<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014</id><updated>2009-10-28T22:22:09.102+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Uang dan Kekayaan</title><subtitle type='html'>Mengungkap Fakta UANG dan KEKAYAAN yg Sesungguhnya. Sebuah mata Pelajaran yg tidak diajarkan di Sekolah. Mata pelajaran yg dikuasai Milyuner sukses spt Aa Gym, Putra Sampoerna, Ciputra, Sosrodjojo (Teh Sosro), Purdi E Chandra, Bill Gates, Jeff Bezos (Amazon.com), Ray Koch (Mc Donald) dan Milyuner lain. Temukan disini Rahasia tentang KEKAYAAN dan bagaimana agar UANG yg Mengejar Anda.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-1110469638915819973</id><published>2009-09-22T04:27:00.002+07:00</published><updated>2009-09-22T04:36:42.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisa Menjadi Kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ingin Kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu kekayaan'/><title type='text'>E-BOOK "Menjadi Kaya Raya Mulai dari NOL "</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bj8tnXfvl9Y/Srfw0x0CGiI/AAAAAAAAAhQ/MZbicDcuBQM/s1600-h/menjadikayaraya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 148px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bj8tnXfvl9Y/Srfw0x0CGiI/AAAAAAAAAhQ/MZbicDcuBQM/s200/menjadikayaraya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384036669060160034" /&gt;&lt;/a&gt;
Judul: Menjadi Kaya Raya Mulai dari NOL &lt;br&gt;
Bahasa: Indonesia&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;


Menjadi Kaya Raya Mulai dari NOL Bagaimana agar kita bisa cepat kaya? Work smart adalah jawabannya. Banyak buku- buku yang mengajarkan bahwa kalau mau kaya jangan jadi pekerja, jadilah pengusaha.&lt;br&gt;

Buku ini lain daripada yang lain. Buku ini menganjurkan pergunakanlah seluruh potensi diri yang ada, bukan sebagai karyawan saja, bukan juga sebagai pengusaha saja. 

&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Paket Ini bisa Anda dapatkan &lt;a href="http://ebooksuper.110mb.com" target="_blank"&gt;disini!&lt;/A&gt; atau &lt;a href="http://ebooksuper.110mb.com/PAKET-EBOOK-SUPER.zip" target="_blank"&gt;download langsung disini&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-1110469638915819973?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/1110469638915819973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=1110469638915819973' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/1110469638915819973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/1110469638915819973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2009/09/e-book-menjadi-kaya-raya-mulai-dari-nol.html' title='E-BOOK &quot;Menjadi Kaya Raya Mulai dari NOL &quot;'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bj8tnXfvl9Y/Srfw0x0CGiI/AAAAAAAAAhQ/MZbicDcuBQM/s72-c/menjadikayaraya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-6768240078867840166</id><published>2009-09-14T21:15:00.001+07:00</published><updated>2009-09-14T21:19:08.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rezeki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia kekayaan'/><title type='text'>Rahasia Mencari Uang Terbesar Sepanjang Sejarah</title><content type='html'>Bila anda menyimak tulisan-tulisan saya terdahulu anda tentu mengetahui bahwa saya adalah fans beratnya Joe Vitale. Dia adalah seorang bekas pengutil yang mau bekerja keras untuk mengubah hidupnya menjadi lebih terhormat.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Dia mengubah hidupnya dengan berganti-ganti &lt;A HREF="http://wawan-ebook.110mb.com/kerja/" TARGET="_blank" title="Ebook Tips dan Trik Ekstrim Melamar Pekerjaan!, SEGERA MILIKI EBOOK INI DAN MENANGKAN PERSAINGAN UNTUK MENDAPATKAN LOWONGAN PEKERJAAN YANG ANDA INGINKAN!"&gt;pekerjaan&lt;/A&gt; mulai dari pekerja proyek, supir dan akhirnya menjadi seorang penulis dan spiritualis.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Salah satu buku yang menjadi favorit saya kary Joe Vitale ini berjudul "The Greatest Money Making Secret In History." Bercerita tentang prinsip dasar untuk menghasilkan uang dengan menggunakan hukum penarikan atau Law of Attraction. Berikut tulisannya saya kutip di bawah ini:
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Jika Anda membutuhkan uang, anda hanya perlu melakukan satu hal.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ia adalah satu hal yang pernah dilakukan dan masih sering diamalkan oleh orang paling makmur di muka bumi.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ia adalah satu hal yang telah tertulis dalam beragam budaya kuno dan masih didengungkan sekarang ini.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ia adalah satu hal yang akan menghasilkan uang kepada orang yang melaksanakannya namu pada saat yang bersamaan kebanyakan orang takut melakukannya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Apakah satu hal tersebut?
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
John D. Rockefeller mengamalkannya sejak ia masih kanak-kanak. Ia menjadi Millioner.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Andrew Carnegie melakukannya juga. Ia menjadi konglomerat.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Apakah rahasia mencari uang terbesar dalam sejarah itu?
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Apakah satu hal yang bekerja untuk semua orang itu?
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Memberikan uang.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ya, benar. Berikan Uang.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Berikan ia kepada orang yang membantu anda berhubungan dengan dunia anda paling dalam.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Berikan ia kepada orang yang menginspirasi anda, melayani, menyembuhkan dan mencintai anda.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Berikanlah uang kepada orang-orang tanpa mengharap balasan darinya, tapi berikanlah dengan kesadaran bahwa uang itu akan kembali kepada anda berlipat ganda dari suatu sumber.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Pada tahun 1924 John D. Rockefeller menulis kepada anaknya dan menerangkan perbuatannya memberikan uang. Ia menulis sebagai berikut, "...pada awal memperoleh uang, jauh saat saya masih kecil, saya mulai memberikannya dan terus meningkatkan pemberian itu bersamaan dengan meningkatnya penghasilan saya..."
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Apakah anda memperhatikan apa yang telah dikatakannya?
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Ia memberikan lebih banyak uang ketika ia memperoleh lebih banyak pendapatan. Ia telah memberikan $550 juta sepanjang perjalanan hidupnya.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Nah begitu tulisan pada salah satu bab "The Greatest Money making Secret In History". Sebagai seorang spiritualis, dia mengakui adanya hukum tarik menarik atau hukum sebab akibat atau istilah lainnya hukum karma. Bila anda berbuat baik maka anda akan mendapatkan karma baik dan begitu pula sebaliknya.
 
&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-6768240078867840166?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/6768240078867840166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=6768240078867840166' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/6768240078867840166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/6768240078867840166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2009/09/rahasia-mencari-uang-terbesar-sepanjang.html' title='Rahasia Mencari Uang Terbesar Sepanjang Sejarah'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-1061332336077372485</id><published>2009-09-12T20:35:00.001+07:00</published><updated>2009-09-12T20:35:55.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekayaan'/><title type='text'>CARA MUDAH DAN BIJAK MENJADI KAYA</title><content type='html'>&lt;div class='post-body entry-content'&gt;
Assalamualaikum dan salam sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya semua orang yang ada di dunia ini ingin dan mendambakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kaya&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;anda setuju ? pasti anda setuju dengan pernyataan saya, kalau anda kurang yakin coba anda bertanya pada teman sebelah anda sekarang juga atau dimanapun, sudah pasti jawabannya mau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kaya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;banyak orang rela melakukan apapun demi kekayaan, banyak orang rela waktunya hanya untuk mendapatkan kekayaan, orang tidak akan menyia-nyiakan waktunyadia terus bergelut dan bergulat dengan waktu baik siang maupun malam, dan tak kenal waktu, dia tak kenal lelah dia tak kenal menyerah, orang kerja keras dan berpikir kerasdemi untuk kekayaan,&lt;br /&gt;anda juga bisa melihat demi mencapai kekayaan orang nekad melakukan korupsi, orang rela walau harus mengorbankan harga dirinya, rela kehilangan kehormatan dirinya, keluarganya, saking dahsyatnya keinginan untuk mencapai kata&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; kaya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin sekarang udah melihat gambaran orang - orang untuk mencapai kata kaya, saya akan bawa anda kepada latar belakang atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;motivasi mengapa orang - orang mau kaya atau mau kekayaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yang pasti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;secara psikologis / psikis&lt;/span&gt; adalah beban untuk kehidupan lebih baik bagi kehidupannya dan keluarga,&lt;br /&gt;secara psikologis ini erat kaitannya atau paling dahsyat sebagai motivator dari rangkaian aktivitas, kinerja, dan perjuangan untuk mencapai kaya itu sendiri dalam beban psikologis ini akan termasuk bahwa orang tersebut ingin menjadi terhormat, terangkat derajatnya dan dipandang oleh semua golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;secara pisik&lt;/span&gt; adalah dengan melihat secara langsung pisik, nyata atau wujudnya, misal memandang rumah mewah dengan furniture yang mahal dan mewah juga, melihat kendaraan mewah atau kesenangan - kesenangan yang dari luar sungguh menyenangkan dan membahagiakan yang selama ini tidak dirasakannya, karena secara pisik ini kekayaan identik dengan kesenangan dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Mudahkah menjadi kaya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan diatas kita tujukan kepada orang - orang yang kaya, ternyata menjadi kaya itu ada 3 jawaban: pertama menjadi kaya itu sulit, kedua menjawab tidak tahu, dan ketiga menjawab menjadi kaya mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sulit Menjadi Kaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;katakanlah Si A, bagi dia kaya itu sulit, dia menjadi orang kaya seperti sekarang ini sudah melewati perjuangan yang panjang, waktu yang lama, pengorbanan yang besar, kerja keras yang tak kenal waktu, bermacam - macam usaha telah dicoba, berbagai cara sudah ditempuh.&lt;br /&gt;pada awalnya dia juga tidak tahu akan seperti sekarang ini, dia juga mengalami banyak tantangan dan rintangan tapi dia tidak kenal putus asa, selalu mencoba dan mencoba, selalu berusaha dan berusaha, dia selalu bangkit walau gagal dan kembali mencoba dan tidak mengulangi kesalahan yang baru. Dia punya prinsip tak mengenal menyerah, tak mengenal kalah, yang dia tanamkan dihatinya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKU HARUS KAYA ( I have to rich ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tidak Tahu Menjadi Kaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak juga yang Kaya seperti Si B, bagi dia menjadi kaya itu tidak tahu, tahu - tahu dia sudah menjadi kaya. Mungkin anda bertanya ko bisa?&lt;br /&gt;ya banyak orang seperti ini mereka biasanya kaya karena keturunan, orang tuanya sudah kaya mungkin juga dari kakek neneknya sudah kaya sehingga sampai ke Si B masih kaya.&lt;br /&gt;Si B cenderung tidak mengalami kesulitan menjadi kayadia sudah langsung menikmati dan hanya memanfaatkan fasilitas yang sudah ada.&lt;br /&gt;Bisa juga Si B orang tuanya seorang pejabat, seorang yang penting didalam kabinet, bisa anda lihat dan mungkin anda setuju bahwa hampir semua pejabat di negeri ini orang kaya.&lt;br /&gt;jadi Si B ini termasuk orang yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mudah Menjadi Kaya&lt;/span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mudah menjadi kaya, kata itulah yang indah untuk didengar, mengapa? karena&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; kaya adalah suatu impian&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;( rich is a dream) dan kaya adalah impian umat manusia (everybody dream).&lt;br /&gt;Bagi orang dulu hanya impian, bagi orang dulu mungkin tidak percaya kekayaan bisa diraih dengan mudah, kekayaan bisa diraih dengan gampangtetapi waktu terus berlalu dunia informasi terus berkembang dan mengalami kemajuan yang sangat pesat sekali.&lt;br /&gt;Dengan tumbuhnya teknologi informasi ini, khususnya dunia internet maka banyak orang yang &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;mudah menjadi kaya&lt;/span&gt; dengan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;System Mesin Uang Otomatis&lt;/span&gt; (SMUO)&lt;br /&gt;nanti kita bahas pada bahasan berikutnya,&lt;br /&gt;Walau kaya itu mudah tapi tak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi dengan adanya System ini kaya itu bisa benar - benar diraih dan diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat - syarat mudah menjadi kaya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Harus mempunyai Niat dan tekad menjadi kaya&lt;br /&gt;2. Berani mengambil resiko&lt;br /&gt;3. Kerja keras&lt;br /&gt;4. konsisten dan konsekuen&lt;br /&gt;5. Leadership&lt;br /&gt;6. Jujur dan punya niat baik&lt;br /&gt;7. Percaya diri&lt;br /&gt;8. Memperdalam kemampuan (terus belajar)&lt;br /&gt;9. Rasa sosial yang tinggi dan kebesaran hati&lt;br /&gt;10. Bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tetapi yang harus kita cari adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kekayaan yang sempurna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, kekayaan hati dan kekayaan harta yang dipadukan sehingga kita bisa lebih banyak memberi kepada sesama rasa sosial yang tinggi dan syukur kepada sang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khalik&lt;/span&gt; yang terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.
&lt;div style='clear: both;'&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-1061332336077372485?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/1061332336077372485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=1061332336077372485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/1061332336077372485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/1061332336077372485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2009/09/cara-mudah-dan-bijak-menjadi-kaya.html' title='CARA MUDAH DAN BIJAK MENJADI KAYA'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-820026817258968960</id><published>2009-08-21T15:32:00.002+07:00</published><updated>2009-08-21T15:34:21.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rezeki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia memberi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia kekayaan'/><title type='text'>Memberi = Investasi Rejeki</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Memberi = Investasi Rejeki&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
Dalil matematika manapun akan mengatakan bahwa untuk memperbanyak apa yang anda miliki adalah dengan cara menambahnya, bukan menguranginya, apalagi memberikannya kepada orang lain. Semakin banyak anda memberikan kepada orang lain, maka semakin habislah apa yang anda miliki. Benarkah demikian?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Alam semesta memiliki rumus tersendiri yang tidak bisa dinalar oleh pikiran manusia. Lao Tze dengan ajaran Tao nya mengatakan bahwa anda tidak bisa mengisi sebuah mangkuk dengan air jika anda tidak mengosongkannya terlebih dahulu. Makna yang tersirat adalah bahwa apa yang anda dapatkan bukan semata-mata karena usaha anda sendiri, namun ada campur tangan Tuhan disitu. Oleh karenanya, apa yang telah anda peroleh dengan cuma-cuma, berikanlah juga untuk orang lain secara cuma-cuma. Dengan demikian "mangkuk" anda akan selalu dipenuhi-Nya. Tetapi, perlu diingat bahwa rumus tersebut baru akan bekerja jika ada ketulusan didalamnya. Artinya, jika anda melakukannya dengan mengharapkan balasan, itu masuk dalam kategori investasi. Dengan demikian rumus rejeki diatas tidak akan berhasil.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Yang dimaksud memberi tidaklah harus berupa uang, namun apapun yang dapat anda lakukan untuk membantu orang lain. Saya pernah bertemu dengan seorang pemilik salon kecantikan di daerah Jakarta Selatan. Dia termasuk pengusaha sukses di bidangnya. Salonnya begitu megah dan tak pernah sepi dikunjungi orang. Melihat penampilan dan mobil yang dikendarainya, setiap orang bisa langsung mengetahui bahwa dia orang yang berduit. Siapa yang menyangka dibalik kemewahan dan kesuksesannya, dia memiliki satu kegiatan sosial yang rutin dilakukannya. Sebulan sekali, dia akan mengunjungi panti asuhan untuk memotong rambut anak-anak yang ada disitu tanpa dipungut biaya dan dia melakukannya dengan senang hati dan benar-benar menikmatinya. Sangat mengagumkan mengetahui bahwa ketika anda mendayagunakan diri anda untuk orang lain dengan tulus, maka hidup anda tidak akan pernah terlantar dan kekurangan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Rumus rejeki diatas mengajarkan bahwa hidup haruslah berbagi. Hidup anda barulah bermakna jika bermanfaat untuk orang lain. Ketika anda menggunakan apa yang anda miliki untuk memperbaiki hidup orang lain, maka alam semesta lah yang akan memperbaiki hidup anda. Jadi janganlah khawatir akan kekurangan. Makin besar ketulusan yang anda berikan, makin banyak pula pintu rejeki yang akan terbuka untuk anda. Itulah hukum alam.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Written by : Handoko&lt;br&gt;
http://katamataku.blogspot.com/
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-820026817258968960?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/820026817258968960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=820026817258968960' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/820026817258968960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/820026817258968960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2009/08/memberi-investasi-rejeki_21.html' title='Memberi = Investasi Rejeki'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-6347267463939401342</id><published>2008-11-10T11:09:00.000+07:00</published><updated>2008-11-10T11:10:26.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pensiun muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Richest'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia orang kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pasif income'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peluang bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dana hibah'/><title type='text'>Belajar dari Orang Kaya - The Richest</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Belajar dari Orang Kaya - The Richest&lt;/h2&gt;


&lt;p&gt;
Semua orang hendak menjadi orang kaya di suatu hari nanti, di masa depannya.  Kalau kita hanya menginginkan &lt;A HREF="http://cerdasdankaya.blogspot.com" TARGET="_blank"&gt;kekayaan&lt;/A&gt; untuk diri kita dan pemuasan nafsu kita semata mata, maka ini adalah suatu pengejaran cita cita yang paling rendah dan hampa sekali maknanya.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Hanya segelintir orang yang menginginkan &lt;A HREF="http://cerdasdankaya.blogspot.com" TARGET="_blank"&gt;kekayaan&lt;/A&gt; karena suatu visi dan misi yang besar.  Tanpa ada suatu nilai esensi yang lebih berarti, &lt;A HREF="http://keberkahanfinansial.blogspot.com" TARGET="_blank"&gt;kekayaan&lt;/A&gt; yang kita inginkan itu tidak bisa memberikan makna dan arti hidup yang sebenarnya, kalaupun tercapai.  
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; 

Ingin bikin HIDUP lebih HIDUP?
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
 
Oleh sebab itu, janganlah menginginkan &lt;A HREF="http://keberkahanfinansial.blogspot.com" TARGET="_blank"&gt;kekayaan&lt;/A&gt; itu hanya karena semata mata untuk diri pribadi kita sendiri.  Tetapi capailah kekayaan itu karena anda memerlukan kekayaan untuk melaksanakan cita cita anda, untuk visi dan misi yang jauh lebih berarti hanya daripada sekedar angka angka nol yang terkumpul di tabungan anda, atau untuk membahagiakan keluarga Ã¢â‚¬" papa mama, suami, isteri, anak anak, saudara, sanak keluarga yang kekurangan.  Ada yang lebih besar dari sekedar itu?
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sejarah mencatat bahwa saat ini dunia mempunyai lebih dari seribu nama nama orang kaya yang padahal di tahun 1985 daftar tersebut hanya di bawah 20 orang saja.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Kekayaan yang selama ini menumpuk di daerah Amerika Serikat sedang mengalami perubahan.  Di tahun 2003, 8 dari 10 orang kaya terbesar versi majalah Forbes terdiri dari orang Amerika.  Sekarang kita hanya melihat 2 orang Amerika saja di 10 besar, yakni Warren Buffett dan Bill Gates. Semakin lama semakin berkurang daftar orang Amerika di kalangan orang kaya terbesar dunia.  Ini menunjukkan bahwa akan ada semakin banyak pemain dan muka baru yang masuk daftar orang kaya yang berasal dari Negara India dan Cina, raksasa ekonomi yang baru.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Mengingat keadaan resesi yang semakin memperberat ekonomi di Amerika dan kebutuhan yang bertambah untuk kepentingan perang bagi Amerika, kemungkinan besar orang kaya Amerika akan lebih banyak yang tergeser dan digantikan oleh orang orang Timur Tengah (Negara penghasil minyak), India dan Cina.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Bagaimana cara terbaik &lt;A HREF="http://keberkahanfinansial.blogspot.com" TARGET="_blank"&gt;menciptakan dan mempertahankan kekayaan&lt;/A&gt;? Belajarlah dari orang orang yang telah berhasil dan ikuti saja jejak mereka.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Mari kita kaji orang orang kaya yang berada dalam daftar tersebut.1/3 orang kaya besar  tsb mendapatkan kekayaan mereka melalui warisan, contohnya: The Waltons.  2/3 orang kaya terbesar memperoleh kekayaan melalui bisnis mereka. Separuh dari pebisnis sukses tersebut memulai dari uang keluarga, usaha keluarga, dan separuhnya lagi memulai dari nol.  
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Orang orang yang memulai dari bawah adalah Bill Gates, Warren Buffett, Sergey Brin dan Larry Page  yang mendapatkan kekayaan dari hasil jerih payah mereka. Orang orang seperti inilah yang harus kita panuti dan mendengarkan nasihat dan petunjuk mereka  untuk bisa menjadi berhasil pada zaman ini.
 &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Banyak dari kita yang tidak mengetahui secara pribadi orang orang sukses tersebut.  Tetapi kita dapat mempelajari mereka melalui buku buku dan tulisan mereka. Beberapa poin yang dapat disimpulkan dari buku buku mereka dapat dicuplik sebagai berikut:
 &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

1. Sekolah Formal itu berpengaruh tetapi tidak mutlak (makanya ada judul buku, Kalau mau KAYA, ngapain sekolah).
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Kita disarankan untuk menempuh jalur formal sekolah untuk memulai sesuatu usaha.  Tetapi dari semua orang kaya terbesar yang sukses, kita melihat mereka sukses bukan hanya karena semata mata telah menempuh pendidikan yang bagus dan tinggi.  Memang kebanyakan dari orang kaya besar (sekitar 90%)  memiliki gelar. Tetapi ini bukan syarat utama untuk mencapai kesuksesan. Dari beberapa orang kaya besar saat ini seperti Bill Gates,  Steve Jobs, Fred DeLuca, David Geffen, Andrei Melnichenkotidak tamat perguruan tinggi.  Dan David Murdock (Dole Foods), S. Truett Cathy (Chick-Fil-A), Richard Desmond (orang Inggris) bahkan tidak tamat SMA.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

2. Orang Kaya Besar (Pebisnis Sukses) tersebut bekerja jauh lebih keras dan lebih panjang waktunya daripada pekerja pekerja mereka.  
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Kebanyakan pebisnis sukses tersebut mengatakan bahwa mereka bekerja 50 hingga 55 jam per minggu.  Tetapi sebagian lagi, seperti Ted Rogers, seorang tycoon Komunikasi di Canada bekerja 12 jam dalam sehari.Dan Bill Gates ketika masih bekerja di Microsoft dan Jeff Skoll si penemu eBay, sama sekali tidak pernah beristirahat maupun cuti ketika bisnis mereka selagi berkembang.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

3. Pebisnis sukses selalu mencari dan secara terus menerus mengambil &lt;A HREF="http://bisnistop.110mb.com" TARGET="_blank"&gt;peluang bisnis&lt;/A&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Setiap kali mereka mendengar tentang perkembangan ekonomi maupun &lt;A HREF="http://bisnistop.110mb.com" TARGET="_blank"&gt;bisnis&lt;/A&gt; dari waktu ke waktu, mereka selalu berpikir "bagaimana saya bisa mendapatkan keuntungan dari hal ini?"
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

4. Pebisnis sukses tidak pernah berlarut larut dalam kesalahan
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Mereka menilai kegagalan dan kekalahan sebagai peluang belajar.  "saya tidak pernah mengingat adanya kesalahan"  mendiang James Sorenson, bilyuner farmasi mengatakannya  kepada Forbes, "hanya peluang untuk memecahkan persoalan".
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

5. Pebisnis sukses berpikir tidak secara keseluruhan, secara positif maupun negatif melainkan secara strategis
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Daripada memikirkan "ini tidak mungkin" atau "saya bisa melakukannya semuanya".  Mereka berpikir "mungkinkah ini dijalankan?" dan "jikalau mungkin, bagaimana saya bisa melakukannya?"
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

6. Pengusaha sukses tidak percaya akan NASIB BAIK
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Dalam suatu angket yang dilakukan Forbes pada 400 responden dari orang orang terkaya di dunia,  TIDAK ADA SEORANGPUN yang mengatakan bahwa mereka menjadi kaya hanya semata mata karena nasib baik.  Sebagian menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan nasib sebagai faktor yang minor. Kebanyakan, seperti Oprah Winfrey, mengatakan bahwa Nasib Baik adalah cara orang luar menafsirkan seseorang yang bekerja keras dan mengambil kesempatan.  Winfrey menyatakan bahwa: "NASIB BAIK" adalah suatu persiapan menemukan suatu saat tibanya peluang.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

7. Pengusaha sukses tidak semata mata digerakkan oleh uang.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Komitmen akan ide, visi dan misi mereka dan melakukannya secara intensif  dan melihat perbedaan yang dapat mereka lakukan. &lt;A HREF="http://keuanganpribadiku.blogspot.com" TARGET="_blank"&gt;Uang&lt;/A&gt; hanyalah hasil akhir dari pekerjaan, visi mereka.  Semua orang memang mengkehendaki kekayaan" tidak ada bedanya dengan orang yang sama sekali tidak mempunyai perusahaan/usaha maupun sang  pengusaha sukses. Hanya komitmen, tanggung jawab penuh  yang membuat hasil akhir yang berbeda.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Oleh sebab itu, jikalau anda hendak berhasil seperti orang kaya terbesar di dunia, milikilah visi misi yang lebih berarti.  Ciptakanlah kebiasaan-kebiasaan yang diterapkan orang sukses dalam menjalankan visi misi mereka.  Dan menunggu buah yang anda tanamkan dengan tekun untuk melihat hasil.  Tidak pernah melihat pada kegagalan melainkan bagaimana membuat semuanya menjadi lebih baik, lebih bagus dan lebih bermanfaat. Didiklah konsep dan pandangan anda tentang uang dan maknanya.Mulailah berinvestasi. Dan carilah &lt;A HREF="http://ecerdas.com/?id=xtraincome" TARGET="_blank"&gt;peluang2 untuk memulai suatu usaha&lt;/A&gt; atau memulai langkah awal &lt;A HREF="http://bisnistop.110mb.com" TARGET="_blank"&gt;investasi&lt;/A&gt; untuk pencapaian impian anda.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
 
Seseorang yang tidak memiliki impian adalah tidak bedanya  dengan orang yang telah mati.  Milikilah VISI dan MISI yang dapat mengubah dunia menjadi seperti apa yang anda kehendaki. Mulailah dengan suatu usaha baru.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Selamat dan SUKSES untuk anda.

&lt;p&gt;
&lt;A HREF="http://www.keuanganpribadi.com/?id=xtraincome" TARGET="_blank"&gt;&lt;FONT COLOR="#E10000"&gt;
Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;br&gt;
&lt;A HREF="http://keuanganpribadiku.blogspot.com" TARGET="_blank"&gt;http://keuanganpribadiku.blogspot.com&lt;/A&gt;

&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt" FACE=""&gt;

tag : rahasia orang kaya, The Richest, belajar bisnis, investasi bisnis, peluang bisnis, bisnis internet, bisnis online, investasi, dana hibah, uang, pensiun muda, pasif income, penghasilan tambahan, multi income, reseller, finansial, saham, keberkahan finansial, perencanaan keuangan, duit, sejahtera, kaya, sukses, makmur, waralaba, franchise, sedekah, bank, mesin uang, syariah, kredit, kebebasan finansial, kesejahteraan, kemandirian, wirausaha, business owner, entrepreneur, pengusaha, supplier, menabung
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-6347267463939401342?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/6347267463939401342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=6347267463939401342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/6347267463939401342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/6347267463939401342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/11/belajar-dari-orang-kaya-richest.html' title='Belajar dari Orang Kaya - The Richest'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-788154091170327058</id><published>2008-09-06T12:17:00.000+07:00</published><updated>2008-09-06T12:20:20.578+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menjadi KAYA Ada Ilmunya'/><title type='text'>Menjadi KAYA Ada Ilmunya</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Menjadi KAYA Ada Ilmunya&lt;/h2&gt; 
 
&lt;p&gt;
Satu lagi, versi &lt;A HREF="http://ebook2murah.blogspot.com" TARGET="_blank"&gt;ebook&lt;/A&gt; dari sebuah buku paling spektakuler yang pernah diterbitkan, akan Saya bagi-bagikan untuk Anda. Gratis. Judul ebook ini adalah &lt;b&gt;"The Science of Getting Rich"&lt;/b&gt; karya Wallace D. Wattles. &lt;FONT COLOR="#E10000"&gt;Ya, untuk menjadi &lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/lazy-man-way-to-millionaire.html" TARGET="_blank"&gt;kaya&lt;/A&gt; &lt;A HREF="http://ternyata.blog.com/" TARGET="_blank" title=""&gt;ternyata&lt;/A&gt; ada ilmunya&lt;/FONT&gt;. Bukan hanya keahlian, tapi ilmu eksakta, seperti juga aljabar dan matematika. Menarik bukan?
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Dalam kata pengantarnya, sang pengarang menyebutkan, bahwa buku ini berorientasi pragmatis dan tidak filosofis. Alias, &lt;FONT COLOR="red"&gt;&lt;b&gt;buku ini adalah pedoman praktis untuk menjadi kaya&lt;/b&gt;&lt;/FONT&gt;. Bahkan, Tuan Wallace menyebutkan bahwa siapa pun orang yang mau menerapkan pedoman dan prinsip di dalam buku ini, tanpa keraguan dan kekhawatiran, akan menjadi kaya. Wallace juga menegaskan, bahwa semua petunjuk yang ada di buku ini, adalah "exact science, and failure is impossible".
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sebelum Anda menjadi ragu, Saya akan meyakinkan Anda. Anda tahu siapa Rhonda Byrne? Rhonda Byrne adalah produser film &lt;FONT COLOR="red"&gt;&lt;b&gt;"The Secret"&lt;/b&gt;&lt;/FONT&gt; yang menghebohkan itu. Berikut ini adalah komentarnya tentang buku ini:
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;i&gt;"This book is the key to prosperity you have longed for. It will change your life. Be aware, as you read it, that it was written almost 100 years ago. Some of the language is a little dated (or 'quaint') and you'll need to come to it with an open mind and heart. Remember, though, you are about to discover an exciting new reality. You are about to learn the fundamental principles of wealth creation and life success. Stay with it. As Wallace himself says, trust and believe. Whatever you want in life is right there waiting for you. With this book, it is right in your hands."&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sebagai catatan awal, buku ini menggunakan bahasa Inggris yang cukup kuno. Jadi sedikit sulit memahaminya. Tapi Anda boleh percaya, isinya bagus untuk sukses Anda. Beberapa ungkapan di dalam buku ini harus Anda terjemahkan ulang sesuai dengan terminologi Anda. Lebih dari itu, apa yang paling penting adalah menyesuaikannya dengan sistem keyakinan atau agama Anda. Mungkin ada yang cocok dan mungkin ada yang tidak cocok, mungkin ada yang sejalan atau mungkin ada yang bertentangan.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="#E10000"&gt;ILMU MENJADI KAYA ADALAH EKSAKTA&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Setiap orang, mengisi kehidupannya dengan tiga motivasi utama, yaitu hidup untuk tubuh, hidup untuk pikiran, dan hidup untuk jiwa. Untuk bisa hidup sepenuhnya, setiap orang layak dan berhak menjadi &lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/lazy-man-way-to-millionaire.html" TARGET="_blank"&gt;kaya&lt;/A&gt;.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;i&gt;Untuk menjadi kaya, ada ilmunya. Ilmu ini, adalah ilmu eksak seperti aljabar atau matematika. Jika Anda menguasai ilmu ini, maka Anda akan menjadi &lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/lazy-man-way-to-millionaire.html" TARGET="_blank"&gt;kaya&lt;/A&gt; dengan kepastian yang matematis.&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Kepemilikan atas &lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/rahasia-si-untung-rezeki-dan-kekayaan.html" TARGET="_blank"&gt;kekayaan&lt;/A&gt;, uang, dan harta benda, adalah hasil dari berbagai tindakan yang dilakukan dalam cara tertentu (Certain Way). Siapapun yang bertindak dalam cara ini, entah sengaja atau tidak, akan menjadi kaya. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="#30a72f"&gt;&lt;b&gt;Sebaliknya, siapa pun yang melakukan berbagai hal tidak dengan cara ini, sekeras apa pun mereka berusaha dan bekerja, sehebat apapun kemampuannya, tidak akan pernah menjadi kaya.&lt;/b&gt;&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;b&gt;Ungkapan di atas adalah benar berdasarkan fakta-fakta berikut ini.&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/lazy-man-way-to-millionaire.html" TARGET="_blank"&gt;Menjadi kaya&lt;/A&gt; bukanlah semata-mata tentang lingkungan. Jika menjadi kaya ditentukan oleh lingkungan, maka semua orang di suatu lingkungan tertentu, mestinya akan kaya. Semua orang di suatu kota akan kaya. Semua orang di suatu kampung akan kaya. Semua orang di suatu negeri akan kaya. Kenyataannya, tidak demikian.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Di sebuah RT, orang kaya tinggal bersebelahan dengan orang miskin. Dua pemilik toko yang bersebelahan, dengan barang dagangan yang sama, dan dengan kerja keras yang sama, &lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/rahasia-si-untung-rezeki-dan-kekayaan.html" TARGET="_blank"&gt;kekayaannya&lt;/A&gt; akan berbeda.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="#30a72f"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Menjadi kaya, adalah dengan berpikir dan melakukan berbagai hal dengan cara tertentu (Certain Way).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/lazy-man-way-to-millionaire.html" TARGET="_blank"&gt;Menjadi kaya&lt;/A&gt; juga bukan semata-mata tentang bakat. Banyak orang berbakat tetap miskin selama hidupnya. Sementara orang yang tidak berbakat justru menjadi kaya. Studi Wallace dan rekan-rekannya menunjukkan, bahwa orang-orang yang kaya justru memiliki bakat dan kemampuan yang rata-rata. Sama seperti Anda.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="#30a72f"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Menjadi kaya, adalah dengan berpikir dan melakukan berbagai hal dengan cara tertentu (Certain Way).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/lazy-man-way-to-millionaire.html" TARGET="_blank"&gt;Menjadi kaya&lt;/A&gt; juga bukan hasil dari kebiasaan dan kemampuan menabung dan berhemat semata-mata. &lt;b&gt;Banyak orang yang pelit tetap miskin, dan banyak orang yang royal justru tetap kaya.&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="#30a72f"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Menjadi kaya, adalah dengan berpikir dan melakukan berbagai hal dengan cara tertentu (Certain Way).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/lazy-man-way-to-millionaire.html" TARGET="_blank"&gt;Menjadi kaya&lt;/A&gt; juga tidak berhubungan dengan kegagalan atau keberhasilan saja. Dua orang pengusaha, yang bekerja sama kerasnya, kemudian sama berhasilnya, pada akhirnya akan memiliki &lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/rahasia-si-untung-rezeki-dan-kekayaan.html" TARGET="_blank"&gt;kekayaan&lt;/A&gt; yang berbeda.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/lazy-man-way-to-millionaire.html" TARGET="_blank"&gt;Menjadi kaya&lt;/A&gt; juga bukan tentang pilihan profesi atau bidang usaha. Mereka yang profesinya sama, atau bisnisnya sama, tetap saja "kayanya" berbeda.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/lazy-man-way-to-millionaire.html" TARGET="_blank"&gt;Menjadi kaya&lt;/A&gt;, juga bukan tentang ada atau tidaknya modal. Banyak yang bermodal besar tapi bangkrut, dan banyak yang hanya "moderat", alias modal dengkul sama urat, berakhir sebagai orang kaya.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="#30a72f"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Menjadi kaya, adalah dengan berpikir dan melakukan berbagai hal dengan cara tertentu (Certain Way).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Menurut hukum sebab akibat, "sebab" yang sama, akan menghasilkan "akibat" yang sama. Dan jika ini berlaku, maka "menjadi kaya" adalah ilmu eksakta.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Apa yang diperlukan untuk menguasai &lt;b&gt;Certain Way&lt;/b&gt; ini? Cukup hanya kemampuan berpikir dan kemampuan memahami. Setiap orang bisa menjadi kaya. Tentu saja, Anda juga.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Untuk &lt;A HREF="http://indojutawan.com/pdf/?id=wawanbiz" TARGET="_blank"&gt;menjadi kaya&lt;/A&gt;, Anda bisa memulainya dengan profesi, &lt;A HREF="http://indojutawan.com/pdf/?id=wawanbiz" TARGET="_blank"&gt;bisnis&lt;/A&gt;, dan lokasi Anda saat ini. Tak perlu ganti profesi atau banting stir ke bisnis lain, tak perlu juga Anda berpindah tempat.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Hal pertama yang harus Anda pahami, adalah &lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/jangan-meremehkan-kesempatan-kecil.html" TARGET="_blank"&gt;kesempatan dan peluang&lt;/A&gt; atau opportunity. Ia ada di mana-mana. Monopoli tak akan bisa mengikatnya. Monopoli tidak akan membuat Anda miskin, sebab kesempatan ada di mana-mana. Cari dan temukanlah. Lalu, lakukan segalanya in &lt;b&gt;Certain Way&lt;/b&gt;. Anda tidak akan menjadi miskin.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Anda juga tidak akan menjadi miskin karena supply dari &lt;A HREF="http://www.IndoJutawan.com/pro/wawanbiz" TARGET="_blank"&gt;orang kaya&lt;/A&gt; yang terbendung atau terhenti alirannya. Segala sesuatunya telah tersedia, lebih dari cukup. Dunia ini ada dalam keseimbangan, sebab aliran itu tak akan pernah berhenti.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Apa yang telah menjadi sampah bagi seseorang, akan menjadi bahan baku bagi orang lain. Kertas, plastik, kaca, dan botol yang sudah tak terpakai, telah mengantarkan pemulung dan pedagang pengumpul naik haji lebih dari satu kali. Itu contohnya.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Alam semesta yang kita tinggal di dalamnya, adalah gudang &lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com/2007/09/rahasia-si-untung-rezeki-dan-kekayaan.html" TARGET="_blank"&gt;kekayaan&lt;/A&gt; yang tak akan ada habisnya. Persediaannya tak akan pernah menyusut.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;b&gt;Prinsip-prinsip di dalam buku ini adalah sebagai berikut.&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Prinsip 1 Mata Air Kekayaan Adalah Pikiran&lt;br&gt;
Prinsip 2: Rezeki Sudah Digariskan&lt;br&gt;
Prinsip 3: Jangan Ragu Berharap Lebih Kaya&lt;br&gt;
Prinsip 4: Bersyukur Membuat Lebih Kaya&lt;br&gt;
Prinsip 5: Berpikir Dengan Cara Tertentu&lt;br&gt;
Prinsip 6: Berpikir Positif, Kreatif, Dan Fokus&lt;br&gt;
Prinsip 7: Bertindak Dengan Cara Tertentu&lt;br&gt;
Prinsip 8: Bertindak Efisien&lt;br&gt;
Prinsip 9: Masuk Ke Bisnis Yang Tepat&lt;br&gt;
Prinsip 10: Menciptakan Nilai Tambah&lt;br&gt;
Prinsip 11: Menjadi Pemberi Nilai Tambah&lt;br&gt;
Prinsip 12: Keberanian Menciptakan Kekayaan&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Bagaimana, Anda tertarik dengan buku ini? Saya berikan Buku ini gratis untuk Anda, buku fenomenal &lt;b&gt;"The Science of Getting Rich"&lt;/b&gt;.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Untuk mendapatkannya silahkan ikuti syarat berikut. &lt;i&gt;Saya sengaja mengajukan syarat ini agar hanya Anda yang bersedia berusaha lah yang pantas untuk mendapatkan buku seperti ini&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Syaratnya mudah sekali, Anda register dulu Free di&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
&lt;A HREF="http://ecerdas.com/?id=xtraincome" TARGET="_blank"&gt;http://ecerdas.com/?id=xtraincome&lt;/A&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Setelah jadi free member di eCerdas, Kemudian silahkan japri Saya lewat email ini &lt;FONT COLOR="blue"&gt;surgaweb@gmail.com&lt;/FONT&gt;, dan jangan lupa gunakan subyek atau judul email yang jelas misalnya &lt;b&gt;Minta Ebook "The Science of Getting Rich"&lt;/b&gt;. Saya akan berikan ebook "The Science of Getting Rich" ini gratis untuk Anda.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Posting ini adalah bagian wajib yang diharuskan dalam:
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
"&lt;A HREF="http://milis-bicara.blogspot.com/2007/04/game-of-success_11.html" TARGET="_blank"&gt;A Game of Success&lt;/A&gt;".

&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Sumber
&lt;A HREF="http://milis-bicara.blogspot.com/" TARGET="_blank"&gt;http://milis-bicara.blogspot.com/&lt;/A&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-788154091170327058?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/788154091170327058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=788154091170327058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/788154091170327058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/788154091170327058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/09/menjadi-kaya-ada-ilmunya.html' title='Menjadi KAYA Ada Ilmunya'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-6869927888688679799</id><published>2008-09-06T12:15:00.000+07:00</published><updated>2008-09-06T12:16:55.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hiduplah Dengan Tujuanmu'/><title type='text'>Hiduplah Dengan Tujuanmu</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Hiduplah Dengan Tujuanmu&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
Bila kau bermaksud menjadi kaya&lt;br&gt;
Mulailah hidup sebagai orang kaya&lt;br&gt;
Mulailah hidup dengan rasa kecukupan dan kelimpahan&lt;br&gt;
Mulailah hidup dengan rasa syukur&lt;br&gt;
Janganlah kau merasa kekurangan&lt;br&gt;
Janganlah kau merasa tidak punya apa-apa&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Bila kau berkehendak menjadi dermawan&lt;br&gt;
Mulailah hidup sebagai penderma&lt;br&gt;
Milikilah semangat berbagi pada sesama&lt;br&gt;
Periksa lemari pakaianmu&lt;br&gt;
Periksa rak sepatumu&lt;br&gt;
Periksa meja makanmu&lt;br&gt;
Periksa dapurmu&lt;br&gt;
Periksa saku celanamu&lt;br&gt;
Periksa dirimu&lt;br&gt;
Adakah sesuatu yang bisa kau berikan dari sana&lt;br&gt;
Sedikit saja... sedikit saja... ya sedikit saja&lt;br&gt;
Berikan pada mereka yang memerlukan&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Bila kau berkeinginan menjadi ilmuwan&lt;br&gt;
Mulailah hidup sebagai pencari ilmu&lt;br&gt;
Mulailah menggelorakan semangat belajar&lt;br&gt;
Mulailah menghargai pengetahuan&lt;br&gt;
Bangkitkan rasa ingin tahu&lt;br&gt;
Jangan merasa diri paling tahu&lt;br&gt;
Jangan merasa diri paling pandai&lt;br&gt;
Jangan merasa diri pintar&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Bila kau ingin tujuanmu terwujud&lt;br&gt;
Mulailah hidup dengan tujuanmu&lt;br&gt;
Mulailah dari yang paling kecil sekalipun&lt;br&gt;
Mulailah dari sana...&lt;br&gt;
Mulailah dari dirimu sendiri&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-6869927888688679799?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/6869927888688679799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=6869927888688679799' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/6869927888688679799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/6869927888688679799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/09/hiduplah-dengan-tujuanmu.html' title='Hiduplah Dengan Tujuanmu'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-3882715489977639103</id><published>2008-07-17T19:46:00.000+07:00</published><updated>2008-07-17T19:52:01.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEKUATAN SEDEKAH'/><title type='text'>KEKUATAN SEDEKAH</title><content type='html'>&lt;h2&gt;KEKUATAN SEDEKAH&lt;/h2&gt;


&lt;p&gt;
Ini pendapat Joe Vitale, penulis Spiritual Marketing. Juga pendapat banyak penulis lain yang dari pengalamannya mendapati bahwa semakin dia rela memberi (bersedekah) semakin banyak apa yang dia sumbangan itu kembali kepada dirinya dengan berlipat-lipat. Kalu dia nyumbang uang, maka (biasanya) akan datang uang. Kalau tenaga, maka akan kembali banyak bantuan. Kalau ilmu, maka akan kembali lebih banyak ilmu. Mereka menemukan bahwa "to give in order to get" adalah suatu hukum universal.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 

Sebentar, masih menurut orang-orang tersebut, hanya sedekah yang tulus lah yang akan menggetarkan semesta. Jadi tidak semua pemberian akan memberikan efek pengembalian yang diharapkan. Tentu saja ini bukan sok merasa lebih tahu tentang cara yang disukai Tuhan, ini adalah berbagi pengalaman apa yang mereka rasakan. Kisah-kisah mereka dikumpulkan dalam e-book "The Greatest Money-Making Secret in History!". Silahkan di download sendiri ya. http://www.plainwords.co.nz/greatestmms.pdf
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  

Berikut ini cara bersedekah (menyumbang) yang mereka rasakan mampu menggetarkan spiritualitas mereka :
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  

1. Bersedekahlah saat merasa ingin bersedekah, jangan sampai merasa terpaksa. Bila saat bersedekah kita justru merasa kesal, maka akan tertanam di bawah sadar bahwa bersedekah itu tidak enak, bahkan mengesalkan. Mungkin seperti kalau kita bayar parkir kepada preman di pinggir jalan. Ada perasaan terpaksa, tak berdaya, bahkan dirampok. Bukan karena besar kecilnya nilai uang, tapi rela tidaknya perasaan saat memberikan sumbangan. Kalau anda sedang suntuk, tunggu sampai hati lebih riang. Memberi dengan berat hati akan memberi asosiasi buruk ke alam bawah sadar.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  

2. Bersedekahlah kepada sesuatu yang disukai sehingga hati Anda tergetar karenanya. Mungkin suatu ketika Anda ingin menyumbang yatim piatu, di waktu lain mungkin menyumbang perbaikan jembatan, mungkin pelestarian satwa yang hampir punah, mungkin disumbangkan untuk modal usaha bagi seorang pemula. Intinya adalah Anda sebaiknya menyedekahkan pada hal yang membuat perasaan Anda tergetar. Setiap orang akan berbeda. Seringkali seseorang menyumbang ke tempat ibadah, tapi hatinya tidak sejalan, hanya karena kebiasaan. Menyumbang yang tak bisa dihayati tak akan menggetarkan kalbu.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  

3. Bersedekahlah dengan sesuatu yang bernilai bagi Anda. Kebanyakan wujudnya adalah uang, namun lebih luas lagi adalah benda yang juga anda suka, pikiran, tenaga, ilmu yang anda suka. Dengan menyumbang sesuatu yang anda sukai, membuat anda juga merasa berharga karena memberikan sesuatu yang berharga. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 

4. Bersedekahlah dalam kuantitas yang terasa oleh perasaan. Bagaimana rasanya memberi sedekah 25 rupiah? Bagi kebanyakan orang nilai ini sudah tidak lagi terasa. Untuk seseorang dengan gaji 1 juta, maka 50 ribu akan terasa. Bagi yang perpenghasilan 20 juta, mungkin 1 juta baru terasa. Setiap orang memiliki kadar kuantitas berbeda agar hatinya tergetar ketika menyumbang. Nilai 10 persen biasanya menjadi anjuran dalam sedekah (bukan wajib), mungkin karena sejumlah nilai itulah kita akan merasakan "beratnya" melepas kenikmatan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
 

5. Menyumbang anonim akan memberi dampak lebih kuat. Ini erat kaitannya dengan ketulusan, walaupun tidak anonim juga tak apa-apa. Dengan anonim lebih terjamin bahwa kita hanya mengharap balasan dari Tuhan (ikhlas).
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
 

6.Bersedekah tanpa pernah mengharap balasan dari orang yang anda beri. Yakinlah bahwa Tuhan akan membalas, tapi tidak lewat jalan orang yang anda beri. Pengalaman para pelaku kebanyakan menunjukkan bahwa balasan datang dari arah yang lain.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
 

7. Bersedekahlah tanpa mengira bentuk balasan Tuhan atas sedekah itu. Walaupun banyak pengalaman menunjukkan bahwa kalau bersedekah uang akan dibalas dengan uang yang lebih banyak, namun kita tak layak mengharap seperti itu. Siapa tahu sedekah itu dibalas Tuhan dengan kesehatan, keselamatan, rasa tenang, dll, yang nilainya jauh lebih besar dari nilai uang yang disedekahkan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  

Demikian berbagai hal yang berkaitan dengan prinsip bersedekah. Prinsip-prinsip ini sangat sesuai dengan petunjuk rasulullah Muhammad berkaitan dengan sedekah dan keutamaannya. Kalau tak salah, ada hadits yang menyatakan bahwa tak akan menjadi miskin orang yang bersedekah. Dijamin.

 &lt;/p&gt;&lt;p&gt; 

Selain itu bersedekah juga menghindarkan diri dari marabahaya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  

Ada sebuah kisah yang kalau tak salah saya dapat dari Pak Jalaluddin Rakhmat tentang seorang yang ditunda kematiannya karena bersedekah. Suatu ketika rasulullah sedang duduk bersama para sahabat. Lalu melintaslah seorang yang memanggul kayu bakar. Tiba-tiba Rasulullah berkata kepada para sahabat, "Orang ini akan meninggal nanti siang."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  

Sorenya ketika Rasulullah duduk bersama para sahabat, melintaslah orang tersebut. Maka dipanggillah orang tersebut oleh rasul dan ditanya, "Aku diberitahu (malaikat) tadi pagi bahwa kamu akan menemui ajal siang tadi. Tapi kulihat kamu masih segar bugar. Apa yang telah kamu lakukan?" Kemudian orang itu berkisah bahwa tadi pagi dia membawa bekal makan siang. Lalu di tengah jalan bekal itu dia sedekahkan kepada orang yang membutuhkan. Selanjutnya, kata orang itu, saat kayu-kayu bakar diletakkan tiba-tiba seekor ular hitam keluar dari dalamnya. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa ular itulah yang sedianya akan mematuk orang tersebut, namundia berpindah takdir karena sedekahnya menghidarkan dia dari bahaya tersebut.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  

(Demikian lebih kurang sebuah kisah yang saya tahu. Sayang saya lupa detilnya, apalagi perawinya. Jadi mohon dicari sendiri sumber kisah tersebut. Seingat saya kisah tersebut dari Pak Jalal yang saya kenal punya banyak sumber terpercaya.)
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
 

Kisah itu menunjukkan keutamaan sedekah yang bisa menghindarkan diri dari bahaya, sekaligus menujukkan bahwa cara Tuhan membalas sedekah tidak dalam bentuk dan jalan yang kita duga.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
tag: bersedekah
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-3882715489977639103?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/3882715489977639103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=3882715489977639103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/3882715489977639103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/3882715489977639103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/07/kekuatan-sedekah.html' title='KEKUATAN SEDEKAH'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-7925594849227355249</id><published>2008-07-17T19:44:00.000+07:00</published><updated>2008-07-17T19:45:32.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rezeki Kagetan'/><title type='text'>Rezeki Kagetan</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Rezeki Kagetan&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
KENAPA manusia sulit berbagi? Mengapa manusia sulit bersedekah? Salah satu jawabannya, mungkin karena dia berpikir dengan matematika pengurangan. Maksudnya, kalau dia berbagi, maka miliknya bakal berkurang. Atau, barangkali dia selalu melihat kekurangannya. Dalam pengertian dia --diperkuat omongan orang lain-- diri sendiri saja masih kekurangan, bagaimana mau dibagikan pada orang lain?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Maka, banyak orang berpikir (menunggu harta cukup dulu) baru kemudian berjanji untuk berbagi. Faktanya malah tidak pernah kecukupan. Penyebabnya, karena tidak kunjung berbagi. Padahal, kata Allah, kalau mau dicukupkan rezeki, harus bersedia untuk berbagi. Dan, kenyataannya pula, banyak orang yang kehidupannya telah membaik, kekikirannya tetap saja melekat. Akhirnya kehidupan dia berubah lagi menjadi selalu diliputi kekurangan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Pada sebagian dari Anda yang "merasa" sudah cukup berderma, cobalah perhatikan jumlahnya. Jangan-jangan apa yang Anda dermakan ketika jaya masih sama rupiahnya kala ekonomi belum membaik. Misal, dulu ketika memulai usaha punya satu anak asuh. Kemudian setelah jaya, jumlah anak asuh itu tidak bertambah. Ini pun akan berpengaruh pada kualitas keberkahan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Tersebutlah seorang sopir yang menemui seorang ustad. Dia mengadukan tentang pendapatannya yang tidak pernah kunjung cukup. Dia kini memiliki lima anak, tapi penghasilannya dari dulu (sejak belum punya anak) hingga sekarang tidak beranjak. Kalaupun ada pertumbuhan, jumlahnya tidak seberapa.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
"Gaji Bapak sekarang berapa?" tanya Ustad.
"Rp 800.000," jawab dia datar.
"Rp 800.000 itu sudah besar, lho, Pak." Ustad mengingatkan dengan ucapan, "Sudah bersyukur belum?"
"Sudah, Ustad. Ini juga kalau nggak bersyukur, nggak tahu, dah."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Sang sopir kemudian menceritakan bahwa selama ini dia selalu melihat "ke bawah". Dia bersyukur masih bisa bekerja, sedangkan banyak rekannya yang tidak memiliki pekerjaan lagi. Dia bekerja di ruangan ber-AC, setidaknya selama menyetiri mobil majikan. Sementara kawan-kawan lain tidak sedikit yang menjadi kuli bangunan. Kulit mereka hitam legam terpanggang panas matahari.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
"Hati saya jadi adem, Ustad. Setidaknya saya cukup jauh dari mengeluh. Hanya kemari- mariin, saya bingung juga. Sebab akhirnya, biar bagaimana, gaji saya tetap tidak mencukupi. Padahal, anak bertambah besar, Ustad."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Menghadapi keluhan tersebut, Ustad pun menjelaskan bahwa jika bentuk rasa syukur itu tidak diwujudkan dalam sebuah aksi berbagi, maka, maaf, "Belum menghasilkan perubahan." Apa yang sudah dilakukan oleh si sopir dengan menata hati dan bisa mensyukuri hidup sudah tepat. Hasilnya adalah sebuah kedamaian hati. Ketenteraman. "Tapi, kalau mau lebih dahsyat, cobalah Bapak berbagi. Sebagai wujud syukur yang lain."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Wajah sopir itu berubah sedikit. Ustad itu memahami bahwa di balik benak orang yang ada di hadapannya --juga dimiliki orang banyak-- tidak sependapat dengan nasihat yang barusan disampaikan. Bagaimana mungkin dibagikan jika yang ada saja untuk kebutuhan sendiri masih kurang?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
"Pak, Bapak kan belum jajal ikhtiar mencukupkan kebutuhan dengan jalan bersedekah? Coba dah di-jajal. Keluarkanlah sedekah. Insya Allah, Allah akan mencukupkan kebutuhan Bapak," ujar Ustad.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Urusan bantu-membantu orang, yang direfleksikan dengan bersedekah, menjadi sebuah keharusan. Artinya, siapa pun yang membutuhkan bantuan Allah, pertolongan Allah, dan kemudahan dari Allah, maka berbagi menjadi sebuah keharusan baginya. "Allah akan membantu hamba-Nya jika hamba-Nya ini mau membantu yang lain. Wallaahu fii 'awnil 'abdi, maa kaanal 'abdu fii 'awni akhiihi."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Sepulang dari kunjungan tersebut, sopir itu pun menyedekahkan uangnya seratus ribu rupiah. Dia mengurangi penghasilannya dengan berderma. Matematika yang terjadi, duit dia semakin kurang. Namun kenyataannya tidak demikian. Pada pekan depannya, sopir ini diajak majikannya ke luar kota untuk sebuah urusan bisnis. Upaya ini membuahkan hasil. Si sopir kebagian rezeki kagetan dari majikan sebesar Rp 1 juta. Kisah ini mirip dengan cerita showroom pinggir jalan pada Gatra edisi minggu lalu.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Akhirnya, sopir ini memetik pelajaran dari bersedekah, sebagaimana kita juga --mudah-mudahan-- bisa menimba kisah tersebut. Bahwa kalau rezeki mau dicukupkan oleh Allah, kita harus mau berbagi. Dengan jalan berbagi, dengan cara bersedekah, inilah yang bakal membuat rezeki kita dicukupkan oleh Allah.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Sementara itu, pada saat yang sama, sebagian dari kita malah menempuh langkah tidak terpuji yang justru menambah hartanya makin berkurang. Misalnya dengan cara korupsi, mencuri, menipu, mengadali, dan mencari rezeki haram yang tidak diridoi Allah.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Tampaknya, sekali lagi, demi melihat kekurangan kita, kesulitan kita, langkah berbagi atau bersedekah menjadi layak untuk lebih diperhatikan. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan bagi setiap kesulitan kita, dan menganugerahkan kecukupan bagi beragam kekurangan yang kita rasakan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Oleh Yusuf Mansur (Gatra.com)
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-7925594849227355249?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/7925594849227355249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=7925594849227355249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/7925594849227355249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/7925594849227355249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/07/rezeki-kagetan.html' title='Rezeki Kagetan'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-8461018933784812906</id><published>2008-07-17T19:41:00.000+07:00</published><updated>2008-07-17T19:43:26.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ingin Kaya'/><title type='text'>Ingin Kaya? Jangan Jadi Karyawan</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Ingin Kaya? Jangan Jadi Karyawan!&lt;/h2&gt;
       
&lt;p&gt;
Nyaris setiap bangun tidur, diva Indonesia, Kris Dayanti, sudah ditawari
peluang konser atau menyanyi di panggung senilai puluhan juta hanya untuk
membawakan 3-5 lagu. Kalau sehari saja bisa menghasilkan puluhan juta
rupiah, tinggal hitung sendiri penghasilan bulanannya.  Belum lagi tawaran
iklan berbagai produk. Namun,pernahkan kita dengar pertanyaan:
Kris Dayanti kuliah di mana atau meraih gelar sarjana apa?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Jangankan Kris Dayanti, Tasya dan Joshua-dua bocah cilik Indonesia yang
masih SD-pun sudah
mampu menghasilkan duit ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Sejarah
wirausaha (entrepreneur) juga mencatat, banyak pengusaha bahkan konglomerat
Indonesia yang sukses membangun imperium bisnis mereka meski pendidikannya
hanya SMP bahkan SD.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Mungkin tak perlu terlalu banyak mencari contoh orang lain. Kalau saja saya
dulu memilih menamatkan kuliah saya di Universitas Gadjah Mada, hampir pasti
saya tak akan berani memulai bisnis Bimbingan Belajar Primagama, yang
kini berubah menjadi holding company beromset di atas seratus miliar rupiah.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Meski dulu saya belum membaca buku laris Robert Kiyosaki, If You Want to Be
Rich and Happy, Don't Go to School, saya sudah sadar bahwa pintar dan dapat
ranking di sekolah tidak menjamin seseorang akan sukses dan kaya-raya.
Saya bahkan punya keyakinan, semakin lama seseorang sekolah, semakin tidak
kreatiflah dia. Karenanya, semakin takut pula dia mengambil risiko?
Sikap penting yang amat diperlukan bila seseorang ingin sukses menjadi
wirausaha.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Dan, saat ini, menjadi business owner adalah jalan kongkret menjadi
kaya-raya. Lewat pekerjaan yang ditekuni bertahun-tahun, akhirnya seseorang
umumnya ingin hidup makmur dan terjamin masa depannya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Istilah gampangnya, hidup kaya-raya.  Namun, tak banyak orang yang menyadari
bahwa sejak masuk kuliah sebenarnya seseorang telah menyiapkan dirinya hidup
miskin.  Contoh ekstremnya,kalau seseorang sejak muda bercita-cita menjadi
guru, jangan harap di usia pensiunnya dia bisa membeli Mercy terbaru dan
tinggal di perumahan elite.  Demikian juga, bidan atau perawat rumah sakit
mustahil mampu mengkredit Toyota Kijang LGX di usia pensiunnya.  Lain
ceritanya kalau dia memiliki jiwa wirausaha, sehingga dengan keahliannya dia
mendirikan klinik atau rumah bersalin di rumah, yang bisa dikelola bersama
kolega bidan lain. Salah satu contoh yang berhasil  mengembangkan cara
serupa Adalah Grup RS Hermina di Jakarta.  Memang, cukup banyak bidan
berjiwa wirausaha yang berani mengelola usaha rumah bersalin seusai berdinas
di rumah sakit.  Setelah berkembang menjadi klinik dan rumah bersalin besar,
mereka pun membeli tanah di tempat lain untuk mengembangkan usahanya.
Dengan begitu, BMW atau Mercy pun bisa dibelinya dengan mudah
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Banyak pula orang yang terbuai oleh sukses semu selama bertahun-tahun
menjadi karyawan. Kalau kita menjadi manajer pemasaran bank dan suatu ketika
berhasil memasarkan produk tertentu, pastilah kita berharap mendapatkan
kenaikan gaji dari sukses itu.  Ketika itu didapat, kita merasa kerja kita
berhasil. Padahal, keuntungan atau bertambahnya kekayaan sang pemilik bank
jauh berlipat dari kenaikan gaji yang diberikan kepada karyawan yang bekerja
pada bank miliknya. Siapa yang lebih untung dan lebih kaya: karyawan yang
punya ide pemasaran yang cemerlang, ataukah pemilik bank yang pasif dan
mampu membay ar lebih mahal kepada karyawan yang kreatif untuk mengelola
untungnya menjadi berlipat?  Jelas pemilik bank yang lebih banyak
diuntungkan.  Jadi, mengapa mesti bertahan jadi karyawan?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Bisnis kadang bisa dimulai dari kesadaran akan potensi diri sendiri.
Sayangnya, tak banyak orang menyadarinya. Untuk memulai bisnis,seorang ahli
farmasi, misalnya, sering kali tak menyadari bahwa keahliannya adalah modal
utama memulai bisnis. Sebab, mindset ahli farmasi tersebut adalah long life
to be an employee. Maka, ketika suatu saat ia berhasil menemukan ramuan obat
antikanker, dia memilih menjual paten penemuannya kepada pabrik farmasi
besar. Sang ahli farmasi hanya menerima royalti tanpa pernah tahu persis
keuntungan bersih yang tentu saja jauh lebih besar dibanding royalti yang
diberikan kepadanya. Padahal, kalau saja sang penemu memilih mencari mitra
bisnis yang mau memb iayai penemuannya agar menjadi bisnis farmasi yang
besar dan menguntungan, tentu kehidupannya jauh lebih kaya.  Dengan bekal cetak
biru penelitiannya yang profitable, tak sulit sebenarnya sang penemu
mendapatkan mitra bisnis yang mau membantu permodalan bisnisnya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Investor tentu semakin percaya karena uangnya dikelola oleh orang yang
tepat. Dan yang pasti, sang ahli bisa menjadi pemilik bisnis sembari terus
mengembangkan penelitian lain sambil menghitung keuntungan bisnis yang
dikelolanya sendiri. Bahkan, suatu saat ia bisa membayar ahli lain yang
lebih hebat darinya untuk mengembangkan bisnis farmasinya.  Ini hanya satu
contoh.  Masih ada jutaan peluang yang sayang kalau Keliru dilihat
kemungkinannya mengubah nasib Anda.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Jadi, sekali lagi, jangan terlalu lama menjadi karyawan. Mulailah
mewujudkan
mimpi Anda menemukan jalan menjadi pengusaha yang map an secara finansial.
Yakinlah, jutaan peluang bisnis selalu tersedia.  Lihatlah peluang yang
belum dikerjakan orang lain. Kita tahu, misalnya, begitu banyak orang yang
menjual wedang jahe, dari pasar becek hingga kaki lima. Tugas wirausaha
adalah, bagaimana membuat wedang jahe mampu mendatangkan uang ratusan juta
atau bahkan miliaran rupiah. Itu yang perlu kita cari tahu dan mencobanya.
Atau, silakan nekat terus menjadi karyawan, niscaya Anda akan menyesali
saat pensiun nanti.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;br&gt;
--------------------------- &lt;br&gt;
Penulis adalah Presiden Direktur Grup Primagama,
juga Pengelola dan Mentor Utama Entrepreneur University.&lt;br&gt;
-----------------------------&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-8461018933784812906?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/8461018933784812906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=8461018933784812906' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/8461018933784812906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/8461018933784812906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/07/ingin-kaya-jangan-jadi-karyawan.html' title='Ingin Kaya? Jangan Jadi Karyawan'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-8096657923372414638</id><published>2008-07-13T19:10:00.000+07:00</published><updated>2008-07-13T19:12:13.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mensyukuri rezeki'/><title type='text'>Rezeki besar rezeki kecil harus tetap disyukuri</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Rezeki besar rezeki kecil harus tetap disyukuri&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
Sudah lama nich gak nongkrong di Warnet, maklum pekerjaan saya sebagai 'kenek' Surveyor cukup menyita waktu. Belum lagi lokasi pembangunannya yang cukup jauh dari kostan saya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Karena itu, malam tadi saya kongkow di warnet favorit saya yaitu ACE-Net. Waktu sedang asyik-asyiknya saya browsing, penjaga warnet itu --Kang Kupra-- datang menghampiri saya sambil bertanya, "Mas bukannya kemarin mas mau jual Paypal?"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
"Oh iya", jawab saya, "cuma masih sedikit banget."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
"Memangnya ada berapa", tanya kan Kupra lagi.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
"Wah, baru ada $54 mas, soalnya account ku belum verified jadi kalau mau dimaksimalkan takut di freeze sama paypalnya."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
"Gini mas, temen saya lagi butuh paypal. Kalau mas mau jual biar saya hubungkan dengan dia." Begitu kata Kang Kupra.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
"Memang rate-nya berapa" tanya saya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
"Ya, paling juga Rp.8500"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
"Ya udah kalau begitu, nanti saya kirim paypalnya."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Sesudah itu saya langsung login ke rekening paypal dan mengirimkan $54 ke rekening temannya Kang Kupra. Dengan rate 8500 saya menerima uang tunai Rp.459.000 malam itu. Yang 50 ribunya saya kasih Kang Kupra sebagai komisi.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Sebetulnya jauh sebelum ini, saya berniat menarik uang itu ke rekening bank. Tapi karena, rekening saya yang di BCA sudah mati, niat saya itu belum terlaksana. Baru sekarang ini saya berniat membuka rekening lagi, tapi di Bank Niaga biar kartu debitya bisa dipake buat verifikasi rekening paypal.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Dibalik kejadian yang menggembirakan ini, terselip juga peristiwa yang kurang menyenangkan. Uang saya yang 100.000 hilang entah kemana. Lagi pula saya tidak kemana-mana. Dalam hati saya bertanya-tanya, kemana uang itu perginya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Setelah saya ingat-ingat saya baru sadar kalau beberapa waktu yang lalu saya membeli satu mangkok bubur kacang plus roti. Pas mau membayar, rupanya saya salah memberikan uang pembayarannya. Yang Mustinya pecahan 10.000-an malah saya kasih yang 100.000an.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Warnanya memang agak saru, dan memang uang 100 ribu itu dalam keadaan terlipat. Karena itu saya menyangka uang yang saya kasih ke si Mang bubur itu adalah uang 10.000an.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Ya sudahlah diikhlaskan saja, mungkin itu memang rezekinya dan bukan rezeki saya. Lagipula saya masih mengantongi uang hasil penjualan Paypal tadi....
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Syukur Alhamdulillah....
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;A HREF="http://rianahmad.blogspot.com/" TARGET="_blank"&gt;http://rianahmad.blogspot.com/&lt;/A&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt"&gt;

tag : mensyukuri rezeki
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-8096657923372414638?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/8096657923372414638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=8096657923372414638' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/8096657923372414638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/8096657923372414638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/07/rezeki-besar-rezeki-kecil-harus-tetap.html' title='Rezeki besar rezeki kecil harus tetap disyukuri'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-9104233598411542031</id><published>2008-07-13T19:07:00.000+07:00</published><updated>2008-07-13T19:09:29.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rezki bertambah'/><title type='text'>KALAU mau rezki bertambah cobalah berbagi</title><content type='html'>&lt;h2&gt;KALAU mau rezki bertambah cobalah berbagi&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
"KALAU mau bertambah, cobalah Karta berbagi...." Suara Haji Muhidin itu terngiang terus di telinga Karta, seorang penjual ikan di Pasar Jembatan Lima, Kota, Jakarta.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Karta mengadu pada Haji Muhidin bahwa penghasilannya tidak pernah cukup. Dagangan dia bukannya tidak laku. Tapi dia terbentur pada modalnya yang kecil, sehingga perolehan keuntungan pun sedikit. Itu sebabnya, Karta mendatangi Haji Muhidin untuk meminta nasihat agar ada yang memberi tambahan modal.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
"Karta, perkara nambah modal mah gampang. Asal Karta bersyukur, penghasilan pasti ditambah. Bahkan kadang enggak perlu modal tambahan. Kan, perkara rezeki bertambah, perkara syukur. Kata Allah, kalau kita bersyukur, maka akan ditambahi dengan segala nikmat."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
"Pak Haji, gimana rezeki mau nambah, wong modalnya udah ketaker. Segitu-gitunya. Dagangan habis ampe pol juga, ya, hanya sekian yang saya bawa pulang...," kata Karta dengan nada rada putus asa.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
"Allah Maha Memberi Rezeki, Karta. Kalau Allah sudah mau menambah rezeki bagi kita, dari mana saja jalannya, pasti ada. Ini juga perkara tauhid, Karta. Rezeki Karta tuh bukan dari dagangan ikan, tapi dari Allah," ujar Haji Muhidin.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Lama Karta berbicara dengan Haji Muhidin tentang peruntungan dagangan dia, hingga ada satu nasihat Haji Muhidin yang tetap melekat di otak, "Kalau mau bertambah, cobalah berbagi...".
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Sejujurnya, Karta tidak terlalu paham. Tidak berbagi saja sudah kurang, apalagi harus berbagi? "Apa tidak makin kurang...?" Sungguhpun Haji Muhidin meyakinkan dengan firman Allah bahwa siapa yang berbuat satu kebaikan, Allah akan mengganti 10 kali lipat lebih banyak, Karta masih belum tergugah.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Pagi itu, anaknya bercerita pada Karta, sebelum dia berjualan ke pasar. "Pak, ada temen saya yang enggak bisa bayaran sekolah. Bapaknya udah enggak ada. Katanya, dia mau berhenti."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Di saat itulah Karta teringat nasihat Haji Muhidin yang lain, yang mengatakan, "Kalau mau ditolong Allah, tolonglah hamba-Nya yang sedang kesusahan."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Seketika itu pula Karta seperti diingatkan, lalu bilang pada anaknya, "Bilangin sama kawan kamu itu, Bapak aja yang jadi bapaknya." Anaknya girang. "Oke, Pak. Saya akan bilangin dia. Dia pasti senang, tuh!"
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Sambil memberi uang saku pada anaknya, Karta juga memberi tambahan Rp 5.000 pada si anak.
"Buat saya nih, Pak? Tambahan?"
"Bukan. Itu buat kawan kamu. Kan kamu udah, sepuluh ribu."
"Oh, kirain buat saya," ujar anaknya sembari tertawa kecil. "Baik Pak, akan saya berikan pada dia."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Karta beristigfar. Bersyukur, itulah yang dia lakukan. Anaknya masih punya diri dia sebagai bapak. Dan ia masih memiliki anak sebagai anaknya. Hari ini ia bisa membahagiakan orang. Inilah yang ia syukuri. Benar juga Haji Muhidin, jika mau bertambah rezeki, harus bisa bersyukur dulu. "Berbagi dan bersedekah adalah salah satu wujud dari bersyukur," kata Haji Muhidin, waktu itu.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Karta tersenyum. Lalu ia berharap, "Mudah-mudahan ada yang memodali saya. Buat memperbesar dagangan." Menjelang lohor, dagangan Karta sudah habis. Selama ini ia berdagang memang hanya sampai siang, dan setelah itu pulang.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Nah, hari itu, menjelang pulang, ada kawan Karta yang menghampiri. "Karta, saya pinjam motormu dulu, ya...."
Karta meminjamkan motornya, sambil berpesan, "Jangan lama-lama, ya. Saya udah mau pulang."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Sekitar 15 menit, kawan itu kembali dan memulangkan motor Karta. "Karta, makasih, ya. Ini kuncinya, ini STNK-nya, dan ini buat ganti bensin," ujar si teman. Karta tertegun. Dia diberi uang Rp 100.000, yang katanya buat ganti bensin. "Allah Mahabenar Janji-Nya".
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Karta ingat, tadi pagi ia berniat menanggung biaya pendidikan kawan anaknya, dan memberi uang saku pada dia Rp 5.000. Siang ini Allah membalas dengan Rp 100.000. Bagi Karta, rezeki ini bukan dari si peminjam motor, melainkan dari Allah.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Akhirnya Karta memahami bahwa cara Allah memberi tambahan rezeki dari banyak jalan. Dan, &lt;A HREF="http://ternyata.blog.com/" TARGET="_blank" title=""&gt;ternyata&lt;/A&gt; pula, rezeki itu tidak harus dicari-cari dengan menambahi modal dulu. Cukup dengan diawali bersyukur, berbagi, bersedekah, maka rezeki bisa bertambah.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Kejadian siang itu memberi pelajaran baru pada Karta. Memang, otak terkadang dipenjarakan dengan hitung-hitungan kita sendiri bahwa kalau mau untung harus begini harus begitu. Termasuk dengan menambah jumlah modal. Banyak manusia yang lupa atau tidak tahu --termasuk Karta- untuk menemukan jalan bersyukur lebih dahulu, supaya Allah, Yang Maha Memberi Nikmat, menambah perbendaharaan rezeki buat kita.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 
Oleh Yusuf Mansur (Gatra.Com)
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-9104233598411542031?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/9104233598411542031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=9104233598411542031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/9104233598411542031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/9104233598411542031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/07/kalau-mau-rezki-bertambah-cobalah.html' title='KALAU mau rezki bertambah cobalah berbagi'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-3485255279181382580</id><published>2008-07-13T19:04:00.000+07:00</published><updated>2008-07-13T19:05:48.290+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Carilah Kaum Dhuafa'/><title type='text'>Carilah Kaum Dhuafa</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Carilah Kaum Dhuafa&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
Carilah orang-orang dhuafa&lt;br&gt;
Mendekatlah padanya&lt;br&gt;
Bersahabatlah dengan mereka&lt;br&gt;
Berikan kebahagiaan&lt;br&gt;
Dan penuhi kebutuhan hidupnya
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sesungguhnya...&lt;br&gt;
Karena do'a mereka kau menjadi kaya&lt;br&gt;
Karena do'a mereka hidupmu menjadi mudah&lt;br&gt;
Karena do'a mereka keinginanmu terwujud&lt;br&gt;
Karena do'a mereka hari-harimu indah&lt;br&gt;
Karena do'a mereka kau jadi berarti
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Sesungguhnya...&lt;br&gt;
Do'a orang-orang miskin&lt;br&gt;
Do'a orang-orang teraniaya&lt;br&gt;
Do'a anak-anak yatim&lt;br&gt;
Adalah do'a yang mustajab
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Rasulullaah Muhammad S.A.W bersabda:&lt;br&gt;
&lt;i&gt;"Bila kalian mencariku, carilah aku diantara orang-orang miskin"&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-3485255279181382580?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/3485255279181382580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=3485255279181382580' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/3485255279181382580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/3485255279181382580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/07/carilah-kaum-dhuafa.html' title='Carilah Kaum Dhuafa'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-6802143756923846264</id><published>2008-05-21T20:15:00.000+07:00</published><updated>2008-05-21T20:17:57.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelajaran dari orang kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='multi income'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penghasilan tambahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pensiun muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pasif income'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><title type='text'>Pelajaran Dari Orang-Orang Kaya Dalam Mengembangkan Kekayaannya</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Pelajaran Dari Orang-Orang Kaya Dalam Mengembangkan Kekayaannya&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
Yang Kaya Bertambah Kaya....
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Beberapa waktu lalu, sepasang suami istri menelepon kami dan berkeinginan untuk berkonsultasi berkenaan dengan keadaaan keuangan keluarga mereka.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Mereka merasa bahwa setiap bulan mereka harus "gali lubang tutup lubang" atau penghasilan bulanan selalu saja habis untuk kebutuhan bulanan, padahal mereka memiliki beberapa keinginan atau tujuan masa depan yang mereka sangat diidamkan. Bagaimana mengatur dan mensiasati situasi keuangan mereka sehingga mereka dapat memulai untuk menyisishkan uang untuk tujuan masa depan, menjadi suatu kebutuhan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Selama konsultasi berjalan, kami mendapati beberapa hal yang menurut hemat kami harus dirubah. Pengeluaran yang mereka lakukan selalu saja untuk orang lain. Hampir tidak pernah mereka mengembangkan suatu pola di mana mereka mengeluarkan atau membelanjakan uangnya untuk tujuan masa depan mereka.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Mereka kurang melihat dan memberikan daya kekuatan mereka untuk dapat mencapai apa yang menjadi keinginan mereka di masa depan. Mungkin Anda bingung, bagaimana membelanjakan uang untuk tujuan masa depan?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Dalam uraian kali ini kami akan berbagi dengan para pembaca, bagaimana kita, orang-orang golongan menengah ke atas dapat mengumpulkan dana dan hidup sejahtera selamanya? (dalam arti kebebasan finansial).
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Berikan uang sebesar Rp 1 miliar dan akan aku lipatkan menjadi Rp 2 miliar. Mungkin inilah salah satu pernyataan yang dapat dikualifikasikan sebagai sebuah kebodohan. Bukannya pernyataan ini salah, tapi karena ini sudah seperti kenyataan. Setiap orang dapat melipatgandakan Rp 1 miliar menjadi Rp 2 miliar. Yang sulit dan banyak menemukan batu sandungan adalah mengumpulkan Rp 1 miliar pertama.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Satu pernyataan lain, seperti judul di atas, "yang kaya akan bertambah kaya, yang miskin bertambah miskin". Banyak orang menjadikan pernyataan ini sebagai suatu senjata politik, di mana diartikan sebagai alat untuk mengenakan pajak yang lebih besar kepada orang-orang kaya dan mendistribusikan uangnya kepada yang kurang beruntung (miskin).
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;b&gt;Rahasia Orang-orang Kaya&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Pernyataan ini tidaklah salah, tapi memiliki arti yang sangat berbeda. Kami melihat, adanya suatu rahasia orang-orang kaya dalam mengumpulkan kekayaannya, bukan dengan pola KKN seperti yang banyak terjadi di Indonesia di tahun-tahun lalu, tapi pola investasi sederhana yang mereka kembangkan untuk dapat mencapai tujuan masa depan yang menjadi impian mereka. Bukan pula mereka mendapatkannya dari warisan. Mungkin warisan membuat mereka tetap kaya, tapi warisan bukanlah yang membuat mereka kaya dari awal.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Bila Anda melihat sejarah keluarga kaya, (dalam waktu yang cukup jauh) maka Anda pasti akan mendapati bahwa mereka dulunya juga hampir sama seperti orang-orang miskin yang ada sekarang. Dalam hal ini kami ingin memberikan suatu gambaran di mana keluarga kaya sekarang dulunya bangkrut, tapi kami merasa bahwa mereka tidak miskin dalam arti sebenarnya (dalam pikiran mereka).
Kebangkrutan berkaitan dengan uang dan Anda pasti dapat memperbaikinya. Sedangkan kemiskinan adalah buah pikiran yang ada dalam kepala Anda yang membuatnya sulit untuk diperbaiki dan dirubah.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Bagaimana Anda dapat memperbaiki situasi keuangan Anda? Dalam hal ini tidak ada hal yang mudah seperti halnya sulap. Tiba-tiba Anda menjadi kaya. Semua ini membutuhkan kerja keras, keuletan, dan kesinambungan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Memperoleh penghasilan setiap bulan dan selalu menyisihkan, walau sedikit untuk mulai mengakumulasi kekayaan Anda. Dalam hal ini hanyalah waktu yang menjadi sangat dibutuhkan. Oleh karena itu jangan tunda untuk memulai mengumpulkan kekayaan Anda. Mulailah sekarang bila Anda belum memulainya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Orang-orang miskin akan tetap miskin karena mereka selalu melakukan kebiasaan mereka, yaitu mendapatkan penghasilan dan selalu membelanjakan penghasilan mereka untuk kebutuhan sekarang yang mengakibatkan mereka gagal dalam memulai dalam mengumpulkan kekayaan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;b&gt;Menyisihkan Uang&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Tidak semua orang kaya memulainya dengan Rp.1 miliar, tapi mereka mulai untuk menyisihkan sedikit uang dari pendapatan perbulannya secara regular dan menginvestasikannya. Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari kebiasaan mereka dalam menyisihkan dan mengumpulkan kekayaan mereka.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Kebanyakan dari mereka memulai untuk menyisihkan uang di saat mereka muda. Anda bertanya, bagaimana bila sekarang kita sudah tidak terlalu muda lagi, sebut saja di usai 30-an tahun, bagaimana kita dapat mengumpulkan kekayaan seperti mereka memulainya dari usia dini? Memang dari setiap tahun Anda menundanya, Anda tidak dapat mendapatkan kembali waktu tersebut dengan perkembangan uang Anda. Tapi harus diingat bahwa di usia Anda yang sekarang berkisar di usia 30-an tahun maka waktu Anda masih cukup panjang, di mana dalam usia tersebut belum setengah dari perjalanan hidup Anda. Memang umur bukanlah kekuasaan kita. Tuhanlah yang memutuskan kapan kita harus kembali kepadaNya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Tapi secara umum sekarang ini tingkat mortalitas kehidupan semakin meningkat di mana rata-rata usia manusia bertambah bisa mencapai 70 sampai 80 tahunan. Ini semua bisa terjadi karena masyarakat sudah mulai merasakan pentingnya untuk hidup sehat, dengan memilih bahan makan yang lebih baik, yang pada akhirnya memberikan kesehatan kepada mereka. Ditambah lagi sekarang ini teknologi kedokteran semakin berkembang dengan pesat yang pada akhirnya membantu Anda dalam masalah pengobatan penyakit.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Jadi kalau Anda tanyakan, bagaimana kita dapat mengejar mereka yang memulainya di usia muda? Memang tidak bisa. Tapi jangan dulu Anda bersedih karena Anda masih memiliki waktu yang sangat panjang untuk mengumpulkannya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Secara umum mereka mulai menyisihkan dan menginvestasikan uangnya dalam jumlah kecil. Dari sini dapat diambil pelajaran bahwa, mencapai apa yang sering disebut belakangan ini dengan kebebasan finansial tidak harus dengan investasi yang besar. Hanya dengan menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan Anda setiap bulan dan menginvestasikannya, Anda juga dapat mencapai itu semua.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Dimulai dengan hanya 10 persen dari penghasilan Anda setiap bulan dan meningkat sejalan dengan penghasilan Anda yang meningkat. Yang perlu diperhatikan adalah Anda harus menyisihkannya di depan. Jadi jangan setelah Anda menggunakannya untuk kebutuhan bulanan baru Anda berpikir untuk menyisihkan uang untuk diinvestasikan. Tapi begitu Anda menerima uang dari gaji bulanan maka sisihkan terlebih dahulu 10 persen dari pendapatan Anda dalam bentuk investasi. 10 persen dari penghasilan tidak akan banyak merubah gaya hidup yang Anda jalani sekarang. Jadi tidak ada lagi alasan bagi Anda untuk menunda guna memulai menyisihkan uang untuk mencapai kebebasan finansial yang Anda inginkan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;b&gt;Mereka menyisihkannya dan menginvestasikannya secara berkesinambungan.&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Dengan penghasilan yang terbatas, maka Anda harus dapat melakukan penyisihan uang dari keterbatasan itu secara regular. Pola investasi dollar cost averaging menjadi sangat diperlukan. Lakukan penyisihan uang untuk tujuan masa depan Anda secara terus menerus. Dengan investasi sedikit pada awalnya, dengan berjalannya waktu dan terus menyisihkan dana, pada akhirnya akan terkumul juga dana yang besar.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Waktu adalah satu-satunya yang akan membuat uang sedikit yang Anda investasikan menjadi kekayaan. Seseorang yang berusia 20 tahun, menyisihkan uang setiap bulan sebanyak Rp 200.000 dengan tingkat pengembalian investasi 14 persen akan berjumlah Rp 500 juta dalam waktu 45 tahun, hanya sekitar Rp 6700/hari. Jarang sekali kita temui, pemuda berusia 20 tahunan yang sudah memulai meyisihkan dananya untuk masa depan walau dalam besaran yang sedikit.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;b&gt;Mereka selalu menginvestasikannya dengan bijaksana.&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Bila kita belajar dari mereka atau orang-orang yang bisa disebut kaya, mereka tidak akan pernah membiarkan uang mereka berdiam diri tidak beranak-binak. Bila hitungan yang bisa disisihkan terlalu sedikit maka mereka akan menyimpannya dalam tabungan, begitu jumlahnya sudah mencukupi maka mereka akan menempatkannya dalam investasi yang memberikan tingkat pengembalian lebih baik dan tentunya dengan tingkat tolernasi resiko yang bsia ditanggung.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Dalam kehidupan keuangannya tidak pernah mereka menyimpan dalam bentuk tunai di tangan kecuali apa yang mereka butuhkan untuk kebutuhan harian. Jadi selama masa investasi mereka tidak pernah membiarkan uangnya untuk mendekam di rumah dan dibiarkan tidak berkembang. Jadi biarkan uang Anda beranak-pinak.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;b&gt;Mereka tidak pernah membiarkan segala suatu menghambat mereka untuk menabung atau menyisihkan uangnya secara regular.&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Setiap orang pasti akan mengalami perubahan dalam siklus kehidupannya, perubahan baik maupun perubahan buruk. Bagi mereka, orang-orang kaya, siklus kehidupan tidak merubah niat mereka di awal untuk dapat menyisihkan uangnya secara regular. Walau di saat-saat susah sekalipun mereka terus melakukan penyisihan dan menginvestasikannya untuk tujuan masa depan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Pernahkan Anda menyalahkan sesuatu yang mengakibatkan Anda tidak dapat menabung untuk tujuan masa depan Anda? Karena baru saja berpindah lokasi kerja yang membutuhkan berbagai kebutuhan menyebabkan Anda tidak menyisihkan uang Anda untuk tujuan masa depan. Menikah atau membesarkan anak-anak karena kebutuhan akan biaya yang sangat besar juga bisa dijadikan alasan untuk tidak melakukan penyisihan untuk kehidupan masa depan mereka.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Anda bisa menyebutkan berbagai alasan untuk tidak melakukannya tapi ingat bahwa semua yang Anda lakukan sekarang akan berakibat di masa depan. Bila Anda tidak menyisihkan uang secara regular maka tujuan keuangan berupa kebebasan finansial, hanyalah tinggal impian.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Tapi sebaliknya, bila Anda melakukan penyisihan terhadap uang penghasilan Anda setiap bulan walau dalam keadaaan susah sekalipun, maka besar kemungkinan atau hampir bisa dipastikan Anda akan mencapai apa yang diimpikan, kebebasan finansial.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Jadi dari ulasan di atas, kami berharap Anda menangkap beberapa pelajaran yang dapat membantu Anda untuk mencapai tujuan masa depan Anda, yaitu kebebasan finansial. Satu hal yang sangat penting dalam ulasan ini adalah untuk mencapai kebebasan finansial dalam arti keuangan maka sudah seharusnya Anda menyisihkan uang dari penghasilan bulanan Anda secara regular dan lakukanlah terus selama kehidupan Anda walau nilainya tidak terlalu besar. Waktulah yang akan membantu Anda dalam mencapai apa yang Anda inginkan di masa depan. Satu kata terakhir dari kami, lakukanlah sekarang jangan tunda lagi. (*)
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Dikutip dari Harian Sinar Harapan
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt"&gt;

tag : pelajaran dari orang kaya, bisnis, investasi bisnis, menabung, investasi, uang, pensiun muda, pasif income, penghasilan tambahan, multi income, reseller, finansial, perencanaan keuangan, duit, kaya, sukses, makmur, waralaba, franchise, bank, mesin uang, kredit, kebebasan finansial, kesejahteraan, kemandirian, wirausaha, business owner, entrepreneur, pengusaha
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-6802143756923846264?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/6802143756923846264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=6802143756923846264' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/6802143756923846264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/6802143756923846264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/05/pelajaran-dari-orang-orang-kaya-dalam.html' title='Pelajaran Dari Orang-Orang Kaya Dalam Mengembangkan Kekayaannya'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-2669039153242966951</id><published>2008-05-21T20:14:00.000+07:00</published><updated>2008-05-21T20:15:17.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia memberi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia terbesar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia kekayaan'/><title type='text'>Rahasia Mencari Uang Terbesar Sepanjang Sejarah</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Rahasia Mencari Uang Terbesar Sepanjang Sejarah&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
Bila anda menyimak tulisan-tulisan saya terdahulu anda tentu mengetahui bahwa saya adalah fans beratnya Joe Vitale. Dia adalah seorang bekas pengutil yang mau bekerja keras untuk mengubah hidupnya menjadi lebih terhormat.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Dia mengubah hidupnya dengan berganti-ganti pekerjaan mulai dari pekerja proyek, supir dan akhirnya menjadi seorang penulis dan spiritualis.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Salah satu buku yang menjadi favorit saya kary Joe Vitale ini berjudul "The Greatest Money Making Secret In History." Bercerita tentang prinsip dasar untuk menghasilkan uang dengan menggunakan hukum penarikan atau Law of Attraction. Berikut tulisannya saya kutip di bawah ini:
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Jika Anda membutuhkan uang, anda hanya perlu melakukan satu hal.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Ia adalah satu hal yang pernah dilakukan dan masih sering diamalkan oleh orang paling makmur di muka bumi.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Ia adalah satu hal yang telah tertulis dalam beragam budaya kuno dan masih didengungkan sekarang ini.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Ia adalah satu hal yang akan menghasilkan uang kepada orang yang melaksanakannya namu pada saat yang bersamaan kebanyakan orang takut melakukannya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Apakah satu hal tersebut?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
John D. Rockefeller mengamalkannya sejak ia masih kanak-kanak. Ia menjadi Millioner.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Andrew Carnegie melakukannya juga. Ia menjadi konglomerat.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Apakah rahasia mencari uang terbesar dalam sejarah itu?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Apakah satu hal yang bekerja untuk semua orang itu?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Memberikan uang.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Ya, benar. Berikan Uang.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Berikan ia kepada orang yang membantu anda berhubungan dengan dunia anda paling dalam.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Berikan ia kepada orang yang menginspirasi anda, melayani, menyembuhkan dan mencintai anda.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Berikanlah uang kepada orang-orang tanpa mengharap balasan darinya, tapi berikanlah dengan kesadaran bahwa uang itu akan kembali kepada anda berlipat ganda dari suatu sumber.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Pada tahun 1924 John D. Rockefeller menulis kepada anaknya dan menerangkan perbuatannya memberikan uang. Ia menulis sebagai berikut, "...pada awal memperoleh uang, jauh saat saya masih kecil, saya mulai memberikannya dan terus meningkatkan pemberian itu bersamaan dengan meningkatnya penghasilan saya..."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Apakah anda memperhatikan apa yang telah dikatakannya?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Ia memberikan lebih banyak uang ketika ia memperoleh lebih banyak pendapatan. Ia telah memberikan $550 juta sepanjang perjalanan hidupnya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Nah begitu tulisan pada salah satu bab "The Greatest Money making Secret In History". Sebagai seorang spiritualis, dia mengakui adanya hukum tarik menarik atau hukum sebab akibat atau istilah lainnya hukum karma. Bila anda berbuat baik maka anda akan mendapatkan karma baik dan begitu pula sebaliknya.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
"...memberilah maka engkau akan menerima lebih"
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;A HREF="http://rianahmad.blogspot.com/" TARGET="_blank"&gt;http://rianahmad.blogspot.com&lt;/A&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt"&gt;

tag : rahasia uang, rahasia terbesar, rahasia kekayaan, rahasia memberi
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-2669039153242966951?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/2669039153242966951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=2669039153242966951' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/2669039153242966951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/2669039153242966951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/05/rahasia-mencari-uang-terbesar-sepanjang.html' title='Rahasia Mencari Uang Terbesar Sepanjang Sejarah'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-8712536820810966122</id><published>2008-05-21T20:06:00.000+07:00</published><updated>2008-05-21T20:13:05.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perencanaan keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejahtera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='multi income'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebebasan finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kredit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bank'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mesin uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waralaba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makmur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='franchise'/><title type='text'>8 Profil dan Jalur Kekayaan</title><content type='html'>&lt;h2&gt;8 Profil &amp; Jalur Kekayaan&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
Saya belajar tentang "CashFlow" dari Robert Kiyosaki. Saya banyak belajar mengenai "How to" dari Billi Lim &amp; Anthony Robbins. Saya belajar mengenai "Sistem" dari E-Myth , buku wajibnya small business yg ditulis oleh Michael Gerber. Saya juga banyak belajar tentang "Praktek Bisnis" dari Brad Sugars. &lt;A HREF="http://belajaronmarketing.blogspot.com" TARGET="_blank"&gt;Belajar&lt;/A&gt; dan belajar, cuman belajar mulu, prakteknya kapan? begitulah kadang2 sindiran orang atau bahkan teman dekat kita. Entah maksud mereka justru untuk memberi semangat atau malah menjatuhkan :)
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Tapi saya sendiri pernah mengalami, sudah banyak belajar, tetapi tetap saja untuk memulainya sulit sekali, masih banyak kebingungan, rasa takut, takut gagal, takut salah dsbnya. Nah sampai akhirnya saya bertemu dengan Roger Hamilton, disitu kemudian saya menemukan "KEJELASAN" mengenai bisnis saya. Kadang2 kalau belum menemukan "KEJELASAN" rasanya tidak heran kalau timbul kekuatiran dan ketakutan kalau kita akan banyak mengalami trial&amp; error saat berbisnis, tabrak sana, tubruk sini, dsbnya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Roger Hamilton di Indo mungkin tidak atau belum sepopuler Robert Kiyosaki, tetapi pembahasannya mengenai profil/jalur kekayaan, sangat membuka mata saya. Secara singkat saja, saya mengutip apa yang saya pelajari dari Roger Hamilton. Beliau mengatakan bahwa jalur kekayaan setiap orang berbeda2 dan setiap orang perlu tahu jalur kekayaan mana yang tepat atau sesuai dengan diri masing2, dan setelah itu barulah mencontoh atau meneladani orang2 yang sudah lebih dulu sukses di jalur itu untuk mempercepat kesuksesan kita.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Selain itu pentingnya mengetahui jalur/profil kekayaan adalah agar kita tidak terjebak pada jalur/profil yang salah, atau salah masuk pada jalur/profil kekayaan yang tidak sesuai dengan kita. Hasilnya ? Bisa fatal sekali, dapat menyebabkan kebrangkutan atau kerugian besar.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Secara ringkas, 8 Profil Kekayaan yg dimaksud adalah :
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
1. The Creator&lt;br&gt;
Kaya dari menciptakan produk, misal : Walt Disney, Bill Gates
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
2. The Star&lt;br&gt;
Kaya dari menjual diri , misal : Tom Cruise, Michael Jordan, Oprah
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
3. The Supporter&lt;br&gt;
Kaya dari leadership , misal : Jack Welch(GE), Steve Balmer(Microsoft)
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
4. The Deal Maker&lt;br&gt;
Kaya dari deal , misal : Donald Trump, Li Ka Shing
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
5. The Trader&lt;br&gt;
Kaya dari trading , misal : George Soros
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
6. The Accumulator&lt;br&gt;
Kaya dari pengakumulasian usaha / saham, misal : Warren Buffet
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
7. The Lord&lt;br&gt;
Kaya dari Cashflow, misal : Raja minyak John Rockefeller &amp; Paul Getty
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
8. The Mechanic&lt;br&gt;
Kaya dari Sistem, misal : Sam Walton (Walmart), Ray Kroc (Mc Donald)
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Nah kini tentunya Anda pun bisa melihat lebih jelas, bahwa jalan menuju kekayaan dapat ditempuh melalui 8 jalur ini, pertanyaan tinggal jalur/profil mana yang sesuai dengan diri Anda??
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Mengapa profil kekayaan ini penting? Ada 2 alasan, yaitu agar Anda dapat dengan mudah memfokuskan dan mempelajari cara pencapaian sukses dari orang yang sudah lebih dulu sukses di jalur/profil yang sama dengan Anda. Misal bila Anda adalah The Star, Anda tinggal mempelajari orang2 sukses yang juga adalah The Star, apa yang mereka kerjakan, bagaimana cara mereka mengembangkan diri mereka, bagaimana mereka menerapkan leverage , dll.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Alasan ke dua, karena dengan mengenali profil Anda, Anda jadi lebih tahu apa kekuatan dan kelemahan Anda, sehingga Anda membutuhkan rekan lain dari profil yang berbeda untuk mengisi kelemahan Anda dan menjadi kuat. Misalnya Anda adalah The Creator, Anda selalu punyaide2 yang cemerlang dan dapat menciptakan sesuatu produk/hal yang baru, namun Anda mengalami kesulitan untuk merubahnya menjadi uang.Nah disini Anda mungkin memerlukan bantuan dari Supporter atau Mechanic untuk memasarkan jasa/produk Anda.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Terus terang saya sendiri juga belum pernah menjalankan test dari Roger Hamilton untuk mengetahui mana profil yang sesuai dengan saya, saya akan senang sekali kalau misalnya ada tim dari Roger Hamilton Indonesia yang mengetahui akan hal ini, and siapa tahu mereka mau memfasilitasi kita semua untuk ikut test apalagi dengan Free, haha...saya yakin pasti disini semua juga pengen ikutan ya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Tetapi seiring dengan waktu, melalui analisa2 pribadi, perenungan, pengalaman, rasa2nya saya tau apa profil saya, dan saat ini saya sedang mengikuti apa yg dilakukan oleh orang2 yang punya profil sama dan sudah lebih dulu sukses.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Mudah2an saya pun bisa mempercepat kesuksesan saya, dan tentunya saya pun berharap demikian halnya dengan Anda.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
MMC = Money..Money..Come ! :)&lt;br&gt;
(www.frankytanz.blogspot.com)
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt"&gt;

tag : kebebasan finansial, bisnis, multi income, finansial, perencanaan keuangan, sejahtera, kaya, sukses, makmur, waralaba, franchise, bank, mesin uang, kredit, kebebasan finansial, kesejahteraan, kemandirian, wirausaha, business owner, entrepreneur, pengusaha, supplier, dana abadi, menabung
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-8712536820810966122?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/8712536820810966122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=8712536820810966122' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/8712536820810966122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/8712536820810966122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/05/8-profil-dan-jalur-kekayaan.html' title='8 Profil dan Jalur Kekayaan'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-5258100505188090566</id><published>2008-05-16T19:02:00.000+07:00</published><updated>2008-05-16T19:03:37.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekuatan Pikiran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesuksesan'/><title type='text'>Kekuatan Pikiran untuk Meraih Kekayaan dan Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Kekuatan Pikiran untuk Meraih Kekayaan dan Kesuksesan&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
Prinsip paling mendasar dalam pemikiran selama ini adalah :"Bila Anda pikir Anda bisa, maka Anda bisa" tetapi bila Anda pikir Anda tidak bisa Anda tidak bisa. Jadi apakah Anda akan berhasil, SUKSES atau gagal, sepenuhnya adalah tergantung pada diri Anda sendiri. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Kesuksesan atau kegagalan Anda sangat tergantung kepada keputusan mental yang Anda ciptakan di dalam pemikiran Anda sendiri 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Kesuksesan akan datang dalam bentuk "Bisa" sedangkan Kegagalan akan datang dalam bentuk "Tidak Bisa". Orang-orang yang sukses adalah mereka yang menggunakan seluruh potensi pikiran mereka yang sangat luar biasa, mereka selalu mengembangkan dan memaksimalkan potensi dirinya melalui pikiran untuk pencapaian tujuan mereka. Mereka memliki pikiran yang positif dengan hasrat dan kepercayaan terhadap diri sendiri yang sangat luar biasa sekali, semangat mereka membara untuk mencapai tujuan mereka.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;

Biasanya mereka selalu memiliki pikiran SUKSES yang positif dan jernih dalam melakukan segala perilaku dan tindakan. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Jika Anda dapat menggunakan kekuatan pikiran ini, maka kekuatan ini akan mengubah mental dan perilaku Anda, tentu saja kehidupan Anda akan berubah menjadi semakin baik dan positif, serta akan mudah untuk meraih Sukses. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Anda akan selalu terinspirasi dan termotivasi dengan pikiran positif Anda, tentu akan semakin banyak peluang-peluang positif dalam hidup Anda yang dapat ditemukan dalam kerajaan pikiran Anda yang sangat luar biasa ini. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Manfaatkanlah sepenuhnya kekuatan pemikiran ini untuk mewujudkan visi yang sangat luar biasa yang tentunya akan menunjang kehidupan Anda 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Anda adalah satu-satunya nahkoda atau penguasa pikiran Anda sendiri, oleh karena itu apa yang Anda pikirkan dan tindakan apa yang akan Anda lakukan setiap hari adalah berawal dari pikiran Anda sendiri.  
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Buddha pernah berkata bahwa "Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagian  akan mengikutinya bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya". 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Seorang filsuf Yunani, Plato, berbicara tentang kekuatan yang sangat besar yang ada dalam pikiran kita, dijelaskan pula oleh Plato bahwa realitas/keadaan diciptakan oleh pikiran kita dan kita dapat mengubah keadaan kita dengan cara mengubah pemikiran yang melintas di dalam pikiran kita.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Jadi jelaslah bahwa pikiran Anda adalah pemimpin/pelopor dari segala tindakan Anda dan yang menguasai pikiran adalah diri Anda sendiri, jika Anda berpikir hal-hal yang positif, hidup ini akan positif, begitu pula dengan sebaliknya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;b&gt;Jika Anda berpikir Anda akan sukses, anda akan sukses, jika Anda berpikir Anda kaya, Anda pun akan kaya&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Andaikata mengalami macet di jalan, tidak perlu berpikiran negative dengan  mengomel atau menggerutu, sebetulnya itu adalah waktu yang sangat tepat untuk melakukan dan menambah pikiran positif dengan mendengarkan radio dengan segudang acaranya, seperti mendengarkan cerita-cerita bijaksana dari Bapak Andrie Wongso (Motivator No. 1 Indonesia), berita/informasi yang bermanfaat dan berguna, dll. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Inspirasi tentang pikiran, adalah pikirkan selalu yang positif dan selalu katakan "Bisa", karena kegagalan akan datang pada orang yang mengatakan "Tidak Bisa", jadi lebih baik katakan "Bisa", mungkin kalimat pentingnya bisa dirubah sedikit menjadi ""Bila Anda pikir Anda bisa, maka Anda bisa" tetapi bila Anda  tidak bisa Anda harus Pikir "Bisa". Mulai hari ini Anda harus mengubah kebiasaan pemikiran negative Anda menjadi pemikiran yang optimis/positif dengan "Bisa". Semoga para pembaca bisa terinspirasi dengan tulisan saya dan semoga bisa selalu berpikiran "Bisa".
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Oleh : Johanes Ariffin Wijaya
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt"&gt;

tag : Kekuatan Pikiran, Kekayaan, Kesuksesan
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-5258100505188090566?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/5258100505188090566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=5258100505188090566' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/5258100505188090566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/5258100505188090566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/05/kekuatan-pikiran-untuk-meraih-kekayaan.html' title='Kekuatan Pikiran untuk Meraih Kekayaan dan Kesuksesan'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-6192831286068936932</id><published>2008-05-16T18:57:00.000+07:00</published><updated>2008-05-16T19:01:39.280+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejahtera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perencanaan keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='duit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='multi income'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pasif income'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='passive income'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bank'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mesin uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waralaba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penghasilan tambahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makmur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reseller'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='franchise'/><title type='text'>Aktive Income VS Passive Income</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Aktive Income VS Passive Income&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
Inginkah Anda punya banyak waktu untuk membesarkan anak-anak Anda, punya uang untuk disumbangkan ke lembaga sosial dan proyek yang Anda dukung, menciptakan lowongan pekerjaan dan membangun stabilitas keuangan bagi masyarakat, punya waktu dan uang untuk mengurusi kesehatan dan bisa keliling dunia dalam rangka mensyukuri nikmat Allah SWT dengan keluarga.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Semua hal itu butuh uang, itu sebabnya uang itu penting, tapi sebagian besar dari kita sering tidak mau menghabiskan hidup hanya dengan bekerja mencari uang. Bagaimana solusinya? Berbagai &lt;A HREF="http://ecerdas.com/?id=xtraincome" TARGET="_blank"&gt;metode menghasilkan uang&lt;/A&gt; yang berbeda membutuhkan kerangka berpikir yang berbeda, keterampilan teknis yang berbeda, jalur pendidikan yang berbeda dan jenis orang yang berbeda. Meski uang dimana-mana sama, cara memperolehnya bisa jauh berbeda.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Mengambil sebuah referensi dari sebuah buku yang dikarang oleh Robert T. Kiyosaki yang berjudul Rich Dad Poor Dad, menurutnya ada dua jenis uang yang dipandang dari cara mendapatkannya (istilah ini sering disebut income atau pendapatan) yaitu earning income dan passive income. Earning income dalam bahasa Indonesia mungkin sulit dicari terjemahannya, tetapi saya akan menggunakan istilah yang berlawanan dengan passive income yaitu aktive income.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Aktive income adalah pendapatan yang didapat dari aktivitas kita, tanpa aktivitas itu maka pendapatan kita akan berhenti. Contohnya, seorang employee (pegawai) mendapat uang dengan mempunyai pekerjaan dan bekerja untuk orang lain atau sebuah instansi/perusahaan. Selain itu, orang self-employee (pekerja lepas) mendapat uang dengan bekerja untuk diri sendiri. Contoh riil dalam kehidupan adalah gaji yang kita terima sebagai pegawai, keuntungan yang kita peroleh dari transaksi jual beli, pendapatan seorang dokter, desainer, apapun keahlian mereka yang senantiasa menggunakan jasa mereka.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Sedangkan passive income adalah income yang didapat tanpa kita harus melakukan aktivitas. Biasanya passive income didapat dari asset yang kita bangun/investasikan sehingga asset itu menghasilkan passive income untuk kita. Misalnya seorang business owner (pemilik usaha) memiliki usaha yang menghasilkan uang, dan investor (penanam modal) mendapat uang dari berbagai investasi mereka, dengan kata lain, uang menghasilkan uang yang lebih banyak. Kita memiliki usaha atau perusahaan yang sudah bisa ditinggal dan usaha ini bisa berjalan terus tanpa tergantung pada aktivitas sebagai pemiliknya. Passive income juga didapat dari properti yang disewakan kepada orang lain, ruko (rumah kontrakan), atau apartemen. Selain itu juga deposito.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Hingga saat ini, orang banyak berpikir bahwa passive income hanya dapat dilakukan oleh orang kaya saja, misalnya konlemerat atau orang yang banyak uang sehingga bisa mendepositokan uangnya yang besar atau mereka yang bisa investasi membeli properti banyak dan sebagainya. Padahal setiap orang memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan passive income, tergantung manusianya itu sendiri sejauhmana memanfaatkan peluang ini.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Masih menurut Robert T. Kiyosaki, peluang terbesar untuk mendapatkan passive income dapat diperoleh di kuadran kanan, yaitu di business owner dan investor. Lebih spesifik, yaitu di wilayah business owner yang biasanya dijalankan oleh orang yang menjalankan bidang usaha berbentuk corporate, franchise dan network &lt;A HREF="http://marketing-tricks.blogspot.com" TARGET="_blank"&gt;marketing&lt;/A&gt;. Perbedaan diantara ketiganya adalah di modal, resiko, persiapan tempat, waktu, SDM dan sistem. Dari ketiga bidang usaha di atas yang paling mudah dilakukan sehingga mendapatkan passive income adalah bidang usaha Network &lt;A HREF="http://marketing-tricks.blogspot.com" TARGET="_blank"&gt;marketing&lt;/A&gt;.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Mudah disini mengandung arti yang sejalan dengan aktivitas rutin masyarakat kita dan dari analisa modal, resiko, persiapan tempat, waktu, SDM dan sistem. Lebih dari seratus perusahaan network marketing beroperasi di Indonesia, kita dapat menyeleksi mana yang benar-benar menghasilkan kriteria passive income. Memang hampir semua menawarkan sistem yang mudah dan passive income, tetapi perlu waktu untuk membuktikannya. Pada prinsipnya di network marketing, income didapatkan dari jumlah pembelian produk dikalikan dengan jumlah jaringan. Untuk lebih mepermudahkan memilih mana yang dapat menghasilkan passive income atau tidak adalah dilihat dari dua hal (di usaha network marketing).
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Pertama, aktivitas pembangunan jaringan. Pada perusahaan &lt;A HREF="http://ecerdas.com/?id=xtraincome" TARGET="_blank"&gt;network marketing&lt;/A&gt;, biasanya pada jenjang karir tertentu kita akan mendapatkan penghasilan yang menurut kita "aman" dan bisa dibilang melebihi pendapatan diatas rata-rata. Di wilayah ini kita tidak lagi melakukan aktifitas membangun jaringan lagi karena aktivitas kita telah diduplikasi oleh mitra yang kita ajak bergabung di usaha ini. Kedua, aktivitas pemenuhan batas minimal belanja produk yang diwajibkan oleh perusahaan kepada setiap individu (distributor) yang menjalankan bisnis ini.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Demikian jelas perbedaan antara passive income dengan active income. Sekarang tergantung kita, memilih yang mana diantara kedua pendapatan itu. Apapun pilihan kita, senantiasa akan menjelaskan keinginan dan komitmen kita dalam menjalankan hidup di dunia yang hanya sekali ini. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
GO PASSIVE INCOME! 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Oleh Aries Setyo Priyono, Direktur Utama PT. Citra Niaga Abadi
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt"&gt;

tag : passive income, bisnis, pasif income, penghasilan tambahan, multi income, reseller, finansial, perencanaan keuangan, duit, sejahtera, kaya, sukses, makmur, waralaba, franchise, bank, mesin uang
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-6192831286068936932?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/6192831286068936932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=6192831286068936932' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/6192831286068936932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/6192831286068936932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/05/aktive-income-vs-passive-income.html' title='Aktive Income VS Passive Income'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-6302691730050320188</id><published>2008-04-27T19:15:00.000+07:00</published><updated>2008-04-27T19:17:43.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perencanaan keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengusaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dana abadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemandirian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='business owner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebebasan finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='supplier'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecerdasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesejahteraan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Kesejahteraan Finansial dengan Pendekatan Spiritual</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Kesejahteraan Finansial dengan Pendekatan Spiritual&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
Kekayaan masih menjadi pesona bagi sebagian besar manusia. Sebab kekayaan membawa kepada pintu segala kesenangan dan kebahagiaan. Kekayaan juga berarti kesempatan untuk menjadikan standar hidup menjadi lebih baik. Belum lagi kenyataan yang "dikondisikan" oleh manusia itu sendiri, bahwa kekayaan terkait dengan masalah posisi, status sosial dan kehormatan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Wajar kemudian bila kekayaan begitu banyak menggoda manusia. Dan ditemukan kemudian, tidak sedikit manusia yang mengorbankan sisi kemanusiaannya dan mengabaikan keberadaan Tuhannya dalam kerangka pencarian dunia. Itu sebabnya, kekayaan juga bisa dalam sekejap berubah menjadi neraka dunia!
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Bagaimana cara menghindari hal tersebut? Menurut Pimpinan Wisata Hati, Yusuf Mansur, menjadi kaya adalah sebuah keinginan yang wajar-wajar saja, sebagaimana keinginan untuk menjadi orang yang sukses baik secara pendidikan, jabatan dan lain sebagainya. "Toh biar bagaimanapun, tidak ada larangan menjadi kaya â€” harus malah â€” asal bisa tetap bersyukur lagi saleh," tegas Yusuf Mansur saat memberikan ceramah tentang Financial Healing: Jawaban Bagi 1001 Masalah dan Keinginan yang diadakan oleh PT Telkom Bandung, di Bandung, Selasa (31/5).
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Acara yang dihadiri oleh ratusan Pegawai Telkom Bandung itu merupakan kerja bareng Telkom Bandung, DAR! Mizan, dan Wisata Hati. "Dan untuk mengiringi langkah pencarian kekayaan itulah manusia perlu diingatkan, dan diberikan pengarahan yang jelas. Tujuannya, bagaimana bisa menjadi kaya tanpa harus memiskinkan hati. Apalagi bila memiskinkan orang lain," tegas Yusuf Mansur.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Sebelumnya, saat berceramah di Masjid Raya Batam Centre, Batam, Senin (30/5), Yusuf Mansur mengupas tema "Fenomena Keajaiban Sedekah (Membangun Usaha dengan Spiritual). Acara tersebut diadakan oleh Majelis Taklim Humairah Kota Batam, yang dipimpi oleh Ny Rekaveny Soerya, dan dihadiri oleh ribuan jamaah yang datang dari Batam dan sekitarnya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Penulis seri buku Wisata Hati itu mengaku yakin benar bahwa bersedekah adalah kunci utama untuk menjadi kaya dan sukses. "Banyak kejadian yang membuktikan itu. Dengan sedekah utang menjadi lunas, miskin menjadi kaya, susah menjadi senang, masalah mendapat solusi," ujarnya penuh semangat.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Dari perjalanannya ke berbagai daerah, ustad muda kelahiran Jakarta tahun 1976 itu banyak menemukan fenomena keajaiban sedekah. Karena itu, kata dia, setiap insan perlu mempelajari ilmu sedekah. "Meskipun terdengar sederhana, sedekah mampu membangun usaha dengan jiwa spiritual. Walaupun terdengar tak lazim tapi sedekah mampu membersihkan harta yang kita miliki dan mampu menggolkan proyek yang kita incar, Insya Allah," tuturnya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Dia lalu mencontohkan tentang seorang pengusaha sedang mengincar sebuah proyek. Biasanya dalam dunia bisnis, orang suka main sikut sana-sikut sini, menyogok, atau memakai uang pelicin. "Sekarang gantilah sogokan Anda dengan membiayai seribu anak yatim piatu dan anak jalanan. Kalau kita boleh bergurau sama Allah, istilahnya kita menyogok-Nya. Insya Allah proyek itu gol. Karena Allah yang memiliki dunia dan seisinya, maka berharaplah dari-Nya, jangan dari manusia," ujarnya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Sekarang, kata dia, bayangkanlah keuntungan yang akan Anda dapatkan jika berhasil dalam suatu hal, maka langsung saja 2,5 persen disedekahkan di muka. "Misalnya anda akan memperoleh seratus juta, maka sebelum memperoleh keuntungan itu, gelontorkanlah uang dari kocek anda sejumlah dua setengah juta rupiah untuk sedekah. Tidak besar, kan? Inilah contoh implementasi membangun usaha dengan spiritual," paparnya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Saat berceramah di rumah Soerya Respationo, salah satu calon wakil gubernur Batam (mendampingi calon gubernur H. Nyat Kadir), Senin (30/5) malam, Yusuf Mansur menuturkan beberapa kisah ajaib bersedekah. Misalnya, kisah seorang lelaki bernama Mubalighun yang ditimpa masalah berat. Karena selalu berutang dan dikejar debt collector, istrinya tidak tahan dan minta cerai. Pada suatu malam, dia merasa dunia akan kiamat baginya, karena pada keesokan harinya rumahnya akan disita, istrinya menunggu di Pengadilan Agama, dan anak sulungnya akan dikeluarkan dari sekolah akibat terlalu lama menunggak bayaran. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Pokoknya Mubalighun depresi berat dan bahkan berniat bunuh diri malam itu juga. "Syukurlah dia sadar, dan teringat uang simpanannya sebesar Rp 300 ribu. Malam itu juga ia sedekahkan uang tersebut kepada fakir miskin. Keesokan harinya dia mendapatkan rezeki besar yang tak disangka-sangka, sehingga rumah tetap dimiliki, istri tak jadi menuntut cerai, dan anak sulungnya bisa tetap bersekolah," tuturnya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Ada juga kisah seorang tukang bubur yang mengorbankan uangnya untuk biaya pengobatan orang tuanya. Apa yang terjadi? "Begitu angka tabungannya di sebuah bank mencapai lima juta rupiah, ia mendapat hadiah sebuah mobil Mercy," kata Yusuf Mansur.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Ny. Hasyimah, istri H. Nyat Kadir, membenarkan fenomena keajaiban sedekah. Suatu hari dalam sebuah acara ia ingin menyumbang sejuta rupiah. Entah kenapa rasanya berat sekali mengeluarkan uang itu. Akhirnya ia hanya menyumbang 500 ribu, namun apa yang didapatnya? Sejak itu ada saja uangnya keluar untuk berbagai keperluan. Jumlahnya sampai berlipat. "Andai saja saya jadi menyumbang sejuta, saya yakin keadaannya tak akan seburuk itu," tandas Ny Hasyimah.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Ny Rekavenny Soerya juga berceritabanyak mengenai keajaiban-keajaiban sedekah, terlebih setelah mendengarkan berbagai ceramah. "Pengalaman hidup kami membuktikan bahwa pendekatan spiritual, khususnya sedekah, merupakan kunci untuk meraih kesejahteraan finansial," papar Ny Rekavenny.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Yusuf Mansur
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt"&gt;

tag : kecerdasan, finansial, perencanaan keuangan, kebebasan finansial, kesejahteraan, kemandirian, wirausaha, business owner, entrepreneur, pengusaha, supplier, dana abadi, menabung
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-6302691730050320188?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/6302691730050320188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=6302691730050320188' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/6302691730050320188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/6302691730050320188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/04/kesejahteraan-finansial-dengan.html' title='Kesejahteraan Finansial dengan Pendekatan Spiritual'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-3845646780408564782</id><published>2008-04-27T19:10:00.000+07:00</published><updated>2008-04-27T19:15:06.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebiasaan orang kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaya'/><title type='text'>Kebiasaan Orang Kaya</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Kebiasaan Orang Kaya&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
&lt;i&gt;oleh: Andrias Harefa*&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
“Apakah habitus orang kaya yang paling umum?” tanya saya kepada sejumlah kawan. 
“Mereka super pelit,” kata Iin. 
“Orang kaya yang saya kenal banyak yang sombong,” jawab Toni. 
“Selalu memperhitungkan segala sesuatunya dengan cermat,” kata Herlina. 
“Tidak suka berhutang,” ujar Didi. 
“Suka menawar harga barang yang ingin dibelinya,” jelas Diah. 
“Mereka suka memamerkan kekayaannya,” kata Rudy. 
“Cenderung serakah dan asosial,” gagas Yuyun. 
“Hanya membeli barang-barang bermerek terkenal,” ujar Lilik. 
“Hidup hemat, cenderung pelit, dan tidak suka menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya,” papar Dewi. 
“Suka bangun siang dan tidur dini hari,” kata Indra. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

*** 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

&lt;i&gt;Manusia membangun habitus secara perlahan. Dan kemudian habitus itu membentuk nasibnya. (Pandir Karya)&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

“Habitus (Latin) bisa berarti kebiasaan, tata pembawaan, atau penampilan diri, yang telah menjadi insting perilaku yang mendarah daging, semacam pembadanan dari kebiasaan kita dalam rasa-merasa, memandang, mendekati, bertindak, atau berinteraksi dalam kondisi suatu masyarakat… bersifat spontan, tidak disadari pelakunya apakah itu terpuji atau tercela, seperti orang tak sadar akan bau mulutnya. Ia bisa menunjuk seseorang, tapi juga kelompok sosial,” demikian antara lain penjelasan B. Herry-Priyono (Kompas, 31 Desember 2005). 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Perhatikan bahwa habitus “…telah menjadi insting perilaku yang mendarah daging”, “bersifat spontan”, “tidak disadari pelakunya”, dan bisa menunjuk kepada “kelompok sosial” tertentu. Nah, dengan pemahaman ini, mari kita coba pikirkan, apa sajakah habitus kelompok sosial ekonomi atas (baca: orang-orang kaya dan super kaya) yang telah menjadi insting perilaku yang mendarah daging, bersifat spontan, dan tidak disadari pelakunya (baca: bersifat reflek)? 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Dari studi literatur tentang kecenderungan perilaku orang-orang kaya di Amerika dan Asia, serta dari pengamatan pribadi mengenai perilaku sejumlah kawan yang kaya di Indonesia, sekurang-kurangnya bisa disebutkan beberapa habitus yang saling kait mengait satu sama lain sebegai berikut. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

&lt;b&gt;Habitus pertama&lt;/b&gt;, dan boleh jadi ini yang terpenting, mereka menikmati hidup dengan standar jauh dibawah kemampuan mereka yang sebenarnya. Artinya, secara keuangan mereka lebih kuat dari apa yang nampak oleh mata lingkungannya. Mereka lebih kaya dari apa yang mungkin dipikirkan orang lain di sekitar mereka (tetangganya). Bila mereka sesungguhnya mampu membeli rumah seharga Rp 10 miliar, maka mereka senang memilih rumah seharga Rp 1 miliar. Jika mereka mampu membeli mobil seharga Rp 2 miliar, mereka senang memilih mobil seharga Rp 600 juta saja. Sekalipun mereka lebih dari mampu membeli barang-barang yang dipajang di butik-butik eksklusif atau pertokoan mewah macam Sogo Departemen Store, mereka tidak sungkan untuk berbelanja di pusat belanja grosir seperti di ITC Mangga Dua. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Seorang kawan yang saya duga memiliki harta kekayaan bersih lebih dari Rp 20 miliar dan tinggal di kawasan Karawaci, Tangerang, pernah mengatakan kepada saja bahwa, “Saya menganut pandangan bahwa apa pun yang kita gunakan dan nampak oleh orang lain seharusnya tidak lebih dari sepertiga kekuatan kita yang sesungguhnya. Dan kalau saya bisa menggunakan sepertigapuluh atau bahkan sepertigaratus dari kemampuan finansial saya untuk hidup nyaman, itu sudah cukup. Saya tidak suka dikenal terutama sebagai orang kaya. Saya lebih suka dikenal sebagai orang yang berkarya”. Pernyataan ini dengan tegas menunjukkan bahwa ia menikmati hidup dibawah kemampuan yang sesungguhnya. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Karena terbiasa hidup dibawah kemampuan yang sesungguhnya, maka mereka—orang-orang kaya tersebut—selalu memastikan bahwa biaya konsumsi mereka jauh dibawah penghasilan rutin yang mereka peroleh. &lt;b&gt;Itulah habitus kedua&lt;/b&gt;. Jika mereka memperoleh penghasilan rutin (katakan saja) Rp 30-40 juta per bulan, maka mereka telah membiasakan diri untuk hanya menggunakan sekitar Rp 10-15 juta per bulan untuk memenuhi kebutuhan bulanan keluarganya. Dan ketika penghasilan mereka meningkat menjadi Rp 60-70 juta per bulan pun, mereka tidak merasa perlu untuk mengubah pola konsumsi mereka. Dalam hal ini yang meningkat secara langsung adalah jumlah tabungan untuk investasi, karena biaya konsumsi relatif tetap. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

&lt;b&gt;Habitus yang ketiga&lt;/b&gt; adalah kebiasaan menyisihkan dana untuk tabungan dan investasi dulu, dan menyisakan yang lainnya untuk konsumsi rutin setiap bulannya. Jadi bukannya menggunakan penghasilannya untuk konsumsi dan kalau akhir bulan masih tersisa baru ditabung dan diinvestasikan. Dengan kata lain, mereka terbiasa untuk mencurahkan cukup banyak waktu untuk memikirkan soal kemana dan bagaimana uang mereka ditabung dan diinvestasikan agar berkembang lebih maksimal. Mereka tidak memberikan banyak waktu untuk memikirkan cara-cara menggunakan uang secara konsumtif, untuk berbelanja berlama-lama di pusat-pusat pembelanjaan. Sebaliknya, mereka memberikan banyak waktu untuk memikirkan hal-hal yang membuat harta mereka menjadi makin produktif, tumbuh dan berkembang, sehingga mereka menjadi mapan secara keuangan. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Setiap kali saya mengingat sejumlah perbincangan ketika berkesempatan mewawancarai atau sekadar mendengarkan nasihat orang-orang seperti Mochtar Ryadi, Ir. Ciputra, Bob Sadino, Jonathan L. Parapak, dan Soen Siregar, saya merasakan bagaimana ketiga habitus yang disebut di atas telah terpatri menjadi bagian dari tarikan nafas orang-orang tersebut. Tentu saja masih banyak lagi habitus orang-orang yang mapan secara finansial itu. Namun tiga yang telah dipaparkan di atas adalah habitus yang paling umum. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Karena itu saya bisa memastikan bahwa kawan-kawan saya yang lebih suka menampilkan gaya hidup seperti orang kaya, membiasakan diri untuk berbelanja lebih dulu dan menabung belakangan, serta senang menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan barang-barang konsumsi (gonta-ganti mobil baru tiap 1-2 tahun sekali, mengenakan pakaian-pakaian bermerek yang dibeli secara kredit, makan minum di tempat-tempat mahal, dan sebagainya), pastilah tidak akan pernah menjadi orang yang mapan secara keuangan. Orang muda yang suka foya-foya, hampir pasti akan hidup susah di usia senja. Sepasti matahari tenggelam di ufuk barat. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Kalau tak percaya, silahkan mencoba dan rasakan akibatnya![aha] 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;i&gt;
* Andrias Harefa adalah penulis 28 buku laris, inisiator dan fasilitator Pembelajar.com. Ia dapat dihubungi di: aharefa@cbn.net.id . Artikel ini dikutip dari www.Pembelajar.com&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt"&gt;

tag : kebiasaan orang kaya, kekayaan, kaya
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-3845646780408564782?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/3845646780408564782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=3845646780408564782' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/3845646780408564782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/3845646780408564782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/04/kebiasaan-orang-kaya.html' title='Kebiasaan Orang Kaya'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-8484949560984283385</id><published>2008-04-27T19:04:00.000+07:00</published><updated>2008-04-27T19:05:59.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejahtera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengusaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Secret'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dana abadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemandirian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='business owner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebebasan finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menabung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='supplier'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesejahteraan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makmur'/><title type='text'>Dari The Secret, Tentang Kekayaan</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Dari The Secret, Tentang Kekayaan&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
&lt;b&gt;Berikut beberapa Kutipan/Quote Dari The Secret, Tentang Kekayaan: &lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
"Bersyukur setiap hari adalah salah satu syarat untuk mendatangkan kekayaan." (Wallace Wattles)
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
"Niatkan untuk memandangi segala sesuatu yang Anda sukai dan katakan pada diri sendiri,  Saya mampu mendapatkannya. Saya mampu membelinya.  Anda akan mengubah pikiran Anda dan mulai merasa lebih baik tentang uang." (The Secret)
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
"Memberikan uang akan mendatangkan lebih banyak uang ke dalam hidup Anda. Ketika Anda bermurah hati dengan uang, dan merasa senang untuk berbagi dengan orang lain, sebenarnya Anda berkata,  Saya punya banyak uang." (The Secret)
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

"Dalam hal menciptakan kekayaan, kekayaan adalah sebuah kerangka pikir. Semuanya adalah tentang bagaimana Anda berpikir." (David Schirmer)
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;

Untuk menarik lebih banyak uang, Anda harus bisa merasa baik tentang uang. Bisa dipahami ketika orang tidak mempunyai cukup uang, mereka tidak merasa baik tentang uang karena mereka tidak mempunyai cukup uang. Tetapi, perasaan negatif tentang uang itu menghentikan lebih banyak uang datang kepada Anda! Anda harus bisa menghentikan siklus ini, dan Adna menghentikannya dengan mulai merasa baik tentang uang, dan bersyukur untuk apa yang sudah Adna miliki. Mulailah berkata dan merasakan,  Saya memiliki lebih dari cukup.   Ada kelimpahan uang, dan uang sedang menuju ke saya.   Saya adalah magnet uang.   Saya suka uang, dan uang menyukai saya.   Saya menerima uang setiap hari.  Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. (The Secret)
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
"Untuk menarik uang, berfokuslah pada kekayaan. Mustahil untuk mendatangkan lebih banyak uang ke dalam hidup Anda jika Anda berfokus pada kekurangan uang." (The Secret)
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
"Memberi Uang untuk Mendapatkan Uang. Memberi adalah suatu tindakan yang penuh daya untuk mendatangkan lebih banyak uang ke dalam hidup Anda karena ketika Anda memberi, Anda berkata,  Saya punya banyak.  Tidak akan mengherankan bagi Anda untuk mengetahui bahwa orang-orang terkaya di dunia adalah dermawan terbesar. Mereka memberikan sejumlah besar uang, dan ketika mereka memberi, menurut hukum tarik-menarik, Semesta akan membuka dan mengalirkan sejumlah besar uang kembali ke mereka dalam jumlah berlipat ganda!" (The Secret)
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt"&gt;

tag : The Secret, kekayaan, uang, sejahtera, kaya, sukses, makmur, kebebasan finansial, kesejahteraan, kemandirian, wirausaha, business owner, entrepreneur, pengusaha, supplier, dana abadi, menabung
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-8484949560984283385?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/8484949560984283385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=8484949560984283385' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/8484949560984283385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/8484949560984283385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/04/dari-secret-tentang-kekayaan.html' title='Dari The Secret, Tentang Kekayaan'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-8931562393639686840</id><published>2008-04-25T20:39:00.000+07:00</published><updated>2008-04-25T20:40:18.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejahtera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perencanaan keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengusaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='duit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemandirian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='business owner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebebasan finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesejahteraan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaya hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makmur'/><title type='text'>Gaya Hidup Orang Yang Benar-Benar Kaya</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Gaya Hidup Orang Yang Benar-Benar Kaya&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
Jalan-jalan ke tempat yang fantastis, makan malam di restoran mewah, rumah megah berkolam renang dan jacuzzi, mobil mahal koleksi terbaru, berpesta pora dan segala kegemerlapan adalah potret gaya hidup orang kaya yang sering kita lihat. Film-film, sinetron, majalah, televisi kerap menayangkan gambaran gaya hidup kaum borjuis ini. Maka, tak pelak kita pun terpesona dan memimpikan gaya hidup seperti itu.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Pertanyaannya: benarkah gaya hidup seperti itu yang dilakukan oleh semua orang kaya? Ternyata tidak seluruhnya benar. Thomas Stanley dalam buku terlarisnya berjudul "The Millionaire Mind" menemukan fakta dari 733 multi milioner di Amerika (orang-orang yang memiliki kekayaan bersih di atas $ 10 juta) ternyata bergaya hidup sebaliknya. Jauh dari kemewahan. Mereka mengendarai mobil tua yang rata-rata usianya di atas 10 tahun dan tidak pernah membeli pakaian lebih mahal dari $ 399. Untuk kebutuhan sehari-harinya pun mereka memiliki anggaran bulanan rumah tangga yang ketat.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Ingvar Kamprad, pendiri IKEA (jaringan toko furnitur knock down terbesar di dunia) yang memiliki kekayaan bersih $ 53 miliar selalu bebergian menggunakan pesawat kelas ekonomi, mengendarai Volvo tua dan bahkan rela menunggu berbelanja di malam hari untuk kebutuhan keluarganya, di saat harga turun.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Sam Walton, pendiri Wal-Mart yang juga dinobatkan oleh Forbes sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaannya mencapai $ 90 miliar juga punya gaya hidup yang jauh dari kemewahan. Setiap bebergian dia selalu naik pesawat kelas ekonomi, menginap di hotel dengan patungan (sharing) dan mengenakan kemeja yang dibelinya di saat harga diskon di tokonya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Warren Buffet, orang nomor dua terkaya di dunia dengan kekayaan $ 42 miliar tetap berkeliling dengan mobil tuanya, meskipun dia mampu membeli pabrik mobil sekali pun. Buffet yang baru-baru ini membuat berita heboh dengan menyumbangkan 80% kekayaannya untuk amal ini sangat jauh dari gaya hidup mewah.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Fakta-fakta yang diungkapkan Adam Khoo dalam buku "Secrets of Self-Made Millionaire" ini membuat saya termenung. Sedikit malu juga. Gaya hidup saya memang tidaklah mewah. Tapi tidak juga irit. Tapi, alhamdulillah, setelah membaca tulisan Adam Khoo ini saya menjadi tersadar kembali bahwa kemampuan mengelola pengeluaran termasuk salah satu ciri dari orang kaya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Bagi Adam Khoo, uang $ 800 yang dikeluarkannya untuk membeli hand phone baru adalah kesia-siaan. Karena itu adalah uang yang hilang begitu dibelanjakan. Tapi, dia tidak ragu mengeluarkan uang ribuan dollar untuk sebuah pelatihan atau seminar. Karena sepulangnya dari sana, dia akan mendapatkan uangnya kembali ratusan kali lipat. Itu adalah minsetnya orang kaya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Live below your mean. Hiduplah di bawah kemampuan kita. Itu adalah kata-kata bijak yang pernah saya baca. Jadi, walaupun kita mampu jalan-jalan ke Eropa, tapi sebaiknya ke Bali aja. Walau pun mampu beli Mercy, tapi beli Innova aja. Kurang lebih seperti itu. Pak Tung DW mempraktekkan gaya hidup seperti ini. Walau pun dia mampu beli Ferrari, tapi sekarang dia 'masih' pakai Mercy.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Saya juga tidak setuju dengan gaya hidup irit. Saya lebih suka menikmati hidup. Penghasilan kita harus dinikmati. Tapi jangan boros. Tetap harus hidup below your mean. Earn - invest - spend, itulah cara mengelola uang yang dipratekkan orang-orang kaya. Targetkan bahwa uang yang kita spend itu berasal dari passive income (termasuk dari profit bisnis), bukan dari earning bulanan. Asyik, kan? Kita tetap menikmati kualitas hidup yang layak tapi aset terut bertumbuh, bertumbuh dan bertumbuh...
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;A HREF="http://roniyuzirman.blogspot.com" TARGET="_blank" title=""&gt;roniyuzirman.blogspot.com&lt;/A&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt"&gt;

tag : gaya hidup, orang kaya, finansial, perencanaan keuangan, duit, sejahtera, kaya, sukses, makmur, kebebasan finansial, kesejahteraan, kemandirian, wirausaha, business owner, entrepreneur, pengusaha
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-8931562393639686840?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/8931562393639686840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=8931562393639686840' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/8931562393639686840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/8931562393639686840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/04/gaya-hidup-orang-yang-benar-benar-kaya.html' title='Gaya Hidup Orang Yang Benar-Benar Kaya'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-4851280521785864749</id><published>2008-04-25T20:30:00.000+07:00</published><updated>2008-04-25T20:32:40.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisa Menjadi Kaya'/><title type='text'>Apakah Benar Saya Bisa Menjadi Kaya?</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Apakah Benar Saya Bisa Menjadi Kaya? &lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
Ya! Apapun latar belakang pendidikan dan pekerjaan anda... &lt;b&gt;Anda bisa menjadi kaya!&lt;/b&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Banyak orang menganggap bahwa orang kaya adalah orang yang dianugerahi berbagai hal. Dari karakter yang mendukung mereka untuk sukses, lingkungan keluarga yang bonafit, sampai keberuntungan besar. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Ini adalah anggapan yang salah. Faktanya, mayoritas orang kaya adalah orang-orang biasa yang memulai dari bawah. Ada banyak contoh orang kaya yang dulunya berprofesi petani, pekerja kasar, guru, pedagang eceran, serta orang-orang dari berbagai profesi umum lainnya. Mereka semua menjadi kaya melalui usaha dan cara mereka sendiri-sendiri. Mereka mendapatkan uang dengan mempergunakan keahlian masing-masing. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Menjadi Kaya juga tidak ada hubungannya dengan tingginya gelar pendidikan. Ada banyak contoh orang kaya yang bukan sarjana, bahkan cuma lulusan SMU, SMP bahkan ada yang tidak lulus SD sekalipun.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Namun, dibalik keanekaragaman tersebut, mereka semua memiliki satu kesamaan. &lt;b&gt;Mereka memiliki pengetahuan mengenai apa yang harus mereka lakukan terhadap uang yang mereka dapat&lt;/b&gt;. Mereka bisa memaksimalkan kegunaan dari uang mereka, serta memanfaatkannya untuk mendapatkan uang lebih banyak lagi. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Anda juga bisa menjadi kaya seperti mereka dengan cara mempelajari pengetahuan mereka dan mempraktekannya secara nyata dalam kehidupan Anda.
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-4851280521785864749?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/4851280521785864749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=4851280521785864749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/4851280521785864749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/4851280521785864749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/04/apakah-benar-saya-bisa-menjadi-kaya.html' title='Apakah Benar Saya Bisa Menjadi Kaya?'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-4796786793812127873</id><published>2008-04-25T18:21:00.000+07:00</published><updated>2008-04-25T18:24:41.968+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peluang bisnis'/><title type='text'>5 Alasan kenapa kebanyakan Orang Tidak Kaya</title><content type='html'>&lt;h2&gt;5 Alasan kenapa kebanyakan Orang Tidak Kaya&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
&lt;i&gt;"5 Alasan sederhana kenapa kebanyakan orang tidak akan pernah mencapai kekayaan... dan bagaimana memastikan anda melakukan hal hal yang diperlukan! "&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Seorang bernama Mike Litman, pernah meneliti bagaimana cara menjadi kaya dengan melakukan wawancara kepada 20 Milyuner yang kaya karena usaha sendiri ( bukan karena warisan ).
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Setelah Mike melakukan wawancara, beliau menemukan, ada beberapa rahasia yang membuat mereka kaya raya sementara orang lain masih sibuk berjuang. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Ternyata sangat sederhana.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Berikut adalah 5 alasan sederhana kenapa kebanyakan orang tidak akan pernah kaya dan bagaimana memastikan anda melakukan ke 5 hal ini:
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br&gt;
&lt;b&gt;ALASAN NO #1 - Menunggu untuk mulai:&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Kebanyakan orang tidak ingin menunggu untuk sukses. Namun, pada saat yang sama, mereka menunggu terlalu lama untuk memulai di jalan kesuksesan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Anda bisa melihat masalahnya kan?
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Semakin lama anda menunggu untuk memulai, semakin lama anda akan mendapatkan hasil, kesuksesan, dan gaya hidup yang anda inginkan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Banyak orang menunggu segala sesuatu menjadi sempurna terlebih dahulu sebelum mereka memulai. Oleh karena itu, mereka tidak pernah memulai dan tidak pernah mencapai sesuatu yang berarti.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Tidak ada pertandingan yang pernah dimenangkan atau diakhiri oleh seseorang yang tidak pernah meninggalkan garis start!
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Jangan menunggu untuk memulai. Mulai sekarang juga berjalan di jalan kesuksesan anda. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br&gt;
&lt;b&gt;ALASAN NO #2 - Buta huruf secara finansial:&lt;/b&gt; &lt;br&gt;
~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Hal penting dalam kekayaan adalah mengerti perbedaan dari aset dan hutang.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Aset adalah mendatangkan uang ke kantong anda.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Hutang mengeluarkan uang dari kantong anda.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Banyak orang mengira bahwa rumah mereka, mobil mereka, dan kepemilikan yang lain adalah asset. Tetapi, sebenarnya adalah bahwa dalam banyak kesempatan, semuanya itu membuat uang keluar dari kantong anda. Semuanya itu menyebabkan ada mengeluarkan uang untuk pembiayaan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Semuanya itu tidak membuat anda menghasilkan uang. Oleh karena itu, hal yang sebenarnya, semuanya itu adalah merupakan beban (hutang).Semuanya itu mengambil uang anda keluar setiap bulannya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Ketika anda mempunyai lebih banyak uang yang datang dari aset yang sesungguhnya daripada yang anda keluarkan untuk membayar beban, anda akan menjadi bebas secara finansial. Hanya ada 1 cara untuk melakukan nya. 
Yang membawa kita ke hal ketiga... 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br&gt;
&lt;b&gt;ALASAN NO #3 - Fokus pada penghasilan yang mendatar daripada penghasilan yang pasive.&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Salah satu dari Milyuner yang diwawancarai menyampaikan secara sederhana, "Jika anda tidak &lt;A title="Saat anda berlibur, saat anda bersantai dan bahkan saat anda sedang tidur sekalipun, anda akan menghasilkan uang disini. orang-orang dari mana saja dan kapan saja akan dengan senang hati mentransfer uangnya ke rekening anda dari mana saja dan kapan saja!" href="http://ecerdas.com/?id=xtraincome" target=_blank&gt;menghasilkan uang ketika anda tidur&lt;/A&gt;, maka anda tidak akan kaya."
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Penghasilan yang mendatar adalah apa yang anda dapatkan dari pekerjaan anda. Anda bekerja selama 1 jam dan mendapatkan bayaran hanya satu kali saja dari pekerjaan satu jam itu, hanya itu.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Penghasilan pasive adalah ketika anda bekerja sekali namun secara terus menerus dibayar lagi dan lagi dari pekerjaan yang TIDAK lagi anda lakukan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Berinvestasi atau menciptakan aset yang sebenarnya yang menghasilkan penghasilan pasive untuk anda adalah tiket menuju kemakmuran.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br&gt;
&lt;b&gt;ALASAN NO #4 - Tidak mengerti atau tidak menggunakan sistem untuk menghasilkan uang.&lt;/b&gt; &lt;br&gt;
~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Sebuah SYSTEM yang menghasilkan uang adalah sesuatu yang mengjinkan anda untuk mendapatkan uang tanpa usaha anda sendiri. Dengan kata lain, Itu adalah cara yang otomatis untuk menghasilkan uang. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Semua Aset yang sejati adalah hanya sebuah "sistem" dengan sendirinya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Sekali anda menciptakan atau berinvestasi pada sebuah sistem yang sederhana untuk menghasilkan uang, maka tidak ada batasan pada seberapa banyak uang yang bisa anda hasilkan.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Menjadi seorang ahli dan sistem uang dapat membawa kekayaan lebih dari yang anda impikan. 
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br&gt;
&lt;b&gt;ALASAN NO #5 - Tidak Cukup GIGIH atau SABAR:&lt;/b&gt; &lt;br&gt;
~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Untuk menyelesaikan sebuah pertandingan anda harus meninggalkan garis start dan mengikuti garis menuju ke batas Finish.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Kebanyakan orang, mencipatakan kegagalan mereka sendiri dengan apakah tidak pernah memulai atau tidak bertahan, atau keduanya. :-)
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Anda HARUS tidak hanya memulai, namun juga bertahan terus.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Hal ini kelihatan nya jelas, tetapi adalah penyebab terbesar dari kegagalan. Hanya dengan bergabung dalam sebagian kecil orang yang mau melakukan ke 5 hal diatas, maka anda akan mendapatkan kesempatan yang sangat besar untuk sukses dan kaya.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Sebenarnya sangat sederhana... putuskan untuk melakukan hal hal diatas, dan anda juga bisa menjadi kaya. Kalau anda tidak lakukan hal diatas, maka anda akan menjadi seperti kebanyakan orang yang tidak sukses.
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
Putuskan sekarang juga untuk menjadi ahli pada hal hal yang disebutkan diatas, dan mulai perjalanan menuju kesuksesan anda sekarang. Dan tetap bertahan dan lihat perbedaan yang dilakukan nya.
 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;

Kusuma Putra&lt;br&gt;
&lt;A HREF="http://zero-to-millionaire.blogspot.com" TARGET="_blank" title=""&gt;http://zero-to-millionaire.blogspot.com&lt;/A&gt;

&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt"&gt;

tag : rahasia kaya, bisnis, investasi bisnis, peluang bisnis, bisnis internet, bisnis online, investasi, dana hibah, arisan, uang, pensiun muda, pasif income, penghasilan tambahan, multi income, reseller, finansial, perencanaan keuangan, duit, sejahtera, kaya, sukses, makmur, waralaba, franchise, bank, mesin uang, kredit, kebebasan finansial, kesejahteraan, kemandirian, wirausaha, business owner, entrepreneur, pengusaha, dana abadi, menabung
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-4796786793812127873?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/4796786793812127873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=4796786793812127873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/4796786793812127873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/4796786793812127873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/04/5-alasan-kenapa-kebanyakan-orang-tidak.html' title='5 Alasan kenapa kebanyakan Orang Tidak Kaya'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610486025075558014.post-5054737186433040747</id><published>2008-04-25T18:17:00.000+07:00</published><updated>2008-04-25T18:20:42.371+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perencanaan keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejahtera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='duit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemandirian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='business owner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebebasan finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu kekayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesejahteraan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makmur'/><title type='text'>3 Prinsip Utama dalam Ilmu Mendapatkan Kekayaan</title><content type='html'>&lt;h2&gt;3 Prinsip Utama dalam Ilmu Mendapatkan Kekayaan&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;
&lt;i&gt;Pikiran adalah kekuatan dahsyat yang dapat memproduksi kekayaan yang nyata dari Materi Tanpa Bentuk.&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Materi Dasar bergerak sesuai dengan pikirannya. Setiap bentuk dan proses yang Anda lihat di alam adalah ekspresi yang terlihat dari sebuah pikiran dalam Materi Dasar. Kita hidup dalam dunia pikiran yang menjadi bagian dari sebuah semesta pikiran.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Pikiran sebuah semesta bergerak meluas ke seluruh Materi Tanpa Bentuk. Materi Berpikir mengambil bentuk dari pikirannya dan bergerak sesuai dengan pikirannya itu.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Di dalam mencipta, Materi Tanpa Bentuk bergerak sesuai dengan deretan gerakan yang telah ditetapkan. Materi Tanpa Bentuk ini menggerakkan daya yang akan menghasilkan sesuatu di sepanjang garis pertumbuhan yang telah ditetapkan.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Setiap pikiran tentang bentuk, yang disimpan dalam Materi Berpikir, akan menyebabkan terciptanya bentuk itu, namun selalu di sepanjang garis pertumbuhan dan tindakan yang sudah ditetapkan.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Materi Tanpa Bentuk akan mengalihkan energi kreatif yang sudah bekerja dalam perdagangan dan komersial ke saluran tertentu yang akan mengakibatkan terciptanya sesuatu dengan cepat tanpa menunggu proses yang lambat dari dunia organik dan anorganik.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Tidak ada pikiran dari sebuah bentuk yang dapat ditanamkan ke Materi Dasar tanpa menyebabkan penciptaan bentuk pikiran itu.&lt;br&gt;
Manusia adalah pusat berpikir dan dapat menciptakan pikiran. Ia tidak dapat membentuk apa pun, sampai ia memikirkan benda atau hal itu.&lt;br&gt;
Sejauh ini, manusia belum berpikir untuk berusaha untuk terciptanya bentuk baru dengan menanamkan pikirannya ke Materi Tanpa Bentuk. Ia belum bekerja dengan Kecerdasan Tanpa Bentuk, bekerja "bersama Tuhan". Ia belum memvisualisasikan bahwa ia dapat "melakukan apa yang ia lihat dilakukan oleh Tuhan."
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;b&gt;Tiga Prinsip Utama dalam Ilmu Mendapatkan Kekayaan:&lt;/b&gt; 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Ada sebuah Materi Berpikir dari mana segalanya dibuat, dan yang dalam keadaan kreatif, mengisi, menembus dan memenuhi ruang kosong di semesta.&lt;br&gt;
Sebuah pikiran, dalam Materi ini, menghasilkan benda yang digambarkan oleh pikiran itu.
Seseorang dapat membentuk benda dalam pikirannya, dan dengan "menanamkan" pikirannya ke Materi Tanpa Bentuk, ia dapat menciptakan benda yang dipikirkannya.&lt;br&gt;
Proses ini tidak akan gagal karena setiap orang yang dengan tepat melakukan apa yang dirumuskan dalam Prinsip Utama dalam Ilmu Mendapatkan Kekayaan akan menjadi kaya.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Seseorang menjadi kaya dengan melakukan sesuatu dalam Cara yang Tepat; Agar dapat melakukannya, seseorang harus dapat Berpikir sesuatu dalam Cara yang Tepat.
Cara orang melakukan sesuatu adalah hasil langsung dari cara berpikirnya.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Anda harus mendapatkan kemampuan untuk berpikir cara yang Anda inginkan untuk berpikir. Ini adalah langkah pertama menuju kaya.
Memikirkan apa yang Anda ingin pikirkan adalah memikirkan KEBENARAN, terlepas dari apa pun tampilannya
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Bila Anda memerlukan Memahami "The Science of Getting Rich" - Bagian 1 s/d 3 dapat Anda baca di http://www.okkysulistijo.com. 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
Terima kasih.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;FONT COLOR="gray" STYLE="font-size: 9pt"&gt;

tag : ilmu kekayaan, finansial, perencanaan keuangan, duit, sejahtera, kaya, sukses, makmur, kebebasan finansial, kesejahteraan, kemandirian, wirausaha, business owner, entrepreneur, pengusaha, supplier, dana abadi, menabung
&lt;/FONT&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/610486025075558014-5054737186433040747?l=rahasiauangdankekayaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/feeds/5054737186433040747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=610486025075558014&amp;postID=5054737186433040747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/5054737186433040747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/610486025075558014/posts/default/5054737186433040747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasiauangdankekayaan.blogspot.com/2008/04/3-prinsip-utama-dalam-ilmu-mendapatkan.html' title='3 Prinsip Utama dalam Ilmu Mendapatkan Kekayaan'/><author><name>jose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00482742367847279464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15065351983549405616'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>