tag:blogger.com,1999:blog-6214179759642480201.post-73943806341137297632008-07-02T23:50:00.002+09:002008-07-03T00:03:26.891+09:00Analisis Variabel Indikator Macroekonomi yang Berpengaruh terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span style="font-family:Arial;">PENDAHULUAN<o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><b style=""><span style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><b style=""><span style="font-family:Arial;">1.1. Apa itu Inflasi<o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><b style=""><span style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><b style=""><span style="font-family:Arial;"><span style=""> </span></span></b><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Pembangunan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari Keterlibatan sektor moneter dan perbankan. Sebagai salah satu unsur penting, sektor moneter dan perbankan sering dianggap mampu untuk memecahkan berbagai masalah ekonomi. Masyarakat secara positif masih memiliki pemahaman bahwa kebijakan pemerintah atas sektor moneter dan perbankan memiliki kekuatan yang lebih dari pada yang secara efektif dapat tercapai melalui instrumen tersebut, akibatnya timbul anggapan sektor moneter dan sektor perbankan mempunyai fungsi yang mampu memberikan pelayananbagi berlangsungnya sektor riil, kegiatan infestasi, kegiatan produksi, kegiatan distribusi maupun kegiatan konsumsi.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Peranan Uang dalam Perekonomian, <span style="color:black;">Uang dan kegiatan ekonomi Perkembangan perekonomian dapat diamati dari dua sektor yang saling terkait yaitu :<o:p></o:p></span></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">a. SEKTOR RIIL (pasar barang dan jasa) dan<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">b. SEKTOR MONETER (pasar uang).<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style=";font-family:Arial;color:black;" lang="SV">Aliran uang akan sebanding dengan aliran barang dan jasa.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style=";font-family:Arial;color:black;" lang="SV">Teori Klasik:<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">M x V = P x T<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style=";font-family:Arial;color:black;" lang="SV">dimana V dan T diasumsikan konstan dalam short run.</span><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Uang, Suku Bunga, dan Inflasi, Ketidakseimbangan uang beredar (<i>excess demand for money or excess money supply</i>) mempengaruhi harga (inflasi) dan suku bunga. Perubahan suku bunga terjadi sebagai akibat perubahan jumlah uang beredar yang mencerminkan interaksi antara sisi permintaan dan sisi penawaran. SBI menjadi acuan bagi perkembangan suku bunga pinjaman, simpanan, atau suku bunga di pasar uang.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang berkaitan dengan dampaknya terhadap makro ekonomi agregat; pertumbuhan ekonomi, keseimbangan eksternal, daya saing, tingkat bunga dan bahkan distribusi pendapatan. Inflasi juga sangat barperan dalam mempengaruhi mobilisasi dana lewat lembaga keuangan formal. Tingkat harga merupakan opportunity cost bagi masyarakat dalam memegang aset finansial. Semakin tinggi perubahan tingkat harga maka makin tinggi pula opportunity cost untuk memegang aset finansial. Artinya masyarakat akan merasa lebih beruntung jika memegang aset dalam bentuk rill dibandingkan aset finansial jika tngkat harga tetap tinggi. Jika aset finansial luar negeri dimasukkan sebagai salah satu pilihan aset, maka perbedaan tingkat inflasi dalam negeri dan internasional dapat menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing menjadi overvalued dan pada gilirannya akan menghilangkan daya saing komoditas Indonesia.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Untuk kepentingan mobilisasi dana dalam negeri, perbedaan tingkat inflasi akan menyebabkan timbulnya ekspetasi masyarakat terhadap terjadinya devaluasi dan mendorong timbulnya pelarian modal keluar negeri. Inflasi merupakan variabel penghubung antara tingkat bunga dan nilai tukar efektif, dimana dua variabel terakhir merupakan variabel penting dalam sektor publik. Kenaikan tingkat harga (inflasi) yang tinggi dapat menyebabkan;<o:p></o:p></span></p> <ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"><li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Memburuknya distribusi pendapatan<o:p></o:p></span></li><li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">berkurangnya tabungan domestik yang merupakan sumber dana investasi bagi negara berkembang<o:p></o:p></span></li><li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">terjadinya defisit dalam neraca perdagangan serta meningkatkan besarnya utang luar negeri<o:p></o:p></span></li><li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">timbulnya ketidakstabilan politik<o:p></o:p></span></li></ol> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Berdasarkan ulasan diatas maka dapat didefenisikan Inflasi merupakan kenaikan didalam tingkat harga umum. Laju inflasi merupakan laju perubahan tingkat harga umum.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Krisis moneter 1997/1998 telah menuntut perubahan tatanan kelembagaan bangsa Indonesia menjadi Bank sentral yang independent. Perubahan ini didasari pada munculnya pendapat kuat yang mengatakan bahwa salah satu penyebab krisis adalah ketidak mampuan bank Indonesia bertindak objektif karena selama periode praktis kebijakan Bank Indonesia selalu dianggap terkait dengan kepentingan politik pemerintah. Perubahan tatanan ini diwujutkan pada penggantian Undang-undang No. 13 Tahun 1968 dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Dengan disahkannya Undang-Undang No.23 Tahun 1999, kebijakan moneter memasuki suatu era baru dalam sejarah moneter di Indonesia. Bank Indonesia selain menjadi lembaga independen juga mempunyai peran tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Dengan sistem nilai tukar mengambang, secara implisit tujuan kebijakan moneter di Indonesia adalah menjaga kestabilan harga, dalam perkataan lain Bank Indonesia mempunyai sasaran tunggal yaitu Inflasi. <o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Kondisi Inflasi di Indonesia sangat berfluktuasi pada sepuluh tahun terakhir, dimana kondisi ini secara teoritis dipengaruhi oleh berbagai variabel dan indikator makro ekonomi maupun yang bukan makro ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam penulisan atau kajian ini, penulis tertarik untuk melihat sejauh mana pengaruh variabel atau indikator makro ekonomi tersebut, dalam hal variabel atau indikator tersebut adalah;<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">a. Jumlah uang beredar<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Jumlah uang yang beredar biasa disebut juga dengan penawaran uang.<span style=""> </span>dalam suatu kurun waktu tertentu sangat penting dalam perekonomian suatu negara. Jumlah uang beredar dapat mengeser kondisi perekonomian dari baik ke buruk dan sebaliknya. Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan membuat kebijakan yang berhubungan dengan jumlah uang beredar. Melalui kebijakan moneter, pemerintah diasumsikan mampu mempengaruhi jumlah uang yang beredar, yaitu kebijakan diskonto, operasi pasar terbuka, manipulasi rasio simpanan legal (legal reserve) dan kontrol kredit. Bank sentral dapat mengubah tingkat diskonto, apabila tingkat diskonto dinaikan maka jumlah uang nominal yang beredar cenderung menurun dan sebaliknya, jika tingkat diskonto turun, maka jumlah uang nominal yang beredar cenderung naik. Operasi pasar terbuka dilakukan dengan menjual atau membeli obligasi dipasar bebas. Penjualan surat obligasi oleh pemerintah bertujuan untuk mengurangi jumlah uang beredar. Peningkatan jumlah uang beredar dipasar bebas dilakukan dengan membeli surat obligasi. Manipulasi rasio legal reserve dilakukan dengan mempengaruhi rasio simpanan legal minimum. Rasio simpanan legal minimum adalah angka banding minimum antara uang tunai dengan kewajiban giral bank. Pemerintah dapat menciptakan uang lebih banyak dari pada sebelumnya jika rasio simpanan legal minimum diturunkan. Sebaliknya, jumlah uang beredar dapat dikurangi dengan manaikan rasio simpanan legal minimum. Selanjutnya kontrol kredit selektif, menggunakan moral suasion sebagai salah satu bentuk pengawasan. Bank sentral pada moral suasion, secara informal mempengaruhi kebijakan bank-bank umum, khususnya mengenai kebijakan dalam perkreditan. Jumlah uang beredar<span style=""> </span><span style=""> </span><span style=""> </span><span style=""> </span>merupakan variabel atau indikator makro ekonomi yang menurut teori berpengaruh langsung terhadap kondisi inflasi suatu negara, jika jumlah uang beredar naik maka secara otomatis mempengaruhi peningkatan inflasi, dan sebaliknya jika jumlah uang beredar berkurang maka akan mempengaruhi menunrunkan inflasi, dalam hal ini Indonesia sebagai objek penelitian.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">b. <span style=""> </span>M2 <o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Merupakan bagian yang mendefenisikan uang sebagai spekulator, Mencakup M1 ditambah tabungan dan simpanan berjangka lain yang, termasuk rekening pasar uang, Deposito berjangka dan juga dana lainnya yang berjangka panjang. Dalam teori ekonomi, M2 juga mempengaruhi tingkat inflasi suatu negara pada tingkat tertentu. Jika M2 naik maka Inflasi menurun, dan sebaliknya jika M2 menurun maka inflasi meningkat. <o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">c. <span style=""> </span>Suku Bunga Kredit<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Suku bunga kredit merupakan suatu tingkatan beban atau resiko yang dibebankan atau dikenakan pihak bank atau pemberi kredit terhadap kreditur yang meminjam sejumlah dana. Tingkat suku bunga kredit secara teori ekonomi juga ikut mempunyai andil dalam mempengaruhi tingkat inflasi suatu negara, karena secara tidak langsung mempengaruhi kondisi moneter yang berhubungan dengan inflasi. Jika suku bunga kredit dinaikan maka tentunya orang akan enggan untuk meminjam uang, dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap penurunan jumlah uang beredar dan penurunan inflasi, dan sebaliknya jika suku bunga diturunkan maka tentunya orang akan berani untuk meminjam uang dan seterusnya akan menyumbang bagi kenaikan jumlah uang beredar dan kenaikan inflasi.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">d. <span style=""> </span>Produk Domestik Bruto.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Pendapatan nasional sangat mempengaruhi pola konsumsi, biasanya pola konsumsi penduduk yang meningkat di negara sedang berkembang akan diikuti oleh kecenderungan meningkatkan impor, hal ini disebabkan produktivitas di negara tersebut belum mampu untuk memenuhi seluruh kebutuhannya. Dalam kenyataan, amat sulit untuk mencatat jumlah unit barang dan jasa yang dihasilkan selama periode tertentu. Sehingga untuk menaksir perubahan output angka yang digunakan adalah nilai moneternya (uang) yang tercermin dalam nilai Produk Domestik Bruto (PDB). krisis ekonomi yang multidimensional di kawasan Asia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya sehingga PDB Indonesia cenderung menurun. Analisis makro ekonomi menganggap bahwa makin besar pendapatan nasional suatu negara maka semakin besar pula inflasi. Krisis moneter yang melanda Indonesia yang dimulai dari pertengahan tahun 1997 sangat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan dan berakibat terjadinya inflasi. PDB merupakan nama yang diberikan kepada total nilai barang jadi dan jasa yang dihasilkan didalam suatu negara selama satu tahun tertentu. Indeks harga dalam PDB secara teori ekonomi juga berpengaruh negatif pergerakan Inflasi suatu negara. Jika PDB naik maka akan berpengaruh pada penurunan inflasi<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>Dari ulasan teoritis diatas, maka penulis ingin melakukan kajian untuk melihat hubungan dan pengaruhnya variabel-variabel tersebut dengan tingkat inflasi dengan judul kajian <a name="OLE_LINK2"></a><a name="OLE_LINK1"><span style="">pengaruh indikator makroekonomi terhadap tingkat Inflasi di Indonesia</span></a><o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;">1.2. Masalah<o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">”Sejauh mana pengaruh jumlah uang beredar, M2, suku bunga kredit dan produk domestik bruto terhadap Inflasi di Indonesia”.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;">1.4. Tujuan Penulisan<o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"><li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh jumlah uang beredar, M2, suku bungan kredit dan produk domestik bruto terhadap Inflasi di Indonesia.<o:p></o:p></span></li><li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Sebagai bahan kajian yang tentang kebijakan moneter Indonesia khususnya yang berpengaruh terhadap Inflasi di Indonesia.<o:p></o:p></span></li></ol> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;">PEMBAHASAN<o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;">2.1. Data. <o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>Data dalam penulisan kajian ini berasal dari data sekunder yang penulis peroleh dari sumber situs Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Indonesia. </span><span lang="FI" style="font-family:Arial;">Data merupakan data runtun waktu dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2007.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Data yang penulis pakai dalam penulisan kajian ini adalah data tingkat Inflasi, jumlah uang beredar, M2, suku bunga kredit, dan data produk domestik bruto, selama kurun waktu sepuluh tahun dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2007. Data-data tersebut dapat dilihat pada tabel 2.1. adalah sebagai berikut;<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Tabel 2.1<o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Inflasi, Jumlah Uang Beredar, M2, Suku Bunga Kredit<o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Dan Produk Domestik Bruto<o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Tahun 1998-2007<o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;">(%)<o:p></o:p></span></b></p> <table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"> <tbody><tr style=""> <td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 44.85pt;" width="60"> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >Tahun<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 50.55pt;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="67"> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >Inflasi<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >(Y)<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 117pt;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="156"> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >Jumlah Uang Beredar <o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >(X1)<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 45pt;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="60"> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >M2<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >(X2)<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 94.15pt;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="126"> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >Suku bunga kredit<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >(X3)<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 70.35pt;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="94"> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >Produk domestik bruto<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >(X4)<o:p></o:p></span></p> </td> </tr> <tr style=""> <td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 44.85pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="60"> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" ><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >1998<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >1999<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >2000<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >2001<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >2002<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >2003<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >2004<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >2005<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >2006<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >2007<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 50.55pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="67"> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" ><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >77,60<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >2,00<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >9,35<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >12,55<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >10,03<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >5,06<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >6,40<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >17,11<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >6,60<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >6,56<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 117pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="156"> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" ><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >56,36<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >13,60<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >17,95<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >12,38<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >5,29<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >9,63<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >9,14<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >15,36<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >17,37<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >20,70<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 45pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="60"> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" ><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >62,35<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >11,92<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >15,60<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >12,99<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >4,72<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >8,12<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >8,14<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >16,42<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >12,03<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >18,85<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 94.15pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="126"> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" ><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >22,72<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >22,62<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >16,86<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >17,11<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >18,09<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >17,05<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >14,59<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >14,20<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >15,71<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >13,92<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 70.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="94"> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" ><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >2,24<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >2,03<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >4,02<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >3,71<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >5,04<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >4,58<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >5,04<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >5,70<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >5,51<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >6,32<o:p></o:p></span></p> </td> </tr> </tbody></table> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:10;" lang="SV" >Sumber: Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Indonesia yang di olah kembali<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Perkembangan variabel-variabel tersebut juga dapat dilihat pada grafik 2.1 dibawah ini:<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span><o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span></span></b><!--[if gte vml 1]><v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"> <v:stroke joinstyle="miter"> <v:formulas> <v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"> <v:f eqn="sum @0 1 0"> <v:f eqn="sum 0 0 @1"> <v:f eqn="prod @2 1 2"> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"> <v:f eqn="sum @0 0 1"> <v:f eqn="prod @6 1 2"> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"> <v:f eqn="sum @8 21600 0"> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"> <v:f eqn="sum @10 21600 0"> </v:formulas> <v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"> <o:lock ext="edit" aspectratio="t"> </v:shapetype><v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:368.25pt;"> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\AMY\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.emz" title=""> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><span style="font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman";"><!--[if gte vml 1]><v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"> <v:stroke joinstyle="miter"> <v:formulas> <v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"> <v:f eqn="sum @0 1 0"> <v:f eqn="sum 0 0 @1"> <v:f eqn="prod @2 1 2"> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"> <v:f eqn="sum @0 0 1"> <v:f eqn="prod @6 1 2"> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"> <v:f eqn="sum @8 21600 0"> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"> <v:f eqn="sum @10 21600 0"> </v:formulas> <v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"> <o:lock ext="edit" aspectratio="t"> </v:shapetype><v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:368.25pt;"> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\AMY\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.emz" title=""> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/AMY/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_i1025" height="269" width="491" /><!--[endif]--></span><br /><!--[endif]--><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span><o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;">2.2. Analisis Data<o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>Dalam kajian ini, penulis mengunakan model struktural, dimana penulis memasukan variabel-variabel independen berupa jumlah uang beredar, M2, suku bunga kredit dan produk domestik bruto yang berhubungan dan berpengaruh terhadap variabel dependen Inflasi. Maka diformulasikan model fungsionalnya adalah sebagai berikut:<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Inflasi(Y) = f (Jumlah uang beredar(X1), M2 (X2), Suku bunga kredit(X3), <span style=""> </span>Produk domestik bruto(X4)).<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -45pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -45pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Y = f(X1, X2, X3, X4)<span style=""> </span>(1)<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -45pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Berdasarkan model fungsional diatas, maka dibentuk persamaan regresi sebagai berikut:<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Y</span><sub><span lang="SV" style="font-family:Arial;"> </span></sub><sub><span lang="EL" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span></span></sub><span lang="EL" style="font-family:Arial;">= α<sub>0 </sub>+ α<sub>1</sub></span><span lang="SV" style="font-family:Arial;">x</span><sub><span lang="EL" style="font-family:Arial;">1 </span></sub><span lang="EL" style="font-family:Arial;">+ α<sub>2</sub></span><span lang="SV" style="font-family:Arial;">x</span><sub><span lang="EL" style="font-family:Arial;">2 </span></sub><span lang="EL" style="font-family:Arial;">+ <sub><span style=""> </span></sub>α<sub>3</sub></span><span lang="SV" style="font-family:Arial;">x</span><sub><span lang="EL" style="font-family:Arial;">3 </span></sub><span lang="EL" style="font-family:Arial;">+ α<sub>4</sub></span><span lang="SV" style="font-family:Arial;">X</span><sub><span lang="EL" style="font-family:Arial;">4</span></sub><span lang="EL" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>(2)<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="EL" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Dari hasil korelasi dan regresi yang diolah dengan menggunakan program SPSS (Terlampir) dapat dianalisis sebagai berikut:<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">1. Pada model summry diperoleh R Square = 0,959 artinya perubahan variabel Independen dalam hal ini jumlah uang beredar, M2, suku bunga kredit dan PDB dapat menerangkan variabilitas sebesar 95,9% perubahan Inflasi, sedangkan sisanya diterangkan oleh variabel lain.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">2.<span style=""> </span>Pada tabel Correlation, dapat kita baca bahwa hubungan (korelasi) jumlah uang beredar dan M2 dengan Inflasi adalah sangat kuat, yaitu 0,934 dan 0,964. Nilai positif artinya bila Jumlah uang beredar dan M2 naik, maka inflasi akan ikut naik. Sedangkan untuk variabel suku bunga kredit dan PDB tingkat signifikansinya masing-masing hanya sebesar 0,513 dan -0,471. Seterusnya dijelaskan bahwa <span style=""> </span>jumlah uang beredar dengan M2 signifikansinya sangat kuat yaitu 0,992. dan seterusnya suku bunga kredit dengan PDB juga sangat kuat yaitu -0,927. <o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">3. Menguji signifikansi hubungan linier antara inflasi dengan jumlah uang beredar, M2, suku bunga kredit, PDB.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>Dalam tabel ANOVA, terbaca nilai F</span><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:8;" lang="SV" >hit </span><span lang="SV" style="font-family:Arial;">= 28,998. Sementara itu dari tabel nilai statistik F dengan derajat bebas V1 = 4 dan V2 = 5 pada taraf signifikansi 0.005 (F</span><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:8;" lang="SV" >4;5;0,005</span><span lang="SV" style="font-family:Arial;"> ), kita peroleh nilai F</span><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:8;" lang="SV" >tabel </span><span lang="SV" style="font-family:Arial;">= 5,192. Jadi tampak bahwa :<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span><span style=""> </span>F</span><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:8;" lang="SV" >hit</span><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span><span style=""> </span>F</span><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:8;" lang="SV" >tabel<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:8;" lang="SV" ><span style=""> </span></span><span lang="SV" style="font-family:Arial;">28,998 <span style=""> </span>> <span style=""> </span>5,192<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>Karena nilai F</span><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:8;" lang="SV" >hit</span><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>><span style=""> </span>F</span><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:8;" lang="SV" >tabel </span><span lang="SV" style="font-family:Arial;">maka dapat disimpulkan ada hubungan linier. <o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>Simpulan yang sama dapat kita peroleh dari perbandingan nilai sig dengan taraf signifikansi (α):<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>Sig<span style=""> </span><span style=""> </span><span style=""> </span>α<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>0,001<span style=""> </span><<span style=""> </span>0,005<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Dengan demikian, model regresi yang dapat dipakai adalah:<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span></span><span lang="FI" style="font-family:Arial;">Y = -18,487 – 2,095 X1 + 3,108 X2 + 0,645 X3 + 1,572 X4<span style=""> </span>(3)<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>(-0,405)<span style=""> </span>(-1,888)<span style=""> </span>(3,180)<span style=""> </span>(0,67)<span style=""> </span>(0,411)<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span><span style=""> </span>Berdasarkan model regresi diatas, maka dapat diketahui bahwa perubahan tingkat inflasi signifikan dengan tingkat perubahan variabel jumlah uang beredar, M2, suku bunga kredit, PDB.<span style=""> </span><o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>Dari hasil keseluruhan analisis yang ada, dapat diketehui bahwa jumlah uang beredar sangat berpengaruh dan signifikan terhadap tingkat inflasi, dimana jumlah uang beredar berhubungan positif dan signifikan dengan inflasi, yang kemudian jika dibandingkan dengan teori yang ada maka hasil yang didapat yang menggambarkan kondisi yang terjadi di Indonesia sesuai dengan teori ekonomi makro yang ada.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><span style=""> </span>Dari hasil yang ada juga menunjukan bahwa M2 sebagai salah satu variabel makroekonomi juga berpangaruh dan signifikan terhadap tingat inflasi, dimana jumlah M2 berhubungan positif dan signifikan dengan inflasi, yang kemudian jika dibandingkan dengan teori makroekonomi yang ada, maka tentunya kondisi atau keadaan ini juga sesuai dengan teori yang ada.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Kemudian suku bunga kredit yang menurut teori ekonomi akan berbanding terbalik dengan tingkat inflasi juga menunjukan kondisi yang hampir sama akan tetapi dari hasil yang ada suku bunga kredit mempunyai hubungan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah uang beredar dan M2, tetapi tetap mempunya hubungan yang linier dengan tingkat inflasi.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Produk domestik bruto merupakan variabel selanjutnya yang dianalisis, dan hasil menunjukan bahwa PDB tingkat signifikansi hubugannya adalah negatif dan tidak terlalu signifikan dengan tingkat inflasi, kondisi ini sedikit bertentangan dengan teori ekonomi makro yang ada, dimana menurut teori PDB akan berhubungan positif dengan inflasi. Kondisi ini bisa terjadi dikarenakan pada awal tahun analisis yaitu tahun 1998, tingkat inflasi Indonesia berada dalam situasi hiperinflasi akibat dari krisis ekonomi dan moneter, dan kemudian pada pertengahan tahun analisis juga ada terjadi semacam fluktuasi tingkat inflasi akibat dari pengaruh variabel makro lainnya yang menyebabkan hasil analisis hubungan PDB dan Inflasi negatif. <span style=""> </span><span style=""> </span><o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: center; text-indent: -9pt; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="SV" style="font-family:Arial;">KESIMPULAN<o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"><li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Perubahan variabel Independen dalam hal ini jumlah uang beredar, M2, suku bunga kredit dan PDB dapat menerangkan variabilitas sebesar 95,9% perubahan Inflasi, sedangkan sisanya diterangkan oleh variabel lain.</span><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p></o:p></span></li><li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Jumlah uang beredar berhubungan positif dan signifikan dengan inflasi, dengan tingkat signifikansi sebesar 0, 934.<o:p></o:p></span></li><li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">M2 berhubungan positif dan signifikan dengan inflasi, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,964. <o:p></o:p></span></li><li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Suku bunga kredit berhubungan positif tapi tidak signifikan terhadap inflasi, karena tingkat signifikansinya sebesar 0,513.<o:p></o:p></span></li><li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">PDB berhubungan negatif tetapi tidak signifikan terhadap perubahan inflasi,<span style=""> </span>karena signifikansinya sebesar -0,471.<o:p></o:p></span></li><li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">Ada hubungan linier antara variabel independen (jumlah uang beredar, M2, suku bunga kredit dan PDB) terhadap variabel dependen tingkat inflasi. Nampak pada F</span><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:8;" lang="SV" >hit </span><span lang="SV" style="font-family:Arial;">> F</span><span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:8;" lang="SV" >tabel </span><span lang="SV" style="font-family:Arial;">dan juga sig < α<o:p></o:p></span></li></ol> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="FI" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="FI" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><b style=""><span lang="FI" style="font-family:Arial;">DAFTAR PUSTAKA<o:p></o:p></span></b></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"><span lang="FI" style="font-family:Arial;"><o:p> </o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"><span lang="FI" style="font-family:Arial;">1. Aulia Pohan, Kerangka Kebijakan Moneter & Implementasinya di Indonesia, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2008.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">2. Lipsey, Courant, Purvis, Steiner, Pengantar Makroekonomi, Jilid satu, Edisi Kesepuluh, Binarupa Aksara, Jakarta, 1995.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"><span style="font-family:Arial;">3. Miranda <st1:place st="on">S Goeltom</st1:place>, The Indonesian Experience, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2007.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"><span lang="FI" style="font-family:Arial;">4. Sadono Sukirno, Makro Ekonomi Teori Pengantar, Edisi ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2006. <o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"><span lang="FI" style="font-family:Arial;">5. Samuelson Nordhaua, Ilmu MakroEkonomi, PT Media Global Edukasi, Jakarta, 2004.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">6. Sri Mulyono, Statistik untuk Ekonomi dan Bisnis, Edisi ketiga, Lembaga Penerbit FE Universitas Indonesia, Jakarta, 2006.<o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">7. <a href="http://www.bi.go.id/">www.bi.go.id</a><o:p></o:p></span></p> <p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -63pt; line-height: 150%;"><span lang="SV" style="font-family:Arial;">8. <a href="http://www.bps.go.id/">www.bps.go.id</a><o:p></o:p></span></p>Publikasi Ekonomikuhttp://www.blogger.com/profile/01982054804493973403noreply@blogger.com