<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977</id><updated>2009-11-09T01:57:33.935+07:00</updated><title type='text'>ASI, Pasti!</title><subtitle type='html'>Penuhi Hak Anak untuk Mendapat Manfaat IMD &amp;amp; ASI!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>100</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-6525837295921710979</id><published>2009-09-08T09:13:00.003+07:00</published><updated>2009-09-15T13:00:37.845+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merawat Bayi/Anak'/><title type='text'>Ayo, Jangan Lupa Imunisasi!</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;Kompas menurunkan berita ini sebagai headline, artinya kasus ini tidak main-main. Kita tahu potensi bahayanya kalau sampai anak tidak diimunisasi. 4 dari 5 imunisasi dasar, vaksinnya adalah buatan dalam negeri, Bio Farma, seharusnya harganya tidak mahal lagi. Peran posyandu lagi-lagi mendapat sorotan, karena menjadi ujung tombak pelaksanaan imunisasi di lapangan. Tapi, mana penghargaan pemerintah terhadap kegiatan posyandu? Tanda jasa belaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program revitalisasi posyandu sudah berkali-kali diluncurkan, tapi tetap saja nggak 'vital-vital' itu posyandu. Kenapa kok bisa begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Penyakit Campak Mengancam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Senin, 7 September 2009 | 05:03 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;       &lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com-&lt;/strong&gt;Dibandingkan dengan 10 tahun lalu, cakupan beberapa imunisasi rutin yang wajib diberikan sesuai program pemerintah cenderung menurun. Hal ini mengakibatkan sejumlah penyakit infeksi pada bayi, seperti campak, belum teratasi dan masih mengancam bayi yang tidak diimunisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah daerah belum optimal melakukan imunisasi, dengan cakupan kurang dari 90 persen pada tahun 2008. Untuk imunisasi campak di Papua, misalnya, baru tercakup 60,7 persen, Sulawesi Barat 77,6 persen, dan Nusa Tenggara Timur 74,2 persen. Campak merupakan penyakit yang ditandai oleh demam tinggi dan adanya bintik-bintik merah. Penyakit ini di dunia membunuh satu dari 1.000 kasus infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tercapainya target imunisasi hingga mencakup semua bayi, di beberapa daerah, antara lain disebabkan pemahaman masyarakat yang masih terbatas bahkan keliru terhadap imunisasi, terutama di perkotaan. Adapun di pedesaan karena minimnya infrastruktur dan rendahnya cara hidup sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Keberhasilan program imunisasi sangat tergantung dari kesiapan petugas kesehatan, tingkat kesadaran masyarakat, dan alat untuk menjamin efektivitas vaksin,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, Sabtu (5/9) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lima imunisasi wajib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya imunisasi di Indonesia telah dilakukan sejak tahun 1970-an pada bayi dan anak. Sesuai program imunisasi pemerintah, ada lima jenis imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi usia 0-11 bulan, yaitu polio, BCG, hepatitis B, DPT, dan campak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun imunisasi yang dianjurkan adalah MMR, Hib, tifoid, hepatitis A, varisela, PPV, dan pneumokokus (IPD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa manfaat imunisasi yang wajib diberikan itu antara lain vaksin hepatitis B mencegah infeksi hepatitis B, vaksin BCG untuk menghindari tuberkulosis berat, vaksin DPT untuk mencegah difteri, batuk rejan (pertusis) dan tetanus. Adapun vaksin polio untuk menghindari penyakit polio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, cakupan imunisasi yang wajib diberikan itu menurun beberapa tahun terakhir dibandingkan dengan 10 tahun lalu. Sebagai contoh, cakupan imunisasi DPT tahun 1997 secara nasional mencapai 100 persen atau lebih, sedangkan tahun 2008 cakupannya turun menjadi 91,6 persen. Dengan sasaran imunisasi pada bayi sekitar 5 juta anak, ini berarti ada sekitar 420.000 bayi tidak mendapat vaksin DPT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini menyebabkan sejumlah penyakit infeksi pada anak balita belum bisa diatasi hingga tak ada lagi kasus. Sebagai contoh, angka kasus campak tahun 2007 berjumlah 18.488 orang. Polio muncul tahun 2005 setelah tidak ditemukan sejak tahun 1995 meski berhasil dieliminasi setelah imunisasi nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencegah infeksi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imunisasi merupakan hal mendasar untuk diberikan kepada setiap anak. ”Masa depan bangsa ditentukan anak saat ini. Karena itu, salah satu sasaran Millennium Development Goals 2015 adalah menurunkan angka kematian bayi dan anak balita, membasmi berbagai penyakit infeksi,” kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bagriul Hegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, kematian anak di bawah usia satu tahun di Indonesia sangat tinggi. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia, angka kematian bayi tahun 2007 adalah 34 per 1.000 kelahiran hidup. ”Angka kematian bayi di Indonesia tertinggi di antara negara ASEAN,” ujar Sri Rezeki S Hadinegoro, Ketua Satuan Tugas Imunisasi IDAI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 75 persen dari kematian bayi di bawah umur 1 tahun karena infeksi saluran napas akut (ISPA), komplikasi perinatal (bayi umur 0-28 hari), dan diare. Karena itu, upaya mengatasi ketiga penyebab utama kesakitan dan kematian itu harus diutamakan. Banyak penyakit terkait ISPA bisa dicegah dengan imunisasi, antara lain campak, pertusis, Hib, dan pneumokokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imunisasi juga mencegah penyakit di masa depan. Sebagai contoh, hepatitis B pada bayi bisa mencegah kanker hati pada usia produktif. Karena 90 persen bayi yang dilahirkan ibu dengan infeksi hepatitis B akan terinfeksi virus itu, 95 persen di antaranya berkembang menjadi kronik dan kanker hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pemberian vaksin dapat melindungi anak dari serangan berbagai penyakit infeksi yang bisa menyebabkan kematian dan kecacatan. Imunisasi merangsang sistem imunologi tubuh untuk membentuk antibodi spesifik sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan penyakit,” kata Sri Rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan vaksin dapat dirasakan secara individu, sosial, dan menunjang sistem kesehatan nasional. Jika seorang anak telah mendapat vaksinasi, 80-95 persen akan terhindar dari penyakit itu. Hal ini memutus rantai penularan penyakit dari anak ke anak lain atau orang dewasa yang hidup bersama, menurunkan biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit, mencegah kematian dan kecacatan seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terus dilakukan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, pemerintah terus melakukan kegiatan vaksinasi. ”Itu terus berlanjut di seluruh Indonesia,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai adanya kelompok dalam masyarakat yang menolak imunisasi, Menkes menyatakan, penolakan memang pernah terjadi, tetapi sekarang ini sudah jauh berkurang. ”Saya lakukan pendekatan kepada mereka selama dua tahun,” kata Menkes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menkes menyatakan, empat vaksin wajib seperti polio, DPT, campak, dan BCG adalah produksi dalam negeri. Karena itu, saat melakukan pendekatan kepada kelompok-kelompok yang menolak vaksin tersebut, ia menjelaskan bahwa keempat vaksin diproduksi oleh Bio Farma. Bio Farma sudah mengekspor vaksin produksinya dan sudah menguasai 35 persen pasar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tjandra Yoga menyatakan, cakupan imunisasi tidak menurun, tetapi berfluktuasi dari tahun ke tahun. Pada hepatitis B, penurunan cakupan imunisasi tahun 2007 terjadi karena perubahan kebijakan, yaitu menggabungkan DPT dan hepatitis B apabila bayi sudah berusia di atas tujuh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan imunisasi rutin bergantung pada petugas kesehatan, kesadaran masyarakat, dan alat penyimpan vaksin. Sejak desentralisasi sektor kesehatan, dana operasional imunisasi dilimpahkan ke daerah, pemerintah pusat bertanggung jawab atas pengadaan dan distribusi logistik vaksin ke semua provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan program imunisasi rutin, kendala yang dihadapi adalah banyak posyandu yang tidak aktif lagi di banyak daerah. Karena itu, revitalisasi posyandu mulai dilakukan agar bayi terpantau kesehatannya dan mendapat imunisasi lengkap.&lt;strong&gt; (EVY/LOK)&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-6525837295921710979?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/6525837295921710979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=6525837295921710979&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/6525837295921710979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/6525837295921710979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/09/ayo-jangan-lupa-imunisasi.html' title='Ayo, Jangan Lupa Imunisasi!'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-1229317495294393808</id><published>2009-08-26T11:33:00.002+07:00</published><updated>2009-08-26T11:37:02.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kode Etik dan Aturan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merawat Bayi/Anak'/><title type='text'>Tolak Pengesahan RUU Kesehatan</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;Dari kompas, nemu artikel ini. Agak terlambat sih kayaknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Sejumlah Elemen Tolak Pengesahan RUU Kesehatan&lt;/span&gt; | Kamis, 20 Agustus 2009 | 21:19 WIB&lt;/div&gt;      &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com- &lt;/strong&gt;Rencana yang akan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Kesehatan bulan ini sepertinya akan tertunda. Klausul yang menyatakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tenaga kesehatan dapat memberikan susu formula bayi untuk memenuhi kebutuhan bayi&lt;/span&gt; rupanya menjadi perdebatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Klausul yang terdapat dalam pasal 88 dan 89 itu menimbulkan reaksi. Pencantuman kata susu formula dianggap tidak tepat dan justru membuat masyarakat salah pengertian. Oleh karena itu, Gabungan Lembaga dan Masyarakat Peduli ASI menolak dengan tegas RUU tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Tidak usah disebutkan bagaimana cara memperbaiki gizi baik. Yaitu dengan makanan seimbang, bukan 4 sehat 5 sempurna. Pasal (itu) buat salah kaprah," ujar DR. dr. Sri Durdjati Boedihardjo, SPGK, PhD, IBCL, dari Perhimpunan Perinatologi Indonesia, dalam konfrensi pers penolakan RUU Kesehatan, di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (20/8).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menuturkan, penyebutan susu formula dalam suatu Undang-undang sama saja dengan penyebutan suatu jenis obat, dan hal tersebut tidak dibenarkan. Klausul tersebut juga akan menimbulkan kerancuan, masyarakat akan mengidolakan susu formula.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Padahal pemberian susu formula bukan hal yang tepat untuk menyembuhkan mal nutrisi. Donasi dari ibu akan jauh lebih baik," kata dia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dokter Utami Rusli, SpA, MBA, IBCLC dari sentra laktasi menambahkan, justru susu formula yang menjadi penyebab gizi buruk pada anak. Pemakaian susu formula bagi anak tidak tepat. Susu formula hanya cocok bagi anak sapi," katanya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain mempermasalahkan klausul penggunaan susu formula untuk memenuhi kebutuhan bayi, Gabungan Lembaga dan Masyarakat Peduli ASI juga meminta DPR mencabut penjelasan pasal 88 ayat (2) yang berbunyi &lt;em&gt;Pemberian air susu ibu dapat berupa pemberian ASI ekslusif dan non eksklusif&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pasalnya penjelasan tersebut bertentangan dengan SK Menteri Kesehatan No: 450 /MENKES/SK/IV/2004 yang menetapkan pemberian ASI secara ekslusif sejak lahir sampai dengan berumur enam bulan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mia Susanto, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia mengatakan, terdapat kejanggalan pada klausul tersebut. Pasalnya pada draft awal RUU kesehatan, tidak dicabtumkan mengenai penggunaan susu formula untuk memenuhi kebutuhan gizi. Draft tesebut baru muncul pada bulan Juni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pekan depan Gabungan Lembaga dan Masyarakat Peduli ASI, rencananya akan bertemu dengan Komisi IX DPR RI untuk menyampaikan keberatan mereka. "Diharapkan usulan kita akan lolos, atau paling tidak pengesahan RUU tersebut akan dipending sampai DPR periode selanjutnya," harap Mia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lihat juga:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/11/10292520/pemberian.asi.kurangi.risiko.kanker.payudara"&gt;Pemberian ASI Kurangi Risiko Kanker Payudara&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/09/17241037/pemberian.asi.eksklusif.di.bantul.baru.capai.40.persen"&gt;Pemberian ASI Eksklusif di Bantul Baru Capai 40 Persen&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/06/21475546/breastfeeding.fair.segala.hal.tentang.asi"&gt;Breastfeeding Fair, Segala Hal tentang ASI&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/03/20103776/kampanye.asi.di.kereta.api."&gt;Kampanye ASI di Kereta Api &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/04/23/14480141/asi.lindungi.dan.sehatkan.bayi.anda"&gt;ASI Lindungi dan Sehatkan Bayi Anda&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-1229317495294393808?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/1229317495294393808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=1229317495294393808&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/1229317495294393808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/1229317495294393808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/08/tolak-pengesahan-ruu-kesehatan.html' title='Tolak Pengesahan RUU Kesehatan'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-4765955816254506652</id><published>2009-07-31T14:01:00.006+07:00</published><updated>2009-08-01T12:00:47.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekan ASI Sedunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><title type='text'>World Breastfeeding Week around the World</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SnKXyBSvhLI/AAAAAAAABN0/Ii_jcPnrzkU/s1600-h/logo_01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 183px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SnKXyBSvhLI/AAAAAAAABN0/Ii_jcPnrzkU/s320/logo_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364516991747982514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://worldbreastfeedingweek.org/"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;WBW            Theme for 2009&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;         Breastfeeding: A Vital Emergency Response. Are you ready? &lt;/p&gt;         &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;OBJECTIVES            OF WORLD BREASTFEEDING WEEK 2009&lt;/p&gt;         &lt;ul&gt;&lt;li&gt; To              draw attention to the vital role that breastfeeding plays in emergencies              worldwide.&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;&lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;              To stress the need for active protection and support of breastfeeding              before and during emergencies. &lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;&lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; To              inform mothers, breastfeeding advocates, communities, health professionals,              governments, aid agencies, donors, and the media on how they can actively              support breastfeeding before and during an emergency. &lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" &gt;&lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; To              mobilise action and nurture networking and collaboration between those              with breastfeeding skills and those involved in emergency response.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RATIONALE &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;        Children              are the most vulnerable in emergencies – child mortality can soar              from 2 to 70 times higher than average due to diarrhoea, respiratory              illness and malnutrition.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Breastfeeding              is a life saving intervention and protection is greatest for the youngest              infants. Even in non-emergency settings, non-breastfed babies under              2 months of age are six times more likely to die. Emergencies              can happen anywhere in the world. Emergencies destroy what is ‘normal,’              leaving caregivers struggling to cope and infants vulnerable to disease              and death.During              emergencies, mothers need active support to continue or re-establish              breastfeeding.Emergency              preparedness is vital. Supporting breastfeeding in non-emergency settings              will strengthen mothers’ capacity to cope in an emergency.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;All            you have to do is to organise a WBW event and complete the WBW Report            Form which is available for download &lt;a href="http://worldbreastfeedingweek.org/images/wbw_event_report_form.doc" target="_blank"&gt;here&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UPDATE:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;List of WBW around the world : &lt;a href="http://www.worldbreastfeedingweek.org/pledges.htm"&gt;http://www.worldbreastfeedingweek.org/pledges.htm&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://aimi-asi.org/2009/07/aimi-breastfeeding-fair-2009/"&gt;AIMI Breastfeeding Fair 2009&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-4765955816254506652?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/4765955816254506652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=4765955816254506652&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/4765955816254506652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/4765955816254506652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/07/world-breastfeeding-week-around-world.html' title='World Breastfeeding Week around the World'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SnKXyBSvhLI/AAAAAAAABN0/Ii_jcPnrzkU/s72-c/logo_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-8036127957657166681</id><published>2009-07-27T13:39:00.003+07:00</published><updated>2009-07-27T13:41:08.370+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyusui'/><title type='text'>Seminar ASI bersama Pakar ASI Dunia, dr. Jack Newman, FRCPC</title><content type='html'>&lt;a style="font-style: italic;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://profile.ak.fbcdn.net/object3/1085/105/n104519373917_9016.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 317px;" src="http://profile.ak.fbcdn.net/object3/1085/105/n104519373917_9016.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menyusui Menyelamatkan Jiwa Ibu dan Bayi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka memperingati Pekan ASI Dunia, AIMI akan mengadakan seminar ASI dengan mendatangkan Pakar ASI Dunia, dr. Jack Newman, FRPCP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HTM untuk seminar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket Platinum Rp 450.000/ pax:&lt;br /&gt;- Baris paling depan (tepat di hadapan panggung) dengan seat arrangement round table&lt;br /&gt;- Foto bersama Dr. Jack Newman&lt;br /&gt;- 1 Buku Dr. JackNewman seharga Rp. 91.000 + ttd asli&lt;br /&gt;- Sertifikat&lt;br /&gt;- Goodiebag&lt;br /&gt;- Makan siang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket Gold Rp. 350.000/ pax:&lt;br /&gt;- Baris ke-2 depan dengan seat arrangement round table&lt;br /&gt;- 1 Buku Dr. JackNewman seharga Rp. 91.000 + ttd asli&lt;br /&gt;- Sertifikat&lt;br /&gt;- Goodiebag&lt;br /&gt;- Makan siang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silver Rp 200.000/ pax:&lt;br /&gt;- Tiket seminar&lt;br /&gt;- Sertifikat&lt;br /&gt;- Goodiebag&lt;br /&gt;- Makan siang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Special discount :&lt;br /&gt;- 5% khusus member AIMI Disc&lt;br /&gt;- 5% untuk pembelian 1 table&lt;br /&gt;- discount tsb di atas hanya berlaku salah satu, tidak keduanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi bagian pendaftaran di wbw2009 [at] aimi-asi [dot] org atau telpon sekretariat AIMI 021 - 7279 0165 atau 021 - 7278 7243&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sponsor Utama:&lt;br /&gt;Sorella&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turut Disponsori oleh:&lt;br /&gt;PT Indo Tambangraya Megah, Tbk&lt;br /&gt;BII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didukung oleh:&lt;br /&gt;Medela&lt;br /&gt;Slim Gourmet&lt;br /&gt;Svarga Pilates&lt;br /&gt;Dharmawangsa Square&lt;br /&gt;the Occassion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Partners:&lt;br /&gt;Ayahbunda&lt;br /&gt;Nakita&lt;br /&gt;Trans7&lt;br /&gt;ALiF Magazine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Official Carrier &amp;amp; Fuel:&lt;br /&gt;DIM Car Rental&lt;br /&gt;S.P.A Energy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Info tentang dr. Jack Newman, FRPCP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berasal dari Toronto, Kanada menamatkan kuliah kedokterannya dari University of Toronto pada tahun 1970. Beliau melakukan pelatihan dalam ilmu kesehatan anak-anak di Quebec City dan kemudian di Hospital for Sick Children di Toronto dari 1977-1981 untuk menjadi Fellow of the Royal College of Physicians of Canada pada tahun 1981 juga mendapatkan Board Certified oleh AAP pada tahun 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Newman adalah seorang staf dokter penyakit anak di Hospital for Sick Children dibagian gawat darurat dari 1983 ke 1992, dan, untuk jangka waktu tertentu, beliau menjadi kepala dari gawat darurat. Namun, setelah klinik menyusui mulai berfungsi, waktu beliau banyak dihabiskan untuk membantu ibu dan bayi agar sukses menyusui, yang mana akhirnya beliau kerja secara penuh di klinik tersebut. Ia kini bekerja di Newman Breastfeeding Clinic and Institut’ yang bertempat di The Canadian College of Naturopathic Medicine di Toronto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Newman telah memiliki beberapa publikasi tentang kegiatan menyusui, dan pada tahun 2000 diterbitkan bersama dengan Teresa Pitman, bantuan panduan untuk para profesional dan pada ibu menyusui, bernama, ‘Dr Jack Newman's Guide to Breastfeeding’, yang dikenal di Kanada (edisi revisi, Januari 2003 dan Januari 2005), dan ‘The Ultimate Breastfeeding Book of Answers’, judul yang dipakai di AS (direvisi edisi November 2006) dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul ‘Segala Yang Anda Perlu Tahu Soal Menyusui’ (ed 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Facebook&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-8036127957657166681?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/8036127957657166681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=8036127957657166681&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/8036127957657166681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/8036127957657166681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/07/seminar-asi-bersama-pakar-asi-dunia-dr.html' title='Seminar ASI bersama Pakar ASI Dunia, dr. Jack Newman, FRCPC'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-726210179238476009</id><published>2009-07-01T12:42:00.004+07:00</published><updated>2009-07-01T12:49:56.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><title type='text'>Branding ASI, Pasti!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs083.snc1/4769_96511104365_18884079365_2087599_6847334_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 270px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs083.snc1/4769_96511104365_18884079365_2087599_6847334_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hehehe... bermimpi bisa bikin kampanye kayak gini. Dengan strategi 'branding' ASI, Pasti! untuk mengingatkan khalayak tentang ASI Eksklusif...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-726210179238476009?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/726210179238476009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=726210179238476009&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/726210179238476009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/726210179238476009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/07/branding-asi-pasti.html' title='Branding ASI, Pasti!'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-7853249707166383713</id><published>2009-03-31T16:05:00.002+07:00</published><updated>2009-03-31T16:11:53.478+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><title type='text'>Where Women Have No Doctor</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hesperian.org/index.php"&gt;Hesperian Foundation&lt;/a&gt; telah lama menerbitkan buku ini, yang berjudul "Where Women Have No Doctor". Rasanya buku ini ditujukan untuk ibu-ibu di daerah miskin, atau yang sulit akses kesehatan. Tapi kalau melihat isinya, kayaknya masih cukup relevan buat Anda yang hidup di kota (di Indonesia :D). Jadi, masih cukup relevan rasanya kalau saya pasang link-nya disini. Tetapi karena di website nya tidak memperkenankan link langsung ke setiap file, maka saya persilakan berknjung langsung saja ke website &lt;a href="http://www.hesperian.org/publications_download_wwhnd.php"&gt;Hesperian Foundation&lt;/a&gt;. Selamat mengunduh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-7853249707166383713?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/7853249707166383713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=7853249707166383713&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/7853249707166383713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/7853249707166383713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/03/where-women-have-no-doctor.html' title='Where Women Have No Doctor'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-6714086599385177264</id><published>2009-03-11T12:21:00.002+07:00</published><updated>2009-03-11T12:30:02.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merawat Bayi/Anak'/><title type='text'>Antibiotik? Siapa Takut?</title><content type='html'>&lt;div&gt;Dapat kiriman via email, semoga bermanfaat...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Antibiotik? Siapa Takut?&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;by Dr. Purnamawati SpAK MMPed&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin begitulah kira2 pikiran kebanyakan pasien Indonesia ketika diberi resep oleh dokternya ketika berobat...karena sudah seringnya diberi AB (Anti Biotik), kita langsung aja meminumnya tanpa mempertanyakan dahulu apakah benar kita perlu AB? Lalu kapan sih kita perlu dan kapan tidak? Summary ini membahas dengan singkat apa itu AB dan beberapa topik yang berhubungan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu AB?&lt;br /&gt;AB ditemukan oleh Alexander Flemming pada tahun 1929 dan digunakan untuk membunuh bakteri secara langsung atau melemahkan bakteri sehingga kemudian dapat dibunuh dengan sistem kekebalan tubuh kita. AB ada yang merupakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;produk alami,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;semi sintetik, berasal dari alam dibuat dengan beberapa perubahan agar lebih kuat, mengurangi efek samping atau untuk memperluas jenis bakteri yang dapat dibunuh, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;full sintetik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Jenis AB:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Narrow spectrum, berguna untuk membunuh jenis2 bakteri secara spesifik. Mungkin kalau di militer bisa disamakan dengan sniper, menembak 1 target dengan tepat. AB yang tergolong narrow spectrum adalah ampicillin dan amoxycilin (augmentin, surpas, bactrim, septrim).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Broad spectrum, membunuh semua jenis bakteri didalam tubuh, atau bisa disamakan dengan bom nuklir. Dianjurkan untuk menghindari mengkonsumsi AB jenis ini, karena more toxic dan juga membunuh jenis bakteri lainnya yang sangat berguna untuk tubuh kita. AB yang termasuk kategori ini adalah cephalosporin (cefspan, cefat, keflex, velosef, duricef, etc.).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Bakteri&lt;br /&gt;Bakteri berdasarkan sifat fisiknya dapat dibagi menjadi dua, yaitu gram positif (+) dan gram negatif (-). Infeksi dibagian atas difragma (dada) umumnya disebabkan oleh bakteri gram (+) sedangkan infeksi dibagian bawah difragma disebabkan oleh bakteri gram (-). Biasanya, infeksi yang disebabkan oleh gram (+) lebih mudah dilawan. Didalam tubuh kita banyak sekali terdapat bakteri, bahkan salah satu kandungan ASI adalah bakteri. Jadi, sebenarnya, kebanyakan bakteri tidaklah "jahat". Manfaat bakteri diusus kita adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;bakteri mengubah apa yang kita makan menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;memproduksi vitamin B &amp;amp; K.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;memperbaiki sel dinding usus yang tua dan sudah rusak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;merangsang gerak usus sehingga kita tidak mudah muntah (konstipasi).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menghambat berkembang biaknya bakteri jahat dan secara tidak langsung mencegah tubuh kita agar tidak terinfeksi bakteri jahat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita tahu manfaatnya, jadi jangan lagi minum AB tanpa alasan yang jelas, karena hal ini akan membunuh bakteri yang baik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus&lt;br /&gt;Walaupun sesama mikro-organisme, virus ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan bakteri. Mereka berkembang biak dengan mengunakan sel tubuh kita, jadi virus akan mati bila berada diluar tubuh. Catatan penting: virus tidak dapat dibunuh oleh obat dan AB sama sekali tidak bekerja terhadap virus. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita, salah satunya adalah dengan demam. Demam merupakan bagian dari sistem daya tahan tubuh yang bermanfaat untuk membasmi virus, karena virus tidak tahan dengan suhu tubuh yang tinggi. Jadi apabila anak/anda mengalami demam, sebaiknya tidak diobati apabila suhu tubuhnya tidak terlalu tinggi. Untuk petunjuk lebih lanjut, buka e-mail terdahulu yg membahas demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When AB doesn't work?&lt;br /&gt;Menurut penelitian, ada 3 kondisi yang umumnya diterapi dengan AB, yaitu (1) Demam, (2) Radang tenggorokan, (3) Diare. Padahal, sebenarnya, penggunaan AB untuk kondisi di atas tidaklah tepat dan tidak berguna. Dibawah ini petunjuk kapan AB &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;tidak&lt;/span&gt; bekerja:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Colds &amp;amp; Flu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batuk atau bronchitis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radang tenggorokan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Infeksi telinga. Tidak semua infeksi telinga membutuhkan AB.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sinusitis. Pada umumnya tidak membutuhkan AB.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan AB tidak pada tempatnya dan berlebihan tidak akan menguntungkan, bahkan merugikan dan membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When do we need AB?&lt;br /&gt;Dibawah merupakan beberapa jenis infeksi bakteri yang umumnya terjadi dan membutuhkan terapi AB:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Infeksi saluran kemih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagian infeksi  telinga tengah atau biasa disebut otitis media&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sinusitis yang berat (berlangsung lebih dari minggu, sakit kepala, pembengkakan di daerah wajah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus (umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih sedangkan pada anak usia 4 tahun hanya 15% yang mengalami r adang tenggorokan karena kuman ini)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;How do I know this is bacterial infection?&lt;br /&gt;Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur yang membutuhkan beberapa hari  untuk observasi. Contohnya apabila dicurigai adanya infeksi saluran kemih, lab. mengambil sample urin dan kemudian dikultur, setelah beberapa hari akan ketahuan bila ada infeksi bakteri berikut jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Negatif AB&lt;br /&gt;Dibawah adalah efek samping yang dialami pemakai apabila mengkonsumsi AB;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gangguan saluran cerna (diare, mual, muntah, mulas) merupakan efek samping yang paling sering terjadi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Reaksi alergi. Mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir/kelopak mata, gangguan nafas, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Demam (drug fever). AB yang dapat menimbulkan demam bactrim, septrim, sefalsporoin &amp;amp; eritromisin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan darah. Beberapa AB dapat mengganggu sumsum tulang, salah satunya kloramfenikol.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelainan hati. AB yang paling sering menimbulkan efek ini adalah obat TB seperti INH, rifampisin dan PZA (pirazinamid).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gangguan fungsi ginjal. Golongan AB yang bisa menimbulkan efek ini adalah aminoglycoside (garamycine, gentamycin intravena), Imipenem/Meropenem dan golongan Ciprofloxacin. Bagi penderita penyakit ginjal, harus hati2 mengkonsumsi AB.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian AB tidak pada tempatnya dan berlebihan (irrational) juga dapat menimbulkan efek negatif yang lebih luas (long term), yaitu terhadap kita dan lingkungan sekitar, contohnya: &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, irrational use ini juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur. Kondisi ini disebut juga sebagai "superinfection". &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, pemberian AB yang berlebihan akan menyebabkan bakteri2 yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resistance terhadap AB, biasa disebut SUPERBUGS. Jadi jenis bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah dengan AB yang ringan, apabila ABnya digunakan dengan irrational, maka bakteri tersebut mutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis AB yang lebih kuat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan apabila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar. Lama kelamaan, apabila pemakaian AB yang irrational ini terus berlanjut, maka suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis AB yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini. Hal ini akan membuat kita kembali ke zaman sebelum AB ditemukan, dimana infeksi yang diakibatkan oleh bakteri ini tidak dapat diobati sehingga angka kematian akan drastis melonjak naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: Semakin sering mengkonsumsi AB, semakin sering kita sakit. The less you consume AB, the less frequent you get sick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inappropriate AB Use&lt;br /&gt;Berjuta2 resep ditulis yang mencantumkan AB untuk infeksi virus, padahal kita semua tahu AB tidak berguna untuk memerangi virus. Ada 3 alasan mengapa apparopriate use of AB ini terjadi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Diagnostic uncertainty.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Time pressure.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Patient Demand."People don't want to miss work or they have a sick child who kept the family up all night and they're willing to try anyhing that might work". It's easier for the physician to give AB than to explain why it might be better not to use it.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Benar, seringkali kitapun sebagai pasien juga berperan didalam AB irrational use ini. Sudah terbentuk persepsi didalam pasien Indonesia, dimana kita beranggapan bahwa kalau pulang dari kunjungan dokter itu harus membawa resep. Malah akan aneh kalau kita tidak pulang dengan membawa resep. Hal ini justru mendorong dokter untuk meresepkan AB ketika tidak diperlukan. Sebaiknya sikap ini sedikit demi sedikit kita hilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How Can We Help?&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rubah sikap kita ketika berkunjung ke dokter dengan menanyakan; Apa penyebab penyakitnya? bukan apa obatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan sedikit2 minta dokter untuk meresepkan AB. Jangan mengkonsumsi AB untuk infeksi virus seperti flu/pilek, batuk atau radang tenggorokan. Kalau merasa tidak nyaman akibat infeksi tsb. tanya dokter bagaimana cara meringankan gejalanya, tetapi tidak dengan AB.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mempergunakan Desinfektan dirumah, cukup dengan air dan sabun. Hanya diperlukan bila di rumah ada orang sakit dengan daya tahan tubuh rendah (pasca transplantasi, anak penyakit kronis, pemakaian steroid jangka panjang, dll.).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Battle of the Bugs: Fighting AB Resistance&lt;br /&gt;Masalah bakteri yang kebal terhadap AB (AB resistance) ini telah menjadi masalah global dan sudah sejak beberapa dekade terakhir dunia kedokteran mencanangkan perang terhadap AB resistance ini.&lt;br /&gt;Ada petunjuk yang dapat dilakukan untuk perihal pemakaian AB yang&lt;br /&gt;rasional, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kurangi pemakaian AB, jangan menggunakan AB untuk infeksi virus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan AB hanya bila benar2 diperlukan dan mulailah dengan AB yang ringan atau narrow spectrum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk infeksi yang ringan (infeksi saluran nafas, telinga atau sinus) yang memang perlu AB, gunakan AB yang bekerja terhadap bakteri gram (+).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk infeksi kuman yang berat (infeksi dibawah diafrgma, seperti infeksi ginjal/saluran kemih, apendisitis, tifus, prneumonia, meningitis bakteri) pilih AB yang juga membunuh kuman gram (+).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari pemakaian lebih dari satu AB, kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindarkan pemakaian salep AB, kecuali untuk infeksi mata.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Rule fo Thumb&lt;br /&gt;Bila anda memperoleh terapi AB, pertanyakanlah hal2 berikut:&lt;br /&gt;1. Why do I need AB?&lt;br /&gt;2. Apa yang dilakukan AB?&lt;br /&gt;3. Apa efek sampingnya?&lt;br /&gt;4. Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya efek samping?&lt;br /&gt;5. Apakah AB harus diminum pada waktu tertentu, misalnya sebelum atau sesudah makan?&lt;br /&gt;6. Bagaimana bila AB ini dimakan bersamaan dengan obat yang lain?&lt;br /&gt;7. Beritahu pula bila anda mempunyai alergi terhadap suatu obat atau makanan, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Final Message&lt;br /&gt;Sebagai konsumen kesehatan yang bertanggung jawab, sebaiknya kita juga berperan aktif dengan cara menggali dan mempelajari pengetahuan dasar ilmu kesehatan. Dengan begitu kita akan menjadi konsumen kesehatan yang smart and critical. So, semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan dasar ilmu kesehatan para pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dibuat bukan untuk menentang pemakaian AB. Sebaliknya kita harus mengetahui bagaimana pemakaian AB yang benar dan tepat karena justru AB yang irrational akan menyebabkan AB menjadi impotent atau kehilangan manfaatnya. Antibiotics save lives, therefore we also have to save Antibiotics.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-6714086599385177264?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/6714086599385177264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=6714086599385177264&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/6714086599385177264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/6714086599385177264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/03/antibiotik-siapa-takut.html' title='Antibiotik? Siapa Takut?'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-283286032889987155</id><published>2009-02-10T10:32:00.006+07:00</published><updated>2009-02-25T11:54:18.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merawat Bayi/Anak'/><title type='text'>Hati-hati dengan Obat Puyer!</title><content type='html'>Ini ada informasi mengenai obat puyer yang seringkali diberikan untuk anak. Menurut saya ini kasuistik, tergantung gimana pengolahan si obat sewaktu di apotik. Apa yang ditayangkan video ini memang belum tentu terjadi di semua tempat, tapi membuat kita perlu berhati-hati. Silakan kunjungi videonya di &lt;a href="http://news.okezone.com/play/2009/02/09/236/7260/sisi-negatif-obat-puyer"&gt;news.okezone.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UPDATE:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kompas.com, ada beberapa artikel menarik seputar Puyer ini. IDI berharap &lt;a href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/02/24/17530781/idi.berharap.kontroversi.puyer.dihentikan"&gt;polemik ini segera dihentikan&lt;/a&gt;, karena mereka beranggapan &lt;a href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/02/24/17561471/idi.asal.sesuai.prosedur.puyer.aman.dikonsumsi"&gt;selama puyer dibuat sesuai prosedur&lt;/a&gt;, sebenarnya aman untuk dikonsumsi. Mereka juga melihat bahwa polemik seputar &lt;a href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/02/24/18132159/polemik.obat.puyer.perburuk.citra.dokter.."&gt;puyer bisa membuat buruk citra dokter&lt;/a&gt; di Indonesia. Sementara itu, ada berita mengenai YLKI yang mengajak BPOM Palembang &lt;a href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/02/16/16491338/ylki.ajak.bpom.cek.pembuatan.obat.puyer."&gt;mengecek pembuatan obat&lt;/a&gt; itu pada apotek dan rumah sakit serta puskesmas, dan menertibkan praktik pemrosesan obat tidak sesuai ketentuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari blog lain, nemu tulisan mengenai &lt;a href="http://salsabila17.multiply.com/journal/item/22/OBAT_RACIKAN_PUYER_DAN_PERMASALAHANNYA"&gt;Obat Racikan Puyer dan Permasalahannya&lt;/a&gt;, yang disitu tertera penulisnya adalah Prof. dr. Rianto Setiabudi. Blog ini meneruskan artikel dari sebuah milis. Lalu dari wikimu, ada artikel juga seputar puyer, judulnya &lt;a href="http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=13076"&gt;Sudahi Kontroversi Puyer, Membuat Masyarakat Bingung&lt;/a&gt;. Isinya tentang kekurangan dan kelebihan puyer.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-283286032889987155?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/283286032889987155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=283286032889987155&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/283286032889987155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/283286032889987155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/02/hati-hati-dengan-obat-puyer.html' title='Hati-hati dengan Obat Puyer!'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-9142935351261961790</id><published>2009-02-03T18:26:00.018+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><title type='text'>Kumpulan Modul Penyuluhan IMD-ASIX</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYg6CZ1NQCI/AAAAAAAAA8E/31xwdEvWkuE/s1600-h/praktek-kuningan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYg6CZ1NQCI/AAAAAAAAA8E/31xwdEvWkuE/s400/praktek-kuningan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298548774569590818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;MASYARAKAT Desa Ciawi Gajah, Kab. Cirebon sedang belajar bersama melalui&lt;br /&gt;penempatan kartu-kartu berisi informasi mengenai IMD-ASIX. (TJ-SDMB)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;USAID melalui program Health Services Program (HSP), bekerja sama dengan Studio Driya Media Bandung telah menerbitkan modul kegiatan belajar bersama masyarakat (penyuluhan) untuk mensosialisasikan isu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IMD&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ASI Eksklusif&lt;/span&gt; di Indonesia. Kumpulan modul penyuluhan IMD-ASIX ini sebenarnya telah selesai dikembangkan kurang lebih setahun yang lalu, dan kini sudah mendapat 'restu' dari pemerintah melalui Depkes. Di bawah ini adalah file-file modul yang dapat Anda unduh dan gunakan untuk kepentingan masyarakat luas. File presentasi  latar belakang pengembangan modul dapat diunduh &lt;a href="http://www.4shared.com/file/84015878/33672b1c/imd-ToT-presentationpps.html"&gt;dari sini&lt;/a&gt;, atau jika Anda mau lihat langsung, silakan kunjungi alamat &lt;a href="http://www.slideshare.net/prajnamu/imd-to-t-presentation"&gt;link ini&lt;/a&gt; dan untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi &lt;a href="http://www.slideshare.net/prajnamu/breastfeeding-timeline-presentation"&gt;link ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modul ini dikembangkan khususnya dalam kerangka program HSP, sehingga ada beberapa hal (misalnya pada pendefinisian peran &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suami Siaga&lt;/span&gt;), disesuaikan dengan program yang memang dijalankan HSP di lapangan. Jika memang tidak sesuai, silakan dimodifikasi penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengguna modul difokuskan pada para kader desa siaga (Tim Kessa), atau kader-kader posyandu, dan bukanlah para petugas kesehatan. Karenanya banyak informasi mendetil yang sengaja tidak dimasukkan, dengan asumsi informasi yang bersifat teknis medis sedianya harus disampaikan oleh pihak yang kompeten, misalnya bidan, atau petugas kesehatan lainnya. Karenanya modul ini hanya bertujuan untuk penyadartahuan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;awareness&lt;/span&gt;), bukan untuk melatihkan keterampilan medis tertentu. Tetapi jika Anda adalah seorang yang kompeten dalam hal medis, tentu saja pada saat berkegiatan dapat saja menambahkan informasi yang bersifat teknis-medis. Yang perlu Anda pertimbangkan adalah waktu dalam berkegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda adalah pendamping masyarakat, atau pelatih yang sudah terbiasa dengan pelatihan, silakan gunakan manual pelatihan untuk melatihkan penggunaan modul kegiatan ini, menggunakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manual Pelatihan Penggunaan Modul Kegiatan IMD-ASI Eksklusif&lt;/span&gt; yang dapat Anda unduh &lt;a href="http://www.4shared.com/file/84016422/b56a60cd/0-Manual-Pelat-Pgunaan-IMD-TrainerGuidepdf.html"&gt;dari sini&lt;/a&gt;. Atau mungkin juga Anda sudah mulai terbiasa menggunakan modul-modul ini dan berkeinginan melatihkan orang lain mengenai cara menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menggunakan, jangan lupa membaca &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panduan Penggunaan Modul&lt;/span&gt;-nya agar tidak 'tersesat' dalam menyampaikan informasi. Silakan sesuaikan penggunaan bahasa, atau istilah yang lebih dikenal di daerah Anda. Lebih baik membaca dengan sabar, daripada masyarakat pusing dibuatnya. Persiapan bagi fasilitator yang membawakan modul ini sangat penting, karena banyak alat dan bahan yang digunakan dalam sebagian besar modul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca, dan meneruskannya kepada masyarakat lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.4shared.com/file/83875520/eea78d7b/1-Panduan-Penggunaan-Modul.html"&gt;Panduan Penggunaan Modul Kegiatan&lt;/a&gt; - versi lengkap (3.956 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/84015140/1940cb62/1-Cover-Panduan-Penggunaan-Modulpdf.html"&gt;Cover Panduan&lt;/a&gt; (742 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/84014697/8f79516c/1-Panduan-Sajapdf.html"&gt;Panduan saja&lt;/a&gt; (1.221 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/84014966/74ba3a08/1-Info-Dasar-Menyusuipdf.html"&gt;Bahan Bacaan&lt;/a&gt; (1.714 Kb)&lt;br /&gt;Adalah panduan dalam menggunakan modul-modul kegiatan ini, termasuk di dalamnya sumber informasi yang berkaitan dengan topik dalam modul. Jika versi lengkap terlalu besar untuk diunduh, silakan unduh per-bagian sesuai yang telah tertera di atas.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83858518/43fbdd37/modul-K01.html"&gt;Modul K-01 Apa &amp;amp; Bagaimana Inisiasi Menyusu Dini?&lt;/a&gt; (338 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gambaran proses IMD; Perbandingan antara proses melahirkan tanpa IMD dan proses melahirkan dengan IMD; Manfaat-manfaat Kontak Kulit Bayi ke Kulit Ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83861508/6048d92c/modul-K02.html"&gt;Modul K-02 Apa &amp;amp; Bagaimana Inisiasi Menyusu Dini?&lt;/a&gt; (459 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mendaftarkan kembali peran Suami SIAGA; Gambaran proses Inisiasi Menyusu Dini; Perbandingan antara proses melahirkan tanpa IMD dan proses melahirkan dengan IMD; Manfaat-manfaat Kontak Kulit Bayi ke Kulit Ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83862392/47675827/modul-K03.html"&gt;Modul K-03 Tahap-tahap Dalam Inisiasi Menyusu Dini&lt;/a&gt; (294 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahap-tahap IMD; Proses ketika bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya; Ibu dengan operasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;caesar&lt;/span&gt;; Apa &amp;amp; mengapa harus rawat-gabung; Berapa lama pemberian perawatan bayi baru lahir dapat ditunda; Pentingnya ASI saja hingga 6 bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83862642/f402e481/modul-K04.html"&gt;Modul K-04 Mitos &amp;amp; Fakta Inisiasi Menyusu Dini (IMD)&lt;/a&gt; (666 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penjelasan arti kata mitos dan fakta; Mitos-mitos &amp;amp; fakta-fakta IMD; Cara mengingat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83862909/ce0bf30/modul-K05.html"&gt;Modul K-05 Daya Tahan Tubuh Bayi Baru Lahir&lt;/a&gt; (534 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip bertahan hidup orang dewasa di alam bebas; Kemampuan bayi baru lahir bertahan hidup setelah dilahirkan; Apa yang harus dilakukan jika ibu merasa ASI tidak keluar setelah bayi dilahirkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83864469/7709d439/modul-K06.html"&gt;Modul K-06 Kisah Nyata dari Pakistan&lt;/a&gt; (570 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83863042/4833ff56/modul-K06-pakistan-1-A3.html"&gt;Gbr-1&lt;/a&gt; (491 Kb)| &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83863149/de234ce9/modul-K06-pakistan-2-A3.html"&gt;Gbr-2&lt;/a&gt; (457 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83864264/d35d436/modul-K06-pakistan-3-A3.html"&gt;Gbr-3&lt;/a&gt; (508 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pentingnya memberikan ASI saja; Identifikasi alasan-alasan yang orang lain katakan untuk tidak memberikan ASI saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83864720/68ff17c0/modul-K07.html"&gt;Modul K-07 Mitos &amp;amp; Fakta Menyusui&lt;/a&gt; (356 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mitos dan fakta mengenai menyusui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83865214/fac82594/modul-K08.html"&gt;Modul K-08 Mengapa Harus ASI Eksklusif&lt;/a&gt; (1.074 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi ASI Eksklusif; Alasan-alasan harus ASI eksklusif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83868427/be0b8382/modul-K09.html"&gt;Modul K-09 Hak Bayi&lt;/a&gt; (700 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konvensi Hak Anak; Menyusu sebagai hak anak; Hak bayi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83868672/b0925726/modul-K10.html"&gt;Modul K-10 Mengenal Payudara&lt;/a&gt; (1.947 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83869020/9fdad998/modul-K10-irisan-payudara-A3.html"&gt;Gambar-1&lt;/a&gt; (541 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kriteria payudara yang baik bagi bayi; Perubahan bentuk payudara; Penyebab perubahan bentuk payudara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83869375/9081670b/modul-K11.html"&gt;Modul K-11 Bagaimana ASI Dihasilkan?&lt;/a&gt; (1.807 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83869120/9e18b3af/modul-K11-irisan-payudara-A3.html"&gt;Gbr-1&lt;/a&gt; (536 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83869175/9305b365/modul-K11-mekanisme-asi-A3.html"&gt;Gbr-2&lt;/a&gt; (319 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83869245/ba6e5eff/modul-K11-zat-penghambat-A3.html"&gt;Gbr-3&lt;/a&gt; (236 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagian-bagian dalam payudara; Pelepasan hormon prolaktin dan fungsinya; Pelepasan hormon oksitosin dan fungsinya; Hal-hal yang membantu &amp;amp; meng-hambat refleks pelepasan ASI; Zat penghambat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83869594/7d8806a1/modul-K12.html"&gt;Modul K-12 Membaca Kartu Menuju Sehat (KMS)&lt;/a&gt; (847 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83869429/e10fc9e0/modul-K12-chartA3-lkgp.html"&gt;Gambar-1&lt;/a&gt; (565 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara mencatat berat badan bayi; Cara membaca/memaknai garis per-tumbuhan berat badan bayi; Pola kenaikan berat badan bayi; Pertambahan berat badan minimal untuk setiap bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83869880/6b2660aa/modul-K13.html"&gt;Modul K-13 Menaikkan Berat Badan (1)&lt;/a&gt; (1.191 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pola makan (frekuensi dan waktu) orang dewasa; Kapasitas perut orang dewasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83870199/4458b4fa/modul-K14.html"&gt;Modul K-14 Makan Karena Lapar&lt;/a&gt; (693 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemberian ASI berdasarkan permintaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83870354/95d85325/modul-K15.html"&gt;Modul K-15 Menaikkan Berat Badan (2)&lt;/a&gt; (658 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapasitas perut bayi; Cara meningkatkan berat badan bayi menjadi 2½ kalinya dari berat lahir pada usia 6 bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83870480/2254fff4/modul-K16.html"&gt;Modul K-16 Jenis-jenis ASI &amp;amp; Manfaatnya&lt;/a&gt; (624 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapasitas perut bayi dan volume kolostrum; Jenis-jenis ASI (kolostrum, ASI transisi, ASI matang); Perbandingan komposisi kandungan kolostrum, ASI awal, ASI akhir; Kandungan kolostrum dan manfaat-nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83870571/d309b99a/modul-K17.html"&gt;Modul K-17 Langkah-langkah Menyusui&lt;/a&gt; (271 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara/langkah-langkah menyusui yang benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83870683/b8d97a20/modul-K18.html"&gt;Modul K-18 Memudahkan Bayi Menyusu&lt;/a&gt; (347 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbedaan antara menghisap pada puting dan menghisap pada payudara; Perbedaan bentuk puting susu antara payudara yang penuh dengan ASI dan payudara yang tidak penuh dengan ASI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83872317/c2b40f10/modul-K19.html"&gt;Modul K-19 Perlekatan yang Benar&lt;/a&gt; (508 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi perlekatan; Perlekatan yang benar dan perlekatan yang salah ketika menyusu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83871232/939f5cc4/modul-K20.html"&gt;Modul K-20 Komunikasi Bayi&lt;/a&gt; (344 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara bayi berkomunikasi; Penyebab-penyebab bayi menangis; Memeriksa kemungkinan penyebab bayi menangis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83871275/69970c63/modul-K21.html"&gt;Modul K-21 ASI Kurang?&lt;/a&gt; (744 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda-tanda yang pasti ASI kurang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83874684/a9df78d4/modul-K22.html"&gt;Modul K-22 Memerah dengan Tangan&lt;/a&gt; (940 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83873220/ce83c422/modul-K22-irisan-payudara-A3.html"&gt;Gbr-1&lt;/a&gt; (1.029 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83873581/46240abb/modul-K22-memerahASI-1-A3.html"&gt;Gbr-2&lt;/a&gt; (110 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83874490/b42d59e2/modul-K22-memerahASI-2-A3.html"&gt;Gbr-3&lt;/a&gt; (124 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83874151/6954e493/modul-K22-memerahASI-3-A3.html"&gt;Gbr-4&lt;/a&gt; (102 Kb) | &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83874293/29a974ea/modul-K22-pijatan-ringan-A3.html"&gt;Gbr 5&lt;/a&gt; (135 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wadah penampung ASI perahan; Cara memerah ASI; Cara menyimpan dan daya tahan ASI perahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83874768/3f287346/modul-K23.html"&gt;Modul K-23 Langkah-langkah Memerah ASI&lt;/a&gt; (367 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapan/pada saat seperti apa ibu harus memerah ASI-nya; Langkah-langkah memerah ASI; Cara mensterilkan wadah penampung ASI perahan; Cara mencuci tangan yang benar; Alasan memilih lokasi yang tenang agar tidak terganggu; Alasan harus santai &amp;amp; memikirkan bayi, serta melakukan pijatan ringan; Cara melakukan pijatan ringan&lt;/span&gt;; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara memerah ASI; Pentingnya memerah dari semua sisi payudara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83874936/af79870e/modul-K24.html"&gt;Modul K-24 Tetap ASI, Meski Bekerja&lt;/a&gt; (1.158 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan ketika ibu harus kembali bekerja; Saran-saran untuk ibu yang memerah ASI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83875140/bff48221/modul-K25.html"&gt;Modul K-25 Memberi ASI Saat Ibu Bekerja&lt;/a&gt; (706 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sifat-sifat keunggulan penggunaan cangkir untuk pemberian ASI perahan; Sifat-sifat kelemahan penggunaan botol susu untuk pemberian ASI perahan; Banyaknya ASI yang harus diperah oleh ibu bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/83875232/1cfdcb93/panduan-event.html"&gt;Panduan dalam Mengadakan Event&lt;/a&gt; (177 Kb)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Modul-modul kegiatan ini dapat juga diterapkan dalam kegiatan yang sifatnya event, seperti perayaan HUT RI, atau hari-hari besar lainnya. Kegiatannya dapat dimanfaatkan dalam bentuk kompetisi, ataupun hanya sekedar pengisi stand.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;UPDATE:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada artikel dari &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/09/17515171/45.mitos.dan.fakta.seputar.asi"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;, berisi 45 Mitos Menyusui, yang informasinya mirip dengan kartu-kartu pada Modul K-07. Hebat, informasi tentang menyusui semakin sering dimuat di media massa sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;fieldset class="zemanta-related"&gt;&lt;legend class="zemanta-related-title"&gt;Sumber lainnya:&lt;br /&gt;&lt;/legend&gt;&lt;ul class="zemanta-article-ul"&gt;&lt;li class="zemanta-article-ul-li"&gt;&lt;a href="http://www.nal.usda.gov/wicworks/Sharing_Center/IA/training.pdf"&gt;Mississippi State        Department of Health WIC Program “Loving Support”&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="zemanta-article-ul-li"&gt;&lt;a href="http://www.nal.usda.gov/wicworks/Learning_Center/partnerpub.pdf"&gt;Building        Partnerships Ideas Checklist&lt;/a&gt; - USDA, WIC Works.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/fieldset&gt;    &lt;div style="margin-top: 10px; height: 15px;" class="zemanta-pixie"&gt;&lt;a class="zemanta-pixie-a" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/15b36b6e-8925-45f8-a965-317fa06ac630/" title="Zemified by Zemanta"&gt;&lt;img style="border: medium none ; float: right;" class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=15b36b6e-8925-45f8-a965-317fa06ac630" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-9142935351261961790?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/9142935351261961790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=9142935351261961790&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/9142935351261961790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/9142935351261961790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/02/kumpulan-modul-penyuluhan-imd-asix.html' title='Kumpulan Modul Penyuluhan IMD-ASIX'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYg6CZ1NQCI/AAAAAAAAA8E/31xwdEvWkuE/s72-c/praktek-kuningan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-5529695413915783329</id><published>2009-02-03T14:18:00.005+07:00</published><updated>2009-02-24T21:00:59.486+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyusui'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merawat Bayi/Anak'/><title type='text'>Pemberian Obat bagi Ibu yang Menyusui</title><content type='html'>Banyak pertanyaan seputar ibu yang menyusui ASI Eksklusif 6 bulan, dan harus memberi obat, baik buat si ibu maupun buat si bayi. Berikut nemu dari &lt;a href="http://selasi.net/"&gt;selasi.net&lt;/a&gt;, mengenai pemberian obat bagi Ibu menyusui. Ditulis oleh Rulina Suradi.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Wingdings;  panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:2;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face  {font-family:"Arial Narrow";  panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:EN-US;} p  {mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0in;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0in;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:IN;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:905918076;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-965037890 67698689 -431720298 1884687580 -1070938834 -125535930 -426493220 -1784544096 -1093767156 130608332;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:?;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  font-family:Symbol;} @list l1  {mso-list-id:1197548097;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1824252942 1389162790 -524011088 2042414276 213168860 1022669694 2117261298 -653891574 -702386724 54050520;} @list l1:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:?;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l2  {mso-list-id:1951358626;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:1468952384 -1983061850 -1050909892 1457690230 -1864095616 1151500166 -1545721468 773221182 -1560384116 694743260;} @list l2:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:?;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l3  {mso-list-id:2107456119;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:892238900 1524821312 1257119404 249705548 -1391404664 -586754194 929325928 393792180 65852950 -1467474344;} @list l3:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:?;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} @list l4  {mso-list-id:2129933146;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:1908049668 1110340256 -870137892 111805704 -2106560546 20849370 1503850382 -1555131884 -1267681116 369669694;} @list l4:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:?;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  font-family:Symbol;} ol  {margin-bottom:0in;} ul  {margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;Kadangkala ibu yang sedang menyusui memerlukan obat. Yang selalu dipertanyakan adalah apakah obat ini akan mempengaruhi bayi yang sedang menetek? Untuk ini dokter perlu mengetahui tentang obat apa yang tidak boleh diberikan, obat apa yang dapat diberikan tetapi dengan hati-hati dan obat apa yang boleh diberikan kepada ibu yang sedang menyusui.&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;Isinya cukup lengkap, mulai dari (1) pengaruh obat yang diminum ibu terhadap bayi, (2) &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Panduan untuk memberikan obat-obatan kepada ibu yang menyusui, (3) &lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Obat yang dikontraindikasi untuk diberikan kepada ibu yang menyusui&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;,&lt;/strong&gt; (4) Zat radioaktif yang memerlukan penghentian pemberian ASI untuk sementara, hingga daftar (5) Obat-obatan yang pemberiannya perlu berhati-hati karena mungkin mempunyai efek terhadap bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya silakan klik &lt;a href="http://selasi.net/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=141:pemberian-obat-bagi-ibu-yang-menyusui&amp;amp;catid=34:menyusui&amp;amp;Itemid=82"&gt;di sini&lt;/a&gt; yak! Kalau Anda ragu-ragu, silakan kunjungi klinik laktasi/menyusui, di &lt;a href="http://menyusui.com/info/daftar-klinik-laktasi/"&gt;web ini&lt;/a&gt; ada alamat lengkapnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-5529695413915783329?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/5529695413915783329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=5529695413915783329&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/5529695413915783329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/5529695413915783329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/02/pemberian-obat-bagi-ibu-yang-menyusui.html' title='Pemberian Obat bagi Ibu yang Menyusui'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-323212692549573505</id><published>2009-02-03T13:35:00.006+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyusui'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kode Etik dan Aturan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><title type='text'>SKB 3 Menteri soal Menyusui di Tempat Kerja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfpWLhEzEI/AAAAAAAAA50/M7wGRUto6SA/s1600-h/SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008+%28SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008.pdf%29_Page_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 309px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfpWLhEzEI/AAAAAAAAA50/M7wGRUto6SA/s400/SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008+%28SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008.pdf%29_Page_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298460053882588226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfpWAsoiHI/AAAAAAAAA58/rjjx_sUdfcs/s1600-h/SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008-%28SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 312px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfpWAsoiHI/AAAAAAAAA58/rjjx_sUdfcs/s400/SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008-%28SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298460050978277490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfpWUD-T_I/AAAAAAAAA6E/5LclK31-t5c/s1600-h/SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008+%28SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008.pdf%29_Page_3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 309px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfpWUD-T_I/AAAAAAAAA6E/5LclK31-t5c/s400/SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008+%28SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008.pdf%29_Page_3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298460056176447474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfpWuDAL2I/AAAAAAAAA6M/CrHQwgNTTf4/s1600-h/SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008-%28SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008.pdf%29_Page_4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 309px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfpWuDAL2I/AAAAAAAAA6M/CrHQwgNTTf4/s400/SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008-%28SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008.pdf%29_Page_4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298460063151697762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibu-ibu bekerja, Anda seharusnya sekarang sudah lebih bergembira, karena pemerintah melalui &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83891706/624b794/SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008__SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008pdf_.html"&gt;SKB 3 menteri&lt;/a&gt; sudah menetapkan dukungan terhadap kegiatan memerah ASI di sela-sela kegiatan bekerja. Sayangnya memang SKB ini tidak mencantumkan ancaman sanksi bagi perusahaan yang melawan atau tidak mau mengikuti aturan tersebut. Yah.. minimal sudah ada aturannya lah... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Fitri's site at &lt;a href="http://getarcinta06.multiply.com/journal/item/86/SKB_Menteri_Mengenai_Memerah_ASI_pada_Jam_KerjaDi_Kantor_NEW"&gt;multiply.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-323212692549573505?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/323212692549573505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=323212692549573505&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/323212692549573505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/323212692549573505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/02/skb-3-menteri-soal-menyusui-di-tempat.html' title='SKB 3 Menteri soal Menyusui di Tempat Kerja'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfpWLhEzEI/AAAAAAAAA50/M7wGRUto6SA/s72-c/SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008+%28SKB_PP-NAKERTRANS-KES_2008.pdf%29_Page_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-3672930167191725008</id><published>2009-02-03T12:22:00.006+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.754+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kode Etik dan Aturan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Susu Formula'/><title type='text'>Iklan dan Etalase Sufor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYgDaWokC3I/AAAAAAAAA7s/MC5BE_JJoTo/s1600-h/Image0026.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYgDaWokC3I/AAAAAAAAA7s/MC5BE_JJoTo/s320/Image0026.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298488712888585074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYgDaOjAY8I/AAAAAAAAA7k/7byzJ9-sePM/s1600-h/Image0025.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYgDaOjAY8I/AAAAAAAAA7k/7byzJ9-sePM/s320/Image0025.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298488710717793218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfV_sYP-qI/AAAAAAAAA5s/QjzL6S7BdNU/s1600-h/Image0024.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfV_sYP-qI/AAAAAAAAA5s/QjzL6S7BdNU/s320/Image0024.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298438776846023330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfV_uBmenI/AAAAAAAAA5k/uyfxRXNUiBM/s1600-h/Image0023.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfV_uBmenI/AAAAAAAAA5k/uyfxRXNUiBM/s320/Image0023.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298438777287899762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfV_XlscNI/AAAAAAAAA5c/N0uydn5uzhI/s1600-h/Image0022.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfV_XlscNI/AAAAAAAAA5c/N0uydn5uzhI/s320/Image0022.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298438771265269970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfV_eFGCLI/AAAAAAAAA5U/7IfoWBTULpk/s1600-h/Image0021.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfV_eFGCLI/AAAAAAAAA5U/7IfoWBTULpk/s320/Image0021.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298438773007583410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfV_IeMvPI/AAAAAAAAA5M/mpJT5D2c_CU/s1600-h/Image0019.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYfV_IeMvPI/AAAAAAAAA5M/mpJT5D2c_CU/s320/Image0019.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298438767207300338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Barisan produk susu formula yang terpajang di pertokoan. Saat ini masih banyak produk pengganti ASI 0-6 bulan yang 'berkeliaran' di ranah publik, padahal menurut kode etik pemasaran sufor, produk-produk ini tidak boleh dipajang di tempat umum. Simak saja 3 dari 10 kodet etik yang diterbitkan &lt;a href="http://www.ibfan.org/english/resource/ibfo/issue3/internationalcode.html"&gt;IBFAN&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tidak boleh ada IKLAN dari semua produk dalam kategori di atas, yang ditujukan untuk publik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak boleh ada CONTOH GRATIS untuk Ibu-ibu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak boleh ada MEDIA PROMOSI (penempatan media) di lokasi fasilitas kesehatan, termasuk pembagian contoh gratis atau contoh yang dimurahkan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Nah. Siapa yang seharusnya bertindak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;fieldset class="zemanta-related"&gt;&lt;legend class="zemanta-related-title"&gt;Lihat juga:&lt;br /&gt;&lt;/legend&gt;&lt;ul class="zemanta-article-ul"&gt;&lt;li class="zemanta-article-ul-li"&gt;&lt;a href="http://asipasti.blogspot.com/2008/01/kode-etik-internasional-untuk-promosi.html#links"&gt;Kode etik Pemasaran Susu Formula&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/fieldset&gt;    &lt;div style="margin-top: 10px; height: 15px;" class="zemanta-pixie"&gt;&lt;a class="zemanta-pixie-a" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/1213b11b-e03a-4778-a81c-cfc3b4782f3b/" title="Zemified by Zemanta"&gt;&lt;img style="border: medium none ; float: right;" class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=1213b11b-e03a-4778-a81c-cfc3b4782f3b" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-3672930167191725008?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/3672930167191725008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=3672930167191725008&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/3672930167191725008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/3672930167191725008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/02/iklan-dan-etalase-sufor.html' title='Iklan dan Etalase Sufor'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SYgDaWokC3I/AAAAAAAAA7s/MC5BE_JJoTo/s72-c/Image0026.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-429932789789941736</id><published>2009-01-13T06:39:00.008+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyusui'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kode Etik dan Aturan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><title type='text'>Menyusui siap Di-Perda-kan di Kab. Bandung</title><content type='html'>Ketika sedang memfasilitasi pelatihan di Aceh, saya mendapat pesan singkat melalui HP dari seorang teman. Ada Rancangan Peraturan Daerah Kab. Bandung tentang Kesehatan Ibu, Bayi yang Baru Dilahirkan, dan Balita (Kibbla) yang akan menerapkan sanksi moral bagi ibu yang tidak menyusui. Saya bahkan baru dengar, tapi lalu sibuk mencari tahu.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gagasan ini tampaknya datang dari LSM, bernama Safa Institute. Inti utama dari PERDA tersebut katanya untuk menurunkan tingkat kematian bayi dan ibu pada saat melahirkan. Ibu harus dijamin pelayanan kesehatannya, tidak boleh lagi melahirkan dengan bantuan dukun beranak.  Berikut kutipannya dari &lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=52653"&gt;PR online&lt;/a&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Yang paling penting , ada ketentuan bahwa ibu yang melahirkan harus mendapatkan pelayanan maksimal di tempat layanan kesehatan tanpa harus ditanya dulu, apakah memiliki uang atau tidak," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal lain adalah terkait pemberian ASI eksklusif, instansi pemerintah, swasta dan ruang publik, wajib memiliki tempat khusus bagi ibu untuk menyusui. Dengan demikian, kata Raditya, setiap sektor harus menunjukkan kerja samanya untuk menegakkan aturan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang jadi permasalahan adalah sanksi moral untuk Ibu yang tidak memberi ASI, yaitu diumumkan secara publik. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote&gt;Selain itu, setiap ibu juga diwajibkan memberi ASI eksklusif selama enam bulan. Apabila melanggar, ada sanksi sosial, yakni akan diumumkan di ruang publik.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Apakah layak memberi Ibu sanksi seperti ini? Uhm... Kita sedang mencoba mendapatkan Draft Perda-nya, semoga setelah itu bisa memberi komentar lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UPDATE (26/01/09)&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Ketemu blog salah seorang Pansus dari DPRD Kab. Bandung yang menggolkan Perda KIBBLA ini, &lt;a href="http://hadecenter.blogspot.com/2009/01/tidak-beri-asi-dijatuhi-sanksi-perda.html"&gt;disini&lt;/a&gt;. Saya sudah coba minta dokumen Perdanya melalui blog beliau ini. Semoga ada respon.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UPDATE (3/02/09)&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Hari ini, Pak Tubagus Raditya, salah satu anggota Pansus yang saya hubungi, telah mengirimkan file Raperda KIBBLA Kab. Bandung ini. Segera akan saya coba muat di blog ini, dan bisa kita cermati bersama. Terima kasih, Pak! Filenya bisa di-download &lt;a href="http://www.4shared.com/file/83891618/f945c1e5/REVISI_final_Raperda_KIBBLA_Kab_Bandung_2009.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-429932789789941736?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/429932789789941736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=429932789789941736&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/429932789789941736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/429932789789941736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/01/menyusui-siap-di-perda-kan-di-kab.html' title='Menyusui siap Di-Perda-kan di Kab. Bandung'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-8355819659809747214</id><published>2009-01-03T21:27:00.003+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.756+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyusui'/><title type='text'>Menyusui Menyelamatkan Ibu dari Kanker Payudara</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;LAMONGAN, MINGGU&lt;/strong&gt; - Menyusui dinilai penting untuk kesehatan baik bagi anak dan ibunya. Ketua Gerakan Organisasi Wanita Lamongan, Cicik Rosida Tsalits dalam Sosialisasi Inisiasi Menyusui Dini di Lamongan Minggu (21/12) yang diikuti para wanita dan bidan menyatakan prihatin dengan banyaknya ibu muda yang tidak mau menyusui karena takut payudaranya akan kendor, padahal dengan menyusui menyelamatkan ibu dari kanker payudara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Ketua Sentra Laktasi Indonesia, Utami Roesli sebagai pembicara memaparkan beberapa Negara sudah mengenal metode inisiasi menyusui dini (IMD) sejak medio 1987. Namun Indonesia baru mengenal metode IMD dua tahun terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Utami menyebutkan manfaat dari IMD diantaranya jalinan kasih sayang antara ibu, ayah dan bayi akan lebih baik. Dengan IMD bayi akan mendapat &lt;em&gt;&lt;em&gt;kolostrum&lt;/em&gt;&lt;/em&gt; yang kaya akan &lt;em&gt;&lt;em&gt;antibody&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;, penting untuk pertumbuhan dan ketahanan infeksi bayi. Bagi ibu, IMD dapat merangsang produksi hormon oksitosin yang dapat mengurangi pendarahan, membuat ibu tenang dan rileks serta merangsang pengeluaran ASI, katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Utami menyampaikan pentingnya IMD dilakukan sebab menurut penelitian dengan IMD delapan kali lebih berhasil untuk mensukseskan program enam bulan ASI eksklusif. Yang disiapkan Allah untuk bayi yang baru lahir adalah dada ibunya, bukan &lt;em&gt;&lt;em&gt;incubator&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;. Dada ibu diciptakan untuk memiliki suhu yang lebih hangat dari suhu luar dan bisa menyesuaikan diri dengan suhu yang dibutuhkan bayi atau &lt;em&gt;&lt;em&gt;thermoregulator thermal synchron&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;. Jika suhu dada ibu terlalu dingin untuk bayi, suhu dada ibu akan naik. Demikian pula sebaliknya, papar Utami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Utami selama ini banyak orang salah dalam menangani bayi yang baru lahir. Dokter anak senior di RS ST Carolus Jakarta ini menegaskan anak adalah titipan Tuhan untuk ibu, bukan ke bidan. Oleh karena itu ibu-ibu harus minta hak IMD. Metode IMD sangat sederhana. Bayi begitu lahir diletakkan di dada ibu sehingga ada kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu. Beri waktu selama satu jam bagi bayi untuk mencari sendiri puting ibunya. Dalam usia bayi 20 menit, bayi akan mulai merangkak mencari puting ibunya dan pada usia 50 menit akan mulai menyusui, katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun jika bayi lahir normal langsung dipisahkan dengan ibunya untuk ditimbang, IMD tidak akan bisa dilakukan. Ini juga berarti mengurangi kesuksesan program ASI eksklusif enam bulan. Sebuah penelitian dari Inggris menyebutkan, menunda inisiasi menyusui dapat meningkatkan kematian bayi. Dengan IMD, dapat mengurangi resiko kematian bayi hingga 22 persen. Dan resiko ini akan semakin besar ketika semakin lama menunda permulaan penyusuan, tutur Utami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/21/15285523/menyusui.selamatkan.ibu.dari.kanker.payudara."&gt;kompas.com&lt;/a&gt; | &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Laporan wartawan Kompas Adi Sucipto&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-8355819659809747214?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/8355819659809747214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=8355819659809747214&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/8355819659809747214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/8355819659809747214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2009/01/menyusui-menyelamatkan-ibu-dari-kanker.html' title='Menyusui Menyelamatkan Ibu dari Kanker Payudara'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-9148732633214355689</id><published>2008-12-30T21:30:00.001+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyusui'/><title type='text'>Kembang Tahu dapat Merangsang Keluarnya ASI</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KEMBANG &lt;/strong&gt;tahu tinggi kadar proteinnya. Rumah sakit memanfaatkannya untuk pemulih kesehatan pasien. Makanan ini juga dianjurkan bagi penderita diabetes dan tekanan darah tinggi, serta konon merangsang ASI sehingga sangat baik bagi ibu hamil dan baru melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu merupakan gumpalan protein dari susu kedelai yang telah dipisahkan dengan air tahu (&lt;em&gt;whey&lt;/em&gt;) dengan cara pengepresan. Sebaliknya, kembang tahu merupakan lapisan tipis yang terbentuk di permukaan susu kedelai yang dipanaskan. Mungkin karena mengapung-apung di permukaan susu kedelai, maka disebut sebagai kembang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, kembang tahu dipakai sebagai campuran sup ayam, sup buntut, kimlo, capcay, dan bihun goreng. Bentuknya yang tipis dan kering memungkinkan kembang tahu disimpan lama tanpa memerlukan lemari pendingin. Produk tersebut mudah ditemukan di berbagai warung dan pedagang sayur keliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jenis kembang tahu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda memperhatikan terbentuknya lapisan tipis yang mengapung di permukaan segelas susu sapi panas yang didiamkan mendingin pada suhu kamar? Lapisan tersebut merupakan gumpalan protein dan lemak yang lama-kelamaan akan menebal sehingga dengan mudah dapat diangkat. Jika dicicipi akan terasa lezat, halus, dan agak liat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga akan terjadi jika susu kedelai dipanaskan. Lapisan tipis dari permukaan susu yang telah dipanaskan tersebut di Jepang dinamakan &lt;em&gt;yuba&lt;/em&gt;, sedangkan di Indonesia lebih populer disebut kembang tahu. Selain dari kacang kedelai, kembang tahu juga dapat dibuat dari kacang-kacangan lainnya, seperti kacang hijau, kacang gude, kacang jogo, koro benguk, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, kembang tahu dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu kembang tahu segar, setengah kering, dan kering. Di Jepang, kembang tahu segar disebut &lt;em&gt;nama yuba&lt;/em&gt;. Ciri-ciri kembang tahu segar yang baik adalah warna krem kekuning-kuningan, tekstur lembut, ringan, rasa sedikit manis, dan enak rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kembang tahu segar ini tidak tahan disimpan lama, yaitu hanya mampu bertahan 2-4 hari pada suhu kamar atau 3-5 hari pada lemari es. Untuk mencegah serangan jamur, kembang tahu basah biasanya dibungkus dengan plastik atau karton kedap udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembang tahu setengah kering, yang disebut juga &lt;em&gt;nama gawaki&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;han gawaki&lt;/em&gt;, merupakan kembang tahu segar yang telah dikeringkan sampai kadar air tertentu, tetapi belum sampai rapuh. Kembang tahu jenis ini umumnya dibungkus plastik atau karton dan disimpan pada ruangan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis ketiga adalah kembang tahu kering yang disebut &lt;em&gt;kanso hashi yuba&lt;/em&gt;, merupakan jenis yang paling populer dan paling umum dipasarkan. Kembang tahu ini dibuat dengan cara mengeringkan kembang tahu basah hingga kadar air yang sangat rendah sehingga teksturnya menjadi sangat rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kadar airnya yang sangat rendah, jenis ini dapat disimpan lama pada suhu kamar. Ada lima bentuk utama dari kembang tahu jenis ini, yaitu lembaran, spiral, rol panjang, rol pendek, dan oharagi. Kembang tahu kering ini dapat disimpan selama 4-6 bulan pada ruangan berpendingin atau kotak kedap udara.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara pembuatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kembang tahu dapat dibuat, baik dalam skala kecil (tradisional) maupun skala besar (pabrik modern). Di Indonesia umumnya pembuatan kembang tahu masih dilakukan secara tradisional. Selain di Jepang, proses pembuatan kembang tahu secara modern dan besar-besaran antara lain telah dikembangkan di Taiwan dan Hong Kong sejak tahun 1973.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan baku utama dalam pembuatan kembang tahu adalah kedelai dan air. Peralatan yang dibutuhkan adalah wadah perendam kedelai, penggiling kedelai, kain saring, panci, dan wadah pemanas susu kedelai. Proses pembuatannya dibagi ke dalam dua tahapan utama, yaitu pembuatan susu kedelai dan pembuatan lapisan tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembuatan susu kedelai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Biji kedelai kering dibersihkan dari kotoran, kerikil, pasir, potongan ranting, dan batang kedelai. Biji rusak, hitam, dan berkapang harus dibuang. Setelah itu, biji dicuci sampai bersih. Kotoran dan biji yang mengapung harus dibuang. Pencucian dilakukan sampai air bilasan tampak jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Biji yang telah dicuci bersih selanjutnya direndam di dalam air selama 8 jam. Air diganti-ganti setiap 2-3 jam. Setelah itu kedelai ditiriskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kedelai dimasukkan ke dalam air mendidih. Besar api diatur agar suhu bertahan 85-90 derajat Celsius. Perendaman dalam air panas ini dilakukan selama 10 menit. Setelah itu kedelai diangkat dan didinginkan dengan air mengalir, kemudian ditiriskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Siapkan air panas dengan suhu sekitar 90 derajat Celsius sebanyak enam kali berat kedelai kering yang akan diolah. Suhu air ini dipertahankan selama pekerjaan berlangsung. Ke dalam air panas ini ditambahkan bubuk kalsium karbonat sebanyak 0,5 gram untuk setiap liter air panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Biji kedelai dihaluskan dengan blender atau digiling dengan mesin penggiling sampai menjadi bubur kedelai. Penggilingan dilakukan sambil ditambahkan campuran air panas-kalsium karbonat. Jika air panas yang disediakan tidak habis untuk menggiling kedelai, sisa air dicampurkan dengan bubur kedelai, kemudian diaduk-aduk selama tiga menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Bubur kedelai disaring dan diperas dengan kain saring rangkap dua. Cairan yang diperoleh disebut sebagai susu kedelai mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembuatan lapisan tipis &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Susu kedelai mentah dimasukkan ke dalam wadah pemanas yang dangkal, tetapi luas permukaannya (seperti nampan) atau dapat juga dengan panci. Susu dipanaskan sampai suhu 90 derajat Celsius sambil diaduk-aduk. Busa yang terbentuk dibuang. Ketika suhu telah mencapai 90 derajat Celsius, susu tidak boleh lagi diaduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lapisan tipis akan terbentuk di permukaan cairan. Setelah merata di seluruh permukaan susu, lapisan tersebut diambil menggunakan lidi tebal atau bilah bambu. Setelah lapisan pertama diangkat, akan segera terbentuk lapisan kedua. Demikian seterusnya. Proses tersebut dapat diulang sekitar delapan kali atau sampai tidak terbentuk lapisan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Lapisan tipis tersebut selanjutnya dijemur hingga kering dengan cara menggantungnya bersama dengan lidi atau bambu yang digunakan dalam proses pengangkatan tadi. Dari satu kilogram kedelai rata-rata akan dihasilkan sekitar 0,40-0,55 kilogram kembang tahu kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kembang tahu yang telah kering dapat dikemas di dalam kantong atau kotak plastik untuk melindunginya dari udara dan uap air. Kondisinya yang kering menyebabkan mudah menyerap uap air sehingga lama-kelamaan menjadi berjamur dan rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dianjurkan untuk Ibu Hamil dan Melahirkan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan jenis bahan bakunya, yaitu kedelai yang kaya protein, kandungan gizi utama dari kembang tahu adalah protein, sekitar 48,9 – 52,3 gram per 100 gram kembang tahu jenis kering. Sumbangan gizi lainnya yang cukup menonjol adalah lemak (13,8-24,1 g/100 g), energi (380 – 432 kkal/100 g), serta sejumlah mineral. Kadar mineral dicerminkan oleh kadar abu yang lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang, kembang tahu merupakan bahan makanan yang sangat populer. Konon, kembang tahu dapat merangsang keluarnya air susu ibu (ASI) sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu-ibu sebelum dan sesudah melahirkan. Kembang tahu juga umum digunakan di rumah sakit sebagai sumber protein pemulih kesehatan para pasien. Hal tersebut didukung oleh tingginya kadar protein dan daya cerna dari protein tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya kedelai, kembang tahu juga memiliki komposisi asam amino yang sangat baik. Asam amino yang cukup menonjol adalah lisin, yang umumnya sangat rendah pada bahan pangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembang tahu sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes melitus. Kembang tahu juga merupakan sumber protein yang sangat baik untuk para vegetarian, yang berpantang produk-produk hewani. Tentu diperlukan kreativitas yang sangat tinggi dalam pengolahan kembang tahu menjadi berbagai makanan sehingga tidak membosankan./*&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/20/1043162/kembang.tahu.perangsang.asi."&gt;kompas.com&lt;/a&gt; | Prof. DR. Made Astawan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-9148732633214355689?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/9148732633214355689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=9148732633214355689&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/9148732633214355689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/9148732633214355689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2008/12/kembang-tahu-dapat-merangsang-keluarnya.html' title='Kembang Tahu dapat Merangsang Keluarnya ASI'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-3234484702431896986</id><published>2008-12-25T08:00:00.010+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyusui'/><title type='text'>Memerah ASI dengan Tangan</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;span&gt;Ibu yang harus kembali bekerja harus mengeluarkan ASI-nya agar sang bayi dapat tetap memperoleh ASI eksklusif. ASI yang dikeluarkan disimpan dan diberikan kepada bayi dengan menggunakan sendok atau pipet oleh orang laiin karena ibu sedang bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang ASI dalam payudara sedemikian penuhnya sehingga menyebabkan rasa sakit. Jika tidak dikeluarkan, ASI yang penuh justru dapat membahayakan karena dapat menyebabkan saluran ASI tersumbat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Payudara yang penuh dengan ASI juga dapat menyulitkan bayi untuk menyusu. Jika payudara terasa terlalu penuh, keluarkan sedikit ASI terlebih dahulu sebelum menyusui bayi. Mengeluarkan ASI juga adalah cara yang baik digunakan untuk mempertahankan produksi ASI, selain menyusui bayi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat Memerah ASI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;p   style="margin: 0px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(34, 30, 31);font-family:Chaparral Pro;font-size:11.5px;"&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; letter-spacing: 0px;font-family:Lucida Grande;font-size:11;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengurangi bengkak pada payudara; ;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengurangi sumbatan atau ASI statis; ;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sambil diberi ASI perah, bayi belajar menyusu dari puting yang terbenam;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bayi yang mengalami kesulitan dalam koordinasi menyusu, dapat diberi ASI perah terlebih  dahulu;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bayi yang menolak menyusu, dapat diberi ASI perah dulu, sambil belajar menyukai proses menyusu;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bayi dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) yang tidak bisa menyusu, dapat diberi ASI perah;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bayi yang sakit dapat diberi ASI perah, ketika tidak mendapat ASI yang cukup dari kegiatan  menyusu langsung pada ibu;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempertahankan pasokan ASI ketika bayi atau ibunya sakit;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika ibu bekerja, bayi tetap mendapat ASI yang diperah;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencegah ASI menetes ketika ibu jauh dari bayinya;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membantu bayi melekat pada payudara yang penuh;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi ASI langsung ke mulut bayi, dengan cara diperah;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencegah puting dan areola menjadi kering dan lecet.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Berikut langkah-langkah Memerah ASI dengan Tangan:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sterilkan wadah ASI&lt;/span&gt;. Masaklah air hingga mendidih selama 20 menit. Isikan air mendidih ini ke dalam wadah yang hendak disterilkan, secara perlahan-lahan (agar tidak pecah). Biarkan selama beberapa menit, kemudian buanglah air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Cucilah tangan dengan benar, sebelum menyentuh payudara dan wadah ASI&lt;/span&gt;. Mencuci tangan setelah memegang payudara atau wadah ASI, akan memungkinkan kotoran berpindah ke payudara atau wadah ASI. Cara mencuci tangan: basahi kedua tangan dengan air mengalir, gosok dengan sabun hingga ke sela jari dan kuku, bilaslah dengan air mengalir hingga bersih, lalu keringkan dengan lap yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pilihlah tempat yang tenang, agar tidak terganggu&lt;/span&gt;. Mengeluarkan ASI akan sangat terbantu apabila pikiran Anda tidak terganggu oleh hal-hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Santailah dan pikirkan sang bayi&lt;/span&gt;. ASI akan lebih mudah keluar jika perasaan (emosi) ibu dalam keadaan baik. Kondisi santai ibu akan membuat perasaan damai. Pikirkanlah betapa lucu dan menggemaskannya bayi Anda. Dengan memikirkan sang bayi, perasaan kecintaan ibu kepada bayi muncul dalam pikiran ibu. Santai dan kecintaan ibu dapat membantu mempermudah keluarnya ASI. Sebaliknya, jika pikiran ibu mengkhawatirkan masalah lain, tidak akan membantu mempermudah keluarnya ASI atau malah mempersulit. Keadaan ibu yang santai dan memikirkan sang bayi akan membantu pelepasan hormon oksitosin, yang kemudian akan melancarkan pengeluaran ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SVLgyrnZ36I/AAAAAAAAA4Y/1QFbhUTr_aQ/s1600-h/pijat-ringan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 149px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SVLgyrnZ36I/AAAAAAAAA4Y/1QFbhUTr_aQ/s400/pijat-ringan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283532474165092258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Lakukan pijatan ringan dengan ujung jari atau kepalan tangan, mulai dari pangkal payudara mengarah ke areola&lt;/span&gt;. Lakukan pijatan ringan ini di sekeliling payudara. Pada peristiwa menyusui, sedotan bayi pada payudara akan menimbulkan pelepasan hormon oksitosin. Dengan demikian, sedotan bayi pada payudara lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan pemerahan ASI. Pada pemerahan ASI, pelepasan hormon oksitosin perlu dirangsang karena tidak ada rangsangan dari sedotan bayi. Tindakan pijatan ringan dengan ujung jari atau kepalan tangan ini dimaksudkan untuk merangsang pelepasan hormon oksitosin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SVLgy3hkDEI/AAAAAAAAA4g/v9K1kff_PIk/s1600-h/perah-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 141px; height: 191px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SVLgy3hkDEI/AAAAAAAAA4g/v9K1kff_PIk/s400/perah-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283532477361818690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan ibu jari di tepi luar areola sisi atas dan telunjuk di tepi luar areola sisi lainnya, tekan ke arah dada. Payudara yang ditekan ke belakang (ke arah dada) akan mendesak air susu ibu di dalam payudara ke arah depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peras bagian luar areola dengan ibu jari dan telunjuk, kemudian longgarkan tekanan&lt;/span&gt;; Air susu ibu (akan) keluar dari saluran ASI (di bawah bagian dalam areola) ketika bagian luar areola tersebut ditekan/diperah. Ibu seharusnya tidak merasa sakit/nyeri. Jangan memijit puting, karena dapat menyebabkan rasa nyeri atau bahkan lecet!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SVLgzHdj6QI/AAAAAAAAA4o/gayWYvPCOI4/s1600-h/perah-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 143px; height: 137px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SVLgzHdj6QI/AAAAAAAAA4o/gayWYvPCOI4/s400/perah-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283532481639999746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ulangi gerakan tekan-peras-longgarkan – tekan-peras-longgarkan, di sekeliling areola dari semua sisi&lt;/span&gt;. Setelah melakukan gerakan tekan-peras-longgarkan, alihkanlah posisi ibu jari dan telunjuk sedemikian rupa sehingga gerakan tersebut dilakukan di sekeliling areola. Pada awalnya mungkin ASI tidak keluar, jangan berhenti! Setelah beberapa kali ASI akan keluar. Ini seperti pompa air tradisional, pada pompaan awal air tidak keluar karena masih dalam perjalanan. Pada pompaan berikut-berikutnya air akan keluar. Begitu pula ASI. ASI yang berhasil dikeluarkan dengan memerahnya, pada saat pertama kali mungkin tidak banyak. Dengan latihan, Ibu akan berhasil mengeluarkan lebih banyak ASI. Jika mengeluarkan ASI dilakukan karena ibu harus kembali bekerja, lakukan pemerahan ASI ini 2 minggu sebelum bekerja. Dengan demikian, pada saat ibu mulai bekerja, ibu sudah dapat  cukup banyak ASI untuk bayi yang ditinggal bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Setelah memerah, simpanlah hasil perahan dengan baik agar dapat bertahan lama!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sumber: Paket-Modul Kegiatan IMD &amp;amp; ASI Eksklusif  6 bulan. Dept. Kesehatan - HSP/USAID.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;fieldset class="zemanta-related"&gt;&lt;legend class="zemanta-related-title"&gt;Sumber lainnya yang berhubungan:&lt;br /&gt;&lt;/legend&gt;&lt;ul class="zemanta-article-ul"&gt;&lt;li class="zemanta-article-ul-li"&gt;&lt;a href="http://asi.blogsome.com/category/memeras-asi-dan-ibu-bekerja/"&gt;Memerah ASI dan Ibu Bekerja&lt;/a&gt; - dari asi.blogsome.com&lt;/li&gt;&lt;li class="zemanta-article-ul-li"&gt;&lt;a href="http://asuh.wikia.com/wiki/Memerah_ASI"&gt;Memerah ASI&lt;/a&gt; - dari asuh.wikia.com&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/fieldset&gt;  &lt;div style="margin-top: 10px; height: 15px;" class="zemanta-pixie"&gt;&lt;a class="zemanta-pixie-a" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/87aaaea5-9296-4597-9e7d-b2bcedae6971/" title="Zemified by Zemanta"&gt;&lt;img style="border: medium none ; float: right;" class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=87aaaea5-9296-4597-9e7d-b2bcedae6971" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-3234484702431896986?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/3234484702431896986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=3234484702431896986&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/3234484702431896986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/3234484702431896986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2008/12/memerah-asi-dengan-tangan.html' title='Memerah ASI dengan Tangan'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SVLgyrnZ36I/AAAAAAAAA4Y/1QFbhUTr_aQ/s72-c/pijat-ringan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-405881314662020715</id><published>2008-12-11T18:05:00.006+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.759+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><title type='text'>Billboard ASI Eksklusif</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SUD1jwpeHZI/AAAAAAAAA3w/cfAU2PdGc8E/s1600-h/Cianjur-field-trip-016.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SUD1jwpeHZI/AAAAAAAAA3w/cfAU2PdGc8E/s400/Cianjur-field-trip-016.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278488757981289874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;susi widiastuti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sumbangan dari seorang teman yang berhasil memotret billboard keren ini. Hebat khan, se-billboard untuk ASI Eksklusif? Kayaknya billboard ini kosong, daripada nggak ada isinya, disilah dengan tema ASI Eksklusif. Heehe... keren juga idenya. Kalau saja kita bisa nyumbang isinya, saya mau deh bikinin desainnya... Meski anonim sekalipun.. :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-405881314662020715?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/405881314662020715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=405881314662020715&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/405881314662020715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/405881314662020715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2008/12/susi-widiastuti-sumbangan-dari-seorang.html' title='Billboard ASI Eksklusif'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SUD1jwpeHZI/AAAAAAAAA3w/cfAU2PdGc8E/s72-c/Cianjur-field-trip-016.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-2130310039201118119</id><published>2008-11-29T21:30:00.002+07:00</published><updated>2009-02-24T21:00:59.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merawat Bayi/Anak'/><title type='text'>Infeksi Berulang pada Anak</title><content type='html'>Orang tua si Udin sangat kawatir, sejak usia 6 bulan hingga 3 tahun hampir tiap bulan selalu ke dokter karena sakit . Keluhan yang sering dialami adalah batuk, pilek dan panas. Kekawatiran orangtua beralasan karena anak tersebut sudah terlalu sering minum obat apalagi antibiotika adalah konsumsi rutin setiap sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infeksi berulang pada anak adalah infeksi yang sering dialami oleh seorang anak khususnya infeksi saluran napas akut. Kondisi ini diakibatkan karena rendahnya kerentanan seseorang terhadap terhadap terkenanya infeksi. Biasanya infeksi berulang ini dialami berbeda dalam kekerapan kekambuhan, berat ringan gejala, jenis penyakit yang timbul dan komplikasi yang diakibatkan. Gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi dan pada penderita defisiensi imun, meskipun kasus yang terakhir tersebut relatif jarang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita infeksi berulang pada anak sering mengalami komplikasi tonsillitis kronis, otitis media, gagal tumbuh, overtreatment antibiotika, overtreatment tonsilektomi, overdiagnosis tuberkulosis. Gangguan perilaku sering menyertai penderita gangguan ini diantaranya adalah gangguan tidur, gangguan emosi, gangguan konsentrasi dan gangguan belajar. Problem sosial yang dihadapi adalah terjadi peningkatan biaya berobat yang sangat besar dan mengganggu absensi sekolah. Gangguan ini lebih sering terjadi pada usia anak, sehingga sangat mengganggu tumbuh dan berkembangnya anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN INFEKSI BERULANG&lt;br /&gt;Tampaknya hingga saat ini belum ada definisi baku yang tepat dalam menjelaskan kriteria infeksi berulang pada anak. Dikatakan infeksi berulang pada anak bila infeksi sering dialami oleh seorang anak. Kondisi ini diakibatkan karena rendahnya kerentanan seseorang terhadap terhadap terkenanya infeksi. Pada infeksi berulang ini terjadi yang berbeda dengan anak yang normal dalam hal kekerapan penyakit, berat ringan gejala, jenis penyakit yang timbul dan komplikasi yang diakibatkan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kekerapan penyakit adalah frekuensi terjadinya penyakit dalam periode tertentu. Pada infeksi berulang terjadi bila terjadi infeksi lebih dari 8 kali dalam setahun atau bila terjadi infeksi 1-2 kali tiap bulan selama 6 bulan berturut-turut. Penelitian yang telah dilakukan Cleveland Clinic Amerika Serikat, bahwa pada anak normal usia &lt;&gt; 4 kali perhari dan konstipasi atau sulit buang air besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis alergi makanan dibuat berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa (mengetahui riwayat penyakit penderita) dan pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi dan dengan eliminasi dan provokasi. Untuk memastikan makanan penyebab alergi harus menggunakan Provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya yang tidak sedikit. Beberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy Center Rumah Sakit Bunda Jakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Sederhana”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan defisiensi sistem kekebalan juga sering mengalami infeksi berulang, tetapi kasus ini sangat jarang terjadi. Diantaranya adalah adanya gangguan beberapa tipe defisiensi sistem imun berupa defisiensi myeloperoxidase, Severe Combined Immunodeficiency Disease (SCID), Cystic fibrosis, defisiensi Ig A selektif, defisiensi komplemen C4b dan kelainan autoimun lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENCEGAHAN&lt;br /&gt;Untuk mencegah terjadinya infeksi berulang kita harus mengidentifikasi penyebab dan faktor resiko. Bila pada anak kita mengalami gejala alergi mungkin penyebab utamanya adalah faktor alergi. Penanganan alergi yang terpenting adalah penghindaran penyebab alergi khususnya penghindaran makanan tertentu harus dilakukan. Pemberian ASI ekslusif harus memperhatikan pola makan ibu saat pemberian ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor resiko infeksi berulang adalah faktor lingkungan. Lingkungan yang harus diwaspadai adalah kontak terhadap paparan infeksi seperti anggota keluarga yang banyak, anggota keluarga yang juga mengalami infeksi berulang, perokok pasif, kolam renang, bepergian ke tempat umum yang padat pengunjung, sekolah terlalu dini dan penitipan anak saat ibu bekerja.&lt;br /&gt;Pemberian imunisasi terutama influenza dan imunomudulator tertentu mungkin membantu mengurangi resiko ini. Tetapi pemberian vitamin dengan kandungan bahan dan rasa seperti ikan laut, aroma jeruk atau coklat mungkin akan memperparah masalah yang sudah ada. Pemberian imunisasi dan imunomudulator seringkali tidak banyak bermanfaat bila faktor penyebab utama alergi tidak diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian antibiotika pada infeksi berulang tampaknya tidak harus diberikan karena penyebab yang paling sering adalah karena infeksi virus. Sedangkan pemberian antibiotika mungkin diperlukan pada penderita infeksi berulang dengan gangguan defisiensi imun primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wald ER, Guerra N, Byers C. Frequency and severity of infections in day care: three-year follow-up. J Pediatr 1991;118(4 (Pt 1)):509-14&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nafstad P, Hagen JA, Pie L, Magnus P, Jaakkola JJK. Day care centers and respiratory health. Pediatrics 1999;103:753-8&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Heikkinen T, Ruuskanen O, Ziegler T, Waris M, Puhakka H. Short-term use of amoxicillin clavulanate during upper respiratory tract infection for prevention of acute otitis media. J Pediatr 1995;126:313-6&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uhari M, Kontiokari T, Koskela M, Niemelä M. Xylitol chewing gum in prevention of acute otitis media: double blind randomised trial. BMJ 1996;313:1180–4&lt;/li&gt;&lt;li&gt;American Academy of Pediatrics Committee on Infectious Diseases. Recommendations for Influenza Immunization of Children. Pediatrics 2004;113(5):1441-7&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Straetemans M, Sanders EAM, Veenhoven RH, Schilder AGM, Damoiseaux RAMJ, Zielhuis GA. Pneumococcal vaccines for preventing otitis media. Cochrane Database Syst Rev. 2004;(1):CD001480&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Palmu AA, Verho J, Jokinen J, Karma P, Kilpi TM. The seven-valent pneumococcal conjugate vaccine reduces tympanostomy tube placement in children. Ped Inf Dis J 2004;23(8):732-8. In: The Cochrane Central Register of Controlled Trials (CENTRAL) 2005, Issue 1.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fahey T, Stocks N, Thomas T. Systematic review of the treatment of upper respiratory tract infection. Archives of Diseases in Childhood 1998;79:225–230&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Judarwanto W. Recurrent Infection in Infant under 6 months old with breastfeeding.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Morris P. Antibiotics for persistent nasal discharge (rhinosinusitis) in children. Cochrane Database Syst Rev. 2002;(3):CD001094&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang KD, Hill HR. Neutrophil function disorders: pathophysiology, prevention, and therapy. J Pediatr 1991;119:343-54.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wheeler JG, Steiner D. Evaluation of humoral responsiveness in children. Pediatr Infect Dis J 1992;11:304-10.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fielding JE, Phenow KJ. Health effects of involuntary smoking. N Engl J Med 1988;319:1452-60.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Martinez FD, Wright AL, Taussig LM, Holberg CJ, Halonen M, Morgan WJ. Asthma and wheezing in the first six years of life. The Group Health Medical Associates. N Engl J Med 1995;332:133-8.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Boyce WT, Chesterman EA, Martin N, Folkman S, Cohen F, Wara D. Immunologic changes occurring at kindergarten entry predict respiratory illnesses after the Loma Prieta earthquake. J Dev Behav Pediatr 1993;14:296-303.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Conley ME, Stiehm ER. Immunodeficiency disorders: general considerations. In: Stiehm ER, ed. Immunologic disorders in infants and children. 4th ed. Philadelphia: Saunders, 1996:201-52.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Moss RB, Carmack MA, Esrig S. Deficiency of IgG4 in children: association of isolated IgG4 deficiency with recurrent respiratory tract infection. J Pediatr 1992;120:16-21. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dr Widodo Judarwanto SpA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHILDREN ALLERGY CENTER&lt;br /&gt;Rumah Sakit Bunda Jakarta, Jl Teuku cikditiro 28 Jakarta Pusat&lt;br /&gt;PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KESULITAN MAKAN)&lt;br /&gt;JL Rawasari Selatan 50 Jakarta Pusat. Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat&lt;br /&gt;telp : (021) 70081995 – 4264126 – 31922005&lt;br /&gt;email : wido25@hotmail.com&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alergianak.bravehost.com"&gt;http://alergianak.bravehost.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sumber: j&lt;a href="http://forums.joeuser.com/134673"&gt;oeuser.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-2130310039201118119?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/2130310039201118119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=2130310039201118119&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/2130310039201118119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/2130310039201118119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2008/11/infeksi-berulang-pada-anak.html' title='Infeksi Berulang pada Anak'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-5736108419926620307</id><published>2008-11-10T10:19:00.000+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><title type='text'>Kampanye IMD &amp; ASI Eksklusif (Presentasi)</title><content type='html'>&lt;div style="width: 425px; text-align: left;" id="__ss_736928"&gt;&lt;a style="margin: 12px 0pt 3px; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; display: block; text-decoration: underline;" href="http://www.slideshare.net/prajnamu/breastfeeding-timeline-presentation?type=powerpoint" title="Breastfeeding Timeline"&gt;Breastfeeding Timeline&lt;/a&gt;&lt;a style="left: 0px ! important; top: 0px ! important;" title="Click here to block this object with Adblock Plus" class="abp-objtab-06822339714237332 visible" href="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=breastfeedingtimeline-1226286651760591-9&amp;amp;stripped_title=breastfeeding-timeline-presentation"&gt;&lt;/a&gt;&lt;object style="margin: 0px;" height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=breastfeedingtimeline-1226286651760591-9&amp;amp;stripped_title=breastfeeding-timeline-presentation"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=breastfeedingtimeline-1226286651760591-9&amp;amp;stripped_title=breastfeeding-timeline-presentation" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div style="font-size: 11px; font-family: tahoma,arial; height: 26px; padding-top: 2px;"&gt;View SlideShare &lt;a style="text-decoration: underline;" href="http://www.slideshare.net/prajnamu/breastfeeding-timeline-presentation?type=powerpoint" title="View Breastfeeding Timeline on SlideShare"&gt;presentation&lt;/a&gt; or &lt;a style="text-decoration: underline;" href="http://www.slideshare.net/upload?type=powerpoint"&gt;Upload&lt;/a&gt; your own. (tags: &lt;a style="text-decoration: underline;" href="http://slideshare.net/tag/breastfeeding"&gt;breastfeeding&lt;/a&gt; &lt;a style="text-decoration: underline;" href="http://slideshare.net/tag/champaign"&gt;champaign&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-5736108419926620307?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/5736108419926620307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=5736108419926620307&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/5736108419926620307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/5736108419926620307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2008/11/kampanye-imd-asi-eksklusif-presentasi.html' title='Kampanye IMD &amp; ASI Eksklusif (Presentasi)'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-7747949095502422584</id><published>2008-10-21T13:46:00.004+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.763+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyusui'/><title type='text'>Bahan Rujukan Penting ASI Eksklusif</title><content type='html'>&lt;span class="zemanta-img zemanta-action-click" style="margin: 1em; float: left; display: block;"&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/91794296@N00/1464027392"&gt;&lt;img src="http://farm2.static.flickr.com/1369/1464027392_a979cf0d1b_m.jpg" alt="Austin Breastfeeding Challenge 2007" style="border: medium none ; display: block; width: 195px; height: 130px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="zemanta-img-attribution" style="margin: 1em 0pt 0pt; display: block;font-family:arial;" &gt;Image by &lt;a href="http://www.flickr.com/photos/91794296@N00/1464027392"&gt;Chim Chim&lt;/a&gt; via Flickr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berikut ringkasan mengenai pentingnya ASI Eksklusif, dari &lt;a href="http://www.blogger.com/www.gizi.net/pedoman-gizi/download/BKM-11.doc"&gt;gizi.net&lt;/a&gt; yang sedikit diperbaharui, karena di dokumen ini masih mencantumkan ASI Eksklusif 4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang dimaksud dengan    ASI Eksklusif? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ASI Eksklusif yaitu  perilaku dimana hanya memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi  sejak lahir sampai usia 4 (empat) bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang dimaksud dengan    kolostrum? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kolostrum (susu pertama) adalah ASI yang  keluar pada hari-hari pertama setelah bayi lahir (4-7 hari), berwarna  kekuning-kuningan dan lebih kental karena mengandung banyak vitamin  A, protein dan zat kekebalan yang penting untuk kesehatan bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa manfaat kolostrum bermanfaat    bagi kesehatan bayi ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kolostrum sangan bermanfaat bagi kesehatan  bayi karena dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama  diare, dan membantu pengeluaran mekonium, yaitu kotoran bayi pertama  yang berwarna hitam kehijauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa menyusui selalu    dianjurkan dan apa manfaat pemberian ASI ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena ASI makanan yang lengkap zat gizinya  bagi bayi.&lt;br /&gt;Manfaat ASI&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;ASI adalah makanan terbaik    untuk bayi dan mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi. ASI mengandung zat gizi berkualitas    tinggi, berguna untuk kecerdasan dan pertumbuhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ASI mengandung asam amino    essensial yang sangat penting untuk meningkatkan jumlah sel otak bayi    (berkaitan dengan kecerdasan bayi), terutama sampai usia bayi 6 bulan.    Bila pada periode tersebut terjadi kekurangan gizi, akan terjadi penurunan    jumlah sel otak sebanyak 15-20%.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ASI mengandung zat kekebalan,    melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ASI selalu aman dan bersih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ASI tidak pernah basi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ASI mempunyai suhu yang tepat,    sehingga dapat langsung diberikan kepada bayi setiap saat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ASI mengandung zat antibodi    sehingga menghindarkan bayi dari alergi dan diare.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Manfaat menyusui:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lebih mudah pemberiannya (ekonomis    dan praktis)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyusui mempererat hubungan    kasih sayang antara ibu dan anak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyusui dapat menjarangkan    kelahiran (cara alamiah penunjang KB) jika bayi disusui hanya ASI saja    selama 4 bulan pertama, tanpa diselingi makanan lainnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghindarkan ibu dari kemungkinan    timbulnya kanker payudara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uterus cepat pulih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibu lebih sehat dan bayi tidak    kegemukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencegah timbulnya Diabetes    Millitus pada masa bayi/anak-anakInteraksi antara ibu dan bayi    yang penting untuk perkembangan kejiwaan/mental anak  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah yang dimaksud dengan    makanan pralakteal? Mengapa berbahaya untuk Bayi? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makanan pralakteal adalah makanan dan  minuman yang diberikan kepada bayi sebelum ASI keluar. Jenis-jenis makanan  minuman tersebut a.l: air kelapa, air tajin, madu, pisang, nasi yang  dikunyah oleh ibunya, pepaya, dll. Pemberian makanan dan minuman pralateal  berbahaya bagi bayi karena: Saluran pencernaan bayi belum    cukup kuat untuk mencernakan makanan atau minuman selain ASI. Makanan atau minuman lain    sering mengandung kuman yang bisa membuat bayi sakit. Jadi tidak boleh memberikan makanan dan  minuman lain kepada bayi selain ASI sampai dengan usia 6 bulan, agar  pertumbuhan dan kesehatan bayi tetap terjaga baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa hanya ASI saja    yang diberikan kepada bayi sejak lahir hingga umur 6 bulan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ASI saja cukup. Pada periode    usia bayi 0-6 bulan, kebutuhan gizi bayi baik kualitas maupun kuantitas    terpenuhi dari ASI saja, tanpa harus diberikan makanan ataupun minuman    lainnya Pemberian makanan lain akan    mengganggu produksi ASI dan mengurangi kemampuan bayi untuk menghisap.    Daya cerna bayi hanya cocok untuk ASI.&lt;br /&gt;Zat kekebalan dalam ASI maksimal    dan dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi. Asam lemak esensial dalam    ASI bermanfaat untuk pertumbuhan otak, sehingga merupakan dasar perkembangan    kecerdasan bayi dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapan ibu mulai menyusui    bayinya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu harus menyusui bayinya    sesegera mungkin yaitu setelah bayi lahir, karena    daya hisap bayi pada saat itu paling kuat. Sentuhlah mulut dengan puting,    sehingga bayi terangsang untuk menghisap, meskipun ASI belum keluar.    Melalui perlekatan antara ibu dan bayi, perlakuan tersebut akan mempercepat    proses pengeluaran ASI. Hisapan bayi akan merangsang    keluarnya ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berapa lama ibu harus menyusui    bayinya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Susuilah bayi sesering mungkin    sesuai dengan kebutuhan bayi Menyusui dilakukan secara    bergantian antara kedua payudara sampai kosong hingga bayi tenang dan    puas, biasanya + 10 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana cara menghentikan    bayi menyusui ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menghentikan bayi menyusui dapat dilakukan  dengan cara: Bila bayi selesai disusui tapi mulutnya  masih melekat pada puting susu ibu, dapat dilakukan dengan menekan sudut  mulut bayi dengan salah satu jari dan bayi akan melepas puting dengan  perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana cara menyendawakan    bayi setalah disusui ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menyendawakan bayi dapat dilakukan dengan  cara meletakkan bayi pada bahu ibu atau telungkup sampai bersendawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana cara meningkatkan    produksi ASI ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Cara meningkatkan produksi ASI dapat  dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut: &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan persiapan menyusui    saat ibu sedang hamil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susuilah bayi segera setalah    bayi lahir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susuilah bayi sesering mungkin.    Semakin sering bayi menghisap puting susu, semakin banyak ASI yang keluar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susuilah bayi dari kedua payudara    yang kiri dan kanan secara bergantian pada setiap kali menyusui&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan memberikan makanan    dan minuman lain selain ASI sampai dengan usia bayi 6 bulan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faktor-faktor apa saja    yang mempengaruhi keberhasilan menyusui ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi  oleh faktor-faktor sbb:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ibu harus yakin bahwa mampu    menyusui.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibu cukup minum (8-12 gelas/hari)    dan makan lebih banyak makanan bergizi. Usahakan makan 2 kali lebih    banyak dari pada biasanya dan makan makanan yang segar dan bervariasi    setiap hari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibu dalam keadaan pikiran    yang tenang, tentram dan santai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perhatikan cara meletakkan    bayi dan melekatkan puting pada mulut bayi dengan benar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makin sering payudara dihisap    bayi, makin banyak produksi ASI&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengertian dan dukungan keluarga,    terutama dari suami sangat penting.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud dengan    laktasi ?&lt;br /&gt;Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui,  mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi mengisap dan menelan ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana cara mengatasi    puting datar dan terbenam ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Puting datar dan terbenam dapat diatasi  dengan cara: Setiap selesai mandi pada periode kehamilan  di atas 7 bulan, puting susu ditarik-tarik sampai menonjol atau dengan  bantuan pompa susu. Setelah lahir, penarikan puting susu jangan dilakukan  berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana cara mengatasi    puting lecet dan nyeri ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi puting lecet dan nyeri  dapat dilakukan hal-hal sbb:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mulai menyusui pada puting    yang tidak sakit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susi sebelum bayi sangat lapar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan membersihkan puting    susu dengan sabun atau alkohol.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbaiki posisi bayi pada    saat menyusui.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perhatikan cara melepas mulut    bayi dari puting.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keluarkan sedikit ASI untuk    dioleskan pada puting selesai menyusui.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biarkan puting kering sebelum    memakai BH.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila lecet tidak sembuh dalam    1 minggu, rujuk ke Puskesmas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usahakan bayi menghisap sampai    aerola.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana cara mengatasi    payudara bengkak dan puting nyeri ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi payudara bengkak dan  puting nyeri dapat dilakukan hal-hal sbb:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Susuilah bayi setiap kali    meminta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keluarkan ASI dengan pompa    atau tangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mengurangi rasa sakit,    kompres dengan air hangat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbaiki cara meletakkan bayi    (tubuh bayi menghadap perut ibu) dan cara meletakkan bayi (letak mulut    pada areola).  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana cara menyapih    yang baik ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kurangi frekuensi menyusui    secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tambah frekuensi makanan pendamping    air susu ibu (MP-ASI) dan makanan selingan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jadwal menyusui terakhir,    pada malam hari dihentikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tetap berikan perhatian dan    kasih sayang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyapih sebaiknya di mulai    pada masa anak berusia di atas 2 tahun.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;div style="margin-top: 10px; height: 15px;" class="zemanta-pixie"&gt;&lt;a class="zemanta-pixie-a" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/717e8999-f6ac-48e7-a4d8-7e737a9cfb3b/" title="Zemified by Zemanta"&gt;&lt;img style="border: medium none ; float: right;" class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=717e8999-f6ac-48e7-a4d8-7e737a9cfb3b" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-7747949095502422584?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/7747949095502422584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=7747949095502422584&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/7747949095502422584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/7747949095502422584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2008/10/bahan-rujukan-penting-asi-eksklusif.html' title='Bahan Rujukan Penting ASI Eksklusif'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-7362256621840160429</id><published>2008-10-18T14:06:00.001+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.764+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayah/Suami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyusui'/><title type='text'>Ayo Ayah, Dukung Ibu memberi ASI!</title><content type='html'>Berikut kutipan dari &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2004/0806/kes1.html"&gt;Sinar Harapan&lt;/a&gt;, mengenai peran Ayah dalam menyusui. Ayo Ayah, dukung dong Ibu menyusui bayi kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;Campur Tangan Suami, Hasilkan ASI Lebih Banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;JAKARTA - Kondisi emosi yang stabil              menentukan tingkat produksi ASI yang dihasilkan ibu. Kestabilan              emosi tersebut, bisa diraih bila sang ayah turut mendukung. Dengan              memfasilitasi segala kebutuhan ibu yang sedang menyusui.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           Seharusnya proses pemberian susu pada bayi melibatkan tiga hubungan              insani. Ibu yang memberikan ASI, si anak yang diberikan dan ayah              sebagai penyeimbang hubungan. Namun pada kenyataannya banyak kaum              ayah yang merasa tidak terlibat dalam proses sosial ini. Cenderung              menyerahkan segala urusan pemberian ASI anak pada ibunya saja. Dan              merasa tidak perlu ikut campur dalam proses ini. &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;             “Padahal keterlibatan seorang ayah dalam proses ini akan memberi              motivasi ibu untuk menyusui. Jika ibu sudah memiliki motivasi dan              optimistis bisa menyusui, air susu pun akan berhamburan,” demikian              dikatakan dr Utami Roesli MD (Ped) MBA, Ketua Indonesia              Breastfeeding Center, di Jakarta, awal pekan. &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;             Menurutnya, banyak kondisi produksi ASI seorang ibu dikarenakan oleh              kondisi emosi seorang ibu. Pada tahap inilah keterlibatan seorang              ayah berperan. Hingga apabila seorang ayah mampu memperlihatkan rasa              sayang dan perhatian terhadap ibu dan anak, bisa mengakibatkan              seorang ibu merasa lebih nyaman dan menghasilkan ASI yang berlimpah.             &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;             Namun kenyataan yang ada sekarang ini justru malah kebalikannya.              “Banyak ibu sekarang tidak menyusui bayinya karena merasa ASI yang              diproduksinya tidak cukup banyak, encer, atau malah tidak merasa              keluar sama sekali,” tukas Utami. Padahal menurutnya, bila mengutip              dari penelitian WHO, hanya ada satu dari 1.000 orang ibu yang tidak              menyusui. &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Masalah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;             Berbagai masalah mungkin saja timbul selain dari faktor ibu yang              menolak memberi ASI. Seperti masalah seorang bayi yang tidak bisa              menghisap, atau ibu yang merasa tak nyaman, lainnya seperti kasus              ayah dan lingkungan yang tak mendukung. Namun tetap Utami menyatakan              bahwa hampir tidak mungkin seorang ibu tidak mampu menyusui bayinya.              “Seekor marmut yang kecil pun mampu menyusui sampai 12 ekor              anaknya,” tambahnya memberikan contoh. Jadi menurutnya ASI itu              memang diproduksi sesuai dengan kebutuhannya.&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;             Menurut Utami lagi, bahwa pemberian susu ini tidak akan bermasalah              bila dari awal proses pemberiannya tidak dihalangi. Seperti kasus              banyaknya rumah sakit yang memberikan susu formula dengan dot buatan              kepada bayi yang baru lahir, pada kelanjutannya menyebabkan bayi              tidak mau menghisap ASI, karena terasa tidak mengenal puting susu              ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           “Bahkan di Swedia pernah ada penelitian. Ada seorang bayi yang baru              dilahirkan dan dipotong tali pusatnya. Bayi tersebut akan ditaruh di              atas perut ibunya tanpa dimandikan. Ternyata, si bayi secara              naluriah akan merangkak menuju puting susu ibu, dan tak sampai 20              menit si anak sudah mencapai daerah dada si ibu. Dan tak sampai 50              menit, si anak sudah menyusui,” cerita Utami lagi. Ini menunjukkan              betapa proses pengenalan pertama seorang bayi pada ASI sudah              seharusnya tak dihalangi. Kasus seorang anak yang lahir karena              operasi caesar yang langsung dimandikan, akan menghilangkan              refleksnya meminum susu hingga 100 persen besarnya. &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hormon&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;             Teknik memberikan susu juga seharusnya diberitahukan kepada ibu              dengan benar. Seperti pengajaran kepada bayi tentang bagaimana              menyusu yang optimal. Bayi harus diajarkan bahwa menyusu haruslah              memasukkan seluruh daerah kecokelatan pada puting susu ke mulut              bayi. Sebab jika bayi hanya menghisap melalui puting susunya saja,              maka ASI yang keluar hanya sedikit sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Jangan takut kehabisan produksi susu, karena pabrik susu melalui              hormon alveoli akan segera menghasilkan lagi. Alveoli yang berbentuk              bulat dan bergerombol seperti anggur, dikelilingi otot yang disebut              myoepithel. Otot myoepithel inilah yang nantinya akan memompa ASI              keluar dari alveoli dan berkumpul di gudang ASI, di bagian bawah              payudara. &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;             Masalahnya otot myoepithel biasanya sangat bergantung pada hormon              oksitosin yang dikirim otak. Jika hormon ini keluar, maka otot akan              bekerja. Sedangkan oksitosin akan keluar hanya bila ibu merasa dalam              kondisi tenang dan nyaman. Di mana kondisi itu dapat tercapai bila              seorang ayah turut membantu di dalam prosesnya. “Biasanya hormon              tersebut disebut hormon kasih sayang. Karena bisa tercipta dari              kasih sayang yang diberikan suami kepada istrinya,” ucap Utami lagi.           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Selain memberikan perhatian kepada istri, peran suami juga berlaku              pada hal lain. Seperti menggendong anak, atau menggantikan popok,              menyendawakan, memandikan, memijat atau hal seperti meringankan ibu              dalam urusan rumah tangga, secara tak langsung juga memberikan              perasaan nyaman pada sang istri. Karena tiap keluarga pasti              menginginkan bayi sehat, yang bisa capai dengan memberikan ASI              padanya pada saat kecil. &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;             Apabila ada keluarga yang menginginkan menyimpan ASI dalam jumlah              banyak sebagai persediaan. Hal tersebut juga sebenarnya bisa              dilakukan. “Sebaiknya ASI disimpan dalam botol berbahan stainless              steel. Namun, jika tak ada bisa juga memakai botol plastik atau              kantong plastik. Kalau bisa botol diberikan tanggal di bagian              luarnya, agar bisa menentukan ASI yang mana yang harus lebih dahulu              diberikan. Jika akan dipakai, kalau bisa ASI dihangatkan dahulu              dengan merendamnya dalam air panas. Jangan merebus langsung ASI di              dalam panci, karena akan ada zat antibodi yang rusak,” urai Utami.             &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;             Untuk ASI simpanan yang tersisa, sebaiknya segera dibuang saja. Dan              harus diingat jangan memberikan ASI dengan menggunakan &lt;a href="http://asipasti.blogspot.com/2008/07/kenapa-tidak-boleh-botol-susu.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;botol susu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,              tetapi lebih disarankan menggunakan sendok. (SH/str-sulung              prasetyo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-7362256621840160429?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/7362256621840160429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=7362256621840160429&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/7362256621840160429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/7362256621840160429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2008/10/ayo-ayah-dukung-ibu-memberi-asi.html' title='Ayo Ayah, Dukung Ibu memberi ASI!'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-407630701561581486</id><published>2008-10-15T14:22:00.001+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MP-ASI'/><title type='text'>Seputar Makanan Pendamping ASI</title><content type='html'>Jalan-jalan, mencoba googling tentang makanan pendamping ASI, dapet beberapa sumber berikut ini. TIdak semua bagus, tapi kira-kira inilah yang bisa saya resensikan. Nanti kalau ada waktu disambung lagi merensensinya.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.balita-anda.indoglobal.com/balita_359_Makanan_Pendamping_ASI.html"&gt;Makanan Pendamping ASI&lt;/a&gt; - dari balita-anda.indoglobal.com&lt;br /&gt;MAKANAN bayi yang utama adalah air susu ibu (ASI) karena ASI mengandung hampir semua zat gizi dengan komposisi sesuai kebutuhan bayi. Hati-hati karena di artikel ini menyebutkan bahwa kecukupan komposisinya hanya sampai usia empat bulan. Seharusnya, sesuai aturan baru, ASI Eksklusif adalah selama 6 bulan, karena komposisi ASI masih mencukupi kebutuhan bayi hingga 6 bulan. Di sini ada panduan membuat MP-ASI, dan juga jadwal pemberian MP-ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.halalguide.info/content/view/465/71/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membuat Makanan Pendamping ASI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - dari halalguide.info&lt;br /&gt;Di sini ada banyak contoh resep untuk membuat MP-ASI. Disebutkan pula kandungan gizi, vitamin A &amp;amp; C dari setiap resepnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.bayisehat.com/baby-feeding/makanan-pendamping-asi.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makanan Pendamping ASI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - dari bayisehat.com&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di sini diperkenalkan kapan MP-ASI bisa mulai diberikan kepada bayi, pentingnya variasi menu untuk MP-ASI, dan juga informasi mengenai kandungan gizi yang penting untuk bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.sehatgroup.web.id/artikel/1408.asp"&gt;Prinsip Pemberian MP-ASI&lt;/a&gt; - dari sehatgroup.web.id&lt;br /&gt;Di sini cukup lengkap, karena ada keuntungan pembuatan MP-ASI sendiri, ada Tata cara mempersiapkan MP-ASI, cara memasaknya, dll. Termasuk salah satu sumber yang cukup lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://parentingislami.wordpress.com/2008/05/27/makanan-pendamping-asi-mp-asi/"&gt;Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)&lt;/a&gt; dari parentingislami.wordpress.com&lt;br /&gt;MP-ASI merupakan proses transisi dari asupan yang semata berbASIs susu menuju ke makanan yang semi padat. Untuk proses ini juga dibutuhkan ketrampilan motorik oral. Ketrampilan motorik oral berkembang dari refleks menghisap menjadi menelan makanan yang berbentuk bukan cairan dengan memindahkan makanan dari lidah bagian depan ke lidah bagian belakang. Di sini lebih banyak penjelasan tentang MP-ASI secara umum.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-407630701561581486?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/407630701561581486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=407630701561581486&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/407630701561581486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/407630701561581486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2008/10/seputar-makanan-pendamping-asi.html' title='Seputar Makanan Pendamping ASI'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-7661031613437664822</id><published>2008-10-07T10:59:00.004+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><title type='text'>Sertifikat ASI dari AIMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SOrnCx7VEXI/AAAAAAAAAmM/pM0UqEJCNoc/s1600-h/sertifikat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SOrnCx7VEXI/AAAAAAAAAmM/pM0UqEJCNoc/s400/sertifikat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254265950229041522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini contoh sertifikat yang sudah saya edit, dan isi sendiri. Kalau Anda tertarik, silakan kunjungi web-nya AIMI, disana disediakan bermacam-macam sertifikat ASI, buat ibu, ayah, dan lain-lain. Kunjungi saja &lt;a href="http://aimi-asi.org/2008/10/sertifikat-asi/"&gt;ke sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-7661031613437664822?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/7661031613437664822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=7661031613437664822&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/7661031613437664822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/7661031613437664822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2008/10/sertifikat-dari-aimi.html' title='Sertifikat ASI dari AIMI'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SOrnCx7VEXI/AAAAAAAAAmM/pM0UqEJCNoc/s72-c/sertifikat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-3252738162171775917</id><published>2008-10-01T08:46:00.000+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.766+07:00</updated><title type='text'>Minal Aidin Wal Faidzin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SOlunaKQpSI/AAAAAAAAAlY/A33Vo7_nzFI/s1600-h/lebaran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SOlunaKQpSI/AAAAAAAAAlY/A33Vo7_nzFI/s400/lebaran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253852063620703522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H, Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir batin. Semoga Ramadhan ini membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-3252738162171775917?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/3252738162171775917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=3252738162171775917&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/3252738162171775917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/3252738162171775917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2008/10/minal-aidin-wal-faidzin.html' title='Minal Aidin Wal Faidzin'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SOlunaKQpSI/AAAAAAAAAlY/A33Vo7_nzFI/s72-c/lebaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6093548516167745977.post-6051133878880607246</id><published>2008-09-25T08:48:00.006+07:00</published><updated>2009-02-24T20:59:51.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Susu Formula'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><title type='text'>Daftar Produk Yang Ditarik Karena Susu Maut</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="zemanta-img zemanta-action-click" style="margin: 1em; float: left; display: block;"&gt;&lt;a href="http://commons.wikipedia.org/wiki/Image:M%26M%27s_Plain.jpg"&gt;&lt;img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/ba/M%26M%27s_Plain.jpg/202px-M%26M%27s_Plain.jpg" alt="Plain M&amp;amp;M's Purchased in 2005 in USA" style="border: medium none ; display: block; width: 159px; height: 137px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="zemanta-img-attribution" style="margin: 1em 0pt 0pt; display: block;font-family:arial;" &gt;Image via &lt;a href="http://commons.wikipedia.org/wiki/Image:M%26M%27s_Plain.jpg"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;   &lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Dari &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/09/24/brk,20080924-137206,id.html"&gt;tempointeraktif.com&lt;/a&gt;, inilah daftar produk yang ditarik berkaitan dengan &lt;a href="http://asipasti.blogspot.com/2008/09/3-bayi-tewas-6-ribu-lainnya-sakit-gara.html"&gt;Susu Maut dari China&lt;/a&gt;. Karena susu ini digunakan untuk produk lainnya, maka bukan hanya produk yang berupa susu yang terkontaminasi, melainkan semua produk yang menggunakan susu sebagai bahan dasar. Yang perlu juga diperhatikan, perusahaan susu asal China itu dimiliki sahamnya oleh perusahaan Selandia Baru, jadi hati-hati juga kalau menemukan produk susu Selandia Baru. Berikut kutipan dari Sky.com mengenai perusahaan produsen susu maut ini:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;The contamination was first traced to the Sanlu group, a dairy producer partly owned by &lt;a href="http://indepth.news.sky.com/InDepth/topic/New_Zealand"&gt;&lt;b&gt;New Zealand&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; company Fonterra Co-operative Group.&lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;Inilah daftar lengkap 28 produk yang ditarik dari peredaran:&lt;br /&gt;1. Jinwel Yougoo Susu Fermentasi Rasa Jeruk&lt;br /&gt;2. Jinwel Yougoo Aneka Buah&lt;br /&gt;3. Jinwel Yougoo tanpa Rasa&lt;br /&gt;4. Guozhen susu bubuk &lt;em&gt;full cream&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;5. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Cokelat&lt;br /&gt;6. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Vanila&lt;br /&gt;7. Oreo Stick Wafer&lt;br /&gt;8. Oreo Stick Wafer&lt;br /&gt;9. Oreo Cokelat Sandwich Cookies&lt;br /&gt;10. M&amp;amp;M's Kembang Gula Cokelat Susu&lt;br /&gt;11. M&amp;amp;M's Cokelat Susu&lt;br /&gt;12. Snicker's (biskuit-nougat lapis cokelat)&lt;br /&gt;13. Dove Choc Kembang Gula Cokelat&lt;br /&gt;14. Dove Choc&lt;br /&gt;15. Dove Choc&lt;br /&gt;16. Natural Choice Yoghurt Flavoured Ice Bar&lt;br /&gt;17. Yili Bean Club Matcha Red Bean Ice Bar&lt;br /&gt;18. Yili Bean Club Red Bean Ice Bar&lt;br /&gt;19. Yili Prestige Chocliz&lt;br /&gt;20. Yili Chestnut Ice Bar&lt;br /&gt;21. Nestle Dairy Farm UHT Pure Milk&lt;br /&gt;22. Yili High Calcium Low Fat Milk Beverage&lt;br /&gt;23. Yili High Calcium Milk Beverage&lt;br /&gt;24. Yili Pure Milk 205 ml&lt;br /&gt;25. Yili Pure Milk 1 L&lt;br /&gt;26. Dutch Lady Strawberry Flavoured Milk&lt;br /&gt;27. White Rabbit Creamy Candy&lt;br /&gt;28. Yili Choice Dairy Frozen Yoghurt Bar (kembang gula)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan RI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;font-size:13;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UPDATE&lt;/span&gt;: Kalau memeriksa kemasan makanan, coba periksa adakah kode ML atau MD. Kode ML artinya bahan makanan (bahan dasar) tersebut sebagian atau seluruhnya diimpor dari luar negeri, dan sudah mendapat pengesahan dari BPOM. Sedangkan yang berkode MD, bahan makanan tersebut berasal dari dalam negeri, dan sudah mendapat pengesahan BPOM. Dalam kasus produk tercemar ini, menurut &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/24/19235716/daftar.produk.susu.china.yang.dilarang."&gt;kompas.com&lt;/a&gt; dilaporkan bahwa &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;produk dengan merek yang sama yang diproduksi di dalam negeri dengan kode nomor registrasi MD tetap boleh beredar dan dikonsumsi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:13;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;fieldset class="zemanta-related"&gt;&lt;legend class="zemanta-related-title"&gt;Related articles by Zemanta&lt;/legend&gt;&lt;ul class="zemanta-article-ul"&gt;&lt;li class="zemanta-article-ul-li"&gt;&lt;a href="http://www.telegraph.co.uk/news/uknews/3071908/China-milk-poisoning-chemical-found-in-Tesco-sweets.html"&gt;China milk poisoning chemical found in Tesco sweets&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="zemanta-article-ul-li"&gt;&lt;a href="http://www.cbc.ca/canada/british-columbia/story/2008/09/24/whiterabbit.html?ref=rss"&gt;White Rabbit brand Chinese candy contaminated: Asian health officials&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="zemanta-article-ul-li"&gt;&lt;a href="http://news.sky.com/skynews/Home/UK-News/Tesco-Withdraws-Range-Of-Sweets-White-Rabbit-Candies-Axed-Amid-China-Baby-Milk-Melamine-Scandal/Article/200809415106191?f=rss"&gt;Tesco Pulls China 'Poison' Sweet&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="zemanta-article-ul-li"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/24/19235716/daftar.produk.susu.china.yang.dilarang."&gt;Daftar Produk Susu China yang Dilarang - kompas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/fieldset&gt;    &lt;div style="margin-top: 10px; height: 15px;" class="zemanta-pixie"&gt;&lt;a class="zemanta-pixie-a" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/508bc756-dac1-418f-bd5d-739226c7ff3b/" title="Zemified by Zemanta"&gt;&lt;img style="border: medium none ; float: right;" class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=508bc756-dac1-418f-bd5d-739226c7ff3b" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;__________________

Untuk artikel selengkapnya, silakan kunjungi http://asipasti.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6093548516167745977-6051133878880607246?l=asipasti.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asipasti.blogspot.com/feeds/6051133878880607246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6093548516167745977&amp;postID=6051133878880607246&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/6051133878880607246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6093548516167745977/posts/default/6051133878880607246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asipasti.blogspot.com/2008/09/daftar-produk-yang-ditarik-karena-susu.html' title='Daftar Produk Yang Ditarik Karena Susu Maut'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17067488796233351655'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>