Oleh karena itu, sulit UNTUK menentukan suatu kriteria DESAIN yang dapat memuaskan semua PENYANDANG CACAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keterbatasan-keterbatasan yang ada pada kursi roda serta terbatasnya kapabilitas FISIK Pengguna kursi roda, Maka sering terdapat situasi di mana Tuntutan orang non-CACAT dan semi-ambulant berbeda dari Tuntutan para Pengguna kursi roda Sehubungan Dengan sirkulasi vertikal (turun/naiknya permukaan lahan), licin/kasarnya permukaan lantai, keluasan ruangan, aktivitas sanitasi, lokasi tombol lampu dan lift. Misalnya, BAGI PENYANDANG semi-ambulant, tangga-tangga yang dirancang secara teliti akan lebih memudahkan daripada permukaan landai. Permukaan lantai yang rata dan licin akan sangat baik BAGI Pengguna kursi roda tetapi berbahaya BAGI orang semi-ambulant jika basah. Meskipun Pengguna kursi roda jumlahnya kecil dibandingkan Dengan kelompok PENYANDANG CACAT lainnya, namun implikasinya BAGI perancang bangunan dalam banyak hal paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Konflik kepentingan lainnya adalah Sehubungan Dengan DESAIN trotoar. Pertautan yang landai antara jalan raya dan trotoar memberi akses BAGI para pengguna kursi roda tetapi kurang baik bagi para tunanetra yang menggunakan tongkat untuk mendeteksi batas antara trotoar dan jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, berbagai konflik kepentingan tersebut sejauh tertentu masih dapat dikompromikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. LANDASAN HUKUM BAGI AKSESIBILITAS FISIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Australia, Canada, Inggris dan Amerika Serikat, undang-undang mengharuskan tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat menuju dan di dalam gedung-gedung serta fasilitas-fasilitas yang dipergunakan oleh masyarakat umum tetapi tidak untuk bangunan-bangunan pribadi. di Swedia, keharusan itu bahkan mencakup bangunan perumahan yang dibangun dengan dana pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1. Aksesibilitas Di Australia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar untuk ilustrasi, berikut ini disajikan aksesibilitas yang berlaku di negara tetangga, Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.1. Bangunan Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan tentang bangunan di Australia sebagaimana diatur dalam the Building Code of Australia mengharuskan tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat menuju dan di dalam:&lt;br /&gt;- Gedung akomodasi&lt;br /&gt;- Gedung perkantoran dan pelayanan profesional&lt;br /&gt;- Pertokoan dan penyedia jasa&lt;br /&gt;- Bangunan pergudangan untuk penyimpanan atau penayangan barang dan parkir mobil umum&lt;br /&gt;- Laboraturium dan pabrik&lt;br /&gt;- Gedung pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;- Gedung pertemuan umum&lt;br /&gt;- Tempat-tempat hiburan umum&lt;br /&gt;- Bangunan untuk pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.2. Jalan Menuju Bangunan Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penyandang cacat dapat tiba di sebuah bangunan dengan mengendarai mobil sendiri, diantar dengan mobil orang lain, atau dengan kendaraan umum, menggunakan kursi roda atau berjalan kaki, maka akses ke bangunan-bangunan umum harus disediakan:&lt;br /&gt;- Dari jalan raya ke perbatasan area bangunan;&lt;br /&gt;- Dari tempat parkir area bangunan (di dalam ataupun di luar bangunan) yang dikhususkan bagi penyandang cacat untuk bangunan itu maupun dari tempat parkir umum di dekat bangunan itu;&lt;br /&gt;- Dari bangunan lain di dalam area yang diharuskan aksesibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.3. Aksisibilitas Di Dalam Bangunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bangunan, aksesibilitas harus disediakan:&lt;br /&gt;- Dari pintu masuk ke tempat sanitasi yang aksesibel;&lt;br /&gt;- Ke tempat-tempat yang biasa dipergunakan oleh para penghuni bangunan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2. Aksesibilitas Di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan atas Undang-undang RI Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, Pasal 10:1, menyatakan: "Penyediaan aksesibilitas bagi penyandang cacat diupayakan berdasarkan kebutuhan penyandang cacat sesuai dengan jenis dan derajat kecacatan serta standar yang ditentukan. Standardisasi yang berkenaan dengan aksesibilitas ditetapkan oleh instansi yang berwenang. Penyediaan aksesibilitas berupa fisik dan non- fisik, antara lain sarana dan prasarana umum serta informasi yang diperlukan bagi penyandang cacat untuk memperoleh kesamaan kesempatan."&lt;br /&gt;Ketentuan di atas mengandung implikasi sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Aksesibilitas bagi penyandang cacat mencakup bidang yang seluas-luasnya sesuai dengan kebutuhan penyandang cacat dengan berbagai jenis dan derajat kecacatannya.&lt;br /&gt;- Akan tetapi, pelaksanaan peraturan tersebut harus diatur lebih lanjut oleh instansi yang berwenang, dalam hal ini mungkin Departemen Pekerjaan Umum dan departemen lain yang terkait setelah dikeluarkanya Peraturan Pemerintah mengenai hal ini sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 15, "Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ... diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapankah aksesibilitas bagi penyandang cacat di Indonesia akan terwujud? Penjelasan atas Pasal 15 mengatakan, "Peraturan Pemerintah yang dimaksud dalam pasal ini diupayakan dalam waktu tidak terlalu lama sudah diundangkan. Mengenai aksesibilitas, khususnya sarana dan prasarana umum yang sebelum diundangkannya Undang-undang ini dan peraturan pelaksanaannya belum ada, diberikan kesempatan mengadakan penyesuaian dengan ketentuan Undang-undang ini dan peraturan pelaksanaannya selambat-lambatnya lima tahun sejak Peraturan Pemerintah diundangkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa, andaikata Peraturan Pemerintah yang dimaksud itu dapat dikeluarkan dalam waktu satu tahun ini, maka aksesibilitas bagi penyandang cacat di Indonesia akan tersedia secepat-cepatnya enam tahun yang akan datang, belum terhitung proses penerimaan masyarakat luas terhadap ketentuan-ketentuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. KESIMPULAN DAN SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aksesibilitas adalah kemudahan yang diberikan kepada para penyandang cacat, berupa pengadaan atau modifikasi sarana dan prasarana kehidupan sehari-hari, termasuk lingkungan fisik, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penyandang cacat, agar mereka dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.&lt;br /&gt;2. Aksesibilitas fisik sebagai satu aspek dari aksesibilitas secara menyeluruh bagi penyandang cacat adalah penyesu aian desain arsitektural lingkungan fisik agar para penyandang cacat dapat bergerak secara leluasa di dalamnya dan dapat menggunakan segala fasilitas yang tersedia. Aksesibilitas fisik merupakan faktor yang amat penting untuk menunjang kemandirian para penyandang cacat agar mereka dapat memperoleh kesamaan kesempatan dalam berbagai aspek kehidupan dan penghidupan di masyarakat luas.&lt;br /&gt;3. Masing-masing kategori kecacatan memiliki kebutuhan aksesibilitas fisik yang berbeda sesuai dengan keterbatasan yang diakibatkan oleh kecacatannya.&lt;br /&gt;4. Desain arsitektural lingkungan fisik selama ini sering menimbulkan hambatan bagi aktivitas kehidupan sehari-hari para penyandang cacat.&lt;br /&gt;5. Di beberapa negara maju seperti Australia, Inggris, Canada, Amerika Serikat dan Swedia, penyediaan aksesibilitas fisik bagi penyandang cacat telah dijamin oleh undang-undang.&lt;br /&gt;6. Undang-undang RI Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat telah menjamin disediakannya aksesibilitas bagi penyandang cacat, namun pelaksanaannya masih harus menunggu ditetapkanya Peraturan Pemerintah serta pengaturan teknis dari instansi yang berwenang.&lt;br /&gt;7. Sementara Peraturan Pemerintah tersebut belum ditetapkan, sebaiknya dirumuskan saran-saran bagi Pemerintah mengenai bentuk aksesibilitas yang terbaik yang dapat mencakup semua jenis kecacatan. Perumusan saran-saran tersebut seyogyanya memperhatikan pengalaman negara-negara yang telah lebih dahulu menerapkan aksesibilitas dan mendengarkan pendapat para penyandang cacat sendiri beserta organisasi-organisasi yang menangani masalah- masalah kecacatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Davenport, F.C.B. (1994). PHYSICAL ACCESSIBILITY: A Step by Step Guide to Eliminate Architectural Barriers. Victoria: Access and Mobility Sub-Committee.&lt;br /&gt;Goldsmith, S. (1976). DESIGNING FOR THE DISABLED. London: Royal Institute of Architects Publications Ltd.&lt;br /&gt;Undang-undang RI No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317731942318105152-6152312555551704627?l=bamperxii.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bamperxii.blogspot.com/feeds/6152312555551704627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317731942318105152&amp;postID=6152312555551704627&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6152312555551704627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317731942318105152/posts/default/6152312555551704627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bamperxii.blogspot.com/2008/10/aksesibilitas-lingkungan-fisik-bagi.html' title='Aksesibilitas Lingkungan Fisik Bagi Penyandang Cacat'/><author><name>BAMPERXII</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00612188054390140693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='12406349760321052676'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry></feed>