<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891</id><updated>2010-03-19T10:16:36.004+07:00</updated><title type='text'>Beranie Gagal! Motivate yourself..!</title><subtitle type='html'>Berani gagal, ungkapan yang jarang kita dengar... Kegagalan adalah sukses yang tertunda, itulah yang sering kita dengar. Blog ini menyajikan artikel-artikel yang dapat memotivasi diri anda untuk selalu bangkit dari kegagalan, mungkin kami dapat menginspirasi anda untuk selalu tidak menyerah dalam menghadapi segala masalah. Kehidupan itu seperti roda, jadi jangan pernah menyerah untuk meraih sukses anda yang tertunda! Salam Sukses!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>911</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-9143959531565980189</id><published>2010-03-19T09:52:00.000+07:00</published><updated>2010-03-19T10:16:36.015+07:00</updated><title type='text'>Power of Fokus</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu saya berbagi ilmu dengan 500 mahasiswa Relawan yang tergabung di Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa. Alhamdulillah dengan semangat dan kefokusan, lebih dari 90% dari para peserta mampu mematahkan pinsil kayu 2B dengan kelingking mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau direnengkun sejenak, pinsil kayu adalah pinsil yang cukup keras. Namun dengan kefokusan para peserta mampu membuat pinsil kayu patah dengan kelingking jari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat para peserta hebat. Padahal kalau dalam keadaan normal, jangankan dengan kelingking, dengan telunjuk pun mematahkan pinsil kayu akan terasa sakit.Akan tetapi ada sebuah kekuatan dari dalam diri para peserta yang membuat mereka hebat. Membuat mereka kuat, sehingga mampu mematahkan pinsil kayu dengan kelingking mereka. Bahkan dalam training saya yang lainnya para peserta ada yang mampu mematahkan 8 pinsil kayu dengan kelingking mereka. Sungguh hebat luar biasa mereka mampu mengakses kekuatan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, Seperti yang anda duga sebelumnya. Kekuatan itu bernama kekuatan fikiran bawah sadar manusia. Kekuatan fikiran bawah sadar manusia mungkin dikenal juga dengan kekuatan FOKUS. karena salah satu cara mengakses fikiran bawah sadar manusia diperlukan fokus yang dalam. Sehingga dengan FOKUS seluruh energi akan mengalir ke satu area saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOKUS adalah kekuatan yang hebat. Karena selain mampu mengakses kembali fikiran bawah sadar manusia, maka FOKUS membuat kita terlupakan dengan beban yang kita derita. Betapa para peserta yang mematahkan pinsil sampai 8 buah, mereka nyaris tidak merasakan sakit sama sekali. Mereka tidak meraasa sakit, bahkan yang mereka rasakan hanyalah seperti sentuhan tangan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOKUS adalah kekuatan yang luar biasa. Betapa dengan FOKUS yang tepat para ilmuwan mampu menciptakan hasil yang luar biasa. Betapa dengan FOKUS yang tepat seseorang mampu mengakses Talentanya. Seperti JK.Rowling yang begitu melesat dengan Harry Potter ketika dia menyadari bahwa Fokusnya sebagai penulis mampu membuat dia Penulis level Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin pernah mendengar Helen Keller yang bisu, tuli dan buta namun masih bisa berkarya. Atau kita mungkin pernah melihat profile seorang John Pafe yang cacat malah menjadi seorang motivator hebat. Atau kita pernah mendengar Paralympic dmana para mereka yang cacat mampu mengoptimalkan kemampuan yang mereka miliki menjadi kekuatan. Mereka mampu hebat karena mereka FOKUS kepada apa yang masih mereka miliki tanpa memperdulikan apa yang tidak mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin jauh lebih hebat dari mereka. Karena kita lebih baik daripada mereka yang cacat mungkin, maka sudah seharusnya kita mampu lebih baik dari mereka. Jika kita FoKUS seperti mereka mampu FOKUS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai hari ini dan selanjutnya, Jangan pernah biarkan apa yang tidak kita punya menghambat apa yang kita impikan.mari kita FOKUS kepada kekuatan yang kita punya. Dengan kita FOKUS maka kita mampu mengakses kehebatan yang ada di dalam diri kita. Dengan FOKUS maka kita akan mampu melewati segala kesulitan. Bahkan penderitaan pun juga akan menjadi kenikmatan. Yah yaitu ketika kita FOKUS kepada tujuan dan impian. Karena memang itulah kekuatan FOKUS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Hebat mampu Hebat karena FOKUS&lt;br /&gt;orang Cacat mampu Hebat karena FOKUS&lt;br /&gt;Olahragawan mampu Hebat karena FOKUS&lt;br /&gt;Jika kita mau Hebat haruslah juga FOKUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan FOKUS kita semakin cepat menggapai kebahagiaan dan impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam berbagi senantiasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Setiawan&lt;br /&gt;Keep on Smile to Face the World&lt;br /&gt;http://TrainingGratis.co.nr ::Training Gratis untuk Indonesia Lebih baik&lt;br /&gt;Life Learner,Trainer &amp;amp; Motivator&lt;br /&gt;021- 4029 4912 | 08888962555 | YM: listant2000 | FB: Iwan Ketan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-9143959531565980189?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/9143959531565980189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=9143959531565980189' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/9143959531565980189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/9143959531565980189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/03/power-of-fokus.html' title='Power of Fokus'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-4618459769546210008</id><published>2010-03-17T09:11:00.000+07:00</published><updated>2010-03-17T09:14:16.163+07:00</updated><title type='text'>Membangkitkan Semangat Hidup</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px; "&gt;Suatu hari ada seorang rekan pembaca yang bertanya melalui e-mail, "Pak Agus, bagaimana caranya membangkitkan semangat hidup?" Rekan saya tersebut berkisah bahwa ia sering keliru memaknai sebuah hadits yang berbunyi, "Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok". Ia beranggapan bahwa untuk apa bekerja keras meraih kesuksesan dunia kalau pada akhirnya kita juga akan mati.&lt;p&gt;Ya, memang benar kita akan mati, tapi bukan berarti kita menjadi bersikap apatis seperti itu. Memang pada suatu saat nanti maut pasti akan menjemput, dan berakhirlah kontrak hidup kita di dunia ini. Namun jika hal ini menjadikan kita kehilangan semangat untuk berjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita, atau paling tidak berusaha agar kita bisa meraih kehidupan yang lebih baik maka pemahaman seperti itu kurang benar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirat memang harus kita dapatkan, namun dunia juga tidak boleh kita abaikan. Dan yang paling ideal adalah kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Semua orang pasti menghendaki kedua hal tersebut. Jadi ada keseimbangan dalam hidup ini. Di samping bekerja keras untuk urusan dunia, di sisi lain kita juga tidak melupakan ibadah kita kepada Tuhan. Kita tidak mementingkan dunia saja, tapi kita juga tetap ingat kepada Allah SWT, dan sadar betul kewajiban kita kepada-Nya. Dengan memahami pentingnya keseimbangan hidup tersebut, kita akan memiliki sebuah semangat untuk menjalani hidup ini dengan dinamis, optimis dan bahagia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;u&gt;Berikut mari kita uraikan beberapa hal yang dapat &lt;strong&gt;membangkitkan semangat hidup&lt;/strong&gt;, antara lain&lt;/u&gt;:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;1.Tahu apa hakekat sebenarnya hidup ini&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak orang yang tidak tahu apa sebenarnya hakekat hidup ini. Untuk apa kita hidup? Untuk apa kita ada di dunia ini? Memang butuh perenungan yang dalam untuk menemukan jawaban pertanyaan seperti itu. Bagi Anda yang muslim, pasti Anda pernah mendengar atau membaca firman Allah SWT dalam Al Quran surat Adz Dzariyaat ayat 56 yang artinya, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengabdi/beribadah di sini memiliki arti yang sangat luas. Bukan hanya ibadah yang kaitannya dengan urusan akhirat saja, namun semua ikhtiar dan kerja keras kita dalam hidup ini adalah ibadah. Selama apa yang kita lakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama yang kita anut, itu pun bernilai ibadah. Kita berusaha membahagiakan dan mencukupi kebutuhan keluarga kita, itu juga ibadah. Yang penting dari awal kita niatkan apa pun usaha kita hanya untuk mencari keridhoan-Nya dan kita pun harus seimbang dalam mengerjakan urusan dunia dan amalan akhirat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika kita menyadari hal ini, tentu kita akan memiliki semangat untuk mengerjakan semua pekerjaan dan urusan dengan cara yang terbaik. Satu hal yang penting dan tidak boleh dilupakan adalah niat, karena niat akan menentukan nilai amal/perbuatan kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2.Tahu cita-cita hidup kita yang tertinggi.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua orang memiliki impian dan cita-cita, namun hanya sedikit yang berani mengejar dan mewujudkannya menjadi sebuah pencapaian hidup. Banyak orang kehilangan semangat dalam hidupnya hanya karena mereka tidak tahu atau tidak mau tahu akan apa yang sebenarnya yang mereka mau. Apa yang sebenarnya yang mereka inginkan. Kebanyakan orang hanya menjalankan hidup ini sebagai sebuah rutinitas. Dengan sedikit kenyamanan yang mereka rasakan maka berhenti sampai di situlah impiannya. Mereka takut membuat sedikit perbedaan karena khawatir kenyamanan itu akan hilang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua orang pasti memiliki potensi yang luar biasa, dan keluarbiasaan itu baru akan tergali secara maksimal jika kita sudah bisa keluar dari penjara mental kita. Jika kita sudah menemukan profesi yang paling tepat dengan panggilan jiwa maka kita akan lebih mudah mengaktualisasikan potensi diri kita yang sebenarnya. Dengan itu kita mendedikasikan hidup untuk kehidupan ini; mempersembahkan yang terbaik yang bisa kita berikan untuk peradaban manusia yang sedang kita jalani saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak orang berbakat yang terjerat borgol emas. Mereka sebenarnya bisa melakukan hal yang lebih, tapi mereka tidak berani melakukan hal yang berbeda atau keluar dari zona nyaman. Banyak orang yang sebenarnya bakatnya di bidang A, namun kenyataannya ia bekerja di bidang C. Ia tidak berani keluar dari pekerjaannya yang sekarang karena tidak adanya jaminan penghasilan jika ia benar-benar keluar. Akhirnya ia merasa kehidupannya bagai di penjara, pekerjaannya mengurung ia seperti di sangkar emas. Tidak salah lagi, bukan potensi terdahsyat yang keluar dari dirinya, namun semua itu seakan menjadi rutinitas agar ada nasi yang bisa dimakan hari ini, besok, dan seterusnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika Anda ingin kehidupan Anda penuh semangat dan bahagia maka temukan apa yang sebenarnya Anda inginkan dan kejarlah hal itu. Semua butuh perjuangan dan kerja keras, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi ada hal yang harus Anda tahu: tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dalam hidup ini selama kita mau berusaha dan mencobanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.Bersyukur terhadap apa yang sekarang kita miliki dengan tulus.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap orang mempunyai titik kepuasan sendiri-sendiri. Ada orang yang jika mempunyai rumah satu sudah puas, namun ada juga yang sudah memiliki rumah, hotel, vila dan real estate di berbagai penjuru kota masih belum puas. Ada orang yang punya tabungan 1 juta rupiah sudah merasa kaya, namun ada juga orang yang sudah punya tabungan, deposito, saham, dan asset investasi lainnya bernilai miliaran masih merasa kurang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada umumnya untuk urusan harta benda duniawi orang selalu ingin lebih banyak lagi dan lagi. Jika diukur maka tidak ada batasnya. Kabar buruknya adalah hanya sedikit saja dari mereka yang terpenuhi keinginannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang yang pikirannya selalu merasa kurang, miskin, tidak beruntung, dan sikap negatif lainnya mana mungkin ia akan bahagia dan bersemangat dalam hidupnya. Jika yang dipikirkan hanyayang tidak dimiliki, mana mungkin kita akan bersyukur. Oleh karena itu, dengan mensyukuri semua yang ada pada kita saat ini, itulah sebenarnya sumber semangat kita. Kita akan sadar bahwa Tuhan sebenarnya sangat sayang kepada kita. Banyak sekali nikmat yang sudah kita rasakan, sementara lebih banyak lagi orang yang nasibnya tidak seberuntung kita. Adapun sesuatu yang kita inginkan yang belum kita miliki, itu adalah kesempatan bagi kita untuk berikhtiar semampu kita untuk mendapatkannya. Jangan pernah kecewa, apalagi putus asa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;4.Yakin bahwa apa pun yang kita lakukan akan mendapat balasan, baik di dunia maupun kelak di akhirat.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap perbuatan kita pasti akan ada efeknya. Kita tersenyum pada orang lain maka orang lain pun akan tersenyum pada kita. Kita tidak sengaja menginjak kaki orang, mungkin bisa saja orang itu akan marah. Kita memberi sedekah (100 ribu misalnya) pada seorang pengemis, pasti si pengemis akan gembira luar biasa seakan itu sebuah mimpi, dan untaian kalimat doa pun keluar dari mulutnya untuk kebaikan kita. Kita marah, orang di sekitar kita pasti menjauh. Di tempat ramai tiba-tiba kita tertawa sendiri tanpa sebab yang masuk akal, mungkin kita akan disangka gila.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, semua perbuatan (aksi) yang kita lakukan akan menimbulkan efek atau reaksi. Dan efek atau reaksi yang muncul sesuai dengan hukum tabur-tuai. Seperti jika kita menanam padi, bisa dipastikan yang akan tumbuh juga padi. Namun jika kita menanam rumput maka yang akan tumbuh juga rumput. Kalau kita mengharap padi yang akan tumbuh maka kita harus segera bangun dari mimpi buruk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah kita tahu bahwa apa pun yang kita lakukan akan menimbulkan akibat, baik langsung maupun tidak langsung terhadap diri kita, maka &lt;strong&gt;kita harus memilih hanya untuk berbuat yang baik, positif, bermanfaat, dan bernilai saja&lt;/strong&gt;. Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa efek yang akan kembali kepada kita juga hal-hal yang baik pula. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini jika kita tahu benar apa yang kita lakukan. Sekecil apa pun yang kita lakukan akan dinilai oleh malaikat pencatat amal. Balasannya tidak saja di dunia, tetapi juga kelak di akhirat. Jika kita ingin rekapan catatan amal tersebut isinya bagus maka kita pun harus selalu menjaga agar setiap perbuatan yang kita lakukan adalah perbuatan terbaik. Waktu adalah aset terpenting kita setelah nafas/oksigen maka kita harus mengisinya dengan gerak/aksi/perbuatan yang jelas manfaatnya. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Jadi semuanya pantang sia-sia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan menyadari hal ini akan sulit bagi kita untuk tidak bersemangat. Mungkin keadaan Anda saat ini sedang tidak menyenangkan, tapi bukankah kita bisa merubahnya menjadi sebaliknya dengan aksi kita selanjutnya; dengan respon kita terhadap keadaan tersebut. Jika kekasih meninggalkan kita, bukankah kita bisa cari yang lain lagi. Jika kita di PHK, bukankah kita bisa cari pekerjaan lain yang lebih baik atau membuka usaha sendiri. Jika usaha kita lagi sepi atau bangkrut, masih ada kesempatan untuk bangkit lagi. Demikian seterusnya; selalu ada solusi untuk tiap masalah. Kita hanya perlu &lt;strong&gt;tetap bersemangat, optimis dan menjernihkan pikiran agar respon dan aksi kita benar-benar efektif dan efisien&lt;/strong&gt;. Semoga bermanfaat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam sukses dan bahagia!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;_____________________&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Agus Riyanto&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Penulis buku "Born to Be aA Champion", bisa dihubungi melalui email: agus4ever@gmail.com atau weblog http://agusriyanto.wordpress.com/.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-4618459769546210008?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/4618459769546210008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=4618459769546210008' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/4618459769546210008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/4618459769546210008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/03/membangkitkan-semangat-hidup.html' title='Membangkitkan Semangat Hidup'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-8640631855269878960</id><published>2010-03-15T09:15:00.000+07:00</published><updated>2010-03-15T09:23:10.415+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Orang yang ‘Tidak’ Memiliki Ide Lebih Mudah Berhasil</title><content type='html'>Ketika menghadapi kesulitan,&lt;br /&gt;orang yang 'tidak' memiliki ide,&lt;br /&gt;terpaksa melakoni kegiatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menghadapi,&lt;br /&gt;apapun yang terjadi,&lt;br /&gt;sehingga akhirnya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kreatif,&lt;br /&gt;banyak akalnya,&lt;br /&gt;banyak idenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bertemu kesulitan,&lt;br /&gt;mereka pindah ke ide lain,&lt;br /&gt;bertemu kesulitan lagi, pindah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kapan berhasilnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan ide yang membuat Anda berhasil,&lt;br /&gt;tetapi fokus dan persistensi Anda dalam mengatasi kesulitan itulah&lt;br /&gt;yang membuat Anda sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Johny Rusly&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.johnyrusly.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-8640631855269878960?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/8640631855269878960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=8640631855269878960' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/8640631855269878960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/8640631855269878960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/03/mengapa-orang-yang-tidak-memiliki-ide.html' title='Mengapa Orang yang ‘Tidak’ Memiliki Ide Lebih Mudah Berhasil'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-3639918032241004045</id><published>2010-03-12T09:39:00.001+07:00</published><updated>2010-03-12T09:49:59.172+07:00</updated><title type='text'>Cara Menjadi Kaya</title><content type='html'>Pertanyaan kedua :&lt;br /&gt;siapa yang BERUSAHA untuk menjadi kaya ?&lt;br /&gt;Hanya sebagian saja yang angkat tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ketiga :&lt;br /&gt;Siapa yang SUDAH kaya ?&lt;br /&gt;Jumlah yang angkat tangan lebih sedikit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang salah disini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertanyaan pertama, orang hanya ditawari saja suatu keadaan. Tidak sulit, karena mereka tinggal bilang mau atau tidak. Pada pertanyaan kedua, sudah menjurus ke tindakan yang akan anda lakukan untuk mencapai pertanyaan pertama tersebut. Disini orang yang menjawab positif tidak sebanyak di pertanyaan pertama. Bermacam-macam penyebabnya. Mengapa ? Orang mau kaya secara cepat, kalau bisa secara instan tanpa perlu bekerja keras. Alasan kedua, mereka mau bekerja keras, tapi `not in the right track' sehingga kerja keras mereka tidak membuahkan hasil sesuai yang mereka harapkan. Alasan ketiga, mereka tidak tahu, harus mulai darimana. alasan terakhir, mereka merasa cukup hidup yang biasa-biasa saja, tidak perlu terlalu ambisius. "Ora usah ngoyo", begitu kata orang Jawa. Pada pertanyaan ketiga adalah pada hasil, apakah hasil kerja anda di pertanyaan kedua membuahkan hasil yang memuaskan. Hanya orang yang  sudah berhasil di pertanyaan kedua yang bisa ikut angkat tangan disini. Sebenarnya, gimana sih cara untuk menjadi kaya, terutama&lt;br /&gt;secara mudah kalau bisa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara lain untuk kaya secara mudah. Yang pertama adalah lahir sebagai anak orang kaya. Jadi berbahagialah anda yang lahir dengan nama belakang Onassis, Walton, atau Rockeffeler. Karena begitu lahir anda cukup angkat tangan untuk menjawab pertanyaan ketiga saja. Bahkan Robert Kiyosaki, dalam salah satu seminarnya pernah mengatakan, pada waktu kecil dia berharap nama keluarganya bukan Kiyosaki, namun Kawasaki. Yang kedua adalah kawin dengan anak orang kaya. Namun apabila anda sudah menikah dan tidak mendapatkan `kesempatan' ini, anda bisa dengan cara ketiga, yaitu mempunyai menantu orang kaya. Masih ada beberapa cara lagi, namun yang berikut ini lebih mengandalkan dewi fortuna, misalnya anda menang undian, atau dapat warisan mendadak dari keluarga anda. Kalau dari semua cara instan tersebut anda tidak berhasil, berarti anda memang harus menggapainya melalui jalur kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam buku pemasaran klasik "Horse Sense" karya Jack Trout dan Al Ries, dikatakan disana ada 3 cara untuk menjadi kaya secara instan, yaitu (1) marry a rich person, (2) steal in nice, legal way; or (3) get to know the right people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ketiga ini yang menarik. Bertemu dengan orang yang tepat. Kerja keras (hard work) saja tidak menjamin orang menjadi kaya. Perlu juga diimbangi dengan kerja cerdas (smart work). Robert Kiyosaki termasuk beruntung bertemu dengan orang yang tepat, yaitu `Rich Dad'nya. Orang yang tepat adalah orang yang bersedia menjadi mentor kita, serta mau membimbing kita. Tentunya dia sendiri juga sudah kaya, jadi bimbingan yang diberikan bukan cuma teori doang, tapi pengalaman. Pengalaman itu mahal harganya, karena dengan belajar dari pengalaman orang lain anda akan terhindar dari `lubang jebakan' kegagalan. Dengan adanya mentor, proses anda akan lebih cepat daripada jalan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti apa sih orang yang tepat itu ? Tidak mudah memang menemukan orang yang tepat.  Kalaupun misalnya anda sudah ketemu dengan orangnya, belum tentu juga dia mau membimbing anda. `Orang' yang tepat tidaklah selalu membimbing anda secara langsung, bisa juga teknik, system, prinsip, kisah sukses orang lain, tokoh idola, maupun suatu kebijaksanaan (wisdom). Tidak usah berpikir terlalu rumit, mulailah dari sekitar anda saja. Adakah suatu kebijakan atau seseorang yang sudah sukses yang bisa anda contoh ? Kalau ada, cobalah untuk mengamati bagaimana proses yang dia lakukan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana mengetahui bahwa prinsip atau mentor yang akan kita contoh itu tepat ? Just Do It, seperti kata Nike. Lakukan saja. Lakukan ini semua secara fleksibel, artinya jika satu mentor tidak sesuai dengan anda cobalah cari mentor lain. Jangan pula takut gagal, karena kita akan lebih banyak belajar dari kegagalan daripada keberhasilan. Tidak ada pula aturan yang melarang anda mempunyai beberapa mentor / prinsip sekaligus. Mungkin dengan merangkum kebijakan-2 tersebut, anda bisa menciptakan suatu prinsip baru yang sesuai dengan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses untuk anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sonny V. Sutedjo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-3639918032241004045?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/3639918032241004045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=3639918032241004045' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/3639918032241004045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/3639918032241004045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/03/cara-menjadi-kaya.html' title='Cara Menjadi Kaya'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-3566557243454402186</id><published>2010-03-11T10:12:00.001+07:00</published><updated>2010-03-11T10:15:39.060+07:00</updated><title type='text'>Catatan-Catatan Motivasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan: ADIDAS ADVERTISEMENT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kata 'Tidak Mungkin'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata 'tidak mungkin' adalah kata yang terkesan 'besar' yang seringkali dilontarkan oleh manusia kerdil yang berusaha mencari jalan termudah daripada mencari kekuatan dalam dirinya untuk berubah.&lt;br /&gt;Kata 'tidak mungkin' bukanlah fakta. Ia hanyalah pendapat.&lt;br /&gt;Kata 'tidak mungkin' bukanlah sebuah deklarasi tetapi suatu tantangan yang berani.&lt;br /&gt;Kata 'tidak mungkin' adalah sesuatu yang potensial.&lt;br /&gt;Kata 'tidak mungkin' hanyalah berlaku sementara.&lt;br /&gt;Kata 'tidak mungkin' bukanlah apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan John C. Maxwell&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;KEGAGALAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat pertama Anda belum sukses, maka kegagalanlah yang Anda raih.&lt;br /&gt;Kegagalan adalah suatu sikap, sebelum berubah menjadi suatu hasil.&lt;br /&gt;Jika Anda tidak mampu menangani kegagalan, Anda tidak mampu menangani kesuksesan.&lt;br /&gt;Orang menanggapi kegagalan sebagai suatu hal yang personal karena mereka juga menanggapi kesuksesan secara personal.&lt;br /&gt;Kesuksesan adalah proses melewati kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat antusias.&lt;br /&gt;Kegagalan bisa merupakan batu pijakan atau batu sandungan.&lt;br /&gt;Kegagalan melahirkan inovasi bukannya kekalahan.&lt;br /&gt;Tidak ada kegagalan yang ada hanyalah umpan balik.&lt;br /&gt;Ujilah dengan cepat, gagallah cepat, dan perbaikilah dengan cepat.&lt;br /&gt;Kegagalan adalah biaya dari sebuah kemajuan.&lt;br /&gt;Belajarlah untuk menertawakan diri Anda-setiap orang juga melakukannya.&lt;br /&gt;Kegagalan adalah sebuah kesempatan untuk memulai sekali lagi dengan lebih cerdas.&lt;br /&gt;Saya mencoba dan gagal: saya mencoba lagi dan akhirnya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Adam Spears&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;JANGANLAH PERNAH MENYERAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda merasa lebih unggul dibandingkan orang lain, berhati-hatilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada saat Anda lengah, itulah saat mereka akan mengungguli Anda.&lt;br /&gt;Jadi janganlah Anda lengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah Anda berpikir untuk berhenti. Anda telah melangkah sejauh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap tegakkanlah kepala Anda, dan teruslah berusaha, Anda pasti akan menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ketika Anda berpikir bahwa telah selesai, dan Anda mengatakan kepada diri sendiri bahwa Anda tidak mampu melangkah lebih jauh lagi, inilah saatnya Anda harus menatap diri sendiri, dan katakan, "Ayo bangkit, Ayo bangkit!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah pernah menyerah, Anda lebih baik dari yang Anda pikirkan.&lt;br /&gt;Jadi, janganlah Anda pernah menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ketika mereka mengatakan 'Anda telah gagal', katakanlah, 'Tidak akan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah berusaha, karena inilah satu mil terakhir yang harus Anda selesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda berpikir Anda tidak mampu lagi melangkah lebih jauh, hal inilah yang membuat semua perbedaan di dalam diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, janganlah Anda menyerah.&lt;br /&gt;Janganlah Anda berani berpikir untuk menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya tahu bahwa Anda memiliki banyak hal yang mampu Anda berikan, janganlah Anda menyerah.&lt;br /&gt;Sekali lagi, janganlah Anda menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Christian D. Larsen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;BERJANJILAH PADA DIRIMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjanjilah pada dirimu untuk menjadi begitu tegar sehingga tak ada yang mengganggu ketentraman dirimu.&lt;br /&gt;Berjanjilah pada dirimu untuk membicarakan kesehatan yang baik, kebahagiaan dan kesejahteraan kepada setiap orang yang kau jumpai.&lt;br /&gt;Berjanjilah pada dirimu untuk membuat semua temanmu merasa hidupnya penting dan berharga.&lt;br /&gt;Berjanjilah pada dirimu untuk melihat yang terbaik dari segala hal dan bersikaplah optimis.&lt;br /&gt;Berjanjilah pada dirimu untuk berpikir yang terbaik, bekerja yang terbaik dan berharaplah hanya yang terbaik.&lt;br /&gt;Berjanjilah pada dirimu untuk selalu antusias terhadap kesuksesan orang lain seperti kesuksesanmu sendiri.&lt;br /&gt;Berjanjilah pada dirimu untuk melupakan kesalahan-kesalahan masa lalu dan kejarlah kesuksesan yang lebih besar pada masa mendatang.&lt;br /&gt;Berjanjilah pada dirimu untuk selalu ceria dan berikan senyuman kepada setiap orang yang kau temui.&lt;br /&gt;Berjanjilah pada dirimu untuk meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk kemajuan dirimu sendiri sampai Anda tidak mempunyai waktu untuk mengkritik orang lain.&lt;br /&gt;Berjanjilah pada dirimu untuk menjadi lebih besar daripada kekhawatiran dan terlalu mulia bagi kemarahan, terlalu kuat bagi ketakutan, dan terlalu bahagia untuk mengizinkan keberadaan dari masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Dena Di Iaconi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;SEGALANYA DAPAT TERCAPAI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah pada diri Anda, dan ingatlah bahwa segala hal dapat digapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah pada setiap hal yang membuat Anda percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah pada setiap hal yang membuat Anda bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah pada mimpi yang ingin Anda wujudkan, dan berikanlah semua kemungkinan untuk menggapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tidak menjadikan apa-apa, juga tidak menghindarkan apa pun yang akan terjadi dalam hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus mencari apa yang Anda inginkan, dan berusaha mengejarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tidak akan menjamin apa yang akan Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup hanya memberi Anda waktu untuk membuat pilihan dan mengambil resiko, dan menemukan sendiri rahasia-rahasia hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda bertekad untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan, dan menggunakan seluruh kemampuan yang Anda miliki, Anda akan terus-menerus mengisi hidup Anda, dengan waktu-waktu yang tak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorang pun tahu misteri dan arti kehidupan, namun bagi mereka yang percaya akan mimpi mereka dan pada diri mereka sendiri, hidup akan menjadi hadiah yang berharga bagi mereka yang percaya bahwa segalanya dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Nelson Mandela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendaki bukit yang tinggi, seseorang akan menemukan bahwa masih banyak lagi bukit yang harus didaki.&lt;br /&gt;Saya mengambil waktu untuk beristirahat sejenak, untuk menikmati keindahan di sekeliling saya dan melihat kembali jejak perjalanan saya sebelumnya.&lt;br /&gt;Tetapi saya hanya dapat berhenti sejenak, karena kebebasan menuntut tanggungjawab, dan saya tidak berani berhenti, karena perjalananku belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Calvin Coolidge&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada suatu pun di dunia ini yang mampu mengganti keuletan.&lt;br /&gt;Talenta tidaklah cukup; begitu banyak orang yang penuh talenta namun tidak sukses. Kepintaran tidaklah cukup.&lt;br /&gt;Pendidikan tidaklah cukup; dunia ini dipenuhi oleh banyak orang pintar. Keuletan dan keyakinan yang kuatlah yang terpenting.&lt;br /&gt;Slogan 'coba terus' telah menyelesaikan dan bahkan selalu menyelesaikan tantangan yang di hadapi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Kelly D. Caron&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;MIMPI HARI INI ADALAH SUKSES HARI ESOK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut akan pengharapan yang besar atau rencana yang seakan-akan tidak dapat dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini diciptakan untuk dinikmati, dan setiap hal terjadi agar kita dapat belajar dan bertumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi adalah suatu permulaan yang positif, dan tindakanlah yang akan membuat kemajuan dalam hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi adalah cetak biru sebuah tujuan yang belum tercapai; satu-satunya perbedaan antara kedua hal ini adalah usaha untuk mencapai apa yang Anda harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan pikiran dan hati Andalah yang mendorong; biarkan kekuatan dari keinginan memimpin Anda sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah menghitung langkah-langkah di depan; fokuslah hanya pada langkah-langkah yang sedang diambil, dan kalikan dengan keyakinan, kepercayaan diri dan ketahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalulah mengingat bahwa bagi mereka yang terus berjuang, mimpi-mimpi hari ini akan berubah menjadi sukses-sukses hari esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kelly D. Caron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Arnold Palmer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda berpikir Anda kalah, Anda kalah.&lt;br /&gt;Kalau Anda berpikir Anda tidak berani, Anda tidak berani.&lt;br /&gt;Kalau Anda ingin menang tetapi Anda berpikir Anda tidak bisa, hampir dapat dipastikan Anda tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan hidup tidak selalu dimenangkan oleh orang yang lebih kuat atau lebih cepat, tetapi cepat atau lambat, orang yang menang adalah orang yang berpikir dia bisa menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RAJAWALI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rajawali adalah jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Untuk mencapai umur sepanjang itu seekor Rajawali harus membuat KEPUTUSAN yang sangat berat pada umurnya yang ke-40. Ketika Rajawali berumur 40 tahun, cakar dan paruhnya mulai memanjang dan bengkok bahkan paruhnya mulai menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkannya untuk terbang. Pada saat itu, Rajawali hanya mempunyai dua pilihan: menunggu kematian atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan, proses transformasi yang panjangnya 150 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan transformasi itu, Rajawali harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berdiam dan tinggal di sana selama proses transformasi berlangsung. Pertama-tama Rajawali harus mematukkan paruhnya pada batu karang hingga paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, Rajawali harus mencabut satu per satu cakarnya, dan ketika cakar-cakar baru sudah tumbuh Rajawali akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Proses yang sangat panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu Rajawali yang baru tumbuh. Rajawali dapat terbang kembali, dengan paruh dan cakar baru. Rajawali akan menjalani hidup barunya 30 tahun kemudian dengan energi dan semangat baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan, mungkin sangat berat, untuk memulai suatu proses pembaruan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan membuat kita terlena. Kita harus rela meninggalkan perilaku lama agar mulai dapat `terbang' lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal baru, kita akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang masih terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halangan terbesar untuk berubah terletak pada diri kita sendiri. Kitalah sang penguasa atas diri kita. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Kitalah Rajawali-Rajawali itu. Perubahan pasti terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KITA HARUS BERUBAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anda adalah Pemenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemenang adalah mereka yang berani mengambil resiko seperti Anda, mereka juga takut akan kegagalan namun yang membedakan seorang pemenang dan pecundang adalah: pemenang tidak membiarkan ketakutan menguasai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang tidak pernah menyerah. Disaat kondisi dan keadaan semakin sulit, pemenang tetap bertahan sampai keadaan berubah menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang selalu fleksibel dan sadar bahwa ada cara lain dan berani untuk mencoba cara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang selalu menyadari bahwa dirinya tidak sempurna dan kurang tetapi pemenang selalu fokus pada kekuatan yang ada pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang kadang kala juga mengalami kegagalan tetapi tidak selamanya gagal, segala usaha yang selalu menghadang dengan keras dihadapi untuk mencapai sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang tidak pernah menyalahkan nasib buruk atas kegagalan, ataupun keberuntungan atas kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang berani menerima tanggungjawab atas hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang selalu berpikir positif dan berusaha melihat hal yang baik dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang mampu merubah hal biasa menjadi luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang selalu meyakini jalan yang dipilihnya walau sulit, bahkan disaat orang lain tidak mengerti apa yang yang diyakini oleh seorang pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang selalu sabar dan menyadari bahwa sebuah tujuan memiliki harga yang sama dengan usaha yang ditempuh untuk meraih apa yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang selalu percaya pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang selalu berusaha menjadikan dunia tempatnya berpijak menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Abe Setiawan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-3566557243454402186?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/3566557243454402186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=3566557243454402186' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/3566557243454402186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/3566557243454402186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/03/catatan-catatan-motivasi.html' title='Catatan-Catatan Motivasi'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-5466218256657264233</id><published>2010-03-10T09:48:00.000+07:00</published><updated>2010-03-10T09:54:19.993+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Bahagia</title><content type='html'>Rahasia Kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain.&lt;br /&gt;Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka.&lt;br /&gt;Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda.&lt;br /&gt;Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara! yang tidak prinsipiil.&lt;br /&gt;Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasakan apa yang dikatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Milis Bisnis Smart&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-5466218256657264233?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/5466218256657264233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=5466218256657264233' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/5466218256657264233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/5466218256657264233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/03/rahasia-bahagia.html' title='Rahasia Bahagia'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-8375921926910007518</id><published>2010-03-09T09:27:00.002+07:00</published><updated>2010-03-09T09:41:41.969+07:00</updated><title type='text'>Reach Your Dream</title><content type='html'>Seorang pemuda berusia dua puluh tahunan bermimpi suatu hari nanti ia  menjadi seorang jutawan. Ia sepenuh sadar bahwa impian adalah sesuatu  yang mampu membangkitkan motivasi dan memberikan arah bagi kehidupan  setiap insan. Impian ini kemudian disampaikannya kepada sang kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian mereka menikah. &lt;p&gt;Sayangnya tidak lama kemudian terjadi krisis ekonomi yang parah. Masa  depresi besar tiba! Pasangan ini kemudian mengalami berbagai peristiwa  menyedihkan dalam kehidupan mereka. Mulai dari kehilangan pekerjaan dan  mobil, rumah yang digadaikan hingga tabungan yang kian menipis dari hari  ke hari. Sang pemuda ini mengalami frustrasi luar biasa. Ia kerap duduk  termenung seorang diri. &lt;span id="more-120"&gt;&lt;/span&gt;Ia bahkan  menyarankan agar istrinya meninggalkan dia. Ia merasa tidak mampu lagi  menjadi suami yang baik. Ia merasa telah gagal dalam hidupnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siapa menduga sang istri justru tidak kehilangan harapannya sedikit  pun? Sang istri yang penuh kasih sayang ini selalu dekat dan  menguatkannya. Dengan tidak bosan-bosannya ia meyakinkan sang suami bahwa impian untuk menjadi jutawan itu belum mati dan mereka pasti bisa  mencapainya bersama-sama suatu hari kelak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Suamiku, kita harus tetap  melakukan sesuatu agar impian kita itu tetap hidup,” katanya berulang  kali kepada sang suami. “Tetap hidup?” jawab sang suami, “Impian kita  telah mati! Kita telah gagal!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang istri tetap tidak mau percaya bahwa impian itu telah mati. Ia  bahkan sama sekali tidak bersedia untuk mengubur impian tersebut! Untuk  tetap menjaga kehidupan impian tersebut ia mengajak sang suami untuk  merancang apa yang akan mereka lakukan jika suatu saat nanti mereka  menjadi jutawan. Keduanya lalu mulai melakukan hal ini setiap kali  selesai makan malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu terus berlalu dan mereka masih saja melakukan kegiatan yang  sama hingga suatu hari sang suami endapatkan sebuah ide brilian: menciptakan permainan uang. Yakni barang-barang apa saja yang akan  dibeli jika seseorang memiliki “uang”, misalnya tanah, rumah, gedung,  dsb. Gagasan ini terus mereka matangkan. Mereka menambahkan papan  permainan, dadu, kartu, rumah-rumah kecil, hotel-hotel kecil, dsb.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisakah Anda menebak permainan apakah ini? Ya, tepat! Permainan itu  bernama monopoli. Ya, begitulah cerita bagaimana Charles Darrow dan  istrinya, Esther menciptakan permainan tersebut. Permainan ini kemudian  dijual kepada seorang pengusaha dengan harga satu juta dolar&lt;br /&gt;dan impian jadi jutawan pun terwujud!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cerita ini sungguh menggugah hati saya. Betapa tidak, dalam hidup ini  tidak banyak orang yang bisa dengan teguh memegang impian mereka.  Terkadang impian itu menjadi “layu sebelum berkembang”. Kasihan sekali!  Banyak orang yang tahu bahwa impian kerap menjadi awal perjuangan untuk  menwujudkan hari esok yang lebih baik namun sayangnya banyak juga yang  belum berani bermimpi. Padahal bermimpi itu gratis. Bermimpi itu hak setiap manusia. Lagipula, bermimpi bukanlah  tindakan kriminal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada juga kelompok orang yang berani bermimpi namun enggan berkorban  untuk mewujudkan impiannya tersebut. Dalam berbagai seminar atau  training saya sering mengatakan, “Jika Anda tidak bersedia berkorban  maka lupakan saja impian Anda. Semakin besar impian Anda maka semakin  besar pula pengorbanan yang harus Anda lakukan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya agar impian kita dapat  menjadi kenyataan? Berdasarkan pengalaman pribadi dan dari apa yang saya  pelajari ada sejumlah tahap penting yang diperlukan agar sebuah impian  dapat menjadi kenyataan. Pertama, perjelas impian Anda. Buatlah impian  Anda menjadi sebuah target dan tuliskan. Anda harus bisa membayangkan  dalam pikiran Anda impian Anda tersebut. Orang sering mengatakan jadikan  target Anda itu memiliki unsur S.M.A.R.T. S=specific (buatlah sespesifik mungkin), M=measurable (dapat diukur atau  ada angkanya. Misalnya pengen punya uang berapa rupiah atau mobil  dengan harga berapa), A=achievable (dapat diraih. Buktinya sudah ada  orang yang meraihnya saat ini), R=realistic (realistis, artinya sesuai  dengan sumber daya yang saat ini Anda miliki atau&lt;br /&gt;masih dalam kendali Anda, bukan orang lain) dan T=time bound (ada batas  waktunya, artinya kapan Anda ingin itu terwujud).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, coba tuliskan manfaat yang bisa didapatkan jika impian itu  terwujud. Sebaiknya manfaat itu bukan hanya bagi diri Anda sendiri  melainkan juga bagi orang yang paling Anda cintai, orang-orang di  sekitar Anda dan sesama lainnya. Semakin besar manfaat yang bisa Anda  peroleh maka Anda akan semakin bersemangat dalam menggapainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apalagi jika kita sadar nama Tuhan akan semakin dimuliakan jika impian  itu terwujud.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, doakan impian Anda tersebut. Mintalah bantuan Tuhan sebab  bagaimana pun kerasnya kita bekerja akan sia-sia jika Sang Sumber Segala  Rahmat tidak memberkatinya. Terkadang impian kita tidak kunjung  terwujud karena bertentangan dengan kehendak-Nya atau memang belum  waktunya. Untuk itu, usahakan Anda meluangkan waktu yang cukup sehingga  dapat berkomunikasi dengan-Nya mengenai impian Anda ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keempat, identifikasi semua masalah atau hambatan yang kiranya akan  Anda hadapi dalam rangka mewujudkan impian tersebut. Kelima,  identifikasi orang, kelompok orang atau organisasi yang kiranya dapat  membantu Anda mewujudkan impian tersebut. Barangkali Anda akan  mendapatkan ada orang, kelompok atau organisasi yang dapat bersinergi&lt;br /&gt;dengan Anda bahkan bisa jadi mereka memiliki impian yang sama sehingga  Anda bisa bekerja sama dengan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keenam, identifikasi pengetahuan dan ketrampilan apa saja yang sangat  Anda perlukan dalam upaya untuk meraih impian tersebut. Barangkali Anda  harus membaca buku-buku tertentu, mengikuti kursus, seminar atau  training. Jangan ragu untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Les  Brown pernah berkata, “To achieve something you have never achieved  before, you must become someone you have never been before.” Ya, untuk  mencapai sesuatu yang belum pernah Anda capai Anda harus menjadi orang  yang berbeda dari sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketujuh, buatlah plan of action yakni langkah-langkah yang akan Anda  tempuh. Kedelapan: action. Tanpa action, Anda hanya akan menjadi anggota  organisasi terlarang bagi orang-orang yang ingin sukses yakni NADO (no  action dream only). Kesembilan, jaga sikap mental Anda. Tetaplah  berpikir positif dan beranilah bangkit dari kegagalan. Ingatlah bahwa  sikap positif akan menarik sukses semakin dkat kepada diri Anda!  Kesepuluh, evaluasi secara kontinyu langkah Anda.&lt;br /&gt;Sekiranya diperlukan perubahan, jangan ragu untuk melakukannya. Jangan  kaku! Bersikaplah fleksibel dalam soal cara atau metode.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perkenankanlah saya menutup jumpa kita kali ini dengan sebuah nasihat  yang sangat berharga dari Dr. Benjamin Mays, “Perlu sekali menumbuhkan  dalam pikiran kita pendapat bahwa berbagai tragedi dalam kehidupan tidak  boleh menjadi alasan tidak tercapainya impian kita. Tragedi apapun  jangan sampai menjadi alasan impian kita tidak tercapai. Mati dengan  impian yang tidak tercapai bukanlah suatu bencana, namun tidak mempunyai  impian sama sekali adalah sebuah malapetaka. Tidak bisa menggapai  bintang bukanlah sesuatu yang&lt;br /&gt;memalukan namun tidak mempunyai keinginan menggapai bintang sangatlah  memalukan. Kegagalan itu biasa tapi tidak punya kemauan itu kekeliruan  besar!” Selamat bermimpi! ***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;Reach Your Dream oleh P. Winarto, trainer, penulis buku-buku  First Step to be An Entrepreneur, Top Secrets of Success dan Reach Your  Maximum Potential&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-8375921926910007518?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/8375921926910007518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=8375921926910007518' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/8375921926910007518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/8375921926910007518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/03/reach-your-dream.html' title='Reach Your Dream'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-1033140930018529600</id><published>2010-03-08T10:23:00.000+07:00</published><updated>2010-03-08T10:40:36.027+07:00</updated><title type='text'>Sudahkah Kita Bersyukur?</title><content type='html'>Jika kita mendapatkan kesenangan, mendapatkah hadiah, misalnya doorprize, hadiah kejutan yang tak terduga, pemberian apapun besar atau kecil, kebahagiaan pernikahan, mendapatkan buah hati (kelahiran anak, cucu, ponakan ),,,,,pastilah mudah kita bersyukur kepada Tuhan YME bahwa DIA begitu baik telah memberikan semuanya untuk kita, membuat kita bahagia dengan semua pemberian Tuhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau kita mendapatkan hari hari yang menyesakkan kita, kehilangan keluarga tercinta, orang orang terdekat dengan kita, buah hati, belahan jiwa, anak, cucu orang orang yang kita kasihi. Kadang sekaligus beberapa, kadang kita serasa tak sanggup lagi menanggung derita tersebut. Kecelakaan beruntun, dan juga keadaan pontang panting, kebangkrutan, dan juga kebakaran dan lain lain yang tidak kita duga, tapi terjadi begitu saja, dan mendadak, tanpa kita predilksi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut rancangan kita (sebagai manusia dan lemah pada dasarnya), dengan berbagai teori dan juga keahlian kita memprediksi, dan berbagai riset dan perhitungan matang dan rasanya tidak mungkin meleset / gagal. Tapi Tuhan berkehendak lain, untuk kita. Dan terjadilah hal hal yang diluar perhitungan manusia ini. Bagaimana cara kita menghadapinya? Bagaimana kita pasrah dan tetap menghadapi nya dengan tegar, dan tanpa tetesan air mata, atau kita menyumpah, dan protes serta komplain berat kepada Sang Maha Kuasa, Sang Pencipta yang memberikan "ketidak-bahagiaan-duniawi" itu kepada kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita masih tetap dapat bersyukur, untuk semua keadaan yang tersebut diatas?&lt;br /&gt;Memang tidak mudah, dan sekaligus kita bisa saja berdalih sebagai berikut : Itu kan teori, dan tidak dapat kalian merasakan, seperti yang saya rasakan hari ini, dan hari hari yang harus dilalui oleh kami. Kamu dan siapa saja, hanya dapat melihat dari sisi luar dan banyak berkomentar, dan berteori : beginilah, begitulah dan juga tidak adak akan ada penyelesaian apapun dari hal hal yang kuhadapi. Demikian biasanya kalau kita terjepit dan tidak tahu ada jalan keluar satupun dari keadaan,...inipun wajar dan manusiawi sekali.  Karena kalau kita mengandalkan kekuatan diri kita sendiri, sebagai manusia yang tentan, manusia lemah dengan tanpa daya ini, memang akan lebih terpuruk dan terhimpit sedemikian rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika kita masih mau berserah, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada TUHAN YME ((maaf saya "plural" saja, tidak menyebutkan iman dan kepercayaan saya secara tegas, karena mengingat bahwa keluarga besar kami sendiripun terdiri dari hampir 5 agama/kepercayaan yang berbeda, dalam kepercayaan Kristiani (Protestan-Katolik), Hindu, Islam, Budha)dan menghargai serta toleransi yang tulus, harus kita terapkan dalam negri tercinta ini kalau mau "damai-abadi" di nusantara))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada bersyukur, patutlah kita mensyukuri semua yang Tuhan telah ciptakan, dan rancangkan untuk kita. Pastilah rancangan yang terbaik, dan tidak mungkin tidak sempurna. Walaupun terasa sebagai beban berat yang menghimpit pundak / bahu kita, kadang kita sampai terasa sesak nafas, dan serasa tidak akan ada jalan keluar sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang saya rasakan dan alami sendiri, dalam beberapa tahun terakhir ini, dan memang tidaklah mudah untuk dapat "Tetap bersyukur dalam segala hal" seperti yang di kotbahkan, di sharing kan dan didalam semua nasihat yang diberikan tsb, tapi cobalah dengan tulus, dan polos, kita hadapi dan terima semuanya, dan tarik nafas dalam dalam, tenang dalam renungan dan hati yang penuh pengharapan kepada TUHAN saja, dan jangan kepada manusia (sejago dan sehebat apapun, para penasehat spiritual kita), dan rasakan betapa baiknya TUHAN terhadap situasi dan keadaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kita bersyukur, dan semakin kita akan bersukacita dan dapat kita bertahan (walaupun airmata kita bercucuran, dan juga hati masih serasa teriris-iris, dan perasaan manusiawi kita kacau balau dan tidak bisa terima kenyataan, dan masih ada rasa "kecewa" -keinginan mau "protes" -"demo"- kepada Tuhan, dan juga kepada siapapun disekitar kita.).Pasti Tuhan akan mengirimkan malaikat malaikatNya untuk menjaga kita, dan memberikan kita penghiburan, kekuatan, dan jalan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menerapkan dalam kehidupan sehari hari kita, dan rasakan perbedaannya.&lt;br /&gt;Kalau sudah dapat, tolong sharing kan juga karena memang itulah niat kami, agar semuanya dapat terbantu dan merasa ter-ilham-i dapat merasakan semua kasih dan juga perhatian dari segenap sahabat dan saudara serta komunitas, dimanapun kita berada, dan tergabung didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat dan tetap semangat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.Budi Eman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-1033140930018529600?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/1033140930018529600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=1033140930018529600' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/1033140930018529600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/1033140930018529600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/03/sudahkah-kita-bersyukur.html' title='Sudahkah Kita Bersyukur?'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-674937603512259949</id><published>2010-03-05T10:06:00.006+07:00</published><updated>2010-03-05T10:11:50.205+07:00</updated><title type='text'>Filosofi Petualang</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"A wise man climbs fuji once, only a fool climbs it twice."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Orang bijak mendaki  gunung fuji satu kali, hanya orang bodoh yang mendaki dua kali."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Pepatah kuno  gunung fuji -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Perjalanan seribu langkah dimulai dengan melangkah kaki  pertama.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Pepatah kuno chinese -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"You can’t cross the sea merely by  standing and staring at the water."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Kau tidak dapat menyeberangi lautan hanya  dengan melihat dan menatapi air."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Rabindranath Tagore -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Adventure is not  outside man; it is within."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Petualangan bukan berasal dari luar, hal itu ada  di dalam"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- David Grayson -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"There is no shortcut to the top"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada  jalan potong untuk sampai ke puncak"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Ed viesturs - &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Banyak kegagalan  dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka  dengan keberhasilan saat mereka menyerah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Thomas Alfa Edison -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Let me  win, but if I cannot win, let me be brave in the attempt"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Biarkan aku menang,  jika tidak bisa menang, biarkan aku mencoba nya."&lt;br /&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;- Special Olympics Motto -&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh: Abe Setiawan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-674937603512259949?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/674937603512259949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=674937603512259949' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/674937603512259949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/674937603512259949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/03/filosofi-petualang.html' title='Filosofi Petualang'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-257448927651660580</id><published>2010-03-04T17:18:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T17:22:24.547+07:00</updated><title type='text'>Ciri-Ciri Orang Berpikiran Positif</title><content type='html'>"Apakah kita termasuk dalam ciri-ciri tersebut?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang 'beredar' di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Melihat masalah sebagai tantangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Menikmati hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;'Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Mensyukuri apa yang dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Menggunakan bahasa positif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan, " dan "Dia memang berbakat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Peduli pada citra diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Anonymous&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-257448927651660580?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/257448927651660580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=257448927651660580' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/257448927651660580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/257448927651660580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/03/ciri-ciri-orang-berpikiran-positif.html' title='Ciri-Ciri Orang Berpikiran Positif'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-5073643521279132679</id><published>2010-03-03T17:41:00.000+07:00</published><updated>2010-03-03T17:42:47.190+07:00</updated><title type='text'>Dunia Memberi Apa Yang Kita Fokuskan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan  tindakan anda pun jadi kerdil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda  pun melakukan hal-hal penting dan berharga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara  dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. &lt;span id="more-629"&gt;&lt;/span&gt;Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka  positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan  bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran  kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan  apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia,  sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif  terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat  diri sendiri apa adanya. dan dunia pun menampakkan realitanya yang  selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: www.resensi.net&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-5073643521279132679?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/5073643521279132679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=5073643521279132679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/5073643521279132679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/5073643521279132679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/03/dunia-memberi-apa-yang-kita-fokuskan.html' title='Dunia Memberi Apa Yang Kita Fokuskan'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-4353575346001488053</id><published>2010-03-02T23:47:00.000+07:00</published><updated>2010-03-02T23:48:25.815+07:00</updated><title type='text'>10 Aturan Hidup Bahagia dari Thomas Jefferson</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px; "&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Thomas Jefferson&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;, presiden ke-3 Amerika Serikat (masa jabatan 1801-1809), pernah menyebutkan 10 aturan yang ia anggap bisa membuat hidup Anda bahagia. Aturan ini sebenarnya ditulis Jefferson atas permintaan orangtua seorang bayi yang baru lahir dan diberi nama Thomas Jefferson Smith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda ingin mencobanya? Berikut nasihat Thomas Jefferson yang legendaris itu:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.Jangan pernah menunda sampai besok untuk hal yang bisa Anda lakukan sekarang.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya ungkapan ini cukup populer bagi kita, karena kalimat bijak ini biasanya bisa kita lihat di bagian bawah buku tulis yang kita gunakan saat sekolah :) Jadi, intinya sikap menunda itu tidak baik. Lakukan sekarang, karena belum tentu besok Anda bisa melakukan apa yang saat ini Anda tunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.Jangan pernah merepotkan orang lain untuk hal-hal yang bisa Anda lakukan sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda bisa makan sendiri, jangan minta disuapi. Kalau Anda bisa mencari uang sendiri, jangan meminta uang dari orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.Jangan pernah membelanjakan uang sebelum Anda memilikinya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho…bagaimana bisa belanja kalau uangnya tidak ada? Ya, artinya jangan berhutang untuk hal-hal konsumtif. Kalau Anda memang belum punya uang, jangan berharap untuk membeli yang macam-macam, sehingga nantinya Anda justru terjerat hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, Anda perlu memiliki pengetahuan finansial, sehingga Anda tahu bagaimana mengatur uang, dan bagaimana seharusnya memperlakukan harta yang Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Jangan pernah membeli hal-hal yang tidak Anda sukai hanya karena harganya murah; karena Anda tak akan merasa hal tersebut berharga.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda berbelanja, sebaiknya jangan selalu melihat sesuatu dari harganya yang murah. Misalnya, kalau Anda membeli sepatu hanya karena harganya murah, bersiap-siaplah untuk menyesal, karena sepatu Anda sebentar lagi tak akan bisa dipakai. Lebih baik membeli barang yang sedikit mahal, namun kualitasnya sebanding. Dengan membeli barang yang lebih mahal dan berkualitas baik, maka Anda juga akan &lt;span style="font-weight: bold; "&gt;lebih menghargainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.Kesombongan lebih merugikan daripada kelaparan, kehausan, dan kedinginan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya yang suka menyombongkan pangkat dan hartanya adalah tidak lebih baik dari orang miskin yang selalu hidup kelaparan, kehausan, dan kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6.Jangan pernah menyesal karena Anda makan terlalu sedikit.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah. Meski hanya sedikit, Anda masih bisa makan. Anda masih lebih baik dari orang-orang yang tak bisa makan sama sekali karena kemiskinan, penindasan, atau bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7.Tak ada hal yang merepotkan jika kita melakukannya dengan senang hati.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Paul Zane Pilzer, salah satu tanda bahwa bisnis Anda sudah tepat adalah jika Anda tidak merasa repot atau susah ketika menjalankan bisnis Anda. Bahkan ketika Anda sedang menonton tv bersama keluarga, Anda sesekali masih memikirkan bisnis Anda, karena Anda sangat menyukai dan menikmati apa yang Anda kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan pekerjaan Anda dengan senang hati, maka Anda tak akan merasa bahwa Anda sedang “bekerja”. Saya tahu kalau saya merasakannya. Bagaimana dengan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8.Jangan biarkan Anda merasa tersakiti untuk hal-hal yang tak pernah terjadi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, dan pada akhirnya bahkan tidak pernah terjadi sama sekali. Ini hanya akan membuat Anda "sakit" karena suatu hal yang tidak jelas. Jika Anda memiliki masalah kekhawatiran, saya menyarankan Anda membaca buku Dale Carnegie, &lt;span style="font-style: italic; "&gt;How to Stop Worrying and Start Living.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9.Jangan menangani hal dengan perdebatan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini dalam bahasa Inggrisnya berbunyi &lt;em&gt;“take things always by their smooth handle”,&lt;/em&gt; dan sebenarnya bisa diartikan apapun oleh pembacanya. Namun, arti yang banyak diterima adalah bahwa sebaiknya jangan menangani hal dengan perdebatan. Sebab, perdebatan menyangkut opini, dan siapapun bisa memiliki opini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen dan debat memang masih perlu, tapi jangan sampai hanya membuat keadaan menjadi &lt;span style="font-weight: bold; "&gt;semakin buruk&lt;/span&gt;, bukannya semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10.Ketika marah, berhitunglah sampai 10 sebelum Anda berbicara; dan jika Anda sangat marah, berhitunglah sampai 100.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kalimat bijak yang mengatakan bahwa kemarahan adalah bila kata-kata atau tindakan keluar lebih dahulu daripada logika. Saya rasa itu benar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: normal; "&gt;&lt;b&gt;Penulis&lt;/b&gt; : Elsa Sakina&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-4353575346001488053?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/4353575346001488053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=4353575346001488053' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/4353575346001488053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/4353575346001488053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/03/10-aturan-hidup-bahagia-dari-thomas.html' title='10 Aturan Hidup Bahagia dari Thomas Jefferson'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-3565658610434416105</id><published>2010-02-25T23:09:00.000+07:00</published><updated>2010-02-25T23:12:24.732+07:00</updated><title type='text'>Tiga Kesalahan Besar yang Sering Dilakukan Terhadap Masalah yang Terjadi</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt; &lt;em&gt;Kunci sukses seseorang dalam hidup adalah bagaimana ia bereaksi terhadap masalah-masalah yang terjadi dalam hidupnya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Masalah demi masalah selalu datang menghampiri hidup kita tanpa mengenal lelah. Masalah hampir sama seperti air yang tidak akan pernah habis melalui siklusnya yang berliku-liku. Ya, inilah faktor utama yang paling menentukan kesuksesan seseorang dalam hidup ini. Ada tiga kesalahan utama yang dilakukan banyak orang dalam menghadapi masalah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesalahan pertama adalah ia tidak menyadari bahwa masalah sedang terjadi dalam hidupnya.&lt;/strong&gt; Banyak sekali orang yang melakukan kesalahan ini. Misalnya, ada seorang agen asuransi yang sangat berprestasi dalam penjualannya. Ia mampu meraih puluhan nasabah hanya dalam waktu beberapa minggu. Tentunya, ia merasa bangga atas prestasi yang ia raih dan tentunya komisi yang diberikan perusahaan kepadanya semakin banyak pula. Ia pun semakin giat melakukan penjualan untuk terus meningkatkan prestasinya. Ia sangat giat bekerja dan menghabiskan sepanjang hari-harinya untuk melakukan penjualan. Ia tidak merasakan kelelahan karena baginya itu adalah hal yang sangat mengasyikkan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Nah, di sinilah kesalahan yang ia lakukan. Ternyata, ketika ia semakin giat bekerja dan menghabiskan hari-harinya dengan bekerja dan bekerja, ia tidak menyadari bahwa ada masalah yang sedang ia hadapi. Lalu apa masalah itu? Mungkin, istri dan anak-anaknya merasa terabaikan sehingga keluarganya menjadi kurang harmonis. Mungkin, ia mengalami hubungan yang renggang dengan Tuhan. Mungkin, ia akan mendapati tubuhnya semakin lemah karena ia kurang menjaga kesehatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kesalahan yang telah dilakukan banyak orang selama ini. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa ia sedang menghadapi masalah yang sangat fatal dalam hidupnya. Mengapa mereka tidak menyadarinya? YA, jawabnya mereka terlalu asyik dengan apa yang dikerjakannya. Mereka tidak mengalami kehidupan yang seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alasan kedua adalah ia tidak mau mengakui dan menerima bahwa masalah demi masalah akan terus terjadi dalam hidupnya. &lt;/strong&gt;Ini adalah hal yang sangat fatal. Saya sudah menjelaskan di artikel yang sebelumnya bahwa masalah itu sama seperti air yang tidak akan pernah habis melalui siklusnya yang berliku-liku. Jadi, apabila kita tidak mau mengakui dan menerima bahwa masalah akan terus menghampiri kita selama kita hidup, lebih baik kita tidak usah hidup. Berikan kepada saya contoh dari manusia yang tidak pernah mendapati masalah dalam hidupnya atau contoh dari manusia yang pernah mendapati masalah tetapi kini sudah tidak lagi mendapati masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberuntung apapun kehidupan kita, pasti masalah akan terus menghampiri hidup kita. Jadi, marilah kita bersiap-siap untuk menghadapi datangnya masalah! Orang yang tidak mau mengakui dan menerima datangnya masalah dalam hidupnya, pasti akan hidup dalam kekecewaan. Selain itu, ia pun tidak akan pernah bisa hidup dalam kebahagiaan yang sepenuhnya. Ia menginginkan kehidupan yang sempurna tanpa masalah tetapi hal itu memang tidak akan pernah terjadi. Dampaknya, ia akan mengalami kehidupan tanpa gairah dan tanpa kebahagiaan seumur hidupnya. Sungguh sangat disayangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alasan ketiga adalah ia tidak tahu bagaimana caranya mengatasi masalah yang sedang terjadi.&lt;/strong&gt; Ia tidak tahu bagaimana caranya menemukan jalan keluar dari masalah yang sedang ia hadapi. Hal ini banyak sekali dialami oleh banyak orang. Namun sebenarnya, bukan hanya sekedar mencari jalan keluar atau solusi dari masalah-masalah yang terjadi. Sederhananya begini, banyak orang tidak tahu caranya menjadikan masalah-masalah dalam hidupnya menjadi tidak masalah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow, luar biasa!!! Bagaimana seandainya setiap masalah yang kita hadapi berubah wujud menjadi hal yang tidak masalah lagi. Misal, kita mungkin mengahadapi masalah seperti ini: "saya diputus pacar", "saya kehilangan sepeda motor", "saya gagal lulus ujian", "saya tidak pandai menjual", "saya cuma punya tampang pas-pasan", "saya sedang sakit keras", "saya mengalami kecelakaan di jalan", "saya disakiti", "saya dihina", atau apapun masalah-masalah itu, lalu kita mengubahnya menjadi: "sekarang itu sudah tidak masalah lagi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K&lt;strong&gt;isah sukses yang didapati dari beberapa orang sukses di dunia sebenarnya bermula dari bagaimana mereka menjadikan masalah dalam hidup mereka menjadi tidak masalah lagi.&lt;/strong&gt; B &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Bagaimana dengan Anda? &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Bagas Karyadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-3565658610434416105?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/3565658610434416105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=3565658610434416105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/3565658610434416105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/3565658610434416105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/tiga-kesalahan-besar-yang-sering.html' title='Tiga Kesalahan Besar yang Sering Dilakukan Terhadap Masalah yang Terjadi'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-2286203694092605868</id><published>2010-02-25T23:02:00.000+07:00</published><updated>2010-02-25T23:08:48.572+07:00</updated><title type='text'>Bibit Mangga</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Sobat yang luar biasa!!&lt;/strong&gt; &lt;p&gt; Pagi ini, saya membawakan cerita motivasi "&lt;em&gt;&lt;strong&gt;BIBIT MANGGA&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;" pada talk show AW Success Wisdom &amp;amp; Motivation di jaringan radio Sonora. Ini adalah cerita analogi yang inspiratif.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Rasa, aroma, dan bahkan warna buah mangga itu ditentukan oleh unsur-unsur yang ada di dalamnya. Tak ada buah mangga yang memiliki ketiga hal tersebut yang sama persis dengan yang lainnya. Begitu pun dengan manusia. Dari luar manusia itu terlihat sama, namun kualitas manusia itu berbeda-beda satu sama lain. Nah, kualitas manusia itu ditentukan oleh &lt;strong&gt;kualitas unsur-unsur yang ada di dalamnya&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Teman-teman yang ikut seminar saya "&lt;em&gt;Create Your HOKI/Success in Business &amp;amp; Career&lt;/em&gt;" pada Sabtu 20 Februari kemarin, tentu masih ingat tentang "Lima Faktor Pencipta Hoki/Sukses" yang saya uraikan. Faktor pertama yang saya kemukakan adalah "&lt;strong&gt;karakter&lt;/strong&gt;". Ini adalah faktor yang sangat penting. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Karakter, bagi saya, adalah kualitas manusia itu sendiri. Kualitas seseorang tercermin dari karakternya. Karakter itu memiliki unsur disiplin, mau bekerja keras, pantang putus asa, bertanggung jawab, suka bergaul, mau belajar, berpikiran positif, dan lain sebagainya. &lt;strong&gt;Selama kita memiliki karakter positif, masa depan kita akan cerah!&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Perlu dicatat, tidak ada kegiatan sehari-hari yang tidak mengarah pada pembangunan karakter. Jadi jelas, &lt;strong&gt;setiap menemui tantangan, halangan, atau rintangan, itu merupakan kesempatan untuk membangun karakter kita&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Selamat belajar dan membangun karakter!! Sampai jumpa pada talk show minggu depan...  &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam sukses, LUAR BIASA!!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh : Andrie Wongso  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-2286203694092605868?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/2286203694092605868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=2286203694092605868' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/2286203694092605868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/2286203694092605868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/bibit-mangga.html' title='Bibit Mangga'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-1417643324052005425</id><published>2010-02-23T06:19:00.000+07:00</published><updated>2010-02-23T06:20:33.395+07:00</updated><title type='text'>Harapan Adalah Jawaban Terbaik Saat Gagal</title><content type='html'>Tiga anak kecil bermain lompat tali. Aturannya sederhana. Dua anak memegangi tali. Sedang yang seorang berusaha melompatinya. Bila ia gagal atau tersangkut, ia harus ganti memegangi tali. Dan, yang lain mengambil giliran melompat. Ketika tali masih rendah, ia mampu melompatinya. Saat sedikit-demi-sedikit tali meninggi, ketidakyakinan mulai datang. Keraguan merambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tekad untuk tidak kalah lebih kuat sehingga ia harus mencoba. Keyakinan diri membara saat ia mampu melompatinya meski ujung kaki menyentuh tali. Semua anak bertepuk tangan. Namun, ketika tali sejajar pandangan, ia gagal. Dengan sedikit kecewa ia ganti memegangi tali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda apa yang ada dalam benak anak kecil itu? Saat memegangi tali, ia menunggu ada temannya yang gagal sebagaimana ia pernah gagal. Dan berharap ia bermain lagi agar bisa melompati ketinggian yang gagal ia lalui. Menjadi pemain selalu menyenangkan karena bisa merasakan keberhasilan. Namun, hanya bila anda tak kehilangan harapan di sela-sela kegagalan, anda layak menantikan saat untuk bermain kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Bahkan kita pun harus tahu bagaimana menjadi gagal. Tanpa itu, kita tak tahu bagaimana menjadi menang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dodi Andreas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-1417643324052005425?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/1417643324052005425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=1417643324052005425' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/1417643324052005425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/1417643324052005425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/harapan-adalah-jawaban-terbaik-saat.html' title='Harapan Adalah Jawaban Terbaik Saat Gagal'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-4251740755172832824</id><published>2010-02-17T06:10:00.000+07:00</published><updated>2010-02-17T06:21:38.451+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Kesempatan</title><content type='html'>Selamat tahun baru Imlek 2561. &lt;em&gt;Xin nian kuai le. Wan shi ru yi. Gong xi fa chai&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Selamat kepada Anda yang merayakannya.&lt;p&gt;Ada banyak orang yang menganggap tahun baru adalah kesempatan baru. Karena itu mereka menyambut kedatangan tahun baru dengan semangat baru dan kesiapan baru. Bagi saya bukan hanya tahun baru yang merupakan kesempatan baru. Setiap hari adalah hari baru. Setiap hari adalah kesempatan baru. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pagi hari ini saya membahas &lt;strong&gt;"Rahasia Kesempatan"&lt;/strong&gt; pada talk show AW Success Wisdom &amp;amp; Motivation di Jaringan Radio Sonora. "Rahasia" karena tak semua orang bisa dengan mudah menangkap kesempatan. Meski kesempatan berseliweran di hadapannya, orang yang tak peka tak bisa menangkap kesempatan yang ditemuinya. Mereka biarkan kesempatan berlalu begitu saja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teman-teman,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada yang bertanya, bagaimana supaya kita bisa peka terhadap kesempatan karena sering kali baru menyesal setelah melewatkan kesempatan? Kepekaan tidak tumbuh dengan sendirinya. Kepekaan itu perlu dilatih, kepekaan itu perlu action. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melakukan pekerjaan kita dengan konsisten merupakan cara mengasah kepekaan kita. Dengan terus-menerus melakukan pekerjaan kita, kita akan tahu mana yang salah dan mana yang benar, mana kesempatan kita mana yang bukan. Karena itu tetap action dan jangan mudah patah semangat. Jika gagal, cepat bangkit lagi. Gagal lagi, bangkit lagi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ingat bahwa hambatan terbesar kesuksesan bukan pada orang lain melainkan pada diri kita sendiri. Maka kita harus keras dan tegas pada diri kita sendiri dan melakukan kegiatan positif serta pengembangan diri sehingga memungkinkan kesempatan-kesempatan bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh : Andrie Wongso  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-4251740755172832824?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/4251740755172832824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=4251740755172832824' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/4251740755172832824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/4251740755172832824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/rahasia-kesempatan.html' title='Rahasia Kesempatan'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-1616986992778849277</id><published>2010-02-16T22:45:00.000+07:00</published><updated>2010-02-16T22:47:46.468+07:00</updated><title type='text'>Apa Definisi Anda Tentang Pekerjaan Idaman?</title><content type='html'>Setiap orang pasti memiliki impian untuk mendapatkan pekerjaan idamannya. Akan tetapi, belum tentu pekerjaan idaman anda sama dengan pekerjaan idaman orang lain. Jangankan jenis pekerjaannya. ’Definisi tentang pekerjaan idaman’  saja bisa jadi berbeda. Jadi, apa sebenarnya definisi anda tentang pekerjaan idaman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang menganggap bahwa yang disebut bekerja adalah berstatus karyawan untuk sebuah perusahaan. Jika itu adalah pengertian bagi kata ’bekerja’, maka setelah selesai kuliah saya tidak langsung bekerja. Sebab, begitu saya mendapatkan ijazah dari kampus; saya melakukan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan sebutan ’karyawan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, orang tidak memiliki ’pekerjaan’ karena memang mereka tidak mempunyai kesempatan untuk ’bekerja’. Atau lamaran yang mereka ajukan tidak mendapat sambutan dari perusahaan yang dilamarnya. Atau mereka kalah dalan bersaing dengan pelamar lainnya. Saya tidak demikian. Sebab, ada banyak kesempatan bagi saya untuk mendapatkan ’status sebagai karyawan’. Sekalipun ada perusahaan yang memanggil  untuk bekerja bersama mereka, namun saya tidak terlampau menggubrisnya. Mengapa saya tidak terlalu tertarik penawarannya? Karena, saya menganggap bahwa semua kesempatan dan penawaran yang mereka berikan bukanlah pekerjaan yang saya idamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda mengira bahwa saat berprinsip demikian jiwa saya sudah matang, anda keliru. Semoga bukan sebuah aib jika saya mengatakan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah; saya justru belum benar-benar memahami apa sesungguhnya pekerjaan idaman bagi saya itu.  Saya memang memiliki beberapa kriteria terhadap pekerjaan yang saya inginkan. Tetapi, jujur saja; saya tidak benar-benar mampu membedakan apakah itu kriteria pekerjaan idaman, atau  sebuah daftar panjang tuntutan-tuntutan yang saya ingin agar perusahaan yang mempekerjakan saya memenuhinya. Faktanya, saya sendiri tidak begitu faham; bagaimana dan dimana saya bisa mendapatkan pekerjaan ideal macam itu. Sekarang anda boleh mengingat kembali; apakah diusia yang sama anda juga mengalami kegalauan yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membutuhkan waktu satu tahun untuk menyadari bahwa cara berpikir saya keliru. Sebab, seperti hal-hal ’ideal’ lainnya, keinginan untuk mendapatkan ’pekerjaan ideal’ harus sejalan dengan ’situasi real’ yang kita hadapi. Jika situasinya memungkinkan untuk mendapatkan ’pekerjaan ideal’ itu, maka kita memang layak memperjuangkannya. Namun, jika situasinya seperti langit dan bumi, maka mungkin kita membutuhkan sebuah tangga untuk menghubungkan kenyataan ditanah tempat kita berpijak, dengan angan-angan yang bergelantungan diatas awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat beruntung telah melewati masa satu tahun yang ’aneh’ itu. Sebab, dari hasil pengembaraan itu akhirnya bisa menemukan definisi ’bekerja’ itu apa. Sehingga, saya memiliki kemantapan hati ketika akhirnya saya benar-benar mendapatkan ’pekerjaan’. Maka, jadilah saya seorang karyawan. Dan tahukah anda, pekerjaan apa yang saya dapatkan? Saya menjadi seorang salesman. Sekarang boleh jadi hati kecil anda berbisik; ’jeh, untuk jadi salesman saja kok ribet amat.....’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda benar. Sesungguhnya itu adalah hal yang sederhana saja. Namun, tidak demikian bagi saya pada saat itu. Karena, ketika itu saya tengah memasuki tahap pendewasaan kejiwaan yang penuh dengan gejolak. Sekalipun demikian, proses panjang itu dikemudian hari akan saya sadari sebagai tahapan yang saya perlukan. Sehingga meskipun pekerjaan itu  benar-benar jauh dari apa yang saya idamkan; tapi bisa menjadi tangga yang bisa membawa saya kepada sesuatu yang dicita-citakan. Oleh karena itu, ketika saya telah bulat tekad untuk menjadi karyawan, saya melakukannya dengan sepenuh hati. Dan saya tidak mau tergoda oleh kemalasan atau tindakan yang melenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak nasihat yang kita dengar tentang ’melakukan sesuatu dengan sepenuh hati’. Kita memahami nasihat itu secara konsepsi. Namun, seringkali kita secara sengaja mengingkari. Sehingga saat bekerja kita sering lupa membawa hati. Makanya, tidak heran jika saat bekerja kita sering ingin segera berhenti. Lalu melakukan hal-hal lain yang sama sekali tidak memberikan nilai tambah apapun terhadap kualitas pekerjaan kita. Tidak pula meningkatkan kualitas diri kita sebagai seorang pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dialog diri selama setahun itu membawa berkah bagi saya. Karena, ketika menemukan bahwa hati yang penuh diperlukan saat bekerja; saya selalu berupaya untuk membawa hati itu serta. Hasilnya? Sebelum genap enam bulan memulai pekerjaan itu, saya mendapatkan kesempatan untuk ’naik satu level’ dalam pekerjaan saya. Setelah itu, saya bertanya-tanya; apakah perusahaan ini bisa membawa saya kepada apa yang saya idamkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya; bisa. Tapi, belum seperti yang saya inginkan. Maka pada bulan ke-12, saya bermigrasi kepada organisasi yang ’saya kira’ akan membantu saya mendapatkan pekerjaan idaman. Saya memang menginginkan sesuatu diperusahaan yang baru itu. Namun, mereka tidak mau memberikannya. Bahkan, diperusahaan itu saya hanya dihargai sebagai salesman. Dan itu berarti saya harus kembali turun tingkatan. Saya terima? Ya. Saya menerimanya. Kemudian saya menuliskan surat pengunduran diri kepada perusahaan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengejar sebuah impian, mungkin diperlukan pengorbanan. Jika memang demikian, saya tidak keberatan. Namun, ketika memulainya kembali saya harus mempunyai rencana yang lebih rapi. Maka, ketika menjalani pelatihan sebelum bekerja itu saya membuat ’rencana kerja 5 tahun’ pertama saya. Dan 5 tahun kemudian, saya menemukan bahwa semua hal yang saya rencanakan itu benar-benar dikabulkan Tuhan. Jika ada hal yang tidak bisa saya raih, maka itu berarti saya mendapatkan yang lebih baik dari yang saya rencanakan. Buah manis atas kesediaan membawa hati kedalam pekerjaan. Dan ditahun ke-10 sejak memulai perjalanan itu, saya menemukan bahwa pencapaian yang saya raih jauh melampaui apa yang bisa diwujudkan oleh kebanyakan orang seprofesi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda mengira bahwa perjalanan karir saya ’mulus-mulus’ saja, anda keliru. Karena, saya belum menceritakan pahit getirnya. Semoga bukan merupakan sebuah aib, jika saya mengatakan bahwa selama bekerja beberapa belas tahun itu sudah dua kali saya berhadapan dengan situasi dimana saya ’nyaris dikeluarkan’. Bukan ’nyaris di-PHK’, tapi ’nyaris dikeluarkan’. Tahukah anda, mengapa saya ’nyaris dikeluarkan’? Itu adalah dampak dari eksperimen-eksperim en yang saya lakukan. Ya, saya menyebutnya eksperimen. Sebab, semua itu saya lakukan dengan kesadaran sepenuh hati untuk menemukan nilai tambah yang bisa saya berikan kepada perusahaan, dan kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menganggapnya sebuah aib karena eksperimen-eksperim en itu tidak melanggar norma. Tidak pula mengabaikan etika. Apalagi mengkhianati integritas diri. Kedua peristiwa itu terjadi karena hati saya sepenuhnya menyadari bahwa saya harus melakukan tindakan yang terbaik bagi perusahaan. Mungkin, landasan itulah pula yang akhirnya ’menyelamatkan’ saya dari pemecatan. Sebab, saya percaya bahwa perusahaan, tidak ingin kehilangan karyawan yang bersedia mendedikasikan diri dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, jika anda yakin bahwa anda memiliki kualitas diri yang tinggi. Dan anda dengan sepenuh hati melakukan yang terbaik bagi perusahaan; mengapa anda takut dikeluarkan? Bahkan, sekalipun anda benar-benar kehilangan pekerjaan itu; apa yang mesti anda khawatirkan? Sebab, kekhawatiran hanya bisa menghinggapi orang-orang yang tidak yakin akan 2 hal. Yaitu; kualitas dirinya, dan kebenaran tindakannya. Jika anda yakin dengan kedua hal itu, kekhawatiran tidak mungkin mengambil alih diri anda, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memilih untuk berhenti, beberapa teman mengira saya bodoh. Memang, dari dulu saya telah mengambil banyak keputusan yang bodoh. Namun, tak satupun yang saya sesali. Sebab, eksperimen untuk menemukan definisi tentang apa sebenarnya ’pekerjaan idaman’ ini memang menuntut saya memasuki lorong-lorong yang kelihatannya bodoh. Namun, jika kita melintasi lorong gelap itu sepenuh hati; mudah-mudahan bisikan nurani bisa membawa kita kepada cahaya. Sehingga kita bisa menemukan jalan keluar diujung sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa definisi anda tentang pekerjaan idaman? Barangkali anda sudah berhasil menemukan sebuah jawaban. Namun, bagi saya pribadi; ’pekerjaan idaman’ itu bukanlah sebuah titik akhir. Sebab, ternyata setelah anda berhasil mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang anda idamkan, hati nurani anda membisikan definisi lain yang menuntut anda untuk mengejarnya kembali. Saat anda menjadi salesman, misalnya; anda mendefinisikan pekerjaan idaman sebagai supervisor. Saat anda jadi suprvisor, definisi anda berubah menjadi Sales Manager. Begitu seterusnya, sehingga anda tidak betul-betul tahu; dimana letak titik akhir dari definisi ’pekerjaan idaman’ itu. Tetapi, setiap kali kita menjalaninya dengan kesungguhan hati dan dedikasi yang tinggi; saya yakin, anda tidak akan pernah tersesat. Sebab, setiap eksperimen yang kita lakukan selalu sarat dengan pelajaran. Dan semakin banyak pelajaran yang kita dapatkan, semakin berkembang pula; definisi kita. Tentang. Pekerjaan idaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari Berbagi Semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dadang Kadarusman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SS-Pro™ Personality Leadership Strategy” Learning Facilitator &lt;br /&gt;http://www.dadangka darusman. com/ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Kaki:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja bukanlah semata-mata untuk mendapatkan sejumlah imbalan. Melainkan salah satu cara bagi kita untuk mensyukuri anugerah dari Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-1616986992778849277?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/1616986992778849277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=1616986992778849277' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/1616986992778849277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/1616986992778849277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/apa-definisi-anda-tentang-pekerjaan.html' title='Apa Definisi Anda Tentang Pekerjaan Idaman?'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-3542433962488156003</id><published>2010-02-15T23:24:00.001+07:00</published><updated>2010-02-15T23:24:59.577+07:00</updated><title type='text'>Bukan Sekadar Mimpi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bermimpilah yang tinggi, tetapi bukan sekadar mimpi&lt;/strong&gt;. Tidak akan berguna mimpi yang indah atau mimpi yang luhur jika tanpa tindakan untuk memulai meraih mimpi tersebut. Mimpi memang sangat perlu untuk memelihara gairah hidup dan kemajuan, tetapi mimpi tanpa disertai tindakan hanyalah seperti pepesan kosong belaka.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah tiada henti&lt;/strong&gt;. Belajar adalah salah satu modal sukses bagi setiap orang. Sering orang mengatakan tidak bisa tanpa pernah belajar. Jika saat ini masih banyak yang belum Anda kuasai, sudahkah Anda belajar? Namun belajar tidak akan ada gunanya, meskipun seberapa lama Anda belajar, seberapa tinggi ilmu Anda, dan seberapa kompleks ilmu Anda, tanpa disertai aplikasi dari ilmu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan hanya asyik dengan belajar, mencari strategi yang jitu agar Anda bisa sukses cepat. Karena suatu strategi bisa diketahui jitu jika kita telah mengaplikasikan strategi tersebut, bahkan keadaan lapangan bisa berbeda dengan teori. Teori memang perlu, belajar memang perlu, tetapi &lt;strong&gt;mengaplikasikan teori yang telah kita pelajari itu lebih perlu&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aplikasi atau tindakanlah yang membuat orang sukses, tentu saja setelah mimpi yang tinggi dan ilmu yang mencukupi&lt;/strong&gt;. Tindakanlah yang membedakan antara orang yang sukses dengan pemimpi di siang bolong. Tindakanlah yang akan memberi makna terhadap ilmu yang Anda miliki, sebagaimana peribahasa Arab mengatakan "Ilmu tanpa amalan bagaikan pohon tanpa buah." Ilmu dan tindakan merupakan satu kesatuan yang tak mungkin dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan bukan sembarang tindakan, tindakan yang diperlukan untuk sukses adalah tindakan yang kontinu (berkseinambungan) penuh komitmen. Ini sejalur dengan hadis Nabi yang mengatakan, "Amalan yang paling disukai Allah adalah amalan yang sedikit tapi berkelanjutan". Tindakan yang cerdas bukan hanya keras, tindakan yang dilandasi dengan strategi jitu yang sudah kita susun dengan tepat. Integritas serta komitmen amatlah dituntut untuk mencapai apa yang selama ini diharapakan dalam mencapai sebuah mimpi. Siapkah Anda mengamalkan ilmu Anda...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Muhammad Nur &lt;/strong&gt;adalah Alumnus Ponpes Ar-Raudhatul Hasanah, Medan, Sumatra Utara. Kini, ia dalam masa pengabdian di Ma'had selaku Guru B. Inggris dan staf pengasuhan santri. Gemar dalam kepenulisan, diskusi, maupun kegiatan ekstrakurikuler di ponpes. Sedang mendalami dunia kepenulisan dan motivasi. Bagi anda yang ingin melihat tulisan-tulisannya dapat berkungjung di http://elahmady1809.blogspot.com.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Ia juga dapat dihubungi via e-mail di Muhammad.nur609@yahoo.co.id / muhammad.nur1809@hotmail.com ATAU HP: 081396856500. &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-3542433962488156003?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/3542433962488156003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=3542433962488156003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/3542433962488156003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/3542433962488156003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/bukan-sekadar-mimpi.html' title='Bukan Sekadar Mimpi'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-179527221374409526</id><published>2010-02-11T22:09:00.000+07:00</published><updated>2010-02-11T22:13:27.714+07:00</updated><title type='text'>Bibit yang Tidak Bisa Bertunas</title><content type='html'>Alkisah, di sebuah kerajaan. Karena raja tidak memiliki putra penerus, maka raja menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya. Untuk itu, dibuatlah sayembara pemilihan ke seluruh negeri, agar diseleksi per daerah hingga ujian terakhir yang akan ditentukan oleh baginda raja sendiri. &lt;p&gt; Babak akhir, tersisa delapan orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi. Di ibu kota kerajaan, mereka harus menjalani proses tes terakhir oleh sang raja. Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu persatu. Di hadapan mereka raja berpesan, "Anak-anakku. Tugas sebagai abdi negara bukanlah hal yang mudah. Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian berdelapan terpilih sebagai calon yang terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, ini kuberi tiap orang 5 butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulanglah dan datanglah 2 minggu kemudian kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua minggu kemudian, di hadapan raja, 7 pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba giliran pemuda yang ke-8, dengan wajah malu dan kepala tertunduk, ia melihat ke arah pot yang dibawanya dan berkata, "Ampun baginda, maafkan hamba. Biji yang baginda berikan telah saya tanam, saya rawat dengan hati-hati, tetapi hingga hari ini bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Saya telah gagal menjalankan perintah baginda! Saya tidak mengerti dimana kesalahan saya, tetapi setidaknya saya telah berupaya maksimal. Saya serahkan semua keputusan di tangan baginda." &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terlihat senyum penuh kepuasan kemudian disusul tawa terbahak-bahak sang baginda. "Hahaha...!" Semua yang hadir disitu saling berpandangan heran melihat reaksi raja seperti itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Lalu, Raja menepuk pundak si pemuda, dan berkata, "Terima kasih anak muda. Baginda senang dan puas. Ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh rakyat negeri ini!" &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sambil berpaling kepada semuanya, raja melanjutkan," Dengar baik-baik. Pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku. Dia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan. Memang tanamannya tidak tumbuh, sepertinya dia gagal! Tetapi sebenarnya, biji yang aku berikan kepada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu, jadi ..ya pasti tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun, karena biji itu telah mati. Aku kecewa sekali saat melihat tumbuhnya tunas yang dibawa anak-anak muda ini. Hai...kalian 7 pemuda, tidak jujur! Kalian pantas dihukum karena berani menipu baginda!" &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Segera ketujuh pemuda itu berlutut memohon ampun, namun baginda raja langsung memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ketujuh pemuda itu. Sungguh tragis, ambisi mereka untuk meraih jabatan tersandung karena ketidakjujuran . &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Netter yang luar biasa&lt;/strong&gt;, &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kejujuran adalah mutiara pribadi yang harus kita miliki dan pelihara dengan baik!   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Kejujuran adalah "mata uang" yang berlaku di mana-mana.&lt;/strong&gt; Walaupun kita hidup tidak berkelimpahan harta, namun dengan kejujuran, hidup kita akan bebas dari perasaan waswas, takut, dan cemas. Sehingga, kita akan menikmati kehidupan ini dengan tentram, damai, dan bahagia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam sukses, LUAR BIASA!!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh : Andrie Wongso&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-179527221374409526?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/179527221374409526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=179527221374409526' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/179527221374409526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/179527221374409526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/bibit-yang-tidak-bisa-bertunas.html' title='Bibit yang Tidak Bisa Bertunas'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-8727572429468786619</id><published>2010-02-10T21:49:00.000+07:00</published><updated>2010-02-10T21:54:03.370+07:00</updated><title type='text'>Hadapilah Masalah dengan Ketenangan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt; &lt;em&gt;"Ketenangan adalah sumber kekuatan yang luar biasa". (Lao Tzu) &lt;/em&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt; Setiap orang tidak akan lepas dari masalah. Secara sederhana, &lt;strong&gt;masalah dapat diartikan tidak sesuainya antara harapan dengan kenyataan&lt;/strong&gt;. Jika suatu permasalahan mendatangi kita, tentu saja kita akan berusaha menyelesaikannya secepat mungkin. Namun, bagaimana jika masalah yang datang itu begitu pelik dan kita belum menemukan solusinya? Apakah yang sebaiknya kita lakukan? Mudah-mudahan kisah berikut ini dapat memberikan inspirasi bagi kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu saat seorang tukang kayu sedang asyik bekerja. Secara tak sengaja arlojinya jatuh dan terbenam ke dalam tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji tersebut merupakan hadiah dari seorang sahabatnya, dan telah lama dipakainya. Karena begitu menyukai arloji tersebut, iapun berusaha untuk menemukannya kembali. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sambil mengeluhkan keteledorannya, tukang kayu tersebut membongkar tumpukan serbuk kayu. Teman-temannya ikut pula membantu menemukan arloji tersebut. Namun setelah membolak-balik tumpukan serbuk kayu tersebut, arloji tersebut belum juga ditemukan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika jam istirahat tiba, semua pekerja pergi meninggalkan bengkel tersebut untuk makan siang. Tukang kayu yang kehilangan arloji tersebut, dengan lesu juga meninggalkan bengkel. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat itu datanglah seorang anak mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Rupanya sudah sejak tadi dia memperhatikan mereka mencari arloji yang jatuh ditumpukan serbuk kayu. Anak itu lalu berjongkok dan mulai mencarinya. Tak berapa lama kemudian, ia berhasil menemukan arloji tersebut. Anak itu kemudian menyerahkan arloji tersebut kepada tukang kayu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alangkah gembiranya tukang kayu karena arloji kesayangannya ditemukan kembali. Ia berterima kasih kepada anak tersebut dan bertanya bagaimana ia bisa menemukannya. Padahal sebelumnya banyak orang yang membongkar serbuk kayu tersebut. Anak itupun menjawab: "Saya hanya duduk tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi ‘tok-tak, tok-tak'. Dengan itu, saya tahu di mana arloji itu berada". &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; *** &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika kita mendapatkan masalah, kita ingin masalah itu cepat selesai. Tidak seorangpun ingin masalahnya berlarut-larut yang pada gilirannya dapat menghambat aktivitas. Namun, seringkali ketika masalah itu datang, kita belum memiliki jalan keluarnya. Hal ini terjadi karena peliknya masalah yang dihadapi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Menghadapi suatu masalah pelik, alih-alih memikirkannya setiap saat &lt;strong&gt;ada baiknya sejenak kita lupakan masalah tersebut&lt;/strong&gt;. "Duduklah dengan tenang dan buatlah secangkir teh", demikian kata seorang bijak. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Lao Tzu, seorang filsuf China pernah berucap, "Ketenangan merupakan sumber kekuatan yang luar biasa". &lt;strong&gt;Dalam suasana yang tenang dan nyaman, otak kita akan mampu berpikir dengan baik&lt;/strong&gt;. Ketenangan memberikan kekuatan bagi otak untuk bekerja dengan baik. Berbagai alternatif untuk memecahkan masalah yang pelik tersebut, akan muncul dengan sendirinya dalam pikiran kita. Layaknya detak arloji yang terdengar di keheningan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh sebab itu ketika kita kehilangan akal dalam menghadapi suatu persoalan, maka jangan ambil keputusan apapun. Alih-alih mengambil keputusan yang tergesa-gesa, lebih baik tenangkan pikiran terlebih dahulu. &lt;strong&gt;Ketika saatnya tiba, pikiran akan memberikan jalan keluar yang efektif. Saat itulah waktu yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan. &lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; ______________&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Yusrizal&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;Penulis adalah Staf ADM di FBSS Universitas Negeri Padang, juga aktif menulis di http://yusrizalfirzal.wordpress.com &lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-8727572429468786619?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/8727572429468786619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=8727572429468786619' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/8727572429468786619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/8727572429468786619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/hadapilah-masalah-dengan-ketenangan.html' title='Hadapilah Masalah dengan Ketenangan'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-2635428623969006565</id><published>2010-02-08T22:08:00.002+07:00</published><updated>2010-02-08T22:59:16.152+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Aku "RESIGN" dari Bank Central Asia (Inspiration Story)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kok resign sih dari BCA ?” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berapa kali, pertanyaan simple (yang jawabannya sama sekali tidak simple) ditanyakan kepadaku. Seandainya saja aku mau berusaha keras untuk mengingat kemudian menghitung jumlahnya, aku akan kesulitan melakukannya. Karena memang tak terhitung jumlahnya, alias sudah teramat sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan beberapa orang sempat berkali-kali memintaku untuk menuliskan hal itu. Supaya menjadi pelajaran bagi orang lain, begitu alasan mereka. Bagi siapa ? Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segolongan teman yang mewakili wiraswasta atau lebih beken disebut enterpreneur, menunggu jawaban yang mereka harapkan dapat menjadi sekedar pembenaran bagi alasan-alasan mereka menjadi enterpreneur. Alasannya beragam, dari gaji karyawan yang dianggap kurang, dendam pada atasan, tidak punya pilihan, dan berbagai alasan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan golongan yang kedua adalah kaum profesional (baca : karyawan) tentunya, seringkali merasa jengah, bahkan sebelum mereka mendengar sepatah kata apapun sebagai jawaban atas pertanyaan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku pribadi keduanya sama-sama klise dan sama-sama menggelikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bekerja di PT. Bank Central Asia, Tbk dengan awal yang unik. Sebagai seorang yang masih tergolong freshgraduate aku dipanggil oleh BCA untuk sebuah wawancara. Sebagai sebuah catatan, ketika itu krisis moneter tengah hebat-hebatnya terjadi di Indonesia. Puluhan ribu karyawan di PHK, sementara puluhan ribu sarjana dan calon sarjana, ketar-ketir harap-harap mules, di kampus mereka masing-masing. Mau keluar dari sana, tidak ada pekerjaan. Mau bertahan dikampus, malu karena ketuaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya ingin ditempatkan di team internet banking BCA”, jawabku ketika dua orang petinggi di Divisi Teknologi Informasi bertanya tentang minat yang mendorongku bergabung dengan mereka. “Tetapi team yang Anda maksud belum ada”, jawab salah satu dari mereka, sambil menatapku tajam. “Dalam beberapa bulan lagi team itu akan Bapak bentuk”, jawabku tidak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka saling berpandangan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salah seorang direktur BCA mengatakannya di koran”, sahutku seolah mengerti jalan pikiran mereka. “Ia mengatakan dalam beberapa bulan BCA akan mengkonsetrasikan diri mereka kepada pengaplikasian teknologi internet. Dan itu pastilah berarti bahwa BCA akan membentuk team itu segera. Dan saya ingin berada disana !”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang kembali bertanya, “Seandainya saja Anda ditempatkan di team lain, dengan bidang yang lain, yang bukan merupakan team yang Anda mau. Apakah Anda bersedia ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf Pak, yang saya inginkan hanya di team internet banking, dan bukan yang lain. Jika saya diletakkan dibagian lain, saya lebih memilih untuk tidak diterima di bank ini, karena bagi saya itu adalah sebuah langkah mundur”, jawabku membulatkan tekad memberanikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak aku duga sama sekali, kedua orang pewawancara itupun tertawa terbahak-bahak, sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang gila..orang gila….ya..ya..ya..”, kata mereka kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interview hari itu ditutup begitu saja. Dengan sebutan gila untukku dan terakhir sebuah jabat tangan erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian aku dipanggil kembali, kali ini oleh dua orang yang berbeda. Yang seorang berwajah tampan menggunakan kaca mata dan berkulit putih bersih. Dia jauh lebih irip seorang model atau pemain film, dibandingkan seorang pakar IT(Information Technology). Sedangkan yang seorang lagi, berambut tipis dan memiliki perut yang gemuk. Kalau yang satu ini memiliki aura  IT yang begitu kental. Sorot matanya menandakan ia orang yang sangat cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha..ha..ha..rupanya ini orangnya…ha..ha…ha..”, sambut mereka serempak ketika baru saja melihat sosokku memasuki pintu ruangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami segera berjabat tangan (lagi), dan setelah itu entah mengapa kedua orang itu menghabiskan kurang lebih 2 menit selanjutnya dengan mengamatiku, berpandangan satu sama lain, kemudian tersenyum, lalu menggeleng-gelengkan kepala dan tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, beberapa bulan kemudian BCA membangun aplikasi Internet Banking mereka yang kemudian diberinama klikBCA, dan aku ada disana, sebagai team inti yang bertanggungjawab akan tugas tersebut. Sesuatu yang sangat membanggakan dan tidak akan terlupakan seumur hidupku. Aku mendapatkan apa yang sungguh-sungguh ingin ku kudapatkan. Teknologi internet banking, database, networking, web programming dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, sejak saat itu aku mendapat sebuah pelajaran yang sangat berarti, bahwa hidup ini akan memberikan sesuatu apapun itu (yang baik) kepada siapapun yang sungguh-sungguh meminta dan mengingininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang sangat mengasyikkan kulakoni di bank itu, hingga tidak terasa hampir tujuh tahun berlalu ! Banyak hal berharga yang telah kuterima dari BCA kala itu, diantaranya : memperkokoh gelar Sarjana Komputer dari kampus, dengan serangkaian praktek nyata dilapangan, belajar sistem dunia perbankan,  investasi didunia saham, termasuk pelajaran-pelajaran “tambahan” lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang waktu itu juga aku bertemu dengan beberapa tipe karyawan yang “katanya” nyaris ada disetiap perusahaan. (Bahkan diperusahaan yang kubentuk )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe pertama, mereka yang antusias akan pekerjaan mereka dan bahagia sekaligus bersyukur dengan salary yang mereka dapatkan. Mereka adalah golongan orang-orang yang walau masih hidup didunia, tetapi merasa di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan kedua adalah mereka yang pasrah dengan pekerjaan mereka dan iklash dengan salary mereka. Ini adalah tipe robot, yang melakukan sesuatu bukan karena hasrat, tetapi sebagai sebuah kebiasaan. Dingin dan otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan karyawan ketiga, adalah mereka yang begitu termotivasi pada pekerjaan mereka tetapi tidak ambil pusing pada gaji yang mereka peroleh. Ini adalah golongan pekerja sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir, golongan keempat, adalah mereka-mereka yang benci pada pekerjaannya, tetapi menerima uangnya (karena alasan kebutuhan). Tipe ini akan selalu komplain, tetapi tidak pernah berani keluar dari tempat dimana ia bekerja. Golongan ini kami sebut (bukan oleh saya…tetapi oleh kami)..agak kasar mohon maaf…sekali lagi maaf…sebagai pelacur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan pelacur inilah yang paling mengherankan. Mereka komplain setiap hari akan pekerjaan mereka, komplain akan gaji mereka, setiap hari menjelek-jelekkan perusahaan tempat mereka bekerja, selalu merasa diperlakukan tidak adil, selalu kurang, selalu ada yang salah, tetapi tidak berani atau tidak berhasil mendapatkan tempat kerja baru. (mungkin karena takut, atau mungkin tidak keterima dimana-mana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kempat hal inilah pelajaran “tambahan” yang kumaksud itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, ada satu hal lagi yang paling berharga yang kuterima dari BCA saat itu, yaitu diperkenalkan pada sebuah hobby bernama photography. Sebuah hobby yang sangat luar biasa. Hobby ini juga yang membuat hari Sabtu dan Minggu adalah hari tanpa istirahat buatku. Senin sampai Jumat di kantor, sedangkan Sabtu, Minggu motret. Hobby ini terus bergerak sedemikian rupa sehingga membuat Selasa hingga Kamis ada di kantor, Jumat bolos setengah hari, untuk motret. Senin bolos fullday (jika Sabtu Minggu motret diluar kota). Sabtu dan Minggu, hampir pasti untuk motret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boss di kantor yang semula bertanya, “Kemana lu kok nggak masuk ?”, akhirnya mengubah pertanyaan itu menjadi “Gimana foto kemaren, bagus nggak ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clientnya pun beragam, dari wedding, perorangan hingga perusahaan. Bahkan kegiatan potret memotret didunia wedding, secara tidak sadar menggiring kami untuk membentuk sebuah wedding planner yaitu Kistijah, yang tetap beroperasi hingga sekarang. Lebih dari itu hobby photography akhirnya menggiringku kesebuah persimpangan yang membuat aku mau tidak mau harus memilih yang satu dan meninggalkan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan Bank Central Asia, yang terjadi adalah sesuatu yang berbeda dalam diriku. Aku menemukan sebuah panggilan yang semakin lama semakin kurasakan memang diperuntukkan oleh kehidupan bagiku. Dan panggilan itu bernama “enterpreneur”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses kontemplasi ini berlangsung selama sebulan penuh pada saat aku terbaring karena sakit dirumah. Ketika itu aku baru saja selesai mengerjakan sebuah proyek foto dari dua buah perusahaan obat-obatan terbesar di Indonesia, yaitu Kalbe Farma dan Dankos Laboratories. Mungkin juga karena kurang beristirahat setiap minggunya,  membuatku kelelahan dan akhirnya jatuh sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa terpanggil, dan tidak ingin mendua hati, disamping perasaan bersalah kepada BCA karena tidak bekerja seoptimal dulu, membuat aku akhirnya memutuskan untuk menjawab panggilan itu dan meninggalkan Divisi Teknologi Informasi PT. Bank Central Asia, Tbk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi alasan kepergianku dari BCA dan memulai perjalanan dalam dunia enterpreneur tidak sama dengan alasan klise yang sering “digembar-gemborkan” oleh sebagian dari mereka yang kemudian beralih dari karyawan menjadi siluman enterpreneur. Orang-orang yang merasa mentok di karir pekerjaan, atau ingin buru-buru kaya, ataupun dendam akan pekerjaan dan perusahaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aku resign dari BCA, sambil mengantongi sebuah janji promosi di satu tahun kedepan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa begitu banyak orang, baik dari golongan profesional/karyawan maupun enterpreneur, mempunyai anggapan bahwa enterpreneur itu berada di srata lebih tinggi dari kaum karyawan. Sebuah anggapan yang bagiku pribadi, tidak selalu benar dan sangat tidak mendasar. Padahal kaum enterpreneur seringkali sangat menggantungkan kesuksesan dan kelangsungan hidup bisnis mereka pada para profesional yang ada. Apakah pengusaha sekaliber Bob Sadino tidak membutuhkan sederet kaum profesional yang membantunya mencetak miliaran rupiah ? Rasanya tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan ini juga sama kelirunya -bagiku pribadi- dengan sebuah anggapan bahwa kalau ingin cepat kaya jadilah enterpreneur, sedangkan kalau mau miskin seumur hidup jadilah karyawan. Ini sesuatu yang aneh, mengingat setiap orang memiliki gunung rejekinya sendiri-sendiri. Dan TUHAN, Yang Maha Kaya sama sekali tidak dapat diukur dengan “besar-kecilnya” gaji yang diperoleh oleh karyawan diperusahaan tempatnya bekerja, karena rejeki yang IA siapkan tidak terbatas bagi masing-masing orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, bagiku pribadi, semua ini adalah masalah panggilan dan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga tidak ada alasan untuk tidak berbangga menjadi seorang karyawan/kaum profesional apalagi seorang karyawan yang sungguh-sungguh profesional. Dan sama sekali tidak ada alasan bagi kaum enterpreneur untuk membusungkan dada dan memandang rendah mereka yang berada diquadrant lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti nasehat bijak yang pernah kudapatkan dari seseorang yang luar biasa, “Yang jelas dimanapun kita berada dan apapun status kita, selalu berikan yang terbaik. Jika kita kebetulan sebagai karyawan, berikan yang terbaik dan berdoalah selalu bagi perusahaan tempat kita bekerja. Jika kita adalah enterpreneur, berikan yang terbaik untuk karyawan kita dan untuk client-client kita, maka rekaman-rekaman tak kasat mata dalam hidup ini akan mencatat secara sangat detail semua sumbangsih kita, kemudian menunggu waktu tepat untuk membalaskan kepada kita semuanya itu. Bukan berdasarkan golongan enterpreneur atau karyawan, tetapi seberapa tulus kita memberikan yang terbaik bagi kehidupan. Karena TUHAN pemilik kehidupan ini tidak pernah membiarkan diri-NYA berhutang kepada siapapun !” (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;what a wonderfull world ! what a exiciting journey !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Made Teddy Artiana, S. Kom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com/&lt;br /&gt;mobile # 0813 178 227 20&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-2635428623969006565?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/2635428623969006565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=2635428623969006565' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/2635428623969006565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/2635428623969006565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/mengapa-aku-resign-dari-bank-central.html' title='Mengapa Aku &quot;RESIGN&quot; dari Bank Central Asia (Inspiration Story)'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-892124402760590593</id><published>2010-02-06T23:39:00.000+07:00</published><updated>2010-02-06T23:44:13.726+07:00</updated><title type='text'>Airnya Yang Keruh, Atau Dispensernya Yang Berdebu?</title><content type='html'>Hore,&lt;br /&gt;Hari Baru!&lt;br /&gt;Teman-teman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah anda pernah berurusan dengan para pemakai ’topi negatif?’ Apapun yang anda katakan, mereka selalu menanggapinya secara negatif. Sekalipun anda membicarakan sesuatu yang positif, dimata mereka tetap saja negatif. Bahkan, sekalipun mengakui bahwa gagasan anda mengandung sisi positif, mereka tetap berdiri disudut pandang negatif. Walhasil, mereka tidak mendapatkan manfaat apapun dari apa yang anda sampaikan. Eh, jangan-jangan; yang memakai topi negatif itu kita sendiri, ya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teman saya yang bekerja disebuah perusahaan air minum dalam kemasan bercerita tentang seorang pelanggan yang komplain dengan sangat garang. Sungguh seorang pelanggan yang sadar bahwa ’Customer is King’. Didorong oleh dedikasi, teman saya mengunjungi rumah sang pelanggan untuk menindaklanjuti pengaduannya. Tahap pertama yang dilakukan oleh teman saya adalah memastikan bahwa air minum yang dibelinya memang asli keluaran perusahaannya. Ternyata asli. Jadi, seharusnya air itu mencerminkan komitmen perusahaan terhadap kualitas air yang dipasarkannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahap kedua, teman saya menginspeksi tata cara penanganan air tersebut. Termasuk diantaranya kondisi dispenser yang digunakan tuan rumah. Pemeriksaan tidak hanya dibagian yang mudah terlihat, melainkan juga bagian dalamnya. Dan dengan disaksikan oleh tuan rumah, pemeriksaan itu menghasilkan ’beberapa telur kecoa’ dan biangnya sekalian. Sekali lagi, salah satu sifat ’lemah’ manusia muncul. Jika air yang keluar dari dispenser kita kotor, kita berkesimpulan bahwa air yang kita beli kualitasnya buruk. Dan pihak yang harus bertanggungjawab adalah produser air itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam banyak situasi, kisah nyata yang diceritakan oleh teman saya itu sangat mirip dengan keseharian kita. Kita cenderung melihat ’keluar’ daripada ’kedalam’.  Makanya tidak heran jika ada saja orang-orang yang selalu memandang negatif terhadap pemikiran, gagasan dan pendapat orang lain. Dari sudut pandang ilmu perilaku, hal  semacam itu disebut dengan istilah ’judgemental’. Orang dengan sikap ’judgemental’ selalu terfokus kepada kelemahan pendapat orang lain. Sehingga, terhadap apapun yang dikatakan oleh orang lain; dia selalu berusaha menemukan sisi buruknya. Tidak peduli betapa baik dan mumpuninya gagasan seseorang, pasti ada celah untuk diserang. Lagipula, bukankah kita percaya pada dogma ’tidak ada yang sempurna’?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lho, bukankah kemampuan seseorang untuk menemukan titik lemah adalah salah satu ciri kecerdasan? Itu betul. Karena kemampuan untuk berpikir kritis adalah tanda dari orang-orang yang IQ-nya tinggi. Namun, kita semua tahu, bahwa IQ bukanlah faktor penentu utama dalam mengukur kualitas diri seseorang. Karena, tanpa standar kecerdasan lain, seseorang dengan IQ tinggi hanya mirip mesin hitung. Sederhananya, ’berpikir kritis’ ada di daerah ’kedigdayaan’ IQ, sedangkan ’menemukan cara terbaik untuk ’mengekspresikan’ beda pendapat ada di wilayah ’kearifan’ EQ. Dan untuk membangun interaksi positif manusia butuh kedua-duanya. Makanya, orang-orang yang hanya cerdas IQ tapi rendah EQ, sering dilanda frustrasi karena kegagalannya untuk meraih penerimaan orang lain atas ’kecanggihan’ dirinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahap ketiga yang dilakukan oleh teman saya adalah menunjukkan cara membersihkan dispenser, dan tips merawatnya agar tetap bersih. Dan setelah dispenser itu dibersihkan, ternyata air yang keluar dari dalamnya juga bersih. Boleh jadi, bukan gagasan atau  sumbernya yang bermasalah, melainkan kepala dan hati kita yang berfungsi seperti dispenser itu yang kurang bersih. Sehingga kalau kita bersedia membersihkannya, akan kita temukan kebenaran, dan kejernihan dari gagasan yang datang dari orang lain. Mengapa kita butuh itu? Karena, orang paling cerdas sekalipun tidak mampu menemukan semua solusi. Sehingga, kesediaan kita untuk menerima gagasan dan masukan dari orang lain dengan hati yang bersih menjadi faktor penting. Apakah itu berarti kita harus selalu setuju dengan gagasan orang lain? Tidak juga. Namun, setidak-tidaknya kita bisa bertukar pikiran dengan itikad yang baik, melalui cara yang baik, untuk menemukan solusi terbaik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengapa begitu? Karena, dari sudut pandang ilmu komunikasi, bukan hanya isi atau konten yang harus baik, melainkan juga bagaimana cara menyampaikannya. Jika menerapkan prinsip ini, mungkin kita bisa menghindari konflik yang terjadi karena salah satu pihak merasa benar sendiri. Dan ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang bersedia membersihkan ’dispenser’ didalam dirinya sendiri. Caranya? Antara lain, (1) Menghargai hak orang lain untuk menyampaikan gagasan, (2) Membuka diri akan kemungkinan kebenaran pihak lain, (3) Menenpuh jalan elegan saat berbeda pendapat,  dan (4) Jikapun tidak bisa mencapai kata sepakat, junjung tinggilah norma yang berlaku dimasyarakat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mari Berbagi Semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dadang Kadarusman &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“SS-Pro™ Office Communication Strategy” Learning Facilitator  &lt;br /&gt;http://www.dadangkadarusman.com/  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Kaki: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kualitas diri seseorang tidaklah semata-mata dinilai dari kecanggihan hasil pemikirannya. Melainkan juga, melalui cara dia menyampaikannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-892124402760590593?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/892124402760590593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=892124402760590593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/892124402760590593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/892124402760590593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/airnya-yang-keruh-atau-dispensernya.html' title='Airnya Yang Keruh, Atau Dispensernya Yang Berdebu?'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-1841225047430207542</id><published>2010-02-05T06:03:00.000+07:00</published><updated>2010-02-05T06:14:33.883+07:00</updated><title type='text'>Anda Hanya Butuh 1 Kata dalam berhubungan dengan orang lain yaitu Pujian</title><content type='html'>Cerita-cerita terdahulu banyak sekali yang memberitahukan kita bahwa setiap manusia itu ingin dan selalu ingin merasa di hargai dan diakui keberadaannya di dunia ini. Yaa...pengakuan ini tentu saja akan berbeda-beda bagi setiap orang tergantung siapa dan bagaimana backgroundnya terdahulu. Namun benang merahnya (seperti kata dalang dalam OVJ), untuk mendapatkan hal ini hanya satu yaitu memperoleh perasan penting diantara rekan teman,keluarga dan lingkungan sejawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat menjadi penting dan besar hampir sama mutlaknya seperti keinginan makan dan tidur. Hal ini merupakan gambaran yang jelas yang pernah di keluarkan oleh beberapa orang besar yaitu Sigmun Freud yang pernah berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa segala yang anda dan saya kerjakan berasal dari dua motif, desakan seks dan hasrat menjadi besar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Dewey: "Desakan yang paling dalam pada sifat dasar manusia adalah hasrat untuk menjadi penting".&lt;br /&gt;William James" "Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan di hargai".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Lincoln juga pernah mengirim suratnya dengan mengucapkan, "setiap orang menyukai pujian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil saja contoh George Washington ingin dipanggil yang mulia. Colombus memohon mendapatkan sebutan "Admiral lautan dan raja muda india". Yang mulia Catherine menolak untuk membuka surat-surat yang tidak bertuliskan yang mulia. Yang di depan mata kita saja bagaimana guru bangsa kita yang baru saja berpulang sedang berusaha mendapatkan gelar pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak aneh memang hal ini terjadi, dan ini memang sifat dasar. Kalau anda pernah merenungkan diri anda sendiri, anda baru akan sadar kalau biasanya pada saat anda tidak memikirkan sebuah pekerjaan, maka lebih dari 75 % waktu anda akan anda habiskan untuk memikirkan diri anda sendiri. Apa yang anda pikirkan  ini menunjukkan bahwa setiap orang itu memang memiliki sifat egoisme dan mengutamakan dirinya di dalam kehidupannya. Hal ini sangat wajar dan tidak ada yang salah dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik bukan, penjabaran di atas penting sekali dalam kehidupan kita karena hal tersebut dapat menjadi modal utama bagi kita semua untuk dapat berhasil dalam hidup kita. Seorang teman saya di kantor yang terdahulu, yang sering selalu saya sebut sebagai ideal leader, adalah sebuah karakter yang sempurna menurut saya. Dia adalah seorang teman, atasan dan rekan kerja yang luar biasa. Beliau adalah seorang pemimpin department di sebuah perusahaan besar di Indonesia. Beliau sangat tahu bagaimana untuk menghargai orang lain dan dengan kemampuannya ini menjadi tenaga pegas yang luar biasa dalam karirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan umurnya yang terbilang muda beliau sudah bisa memimpin sebuah departemen strategis di perusahaan tersebut. Saya sempat terheran melihat beberapa hal yang dia lakukan didalam kegiatan bersosialisasi di kantor. Mari kita telaah beberapa kebiasaaanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia selalu memuji setiap pendapat yang di keluarkan siapapun, bahkan menurut saya itu pendapat yang biasa banget tapi dia bisa memberikan penghargaan yang tulus akan itu (pujian/penghargaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia selalu fokus dan berusaha tidak terganggu oleh apapun apabila orang lain sedang berbicara, dan seakan-akan pendapat orang tersebut sebegitu pentingnya untuk dia (pujian/penghargaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia selalu mengingat beberapa patah kata yang pernah dia dengar dan dalam kesempatan lain dia akan memberitahukan kata-kata tadi dan memberitahukan dia mendapatkan pendapat itu dari siapa (pujian/penghargaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tindakan diatas saya sampaikan dengan maksud ingin menunjukkan kepada anda, bahwa memang pujian dan penghargaan merupakan hal penting dalam hidup ini. Saya yakin anda pun setuju bahwa dipuji atau di hargai orang lain merupakan kebutuhan dasar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu mari kita berhenti memikirkan diri sendiri saja, luangkan waktu yang lebih untuk mencari kelebihan seseorang dibandingkan mencari kelemahan seseorang. Berilah pujian yang tulus, lakukan pujian itu sepenuh hati. Ingat bahwa seorang M. Schwab - seorang pemimpin perusahaan baja terkenal yang bergaji sejuta dolar tiap tahun atau tiga ribu dolar sehari- pada saat  berbagi  rahasaianya beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa asset yang paling besar yang saya miliki adalah kemampuan saya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain, dan hal ini saya lakukan dengan sebisa mungkin memberikan penghargaaan dan pujian dan meninggalkan sejauh-jauhnya yang namanya kritik". &lt;br /&gt;Salam hangat dari saya dan sukses selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D_loebiz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Founder &amp;amp; Motivator Beranie Gagal.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-1841225047430207542?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/1841225047430207542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=1841225047430207542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/1841225047430207542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/1841225047430207542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/anda-hanya-butuh-1-kata-dalam.html' title='Anda Hanya Butuh 1 Kata dalam berhubungan dengan orang lain yaitu Pujian'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-6837275021674099134</id><published>2010-02-03T08:41:00.000+07:00</published><updated>2010-02-03T08:42:57.788+07:00</updated><title type='text'>Haruskah Kita Memarahi atau Mengkritik? I Don't Think So...</title><content type='html'>Setiap hari kita bertemu dengan berbagai macam orang, pasti akan menjadi alat musik yang akan menjadi nada-nada yang mengisi kehidupan kita. Ada yang lagi senang, sedih, bahagia bahkan ada yang lagi tidak jelas sambil tertawa (hihihihi.. mudah-mudahan bukan kita), ada juga yang sambil terbengong bengong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fyuh...seru sekali yah. Itulah memang kenyataanya bahwa latar belakang dan permasalahn yang dihadapi setiap orang yang menyebabkan mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang mungkin menurut kita bodoh atau sama sekali out of our mind. Mungkin anda akan bilang: "Gila apa ya?!", "Kok bisa ya?", "Ampun deh", "Woww!!", dan mungkin masih banyak lagi yang lainnya. Terkadang kegiatan-kegiatan yang tidak masuk akal ini akan mereka lakukan di dalam kehidupannya bertetangga dengan kita, bekerja sama dengan kita dan berbisnis dengan kita. Dan kalau ini terjadi menyebabkan kita ingin meledak dan memakan orang-orang ini, karena dengan adanya masalah-masalah mereka kita yang terkena dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dalam satu diskusi dengan teman saya, sebut saja TAnzil, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dod, di dalam hidup ini hanya satu yang nggak ingin saya temuin"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa tuh zil?" tanya saya, beliau menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya gak pingin ketemu dengan orang gila",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tercengang, dan kembali menanyakan maksud dari perkataan dia tadi, lalu teman saya ini menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sampai saya ketemu satu orang gila aja pasti akan merusak semua kehidupan saya", semakin bingung saya dan kembali menanyakan apa maksudnya, sambil dia tertawa dia menjelaskan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu bayangin kalau kamu ketemu tetangga yang gila dan hidup seenaknya. Bagaimana kehidupan kita bermasyarakat pasti ada yang tak beres. Kalau di kantor ketemu orang gila pasti akan ada aja ritme yang dirusak. Kalau berbisnis bertemu orang gila pasti ada aja yang jahilin. Itu lah makanya saya tidak ingin ketemu dengan orang gila".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiasan yang menarik dan saya sangat menyetujuinya. Tapi apakah anda bisa menghindarinya? Tentu tidak, di kantor saya yang dahulu ada seperti itu, di tempat usaha saya ada yang seperti itu, di lingkungan saya pun ada. Lalu apakah kita harus menghindar? Tentu tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang terjadi kalau kita bertemu dengan orang-orang semacam ini? Setiap kali kita bertemu dengan orang-orang semacam ini, saya yakin anda akan terpancing emosinya dan marah lalu mengkritiknya. Tidak ada yang salah, sangat manusiawi, bahkan dulu saya juga pernah melakukannya. Namun apakah tindakan itu benar? Ya, saya rasa anda tahu jawabannya, marah atau mengkritik  bukan solusi yang terbaik dalam menghadapi hal ini. Anda tahu bahwa kritik dan marah adalah hal yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Karena kedua hal ini menempatkan seseorang dalam posisi defensive dan biasanya membuat orang itu berusaha mempertahankan dirinya. Kritik dan marah itu sangat berbahaya karena melukai rasa kebanggaan seseorang, melukai perasaan pentingnya dan meimbulkan rasa benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti anda akan bertanya Mengapa demikian? Dalam buku "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengarui Lawan", karangan Dale Carnegie, beliau mengatakan bahwa semua orang tidak pernah merasa salah, dan apa yang mereka lakukan mereka selalu rasionalisasi. Sebagai contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pembunuh berdarah dingin di Amerika (Crowley) yang tidak segan-segan membunuh siapapun dengan sadis. Pada saat membunuh polisi yang dibunuhnya dan pada saat sebelum tertangkap  Crowley  menulis dengan darah "Di balik pakaian saya ada hati yang letih, tapi ada sebuah hati yang baik". Begitu pula pada saat hendak di hukum mati, Crowley mengatakan bahwa apa yang saya lakuan karena membela diri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al capone, yang pemimpin gang yang paling kejam dan pernah membantai di Chicago, menganggap dirinya adalah dermawan yang tidak dihargai dan tidak di mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dutch Schultz, salah seorang penjahat paling terkenal di New York, menyatakan dalam wawancara bahwa dia adalah dermawan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga contoh di atas diakui oleh Lewis Laws yang merupakan sipir penjara sing sing New Yor , yang menyatakan bahwa hanya sedikit dari para kriminal yang menganggap dirinya orang jahat, dan mereka sama manusiawinya seperti anda dan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa hal di atas membuktikan bahwa semua orang itu tidak ada yang menganggap dirinyaitu gila, salah dan buruk. Mereka beranggapan bahwa kita saja (orang di sekelilingnya) yang tidak mengerti kenapa mereka melakukan itu, dan hal ini yang menyebabkan mengkritik dan memarahi adalah hal fatal dalam bersosialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BF Skinner, seorang psikolog terkenal di dunia membuktikan lewat pengalamannya, bahwa seekor binatang yang diajari dengan imbalan hadiah akan belajar jauh lebih cepat dibandingkan yang dengan menggunakan hukuman dan amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hans Selye, seorang psikolog besar lainnya mengatakan bahwa kehausan kita akan persetujuan sama besarnya dengan ketakutan kita atas kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa hal di atas saya ingin kita semua memahami bahwa it's useless (tidak guna) bagi kita untuk memarahi dan mengkritik seseorang, maka jadilah temannya, pahami dia dan sentuhlah dia tepat di hatinya (hua hua hua seperti lagunya ari lasso), maka anda akan jauh lebih mudah merubah seseorang. Ingat hal ini, memarahi dan mengkritik hanya akan membuat anda ikut kesal, capai dan buang-buang tenaga. Jadilah orang yang yang wise, memahami dan merubah orang lain dengan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat dari saya dan sukses selalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D_loebiz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Founder &amp;amp; Motivator BeranieGagal.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-6837275021674099134?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/6837275021674099134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=6837275021674099134' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/6837275021674099134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/6837275021674099134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/haruskah-kita-memarahi-atau-mengkritik.html' title='Haruskah Kita Memarahi atau Mengkritik? I Don&apos;t Think So...'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5265885931300930891.post-7111973470354963392</id><published>2010-02-02T06:44:00.001+07:00</published><updated>2010-02-02T06:46:53.936+07:00</updated><title type='text'>Beranie Gagal Desember 2009 &amp; Januari 2010 Versi PDF Sudah Ada</title><content type='html'>Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah tersedia Blog &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Beranie Gagal Desember 2009 &amp;amp; Januari 2010&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal &gt; Arsip 2009 untuk Desember 2009 dan E-book Beranie Gagal &gt; Arsip 2010 untuk Januari 2010. Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Membaca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ryan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Founder &amp;amp; Moderator Beranie Gagal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5265885931300930891-7111973470354963392?l=beranigagal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beranigagal.blogspot.com/feeds/7111973470354963392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5265885931300930891&amp;postID=7111973470354963392' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/7111973470354963392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5265885931300930891/posts/default/7111973470354963392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beranigagal.blogspot.com/2010/02/beranie-gagal-desember-2009-januari.html' title='Beranie Gagal Desember 2009 &amp; Januari 2010 Versi PDF Sudah Ada'/><author><name>Ryan - Dodi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00868014101058896491</uri><email>beraniegagal@beranibisnis.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09388604895214934309'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>