<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713</id><updated>2009-11-13T16:17:48.671+07:00</updated><title type='text'>The Majestix Expeditionary</title><subtitle type='html'>Tempat orang gak jelas nulis segala hal yang sama-sama gak jelas.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>254</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-8875573617490235845</id><published>2008-10-03T22:04:00.000+07:00</published><updated>2008-10-03T22:07:07.277+07:00</updated><title type='text'>Masa Depan Tidak Ada Yang Pasti</title><content type='html'>Ketika Boeing 747 di luncurkan, beberapa pengamat memperkirakan Boeing 747 hanya akan di produksi sebanyak 400 unit saja, karena adanya pengembangan pesawat supersonic seperti Concorde, faktanya hingga tahun 1993 produksinya sudah melampaui 1000 unit, tahun 2008 sendiri sudah mencapai 1405 unit. Sebaliknya pesawat supersonic yang berhasil dikembangkan dan di produksi hanya Concorde saja, itupun sekarang sudah tidak beroperasi karena besarnya biaya operasional, secara sederhana bisa dikatakan tidak ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Linus Trovalds menciptakan Linux Kernel (bagian inti dari suatu Sistem Operasi), niatnya hanya “untuk senang-senang” (Just for Fun), ketika popularitasnya semakin menanjak seorang professor yang bernama Andrew S. Tanenbaum mengkritik Linux sebagai ketinggalan jaman (obsolete) karena mengembangkan kernel dengan tipe “Monolithic” berbeda dengan GNU Hurd yang kernelnya bertipe “Microkernel”. Sang professor meramalkan bahwa beberapa waktu kedepan Linux akan di tinggalkan, karena orang-orang akan menggunakan GNU Hurd atau BSD, faktanya pengembangan BSD tidak berjalan karena adanya tuntutan hak cipta kepada BSD yang menyebabkan pengembangan BSD menjadi lambat, begitupula dengan GNU Hurd yang ternyata implementasinya cukup kompleks yang memperlambat target release. Akhirnya para pengembang justru memilih Linux Kernel sebagai Sistem Operasi bebas (Free), dan kini Linux lebih popular daripada GNU Hurd dan BSD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para pegawai memutuskan untuk mengambil asuransi agar kehidupannya menjadi lebih tenang atau mengambil paket pension agar masa tuanya bisa tetap memiliki uang, Kini di tahun 2008 sebagian harapan itu tidak tercapai karena ternyata pihak yang mereka andalkan tidak mampu memenuhi janjinya. Tahun 2008, Lehman Brother menyatakan bankrut, hal ini menyebabkan kekhawatiran dan demo dari para pegawai yang sudah mengambil paket pension dari Lehman Brother. Di berita yang pernah gue saksikan (kalo gak salah di VOA), orang-orang Amerika yang diwawancari menyatakan kekhawatirannya karena setiap hari uang pension mereka terus berkurang atau hilang alias hangus. Beberapa orang yang diwawancara juga menyatakan mereka akan tetap bekerja meskipun nanti mereka memasuki usia pension akibat ketidakyakinan mereka terhadap paket pension mereka. Ketika orang-orang tahu AIG adalah perusahaan asuransi yang kuat, kini di tahun 2008 perusahaan itu nyaris bangkrut (atau masih akan ada kemungkinan untuk bangkrut?). Diberitakan bahwa beberapa nasabah (jika tidak salah termasuk di Singapura) beramai-ramai mencairkan polisnya karena kekhawatiran polis mereka akan hangus akibat ancaman kebangkrutan perusahaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat cerita diatas, semakin nyata bahwa kemampuan manusia dalam memprediksi masa depan memang lemah. Manusia hanya mampu menduga dengan akalnya, bahkan manusia mencoba membuat pemodelan terhadap suatu masalah atau domain. Sebagai contoh manusia mencoba membuat pemodelan perubahan cuaca dengan menggunakan computer super canggih, pemodelan pergerakan pasar, pemodelan pertumbuhan jumlah penduduk, dan berbagai pemodelan-pemodelan lainnya. Ketika pemodelan yang manusia buat ternyata tidak sesuai dengan kenyataan, maka bukan salah dari fakta dari suatu kejadian tapi ketidakmampuan dan keterbatasan manusia dalam membuat pemodelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan manusia memang terbatas dalam memahami masa depan, maka tidak pantas bagi manusia untuk menyombongkan diri, maka tidak ada salahnya (dan seharusnya) bagi manusia agar lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT. Masa depan memang tidak pasti, tapi kita tetap berharap hal-hal yang baik ingin tetap kita dapatkan, maka berdoa kepada Allah SWT tentu lebih utama, ketimbang menyombongkan diri dengan merasa akal kita adalah segala-galanya, merasa akal kita pasti mampu memprediksi masa depan, faktanya manusia terlalu lemah untuk memahami masa depan dengan akalnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan memang akan tetap menjadi misteri bagi manusia...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-8875573617490235845?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/8875573617490235845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=8875573617490235845' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/8875573617490235845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/8875573617490235845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2008/10/masa-depan-tidak-ada-yang-pasti.html' title='Masa Depan Tidak Ada Yang Pasti'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-9101216156847391325</id><published>2008-10-03T20:01:00.002+07:00</published><updated>2008-10-04T06:40:59.834+07:00</updated><title type='text'>Tsunami Finansial</title><content type='html'>Pertengahan September, jika kita mengikuti berita ekonomi, sebagian besar memberitakan masa depan ekonomi yang bakal suram akibat kasus “Subprime Mortgage”. Di Amerika, beberapa institusi finansial sudah banyak merasakan dampaknya, dari pengambilalihan “Fannie Mae” dan “Freddie Mac” oleh pemerintah AS, kebangkrutan “Lehman Brothers”,  dan “American International Group” (AIG) yang juga terancam bangkrut, tapi beruntung masih di suntikan modal oleh pemerintah. Perusahaan yang lain harus rela di akusisi oleh perusahaan lain. Bahkan pemerintah AS yang tadinya sangat membatasi investasi di pasar financial dari modal asing atas dasar nasionalisme, kini terpaksa harus “mengemis” pada negara lain untuk mau menanamkan modalnya di pasar finansial untuk menyelamatkan perekonomian AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perusahaan yang besar, berusia lebih dari 100 tahun seperti “Lehman Brothers” harus merelakan dirinya bankrut?. Gue yakin orang-orang yang bekerja di sektor finansial bukanlah orang yang bodoh, mereka tahu resiko apa yang akan terjadi pada aktifitas mereka. Setidaknya menurut gue, kehancuran perekonomian ini karena lebih mementingkan keuntungan semata, ketimbang mempertimbangkan faktor yang lain seperti resiko. Intinya kejadian yang menimpa institusi di AS tidak lepas dari faktor “kerakusan individual” para pelaku di sektor finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat rakus atau tamak memang sepertinya sudah menjadi sifat dasar manusia, tak peduli orang miskin sampai orang kaya, orang bodoh sampai orang pintar memang paling suka mengumpulkan kekayaan materi. Tak segan-segan orang melabrak aturan yang ada demi memuaskan kepentingan pribadi mereka. Beberapa perusahaan finansial yang sekarang terlilit masalah ternyata membayakan gaji untuk “top executive” sangat tinggi, meskipun secara finansial perusahaan tidak terlalu baik. Jadi dengan kekuasaannya para eksekutif ini membuat keputusan yang memberikan gaji dan bonus yang sangat tinggi untuk diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketamakan mereka terlihat bagaimana mereka begitu ekspansi memberikan kredit pada pasar “subprime” bukan pada pasar “prime”. Pasar “prime” mensyaratkan pemberian kredit pada seseorang berdasarkan kemampuannya, seperti besar gaji, status pegawai, riwayat peminjaman. Jika seseorang layak untuk di berikan pinjaman karena memenuhi syarat (seperti jumlah gaji, riwayat peminjaman dll) maka pinjaman mereka di sebut sebagai “prime mortgage”, sebaliknya orang yang tidak memenuhi syarat di sebut sebagai “subprime mortgage”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sekilas pemberian kredit subprime akan mempermudah pihak peminjam, karena syarat pengajuan kredit tidak rumit. Hal ini juga terjadi di Indonesia juga lho, contoh nyata adalah pemberian kredit kepemilikan motor yang syaratnya semakin mudah cukup bawa KTP, bayar uang muka yang tidak terlalu besar, motor bisa langsung di bawa. Syarat kredit seperti ini cukup menggiurkan, tapi juga beresiko. Seorang yang ingin memiliki motor untuk dijadikan Ojek  banyak juga yang melakukan hal ini, mengambil kredit motor dengan syarat yang mudah, tapi pada akhirnya harus rela motornya di tarik kembali oleh Dealer Motor karena tidak sanggup membayar cicilan. Lebih-lebih persaingan dalam dunia Ojek di Indonesia semakin ketat, kita bisa lihat hampir di setiap gang atau persimpangan jalan semakin banyak di temukan tukang ojek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang lain adalah semakin mudahnya pembuatan kartur kredit, cukup foto kopi KTP, slip gaji yang di rekayasa, maka kartu kreditpun sudah jadi. Ketika sudah jatuh tempo barulah bingung untuk membayarnya, lebih-lebih setiap keterlambatan akan mengakibatkan beban bunga yang ditanggung semakin besar. Jika tidak sanggup membayar, maka siap-siaplah para preman akan menyatroni rumah untuk menagih hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para pemberi kredit itu tidak tahu resiko memberikan kredit kepada peminjam yang kemampuan finansialnya tidak terlalu baik? Pastinya tahu, hanya saja di balik resiko yang cukup besar ini, ada kemungkinan keuntungan yang menggiurkan dari bunga yang tinggi. Begitupula yang terjadi dengan kasus “Subprime Mortgage” di AS, dimana perusahaan pembiayaan memberikan kemudahan pemberian kredit, terutama dalam pembiayaan perumahan, termasuk kepada mereka-mereka yang kurang layak untuk mendapatkan kredit. Banyak orang-orang yang mengambil kredit perumahan ini tidak tahu apa isi perjanjian yang mereka tanda-tangani, termasuk biaya tersembunyi (hidden cost) yang harus mereka bayar. Akibatnya bisa di prediksi, ketika orang yang mengambil kredit tidak lagi sanggup membayar, maka terjadilah gagal bayar atau kalo dalam istilah finansial sering di sebut sebagai default.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mayoritas para pengambil kredit tidak sanggup membayar (default), hal ini berdampak pada lembaga pembiayaan termasuk juga lembaga investasi yang menginvestasikan uang di sector pembiayaan perumahan. Kini kecerobohan bankir dalam memberikan kreditnya mulai terlihat, begitu pula dengan pengelola investasi yang mengejar keuntungan yang besar tanpa memedulikan resiko yang juga besar harus menerima kenyataan dari pecahnya pasar kredit perumahaan di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan yang ditimbulkan akibat ketidakhati-hatian dan keserakahan pelaku finansial kini harus ditanggung oleh masyarakat luas. Macetnya kredit mengakibatkan perusahaan tidak dapat melanjutkan usahanya karena ketiadaan modal, dan menumpuknya hutang, akibatnya banyak perusahaan di sektor finansial yang sudah atau terancam bangkrut. Akibatnya bisa di perkirakan, akan banyak penghapusan jabatan yang berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran di AS. Di tengah ekonomi yang semakin lesu akibat meningkatnya harga komoditi seperti harga Minyak Bumi yang semakin mahal, ancaman PHK yang cukup besar, akan memperparah kondisi perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak krisis ekonomi yang dialami oleh AS mau tidak mau pasti berdampak pada negara lain. Negara yang ekonominya cukup kuat seperti Jepang pun harus terkena imbas, apalagi Indonesia, terlebih AS adalah pasar ekspor terbesar kedua bagi Indonesia setelah Jepang. Dengan krisis ekonomi yang terjadi di AS maka mau tidak mau akan menyebabkan penurunan konsumsi, yang juga otomatis berdampak pada penurunan ekspor Indonesia ke AS, yang tidak menutup kemungkinan akan menambah jumlah pengangguran di Indonesia karena perusahaan-perusahaan yang mengekspor harus mem-PHK karyawannya karean barang yang mereka produksi tidak laku di jual ke AS, akibat di AS terkena krisis ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS dan para pelaku usaha di negeri mereka menganut sistem pasar bebas, jadi intervensi pemerintah terhadap pasar sangat minim atau bahkan tidak ada. Mereka beranggapan bahwa pasar memiliki mekanisme tersendiri. Nyatanya pasar bergerak liar, berbagai resiko dalam berinvestasi sepertinya tidak dihiraukan, semua demi mengejar keuntungan yang besar walaupun mereka tahu resikonya cukup besar. Kita pasar ternyata tidak memiliki mekanisme kontrol terhadap diri sendiri yang berujung pada krisis, ketidakkonsistenan malah terjadi. Ketika pasar sedang bergairah, para pelaku ekonomi ingin pasar yang bebas dari intervensi pemerintah, ketika ternyata mereka membuat kesalahan yang berujung pada kerugian dan kebangkrutan, para pelaku seolah-olah mengemis pemerintah untuk mengintervensi pasar dengan menyuntikan dana, yang kemungkinan besar akan diambilkan dari uang para pembayar pajak. Aneh, kalo untung aja tidak mau diatur, giliran rugi minta di talangin... licik sekali cara para pelaku ekonomi itu... Memang sih... sektor finansial merupakan sektor yang penting, jika suatu perusahaan "umum" bangkrut dampaknya standar, tapi kalo yang bangkrut perusahaan di sektor finansial seperti bank, lebih-lebih bank nasional, pasti sebisa mungkin akan coba di selamatkan, karena terlalu besar resikonya kalo suatu bank bangkrut, bisa-bisa tidak ada yang bisa menyalurkan kredit yang bisa berdampak pada kelesuan ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah nasib dunia jika menggunakan sistem yang mementingkan keuntungan semata, ketika terjadi krisis maka rakyatlah yang menjadi korbannya. Pemerintah AS kabarnya harus meminta persetujuan konggres untuk dapat mengucurkan uang (bailout) sebanyak 700 miliar USD untuk menyuntik membantu perusahaan yang bermasalah. Uang sebanyak itu akan diambil dari dana masyarakat yang dikumpulkan dari para pembayar pajak. Nasib memang, orang lain yang serakah ceroboh (atau bodoh?), tapi ketika terjadi krisis para pembayar pajaklah yang harus menanggung beban ini. Sungguh sistem yang tidak adil! Para manajer dengan gaji yang sangat besar, begitupula dengan bonus yang sangat besar termasuk fasilitas mewah yang didapat ternyata hasil kerjanya malah menghancukan ekonomi negara, masyarakat biasa yang pas-pasan yang harus menanggung dampaknya. Lebih-lebih ketika para manajer itu di pecat, merekapun masih dapat pesangon yang sangat besar (golden parachute) padahal kinerja mereka sangat buruk. Yah lumayanlah dengan prestasi menghancurkan perusahaan yang berdampak pada kehancuran ekonomi negara dan dunia masih di beri bonus, padahal pegawai biasa dan rendahan yang dianggap tidak “perform” harus terima di pecat tanpa pesangon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal seperti inilah yang terjadi di Indonesia pada kasus pemberian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang niatnya mulia, untuk menolong kondisi bank yang sekarat akibat kebobrokan manajemen, tapi yang terjadi uang itu tidak digunakan sebagaimana mestinya, uang yang sangat besar itu dibawa lari oleh para pemilik bank, selain itu jaminan asset yang jaminkan ternyata nilainya sudah di “mark up”. Apakah pemerintah AS tidak belajar dari kasus BLBI di Indonesia? Semoga hal yang niatnya baik tidak berakhir menjadi sesuatu yang buruk. Dunia sedang menanti...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-9101216156847391325?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/9101216156847391325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=9101216156847391325' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/9101216156847391325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/9101216156847391325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2008/10/tsunami-finansial.html' title='Tsunami Finansial'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-7198056070331740252</id><published>2008-09-05T22:00:00.009+07:00</published><updated>2008-09-22T13:31:39.860+07:00</updated><title type='text'>Idealisme Penyiaran</title><content type='html'>Semenjak punya &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt; yang bisa dengerin radio FM, gw jadi mulai suka denger-denger acara radio, sejujurnya gak terlalu banyak siaran radio yang cukup menarik, sampai akhirnya gue tune-in ke 99.9 FM, nama radionya CNJ (Classic News and Jazz). Isinya ada berita, tapi lebih sering menyajikan musik Jazz, terkadang kalo malam hari ada music Classic. Musik yang di suguhkan cukup menarik, enak di dengar dan di cerna (kayak makanan aja :p), biasanya sih Jazz yang Easy Listening atau Smooth Jazz, tapi jarang gue denger Jazz yang "agak berat" dari artis seperti Miles Davis, John Coltrane, atau era Swing seperti Duke Ellington. Secara umum Jazz yang ditampilkan memang lebih banyak Jazz masa kini, bukan yang jadul-jadul model tahun 30an sampe 60an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu ke belakang gue memang sudah jarang denger radio, sampai ketika gue coba ke gelombang 99.9 ternyata gue mendengar musik Rock, dan musik yang sangat tidak biasa di tayangkan radio ini. Gue pikir mungkin itu cuma sesaat, sampai di lain kesempatan gue coba denger lagi dan memang sepertinya sudah berganti format. Udah gitu ada penyiarnya yang gaya bicaranya sok gaul tapi menurut gue gak kedengaran gaul atau asik. Akhirnya gue coba cari tau apa yang terjadi dengan FM 99.9 di google, dan akhirnya dapatlah berita di Warta Jazz, yaitu &lt;a href="http://www.wartajazz.com/2008/08/20/selamatkan-radio-cnj-999-fm-jakarta/" target="_blank"&gt;Selamatkan Radio CNJ 99.9 FM, Jakarta&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue ngerti, ternyata perubahan format acara itu akibat radio itu di ambil alih oleh Ninetyniners radio asal Bandung. Sejak gue denger radio CNJ, gue sebenarnya cukup salut dan bangga ada radio yang memiliki idealisme dalam menyiarkan aliran Jazz, hebatnya lagi hampir full Jazz dan nyaris tanpa iklan. Nah... karena gue hampir gak pernah dengar iklan, gue sempet bertanya-tanya dari mana pembiayaan operasional radio ini, apakah sekedar hobi dari si pemilik yang memang suka Jazz dan tidak perduli apakah dia untung apa tidak yang penting menyiarkan musik Jazz, atau memang sebenarnya ingin menjaring iklan tapi tidak pernah dapet karena pangsa pasar musik Jazz di Indonesia memang sangat minim?. Saat awal-awal menjadi pendengar CNJ, gue sempat bertanya-tanya, sampai kapan radio ini akan bertahan, dan ternyata waktu telah menjawabnya, radio ini sanggup bertahan sampai 20 Agustus 2008, 5 tahun setelah mengudara (menurut versi yang di dapat di internet)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya di Indonesia Idealisme Penyiaran untuk target segmen tertentu memang masih sulit di laksanakan. Kecuali segmen Musik Dangdut dan Pop yang merupakan segmen yang sangat besar dari bangsa Indonesia, segmen musik selain Dangdut dan Pop sebagian besar memang tidak bisa bertahan lama, kalo cari info-info di internet, beberapa stasiun radio yang mendikasikan untuk menayangkan aliran musik tertentu seperti musik Rock juga sudah mati, Musik Jazz juga sama. Jadi aliran musik yang bukan Mainstream seperti Dangdut dan Pop memang sepertinya kurang bisa berkembang di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa memang ada yang masih bertahan, seperti radio KLCBS di Bandung yang ketika gue main ke Bandung gak sengaja tunning ke 100.4 FM dan ternyata menampilkan musik-musik beraliran Jazz seperti halnya CNJ di Jakarta. Bedanya di KLCBS gue masih sempat mendengar iklan, beda dengan CNJ yang sepertinya nyaris tanpa iklan. Kalo kata temen gue yang asal Bandung konon katanya jumlah stasiun radio terbanyak di dunia, nah kalo yang ini memang harus di verifikasi lebih lanjut bener gak omongan temen gue ini. Kalau memang bener, ya gak heran juga kalo memang ada segmen musik tertentu di Bandung, karena sangat banyaknya stasiun radio, sehingga memunculkan stasiun radio yang mengkhususkan pada segmen tertentu (sok tau :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa stasiun televisi nasional juga begitu, contohnya tujuan pendirian TPI adalah sebagai Televisi Pendidikan Indonesia, tapi sekarang acaranya banyakan dangdut, sehingga tidak aneh juga kalo TPI di sebut sebagai Televisi Perdangdutan Indonesia. Selain TPI ada juga Metro TV, yang tadinya bercita-cita menjadi televisi berita seperti CNN, nyatanya sekarang banyak juga acara-acara selain berita, seperti musik (sempat ada acara musik latin), film, dan yang terakhir gw sempet liat ada Sitkom (komedi situasi). Bagaimanapun Metro TV masih lebih mending dalam mempertahankan idealismenya ketimbang TPI. Sepertinya memang tidak mudah untuk mempertahankan idealisme di dunia penyiaran Indonesia. Lebih-lebih tujuan akhir dari suatu acara sepertinya hanya mengejar rating semata yang ujung-ujungnya akan jatuh ke urusan pendapatan tanpa peduli apakah acara yang disiarkan akan berdampak positif apa negatif, yang penting rating bagus, dan untung besar. Maka tak heran acara di televisi sebagian besar (menurut gue) berisikan sinetron yang tidak layak tonton, lebih-lebih untuk anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun mempertahankan idealisme terlihat sulit di Indonesia, nyatanya masih ada saja pihak yang berusaha tetap mempertahankan idealisme ini, contohnya di Bogor ada radio yang mencoba menyiarkan acara-acara yang berkaitan dengan Dakwah Islam. Radio ini berada di gelombang 91.4 FM. Jangkauan siarannya yang pernah gue coba adalah sampai daerah Cilandak, dan UKI cawang (biasa dengerin saat nungguin Bis pulang). Secara materi, acara yang ditampilkan cukup bagus, walau kadang untuk hal tertentu materi yang disampaikan "tidak umum" dengan kondisi di Indonesia (tapi "tidak umum" belum tentu jelek lho... mungkin butuh waktu untuk bisa diterima masyarakat). Secara bisnis, radio ini menerima iklan walau tidak terlalu banyak. Kadang agak "janggal" juga ketika kita mendengar acara yang membahas soal hari akhirat (yang menurut gue terasa "mencekam" kalau di bayangkan), tiba-tiba ada jeda iklan (seperti iklan makanan atau tempat makan), jadi emang rada "janggal" juga hal yang "serius" ketemu dengan hal yang "duniawi"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya semoga orang-orang yang memiliki idealisme tersebut masih bisa bertahan di dunia penyiaran, meski di satu sisi tuntutan materi tidak bisa di hindari.... sebagai masyarakat gue berharap siaran yang diterima bisa memberikan tuntunan, pencerahan dan inspirasi yah hal-hal yang positif lah... bukan malah hal-hal negatif...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw gw jadi berfikir juga, apa yang gue tuliskan di blog ini sudah membawa hal positif buat orang lain atau cuma sekedar "junk" di tengah samudera internet....? :p hehehe sory kalo memang blog ini ternyata tidak ada manfaatnya :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-7198056070331740252?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/7198056070331740252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=7198056070331740252' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/7198056070331740252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/7198056070331740252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2008/09/idealisme-penyiaran.html' title='Idealisme Penyiaran'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-182385172949513497</id><published>2008-08-12T19:28:00.002+07:00</published><updated>2008-08-12T20:15:25.955+07:00</updated><title type='text'>Interview</title><content type='html'>Hari ini gw dapet tugas... menginterview orang, jumlahnya lumayan, 3 orang :). Gile gak nyangka juga gue... akhir-akhir ini gue jadi suka di suruh meng-interview orang, padahal biasanya gue kan yang suka di interview waktu pas ngelamar pekerjaan :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang pengalaman menginterview cukup menarik juga. Gue jadi inget pertama kali interview rasanya aneh aja... biasa di interview tiba-tiba berada di posisi harus meng-interview, tapi namanya tugas ya harus di laksanakan walau gue sampe sekarang tetep kurang PD kalo harus interview sendiri, lebih sering gue berdua ama temen gue menginterview. Tapi seru juga... kesannya kita udah gimana gitu.... udah bisa mengiterview orang, padahal kitanya sendiri juga mungkin ngerasanya gak terlalu jago banget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman menginterview gw mungkin gak terlalu banyak, sama yang hari ini... jumlahnya bisa diitung dengan jari, yah sekitar 8 orang lah, yang akhirnya di terima 2 orang. Dan dari 2 orang itu gue cukup puas karena secara skill kedua orang itu lumayan OK pekerjaannya :D yah lumayan juga sih bisa merasakan meng-&lt;i&gt;assess&lt;/i&gt; kemampuan orang :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue bersyukur pernah punya pengalaman pake beberapa framework, seperti &lt;a href="http://springframework.org/" target="_blank"&gt;spring framework&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.hibernate.org/" target="_blank"&gt;hibernate&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://commons.apache.org/" target="_blank"&gt;apache commons&lt;/a&gt;, dll, karena framework ini lah yang biasa gue tanyain waktu interview, ternyata tidak semua orang yang dipanggil wawancara cukup familiar dengan framework tersebut. Kadang gue juga suka nanya perbedaanya antara "Abstract Class" dengan "Interface", kadang juga nanya soal "&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Design_Patterns" target="_blank"&gt;Design Pattern&lt;/a&gt;"-nya si Gang of Four (GoF - Erich Gamma, Richard Helm, Ralph Johnson, &amp; John Vlissides) walau gue sendiri belum hafal semua, tapi setidaknya kalo orang yang di interview bisa jawab minimal menyebut salah satu pattern, setidaknya gue jadi bisa menilai kalo orang ini cukup memahami konsep OOP (Object Oriented Programming), dll.... Btw mungkin juga anda-anda tidak sepakat dengan pendapat gue ini, gak papa kok... ini emang opini gue aja sih dalam menilai konsep OOP seseorang :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di interview, biasanya suka di kasih soal test buat di jawab sebelum masuk ke interview. Entah kenapa ya? kalo gue pribadi lebih suka, atau lebih senang menilai orang dari wawancara ketimbang lihat hasil soal test yang dikerjainnya, karena dari situ kita bisa lihat respon orang yang kita interview. Ada yang di testnya biasa-biasa aja, tapi setelah di pancing saat interview, ternyata dia bisa melakukan atau menguasai suatu tertentu. Atau ada juga di CV tertulis menarik, setelah di wawancara ternyata biasa saja... cukup menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw sempet dapet orang yang udah dapet SCJP Java 5, gue udah mikirnya bakal jago banget, dan gue bisa merasa keder kalo nanya-nanya, karena gue sendiri belum pernah ambil SCJP :p, tapi setelah di jalanin dengan mengiterview ternyata biasa-biasa aja, gak wah-wah banget skillnya, beberapa konsep tidak terlalu di kuasai, beberapa class juga tidak terlalu diingat. Contohnya, ada pertanyaan "class java apa aja yang ada di package "java.util"? Terus terang dulu gue juga jarang pake jadi kurang tau, tapi setelah lebih sering main di di dunia Java, secara tidak sadar kita jadi lebih tau, class apa aja... seperti Map, List, Set, Date, dll, nah jadi dari pertanyaan "class java apa aja yang ada di package java.util.*?" itu bisa dijadikan salah satu bahan penilaian apakah seseorang berpengalaman dengan Java API apa tidak?. CV boleh aja bilang "gue bisa ini bisa itu", tapi kadang pertanyaan tertentu saat interview bisa lebih di gunakan untuk menentukan atau menilai seberapa "hands-on" seseorang dengan suatu teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang gue pelajari selama menjadi peng-interview adalah..., kadang menilai seseorang untuk diterima kerja atau tidak itu ternyata sangat subyektif. Boleh jadi dia jago, di wawancara OK, tapi ya kadang kalo emang gak ada "chemistry"-nya ya gak bisa juga untuk diterima, atau bahasa halusnya... dan hal itu masih belum bisa di jelaskan secara akal sehat dan logika oleh gue... Untuk riwayat pendidikan, entah kenapa gue rasanya kurang terlalu memperhatikannya... Gue lebih suka langsung lihat CV dari pengalaman kerjanya ketimbang dia jebolan universitas mana atau berapa IP-nya... Tapi kalo untuk "fresh graduate" kadang jadi lihat tempat kuliah dan IP-nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah gue meng-interview orang yang lulusan dari suatu universitas terkenal dari Australia, sebut saja "M University", ternyata pengalamannya menurut gue masih agak kurang, dan waktu pas di tanya memang sepertinya kurang menguasai pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan. Yah hasilnya bisa di tebak, gue sama temen gue gak merekomendasi orang ini ke HRD, kami malah menerima orang yang baru lulus beberapa bulan dari universitas lokal, meski dia tidak terlalu banyak pengalaman, entah kenapa dari cara dia menjawab dan menerangkan, kami mendapat kesan kalau orang ini bisa di kembangkan kemampuannya walau dia belum terlalu paham dengan pertanyaan yang kami ajukan. Dan setelah di terima, hasil pekerjaannya cukup lumayan untuk ukuran orang baru lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang gue mikir setelah itu, "Orang di terima pekerjaan itu emang kadang gak semata-mata karena kemampuan, tapi butuh hoki juga", gak tau ya pendapat gue itu bener apa enggak.... tapi yang jelas perasaan gue sekarang sih kayak begitu.... "Hoki" atau "Keberuntungan" memang suatu hal yang masih misteri :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-182385172949513497?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/182385172949513497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=182385172949513497' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/182385172949513497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/182385172949513497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2008/08/interview.html' title='Interview'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-445115209495250744</id><published>2008-08-11T18:59:00.006+07:00</published><updated>2008-08-12T19:27:31.761+07:00</updated><title type='text'>2 Tahun Sudah...</title><content type='html'>Kemarin temen istri gue nikah, kami berdua menghadirinya. Tempat resepsinya cukup besar dan mewah untuk ukuran kota Bogor, letaknya pun strategis, tidak terlalu jauh dari ujung tol Jagorawi, yah sekitar 100an meter, dan yang tidak kalah penting, makanannya enak! :) Konon katanya untuk menyewa gedung ini saja paling tidak harus merogoh kocek sekitar 30juta, itupun kosong, tidak termasuk yang lain-lain hanya sewa gedung saja. Tamu undangannya pun tidak sedikit, karangan bunga tampak bertebaran dari berbagai Perusahaan, termasuk karangan bunga dari seorang mentri. Sudah pasti yang menggelar hajatan ini bukan orang biasa, setidaknya pejabat eselon menurut dugaan gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kalo melihat resepsi semewah itu, rasanya sayang juga mengeluarkan uang sebanyak itu "hanya" untuk resepsi pernikahan. Terus terang ini jelas subyektif pendapat gue aja, karena kalo menurut pendapat gue nilai itu kalo di uangkan jumlahnya bakal lumayan untuk menyambung kehidupan setelah menikah, seperti beli rumah atau beli kendaraan :) Kebetulan gue juga dapet cerita (dasar gossip :p) kalo pengantennya sendiri secara penghasilan biasa aja, jadi gue ngebayangin bahwa &lt;i&gt;cash flow&lt;/i&gt; keuangan keluarga baru ini bisa (agak) kacau, karena biasanya harus membeli atau membayar kebutuhan rumah tangga yang dasar, kecuali kalo mereka memutuskan masih mau tinggal di rumah orang tua/mertua mungkin bisa lebih ringan atau bahkan bisa jadi masih dapet subsidi dari orang tua :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sendiri jadi inget kalo gue ternyata udah 2 tahun menikah, dan teringat masa-masa di mana gue sering bolak-balik tinggal di rumah orang tua dan mertua, jadi kadang 2 minggu di orang tua dan 2 minggu di mertua. Jadi kalo tinggal di mertua kadang suka ditelponin sama orang tua, begitu juga istri kalo tinggal di orang tua gue suka di telpon sama orang tuanya (mertua gue). Yah namanya juga orang tua ya... mungkin masih belum bisa 100% melepas begitu saja anaknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat persisnya bulan Agustus 2006 atau 1 bulan setelah gue menikah, kawan istri gue nelpon gue pengen ngobrol-ngobrol dengan istri dan gue, kebetulan rumahnya gak terlalu jauh dari rumah mertua gue. Ternyata kawannya istri gue ini (dan gue baru nyadar kalo dia ternyata satu SMP ama gue :p) mau melahirkan. Nah berhubung dia mau melahirkan, dia berencana selama 6 bulan setelah kelahiran dia mau tinggal di rumah orang tuanya, karena kantornya dia lebih dekat ke rumah orang tuanya. Akibatnya dia meminta kami untuk "menjaga" rumahnya selama 6 bulan. Terus terang buat kami itu rejeki tersendiri karena setelah satu bulan memang sempet kepikiran untuk ngontrak sendiri, eh ini malah ada yang nawarin rumah untuk di tempatin, gratis lagi. Fasilitas di rumah seperti listrik, air dan telpon katanya sih di tanggung oleh yang punya rumah, wah makin tambah enak aja tinggal gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, akhirnya kami menempati rumah kawan kami ini. Kami bersyukur karena di berikan kesempatan untuk hidup mandiri dengan modal nyaris gratis. Tapi setelah berdiskusi dengan istri, sepertinya gak enak juga kalo kita menempati rumah tapi gak bayar apa-apa, akhirnya kami berdua memutuskan akan bilang sama temennya istri ini kalo listrik dan telpon biar kami aja yang bayar, dah ternyata kebetulan sekali... setelah melahirkan, kawan kami ini membutuhkan banyak biaya (tentu saja!) sehingga membayar listrik dan telepon tentu menambah beban mereka, jadi klop juga sih. Tapi untuk air yang punya rumah itu tetap yang membiayai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kawan kami ini cukup strategis, letaknya persis di pinggir jalan. Akhirnya gue ngerasain juga tinggal di tempat strategis, dan kesimpulan gue adalah "tidak terlalu nyaman" :) bukannya tidak bersyukur, siapa yang gak mau di kasih ngontrak gratis! Tapi kalo kami nanti ngontrak atau beli rumah, kami sudah memikirkan untuk tidak tinggal di daerah yang strategis, karena:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt; Berisik, karena di pinggir jalan kadang sampai larut malam sering terdengar suara motor yang knalpontnya memekakkan telinga, padahal rumah ini terletak di jalan biasa, bukan jalan utama atau boulevard.&lt;br /&gt;&lt;li&gt; Tidak terlalu aman, letak rumah ini berada di ujung trayek angkutan kota, jadi daerah ini cukup ramai oleh para calo angkot (kadang populer di sebut timer) dan tukang ojek. Jadi di depan rumah kawan kami ini ada pohon jambu, entah kenapa, rasanya kami sangat jarang merasakan jambu itu sampai matang, karena lebih sering di curi oleh orang-orang yang lewat di depan rumah, pernah gue beberapa kali memergoki, jam 10 malam, beberapa tukang ojek ngambil jambu sampe di bela-belain naik pohonnya, pas gue tegur langsung pada kabur gitu :) lucu deh liat orang nyolong panik dan kabur.... :)&lt;br /&gt;&lt;li&gt; Cepet Kotor, karena di pinggir jalan ya mau gak mau debu-debu sering berterbangan masuk ke halaman, jadi yang namanya lantai pagi di pel, siang mesti udah penuh dengan debu, lebih-lebih kalo musim kemarau, tidak ketinggalan kaca juga jadi lebih sering kotor&lt;br /&gt;&lt;li&gt; Biaya operasionalnya cukup mahal. Jadi rumah yang kami tempati ini berada di pinggir jalan dan itu ternyata memiliki konsekuensi, daya listrik yang terpasang tidak boleh kecil, kalo tidak salah listrik di rumah itu mencapai 2200 watt, untuk kami beruda jumlah itu terlalu besar, selain itu telepon di situ di hitung sebagai bisnis, jadi kalo di telpon rumah abodemennya sekitar 50 ribu di situ paling tidak harus 75 ribu. Seinget gue, biaya rutin untuk operasional rumah yang kami tempati itu paling tidak bisa mencapai hampir 500 ribu! jumlah yang tidak kecil menurut ukuran kami, segitu biaya air sudah di tanggung oleh yang punya rumah! kalo tidak tentu bisa lebih dari 500 ribu! Sejak saat itu gue ngebayangin betapa beratnya orang2 yang tinggal di daerah elit, dan ternyata bener, kawan gue tinggal sama tantenya di daerah menteng jakarta pusat, dan dia cerita biaya operasional untuk rumah mereka bisa mencapai 4 juta sebulan! dia cerita tantenya itu pengen pindah karena agak keberatan dengan biaya yang terlalu besar, kebetulan tantenya ini terpaksa tinggal disitu karena wasiat dari orang tuanya agar tetap tinggal dan tidak menjual rumah warisan, yang kebetulan si tantenya temen gue ini dapet jatah  rumah yang di menteng. Masak waktu gue cerita soal begini ke sodara gue, beliau bilang kalo biaya operasional segitu termasuk murah.... busyet... musti punya gaji berapa untuk tinggal di daerah strategis :)&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah saat gue mulai pisah dari orang tua ini lah gue mulai berasa agak beratnya penyesuaian cash flow keuangan keluarga, jadi kembali ke soal penganten yang gue ceritaain di awal, gue bakal ngebayangin kalo mereka kemungkinan bisa agak kesulitan dalam mengelola keuangan keluarga (karena secara gaji mereka biasa saja), lebih-lebih kalo orang udah menikah kadang keinginannya jadi bertambah :) seperti pengen jalan-jalan, nonton, belanja, beli mesin cuci, beli tv, dll. Ya mudah-mudahan si penganten baru itu bisa segera mandiri lah... Setelah menikah dan tinggal sendiri, memang harus ada yang di sesuaikan, seperti menyisihkan uang kita untuk membayar listrik, telpon, iuran warga, biaya kebersihan, dll. Kalo kita masih sama orang tua kan masih bisa &lt;i&gt;sharing&lt;/i&gt; jadi duitnya bisa lebih di hemat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun, gue (dan istri gue) ngerasain, tinggal pisah dari orang tua itu memang lebih banyak menyenangkan, karena kita jadi lebih mandiri, dan pastinya lebih bebas kalo mau melakukan sesuatu :) seperti kalo kita males-malesan pengen tidur pagi sampe siang gak perlu harus merasa tidak enak pada mertua, kalo ada masalah antara suami istri juga tidak ada yang mendengar selama gak berisik tapinya yah ;p yah namanya juga berkeluarga, pasti masalah bakal selalu ada... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw kayaknya tulisan gue udah panjang juga yah...? padahal banyak banget yang pengen gue tulis, tapi oke lah.... nanti aja di lanjut ke tulisan berikutnya. Makasih buat yang udah mau baca tulisan ini sampe beres :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-445115209495250744?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/445115209495250744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=445115209495250744' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/445115209495250744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/445115209495250744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2008/08/2-tahun-sudah.html' title='2 Tahun Sudah...'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-1069736754417253672</id><published>2008-07-21T20:18:00.005+07:00</published><updated>2008-07-21T20:45:38.327+07:00</updated><title type='text'>Kontes Satu Tahun Perusahaan</title><content type='html'>Akhirnya gue udah ada ide buat ngisi kembali blog ini... gue mo cerita kalo kantor tempat gue kerja bulan ini genap berusia satu tahun (yup tempat gue gawe emang start-up company). Nah untuk merayakan satu tahun keberadaanya, kantor gue ngadain 3 kontes, yaitu: kontes ide/saran terbaik, kontes pendapat pegawai tentang perusahaan dan kontes yang ketiga yaitu kontes logo atau avatar satu tahun perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pegawai, yah gue mencoba untuk menyemarakan acara yang diadakan, gue ikut tiga-tiganya walau gue tau kalo kesempatan menang jadi juara 1 gak pernah tercapai. Sepertinya kalo untuk acara kontes atau lomba, hasilnya emang sudah sejak dari dahulu kala bisa ditebak, gue GAK PERNAH MENANG :( kadang sedih juga sih punya nasib kayak gitu.... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjaan sibuk banget, gak sempet untuk submit kontes sampai deadline, kebetulan banyak juga yang belum submit, akhirnya panitia berbaik hati memperpanjang sampai 3 hari, tapi payahnya pas udah diperpanjang gue masih belum sempet nemu ide untuk di submit, akhirnya muncul juga di detik-detik terakhir untuk kontes itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk yang logo, gue tiba-tiba kepikiran untuk buat avatar yang pengennya sih lucu, idenya tentara jaman dulu yang pake baju besi lengkap dengan perisai dan senjata tombah dengan tubuhnya agak di cebolin biar lebih lucu. Apa daya gue gak bisa gambar, akhirnya gue ceritain ide ini ke temen gue, dan gue menyuruh kalo ada yang bisa ngegambar tolong gambarin dengan imbalan hadiahnya di bagi dua :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata gak ada yang mau, terpaksalah gue coba bikin, meski tidak sebagaimana gambaran yang ada di kepala, gue tetep menuangkannya sebisanya sesuai kemampuan gue, dan hasilnya gue berhasil menciptakan gambar dengan memainkan lingkaran, garis, dan gradasi dengan suatu image editor (bajakan :p) dan hasilnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_iYonLIbBdJQ/SISQSBMA1gI/AAAAAAAAAAM/UoWbav7Qu6E/s1600-h/masvent-logo.png"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_iYonLIbBdJQ/SISQSBMA1gI/AAAAAAAAAAM/UoWbav7Qu6E/s320/masvent-logo.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225460106887484930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gambar jadi... bingung apa lagi yang musti di tambahin, akhirnya kepikiran aja ditambahin tulisan, yang kira-kira mengammbarkan bahwa ini adalah gambar prajurit dari suatu legiun, makanya pake kata "legionnaire" :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah men-submit kontes 1, 2 dan 3 (logo) akhirnya di umumkanlah hasilnya:&lt;br /&gt;Kontes 1 : Gue gagal, gak dinominasikan sama sekali&lt;br /&gt;Kontes 2 : Gue gagal juga, gak ada dinominasikan sama sekali&lt;br /&gt;Kontes 3 : Gue masuk nominasi, akhirnya..... :) dan ternyata sangat ketat yang voting hasil gue adalah 6 pilihan banding 6 pilihan, tapi beruntung di detik terakhir ada yang memilih karya gue... dan hasilnya adalah gue juara..... wah rasanya seneng juga rasanya pecah juga mitos, untuk pertama kalinya gue menang untuk suatu acara kontes-kontesan.... dan hasilnya lumayan.... bisa dilihat di bawah: External hardisk dengan grafir nama perusahaan... Mantap Hardisk Western Digital 120GB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_iYonLIbBdJQ/SISR54RPSSI/AAAAAAAAAAU/_oKW03Jtv84/s1600-h/masvent-hardisk.png"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_iYonLIbBdJQ/SISR54RPSSI/AAAAAAAAAAU/_oKW03Jtv84/s320/masvent-hardisk.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225461891199879458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan kontes ke-3 ini hadiahnya paling gede Hardisk WD 120GB, sedangkan kontes ke-1 dan ke-2 dapet USB Flash Disk 4GB... Jadi gak papa deh gak juara di kontes ke-1 dan kontes ke-2 yang penting juara di kontes ke-3 yang hadiahnya paling gede :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Walau ini gambar diatas buatan gue n gue bukan penggambar professional, tolong jangan main embat gambar gue yach.... thx lho&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-1069736754417253672?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/1069736754417253672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=1069736754417253672' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/1069736754417253672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/1069736754417253672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2008/07/kontes-satu-tahun-perusahaan.html' title='Kontes Satu Tahun Perusahaan'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_iYonLIbBdJQ/SISQSBMA1gI/AAAAAAAAAAM/UoWbav7Qu6E/s72-c/masvent-logo.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-7763280573617589208</id><published>2007-12-22T08:24:00.000+07:00</published><updated>2007-12-22T09:47:47.620+07:00</updated><title type='text'>Minggu ke-51 2007</title><content type='html'>Hari sabtu di minggu ke-51 2007, menjelang akhir tahun.... tiba-tiba jadi pengen nulis blog yang sudah lama nganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sejak Iedul Adha kemarin, gue sekarang lagi santai-santai nih di rumah. Bebas dari ngurus kerjaan rutin. Pulang kerja sebelum libur panjang, KRL ekonomi yang ke Bogor penuh banget (kapan sih KRL Ekonomi gak penuh?) cuman kali ini keretanya padet banget ampe badan gak bisa gerak-gerak. Payung gue yang gue taruh di kantong tas gue ilang gara-gara kepenuhan penumpang, bahkan ada ibu-ibu yang sampe antingnya aja ilang gara-gara penumpangnya kepenuhan :( Sebel juga payung baru di pake udah ilang, heran payung aja masih di embat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setalah sholat Iedul Adha, seharian kerjaannya banyakan di depan komputer, mau ngerjain sesuatu... eh yang ada malah main game, &lt;i&gt;wasting time&lt;/i&gt;! Sore hari, datanglah dari panitia kurbanya yang ngasih daging kambing sama sapi, lumayan gak perlu ngantri &amp; rusuh kayak di berita tv-tv buat dapet daging gratis... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan kemarin baru pinjem motor, jadilah pas hari Jum'at pagi di sempet-sempetin jalan-jalan ke Bogor nyari soto kuning. Gue gak tau soto kuning mana yang enak, cuma kalo yang gue pernah baca katanya sih di sekitar Gang Aut. Kebetulan di sekitar Gang Aut ada beberapa yang jualan, ya udah ambil secara 'radom' aja. Gue sama istri gue ambil dua potong cungkring begitu juga istri gue ambil satu potong cungkring sama satu potong daging kepala. Sama nasi, harga soto yang kami harus bayar Rp 15.000 berarti sekitar Rp 7.500 per mangkok dengan perkiraan harga nasi sekitar Rp 1.500 dan cungkringnya Rp 3.000 per potong. Soal rasa yah.... lumayan enak, kuahnya warna kuning (namanya juga soto kuning!) enak, rasa santan dan bumbu rempah-rempahnya begitu berasa.... hmmm lumayan deh, kapan-kapan mungkin bisa di coba lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari makan soto, iseng-iseng motor gue arahin ke suatu perumahan 'mewah' di daerah antara TMP Dreded &amp; Bondongan. Perumahan ini memiliki suasana yang cukup menarik, enak untuk di buat rekreasi, hanya saja begitulah tipikal rumah di Indonesia, keren di perumahaanya tapi keliatan kampungan banget di sekitar perumahannya, jadi agak-agak kontras, seperti melihat 'surga' dan 'bukan surga'. Rencananya di sini mau di bikin tempat perbelanjaan dengan trotoar yang lebar-lebar, seperti nama jalan di Singapura yang memang beken sebagai tempat belanja. Di sini juga di udah di buka tempat wisata air yang konon katanya terbesar di Indonesia. Sayangnya gue kok gak tau tempatnya di mana, emang kebetulan gue juga gak ngiderin semua komplek itu. Secara keseluruhan, lingkungan di dalam perumahan itu sangat enak dan nyaman, pemandangannya indah dengan 'view' menghadap ke Gunung Salak dan Gunung Pangrango. Cuma ya itu dia, keluar dari perumahan itu kayak balik lagi ke kehidupan 'normal' -- macet, angkot ngetem sembarangan, polusi udara, panas, dll!, agak kontras antara keindahan di lingkungan perumahan dengan lingkungan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang harinya, kebetulan temennya istri gue main ke Bogor. Sambil berhujan-hujanan kami berdua naik motor ke tempat janjian ketemuan. Temen istri gue ini kebetulan lagi kerja di daerah Pekanbaru, dan dari cerita-ceritanyanya cukup menarik juga menurut gue. Jadi dia cerita di daerah Sumatra itu masih banyak banget hutan-hutan dan perkebunan, kata selama 3 jam perjalanan bisa jadi yang di lihat itu cuma hutan-hutan atau kebun kelapa sawit. Adakalanya di tengah perkebunan sawit ada rumah-rumah transmigran yang cukup ramai dan semarak, bahkan semenjak booming harga kelapa sawit, banyak dealer mobil yang menawarkan mobil-mobil kepada mereka, dan kerennya lagi mobil disana laku kayak 'kacang goreng'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya yang bisa menikmati itu kebanyakan adalah transmigran yang berasal dari pulau jawa, sedang penduduk aslinya kondisi ekonominya tidak berubah. Kalo kata temennya istri gue ini, memang di pulau ini suku-sukunya memiliki 'stereotype' tertentu. Kalo orang dari jawa ditanya mau pergi kemana, dia akan bilang cari kerja, kalo orang dari suku X (gak usah di sebut ya!) dia akan bilang cari angin (karena mereka itu males-malesan katanya), kalo orang dari suku Y ditanya dia akan jawab cari duit. Alhasil perekenomian di wilayah itu lebih banyak di nikmati oleh kaum pendatang. Penduduk asli yang males, katanya suka jadi 'preman', sehingga tak heran kalo temen gue ini bawa barang dengan truk kontainer, maka lebih aman jika membawa pengawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang gue jadi lebih paham, kenapa Polisi dan TNI di daerah suka bentrok fisik (kadang dengan senjata). Karena setelah jaman reformasi para tentara tidak di perkenankan membawa senjata, akibatnya perusahaan-perusahaan lebih memilih menggunakan Brimob untuk mengawal barang. Karena pernah kejadian kata temen kalo tentara itu kalah sama preman akibat gak punya senjata. Kalo udah begitu jelas aja ada kecemburuan sosial, soalnya sekarang polisi jadi terlihat 'lebih makmur' ketimbang tentara. Tapi kalo kata temen istri gue ini, semenjak polisi dipegang Jend. Sutanto suasana di jalanan sumatra jadi lebih aman ketimbang dulu. Memang yang namanya penjahat mah tetep ada, bahkan kalo kata istrinya, pernah suatu malam polisi sama perampok kejar-kejaran sambil nembakin di depan rumahnya... wah ternyata tinggal di sumatra masih serem juga ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya selama liburan ini, gue akhirnya sempet juga baca buku yang gue beli dengan harga diskon Rp 10.000 yang &lt;a href="http://www.inibuku.com/display.php?d=cb-kbk&amp;bkp=G01RALE01"&gt;aslinya harga Rp 65.000&lt;/a&gt;. Buku yang berjudul "Tyranny of the Bottom Line (Mengapa Banyak Perusahaan Membuat Orang Baik Bertindak Buruk)" cukup menarik juga menceritakan bagaimana perusahaan-perusahaan demi mengejar keuntungan mengorbankan kepentingan 'stakeholder' . Di situ di sebutkan bahwa 23% perusahaan yang terdaftar di Fortune 500 ternyata pernah terindikasi atau terbukti bersalah melakukan pelanggaran atau kecurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila emang parah juga tuh kiprah perusahaan-perusahaan besar kalo menurut buku itu. Di buku itu di ceritakan bagaimana suatu perusahaan yang sangat besar tiba-tiba memutuskan menutup pabrik untuk di pindahkan ke negara berkembang dengan alasan penghematan. Dan impactnya jelas terasa, pabrik yang ditutup itu telah menimbulkan kemerosotan ekonomi, pengangguran semakin banyak, kekerasan semakin banyak terjadi, begitu pula dengan tingak bunuh diri yang semakin banyak. Gue nangkep kesan bahwa si penulis buku ini ingin menekankan bahaya memfokuskan pada Bottom Line (angka rekap final tentang keuntungan/kerugian dari suatu neraca keuangan), ada hal-hal lain yang tidak pernah di perhitungan dalam laporan keuangan seperti dampak sosial, ekonomi bagi masyarakat sekitar yang terkena imbas dari perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ gue jadi mikir, ternyata perusahaan gede yang kelihatan mentereng tidak selamanya baik. Setelah gue menyatakan resign dari tempat yang sekarang rabu kemarin (meski belum ada surat resmi) gue jadi harap-harap cemas, dapet gak ya tempat kerja yang baru, yang suasananya lebih enak. Di pikir-pikir gue nekat juga &lt;i&gt;resign&lt;/i&gt; tapi belum di terima kerja di manapun, memang sih udah ada perusahaan yang bilang mau pake tenaga gue buat '&lt;i&gt;maintain system&lt;/i&gt;'-nya, tapi itu semua belum pasti juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe dasar nekat juga gue, udah punya tanggungan malah berhenti kerja. Tapi Bismillah deh, mudah-mudahan di awal tahun 2008 gue bisa dapet tempat kerja yang lebih baik. Gak muluk-muluk harapan gue, dapet suasana kerja yang kondusif, temen-temen dan lingkungan kerja yang baik, dan kalo bisa kompensasi materi yang diberikan lebih menarik :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-7763280573617589208?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/7763280573617589208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=7763280573617589208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/7763280573617589208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/7763280573617589208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2007/12/minggu-ke-51-2007.html' title='Minggu ke-51 2007'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-4894712491983853261</id><published>2007-06-24T20:59:00.000+07:00</published><updated>2007-06-24T21:09:56.693+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Test Blog</title><content type='html'>Asli udah ampir setahun gue gak pernah posting blog ini. Sebenernya sih bukannya males ngisi blog, hanya saja di tempat yang sekarang tidak memungkinkan untuk mengakses blogger dan blogspot, sehingga aktifitas mengisi blog terpaksa tidak pernah diisi lagi. Nah kebetulan sekarang lagi di tempat sodara lagi pake internet, jadi bisa numpang deh buat nulis.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya banyak banget lho kejadian yang gue alami setelah menikah, dari yang membahagiakan, dan menyedihkan ada. Tapi berhubung nulis postingnya ini lagi gak diniatin, jadi gue cuma mau cerita kalu hari ini gue baru pulang dari Sukabumi naik motor sama istri gue. Untung punya istri yang doyan di ajak naik motor, jadi semenjak gue nikah gue udah sering jalan-jalan naik motor bareng istri gue. Paling jauh gue udah menempuh Bogor-Majalengka via Bandung. Dan itu udah di lakukan 2 kali yang pertama pulang pergi menghabiskan jarak sekitar 600 KM pulang pergi, yang kedua habis sekitar 500 KM. Yah... lumayan bikin gempor deh.... tapi alhamdulillah kami berdua seneng-seneng aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm.... bingung mau nulis detailnya kayak gimana yah...? ya udah deh untuk sementara udahan dulu yach.... *gak sempet mikir mau nulis apa lagi*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-4894712491983853261?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/4894712491983853261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=4894712491983853261' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/4894712491983853261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/4894712491983853261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2007/06/test-blog.html' title='Test Blog'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-115155245405678683</id><published>2006-06-29T10:31:00.000+07:00</published><updated>2006-06-29T11:20:38.220+07:00</updated><title type='text'>Kabar dari Gue</title><content type='html'>Lumayan lama juga blog ini gak diisi nih...:p Jadi setelah agak lama gak diisi, gue pengen ngasih tau kalo Insya Allah gue udah ketemu jodoh gue... Nah, Insya Allah hari Sabtu tanggal 8 Juli 2006 gue akan menikah dengan jodoh gue itu :p Buat semuanya mohon doa restunya ya.. supaya kami bisa jadi keluarga yang bahagia, penuh keberkahan, dan mendapat ridho dari Allah SWT, Amien...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi sebagian orang, berita ini cukup mendadak, ya sorry kalo gak sempet cerita-cerita, lebih-lebih buat temen-temen gue yang lumayan deket. Sedikit cerita, calon istri gue ini adalah temen gue waktu SMA dulu, udah gitu pernah sekelas waktu kelas 1 dan 2 (yah... gak jauh-jauh lah :p). Entah kenapa tiba-tiba kok jadi sama temen lama, gue juga gak tau deh... sepertinya terjadi begitu saja... :p Tapi dari situ gue makin menyadari kalo jodoh itu memang bisa datang dari mana aja. Padahal dulu itu gue sempat bertekad, gak akan cari jodoh dari temen-temen sehari-hari kayak temen Sekolah, Kuliah, Kerja atau tetangga. Tapi nasib berkata lain... tiba-tiba gue bertemu teman lama, saling ngobrol dan yah... begitulah... (silahkan di dilanjutkan sendiri :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya sih... seinget gue, gue cuma butuh waktu yang relatif singkat untuk memutuskan bahwa dia "orang yang tepat" buat gue nikahi sebagai calon istri:p  Setelah yakin, gue langsung menghadap ke orang tuanya, ya apalagi kalo bukan untuk mengutarakan keseriusan gue dengan anaknya, dan alhamdulillah mereka setuju dan sepertinya cukup senang:p. Baru beberapa saat kemudian gue minta orang tua gue untuk ngelamar:p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue gak tau apa langkah gue tadi terlalu cepat atau justru terlalu lambat, hmmm ya relatif lah. Tapi kayaknya sih dibanding-bandingin dengan beberapa orang, mungkin terlalu cepet kali ya...:p Tapi gak masalah, kalo kita udah cocok dengan calon jodoh kita, buat apa juga musti dilama-lamain. Kalo kata bokap gue, "Permudah pernikahan, persulit perceraian". Jadi langkah gue untuk ke arah sana malah didukukung banget ya Alhamdulillah deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keuntungan dapet jodoh dari temen sendiri adalah, loe dah tau gimana dia sebelumnya, loe dengan dia sama-sama udah tau modal masing-masing, kelebihan dan kejelekannya... Tapi disisi lain kalo loe berjodoh dengan temen lama, bisa jadi beberapa orang atau temen deket jadi usil buat ngeledek, seperti bilang "Busyet... gak bisa lebih kreatif apa cari calon?", "Loe gak gaul amat sih! masa dapetnya dia?", "Ya ampun, gak ada yang lain apa?", dll :p. Terlepas dari itu semua komentar itu... gue gak perlu diambil pusing... yang jelas gue udah ngerasa cocok, buat apa juga harus pusing dengerin komentar mereka, selain itu antara gue dan keluarga gue dengan dia dan keluarganya juga udah cocok, kan katanya orang nikah itu bukan hanya menyatukan 2 orang tapi juga keluarga besarnya... jadi ya udah apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti punya kekurangan, itu pasti! Manusia itu tidak ada yang sempurna. Karenanya sangat tidak realistis bagi kita kalo mengharapkan mendapatkan jodoh yang sangat sempurna, sampai kapanpun bakal sulit dicari! Ada yang cantik, tapi kelakuannya kok agak kurang OK, ada yang baik tapi pemikiran kita gak cocok atau nyambung dengan dia, dll. Alhamdulillah gue bisa sadar akan hal itu, sehingga dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya, gue yakin dia punya potensi tersendiri, dan yang paling penting pemikirannya cukup banyak yang nyambung dengan gue (penting banget tuh!)... Dari banyak kesempatan gue ngobrol dengan para cewek-cewek rasanya cuma dia yang membuat gue nyaman dalam ngobrol, sebagai lelaki loe jadi merasa di hargai, so dipikir-pikir kenapa juga gak dicoba untuk meminta dia dijadikan teman spesial?:p Toh gak ada ruginya... paling sial cuma di tolak:p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo menurut calon gue, dia adalah tipe cewek dengan pemikiran masa lalu (konservatif?), katanya dia pengen kalo nanti sudah menikah dia ingin jadi ibu rumah tangga baik, yang lebih banyak menyibukan diri dengan aktifitas rumah tangga ketimbang mengejar karir pekerjaan yang tinggi, kalaupun harus bekerja dia pengen cari kerjaan yang tidak mengganggu waktunya dengan keluarga. Ya kalo kata gue sih terserah aja kalo emang dia maunya begitu, lagi pula gue seneng juga sih, dia punya pemikiran gitu... karena ternyata gue juga sepertinya termasuk tipikal lelaki dengan pola pikir masa lalu (konservtif?) :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena punya pemikiran itu dia pernah berdebat dengan temen-temen wanitanya di tempat dia bekerja, para wanita itu mengatakan "Jaman sekarang gak jaman lagi wanita tergantung sama laki-laki!", "Kalo loe kerjanya ngurus keluarga, lama-lama loe bakal direndahin sama suami!", "Jaman sekarang mah udah canggih, para wanita bisa tetep bebas kerja, kalo punya anak bisa diasuh ke pengasuh anak", dll. Terus terang gue gak tau komentar teman-temanya itu bener apa enggak, gue cuma diceritain aja sama calon gue. Ya berhubung gue setuju dengan pemikirannya, ya gue bilang aja ke dia, kalo gue pernah baca kalo "Pola pikir manusia terhadap kehidupan sosialnya itu tidak berjalan seiring dengan teknologi yang dikembangkan manusia", maksudnya dari waktu ke waktu teknologi yang diciptakan manusia itu semakin lama semakin canggih, seperti dulu manusia membangun rumah atau gedung yang sederhana, tapi seiring waktu semakin semakin besar, semakin tinggi menjulang, semakin canggih, komputer dari dulu sampe sekarang semakin canggih, semakin praktis, semakin banyak manfaat, dan lain-lain. Tapi pemikiran manusia terhadap kehidupan sosialnya berbeda dengan perkembangan teknologi. Pola pemikiran manusia yang sekarang &lt;u&gt;belum tentu&lt;/u&gt; lebih baik dibanding pola pikir manusia masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia masa lalu menganggap hubungan laki-laki dan perempuan haruslah dalam suatu ikatan pernikahan, beberapa manusia yang mengaku "modern" tidak percaya kalo laki-laki dan perempuan harus menikah, yang penting kasih sayang. Atau manusia masa lalu menganggap hubungan cinta itu harus dengan lawan jenis bukan dengan sesama jenis, tapi beberapa manusia yang mengaku "modern" menganggap kasih sayang tidak ditentukan oleh lawan jenis, selama saling menyayangi tidak masalah meskipun itu dilakukan dengan sesama jenis. Dengan suatu standar acuan tertentu, maka orang bisa menilai mana sebenernya yang lebih baik diantara pendapat-pendapat itu. Kalo menurut agama yang gue yakini, tentu saja yang lebih baik adalah pemikiran yang menurut sebagian orang "modern" adalah pemikiran kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang dan cinta, rasanya hal itu yang selalu dijadikan alasan. Temen gue pernah bilang jangan terlalu percaya dengan alasan cinta. Dia bilang, gak bisa menerima pemikiran dari seorang anak yang rela memilih kata-kata sang kekasih ketimbang kedua orang tuanya, kalo perlu kawin lari meski tanpa persetujuan orang tua, dan semua itu mengatasnamakan cinta!. Tak sadarkah orang-orang itu, bahwa dia meninggalkan kedua orang tuanya yang sudah memberikan kasih sayang tanpa pamrih dari orang tua demi seseorang yang baru dikenal dalam hidupnya dan semua itu dilakukan atas nama cinta! Padahal cinta dari kedua orang tuanya sudah lebih terbukti dan teruji ketimbang cinta dari orang yang baru dikenal itu! So intinya kawin lari tidak baik!, kecuali kalo kedua orang tuanya itu memang menjerumuskan ke arah keburukan atau bertentangan dengan ajaran agama ya tidak ada alasan untuk menuruti orang tua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut agama sangat dianjurkan untuk mempercepat pernikahan, maka dari itu gue rasa sebaiknya ya gue percepat aja. Tadinya mau entar-entar aja, tapi menunda pernikahan sampai waktu yang tidak jelas kayaknya juga gak baik, disamping bisa nambah-nambah dosa. Pernah gue membaca bahwa nabi bersabda (kalo gak salah) "Barang siapa sudah diberi kesanggupan untuk menikah, tapi dia tidak mau melakukan karena takut akan rejekinya, maka dia bukan umat ku" Wah dalem tuh, jangan sampe kita gak diaku hanya gara-gara kita takut gak ada rejeki (materi) Tadinya gue mikir gue harus mapan sebelum menikah, gue musti punya ini dan itu. gue merasa masih belum punya apa-apa, masih banyak yang harus gue capai sebelum gue menikah, tapi setelah itu dipikir-pikir rasanya alasan itu kurang tepat. Selama kita bersungguh-sungguh mau bekerja demi keluarga sedikit dan banyak hasil yang kita capai rasanya tidak menjadi masalah, lagi pula keberkahan dalam hidup tidak ditentukan oleh banyaknya yang kita terima, tapi ditentukan oleh banyak tidaknya kita bersyukur dengan anugrah Tuhan yang sudah diberikan kepada kita. *sok tahu... padahal masih jarang bersyukur juga:(* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang alasan lain untuk tidak mempercepat pernikahan, adalah karena alasan belum ada biaya untuk melaksanakan resepsi pernikahan. Ya hal ini juga sempat kepikiran buat gue, tapi gue piker-pikir syarat sah nikah sederhana aja yang penting ada mempelai pria, mempelai wanita, akad nikah, mahar dan saksi (sory kalo ada yang kelewatan:p). Tidak ada dalam aturan agama yang menyatakan bahwa jika pernikahannya tidak megah, digedung dengan mengundang sekian ratus orang dengan menu makanan yang berlimpah maka pernikahan kita tidak sah! Agama sudah mempermudah, mengapa juga kita harus mempersulit diri *sok tau deh gue*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang ya bagaimanapun kita hidup tidak bisa lepas begitu saja dari aturan adat. Kalo menurut gue, kalo kita sudah yakin dengan apa yang sudah digariskan oleh agama, kenapa juga kita tetap ngotot mempertahankan aturan adat yang jelas-jelas buatan manusia yang tidak sempurna. Alhamdulillah calon gue setuju dengan kesederhanaan, gak mau mempersulit dengan aturan adat yang kalo di laksanain bisa-bisa bikin gue atau orang-orang semakin gak berani untuk menikah. Jadi gue dengan calon gue sudah sepakat untuk menikah dengan mengadakan resepsi di rumah calon gue secara sederhana, apa adanya. Kami gak mau memaksakan diri untuk melaksanakan resepsi secara besar-besaran atau megah, hanya untuk menjaga gengsi, karena kenyataannya kami ya seperti itu apa adanya, jadi kalo ada yang datang ke resepsi kami ya seperti itulah kami apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang pernikahan itu sekali seumur hidup jadi ya wajar kalo dirayakan gede-gedean, menurut gue sih gak masalah selama itu didalam kemampuannya, kalo enggak ya jangan dipaksa. Lagipula kebahagian dan keberkahan suatu pernikahan tidak ditentukan oleh besar kecilnya acara resepsinya. Jangan sampe deh melaksanakan resepsi secara besar-besaran melebihi kemampuannya sampe pake berhutang kepada orang lain. Kata sebuah buku, Allah berfirman "Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan adalah makhluk yang sangat ingkar kepada Rabbnya." Selain itu jangan sampe mengadakan resepsi gede-gedean sampe melupakan saudara yang kurang mampu. Agama sudah melarang mengkhususkan undangan resepsi bagi orang kaya saja, menurut Rasulullah SAW, dari HR Bukhari, Muslim "Seburuk-buruk makanan ialah makanan pada sebuah walimah (resepsi pernikahan) yang didalamnya hanya berisikan orang-orang kaya dan terlarang bagi orang-orang miskin" (Hal 237 dari buku "Kado Perkawinan" Pustaka Azzam, cetakan kesepuluh Agustus 2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... dengan niat ibadah, Bismillah... gue coba kuatkan diri dan mental untuk menikah, belajar untuk bertanggung jawab terhadap hidup kita dan keluarga. Gue sadar, sesadar-sesadarnya bahwa nikah itu tidak mudah, penuh cobaan, penuh godaan, penuh pengorbanan dan hal-hal yang belum tentu nikmat, tapi ya sudahlah... niatkan saja sebagai ibadah siapa tau niat baik ini bisa diterima oleh Yang Maha Kuasa, sehingga apa yang kita bayangkan sulit nantinya justru malah di mudahkan... Amien. Lagipula ada yang mengatakan bahwa membiarkan diri sendiri dalam ketakutan dalam menghadapi pernikahan, dikhawatirkan dia bisa merusak diri sendiri! Ketakutan menghadapi pernikahan itu mungkin seperti ketakutan berbicara di depan umum, pada awalnya sangat takut tidak tahu harus berbicara apa didepan umum. Barangkali menikah seperti itu, sekilas terlihat sulit, tapi siapa tahu setelah dijalani tidak sesulit yang dibayangkan, mudah-mudahan. Jadi... teman-teman, kami mohon doanya ya... semoga kami dapat menjadi keluarga yang siap dan kuat menghadapi berbagai cobaan, bisa bahagia di dunia dan akhirat, amien!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Barangkali ada yang mau datang ke tempat walimah, Insya Allah acaranya hari Sabtu 8 Juli 2006 jam 10 pagi sampai jam 5 sore di rumah calon mertua gue:p, alamatnya di Jalan Pamikul 5, Bantar Jati, Bogor Utara. Kalo dari Stasiun Bogor, jalan kaki sebentar ke arah Istana Bogor atau bisa naik angkot 02 turun di depan halaman Istana Bogor (Depan SMA 1 Bogor), terus naik angkot 08, nanti ke sopirnya bilang turun di Pamikul, terus jalan kaki sebentar deh. Kalo dari jalan tol terus aja ke arah tugu kujang (setelah KFC) terus ngikutin aja trayek angkot 08 . Kalo punya petanya Gunther W. Holtorf "Jakarta Jabotabek edisi 12 2001/02", lokasinya ada di halaman "201 K 09"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB2: Kalo ada kata-kata gue yang salah atau menyinggung perasaan, sok tau, sok ngerti. Harap di maklum ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-115155245405678683?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/115155245405678683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=115155245405678683' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/115155245405678683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/115155245405678683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/06/kabar-dari-gue.html' title='Kabar dari Gue'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-115155154412373177</id><published>2006-06-28T08:08:00.000+07:00</published><updated>2006-06-29T10:25:44.453+07:00</updated><title type='text'>Berat di Dosa</title><content type='html'>Akhir-akhir ini sering banget denger berita bencana alam. Tahun sebelumnya ada Tsunami, tahun ini ada bencana gempa di DIY &amp; Jateng, Lampung, Merapi mau meletus dan gak jelas kapan mau berhentinya, banjir air di musim kemarau di berbagai daerah seperti di Sinjai, dan berbagai bencana-bencana lainnya. Parah banget… kalo menurut perhitungan ilmiah bisa jadi beberapa bencana alam ini akibat aktifitas normal dari alam, tapi bisa juga akibat kesalahan manusia seperti penebangan hutan yang kebablasan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo sebabnya seperti yang disebut itu sih memang masih masuk akal, tapi entah kenapa gue sih lebih suka ngeliat dari sisi yang gak ilmiah, gue sih mikirnya, mungkin kejadian ini semua gara-gara orang-orang yang tinggal di daerah bencana banyak dosa. Sorry kasar banget ya tulisan gue ini! orang udah susah kena musibah masih disalahin juga kalo mereka punya banyak dosa, sehingga terkesan gue gak perlu berkasih-kasihan pada korban bencana alam itu. Gue juga gak tau kenapa gue mikir seperti itu, tapi akhir-akhir ini gue lebih suka aja ngehubungin bencana alam yang terjadi dengan dosa-dosa manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi beberapa waktu yang lalu gue iseng tuh baca kisah para nabi-nabi, seru juga ternyata dan sedikit banyak membuat gue jadi sedikit berfikir. Kalo baca cerita para nabi, terkesan kalo manusia jaman dulu itu kayaknya deket banget hubungan antara manusia dengan Tuhan-nya. Gak kayak sekarang yang udah gak ada lagi nabi, manusia jaman dulu pada punya nabi sebagai manusia pilihan yang memiliki kelebihan untuk berkomunikasi dengan Tuhan, seperti mendapat wahyu atau petunjuk.. kalo sekarang kan gak ada... Selain terkesan dekat dengan Tuhan, gue nangkep kesan kalo jaman dulu itu Tuhan lebih cepat memberikan hukuman kepada manusia yang durhaka kepada Tuhan-nya ketimbang jaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gue bilang… ‘Manusia jaman dulu punya nabi jadi kalo mereka gak mau denger apa yang nabi bilang, maka bencana atau azab langsung terjadi dan waktunya tidak lama-lama, sedangkan jaman sekarang manusianya sudah tidak punya Nabi lagi, sehingga Tuhan masih berbaik hati untuk memperlambat datangnya azab di banding umat manusia yang terdahulu. Jadi adil laah…’ kata temen gue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue jadi inget kisah umat Nabi Luth. Nabi Luth merupakan nabi yang hidup sejaman dengan Nabi Ibrahim. Di ceritakan bahwa pada saat itu umat Nabi Luth banyak yang melakukan perbuatan dosa yang belum pernah dilakukan umat manusia sebelumnya, yaitu praktik Homoseks (hubungan sesama jenis). Diceritakan bahwa Nabi Luth tidak henti-hentinya menghimbau umatnya untuk segera insyaf agar kaum laki-lakinya kembali ke jalan yang normal yaitu hanya berhubungan dengan istri-istri mereka, bukan dengan para lelaki yang lain. Setiap di himbau mereka malah marah dan mengancam akan mengusir nabi Luth dari lingkungan mereka, menurut cerita daerah itu bernama Sodom. Tuhan sudah berkehendak untuk menghukum mereka, dan katanya cerita nih…, Nabi Ibrahim berdoa kepada Tuhan agar menyelematkan saudaranya Nabi Luth dari azab itu, Tuhan mengabulkan doa itu dengan mengirimkan dua malaikat ke kota tempat nabi Luth. Kedua malaikat yang menyamar sebagai laki-laki ganteng itu bertemu dengan dua anak perempuan nabi Luth di batas kota. Kedua malaikat itu minta kepada anak nabi Luth suapaya dipermukan dengan nabi Luth. Kemudian putri nabi Luth melaporkan adanya tamu itu ke ayahnya. Malam hari Nabi Luth baru bisa menjemput tamunya yang ganteng, karena kalo siang-siang bisa-bisa umatnya bakal tau ada laki-laki ganteng dan bakal merebut tamu laki-laki ganteng itu untuk dijadikan pemuas nafsu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar emang udah parah, meski udah dijemput malem-malem, tau juga para penduduk kalo nabi Luth lagi kedatangan tamu laki-laki yang ganteng, dan mereka menggedor-gedor rumah Nabi Luth supaya bisa mendapatkan laki-laki ganteng yang sebenarnya adalah malaikat. Nabi Luth sampai memperingatkan para penduduknya untuk berlaku sopan, jangan membuat malu dia di depan tamu-tamunya. Dasar emang udah gitu kelakuannya, mereka ngotot pengen dapetin tamu cowok yang ganteng. Saat itulah Nabi Luth di beritahu oleh tamunya bahwa dia sebenarnya adalah malaikat yang menyuruh nabi Luth untuk keluar dari kota Sodom, karena pagi harinya akan ada azab besar di kota itu sebagai balasan perbuatan tercela kaum nabi Luth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya nabi Luth keluar bersama anak-anak perempuannya dan Istrinya. Pada pagi hari saat matahari mulai terbit terlihat batu-batu besar yang menghujani kota itu, bumi di putar balikkan, musnah semua manusia. Istri Nabi Luth menurut cerita termasuk istri yang durhaka, keikutsertaannya bersama Nabi Luth dan putri-putrinya di iringi dengan keraguan, dan Istri nabi Luth termasuk golongan yang mendapat azab. Di cerita para nabi dikisahkan bahwa tidak semua nabi itu orang yang beriman, salah satunya adalah keluarga Nabi Luth yaitu istrinya. Sedang Nabi Nuh, anggota keluarga yang tidak beriman adalah anaknya, dan semua anggota yang tidak beriman itu merasakan siksa yang pedih akibat perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bandingkan dengan sekarang, praktik homoseks sudah tersebar luas dan tanpa malu-malu. Mereka tampak tidak malu mempertontonkan penyimpangan mereka. Mereka justru tidak mau perilaku mereka dianggap menyimpang, mereka meminta masyarakat menganggap aktifitas mereka adalah wajar dan normal, apakah mereka lupa kalo azab yang di turunkan kepada umat Nabi Luth akibat perbutan homoseks?. Pernah ada di salah satu acara talk show, orang-orang yang melakukan praktik homoseks ini ditanya apakah mereka tidak takut kepada Tuhan, karena perbuatan mereka dianggap melanggar larangan Tuhan? Mereka malah menjawab bahwa justru mereka menjalankan perintah Tuhan untuk memberi cinta dan kasih sayang kepada manusia lain, dan mereka menganggap perilaku mereka adalah wujud dari perintah Tuhan dalam cinta dan kasih sayang, hanya saja dalam bentuk yang beda. Tapi kok bisa sih beralasan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman sekarang malah mungkin lebih parah, mereka sampe perlu meminta pemerintah mereka untuk mengakui keberadaan mereka, salah satunya adalah dengan membuatkan undang-undang yang mengizinkan pernikahan sesama jenis. Lelucon apalagi ini? :( Dan beberapa Negara memang sudah ada yang mengakomodir permintaan mereka. Kalo semua manusia hanya mencintai sesama jenisnya saja bisa habis sudah eksistensi manusia di muka bumi, gak bakal ada lagi keturunan manusia! Meskipun begitu sepertinya Tuhan saat ini masih cukup sabar untuk tidak menurunkan azab yang pedih kepada para manusia-manusia yang melampaui batas seperti umat nabi Luth!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dipikir-pikir umat jaman sekarang ini dosanya lebih banyak daripada umat-umat yang terdahulu. Kalo kata temen gue, umat jaman dulu jenis dosa yang dilakukan gak sebanyak jenis dosa yang dilakukan oleh umat masa kini! Tuhan masih baik untuk menunda itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah kejadian bencana alam di Indonesia ini, gue jadi mikir jangan-jangan Tuhan sudah mulai menegur manusia Indonesia supaya kembali ke jalan yang lurus. Kalo menurut Islam, semua orang yang mengakui Islam tidak boleh memiliki Tuhan selain Allah, tapi yang terjadi sebaliknya. Konon di DIY sebagian orang-orang sangat percaya akan kekuatan Nyi Roro Kidul, sehingga apa-apa selalu dihubungkan dengan dia. Secara sadar atau tidak sadar meski mengaku beragama Islam, tetep aja mereka masih percaya dengan Nyi Roro Kidul, dan perbuatan ini merupakan perbuatan Syirik yang merupakan salah satu dosa besar. Meski begitu, anehnya orang sekarang gak sadar-sadar kembali ke jalan yang lurus dan malah gak malu dan terang-terangan berbuat syirik. Lihat aja contohnya di koran-koran, sekarang para dukun gak malu-malu menawarkan iklan kemusyrikan meskipun dengan pemanis kata-kata dari agama. Mereka menawarkan janji kebahagiaan dengan aneka susuk, pelet, jimat, santet, penglaris dan lain-lain. Biar lebih keren, para dukun pun lebih suka menyebut mereka sebagai Paranormal, Supranaturalis, dan lain-lain tapi hakikatnya sih tetep aja Dukun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berfikir kalo kesialan yang di dapet itu akibat dosa sendiri, gue juga jadi harus jujur mengakui kalo gue pernah mengalami kejadian gak enak dan itu sepertinya akibat dosa gue. Jadi gue pernah kehilangan dompet, isinya sih gak seberapa, tapi di dalem itu ada semua barang penting seperti KTP, kartu ATM, SIM, Kartu Pass, dll. Biasanya gue naro dengan benar, entah kenapa pada suatu hari gue teledor naro dompetnya sehingga dompetnya jadi hilang. Setalah dipikir-pikir kayaknya beberapa waktu sebelumnya gue emang pernah melakukan kesalahan yang kalo menurut gue sih biasa aja karena waktu itu gue lagi kesel, tapi sebenernya itu dosa karena membuat orang jadi sakit hati… dan akhirnya gue harus ikhlas mengakui kalo kejadian yang menimpa gue itu emang layak gue terima, semua itu akibat dosa-dosa yang gue lakukan tanpa gue sadari.… Barangkali kita (kita? Gue kali ya? :p) harus instrospeksi terhadap semua aktifitas yang kita lakukan, menurut kita biasa-biasa aja, tapi boleh jadi itu semua dosa yang seharusnya tidak boleh dilakukan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu gue pernah kehilangan barang dan uang, setelah diinget-inget, ternyata gue emang lupa bayar zakat, padahal bayar zakat adalah kewajiban dan gue sempat melalaikan itu. Bener emang kata temen gue, Allah menyuruh setiap manusia yang sudah masuk kategori wajib zakat untuk selalu mengeluarkan sebagian hartanya untuk zakat. Jika kita menolak maka Allah pasti akan memaksa kita untuk mengeluarkan uang yang seharusnya itu dengan bentuk atau cara yang lain, entah itu dalam bentuk kehilangan uang/barang, kecopetan, di tipu, kebakaran, kecelakaan, sakit, dan lain-lain. Dan rasanya lebih baik jika kita mengeluarkan uang kita untuk zakat dengan sukarela ketimbang mengeluarkan uang kita dengan cara yang tidak enak seperti disebut tadi… :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mungkin saja, bencana alam yang datang bertubi-tubi ini bukan tidak mungkin adalah peringatan dari Tuhan kepada hambanya supaya sadar dan kembali ke jalan yang lurus! Wallahualam… Ampunilah hambamu ini ya Allah…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-115155154412373177?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/115155154412373177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=115155154412373177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/115155154412373177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/115155154412373177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/06/berat-di-dosa.html' title='Berat di Dosa'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-114915523909492147</id><published>2006-06-01T16:25:00.000+07:00</published><updated>2006-06-01T16:50:46.106+07:00</updated><title type='text'>HUT Bogor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/1600/istana_bogor.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5955/307/400/istana_bogor.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Wah ternyata dah lama juga blog ini gak diisi... Katanya nih (kalo gak salah), tanggal 3 Juni itu hari Ulang Tahun kota Bogor. Nah biasanya pada seminggu sebelum dan sesudah tanggal ulang tahun Bogor, Istana Bogor di buka untuk umum. Waktu SD gw dah pernah ke sini tapi rada-rada lupa gitu deh... nah kalo yang ke dua, gue di ajakin si &lt;a href="http://jendela-luluk.blogspot.com/" target="_blank"&gt;luluk&lt;/a&gt; jalan bareng komunitas sahabat museum (thanx ya luk!). Seru juga bisa main ke istana bogor. Mana waktu pas acara jalan ini, gw sampe telat-telat ditungguin oleh orang-orang waktu mau ke Istana Cipanas sebelum mampir ke Istana Bogor.... (sorry ya luk...!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu bayangan gue Istana Bogor itu gede buangget.... setelah main ke Istana Bogor dengan komunitas Sahabat Museum, wah ternyata ekspektasi gue terlalu berlebihan. Emang sih istananya gede... tapi gak segede yang gue perkirakan. Oke gue emang salah... gue ngebayangin istana ini segede istana para bangsawan eropa seperti yang ada di film-film barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu... kok gue kayaknya pengen lagi main ke Istana Bogor... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(foto: Kota Bogor dari sebelah utara Istana Bogor, credit: &lt;a href="http://jendela-luluk.blogspot.com/" target="_blank"&gt;luluk&lt;/a&gt; -- gak papa ya luk, foto loe gue pajang? :p)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-114915523909492147?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/114915523909492147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=114915523909492147' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114915523909492147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114915523909492147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/06/hut-bogor.html' title='HUT Bogor'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-114742777807355992</id><published>2006-05-12T16:00:00.000+07:00</published><updated>2006-05-12T16:56:18.093+07:00</updated><title type='text'>Setelah Kerusuhan</title><content type='html'>Kemarin, setelah ada rusuh di stasiun bogor, gue menyempatin liat kondisi stasiun... sepertinya kaca-kaca yang pecah udah pada diberesin, jam yang menggantung di stasiun masih keliatan ancur... yang kasian dunkin... dia ikut kena timpuk, sebagian kacanya ada yang retak... :D memang dasar tega orang-orang itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalo diliat dari kacamata para penumpang yang ngamuk itu ya wajar kalo mereka marah, tapi emang kebangetan kalo sampe ngerusak. Udah lama nunggunya... eh yang diberangkatin malah Pakuan gimana gak kesel... nah kadang gue mikirnya malah gini... (sok berteori konspirasi -- tidak bisa di pertanggung jawabkan lho...) jadi bisa jadi si PT KAI itu sengaja ngetes... bagaimana tingkat resistensi masyarakat tentang pengurangan jumlah perjalanan KRL ekonomi... soalnya katanya nih jadwal jam tertentu ada yang udah gak ada, tapi jadwal kereta Pakuan semakin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari aspek bisnis jelas... mengoperasikan kereta ekspres pakuan jauh lebih menguntungkan... karena kalo menurut peraturan (yang gue juga entah gak tau UU or perpu no berapa) kalo tarif KRL ekonomi itu ditentukan oleh pemerintah, sedang kalo tarif Pakuan itu haknya PT KAI. Nah hal itu sudah dibuktikan pada saat kenaikan BBM kemarin yang sampai 100%. Jadi KRL kelas ekonomi tarifnya masih tetap Rp 2.500 untuk relasi Bogor-Jakarta Kota. Sedangkan tarif KRL ekspres pakuan dari tadinya 10.000 naik menjadi 13.000 (atau masih 11.000?) untuk relasi Bogor-Gambir/Jakarta Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT KAI bebas-bebas aja untuk menyesuaikan (bahasa halus dari menaikan :p) tarif KRL ekspres, tapi untuk KRL ekonomi jelas mereka gak bisa ngapa-ngapain kecuali diizinkan oleh pemerintah... ini sama halnya seperti PT PLN, untuk menaikan harga mereka harus minta izin kepada pemerintah. Sebagai lembaga yang berstatus sebagai PT, sebenernya mereka di tuntut untuk memberikan keuntungan, tapi apa yang mau dikata... kedua BUMN itu terus merugi akibat kendala dalam menentukan besaran tarif yang layak untuk hitungan bisnis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu juga, gue pernah baca kalo nantinya ke depan kereta komuter yang pulang pergi di Jabotabek akan ditingkatkan fasilitasnya tidak seperti sekarang yang secara kasar bisa disebut seperti kereta ternak aja... (tapi emang bener gue pernah liat tuh KRL di naikin sama kambing). Nanti katanya sih semua kereta ekonomi, standar fasilitasnya akan seperti KRL ekspres...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajarlah... karena emang KRL ekspres yang sekarang di pake ini kan sebenarnya emang kelas ekonomi di negeri jepang asalnya sono... Tapi yang jadi pertanyaan... kalo standar di tingkatin apa iya harganya tetap... kayaknya sih gak mungkin deh...&lt;br /&gt;Kalo 10 tahun lagi KRL bisa seperti itu, hmmm gue sih kok agak pesimis ya... entah kenapa? kayaknya mental para penumpang dan pegawai PT KAI belum bisa sampe kesana... artinya penumpang sadar akan kewajibannya seperti membeli karcis, gak naik di gerbong . Kalo pegawainya kayaknya juga jauh dari yang diharapkan, para kondektur masih doyan nerima duit orang bayar di atas, bahkan kebiasaan ini sudah masuk ke KRL ekspress bukan hanya ekonomi aja... parah! pantes aja KRL gak maju-maju.. duitnya ditilep sih sama orang2 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue juga kesel tuh sama orang yang gak bayar karcis... apa gak malu naik kok gak bayar... emang keretanya KRL moyangnya? Sebenernya gue juga pernah sih dulu waktu pas baru awal banget keterima kuliah, gue sama temen gue mau ke depok dari pocin. Temen gue bilang "lagi males keluar duit..." terus gue nyeletuk... udah cuma beda satu stasiun ini "gak usah bayar..." eh temen gue nyeletuk.. "iya gak bayar sekarang... tapi entar di akherat bayarnya...". Langsung setelah ngedenger temen gue nyeletuk... gue jadi mikir2 juga... dan akhirnya gue memutuskan mending beli abodemen aja biar gak usah dosa gara-gara males beli karcis akibat jaraknya nanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya balik lagi ke soal gue sebel sama orang yang gak beli karcis... jadi pernah tuh gue naik kereta penuh dan gak dapet tempat duduk, kebetulan orang yang duduk di deket gue berdiri, berhubung gue yang paling deket, gue bisa aja sih ambil kesempatan buat duduk, tapi berhubung di samping gue ada cewek... gue kasih aja ke tuh cewek buat duduk, dan gue akhirnya masih tetap berdiri... setelah beberapa waktu datanglah kondektur, dan gue liat ternyata tuh cewek yang gue kasih kesempatan duduk ternyata bayar duit serebu ke kondekturnya... berarti dia kan gak beli karcis... entah kenapa gue jadi kesel aja... siiiiiaaaallllll meskipun cewek kalo dia gak bayar karcis mah gue juga gak ridho... tau gitu kan mending gue embat aja tuh tempat duduk  jelas-jelas gue punya abodemen... jadi gue merasa lebih berhak. Gak usah deh gue kasih tempat duduk ke cewek yang gak punya karcis itu... dan setelah itu gue jadi mulai mengeraskan hati untuk tidak mudah kasian kepada para cewek-cewek dalam memberikan tempat duduk... lagipula ini kan sudah jaman kesetaraan gender, rasanya sah-sah saja ngeliat para cewek berdiri sementara para cowoknya duduk... Sebel juga kadang gue kalo liat cewek-cewek yang di kereta pada manja minta di kasih duduk dari para cowok... kalo ibu-ibu hamil, nenek-nenek, nyokap gue, atau orang terdekat gue... ya gue sih gak papa... tapi kalo bukan... pengen juga rasanya bilang "siapeeee loe..." tapi kayaknya gue kok belum bisa sampe ke situ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lah perasaan ngomongin stasiun kok jadi soal gak bayar karcis yah.... ah sudahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~sekedar meluapkan uneg-uneg...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-114742777807355992?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/114742777807355992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=114742777807355992' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114742777807355992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114742777807355992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/05/setelah-kerusuhan.html' title='Setelah Kerusuhan'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-114731739083940445</id><published>2006-05-11T10:05:00.000+07:00</published><updated>2006-05-11T10:16:30.863+07:00</updated><title type='text'>Rusuh di Stasiun Bogor</title><content type='html'>Tadi pagi waktu pas mo berangkat kerja... keretanya gak jalan2 entah kenapa apa keretanya mogok... atau emang ada gangguan sinyal... tapi gara2 gak jalan-jalan orang-orang jadi pada kesel. Akhirnya stasiun di lempar-lemparin batu sama para penumpang... serem juga liatnya... gue sih gak ikut2an, cuma memperhatikan sekilas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak ada satupun pegawai PT KA yang keliatan (iyalah... siapa juga yang mau ditimpukin orang2 pake batu kerikil) Kantor pemberangkatan kacanya pada pecah, termasuk juga jam gantung di stasiun ikut di lempar sama batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang pada punya handphone berkamera pada ngerkam kejadian itu... brutal! Tapi kalo dilihat dari sisi penumpang mungkin bisa dimaklum kalo mereka marah-marah. Mereka itu kan naik kereta buat kerja... tapi kalo kereta gak berangkat berarti bisa telat atau terlambat. Kalo sampe terlambat, di beberapa kantor kan di potong gajinya... Wajar kalo mereka marah juga udah kalo gak punya karcis suka di marah2in, tapi kalo kereta ada apa-apa mereka gak bisa protes atau nuntut... mungkin hari ini puncak kekesalan mereka kali... lumayan deh kaca-kaca di stasiun pada harus di ganti akibat vandalisme sebagian penumpang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;heran siapa yah yang jadi provokatornya sampe bisa kaca-kaca pada ancur...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-114731739083940445?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/114731739083940445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=114731739083940445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114731739083940445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114731739083940445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/05/rusuh-di-stasiun-bogor.html' title='Rusuh di Stasiun Bogor'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-114663547018659652</id><published>2006-05-03T12:43:00.000+07:00</published><updated>2006-05-03T13:03:46.190+07:00</updated><title type='text'>Lyric : Someday My Prince Will Come</title><content type='html'>&lt;i&gt;Berhubung lagi sering dengerin lagu "Some Day My Prince Will Come"-nya Cassandra Willson dan "Some Day My Prince Will Come"-nya Miles Davis jadi iseng deh posting liriknya, daripada blognya kosong... :)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Someday My Prince Will Come - Cassandra Wilson&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Someday my prince will come&lt;br /&gt;Someday I'll find a love&lt;br /&gt;And how thrilling that moment will be&lt;br /&gt;When prince of my dreams comes for me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He'll whisper I love you&lt;br /&gt;And steal a kiss or two&lt;br /&gt;Though he far away&lt;br /&gt;I will find my love someday&lt;br /&gt;When my dreams comes to me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Someday we'll say and do&lt;br /&gt;The things we've been longing to&lt;br /&gt;And I'll know him the moment we meet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For my heart will start skipping a beat&lt;br /&gt;Someday when my dreams come true&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Somewhere waiting for me&lt;br /&gt;There's someone I'm longing to see&lt;br /&gt;Someone I can't help but adore&lt;br /&gt;Who will thrill me for ever more&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;etc...etc...bla...bla...bla..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;~yeah... Some Day My Princess (not Prince!) Will Come... :)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-114663547018659652?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/114663547018659652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=114663547018659652' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114663547018659652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114663547018659652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/05/lyric-someday-my-prince-will-come.html' title='Lyric : Someday My Prince Will Come'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-114437621062224809</id><published>2006-04-07T09:04:00.000+07:00</published><updated>2006-04-07T09:37:32.430+07:00</updated><title type='text'>Hello World :)</title><content type='html'>Hmmm sudah lama tak ber YM, lama tak blogging... secara kebetulan (sebeneranya tidak pernah ada kebetulan dalam hidup ini kan...? :p) hari ini membuka YM dan lihat salah satu status dari friendlist yang merujuk ke salah satu alamat blog. Di bukan dan ternyata... url yang ada di status itu adalah alamat blogspot temen, ya sudah baca-baca deh... jadi berasa nostalgia dulu sering juga nulis-nulis juga di blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca beberapa blog orang-orang, rasanya jadi pengen nulis juga... ya akhirnya jadilah tulisan ini. Mau ngomongin apa... masih gak tau juga... :) Mau nulis yang serius-serius kok lagi males juga nulisnya, mau yang sehari-hari... ya hidupnya gitu-gitu aja... isinya cuma buat kerja dan kerja... :) Mau nulis resep... sebenernya udah foto-foto untuk suatu resep sederhana tapi akh... rasaya terlalu males juga untuk menulis ini... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gw cuma pengen komentar yang sekarang sedang kepikiran di otak aja... ternyata beberapa temen2 yang gue tau pada udah lagi pada punya rencana masa depan, ada yang nulis di blognya sedang menggejar seorang cewek/cowok, ada juga yang di YM memberi kabar kalo dia mau nikah... nah kalo di kantor, temen gue si T udah tanya-tanya biaya buat nikah... wah sepertinya si T udah pengen cepet2 aja... Well gue doain deh fren, supaya ente cepet2 dapet jodoh... :) (atau jangan-jangan udah ada? :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm dasar gak penting banget sih gw ngeblog... hmmm yah gw hanya sekedar ingin mengatakan apa kabar dunia? :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-114437621062224809?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/114437621062224809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=114437621062224809' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114437621062224809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114437621062224809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/04/hello-world.html' title='Hello World :)'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-114060728111990327</id><published>2006-02-22T18:13:00.000+07:00</published><updated>2006-02-27T16:00:56.643+07:00</updated><title type='text'>Indonesia &amp; Lee Kwan Yew</title><content type='html'>Hmmm baru baca-baca berita kalo mantan PM Singapura Lee Kwan Yew sedang berkunjung ke Indonesia. Nah gara-gara itu jadi tertarik baca artikelnya di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lee_Kwan_Yew" target="_blank"&gt;wikipedia&lt;/a&gt;. Benar pula lain ladang lain belalang. Lain pemimpin lain hasilnya. Lee Kwan Yew itu satu angkatan dengan mantan presiden Soeharto dan doi jadi pemimpinnya juga ya gak beda-beda jauh lah, tapi lihat hasilnya... Singapura maju, Indonesia masih kurang maju :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah baca quote dari suatu buku, di buku itu dibilang (kira-kira) "Jika pemimpin rusak, maka rusak pula orang-orang yang dipimpinnya". Yah memang seperti itu kenyataannya, Indonesia apes punya pemimpin gak beres, mentalnya mental pengemis... gini deh jadinya negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kalo baca artikel tentang &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lee_Kwan_Yew" target="_blank"&gt;Lee Kwan Yew&lt;/a&gt; jadi bertanya kenapa Indonesia gak bisa? Singapura memutuskan memisahkan diri dari Fedrasi Malaya dengan segala kekurangan, sumber daya alam kurang, sumber daya manusia kurang... tapi sekarang? Negara itu maju banget... dan katanya sih tingkat pendapatan perkapitanya termasuk yang tertinggi di antara negara ASEAN!. Gak punya SDA tapi hasilnya... memang pada akhirnya semua tergantung pada SDM!. Cuma emang ada juga cerita miring, kalo negara itu maju karena di negara itu jadi surganya para koruptor, jadi para koruptor yang berhasil maling duit rakyat, pada nyimpen duitnya di Singapur, terus duit yang disimpen diputer buat bisnisnya mereka, dan bukan tidak mungkin duitnya itu juga dibuat beli perusahan-perusahaan di luar negeri... tapi untuk rumor yang terakhir itu... entahlah benar atau tidak... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara maju yang tadinya negara miskin kalo gue perhatiin kayaknya sih emang punya identitas tersendiri dibanding negara yang miskin. Orang-orang yang tinggal di negara maju seperti Jepang katanya (dari koran) punya harga diri yang tinggi. Meskipun kerjaan mereka biasa-biasa aja tapi kalo ada yang memandang rendah atau kasihan melihat pekerjaan mereka, sekalipun itu atasannya mereka bisa tersinggung. Mereka menganggap mereka bekerja untuk menghasilkan sesuatu, rasa kasihan hanya pantas dialamatkan untuk anak kecil saja. Yah intinya mereka menghargai pekerjaan mereka apapun jenis pekerjaan yang mereka lakukan (tentu saja selama tidak merugikan orang lain... ya gak?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalo menilik ke Indonesia, kok jauh banget. Sekarang ini secara tidak sadar bangsa Indonesia sedang mengalami pengubahan paradigma dalam memandang hidup -yang suka tidak suka- dilakukan oleh pemerintah sendiri. Sebagai gambaran dulu jaman gue kecil suka diajarin kalo kita gak boleh ngambil sesuatu yang bukan milik kita, dan dulu mayoritas orang-orang sepertinya meyakini dan menjalankan prinsip itu. Contohnya dulu nyokap gue pernah kehilangan dompet di angkot, dan beberapa waktu kemudian datang orang yang nemunin dompet itu ke nyokap gue untuk ngembaliin, kebetulan yang ngembaliin itu kenek angkot. Nyokap gue seneng, gak ada yang ilang, kenek angkot yang nemuin itu mau dikasih duit sama nyokap gue... tapi dia nolak... katanya niatnya dia emang cuma mau ngembaliin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalo sekarang kayaknya susah banget deh ketemu orang kayak kenek tadi, mungkin karena rakyat sekarang ngeliat para pemimpinnya jadi maling, jadi ya akhirnya masyarakatnya jadi maling juga. Kemarin gue baru ngobrol sama tukang bubur, dia cerita masa sesama profesi aja sekarang tega-teganya berbuat jahat. Nah tukang bubur ini cerita kalo ada orang beli gorengan, kebetulan tukang gorengannya gak ada kembalian karena duitnya 50 rebuan. Duit 50 rebunya itu dia simpen dulu karena lagi nunggu tukeran duit dengan orang lain, dan duitnya itu sengaja disimpen begitu aja. Kebetulan gak ada siapa-siapa disitu kecuali tukang jualan gorengan, pembelinya sama temannya tukang gorengan. Baru juga diajak ngobrol sebentar aneh duit 50 ribu itu jadi ilang. Kemungkinan besar yang ngambil itu temennya tukang gorengan. Memang bukan nuduh sih, tapi secara logika gak mungkin ada orang yang ngambil kecuali temennya si tukang gorengan. 'Gak habis pikir... duit temennya sendiri tega di ambil' kata tukang bubur cerita ke gue, padahal itu duit juga bakal buat di setor... Jaman sekarang emang susah sampe memaksa orang jadi tebal muka untuk jadi maling... :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo jaman dulu, orang malu mengakui kalo dirinya itu orang miskin, meskipun gak perlu diragukan lagi kalo orang itu emang bener-bener miskin. Sebisa mungkin orang itu gak akan deh ngaku ke orang-orang kalo dirinya itu orang miskin. Tapi sekrang setelah kenaikan BBM, pemerintah mengadakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) secara tidak sadar pemerintah sudah menurunkan harkat dan derajat bangsa Indonesia. Orang-orang yang dulunya malu kalo disebut orang miskin, sekarang gara-gara BLT orang pada rame-rame mengaku dirinya orang miskin biar dapet duit 100 rebu. Sampe ada warga yang menyandra atau mengancam ketua RT/RW supaya namanya bisa dicantumkan sebaga warga miskin... sampe untuk jadi orang miskin aja butuh pengakuan dari pemerintah... benar-benar turun level...! Padahal duit 100 rebu juga dipastiin gak bakal cukup buat biaya hidup sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo pemerintah mau kerja keras, pasti pemerintah lebih memikirkan bagaimana caranya memberi lapangan pekerjaan... tapi pemerintah gak mau susah payah memikirikan rakyatnya, biar rakyatnya diem lebih baik kasih aja duit BLT ketimbang membuatkan lapangan pekerjaan, alhasil sekarang makin lebih banyak orang bangga sebagai orang miskin ketimbang beberapa tahun sebelumnya. Dan ini secara tidak langsung akibat kesalahan pemerintah dengan membikin program BLT ketimbang bikin program lapangan pekerjaan baru model-model program padat karya atau apalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya pemimpin-pemimpin di negeri ini perlu belajar dari pemimpin di negara lain seperti Lee Kwan Yew atau bisa juga belajar bagaimana Jepang menjadi maju setelah restorasi Meiji. Dua negara itu sumber daya alamnya gak banyak kayak Indonesia tapi dua negara itu jauh lebih maju dari Indonesia. Emang sih... memimpin penduduk yang banyak lebih susah ketimbang memimpin penduduk yang jumlahnya sedikit, lebih-lebih penduduk itu masih mengidap mental 'bangsa terjajah' ya sudahlah... begini jadinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh iya rada OOT, ngomong-ngomong soal Lee Kwan Yew, lucu juga waktu baca salah satu kebijakan pemerintah waktu dia menjabat sebagai PM. Dia pernah mengeluarkan kebijakan untuk menyarankan kaum lelaki untuk menikahi wanita-wanita berpendidikan tinggi, pasalnya wanita-wanita yang berpendidikan pada jarang yang menikah. Gue jadi bertanya-tanya dalam batin "Apa emang ada korelasi wanita yang belum kawin dengan tingkat pendidikannya"? tapi kalo pemerintah Singapura pernah membuat kebijakan seperti itu jangan-jangan emang iya? :( Mungkin para laki-laki keder kali ya kalo nikah dengan wanita yang pendidikannya lebih tinggi, takut gak bisa ngimbangin dominasi dari wanita yang berpendidikan tinggi kali ya :p *sok tau deh*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw hari ini gw puas dah bisa nambah ilmu baru, gue sekarang jadi mulai ngerti make salah satu modul HSSF dari library &lt;a href="http://jakarta.apache.org/poi/" target="_blank"&gt;Apache POI&lt;/a&gt; buat bikin file Excel. Gue jadi nyoba setelah ada tuntutan dari pekerjaan! yah akhirnya... ada hikmahnya juga user minta macem-macem kayak bikin file excel... jadi memaksa gue untuk belajar hal baru seperti pake library untuk bikin file Excel (.xls)... sayangnya baru belajar 'pake' belum sampe 'bikin' :(&lt;br /&gt;Yah mungkin suatu saat nanti :) *boleh dong ngayal:p*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya... selamat memperbaiki dan meningkatkan skill dan pribadi masing-masing :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-114060728111990327?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/114060728111990327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=114060728111990327' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114060728111990327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/114060728111990327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/02/indonesia-lee-kwan-yew.html' title='Indonesia &amp; Lee Kwan Yew'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113928960251285396</id><published>2006-02-09T19:17:00.000+07:00</published><updated>2006-02-09T19:09:25.463+07:00</updated><title type='text'>Bukunya Temen</title><content type='html'>Hmmm isi blog lagi ah, baru dapet pinjeman account internet nih... :) Jadi ceritanya gw dipinjemin buku sama temen gue... nah bukunya itu membahas tentang nikah... *hehehe berasa lucu aja sih... gw kok jadi baca buku model gini? :p* Nah di halaman 29 dari buku itu di tulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jadi,jika Anda sudah merasa gelisah jika pada malam-malam yang sepi mencekam tidak ada teman yang mendampingi,inilah saatnya bagi Anda untuk menikah. Jika Anda sudah mulai tidak tenang saat sendirian, itulah saatnya Anda perlu hidup berdua. Jika Anda sudah begitu resah saat melihat akhwat di perjalanan,itulah saatnya Anda menguatkan hati untuk datang meminang. Hanya dua kalimat saja yang perlu Anda persiapkan untuk meminang: Alhamdulillah bila diterima dan Allahu Akbar bila ditolak. Begitu Bilal bin Abi Rabah, muazin Rasulullah SAW. itu mencontohkan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmmm... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah gitu di bab yang lain dari buku itu di kutipkan ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (sorga)&lt;/i&gt;" (An-Nuur:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah di buku itu dituliskan pertanyaan dari orang-orang yang mempertanyakan kebenaran ayat ini "Apa memang benar wanita yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik? Jika memang benar demikian, mengapa adakalanya seorang wanita yang baik mendapatkan suami yang akhlaknya dikenal kurang baik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian penulis buku mengingatkan para pembacanya bahwa firman Allah dalam Al-Qur'an sudah pasti kebenarannya dan tidak mungkin terdapat kesalahan didalamnya. Apabila dirasakan ada hal yang berbeda dengan firman Allah pada ayat tertentu, kita perlu menengok kemungkinan-kemungkinan lain berdasarkan nash yang mengaturnya, termasuk perkecualian-perkecualian yang ada serta memperhatikan prinsip-prinsip agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang (kata buku itu), salah seseorang di antara kita terlalu meninggikan kriteria. Ia menyempitkan hal yang telah diluaskan Allah, menyulitkan hal yang telah dimudahkan Allah, membatasi hal yang telah dilapangkan Allah, sehingga ia menemui kesulitan. Sebagian kemudian berputus asa setelah lama tidak mendapatkan yang sesuai dengan kriterianya, sementara usia mulai menua dst...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm.... jadi kalo baca bab itu... kita harus yakin kalo jodoh yang didapatkan itu selevel...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di bab yang sama penulis melanjutkan dengan beberapa pembahasan berkaitan dengan ayat diatas diantaranya...&lt;br /&gt;1. Yang Tampak dan Yang Tersembunyi&lt;br /&gt;2. Terkadang itu sebagai Ujian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalo yang pertama itu menceritakan belum tentu sesuatu yang tampak oleh manusia tampak seperti apa adanya... seperti dikisahkan dari HR Bukhari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Seorang Laki-laki lewat di hadapan Nabi SAW. Lalu Nabi SAW bertanya (kepada para sahabatnya), 'Bagaimana pendapat kalian mengenai laki-laki ini?' Mereka (para sahabat) menjawab, 'Laki-laki ini pantas jika melamar dinikahkan, jika meminta tolong ditolong, dan jika berkata di dengar.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi diam. Kemudian lewat lagi laki-laki muslim dari kalangan fakir miskin, maka Nabi SAW bertanya 'Bagaimanakah pendapat kalian tentang laki-laki ini?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab, 'Laki-laki ini pantas jika melamar ditolak lamarannya, jika meminta tolong tidak diberi pertolongan, dan jika berkata tidak didengar'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah bersabda, 'Laki-laki yang terakhir ini lebih baik daripada sepenuh bumi laki-laki seperti itu'"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Bukhari)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah menjelaskan sekilas tentang hadits diatas penulis buku juga menambahkan hadits yang lain seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Seorang laki-laki berkata, 'Ya, Rasulullah, sesungguhnya si Fulanah banyak mengerjakan shalat, mengeluarkan sedekah, dan berpuasa (sunnah), namun ia suka mengganggu tetangganya dengan ucapannya.' Beliau berkata, 'Wanita itu masuk neraka.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki berkata, 'Ya, Rasulullah, kabarnya si Fulanah sedikit mengerjakan puasa sunnah dan ia hanya bersedekah dengan sedikit makanannya, namun ia tidak pernah mengganggu tetangga-tetangganya.' Beliau berkata 'Wanita itu masuk surga.'"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Ahmad, al-Bazzar, dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Al-Hakim berkata, "Sahih isnadnya/" Dan, diriwayatkan oleh Abu Bakar ibnu Abi Syaibah dengan isnad sahih pula)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada bagian akhir pembahasan tadi si penulis buku menulis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Kita mempertanyakan mengapa ada wanita yang baik-baik mendapatkan suami yang keji, padahal Allah menjanjikan wanita yang baik bagi laki-laki yang baik. Kita juga mempertanyakan mengapa ada lelaki yang baik dan lurus agamanya, justru mendapatkan istri yang judes-nya "setengah mati". Kita mempertanyakan itu berkenaan dengan kebeneran janji Allah pada surah an-Nuur ayat 26 sambil --pada saat yang sama-- kita melupakan, barangkali mata wadag kita yang tidak sangup melihat dibalik yang tampak. Yang kelihatan tidak sanggup melihat di balik yang tampak. Yang kelihatannya tidak sebanding, boleh jadi sesungguhnya benar-benar setara nilainya di hadapan Allah, sehingga tidak ada yang meleset dari janji Allah. Wallahu a'lam bish-shawab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalo dibagian selanjutnya yaitu "Terkadang itu sebagai ujian" penulis mengutipkan cerita seorang mentri bernama al-Asma'i semasa pemerintahan Kalifah Harun al-Rasyid. Singkat cerita si mentri ini tersesat dan bertemu dengan seorang wanita cantik di tengah padang pasir, dst... dst.. (capek nulisnya :p) intinya dia punya suami yang bisa dikatakan tidak selevel dengan dia lah... sampai mentri yang bernama al-Asma'i ini berkata kepada wanita cantik itu "Saya menyesali keadaanmu. Kamu, dengan segala kemudaan dan kecantikanmu, sangat bergantung pada orang seperti dia (suaminya). Untuk apa kamu bergantung kepadanya? Apa karena hartanya? Sedangkan, ia orang miskin. Karena akhlaknya? Sedangkan akhlaknya begitu buruk. Atau karena kamu tertarik karena ketampanannya? Padahal, ia seorang tua yang buruk rupa. Mengapa kamu tertarik padanya? &lt;br /&gt;Kemudian wanita itu pucat pasi. Lalu, ia berkata dengan suara yang amat keras, "Hai Asma'i, akulah yang menyesali keadaan kamu. Aku tidak menyangka seorang perdana mentri Harun al-Rasyid berusaha menghapuskan kecintaan di hatiku kepada suamiku dengan jalan menjelek-jelekan suamiku."&lt;br /&gt;Kemudia wanita itu menambahkan "Wahai Asma'i, Tidak kah kau tahu mengapa aku melakukan semua itu? Aku mendengar Nabi yang mulia bersabda, 'Iman itu setengahnya adalah kesabaran dan setengahnya lagi adalah syukur.' Aku bersyukur kepada Allah karena ia telah menganugerahkan kepadaku kemudaan, kecantikan, dan akhlak yang baik. Aku ingin menyempurnakan setengah imanku lagi dengan kesabaran dalam berkhidmat kepada suamiku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm cerita yang menarik... dan masih banyak bahasan yang di ulas oleh buku itu... sebenernya sih pengen cerita kesan tentang buku yang pernah dibaca ini, tapi kok kayak males dan nanti bisa-bisa jadi resensi buku, tapi di bilang resensi buku jelas pembahasannya tidak cukup berkualifikasi untuk dikatakan sebagai resensi... Yah lumayan.... tapi yang pasti gw musti balikin bukunya secepatnya nih...&lt;br /&gt;&lt;!--Saatnya untuk menikah, M Fauzil Adhim--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~jarangngebloglaginih...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113928960251285396?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113928960251285396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113928960251285396' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113928960251285396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113928960251285396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/02/bukunya-temen.html' title='Bukunya Temen'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113741583509643762</id><published>2006-01-16T19:38:00.000+07:00</published><updated>2006-01-16T19:52:13.996+07:00</updated><title type='text'>Howgh</title><content type='html'>Hmm ternyata posting terakhir blog gue itu tanggal 7 Desember 2005 so udah lebih dari satu bulan ternyata blog ini gak terisi... rasanya ini rekor paling lama blog ini 'idle', tapi mau gimana lagi... emang sekarang situasinya gak seperti dulu lagi... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tidak ada lagi koneksi internet, soalnya di tempat yang baru gw gak dapet koneksi internet. Sebenernya ada jatah koneksi internet, tapi gw gak dapet jatah :( sedih deh, jadi udah lebih dari sebulan gak pernah konek ke internet. Kalaupun blog ini di tulis karena memanfaatkan kebaikan temen yang mau 'share' account internetnya ke gue :). Di sini aksesnya lumayan 'strict' banyak gak boleh akses site-site tertentu seperti yahoo mail, friendster dll. Makanya gue agak seneng juga waktu blogspot n blogger gak di 'ban' so... sesekali memanfaatkan fasilitas dari tempat kerja nih.... *duh maap ya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi... sebenernya banyak banget yang pengen di tulis tapi berhubung terlalu banyak sampe lupa deh apa yang mau ditulis... Pengen nulis pengalaman jalan-jalan... mau nulis apa yang kepikiran, tapi kayaknya sekarang lagi gak ada yang dipikirin, soalnya jatah alokasi untuk berfikir sudah di alihkan hanya untuk 'kerjaan' :p, udah jarang baca-baca, kecuali baca manual :p. Untung sekarang workloadnya udah agak menurun... jadi bisa deh 'mencuri' waktu untuk nulis ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah dah malem nih... mau balik, tp kok donlotan 7MB dari tadi masih belum beres-beres ya... kayaknya terpaksa musti di 'cancel' :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan2 diisi lagi deh, tapi sekarang gw musti cabut nih, dah jam 8 malem disini, bisa-bisa nyampe rumah jam 10 malem nih.... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113741583509643762?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113741583509643762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113741583509643762' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113741583509643762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113741583509643762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2006/01/howgh.html' title='Howgh'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113393278212667419</id><published>2005-12-07T12:08:00.000+07:00</published><updated>2005-12-07T16:42:13.096+07:00</updated><title type='text'>Sehat itu Mahal!</title><content type='html'>Daripada kelamaan gak diisi, mungkin ada baiknya gue tulis sesuatu ke blog ini...  Tentu saja selalu dengan cerita-cerita yang gak jelas dan panjaannng seperti biasa :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi waktu pas hari sabtu kemarin gw dateng ke kawinan temen, terus ketemu temen tanya gimana kabarnya temen gw yang lain apa anaknya udah pulang dari rumah sakit? Terus kata temen baru aja balik beberapa hari yang lalu, jadi sore harinya gw ke sana, untuk tanya sekedar tau kabar aja. Jadi ceritanya temen gw yang gw kunjungin ini baru beberapa hari balik dari rumah sakit, soalnya anaknya harus di operasi gara-gara ada sedikit kelainan fungsi sistem pembuangan kotora dan infeksi, jadi anaknya temen gw ini bayinya gak bisa buang air besar akibat di dalam saluran pembuangannya itu terdapat suatu lapisan kulit, semacam membran yang menghalangi jalan keluarnya kotoran. Tapi masih mending masih punya saluran pembuangan, soalnya di kasus yang lain malah ada yang sama sekali gak punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gue cerita waktu bayinya udah berumur 3 hari kulitnya tambah kuning, kotoran yang ada dalam tubuh gak bisa dikeluarkan akibat terhalangnya saluran pembuangan. Rumah sakit yang memeriksa gak berani operasi, soalnya dulu pernah ada dua kejadian yang sama persis kayak kejadian bayinya temen gue, yang pertama meninggal setelah dioperasi, yang kedua cacat, dan RS menyarankan untuk periksa ke RSCM. Ke sananya temen gue penuh perjuangan juga, soalnya gak ada mobil yang bisa bawa kesana, tapi untungnya temen gue (yang gue tanya waktu pas di kawinan) bisa jadi dia yang nganterin temen gue kesana, sampe di RSCM anak yang umurnya baru 4 hari ditusuk-tusuk sama jarum infus... kebayang gak bayi baru 4 hari udah harus di tusuk dengan jarum infus, mana standar jarumnya untuk orang dewasa bukan untuk anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus temen gue cerita, namanya bayi kan susah dicari saluran peredaran buat di tusuk jarum infus, nah adakali sampe lebih dari 12 kali bayi yang umurnya belum 1 minggu itu di tusuk-tusuk jarum infus. Gw yang ngedengerin ceritanya aja gak kuat apalagi ibu-bapaknya pasti lebih gak tega lagi kali... bayinya lebih-lebih nangis kejret terus. Tusuk jarum di tangan kiri gak ketemu, ganti tangan kanan, gak ketemu, ganti ke kaki kiri gak ketemu, ganti kaki kanan juga gak ketemu, akhirnya karena sudah terlalu banyak tusukan sudah tidak memungkinkan lagi untuk mencari lokasi akhirnya dipilih kepala, serem gak tuh.. padahal di kepala kan tempat ngumpulnya saluran saraf seluruh tubuh... temen gue cerita masak pagi-pagi anaknya di infus di bagian ubun-ubun, eh sorenya udah di pelipis diatas kuping... gimana gak serem tuh :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untungnya operasi saluran pembuangannya sepertinya sukses, yang jelas waktu sebelum operasi entah udah berapa kali saluran ditusuk-tusuk untuk ngecek kelainannya dimana. Beres operasi langusng pada keluar deh tuh kotoran yang selama 4 hari gak di buang. Pasca operasi bayinya temen gue tambah gemuk, temen gue salut soalnya bayinya sekarang jadi gemuk, tapi justru disitu masalahnya. Kemungkinan akibat tusukan-tusukan jarum infus lebih-lebih pake jarum standar orang dewasa bikin bayinya terkena radang mungkin infeksi yang mengakibatkan bengkak-bengkak, sehingga terlihat lebih gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gue disuruh ke rumah sakit HK, karena katanya disana bisa ngerawat bayinya itu, tapi kata si dokter, kalo mau ke rumah sakit HK dia harus pake ambulan yang paling bagus, tapi jangan yang paling mahal, sebab kalo dateng ke RS HK itu pake ambulan jelek gak bakal dilayani Menyedihkan sekali...! :( Mana temen gue cerita dia dah gak punya duit, untung temennya ada yang sudi minjemin dan nganterin langsung kesana. Sampe sana temen gue ditawarin mau masuk kelas 1 atau kelas 2, temen gue gak ngerti terus dijelasin kalo kelas 1 bayar uang mukanya sampe 10 juta, itu baru kamar belum termasuk dokter yang sampe 15 juta, belum termasuk perawat yang bayarannya sektiar 10 juta, belum termasuk obat dll. Kalo kelas 2 katanya bayar uang muka 2 juta, belum termasuk dokter, perawatan dan obat, akirnya temen gue ambil yang kelas 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pas di RS HK, bayinya temen gue itu ditelantarin, terus temen gue kan protes ke susternya kok bayinya gak segera ditangani, bayinya di biarin begitu aja. Terus si susternya bilang entar kalo dia sudah menunjukan bukti pembayaran uang muka administrasi. Istrinya temen gue langsung teriak "Astaghfirullah..." kok segitu teganya bayi udah gak berdaya, masih semepet-sempetnya ngomongin duit dulu, lebih-lebih susternya ini pakek jilbab. Emang sih orang pake jilbab belum tentu jaminan selalu lebih baik dari orang-orang yang gak pake, tapi di mata orang awam (setidaknya termasuk gue) punya anggapan kalo mereka itu setidaknya punya pemahaman agama yang lebih baik, jadi kalo ngeliat perlakuannya yang tidak ramah kok jadi bertanya-tanya kemana ajaran saling berkasih sayang dan saling membantu yang dianjurkan oleh agama kok rasanya hilang dan gak berbekas! makanya gak heran juga temen gue cuma bisa bilang "Astaghfirullah" aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah temen gue nunjukin kuitansi yang menunjukan kalo dia udah bayar uang administrasi sebesar 2 juta, baru deh bayinya di urus, dibersih-bersihin di masukin ke inkubator dan hal-hal tetek bengek lainnya lah... Terbuki memang, kalo uang itu bisa memperlancar urusan. Saat itu temen gue bilang ke gue, "buat kita-kita yang gak terlalu mampu lebih baik jangan pernah sakit deh, biar orang-orang kaya yang pada punya duit aja yang sakit..." Yah wajarlah temen gue kalo sampe ngomong gitu, temen gue udah habis duit yang sangat banyak buat membiayai anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gue juga cerita kalo dia dikasih resep obat dimana harga obatnya mahal-mahal, terus temen gue juga cerita kalo dia sempet telpon &lt;a href="http://arifianto.blogspot.com/" target="_blank"&gt;dr. Apin&lt;/a&gt;, temen kami waktu SMA buat tanya-tanya soal penanganan bayinya. Temen gue cerita, ternyata dokter yang ngerawat ngasih resepnya yang paling mahal padahal ada resep antibiotik yang harganya masih lebih murah, bahkan temen gue bilang dia di kasih tau dr. Apin kalo sebenernya dalam kasus tertentu pake ASI juga udah cukup. Gila ya... ketidaktahuan ataupun kebodohan pasien dimanfaatkan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, lebih-lebih diatas penderitaan orang lain. Dalam hal ini gue jadi bertanya "Apakah hal seperti ini orang itu masih masuk kategori mendapatkan 'ilmu yang bermanfaat'?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gile... itu yang terlintas waktu temen gue cerita cobaan yang menimpa keluarganya, segitu teganya jaman sekarang RS, perawat dan dokter-dokternya dalam memperlakukan para pasien yang ditimpa kesulitan :( udah kesusahan, mereka kasarannya "di kepruk" dengan bayar ini itu, beli sesuatu yang belum tentu bener-bener dibutuhin. Kemana rasa kemanusiaan dan empati? ah jaman sekarang kayaknya cuma bisa mimpi dan berharap aja kali ketemu dengan yang namanya empati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalo kita melihat dari sudut pandang RS, ya kita juga harus maklum... biaya operasional rumah sakit tentu sangat mahal, untuk menjaga sanitasi agar tetap terjaga tentu butuh biaya yang tidak sedikit, selain itu peralatan medis yang mereka punya didapatkan tidak dengan gratis, mereka harus beli pula dengan harga yang sangat mahal, sebagian dari alat-alat medis itu masih diimpor dan mahal2. Kalo kita liat dari sisi Perawat dan Dokter, mereka juga manusia biasa yang harus memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka juga punya keluarga. Pekerjaan yang setiap hari mereka lakukan berkali-kali bukan tidak mungkin dapat membuat mereka menjadi jenuh, lebih-lebih kompensasi yang mereka dapatkan mungkin dirasa tidak sebanding dengan tuntutan hidup mereka, mereka punya keluarga yang harus di nafkahi, dan kalo dilihat dari itung-itungan bisnis, mereka sudah berkorban waktu, pikiran dan uang yang tidak sedikit untuk meraih gelar dokter atau perawat, dan tentu saja yang namanya bisnis gak boleh rugi, tapi sayangnya hal ini bisa berakibat buruk baik langsung ataupun tidak langsung kepada para pasien mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata temen gue, dia punya Askes waktu pas mau bayar pake itu pihak RS kayak ogah-ogahan, bahkan katanya ada beberapa RS yang tegas menolak menerima Askes atau asuransi kesehatan tertentu. Hmm mungkin pihak RS menolak karena kalo bayar langsung urusannya lebih cepet dan jelas, ketimbang pake Askes, karena pihak RS harus menempuh birokrasi yang berbelit untuk mencairkan uang dari pihak Askes, dan bukan tidak mungkin ada masalah juga waktu pas pencairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar memang kita hidup di jaman "Serba Materi" segala-gala dinilai dengan materi, cuma gimana ya... kayaknya kalo hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan publik, kemanusiaan seperti kesehatan ini apa gak bisa menyisakan empati buat orang-orang yang gak mampu? Duit-duit dan duit... itu masalahnya! Emang seharusnya urusan kesehatan ini juga jadi perhatian pemerintah, sebab kalo manusia sehat tentu dia bisa beraktifitas dan menghasilkan sesuatu lebih baik ketimbang orang yang sakit-sakitan, pada akhirnya yang untung kan negara juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gue pernah cerita, kebetulan orangtuanya adalah dokter, dia bilang kalo sebenernya dana anggaran kesehatan itu ada (meski gak terlalu gede-gede amat), bahkan diantaranya anggaran yang tersedia itu bisa dialokasikan untuk membiayai program peningkatan kesehatan ibu dan anak. Tapi apa yang terjadi, ternyata pihak yang berwenang lebih suka mengalokasikan anggaran kesehatan tersebut untuk meningkatkan prasarana kesehatan (baca: proyek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang gak salah sih meningkatkan prasarana, seperti membangun gedung, memperbaiki atap atau langit-langit yang bocor, mengecat bangunan atau prasaranan yang lainnya, tapi kenapa mereka (pihak yang berwenang) gak sekalian mengalokasikan atau berinvestasi uang yang sangat banyak awal-awalnya saja sehingga peningkatan prasarana yang dilakukan bisa awet sampe tahun-tahun berikutnya, sehingga pada tahun berikutnya dana yang tersedia bisa di alihkan buat peningkatan kesehatan masyarakat, tapi nyatanya hal itu tidak dilakukan, karena kalo peningkatan prasarana kan berarti proyek... dan kalo ada proyek berarti ada keuntungan yang bisa diharapkan dari sana (yah seketip dua ketip mah dapet lah buat kantong pribadi...) tapi ya itu akibatnya prasarana mulu yang di urusin, yang peningkatan kesehatan malah dibiarin aja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huaaah... denger cerita temen gue ini berasa bikin gue lemes, saat itu gue jadi berfikir emang benar kali ya... ternyata punya anak itu sangat-sangat muuuuuaaaahallll tapi meski mahal para orang tua pasti tetap akan mengupayakannya demi anaknya... saat itu gue mulai tersadar betapa besarnya pengorbanan kedua orang tua kita yang sudah melahirkan, mendidik dan membesarkan kita, korban waktu dan biaya. Pancaran wajah temen gue sama istrinya masih keliatan pucet, ya wajarlah selama 2 minggu lebih tidur di rumah sakit, dan tempat tidurnya pun asal-asalan, untungnya istrinya temen gue masih sehat coba kalo sakit dobel deh biayanya. Gue ngebayangin temen sebaya... seumuran udah ngerasain beratnya jadi orang tua, gue sih masih leha-leha di rumah sendirian... hmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo gue gak ketemu temen gue ini, mungkin gue belum tentu cerita dan berfikir masalah beginian, kita memang sudah sewajarnya sebagai anak diwajibkan untuk berbakti kepada orang tua masing-masing, mengingat jasa dan kasih sayang mereka selama ini kepada kita. Mendengar pengorbanan sorang wanita saat melahirkan, dimana saat itu nyawanya jadi taruhannya... maka sangat wajar jika Rasulullah sampe menyebut Ibu kita sampe 3 kali baru Ayah kita sebagai orang yang paling di prioritaskan untuk di hormati. OOT, tapi kalo buat para ibu atau orang tua yang tega membuang anaknya ketempat sampah, atau sengaja menggugurkan kandungannya tanpa alasan yang jelas apa masih pantas untuk di hormati? :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gue yang lain pernah gue tanya, waktu pas istrinya mau melahirkan dia ikut melihat gak, dengan semangat temen gue bilang "Ikut doong, gue jadi tau beratnya ngelahirin anak, dan karena gue tau susahnya ngelahirin anak, gue jadi makin sayang sama istri gue... " Huaaah apa bener/enggaknya omongan temen gue itu... yah masing2 dari kita, biar entar ngerasain masing-masing... bener apa enggak tuh omongannya temen gue... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat sulitnya punya anak, gue jadi sadar kenapa banyak juga dari temen-temen gue yang masih belum siap untuk menikah dan punya anak... karena salah satu alasannya mungkin adalah MAHAL dan BERAT!!!!! tapi ya namanya rejeki siapa tau nanti ada jalannya... tapi rejeki kan juga harus diusahakan, ya gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah ngomong-ogmong soal rejeki, kayaknya memang saat ini belum waktunya gue untuk ketemu salah satu sumber rejeki alias belum dapet kerjaan baru, wawancara gawe udah dilakonin tapi masih belum ada kepastian... hmmm mungkin nanti bukan saat ini. Yah kalo emang belum, gue ambil sisi baiknya saja berarti gue musti istirahat dulu, dan sepertinya gue emang musti jalan-jalan ke Istana Cipanas &amp; Istana Bogor seperti yang gue rencanain bareng &lt;a href="http://jendela-luluk.blogspot.com/"&gt;Luluk&lt;/a&gt; bersama sahabat Museumnya (buat Luluk kalo baca tulisan ini :p "luk pastiin aja, gue mau ikutan loe &amp; sahabat museum ke 2 tempat itu :D"). Sayangnya... kalo menurut email yang dikirimin sama Luluk, kayaknya para pengunjung gak boleh bawa kamera ke dua tempat itu... ah sebel deh... Tapi kalo di halaman istana bisa di poto-poto sih mungkin gak ada ruginya bawa kamera kali ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cape baca ya....? hehehe, gue masih masih ada cerita sedikit lagi nih... berhubung entar gw mau main ke Istana Cipanas, gue jadi teringat dengan cerita temen gue. Temen gue cerita dia pernah digampar sama di suruh &lt;i&gt;push up&lt;/i&gt; sama tentara penjaga Istana Cipanas gara-gara jalan di depan pager Istana Cipanas, ternyata setelah temen gue nanya-nanya ke orang yang tinggal di sekitar Istana, ada kepercayaan kalo arwah presiden RI pertama sering lewat dan mondar-mandir di depan pager istana. Sejak saat itu orang gak ada lagi yang boleh lewat di depan pager Istana Cipanas, dan makanya gue gak heran kalo di depan Istana Cipanas gak disediain trotoar buat para pejalan kaki, ternyata itu penyebabnya. Gue sih gak terlalu percaya dengan yang gitu-gitu (berbau takhayul) tapi anehnya gue kok seneng-seneng aja diceritaain temen gue soal hal-hal yang berbau takhayul... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~udah ah cape nulis nih... lagian yang baca juga (pasti) dah pada bosen :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113393278212667419?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113393278212667419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113393278212667419' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113393278212667419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113393278212667419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/12/sehat-itu-mahal.html' title='Sehat itu Mahal!'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113323609770064927</id><published>2005-11-29T10:15:00.000+07:00</published><updated>2005-11-29T11:22:23.953+07:00</updated><title type='text'>Record Set</title><content type='html'>Kemarin gw dites... disuruh bikin aplikasi sederhana yang ngambil record set yang sangat gede... Pertama datang gak tau mau ngapa-ngapain, janji jam 10 tapi udah sampe jam 10 masih belum ada tanda-tanda mau dites. Untung di kantor itu ada si Fajar Ujian sama Irwan 99, jadi deh gw ngobrol-ngobrol sambil nunggu-nungguin tes...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu ngobrol gw sempet tanya ke mereka "sampe kapan loe pada mau terus-terus coding?" si Irwan bilang "pengen sampe tua", "busyet loe gak bosen tuh?" tanya gue, eh terus dia bilang "Gue suka coding kok, mungkin sampe tua gue bakal coding, siapa tau gue bisa kayak &lt;a href="http://www.martinfowler.com/" target="_blank"&gt;Martin Fowler&lt;/a&gt;, atau yang kayak yang bikin JUnit, siapa namanya?" tanya si Irwan. "Erich Gamma... yang bikin buku &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Design_Patterns"&gt;Design Pattern&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gang_of_Four_%28software%29"&gt;Gang of Four&lt;/a&gt;?"  gue mencoba menjawab. "Nah itu dia, mereka itu udah pada tua-tua tapi tetep masih pada mau coding, dan siapa tau gue bisa menghasilkan sesuatu kayak mereka...".&lt;br /&gt;Pada saat itu gue terdiam, dalam hati gue mengiyakan omongan lawan bicara gue... Iya yah kenapa juga harus meninggalkan sesuatu yang loe senangi meski kata orang pekerjaan itu ya... "begitulah" :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ngobrol2, pas jam 12 kurang seperempat gue dipanggil buat test, tesnya bikin file pake jsp dengan web server Bea Weblogic dan DB Oracle, busyet dua barang itu belum pernah gue sentuh sama sekali... Akhirnya gue coba bikin, ternyata error gak bisa jalan karena waktu pas mau di deploy terjadi kegagalan, setelah ngecek webapps yang lain, baru inget kayaknya gue belum bikin file web.xml yang disimpen di direktori WEB-INF/, ohhh iya coba aja dan.... akhirnya berhasil deh ngedeploy direktori tempat gw bikin file. Beres deploy coba-coba ngecek passing parameter, untung bisa... nah yang repot waktu gue mau bikin koneksi ke database. Seumur2 belum pernah bikin koneksi ke Oracle, walau langkah-langkah make JDBC standar, tapi takutnya ada hal teknis tertentu yang gue gak tau, dan bener aja tuh... untuk konek DB yang gue tau ada dua cara satu lewat DriverManager, satu lagi lewat DataSource, nah gue mau pake DataSource aja karena gue pikir hasilnya lebih cepet, ternyata tidak... bukan karena DataSource-nya tapi karena gue gak tau setting DataSource di Bea... huuuh nyebelin mana waktu testingnya udah dibatasin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue pake DriverManager aja, wah ternyata gak bisa connect, setelah dicek pantesan driver Oraclenya belum gue masukin ke direktori WEB-INF/lib, setelah dimasukkin akhirnya bisa deh DriverManager-nya jalan, tapi waktu pas mau bikin connection kok gak bisa, setelah di cek sana-sini ternyata gue musti declare secara lengkap yaitu java.sql.Connection... baru deh bisa... fiuhhh untungnya bisa. Setelah itu bisa baru deh gue bisa bikin Querynya... bikin querynya sih sederhana, yang lama nyeting buat koneksi ke DB, jadinya waktu tes yang harusnya beres jam 1 siang harus diterusin sampe jam 2 sian deh... :( Tapi masih untung, hasil tesnya bisa gue anggap gak banget-banget lah, mengingat gue belum pernah sama sekali pake dua barang itu Weblogic &amp; Oracle... programnya jalan, meski waktu ngakses paging halaman query ke 900 (atau data ke 900*15 = 13.500 dari 1,2 jutaan data!) waktunya aksesnya lama banget sampe 1 menit :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beres tes, gue balik ternyata gw di panggil sama orang PPSI, hmm berarti jadi juga nih gw bakal dinasehatin ini itu supaya mengubah niat gw cabut... Dan rencananya hari ini harusnya, tapi berhubung orangnya lagi belum ada waktu, terpaksalah gue menunggu, sambil menunggu, gue menulis blog ini aja :). Oh iya pas sore kemarin temen gue ngasih tau, gue disuruh dateng ketemu orang HRD buat interview sore, hari ini... wah lumayan nih buat nambah2 peluang :) so.. wish me luck ya hehehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113323609770064927?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113323609770064927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113323609770064927' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113323609770064927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113323609770064927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/11/record-set.html' title='Record Set'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113290340779663914</id><published>2005-11-25T14:17:00.000+07:00</published><updated>2005-11-25T16:03:49.466+07:00</updated><title type='text'>Rasa Takut</title><content type='html'>Sambil nunggu donlotan kelar, iseng ah mo nulis :) Jadi dulu gw kadang suka ngeliat acara 'Fear Factor' yah reality show yang nayangin tantangan-tantangan dengan duit yang sangat menggiurkan, kalo gak salah hadiah buat yang juaranya nyampe 50 ribu USD, jumlah yang gede kan? Kalo liat para pesertanya, mereka bener-bener emang niat banget ngelakuin tantangan-tantangan yang pastinya bikin takut ataupun jijik, ngambil sesuatu di kotak penuh ular, atau kalajengking, atau makan-makan yang menjijikan model-model makan usus sapi mentah, atau apalah... tapi salutnya... ada aja yang selalu bisa melewati tantangan itu (demi duit gede... siapa sih yang gak mau? :p).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya balik lagi ngomongin soal rasa takut, dulu kalo gak salah di film Star Wars episode II apa episode I ya, yang menceritakan kalo Anakin Skywalker diramalkan memiliki masa depan yang gelap, kalo gak salah karena di dalam diri Anakin Skywalker kalo gak salah masih ada rasa takut (kalo salah mohon dimaklum, gw bukan fans Star Wars sih). Waktu pas gue nonton itu, gak sempat mikir kenapa gara-gara rasa takut kok dia susah jadi ksatria sejati... tapi sekarang-sekarang gw pikir itu emang ada hubungannya kali ya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya setiap orang memiliki rasa takut, dan rasa takut yang ada dalam diri setiap orang bakal mempengaruhi perilakunya. Tanpa kita sadari sebenernya hampir di setiap dari kita mungkin memiliki rasa takut, seperti takut kepada ketidakpastian, seperti takut akan masa depan. Gw pernah ngalamin, dan mungkin masih... terus gue pernah tanya ke temen gue yang gue anggap dia sudah memiliki sesuatu kelebihan dibanding gue, waktu pas gue tanya apa dia pernah khawatir akan masa depannya dan dia jawabannya pun sama takut juga, takut ketidak pastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal yang termasuk ditakuti manusia adalah takut mati dan takut miskin, takut jatoh level sosial dll. Siapa sudi jadi orang miskin? jadi orang miskin kayaknya sih banyakan gak enaknya daripada jadi orang gak miskin. Orang miskin melakukan lebih berat tapi hasil yang didapat lebih kecil ketimbang orang yang gak miskin, udah gitu secara sosial posisinya di masyarakat di anggap 'rendah'. Kalo ngomongin siapa diantara manusia yang paling takut gue rasa justru orang-orang yang dianggap paling banyak memiliki sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang gak punya mobil gak perlu takut mobilnya bakal dimaling... lha gimana mau takut orang mobil aja gak punya, kalo orang punya mobil pasti jadi tambah rasa takut, takut kalo mobilnya di maling, atau takut kalo cat mobilnya lecet, kalo di lampu merah takut di kepruk sama kawanan perampok dll. Kalo orang miskin dia biasanya gak punya rasa takut lagi untuk jadi orang miskin, gimana mau takut orang dia udah miskin? nah kalo orang kaya pasti lebih takut jadi orang miskin karena didalam benaknya jadi orang miskin gak enak, dia bakal turun level orang-orang yang dulu hormat ke dia karena dia punya harta sekarang takut orang gak akan hormat lagi sama dia karena dia udah gak punya harta, dulu dia bisa tidur nyenyak di kasur yang empuk dan nikmat, kalo jadi orang miskin mungkin harus tidu di kolong jembatan, atau tempat yang gak enak, banyak kutu, mana kalo ada kamtib bakal di uber-uber, kalo kaya bisa beli makanan enak yang dimau, kalo jadi orang miskin makan sehari aja belum tentu kali, masih sukur deh kalo masih idup, pokoknya gak enak lah jadi orang miskin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat takut turun jabatan soalnya kalo udah gak ngejabat, dia gak bakal punya kuasa, dia gak bisa merintah-merintah orang seperti biasa, kalo jadi pejabat tanpa diminta orang-orang bakal dateng ke dia sambil tidak lupa bawa hadiah-hadiah, kalo berkunjung ke daerah selalu dapet fasilitas, kalo dijalanan orang-orang disuruh minggir supaya mobil para pejabat bisa lewat, wah kayaknya enak deh. Nah kalo dah gak jadi pejabat mana bisa kayak begitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena takut turun level entah turun level secara kekayaan atau strata sosial biasanya mereka lebih reaktif ketimbang orang yang levelnya lebih rendah. Coba kalo kita baca atau denger berita akhir-akhir ini, karena alasan ekonomi yang buruk banyak perusahaan harus mem-PHK karyawannya, level karyawan yang di PHK biasanya level rendah yang pastinya gajinya udah pas-pasan dan kalo di PHK bakal gak ada penghasilan, kenapa gak para bos dan pemilik modal yang berkorban, misal mereka gak perlu nerima bonus tahunan, atau mereka mengurangi gaji mereka. Tapi apa mereka mau? kayaknya mustahil kan? Kalo mereka harus mengurangi gaji atau bonus mereka, gaya hidup mereka yang sudah dibangun harus dikurangi levelnya... Gue rasa mereka pada akhirnya takut kalo kenikmatan yang telah mereka terima akan pergi dari mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang lain mungkin kita pernah rasakan, punya presiden yang menjabatnya lama banget ampe lebih dari 30 tahun, kenapa dia gak dari dulu-dulu aja berhenti waktu dia udah ngejabat selama 10 tahun gitu... gue rasa dia takut kalo habis gak jadi presiden dia gak bakal menikmati fasilitas seperti waktu jadi pejabat. Setiap ada orang populer dia bakal waspada, khawatir kalo-kalo orang yang populer ini suatu saat akan menggeser popularitas dia, kalo itu bawahannya maka bakal disingkirin dari posisinya... kalo ada orang yang mengkritik dia, maka dia bakal masukin ke penjara dengan tuduhan subversi... sebenernya masalahnya sederhana dia gak mau ada orang yang ngutak-atik posisinya sebagai pejabat, karena dia takut menghadapi kenyataan kalo akhirnya dia gak menjabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus takut kehilangan jabatan contohnya cukup banyak, seperti Joseph Stalin pemimpin Uni Soviet yang gak segan-segan menghabisi lawan-lawan politiknya seperti Trotsky supaya dia mulus jadi pemimpin tertinggi. Kalo di Cina mungkin kasus Partai Komunis, meski komunis internasional sudah hancur, tapi partai ini tetap di pertahankan meskipun pada prakteknya mereka sudah sama sekali tidak menjalankan ajaran komunis, mereka tetap berkeinginan mempertahankan Partai Komunis semata-mata mempertahankan posisi-posisi strategis mereka sebagai pemimpin, kalo partai Komunis hancur, maka bisa dibayangkan akan banyak pejabat-pejabat komunis yang sekarang sudah menikmati hidup karena posisinya mereka bakal kehilangan posisi, disamping bakal ada kemungkinan para pejabat-pejabat bakal kena perhitungan oleh orang-orang yang membenci sepak terjang mereka selama menjabat menjadi pejabat partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menjaga posisi mereka, mereka tak segan-segan menggunakan cara-cara yang tidak bermoral seperti membunuh, mengintimidasi, menyiksa dll untuk orang-orang yang dianggap menggoyang posisi status quo mereka. Stalin bahkan pernah mengatakan "Kematian satu orang manusia adalah tragedi, tapi kematian jutaan orang hanyalah masalah statistika". Ketika tahun 1989 timbul gerakan mahasiswa di China yang menginginkan penyelenggaraan lebih terbuka dengan penerapan sistem demokrasi, para pejabat komunis tahu kalo sistem demokrasi ditegakkan maka cara-cara pemaksaan dari partai komunis selama ini akan dipertanyakan maka mereka menganggap demonstrasi mahasiswa yang dilakukan di lapangan Tianemen dianggap mengganggu stabilitas negara, utamanya kekuasaan partai Komunis. Deng Xio Ping yang menjadi pemimpin saat itu tegas memerintahkan tentaranya untuk membunuh para mahasiswa yang sedang protes secara damai sehingga timbul peristiwa berdarah di lapangan Tianemen yang dikutuk oleh banyak negara di dunia. Deng Xio Ping berkata "Lebih baik membunuh 200 ribu orang demi kestabilan selama 20 tahun" jelas karena mereka takut posisi mereka nanti tidak stabil, jadi mereka lebih memilih membunuh orang. Semua kelakuan ini kalo ditelusuri ya buntut-buntutnya karena mereka takut kalo partai hancur, mereka (para pejabat komunis) juga akan ikut jatuh... Dan demi mempertahankan mereka di posisi yang sekarang mereka lebih rela membunuh orang lain dari pada mereka harus turun jabatan. Betapa jahatnya rasa takut jika menghinggapi orang yang punya kekuasaan... (termasuk orang-orang kaya juga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus yang lain mungkin kita bisa lihat Amerika, selama ini mata uang mereka USD secara tidak resmi sudah dijadikan standar pembayaran uang, kalo mau transaksi ya pake dollar. Tapi kata siapa gitu, sebenernya uang dollar itu tidak memiliki arti apa-apa kalo nanti orang menggunakan standar pertukaran mata uang selain dollar, misal euro. Hal ini terjadi karena setiap dollar yang dicetak tidak didukung dengan backup, biasanya kalo suatu mata uang diterbitkan maka pemerintah menyediakan logam emas sebagai backup, jadi kalo terjadi apa-apa dengan mata uang itu, setidaknya ada harapan emas yang di cadangkan bisa di manfaatkan, nah di amerika sejak PD II kalo gak salah setelah pertemuan di "Bretton Woods" setiap dollar (USD) yang dicetak tidak digunakan dengan backup, jadi kalo nantinya ada apa-apa dengan dollar maka mereka tidak bias banyak menolong karena mereka tidak memiliki backup emas, bahkan ada yang bilang jika situasi itu terjadi maka kertas uang dollar tidak akan lebih berharga ketimbang kertas toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ada kecendrungan mata uang Euro mulai menguat dan amerika khawatir kalo sampai Euro yang nantinya dijadikan standar pembayaran, maka orang-orang yang punya dollar bakal menukarkan uangnya dengan Euro dan berarti mau gak mau bank sentral amerika (The Fed) harus mengambil dollar yang mereka terbitkan dan menukarkan dengan Euro, nah masalahnya gimana mereka (The Fed) bisa memberikan Euro karena bank sentral gak punya cadangan Euro, mau beli Euro dari pasaran juga gak bisa karena saat uang dollar mereka di terbitkan mereka tidak membackup dengan emas jadi... ya saat itu bisa dikatakan ekonomi amerika bisa jatuh hanya dalam hitungan hari (btw itu juga kata orang lhooo... gw juga gak terlalu tau habis bukan orang ekonomi sih... :p).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena takut akan terjadinya bencana itu, maka katanya sih pemerintah amerika berusaha memperluas kekuatan militernya untuk melindungi sumber penting bagi hajat hidup orang banyak, contohnya Minyak! Negara industri manapun selalu membutuhkan minyak karena minyak hingga kini masih menjadi sumber energi yang utama, tanpa energi tak ada produksi, tak ada produksi berarti tak ada pendapatan, tak ada pendapatan artinya miskin! Diharpakan dengan menguasai sumber energi mereka dapat memaksa orang-orang atau negara-negara yang akan beralih menggunakan mata uang lain di ancam dengan tidak akan mengirimkan minyak ke negara mereka, makanya gak heran demi menguasai sumber minyak di seluruh dunia seperti di Afghanistan dan Irak. Kalo mereka menggunakan alasan bahwa penyerangan mereka kesana karena disana tidak ada HAM, kenapa mereka tidak melakukannya ke negara yang lain model-model di afrika karena disana lebih banyak pelanggaran HAM, tapi nyatanya tidak dilakukan, karena disana tidak ada minyak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi disisi yang lain rasa takut itu bisa menjadi positif, contohnya orang takut kena siksa di alam setelah hidup (akhirat) maka mereka akan takut untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh ajaran agama mereka, kalau sampe terjadi kenapa orang sekarang lebih banyak melanggar ajaran agama, semata-mata mereka lebih takut akan menjadi miskin daripada masuk neraka, karena memang untuk saat ini sengsaranya jadi miskin lebih nyata ketimbang Neraka. Kemiskinan kita rasakan, Neraka tidak kita rasakan sekarang. Kalo ngeliat gitu memang ada kalanya rasa takut memang harus ada, dan diperlukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi susah juga ya menghilangkan rasa takut dari diri ini, mungkin orang yang sudah mentalnya terlatih saja yang bisa mengendalikan perasaan takutnya. Suatu ketika gw cerita ke temen tentang rasa takut gw terhadap sesuatu, dia cuma bilang "Ya lahaulla wala kuata... aja deh!" (ejaannya bener gak ya?) entah kenapa, sepertinya kata-kata itu sedikit bisa menentramkan hati meski gue juga gak tau apa arti dan maknanya... hmmm...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113290340779663914?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113290340779663914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113290340779663914' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113290340779663914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113290340779663914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/11/rasa-takut.html' title='Rasa Takut'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113273136688001707</id><published>2005-11-23T18:18:00.000+07:00</published><updated>2005-11-23T18:20:48.030+07:00</updated><title type='text'>Minggu ini....</title><content type='html'>Apakabar blog hari ini? kabar gue.... huah gw sebenernya pengen banyak cerita sesuatu, sayang cerita itu terlalu pribadi untuk dituliskan di blog ini :D Mungkin gue cerita yang gak terlalu pribadi aja... jadi gw sudah memutuskan kalo gue sepertinya memang musti stop dari kerjaan gue yang sekarang. Berat memang tapi sepertinya hal itu harus di lakukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gue mengajukan enggak mau meneruskan kerjaan gue yang sekarang, ekspresi muka dia jadi kecewa... gue udah menduga, tapi apa mau dikata... gue merasa harus melakukannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huh, males juga nih mau cerita2 yang beginian... mungkin sebaiknya gue bikin blog tersendiri yang cuma gue doang yang tau... jadi gue bebas nulis hal2 yang pribadi... masalahnya sayang juga ada 'cerita' kalo gak di dokumentasikan ke dalam blog :) mau nulis pake ms word, gak asik banget kayaknya... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohhh what a life.... kok bisa ya kejadiannya seperti itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehmm... tanggung mau balik, yang ada gue malah pengen baca-baca yang berbau mistik, dasar kurang kerjaan! (padahal sih banyak kerjaan yang harus diselesein!). Gue jadi cari-cari artikel tentang mistik model2 'mutih', 'pati geni' duh gak guna banget deh... eh tp lucu juga... gw dapet alamat blog yang berisi amalan-amalan, namanya juga "aneh-aneh" model-model "Ilmu Jaya Teguh", "Ilmu Lembu Sekilan", "Brojomusti" alamatnya di &lt;a href="http://sisilain.blogdrive.com/" target="_blank"&gt;sisilain.blogdrive.com&lt;/a&gt;. Bacaannya gak ngarti, kayaknya pake bahasa jawa. Lagian gw iseng banget ya... Ahhh kalo ngeliat tulisan ini gw jadi teringat si Jere, kalo dia ngomongin hal-hal mistik, begitu meyakinkan sekali seolah-olah itu nyata dan benar adanya... Emang... kalo liat profilenya di Friendster, Favorite Book-nya diisi "Primbon" :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari bener apa enggak isinya, yang jelas "Primbon" bisa dikategorikan karya sastra asli produk dalam negeri, hanya saja karena lebih berkonotasi klenik... kalo denger kata "Primbon" jadi inget aja dengan masalah kejawen dan mistik2. Lagipula soal kepercayaan terhadap suatu hal di luar rasio itu terjadi di banyak belahan bumi mana saja... Orang barat percaya angka 13 angka sial, orang Asia Timur percaya angka 4 bawa sial dan angka 9 bawa hoki. Pernah juga si Jere cerita, kalo di Hong Kong meskipun orang udah pada sukses mengejar dunia, mereka masih percaya dengan hal-hal yang berbau "mistik", katanya si Jere kalo sebagian orang Hong Kong percaya hoki atau keberutungannya itu bergantung pada bakti pada kedua orang tuanya (bukankah ini memang inti ajaran Confusius?), nah salah satu wujud berbakti kepada orang tua adalah kalo orang tua sudah meninggal maka anak-anaknya harus menjaga baik-baik kuburan orang tuanya, kecuali kalo mau celaka. Katanya si Jere nih, kalo para pengusaha sukses disana umumnya selalu merahasiakan lokasi dimana orang tua mereka dimakamkan, karena kalo sampe lawan bisnisnya tau... maka lawan bisnisnya bakal ngacak-ngacak kuburan itu, sehingga hoki-nya dalam usaha bakal hilang, sehingga usaha mereka bakal hancur. Blah... kadang-kadang gue gak habis pikir, jaman sekarang yang teknologinya dah canggih, apa masih pantes percaya yang begituan...? hmmm susah juga sih... Pada dasarnya manusia kan butuh suatu keyakinan tertentu yang bisa dia dia jadikan suatu pengangan -- seperti halnya dalam beragama kali ya... Kalo dengan mempercayai hal-hal yang "tidak rasional" itu membuat mereka lebih tenang dan bahagia bukankan itu bagus... toh tujuan manusia menjadi tenang dan bahagia akhirnya tercapai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya orang timur lebih percaya dengan hal-hal yang berbau mistik ketimbang orang barat yang percaya pada rasionalitas dan tidak terlalu mempercayai model-model begituan. Selama manusia masih hidup yang namanya masalah gak akan pernah lepas dari hidupnya, bedanya kalo orang timur ketika tertekan dengan keadaannya hidupnya, pelariannya ke dukun-dukun untuk minta aji-ajian biar lebih tenang dan mantap dalam mengarungi badai kehidupan (ya elah bahasanya) atau bisa juga kembali kepada ajaran agama yang diyakininya, kalo orang barat mungkin semua harus dianggap sebagai hal yang ilmiah dan masuk akal, maka gak heran kalo orang barat kena masalah hidup lebih suka dateng ke psikolog ketimbang dukun sebagaimana orang timur. Sok tau deh gue :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari cara mana yang benar, tapi gue percaya kalo mereka yakin dengan apa yang mereka lakukan itu akan memberikan ketenangan dan kebahagiaan, maka rasanya sah-sah saja bagi kita yang katanya udah hidup di jaman modern masih percaya dengan hal-hal mistik :), tapi rasanya kurang proporsional juga kalo kita terlalu percaya hal-hal itu begitu saja, alih-alih kita tidak berfokus pada aktifitas positif, yang adalah aktifitas destruktif yang diakibatkan terlalu banyak memikirkan hal-hal berbau klenik. Entahlah... hanya Tuhan saja yang tau... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~waktunya pulang, cukup sekian tulisan 'gak jelas' untuk hari ini....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113273136688001707?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113273136688001707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113273136688001707' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113273136688001707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113273136688001707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/11/minggu-ini.html' title='Minggu ini....'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113229946623827713</id><published>2005-11-18T14:24:00.000+07:00</published><updated>2005-11-18T15:21:21.406+07:00</updated><title type='text'>Gak Jelass....</title><content type='html'>Gue mau nulis sesuatu yang gak jelas, abstrak, gak tau mulainya dari mana, hmmm tapi baiknya mungkin gue mulai dari khotbah jum'at yang di ucapkan oleh khatib yang menyatakan di jaman perang dunia ke-dua, Hitler pernah mengatakan bahwa (kira-kira) "Ucapakanlah kebohongan terus menerus kepada orang lain, maka lambat laun kebohongan itu akan dipercaya sebagai suatu kebenaran". Hmmm kata-kata itu rasanya pernah gue baca, kalo gak salah di bukunya Amy Goodman tapi yang bilang bukan Hitler melainkan Joesef Goebbels, mentri propaganda di era Nazi berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelumnya di FIB lagi ada pameran, disalah satu stand ada yang jual buku dengan judul "9 Komentar tentang Partai Komunis", buku itu di tulis oleh mantan anggota partai komunis tionghoa (PKT), nah dibuku itu disebutkan berbagai kebohongan atau kelicikan-kelicikan yang diperbuat oleh PKT, seperti pernah PKT menyatakan beberapa alasan kenapa mereka tidak membenci Amerika, seperti: karena Amerika tidak pernah menjajah Cina seperti halnya Inggris dan Jepang, Mereka memberikan bantuan senjata bagi PKT, dll. Di lain waktu ketika terjadi krisis di semenanjung Korea yang berujung pada pembagian Korea Utara yang didukung China, dan Korea Selatan yang didukung Amerika. PKT dengan mudahnya berbalik sikap 180 derajat dengan pernyataan sebelumnya dan mengatakan bahwa bangsa Amerika adalah bangsa yang jahat harus dimusnahkan, propaganda ini disebarluaskan ke anak-anak muda China agar mau berperang di semenajung Korea. Berbagai media yang berusaha mengungkap pernyataan PKT yang dulunya mendukung Amerika di sensor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu di buku itu disebutkan, tanpa malu-malu PKT menyatakan bahwa PKT-lah yang membebaskan China dari penjajahan Jepang, sedang partai saingannya Kuomintang (KMT) dianggap sebagai partai yang pengecut karena tidak berperang menghadapi Jepang, menurut buku itu sebenarnya yang pengecut adalah PKT, karena justru persenjataan yang memadai hanya dimiliki oleh KMT sehingga KMT lah yang banyak berperang melawan Jepang, sedangkan PKT hanya memiliki persenjataan ringan dan dengan dalih memerangi Jepang mereka menghindari berperang dengan Jepang &amp; KMT dengan melakukan perjalanan panjang yang lebih dikenal sebagai Long March, dimana di dalam sejarah Komunis China aksi Long March ini selalu diagung-agungkan sebagai tonggak berdirinya kekuasaan komunis di China, termasuk naiknya Mao Tse Tung sebagai pemimpin China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut buku itu aksi Long March sebenarnya tidak lebih dari aksi melarikan diri dari peperangan dengan Jepang. Tapi di buku yang lain di tulis oleh Jules Archer dalam buku Kisah para Diktator, disebutkan bahwa perjalanan Mao Tse Tung beserta pengikutnya dalam aksi Long March merupakan perjalanan yang sangat luar biasa dimana pada awal perjalanan terdapat lebih dari 90.000 orang tentara yang ikut serta dan pada saat akhir perjalanan yang tersisa tinggal sekitar 20.000 orang saja, kemudian Jules Archer menambahkan kalo dibandingkan dengan perjalanan Hannibal (Jendral dari Carthago) sewaktu menyerang Kerajaan Roma, perjalanan Hannibal ini tidak lebih dari sekedar darmawisata. Suatu bentuk pengakuan betapa beratnya Long March, meski menurut buku yang lain aksi Long March tak lebih dari aksi pengecut melarikan diri dari kewajiban membela negeri Cina dari penjajahan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi ke soal Nazi, gue jadi inget ada film yang mengisahkan pengadilan penjahat perang Nuremberg. Disitu tergambar sosok Hermann Goering yang begitu yakin dengan tujuan partainya, dimana dia sendiri sebenarnya mengakui bahwa rakyat Jerman sebenarnya memang tidak menginginkan Perang. Waktu pas buka &lt;a href="http://en.wikiquote.org/wiki/Hermann_Goering" target="_blank"&gt;wikiquote&lt;/a&gt; emang ada kata-kata yang cukup "berkesan" dari Goering, berikut gue kutipkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Göring: "Why, of course, the people don't want war. Why would some poor slob on a farm want to risk his life in a war when the best that he can get out of it is to come back to his farm in one piece. Naturally, the common people don't want war; neither in Russia nor in England nor in America, nor for that matter in Germany. That is understood. But, after all, it is the leaders of the country who determine the policy and it is always a simple matter to drag the people along, whether it is a democracy or a fascist dictatorship or a Parliament or a Communist dictatorship."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gilbert: "There is one difference. In a democracy, the people have some say in the matter through their elected representatives, and in the United States only Congress can declare wars."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Göring: "Oh, that is all well and good, but, voice or no voice, the people can always be brought to the bidding of the leaders. That is easy. All you have to do is tell them they are being attacked and denounce the pacifists for lack of patriotism and exposing the country to danger. It works the same way in any country."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In an interview with Gilbert in Göring's jail cell during the Nuremberg War Crimes Trials (18 April 1946)&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ngeliat omongannya Goering ini jadi teringat dengan ucapannya George W Bush yang selalu menggembar-gemborkan perlunya perang terhadap Irak, Afghanistan, dll dengan dalih melindungi Kebebasan Demokrasi di Amerika dll, ternyata benar sekali ucapannya Goering kalo mau membawa rakyatnya berperang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"All you have to do is tell them they are being attacked and denounce the pacifists for lack of patriotism and exposing the country to danger. It works the same way in any country."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya ngomong-ngomong soal Nazi jadi inget dengan film &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rat_Race" target="_blank"&gt;Rat Race&lt;/a&gt;, ceritanya tentang perlombaan mendapatkan hadiah yang sangat besar, salah satu pesertanya adalah pasangan keluarga yahudi, kebetulan waktu pas di jalan anak perempuannya ngeliat ada museum Barbie, tentu saja anak perempuan itu menyangkanya museum itu berisi boneka Barbie produksi Mattel, ternyata museum itu berisi hal-hal yang berkaitan dengan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Klaus_Barbie" target="_blank"&gt;Klaus Barbie&lt;/a&gt;, yang pada kenyataannya memangbenar pernah ada tokoh yang bernama Klaus Barbie, dia pernah memimpin Gestapo (Polisi Rahasia) Nazi. Bahkan konon ada anekdot, kalo boneka Barbie sekarang ini kan gak pernah bareng pasangannya yaitu boneka Ken, nah ada orang yang mengusulkan supaya boneka Barbie berpasangan aja dengan Boneka Klaus Barbie :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113229946623827713?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113229946623827713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113229946623827713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113229946623827713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113229946623827713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/11/gak-jelass.html' title='Gak Jelass....'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113203389701928390</id><published>2005-11-15T12:23:00.000+07:00</published><updated>2005-11-15T12:51:37.100+07:00</updated><title type='text'>Ngeblog vs Manual</title><content type='html'>Buat orang yang melakukan suatu pekerjaan yang disukai, tentu hasilnya akan jelas berbeda dengan orang yang melakukan pekerjaan yang tidak disukai, begitupula dengan gue. Buat orang yang baca blog ini tentu bisa melihat betapa relatif panjanganya tulisan-tulisan gue ini. Bahkan saking panjangnya ketika blogger menerapkan kebijakan anti blog spam, blog gue ini di deteksi sebagai blog spam, dimana salah satu definisinya adalah tulisannya yang terlalu panjang sehingga si server dengan suatu algorimanya sendiri memberi tanda otomatis kalo blog gue adalah blog spam! Menyebalkan! kalo gue mau nge-publish tulisan gue, gue jadi harus selalu mengisi verifikasi. Untunglah setelah gue mengisi form yang disediakan blogger untuk meminta direveiew oleh orang dari blogger yang menentukan apakah blog gue blog spam/bukan? Akhirnya sekarang status sebagai blog spam sudah diremove dari blog spam, dan gue gak perlu lagi sekarang ngisi kode verifikasi setiap mau nge-publish tulisan gue :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong soal panjangnya tulisan gue di blog ini, rasanya kontras sekali dengan kerjaan gue!. Sejak beberapa hari yang lalu, gue sebenernya sudah bertekad untuk mengerjakan utang manual sistem yang harus gue serahin sebelum akhir tahun 2005 ini berakhir, bukannya dikerjaain... yang ada ditunda-tunda mulu. Heran juga kalo nulis blog bisa panjang-panjang, waktu mau bikin "manual sistem" dari dulu sampe sekarang masih gak juga beranjak dari 2 halaman! Bingung mau nulis apa, mungkin karena kalo nulis manual musti pake bahasa yang formal makanya sampe sekarang utang manual yang harus gue kerjain masih belum ada progress. Rencananya hari ini gue mau nerusin nulis manual, eh malah gue nulis blog ini! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue juga jadi inget, betapa lamanya gue dulu nyelesain laporan kerja praktek (KP), kalo gak salah dari bulan Desember sudah dimulai tapi males-malesan karena waktunya emang banyak buat fokus ke kerjaan, pas bulan Maret tahun berikutnya sebenernya waktu luang udah lebih banyak karena emang udah gak kerja lagi, tapi laporan KP gak kunjung juga kelar, baru pas akhir bulan Juni baru deh kelar. Kalo di itung-itung udah berapa lama tuh gue ngerjain laporan KP?. Kalo liat dari situ bisa dibilang gue bukan orang yang bisa menulis tapi kalo ngeliat panjangnya gue nulis blog kok rasanya kontras?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalo nulis laporan atau manual gue sudah terikat dengan aturan-aturan tertentu, sedang kalo nulis blog gue bebas sebebas-bebasnya dari aturanbagimana membuat tulisan blog. Kalo nulis laporan atau manual, tema dan tujuan dari tulisan sudah ditentukan, sedang kalo blog apa yang lagi kepikiran di otak bebas untuk diungkapkan gak peduli apakah blog ini punya tema tulisan ataupun tujuan. emang kayaknya Blog bisa jadi sarana yang tepat buat mengekspresikan pengalaman atau pemikiran gue. Yang jelas dari pengalaman gue yang susah buaaaanget untuk bikin kelar "manual sistem" gue jadi teringat tulisan yang bilang "Engineer's can't write good documentation", dan sepertinya itu berlaku juga buat gue.... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ayo-dong-jangan-males-bikin-manual!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113203389701928390?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113203389701928390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113203389701928390' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113203389701928390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113203389701928390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/11/ngeblog-vs-manual.html' title='Ngeblog vs Manual'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6221713.post-113169485358712499</id><published>2005-11-11T14:35:00.000+07:00</published><updated>2005-11-11T16:03:32.543+07:00</updated><title type='text'>Apa Kabar?</title><content type='html'>Fhewww kayaknya dah lumayan lama juga nih blog di anggurin. Meski dah lewat lebih dari seminggu, sebelumnya Gw mo ngucapin Mohon Maaf Lahir dan Bathin, mohon di maaf kalo ada salah2 kata/tulisan dari gue yang menyinggung perasaan baik sengaja/tidak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong soal lebaran, jadi teringat persis seminggu yang lalu pas hari Jum'at temen kelas jaman gw kelas 2 SMA nelpon, ngajak ngumpul di rumah temen yang kebetulan lagi ada di Bogor. Kalo ada tawaran main dari temen-temen kelas 2 (kelas 2-6 tepatnya) di usahain gak bakal gw tolak, habis gimana ya... susah senang sudah pernah kami rasakan bersama (ya elah bahasanya...). Dari jalan-jalan bareng, jalan kaki atau naik bak mobil terbuka bareng gara-gara waktu itu angkot pada mogok, nginep sambil bakar ayam, men-"jarah" rumah temen2 cewek... dan aktifitas yang rasanya sulit dilupakan sebagai kenangan yang berkesan (meski kata "berkesan" tidak selalu indah lho...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar temen-temen gue saat itu bervariasi, ada yang dapet musibah dimana dia harus di kuret karena keguguran, ada juga yang mau ketemu calon mertua di kota Malang, ada juga yang ngasih surat undangan pernikahan untuk bulan november ini dll, Bayak sekali kabar hari itu!. Berhubung waktu itu gue sama temen-temen kumpul di tempat temen gue Guna, jadi gue mo cerita tentang dia. selama ini dia dinas di suatu dirjen yang dianggap orang sebagai dirjen "basah", selama ini dia ditempatin di kota Jayapura, Papua. Biasalah kalo ketemu gak jauh2 tanya-tanya kabar gimana. Temen-temen gue kalo becanda biasanya tanpa ampun, paling gak kudu kuat mental lah, temen gue yang lain sempet becandain si Guna yang badannya masih kurus kerempeng. si Guna cuma bisa mesem-mesem aja, terus temen gue nyeletuk lagi "Tapi bagus lah loe masih kurus, berarti loe masih jadi orang jujur, tar kalo gue liat badan loe agak gemukkan berarti ada kemungkinan loe udah kena pergaulan gak beres di sono".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, emang dirjen tempat temen gue gawe termasuk "basah" bahkan kalo seandainya dirjen ini dipisah dari Departemen yang sekarang, katanya sih Departemen itu bakal kurang kerjaan. Cuma ya karena urusannya deket sama bau-bau duit, konotasi sebagian orang ya rada jelek juga, bahkan si Guna pun mengakui kalo dia itu disana jadi orang aneh, karena mayoritas temen-temennya banyakan dah terkontaminasi oleh budaya yang tidak terpuji. "Bayangin aja dari 40 orang yang gawe, paling yang bener-bener bersih cuma ada 2 orang doang, pait gak tuh! Dulu gw sempet bertekad daripada orang-orang ngomongin kejelekan tempat gue gawe, mending gue coba ngubah dari dalem, kenyataannya susah! Kalo terus-terusan kayak gini, mending begitu ikatan dinas gue habis, lebih baik gue cabut aja dari tempat itu" sepertinya dia juga agak frustasi juga dengan kondisi tempat dia gawe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus gue nyeletuk becanda "Wah, gun tapi bagus lah kalo loe masih tetep seperti dulu, jangan sampe deh gun entar di akherat kita-kita bisa ketemu di surga, tapi pas cari-cari loe ternyata loe gak ada di surga" *ini contoh becanda yang berusaha jujur, tapi sadis! padahal "kita" disitu juga belum tentu yakin bisa masuk surga*&lt;br /&gt;Dengan spontan si Guna bilang "Astaghfirullah, ya Allah", yang lain nimpalin "Yah gun kalo loe emang bisa bertahan dengan sikap loe yang sekarang kita doain deh biar loe kuat, ya masing-masing dari kita emang gak ada yang mastiin sampe berapa lama kita bisa kuat megang prinsip, ya mudah-mudahan aja loe masih di beri kekuatan" timpal temen-temen gue yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh iya ngomong2 temen loe seangkatan apa ada yang dah banyak berubah?" tanya gue&lt;br /&gt;"Sebagian emang udah pada berubah, kebawa lingkungan"&lt;br /&gt;"Ada yang udah ditangkep KPK belum?" tanya gue&lt;br /&gt;"Ada, temen gue seangkatan ada yang sekarang dah di penjara sama KPK gara-gara gak bisa mempertanggung jawabkan darimana dia bisa beli rumah sama mobil, padahal baru beberapa tahun kerja"&lt;br /&gt;"Loe pastinya banyak doong yang nawar-nawarin sesuatu ke elu"&lt;br /&gt;"Banyak, waktu itu aja gue sempet ditawarin tiket pesawat bolak-balik Jakarta-Jayapura kalo gue mau, cuma gak gua ambil. Mungkin orang-orang yang nawarin ke gue itu keliatan rela, baik dan hormat sama gue, tapi mana gue tau kalo dibelakang gue, dia maki-maki gue, gue gak mau kayak gitu" kata si Guna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus si Guna nerusin ceritanya "Emang kadang berat juga punya profesi kayak gue, kalo keliatan biasa atau miskin orang bakal ngerasa aneh, tapi kalo gue kaya, yang ada orang bakal curiga. Istri gue sempet tuh di 'panas-panasin' sama salah seorang kerabatnya, kerabat istri gue bilang kalo sodaranya dia, tempat kerjanya sama ama gue, pas pensiun tanahnya berhektar-hektar tersebar dimana-mana, masak sih hidupnya gue sama istri gue masih gini-gini aja. Terus istri gue bilang 'Kalo mau, Aa Guna juga bisa, udah banyak orang yang nawarin, bahkan waktu itu sempet ada orang yang siap ngasih tiket pesawat pulang pergi, ada juga waktu itu yang nawarin amplop isinya 30 juta, tapi di tolak sama Aa Guna. Kalo mau mah Aa Guna juga bisa kayak gitu! cuma apa ya tega kalo sampe Aa Guna di tangkep, terus dipenjara nanti siapa yang ngurus keluarga? Apa tega ngeliat Aa Guna kaya gitu?'. Setelah istri gue bilang gitu langsung diem dia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati gue, wah gue bersyukur masih punya temen yang kayak gini! Contoh baik kayak gini yang baik untuk di tiru (meski berat banget!). Selain itu gue juga jadi &lt;i&gt;terinspirasi&lt;/i&gt; kelak kalo cari temen hidup harus yang punya prinsip kayak istrinya temen gue ini :) *boleh dong bercita-cita :p*. Kata orang-orang termasuk ceritanya si Guna juga, kalo sesungguhnya "Harta, Istri dan Anakmu adalah sumber fitnah". Terus si guna bilang "Tapi kalo kita bisa membuat ketiganya jadi baik, maka ketiganya justru bisa jadi sumber kebaikan dan pahala". Dalam hal ini gue harus mengakui juga omongannya temen gue ini, emang gue pernah denger ada laki-laki baik, hanya karena tekanan istri yang selalu manas-manasin suaminya supaya memanfaatkan jabatannya akhirnya kalap, ngambil jalan pintas, terus jadi maling negara, dan akhirnya hidupnya malah gak bahagia. Kalo keinget cerita tadi, gue jadi inget aja pesennya bokap semalem "Orang cari gaji itu jangan gedenya aja, tapi cari yang berkah". Dan sampe sekarang gue masih bertanya-tanya apa sebenernya definisi 'eksak' dari "berkah" itu kayak gimana... Kalo "Birkah" gue mungkin tau, itu singkatan dari "Bibir Merekah", istilah temen-temen SMA gw ke seorang adik kelas cewek yang kece &amp; bibirnya terlihat seksi :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6221713-113169485358712499?l=alvifauzan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alvifauzan.blogspot.com/feeds/113169485358712499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6221713&amp;postID=113169485358712499' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113169485358712499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6221713/posts/default/113169485358712499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alvifauzan.blogspot.com/2005/11/apa-kabar.html' title='Apa Kabar?'/><author><name>alvifauzan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16081604217329187742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02935542012141266123'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>