<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435</id><updated>2009-11-09T01:19:28.509+07:00</updated><title type='text'>::Hantu Kecil::</title><subtitle type='html'>kadang-kadang berfikir juga kapan semua ini akan berakhir, tapi tiap hari ada saja hal-hal baru yang ingin saya bagi bersama bloggerian lain. Dunia memang sempit tapi bukan berati menjadi alasan bukan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>286</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-6509778140268474437</id><published>2008-04-12T05:34:00.002+07:00</published><updated>2008-04-12T05:42:08.044+07:00</updated><title type='text'>Mobile Suit bukan hanya dalam film, Jal!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenalan saya, tepatnya adik kelas saya, Jali menggandrungi sekali dengan apa yang namanya Gundam. Bahkan saking gandrungnya dia sampai bela-belain mengkoleksi beberapa model &lt;span style="font-style: italic;"&gt;die cast&lt;/span&gt; gundam termasuk mengorbankan sedikit tabungan nikahnya untuk nitip temannya yang dari Jepang....cuman satu kata yang pantas buat dia menurut saya, ...dasar bujangan Lo Jall!! hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eniwe&lt;/span&gt;, beberapa dari kita tentu telah mengenal semacam mobile suit dari animasi Jepang antara lain Voltus V, Gundam dan salah satu favorit saya dulu PatLabour. Dalam dunia fiksi ilmiah sebenarnya benda sejenis tidak hanya favorit anime Jepang, masih ingat dengan Film Allien di mana salah satu scenenya pemain utama film tersebut bertarung dengan semacam mobile suit yang disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;exoskeleton&lt;/span&gt;. Begitu juga dalam film Matrix yang pada sekuel terakhirnya beberapa pemain memakai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weaponized exo-suits&lt;/span&gt; untuk memerangi robot-robot jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya benda-benda yang dapat mendongkrak kemampuan sunnatullah seseorang dan berdisain pas dengan tubuh manusia telah menjadi obsesi tersendiri bahkan dalam dunia nyata. Walau kegunaannya lebih sering diasosiasikan dengan persenjataan daripada untuk kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Exoskeleton&lt;/span&gt; atau kurang lebih terjemahannya adalah "kerangka tambahan" saat ini tengah berkembang dalam dunia nyata. Walau tidak sesempurna dalam film-film namun kegunaannya hampir dapat dipastikan mengarah ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1987 dikembangkan sebuah alat bantu untuk orang-orang yang memiliki cacat tulang belakang hingga sulit menggunakan kakinya untuk klegiatan sehar-hari. Monty Reed, apensiunan AD yang memiliki patah tulang belakang mengembangkan sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lifesuit&lt;/span&gt; sebuah alat untuk terapi fisiknya. Pada 2003, Reed memakai alat ini untuk lomba lari 5k. Lalu pada 1990 Kanagawa Institute of Technology mengembangkan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Power Assist Suit&lt;/span&gt;" untuk menolong para perawat mengendong pasien dan manula. Masih dari negeri Jepang kembali muncul Hal-3 nenek moyang Hal-5 yang juga didisain serupa dengan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Power Assist Suit&lt;/span&gt;". Sepertinya di masa depan pekerjaan perawat akan sangat menyenangkan ya. 2004, lahir Bleex (Berkeley’s Lower Extremity Exoskeleton ) terdiri dari dua kaki robot, yang bergerak seirama manusia yang memakainya, dan sebuah rangka mirip tas punggung untuk mengangkat beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkahir tahun 2008 seorang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;software engineer&lt;/span&gt;" (Indonesianya apa ya gelar itu?) dari Amerika mengembangkan exoskeleton yang diklaim paling maju dan paling canggih dari semua yang pernah ada. Rex Jameson menjadikan exoskeleton memasuki babak baru dalam dunia perslitannya. Mampu menangani beban lebih dari 200 pond dan bergerak lebih felsksibel serta tentunya memiliki daya tahan lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang anda baca pada paragraf sebelumnya adalah nyata dan sedang dalam pengembangan. Kemajuan yang luar biasa untuk umat manusia. Mungkin di masa yang akan datang akan dengan mudah ditemukan alat-alat sejenis di rumah-rumah sakit, di atas jalan sedang mengangkat beban beberapa ton atau  di rumah-rumah membantu para penyandang cacat berjalan kesana-kemari bak orang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu saja pertanyaaannya (dua sebenarnya) kapan dan di mana kah akan ditemukan  batere atau sumber energi yang cukup besar namun simpel untuk menggerakkan semua alat-alat di atas, karena apalah artinya semua manfaat yang "menyilaukan mata" tanpa batere yang mendukungnya. kedua...kapankah atau adakah benda-benda tersebut menjadi murah dan dapat dibeli oleh seseorang semudah mengkredit motor saat ini? atau hanya akan menjadi barang mewah satu lagi yang hanya dapat digunakan dengan biaya super mahal?....waktu yang akan menjawabnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2MeAoKCEwAAHAYn@A1"&gt;&lt;img style="width: 148px; height: 198px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2MeAoKCEwAAHAYn@A1/lifesuit.jpg?et=o1uP9OwdUlxE6Nb8i7P3yQ&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;lifesuit&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2MtAoKCEwAAHSmtSM1"&gt;&lt;img style="width: 140px; height: 211px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2MtAoKCEwAAHSmtSM1/powerassit.jpg?et=mTP%2BoYcXD2EQgHtiRFq92A&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Power Suit Assist&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2M@goKCEwAAHryxN01"&gt;&lt;img style="width: 136px; height: 201px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2M@goKCEwAAHryxN01/Hal-3.jpg?et=50m0Xz3JqdXdMN%2BL8s999A&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal-3&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2NZAoKCEwAAARRBfA1"&gt;&lt;img style="width: 139px; height: 209px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2NZAoKCEwAAARRBfA1/bleex.jpg?et=BRRfxhMlsGsjtU5bHLc7%2Cw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bleex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2NnQoKCEwAAAq4F7U1"&gt;&lt;img style="width: 160px; height: 200px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2NnQoKCEwAAAq4F7U1/exo_side_485.jpg?et=%2BGOJz3jooIYU5BoURxKf1w&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Exoskeleton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Baca juga&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.theyshallwalk.com/"&gt;Tentang Lifesuit &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.we.kanagawa-it.ac.jp/%7Eyamamoto_lab/pas/index.htm"&gt;Power Suit Assist&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.popsci.com/node/20689"&gt;exoskelotons&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bleex.me.berkeley.edu/bleex.htm"&gt;Bleex&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;!-- --&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-6509778140268474437?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/6509778140268474437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=6509778140268474437&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/6509778140268474437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/6509778140268474437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/04/mobile-suit-bukan-hanya-dalam-film-jal_12.html' title='Mobile Suit bukan hanya dalam film, Jal!!'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-7161922184855892572</id><published>2008-04-12T05:34:00.000+07:00</published><updated>2008-04-12T05:36:38.499+07:00</updated><title type='text'>Mobile Suit bukan hanya dalam film, Jal!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenalan saya, tepatnya adik kelas saya, Jali menggandrungi sekali dengan apa yang namanya Gundam. Bahkan saking gandrungnya dia sampai bela-belain mengkoleksi beberapa model &lt;span style="font-style: italic;"&gt;die cast&lt;/span&gt; gundam termasuk mengorbankan sedikit tabungan nikahnya untuk nitip temannya yang dari Jepang....cuman satu kata yang pantas buat dia menurut saya, ...dasar bujangan Lo Jall!! hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eniwe&lt;/span&gt;, beberapa dari kita tentu telah mengenal semacam mobile suit dari animasi Jepang antara lain Voltus V, Gundam dan salah satu favorit saya dulu PatLabour. Dalam dunia fiksi ilmiah sebenarnya benda sejenis tidak hanya favorit anime Jepang, masih ingat dengan Film Allien di mana salah satu scenenya pemain utama film tersebut bertarung dengan semacam mobile suit yang disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;exoskeleton&lt;/span&gt;. Begitu juga dalam film Matrix yang pada sekuel terakhirnya beberapa pemain memakai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weaponized exo-suits&lt;/span&gt; untuk memerangi robot-robot jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya benda-benda yang dapat mendongkrak kemampuan sunnatullah seseorang dan berdisain pas dengan tubuh manusia telah menjadi obsesi tersendiri bahkan dalam dunia nyata. Walau kegunaannya lebih sering diasosiasikan dengan persenjataan daripada untuk kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Exoskeleton&lt;/span&gt; atau kurang lebih terjemahannya adalah "kerangka tambahan" saat ini tengah berkembang dalam dunia nyata. Walau tidak sesempurna dalam film-film namun kegunaannya hampir dapat dipastikan mengarah ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1987 dikembangkan sebuah alat bantu untuk orang-orang yang memiliki cacat tulang belakang hingga sulit menggunakan kakinya untuk klegiatan sehar-hari. Monty Reed, apensiunan AD yang memiliki patah tulang belakang mengembangkan sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lifesuit&lt;/span&gt; sebuah alat untuk terapi fisiknya. Pada 2003, Reed memakai alat ini untuk lomba lari 5k. Lalu pada 1990 Kanagawa Institute of Technology mengembangkan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Power Assist Suit&lt;/span&gt;" untuk menolong para perawat mengendong pasien dan manula. Masih dari negeri Jepang kembali muncul Hal-3 nenek moyang Hal-5 yang juga didisain serupa dengan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Power Assist Suit&lt;/span&gt;". Sepertinya di masa depan pekerjaan perawat akan sangat menyenangkan ya. 2004, lahir Bleex (Berkeley’s Lower Extremity Exoskeleton ) terdiri dari dua kaki robot, yang bergerak seirama manusia yang memakainya, dan sebuah rangka mirip tas punggung untuk mengangkat beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkahir tahun 2008 seorang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;software engineer&lt;/span&gt;" (Indonesianya apa ya gelar itu?) dari Amerika mengembangkan exoskeleton yang diklaim paling maju dan paling canggih dari semua yang pernah ada. Rex Jameson menjadikan exoskeleton memasuki babak baru dalam dunia perslitannya. Mampu menangani beban lebih dari 200 pond dan bergerak lebih felsksibel serta tentunya memiliki daya tahan lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang anda baca pada paragraf sebelumnya adalah nyata dan sedang dalam pengembangan. Kemajuan yang luar biasa untuk umat manusia. Mungkin di masa yang akan datang akan dengan mudah ditemukan alat-alat sejenis di rumah-rumah sakit, di atas jalan sedang mengangkat beban beberapa ton atau  di rumah-rumah membantu para penyandang cacat berjalan kesana-kemari bak orang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu saja pertanyaaannya (dua sebenarnya) kapan dan di mana kah akan ditemukan  batere atau sumber energi yang cukup besar namun simpel untuk menggerakkan semua alat-alat di atas, karena apalah artinya semua manfaat yang "menyilaukan mata" tanpa batere yang mendukungnya. kedua...kapankah atau adakah benda-benda tersebut menjadi murah dan dapat dibeli oleh seseorang semudah mengkredit motor saat ini? atau hanya akan menjadi barang mewah satu lagi yang hanya dapat digunakan dengan biaya super mahal?....waktu yang akan menjawabnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2MeAoKCEwAAHAYn@A1"&gt;&lt;img style="width: 148px; height: 198px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2MeAoKCEwAAHAYn@A1/lifesuit.jpg?et=o1uP9OwdUlxE6Nb8i7P3yQ&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;lifesuit&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2MtAoKCEwAAHSmtSM1"&gt;&lt;img style="width: 140px; height: 211px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2MtAoKCEwAAHSmtSM1/powerassit.jpg?et=mTP%2BoYcXD2EQgHtiRFq92A&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Power Suit Assist&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2M@goKCEwAAHryxN01"&gt;&lt;img style="width: 136px; height: 201px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2M@goKCEwAAHryxN01/Hal-3.jpg?et=50m0Xz3JqdXdMN%2BL8s999A&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal-3&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2NZAoKCEwAAARRBfA1"&gt;&lt;img style="width: 139px; height: 209px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2NZAoKCEwAAARRBfA1/bleex.jpg?et=BRRfxhMlsGsjtU5bHLc7%2Cw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bleex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R-2NnQoKCEwAAAq4F7U1"&gt;&lt;img style="width: 160px; height: 200px;" class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-2NnQoKCEwAAAq4F7U1/exo_side_485.jpg?et=%2BGOJz3jooIYU5BoURxKf1w&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Exoskeleton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Baca juga&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.theyshallwalk.com/"&gt;Tentang Lifesuit &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.we.kanagawa-it.ac.jp/%7Eyamamoto_lab/pas/index.htm"&gt;Power Suit Assist&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.popsci.com/node/20689"&gt;exoskelotons&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bleex.me.berkeley.edu/bleex.htm"&gt;Bleex&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;        &lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;!-- --&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-7161922184855892572?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/7161922184855892572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=7161922184855892572&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7161922184855892572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7161922184855892572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/04/mobile-suit-bukan-hanya-dalam-film-jal.html' title='Mobile Suit bukan hanya dalam film, Jal!!'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-7538382546977730600</id><published>2008-03-11T21:39:00.001+07:00</published><updated>2008-03-11T21:40:54.546+07:00</updated><title type='text'>Perpustakaan Musnah 2019?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita pernah heboh dengan Alvin Toffler dan prakiraan masa depan yang berhubungan dengan teknologi manusia. Alvin Toffler dan gelombang ketiganya waktu itu membuat dunia perpustakaan khususnya pustakawan tercengang akibat prakiraannya di mana pada masa gelombang ketiga tersebut penggunaan kertas-kertas akan semakin berkurang dan pada akhirnya hilang sama sekali. Karena 99% koleksi di perpustakaan berbahan dasar kertas yang di ambil dari pohon-pohon hutan tropis dunia, pustakawan bertanya-tanya akankah perpustakaan tamat riwayatnya? akankah perpustakaan tergantikan oleh internet di mana seseorang tinggal klik "I am felling lucky" untuk mencari informasi yang dia butuhkan? dan yang paling parah, akankah profesi pustakawan hilang dari muka bumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang, 28 tahun setelah buku yang memuat ide komunitas tanpa kertas itu dilontarkan Toffler dalam bukunya &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Third_Wave_%28book%29" title="The Third Wave (book)"&gt;The Third Wave&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; terbitan Bantam Books. Hutan-hutan di Pulau kalimantan masih saja tercatat yang tercepat rusaknya untuk keperluan antara lain apalagi kalau bukan kertas. Walaupun e-book semakin marak namun buku-buku yang terbuat dari kertas masih mendominasi IBF (Islamic Book Fair) minggu lalu. Memang ada buku dijital tetapi itu paling-paling hanyalah Al Qur'an dijital dan kamus dijital dengan harga tak semurah Al Quran dan Kamus dalam bentuk buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan para pustakawanpun bersorak...."horeeee kami masih bisa bekerja!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan-perkiraan tentang masa depan, terutama di dunia barat, memang hampir pasti selalu memasukkan perpustakaan adalah sebuha produk masa lalu yang seharusnya sudah tidak ada lagi di masa modern. Perpustakaan memang hampir ada dalam setiap peradaban ribuan tahun yang lalu bahkan beberapa di antaranya menjadi terkenal dan melegenda, sebut sebut saja Perpustakaan para khalifah dinasti Fatimiyah di Kairo. Jumlah seluruh buku yang ada di situ mencapai 2.000.000 (dua juta) eksemplar. Perpustakaan ini berisi berbagai macam ilmu antara lain Al-Qur’an, astronomi, tata bahasa, lexicography dan obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau perpustakaan Alexandria (perpustakaan Iskandarsyah) siapa yang tidak pernah mendengar kisah perpustakaan tersebut bahkan bagi anda yang bukan pustakawan dan bukan juga pecinta sejarah. Konon, perpustakaan ini memiliki 700.000 gulungan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papirus" title="Papirus"&gt;papirus&lt;/a&gt;. Sebagai perbandingan, pada abad ke-14, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perpustakaan_Sorbonne&amp;amp;action=editredlink" class="new" title="Perpustakaan Sorbonne (not yet written)"&gt;Perpustakaan Sorbonne&lt;/a&gt; yang katanya memiliki koleksi terbesar dizamannya hanya memiliki 1700 buku. Para penguasa Mesir begitu bersemangat untuk memperbanyak koleksi mereka sampai-sampai mereka memerintahkan prajurit untuk menggeledah setiap kapal yang masuk guna memperoleh naskah. Jika ada naskah yang ditemukan, mereka menyimpan yang asli dan mengembalikan salinannya. Menurut beberapa sumber, ketika &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Athena" title="Athena"&gt;Athena&lt;/a&gt; meminjamkan naskah-naskah drama klasik &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yunani" title="Yunani"&gt;Yunani&lt;/a&gt; asli yang tak ternilai kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ptolemeus_III&amp;amp;action=editredlink" class="new" title="Ptolemeus III (not yet written)"&gt;Ptolemeus III&lt;/a&gt;, ia berjanji membayar uang jaminan dan menyalinnya. Tetapi sang raja malah menyimpan yang asli, tidak mengambil kembali uang jaminan itu, dan memulangkan salinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menyatukan semua perpustakaan besar itu dalam sejarah sampai dengan perpustakaan modern yang masih berdiri sampai detik ini di tengah-tengah kita? adalah kertas jawabnya. Semua informasi dan data sejak ribuan tahun lalu di simpan di atas kertas atau saudara kandungnya smcm papiris dan daun lontar. Namun pada intinya untuk penyimpanan kebijksanaan setiap peradaban masih belum ditemukan bahan yang lebih baik selain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ditemukannya komputer sampai saat ini memang jutaan informasi disimpan dalan server-sever yang saling berhubungan berbentuk file-file dijital. Perpustakaan memang tidak buta akan hal itu bahkan hampir seluruh perpustakaan memanfaatkan perkembangan baru ini  guna melancarkan apa yang disebut dengan pelayanan perpustakaan. Namun, siapa yang bisa menjamin bahwa file-file yang disimpan saat ini maish bisa terbaca oleh mesin-mesin yang akan ditemukan pada masa-masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, tentang Richard Watson mirip-miriplah dengan Avlin Toffler namun bergaya seperti cenayang dia mencoba lebih spesifik meramalkan kejadian perkembangan peradaban manusia yang sepertinya tidak hanya berhubunagn dengan ilmu pengetahuan, namun hampir ke semua aspek POLEKSUSBUD, membuat saya berfikir...apa bedanya Richard Watson dengan Mama Laurent bila begitu. Dia menuangkan idenya tentang masa depan peradaban manusia tersebut ke dalam "extinction timeline".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalamnya anda akan menemukan beberapa hal yang menurutnya akan musnah sebelum tahun 2050. Dan, tebakan anda tepat sekali, perpustakaan memang termasuk salah satu hal yang ikut musnah, tepatnya menurut R, Watson pada 2019 adalah kain kafan perpustakaan diikat untuk pd akhirnya dikuburkan. Sayang untuk mengetahui alasannya lebih lanjut kenapa memasukkan perpustakaan menjadi almarhum saya harus membaca bukunya yang berjudul &lt;a href="http://futuretrendsbook.com/"&gt;Future Files: A History of the Next 50 Years&lt;/a&gt; kabarnya menjadi buku hits dan sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Cina segala. Untuk itu saya juga mencoba membuka blog Richard Watson untuk mengetahui....alasan sebenarnya...kenapa perpustakaan harus mati, namun juga tidak dapat saya temukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tebakan kasar saya, bahwa saat itu menurut Si Richard udah ga jaman lagi apa yang namanya buku apalagi kertas. Karena era elektronik sudah meraja hingga di mana mana orang hanya perlu seperangkat alat elektronik sebesar telapak tangan untuk menyimpan data tera-an byte.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perpustakaan juga beberapa hal yang menurutnya akan musnah sebelum tahun 2050 adalah (maaf dalam Bahasa Inggris saja ya) :&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2009&lt;/strong&gt;: Mending things&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2014&lt;/strong&gt;: Getting lost&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2016&lt;/strong&gt;: Retirement&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2019&lt;/strong&gt;: Libraries&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2020&lt;/strong&gt;: Copyright&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2022&lt;/strong&gt;: Blogging, Speleeng, The Maldives&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2030&lt;/strong&gt;: Keys&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2033&lt;/strong&gt;: Coins&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2036&lt;/strong&gt;: Petrol engined vehicles&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2037&lt;/strong&gt;: Glaciers&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2038&lt;/strong&gt;: Peace &amp;amp; Quiet&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2049&lt;/strong&gt;: Physical newspapers, Google&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beyond 2050&lt;/strong&gt;: Uglyness, Nation States, Death&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkan begitu? tentu saja jangan anggap pemikiran R. Watson ini terlalu serius. Coba tebak apa? saya rasa sampai dengan tahun 2051 pustakawan masih akan berteriak "horeeee kami masih bisa bekerja!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Klik Gambar untuk lebih besar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rossdawsonblog.com/extinction_timeline.pdf"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://www.rossdawsonblog.com/extinction_timeline.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Baca Juga&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alvin_Toffler#Books"&gt;Alvin Toffler&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bikinperpus.wordpress.com/2008/01/03/mengenang-kemajuan-perpustakaan-islam/"&gt;Mengenang jayanya perpustakaan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://toptrends.nowandnext.com/?"&gt;Blognya Si Richard Watson&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.rossdawsonblog.com/weblog/archives/2007/10/extinction_time.html"&gt;Artikel tentang "Extinction Timeline"&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-7538382546977730600?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/7538382546977730600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=7538382546977730600&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7538382546977730600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7538382546977730600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/03/perpustakaan-mushan-2019.html' title='Perpustakaan Musnah 2019?'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-8560087458274505134</id><published>2008-03-05T09:04:00.001+07:00</published><updated>2008-03-05T09:11:09.394+07:00</updated><title type='text'>Arsitektur Perpustakaan Yang Menakjubkan</title><content type='html'>&lt;div class="bodytext" id="item_body" author_possessive="abhicom2001's" author="abhicom2001"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Terinspirasi dari tulisan sebelumnya, saya mencari  apakah ada selain Perpustakaan Umum Kansas yang memiliki disain arsitektur unik.  Selain di bawah masih banyak perpustakaan di belahan dunia lain yang memiliki  disain lebih unik, akan sangat berterimakasih bila anda pernah berkunjung ke  salah satunya dan berbaik hati berbagi foto di sini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat  Menikmati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seattle Public  Library&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;If you expect a public library to sit quietly with its hands  folded, the new Seattle Central Library is not for you. It has a lunging,  irregular exterior wrapped in folds of glass covered with a honeycomb of steel.  There are hook holes all over it, so the window washers can scale the angled  surface like rock climbers. As buildings go, this one manages to look both  precarious and enduring, headlong and immemorial. If Picasso ever painted a  library, it might look like this. (&lt;a href="http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,993920,00.html"&gt;http://www.time.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83O7goKCEwAAATBN8s1/Seattle_Public_Library.jpg?et=xU3E2TKYx%2Bfwl6RiPV4xjw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83PJQoKCEwAAA8QOZs1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83PJQoKCEwAAA8QOZs1/Seattle%20Public%20Library.jpg?et=BPHzTh88nLT4cNXKjzYbdQ&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The British Library at St  Pancras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Kita faham bahwa  dahulu Inggris pernah menguasai lautan....tidak heran perpustakaannya pun ingin  mengadopsi hal yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="text"&gt; &lt;p&gt;250,000 cubic metres of soil were removed to construct the basements. Some of  it was used to build a dry ski slope in Beckton, East London. Around 3,800 items  a day are delivered to the Library's users from the basement storage areas via a  mechanised system. Items can be sent from fifty different points and travel by  33,000 possible routes. A stash of gunpowder was found amongst family papers in  the basement. According to notes found with it, some of it may have been seized  from Guy Fawkes when he was arrested (&lt;a href="www.bl.uk/training_package/stpancras2.html"&gt;www.bl.co.uk&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83R9goKCEwAADnu4EA1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83R9goKCEwAADnu4EA1/britlib1.jpg?et=Hv6XP2Vzb2j%2BMeLPZPv1QA&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83UBAoKCEwAAFOITfI1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83UBAoKCEwAAFOITfI1/britlib2.jpg?et=LnjW7M5v250woa9tdzg7Lw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bibliotheca  Alexandrina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The New Library of Alexandria, the New Bibliotheca  Alexandrina is dedicated to recapture the spirit of openness and scholarship of  the original Bibliotheca Alexandrina. It is much more than a library ...(&lt;a href="http://www.bibalex.org/English/index.aspx"&gt;http://www.bibalex.org&lt;/a&gt;) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83V-QoKCEwAAHZvW901"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83V-QoKCEwAAHZvW901/Babel1.jpg?et=uWavq9Z1Y2nZPuqDDq0Atw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83WXwoKCEwAAASklM01"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83WXwoKCEwAAASklM01/Babel2.jpg?et=SKSzC8aVjgp6cxfSJN5DYw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="mainImageInfoControl1_lblImageTitle" style="font-weight: bold;"&gt;Mussenden Temple Library&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="mainImageInfoControl1_lblImageTitle"&gt;Location...location...location!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83XnQoKCEwAABjzNns1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83XnQoKCEwAABjzNns1/image.jpg?et=9Vtlq%2Cwyv%2BeBYu1jyIbx6w&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R83X-goKCEwAABk56501"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R83X-goKCEwAABk56501/mussenden-temple-600.jpg?et=SyL14mRNeWg9kzyHN4gr1w&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perpustakaan Yayasan  Hatta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini, 26 April 2007, adalah hari ketika  Perpustakaan Hatta di Jogjakarta roboh. Tak ada memang angin puting beliung  mengipas-ngipasi daratan Jogja sebagaimana kabar-kabar sebelumnya. Bukan juga  para petugas Kamtib kota melakukan vandalisme dengan menggaruk sebuah monumen  buku. Perpustakaan Hatta roboh karena disungsep sepi yang tiada berkesudahan.  Hatta pernah bilang bahwa lawan utama di Digul adalah kesepian. Jika tak mampu  melawan kesepian itu, maka hitunglah detik-detik kematianmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi  Perpustakaan Hatta bukan di neraka Digul. Perpustakaan itu menggigil setengah  mati di tengah-tengah kota yang disekelilingnya mengacak dengan sombong mal-mal  supermewah. Tepat di depannya pula yang jaraknya hanya sepelontaran ludah, di  Gedung Wanitatama Jl Solo, tiap tahun pesta buku digelar dan digeber. Tapi  masihkah orang yang datang dan pulang menenteng buku-buku baru atau buku-buku  obralan Jusuf Agency tahu bahwa di seberang jalan itu terdapat tonggak-tonggak  yang merinci jejak pemikiran Hatta. Sadarkah orang-orang dalam pesta itu bahwa  di sana, buku-buku itu berjibaku; bukan dengan tangan-tangan intelektual yang  haus ilmu, tapi berusaha bertahan dari rayapan kutu dan sapuan debu  langit-langit tripleks gedung yang terjuntai.(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Robohnya Perpustakaan Yayasan Hatta&lt;/span&gt; : &lt;a href="http://arifs.staff.ugm.ac.id/myblog/?p=55%29"&gt;dari sini  )&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak ada foto untuk kisah  menyedihkan gedung perpustakaan ini....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="mainImageInfoControl1_lblImageTitle" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Sumber &lt;br /&gt;&lt;a href="Seattle%20Public%20Library%202"&gt;Seattle Public Library 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.law.seattleu.edu/llsa/nllsac/Seattle%20Public%20Library.jpg"&gt;Seattle  Public Library 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;British Library  1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bibalex.org/English/gallery/pages/a01.htm"&gt;Bibalex  1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bibalex.org/English/gallery/pages/a01%20%2809%29.htm"&gt;Bibalex  2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.discovernorthernireland.com/image.aspx?ImageID=15155&amp;amp;Width=360&amp;amp;Height=270"&gt;Mussenden  1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.knittinguniverse.com/xrx/events/irelandsite/images/day8/mussenden-temple-600.jpg"&gt;Mussenden  2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indonesiabuku.com/2007/04/robohnya-perpustakaan-hatta-di.html"&gt;Perpustakaan  Yayasan Hatta&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-8560087458274505134?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/8560087458274505134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=8560087458274505134&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8560087458274505134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8560087458274505134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/03/arsitektur-perpustakaan-yang.html' title='Arsitektur Perpustakaan Yang Menakjubkan'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-2533600510144083075</id><published>2008-03-03T20:55:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T20:56:24.423+07:00</updated><title type='text'>...mind your library, people</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Apa jadinya bila setiap orang ditanya buku apa yang paling mewakili kota anda tinggal, apakah Wiro Sableng? tentu saja bila anda lahir dari keluarga menengah ke bawah di tahun 80-an akan memilih antara lain buku tersebut. Atau mungkin bila anda lahir pada sau dekade sebelumnya maka tentu saja buku-buku bertajuk Si Gua dari Buta Hantu....(terasa ada yang aneh dari judul itu kan?) dan semacamnya lebih mewakiliki bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berjalan sedikit lagi, anda bertemu pada sekelompok ibu-ibu berusia antara 30-45 tahunan apa yang mungkin mereka jawab untuk pertanyaan buku apa yang paling mewakili kota anda N.H. Dini? La Rose? atau...siapa?....bisakah anda menebaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bila anda sedang membangun perpustakaan di kota anda dan ingin menjadikan perpustakaan anda lebih dikenal oleh masyarakat sekitarnya maka apa yang akan anda lakukan dari dua paragraf di atas?....tidak tahu atau anda sudah tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, sebaiknya anda belajar dari penduduk Kota Kansas dan perpustakaan milik mereka. Sebelum akhirnya gedung perpustakaan umum Kota Kansas direnovasi warganya di beri semacam kuisioner mengenai buku-buku apa yang menurut mereka paling mewakili Kota Kansas. Lalu muncullah judul-judul seperti "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lord of The Rings&lt;/span&gt;" dan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Romeo And Julliet&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Kansas Library on the other hand, like other American city libraries, is likely to be regarded as an educational institution in its own right and an asset, worthy of city pride. Not forgetting that educational institutions in the US are big business, I would hazard a guess that city residents would have some pride invested in their city having a big library, it shows an educated population, and an educated population must have been able to afford college, so Kansas City must be a prosperous place indeed, well worth investing in. So they pick great works, because they represent &lt;/span&gt;&lt;em style="font-style: italic;"&gt;learning&lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; and &lt;/span&gt;&lt;em style="font-style: italic;"&gt;achievement&lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; better than books you could pick up at the checkout line at Wal-Mart.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan Umum Kota Kansas seperti umumnya perpustakaan di AS dianggap sebagi istitusi pendidikan yang berdiri sendiri dan patut dibanggakan kotanya. Tanpa melupakan perpustakaan di AS adalah bukan bisnis ece-ece, Saya kira warganya akan sangat bangga kota mereka memiliki perpustaan yang besar karena artinya memperlihatkan warga kota tersebut yang berpendidikan, dan warga yang berpendidikan artinya mampu mencicipi bangku kuliah, Jadi Kota Kansas pastulah tempat yang sangat makmur. Karena itu mereka memilih rancangan yang hebat (untuk perpustakaannya) karena mewakili pembelajaran dan pencapaian yang mana lebih dari hanya buku-buku yang bisa anda temukan di depan kasir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Giant&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Carrefour...   &lt;/span&gt;begitu kurang lebih terjemahan paragraf sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya masyarakat Kota Kansas membangun perpustakaan dengan cata yang mungkin paling unik di dunia. Saya bicara apa sih? perhatikan saja foto-foto di bawah ini maka anda akan mengerti apa yang saya maksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R8wBMAoKCEwAADcdBH41"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R8wBMAoKCEwAADcdBH41/243751546_ec32bf7918.jpg?et=%2Bk6scWfVoUbTgSE74Lj29g&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R8wBcwoKCEwAAES1ReA1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R8wBcwoKCEwAAES1ReA1/459351602_355bd0e3b1.jpg?et=2xIgi0ERh0lwUoNGgzOfdQ&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R8wBxAoKCEwAAEdEUU01"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R8wBxAoKCEwAAEdEUU01/library-books-cardiff.jpg?et=mJfdoTjFyVzYjKo6MMk7mg&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/upload/R8wB6goKCEwAAE8yf8U1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R8wB6goKCEwAAE8yf8U1/library-books-kansas.jpg?et=JOvAqvgfYptL55dr4LhPsw&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ministryoftype.co.uk/words/article/books_in_buildings_in_books/"&gt;The Ministry of Type : Books in Buildings in Books&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kclibrary.org/index.cfm"&gt;Perpustakaan Umum Kota Kansas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/keithpatterson"&gt;Foto-Foto diambil dari sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://deputy-dog.com/2007/11/30/can-you-spot-the-library/"&gt;Can You Spot The Library?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-2533600510144083075?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/2533600510144083075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=2533600510144083075&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/2533600510144083075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/2533600510144083075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/03/mind-your-library-people.html' title='...mind your library, people'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-581544828027283014</id><published>2008-02-27T21:51:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T21:53:02.453+07:00</updated><title type='text'>Kotak lugu yang tidak lagi na'if</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/70/99/17709910/42-17709910.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 158px; height: 182px;" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/70/99/17709910/42-17709910.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebanyakan orang seusia dan besar di kota seperti saya, hampir-hampir tidak asing dengan kotak yang dapat menyajikan gambar-gambar hidup ini. Bisa dibilang saya tidak bisa hidup sehari saja tanpa televisi sampai dengan menginjak bangku kuliahpun, walau sudah mulai berkurang ketergantungannya, masih saja kerusakan televisi di rumah membuat hari-hari semakin panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang yang saya ingat memang televisi sudah menjadi bagian rumah kami. Dari model lagunya Michael Jackson (black and white) sampai dengan berwarna, dari televisi sederhana sampai model mirip almari lengkap dengan tutup tabungnya yang dari kayu. Dari hanya TVRI sampai akhirnya sekarang puluhan saluran. Hanya jenis LCD/Plasma serta stasiun televisi berbayar saja model kabelvision dan konco-konconya yang belum pernah mampir di kehidupan saya. Mengingat untuk saat ini kedua hal tersebut masih harus merogoh kantung lebih dalam untuk menikmatinya, jadi yah, saya harus cukup puas dengan apa yang saya miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pentingnya arti televisi, pernah ketika beralih dari model hitam putih ke berwarna dengan bangganya kami sekeluarga berpose di depan benda tersebut. Dengan senyum lebar dan puas...memberi pernyataan tegas bagi siapa saja yang melihat foto tersebut "kami sudah masuk dalam lingkaran masyarakat modern, loh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran memang kenapa televisi menjadi demikian dalam hadir dalam kehidupan setiap keluarga bukan hanya di Indonesia namun hampir di seluruh dunia. Bahkan, ada yang menyamakan penemuan televisi seperti penemuan roda dalam peradaban manusia. Bagi anda yang kurang faham, penemuan roda dianggap sebagai langkah penting umat manusia karena dapat merubah peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata televisi sendiri pertama kali dikemukakan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Constatin_Perskyl&amp;amp;action=edit" class="new" title="Constatin Perskyl"&gt;Constatin Perskyl&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia" title="Rusia"&gt;Rusia&lt;/a&gt; pada acara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=International_Congress_of_Electricity&amp;amp;action=edit" class="new" title="International Congress of Electricity"&gt;International Congress of Electricity&lt;/a&gt; yang pertama (1900) dalam Pameran Teknologi Dunia di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris" title="Paris"&gt;Paris&lt;/a&gt;. Tujuh tahun kemudian &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Campbell_Swinton&amp;amp;action=edit" class="new" title="Campbell Swinton"&gt;Campbell Swinton&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boris_Rosing&amp;amp;action=edit" class="new" title="Boris Rosing"&gt;Boris Rosing&lt;/a&gt; dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.Sejak itu perkembangan benda kotak ajaib ini semakin pesat dan sampai akhirnya menjadi umum dimiliki setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sejarah televisi tentunya tidak bisa lepas dari TVRI (Televisi Republik Indonesia) . Siaran televisi pertama kali adalah salah satu buah dari proyek &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mercusuar&lt;/span&gt; nya Bung Karno. Siaran pertamanya adalah dalam rangka meliput Asian Games pada 23 Agustus 1962 menjadi titik awal sejarah penyiaran televisi anak negeri ini. Sampai dengan puluhan tahun ke depan TVRI mendominasi udara Indonesia. Tidak dijelaskan apakah saat itu masyarakat Indonesia mendapatkan televisi dengan pembagian gratis atau harus membelinya. Karena tentunya tidak ada artinya siaran televisi tanpa ada yang menyaksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda bahwa di Indonesia memiliki televisi tidak selamanya gratis. Ada saatnya di mana pemilik peawat televisi harus membayar tarif tertentu kepada pemerintah. Iuran televisi memang tidak lain dan tidak bukan akan digunakan untuk membiayai TVRI, seperti yang anda tahu sampai sekarang TVRI tidak memberikan slot iklan dalam siarannya, setidaknya bukan dengan cara yang ketara jelas. Maka dana untuk operasional selain dari pemerintah juga diambil dari iuran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang iuran televisi masih diterapkan di beberapa negara seperti misalnya, Inggris, Korea Selatan dan Pakistan. Bahkan di Pakistan iuran televisi terintegrasi dengan iuran listrik entah bagaimana sistem yang dipakai. Namun, ternyata iuran televisi di Indonesia banyak ditentang dan akhirnya hari ini TVRI harus mencari sumber dana lain selain iuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya sarapan untuk beberapa orang televisi menjadi bagian rutin yang hampir-hampir tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat pisau bermata dua, televisi kian hari dituduh sebagai biang keladi menyebarnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;virus &lt;/span&gt;masyarakat bahkan sampai di depan meja makan ketika pagi. Ada kalanya menjadi primadona bahkan alat propaganda penguasa untuk menjaga kekuasaannya, televisi dicaci dan dimaki namun dilain sisi justru semakin dicinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cap "benda mewah" sampai akhirnya sekarang menjadi hal yang umum, bahkan tunawisma-pun bisa memiliki televisi sepanjang bisa mendapatkan sambungan listrik. Sejak lahirnya TVRI sampai sekarang marak stasiun televisi lokal. Dari model penyiaran via antena-antena relay sampai menggunakan jarinngan paket data yang bahkan hanya memerlukan handphone saja untuk menyaksikannya. Televisi sudah sedemikian menyatunya dengan masyarakat. Dari sebuah hiburan yang menghibur dan mendidik sampai sebuah tayangan kekerasan dan semi porno....bahkan full porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat saya berfikir...masih adakah saat-saat kami dengan naifnya berpose di depan pesawat televisi 21 inci dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;casing &lt;/span&gt;sebesar lemari, berfikir :...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;selamat menjadi bagian dari masyarakat modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bangunkan saya bila &lt;span style="font-style: italic;"&gt;televisi&lt;/span&gt; masih senaif itu :)&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link berguna&lt;br /&gt;Asosiasi Televisi Lokal Indonesia &lt;a href="http://www.atvli.com/"&gt;http://www.atvli.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Televisi Republik Indonesia &lt;a href="http://www.tvri.co.id/"&gt;http://www.tvri.co.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar biasa....dari &lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-581544828027283014?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/581544828027283014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=581544828027283014&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/581544828027283014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/581544828027283014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/kotak-lugu-yang-tidak-lagi-naif.html' title='Kotak lugu yang tidak lagi na&apos;if'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-297302888854436577</id><published>2008-02-27T21:50:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:51:08.250+07:00</updated><title type='text'>Fashion by Ziryab : sebuah gaya hidup</title><content type='html'>&lt;a href="http://http//www.saudiaramcoworld.com/issue/200407/images/flight-comp1-LG.jpg"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;center&gt;&lt;img class="alignmiddle" src="http://www.saudiaramcoworld.com/issue/200407/images/flight-comp1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Bila anda suatu saat mendapatkan undangan makan malam pada sebuah acara resmi atau mungkin juga berbau-bau kenegaraan, tentunya anda akan direpotkan dengan tata cara makan yang berbeda dengan umumnya Orang Indonesia. Tata cara makan yang bahkan sampai sangat detil termasuk jenis sendok mana yang digunakan untuk sup dan mana yang untuk nasi atau semacamnya. Dan apakah anda harus menyilangkan sendok dan garpu ketika sudah selesai makan menjadi sangat penting bahkan dianggap tidak sopan bila tidak melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Untuk beberapa perusahaan bahkan mendatangkan ahlinya dari sekolah-sekolah kepribadian untuk mendidik pegawainya mengerti tentang tata cara makan memakan yang di Indonesia sesimpel berjalan kaki namun di belahan dunia lain menjadi sebuah upacara melelahkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Anggapan hampir semua orang bahwa protokoler makan yang beribet itu merupakan asli buah peradaban maju masyarakat barat (eropa) sangat salah besar. Justru, apa yang selama ini kita kenal sebagai kebudayaan barat dari kebiasaan memakan sup sampai tata cara berbusana untuk musim yang tepat bukan datang "asli" dari mereka. Adalah Ziryab satu dari sekian banyak nama muslim yang tercatat dalam sejarah walau dalam tinta yang mengabur menjadi salah seorang yang buah kearifannya masih diterapkan oleh masyarakat dunia terutama orang-orang Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya lebih dikenal sebagai pemusik yang handal mantan budak kemungkinan dari Tanzania dan murid dari pemusik handal pada zamannya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Ishaq_al-Mawsili&amp;amp;action=edit" class="new" title="Ishaq al-Mawsili"&gt;Ishaq al-Mawsili&lt;/a&gt;.Bahkan bakat kemampuannya bermusik mencuri perhatian Khalifah Harun Al Rasyid, dalam beberapa artikel, membuat gurunya cemburu dan meminta Ziryab memilih antara dibunuh (dihancurkan karirnya) atau pergi dari Baghdad dengan dibekali uang. Pada akhirnya Ziryab memilih untuk pergi dan takdir membawanya menjadi menteri kebudayaan di Spanyol atau saat itu dikenal dengan Andalusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sanalah apa yang dikenal di dunia barat dan akhirnya sampai ke Indonesia dan negara lainnya mulai dikenal dan bertahan sampai sekarang. Ziryab begitu menyukai seni penyajian makanan sebagaimana dia mencintai musik. Bayangkan bagaimana seorang maestro musik tentunya akan sangat menyukai hal-hal yang indah dan tertata rapih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kedatangan Ziryab tidak pernah dikenal apa yang namanya sopan santun makanan, bahkan semua makanan yang tersedia diletakkan begitu saja di atas meja lantas disantap. Mengingatkan pada kebiasaan makan di rumah saya seadanya, baik dengan lauk seadanya dan keadaan yang juga seadanya, maksudnya mau makan di mana saja di bagian rumah saya dengan cara apapun ya silahkan saja, asal janagan sambil loncat-loncat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Ziryab, saat itu dengan persetujuan raja Andalusia Ziryab menetapkan tata cara makan untuk keluarga kerajaan, (yang saya tidak usah terjemahkan) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ziryab decreed that palace dinners would be served in courses—that is, according to a fixed sequence, starting with soups or broths, continuing with fish, fowl or meats, and concluding with fruits, sweet desserts and bowls of pistachios and other nuts. This presentation style, unheard of even in Baghdad or Damascus, steadily gained in popularity, spreading through the upper and merchant classes, then among Christians and Jews, and even to the peasantry. Eventually the custom became the rule throughout Europe. The English expression “from soup to nuts,” indicating a lavish, multi-course meal, can be traced back to Ziryab’s innovations at the Andalusi table.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;Tidak hanya sampai di situ Ziryab juga menciptakan gaya pakaian yang elegan untuk empat musim di Eropa. Bayangkan, bahkan sebelum Paris dikenal sebagai pusat mode dunia, Ziryab sudah melakukan terobosan langkah awal dalam perkembangan dunia mode. Pada musim semi para wnaita disarankan memaki busana warna terang berbahan kapas. Namun pada musim panas pakaian berwarna putih berbahan sutra menjadi pilihan. Dan saat musim dingin mode yang dianjurkan adalah pakaian panjang bahan berbulu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taste of Turkish Fashion&lt;/span&gt;, Majalah Azzikra, 2007, Vol 3 No 23,  Hal 82-85)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;Mungkin bisa dikatakan Ziryab adalah pria metroseksual di zamannya. Dia mengenalkan kebiasaan bercukur (dengan gaya) di antara pria-pria saat itu dan menciptakan model baru gaya potongan rambut pria. Sebelumnya para bangsawan dan ilmuwan mencuci pakaian mereka dengan air mawar. Untuk meningkatkan proses pembersihan binatu Ziryab menambahkan garam dalam mencuci baju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;Saat itu banyak orang Eropa yang belajar menuntut ilmu di Andalusia dan ketika mereka pulang kembali maka selain ilmu yang dipelajari juga gaya hidup Orang Islam di Andalusia yang dikembangkan oleh Ziryab tak urung terbawa juga dan pada akhirnya menjadi &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;salah satu&lt;/span&gt; bagian dari budaya barat seperti yang kita kenal sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;Sumber lebih lengkap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;a href="http://www.saudiaramcoworld.com/issue/200407/flight.of.the.blackbird-.compilation..htm"&gt;Flight of the Blackbird&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;&lt;a href="http://www.saudiaramcoworld.com/issue/200407/default.htm"&gt;The Andalus&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="lBody" class="pageTemplateBody"&gt;The Andalus is a compilation from Saudi Aramco World about Muslim Spain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-297302888854436577?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/297302888854436577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=297302888854436577&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/297302888854436577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/297302888854436577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/fashion-by-ziryab-sebuah-gaya-hidup.html' title='Fashion by Ziryab : sebuah gaya hidup'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-1673083790410933404</id><published>2008-02-27T21:49:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:50:19.663+07:00</updated><title type='text'>Filosofi Sebuah Status...YM</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;center&gt;&lt;img class="alignmiddle" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/16/72/83/16728340/42-16728340.jpg" border="0" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari ini saya baru menyadari sebuah nasehat yang pernah meluncur dari seorang ustadzah. Katanya "hidayah itu ada di mana-mana hanya saja kadang manusia terlalu sombong untuk menerimanya", banyak faktor memang bagaimana seseorang mendapatkan hidayah ada dengan cara yang rumit dan berliku-luku bahkan nyawa menjadi taruhannya, ada juga yang semudah menjetikkan jari tiba-tiba tertimpa hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tembok terbesar yang memisahkan hidayah dengan manusia adalah kesombongan. Yah, mereasa lebih, tepatnya entah merasa lebih pintar, lebih kaya secara materi, lebih tua....bahkan lebih besar badannya. Sejatinya sombong memang mutlak milik Allah SWT tidak ada hak bagi mahluk ciptaannya ini yang disebut manusia untuk sombong, namun ntah kenapa kesembongan sepertinya lebih lengket dari permen karet di hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi saya baru saja sadar, ini bukan tentang kesombongan, ternyata buat saya yang hampir setengah dari harinya dihabiskan di depan komputer selama ini selalu di bayangi-bayangi sebuah permata yang luar biasa. Bukan harta atau emas namun nasehat dan masukan-masukan yang luar biasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"75% mencapai tujuan adalah karena proses yang tidak bertahap" atau "put your goals high, and never stop until you get there" menurut anda dari buku manajemen mana saya mengutip kalimat tersebut? anda salah bila percaya itu saya ambil dari buku-buku tebal. Kalimat di atas saya kopas dari setatus YM seorang teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yak, permata yang saya maksud dalam dua paragraf di atas adalah status YM, percaya atau tidak ada saja kalimat-kalimat "dalem" atau nasehat-nasehat bahkan doa'a di dalamnya, ya seperti ini misalnya.... "Ya, Allah bukakanlah takdir baikku dan jauhkanlah takdir burukku.." dan ini "Ya Allah....Ya Rohman...Ya Rahim...kabulkanlah permintaan hamba-hambaMu ya Allah...amin" setalah membacanya saya memang cuman bisa bilang...amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak semua mengandung kalimat "dalem"...yah namanya juga YM ada saja manusia-manusia "radikal bebas" yang memberikan status YM terserah mereka namun hampir bisa dipastikan kalau tidak menggambarkan suasana hatinya paling tidak situasi yang sedang mereka alami....daaaan tentunya hampir bisa ditebak, apa profesi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba tebak profesi pemilik status ini "Coding" Nggak pusing...nggak nyeni"...yak betul dia org IT, bagaimana dengan mood orang ini pasti lagi puyeng begitu juga dengan kawan saya yang berstatus "Byk dead line hiiiksss ;-(" (maksudnya :banyak deadline) apalagi bekas teman kuliah saya yang berprofesi sebagai wartawan berstatus "inetna erororjring, erororjring, erororjring!" puyengnya lebih-lebih sepertinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya bisa langsung menebak bahwa salah seorang teman saya baru saja membaca Laskar Pelangi ketika YMnya bersatus "Sure lof, it's Edensor..." ah basi Kang...ke mana aza kok baru baca sekarang hehehe. Teman saya yang baru saja melepaskan status lajangnya beberapa minggu lalu memasang status di YMnya "All that I am, all that I ever was, is here in your perfect eyes, they're all I can see" walaupun saya tidak begitu mengerti namun tetap saja gimana yah...datang dari pengantin anyar gitu looo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang status YM hanya menjadi ajang lucu-lucuan yang membat pembacanya tersenyum simpul walau seringnya bersifat personal dan yang kenal saja yang dapat mengertinya "I don't like pink" tidak lucu memang namun buat saya yang baru saja membicarakan warna rumah sekitar pemilik status YM tersebut yang berwarna pink membuat saya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari semuanya....pemenang status YM dalam firendlist saya hari ini datang dari teman SMA saya dengan status andalannya yaitu..."zzz zzzzz zzz"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa status YM anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Gambar dari &lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua status yang saya kutip di atas adalah sepenuhnya milik teman-teman saya di YM. Segala mengkopian dan peniruan harus dengan izin yang bersangkutan :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-1673083790410933404?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/1673083790410933404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=1673083790410933404&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1673083790410933404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1673083790410933404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/filosofi-sebuah-statusym.html' title='Filosofi Sebuah Status...YM'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-4529828655479845589</id><published>2008-02-27T21:48:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:49:39.266+07:00</updated><title type='text'>Thomas Crown Wannabe?...pikir lagi!</title><content type='html'>&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/BIGBOS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/BIGBOS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 169px; height: 113px;" class="alignleft" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/74/77/17747798/42-17747798.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 167px; height: 113px;" class="alignleft" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/74/78/17747859/42-17747859.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barang antik saja harganya bisa selangit, apalagi benda purbakala. Maka tak mengherankan bila benda-benda kuno warisan sejarah ini menjadi sasaran maling untuk didagangkan. Itulah yang kerap terjadi selama ini. Pencurian dan pemalsuan lima arca di Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah, jelas bukanlah cerita baru.&lt;/span&gt;(&lt;b&gt;Taufik Alwie&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "&lt;/span&gt;Laporan Khusus&lt;b&gt;"&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Gatra&lt;/i&gt; Nomor 3 Beredar Kamis, 29 November 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencuri-pencuri berkeliaran disekitar kita, ada berbagai macam pencurian dari pencuri ayam sampai pencuri kayu-kayu di belantara hutan Pulau Kalimantan. Dari mencuri demi alasan klasik yaitu duit sampai dengan karena gangguan psikologis yang sering dikenal dengan kleptomania. Berbagai julukanpun mewarnai aksi satu ini dari pencopet, maling, sampai dengan perampokan bahkan koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak aksi yang dilakukan oleh pencoleng dan barang-barang yang menjadi tujuan pencuriannya. Ada satu jenis pencurian yang agak lebih dianggap bermartabat dibanding pencuri kelas teri macam copet-copet dalam metromini yang memanfaatkan padatnya penumpang. Dan mereka biasanyan dikenal karena barang yang dicuri bukan benda remeh yang semua orang dapat melakukakannya namun sebuah benda yang dijaga oleh teknologi canggih dan pengamanan berlapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah pencurian benda seni yang saya maksud, yah paling tidak dalam dunia Hollywood pencoleng jenis satu ini biasanya digambarkan dengan orang-orang yang berpendidikan tinggi, paling tidak berpengalaman dalam dunia coleng-mencoleng benda seni faham bagaimana menghindari alarm dan penjagaan yang sangat ketat...bahkan kerap kali digambarkan berwajah rupawan bak James Bond....tentu tidak lupa dengan pasangan-pasangan mereka juga tidak kalah dari Bond Girl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang sedang dalam proses pembuatan sekuelnya adalah The Thomas Crown Affair. Film yang dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;remake&lt;/span&gt; tahun 1999 dibintangi oleh&lt;span style="font-size:-1;"&gt; Pierce Brosnan dan Rene Russo menceritakan tentang bujang konglomerat playboy yang hobi mengutil benda-benda seni berharga hanya untuk kesenangan belaka. Lalu ingatkah anda dengan film Entrapment juga mengenai pencoleng-pencoleng canggih yang salah satu adegannya diambil di atas menara kembar Kuala Lumpur. Kedua film di atas memberi gambaran pada kita penontonya bahwa menjadi pencoleng kelas wahid dengan kreatifitas yang luar biasa dalam meraih tujuannya adalah sebuah pekerjaan yang...yaaah ga jelek jelek amatlah minimal kalo tidak dapat duit ya wanita cantik di sisi anda...atau bahkan kedua-duanya,&lt;/span&gt;...hmm membuat anda berfikir untuk banting setir karir kan, &lt;span style="font-size:-1;"&gt; namun apa benar begitu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Mungkin di Indonesia, bagi Thomas Crown mencuri benda seni kehilangan maknanya karena di sini mencuri benda seni semudah memasukkan gajah kedalam kulkas, ya tinggal buka pintu kulkas lalu masukkan dan tutup kembali kan...semudah itu memang, bila anda "tahu" caranya. Contohnya pencurian benda seni di Museum Solo yang heboh beberapa bulan lalu, ternyata cukup dengan bekerjsama dengan orang dalam maka...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;viola&lt;/span&gt; arca-arca antik berusia ratusan tahun dapat berpindah ke halaman rumah anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Mencuri benda seni di Indonesia memang tidak sesulit bila sudah sampai ketangan pembelinya yang notabene adalah para pecinta seni. Tentunya mereka lebih menghargai benda-benda tersebut dengan penjagaan yang lebih ketat ketimbang ketika masih tergeletak di tempat asalnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Seperti yang saya kutip dari Majalah Gatra "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;araknya pencurian arca di kawasan Dieng, ya, karena longgarnya pengawasan. Begitu banyaknya situs candi --kini 225 situs-- tak diimbangi dengan jumlah petugas pengamanan. Dari seluruh situs di Jawa Tengah itu, tak sampai separuhnya yang dilengkapi penjaga. Itu pun tak sebanding dengan luas kawasan situs yang harus dijaga&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin satu-satunya pencurian benda berharga yang lumayan dramatis pernah dicatat pada 1963,ketika emas dan permata koleksi Museum Nasional digasak perampok bernama Kusni Kasdut. Nasib Kusni Kasdut sendiri tidak seindah Thomas Crown karena tertangkap dan divonis hukuman mati oleh pemerintahan Soekarno setelah pernah mencoba lari dari Nusakambangan. Namun bukan berarti setelah matinya Kusni Kasdut Museum Nasional menjadi aman karena setelah kejadian tersebut sempat mengalami kehilangan seperti koleksi uang logam pada 1979,beberapa koleksi keramik senilai Rp. 1,5 milyar tahun 1987, dan pada 1996 pencurian lukisan yang akhirnya bisa ditemukan kembali di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi memang, tapi apbolbu (maksudnya Apa Boleh Buat) mungkin penghargaan kita terhadap benda-benda peninggalan sejarah yang bernilai tinggi masih sangat minim karena masih sibuk memikirkan harga minyak dunia yang hampir-hampir saja nembus 100 dollar. Mungkin Buat kita hilangnya benda penting bersejarah baru "terasa penting" bila sudah sampai di Balai Lelang Christie's. Termasuk juga lagu Rasa Sayange yang baru deh sekian ratus juta rakyat Indonesia merasa memiliki setelah diaku-aku Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masih berminat menjadi pencuri gaya Thomas Crown di Indonesia? sebaiknya pikir lagi deh ngapain susah-susah amat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;Baca Juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.gatra.com/versi_cetak.php?id=110040"&gt;http://www.gatra.com/versi_cetak.php?id=110040&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://kotatua.blogspot.com/2006/08/museum-nasional.html"&gt;http://kotatua.blogspot.com/2006/08/museum-nasional.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:-1;"&gt;uppss, hampir lupa....foto dari &lt;a rel="nofollow" href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-4529828655479845589?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/4529828655479845589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=4529828655479845589&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/4529828655479845589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/4529828655479845589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/thomas-crown-wannabepikir-lagi.html' title='Thomas Crown Wannabe?...pikir lagi!'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-3430334863250672852</id><published>2008-02-27T21:47:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T21:47:40.736+07:00</updated><title type='text'>Meja Cinta Kita....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;      &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 163px; height: 109px;" class="alignleft" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/15/58/46/15584625/42-15584625.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 164px; height: 109px;" class="alignleft" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/19/05/35/19053552/42-19053552.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 165px; height: 109px;" class="alignleft" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/71/83/17718309/42-17718309.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ribuan macam jenis meja makan dari yang paling sederhana sampai yang paling mewah. Meja makan yang terbuat dari kayu dengan model yang sederhana sampai dengan model klasik berukir indah. Namun hanya ada satu meja makan yang paling berharga....yang di atasnya sebuah keluarga selalu makan bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan ketika saya kecil sampai menikah meja makan selalu ada di rumah orang tua saya. Sampai saya SD meja makan memang benar-benar berfungsi sebagaimana semestinya...ya sebagai tempat makan. Tetapi tidak hanya itu saja, meja makan seperti juga kebanyakan keluarga lainnya sering kali menjadi tempat di mana kami sekeluarga bertukar cerita paling tidak sampai tingkat akhir SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari SD tiba-tiba makan di meja makan bersama keluarga rasanya tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cool&lt;/span&gt; lagi. Rasanya gak gaul dan ketinggalan jaman sekali bila harus bercerita bermacam-macam keluh kesah dengan keluarga karena waktu itu saya merasa duduk di bangku SMP berarti saatnya menunjukkan sebuah individu yang mandiri dan sudah (semi) dewasa. Dan salah satu caranya dengan melepaskan diri dari ikatan kekeluargaan ...yah tidak sedahsyat itu sih tapi paling tidak saat itu menghindar dari makan bersama keluarga adalah sebuah prestasi bagi individu yang mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya meja makan yang sedianya berfungsi sebagai tempat makan lama kelamaan menjadi tempat apa saja. Dari buku sampai bahan jahitan yang belum terselesaikan sampai tas sekolah dan kain saruang yang disemperkan pada kursinya. Meja makan kami sejak itu menjadi semacam kantung doraemon yang menyimpan segalanya kecuali sepotong keakraban yang entah telah hilang ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berkeluarga meja makan menjadi salah satu mimpi saya selain kamera Nikon D300 (d200 juga boleh) sebuah mobil, naek haji, naekin haji orang tua, keliling dunia , hunting foto di Istambul.yaq amyun ternyata banyuaaak amat yang keinginan manusia (saya) ini. Ok deh, sebaiknyan fokus di meja makan saja dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah orang tua saya memang cukup besar untuk memuat meja makan namun karena saya saat ini tinggal di kontrakan kecil nan mungil maka meja makan sepertinya tidak akan muat bila berada di dalamnya. Memang sih saya dan isteri sedang berusaha melunasi sebuah rumah di Depok, namun bila melihat dari ukurannya yang hanya tipe 39 maka saya cuman garuk-garuk kepala membayangkan akan ditaruh di mana bila memiliki meja makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa-rasanya, memang harus melupakan mimpi tentang meja makan ini, karena toh seperti jalan fikir saya ketika SMP dulu yang namanya makan bisa di mana saja bahkan di tengah jalan sekalipun ...itu bila kebal ditabrak mobil. Tapi, saya tidak ingin keluarga yang saya bina ini kehilangan ruh nya...saya ingin dapat bercerita tentang apa saja di atas meja makan dengan keluarga. Ingin mencari rumah yang lebih luas...namun yang sekarang saja masih 9 tahun lagi baru lunas, mungkinkah saya harus menunggu selama itu hanya untuk sebuah meja makan? saya tasa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat yang kebetulan usia perkawinannya hanya terpaut beberapa bulan menjawab persoalaan saya dengan caranya, menurutnya makan di meja mah tidak usah repot-repot kan bisa makan di meja makan warung padang, makan di meja makan pecel lele dan kadang di meja makan tukang bakso. Namun bila soal komunikasi sambil makan suaminya selalu punya cara untuk dapat makan bersamanya, bahkan di depan TV sambil ngobrol ngalor ngidul.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah benar juga sih...mungkin bukan meja makannya yang saya cari namun atmosfir keakrabannya, dan hal tersebut bisa didapakan dari mana saja bahkan di depan TV....sedikit melegakan buat saya yang rumahnya masih terlalu sempit untuk dimuati sebuah meja makan impian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kebiasaan di atas meja makan anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============================&lt;br /&gt;Gambar dr &lt;a rel="nofollow" href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-3430334863250672852?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/3430334863250672852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=3430334863250672852&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/3430334863250672852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/3430334863250672852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/meja-cinta-kita.html' title='Meja Cinta Kita....'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-6641522575238927939</id><published>2008-02-27T21:46:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T21:46:57.541+07:00</updated><title type='text'>Buku bukan Film, E.S Ito Tahu itu...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://bp0.blogger.com/_QuQF9LcJZdg/Rrg0dh4YWPI/AAAAAAAAAA8/pjDJrLuNVm8/s320/newmeede1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang membedakan antara film dan buku? yang sudah-sudah bila sebuah film diangkat dari novel maka kesan pembacanya tehadap film tersebut hanya menuai kekecewaan, begitu banyak hasil citra imajinasi para pembaca namun hanya ada satu citra imajinasi hasil sebuah film...ya, milik Sang Sutradara sendiri. Sebaliknya, dalam film penonton disajikan citra yang begitu gamblang hingga kadang-kadang apa yang menjadi kejutan dalam bukunya hanya menjadi penampilan biasa saja bagian dari film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan setengah jalan cerita dari "Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC" setebal 675 halaman saya masih mereka-reka siapa sebenarnya tokoh utama dalam Novel karya kediua E.S Ito ini. Begitu banyak tokoh-tokoh baru bermunculan kadang tautan kisah tiap tokoh terpaut sangat jauh hingga beberapa bab dan nyaris membuat saya lupa akan keberadaannya. Buku memang bukan film, bila dalam film sudah biasa memunculkan banyak tokoh dari bintang utama sampai ratusan figuran, buat saya begitu banyak tokoh dan nama dalam satu buah novel menjadikan hari-hari saya limbung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata di situlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kelicikan&lt;/span&gt; (atau bisa saya bilang kecerdasan) E.S Ito, memanfaatkan kelemahan buku yang tidak mungkin bisa ditampilkan dalam film. Banyaknya tokoh dan nama ternyata adalah sebuah cabang-cabang dari sebuah pohon yang baru pada bab-bab terakhir terlihat bentuk sempurna-nya....untuk itu saya tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;memaafkan&lt;/span&gt; E.S Ito karena sampai dengan sekitar 300-400 halaman dia membuat saya dongkol akan banyaknya tokoh yang muncul dalam novel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC" bercerita tentang (menurut saya) keabsurdan Kota Jakarta dari imajinasi E.S Ito. Jakarta buat dia serumit Kota Venesia yang menyimpan jutaan misteri dalam tiap sudutnya bahkan sampai ke dalam tanah menyeruak setiap catatan sejarah. Kisah tentang kepiawaian E.S Ito merangkai setiap simpul-simpul sejarah Indonesia. Lebih spesifik tentunya tentang sejarah kolonialisme, VOC dan Batavia atau Jakarta menjadi sebuah kisah utuh dengan emas peninggalan VOC menjadi benang merahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.S Ito memang penggila sejarah namun bukan berarti dalam "Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC" anda harus tidur ketika halaman pertama dibuka. Pengetahuannya akan meramu sejarah dalam novelnya untuk dicerna oleh penikmat novel fiksi sejarah sungguh luar biasa. Hampir-hampir saya menjulukinya dengan "Maniak Sejarah" kalau saja dalam ucapan terimakasih novel tersebut E.S Ito tidak menyebut sebuah nama yang sangat  familiar buat saya....Agung Pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumni Fak Sastra Univ. Indonesia Jurusan Sejarah angkatan 1992, Agung Pribadi untuk banyak orang termasuk saya tidak lagi diragukan kepiawaiannya dalam Sejarah Indonesia. Oleh karena itu cukupklah saya sebut E.S Ito sebagai Penggila Sejarah, karena dibutuhkan Agung Pribadi ditambah E.S Ito dalam seseorang untuk disebut Maniak Sejarah Indonesia :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dalam "Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC" seakan-akan kita dipaksa melihat sisi lain dari sejarah Indonesia yang telah merasuk dalam kepala kita selama ini. Bagaimana dia merangkai fakta-fakta sejarah yang buat kebanyakan orang adalah potongan-potongan terpisah, menjadi sebuah mozaik indah berwarna-warni keemasan. Dimulai dari terbentuknya VOC sampai dengan bayangan kelam reformasi yang tidak seindah harapan kebanyakan penghuni Negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping ketakjuban saya akan "Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC" ada beberapa catatan kecil yang mengganjal.  Salah satunya adalah kerangka yang ditemukan oleh tiga orang peneliti Belanda dalam terowongan di bawah Kota Jakarta, mereka berdebat tentang siapa sebenarnya identitas kerangka tersebut semasa hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya tidak ada satupun dari tiga peneliti Belanda tersebut yang berinisiatif memeriksa kantong kerangka tersebut apa susahnya sih mencari dompet dan melihat dalamnya, kecuali bila kerangka tersebut tidak berpakaian alias telanjang, namun bila memang telanjang harusnya E.S Ito tidak luput menyebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya meributkan soal kerangka tersebut, karena di akhir cerita ternyata keberadaan kerangka dalam terowongan tersebut menjadi kunci terbongkarnya salah satu tokoh jahat dalam "Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC".&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, mengenai Attar Malaka salah satu tokoh utama novel ini, untuk kebanyakan orang mungkin tidak begitu penting namun untuk saya yang alumni Jurusan Ilm Perpustakaan akan sedikit geleng-geleng kepala. Karena Attar disebutkan lulusan Jurusan Ilm Perpustakaan yang pernah bekerja di Arsip Nasional. Itulah, biasanya yang bekerja di Arsip Nasional bukan dari Jurusan Ilmu Perpustakaan namun dari Jurusan Kearsipan, mungkin kami memang berada dalam satu fakultas bahkan dosen-dosennyapun hampir-hampir tidak berbeda, namun Kearsipan dan Perpustakaan adalah dua hal yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada hubungannya dengan paragraf di atas, apabila anda terkagum-kagum dengan Kalek (juga nama seorang tokoh) akan pengetahuan sejarahnya. Maka saya tidak akan heran....alumni "Jurusan Ilmu Perpustakaan" gitu loooo dari mana lagi akses informasinya yang hampir-hampir seperti perpustakaan berjalan dia dapat kalo bukan pustakawan sejati :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya hanya bisa bilang buku ini sangat direkomendasikan untuk anda yang mencintai fiksi sejarah. Mungkin di sana-sini ada kejanggalan kecil yang membuat anda mengernyitkan dahi pecinta kisah detektif ala Sherlock Homes. Namun menurut saya masih bisa dimaafkan karena rasa ingin tahu bagaimana sejarah Indonesia dari sisi E.S Ito diterjemahkan sungguh luar biasa. Membuat anda ingin ikut meneriakkan "Darah untuk darah dan debu akan menutupi kuburan mereka....!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Baca juga review lainnya dari&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.kutubuku.com/review/q/rahasia-meede.html"&gt;Kutu Buku.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://qyu.blogspot.com/2007/10/rahasia-meede.html"&gt;Q Reviews&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-6641522575238927939?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/6641522575238927939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=6641522575238927939&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/6641522575238927939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/6641522575238927939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/buku-bukan-film-es-ito-tahu-itu.html' title='Buku bukan Film, E.S Ito Tahu itu...'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_QuQF9LcJZdg/Rrg0dh4YWPI/AAAAAAAAAA8/pjDJrLuNVm8/s72-c/newmeede1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-9116991400503063439</id><published>2008-02-27T21:45:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T21:45:53.070+07:00</updated><title type='text'>Mijn huis op "New Land van Thevok"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/photos/hi-res/38/10"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/6/photos/38/300x300/10/perspektifkanan.jpg?et=Z2EuHEr9p6+89HK7jE0o7g&amp;amp;nmid=51496250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rumahku Rumah Impian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kubangun dengan mimpi - mimpi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(&lt;a rel="nofollow" href="http://duddy_122.blogs.friendster.com/dhoed/2007/01/rumah_impian.html"&gt;avonturir : rumah impian&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau mau puas memang bangun sendiri, Pak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tetangga baru saya di Depok "setangah mengeluh" ketika rumahnya yang baru kemarin ketika hujan lebat menerpa daerah kami dan mengakibatkan kebocoran di setiap rumah yang ada di perumahan tempat kami tinggal termasuk miliknya yang selama ini tidak pernah bocor, padahal usianya belum setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah baru bocor itu memang biasa apalagi bila dibangun borongan oleh developer, pasti ada kurangnya termasuk ya bocor itu, paling tidak menurut ipar saya yang juga baru beberapa bulan ini menempati rumah barunya di bilangan Bekasi sana walaupun, lucunya (baca: beruntungnya), dia sendiri tidak pernah mengalami kebocoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sebelum akhirnya saya mendapatkan rejeki untuk membeli rumah banyak cerita saya dapatkan tentang kekecewaan konsumen akan pekerjaan developernya. Dari yang tidak sesuai dengan spek awal di atas brosur (misalnya kayu kamper disulap jadi kayu kecapi), kenyataan rumah yang diterima jauh dari bayangan ketika ditawarkan dan melihat rumah yang yang sudah jadi lebih dulu, sampai dengan yang paling parah harus terpaksa pindah karena ternyata perumahan tersebut berdiri di atas tanah sengketa dengan kepemilikan yang tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun baru sekarang saya mengalami sendiri kejengkelan yang sama. Ternyata bukan saya saja, kenalan saya yang juga membeli di perumahan yang sama bahkan sampai hampir-hampir tidak bisa menahan esmosinya di depan pemilik developer tersebut dengan membandingkan rumahnya lebih buruk dari rumah burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, pada akhirnya memang sesuai kesepakatan developer bertanggung jawab untuk membetulkan kejanggalan-kejanggalan rumah kami namun ya begitu deh selain kerjanya lambat dengan alasan utama barang yang dibutuhkan untuk membetulkan belum diberikan oleh kantor-nya juga ternyata terutama dirumah saya, kebocoran di titik yang sama kembali terulang padahal sudah 2-3 kali saya minta betulkan. Untungnya satu yang membuat saya bernafas lebih lega adalah keputusan membangun mushola tepat disamping rumah saya persis. Padahal sebelumnya sudah berbentuk rumah, salut untuk PEMDA Depok yang tegas dalam hal ini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya sama dengan teman di atas, saya membawa tukang sendiri selain untuk menambah bagian dapur juga nantinya untuk merapihkan kebocoran tersebut...semoga untuk yang terakhir. Karena dana simpanan saya dan isteri terasa semakin mefet saja dan nanti bila sudah rapih kondisi rumah tidak mengecewakan buat penyewanya.... ups, ya memang rumah tersebut akan kami sewakan dahulu karena kami masih tinggal di kalimalang sampai dengan waktu yang tidak bisa ditentukan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....aaah rumah konsep minimalis ternyata BUKAN termasuk dana minimal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Mijn Huis op New Land Van Thevook = Rumahku di Tanah Baru Depok :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga :&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.mediakonsumen.com/Artikel433.html"&gt;http://www.mediakonsumen.com/Artikel433.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://bicararumah.wordpress.com/"&gt;http://bicararumah.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://my.opera.com/evolvering/blog/index.dml/tag/minimalis"&gt;http://my.opera.com/evolvering/blog/index.dml/tag/minimalis&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-9116991400503063439?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/9116991400503063439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=9116991400503063439&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/9116991400503063439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/9116991400503063439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/mijn-huis-op-new-land-van-thevok.html' title='Mijn huis op &quot;New Land van Thevok&quot;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-816579898973588500</id><published>2008-02-27T21:44:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:45:00.153+07:00</updated><title type='text'>Biblioblogosphere : Pustakawan Ngeblog</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 122px; height: 162px;" class="alignleft" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/14/39/58/14395831/90912-167.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pustakawan ngeblog? mungkin untuk kebanyakan orang akan menyangka pustakawan tersebut kurang kerjaan, mengetahui sedikit ini itu tentang dunia internet dan berusia antara 20 sampai 30 tahunan bisa jadi masih baru dalam pekerjaanya&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt; sebagai pustakawan. Mungkin mereka fikir kenapa tidak bekerja seperti pustakawan pada umumnya daripada "iseng" ngeblog.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah benar begitu? Adalah &lt;a rel="nofollow" href="http://meredith.wolfwater.com/wordpress/index.php/about-me/"&gt;Meredith Farakas&lt;/a&gt; seorang pustakawati di kota kecil Vermont, AS dan penulis buku  &lt;em&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.amazon.com/Social-Software-Libraries-Collaboration-Communication/dp/157387275X/ref=pd_bbs_sr_1/104-8546428-0635158?ie=UTF8&amp;amp;s=books&amp;amp;qid=1180313303&amp;amp;sr=8-1"&gt;Social Software in Libraries: Building Collaboration, Communication and Community Online&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;. Melakukan sebuah survey tentang pustakawan khususnya di Amerika sana yang kerap kali ditemukan wira-wiri di dunia per-blog-an pertama kali pada tahun 2005 dan dilanjutkan dua tahun kemudian (2007) untuk melihat perkembangan dari apa yang disebut dengan Biblioblogspehere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ingat apa yang saya kutip di bawah ini adalah hasil survey yang dilakukan di AS sana yang tentunya untuk dunia perpustakaan Indonesia tidak bisa disamakan begitu saja. Tentunya karena perbedaan alam antara Indonesia dan AS. Contohnya saja di sini kita masih berjuang dengan kegagapan-teknologi pada kebanyakan pustakawan, sementara di AS mereka memiliki akses internet 24/7 non stop. Namun tidak apa-apalah untuk memperluas wawasan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari survey Farakas menunjukkan bahwa memang benar pustakawan di AS yang ngeblog rata-rata berusia antara 20-30 tahunan dari sekitar 892 blog milik pustakawan. Namun dalam dua tahun belakangan ini ternyata terjadi peningkatan signifikan untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun. Namun ternyata, bagi pustakawan yang ngeblog bukan dari mereka yang berkaitan langsung dengan teknologi informasi, namun kebanyakan malah datang dari pustakawan yang bekerja di area referensi (rujukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena ngeblog bukan hanya mengerti bagaiman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;script script&lt;/span&gt; HTML atau sejenisnya saja namun lebih utama adalah bagaimana selalu mengisi blog milik-nya dengan informasi, dan bagian rujukan memiliki keuntungan dalam hal sumber data. Sisanya dilakukan oleh para pustakawan yang bertugas dalam bagian lain, namun tidak satupun yang mengaku (dalam survey tersebut) sebagai ahli IT perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sebenarnya bila pustakawan ngeblog apasih isinya? Yah, tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia, berbagai alasan dari yang sifatnya iseng saja sampai dengan tujuan lebih serius, misalnya memperkenalkan dunia perpustakaan kepada khayalak umum ditemukan dalam survey tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling populer di AS adalah blog mengenai teknologi informasi yang dapat diterapkan di perpustakaan untuk meningkatkan kinerja perpustakaan dalam pelayanan kepada masyarakat. Misalnya untuk pustakawan, tidak juga di AS namun hampir seluruh dunia, mengenal Library Stuff (&lt;a rel="nofollow" href="http://www.librarystuff.net/"&gt;librarystuff.net&lt;/a&gt;), Librarian in Black (&lt;a rel="nofollow" href="http://www.librarianinblack.typepad.com/"&gt;librarianinblack.typepad.com&lt;/a&gt;) dan Walt at Random (&lt;a rel="nofollow" href="http://www.walt.lishost.org/"&gt;walt.lishost.org&lt;/a&gt;) dan &lt;a rel="nofollow" href="http://www.blyberg.net/"&gt;blyberg.net&lt;/a&gt; yang mengulas tentang teknologi perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pustakawan di Indonesia, menurut saya lebih tepat dengan apa yang Farakas gambarkan dengan 64% pustakawan di AS yaitu mencampuradukkan antara kehidupan sehari-hari mereka dengan pekerjaannya sebagai pustakawan. Tentu saja pemilik blog tersebut menyebut blog mereka lebih bersifat personal ketimbang profesional, walaupun kadang sekali dua kali mereka menelurkan artikel atau tulisan tentang perpustakaan yang sebenarnya dapat dipertimbangkan menjadi artikel ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mereka ngeblog? survey Farakas menyebutkan bahwa hampir seluruh pustakawan blogger di AS (&lt;span&gt;69%) &lt;/span&gt;ngeblog karena mereka ingin membagi ide-ide kepada orang lain. Alasan paling populer lainnya adalah karena ingin membangun dan tergabung dalam sebuah komunitas&lt;span&gt; (38%), kontibusi kepada profesinya sebagai pustakawan (23.2%) dan turba ke pemakai pustakawan &lt;/span&gt;&lt;span&gt; di luar gedung perpustakaan &lt;/span&gt;&lt;span&gt;(23%).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Uniknya di AS&lt;/span&gt; hampir seperempat blogger adalag anonim. Beberapa mungkin karena memiliki atasan yang tidak setuju anak buahnya ngeblog. Lainnya merasa nyaman ngeblog tanpa identitas asli mereka diketahui orang lain. Seperti The Bitter Librarian (&lt;a rel="nofollow" href="http://www.bitterlibrarian.blogspot.com/"&gt;bitterlibrarian.blogspot.com&lt;/a&gt;) dan Tiny Little Librarian (&lt;a rel="nofollow" href="http://www.tinylittlelibrarian.blog-city.com/"&gt;tinylittlelibrarian.blog-city.com&lt;/a&gt;) berisi tentang tindak tanduk pemakai perpustakaan yang kadang terasa sinis, mungkin itu alasan kenapa pemilik blog tersebut tidak ingin diketahui identitasnya&lt;span&gt; &lt;p&gt;Perhatikan tulisan berikut : "If librarians were busy all the time, there wouldn't be so many librarian blogs, now would there? Busy librarians don't have time to blog so much. You can tell those librarians without much to do by the frequency of their blog posts. Show me a librarian who posts every day to two or three blogs, and I'll show you a librarian who's mastered the art of looking busy without working very hard. I'm not making fun; these librarians are to be imitated. Master that art, and your work life will be much improved" dari Annoyed Librarian (&lt;a rel="nofollow" href="http://www.annoyedlibrarian.blogspot.com/"&gt;annoyedlibrarian.blogspot.com&lt;/a&gt;) adalah salah satu alasan kenapa pemiliknya tidak ingin dikenal oleh pustakawan lainnya terutama yang hobi ngeblog.&lt;/p&gt;Begitulah sekelumit survey tentang pustakawan dan blog mereka, tentunya seperti yang saya sebut di atas tidak mungkin sama persis dengan apa yang terjadi di Indonesia karena pelbagai alasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Saya pribadi kenapa ngeblog bukan karena sebagai pustakawan alasannya, namun lebih karena saya suka menulis tentang apa saja. Membuat blog buat saya adalah kesempatan melatih keterampilan mengolah kata-kata, dan tentunya bagaimana pengunjung blog saya berkomentar tentang apa yang ada di dalamnya....membuat saya merasa, apa ya?.... sudah berbagi, mungkin ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Bagaimana menurut anda ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Sumber&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.libraryjournal.com/article/CA6510669.html"&gt;http://www.libraryjournal.com/article/CA6510669.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://meredith.wolfwater.com/wordpress/index.php/2007/07/29/2007-survey-of-the-biblioblogosphere/"&gt;http://meredith.wolfwater.com/wordpress/index.php/2007/07/29/2007-survey-of-the-biblioblogosphere/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi dari &lt;a rel="nofollow" href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Atas permintaan &lt;a href="http://ugik.multiply.com/"&gt;Ugik&lt;/a&gt; dan bantuan &lt;a href="http://ydawv.multiply.com/%20"&gt;Kang Haris&lt;/a&gt; dalam menemukan daftar tersebut di Milis, berikut daftar pustakawan (alumni UI) yang suka ngeblog. Maaf tidak update lagi yak :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjamurnya wabah Ngempi tak urung menjangkiti juga beberapa alumni dan masiwa JIP. Di bawah ini beberapa yang saya tahu alumni JIPUI yang hobi ngempi termasuk di dalamnya ada salah seorang dosen yang cukup terkenal di Depok. Tak dinyata ternayata tulisan2 teman2 alumni JIP bagus-bagus dan menarik untuk disimak. Antara lain adalah.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ahamd Fauzan (JIP93) -&gt; &lt;a href="http://ozzan.multiply.com/"&gt;http://ozzan.multiply.com/&lt;/a&gt; (juga punya &lt;a rel="nofollow" href="http://rumahozzan.blogspot.com/"&gt;http://rumahozzan.blogspot.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aning Susilo (JIP97) -&gt; &lt;a href="http://wortel2.multiply.com/"&gt;http://wortel2.multiply.com/&lt;/a&gt; (Susilo diambil dari nama Suaminya, jadi mungkin utk bbrp yang kenal semasa kuliah hanya kenal dengan Aning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo Budhi Utomo(JIP89) -&gt; &lt;a href="http://aryodonk.multiply.com/"&gt;http://aryodonk.multiply.com/&lt;/a&gt; (lagi hobi nulis sebagai bikers, kisah terakhir tentang Asep (JIP90) yang disiram aer seember)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo (JIP98) -&gt; &lt;a href="http://aioaio.multiply.com/"&gt;http://aioaio.multiply.com/&lt;/a&gt; (his story is remain unknown)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badra Wibowo (dosen ngetop yang saya maksud di atas) -&gt; &lt;a href="http://ibliskecil.multiply.com/"&gt;http://ibliskecil.multiply.com/&lt;/a&gt; (Hobinya nulis pendek-pendek ttg keseharaiannya sebagai dosen dan ibu rumah tangga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagus (JIP92) -&gt; &lt;a href="http://larassejati.multiply.com/"&gt;http://larassejati.multiply.com/&lt;/a&gt; (Foto-Foto gunungnya keren sekali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debby Pepin (JIP91) -&gt; &lt;a href="http://debbypepin.multiply.com/"&gt;http://debbypepin.multiply.com/&lt;/a&gt; (Psikolog yang Mustakawan, atau Pustakawan yang Mesikolog ;) )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini (JIP96) -&gt; &lt;a href="http://ndamaskimi.multiply.com/"&gt;http://ndamaskimi.multiply.com/&lt;/a&gt; (her story is remain unknown)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wicak (JIP91) -&gt; &lt;a href="http://gloriamadea.multiply.com/"&gt;http://gloriamadea.multiply.com/&lt;/a&gt; (Sebenarnya ini MP tentang Wicak dan keluaranya, namun minim kisah ttg Wicak pribada secara yang rutin ngapdate MP adalah isterinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haris (JIP89?) -&gt; &lt;a href="http://ydawv.multiply.com/"&gt;http://ydawv.multiply.com/&lt;/a&gt; (Masih dalam proses peralihan...begitu kata keterangan MP-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendro (JIP92) -&gt; &lt;a href="http://hendrowicaksono.multiply.com/"&gt;http://hendrowicaksono.multiply.com/&lt;/a&gt; (seperti biasa, ga jauh-jauh dr IT dah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah (JIP96) -&gt; &lt;a href="http://indahebelle.multiply.com/"&gt;http://indahebelle.multiply.com/&lt;/a&gt; (bersuamikan fotografer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman(JIp94) -&gt; &lt;a href="http://abhicom2001.multiply.com/"&gt;http://abhicom2001.multiply.com&lt;/a&gt; (Nah ini MP saya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irni Yuslianti JIP94) -&gt; &lt;a href="http://irni.multiply.com/"&gt;http://irni.multiply.com/&lt;/a&gt; (maaf, MP ini jarang banget diupdate walau pemiliknya sering maen ke MP saya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ipung (Jip96) -&gt; &lt;a href="http://seeipung.multiply.com/"&gt;http://seeipung.multiply.com/&lt;/a&gt; (cuba perhatikan galeri fotonya yang bertajuk IPUNG n FRIENDS....:D )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leli (JIP94) -&gt; &lt;a href="http://laely.multiply.com/"&gt;http://laely.multiply.com/&lt;/a&gt; (MPnya masih asli 100%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luluk (JIP94) -&gt; &lt;a href="http://triwulandari.multiply.com/"&gt;http://triwulandari.multiply.com/&lt;/a&gt; (sama nasibnya dengan MP-nya Irni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nini (JIP96) -&gt; &lt;a href="http://pusyink.multiply.com/"&gt;http://pusyink.multiply.com/&lt;/a&gt; (Ga pernah lagi ngapdet MP-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nona (JIP94) -&gt; &lt;a href="http://diarinona.multiply.com/"&gt;http://diarinona.multiply.com/&lt;/a&gt; (Nona satu ini habis nangkap basah pencuri buku loh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oki (JIP96) -&gt; &lt;a href="http://obi1thejedi.multiply.com/"&gt;http://obi1thejedi.multiply.com/&lt;/a&gt; (Yang ga pernah maen ke MP saya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pu'u (JIP99) -&gt; &lt;a href="http://metafora.multiply.com/"&gt;http://metafora.multiply.com/&lt;/a&gt; (Baru aza walimah (menikah) minggu lalu jadi maaf aza MP-nya lagi krg ter update)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ira (JIP97) -&gt; &lt;a href="http://prajuritkecil.multiply.com/"&gt;http://prajuritkecil.multiply.com/&lt;/a&gt; (Bagaimana menjadi Ibu dan Tim Suksesi Adang?, baca aza MP-nya Ira)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian (JIP93) -&gt; &lt;a href="http://deeyand.multiply.com/"&gt;http://deeyand.multiply.com/&lt;/a&gt; (Penggila kucing sekaligus redaktur salah satu majalah remaja di Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riesza (JIP93) -&gt; &lt;a href="http://riesza.multiply.com/"&gt;http://riesza.multiply.com/&lt;/a&gt; (Penggemar jalan-jalan lihat saja foto-foto travelnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uci (JIP94) -&gt; &lt;a href="http://utski.multiply.com/h"&gt;http://utski.multiply.com/h&lt;/a&gt; (ibu rumah tangga bersuamikan pria warga negara India dan tingga di ngeri kare tersebut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiwit (Jip96) -&gt; &lt;a href="http://wietski.multiply.com/"&gt;http://wietski.multiply.com/&lt;/a&gt; (Sedang getol cari s2 perpustakaan di LN juga penggemar berat anak (baru) satu2nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Windi (Jip96) -&gt; &lt;a href="http://windiaja.multiply.com/"&gt;http://windiaja.multiply.com/&lt;/a&gt; (Sama seperti sahabatnya di atas juga penggemar berat anak (baru) satu2nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiwit (JIP94) -&gt; &lt;a href="http://wiwits.multiply.com/"&gt;http://wiwits.multiply.com/&lt;/a&gt; (Sejak anak ke 2nya lahir dan keluar dari kantornya untuk menjadi full timer mother, agak jarang ngapdet MP-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yola (JIP99?) -&gt; &lt;a href="http://saieu.multiply.com/"&gt;http://saieu.multiply.com/&lt;/a&gt; (salah satu dari banyak ber pasangan dengan sesama JIP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayan (Jip96) -&gt; &lt;a href="http://yayancihuy.multiply.com/"&gt;http://yayancihuy.multiply.com/&lt;/a&gt; (lagi bertugas di Aceh, rada-rada narsis sih foto2nya hehehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian....bila ada lagi tambahan saya dengan terbuka menerimanya :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-816579898973588500?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/816579898973588500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=816579898973588500&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/816579898973588500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/816579898973588500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/biblioblogosphere-pustakawan-ngeblog.html' title='Biblioblogosphere : Pustakawan Ngeblog'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-1377868116224281776</id><published>2008-02-27T21:41:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:42:35.839+07:00</updated><title type='text'>Berapa "rupiah" Nilai Perpustakaan Anda?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan, sampai sekarang masih dikenal sebagai non profit alias tidak mencari untung. Bilapun perpustakaan mengambil beberapa rupiah dari anggota dan pengunjungnya maka nominal yang didapatkan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan lembaga pemilik perpustakaan tersebut dalam membangunnya hingga menjadi layak pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, keadaan seperti itu membuat penghargaan pengunjung perpustakaan berkurang dan memperlakukan koleksi di dalamnya dengan semena-mena tanpa menyadari harga koleksi tersebut sebenarnya. Mungkin salah satu solusinya agar pengunjung menghargai apa yang ada di dalam perpustakaan adalah dengan memajang nilai nominal perpustakaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan...bukan bujet tahunan yang saya maksud, namun nilai dari "content" perpustakaan yang bersangkutan. Misalnya, berapa rupiah nilai nominal dihitung dari perputaran sirkulasi koleksi perpustakaan, nilai rupiah dari banyak dikitnya pengunjung perpustakaan bahkan lamanya durasi yang dihabiskan oleh pustakawan untuk melayani pemakai perpustakaan....bayangkan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menemukan sebuah tool sederhana oleh "The Chelmsford (MA) Library" yang cukup menarik. Di sini anda bisa menemukan berapa itungan kasar berapa sebenarnya nominal perpustakaan. Sebut saja, sebuah perpustakaan kecil dengan koleksi 6000 buku 50-an judul majalah, 100 Audio Visual dan tanpa pelayanan khusus. Maka nilai perpustakaan tersebut adalah ...US$ 75958.45 dikali Rp. 9000 = Rp. 683.626.050 atau enam ratus delapan puluh tiga juta enam ratus dua puluh enam ribu lima puluh rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ditutup....... !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin menghitung sendiri nilai perpustakaan anda? klik saja url di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.chelmsfordlibrary.org/library_info/calculator.html"&gt;http://www.chelmsfordlibrary.org/library_info/calculator.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-1377868116224281776?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/1377868116224281776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=1377868116224281776&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1377868116224281776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1377868116224281776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/berapa-rupiah-nilai-perpustakaan-anda.html' title='Berapa &quot;rupiah&quot; Nilai Perpustakaan Anda?'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-8474225234988190528</id><published>2008-02-27T21:36:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:37:11.857+07:00</updated><title type='text'>Tank Uzur Seusia Bapak Teman saya....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://www.fas.org/man/dod-101/sys/land/row/btr50pk2.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tenggelamnya Tank Amphibi TNI AL pada latihan perang yang diadakan minggu lalu dan menewaskan 6 orang awaknya membuat saya bertanya-tanya, kenapa kendaraan perang yang dibuat pada tahun 1962 masih saja digunakan bahkan menjadi ujung tombak kendaraan tempur marinir, ya kenapa? kurang danakah? atau tidakkah pilihan kendaraan amfibi lainnya yang diproduksi dengan tahun lebih muda? atau tidak mampukah PINDAD ditambah IPTN ditambah TEXMACO membangun sebuah kendaraan tempur semacamnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum akhirnya saya terlanjur menuduh lebih lanjut, saya dipaksa untuk gugling dahulu untuk mengenal kendaraan tempur amfibi ini. Disebut kendaraan amfibi karena kendaraan tempur ini selanjutnya kita sebut tank mampu malalui medan perairan maupun darat, sebuah keuntungan yang luar biasa apalagi dalam keadaan perang. Adalah BTR-50P (Browne Transporter 50 Palawa) jenis tank yang tenggelam 400 meter sebelum bibir Pantai Banongan, Situbondo merupakan pengembangan dari jenis sebelumnya, PT 76 yang dikembangkan sejak tahun 50-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hitamk"&gt; Tenaga penggerak PT-76 dihasilkan dari mesin diesel 4 silinder jenis V-6 yang berkekuatan 240 tenaga kuda atau 1.800 rpm. Bahan bakar yang dibutuhkan adalah 250 liter solar (HSD) kemudian 60 liter air sebagai pendingin radiator serta menggunakan pelumas mesin jenis DCO.50 sebanyak 45 liter. Ini membuat PT-76 mampu melaju dengan kecepatan hingga 45 km/jam di jalan raya sepanjang 260 km, 30 hingga 35 km/jam di jalan biasa dan 25 km/jam di jalan bergelombang sejauh 210 km.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hitamk"&gt;Kelebihan PT-76 ini terletak pada kekuatan mesinnya, karena mampu memberikan kemampuan berenang yang baik ke arah muka sebesar 11 km/jam untuk jarak 70 km dengan waktu tempuh 8 jam. Sedang jika bergerak ke belakang, memiliki kecepatan hingga 5 km/jam. Itulah sebabnya mengapa PT-76 dipandang memiliki kualifikasi sebagai tank pendarat amfibi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan amfibi satu ini cukup banyak mengambil peran dalam setiap operasi militer yang digelar oleh TNI Al, dari pembebasan Irian Barat, d&lt;span class="hitamk"&gt;wikora (1964-1965) di perbatasan Indonesia–Malaysia, Operasi Seroja (1975-1979) di Timor Timur sampai Operasi Pemulihan Keamanan Terpadu di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam (2002-2005).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hitamk"&gt;Tak luput dari gejolak politik di Indonesia, Tank Amphibi buatan Rusia ini juga mengalami beberapa perubahan besar terutama dengan jeroan mesinnya, walaupun kulit luarnya masih seperti seri Rusia namun mesinnya, akibat pemberontakan G30s-PKI yang berpengaruh buruk bagi hubungan Indonesia-Rusia, diganti dengan mesin-mesin buatan Amerika, bahkan meriam yang tadinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;default&lt;/span&gt; rusia kini telah menggunakan meriam buatan Belgia yang di atas kertas meningkatkan performa kendaraan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img style="width: 123px; height: 82px;" class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/fd/AAV-Nsry.jpg/300px-AAV-Nsry.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hitamk"&gt;Sebenarnya selain Rusia, AS juga mengembangkan kendaraan tempur jenis yang sama dikenal dengan seri &lt;/span&gt; AAV-7A1 yang dikembangkan sejak tahun 70-an. Namun kendaraan tempur ini banyak dikritik karena selama perang di Irak paling sering menjadi sasaran empuk pejuang Irak. Rencananya pada 2015 Amerika akan menggantikan kendaraan amfibi ini dengan seri Expeditionary Fighting Vehicle (EFV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain AS beberapa negara juga mengembankan kendaraan amfibinya sendiri kebanyakan dikembangkan setelah perang dunia ke-dua, saat ini memang yang menonjol adalah tank amphibi buatan Rusia dengan seri terbarunya BMP 3F yang rencananya pada 2007 kemarin TNI memesan 20 buah untuk melengkapi jajaran kendaraan tempurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, bila anda bertanya pada saya kenapa tank amphibi TNI-AL buatan rusia tahun 1962 tersebut bisa tenggelam? maka saya dengan pengetahuan yang sangat cetek ini akan serta merta menyalahkan faktor usia sebagai penyebabnya. Karena boleh saja tank tersebut telah melewati beberapa modifikasi untuk modernisasi, namun kendaraan militer berusia 45 tahun yang ditujukan untuk melewati medan yang cukup berat adalah sebuah masalah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bilapun dana bukan masalah, kenapa tidak kerahkan saja PINDAD ditambah IPTN ditambah Texmaco (dikenal dgn truk militer buatannya berlabel "perkasa") untuk mengembangkan kendaraan sejenis? "Oh ya!!" saya baru ingat, Texmaco kan sudah dipailitkan sedangkan IPTN masih digoyang bekas pegawainya dan PINDAD...walaupun bertambah maju nanum dalam skala yang lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ....apakah kita harus berharap pada pandai besi asal Tegal yang terkenal kepiawaiannya meniru barang-barang buatan Luar Negeri dengan merk "Nikisami" ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Juga :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://beta.tnial.mil.id/cakrad.php3?id=546"&gt;http://beta.tnial.mil.id/cakrad.php3?id=546&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.fas.org/man/dod-101/sys/land/row/btr-50.htm"&gt;http://www.fas.org/man/dod-101/sys/land/row/btr-50.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/BIGBOS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;a href="http://www.surya.co.id/web/index.php/Umum_-_Politik/Spesifikasi_Tank_Amfibi_BTR-50P_yang_Naas_di_Situbondo_Bisa_Berenang_Mundur_Tapi_Apes_Karena_Kecan.html"&gt;Harian Surya tentang Spek BTR 50P&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Expeditionary_Fighting_Vehicle"&gt;Expeditionary Fighting Vehicle (EFV)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Amphibious_Assault_Vehicle"&gt;Amphibious Assault Vehicle (AAV)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Amphibious_vehicle"&gt;Lebih lengkap tentang kendaraan Amfibi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alutsista.blogspot.com/2007/12/profil-tank-amfibi-bmp-3f-bagian-i.html"&gt;BMP-3F&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alutsista.blogspot.com/"&gt;http://alutsista.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-8474225234988190528?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/8474225234988190528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=8474225234988190528&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8474225234988190528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8474225234988190528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/tank-uzur-seusia-bapak-teman-saya.html' title='Tank Uzur Seusia Bapak Teman saya....'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-8377129178983098769</id><published>2008-02-27T21:35:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:36:04.077+07:00</updated><title type='text'>...but time won't give me time</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/53/66/17536673/42-17536673.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Saya kira saya akan 17 tahun selamanya!! itu ketika sepuluh tahun lalu saya menginjak bilangan usia 20 tahunan. Dan, minggu ini dua tahun setelah akhirnya saya tersadar 32 tahun telah saya masuki, saya kembali tersentak dan memukul jidat sambil bergumam dalam hati...saya kira saya akan 27 tahun selamanya!!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pria berusia 30 tahunan, tidak ada yang istimewa semua hanya angka-angka untuk mengukur sesuatu. Ada yang bilang itu adalah indikator kedewasaan, atau mungkin lebih tepatnya ke-tua-an seseorang. Ada juga yang bilang angka-angka itu adalah sebuah hitungan mundur kepada yang pernah disebut Imam al-Ghazali sebagai hal yang paling pasti....kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berbeda ketika akhirnya saya menjadi 30,...mungkin bisa dibilang saya lebih membiarkan semuanya berjalan dengan apa adanya. Mungkin anda akan menuduh saya lebih pesimis, namun saya lebih suka menyebutnya dengan lebih pasrah. Dalam hal apa saja, yang saya lakukan sekarang adalah memperjuangkan bukan apa yang belum saya miliki, namun apa yang telah saya miliki dan menjadi bahagia dengan nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, bahagia memiliki keluarga kecil dan bagaimana saya tetap bahagia sampai selama mungkin jatah usia saya di atas dunia ini. Bahagia memiliki sebuah rumah mungil walau bocor melulu, dan bagaimana dengan rumah itu saya bisa tetap bahagia sampai selama mungkin. Ya saya telah memiliki pekerjaan yang mungkin buat kebanyakan orang hanya pekerjaan yang membosankan namun saya berusaha dengan pekerjaan yang saya miliki sekarang untuk berbahadia selama mungkin saya sanggup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya saya tidak ingin menambah materi atau apa saja yang saya belum miliki, namun dalam usia 30 tahunan ini saya mulai belajar bahwa terlalu berharap pada sesuatu yang diluar kemampuan lebih sering membuahkan kekecewaan. Jadi saya lebih suka dengan apa yang saya miliki sekarang dan bila ada kelebihan dari adanya yah mungkin menambah ini itu...semampunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wouldn't it be nice to have something more?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yes, indeed&lt;/span&gt;...berkali-kali saya tergoda untuk memiliki lebih dari apa yang saya punya sekarang. Namun perasaan itu bukan seperti yang mungkin beberapa tahun lewat, bukan sebuah keinginan menggebu-gebu. Namun saat ini ketika keinginan itu datang pertimbangan-pertimbangan rasional bermunculan dalam kepala saya mungkin dengan sedikit jalan alternatif untuk meraihnya. Namun ya itu tadi, bila rasa-rasanya keinginan yang di maksud adalah keniscayaan menurut rasional saya maka saya akan belajar untuk melupakannya segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah saya ingin merasakan semangat seperti apa yang pernah meloncat-loncat menggedor-gedor untuk segera meluncur keluar dari dalam dada saya ketika dulu baru lulus kuliah. Ketika dunia seakan akan terbantang luas di depan untuk saya ambil?....saya tidak begitu yakin...dunia saya memang telah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nverad.multiply.com/"&gt;Vera&lt;/a&gt;, teman SMA saya yang guru itu baru saja tadi pagi berkata dalam pesan YM-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vera :bout being thirty? it's just natural, maaaan... unavoidable as a human being&lt;br /&gt;vera :but it's wonderful when you're a cat&lt;br /&gt;Bina Iman: he kenapa?&lt;br /&gt;vera : kebayang gak kucing berumur 30taun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm....kalo saya kucing berusia 30? maka saya pasti sudah cukup makan ikan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;MP Vera -&gt; &lt;a href="http://nverad.multiply.com/"&gt;http://nverad.multiply.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto dari &lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;Corbis&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-8377129178983098769?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/8377129178983098769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=8377129178983098769&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8377129178983098769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/8377129178983098769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/but-time-wont-give-me-time.html' title='...but time won&apos;t give me time'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-7866998041449638156</id><published>2008-02-27T21:34:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T21:35:13.375+07:00</updated><title type='text'>Tentang Waktu, Sekali lagi*</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/18/20/35/18203518/42-18203518.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Apa yang akan anda lakukan bila menemukan koran/tabloid yang tertanggal seminggu yang akan datang? Banyak orang akan mengambil keuntungan dengan memanfaatkan informasi di dalamnya, pasti. Entah dengan mencari tahu siapa pemenang pertandingan bola beberapa hari ke depan lalu memasang taruhan sebesar mungkin. Atau, bila anda memiliki blog lalu menyalin ulang artikel-artikel menarik di dalamnya dan mempublishnya dalam blog anda, hingga ketika hari itu benar-benar datang anda dapat mengklaimnya sebagai pelanggaran hak cipta dan menuntut koran tersebut beberapa puluh juta atas nama “blog juga karya cipta”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Dalam beberapa film, biasanya moral berbicara dan kesempatan yang dalam dunia nyata bisa dipastian tidak akan terjadi tersebut dimanfaatkan untuk menolong orang-orang terhindar dari bencana yang akan terjadi di masa depan. Hanya saja bayangkan bila anda mengetahui seminggu sebelum tsunami di Aceh terjadi lalu berusaha memperingati orang-orang di sana. Mungkin ada yang percaya, namun hampir bisa dipastikan kebanyakan orang akan mencap anda dengan “tidak waras”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Mengetahui sedikit informasi tentang masa depan telah menjadi impian banyak orang sejak dahulu kala. Walaupun tentu saja bagi orang yang beriman faham bahwa hal tersebut sunnatullahnya tidak akan mungkin. Keingintahuan manusia akan masa depan yang kelewat batas tersebut sering kali dimanfaatkan oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you know what&lt;/span&gt; untuk menjadikan pemirsanya semakin gandrung saja akan ramalan-ramalan akan masa depan entah melalui horoscope atau bahkan dukun bermerek paranormal yang jelas-jelas syirik. Padahal tahukan bagaimana para dukun tersebut mendapatkan informasi yang katanya tentang masa depan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang, dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk, kecuali syaitan yang mencuri-curi yang dapat didengar lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (QS. Al-Hijr : 16-18)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Namun ayat ini tidak bermakna Allah SWT itu bisa kecurian karena lemah atau lengah. Melainkan bahwa syetan berusaha mencari tahu taqdir yang akan terjadi dengan cara mencuri-curi, yaitu dengan mencuri dengar berita dari langit. Dimana ketetapan itu dibawa oleh para malaikat yang mulia. Dan karena hanya sekedar `nguping` yang tidak sempurna, maka informasinya pun tidak terlalu jelas. Apalagi ditambah dengan seratus kebohongan sebagaimana hadits berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Dari Aisyah ra bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda,”Para malaikat ketika turun ke awan membacakan urusan-urusan yang telah ditetapkan di langit, datanglah setan mencuri dengar dan disampaikan kepada para dukun dengan membohonginya dengan 100 kebohongan dari diri mereka sendiri. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Sayapun begitu, bukan….bukan percaya pada ramalan-ramalan berbau syirik. Namun saya begitu ingin tahu kira-kira sejauh mana manusia mampu mengembangkan ilmu pengetahuannya di masa depan. Apa yang bisa dicapai, apakah manusia (khususnya muslimin) pada akhirnya mampu menjawab tantangan Allah SWT dalam Kalamnya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="insertedphoto"&gt;“Yaa Ma'syaral Jinni wal Insi Inis Tatho'tum min Aqthooris Samaawaati wal Ardhi Fnfuduu, laa Tanfuduuna Illa bi Sulthaan” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;“hai jama'ah jin dan manusia jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi maka tembuslah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.” (Ar Rahman : 33)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Kegandrungan saya akan perkiraan kemajuan manusia di masa depan membawa saya akan kegemaran menonton beberapa film bertemakan fiksi ilmiah, sebut saja Star Trek, Babylon 5 dan Star Wars sambil menerka-nerka akankah seperti gambaran film-film tersebut kehidupan manusia di masa yang akan datang. Atau, malah jangan-jangan manusia tidak akan sampai ke mana-mana karena akibat kesukaannya berperang dan berlomba-lombak menggali sumber daya alam dengan semena-mena bahkan sampai merusaknya, membuat manusia kembali ke zaman batu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Masa depan memang ibarat wanita di balik tirai tipis orang lain hanya bisa menebak nebak cantik-ketidak cantikannya namun tidak ada yang benar-benar tahu kebenarannya sampai pada akhirnya tirai tersebut disibakkan dan semunya terlihat dengan jelas di depan mata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;*…..hanya sebuah tulisan untuk menghibur diri :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Baca Juga :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=1108_0_4_0_M"&gt;Tentang Jin yang suka nyuri berita &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://alqalam.8m.com/x/09.htm"&gt;Tentang angan-angan panjang&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;Gambar dari Pro.Corbis&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-7866998041449638156?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/7866998041449638156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=7866998041449638156&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7866998041449638156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7866998041449638156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2008/02/tentang-waktu-sekali-lagi.html' title='Tentang Waktu, Sekali lagi*'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-1548545176334981159</id><published>2007-10-23T13:42:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T23:16:30.556+07:00</updated><title type='text'>Dari Mudik ke Jalan-Jalan...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/8/photos/2/300x300/31/sepeda.jpg?et=YCtOYVWCSaIx00JYVqLBVw" title="" border="0"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bapak saya termasuk yang memiliki pengalaman cukup unik dengan benda broda dua dan bertenaga betis ini. Bukan karena beliau kolektor sepeda atau aktifis B2W namun karena usianya memaksa dia berinteraksi dengan beberapa sepeda yang sekarang dikenal dengan sepeda-sepeda antik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap kali bapak bercerita tentang bagaimana sepeda merk reliegh sepeda yang sudah paling top zaman penjajahan Belanda memiliki bunyi khas, terdengar seperti bunyi besi jeruji beradu .... tek...tek...tek..., sangat khas sekali. Biasanya pemilik sepeda menurut bapak saya saat itu adalah keluarga terpandang, sedangkan pemilik kendaraan bermotor hampir bisa dibilang tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh tidak selalu begitu sih, pernah ada juga menurut bapak saya, keluarga Pak Mantri memiliki&lt;br /&gt;kendaraan bermotor lebih tepatnya sepeda onthel yang di kasih semacam mesin untuk memberikan tenaga tambahan. Mungkin bila anda pernah melihat sepeda listrik zaman sekarang tidak berbeda jauh bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeda sendiri sebenarnya tidak memiliki perubahan pentuk yang terlalu signifikan sejak pertama kali dikenalkan ke tengah-tengah masyrakat pada tahun 1790 di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan CeleriferesKeduanya belum punya mekanisme sepeda zaman sekarang, batang kemudi dan sistem pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja dalam perkembangannya sepeda ditambahkan mekanis khusus yang menghubungkan roda dengan sebuah mekanis yang digerakkan oleh tenaga betis. Mekanis tersebut dikenalkan Baron Karl Von Drais. Hanya saja mekanis tersebut tidak dihubungan dengan rantai, namun tepat berada di roda depan. Proses penciptaan selanjutnya dilakukan Kirkpatrick Macmillan. Pada tahun 1839, ia menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan Draisienne. Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James Starley mulai membangun sepeda di Inggris di tahun 1870. Ia memproduksi sepeda dengan roda depan yang sangat besar (high wheel bicycle) sedang roda belakangnya sangat kecil. Sepeda jenis ini sangat populer di seluruh Eropa. Sebab Starley berhasil membuat terobosan dengan mencipta roda berjari-jari dan metode cross-tangent. Sampai kini, kedua teknologi itu masih terus dipakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeda sendiri, khususnya sepeda onthel kerap kali memiliki nilai romantika sejarah yang tidak remeh di Indonesia. Lihat saja banyaknya foto-foto perjuangan yang di dalamnya terdapat sepeda onthel. Dalam adegan film perjuangan "Doea Tanda Mata" yang dibintangi okeh Alex Komang memasukkan adegan kejar-kejaran dengan sepeda onthel ditengah hujan deras. Saat inipun bertebaran para pecinta sepeda dari sepeda kuno/antik sampai sepeda modern yang tangguh di bawa ke Gunung Kelud sekalipun (asal ga kena lahar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri memiliki sejarah yang juga cukup panjang dengan kendaraan satu itu. Pertama kali kenal sepeda ketika TK, sudah mampi mengendari sepeda mini kakak saya padahal teman-teman sebaya masi menggunakan sepeda kecil, bahkan beberapa dengan roda bantuan di kiri dan kanan roda belakang. Ketika SD bahkan sempat menjelajah dengan sepeda kesayangn sampai dengan puluhan kilometer dari rumah jauhnya. Pulang-pulang langsung ibu saya menunggu dengan muka antara cemas dan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai SMA kelas satu saya masih membawa sepeda sebenarnya ingin meneruskan namun ejekan teman-teman semakin jadi hingga akhirnya saya memilih jalan saja atau naik angkot bila ada uang menuju sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara saya, sepeda dan bapak terjalin sebuah ikatan emosional, kenanagn indah masa kecil dan keperkasaan seorang bapak di mata saya. Saya ingat dulu bapak saya begitu cekatan membenahi sepeda saya yang rusak. Bahkan sampai sekarang saya masih ingat bagaiman dulu bapak mendorong dari belakang sepeda hingga akhrinya saya belajar tentang keseimbangan. Bapak saya juga yang pertama kali surprise saya sudah bisa mengendari sepeda mini kakak saya padahal baru beberapa hari belajar sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa yang terjadi saat itu lebih dari proses penularan keahilian bersepeda dari bapak ke anaknya. Namun lebih dari itu sebuah jalinan tali kasih yang semakin diperkokoh dan masing-masing saling mempelajari karakter si pemberi ilmu, bapak saya, dan penerima ilmu, saya sendiri. Sebuah proses yang indah sekali....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;Tentang Sepeda Reliegh = http://sepeda.wordpress.com/2007/05/25/raliegh-pak-dhe/&lt;br /&gt;Sejarah Sepeda = http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2002/102/hob2.html&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-1548545176334981159?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/1548545176334981159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=1548545176334981159&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1548545176334981159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1548545176334981159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/10/dari-mudik-ke-jalan-jalan.html' title='&lt;b&gt;Dari Mudik ke Jalan-Jalan...&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-7227335313037344561</id><published>2007-10-23T13:41:00.002+07:00</published><updated>2007-10-23T13:42:38.687+07:00</updated><title type='text'>"Blogging Community involvement award"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://images.maknyak.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RwJlXAoKCokAAAX1PJY1/award.jpg?et=ICNFVYjutvBy54sYzS7Bjg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Blogging Community involvement award" entah lebih baik disebut apa? ada yang bilang ini adalah penghargaan namun ada yang juga menyebutnya hanya semacam tag-tag an biasa macam zaman FS. Kalopun disebut penghargaan (award) kok ya panitianya hanya satu orang yaitu &lt;a href="http://maknyak.multiply.com/journal/item/54/Dari_Penghargaan_Sampai_Kenyataan_Yang_Ada?replies_read=8"&gt;Ibu Ibah&lt;/a&gt; yang kebetulan memasukkan nama saya termasuk dalam penerima award di atas versi beliau. Kalo disebut tag-tagan, yaaa isinya beda juga karena lebih menyorot obyek pembicaraannya orang luar daripada pribadi si yang kena tag.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Awalnya enggan menulis atau meneruskan awar/tag ini namun setelah di fikir-fikir keberadaan saya di MP juga tak telepas dari temen-temen MP lainnya. Masing-masing memiliki ciri khas dan warnanya sendiri yang membuat saya lebih bijak karena pasti ada sesuatu yang bisa di ambil di sana. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanpa memperpanjang lagi saya akan menyebutkan beberapa blog/MP yang cukup berpengaruh atau paling tidak menjadi tempat saya "mengaca". Bagi yang tidak disebut bukan berati miliknya jelek atau kurang berguna namun lebih karena saya harus memilih yang istimewa dari yang istimewa....sebuah pilihan yang sangat sulit tentunya&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. &lt;a href="http://maknyak.multiply.com/"&gt;Bu Ibah sendiri&lt;/a&gt; : Ibu ini adalah sosok pustakawati yang sedang berkelana mengejar gelar doktornya di Kanada. Asli Pekalongan keturunan Arab (kebayang kan cakepnya) namun jadi dosen di UGM (atau UIN sih?), setelah gelarnya tercapai mungkin incarannya adalah menjadi guru besar dalam bidang ilmu perpustakaan. Artinya bila itu memang terjadi Bu Ibah adalah yang pertama dan satu-satunya wanita peraih gelar tersebut. Namun bukan itu saja yang membuat saya bolak-balik membaca tulisannya, pengalaman pribadinya selama di Kanada juga cukup menarik belum lagi keterlibatannya dalam dunia per blog an yang cukup mendalam sampai pernah menjadi petinggi dan pendiri Blog Family (Blogfam). Begitulah kenapa Bu Ibah menjadi pilihan pertama saya.... selain karena dia juga yang memasukkan saya ke dalam award di atas ;))&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. &lt;a href="http://mataair.blogspot.com/"&gt;Siwoer&lt;/a&gt; Salah satu kekurangan (atau kelebihan) dunia maya adalah walau kite sudah kenal bertahun-tahun atau saling mengunjungi web nya berkali kali namun kadang data pribadi atau personalnya tetap tidak kita ketahui kecuali terbatas di permukaan saja. Dan Kang Siwoer ini adalah salah satunya, sampai sekarang saya tidak yakin siwoer itu adalahh nama aslinya. Namun siapa yang perduli, karena alasannya saya suka membaca tulisan2nya adalah seperti berbicara dengan sahabat langsung. Walau saya tidak tahu Si Siwoernya juga merasa yang sama atau tidak. Namun ketika saya membaca blognya....seperti itulah rasanya. Celotehan-celotehan yang biasa saja tanpa menambahkan ini itu dan cerita cerita yang sepertinya juga biasa saja namun di bungkus dalam postingan yang akrab. Mungkin lebih tepatnya adalah ketika membaca blog ini anda seperti sedang ngobrol santai dengan seseorang di angkringan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. &lt;a href="http://lembarkertas.multiply.com/"&gt;Bu Indar (atau endar?)&lt;/a&gt;  Seperti buku yang terbuka lebar begitulah istilah Bu Indar dalam menggambarkan dirinya, walau ada beberapa halaman yang "di blok spidol hitam" karena tidak semua harus dilepas ke publik. Ibu satu anak ini relatif singkat saya kenal di MP dibanding teman2 lainnya. Namun karena beberapa pengalamannnya menarik hati saya untuk terus mengikuti perkembangannya maka jadilah MP beliau saya masukkan daftar kunjungan wajib. Salah satu pengalamannya yang menarik untuk saya adalah ketika keluarga ini berusaha mencari rumah idamannya (skrg alhamdulillah sudah ditemukan) karena saya sendiri dengan isteri juga sedang mengalami hal yang sama hanya saja bedanya kami belum di approve oleh BANK dan bakal calon rumah kami lebih imut dibanding milik keluarga Lembar Kertas. Namun bila semua dilancarkan InsyaAllah saya dan isteri akan berada dalam satu kelurahan dengan ibu yang bekerja sebagai editor dan suka menulis, asli Surabaya namun sekarang tinggal di Depok ini (atau satu kecamatan?)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Banyak lagi lainnya yang tidak mungkin saya muat di sini. Seperti yang saya ungkapkan di atas masing-masing adalah istimewa memiliki ciri khas dan warnanya sendiri. Dan semuanya berharga untuk saya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah tag/award ini akan saya teruskan? terserah anda yang membaca postingan ini :)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iman&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;+selalu melihat dari sisi yang berbeda+&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-7227335313037344561?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/7227335313037344561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=7227335313037344561&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7227335313037344561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7227335313037344561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/10/blogging-community-involvement-award.html' title='&lt;b&gt;&quot;Blogging Community involvement award&quot;&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-7089450501920865322</id><published>2007-10-23T13:41:00.001+07:00</published><updated>2007-10-23T13:41:44.168+07:00</updated><title type='text'>Tawaf di Mall : Fenomena Orang Indonesia Menjelang Lebaran</title><content type='html'>&lt;img style="width: 154px; height: 115px;" src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/18/21/23/18212363/42-18212363.jpg" /&gt; &lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/15/97/83/15978352/42-15978352.jpg" /&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Sudah menjadi rahasia umum, selama ramadhan selain orang-orang heboh itikaf mengejar pahala disepuluh hari terakhir namun lebih banyak lagi yang heboh ber itikaf di mall-mall atau pasar tradisional lainnya.&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kemarin siang, saya dan isteri sengaja mampir ke ITC Depok sekedar untuk mengecek keadaan ATM sepulangnya dari sebuah acara di daerah Tugu, Tana Baru, Depok. Belum lagi sampai di depan ITC kami sudah dicegat kemacetan kira-kira satu kilometer membuat puasa yang tahun ini diterjang dengan panas menyengat semakin terasa saja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Ternyata setibanya di dalam ITC pun tidak jauh berbeda keadaanya. Sepanjang mata memandang kepala orang saja yang terlihat dari jilbab putih, merah, kunin, biru sampai yang tidak berjilbabpun semuanya ada. AC yang sejatinya dingin, namun tak urung kalah juga melawan lepasan karbon dioksida manusia-manusia yang sedang menyemuti lorong-lorong sempit setiap lantai ITC. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  Keadaan tersebut diperparah dengan beberapa pedagang yang dengan seenaknya men&lt;i&gt;display&lt;/i&gt; dagangannya melebihi luas area tokonya membuats emakin susah saja untuk mencapai tujuan saya.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Apa yang membuat orang-orang berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan adalah tidak lepas dari tradisi yang sekitar kita yang telah berlangsung lama walau baru sekarang-sekarang ini saja nuansa lebaran sama dengan komsumtif begitu terasa sejak Jakarta di kepung oleh pusat perbelanjaan. Ternyata tidak hanya di Jakarta, warga luar Jakartapun tak mau kalah memanfaatkan kesempatan ramadhan ini dengan berbelanja semuanya ikut ber tawaf mengelilingi pusat perbelanjaan di kotanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Ibarat lingkaran ular di atas pagar Tunjangan Hari Raya (THR) dan kejelian pedagang melihat kesempatan pegawai-pegawai berkantong lebih tebal dari bulan-bulan biasanya menjadi penyebabnya. Ditambah lagi kebiasaan muslim Indonesia yang identik hari raya lebaran dengan baju baru...sepatu baru (ada lagunya kan itu). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  Lingkaran ular yang membuat para pedagang tersenyum lebar tidak hanya pedagang kelas &lt;i&gt;carrefour&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;giant&lt;/i&gt; namun bahkan pedagang dadakan yang hanya muncul ketika bulan puasa. Perputaran uang yang pada bulan puasa bisa mencapai 100% tentunnya banyak membuat banyak orang tergiur untuk mencuba peruntungannya di sana. Bahkan Bank Indonesia juga telah mempersiapkan tambahan persediaan uang dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Ini dikarenakan perputaran uang pada hari-hari menjelang dan saat lebaran memang meningkat tajam. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sepertinya saat ramadhan begini semua orang latah ingin membeli barang-barang yang sebenarnya tidak perlu dibeli sekarang dari sepatu baru sampai mobil baru dari baju baru sampai....rumah baru semua atas nama diskon ramadhan. Mengapa tidak memang, lihat saja iklan-iklan di media massa baik cetak maupun elektronik semua dalam rangka ramadhan memberikan diskon yang luar biasa. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Entah dengan anda, namun untuk saya dan isteri kejadian di Depok siang sebelumnya menjadi bahan pembicaraan yang tak habis-habis sampai malam. Kami begitu takjub dengan antusias warga Depok dan sekitarnya memadati ITC (mungkin juga mall-mall lain di dekatnya) dan juga tentu saja...timbul perasaan miris.  &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walau entah mirisnya ada dimana, karena tak urung kami tergoda juga untuk bertanya dan mencoba menawar-nawar sofa dan spring bed yang diskon sampai setengah harga. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  ...aaaah lebaran sebentar lagi&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Gambar dr &lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-7089450501920865322?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/7089450501920865322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=7089450501920865322&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7089450501920865322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/7089450501920865322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/10/tawaf-di-mall-fenomena-orang-indonesia.html' title='Tawaf di Mall : Fenomena Orang Indonesia Menjelang Lebaran'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-332798412572680969</id><published>2007-10-23T13:39:00.000+07:00</published><updated>2007-10-23T13:41:01.925+07:00</updated><title type='text'>Antara, kamu, dia dan biodatanya....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="bodytext"&gt;   &lt;br /&gt; &lt;img style="width: 174px; height: 186px;" src="http://images.abhicom2001.multiply.com/image/2/photos/33/500x500/19/dontwalkaway.jpg?et=qVsm5w1dQ3cyYUWdpft05Q" /&gt;&lt;p&gt;Saya dan isteri, alhamdulillah, termasuk yang tidak melalui perkenalan berlarut-larut sebelum menikah. Hanya kira-kira tiga bulan saja sampai akhirnya kami berdiri di pelaminan bersama-sama. Seperti yang sudah banyak tahu ada pelbagai cara bagaimana akhirnya dua orang yang belum pernah (atau sudah pernah) mengenal sebelumnya menikah. Ada yang melalui proses, istilahnya, pacaran bertahun-tahun lalu menikah, ada juga yang hanya kenal beberapa saat seperti kisah kami diatas untuk kemudian menggenapkan setengah dien. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sebenarnya kami satu almamater, isteri saya hanya terpaut tiga tahun dibawah. Fakultasnya-pun tidak jauh-jauh amat, hanya beberapa ratus meter, sementara dulu isteri saya di Kesehatan Masyarakat, saya di Sastra. Namun sungguh,....berani janji ketimpa menara air...memang saya tidak pernah kenal sebelumnya. Lalu masalahnya, bagaimana mengetahui latar belakang orang yang akan kita nikahi apabila selama ini belum pernah bertemu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Lewat teman saya, saya mengetahui keberadaan manusiawati yang akhirnya menjadi isteri saya ini. Akhirnya berlanjut pada yang sering kali menjadi momok mahasiswa aktifis mushola (aktif tidur di mushola sambil nunggu buka maksudnya)....tukeran biodata. Biasanya di atas biodata tersebut anda akan menemukan informasi umum dan kadang sedikit spesifik mengenai pemiliknya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Nah,....sampai di atas, ceritanya, seorang teman yang juga sedang proses pernah keluh kepada saya katanya “kenapa sih lelaki kalo menuangkang latar belakang-nya, hanya dengan kertas selembar...udeh gitu tulisan tangan lagi!” &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  Bisa dimengeti memang karena teman saya itu &lt;i&gt;freelancerer&lt;/i&gt; disain grafis yang setiap harinya berkutat dengan keindahan tata letak sebuah disain termasuk di dalamnya lay out tulisan-tulisan yang akan turun cetak. Begitu mendapatkan selembar kertas dengan tulisan tangan lelaki (tahu kan bagaimana umumnya tulisan tangan lelaki?) sedikit shock juga beliauwati bahkan cenderung langsung perasaan tidak sreg muncul dan mungkin akan membatalkan kelanjutan proses tersebut. Sampai detik ini, saya tidak begitu yakin bagaimana akhirnya kisah proses beliau. Mudah-mudahan yang terbaik untuknya selalu...amin. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Saya sendiri sebenarnya cukup memalukan dalam hal perbiodataan. Mungkin bila saat itu diadakan kompetisi biodata terbaik maka milik saya adalah yang paling menjemukan dan tidak informatif. Bahkan, isteri saya, akhirnya setelah menikah mengutarakan kesebalannya ketika dulu mendapatkan biodata yang minim informasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Tentu saja, saya tahu sebabnya...ya karena memang isi biodata saya diambil dari sebagian CV lamaran kerja. Pastilah informasi di dalamnya sangat menjual...itu bila sedang melamar pekerjaan...namun untuk melamar anak gadis orang rasa-rasanya...bila berdiri di sisi isteri saya saat itu mungkin melirikpun enggan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Namun ada sebuah rahasia kecil yang setelah difikir-fikir cukup menggelikan juga. Sebenarnya saya bertekad untuk membuat biodata terobosan di luar kebiasaan saat itu... membuatnya dalam sebuah VCD. Di dalamnya ada tampilan slide foto-foto dengan efek tentunya,  kisah hidup saya, sampai beberapa detil informasi yang saya anggap cukup menarik. Bikinnya-pun numpang dirumah teman sampai bergadang semalaman. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi apa lacur ketika dulu hendak ber”proses” dengan (calon) isteri saya itu VCD yang saya kerjakan semalaman nyaris tidak tidur ketinggalan dirumah teman, yang sampai sekarang nasibnya bagaimana....hanya Allah SWT saja yang tahu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Bicara soal biodata per-jodoh-an ini, sebelum akhirnya bertemu dengan jodoh saya. Pernah suatu saat saya berproses dengan seseorang, wanita itu memang cukup kreatif membuat biodatanya dalam bentuk diari kecil di dalamnya ada beberapa ilustrasi gambar2 khas yang biasa kita lihat dalam diari anak perempuan....yah, semacam sulur2 warna-warni begitulah. Bayangkan berapa lama beliauwati menyusunnya, tidak cukup semalam pasti. Sedangkan saya....seperti biasa cukup kertas selembar saja, sungguh benar-benar memalukan dibandingkan miliknya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalan biodata ini memang bukan segalanya, apalagi sampai mempengaruhi seseorang untuk menikahi kita, soal jodoh memang 100% hak Allah SWT, Namun kadang penampilan itu penting karena apapun yang disajikan di atas biodata adalah informasi awal yang menjadi penting untuk pertimbangan melanjutkan ke tahap berikutnya....yaitu pernikahan :) &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Dan untuk isteri saya....terimakasih karena dahulu sudah bisa memaklumi isi biodata saya.....semoga saat ini saya cukup mewakili apa yang engakau idam-idamkan sebagai suami ideal...amin &lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-332798412572680969?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/332798412572680969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=332798412572680969&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/332798412572680969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/332798412572680969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/10/antara-kamu-dia-dan-biodatanya.html' title='&lt;b&gt;Antara, kamu, dia dan biodatanya....&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-1441548200199875987</id><published>2007-10-23T13:37:00.000+07:00</published><updated>2007-10-23T13:39:21.324+07:00</updated><title type='text'>Berapa Harga Tandatangan Anda?</title><content type='html'>&lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/15/37/63/15376320/42-15376320.jpg" /&gt; &lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/18/52/91/18529168/42-18529168.jpg" /&gt; &lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/17/59/41/17594107/42-17594107.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekali lagi, Pak"&lt;br /&gt;"Coba lagi, Pak"&lt;br /&gt;"Ulang lagi, Pak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Entah sudah keberapa kalinya petugas di Bank BNI Syariah Fatmawaati itu meminta saya mengulang tandatangan saat ingin mengganti buku bank saya yang telah penuh. Sampai akhirnya saya kehabisan tenpat untuk membubuhkan tandatangan, masih belum juga saya dapat menyamakan tandatangan yang mirip dalam KTP. Sebuah tandangan yang dulu 5 tahun lalu pernah saya bubuhkan di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal tandatangan ini memang dilematik untuk saya pribadi. Dari dulu, bahkan ketika teman-teman SD saya mulai heboh menentukan bentuk tandatangan mereka saya tidak pernah bisa menemukan sebuah bentuk yang serumit dan seindah teman-teman miliki. Mereka sepertinya memiliki bakat khusus yang terbawa sejak lahir untuk membuat tandatangan, meliuk ke sana ke mari, ke atas ke bawah beri sudut sedikit lalu tarik kembali ke depan dan dengan tiba-tiba membuat garis panjang di bawahnya...persis milik guru kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti biasa, ada saja yang menolak tandatangan gaya orang tua yang rumit dan belibet. Mereka memberi gayanya sendiri yang saat itu dianggap gaul dan “anak muda sekali” dengan memberik sedikit sentuhan mr smile dalam tandatangan mereka atau melengkung-lengkung yang pada akhirnya menyerupai tanda hati seperti yang biasa jadi lambang “&lt;i&gt;love-love&lt;/i&gt;”-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan saya...akhirnya memilih sebuah tandantangan yang simpel saja berbentuk 3 huruf B I dan W inisial nama saya. Namun kenyataannya saya tidak bisa mempertahkan bentuk B dalam tantangan saya, yang terlihat hanya seperti sebuah gunung yang sangat lancip atau bahkan huruf A tanpa strip di tengah-tengahnya dan I nya hanya sebuah garis yang tidak mirip I sama sekali...mungkin I hampir roboh lebih tepatnya. Sedangkan W nya lama kelamaan lebih mirip U.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas saja kenapa, beberapa hari lalu petugas Bank itu tampak sedikit kesal karena saya tidak bisa menyerupai persis tandatangan dalam KTP. Akhirnya saya menyerah setalah 45 menit berusaha menemukan jalur yang benar, karena terbentur pekerjaan di kantor juga akhirnya saya mengatakan ingin latihan kembali di rumah dan bila sudah mantabs akan kembali lagi berjuang...chayoo Iman!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tandatangan sendiri belum begitu lama diakui keberadaannya sebagai penanda kekuatan hukum sebuah, surat,  perjanjian dan lain-lain karena baru digunakan secara luas pada awal abad ke-17 di dunia barat. Sebelumnya beberapa cara digunakan untuk menjadikan sebuah surat memiliki kekuatan hukum yang resmi, terutama bila menyangkut birokrasi, misalnya yang biasa dikenal dengan cap kerajaan dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, tandatangan tidak hanya menjadi sebagai penanda resmi tidaknya sebuah dokumen namun juga menjadi ladang bisnis yang menjanjikan, paling tidak di Amerka sana. Harga sebuah tandatangan artis terkenal dan terutama sudah mati biasanya mencapai jutaan rupiah dalam lelang memorabilia.  Tandangantangan termahal saat ini menurut &lt;a href="http://thelongestlistofthelongeststuffatthelongestdomainnameatlonglast.com/"&gt;http://thelongestlistofthelongeststuffatthelongestdomainnameatlonglast.com&lt;/a&gt; adalah milik pengarang Romeo Dan Juliet,..ya betul Bapak William Shakespeare sendiri. Ditaksir harga tandatangan asli-nya bernilai kurang lebih 5 juta dolar atau 45000000000 rupiah (baca = 45 miliar rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kolektor tandangan yang juga berasal dari negara 9/11, Alan Robinson, bahkan menghabiskan sekitar seratus ribu dolar amerika untuk mengumpulkan tanda-tangan dari seluruh dunia. Namun diperkirakan saat ini nilai koleksinya sudah mencapai sekitar satu juta dolar Amerika. Tidak perlu mengkorvesikan seratus ribu dan satu juta dolar Amerika dalam rupiah pasti anda sudah tahu berapa nol dibelakangnya bila dirupiahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya saya jadi lebih semangat latihan tantangan setelah riset kecil-kecilan tentang tandatangan yang hasilnya sedang anda baca ini. Mungkin...ini mungkin loh, suatu saat nanti tandatangan saya bernilai jutaan rupiah. Dan yang paling beruntung adalah staff bank BNI syariah diatas tadi...karena dia memiliki ber puluh-puluh tandangan gagal saya di atas mejanya...hiks ironis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda tertarik di bawah ini ada beberapa tips yang saya dapatkan dari internet untuk bagaimana memulai menjadi kolektor tandatangan yang TOB BGT dan Beruntung tentunya. (translate ndiri ah :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Where possible, start by collecting autographs in person. At the stage door of your local theatre or at a book signing are both good places. Once you have a few, you’ll start to feel like you have a collection on your hands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- You can write to celebrities to ask for an autograph but many, including Helen Mirren, no longer send them through the post as fans post them online and sell them. -Avoid eBay, no matter how enticing the item up for auction looks. Fraud is rife for the unwary, and a certificate of authenticity is pretty meaningless as it is only signed by the seller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- The fourth edition of The Official Autograph Collector Price Guide by Mark Allen Baker is useful, with tips on how to detect forgeries as well as get free ones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Autograph Collector magazine is available to read online at www.autographcollector.com and will also help build up an area of expertise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bmivoyager.com/wp-content/themes/bmi/print.php?p=390"&gt;http://www.bmivoyager.com/wp-content/themes/bmi/print.php?p=390&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://thelongestlistofthelongeststuffatthelongestdomainnameatlonglast.com/expensive197.html"&gt;http://thelongestlistofthelongeststuffatthelongestdomainnameatlonglast.com/expensive197.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto dr &lt;a href="http://pro.corbis.com/"&gt;http://pro.corbis.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-1441548200199875987?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/1441548200199875987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=1441548200199875987&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1441548200199875987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1441548200199875987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/10/berapa-harga-tandatangan-anda.html' title='&lt;b&gt;Berapa Harga Tandatangan Anda?&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-360179701385772947</id><published>2007-10-23T13:24:00.000+07:00</published><updated>2007-10-23T13:37:04.245+07:00</updated><title type='text'>Anda Menggantung Saya, Ndre!</title><content type='html'>&lt;img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:fpbq7idPaTfZAM:http://www.andrastudio.com/wp-content/uploads/2007/04/naga-bonar-jadi-2.jpg" /&gt;&lt;img src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:uJYmvUjSFFLBqM:http://news.indosiar.com/images/sapa/a_070420_andrea02.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baiklah, memang saya sedikit terlambat namun saya tidak menyesal, memangnya terlambat apa sih? Pertama saya terlambat menonton film Naga Bonar Jadi 2 yang heboh beberapa saat lalu itu loh. Padahal waktu baru bbrp minggu muncul beberapa petinggi negara ini sempat nonton barang (mudah2an mereka dapat belajar banyak dari film besutan Kang Deddy Mizwar itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Naga Bonar Jadi 2 walau memang bagus namun karena saya sudah mendengar dan membaca ulasan-ulasannya membuat “rasa” film itu berkurang hanya isteri saya yang tampaknya tersihir ketika menontonnya, resiko menjadi yang terlambat memang begitu. Punbegitu saya memang tidak menyesal apalagi ketika melihat bagaimana Deddy eh Naga berteriak mengusir supri metro yang ngetem dan menghalangi jalan.....teriakannya mewakili jeritan hati saya selama ini melihat tingkah polah driver mobil umum di jalanan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, keterlambatan yang tidak saya sesali adalah, tetralogi-nya Andrea Hirata. Terutama buku pertamanya yang berjudul Laskar Pelangi, baru saja habis baca minggu kemarin. Sedikit lucu juga bagaimana saya membaca novel tetralogi tersebut pertama yang saya baca adalah buku keduanya, tanpa menyadari novel tersebut adalah bagian dari sebuah tetralogi. Lalu minggu lalu, barulah saya membeli buku pertamanya dan ketiga berturut-turut berjudul Laskar Pelangi dan Edensor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaibnya, saya tidak merasa kehilangan arah ketika membaca buku keduanya, karena Andrea menyusun sedemikin rupa walau keempat bukunya saling berhubungan namun masing-masing bab memiliki jalan ceritanya sendiri. Tapi tak urung kadang membuat saya mengernyitkan dahi, kadang-kadang, karena memiliki hubungan pada buku sebelulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh luar biasa, saya menyarankan buat anda yang memiliki uang lebih untuk membeli dan membacanya. Seperti menonton sebuah visual hanya saja kali ini visualnya berbentuk kata-kata. Namun jujur, pada buku pertama Laskar Pelangi membutuhkan waktu khusus dalam membacanya terlalu banyak detil dalam pendeskripsiannnya. Belum lagi istilah-istilah dalam bahasa latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrea selalu memulai buku tetralogi Laskar Pelangi-nya denngan “konflik”. Berbeda dengan novel pada umumnya yang datar-datar saja pada awalnya lantas konflik dalam jalan ceritanya diletakkan di tengah-tengah atau belakang. Buku pertamanya, dimulai dengan kekhawatiran gagal meraih pendidikan formal karena murid yang diterima harus paling sedikit 10 orang atau SD tempat Andrea (tokoh utamanya juga bernama Andrea) bersekolah harus tutup, padahal sampai detik-detik terakhir hanya ada 9 anak yang mendaftar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pemimpi-pun juga demikian, pada bab pertama pembacanya langsung digebrak dengan situasi terjepit Andrea, Arai dan Jimbron Si Penggila Kuda sedang terjebak dalam kotak ikan yang sangat bau guna menghindari gurunya yang terkenal disipling...super disiplin malah hingga sangat ditakuti. Dalam Endensor walau tidak seheboh dua buku sebelumnya namun juga dimulai dengan konflik. Bukan konfliknya Andrea pribadi namun konflik Pak Weh yang terpaksa (dipaksa) hidup diatas laut mengasingkan diri dari lingkungan sosial akibat penyakit yang dideritanya dan akhirnya mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun justru dalam buku ketiga ini anda yang membacanya akan menemukan benang merah yang sempat mengabur pada buku kedua. Benang merah yang saya maksud adalah A Ling cinta pertama Andrea dalam buku pertamanya. Saya atau anda mungkin tergiring dengan bagaimana Andrea berusaha mencari jejak A Ling dengan harapan menemukan kembali cintanya yang hilang itu, bahkan sampai melewati Benua Eropa dan Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merah kedua yang saya lihat dalam tiga bukunya Andrea Hirata ini adalah ketidak tegaan Andrea meninggalkan Lintang dalam keterperukan dan ketersia-sia ilmu. Walau kepintaran dan kegigihan Lintang berpindah ke dalam tokoh Arai. Dalam diri Arailah Lintang tetap hidup dan menjadi sahabat Andrea sampai buku seri ketiganya. Hei ini novel Bung! Apa saja bisa terjadi terserah penulisnya...jadi jangan salahkan bila Andrea ingin tetap melestarikan semangat Lintang dalam tetraloginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari buku ketiga ini membuat saya kesal sekali pada Andrea Hirata....pokoknya kesal!! Jauh-jauh saya mengikuti langkah demi langkah sampai ikut was-was juga ketika harus mencari A Ling dalam dunia gelap, dan lega karena A Ling yang dimaksud di sana adalah merek sebuah obat kuat lelaki. Ikut tertawa ketika Andrea dengan nakalnya menorehkan dua cinta miliknya. Satu dengan gambar hati besar milik A Ling dan kedua dengan gambar hati kecil milik Katya...ah, nakal sekali memang. Dan, kesalnya saya karena....ah baiknya anda membacanya saja :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibilang Andrea Hirata adalah satu dari sedikit penulis yang mampu membuat saya tersihir. Beberapa novel yang membuat saya ingin membacanya berulang-ulang selain “Laskar Pelangi” adalah “Jalang Menikung” dan “Layang-Layang Putus”. Baiklah Andrea.....sampai disini saya hanya bisa bilang bahwa anda membuat saya tergantung....bukan seperti Pak Weh namun tergantung seperti dalam dua kalimat penutup buku ketiga anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menatapku lembut, lalu menjawab.&lt;br /&gt;“sure lof, it’s Edensor....”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-360179701385772947?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/360179701385772947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=360179701385772947&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/360179701385772947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/360179701385772947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/10/anda-menggantung-saya-ndre.html' title='&lt;b&gt;Anda Menggantung Saya, Ndre!&lt;/b&gt;'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-1134085745628476400</id><published>2007-06-27T08:59:00.000+07:00</published><updated>2007-06-27T09:04:35.049+07:00</updated><title type='text'>Daniel Bernoulliy : Perseteruan Bapak-Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://scienceworld.wolfram.com/physics/bimg74.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://scienceworld.wolfram.com/physics/bimg71.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapiondo makin menggila, bahkan sampai beberapa hari lalu muncul semburan baru di sisi jalan raya Porong dari bawah sebuah restoran yang sekarang dikenal dengan restoran terapung.  Para insinyur ITS telah berupaya menghenteikan semburan yang makin hari makin kuat itu dengan salah satu cara yang menggunakan hukum Bernoulli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan sabtu kemarin (23/6) para insiyur tekah berupaya memasang pipa setinggi 20 meter untuk menetralisir tekanan yang datang dari perut bumi tersebut namun belum berhasil. Berita baik itu akhirnya datang juga kemarin pada ketinggian pipa 24 meter akhirnya semburan baru tersebut dapat dihentikan dengan suksesnya sebuah ketinggian yang tidak main-main bahkan jet pump-pun kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saya sesuai dengan perjanjian dengan warga setempat setelah 5 menit semburan air dihentikan peralatan dan pipa yang terpasang di atas semburan itu (dan berhasil menghentikannya) harus dilepas. Bukan karena warga takut tertimpa pipa bila pipanya rubuh namun khawatir fihak Lapindo urung membayar ganti rugi kepada warga yang menjadi korban semburan baru tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa atau siapakah sebenarnya Bernoulli itu? Saya sendiri tidak pernah mendengar namanya sampai tadi pagi membaca headline harian Surya (26/9) tentang usaha para insinyur ITS dalam menghentikan semburan baru tersebut. Saya sendiri adalah mahasiswa jebolan Fakultas Sastra jadi wajar sajakan bila belum pernah mendengar kata Bernoulli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa pustakawan ini ternyata sudah mendarah daging, dengan cepat lalu saya datang ke Mbak Gugel (saya cape measosiasikan gugel dgn gender pria, sekali-kalo bolehkan gugel saya panggil dengan “Mbak”) mencari tahu tantang Bernoulli yang ternyata adalah nama belakang seorang penemu hukum Hidrostatika (atau hidrodinamika?). Ternyata penghentian semburan baru tersebut ada hubungannya dengan tekanan air atau semacamanya, bukan pada saya untuk menjelaskan secata detil tentang teori tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya malah ingin bercerita tentang siapakah Bernoulli. Memiliki nama lengkap Daniel Bernoulli mungkin memiliki kisah yang unik dalam sejarah hidup para peneliti. Dimana akibat penemuannya yang kesohor tersebut hubungan dia dengan ayah kandungnya memburuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir pada tahun 1700 dari sebuah keluarga yang memiliki sejarah panjang sebagai ahli matematika. Ketika lahir ayahnya menjadi ketua jurusan matematika di universitas Gruningen, Belanda. Ayahnya memiliki pengaruh yang kuat dalam perkembangan Daniel Bornoulli bahkan memutuskan bahwa jalan Daniel Bernoulli adalah menjadi pedagang bukan ahli matematika seperti dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Bernoulli melawan kehendek ayahnya lucunya kakek Daniel juga sama seperti ayahnya menginginkan anaknya (yaitu ayahnya Bernoulli) untuk juga menjadi pedagang. Tentunya saja ayahnya Bernoulli menolak keinginannya dan malah menjadi ahli matematika. Seperti juga ayahnya Bernoulli malah jatuh cinta pada ilmu matematika Namun pada perjalanannya ayah Bernoulli memutusakan anaknya untuk menjadi dokter daripada menjadi ahli matematika karena menurut dia menjadi ahli matematika berarti kekurangan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata justru dalam dunia kedokteran lah Benoulli menemukan ketenarannya. Berbekal keahliannya dalam matematika Bernoulli menemukan cara mengukur tekanan darah disitulah awal mula teori hidrodinamika yang terkenal itu dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, saat Bernoulli hampir menyelesaikan teorinya ayah Bernoulli yang ahli matematika itu mendapat penghargaan dari French Academy. Dua tahun setelah ayahnya menerima penghargaan tersebut Bernoulli menyelesaikan teorinya dan diakui dalam dunia ilmiah. Dan sama dengan ayahnya Bernoulli menerima penghargaan, juga dari French Academy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah letak keunikan atau bisa dibilang kesedihan Bernoulli ternyata ayahnya yang lebih dulu telah mendapat penghargaan dari French Academy tidak dapat menerima bahwa anaknya berada dalam posisi yang sama dengannya. Mungkin tersinggung atau merasa diinjak-injak harga dirinya ayah Bernoulli bahkan sampai tega mengusir anaknya dan melarangnya untuk menginjakkan kakinya di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan tiga tahun kemudian Bernoulli berusaha lebih menyempurnakan teorinya dan pada akhirnya menerbitkan sebuah buku berjudul "Hydrodynamica, by Daniel Bernoulli, Son of Johann" dalam judul buku tersebut Bernoulli berusaha rendah hati dan menyebut dirinya sebagai anak dari Johann sebagai sebuah penghormatan. Namun setehun kemudian ayahnya menerbitkan juga sebuah buku dengan judul Hydraulics yang memiliki kesamaan isi dengan buku anaknya dan bahkan berbau plagiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kejadian tersebut sepertinya Daniel Bertoulli kecewa sekali dan kehilangan minatnya pada dunia matematika. Pada akhirnya dia sejak itu dia mendedikasian dirinya untuk melayani masyakarat dan menjadi dokter umumnya. Daniel Bertoulli meninggal dunia pada tahun 1782 di usia ke-82.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Dhttp://plus.maths.org/issue1/bern/index.html%E2%80%9D"&gt;- Biografi Daniel Bernoulli&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bernoulli's_principle"&gt;- Teori Bernoulli&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.surya.co.id/web/"&gt;- Harian Surya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-1134085745628476400?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/1134085745628476400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=1134085745628476400&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1134085745628476400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/1134085745628476400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/06/daniel-bernoulliy-perseteruan-bapak.html' title='Daniel Bernoulliy : Perseteruan Bapak-Anak'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3462435.post-3251355304589123796</id><published>2007-06-20T12:59:00.000+07:00</published><updated>2007-06-20T13:17:58.090+07:00</updated><title type='text'>Rawe-Rawe Lantas Malang-Malang Putung-nya  Media Massa Cetak Berbahasa Daerah : Sebuah Tinjauan Sederhana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://cachens.corbis.com/CorbisImage/170/10/84/01/10840141/NW007118.jpg"&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berbeda kondisi dengan eforia kebebasan pers yang berimplikasi pada bermunculannya sejumlah media massa yang bak jamur di musim hujan, ada majalah yang harus berjuang keras bertahan agar tetap hidup. Itulah nasib sedih majalah berbahasa daerah. Contoh nyatanya, majalah berbahasa Jawa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian saya kuitp dari awal sebuah paragraf dalam sebuah tulisan yang mengulas tentang Majalah berbahasa daerah dalam hal ini tentunya bahasa Jawa. Media massa cetak berbahasa daerah adalah media seperti yang kita kenal saat ini yaitu koran dan majalah serta sejenisnya. Biasanya terbit dalam suatu daerah yang menggunakan bahasa daerah yang dimaksud. Namun untuk beberapa judul misalnya Damar Jati terbit di Jakarta yang mana penduduknya heterogen dan bahasa yang dominan adalah Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa cetak berbahasa daerah memiliki ciri yang boleh dibilang istimewa. Misalnya, kebanyakan media massa cetak berbahasa daerah yang terbit di Pulau Jawa memiliki usia lebih lama dari umumnya media massa di Indonesia bahkan usia kemerdekaan Indonesia. Panjebar Semangat contohnya, majalah yang lahir dari tangan seorang tokoh perjuangan Arek Suroboyo dan terkenal dengan  “rawe-rawe lantas malang-malang putung“-nya terbit pertama kali pada tahun 1933 itu berarti 12 tahun lebih tua dari proklamasi Indonesia. Sedangkan Jaya Baya majalah yang juga terbit di Jawa Timur se-usia dengan kemerdekaan kita. Selain Jaya Baya dan Panjebar Semangat masyarakat Jawa juga mengenal Djaka Lodang sebagai salah satu majalah berbahasa Jawa yang juga masih terbit sampai sekarang pertama kali muncul pada tahun 1971.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang selain berbahasa daerah di Indoensia dikenal beberapa terbitan media cetak yang menggunakan huruf non latin misalnya majalah Halo Indonesia yang menggunakan bahasa Arab, Shang Bao serta Harian Indonesia yang menggunakan aksara dan bahasa Mandarin serta yang paling unik adalah Cahaya Nusantara yang baru saja terbit tahun lalu menggunakan aksara Jawi. Namun menurut hemat saya koran dan majalah tersebut tidak termasuk dalam kelompok media massa berbahasa daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berbahasa Jawa di Pulau Jawa ini juga mengenal beberapa terbitan media massa yang menggunakan bahasa Sunda. Beberapa yang saya catat masih aktif terbit adalah majalah Mangle, Cupumanik serta Galura, hanya saja untuk yang terakhir itu berbentuk koran. Masih banyak lainnya misalnya Turus, sebuah buletin berbahasa Sunda yang diterbitkan oleh FBSUPI (Himpunan Mahasiswa Pendidikan  Basa Jeung Sastra Sunda). Ditinjaiu dari segi usia untuk media cetak berbahasa Sunda tidak banyak yang memiliki sejarah seperti saudaranya yang berbahasa Jawa. Paling lama majalah Mangle yang masih terbit sampai sekaang telah berusia 50 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada kutipan dalam paragraf awal tadi, walau memang tampaknya sekarang (masih) saatnya media massa Indonesia lepas dari belenggu SIUPP dan membanjirnya judul-judl baru serta muncul-nya segmen-segmen pembaca media massa yang sepertinya dulu tidak begitu bergairah. Tampaknya media massa cetak berbahasa daerah tidak ikut merasakan hal yang sama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak begitu banyaknya judul-judul media massa cetak baru adalah kenapa alasan saya menyebutkan seperti paragraf sebelumnya. Misalnya pada tahun 2001 oplah majalah berbahasa Jawa itu cuma sekitar 40.000 (dijumlah dari Panjebar Semangat, Jaya Baya, Djala Lodang dan, tahun itu, Mekar Sari). Bandingkan dengan oplah koran kompas misalnya yang disebut-sebut memiliki oplah terbesar di Indonesia di tahun 1999 saja telah memiliki oplah sekitar 600.000-an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu patut dicatat kenapa beberapa media massa berbahasa daerah malah memiliki usia yang cukup lama. Adalah pembaca setia sebabnya, ambil Panjebar Semangat saja bila diurut telah melewati dua generasi namun masih cukup mumpuni untuk tetap terbit. Begitu juga Mangle, Djaka Lodang, Jaya Baya dan lainnya walau tidak setua Panjebar namun juga memiliki pembaca setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? cukup unik memang, mungkin beberapa orang akan menebak karena pembacanya tidak rela bila media massa cetak yang menggunakan bahasa ibu mereka hilang dari muka bumi. Cukup mengejutkan (atau tidak cukup mengejutkan) berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam sebuah Thesis karya Rahani Itsia Kurniangingrum berjudul  “MOTIF MEMBACA MAJALAH BERBAHASA JAWA: Studi deskriptif mengenai motif pembaca pelanggan majalah Panjebar Semangat di Surabaya” adalah : &lt;i&gt;Jadi dalam membaca majalah Panjebar Semangat, rata-rata responden didasari oleh motif untuk mendapatkan hiburan, menghilangkan kebosanan dan melepaskan diri dari tekanan rutinitas sehari-hari&lt;/i&gt;. Paling tidak itu cukup mewakili walau hanya Panjebar Semangat yang menjadi objek penelitiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang anehkan? Bukankah kebanyakan orang membaca majalah adalah ingin seperti yang diutarakan di atas. Namun memang menurut saya ke-loyal-an pembacanya adalah sebab utama pembaca media massa cetak berbahasa daerah masalah bahasa yang digunakan adalah satu sebab kenapanya. Mungkin dengan membaca majalah berbahasa daearah akan membuat pembacanya yang berbahasa ibu sama merasa lebih dekat (akrab) dan nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu perkembangan oplah yang kecil memang cukup mengkhwatirkan dan menjadi pertanyaan besar apakah media massa cetak berbahasa daerah akan dapat bertahan dalam masa-masa yang akan datang? Akankah suatu saat nanti seperti apa yang terjadi pada aksara Jawi yang pernah berjaya di Nusantara ini media massa cetak berbahasa daerah hanya berupa catatan sejarah? Anda saja yang bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;- AYAM KURUS ITU BERNAMA MAJALAH JAWA / W. Tjiptowardono, Intisari Januari 2001&lt;br /&gt;- DILEMA MEDIA BERBAHASA SUNDA : Antara media hiburan dan &lt;i&gt;News&lt;/i&gt; / Hamid Marta, Pikiran Rayat 25 Juli 2004&lt;br /&gt;- Foto dari &lt;a href=”http://pro.corbis.com”&gt;Corbis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3462435-3251355304589123796?l=abhicom2002.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abhicom2002.blogspot.com/feeds/3251355304589123796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3462435&amp;postID=3251355304589123796&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/3251355304589123796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3462435/posts/default/3251355304589123796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abhicom2002.blogspot.com/2007/06/rawe-rawe-lantas-malang-malang-putung.html' title='Rawe-Rawe Lantas Malang-Malang Putung-nya &lt;br&gt; Media Massa Cetak Berbahasa Daerah : Sebuah Tinjauan Sederhana'/><author><name>MasMuManisMah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='18343365603900525671'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>