tag:blogger.com,1999:blog-42523279357412256602008-07-23T22:39:05.198+07:00PB Cipta Prima UtamaMas Herryhttp://www.blogger.com/profile/12082363408150980342noreply@blogger.comBlogger5125tag:blogger.com,1999:blog-4252327935741225660.post-24222798112542718062007-06-27T12:04:00.000+07:002007-06-27T12:09:59.584+07:00Falsafah Pendidikan Jasmani:<span style="font-size:100%;"><span style="font-weight: bold;font-size:130%;" ><span style="font-family:georgia;"> Hakikat Pendidikan Jasmani</span><br /></span></span><span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:85%;" >PJKR-Unnes.Com<br /></span><span style="font-size:100%;"><span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:85%;" ><span style="font-family:georgia;"><br />Written by Drs. Agus Mahendra, M.A. </span><br /><span style="font-family:georgia;">Kamis, 25 Januari 2007</span><br /></span><br /><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, mahluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Pada kenyataannya, pendidikan jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh luas. Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. Lebih khusus lagi, penjas berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dan wilayah pendidikan lainnya: hubungan dari perkembangan tubuh-fisik dengan pikiran dan jiwanya. Fokusnya pada pengaruh perkembangan fisik terhadap wilayah pertumbuhan dan perkembangan aspek lain dari manusia itulah yang menjadikannya unik. Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti pendidikan jasmani yang berkepentingan dengan perkembangan total manusia.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Per definisi, pendidikan jasmani diartikan dengan berbagai ungkapan dan kalimat. Namun esensinya sama, yang jika disimpulkan bermakna jelas, bahwa pendidikan jasmani memanfaatkan alat fisik untuk mengembangan keutuhan manusia. Dalam kaitan ini diartikan bahwa melalui fisik, aspek mental dan emosional pun turut terkembangkan, bahkan dengan penekanan yang cukup dalam. Berbeda dengan bidang lain, misalnya pendidikan moral, yang penekanannya benar-benar pada perkembangan moral, tetapi aspek fisik tidak turut terkembangkan, baik langsung maupun secara tidak langsung.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Karena hasil-hasil kependidikan dari pendidikan jasmani tidak hanya terbatas pada manfaat penyempurnaan fisik atau tubuh semata, definisi penjas tidak hanya menunjuk pada pengertian tradisional dari aktivitas fisik. Kita harus melihat istilah pendidikan jasmani pada bidang yang lebih luas dan lebih abstrak, sebagai satu proses pembentukan kualitas pikiran dan juga tubuh.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Sungguh, pendidikan jasmani ini karenanya harus menyebabkan perbaikan dalam ‘pikiran dan tubuh’ yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan harian seseorang. Pendekatan holistik tubuh-jiwa ini termasuk pula penekanan pada ketiga domain kependidikan: psikomotor, kognitif, dan afektif. Dengan meminjam ungkapan Robert Gensemer, penjas diistilahkan sebagai proses menciptakan “tubuh yang baik bagi tempat pikiran atau jiwa.” Artinya, dalam tubuh yang baik ‘diharapkan’ pula terdapat jiwa yang sehat, sejalan dengan pepatah Romawi Kuno: Men sana in corporesano.</span><br /><br /><br /><span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" >Kesatuan Jiwa dan Raga</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Salah satu pertanyaan sulit di sepanjang jaman adalah pemisahan antara jiwa dan raga atau tubuh. Kepercayaan umum menyatakan bahwa jiwa dan raga terpisah, dengan penekanan berlebihan pada satu sisi tertentu, disebut dualisme, yang mengarah pada penghormatan lebih pada jiwa, dan menempatkan kegiatan fisik secara lebih inferior.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Pandangan yang berbeda lahir dari filsafat monisme, yaitu suatu kepercayaan yang memenangkan kesatuan tubuh dan jiwa. Kita bisa melacak pandangan ini dari pandangan Athena Kuno, dengan konsepnya “jiwa yang baik di dalam raga yang baik.” Moto tersebut sering dipertimbangkan sebagai pernyataan ideal dari tujuan pendidikan jasmani tradisional: aktivitas fisik mengembangkan seluruh aspek dari tubuh; yaitu jiwa, tubuh, dan spirit. Tepatlah ungkapan Zeigler bahwa fokus dari bidang pendidikan jasmani adalah aktivitas fisik yang mengembangkan, bukan semata-mata aktivitas fisik itu sendiri. Selalu terdapat tujuan pengembangan manusia dalam program pendidikan jasmani.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Akan tetapi, pertanyaan nyata yang harus dikedepankan di sini bukanlah ‘apakah kita percaya terhadap konsep holistik tentang pendidikan jasmani, tetapi, apakah konsep tersebut saat ini bersifat dominan dalam masyarakat kita atau di antara pengemban tugas penjas sendiri?</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Dalam masyarakat sendiri, konsep dan kepercayaan terhadap pandangan dualisme di atas masih kuat berlaku. Bahkan termasuk juga pada sebagian besar guru penjas sendiri, barangkali pandangan demikian masih kuat mengakar, entah akibat dari kurangnya pemahaman terhadap falsafah penjas sendiri, maupun karena kuatnya kepercayaan itu. Yang pasti, masih banyak guru penjas yang sangat jauh dari menyadari terhadap peranan dan fungsi pendidikan jasmani di sekolah-sekolah, sehingga proses pembelajaran penjas di sekolahnya masih lebih banyak ditekankan pada program yang berat sebelah pada aspek fisik semata-mata. Bahkan, dalam kasus Indonesia, penekanan yang berat itu masih dipandang labih baik, karena ironisnya, justru program pendidikan jasmani di kita malahan tidak ditekankan ke mana-mana. Itu karena pandangan yang sudah lebih parah, yang memandang bahwa program penjas dipandang tidak penting sama sekali.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Nilai-nilai yang dikandung penjas untuk mengembangkan manusia utuh menyeluruh, sungguh masih jauh dari kesadaran dan pengakuan masyarakat kita. Ini bersumber dan disebabkan oleh kenyataan pelaksanaan praktik penjas di lapangan. Teramat banyak kasus atau contoh di mana orang menolak manfaat atau nilai positif dari penjas dengan menunjuk pada kurang bernilai dan tidak seimbangnya program pendidikan jasmani di lapangan seperti yang dapat mereka lihat. Perbedaan atau kesenjangan antara apa yang kita percayai dan apa yang kita praktikkan (gap antara teori dan praktek) adalah sebuah duri dalam bidang pendidikan jasmani kita.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><br /><span style="font-weight: bold;">Hubungan Pendidikan Jasmani dengan Bermain dan Olahraga</span></span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Dalam memahami arti pendidikan jasmani, kita harus juga mempertimbangkan hubungan antara bermain (play) dan olahraga (sport), sebagai istilah yang lebih dahulu populer dan lebih sering digunakan dalam konteks kegiatan sehari-hari. Pemahaman tersebut akan membantu para guru atau masyarakat dalam memahami peranan dan fungsi pendidikan jasmani secara lebih konseptual.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Bermain pada intinya adalah aktivitas yang digunakan sebagai hiburan. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang bersifat fisikal yang tidak kompetitif, meskipun bermain tidak harus selalu bersifat fisik. Bermain bukanlah berarti olahraga dan pendidikan jasmani, meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi, yang menempatkannya lebih dekat kepada istilah pendidikan jasmani. Akan tetapi, pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional, olahraga melibatkan aktivitas kompetitif.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Ketika kita menunjuk pada olahraga sebagai aktivitas kompetitif yang terorganisir, kita mengartikannya bahwa aktivitas itu sudah disempurnakan dan diformalkan hingga kadar tertentu, sehingga memiliki beberapa bentuk dan proses tetap yang terlibat. Peraturan, misalnya, baik tertulis maupun tak tertulis, digunakan atau dipakai dalam aktivitas tersebut, dan aturan atau prosedur tersebut tidak dapat diubah selama kegiatan berlangsung, kecuali atas kesepakatan semua pihak yang terlibat.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Di atas semua pengertian itu, olahraga adalah aktivitas kompetitif. Kita tidak dapat mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi, sehingga tanpa kompetisi itu, olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi. Bermain, karenanya pada satu saat menjadi olahraga, tetapi sebaliknya, olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain; karena aspek kompetitif teramat penting dalam hakikatnya.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Di pihak lain, pendidikan jasmani mengandung elemen baik dari bermain maupun dari olahraga, tetapi tidak berarti hanya salah satu saja, atau tidak juga harus selalu seimbang di antara keduanya. Sebagaimana dimengerti dari kata-katanya, pendidikan jasmani adalah aktivitas jasmani yang memiliki tujuan kependidikan tertentu. Pendidikan Jasmani bersifat fisik dalam aktivitasnya dan penjas dilaksanakan untuk mendidik. Hal itu tidak bisa berlaku bagi bermain dan olahraga, meskipun keduanya selalu digunakan dalam proses kependidikan.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Bermain, olahraga dan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan, dan ketiganya dapat melumat secara pas dalam konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan. Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan, seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada tujuan kependidikan. Misalnya, olahraga profesional (di Amerika umumnya disebut athletics) dianggap tidak punya misi kependidikan apa-apa, tetapi tetap disebut sebagai olahraga. Olahraga dan bermain dapat eksis meskipun secara murni untuk kepentingan kesenangan, untuk kepentingan pendidikan, atau untuk kombinasi keduanya. Kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan secara eksklusif; keduanya dapat dan harus beriringan bersama.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><br /><span style="font-weight: bold;">Lalu bagaimana dengan rekreasi dan dansa (dance)?</span></span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Para ahli memandang bahwa rekreasi adalah aktivitas untuk mengisi waktu senggang. Akan tetapi, rekreasi dapat pula memenuhi salah satu definisi “penggunaan berharga dari waktu luang.” Dalam pandangan itu, aktivitas diseleksi oleh individu sebagai fungsi memperbaharui ulang kondisi fisik dan jiwa, sehingga tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu. Rekreasi adalah aktivitas yang menyehatkan pada aspek fisik, mental dan sosial. Jay B. Nash menggambarkan bahwa rekreasi adalah pelengkap dari kerja, dan karenanya merupakan kebutuhan semua orang.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Dengan demikian, penekanan dari rekreasi adalah dalam nuansa “mencipta kembali” (re-creation) orang tersebut, upaya revitalisasi tubuh dan jiwa yang terwujud karena ‘menjauh’ dari aktivitas rutin dan kondisi yang menekan dalam kehidupan sehari-hari. Landasan kependidikan dari rekreasi karenanya kini diangkat kembali, sehingga sering diistilahkan dengan pendidikan rekreasi, yang tujuan utamanya adalah mendidik orang dalam bagaimana memanfaatkan waktu senggang mereka.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Sedangkan dansa adalah aktivitas gerak ritmis yang biasanya dilakukan dengan iringan musik, kadang dipandang sebagai sebuah alat ungkap atau ekspresi dari suatu lingkup budaya tertentu, yang pada perkembangannya digunakan untuk hiburan dan memperoleh kesenangan, di samping sebagai alat untuk menjalin komunikasi dan pergaulan, di samping sebagai kegiatan yang menyehatkan.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Di Amerika, dansa menjadi bagian dari program pendidikan jasmani, karena dipandang sebagai alat untuk membina perbendaharaan dan pengalaman gerak anak, di samping untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta pewarisan nilai-nilai. Meskipun menjadi bagian penjas, dansa sendiri masih dianggap sebagai cabang dari seni. Kemungkinan bahwa dansa digunakan dalam penjas terutama karena hasilnya yang mampu mengembangkan orientasi gerak tubuh. Bahkan ditengarai bahwa aspek seni dari dansa dipandang mampu mengurangi kecenderungan penjas agar tidak terlalu berorientasi kompetitif dengan memasukkan unsur estetikanya. Jadi sifatnya untuk melengkapi fungsi dan peranan penjas dalam membentuk manusia yang utuh seperti diungkap di bagian-bagian awal naskah ini.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Last Updated ( Kamis, 25 Januari 2007 )</span></span>Mas Herryhttp://www.blogger.com/profile/12082363408150980342noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4252327935741225660.post-37302012465904303212007-06-05T09:38:00.000+07:002007-06-05T09:41:00.188+07:00Rexy Mainaky Interview 25/3/07<span style="font-size:100%;"><b style="font-family: georgia;">Pemain terima pujian berlebihan ‘lupa diri’</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Oleh Nasron Sira Rahim</span><br /><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Semangat juang skuad badminton masih kurang<br /><br /></b><b style="font-family: georgia;"><i>Hasrat Malaysia memburu pingat emas dalam sukan badminton pada Sukan Olimpik tahun depan, kini disandarkan pada beregu emas negara, Koo Kien Keat-Tan Boon Heong dan pastinya ‘arkitek’ yang membentuk kejayaan beregu itu ketika ini adalah jurulatih mereka yang juga bekas pemain kebangsaan Indonesia, Rexy Mainaky. Wartawan Berita Minggu, NASRON SIRA RAHIM, menemui Rexy yang juga bekas juara Olimpik 1996 selain pelbagai lagi kejohanan berprestij dunia, untuk menilai kemampuan Malaysia menjuarai kategori beregu lelaki badminton pada Sukan Olimpik 2008 di Beijing, China. Rexy yang juga bekas jurulatih England sebelum ini turut ‘membongkar rahsia’ kemampuan pemain badminton England, Malaysia dan Indonesia dalam pertemuan pada Majlis Sukan Negara (MSN) Bukit Jalil, Selangor, baru-baru ini.</i><br /><br />APAKAH perasaan saudara selepas anak didik Koo Kien Keat dan Tan Boon Heong memenangi Kejohanan Seluruh England, Sukan Asia Doha, Terbuka Switzerland, malah tergolong dalam kelompok 10 pasangan terbaik dunia ketika ini?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Pastinya dalam skuad kebangsaan, bukan hanya saya seorang sebagai jurulatih beregu. Ada lagi dua bekas pemain kebangsaan Malaysia sebagai jurulatih iaitu Pang Cheh Chang dan Chan Kim Wai dan mereka berdua bersama saya adalah jurulatih lelaki beregu.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jadi untuk kita bertiga pada posisi ini (jurulatih), saya dan dua teman itu, kita pasti gembira. Dari dulu kita mampu membuat satu sejarah buat Malaysia. Biar belum menang ketika itu, hasil latihan menyebabkan pemain menang dari satu perlawanan ke satu perlawanan. Juga di hujung-hujungnya (menang) di Sukan Asia, kita sebagai jurulatih sangat gembira.</span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Ketika mula sampai dan bertugas sebagai jurulatih di Malaysia, apa pandangan terhadap pemain badminton kebangsaan ketika itu?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Ketika itu, bukan hal baru saya melihat pemain Malaysia beraksi. Ketika di England (sebagai jurulatih), ketika pergi ke kejohanan dengan pasukan England, saya sudah nampak pemain pasukan Malaysia termasuk Koo (Koo Kien Keat).</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Koo ketika itu berpasangan dengan Gan Teik Chai. Ketika itu lawan Nathan dan Anthony (Nathan Robertson dan Anthony Clark), tetapi mereka masih kalah. Selepas itu, Nathan, Anthony dan saya sendiri berbincang. Kita cakap Koo itu bagus, dia masih muda, dia cepat dan kuat. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Saya bilang, jika dia dapat latihan baik dan mungkin dapat pasangan beregu yang baik, mungkin dia akan jadi pemain berbahaya. Nathan dan Anthony juga bersetuju dengan pandangan itu.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Selepas beberapa tahun di sana, saya datang pertama kali ke sini, saya tidak terkejut dengan pemain di sini. Tetapi saya melihat kekurangan yang ada dalam pemain itu adalah - mereka sebenarnya punya sesuatu lebih baik daripada apa yang mereka ada pada saat itu kerana mereka pemain menyerang, agresif.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jadi saya lihat mereka semua itu pemain lebih banyak agresif. Cuma mereka difokuskan lebih banyak kepada permainan mempertahan, corak permainan mereka terlalu defensif, terlalu menunggu... begitu ya.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jadi saya lihat ini sesuatu yang harus saya ubah. Mungkin mereka sudah memiliki satu asas dalam permainan pertahanan yang kuat, solid. Saya harus masukkan apa yang sudah mereka ada sebenarnya iaitu agresif.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Nampaknya penggabungan saya dengan apa yang mereka sudah punya itu mampu menciptakan satu hasil yang nampaknya ada kesan. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Saya bersama dua jurulatih lagi bekerjasama, saya sampaikan pendapat saya, mereka juga menyampaikan pendapat. Kita bertiga cuba bersatu pemikiran, duduk dan berbincang mencari jalan bagaimana hendak menggabungkan (idea) menjadikan pemain itu agresif.</span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Pemain Malaysia termasuk dalam bidang sukan lain sering dikaitkan dengan kurangnya semangat juang. Bagaimana pemerhatian Rexy sendiri ketika mula-mula sampai di sini?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Kita berbincang dan mendapati masalah pemain badminton negara, sebenarnya mereka bukan menghadapi masalah besar dalam kemahiran bermain badminton, tetapi bermasalah dalam keyakinan kendiri mereka.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Aspek psikologi, mereka punya masalah. Hampir dua tahun, kita fokus kepada kelemahan mentaliti. Di gelanggang, kita cuma perlu tinggal latihan untuk membuat pukulan tajam, tetapi fokus utama kita adalah memperbaiki kelemahan mental.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Pertama kali saya datang ke sini, tidak secara langsung Gan Teik Chai berkata kepada saya, “Coach, kenapa ya Malaysia ini? Sebenarnya kita tidak kalah dengan China, tidak kalah dengan Indonesia, Denmark atau Korea. Tetapi kenapa kita ada kelemahan. Kalau sudah mengalahkan pemain hebat atau mencapai sesuatu pada pertandingan besar seperti separuh akhir atau akhir, kita sudah berasa seperti puas.” </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Itu pemain sendiri yang cakap. Sebelum ini saya sudah nampak keadaan itu pada pemain Malaysia. Saya bilang ini masalah. Saya berbincang dengan jurulatih lain dan mengatakan kita perlu banyak fokus kepada masalah itu.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Kemudian saya minta ahli psikologi Majlis Sukan Negara (MSN) untuk fokus kepada pemain. Setiap pemain saya khususkan sesi satu jam bersama ahli psikologi. </span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Sekarang adakah masalah kelemahan mental itu masih ketara?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Keadaan sekarang memang istilahnya masih dalam proses membentuk, tetapi (mental) mereka lebih kuat berbanding dulu. Sudah berubah dengan banyak, sudah berubah 80 peratus berbanding dulu. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Tetapi sekarang kita mahu keadaan itu konsisten. Kita masih tetap membabitkan ahli psikologi, jika kita dengar ada pemain bermasalah, kita tetap panggil ahli psikologi dan hantar pemain itu ke sana untuk cepat-cepat menjadikan mereka fokus kepada latihan.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Kita mengajar bahawa mereka harus menganggap selagi kamu belum dipastikan mendapat tempat kedua bererti kamu belum kalah. Kamu semua harus tunjukkan semangat untuk melawan. Itu yang kita selalu tanamkan.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Masalah kekurangan semangat juang kita nampak. Contohnya tahun lalu, Mohd Zakry Latif dengan Gan Teik Chai lawan pada suku akhir, pada mulanya dia sudah mengawal permainan, tetapi tiba-tiba dia seperti hilang kepercayaan diri. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jadi kita cakap, kamu ada peluang menang. Sekarang kamu jangan anggap dia itu lebih besar daripada kamu, kamu mesti mahu kuatkan kepercayaan diri. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Selepas itu baru dia sedar. Kita perlu sentiasa mengingatkan mereka. Kita tidak boleh lepaskan mereka begitu saja. Disebabkan itu, kami tiga jurulatih ini bekerja keras dan masih memfokus kepada mentaliti mereka. Dari segi skil permainan, mereka tiada masalah. </span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Rexy pernah berpengalaman menjadi jurulatih di England dan Malaysia selain menjadi pemain kebangsaan Indonesia. Apakah perbezaan antara pemain di ketiga-tiga negara ini?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Ketika saya menjadi pemain untuk Indonesia, kita lihat bahawa kita tidak pernah mengalah dan berputus asa selagi kita ada peluang. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Biarpun peluang sudah tiada, kita tidak pernah berputus asa. Itu semua dalam latihan menyebabkan kita boleh menunjukkan persaingan. Itu satu sikap yang sudah terbina selama kita dalam latihan.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Kemudian saya menjadi jurulatih di England, saya lihat apa yang saya berasa di Indonesia itu, tiada pada pemain Inggeris.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Apabila saya datang ke Malaysia pula, saya lihat secara skil dan teknik, pemain Malaysia sama dengan pemain Indonesia, tetapi seperti saya cakap tadi, semangat juangnya (pemain Malaysia) masih kalah jauh dengan pemain Indonesia.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Berbanding England, di Malaysia masih ada sikap ‘tidak individu’. Di England, rata-rata pemain bersikap individu, mereka memikirkan diri sendiri. Biarpun mereka pemain beregu, mereka bersikap seperti itu, mahu latihan seorang diri. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Sebenarnya dalam permainan beregu, mereka perlu meningkatkan kemahiran beregu, tetapi pemain England lebih banyak secara individu. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Tetapi saya yang datang dari negara memiliki budaya mementingkan kekeluargaan dan tidak individu, saya memutar fikiran saya dengan budaya mereka. Bagaimana saya boleh (menukar) individual menjadi satu keluarga yang solid. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Saya perlu membuat mereka memahami, terangkan bagaimana kamu mampu melawan pemain Asia jika kamu memiliki sistem seperti ini (individu). </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Saya tidak mengubah 100 peratus dengan cara Asia, tetapi saya membuat mereka secara logiknya menerima ini idea baik. Saya gabung budaya Asia – terutama dalam badminton – dengan budaya Eropah untuk menjadi sesuatu yang unik.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Saya berbincang dengan mereka dan lebih banyak cuba memahami mengapa mereka berfikiran individu sebelum membuat mereka mengerti. (Saya kata) memang saya tidak boleh mengubah sikap individu itu, jika pemikiran itu sudah tertanam sejak kamu lahir, sudah menjadi budaya kamu, tetapi kita berbincang masalah sukan dan badminton terutama untuk kamu main beregu.</span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Melatih pemain Eropah lebih mencabar daripada pemain Malaysia?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Ya, memang lebih sukar di England. Jika di sini, ada satu persamaan antara pemain England dan pemain Malaysia sebelum saya datang iaitu seseorang pemain itu mahu mengambil sesuatu dengan mudah.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Saya pernah tanya kepada pemain di England dulu, jika saya beri kamu 10,000 pound dengan saya beri kamu satu juta pound dengan syarat kamu menang Olimpik, kamu pilih mana? </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Mereka pilih 10,000 kerana 10,000 pound itu sudah tentu mereka dapat (menang Olimpik sukar untuk dapat). Saya bilang, jika begitu kamu tidak akan maju.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Pertanyaan itu juga saya bawa dan tanya kepada pemain di sini dan mereka turut memilih yang kecil kerana itu mereka pasti akan dapat. Ia membuktikan mentaliti dan pemikiran mereka (pemain England dan Malaysia) sama. Tetapi dalam skil badmintonnya mungkin melatih pemain di sini lebih mudah.</span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Ketika di England, semangat juang pemain mereka bagaimana?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Ketika saya tangani dulu, kini sudah ada sedikit perubahan. Jika dulu, mereka tengok nama pemain lawan sudah rasa takut. Tetapi sekarang mereka tengok nama, (mereka berfikiran) ‘selagi belum dihentam sehingga hancur, saya ingin lawan’.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Saya memberikan satu tanggapan kepada mereka bahawa ‘dia (pemain lawan) juga bermain badminton setiap hari, dia pegang raket sama; dia juga berkaki dua, mata dua, tangan dua; apa yang harus kamu takut? </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> “Kamu harus berfikir sebaliknya yang dia (pemain lawan) juga sebenarnya takut kepada kamu, dia tidak tahu permainan kamu bagaimana? Dia ada nama mungkin lebih besar daripada kamu, tetapi dia tidak pernah main bersama kamu sebelum ini’. Jadi kamu harus pergi berlawan dengan satu keyakinan seperti itu. Jangan berasa takut.”</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Saya selalu berkata kepada mereka, jika dalam kejohanan itu, peranan paling besar adalah mental. Jika kamu punya teknik dan skil hebat, tetapi kalau mental kamu tidak berani, bagaimana kamu mahu buat skil dan teknik itu?</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Dalam latihan kamu tak fikir mengenai kekalahan, kamu mampu buat pukulan hebat, tetapi dalam pertandingan, jika mental lemah, bagaimana skil kamu mampu keluar?</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Bila masuk ke dalam gelanggang, 40 peratus itu adalah teknik dan skil, tetapi 60 peratus itu kita perlu memperkuatkan aspek mental. Kekuatan mental kita jika jatuh kepada 49 peratus, manakala kekuatan mental pemain lawan 51 peratus, kita mampu kalah.</span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Tentunya cabaran utama bagaimana ingin terus mengekalkan mental yang kuat?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Ya itulah yang sedang kita sentiasa usahakan. Kita sebagai jurulatih, kita tidak boleh terlalu memberikan pujian berlebihan kepada pemain. Kita harus sentiasa mengingatkan, walaupun mereka menjadi juara, mereka masih memiliki kekurangan perlu diperbaiki.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Kita juga perlu menjaga pemain daripada gangguan orang di luar. Jika kita kalah, tiada orang luar mahu ikut campur. Mereka hanya mahu ikut campur dalam komen mengatakan jurulatih itu kerja tidak benar.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Tetapi pada saat kemenangan, mereka tampil berasakan kemenangan itu juga disebabkan ada peranan dan pertolongan daripada mereka. Pasti banyakkan (golongan seperti itu). Kita lihat jika ada pemain kalah, semua orang hentam jurulatih, hentam persatuan sukan itu. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Tetapi kalau menang, kita boleh lihat, orang yang tidak pernah muncul (sebelum ini), mula muncul memberi komen. Hal itu yang saya selalu ingatkan kepada pemain. Kamu harus tahu mana pihak mahu membuat kamu susah dan mana pihak mahu ‘mencari muka’.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jika orang mahu mencari muka, mereka (pemain) kena cakap apa? (Cakap) ‘Maaf, saya tidak punya waktu, bukan sombong, tetapi saya tidak ada waktu.’</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Apabila pemain kalah, golongan ini pintar mengkritik dan juga pintar mencari muka (apabila menang).</span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Bagaimana saudara terapkan keyakinan dan semangat juang kepada pemain?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Satu, saya menerapkan aspek kerohanian. Di sini ada (beragama) Muslim, Buddha, Kristian dan Hindu. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jadi, sebelum latihan, harus berdoa dan selepas latihan kita bersyukur. Kita manusia dan jika hanya melihat kekuatan itu berasal daripada dirinya, maka manusia itu menjadi sombong.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Kita harus kembalikan semua itu kepada tuhan mengikut kepercayaan masing-masing. Paling penting adalah kita percaya ‘jika saya dekat dengan tuhan, maka tuhan akan menjaga saya’. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Ini tidak menjadikan kita sombong, tetapi jika kita beranggapan ‘kerana saya mempunyai smash keras, maka saya menjadi juara’, tetapi kemudian kamu cedera atau jatuh sakit lalu bagaimana?</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Oleh itu, kita harus mendekatkan diri dengan tuhan dan berdoa. Sebagai orang yang punya agama, kita harus berdoa. Itu untuk kekuatan rohani kita.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Saya ketika beregu bersama Ricky Subadja, dulu, Ricky sebelum servis, dia baca bismillah. Dia kata dia merasakan ketenangan. Walaupun dia dalam keadaan tertekan, tetapi dia berasa ketenangan.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Kita selalu mengingatkan kepada pemain yang kita hanyalah seorang manusia. Kita bukan seorang yang sempurna, sebagai manusia kita ada kekurangan. Jika kita diingat begitu, kita tidak menjadi sombong kerana sombong itu akan menghancurkan.</span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Bagaimana Rexy melatih pemain?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Kita selalu bercakap kepada pemain yang mereka harus mengerti apa itu ‘pasangan’. Pasangan bererti ‘dua hati menjadi satu’. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Tetapi kita (pemain) perlu memahami dulu apa itu pasangan. Jika kita cuma datang main, tanpa memahami apa itu pasangan, kita main dan kita berasa ego, kita saja yang muncul (ketika perlawanan).</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jadi kita selalu menekankan bahawa kamu ini dua hati menjadi satu. Untuk menghasilkan satu pasangan beregu kukuh, kita harus buat pasangan itu memahami antara satu sama lain. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> (Pemain harus berfikiran) ‘Saya perlukan pasangan kerana kekurangan saya, dia mampu tutup’. Kita harus bersatu hati. Itu yang kita cakap kepada pemain dan pemain juga terima. Begitu corak latihan kami. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Antara lain yang kita fokuskan dalam latihan di sini adalah faktor yang bukan kemahiran seperti bagaimana pemain berfikiran negatif, atau mungkin dia ada masalah di luar dengan teman wanitanya, kemudian bawa masalah itu datang latihan. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Itu kita kena tahu dulu. Kemudian kita cakap kepada pemain itu supaya dia tinggalkan semua masalah itu di luar dan kena tumpukan kepada latihan dulu, latihan seperti ketepatan smash atau kemahiran lain. Latihan itu semua mesti kena fokus.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Ada juga pemain berasa susah dalam masalah keadaan ini, tetapi kita sebagai jurulatih, kita mesti mahu memastikan sesi latihan itu berjalan dengan baik.</span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Apa yang perlu untuk seorang pemain badminton itu menjadi pemain hebat?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Disiplin, disiplin dan komitmen. Sekarang kalau kita bilang bakat, jika seseorang pemain itu punya bakat, tetapi dia tidak punya disiplin, dia tidak akan jadi (pemain yang hebat). Dia punya disiplin tetapi dia tidak punya bakat juga susah. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jika dia tiada bakat, tetapi ada disiplin, kita juga mampu menjadikan (melatih dia menjadi pemain yang hebat). Itu semua yang terpenting adalah disiplin.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Kita mampu ambil contoh di Indonesia, saya selalu cakap kepada pemain. Di Indonesia ada (pemain) bagus, tetapi disiplin latihannya tidak ada. (Hasilnya) sekarang, mana dia sekarang?</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Di Indonesia banyak. Taufik (Taufik Hidayat) dia hebat, menang Olimpik, Sukan Asia. (Dia menang) kerana disiplinnya tidak begini (teruk). Jadi semua berpunca dari disiplin.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Disiplin menjaga kita. Jika kita berdisiplin seperti kita mahu jaga diri kita, tidur cukup, makan yang benar, kita punya risiko untuk cedera itu kurang. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jika kita punya bakat bagus, tetapi tidak berdisiplin sehingga cedera, susah jugakan? </span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Apakah yang Rexy nilai sebelum mengambil keputusan menggandingkan Koo Kien Keat dan Tan Boon Heong?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Kita mampu lihat pertamanya ialah Koo itu cepat, dia punya corak permainan agresif. Kita tengok perwatakan orang yang juga agresif.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Koo itu agresif dalam permainannya yang cepat, pergerakannya cepat jadi dia mesti punya orang di belakang yang juga agresif. Bukan orang di belakang cuma satu smash kemudian bermain biasa, kita harus punya orang mampu mengikut rentak kelajuan Koo. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jadi orang yang mampu mengikut Koo Kien Keat punya rentak kelajuan adalah Tan Boon Heong dan dia ada cara main sepadan untuk digandingkan dengan Koo.</span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Adakah beregu atau pemain lain juga mampu menjadi beregu yang hebat?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jika dilihat sekarang ini, peluang dan kemampuan mereka (semua pemain) hampir sama. Cuma sekarang kita bilang dengan disiplin dan komitmen Koo dan Tan itulah yang menyebabkan mereka berada setingkat di atas pemain lain.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Tetapi mereka (pemain lain) punya tahap juga mampu sampai di sana (pada tahap Koo dan Tan) jika mereka lebih punya komitmen. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jika ada komitmen, mana-mana pemain mampu berjaya. Walaupun tidak punya bakat berlebihan, tetapi jika berdisiplin dan komited, dia berjaya. Juga seseorang itu semestinya harus tidak terlalu bodoh (lurus bendul) juga (ketawa).</span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Dengan prestasi pemain sekarang, adakah kita mampu meraih emas di Sukan Olimpik tahun depan?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Inilah yang selalu saya cakap dalam akhbar, ini bukan hanya tugas seorang. Secara kerja, inilah tanggungjawab saya sebagai jurulatih, tetapi marilah kita sama-sama masyarakat Malaysia, sesiapa yang mahu melihat Malaysia ada pingat emas di Olimpik, marilah kita sama-sama menjaga mereka, Koo dan Tan. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jika jurulatih saja yang menjaga mereka, tetapi orang di luar tidak menjaga mereka, dan ‘merosakkan’ mereka, kita di sini susah. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Saya lihat, untuk saat ini, ia masa yang sangat tepat dengan gandingan Koo dan Tan menjadi harapan mendapatkan pingat emas. Yang penting, kita mesti menjaga mereka.</span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Sukan Olimpik hanya tahun depan dan masa sudah terlalu singkat. Jadi apa ditekankan ketika ini?</b><span style="font-family: georgia;"> </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Ya, masa amat singkat. Sekarang kita ‘tolak kemampuan’ mereka dan usahakan supaya mampu menjadi pemain nombor satu di dunia. Kita usahakan supaya banyak latihan.</span><br /><br /><b style="font-family: georgia;">Soalan terakhir, mengapa Rexy memilih untuk melatih pemain Malaysia?</b><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Ada satu tentangan (cabaran) juga buat saya. Jika di England, saya cuma ada pemain yang terhad, mungkin cuma satu atau dua orang.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Di Malaysia, saya melatih enam pemain dan jika saya mampu menjadikan lebih dari satu atau dua pasangan itu juara atau mungkin juara Olimpik, saya punya kemampuan sebagai jurulatih itu ada.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jika saya tidak mampu membuat pemain Malaysia menjadi lebih baik pada pertandingan seperti Sukan Olimpik, kemampuan saya sebagai jurulatih pasti tidak adakan?. Itu satu tentangan (cabaran) buat saya.</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Saya sudah komited untuk terus melatih di Malaysia, mungkin sehingga Sukan Olimpik. Jika sesudah Sukan Olimpik, kita dapat pingat emas, mungkin terus, tetapi jika kalah, pasti kena hentam lagi (ketawa).</span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jadi kita harus siap sedia. Kita sebagai pemain dan jurulatih harus siap bersedia. Jika berhasil, kita jangan terlalu terbawa dengan pujian. Kita harus siap yang di lain masa, kita akan dicaci maki juga. </span><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jika kita hanya terbawa dengan pujian terus senang dan tidak siap dengan dicaci maki, maka jika tiba-tiba (dicaci maki), mungkin akan kena serangan jantung (ketawa).</span></span>Mas Herryhttp://www.blogger.com/profile/12082363408150980342noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4252327935741225660.post-6156100823254318522007-05-29T09:35:00.001+07:002007-05-29T10:47:14.267+07:00Kesehatan Olahraga<span style="font-size:100%;"><span style="font-weight: bold;font-size:130%;" ><span style="font-family:georgia;">PANDUAN KESEHATAN OLAHRAGA BAGI PETUGAS KESEHATAN</span><br /></span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">DAFTAR ISI</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /></span><span style="font-family:georgia;">KATA PENGANTAR</span><span style="font-family:georgia;"><br />DAFTAR ISI</span><span style="font-family:georgia;"><br /><br />I. PENDAHULUAN</span><br /><span style="font-family:georgia;">A. LATAR BELAKANG</span><br /><span style="font-family:georgia;">B. PENGERTIAN</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />II. BERGERAK / AKTIFITAS FISIK</span><br /><span style="font-family:georgia;">A. JENIS AKTIFITAS FISIK</span><br /><span style="font-family:georgia;">B. MANFAAT AKTIFITAS FISIK</span><br /><span style="font-family:georgia;">C. CARA MELAKUKAN AKTIFITAS FISIK</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />III. OLAHRAGA</span><br /><span style="font-family:georgia;">A. JENIS OLAHRAGA </span><br /><span style="font-family:georgia;">B. MANFAAT OLAHRAGA</span><br /><span style="font-family:georgia;">C. PERSIAPAN SEBELUM OLAHRAGA</span><br /><span style="font-family:georgia;">D. OLAHRAGAYANG BAIK DAN BENAR</span><br /><span style="font-family:georgia;">E. YANG PERLU DIPERHATIKAN SETELAH</span> <span style="font-family:georgia;">BEROLAHRAGA</span><br /><span style="font-family:georgia;">F. YANG TIDAK DIANJURKAN BEROLAHRAGA</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />IV. KEBUGARAN JASMANI</span><br /><span style="font-family:georgia;">A. KOMPONEN KEBUGARAN JASMANI</span><br /><span style="font-family:georgia;">B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI</span> <span style="font-family:georgia;">KEBUGARAN JASMANI</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />V. PENUTUP</span><br /><br /><br /><span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" >KATA PENGANTAR</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">Hari Kesehatan se Dunia ke 54 tahun 2002, oleh WHO diperingati dengan</span> <span style="font-family:georgia;">tema "Fit For Health" yang dipusatkan di Brazil dengan tema "Move For </span><span style="font-family:georgia;">Health" atau "Agita Mundo". Sedangkan di Indonesia diperingati dengan </span><span style="font-family:georgia;">tema "Bergerak Agar Sehat dan Bugar".</span> <span style="font-family:georgia;">Dengan tema tersebut WHO mengingatkan bahwa dari hasil penelitian </span><span style="font-family:georgia;">tahun 1999 :</span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Lebih 60% angka kematian di dunia disebabkan oleh</span> <span style="font-family:georgia;">karena penyakit tidak menular.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Lebih 43% gangguan kesehatan diakibatkan oleh </span><span style="font-family:georgia;">penyakit yang ada kaitannya dengan penyakit tidak </span><span style="font-family:georgia;">menular.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"></span><span style="font-family:georgia;">Dan telah diketahui secara luas, bahwa dengan kegiatan olah raga dapat</span> <span style="font-family:georgia;">mengurangi resiko terhadap penyakit tidak menular, sehingga </span><span style="font-family:georgia;">dengandemikian WHO mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk </span><span style="font-family:georgia;">melakukan aktifitas fisik termasuk olah raga guna meningkatkan derajat</span><br /><span style="font-family:georgia;">kesehatan dan kebugaran yang pada akhirnya akan meningkatkan</span> <span style="font-family:georgia;">produktifitas kerja dan kualitas sumber daya manusia.</span> <span style="font-family:georgia;">Agar kegiatan tersebut bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran perlu </span><span style="font-family:georgia;">dilakukan dengan baik dan benar secara teratur dan terukur.<br /><br /></span><span style="font-family:georgia;">Mengantisipasi hal tersebut disusun "Panduan Kesehatan Olahraga Bagi</span> <span style="font-family:georgia;">Petugas Kesehatan", sebagai bahan acuan petugas kesehatan dalam </span><span style="font-family:georgia;">memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesehatan olah raga.<br /><br /></span><span style="font-family:georgia;">Panduan ini disusun oleh Tim yang merupakan wakil-wakil dari</span> <span style="font-family:georgia;">Departemen Kesehatan, Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga FKUI, </span><span style="font-family:georgia;">PDSKO (Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga) dan PPKORI </span><span style="font-family:georgia;">(Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Republik Indonesia). </span><span style="font-family:georgia;">Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk menyempurnakan dan</span><br /><span style="font-family:georgia;">perbaikan panduan ini.<br /><br /><br /></span><span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" >Jakarta, Nopember 2002</span><br /><span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" >Direktur Kesehatan Komunitas</span><br /><span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" >Dr. Faizati Karim, MPH</span><br /><span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" >NIP. 140 087 851</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><br /><span style="font-weight: bold;">BAB I</span></span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">PENDAHULUAN</span></span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">A. LATAR BELAKANG</span></span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Upaya kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang</span> <span style="font-family:georgia;">memanfaatkan aktivitas fisik dan atau olahraga untuk meningkatkan </span><span style="font-family:georgia;">derajat kesehatan. Aktivitas fisik dan atau olah raga merupakan </span><span style="font-family:georgia;">sebagian kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari karena dapat</span> <span style="font-family:georgia;">meningkatkan kebugaran yang diperlukan dalam melakukan tugasnya.</span> <span style="font-family:georgia;">Dengan majunya dunia tehnologi memudahkan semua kegiatan </span><span style="font-family:georgia;">sehingga menyebabkan kita kurang bergerak (hypokinetic), seperti </span><span style="font-family:georgia;">penggunaan remote kontrol, komputer, lift dan tangga berjalan, tanpa </span><span style="font-family:georgia;">dimbangi dengan aktifitas fisik yang akan menimbilkan penyakit </span><span style="font-family:georgia;">akibat kurang gerak.<br /><br /></span><span style="font-family:georgia;">Gaya hidup duduk terus-menerus dalam bekerja (sedentary) dan </span><span style="font-family:georgia;">kurang gerak ditambah dengan adanya faktor risiko, berupa merokok, </span><span style="font-family:georgia;">pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan penyakit tidak </span><span style="font-family:georgia;">menular, seperti penyakit jantung, pembuluh darah, penyakit tekanan</span> <span style="font-family:georgia;">darah tinggi, penyakit kencing manis, berat badan lebih, osteoporosis, </span><span style="font-family:georgia;">kanker usus, depresi dan kecemasan.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Studi WHO pada faktor-faktor risiko menyatakan bahwa gaya hidup </span><span style="font-family:georgia;">duduk terus-menerus dalam bekerja adalah 1 dari 10 penyebab </span><span style="font-family:georgia;">kematian dan kecacatan di dunia. Lebih dari dua juta kematian setiap </span><span style="font-family:georgia;">tahun disebabkan oleh kurangnya bergerak/aktifitas fisik. Pada </span><span style="font-family:georgia;">kebanyakan negara diseluruh dunia antara 60% hingga 85% orang </span><span style="font-family:georgia;">dewasa tidak cukup beraktifitas fisik untuk memelihara fisik mereka. </span><span style="font-family:georgia;">Menurut penelitian yang bekerja sama dengan WHO tahun 1999, </span><span style="font-family:georgia;">menyatakan bahwa penyakit tidak menular atau degeneratif</span> <span style="font-family:georgia;">merupakan penyebab 60% kematian dan 43% beban penyakit global.<br /><br /></span><span style="font-family:georgia;">Tahun 2020 diperkirakan penyakit tidak menular menjadi penyebab</span> <span style="font-family:georgia;">73% kematian dan 60% beban penyakit global. Demikian juga hasil </span><span style="font-family:georgia;">Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), proporsi penyakit </span><span style="font-family:georgia;">kardiovaskuler meningkat dari tahun ke tahun sebagai akibat kematian; </span><span style="font-family:georgia;">5,9% tahun 1975, 9,1% tahun 1986, 16% dan pada tahun 1995 19%. </span><span style="font-family:georgia;">Diberbagai negara maju dan berkembang, lebih dari 25 tahun terakhir </span><span style="font-family:georgia;">penyakit tidak menular tersebut menjadi penyebab kematian nomor </span><span style="font-family:georgia;">satu.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Hasil penelitian Dede Kusmana tahun 2002 memperlihatkan bahwa </span><span style="font-family:georgia;">orang yang mempunyai gaya hidup : tidak merokok, berolahraga </span><span style="font-family:georgia;">secara teratur, dan melakukan kerja fisik, ternyata berpeluang lima kali </span><span style="font-family:georgia;">lebih tinggi terhidar dari penyakit jantung dan stroke dari pada yang </span><span style="font-family:georgia;">bergaya hidup sebaliknya.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Selanjutnya menurut Manoefris Kasim, tahun 2002, menambahkan </span><span style="font-family:georgia;">bahwa faktor kegemukan, kurang gerak, riwayat keluarga terkena </span><span style="font-family:georgia;">penyakit kardiovaskular, serta penyakit diabetes mempunya risiko </span><span style="font-family:georgia;">terkena penyakit jantung koroner empat kali lebih tinggi dibanding</span> <span style="font-family:georgia;">yang tidak menderita diabetes. </span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Agar masyarakat terhindar dari penyakit-penyakit tersebut. WHO</span> <span style="font-family:georgia;">dalam memperingati Hari Kesehatan Sedunia ke 54, 7 April 2002 </span><span style="font-family:georgia;">menetapkan tema "Fit For Health" yang berkembang menjadi "Move </span><span style="font-family:georgia;">For Health" diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi "Bergerak </span><span style="font-family:georgia;">Agar Sehat dan Bugar". Oleh karena itu kegiatan aktifitas fisik/latihan </span><span style="font-family:georgia;">fisik dan atau olahraga perlu menjadi gerakan masyarakat.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Tujuan penyusunan buku ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan</span> <span style="font-family:georgia;">dan pemahaman para petugas kesehatan tentang kesehatan olahraga </span><span style="font-family:georgia;">ditingkat pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas), dan tingkat </span><span style="font-family:georgia;">pelayanan kesehatan rujukan (Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat)/</span><span style="font-family:georgia;">BKOM, Rumah Sakit) sehingga dapat memberikan pelayanan kepada </span><span style="font-family:georgia;">masyarakat agar masyarakat terhindar dari berbagai penyakit tidak </span><span style="font-family:georgia;">menular dan dapat meningkatakan derajat kesehatan, kebugaran serta</span> <span style="font-family:georgia;">produktifitas kerja.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">B. PENGERTIAN</span></span><span style="font-family:georgia;"><br /></span></span><ol><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Bergerak/aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang</span> <span style="font-family:georgia;">meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi (pembakaran Kalori)</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan</span> <span style="font-family:georgia;">terstruktur, yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan</span> <span style="font-family:georgia;">ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang </span><span style="font-family:georgia;">memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan </span><span style="font-family:georgia;">ekonomis.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Bugar adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari</span> <span style="font-family:georgia;">tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang </span><span style="font-family:georgia;">berlebihan.</span></span></li></ol><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><br /><br /><span style="font-weight: bold;">BAB II</span></span><span style="font-weight: bold;">: </span><span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" >BERGERAK/AKTIFITAS FISIK</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">A. JENIS AKTIFITAS FISIK</span></span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Dalam kegiatan sehari-hari setiap orang (individu) melakukan</span> <span style="font-family:georgia;">berbagai aktifitas fisik.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Aktifitas fisik tersebut akan meningkatkan pengeluaran tenaga dan</span> <span style="font-family:georgia;">energi (pembakaran kalori), misalnya :</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /></span></span> <table class="MsoTableWeb1" style="" border="1" cellpadding="0" cellspacing="3"> <tbody><tr style=""> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"> <p class="MsoNormal" style="">NO<o:p></o:p></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"> <p class="MsoNormal" style="">AKTIFITAS FISIK<o:p></o:p></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"> <p class="MsoNormal" style="">KALORI YANG DIKELUARKAN <o:p></o:p></p> </td> </tr> <tr style=""> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"> <p class="MsoNormal" style="">1.<o:p></o:p></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">Cuci Baju<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">3,56 Kcal/menit<o:p></o:p></span></p> </td> </tr> <tr style=""> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"> <p class="MsoNormal" style="">2.<o:p></o:p></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">Mengemudi Mobil<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">2,80 Kcal/menit<o:p></o:p></span></p> </td> </tr> <tr style=""> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"> <p class="MsoNormal" style="">3.<o:p></o:p></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">Mengecat Rumah<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">3,50 Kcal/menit<o:p></o:p></span></p> </td> </tr> <tr style=""> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"> <p class="MsoNormal" style="">4.<o:p></o:p></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">Potong Kayu<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">3,80 Kcal/menit<o:p></o:p></span></p> </td> </tr> <tr style=""> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"> <p class="MsoNormal" style="">5.<o:p></o:p></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">Menyapu Rumah<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">3,90 Kcal/menit<o:p></o:p></span></p> </td> </tr> <tr style=""> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"> <p class="MsoNormal" style="">6.<o:p></o:p></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">Jalan Kaki (kec. 3, 5 Mil/jam)<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">5,60 – 7 00 Kcal / menit<o:p></o:p></span></p> </td> </tr> <tr style=""> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"> <p class="MsoNormal" style="">7.<o:p></o:p></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">Mengajar<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">1,70 Kcal/menit<o:p></o:p></span></p> </td> </tr> <tr style=""> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"> <p class="MsoNormal" style="">8.<o:p></o:p></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">Membersihkan Jendela<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">3,70 Kcal/menit<o:p></o:p></span></p> </td> </tr> <tr style=""> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">9.<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">Berkebun<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">5,60 Kcal/menit<o:p></o:p></span></p> </td> </tr> <tr style=""> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">10.<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 2.25in;" valign="top" width="216"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">Menyetrika<o:p></o:p></span></p> </td> <td style="padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"> <p class="MsoNormal" style=""><span style="" lang="PT-BR">4,20 Kcal/menit</span><span lang="PT-BR" style="font-size:10;"><o:p></o:p></span></p> </td> </tr> </tbody></table><br /><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"></span><span style="font-family:georgia;"><span style="font-weight: bold;">B. MANFAAT AKTIFITAS FISIK</span><br /><br /></span><span style="font-family:georgia;">1. Manfaat Fisik/Biologis</span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Menjaga tekanan darah tetap stabil dalam batas normal.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Menjaga berat badan ideal.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Menguatkan tulang dan otot.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Meningkatkan kelenturan tubuh.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Meningkatkan kebugaran tubuh.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">2. Manfaat Psikis/Mental.</span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Mengurangi stress.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Meningkatkan rasa percaya diri.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Membangun rasa sportifitas.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Memupuk tanggung jawab.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Membangun kesetiakawanan sosial.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">C. CARA MELAKUKAN AKTIFITAS FISIK</span></span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />1. Lakukan aktifitas fisik sekurang-kurangnya 30 menit per </span><span style="font-family:georgia;">hari dengan baik dan benar agar bermanfaat bagi kesehatan dan </span><span style="font-family:georgia;">kebugaran tubuh, misalnya :</span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Turun bus lebih awal menuju tempat kerja yang kira-kira </span><span style="font-family:georgia;">menghabiskan 20 menit berjalan kaki dan saat pulang berhenti </span><span style="font-family:georgia;">di halte yang menghabiskan kira-kira 10 menit berjalan kaki</span> <span style="font-family:georgia;">menuju rumah.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Membersihkan rumah selama 10 menit, dua kali dalam sehari</span> <span style="font-family:georgia;">ditambah 10 menit bersepeda.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Berdansa selama 30 menit.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">2. Lakukan secara bertahap hingga mencapai 30 menit. Jika belum </span><span style="font-family:georgia;">terbiasa dapat dimulai dengan beberapa menit setiap hari dan</span> <span style="font-family:georgia;">ditingkatkan secara bertahap.</span><br /><br /><span style="font-family:georgia;">3. Aktifitas fisik dianjurkan minimal 30 menit, lebih lama akan lebih</span> <span style="font-family:georgia;">baik.<br /><br /></span><span style="font-family:georgia;">4. Aktifitas fisik dapat dilakukan dimana saja, dengan memperhatikan </span><span style="font-family:georgia;">lingkungan yang aman dan nyaman, bebas polusi, tidak </span><span style="font-family:georgia;">menimbulkan cedera, misalnya : dirumah, sekolah, tempat kerja, </span><span style="font-family:georgia;">dan tempat-tempat umum (sarana olahraga, lapangan, taman,</span> <span style="font-family:georgia;">tempat rekreasi, dll.)<br /><br /></span><span style="font-family:georgia;">5. Aktifitas fisik dapat dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut dan</span> <span style="font-family:georgia;">dapat dilakukan setiap hari.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">BAB III</span></span><span style="font-weight: bold;">: </span><span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" >OLAH RAGA</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">A. JENIS OLAH RAGA</span></span><span style="font-family:georgia;"><br /></span></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Aerobik adalah : Olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh. Misalnya : Jogging, senam, renang, bersepeda.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">2. Anaerabik adalah : Olahraga dimana kebutuhan oksigen tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh tubuh. Misalnya : Angkat besi, lari sprint 100 M, tenis lapangan, bulu tangkis.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><span style="font-weight: bold;">B. MANFAAT OLAHRAGA</span></span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />1. Meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan pembuluh darah</span> <span style="font-family:georgia;">yang ditandai dengan :</span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Denyut nadi istirahat menurun.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Isi sekuncup bertambah.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Kapasitas bertambah.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Penumpukan asam laktat berkurang.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Meningkatkan pembuluh darah kolateral.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Meningkatkan HDL Kolesterol.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Mengurangi aterosklerosis.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">2. Meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan tulang yang ditandai</span> <span style="font-family:georgia;">pada :</span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">a. Pada anak : mengoptimalkan pertumbuhan.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">b. Pada orang dewasa : memperkuat masa tulang,menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang, punggung dan lutut.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">3. Meningkatkan kelenturan (fleksibilitas) pada tubuh sehingga dapat</span> <span style="font-family:georgia;">mengurangi cedera.<br /><br /></span><span style="font-family:georgia;">4. Meningkatkan metabolisme tubuh untuk mencegah kegemukan </span><span style="font-family:georgia;">dan mempertahankan berat badan ideal.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />5. Mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit seperti :</span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Tekanan darah tinggi : mengurangi tekanan sistolik dan diastolik.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Penyakit jantung koroner : menambah HDL-kolesterol dan mengurangi lemak tubuh.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Kencing manis : menambah sensitifitas insulin.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Infeksi : meningkatkan sistem imunitas.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">6. Meningkatkan sistem hormonal melalui peningkatan sensitifitas</span> <span style="font-family:georgia;">hormon terhadap jaringan tubuh.<br /><br /></span><span style="font-family:georgia;">7. Meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit</span> <span style="font-family:georgia;">melalui peningkatan pengaturan kekebalan tubuh.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />8. Penelitian Kavanagh, latihan aerobik 3 kali seminggu selama 12</span> <span style="font-family:georgia;">minggu.</span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Meningkatkan pembuluh darah kolateral.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Meningkatkan HDL kolesterol.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Mengurangi aterosklerosis.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">C. PERSIAPAN SEBELUM OLAHRAGA</span></span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />1. Pilih olahraga yang digemari, aman, mudah, dan murah.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />2. Sebaiknya sebelum melakukan olahraga dilakukan pemeriksaan</span> <span style="font-family:georgia;">pendahuluan untuk menentukan dosis yang aman dan jenis </span><span style="font-family:georgia;">olahraga yang cocok (tes pembebanan/stress test) terutama bila :</span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Ada keluhan seperti sering pusing, sesak nafas, nyeri dada.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Berpenyakit seperti penyakit jantung koroner, asma, kencingmanis, hipertensi, dll.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Berusia diatas 30 tahun.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">3. Sebaiknya gunakan pakaian dan sepatu olahraga yang sesuai dan</span> <span style="font-family:georgia;">nyaman.</span><br /><span style="font-family:georgia;">4. Jangan lakukan olahraga setelah makan kenyang, sebaiknya tunggu</span> <span style="font-family:georgia;">sampai 2 jam.</span><br /><span style="font-family:georgia;">5. Minum minuman yang sejuk dan sedikit manis (manis jambu).</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">D. OLAHRAGA YANG BAIK DAN BENAR</span></span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />1. Olahraga dapat dimulai sejak usia muda hingga usia lanjut.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />2. Dapat dilakukan dimana saja, dengan memperhatikan lingkungan</span> <span style="font-family:georgia;">yang mana dan nyaman, bebas polusi, tidak menimbulkan cedera. M</span><span style="font-family:georgia;">isalnya : dirumah, tempat kerja, dan dilapangan.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />3. Olahraga hendaknya dilakukan secara bervariasi, berganti-ganit</span> <span style="font-family:georgia;">jenisnya supaya tidak monoton.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />4. Dilakukan secara bertahap dimulai dari pemanasan 5 - 10 menit,</span> <span style="font-family:georgia;">diikuti dengan latihan inti minimal 20 menit dan diakhiri dengan </span><span style="font-family:georgia;">pendinginan selama 5 - 10 menit.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />5. Frekuensi latihan dilakukan secara teratur 3 - 5 kali per minggu.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />6. Intensitas latihan :</span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Untuk meningkatkan daya tahan tubuh harus mencapai 70% -</span> <span style="font-family:georgia;">85% denyut nadi maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi </span><span style="font-family:georgia;">maksimal yang dihitung berdasarkan :</span> <span style="font-family:georgia;">DNM = 220 - UMUR</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Untuk membakar lemak dengan intensitas yang lebih ringan </span><span style="font-family:georgia;">yaitu 60 - 70 % DNM.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Contoh :</span><br /><span style="font-family:georgia;">Orang dengan usia 40 tahun akan mempunyai</span><br /><span style="font-family:georgia;">DNM = 220 - 40 = 180.</span><br /><span style="font-family:georgia;">Untuk membakar lemak orang tersebut harus berolahraga</span> <span style="font-family:georgia;">dengan denyut nadi mencapai :</span><br /><span style="font-family:georgia;">60% x 180 = 108 s/d 70% x 180 = 126.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />7. Waktu</span>. <span style="font-family:georgia;">Mulai semampunya, ditambah secara perlahan-lahan. Untuk </span><span style="font-family:georgia;">meningkatkan daya tahan tubuh (endurence) perlu waktu antara 1/2 </span><span style="font-family:georgia;">- 1 jam, untuk membakar lemak perlu waktu lebih lama (lebih dari </span><span style="font-family:georgia;">satu jam).</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">E. YANG PERLU DIPERHATIKAN SETELAH BEROLAHRAGA</span></span><span style="font-family:georgia;"><br /></span></span><ol><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Jangan langsung makan kenyang setelah berolahraga, makanlah</span> <span style="font-family:georgia;">makanan lunak/cairan seperti bubur kacang hijau.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Minumlah secukupnya bila banyak berkeringat dan jangan</span> <span style="font-family:georgia;">langsung mandi.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Gantilah pakaian olahraga yang digunakan bila terlalu basah.</span></span></li></ol><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">F. YANG TIDAK DIANJURKAN BEROLAHRAGA</span></span><span style="font-family:georgia;"><br /></span></span><ol><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Bila sedang demam.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Untuk olahraga jalan bila terdapat varises pada kaki dan pada,</span> <span style="font-family:georgia;">nyeri pada sendi terutama pada lutut.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Penyakit-penyakit :</span></span></li></ol><ul style="margin-left: 40px;"><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Tekanan darah tinggi tidak terkontrol.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Kencing manis tidak terkontrol.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Kelainan katup jantung.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">BAB IV</span></span><span style="font-weight: bold;">: </span><span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" >KEBUGARAN JASMANI</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">A. KOMPONEN KEBUGARAN JASMANI</span></span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Kebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang aktifitas </span><span style="font-family:georgia;">kehidupan sehari-hari, akan tetapi nilai kebugaran jasmani tiap-tiap</span> <span style="font-family:georgia;">orang berbeda-beda sesuai dengan tugas/profesi masing-masing. </span><span style="font-family:georgia;">Kebugaran jasmani terdiri dari komponen-komponen yang </span><span style="font-family:georgia;">dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan </span><span style="font-family:georgia;">kesehatan (Health Related Physical Fitness) dan kelompok yang </span><span style="font-family:georgia;">berhubungan dengan ketrampilan (Skill Related Physical Fitness). </span><span style="font-family:georgia;">Dalam buku panduan ini hanya dijelaskan komponen kebugaran</span> <span style="font-family:georgia;">jasmani yang berkaitan dengan kesehatan.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">1. Komposisi tubuh</span></span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Adalah persentase (%) lemak dari berat badan total dan Indeks Massa Tubuh (IMT).</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Lemak cepat meningkat setelah berumur 30 tahun dan cenderung menurun setelah berumur 60 tahun.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Memberi bentuk tubuh.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Pengukuran : Skinfold callipers, IMT, IMT = (Berat Badan Dalam kg : Tinggi Badan Dalam M2)</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Obesitas pada anak-anak disebabkan oleh : hipeplasi dan hipertropi sel adiposit serta input berlebihan.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Obesitas pada orang dewasa oleh : hiperplasi dan hipertropi sel adiposit serta output yang kurang.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><span style="font-weight: bold;">2. Kelenturan/fleksibilitas tubuh</span></span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Adalah luas bidang gerak yang maksimal pada persendian, tanpa dipengaruhi oleh suatu paksaan atau tekanan.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Dipengaruhi oleh: Jenis sendi; Struktur tulang; Jaringan sekitar sendi, otot, tendon dan ligamen.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Wanita (terutama ibu hamil) lebih lentur dari laki-laki.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Anak-anak lebih besar dari orang dewasa.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Puncak kelenturan terjadi pada akhir masa pubertas.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Penting pada setiap gerak tubuh karena meningkatkan efisiensi kerja otot.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Dapat mengurangi cedera (orang yang kelenturannya tidak baik cenderung mudah mengalami cedera).</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Pengukuran: Duduk tegak depan (Sit and reachTest) Flexometer.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">3. Kekuatan Otot</span></span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Adalah kontraksi maksimal yang dihasilkan otot, merupakankemampuan untuk membangkitkan tegangan terhadap suatutahanan.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Laki-laki kira-kira 25% lebih besar dari wanita (Testoteronmerupakan anabolik steroid).</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Diukur dengan dinamometer.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">4. Daya tahan jantung paru</span></span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Kemampuan jantung, paru dan pembuluh darah untukberfungsi secara optimal pada waktu kerja dalam mengambilO2 secara maksimal (VO2 maks) dan menyalurkannya keseluruh tubuh terutama jaringan aktif sehingga dapatdigunakan untuk proses metabolisme tubuh.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Kemampuan otot-otot besar untuk melakukan pekerjaan cukup berat dalam waktu lama secara terus menerus.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Merupakan komponen kebugaran jasmani terpenting.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Pengukuran : test lari 2,4 Km (12 menit), Bangku Harvard test,Ergocycles test.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">5. Daya tahan otot</span></span><br /></span><ul><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Merupakan kemampuan untuk kontraksi sub maksimal secaraberulang-ulang atau untuk berkontraksi terus menerus dalamsuatu waktu tertentu.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Mengatasi kelelahan.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;">Pengukuran : Push up test, Sit up test.</span></span></li></ul><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN</span></span><span style="font-weight: bold;"> </span><span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" >JASMANI</span><span style="font-family:georgia;"><br /></span></span><ol><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><span style="font-weight: bold;">Umur</span></span>. <span style="font-family:georgia;">Kebugaran jasmani anak-anak meningkat sampai mencapai </span><span style="font-family:georgia;">maksimal pada usia 25-30 tahun, kemudian akan terjadi penurunan </span><span style="font-family:georgia;">kapasitas fungsional dari seluruh tubuh, kira-kira sebesar 0,8-1%</span> <span style="font-family:georgia;">per tahun, tetapi bila rajin berolahraga penurunan ini dapat</span> <span style="font-family:georgia;">dikurangi sampai separuhnya.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><span style="font-weight: bold;">Jenis Kelamin</span></span>. <span style="font-family:georgia;">Sampai pubertas biasanya kebugaran jasmani anak laki-laki hampir </span><span style="font-family:georgia;">sama dengan anak perempuan, tapi setelah pubertas anak-anak</span> <span style="font-family:georgia;">laki-laki biasanya mempunayi nilai yang jauh lebih besar.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><span style="font-weight: bold;">Genetik</span>. </span><span style="font-family:georgia;">Berpengaruh terhadap kapasitas jantung paru, postur tubuh,</span> <span style="font-family:georgia;">obesitas, haemoglobin/sel darah dan serat otot.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><span style="font-weight: bold;">Makanan</span>. </span><span style="font-family:georgia;">Daya tahan yang tinggi bila mengkonsumsi tinggi karbohidrat (60-</span><span style="font-family:georgia;">70 %). Diet tinggi protein terutama untuk memperbesar otot dan </span><span style="font-family:georgia;">untuk olah raga yang memerlukan kekuatan otot yang besar.</span></span></li><li><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><span style="font-weight: bold;">Rokok</span>. </span><span style="font-family:georgia;">Kadar CO yang terhisap akan mengurangi nilai VO2 maks, yang </span><span style="font-family:georgia;">berpengaruh terhadap daya tahan, selain itu menurut penelitian </span><span style="font-family:georgia;">Perkins dan Sexton, nicotine yang ada, dapat memperbesar</span> <span style="font-family:georgia;">pengeluaran energi dan mengurangi nafsu makan.</span></span></li></ol><span style="font-size:100%;"><span style="font-family:georgia;"><span style="font-weight: bold;">PERHATIAN</span></span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Jika ada seseorang dengan gangguan jantung, hipertensi, nyeri </span><span style="font-family:georgia;">dada, pusing, kehilangan kesadaran, masalah tulang dan sendi, </span><span style="font-family:georgia;">asma, sesak napas atau hamil sebaiknya berkonsultasi ke dokter </span><span style="font-family:georgia;">sebelum berolah raga.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br /><span style="font-weight: bold;">BAB V</span></span><span style="font-weight: bold;">: </span><span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" >P E N U T U P</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Buku panduan ini sebagai acuan petugas kesehatan dalam memberikan </span><span style="font-family:georgia;">informasi mengenai pelaksanaan kegiatan aktifitas fisik dan atau olahraga </span><span style="font-family:georgia;">yang baik dan benar sehingga bermanfaat untuk meningkatkan derajat </span><span style="font-family:georgia;">kesehatan dan derajat kebugaran.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Untuk melengkapi pengetahuan yang diperlukan, diharapkan petugas </span><span style="font-family:georgia;">kesehatan dapat membaca/mempelajari buku-buku lain mengenai kesehatan</span> <span style="font-family:georgia;">olahraga.</span><br /><span style="font-family:georgia;"><br />Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi semua pihak sehingga kesehatan</span><br /><span style="font-family:georgia;">olahraga dapat berkembang.</span></span>Mas Herryhttp://www.blogger.com/profile/12082363408150980342noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4252327935741225660.post-40125481254901544572007-04-20T15:05:00.000+07:002007-05-29T11:00:33.551+07:00ILHAM SRI YULIANTO<span style=";font-family:georgia;font-size:100%;" ><br /><br /><span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);">PEBULU TANGKIS CILIK ILHAM SRI YULIANTO,<br />Mewarisi Bakat sang Ayah</span><br /><br /><span style="font-size:85%;"><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">Seputar Indonesia </span><br /><span style="font-weight: bold; font-style: italic;">Minggu, 04/03/2007</span><br /></span><br /><br />Berawal dari melihat dan memperhatikan orang berlatih, akhirnya Ilham jatuh cinta pada bulu tangkis. Kini pemilik nama Ilham Sri Yulianto ini ingin seperti juara dunia bulu tangkis,Taufik Hidayat.<br /><br />SEJAK masih kecil, Ilham sering ikut ayahnya, Herry Suprianto, latihan bulu tangkis. Sang ayah merupakan seorang pelatih, sekaligus pengelola sekolah bulu tangkis. Lambat laun ”darah olahragawan” pebulu tangkis pun menurun ke diri Ilham.<br /><br />”Dari dulu saya memang sering mengajak dia kalau pergi melatih. Di sana dia menyaksikan bagaimana orang berlatih bulu tangkis,” cerita Herry kepada SINDO. Diawali dari melihat-lihat dan memperhatikan cara orang bermain bulu tangkis, akhirnya Ilham mulai tertarik. Sesekali dia mencoba mempraktikkan bermain bulu tangkis ala kadarnya.<br /><br />”Pertama-tama yang diajarkan cara memegang raket, terus cara memukul atas. Kalau sudah, bisa langsung latihan fisik,” kata Ilham, anak bungsu pasangan Herry Suprianto dan Yulmuliawati. Ketika menginjak bangku SD, tepatnya mulai kelas 3, Ilham mulai serius latihan.<br /><br />Guna menambah daya tarik saat bermain bulu tangkis, sang ayah sering mengajak dan memperkenalkan dia kepada pemain-pemain bulu tangkis nasional yang sedang berlatih di pelatihan nasional (pelatnas). Terkadang, sampai meminta kepada pemain-pemain tingkat nasional dan internasional itu berfoto bersama Ilham. Sederet nama beken berhasil difoto bareng, yakni Taufik Hidayat, Marleev, Sigit Budiarto, dan Luluk Hadianto.<br /><br />Pengalaman ini membuat Ilham merasa senang dan bersemangat. ”Tujuannya untuk memancing dia semakin tertarik lagi dengan bulu tangkis. Di sana dia melihat, bagaimana pemain-pemain hebat itu latihan. Nah, itu membuat dia kagum,” ujar Herry. Tak ketinggalan Herry menstimulus anak bungsunya tadi dengan cara memperlihatkan betapa enaknya menjadi seorang juara bulu tangkis. ”Lihat tuh pemain hebat itu, ke mana saja dia dikejar-kejar orang dan secara finansial juga bagus,” imbuhnya.<br /><br />Pada mulanya, Herry tak pernah berpikir bahwa sang anak menerjuni dunia bulu tangkis guna mengejar prestasi. Padahal, semua berawal dari sekadar berlatih biasa untuk mengisi kegiatan kosong. Eh, ternyata dalam tempo tak begitu lama, Ilham menunjukkan kemampuan teknik bulu tangkis yang lumayan bagus. Selanjutnya, Ilham dipersiapkan program latihan yang serius.<br /><br />Dia menjalani latihan intensif tiap Senin,mulai pukul 16.00–20.00 WIB. Kemudian Selasa mulai pukul 18.00–20.00, Kamis pukul 16.00–20.00, Jumat pukul 18.00–20.00 dan Sabtu pukul 17.00–20.00. Apa resepnya agar tidak capek menjalani latihan rutin itu? ”Pulang sekolah langsung tidur. Lamanya dua jam. Habis itu bangun dan latihan deh,” kata Ilham polos. Selain program latihan, langkah tersebut diimbangi dengan program makan, vitamin dan istirahat yang cukup.<br /><br />Setelah menjalani program selama tiga bulan, Ilham menunjukkan perkembangan luar biasa. Setelah menjalani latihan intensif, ayahnya mulai memperkenalkan Ilham dengan dunia kompetisi dan turnamen bulu tangkis. Langkah awalnya dimulai dengan mengikuti turnamen tingkat desa di Kecamatan Bojong Gede pada 2005 lalu. Meski pun belum meraih gelar juara, Ilham berhasil masuk peringkat delapan besar.<br /><br />Selanjutnya pada tahun yang sama, dia ikut Kejuaraan Bulu Tangkis Cabang (Kejurcab) Kota Depok. Namun, dia cuma masuk babak ketiga dan terpaksa harus kalah dari pemain yang berusia lebih tua dari dia. Namun di kejurcab tahun berikutnya, Ilham mengalami peningkatan pesat dan berhasil meraih juara ketiga. ”Saya kecewa dan masih belum puas. Saya inginnya juara pertama, tapi lawannya jago-jago sih,”ujar Ilham yang mengidolakan juara dunia bulu tangkis Taufik Hidayat.<br /><br /><span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);">Perlu Didikan Pelatih Profesional</span><br /><br />MANTAN pebulu tangkis profesional di era tahun ’80-an, Hardioto (Didit) berpendapat, Ilham mempunyai prospek bagus di dunia bulu tangkis profesional.<br /><br />”Untuk seumuran dia yang masih kanak-kanak, Ilham sudah menguasai teknik bagus. Baik teknik serang, bertahan dan teknik lain. Hanya, tinggal masalah intensitas latihan. Kalau ini diperbanyak, bisa bagus dan menjadi pemain hebat,” tutur Didit, pebulu tangkis seangkatan Icuk Sugiarto saat masih bermain di Kejurda DKI itu. Selain kelebihan, Ilham tak luput dari kekurangan.<br /><br />Salah satunya karena dia belum dapat berpikir ke depan. Saat latihan sering kali dia masih terkesan manja. Hal ini karena motivasi dalam diri belum sepenuhnya tertanam. ”Langkah untuk membangkitkan motivasi dalam diri Ilham, si pelatih harus dapat memberikan variasi latihan,” ujarnya.<br /><br />Variasi latihan yang dimaksud tidak sekadar latihan bulu tangkis. Dia juga diajak melihat- lihat bagaimana suasana latihan di pelatda dan pelatnas. Atau diberikan contoh-contoh siapa saja juara bulu tangkis dan gambarkan kehidupan seorang juara. Dengan memperlihatkan hal semacam itu, Ilham dapat termotivasi ingin menjadi seorang juara. Langkah ini perlu dilakukan sedini mungkin karena faktor motivasi menjadi penentu utama seorang juara.<br /><br />Motivasi membuat seseorang mau latihan keras. ”Latihan keras yang dimaksud di sini harus disesuaikan dengan umur. Ada dua contoh juara yang berhasil karena motivasi kuat. Dua di antaranya adalah Icuk Sugiarto dan Sigit Pamungkas,” kata mantan juara Kejurda Antar Sekolah Se- Jakarta di era 1980-an itu. Didit menceritakan ketika masih latihan bareng dengan Icuk Sugiarto dan Sigit Pamungkas di Kemakmuran, Jakarta. Saat itu sebetulnya teknik bermain bulu tangkis Icuk biasa saja.<br /><br />Namun, karena dia punya tekad kuat harus jadi pemain hebat, akhirnya dia berhasil mewujudkan cita-citanya tersebut. ”Saat itu ketika masuk pelatnas di Ragunan, Icuk termasuk pemain yang paling rajin latihan. Karena itu tak heran walaupun diasah hanya sebentar, dia bisa jadi pemain hebat karena kuatnya tekad dan motivasi,” tutur Ilham. Contoh lain, Didit menyebut Luis Pongoh, pemain yang dijuluki si bola karet. Pemain itu bisa tampil jadi seorang juara karena memiliki motivasi kuat dan memiliki sifat penurut terhadap apa yang diajarkan sang ayah.<br /><br />Mengenai kondisi Ilham yang hingga kini masih dilatih sendiri oleh ayahnya, Didit menyarankan, selain sang ayah yang melatih Ilham, ada baiknya Ilham dilatih orang lain (pelatih profesional). Tujuannya supaya dalam menjalankan latihan dia bisa lebih keras dan tak ada kesempatan untuk bermanja-manja.<br /><br />”Soal teknik dia sudah punya. Kini tinggal mengasahnya supaya matang. Dalam artian, latihan fisik diperkuat. Apabila fisik Ilham sudah kuat, latihan yang dilakukan secara rutin dalam tempo enam bulan atau satu tahun sudah jadi bagus dan jadi seorang juara,” katanya. Selain itu, dia juga harus memperbanyak jam tanding mengikuti beragam kompetisi. Tujuannya agar dia punya pengalaman bagaimana menghadapi publik alias bertanding disaksikan orang banyak. Kebiasaan ini akan menumbuhkan mental juara.<br /><br /><span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);">Si Bungsu yang Disiplin</span><br /><br />AYAHANDA Ilham, Herry Suprianto, menuturkan, Ilham punya sedikit rasa manja karena merupakan anak bungsu. Meski begitu, dia punya motivasi tinggi dalam menjalani latihan.<br /><br />Dalam menjalankan latihan bulu tangkis, Ilham sudah terprogram dan terpola sedemikian rupa. Karena terbiasa, membuat tingkat disiplinnya menjadi tinggi. ”Kebetulan saya mempunyai sekolah bulu tangkis anak-anak dan remaja bernama PB Cipta Prima Utama Depok,”kata Herry,yang juga menjabat sekretaris PBSI Depok.<br /><br />Di mata ayahnya,Ilham tergolong anak yang memiliki daya serap cepat dalam menangkap pelajaran bermain bulu tangkis dengan baik. Begitu pula dalam menyerap pelajaran sekolah. Satu hal yang disukai Herry terhadap anaknya adalah mereka tidak suka jajan di luar. Ketika kawan-kawannya asyik makan bermacam jajanan, Ilham malah menahan diri karena tidak suka dan tidak terbiasa jajan.<br /><br />Dia lebih suka menyantap makanan yang disiapkan orangtua di rumah. ”Ilham itu sangat disiplin dalam hal menepati waktu. Makan pun mau diatur, serta tak ketinggalan minum vitamin.Tanpa diperintah pun semua kebiasaan itu dapat dijalankannya,” katanya. Saking semangat menjalani latihan bulu tangkis, sampai-sampai Ilham tidak pernah mau ketinggalan, apalagi terlambat. Bahkan, bila ayahnya baru pulang kerja saja, Ilham kerap merengek-rengek agar sang ayah segera mengantar latihan.<br /><br />”Salah satu kiat agar Ilham tidak merasakan bosan dalam berlatih, saya mencoba mengajak dia berlatih di tempat latihan yang berbeda-beda. Jadi tidak di satu tempat latihan saja,”urai Herry. Semua itu bertujuan agar dia merasakan suasana tempat yang berbeda-beda. Ada tempat latihan yang terdiri atas tujuh lapangan,ada pula yang dua lapangan. Meski begitu, tetap saja jadwal latihan dijalankan dengan ketat dan disiplin. (nuriwan trihendrawan)</span>Mas Herryhttp://www.blogger.com/profile/12082363408150980342noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4252327935741225660.post-41460273229905472862007-02-13T09:04:00.000+07:002007-05-29T11:04:58.049+07:00PB Cipta Prima Utama<span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-size:100%;" ><br />SUSUNAN PENGURUS<br /><br />PB CIPTA PRIMA UTAMA<br />Pusat Pembinaan Bulutangkis Usia Dini<br />2004-2007<br /></span><span style="font-size:100%;"><br /></span><span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-size:100%;" >Penasehat:<br /></span><ol style="font-family: georgia;"><li><span style="font-size:100%;">Drs. H. Nandang Supriatna</span></li><li><span style="font-size:100%;">Mulyadi</span></li><li><span style="font-size:100%;">Thomas</span></li></ol><span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Ketua:</span><span style="font-size:100%;"> </span><span style="font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Herry Suprianto</span><span style="font-size:100%;"><br /><br /></span><span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Wakil Ketua:</span><span style="font-size:100%;"> </span><span style="font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >BC Sueko</span><span style="font-size:100%;"><br /><br /></span><span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Sekretaris:</span><span style="font-size:100%;"> </span><span style="font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Nunil Triana</span><span style="font-size:100%;"><br /><br /></span><span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Bendahara:</span><span style="font-size:100%;"> </span><span style="font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Yul Muliawati</span><span style="font-size:100%;"><br /><br /></span><span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Bidang Pembinaan dan Prestasi:</span><span style="font-size:100%;"> </span><span style="font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Drs. Lefidus Malau</span><span style="font-size:100%;"><br /><br /></span><span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Hubungan Masyarakat:</span><span style="font-size:100%;"> </span><span style="font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Surahman</span><span style="font-size:100%;"><br /><br /></span><span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Pelatih:</span><span style="font-size:100%;"><br /></span><ol style="font-family: georgia;"><li><span style="font-size:100%;">Herry Suprianto</span></li><li><span style="font-size:100%;">Genata</span></li><li><span style="font-size:100%;">Paul<br /></span></li><li><span style="font-size:100%;">Febriansyah</span></li></ol><span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" >Tempat Latihan:</span><span style="font-size:100%;"><br /><br /><span style="font-family: georgia;">Balai Rakyat Depok Utara, Jl. Jawa, Depok Utara, Depok, Jawa barat.</span><br /></span><span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" ><br />Waktu dan Tempat Latihan:</span><span style="font-size:100%;"><br /><br /></span><span style="font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" > <span style="font-weight: bold;">Kelas B</span></span><ol style="font-family: georgia;"><ol><li><span style="font-size:100%;">Selasa ------ 16.00 s/d 18.00 ------- Balai Rakyat Depok Utara</span></li><li><span style="font-size:100%;">Jumat ------ 16.00 s/d 18.00 ------- Balai Rakyat Depok Utara</span></li><li><span style="font-size:100%;">Minggu ------ 08.00 s/d 10.00 ------- Depan SMPN 2, Perumnas Depok I atau di Kampus Universitas Indonesia (latihan fisik di alam terbuka)<br /></span></li></ol></ol><span style="font-family: georgia;font-family:arial;font-size:100%;" > <span style="font-weight: bold;">Kelas A</span></span><span style="font-size:100%;"><br /></span><ol style="font-family: georgia;"><ol><li><span style="font-size:100%;">Senin ------ 16.00 s/d 20.00 ------ Balai Rakyat Depok Utara</span></li><li><span style="font-size:100%;">Selasa ------ 18.00 s/d 20.00 ------ Balai Rakyat Depok Utara</span></li><li><span style="font-size:100%;">Kamis ------ 16.00 s/d 20.00 ------ Balai Rakyat Depok Utara</span></li><li><span style="font-size:100%;">Jumat ------ 18.00 s/d 20.00 ------ Balai Rakyat Depok Utara</span></li><li><span style="font-size:100%;">Minggu ------ 08.00 s/d 10.00 ------- Depan SMPN 2, Perumnas Depok I atau di Kampus Universitas Indonesia (latihan fisik di alam terbuka)<br /></span></li></ol></ol><span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-size:100%;" >Sekretariat</span><span style="font-size:100%;"><br /><br /><span style="font-family: georgia;"> Jl. Cahaya Titis Raya No. 74, Tanah baru, Beji Depok, Jawa Barat</span><br /><span style="font-family: georgia;"> Telepon (021) 7720051</span></span>Mas Herryhttp://www.blogger.com/profile/12082363408150980342noreply@blogger.com