tag:blogger.com,1999:blog-41389992009-06-24T14:45:30.525+07:00blognya roidailies, feelings, thoughtroihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.comBlogger354125tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-39806909299789503432009-06-19T08:31:00.000+07:002009-06-19T08:35:07.461+07:00Back to the previous and weird feelingDua minggu terakhir ini saya merasa kembali ke habitat perkuliahan.<br />Jadi setelah cabut dari pekerjaan saya di sebuah konsultan komunikasi, ayah saya mencemplungkan saya di konsultan perencanaan: kembali ke masa kuliah, dan merancang infrastruktur untuk sebuah rencana tata ruang kota...<br />Sounds cool ya...did I also mention that the nerve-racking also come in the package?<br />Well anyway...<br />Satu hal yang menyenangkan (sampai saat ini) dengan pekerjaan ini adalah, saya jadi punya kesempatan bepergian lagi. Setelah minggu lalu ke Batam, trus plesir ke Pulau Rempang dan Galang; minggu ini saya ada di Pulau Sabang. Jadi kemarin itu rasa-rasa hari yang patut diingat: naik tiga jenis moda kendaraan dalam satu hari (moda darat: mobil; moda udara: pesawat, dan moda laut: feri).<br />Ada satu hal yang (diantara beberapa lainnya) yang membuat saya berkesan karena: merinding. Itu saya alami di Pulau Galang dan di Banda Aceh.<br />Di Pulau Galang, saya dan rombongan mendatangi tempat pengungsi orang-orang Vietnam. Mereka menjadi pengungsi saat pecah Perang Vietnam tahun 60-an lalu. Mungkin ada sekitar ratusan pengungsi Vietnam yang datang ke Pulau Galang ini dengan hanya menggunakan kapal kayu sederhana untuk menempuh ribuan mil laut: lari dari perang saudara di kampung halaman mereka.<br />UNHCR berinisiatif untuk melobi pemerintah Indonesia agar mau menempatkan para pengungsi Vietnam ini di kawasan khusus, jadilah sebuah lahan di Pulau Galang menjadi tempat penampungan mereka, mereka hidup di Pulau Galang sana sekitar 20 tahunan.<br />Tadinya, ketika membayangkan tempat pengungsian bagi orang Vietnam itu, saya membayangkan barak-barak pengungsi yang suka terpampang di film-film perang dunia kedua produksi Hollywood....(too much movie I guess). Tapi ternyata saya tidak menemukan bangunan barak-barak yang saya bayangkan. Tempat penampungan pengungsi Vietnam mungkin lebih mirip sebuah desa kecil, dengan vihara, klinik kesehatan, tempat kegiatan orang muda, sampai dengan warung kopi.<br />Pernah mendatangi sebuah rumah kosong yang sudah lama tidak ditinggali selama beberapa waktu? Saya selalu merasakan keheningan yang mencekam dan perasaan sepi-mencekam yang tidak bisa jelaskan.<br />Dan coba bayangkan rumah kosong itu luasnya beribu-ribu kali lipat, yang sudah lama tidak ditinggali selama 20 tahunan. Rasa-nya semakin menusuk: melihat dan merasakan area yang sudah lama tidak ditinggali, padahal ratusan orang pernah riuh-rendah hidup disana selama waktu yang cukup lama.<br />Dan perasaan aneh yang sama juga saya rasakan ketika saya melihat kuburan masal korban tsunami di Aceh.<br />Ini adalah kali pertama saya ke Banda Aceh. Saya selalu merasa saya harus menjenguk saudara-saudara kita di Banda Aceh ketika masa pemulihan pasca tsunami beberapa tahun lalu. Saya waktu ini masih di Bisnis Indonesia.<br />Saya sudah sering mendengar cerita-cerita yang membekas dari tsunami aceh: jenazah yang bergelimpangan di mana-mana; masjid dan tempat-tempat tertentu yang secara ajaib tidak tersentuh tsunami; dan kuburan masal: belasan hingga puluhan – atau mungkin ratusan jenazah yang dikuburkan dalam satu liang lahat raksasa.<br />Melihat kuburan, saya juga selalu merasa aneh dan merinding, membayangkan bahwa dibawah sana ada seseorang yang pernah bernafas, bergerak, dan sekarang kaku terbujur. Mungkin sedang berkelana di alam lain. Seperti apa rasanya ya?<br />Dan sekarang kuburan itu berpuluh kali lipat (juga) lebih besar, tanpa batu nisan.<br />Yah...pekerjaan baru memang selalu menawarkan hal-hal yang mengejutkan.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-3980690929978950343?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-56076955766570931362009-06-01T17:29:00.002+07:002009-06-01T17:45:11.203+07:00Twitter...Bagaimana caranya mengikuti perkembangan informasi tanpa meninggalkan tempat tidur?<br />Internet jawabannya, apalagi musim web2.0 dan social media sekarang ini. Kenapa tempat tidur? Biar lebih spesifik, kalau ‘tanpa meninggalkan rumah’, perkembangan informasi bisa saja diikuti lewat tv atau radio. Rasa-rasanya sekarang ini telepon seluler jadi ‘teman tidur’ hampir setiap orang. Correct me if I’m wrong.<br />Jadi begitulah, pagi-pagi di awal bulan Juni ini (berima mode on) saya coba belajar yang namanya social media, terutama plurk dan twitter.<br />And hopefully it will not like below pictures…<br /><a href="http://blaugh.com/2008/03/12/addicted-to-twitter" rel="bookmark"><img style="width: 318px; height: 180px;" class="comic" title="Addicted to Twitter" alt="Addicted to Twitter" src="http://blaugh.com/cartoons/120308_twitter_addicted.gif" /></a><br /><br />taken from: http://blaugh.com/2008/03/12/addicted-to-twitter/<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-5607695576657093136?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-86362931800269558142009-05-29T10:51:00.002+07:002009-05-29T10:53:25.544+07:00Pengendara Motor dan Geleng-geleng KepalaSaya speechless kalo mau ngegosip tentang mereka. Dulu, waktu motor belum sebanyak sekarang dan saya masih suka pake ojek untuk pergi-pergian, motor adalah pilihan saya nomor satu karena: relatif murah dan cepat.<br />Tapi sekarang? Wuahh… pengendara motor buat saya seperti lalat. Terlalu banyak dan menganggu. Ya, saya tau nggak semua pengendara motor itu berandalan berani mati yang egois (bawa penumpang empat: dua diantaranya masih bayi dan balita, nyalip kanan-kiri, dan ngebut di tengah-tengah jalan). Tapi perbandingan pengendara motor yang baik dan yang berandalan tadi mungkin hanya 1:500, satu pengendara motor yang baik, dan 500 yang berandalan.<br />Saya sering bertanya sendiri, apakah pengendara motor itu tidak pernah membuat kesal sesama pengendara motor lain? Apakah mereka tidak pernah merasa kesal dengan pengendara motor lain? Atau mungkin tingkat toleransi mereka begitu tinggi – karena menyadari sesama pengadaran motor berandalan -, jadi mereka maklum saja ketika ada pengendara motor lain yang membuat kesal.<br />Nah, sekarang pertanyaannya adalah, kalo ada pengendara motor yang kesal, gimana reaksi umum mereka?<br />Dan saya kembali diingatkan jawabannya pagi ini ketika dalam perjalanan ke kantor: mereka hanya mengeleng-gelengkan kepala; mengeleng-gelengkan kepala seperti seorang orang tua atau guru yang bijak melihat kenakalan anak atau murid-murid mereka. Seakan-akan memaklumi keberandalan mereka, atau mungkin di-ingatkan kalau mereka juga pernah ‘berandalan’ seperti itu.<br />Dan gimana kalau saya dibuat kesal oleh pengendara mobil lain? Saya cukup tekan klakson lama-lama dan berteriak: ANJING LO!!! (dan saya yakin dengan tingkat desibel suara saya, yang dapat didengar oleh pengemudi yang dimaksud)<br />Dan itu saya lakukan pagi ini…<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-8636293180026955814?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-90235352312343533362009-05-05T08:55:00.002+07:002009-05-05T09:02:14.042+07:00Konstruksi bangunan sebelah kantor...Tanah kosong di sebelah kantor sekarang ini sedang dibangun menjadi sebuah gedung, katanya berlantai tiga.<br />Ributnya minta ampun.<br />Sekarang para pekerja konstruksi sedang mendirikan rangka baja setinggi tiga lantai. Kemarin, selama kurang lebih tiga hari termasuk weekend, ribut-ribut suara bangunan berasal dari crane yang menyusun balok-balok baja; dan sekarang ribut-ribut itu berasal dari generator listrik untuk memperkuat sambungan balok-balok baja.<br />Sebenarnya saya agak menyesal.<br />Seharusnya saya bisa mengambil foto progress konstruksi bangunan tanah kosong sebelah dari lantai tiga kantor saya, hanya untuk sekedar memuaskan rasa sentimen masa lalu: saya kuliah di teknik sipil.<br />Saya bayangkan foto-foto itu akan menarik: bagaimana yang tadinya adalah tanah kosong tempat menyimpan krat-krat botolan dari berbagai merek, lalu dikosongkan, lalu diurug, lau diberi pondasi, sampai pada tahap proses yang sekarang: pemasangan konstruksi baja.<br />Well next time, maybe I should listening to myself even harder...<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-9023535231234353336?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-24523448397033300882009-04-28T15:47:00.002+07:002009-04-28T16:01:32.051+07:00After the thrillAcara klien sudah usai sejak siang tadi, sekarang yang tersisa adalah ngantuk dan capek. Padahal masih harus melakukan beberapa pekerjaan after the event yang jadi rutinitas.<br />Aneh juga rasanya menjalani 'the thrill' selama sekitar satu minggu dan dua atau tiga hari kemarin menjadi klimaksnya: beberapa hal yang tadinya membingungkan dan meresahkan, tiba-tiba muncul jawabannya. Sensasinya mungkin seperti kita mengupas buah: satu per satu dikelupas kulitnya sehingga kita bisa menikmati isinya, hanya saja kali ini si kulit buah tidak hanya terdiri dari satu lapis saja, tapi beberapa lapis.<br />Acaranya sendiri, menurut beberapa rekan berjalan bagus, tapi menurut saya sendiri saya kurang puas dengan acara itu, ada beberapa kesalahan yang seharusnya tidak terjadi (atau mungkin tepatnya tidak saya lakukan...). Saya memang bukan orang yang terlalu memperhatikan detil.<br />Pulang ke kantor, di tengah lelah, saya menghabiskan chocolatos yang sudah dibuka sejak kemarin, yang entah mengapa terlantar belum digigit, mungkin karena kalutnya pikiran karena persiapan event.<br />Tiba-tiba saja saya teringat Putri Jail, satu-satunya hal yang ingin saya lakukan saat itu adalah: bersama Putri Jail, berlomba makan chocolatos. Sambil bercanda. Putri Jail suka sekali makan atau minum coklat. Saya pasti menang lomba makan chocolatos sama Putri Jail....<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-2452344839703330088?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-51568903873677470712009-04-26T16:28:00.002+07:002009-04-26T16:43:12.776+07:00The thrill before the event....Lagi-lagi event dan klien.<br />Minggu depan ada satu acara yang di-inisiasi salah satu klien tempat konsultan dimana saya bekerja. Dan lagi-lagi, saya merasa hidup saya tidak tenang.<br />Terlalu banyak ketidak-pastian dalam acara kali ini.<br /><span style="font-style: italic;">You name it</span>...hampir semuanya ada....dan itu ngebuat saya tidak bisa tenang. Meskipun sekarang saya merasa sudah bisa menguasai diri saya untuk mengatasi <span style="font-style: italic;">the thrill </span>itu, tapi tetep aja....itu hanya kadang-kadang. Mungkin kelas meditasi yang baru saya ikuti tiga kali itu ada gunanya juga ya....<br />Berulang kali saya selalu meyakinkan diri saya, kalau pikiran kacau memikirkan hal-hal buruk yang mungkin sebenarnya tidak akan terjadi, saya malah akan bekerja dengan kacau...<span style="font-style: italic;">the power of mind: energy follow the mind</span>....itu kata partner saya.<br />Saya juga mencoba meyakinkan diri saya dengan berkata kepada diri saya sendiri: <span style="font-style: italic;">heyy....enjoy the wave....</span><br />entahlah.<br />Saya masih terpuruk dengan tidak nyaman disini<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-5156890387367747071?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-7773518374058525912009-04-21T20:11:00.003+07:002009-04-21T20:23:38.023+07:00Hari KartiniHari ini hari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini">Kartini</a>. Kadang-kadang saya bertanya, kenapa kaum perempuan cukup dimanjakan dengan mempunyai dua hari istimewa dalam satu tahun? Hari Kartini dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu">Hari Ibu</a>. Mungkin kalau Kartini lahir tepat pada tanggal 22 Desember, kita hanya memperingati Hari Ibu saja ya.<br />Kalau dipikir-pikir Hari Ibu dan Hari Kartini itu agak bertentangan secara filosofi. Hari Ibu adalah dimana kita merenungkan peran dan posisi seorang ibu, pengelola rumah tangga, dimana peran seorang ibu berada di belakang layar, dibelakang sukses suami dan anak-anaknya. Sementara pada pada Hari Kartini, saya merenungkan adanya peran-peran perempuan yang secara keseluruhan mempunyai arti lebih daripada sekedar di belakang layar.<br />Correct me if I'm wrong ya<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-777351837405852591?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-26278298924062396992009-04-17T07:41:00.003+07:002009-04-17T07:57:30.955+07:00Politik dan mediaSaya sangat jarang baca koran, baca dalam artian membaca mulai dari kata per kata, baris per baris, alinea per alinea sebuah artikel dalam koran.<br />Biasanya yang saya lakukan adalah mencari informasi lewat internet, sudah cukup banyak sumber berita di internet, yang tentunya salah satunya adalah blog. Kalaupun punya waktu agak banyak untuk melihat koran, saya lebih memilih untuk mengambil setumpuk koran, dan melakukan bacaan sekilas pada judul-judul yang ada.<br />Seperti pagi ini.<br />Ada dua hal yang menarik perhatian saya dalam beberapa judul artikel yang saya baca. Tabloid Kontan mengeluarkan artikel yang judulnya kurang lebih: SBY - JK memimpin ekonomi lagi? dan headline di <a href="http://web.bisnis.com/">Bisnis Indonesia</a> tentang dana asing yang meningkat masuk ke pasar bursa nasional.<br />Sepertinya para pelaku pasar, terutama yang asing, yakin sekali SBY akan menjadi presiden lagi. Kemenangan Partai Demokrat di Pemilu legislatif lalu (meskipun belum disahkan KPU) sepertinya jadi salah satu sentimen positif. Banyak yang bilang pemerintahan SBY-JK yang bakalan segera berakhir ini cukup favorable buat pelaku ekonomi dan pasar.<br />Sehingga ketika para pelaku pasar melihat adanya peluang SBY untuk naik jadi presiden lagi, dan adanya kemungkinan berpasangan dengan JK, mereka memborong saham di Indonesia yang saat ini memang harganya lagi rendah.<br />Oh well, kita ini memang dijajah secara ekonomi kok<br /><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SefT2TcKL_I/AAAAAAAAAPI/ypFpvTZ-yHs/s1600-h/images.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 89px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SefT2TcKL_I/AAAAAAAAAPI/ypFpvTZ-yHs/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325458014273679346" border="0" /></a>Hal kedua yang menarik perhatian saya adalah tentang menangnya <a href="http://www.time.com/">majalah Time</a> dalam kasus melawan gugatan dari keluarga Cendana gara-gara artikel mereka pada 1999 lalu.<br />Buset deh, butuh waktu sekitar sepuluh tahun untuk menyelesaikan perkara ini? Jangan-jangan keluarga Cendana sudah kehilangan kekuatan lobi mereka?<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-2627829892406239699?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-3802370608692370952009-04-15T11:46:00.002+07:002009-04-15T11:55:43.236+07:00Postingan dan stressRasa-rasanya, jumlah postingan di blog ini dan kadar stress saya punya hubungan: semakin stress saya, maka semakin jarang posting disini.<br />Siang ini misalnya, iseng-iseng saya login ke blogger, mengedit sedikit tampilan, dan baru sadar kalau selama Februari kemarin saya sama sekali tidak membuat postingan. Wah kok bisa begini ya? Apakah selama Februari kemarin kadar stress saya begitu tinggi sampai tidak pernah memposting sesuatu disini?.... Nyatanya saya lupa (kalau tidak salah, gampang lupa ini kan salah satu ciri stress ya...halah).<br />Saya jadi kepikiran mungkin sebaiknya se-stress apa pun saya, saya harus menyempatkan menulis disini. Minimal mengeluarkan unek-unek yang ada dan mengurangi faktor penambah stress.<br />Iya, siapa tau dengan sering menulis disini stress saya bisa berkurang.<br />Hopefully<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-380237060869237095?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-11319570553535169242009-03-30T21:58:00.000+07:002009-03-30T21:51:31.354+07:00Hal-hal baruAda beberapa hal baru selama saya tidak menulis disini. Ada yang sepele, remeh-temeh; tapi ada pula hal-hal yang cukup besar, setidaknya menurut saya.<br>Yang pertama adalah: saya baru tahu kalo partner saya ternyata amat sangat tidak suka kalau saya bilang 'gimana siihhh?' dengan nada tinggi ke dia. Padahal saya cukup sering bilang itu (maklumlah, masih saling belajar memahami...).<br>Kedua adalah sekarang saya punya rute harian yang baru, karena sejak Kamis kemarin saya pindah tempat tinggal. Ketika sebagian rekan-rekan kita memperingati Nyepi, saya hijrah dari rumah mertua ke rumah sendiri.<br>Ketiga: what happen with my big family and politic? Saya baru sadar pada akhir minggu kemarin, ternyata ada dua saudara saya yang jadi caleg: sepupu ibu saya yang mengincar kursi DPRD Jabar dan sepupu saya yang mengincar kursi DPR-RI. Yah minimal nanti di tiap pertemuan keluarga ada yang bisa dicurhatin buat Indonesia yang lebih baik.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-1131957055353516924?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-2942347410876023272009-03-25T07:45:00.003+07:002009-03-25T08:02:25.361+07:00Social MediaSekarang sepertinya kalangan praktisi komunikasi sudah mulai gencar melirik social media ya. Pak Nukman Lutfhie sudah beberapa kali ngasih seminar tentang hal ini; Maverick, mulai mengajak para praktisi PR untuk menggalang kekuatan mengelola potensi social media ini.<br />Saya sendiri selama ini hanya mengamati saja fenomena social media ini.<br />Ya saya punya account di Facebook, Blogger (ya iyalah...), wordpress, dan Multiply. Tapi saya belum punya microblogging. Semacam status update di Facebook.<br />Sepanjang pengetahuan saya, ada dua penyedia jasa microblogging yang lumayan populer: <a href="http://www.plurk.com/">plurk</a> dan <a href="http://twitter.com/">twitter</a>. Saya bingung mau buat dimana. Mau cari-cari referensi kok ya lagi mepet ya.<br />Jadilah saya minta bantuan sepupu Om Google: <a href="http://www.googlefight.com/">Googlefight</a>. Dan ini lah hasilnya:<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/ScmBo22vEjI/AAAAAAAAAO4/AN2nrOPoeGE/s1600-h/Google+Fight+:+Make+this+fight+with+googleFight+plurk+VS+twitter_1237942448699.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 177px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/ScmBo22vEjI/AAAAAAAAAO4/AN2nrOPoeGE/s200/Google+Fight+:+Make+this+fight+with+googleFight+plurk+VS+twitter_1237942448699.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316923374007423538" border="0" /></a><br />Ternyata hasil pencarian dengan keyword Twitter jauh melampaui Plurk. Plurk hanya 1,4 juta output, sedangkan Twitter sampai 5,1 juta output. Wew...<br />Jadi pilihan saya jatuh ke Twitter, tapi tidak menutup kemungkinan nanti juga saya apply di Plurk.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-294234741087602327?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-18763280114261971512009-03-05T10:42:00.005+07:002009-03-05T12:39:12.183+07:00Capres dan internet<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/Sa9YiaSE5CI/AAAAAAAAAOo/AdhV1UcFXv0/s1600-h/prabowo.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/Sa9YiaSE5CI/AAAAAAAAAOo/AdhV1UcFXv0/s200/prabowo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309559833887040546" border="0" /></a><br />Paling enak emang ngomongin orang lain.<br />Dan kali ini yang mau saya omongin adalah dua capres kita, Prabowo <a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/Sa9YskQEyAI/AAAAAAAAAOw/TySB-cifNy0/s1600-h/megawati2.jpg"><img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 99px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/Sa9YskQEyAI/AAAAAAAAAOw/TySB-cifNy0/s200/megawati2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309560008361691138" border="0" /></a>dan Megawait....( I hate politic, but I can't help my self....). Kenapa kedua orang ini? Yah ternyata saya lihat dua orang capres ini sedang jadi pembicaraan di ranah internet, minimal dua hari terakhir ini.<br />Megawati, atau tim kampanyenya, sedang menghadapi 'serangan image' di Facebook dan Kaskus (forum online terbesar di Indonesia, sempat diisukan hendak di beli oleh Google). Sementara Prabowo saat ini sedang membangun image di ranah blog dan mailing list. Sejauh ini sih upayanya lumayan bagus.<br />Internet, seperti hal-hal lainnya di dunia, ibaratnya punya dua sisi pisau yang tajam. Dia bisa mengangkat image orang ataupun menghancurkannya.<br />Dengar-dengar sih, salah satu faktor Obama bisa memenangkan pemilu di Amerika sana karena tim kampanyenya mengoptimalkan fungsi internet ini, dan Obama juga termasuk figur yang lumayan 'melek' internet: sampai harus bersitegang dengan Secret Service yang berencana tidak mengizinkan Obama mengakses email-emailnya lewat Blackberry - namun toh Secret Service mengalah meskipun tetap membatasi komunikasi email Obama hanya kepada orang-orang terdekat.<br />Lomba kampanye lewat internet memang punya nilai lebih, minimal lebih ramah lingkungan karena tidak harus membuat dan menempel spanduk atau poster dimana-mana. Belum lagi strategi yang harus diterapkan harus benar-benar dipertimbangkan, dengan dukungan orang-orang yang punya spesifikasi tertentu.<br />Tapi pemilu untuk presiden masih 9 Juli nanti (kalau tidak salah), masih ada jalan panjang, masih ada kesempatan untuk membuat buzz yang masif di ranah internet.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-1876328011426197151?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-28027609055119854032009-03-04T07:02:00.005+07:002009-03-04T07:21:03.360+07:00Optimis<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/Sa3IhLJEcyI/AAAAAAAAAOg/HHZ-xB4xinI/s1600-h/optimism.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/Sa3IhLJEcyI/AAAAAAAAAOg/HHZ-xB4xinI/s200/optimism.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309120007991751458" border="0" /></a><br />Dari mana datangnya optimisme atau perasaan positif? Perasaan yang membawa kita berbicara kepada diri kita sendiri: 'itu sih gampang, gw bisa ngerjainnya, hari ini juga beres...'<br />Saya yakin, kalau optimisme itu merupakan komoditas yang bisa diperjual-belikan, dia bakalan laris, bahkan mungkin untuk derivatif-nya. Hanya sayangnya, optimisme itu bukan komoditas, tidak diperjual-belikan. Dia datang dari dalam diri kita sendiri, dan mungkin satu-satunya cara untuk menimbulkan optimisme adalah pikiran kita sendiri.<br />Tidak semua orang bisa membangun optimisme dalam diri, membangkitkan pikiran positif. Saya adalah salah satunya.<br />Tapi entah mengapa. Pagi ini ketika berkendaraan ke kantor, si optimisme itu datang begitu saja. Rasa-rasanya saya bersemangat menghadapi hari ini.<br />Ini aneh. Mengingat saya bukan orang yang selalu bersemangat menghadapi hari-hari kerja. Beberapa target pekerjaan yang harus selesai hari ini, ditanggapi dengan perasaan saya (ditemani dengan optimisme tadi): 'bisa lah, hari ini selesai kok...'<br /><br /><span style="font-style: italic;">Note: image was taken from gettyimages</span><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-2802760905511985403?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-39853663369276144632009-01-12T06:58:00.020+07:002009-01-12T07:42:59.298+07:00Putri Jail, Ipod, dan Project Pop (Bukan Superstar)<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqO9X0h31I/AAAAAAAAAOE/Pt6cdZQJmXQ/s1600-h/IMG_3430.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqO9X0h31I/AAAAAAAAAOE/Pt6cdZQJmXQ/s200/IMG_3430.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290197897317572434" border="0" /></a><br /><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqOypc3a-I/AAAAAAAAAN8/yUxpb1Y0HeE/s1600-h/IMG_3429.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqOypc3a-I/AAAAAAAAAN8/yUxpb1Y0HeE/s200/IMG_3429.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290197713071598562" border="0" /></a><br /><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqOmi53wTI/AAAAAAAAAN0/RER45f0E6bY/s1600-h/IMG_3431.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqOmi53wTI/AAAAAAAAAN0/RER45f0E6bY/s200/IMG_3431.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290197505155776818" border="0" /></a><br /><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqOcxjnXPI/AAAAAAAAANs/AqCeYyEfVGs/s1600-h/IMG_3433.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqOcxjnXPI/AAAAAAAAANs/AqCeYyEfVGs/s200/IMG_3433.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290197337290267890" border="0" /></a><br /><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqOSGXzaKI/AAAAAAAAANk/UgPaamraK_A/s1600-h/IMG_3435.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqOSGXzaKI/AAAAAAAAANk/UgPaamraK_A/s200/IMG_3435.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290197153899309218" border="0" /></a><br /><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqOHawu6pI/AAAAAAAAANc/I0jhlmp55M0/s1600-h/IMG_3436.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqOHawu6pI/AAAAAAAAANc/I0jhlmp55M0/s200/IMG_3436.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290196970394020498" border="0" /></a><br /><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqN9L5G_bI/AAAAAAAAANU/8hdxqqXn7hY/s1600-h/IMG_3446.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SWqN9L5G_bI/AAAAAAAAANU/8hdxqqXn7hY/s200/IMG_3446.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290196794603929010" border="0" /></a><span style="text-decoration: underline;"><br /></span><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-3985366336927614463?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com3tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-20800063986797953622008-12-31T13:39:00.002+07:002008-12-31T13:53:48.935+07:00Counting downSekarang ini adalah saat-saat terakhir di 2008, jam-jam terakhir saya di 2008. Kurang dari 12 jam lagi, tahun sudah berganti jadi 2009.<br />Saya selalu teringat postingan <a href="http://saljudiparis.blogspot.com/">Bagja</a> tentang tahun baru: <span style="font-style: italic;">....manusia memang butuh penanda...</span><br />Sementara saya sendiri yakin histeria tahun baru akan berkurang sampai setengahnya kalau setiap tanggal 1 Januari tidak ditetapkan sebagai hari libur internasional. Jalan ke Puncak, Bogor tidak akan padat merayap (atau mungkin statusnya lebih parah).<br />Tadinya saya berpikir, gimana ya saya menghabiskan jam-jam terakhir di 2008? Membuat postingan sejam sekali di blog ini sepertinya oke juga. Hanya saja rencana tinggal rencana karena saya belum pernah tidak memejamkan mata selama 24 jam non-stop. Apalagi hari terakhir 2008 ini kantor saya buka dan saya harus ngantor seperti biasa. Sebenarnya bisa juga di-akal-in dengan mengubah setting-an waktu di blog ini. Tapi itu jadi artificial dong...<br />Tahun baru yang lalu, saya habiskan pada sebuah event klien kantor. Lewat tengah malam, saya pulang, dan langsung menyalakan internet untuk membuat postingan.<br />Saya ingat salah satu rencana saat itu adalah mengisi blog ini dengan postingan berbahasa Inggris. Tapi itu juga hanya bertahan beberapa bulan saja. Dalam beberapa hal, menulis dalam bahasa Inggris akan membuat saya lebih paham bahasa ini. Tapi tetap saja, untuk mengekspresikan sesuatu, menulis dalam bahasa lebih lancar meskipun menulis dalam bahasa Inggris juga bisa lebih 'kena' untuk mendeskripsikan sesuatu.<br />Jadi apa resolusi tahun 2009?<br />Beuh, bisa menyelesaikan rencana kerja 2009 hingga enam bulan ke depan saja saya sudah bersyukur.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-2080006398679795362?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-63637085043280135842008-12-19T19:01:00.000+07:002008-12-19T18:51:16.178+07:00stressBuat saya, stres itu seperti lingkaran setan. Saya merasa lebih lemot kalau sedang stres. Lebih bego.<br>Dan saya selalu menyalahkan diri saya sendiri kalau saya melakukan hal-hal yang bego. Tambah stres-lah saya, dan makin bego-lah saya. Berulang-ulang.<br>Saya sendiri masih mencari resep yang manjur biar tidak gampang stres dan semakin bego ini. Mungkin keluar dari rutinitas bisa jadi salah satu jalan keluar.<br>Satu hal lagi: menjadi stres kadang-kadang membuat saya jadi lebih 'evil'. Duh....<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-6363708504328013584?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-10329274743492215572008-12-17T06:20:00.003+07:002008-12-17T07:48:42.844+07:00being melancholist (second edition)<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SUhL6xjzM3I/AAAAAAAAAL0/qEODSa-OSuI/s1600-h/sb10069987v-001.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SUhL6xjzM3I/AAAAAAAAAL0/qEODSa-OSuI/s200/sb10069987v-001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280554036199895922" border="0" /></a><br />Menjadi seorang yang melankolis adalah menjadi orang dengan kuota rasa sedih membludak, yang kadang bisa dipicu oleh kejadian kecil yang hampir nihil. Atau bahkan tidak dipicu sama sekali: datang tiba-tiba dan terus menempel dalam waktu yang lama.<br />Saya salah satu diantaranya.<br />Pemicunya hari ini, mungkin (karena memang tidak yakin) adalah tulisan Mumu <a href="http://rumputeki.multiply.com/reviews/item/86">ini, tulisan tentang review film.</a> Saya suka baca tulisan-tulisan dia. Bertutur. Alurnya bagus. Dekat dengan keseharian. Hanya saja saya tidak bisa memberikan komentar karena blog dia di Multiply, dan kita harus log-in dulu sebelum bisa komen.<br />Tulisan dia kali ini tentang sebuah film Indonesia. Judulnya 'Pertaruhan', film dokumenter yang berisi 4 film pendek tentang perjuangan perempuan.<br />Saya sedih ketika Mumu mendeskripsikan perasaannya pada sebuah adegan pada film keempat, yang bercerita tentang perjuangan hidup seorang ibu menghidupi anak-anaknya dengan menjadi kuli batu siang hari dan menjadi PSK pada malam harinya. Saya sedih.<br />Kesedihan kedua, mungkin (sekali lagi...) waktu saya mendengar berita duka cita meninggalnya kerabat rekan kerja hari ini. Almarhum memang sudah cukup uzur. Saya sedih teringat nenek saya.<br />Ketiga, saya sedih karena mungkin (masih...) ketika sepulang kerja saya mampir ke Cawang, rumah nenek saya. Suasananya muram sekali. Saya teringat masa-masa waktu saya menghabiskan waktu di rumah ini.<br />Keempat, saya sedih ketika baru tahu penunggu rumah di Cawang kehilangan bayinya yang baru tiga hari dilahirkan, meninggal karena penyakit. Sekitar dua minggu sebelum nenek saya meninggal. Tiga hari....<br />Kelima, saya sedih ketika saya sadar saya jarang berkomunikasi dengan adik bungsu saya yang tinggal di Cawang.<br />Saya sedih sekali hari ini.<br />Ada yang mau berbagi kesedihan?<br /><br />Note: image from <a href="http://www.gettyimages.com/Search/Search.aspx?contractUrl=2&language=en-US&family=creative&assetType=image&p=sad&src=standard#2">gettyimages</a><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-1032927474349221557?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com4tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-649043911943075052008-12-05T13:34:00.003+07:002008-12-05T13:58:35.707+07:00Layanan Tenda Makanan<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/STjQ0KNP5KI/AAAAAAAAALk/3T_xcfaF47c/s1600-h/72012265.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/STjQ0KNP5KI/AAAAAAAAALk/3T_xcfaF47c/s200/72012265.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276196557976233122" border="0" /></a><br />Minggu lalu, ketika di Bandung, saya mengajak my partner dan Putri Jail untuk sarapan di Bubur Ayam Mang Oyo. Saya memang sengaja datang ke Bandung pagi-pagi untuk sarapan di sini, apalagi Putri Jail belum sempat sarapan dan sepanjang perjalanan Bekasi-Bandung dia ngoceh sana-sini dan<span style="font-style: italic;"> jack-pot</span> satu kali.<br />Saya bilang ke my partner, dulu awal-awal berdiri Bubur Ayam Mang Oyo membebaskan para pembelinya untuk mengambil topping buat buburnya masing-masing. Jadi Mang Oyo hanya memberikan para pelanggannya semangkuk bubur putih panas yang <span style="font-style: italic;">liket</span>, saking <span style="font-style: italic;">liket</span>-nya kalau mangkok buburnya dibalikkan, buburnya tidak akan tumpah.<br />Besok harinya kami sarapan bubur ayam lagi, namun kali ini letaknya lebih dekat dengan rumah ortu di daerah Buah Batu. Kami dan dua keponakan yang nggak mau diam sarapan di daerah Batununggal. Komentar istri saya: "Kok bubur yang ini lebih enak daripada bubur ayam Mang Oyo, tapi kenapa disana lebih laku dan lebih terkenal ya...?"<br />Siang ini, setelah Jum'at saya makan soto ayam di daerah Pasar Santa. Sepertinya lumayan terkenal karena setiap kali saya lewat tempat ini, kedai Soto Ayam-nya selalu penuh. Pesanan datang, saya cicipi kuahnya, yah memang terasa sedikit berbeda kalau dibandingkan dengan kedai Soto Ayam lainnya yang pernah saya coba. Tapi kenapa lumayan terkenal.<br />Ketika saya secara tidak sengaja melihat bagaimana pelayan di sana berinteraksi dengan pelangaannya, saya menemukan hal yang sama dengan bubur ayam Mang Oyo yang di Bandung sana.<br />Keakraban.<br />Man Oyo nggak ragu-ragu buat menyapa dan bercanda dengan pelanggannya, sama seperti pelyanan yang ada di kedai soto ayam itu. Meskipun nggak kenal dengan pelanggannya, sapaan mereka terdengar hangat dan akrab. Orang jadi betah makan disana, bahkan rela antre.<br />Sepertinya stragegi ini juga diterapkan oleh rumah makan kelas atas, yang terkadang Chef-nya keluar dari dapur, menyapa pelanggannya, dan bahkan memenuhi rasa ingin tahu pelanggan yang ingin melihat kondisi dapurnya (saya baca di suatu majalah tentang ini...)<br />....<br /><span style="font-size:85%;">the truth is, saya nggak tau gimana mengakhiri tulisan ini, jadi....<br /><br /><span style="font-size:100%;">Note: image was taken from gettyimage</span><br /></span><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-64904391194307505?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-77640756517207230152008-11-28T11:00:00.006+07:002008-11-28T13:15:22.790+07:00Macet di Jakarta<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SS9v-3zRW6I/AAAAAAAAALc/_M3j-OD4EtY/s1600-h/AA048805.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 123px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SS9v-3zRW6I/AAAAAAAAALc/_M3j-OD4EtY/s200/AA048805.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273556814595709858" border="0" /></a><br />Buat saya, yang namanya macet di Jakarta itu seperti karet: amat sangat fleksibel dalam kondisi tertentu.<br />Jadi saya termasuk orang yang menentang keputusan Pemprov DKI Jakarta yang akan memajukan jam masuk sekolah lebih awal mulai tahun depan. 06:30. Jam berapa anak-anak sekolah itu harus bangun tidur?<br />Mempercepat jam waktu masuk anak sekolah buat saya langkah yang absurd. Ini sama artinya memperpanjang periode macet di jalanan Jakarta. Dari yang tadinya mulai macet sekitar jam tujuh (merujuk ke waktu dimulainya 3-1) sampai sekitar jam 10, menjadi dari jam 06:00 pagi sampai sekitar jam 10.<br />Mungkin bapak-bapak di Pemprov DKI Jakarta lupa bahwa anak-anak sekolah masih mengandalkan angkutan pribadi untuk pergi ke sekolah. Jadi sebenarnya menurut saya harus dilakukan oleh Pemprov DKI ya membenahi sarana angkutan umum.<br />Dan bukan dengan penambahan perusahaan daerah seperti TransJakarta yang hanya menguntungkan segelintir pemegang saham (secara tidak langsung) dan sebagian warga jakarta lainnya (secara langsung).<br />Dekati dong itu yang namanya Kopaja, Koparmitra, atau koperasi-koperasi angkutan Jakarta lain. Sediakan subsidi pengadaan kendaraan untuk mereka, perbaikan fungsi terminal, atau yang lainnya.<br />Duh...our stupid government....<br /><br />Image from: gettyimage<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-7764075651720723015?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-46776199192175734152008-11-21T07:40:00.003+07:002008-11-21T19:05:55.000+07:00Obituari NenekTepat seminggu yang lalu, lewat tengah malam, sebuah SMS masuk ke handphone saya. Saya biarkan. Karena saya pikir itu masalah pekerjaan yang bisa diselesaikan besok hari. Saya kembali terlelap. Sekitar setengah jam kemudian, handphone saya berdering. Saya angkat dan suara sepupu saya terdengar diujung sebelah sana..<br />"Roi, nenek meninggal. Mamah kamu udah dikasih tau?"<br />Dan ketika saya cek handphone saya, ternyata itu SMS dari adik saya yang memberi tahu kabar ini...<br />Saya <span style="font-style: italic;">blank</span>, nggak tau harus berduka cita atau bersyukur. Berduka cita karena saya kehilangan seorang nenek, yang juga merupakan 'orang tua' ketika saya menghabiskan masa TK. Atau bersyukur karena akhirnya nenek saya bisa 'bebas' dari penderitaan: dia telah mengalami masa sakit yang cukup panjang: sekitar 5 tahun lebih. Hanya bisa berbaring di tempat tidur.<br />Saya ingat dalam pertemuan keluarga beberapa waktu yang lalu, saya sempat bilang ke peserta pertemuan (paman, sepupu, bibi, uwa, de el el) kalau saya tadi malam sempat bermimpi nenek meninggal hari Jum'at. Nenek saya meninggal hari Jum'at. 00:15. Pertemuan keluarga itu memang diadakan untuk membahas kondisi nenek yang semakin memprihatinkan.<br />Jadi begitulah, saya minta izin ke atasan saya untuk tidak masuk. Saya ingin mengantarkan nenek saya ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Saya ikut sholatkan nenek, membawa tandu jenazah, sampai mengangkat jenazah nenek saya ke liang lahat.<br />Nenek saya dikebumikan di daerah Garut, tempat kelahirannya. Daerah perkampungan yang masih relatif sepi. Tempat dimana kita bisa melihat petak-petak sawah yang luas.<br />Cukup banyak ingatan saya tentang nenek. Saya menghabiskan masa sekitar dua tahun dengan nenek saya ketika TK dulu.<br />Saya ingat sekali dulu, malam-malam, sebelum tidur bersama nenek, saya selalu menggulung lengan baju nenek untuk kemudian menyandarkan kepala saya disana. Saya merasa nyaman. Sementara nenek saya hanya bisa tersenyum dan bertanya, "kok digulung-gulung begini?..."<br />Siang harinya, saya juga sering menenami nenek berpergian. Dulu nenek saya adalah pengusaha.<br />Saya juga pernah dimarahi nenek. Saya pernah dicubit keras sekali waktu saya pergi dari rumah di kampung daerah Tasik, hanya untuk berjalan menyusuri pematang sawah. Saya tidak bilang-bilang nenek kalau saya mau menyusuri pematang sawah. Mungkin karena khawatir, nenek saya jadi marah.<br />Nenek saya juga menjadi guru agama saya ketika saya masih kecil. Masa-masa SD adalah masa-masa dimana saya menghabiskan liburan sekolah saya di rumah nenek saya untuk belajar mengaji bersama sepupu-sepupu yang lain. Saya dan sepupu-sepupu sempat diajari beberapa nyanyian religius tradisional:<br /><span style="font-style: italic;">eling-eling mangka eling</span><br /><span style="font-style: italic;">ibadah ulah campoleh</span><br /><span style="font-style: italic;">beurang peuting kudu weleh</span><br /><span style="font-style: italic;">bisi urang kaburu paeh</span><br /><span style="font-style: italic;">sabab urang bakal mati</span><br /><span style="font-style: italic;">nyawa dipundut ku gusti</span><br />...<br />Atau nyanyian yang isinya sifat-sifat Allah.<br /><span style="font-style: italic;">Wujud, Qidam, Baqa,</span><br /><span style="font-style: italic;">Mukhalafatu Lil hawadisi</span><br /><span style="font-style: italic;">Qiyamu-binasihi</span><br /><span style="font-style: italic;">Wahdaniyah, Qudrat, Iradat</span><br /><span style="font-style: italic;">Ilmu, Hayat, Sama,</span><br /><span style="font-style: italic;">Bashar, Qalam, Qadirun, Muridun,</span><br /><span style="font-style: italic;">Sami'un, Hayun, Basyirun, Sami'un, Mutaqalimun...</span><br />Syair diatas, kemungkinan besar ada yang salah. Sudah beberapa tahun terakhir ini saya tidak bersenandung dengan syair itu.<br />Nenek, semoga sekarang sudah mencapai kebahagian hakiki...<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-4677619919217573415?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com6tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-78497629948213098182008-11-05T17:17:00.002+07:002008-11-05T17:59:46.842+07:00Obama Menang<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SRF8ZLdEb2I/AAAAAAAAAIY/UggRIhg9J6w/s1600-h/small_obama_image.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JYjRXEa6NOo/SRF8ZLdEb2I/AAAAAAAAAIY/UggRIhg9J6w/s200/small_obama_image.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265126211386109794" border="0" /></a>Ditengah-tengah acara client saya siang ini, tiba-tiba saya didekati oleh seorang wartawan RCTI dan langsung 'menodong' saya.<br />"Mas saya baru dapet kabar dari kantor, Obama menang, bisa nggak saya minta pendapat mas untuk Vox-pop...?"<br /><span style="font-style: italic;">What the....</span><br />"Iya mas pendapat pribadi aja...."<br />Saya melihat ke sekeliling saya, "...tapi...mmmm.... dia aja deh," kata saya sambil nunjuk bos saya yang kebetulan berdiri di dekat saya.<br />"Nggak, udah kamu aja," lembar dia.<br />Di-shot sama TV, RCTI pula, kapan lagi?<br />"Ok deh"<br />"wah makasih mas..." kata wartawan RCTI itu, melirik ke arah kameramen untuk memberikan tanda bersiap.<br />...tapi....mengingat bahwa saya orang yang gampang gugup, saya langsung bilang<br />"Mas, kasih saya waktu saya sebentar buat persiapan ya..."<br />"...OK..."<br />sekitar setengah menit saya membayangkan apa yang akan saya bilang nanti....<br />"Oke mas...<br />Pertama-tama saya mengucapkan selamat kepada Senator Obama atas kemenangannya menjadi Presiden Amerika Serikat. Mudah-mudahan, Senator Obama, yang sekarang menjadi Presiden Amerika Serikat, bisa membuktikan janji-janjinya selama masa kampanye, dan membawa perubahan bagi politik luar negeri Amerika Serikat, jadi hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat bisa jadi lebih baik....<br />...."<br />Baru tadi pagi saya membaca <a href="http://suamigila.com/2008/11/obama-menang-penting-ya.html">postingan Adit tentang Obama ini</a>, meskipun isinya 'keras', saya setuju sama dia, bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri dan jangan mengharapkan orang lain.<br />Tapi nggak tau kenapa saya ngerasa exiting aja Obama terpilih. Mungkin, terpilihnya Obama ini menjadi semacam simbol perubahan yang bakalan terjadi di Amerika sana, perubahan yang menuju perbaikan tentunya.<br />Atau mungkin terpilihnya Obama lebih seperti jaman reformasi mahasiswa dulu? Ketika mahasiswa berhasil mendobrak pardigma lama. McCain dan Obama, yang satu generasi tua dan yang lainnya generasi muda.<br />Sepulang dari acara klien, melalui sebuah mailing list, saya mendapatkan translasi teks pidato Obama setelah menang dari McCain, istilah yang dipakai dalam subject email adalah: Obama Acceptance Speech. Dan saya suka apa yang dia bilang disana...<br /><blockquote>So let us summon a new spirit of patriotism; of service and responsibility where each of us resolves to pitch in and work harder and look after not only ourselves, but each other.<br /></blockquote>Semoga<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-7849762994821309818?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com3tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-18340195230235258412008-10-07T18:11:00.000+07:002008-10-07T18:01:55.407+07:00krisisRasa-rasanya, krisis ekonomi Amerika Serikat yang berimbas ke perekonomian global bisa jadi hadiah akhir lebaran yang lumayan berkesan. Keterpurukan ekonomi Amerika yang dipicu oleh ketidak-mampuan negara itu untuk menyeimbangkan anggarannya, harus mengimbas perekonomian Indonesia. <br>Awalnya saya nggak habis pikir, kenapa yang ekonominya sedang sulit di Amerika sana bisa mempengaruhi secara signifikan perekonomian di Indonesia. Saya bilang 'secara signifikan' karena pemberitaan ekonomi selama dua hari terakhir ini difokuskan kepada persiapan pemerintah kita tercinta jika ekonomi Indonesia terpuruk seperti krisis 1997 lalu. <br>Tanda-tandanya mungkin memang sudah kelihatan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan menurunnya IHSG.<br>Awalnya saya heran, kenapa nilai tukar rupiah bisa melemah terhadap dolar Amerika? Padahal kan, kalau memang mekanisme pasar berlaku pada sistim ekspor impor kita, kita bisa mengalihkan tujuan ekspor kalau memang Amerika tidak mampu bayar ekspor kita.<br>Saya ingat betul tiga atau empat tahun yang lalu, Departemen Perindustrian dan Perdagangan selalu mengumumkan upaya pengalihan tujuan ekspor dari tujuan tradisional (Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan dua lainnya yang saya tidak hapal). Sepertinya itu kurang berhasil ya.<br>Tapi tunggu dulu, saya baru dapat informasi kalau pangsa pasar nilai ekspor kita ke Amerika Serikat, hanya sekitar 11% dari total nilai ekspor. <br>11%, rasa-rasanya perbandingan itu nggak pas banget dengan pengaruhnya terhadap pelemahan nilai tukar rupiah, maksudnya 11% itu kan kecil banget. Hanya 1,1 dari skala 10.<br>Tapi kemudian saya teringat penurunan angka IHSG. Mungkin ini pemicu utamanya.<br>Logikanya begini: penurunan IHSG bisa merupakan pencerminan dari rendahnya transaksi di lantai bursa. Kalau pasar sepi peminat, salah satu langkah logis yang akan dilakukan oleh penjual atau pedagang adalah menurunkan harga dagangannya, dengan harapan bisa menarik pembeli.<br>Untuk bisa melakukan transaksi di BEI, penjual dan pedagang harus menggunakan mata uang yang sama dong, yaitu rupiah.<br>Sebenernya nggak jadi masalah kalau pembelinya adalah orang lokal yang mempunyai stok rupiah memadai. Tapi yang hampir selalu terjadi di BEI adalah, pembelinya itu orang asing yang nggak punya stok rupiah memadai. Para pembeli asing selama ini hampir selalu mengandalkan pasar mata uang untuk mendapatkan rupiah.<br>Dulu-dulu, mungkin ini yang diandalkan oleh pemerintah untuk menjaga kestabilan rupiah.<br>Tapi apa yang terjadi saat krisis seperti ini? Boro-boro beli rupiah untuk beli saham, dolar yang mereka punya dialokasikan untuk menutupi kerugian finansial mereka (yang dipicu oleh kebijakan pemerintah Amerika Serikat).<br>Jadilah sekarang ini stok rupiah menjadi berlimpah sehingga nilai tukar terhadap dolar Amerika melemah.<br>Mau nggak mau, ini semua memang buah kebijakan pemerintah kita tercinta yang memfokuskan perhatian kepada sektor ekonomi non-riil, menganak-emaskan paper market yang padahal termasuk investasi jangka pendek.<br>BKPM? Tai pedut kalo kata orang Sunda bilang. <br>Saya jadi teringat tulisan Faisal Basri di Kompas awal minggu ini, intinya dia bilang krisis ekonomi ini merupakan buah dari sistim ekonomi liberal yang bernuansa riba. Bagaimanapun juga, kata dia, pasar akan selalu mencari cara untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan memberikan reaksi terhadap sistim ekonomi yang diterapkan.<br>My old man bilang, ada kemungkinan krisis kali ini akan berlangsung sampai 2010 mendatang, dengan mempertimbangkan siklus krisis ekonomi dunia yang telah terjadi.<br>Well, sometimes shit happens.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-1834019523023525841?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-38392536398944262272008-10-01T00:58:00.000+07:002008-10-01T00:48:29.859+07:00Tentang lebaranRamadhan sudah lewat sejak sekitar 45 menit yang lalu. <br>Saya membayangkan, kalaulah Orde Baru masih berkuasa sampai sekarang, kemungkinan besar kita akan melewati malam takbiran sambil menonton film G 30 S-PKI, mungkin yang sudah direvisi dengan penggantian beberapa aktor dengan 'stok' yang lebih muda: Didi Petet, Mathias Muchus atau mungkin yang lainnya. (ada usulan?)<br>Rasa-rasanya, baru kali ini saya mengalami akhir bulan Ramadhan yang bertepatan dengan tanggal 30 September.<br>Secara keseluruhan, kalau boleh saya nilai, saya pribadi menjalani Ramadhan yang lebih baik daripada tahun lalu. Yah minimal sempat beberapa kali menjalankan shalat tarawih berjamah. Berbeda dengan tahun lalu yang hanya sekali. Nggak tau kenapa sejak pindah kerja, frekwensi saya bershalat tarawih berjamaah pada Ramadhan menurun dengan amat signifikan. <br>Ramadhan kali ini juga memberikan pengalaman pertama saya mudik sekeluarga untuk merayakan lebaran dengan keluarga orang tua saya di Bandung. Tadinya saya sudah was-was bakalan kena antrian panjang kendaraan, karena saya berangkat pada hari yang diperkirakan menjadi puncak arus mudik. Untungnya itu nggak kejadian, Bandung-Jakarta ditempuh dalam waktu sekitar dua jam. Sampai di Bandung masih pagi, jadi sempat jalan-jalan di ITB.<br>Saya kadang-kadang penasaran, apa yang ada di benak orang lain saat hari terakhir Ramadhan ya? Dulu saya sempat diberi tahu kalau para sahabat Rasul menangis sedih ketika Ramadhan berakhir karena mereka akan meninggalkan bulan yang penuh rahmat.<br>Sedangkan saya? Yah saya harus mengakui bahwa yang terlintas di benak saya setiap hari terakhir Ramadhan adalah: Alhamdulillah, ini hari terakhir puasa dan besok nggak puasa - karena saya menganggap bahwa Ramadhan adalah ujian yang cukup berat.<br>Jadi saya ingin mengucapkan: Selamat nggak puasa besok soalnya udah lebaran, mohon maaf lahir batin dan semoga kita semua termasuk ke dalam orang-orang yang diberkati Allah SWT.<br>Dan buat yang tidak merayakan lebaran: have a nice long holiday.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-3839253639894426227?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-71874413102579929442008-09-22T19:08:00.002+07:002008-09-22T19:19:41.348+07:00F.A.Q.<p>Idenya diambil dari blog-nya <a href="http://treespotter.blogspot.com/">Treespotter...</a></p><p>Kenapa blognya-roi?</p><p>Kenapa nggak? Roi itu sebenernya adalah inisial dari nama asli saya, hehehe. Blognya-roi, menunjukkan bahwa ini adalah blog kepunyaan roi (posesif mode on....)</p><p>Kenapa iconnya samurai?</p><p>Saya tergila-gila sama benda tajam (nggak terlalu posesif mungkin...). Setiap kali ke toko buku atau toko olahraga, saya pasti liat koleksi pisau lipat yang mereka punya. Sebenarnya saya pengen koleksi pisau, tapi partner saya suka ngilu kalau melihat benda tajam. Apalagi sekarang sudah ada Putri Jail.</p><p>Ada apa di blognya-roi?</p><p>Pendapat pribadi, most of all, tentang wartawan, tentang politik, tentang branding, tentang media, tentang manusia....(silahkan kalau ada yang mau nambahin)</p><p>Dimana saya?</p><p>Jakarta (kerja) dan Jatibening (Jakarta pinggir), kadang-kadang mengkhayal di Paris atau Singapura, atau mungkin hanya diujung tebing bukit pedesaan-diatas undakan sawah...</p><p>Apa kerjaan saya?</p><p>Konsultan (maunya...) komunikasi, saya dulu bekerja sebagai wartawan - meskipun kuliah di teknik -, dan sejak 2006 beralih profesi karena tuntutan hati (beuh...)</p><p>Saya kidal nggak?</p><p>Nggak - sepanjang yang saya tahu, karena terus terang ada beberapa hal yang enak dilakukan dengan tangan kiri, dan ada pula yang enak dilakukan tangan kanan, bahkan ada pula yang enak dilakukan dengan kedua tangan.</p><p>Ada pertanyaan lain?</p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-7187441310257992944?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-4138999.post-77011314382751656242008-09-17T21:09:00.000+07:002008-09-17T20:59:40.968+07:00Tentang wartawan dan keberpihakan mediaHari ini, hampir seluruh koran memberitakan penangkapan anggota KPPU Muhammad Iqbal dan salah satu petinggi Lippo Group Billy oleh KPK.<br>Iqbal tertangkap tangan ketika menerima cek senilai Rp500 juta dari Billy di lift Hotel Aryaduta, Selasa malam kemarin.<br>Mereka langsung digiring oleh KPK, dibantu dengan kepolisian, untuk kemudian diperiksa. Tadi siang KPK akhirnya mengenakan status tersangka buat Iqbal dan Billy.<br>Hampir semua koran menaruh berita mereka tentang hal ini di halaman depan mereka, beberapa media bahkan menjadikannya headline.<br>Kecuali Investor Daily.<br>Sama sekali tidak ada informasi tentang hal ini di Investor Daily, padahal koran ini termasuk koran ekonomi ternama.<br>Fakta bahwa koran ini termasuk dalam grup penerbitan Globe Media Group, yang merupakan salah satu anggota konglomerasi Lippo Group, membuat saya mempertanyakan seberapa besar nyali Investor Daily untuk menolak pengaruh kalangan pengusaha dalam pemberitaan mereka dan tetap menjunjung (tidak perlu tinggi) idealisme jurnalistik.<br>Mau tidak mau, saya harus membandingkan Investor Daily dengan saudara sepupu mereka: Suara Pembaruan. Koran sore ini sebagian sahamnya memang dimiliki oleh Globe Media Grup alias Lippo Grup.<br>Koran sore Suara Pembaruan pada edisi sore ini memuat berita tentang penangkapan Iqbal dan Billy ini, meskipun masih kalah up-date dengan rivalnya Sinar Harapan.<br>Semoga saja rekan-rekan jurnalis di Investor Daily masih memiliki jiwa 'rebel' untuk menolak pengaruh kalangan pengusaha terhadap independesi pemberitaan, dan memuat up-date informasi kejadian ini di edisi besok.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4138999-7701131438275165624?l=blognya-roi.blogspot.com'/></div>roihttp://www.blogger.com/profile/06716214251695664635noreply@blogger.com10