tag:blogger.com,1999:blog-41389992008-08-15T07:03:41.175+07:00blognya roiroihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comBlogger326125tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-50735066984840641442008-08-14T15:12:00.002+07:002008-08-14T15:24:53.774+07:00Quote of the day: "...jangan buat sinetron..."Itu kata bos saya waktu rapat tadi.<br />Jadi kadang-kadang saya selalu nggak fokus dengan kerjaan yang ada di depan mata karena terlalu memikirkan dampak yang akan terjadi, dan parahnya itu seringkali menghambat saya, baik dari kecepatan menyelesaikan kerjaan, ketegasan mengambil keputusan, dan yang paling utama adalah: konsentrasi untuk mengambil jalan yang terbaik dari masalah yang ada di depan mata.<br /><span style="font-style: italic;">"...jangan buat sinetron. Kamu takut kalo mau mengerjakan sesuatu, pikiran kamu isinya: nanti kalo gini efeknya gimana ya, kalo gitu jadi gimana... malah kemana-mana. Apa yang ada di depan malah jadi terbengkalai....jangan buat gambaran ini-itu, jangan buat sinetron nanti malah ngalahin Raam Punjabi itu..."</span><br /><span style="font-size:85%;">beuh...<br />kadang-kadang bos bener juga</span>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-43686011512832119722008-08-08T10:19:00.003+07:002008-08-08T10:25:44.392+07:00Salah satu guna blog...Ya buat klarifikasi berita, seperti yang dibuat oleh Dee di blognya, <a href="http://dee-idea.blogspot.com/">menanggapi berbagai isu seputar perceraiannya</a>.<br />Ayo nge-blog!!!!<br />Terutama kalo elo selebritis<br />hehehe<br /><br />..<span style="font-size:85%;">.<br />dan tinggalah para penggosip yang termanggu-manggu nggak ada kerjaan...</span>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-40213060202404615192008-08-04T09:58:00.002+07:002008-08-04T11:13:27.044+07:00Being MelancholistJadi melankolis itu nggak enak. Gampang sedih (walaupun belum tentu gampang nangis). Kata partner, berdasarkan buku psikologi praktis yang sempat dia baca, saya termasuk melankolis. Dan menjadi melankolis adalah ketidak-mampuan untuk mengendalikan rasa sedih.<br />...<span style="font-style: italic;">kadang murung meluap tak terbendung</span>....kata Katon.<br />Jadi ceritanya diawali oleh pernikahan adik saya minggu lalu.<br />A great wedding I said....<br />Hanya saja saya sampai sekarang masih belum sadar sepenuhnya bahwa adik saya sudah menjadi pria dewasa dan menikah.<br />And I hate after party....the silence is killing me slowly...roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-33702372468578413792008-07-29T11:33:00.004+07:002008-08-04T11:18:06.245+07:00Jaringan Seluler<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_JYjRXEa6NOo/SI6hLHDPr_I/AAAAAAAAAIA/clvJvYaX2b0/s1600-h/42-17670434.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_JYjRXEa6NOo/SI6hLHDPr_I/AAAAAAAAAIA/clvJvYaX2b0/s200/42-17670434.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228293429667016690" border="0" /></a><br />Membaca <a href="http://rahard.wordpress.com/2008/07/28/telekomunikasi-seluler-makin-payah/">postingan ini </a>dari Pak Budi Rahardjo mengingatkan saya waktu ada event di Bandung kemarin.<br />Kendala yang dialami oleh Pak BR juga dialami oleh saya, yang menggunakan kartu selular pasca bayar oleh operator selular yang punya pelanggan paling banyak. Sambungan berbicara dengan nomor lain, baik dari operator yang sama atau operator yang berbeda, tidak bisa langsung berhasil. Harus dicoba antara tiga sampai empat kali, karena selalu ada pesan connection error di layar handphone saya.<br />Beuh, mungkin kapasitas traffic selular dari para operator harus sudah mulai ditingkatkan lagi ya.<br /><br />Note: Image was taken from <a href="http://pro.corbis.com/">Corbis</a>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-7026016829030156092008-07-23T11:05:00.004+07:002008-07-27T20:31:34.140+07:00unprepare<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_JYjRXEa6NOo/SIavW61-dBI/AAAAAAAAAH4/uJJzzwijWjo/s1600-h/prepration01.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_JYjRXEa6NOo/SIavW61-dBI/AAAAAAAAAH4/uJJzzwijWjo/s200/prepration01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226057225897669650" border="0" /></a><br />Two days heading for three-days event outside the city.<br />Only 25% on preparation...<br />No document material copy yet<br />Not much confirmation yet<br />No hotel to spend the night yet<br />The account's PIC is not here today because she's ill<br />First time event with single-fighter style<br />...<br />I don't like it<br /><br />update:<br />Saturday afternoon, the first two stages of the event was went well. The client happy. The on-air interview with one radio station was postponed until tomorrow.<br />But my Putri Jail is getting a fever, damn. It makes me worried. A lot. Hope she will be alright.<br /><br />Sunday afternoon. All things is done. Hopefully the client satisfied. I'm very exhausted. Time to rest. I have to wake up very early tomorrow morning to catch the earliest train to Jakarta. Putri Jail is going to be OK.roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-60703817657160243572008-07-20T18:55:00.000+07:002008-07-20T18:45:36.123+07:00good quoteStill enjoying my Sunday afternoon in Pasar Festival, reading Eat, Pray and Love from Elizabeth Gilbert.<br>This is a good book, I mean I'm enjoy reading the book, while maybe learn something from it. <br>I just found a good quote from this book. What interesting from the quote is, I always says the first sentence from the quote when I'm facing a trouble. I never thought actually we could add other sentence after the first one, and it still could strengthen the first sentence. <br>I hope the qoute will do good for all of us whenever we're facing troubles. Here's the quote:<br>....everything is going to be OK. And if not OK, then at least comic...roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-76963946599823194182008-07-20T15:27:00.003+07:002008-07-20T15:42:03.132+07:00Sunday AfternoonBiasanya hari minggu saya bingung mau ngapain. Seharian dirumah, waktu malam senin baru nyesel, <span style="font-style: italic;">'hari libur kok malah di rumah aja, nggak maen kemana-mana...'</span><br />Sekali dua kali, saya pergi juga dari rumah, sendirian. Hanya untuk cari suasana beda. Tapi kadang-kadang itu juga bingung, <span style="font-style: italic;">mau pergi kemana ya?</span><br />Sekalinya pergi tanpa tujuan, saya selalu kepikiran Putri Jail dan partner.... jadi nggak konsen. <span style="font-style: italic;">Not being here at the present...</span>(beuh).<br />Tapi hari minggu siang ini akhirnya dipaksa-in juga cabut dari rumah.<br />......<br />Kapan ya saya terakhir kali naik angkutan umum? Mungkin sekitar tiga minggu yang lalu waktu pergi ke Bandung.<br />Kadang-kadang saya kangen naik angkutan umum. Yah minimal disupirin, jadi nggak terlalu belibet mikirin jalan.<br />Hal lainnya yang menurut saya membuat perjalanan naik angkutan umum cukup menarik adalah penjaja asongan yang kadang-kadang 'ajaib', dan kalau beruntung pengamen jalanan yang memang berbakat.<br />Minggu siang ini, setelah hampir menunggu sekitar setengah jam dan akhirnya menyerah dengan menggunakan bis dengan trayek lain, saya tidak mendapatkan penjaja asongan yang ajaib, tapi saya bisa mendengarkan hiburan lagu jalanan yang lumayan bisa dinikmati.<br />Hari Minggu masih beberapa jam lagi...<br /><br /><span style="font-style: italic;">C'mon, enjoy the present</span>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-82163515926907909712008-07-17T15:02:00.004+07:002008-07-17T15:19:47.311+07:00Bang Iwan<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_JYjRXEa6NOo/SH7-XlXTaMI/AAAAAAAAAHw/8m6_WnH6lH4/s1600-h/gallery_fals.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_JYjRXEa6NOo/SH7-XlXTaMI/AAAAAAAAAHw/8m6_WnH6lH4/s200/gallery_fals.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223892298916653250" border="0" /></a>Galang Rambu Anarki yang dinyanyikan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals">Bang Iwan (Fals)</a> cocok banget dengan kondisi sekarang.<br /><blockquote>.....<br />galang rambu anarki ingatlah<br />tangisan pertamamu ditandai bbm<br />membumbung tinggi.... </blockquote>Lalu ketika membaca informasi mengenai kelangkaan susu di surat kabar, semakin cocoklah lirik lagu ini<blockquote><br />...<br />maafkan kedua orangtuamu<br />kalau tak mampu beli susu<br />bbm naik tinggi<br />susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi<br />mungkin bayi kurang gizi<br />...</blockquote>Untungnya, lirik lagu ini nggak melulu mengeluhkan keadaan, coba lihat lirik bagian akhirnya.<br /><blockquote>...<br />galang rambu anarki anakku<br />cepatlah besar matahariku<br />menangis yang keras, janganlah ragu<br />tinjulah congkaknya dunia buah hatiku<br />doa kami di nadimu</blockquote>Amiiin.<br /><br />Note: Sejauh ini saya menemukan ada dua blog yang membahas Iwan Fals secara khusus, yang pertama <a href="http://iwanfalsmania.blogspot.com/">disini</a> dan yang kedua <a href="http://iwan-fals.blogspot.com/">disana</a>.roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-50391950155555714212008-07-16T10:52:00.006+07:002008-07-16T15:29:26.959+07:00Energi Negatif...<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_JYjRXEa6NOo/SH1x_VHq1zI/AAAAAAAAAHo/JV2VfFolxNU/s1600-h/42-15906910.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_JYjRXEa6NOo/SH1x_VHq1zI/AAAAAAAAAHo/JV2VfFolxNU/s200/42-15906910.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223456475634652978" border="0" /></a><br />Gimana caranya mengelola energi negatif?<br />...<br />Saya nggak tahu, padahal dari beberapa buku yang baru-baru ini saya baca, mengelola energi, baik itu negatif ataupun positif, adalah hal yang cukup penting buat menjalani kehidupan.<br />Pengelolaan energi akan langsung berhubungan dengan mood kita, perasaan kita, yang pada akhirnya akan berpengaruh kepada hasil akhir.<br />Yang paling ribet adalah mengelola energi negatif di kantor. Minimal gimana caranya kita nggak bete sama penugasan dari atasan.<br /><span style="font-style: italic;">masa tiap kali gagal mengelola energi negatif, saya harus pindah kerjaan dan kantor? nggak banget deh.</span><br />Ini dia yang jadi permasalahan.<br /><br /><span style="font-style: italic;">image was taken from </span><a style="font-style: italic;" href="http://corbis.com/">corbis</a><br /><br />Up-date (15:31, 16 Juli 2008)<br /><a href="http://beradadisini.wordpress.com/">Hanny</a> nge-drop komentar, yang menurut saya keren banget. Jadi sayang kalau hanya ditaruh di box comment. Ini dia komentarnya:<br /><br /><blockquote style="font-weight: bold; font-style: italic;">mungkin jangan mengelola energi negatif, rom.<br />yang dikelola adalah energi positif yang ada, sehingga energi positif itu bisa ditingkatkan dan mengurangi efek dari energi negatif di sekitar.<br />istilah gampangnya, jangan menghitung kesialan yang dialami, but count the blessings :D<br />karena toh, semua tempat di dunia ini punya energi negatif dan energi positif--nggak ada yang punya hanya salah satunya saja :)<br /><br /></blockquote>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-53287123394945743232008-07-14T08:13:00.005+07:002008-07-14T08:42:47.760+07:00tiga minggu....<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_JYjRXEa6NOo/SHqtSzA9sYI/AAAAAAAAAHg/dXvU94AfAoA/s1600-h/CB035187.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_JYjRXEa6NOo/SHqtSzA9sYI/AAAAAAAAAHg/dXvU94AfAoA/s200/CB035187.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222677256333013378" border="0" /></a><br />Ternyata saya hanya diberi tiga minggu untuk menikmati lalu-lintas Jakarta yang relatif nyaman. Iya. Mulai hari Senin ini anak-sekolah (SD hingga SMA) sudah mulai masuk lagi setelah liburan akhir tahun pelajaran. Dan seperti biasa, kalau anak sekolah kembali mulai masuk setelah liburan panjang, segala sesuatunya pasti lebih <span style="font-style: italic;">hectic</span>, hingga merambat ke jalanan.<br />Pagi ini saja, tumben-tumbennya saya butuh waktu hingga sekitar satu jam di pagi hari untuk mencapai tempat kerja partner. Padahal biasanya saya hanya butuh waktu sekitar setengah jam. Ada antrian panjang di Halim, entah kenapa, mungkin lampu merah di daerah Halim diatur sedemikian rupa sehingga nyala lampu hijau jadi jauh lebih sebentar.<br />Jakarta kembali bergeliat ya....<br /><br />image was taken from <a href="http://pro.corbis.com">corbis</a>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-66955246265346573302008-07-10T14:25:00.002+07:002008-07-10T14:28:28.672+07:00Belajar Marah<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_JYjRXEa6NOo/SHW57_sPW4I/AAAAAAAAAHY/PRindtTbvkw/s1600-h/42-17773051.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_JYjRXEa6NOo/SHW57_sPW4I/AAAAAAAAAHY/PRindtTbvkw/s320/42-17773051.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221283783366368130" border="0" /></a><br /><div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">....It just cross on my mind....<br /><br />ternyata marah juga ada pelajarannya ya. Selama ini saya pikir marah ya<br />marah aja....Tapi ternyata yang namanya marah itu ada<br />'etiket'-nya...(beuh...), dan yang paling dasar dari belajar marah<br />adalah, kalau kata saya, jangan sampai emosi menguasai diri kita.<br /><i>baru denger rekan sebelah yang dimarahin supervisor<br /></i>....<br />Hal lainnya adalah....<br />yang namanya marah, pasti penuh dengan nuansa negatif....pemicu dan prosesnya. Dan menurut saya, tingkat tertinggi dari luapan rasa marah itu, justru mampu mengeliminasi hal-hal negatif tadi; gimana caranya si korban (yang kena marah) mampu termotivasi secara positif untuk melakukan hal yang lebih baik...Karena terus terang banyak pengalaman saya, yang justru ter-demotivasi setelah kena marah atau kena tegur...dan saya sadar itu nggak ada gunanya buat semua pihak<br />(kok jadi gini ya bahasa gue.....)<br /><br /><span style="font-style: italic;">image was taken from </span><a style="font-style: italic;" href="http://pro.corbis.com/search/searchFrame.aspx">corbis</a><br /></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-89725984416827819572008-07-03T18:43:00.001+07:002008-07-03T18:43:27.246+07:00Koran Digital<div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'>Awalnya <a href='http://ndorokakung.com/'>Ndoro Kangkung</a> yang posting soal <a href='http://blog.tempointeraktif.com/?p=244'>Koran Tempo yang goes digital</a> alias bisa dilihat vie internet. Saya langsung coba menelusuri <a href='http://epaper.korantempo.com/'>link yang dikasih Ndoro Kangkung untuk layanan ini</a>.<br/>Cool....<br/>persis seperti kalau kita baca koran. Tampilan koran biasa, hanya tinggal klik-sana dan klik-sini untuk membuka halaman koran yang versi aslinya.<br/>Terus satu atau dua hari kemudian saya baru tahu <a href='http://www.kontan.co.id/'>Kontan Harian juga punya layanan yang sama</a>.<br/>Dan hari ini, <a href='http://epaper.kompas.com/'>Kompas juga meluncurkan versi cetak digitalnya</a>.<br/>Secara tampilan dan aksesibilitas, saya lebih suka Koran Tempo, karena disitu kita bisa memilih membaca artikel yang dilengkapi dengan gambar atau tidak. Buat pengguna internet yang punya keterbatasan bandwidth, ini jelas menguntungkan. <br/>Tampilan koran digital Kompas dan Harian Kontan mirip. Saya agak kesulitan untuk melakukan zoom saat mau membaca sebuah artikel tertentu. Tampilan di layar komputer saya, yang tadinya menampilkan gambar seluruh lembaran koran dengan jelas, berubah menjadi mode zoom dengan tampilan piksel yang kasar. Saya tidak bisa membaca jelas artikel secara keseluruhannya.<br/>Anyway....<br/>semoga saja langkah digitalisasi koran ini juga diikuti oleh koran-koran lainnya<br/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-55672611163114397512008-07-02T18:16:00.001+07:002008-07-02T18:16:55.226+07:00On boring day<div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'>Seharusnya postingan ini ditulis hari Senin lalu, ketika saya baru menempati gedung kantor yang baru. Sekalian meng-up date blog yang terbengkalai ini.<br/>Tapi mungkin kesibukan pindahan, adaptasi dengan gedung baru, laporan harian untuk klien, dan terutama.... faktor kemalasan dari saya sendiri yang membuat postingan ini baru muncul sekarang.<br/>(terganggu sebentar karena ada ibu RT yang baru menyerahkan kartu password masuk gedung - iya gedung yang baru ini juga seperti gedung kantor saat saya bekerja sebagai jurnalis dulu, harus mengibaskan kartu khusus dan memasukan password untuk masuk gedung-)<br/>Dan sekarang saya posting lagi...<br/>Pertama tentang gedung baru kantor saya.<br/>Sampai sekarang, saya belum ada keluhan tentang gedung baru ini. Meskipun masih ada beberapa pekerja yang melakukan proses finishing gedung, atau wastafel yang peletakannya tidak sempurna sehingga kalau kita cuci tangan disana airnya kemana-mana, secara keseluruhan buat saya itu semua wajar karena gedung ini memang baru dan sedang direnovasi.<br/>Yang paling membuat saya bisa lebih 'menerima' gedung baru ini adalah suasana sekitarnya. Gedung ini mengingatkan gedung kantor yang menerima saya bekerja di Jakarta untuk pertama kali, karena letaknya dekatnya dengan sebuah pasar tradisional.<br/>Entah kenapa saya selalu bisa menikmati suasana pasar tradisional. Lebih dinamis. Kuli angkut yang lalu lalang, tawar-menawar harga penjual pembeli, ibu-ibu yang bertukar gosip, barang-barang atau sayuran atau ikan atau daging yang dijual.<br/>Gedung yang baru ini juga dekat dengan pasar tradisional. Pasar tradisional yang sudah dibuat modern, jadi jauh lebih bersih. Tapi sayangnya masih agak sepi. No problem with me.<br/>Pasar identik dengan tempat jajan atau makan. Ini juga yang jadi faktor kelebihan gedung baru ini kalau dibandingkan dengan gedung yang lama. Lebih banyak pilihan untuk makan. Bu Endang, Koka Bagana, Ayam Ganthari, Warung Cianjur, jejeran warung soto, singkong keju atau sekedar warteg 3m (murah meriah mencret...untung yang terakhir ini belum ke-alaman, semoga nggak).<br/>Kedua tentang menulis.<br/>Kenapa tentang menulis? Karena ada beberapa hal yang terlintas dibenak saya yang berkaitan erat dengan menulis dan penulis. Seperti tadi malam ketika mampir di Jephe Methe Tebet. Sambil menunggu partner makan, saya membaca sekilas sebuah novel yang lumayan baru. Ditulis oleh seorang mantan wartawan, tokoh yang lumayan terkenal. Novelnya bercerita tentang Indonesia dan konflik. <br/>Menurut saya, novelnya 'nggak banget'. <i>Satu,</i> dari penggunaan bahasa yang aneh dan 'nggak banget'. Terasa dipaksakan. Kalau kata partner saya, itu yang disebut gaya bahasa sastra 80-an. 'Gaya bahasa Orde Baru', itu yang langsung terlintas di benak saya.Mmmm, mungkin karena pengaruh Orde Baru, jadi gaya bahasa penulis itu terkesan dipaksakan, tidak alami. <i>Dua</i> dari alur logika bahasa, yang juga 'nggak banget'. Mungkin ini akibat kesan saya tentang penggunaan bahasa yang 'nggak banget' itu tadi. <br/><i>Tiga</i>, endingnya. Iya, saya baca sekilas sekitar 30 halaman pertama dan langsung lihat endingnya. Ending-nya juga 'nggak banget'. Murahan. Terkesan penulisnya nggak mau repot-repot membuat ending yang lebih bagus. Cheesy. <i>Empat</i>, bukunya tebel banget. Saya salut buat orang-orang yang sudah selesai membaca novel tebal yang 'nggak banget' ini dan membuat tanggapan sekilas tentang novel ini (yang kemudian dicantumkan oleh penerbit di bagian awal novel sebagai teaser...). Butuh perjuangan berat untuk menyelesaikan membaca novel ini. Me salute you...need a stress-releaser maybe?<br/>Ketiga tentang klien.<br/>Damn...Damn...Damn...<br/> <br/><br/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-89554014420318391992008-06-18T12:17:00.000+07:002008-06-18T12:07:46.820+07:00TargetSir,<br>the truth is: I don't have any target at all on my life, on this consultancy.<br>I'm kind of person that live my life as it is, just go with the flow of life.....<br>I also don't very aware of my strength, what I can contribute to this consultancy. I just need guidance...<p>(during the lunch time, prior to review meeting this afternoon)roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-87744462797157037112008-06-16T13:34:00.003+07:002008-06-16T13:37:20.731+07:00Our deepest Fear<div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><h1 style="margin: 0pt; font-size: 12px;">“Our deepest fear is not that we are inadequate. Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. It is our light, not our darkness, that frightens us most. We ask ourselves, 'Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, and famous?' Actually, who are you not to be? You are a child of God. Your playing small does not serve the world. There is nothing enlightened about shrinking so that people won't feel insecure around you. We were born to make manifest the glory of God that is within us. It's not just in some of us; it's in all of us. And when we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same. As we are liberated from our own fear, our presence automatically liberates others.”</h1><br />Nelson Mandela<br /><br /></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-88194625048648986822008-06-13T07:57:00.001+07:002008-06-13T07:57:12.115+07:00Scribefire on Mac Os<div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'>hehehe...<br/>I've just added <a href='http://www.scribefire.com/'>scribefire</a> add-on on my firefox....<br/>I'm just curious if the add-on runs well on Mac Os. <br/>But I prefer to use scribefire through my laptop.<br/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-8396827210334006672008-06-12T12:35:00.001+07:002008-06-12T12:35:32.196+07:00back again<div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'>Hehehehe,<br/>after I using other gadget for while (my cell-phone and my office-computer), I'm back using my laptop to writes this post.<br/>Still use Scribfire and Firefox...<br/>It's kind of bothering me at the first place since I can't use the latest version of Scribfire. But apparently I haven't updated my Firefox. After I updated the version<br/>then...<br/>voila....<br/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-72366627331490066392008-05-23T17:16:00.003+07:002008-05-23T17:34:04.419+07:00About the futureWhat will I be in the next five or ten years? Where will I be in the next five or ten years? ...<br />I used to be kind of person who didn't care much about the future, I just follow the path of live as it is.<br /><br />But currently some particular persons surround me push me to think about that. What will I be in the next five or ten years. I think it's about the time for me to not consider my dream is just not only 'dream', but it should be something to get, to achieve.<br />Stop being passive and become active!!!<br />Like <a href="http://enda.goblogmedia.com/">Enda</a> said: How people can learn something if they doing it right?roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-42393746779355594852008-05-10T10:14:00.001+07:002008-05-12T07:03:16.117+07:00on Samuel MulyaI often read Samuel Mulya's article on Kompas Sunday edition. His writing usually 'pinch' someone or something, yet inspiring. He dare to show what was his thought through his writing, and didn't hesitate to admit his nasty attitude.<br />Today, I read an old magazine that has several men's comment on women's problem. The problem was: a single mother whose falling in love to a married man with children.<br />When most other comments seem to softly persuading the mother to leave the man or to carefully listen to the heart, Samuel Mulya told the mother to checked the man's EQ and IQ, and also told the mother to take her child for better education, so the child wouldn't have to follow the mother's step.<br />Sam, you rock!!!roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-52483748058742659842008-05-07T20:00:00.000+07:002008-05-07T19:50:22.311+07:00...my nightHere I am, stucked in the Jakarta's night traffic jam, I decided to stop by at my ussual place in Bakti to have a plate of fried rice for the dinner.<br>After standing for a while, watching a man prepared the fried rice for other customer and ordered my new customize fried rice, I took a seat.<br>There they are, seated in front of me a young couple, ate their fried rice in silince. The boy had finished its fried rice first while the girl still enjoyed her fried rice.<br>Suddenly, without any command, the girl moved her full of fried rice's spoon to the boy's mouth, which instantly open....<br>....<br>I'm still amazed how love can easier people to communicate<br>(or it should be the other way around ya?)roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-31739591875211353932008-04-19T05:46:00.000+07:002008-04-19T05:36:25.120+07:00AhmadiyahSeberapa dekat (atau mungkin seberapa jauh) hubungan antara Ahmadiyah dan PKS? Berita-berita tentang penolakan aliran Ahmadiyah ini rasa-rasanya muncul hampir beriringan dengan berita-berita kesuksesan PKS memenangkan dua pilkada gubernur (meskipun belum ditetapkan oleh lembaga yang berwenang).<br>Ada kekhawatiran dari saya kalau berita-berita penolakan Ahmadiyah ini malah dijadikan tunggangan politik beberapa kepentingan tertentu. Terlebih menjelang pemilu dan pilpres, seperti saat-saat sekarang ini.<br>Koreksi saya kalau salah, sebenarnya selang tiga tahun terakhir ini berita-berita tentang penolakan aliran Ahmadiyah ini timbul tenggelam, tidak pernah tuntas.<br>Dulu kalau tidak salah, pemimpin aliran Ahmadiyah sempat memberikan keterangan pers setelah dia bertemu dengan SBY. Saya kira masalahnya sudah selesai sampai disitu, tapi ternyata penolakan aliran Ahmadiyah ini muncul kembali.<br>Om Pecas Ndahe diblog-nya sempat posting tentang debat terbuka mengenai aliran Ahmadiyah ini, dan itu terlaksana pada 1939. Kenapa kita nggak bisa menjadi arif dan melaksanakan debat terbuka seperti itu?<br>Daripada kita menyebarkan selebaran untuk melakukam aksi dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang seram di media, rasa-rasanya melakukan debat terbuka merupakan pilihan yang masuk akal.<br>Salah satu pernyataan seram tentang penolakan aliran Ahmadiyah ini adalah: halal-nya darah pengikut aliran Ahmadiyah.<br>Duh, sejak kapan kita sebagai manusia mempunyai kewenangan untuk menghilangkan nyawa orang lain? Saya sedih sekali membaca pernyataan-pernyataan seperti itu, yang dalam 10 atau 20 tahun kedepan bisa membuat Indonesia seperti Yugoslavia: perpecahan dan ketika anak-anak balita kita sekarang nanti dibantai oleh sekelompok orang.roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-71008678018870682582008-04-14T10:03:00.000+07:002008-04-14T09:53:36.067+07:00a childAAAAAARRRGGGHHHHHH<br>Please help me, there is a child inside of me<br>AAAAAAARRRGGGGHHHHHHroihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-25511046215619109052008-04-11T07:31:00.001+07:002008-04-11T09:00:52.638+07:00DAMN!!!This is non-sense, absurd, crazy<br />I can't access any blogger's/blogspot blog through my computer this morning.<br />Do the government also banned blogspot as well just like You Tube and Multiply?<br />Well then, I won't choose this kind of government in next election then....<br />Damn, I'm really piss off<br />(I'm posted this post through my mobile phone)<br /><br />Update: I'm able to access this blog again.<br />But still I don't know what the hell is happening in this morning....roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-61598420379357031942008-04-10T21:06:00.000+07:002008-04-10T20:56:53.009+07:00on parentingWhy do almost all parents always think what is the best things for their child? <br>Why the parents were very rare to discussed what do the child wants and find a better solution with their child as a partner?<br>I always remember what Shrek told Donkey about having a baby.<br>Donkey: don't worry, a baby will not ruins your life<br>Shrek: You don't understand, it is Me that I'm worried to ruin my baby's life<br>...<br>I think it's about open minded anywayroihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-17982189440638105702008-04-04T06:43:00.000+07:002008-04-04T06:33:55.130+07:00The Virgin To Make Much of TimeGather you rose but while you may<br>Old time is still flies<br>And this flower that smiles today<br>Tomorrow will be die<br>(from Dead Poet Society)roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com