tag:blogger.com,1999:blog-299540612009-07-03T09:32:50.098+07:00JOURNAL: Jim Geovedia not-so-daily record of news and events of a personal nature; a diary with noises up to 68%.Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/02667821552910185772noreply@blogger.comBlogger17125tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-5526927909288015682009-06-27T23:33:00.005+07:002009-06-27T23:42:05.547+07:00Cerita Pagi HariTadi pagi waktu masih enak-enaknya tidur, tiba-tiba dapat telp dari nomor <b>+628170903846</b> dan diujung sana terdengar suara seorang laki-laki berlogat dari suatu daerah di Sumatera.<br /><i><br /></i><div><i>*dengan suara serak*</i></div><div><i></i><b>Gue: Hallo?!</b><br /><b><br /></b></div><div><b>XXX: Selamat pagi, </b><b>Assalamualaikum, pak. Mohon maaf telah <wbr>mengganggu aktivitas dipagi <wbr>hari, Bapak. Kami dari PT XL. <wbr>Saya Drs. Anu</b> (<i>gak inget, namanya juga bangun tidur</i>). <b>Boleh tahu saya <wbr>bicara dengan siapa?</b></div><div><b><br /></b><i>*menjawab dengan cueknya*</i></div><div><i></i><b>Gue: Kalau bapak dari XL, bapak tentu tahu siapa saya.</b><br /><i><br /></i></div><div><i>*terdengar volume suaranya meninggi mendandakan dia langsung sewot*</i></div><div><i></i><b>XXX: Wogh, dasar orang kecil, makan kangkung, kamu! Saya bunuh kamu!</b><br /><i><br /></i></div><div><i>*masih menjawab dengan cueknya*</i></div><div><i></i><b>Gue: Kalau bapak dari XL, bapak tentu tahu siapa saya.</b><br /><i><br /></i></div><div><i>*terdengar suara yang makin sewot*</i></div><div><i></i><b>XXX: Emangnya siapa sih kamu? Emangnya kamu pejabat?!</b><br /><i><br /></i></div><div><i>*makin cuek*</i></div><div><i></i><b>Gue: Bapak gak tau siapa saya?</b><br /><i><br /></i></div><div><i>*super sewot*</i></div><div><i></i><b>XXX: Saya bunuh kamu! Saya ini pembunuh berdarah dingin.</b><br /><i><br /></i></div><div><i>*cuek sambil nahan ketawa*</i></div><div><i></i><b>Gue: Ooh.. Jadi kalo bapak gak suka sama orang, bapak langsung bunuh orang itu, ya?</b><br /><i><br /></i></div><div><i>*nambah sewot*</i></div><div><i></i><b>XXX: Iya, saya ini tukang bunuh orang. Kamu ini.. dasar orang kecil, Emang kamu siapa?</b><br /><i><br /></i></div><div><i>*cuek dan sudah malas ngeladenin*</i></div><div><i></i><b>Gue: Ooh. Ya ya ya... Terimakasih sudah mengganggu aktivitas saya pagi ini.</b><br /><br /></div><div>*<i>terdengar suara yang </i>ngambek*</div><div><b>XXX: Saya bunuh kamu!</b><br /><i><br /></i></div><div><i>*kehabisan kata-kata*</i></div><div><i></i><b>Gue:</b> <mencet><mencet></mencet><br /><tut..tut..tut..tut></tut..tut..tut..tut><br /></div><div>[tut..tut..tut..tut..tuuuuuuuuuut]<br /><br />Kok dia seperti jadi kaya Achmed the Dead Terrorist, ya?<br /><br /></div><div>SILENCE!!! I KILL YOU!!!</div><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-552692790928801568?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/16377609204303439990noreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-36357158688518080352008-08-31T01:05:00.002+07:002008-08-31T01:38:40.662+07:00Lho, kok gelap sih?Jika anda termasuk pengunjung setia situs ini, mungkin terbesit rasa ingin tahu, mengapa tampilan situs ini menjadi bernuansa gelap.<br /><br />Yang jelas, saya tidak sedang berduka. Saya juga tidak sedang mempromosikan band metal yang identik dengan warna hitam.<br /><br />Ada dua hal yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk mengubah tampilan situs ini.<br /><br /><span style="font-weight: bold;">Pertama</span>, saya prihatin tentang kondisi negara ini. Mulai dari isu politik yang tengah mempersiapkan PEMILU tahun depan, isu tentang suatu kepercayaan yang ditentang oleh sebagian masyarakan (yang katanya mengaku) beragama, isu korupsi para wakil rakyat dan pejabat pemerintahan yang akhirnya mungkin akan melahirkan tren mode pakaian baru khususnya bagi mereka para tersangka dan terdakwa kasus korupsi, sampai kasus aparat penegak hukum yang mengelak untuk disalahkan karena telah salah tangkap pada suatu kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki kelainan seksual.<br /><br />Saya termasuk orang yang sebenarnya apatis dan cenderung bersikap masa bodoh terutama pada topik politik dan agama. Namun kali ini sepertinya saya mulai merasa terganggu. Apakah saya lebih baik menghentikan berlangganan koran dan RSS feed dari media lokal dan juga berhenti menonton siaran berita di televisi? Tujuannya jelas, supaya saya tidak lagi mengetahui hal-hal konyol yang terjadi di negeri ini.<br /><br /><span style="font-weight: bold;">Kedua</span>, saya sedang mendukung kampanye hemat energi. Belakangan ini, masyarakat mengeluhkan kurangnya pasokan listrik dari PLN dan berakibat terjadinya pemadaman listrik bergilir. Pemerintah pun sudah mengkampanyekan penghematan energi. Ada banyak tips tentang penghematan energi yang dapat diperoleh di Internet, salah satunya dari situs <a href="http://www.blackle.com/tips/">Blackle</a>.<br /><br />Nah, bentuk nyata saya mendukung kampanye hemat energi tersebut adalah dengan mengganti situs ini dengan penggunaan warna hitam sebagai warna dominan. Mengapa? Karena energi yang digunakan untuk menampilkan situs dengan warna dominan hitam lebih sedikit.<br /><br />Oh ya, ada sedikit perubahan status dalam hidup saya, yaitu saya telah menikah. Mohon maaf jika merasa tidak diundang karena satu dan lain hal pemberkatan nikah diperuntukkan bagi keluarga dan teman-teman dekat.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-3635715868851808035?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/16377609204303439990noreply@blogger.com11tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-8269135452070120952008-05-02T19:25:00.004+07:002008-05-03T21:11:36.630+07:00Mau hemat, nih yee!Hari ini, saya mendapatkan <a href="http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/02/time/132712/idnews/932872/idkanal/4">kabar</a> bahwa pemerintah berencana akan <span style="font-style: italic; font-weight: bold;">memaksa</span> kantor pemerintah dan swasta, juga mal untuk mengurangi jam operasionalnya, dengan harapan dapat menghemat penggunaan BBM seiring dengan pembengkakan subsidi pemerintah akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.<br /><br />Beberapa tahun yang lalu, pemerintah memaksa status televisi untuk mengurangi waktu siaran juga dengan alasan yang kurang lebih sama sampai akhirnya mendapatkan <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2005/07/25/brk,20050725-64375,id.html">revisi</a>. Dapat dikatakan bahwa saya tidak mempersoalkan tentang niatan melakukan penghematan, malah saya nilai ini adalah inisiatif yang sangat baik. Namun, perlu diingat bahwa setiap tindakan tentu punya dampak.<br /><br />Masalah yang mungkin muncul jika jam operasional kantor dan mal dikurangi, dan akan diperparah jika waktu siaran televisi juga ikut dikurangi, adalah aktifitas orang-orang, terutama di kota-kota besar, yang sudah terbiasa menjalani kegiatan rutinitas pada malam hari. Mungkin sebagian besar akan merasa senang sehingga dapat berkumpul dengan keluarga dan dapat beristirahat dengan cukup, tentunya bisa saja berdampak pada pembengkakan populasi manusia di kota-kota besar dalam waktu mendatang!<br /><br />Selain itu, sebagian kecil orang mungkin akan menghabiskan waktu dengan mencari hiburan di waktu malam, dan tentunya ini akan berakhir jika waktu operasional tempat hiburan malam juga ikut dibatasi.<br /><br />Belum lagi soal kemacetan lalu-lintas. Saat ini kebanyakan pekerja menengah di Jakarta, yang membawa kendaraan sendiri, memilih untuk menunda waktu pulang mereka karena tidak mau ber-macet-ria di jalanan. Mereka banyak yang menghabiskan waktu diseputaran mal, selain untuk berbelanja juga sekalian nongkrong di tempat makan, berkumpul bersama teman-teman, sekedar menunda kepulangan mereka ke rumah. Jadi bisa dibayangkan kalau waktu operasional kantor dan mal dipersingkat, kota-kota besar yang biasanya macet, tentu akan semakin macet lagi!<br /><br />Duh, ngatur negara ini kok semakin rumit, ya?<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-826913545207012095?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/16377609204303439990noreply@blogger.com5tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-53208048268705008722008-04-22T00:38:00.011+07:002008-10-12T16:01:01.614+07:00Finally, another GEOVEDI!Setelah lebih dari dua-puluh tahun hidup di dunia ini (<span style="font-style: italic;">hampir tigapuluh, sih</span>), saya belum menemukan ada orang lain yang bernama "GEOVEDI" (bukan GIOVEDI, GIOVANI, GEOVERDI, GEOVENDI, atau GEO/GIO... lainnya). Ternyata malam ini, saya menemukan nama "<a href="http://nisn.jardiknas.org/cont/data_statistik/index.php?npsn=30401728&amp;nisn=9993074483">Geovedi Prasetiawan. K</a>", siswa SDK ST. FRANSISKUS XAVERIUS - TARAKAN yang lahir tanggal 25 Februari 1999. Informasi tersebut saya peroleh dari <a href="http://209.85.175.104/search?q=cache:oL-rDAg1PggJ:nisn.diknas.go.id/cgi-bin/mydb2xls.psp%3Fnpsn%3D30401728">database Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)</a> yang dikelola oleh Bagian Sistem Informasi Biro Perencanaan dan KLN DEPDIKNAS tahun 2007.<br /><br />Memang harus saya akui, sejak mengenal Internet diera tahun 90an, saya selalu menyempatkan diri untuk mencari tahu apakah ada orang lain yang bernama "GEOVEDI". Bahkan <a href="http://www.namesdir.com/S_Geovedi">Names Directory</a>, pun hanya menyantumkan nama "Jim Geovedi" pada daftar orang dengan nama belakang "GEOVEDI". Sehingga saya sempat ragu bahwa ada orang lain yang bernama sama.<br /><br />Saya sendiri belum pernah ke Tarakan. Dan saya ragu kalau orangtuanya mengenal saya. <span style="font-style: italic;">Anyway</span>, kalau ada yang kebetulan tinggal di Tarakan dan mengenal anak tersebut atau orangtuanya, <span style="font-style: italic;">I'd like to have some words</span>.<br /><br /><span style="font-style: italic;">BTW</span>, mungkin saya akan menarik kembali komentar saya tentang <a href="http://detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/16/time/123850/idnews/924328/idkanal/323">situs pemerintah yang cuma pajangan</a>. Walaupun situs NISN masih sangat tradisional pengelolaannya, saya merasa bahwa ada banyak situs pemerintah lainnya yang punya potensi sebagai media informasi pemerintah kepada publik.<br /><br /><span style="font-weight: bold;">Tapi</span>, (kok pake tapi ya?) sepertinya situs tersebut mengabaikan faktor privasi. Terbayang jika situs NISN dimanfaatkan oleh penculik. Hmm.. sebaiknya metode penyajian informasi situs tersebut harus dikaji ulang sebelum <span style="font-style: italic;">terlambat</span>.<br /><span style=";font-family:DejaVu Sans;font-size:85%;" ></span><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-5320804826870500872?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/16377609204303439990noreply@blogger.com15tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-11517121286847528202008-04-01T16:52:00.002+07:002008-04-01T16:58:17.175+07:00New Manifesto<em style="font-weight: bold;">Look.<br />The people you are after<br />are the people you depend on.<br /><br />We develop your applications. We install your servers.<br />We connect your computers. We deliver your e-mails.<br />We guard your network while you sleep<br /><br /><a href="http://bloggerdanhacker.wordpress.com/2008/03/28/sebuah-manifesto/">Do not fuck with us.</a></em><br /><br />Sepertinya cocok ditujukan ke pihak-pihak tertentu yang terlihat lupa dengan posisinya. You know who you are!<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-1151712128684752820?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/16377609204303439990noreply@blogger.com8tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-7590277055964805922008-03-28T03:09:00.003+07:002008-12-11T22:47:50.335+07:00Gak mau pusing<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.facebook.com/group.php?gid=9724499236"><img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8ERl8NCAtaI/R-v_YU7IsXI/AAAAAAAAAAM/Q8wuFjLBNbs/s400/2366170904_a4ca491b07_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182516589618573682" border="0" /></a>Daripada pusing soal UU ITE, mending ikut senang-senang tak berujung di <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=9724499236">sini</a>.<br /><br />Terimakasih kepada <a href="http://alamanda.blogspot.com/">Jeng Ina</a>, yang berinisiatif membuatkan "fans club" yang sebenarnya sudah lama sekali ide tersebut dilontarkan. Juga kepada <a href="http://calupict.wordpress.com/">Jeng Nenda</a> yang rajin mencari artikel yang pernah memuat opini saya di berbagai media.<br /><br />Saat saya menulis artikel ini, jumlah <span style="font-style: italic;">fans</span> sudah mencapai 68 orang—angka magis buat sebagian besar Masyarakat Internet Indonesia™. <a href="http://andika-lives-here.blogspot.com/">Mbah Andika</a> berpendapat bahwa hal itu adalah bentuk nyata konspirasi blogger dan hacker.<br /><br />Tidak lupa juga, saya ucapkan terimakasih kepada <a href="http://www.facebook.com/people/Budizainer_CE/609018680">Kang Budizainer</a>, si PapaBabi yang amnesia, namun telah berbaik hati membuatkan beberapa logo (termasuk ilustrasi di samping ini).<br /><br />Komplit deh.<br /><br />Cukup ajaib memang terutama bagi mereka yang mengenal saya secara personal beberapa tahun silam dan mengetahui bagaimana saya saat ini. Banyak sekali hal yang berbeda dapat ditemukan. Mengingat dulu, saya termasuk orang yang anti-sosial dengan ruang gerak 50 meter (jarak tempuh dari meja kerja saya ke warung rokok terdekat). Bahkan ketika sore tadi saya menghadiri sebuah acara di Kominfo, beberapa teman lama nyaris tidak mengenali penampilan saya. Hehehe.<br /><br />Jadi bagi kamu yang nge-fans sama saya. Lebih baik gabung di Facebook group <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=9724499236">tersebut</a> daripada <a href="http://geovedi.blogspot.com/2008/03/me-vs-my-secret-admirer.html">menyusahkan saya</a> dengan mem-forward e-mail milis lain ke account mail saya. :-)<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-759027705596480592?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/16377609204303439990noreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-67218250072271331772008-03-18T17:11:00.005+07:002008-03-18T19:57:23.992+07:00Me vs My Secret AdmirerIni secret admirer yang luar biasa! Namun cukup membuat gerah saya untuk beberapa waktu.<br /><br />Kemarin, 17 Maret 2008, saya mulai menerima banyak sekali e-mail yang sebenarnya tidak ditujukan kepada saya. Hal itu terjadi karena seseorang yang menggunakan account <span style="font-weight: bold;">linuxnewstoday@gmail.com</span> berlangganan ke banyak milis, beberapa diantaranya adalah milis <span style="font-style: italic;">linux-gcc-devel@vger.kernel.org</span> sampai <span style="font-style: italic;">launchpad-users@lists.canonical.com</span>, yang kemudian menggunakan fitur forwarding di Gmail meneruskan e-mail yang masuk ke account mail kantor saya.<br /><br />Ini bukan hal pertama saya <span style="font-style: italic;">dikerjai</span> seperti ini, beberapa tahun silam, seorang teman iseng melakukan hal yang sama, namun hal tersebut memang tidak berlangsung lama. Namanya juga teman yang iseng. (Hi, Starchie!)<br /><br />Ditengah-tengah kesibukan saya mengerjakan tugas kantor, saya hanya melakukan tindakan pengamanan sementara, yaitu dengan melakukan filtering untuk semua e-mail yang masuk dan tidak ditujukan kepada saya, maka akan berakhir ke <span style="font-style: italic;">tempat sampah</span>. Lalu sore harinya, saya mencoba menghubungi Gmail untuk melaporkan <span style="font-style: italic;">aksi cinta</span> ini. Dan nampaknya cukup mujarab, saya tidak lagi menerima terusan e-mail dari account secret admirer tersebut.<br /><br />Pagi ini, rupanya sang secret admirer mengetahui bahwa saya sudah berhasil menanggulangi masalah terusan e-mail dari account tersebut, kemudian ia membuat account baru, <span style="font-weight: bold;">unixnewstoday@gmail.com</span>, dan melakukan hal yang sama. Dan tidak hanya itu, ia juga meneruskan e-mail dari account tersebut, tidak hanya ke account mail kantor saya, tapi juga ke account mail pribadi. Lagi, saya tidak mau ambil pusing, cukup melakukan filtering, dan melaporkannya ke Gmail.<br /><br />Sebenarnya, ini bukan masalah bagi saya. Mengapa? Saya pernah berlangganan ratusan mailing list dengan volume yang lebih gila lagi. Mungkin agak mirip-mirip dengan Eko Juniarto atau Dedhi Sujatmiko. Sehingga saya tahu benar bagaimana melakukan filtering e-mail dengan baik. *wink*<br /><br />Saya juga menyadari bahwa dengan kredibilitas yang saya miliki, cepat atau lambat saya akan menjadi target bagi mereka yang menyayangi saya—namun dengan cara yang agak aneh. Saya teringat akan aktifitas Project Mayhem dari PHC (ya, benar... diilhami dari film Fight Club), dimana hampir sebagian semua orang-orang yang cukup terkenal di dunia information security, dikerjai habis-habisan. Hanya saja, saya tidak mengira kalau sedemikian cepat saya akan menjadi target.<br /><br />Tapi ada hal aneh lain yang cukup mengherankan buat saya... adalah sikap saya yang bisa memaklumi tindakan secret admirer tersebut. Mungkin kalau saya dikerjai seperti ini beberapa tahun silam, saya akan berusaha keras mencari tahu siapa, dan mungkin akan melakukan tindakan fisik. Tapi kok sekarang saya malah jadi lebih santai dan mungkin ingin ngajak si secret admirer tersebut ngopi bareng.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-6721825007227133177?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/16377609204303439990noreply@blogger.com6tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-17727610595412938862007-03-07T07:43:00.000+07:002007-03-07T08:28:20.288+07:00Susahnya berkomitmen dan menjaganyaIni cerita saya soal berkomitmen, dan bagaimana susahnya menjaga komitmen. <br /><br />Kira-kira mulai akhir tahun 2001, saya yang waktu itu masih bergabung dengan perusahaan lama, punya banyak sekali waktu luang. Hobi ngoprek semakin menjadi setelah saya mulai menginstal sistem operasi OpenBSD untuk workstation yang waktu itu saya gunakan. Sebenarnya jauh sebelum itu, saya sudah mengenal sistem operasi tersebut.<br /><br />Mengingat saya termasuk manusia malam, waktu ngoprek banyak dilakukan pada malam hari. Selain karena suasana yang tenang, walau ternyata seringkali juga melihat atau terganggu oleh hal-hal kecil yang kemudian saya anggap itu adalah "<em>teman-teman malam</em>", kapasitas bandwidth di kantor pada malam hari memungkinkan saya untuk memanfaatkannya secara maksimal. Beberapa teman bahkan memanggil saya sebagai <em>satpam</em> atau <em>codot bandwidth</em>.<br /><br />Sebenarnya saya sudah mengenal sistem operasi OpenBSD jauh sebelumnya, namun mungkin karena teman-teman yang dulu nongkrong di #w00w00 mulai bergabung dengan tim pengembang OpenBSD, saya mulai ikut-ikutan tertarik ngoprek dan ikut mengembangkannya. Mulai dari <em>kernel</em>, <em>userland applications</em>, sampai <em>ports</em>, <em>subsystem</em> yang mengatur bagaimana cara menginstal aplikasi pihak ketiga.<br /><br />Pada bulan Agustus 2002, port pertama yang saya buat, <em><a href="http://cvsup.pt.freebsd.org/cgi-bin/cvsweb/cvsweb.cgi/ports/audio/easytag/Makefile?cvsroot=OpenBSD">easytag</a></em> &mdash; sebuah aplikasi untuk melakukan <em>tagging</em> file audio (<em>mp3</em>, <em>ogg</em>, dll), disubmit ke <em>CVS tree</em>. Kemudian menyusul ports berikutnya. Kalau saya tidak salah mengingat, <em>ports</em> yang saya buat dan maintain mencapai jumlah 70 buah.<br /><br />Tidak puas dengan hanya mengoprek OpenBSD <em>ports</em>, saya kemudian merambah ke FreeBSD <em>ports</em>. Pada bulan Februari 2003, <em>port</em> pertama saya, <em><a href="http://cvsup.pt.freebsd.org/cgi-bin/cvsweb/cvsweb.cgi/ports/security/p5-Crypt-Blowfish_PP/Makefile">p5-Crypt-Blowfish_PP</a></em>, disubmit ke <em>CVS tree</em>. Khusus untuk sistem operasi FreeBSD, saya hanya fokus pada aplikasi yang masuk kategori <em>security</em> saja.<br /><br />Saya sempat ditawarin untuk menjadi <em>committer</em>, orang yang berhak melakukan perintah <em>commit</em> pada <em>CVS tree</em> kedua sistem operasi tersebut untuk memudahkan saya melakukan <em>update</em> pada <em>ports</em> yang saya <em>maintain</em>. Namun saya menolaknya mengingat pada waktu itu, kira-kira Januari 2003, saya mulai disibukkan dengan berbagai proyek dan seringkali tidak berada di kantor. Saya bahkan jarang menyentuh <em>workstations</em> di kantor karena lebih banyak bergerak.<br /><br />Aktivitas saya ternyata semakin tidak menyisakan sedikitpun waktu luang sampai-sampai saya seringkali terpaksa harus melakukan <em>remote login</em> untuk melakukan <em>update</em> pada <em>ports</em> yang sudah kedaluwarsa. Hal tersebut masih saya lakoni sampai Januari 2004.<br /><br />Sejak tahun 2005 sampai sekarang, saya sudah tidak lagi bergabung dengan perusahaan yang lama, dan pindah ke Jakarta. Menyingkat cerita, saya mulai hidup baru. Bisa dibilang dari NOL. Saya tidak lagi punya komputer kecuali laptop Apple Powerbook, sempat saya instal OpenBSD demi mengupdate <em>ports</em>, yang masih saya gunakan sampai saat ini. Dan tentunya, hal tersebut menyulitkan saya untuk melakukan <em>maintenance</em> pada <em>ports</em> di kedua sistem operasi tersebut. Beberapa sukarelawan menawarkan untuk mengambil-alih hak <em>maintainership</em>, dan saya memberikannya.<br /><br />Dan pada bulan Februari 2007, menyadari bahwa saya sudah tidak lagi mampu melakukan tugas sebagaimana mestinya, memutuskan untuk melepas hak dan kewajiban sebagai <em>maintainer</em>. Cukup berat, namun saya tidak dapat melakukan apapun kecuali melepaskannya. Namun itu lebih baik, ketimbang <em>ports</em> yang saya <em>maintain</em> menjadi tidak terawat.<br /><br />Banyak hal yang saya dapat selama menjadi sukarelawan bagi proyek pengembangan kedua sistem operasi tersebut. Saya banyak belajar soal teknis, mendapatkan banyak teman, dan belajar soal komitmen.<br /><br />Hal terakhir, saya akui sangatlah berat. Ketika sudah menyangkut urusan <em>perut</em>, seringkali banyak hal harus dikorbankan. Bukan berarti saya mengorbankan kecintaan saya pada kedua sitem operasi tersebut, melainkan karena saya hampir tidak mampu lagi meluangkan waktu, mungkin akan terlihat keren kalau saya katakan "pekerjaan" tersebut sudah kehilangan prioritasnya dalam hidup saya.<br /><br />Terkadang, ada rasa kangen untuk menjadi seperti dulu. Punya banyak waktu luang untuk melakukan aktivitas yang saya lakukan. Namun saya sadar, saya orang yang sangat terbatas.<br /><br />Saya memang kalah. Kalah memperjuangkan apa yang sempat menjadi "kesukaan" saya. Namun seperti yang saya janjikan kepada si koordinator, <em>port manager</em>, bahwa saya akan mencoba berkontribusi lagi dikala saya sempat.<br /><br />Tapi kok ya saya masih sempat-sempatnya <a href="http://jim.geovedi.com/#mashup">ngeremix</a>. :p<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-1772761059541293886?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/02667821552910185772noreply@blogger.com14tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-1166390543914893492006-12-18T04:21:00.001+07:002008-08-31T01:44:16.775+07:00Soal gerakan "Jangan Komen di Blog Seleb!" dan pengkultusan individu<p>Cukup lama saya absen mengisi blog ini. Selain karena pekerjaan, saya seperti mendapat kendala untuk menulis sampai akhirnya saya menemukan diri saya belum juga dapat memejamkan mata walau saat ini sudah lewat jam 4 pagi dan mendapatkan ide untuk menulis.</p>Baru-baru ini teman-teman di <a href="http://www.id-gmail.info/">Kampung Gajah</a> melakukan gerakan "<a href="http://id-gmail-blog.blogspot.com/2006/12/jangan-komen-di-blog-seleb.html">Jangan Komen di Blog Seleb!</a>". Walaupun sepertinya ini adalah main-main, tapi saya melihat indikasi permasalahan sosial walaupun masih bertaraf kecil.<br /><p>Blog memang termasuk hal baru dalam kehidupan netters Indonesia. Seringkali dijadikan sebagai catatan pribadi seseorang, wadah menuangkan uneg-uneg, sekedar memberikan informasi, dan masih banyak lagi. Pada blog terdapat fitur yang memberikan kesempatan pada pengunjung agar dapat berkomentar atas apa yang telah dipublikasikan oleh sipenulis artikel. Dan seperti ada hukum tidak tertulis bagi pemilik blog yang telah mendapat komentar untuk memberikan komentar balasan pada blog si pemberi komentar. (Kurang lebih sama seperti halnya testimonial pada Friendster).</p>Saya pribadi juga termasuk sering memberikan komentar pada blog yang saya kunjungi walaupun acapkali tidak menggunakan nama asli dan dengan IP address yang berubah-ubah. Namun saya hanya memberikan komentar pada postingan yang memang menurut saya perlu dikomentari saja.<br /><p>Saya mengenal dan punya blog sendiri sejak tahun 2000 dengan alamat yang silih berganti mengingat saya termasuk orang yang malas untuk menulis. Pernah suatu kali, saya menon-aktifkan fasilitas komentar pada blog yang saya miliki karena alasan spam. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena saya berpikir akan sangat bagus jika pengunjung dapat memberikan tanggapan atas apa yang saya tulis, selain mungkin melakukan koreksi atas kesalahan yang telah saya perbuat pada tulisan yang dimuat juga dapat memberikan pengetahuan lain yang sebelumnya tidak saya ketahui.</p>Nah, sekarang kembali pada topik. Satu baris pada link diatas yang telah mendapatkan perhatian saya secara serius.<br /><p></p><blockquote>si X cuma 4 kali komen. si Y 3 kali doank. padahal gw rasanya komen ke blog mereka udah ratusan kali. sombong deh..</blockquote><p></p>Saya yakin si X maupun Y atau siapapun yang dianggap selebriti tersebut benar-benar <a href="http://enda.goblogmedia.com/tentang-blogging-dan-budaya-balasan.html">tidak mempunyai maksud seperti yang dituduhkan</a>. Bukan bermaksud membela, namun saya melihat dari sudut pandang yang lain. Dari sudut pandang X atau Y atau bahkan saya sendiri sebagaimana yang pernah saya alami dahulu.<br /><p>Baik, sebagai ilustrasi, saya pernah terlibat dalam sebuah komunitas lain. Dimana saya, yang tidak pernah bermimpi ataupun mengidam-idamkan, seperti dinobatkan untuk menjadi seorang pakar atau mungkin selebriti. Saya hanya melakukan apa yang menurut saya patut untuk dilakukan dan saya menikmatinya. Tidak lebih dari itu. Jika ternyata memang ternyata saya menjadi lebih banyak dikenal orang lain, saya pikir itu adalah hasil samping atas apa yang saya lakukan.</p>Pernah pada suatu ketika, ada seorang teman yang mengeluh mengapa saya tidak pernah menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan. Dan seperti biasanya, saya hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya pikir perlu dijawab dan selebihnya saya akan mengatakan, "<abbr title="Read the FUCKING manual!">RTFM!</abbr>", ya benar, saya banyak mengatakan itu. Tidak hanya kepadanya tapi juga kesemua orang yang bertanya. Atau saya memilih untuk tidak menjawab sama sekali. Oleh karena itu, saya dikenal sebagai orang yang keras dan arogan. Dan saya menerima anggapan tersebut.<br /><p>Mungkin karena deadline pekerjaannya yang sudah mepet atau sudah malas memanfaatkan mesin pencari, teman tersebut sepertinya tidak puas dengan jawaban "RTFM!" yang saya berikan dan kemudian mulai memberikan komplain. Secara garis besar, komplain yang ia ajukan adalah bahwa saya dengan menjadi semakin dikenal banyak orang lantas mengabaikan para pemula yang mau belajar.</p>Komplain tersebut cukup banyak saya terima, terutama dari mereka yang saya nilai malas untuk berusaha secara mandiri tanpa harus banyak bertanya. Karena banyak dari pertanyaan yang mereka ajukan dapat dijawab jika mereka mau meluangkan waktu sedikit lebih lama dengan mesin pencari.<br /><p>Sepertinya hal saling berbalas komentar dan keharusan untuk menjawab semua pertanyaan adalah hal yang serupa. Hal yang sepertinya dialami oleh mereka yang lebih dikenal oleh publik. Beberapa orang dapat menghadapi hal tersebut dengan baik namun cukup banyak juga orang yang tidak. Dan saya termasuk kategori yang terakhir.</p><br /><p>Berkomentar atau bertanya, seringkali, adalah hal yang baik. Namun jika dilakukan tidak menurut porsinya, secara berlebihan, akan punya dampak yang lain. Dan hal ini, menurut saya, menjadi masalah sosial yang serius. Siapapun orang yang menjadi korban pengkultusan tentunya menjadi dirugikan.</p>Seorang teman baik pernah berkata pada teman yang lain, "It is hard to be <strong>him</strong>", mengenai saya. Dan benar apa yang dikatakannya. Saya teringat atas judul artikel yang ditulis Lois Lane untuk <em>the Daily Planet</em> dan kemudiam memenangkan the Pulitzer pada file <em>Superman Return</em>. Judul artikel tersebut adalah "<strong>Why the World Doesn't Need Superman</strong>". Entah bagaimana otak saya menghubungkannya dengan gerakan yang dilakukan teman-teman di Kampung Gajah, "Jangan Komen di Blog Seleb!".<br /><p>Pesan moral yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini adalah ajakan untuk mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain.</p><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-116639054391489349?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/02667821552910185772noreply@blogger.com12tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-1156345344196171972006-09-02T19:00:00.000+07:002006-09-06T19:23:44.386+07:00Not dead; BusySaya menghilang? Tidak juga.<br /><br />Baru saja selesai dengan konferensi <a href="http://www.bellua.com/bcs/">BCS06</a>. Memberikan presentasi bersama <a href="http://www.snkfnk.com/">Raditya</a> tentang <em>Hacking Satellite</em> dan bertemu dengan teman-teman. Merupakan waktu yang menyenangkan sekaligus melelahkan.<br /><br />Walaupun sudah sering memberikan presentasi di depan publik, saya masih juga grogi di menit-menit pertama. Salah satu cara yang saya lakukan untuk mengatasinya adalah dengan berbicara dengan tenang dan berusaha berinteraksi dengan peserta. Tips lainnya adalah dengan menghindari <em>domestic jokes</em>. Walhasil, setidaknya saya menjadi salah satu pembicara terbaik di konferensi tersebut walaupun terpaksa tidak dapat menerima hadiah dikarenakan saya adalah salah satu anggota <em>program committee</em> dan juga termasuk yang punya hajatan (yeah.. yeah.. yeah!).<br /><br />Sebenarnya hal yang paling berkesan adalah <em>post conference party</em> pada setiap konferensi. Pada BCS06 kali ini, <em>post conference party</em>-nya diadakan di Red Square, Plaza Arcadia, Senayan. Dapat dikatakan bahwa mereka yang hadir waktu itu pulang dalam keadaan mabuk berat atau setidaknya sedikit <em>tipsy</em>. <br /><br />Keesokan harinya mungkin adalah hari terberat yang pernah saya alami. Sekembalinya ke kamar hotel pukul 5 pagi, saya masih harus mengerjakan sebuah <em>progress report</em> yang akan dipresentasikan kepada klien pada siang harinya. Senang semuanya dapat berjalan lancar sehingga pada hari sabtu dan minggu saya dapat membalaskan dendam untuk beristirahat penuh di rumah.<br /><br />Anyway, pagi ini saya harus terbang ke Surabaya untuk melakukan audit di kantor cabang salah satu klien. Di bulan ini juga saya akan ada di Kuala Lumpur untuk konferensi <a href="http://conference.hackinthebox.org/">Hack In The Box</a>, memberikan pelatihan tentang <em>Wireless Security</em> dan juga memberikan presentasi tentang <em>Hacking Satellite</em>. Lalu sekembalinya dari sana, harus terbang lagi ke sebuah tempat di Kalimantan untuk melakukan audit di klien yang lain.<br /><br />Sepertinya rutinitas ini masih akan berlanjut setidaknya sampai akhir tahun.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-115634534419617197?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/02667821552910185772noreply@blogger.com11tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-1154178714491554842006-07-29T20:09:00.000+07:002006-08-07T02:43:10.180+07:00Ketika laki-laki membahas PMSHubungan yang erat sangat tergantung pada sebuah komunikasi yang terbuka dan transparan. Terkadang kita, baik laki-laki maupun perempuan, menghadapi masalah mengekspresikan perasaan yang dimiliki. Ketika gagal melakukannya, maka dampak negatif secara psikologis dapat dengan segera dirasakan. Dan tersebutlah sebuah sindrom bernama PMS (Pre-menstrual Syndrome) yang seringkali mendatangi perempuan setiap bulannya. Sindrom ini dapat mengakibatkan masalah bagi sebuah hubungan laki-laki dan perempuan.<br /><br />Karena rasa penasaran, saya coba mencari informasi lebih detail dari Internet tentang PMS dan postingan berikut ini adalah rangkuman informasi yang berhasil saya dapatkan.<br /><br />PMS sudah ada selama perempuan itu ada. Walaupun tingkat dan gejalanya bervariasi, PMS memberikan dampak yang mempengaruhi pikiran, perasaan dan tindakan bagi mereka yang mengalaminya. Ada <a href="http://jrscience.wcp.muohio.edu/Research/HNatureProposalsArticles/HAYSFinalReport--PMS.Fact.html">survey</a> yang menyebutkan bahwa kurang-lebih 10% dari perempuan yang terkena sindrom ini mengalami masalah yang menyebabkan mereka tidak dapat beraktifitas dengan baik. <br /><br />PMS memberikan kontribusi terhadap perceraian, penganiayaan anak, penggunaan alkohol, penghambatan kinerja dan kecelakaan. PMS adalah fenomena yang sering disepelekan dan disalah-artikan yang ternyata punya dampak yang cukup serius pada kehidupan seseorang dan orang lain disekitar.<br /><br />Mahluk hidup mempunyai berbagai jenis reproductive symptoms. Sebagai contoh adalah burung. Burung adalah mahluk hidup yang mereproduksi menggunakan <em>Breeding periods</em>. Yang berarti mereka hanya subur pada masa-masa tertentu setiap tahunnya, musim semi sebagai contoh. Banyaknya jam di siang hari dapat digunakan sebagai pertanda kapan burung-burung dapat bereproduksi.<br /><br />Beberapa mahluk hidup lainnnya bereproduksi dengan <em>External stimuli</em>: sebuah hal eksternal yang menjadi trigger dalam ovulasi. Setelah menjalani aktifitas seksual dengan pasangannya, mahluk betina akan berovulasi.<br /><br />Tipe ketiga adalah <em>Spontaneous ovulation</em> dimana mahluk hidup dapat bereproduksi pada waktu-waktu tertentu secara berulang. Menstruasi adalah conton dari <em>Spontaneous ovulation</em>. Semua mamalia mengalami fase menstruasi.<br /><br />Perempuan mengalami apa yang disebut <em>cryptic ovulation</em>, dimana ada fase menstrual yang disembunyikan ketika sedang mengandung. Seorang pakar mengklaim bahwa hal tersebut adalah penyebab dimana para laki-laki akan menghabiskan waktunya untuk tinggal bersama dengan pasangannya, walaupun ia tidak yakin bahwa bayi yang dikandung sang perempuan adalah anak hasil proses seksual antara ia dan pasangan. Ini adalah hal yang menguntungkan bagi para perempuan karena perempuan dianggap menerima sebuah <em>high male parental investment</em>.<br /><br />Siklus menstrual perempuan terdiri dari empat bagian: <em>the follicular</em> (selama 10-14 hari), <em>luteal</em> (selama 8-10 hari), <em>premenstrual</em> (selama 4-6 hari) dan <em>menstrual phases</em> (selama 3-7 hari). Lamanya sebuah fase sangat tergantung pada hormon-hormon yang terdapat pada tubuh si perempuan seperti hormon FSH dan LH (luteinizing hormone).<br /><br /><strong>Update:</strong> Lamanya setiap fase dapat berubah-ubah. Perempuan yang mengalami stress atau sakit dapat mengalami fase yang lebih lama dari yang seharusnya. (Thanks <em>numpang lewat</em> dan <em>lola</em> atas informasinya)<br /><br /><em>"Man is born to suffer, but woman is born to suffer more" - or so the saying goes</em>.<br /><br />Mungkin sudah waktunya kita memahami realitas psikologis dari PMS. Kegagalan untuk memiliki pemahaman yang jelas dan lengkap terhadap PMS dikarenakan tidak adanya penjelasan yang akurat tentang deskripsi dari SEMUA perempuan menderita akibat PMS. Kurangnya gizi dan rendahnya kadar gula pada darah juga dihubungkan dengan PMS.<br /><br />Seorang teman perempuan bercerita kepada saya bagaimana gejala-gejala yang dihadapi olehnya ketika mengalami PMS. <blockquote>"Tete gue pasti kenceng dan sakit kalo kesentuh. Pinggang belakang mulai gak enak... duduk salah... berdiri salah... tidur salah... Emosi gak karuan, mulai dari mellow banget, semangat banget atau bahkan temper banget".</blockquote><strong>Update:</strong> Komentar dari <a href="http://endhoot.blogspot.com/">endhoot</a> di <a href="http://wiki.id-gmail.info/Arisan">arisan</a>, <blockquote>"Yang jelas sih... woman is a complicated creature.... it's hard to understand her. Tapi aku ga pake sakit2 kok kalo pas dan akan. Biasa wae. Katanya kalo pas mau dan pas dapet ga pake sakit, katanya ntar kalo ngelahirin sakit banget.... hiiiiiiii.... Paling kayak rada2 mules di bagian bawah perut. Tuh pas kemaren di dufan pas hari 3 ato 4 gitu...cuek kan? Tapi mungkin emang stamina jadi agak turun aja dan biasanya menjelang dapet tuh stamina lebih turun lagi... rentan dapet sakit...".</blockquote>Puluhan dan mungkin ratusan gejala yang dialami perempuan dapat diasosiasikan dengan PMS. Gejala-gejala tersebut bervariasi lama dan tingkatannya pada setiap perempuan dari bulan ke bulan. Dan tentunya faktor usia juga berpengaruh sangat besar. Kurangnya gizi dan rendahnya kadar gula pada darah juga dihubungkan dengan PMS.<br /><br />Kita semua bereaksi secara psikologi dan fisik terhadap setiap proses kemikal yang terjadi pada tubuh. Namun seringkali kita tidak paham terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan, terhadap orang lain, sebagai proses reaksi setiap proses kemikal tersebut. <br /><br />Ratusan juta perempuan menderita akibat PMS. Dan tentunya tidak hanya mereka yang menjadi korban, ratusan juta lainnya yang menyayangi mereka juga menderita sebagaimana PMS mempengaruhi hubungan dan kehidupan personal. <br /><br />Tidak ada formula jitu yang mampu melenyapkan gejala PMS. Namun tips dari familydoctor.org untuk <a href="http://familydoctor.org/141.xml">melakukan kontrol PMS</a> mungkin dapat digunakan sebagai acuan bagi mereka yang mengalami PMS. Secara singkat dan bebas, saya rangkum sebagai berikut:<br /><ul><li>Perbanyak makanan karbohidrat kompleks (seperti nasi, roti, pasta, dll), serat dan protein. Kurangi gula dan lemak.</li><li>Hindari garam selama beberapa hari terakhir.</li><li>Kurangi mengkonsumsi kafein dan alkohol.</li><li>Sering berolahraga secara berkala</li><li>Tetap menjaga aktifitas makan, tidur dan olahraga secara regular.</li><li>Mencoba menjadwalkan aktifitas yang berat seminggu setelah mengalami masa period.</li></ul><br />Sedangkan bagi mereka yang tidak mengalami PMS namun seringkali terkena dampaknya? Saya hanya bisa menyarankan untuk lebih bersabar dan mencoba untuk lebih mengerti kesusahan yang mereka alami.<br /><br />Buat mereka yang berhubungan baik sebagai suami-istri atau pacaran. Coba berbagi jadwal menstruasi dengan pasangan dan membahas soal aktifitas atau tindakan yang sebaiknya dilakukan atau tidak dilakukan. Seperti kata pembuka pada postingan ini, hubungan yang erat sangat tergantung pada sebuah komunikasi yang terbuka dan transparan.<br /><br /><strong>Anda punya tips menghadapi PMS?</strong> Mungkin bisa meluangkan waktu dengan berbagi tips tersebut disini.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-115417871449155484?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/02667821552910185772noreply@blogger.com25tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-1152696356017717372006-07-12T15:59:00.000+07:002006-07-12T17:21:24.693+07:00Hyperrealiving, sebuah fenomenaBaru belakangan saya menyadari bahwa saya (secara personal) dijadikan bahan untuk sebuah tulisan yang baru saja diselesaikan oleh <a href="http://www.friendster.com/6584036">Benno Rama Dian</a>, seorang arsitek dan juga teman dekat yang selama dua minggu terakhir dikejar-kejar deadline penulisan makalah untuk sebuah seminar tentang arsitektur. Dan baru tadi siang saya menerima salinan tulisan yang dibuatnya. Sambil membaca (dan tersenyum sendirian), saya menemukan tulisan tersebut sangat menarik.<br /><br />Oleh Benno, tulisan tersebut diberinya judul <strong>Hyperrealiving</strong>, <em>the Altered State of Metropolitan Life Style in the Developing Country</em>. Terus terang, kata <em>Hyperrealiving</em> masih terasa sangat asing terdengar. Namun setelah membaca tulisan tersebut, barulah saya memahami konteks yang dibahas secara global. Tulisan tersebut membahas fenomena <em>postmodern living</em> diabad ke-duapuluhsatu yang berhubungan dengan pemilihan model arsitektur dan desain. Di dalam tulisan tersebut juga dibahas soal bagaimana <em>local underground-distros</em> dan produk-produk <em>hegemony</em> buatan China yang berusaha menyaingin <em>branded items</em>.<br /><br />Pada tulisan tersebut saya dijadikan contoh kasus sebagai orang IT kebanyakan (walau sepintas terlihat agak berlebihan, hehe..) yang menikmati (dan juga memproduksi sendiri) musik digital mencoba menjelaskan tentang bagimana suasana rumah yang ideal. Dan berdasarkan kenyataan <em>hyperrealiving</em> yang sering ditemukan juga pada <em>young professionals</em>, Benno mencoba merumuskan desain rumah yang sekiranya ideal.<br /><br />Menurut rencana, Benno akan mempresentasikan makalah tersebut disebuah acara yang akan digelar di <a href="http://www.itb.ac.id/">ITB</a> dalam waktu dekat. Dan saya juga diminta untuk membantunya dalam memberikan presentasi. Sempat tercetus ide untuk melakukan live PA singkat sebagai intro, hehehe..<br /><br />Tulisan Benno dapat didownload di <a href="http://magnesium.net/~negative/citations/Hyperrealiving_v2.1.pdf">sini</a>.<br /><br />Bicara soal kutip-mengutip. Saya baru menemukan bahwa salah satu tulisan untuk media lokal, telah dikutip dalam sebuah paper yang berjudul <a href="http://www.zukrowska.inf.pl/ksiazki/CFSP.pdf">Europe and Complex Security Issues</a> (<a href="http://magnesium.net/~negative/citations/CFSP.pdf">mirror</a>). Sepertinya si penulis telah salah mengartikan maksud tulisan saya.<br /><br />Selain itu ada beberapa orang peneliti di AT&T dan University of Arizona yang mengutip sebuah proyek yang pernah saya kerjakan beberapa tahun silam dan kemudian dimasukkan kedalam sebuah tulisan yang diberi judul <a href="http://www.research.att.com/~trevor/papers/dsn2005.pdf">Authenticated System Calls</a> (<a href="http://magnesium.net/~negative/citations/dsn2005.pdf">mirror</a>).<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-115269635601771737?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/02667821552910185772noreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-1152515434766557062006-07-10T13:53:00.000+07:002007-03-07T08:35:41.187+07:00Demo album: Free, Functional, SecureKalaupun ada yang harus dijadikan kambing hitam (menjadi yang disalahkan kalau ternyata ada yang salah, hehe..), maka tidak lain adalah anak-anak <a href="http://www.id-gmail.info/">Kampung Gajah</a>. Mengapa begitu? Karena mereka yang telah mendukung saya untuk membuat materi lagu baru. <br /><br />Saat ini, baru tiga lagu yang dirasa sudah cukup memadai untuk dianggap sebagai demo walaupun belum melalui proses mixing yang serius.<br /><br />Untuk demo album ini, saya beri nama <strong>Free, Functional, Secure</strong>. Saya memang rada <em>nyeleneh</em> soal pemberian nama. Untuk judul album, saya <em>comot</em> dari tulisan yang tertera di kotak CD instalasi OpenBSD 3.6. Sedangkan untuk judul lagu-lagunya, lebih kacau lagi...ada yang dari tulisan yang tertera di botol minuman, lalu ada sebuah program standar di Mac OS X, sampai pernyataan yang dirasa <em>ngaco</em>.<br /><br />Daftar lengkapnya sebagai berikut:<br /><strong>Jim Geovedi - Free, Functional, Secure</strong><br />01. Finder (<a href="http://jim.geovedi.com/noise/Jim_Geovedi/Free,_Functional,_Secure/01_Finder.mp3">Download</a>)<br />02. Sumpah, Ini Bukan Lagu Mellow (<a href="http://jim.geovedi.com/noise/Jim_Geovedi/Free,_Functional,_Secure/02_Sumpah,_Ini_Bukan_Lagu_Mellow.mp3">Download</a>)<br />03. 20 oz (<a href="http://jim.geovedi.com/noise/Jim_Geovedi/Free,_Functional,_Secure/03_20_oz.mp3">Download</a>)<br /><br />Jauh berbeda dari lagu-lagu yang sebelumnya saya buat, entah kenapa kali ini saya bisa menjamin bahwa lagu-lagu tersebut tidak akan membuat telinga Anda kesakitan atau merusak speaker Anda (kecuali speaker tersebut sudah rusak terlebih dahulu!)<br /><br />Jadi, silakan mendownload dan jangan lupa untuk memberikan komentar di sini. Jika dirasa perlu, silakan disebarluaskan. Berhubung saya tidak peduli dengan copyright, jadi sepertinya Anda bebas berbuat apapun namun jika memungkinkan saya diberitahu apa yang sudah Anda lakukan atas lagu-lagu tersebut.<br /><br />(Ucapan terimakasih juga ditujukan kepada Indra Kusuma dan Indika.NET.ID yang sudah berbaik hati memberikan tumpangan hosting)<br /><br /><em>Note</em>: Keseluruhan track dibuat dengan menggunakan <a href="http://www.ableton.com/">Ableton Live 5</a>.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-115251543476655706?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/02667821552910185772noreply@blogger.com17tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-1151835822301176742006-07-02T17:21:00.000+07:002006-07-02T18:28:39.500+07:00Soal kolom agama di KTP atau identitas lainnyaTanpa sengaja setelah memperhatikan bungkus gorengan yang baru saja saya nikmati, saya menemukan bahwa kertas yang digunakan sebagai bungkus adalah formulir Berita Acara Penahanan Kepolisian. Baru pertama kali saya melihat formulir tersebut mengingat saya belum pernah berurusan dengan Polisi sampai sebegitu jauh. Namun ada hal lain yang menyita perhatian saya pada formulir tersebut yaitu adanya kolom Agama. Mengapa perlu disertakannya identitas agama seseorang yang ditahan pada formulir tersebut? Saya mulai mencari tahu soal tersebut sehingga sampai akhirnya saya menemukan topik yang berkaitan yaitu soal kolom agama di KTP.<br /><br />Sebentar kemudian saya melakukan pencarian di Google dengan keywords "<a href="http://www.google.com/search?q=%22agama+di+KTP%22"><em>agama di KTP</em></a>", ternyata hal tersebut sudah lama menjadi bahan diskusi di Indonesia. Mulai dari adanya <a href="http://www.polarhome.com/pipermail/nusantara/2002-November/000699.html">usulan NU</a> soal penghapusan kolom agama di KTP, <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/tgl/08/time/084348/idnews/590022/idkanal/10">komentar Menteri Agama Maftuh Basyuni</a> yang menjelaskan pentingnya kolom tersebut, <a href="http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=278">wawancara dengan Chandra Setiawan</a> yang menyatakan bahwa agama tidak perlu pengakuan dari negara, sampai <a href="http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=1957&sid=ff334c66bbac7e819820f93073087ea3">petisi untuk menghapus kolom tersebut</a> oleh National Integration Movement.<br /><br />Beberapa pokok pemikiran menarik dari beberapa sumber yang diperoleh diatas:<br /><ul><br /><li>Prof. Dawam Rahardjo menegaskan bahwa kolom agama yang ada di KTP adalah salah satu bentuk pelanggaran HAM.</li><br /><li>Juga menurut beliau, tidak adanya pengertian yang benar tentang Agama, terutama oleh pemerintah. Agama didefinisikan sebagai suatu doktrin yang percaya pada Tuhan yang berpribadi, Nabi, Kitab Suci, dsb. Definisi ini jelas merupakan definisi yang diambil dari kacamata/pandangan orang beragama Islam atau Kristen.</li><br /><li>Informasi munculnya aturan agama diakui negara atau tidak dimulai pada tahun 1978, dimana Menteri Dalam Negeri pernah mengeluarkan surat edaran mengenai tata cara pengisian kolom agama di KTP. Disebutkan, bahwa hanya lima agama yang diakui resmi oleh pemerintah. Bagaimana KTP mereka yang menganut selain lima agama itu? Di KTP mereka dicantumkan tanda buka kurung, lalu strip, lalu tutup kurung. Seperti ini: ( -- ). Ketentuan seperti itu, sebetulnya sudah dicabut pada 31 Maret tahun 2000 yang lalu.</li><br /><li>Henney Sumali SH, Ketua Yayasan Kanisah Orthodox Syria berpendapat bahwa agama dan negara harus terpisah. "Agama itu urusan private (pribadi), jangan sampai negara menentukan apa yang harus dipercayai dan tidak. Kalau ada institusionalisasi agama atau bukan, sebaiknya diserahkan pemeluknya.</li><br /><li>Menteri Agama Maftuh Basyuni menjelaskan bahwa kolom agama di KTP diantaranya berfungsi untuk penguburan dan perkawinan.</li><br /></ul>Kemudian, saya iseng bertanya dengan seorang teman tentang hal ini. Menurutnya, ia tidak mempunyai masalah ada atau tidaknya kolom agama di KTP. Agama atau kepercayaan adalah identitas seseorang sehingga tidak perlu malu untuk disebutkan di KTP. Kemudian ditambahkan, ketidakterikatan dengan jumlah agama yang diakui adalah prasyaratnya. Dicontohkan, jika seseorang adalah humanis, ya sebaiknya ditulis humanis, atau seseorang yang memeluk taois ya ditulis taois dan bukan buddhis. Prasyarat tersebut membuat seseorang tidak lagi malu untuk menyantumkan agamanya di KTP. Ia juga bercerita tentang bagaimana isu serupa terjadi di Inggris beberapa tahun silam. Pertanyaan <em>What is your religion?</em> baru sah keluar sebagai pertanyaan sensus tahun 2000 setelah mengalami perdebatan yang serius. Di sana, agama juga dianggap sebagai masalah personal, namun di sisi lain agama merupakan sebuah institusi sosial.<br /><br />Sampai saat ini, saya termasuk orang yang enggan untuk mengisi kolom agama diformulir apapun. Menurut saya, agama adalah hal personal. Bukan hak orang lain apakah saya menganut suatu agama atau tidak sama sekali. Namun penjelasan yang diberikan Menteri Agama Maftuh Basyuni soal perlunya kolom agama di KTP untuk keperluan penguburan seseorang membuat saya berpikir kembali. Jika alasannya demi perkawinan, saya sudah apatis tanpa perlu panjang-lebar menjelaskan. Namun ada hal lain dari penjelasan Menteri Agama tersebut, seberapa jauh seeorang <em>concern</em> dengan cara penguburannya sendiri nanti? Jika dipikirkan secara logis, apakah mungkin setelah meninggal dunia seseorang akan protes jika ia <em>dikubur kucing</em>?<br /><br />Dari hasil <em>searching</em> tadi saya juga menemukan <a href="http://www.geocities.com/Area51/Dunes/5591/diskusi/agnostic.htm">hal lain</a> yang cukup menarik yaitu soal pemikiran Socrates tentang republik yang demokratis; sampai sekarang ini, belum ada negara demokrasi yang terlepas dari konsep ketuhanan. Pemisahan agama dan negara tidak menolak adanya konsep ketuhanan, tapi mengenal bahaya penyelewengan.<br /><br />Saya tahu soal pencantuman kolom agama di KTP tetap akan menjadi <em>topik karet</em> yang tak kunjung berkesudahan untuk dibahas. Namun, bagaimana pendapat Anda?<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-115183582230117674?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/02667821552910185772noreply@blogger.com12tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-1151487753936465832006-06-28T16:13:00.000+07:002006-07-18T18:18:12.036+07:000628: Just another day to rememberBenar, kira-kira lebih dari duapuluh tahun lalu saya dilahirkan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini saya mendapatkan banyak sekali kejutan dari orang-orang yang dekat, pernah dekat, atau sekadar SKSDwan/wati. Ucapan selamat paling meriah saya dapatkan dari warga <a href="http://www.id-gmail.info/">Kampung Gajah</a> dan <a href="http://corebsd.or.id/">CoreBSD</a>. Demikian pula halnya dengan kado, mulai dari DVD player, setelan jas, satu selop rokok Sampoerna A Mild, beberapa CD audio, namecard holder, dan lain-lain.<br /><br />Dari semua keceriaan tersebut, saya merasa sangat bersyukur atas beberapa hal yang telah saya capai dalam kurun waktu satu tahun terakhir, seperti dalam hal pekerjaan atau aktivitas lainnya, juga dalam hal <u>hubungan sosial</u>. Mengapa hal terakhir saya garis bawahi? Saya (pernah) merasa canggung dalam bersikap ketika saya berada ditengah-tengah komunitas. Dalam berbagai kesempatan, saya sebisa mungkin memilih untuk menghindari segala bentuk kontak sosial yang sifatnya langsung, <em>KOPDAR</em> sebagai contohnya. Atau saya cenderung bersifat dingin terhadap orang yang belum begitu saya kenal. Dengan banyaknya ucapan selamat (beserta kado) yang saya terima, saya pikir saya sudah cukup banyak berubah. <br /><br />Saya jadi teringat masa-masa saya masih tinggal di Bandung beberapa tahun silam, ruang gerak saya setiap hari hanya memiliki radius 50-150 meter. Paling jauh ke warung seberang kiri jalan untuk beli rokok, atau seberang kanan jalan untuk pesan makan malam. Kondisi tersebut saya <em>nikmati</em> selama kurang lebih 3 tahun. Oh, tentunya, saya berstatus jomblo--memangnya ada cewek yang mau kalau setiap kali diajak jalan saya selalu menjawab, <em>males ah!</em>.<br /><br />Kembali ke soal saya yang <em>katanya</em> lahir pada hari ini (saya hanya diberitahu orangtua bahwa saya lahir tanggal sekian bulan sekian dan tahun sekian), harus memulai hari dengan berat. Bangun pagi-pagi sekali (terimakasih kepada "C" si nona manis yang sudah berbaik hati menjadi morning caller--<em>saya paling susah bangun pagi</em>), dan kemudian harus pergi ke kantor klien untuk melakukan presentasi. Oh ya, <em>PERTAMA KALINYA GUE PAKE SETELAN JAS KOMPLIT</em>. Untungnya tidak ada yang mengambil screenshot karena saya nyamar sebagai <em>Bambang</em>.<br /><br />Mengutip apa yang dituliskan oleh seseorang kepada saya pada kartu ucapan yang diberikan... "<em>Fear less, hope more; Whine less, breathe more; Talk less, say more; Hate less, love more... and all good things are yours forever</em>". Semoga bisa menjadi lebih nyata lagi. :-)<br /><br />Tidak lupa, saya juga ingin mengucapkan selamat ulangtahun kepada <a href="http://fusion.head.bz/">Doni Kristian Dachi</a>, <a href="http://matacahaya.blogsome.com/">Adiskiya Rinintasari</a>, dan <a href="http://www.bukrie.com/">Budi "Bukrie" Nusyirwan</a>.<br /><br /><u>Update</u>: Saya juga <a href="http://jim.geovedi.com/wishlist.txt">narsis</a>.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-115148775393646583?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/02667821552910185772noreply@blogger.com24tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-1150816245721656592006-06-20T22:02:00.000+07:002006-07-18T18:18:58.946+07:00My personal music chart<a title="The Crystal Method - Legion of Boom - 127 Plays" href="http://www.last.fm/music/The+Crystal+Method/Legion+of+Boom"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B0000X7KD2.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Mirwais - Production - 90 Plays" href="http://www.last.fm/music/Mirwais/Production"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B000059T41.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Sasha - Airdrawndagger - 81 Plays" href="http://www.last.fm/music/Sasha/Airdrawndagger"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B00006BXG5.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Sasha - Involver - 65 Plays" href="http://www.last.fm/music/Sasha/Involver"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B00020H9ZW.01._SCMZZZZZZZ_.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="ATB - Seven Years - 40 Plays" href="http://www.last.fm/music/ATB/Seven+Years"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B000B8I8VE.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Daft Punk - Daft Club - 34 Plays" href="http://www.last.fm/music/Daft+Punk/Daft+Club"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B0000TI3Z0.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="The Crystal Method - Community Service - 33 Plays" href="http://www.last.fm/music/The+Crystal+Method/Community+Service"><img src="http://static.last.fm/coverart/130x130/1416531.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Röyksopp - The Understanding - 28 Plays" href="http://www.last.fm/music/R%C3%B6yksopp/The+Understanding"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B0009RQRP6.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Tiësto - Parade of the Athletes - 24 Plays" href="http://www.last.fm/music/Ti%C3%ABsto/Parade+of+the+Athletes"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B000641ZKO.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Daft Punk - Discovery - 24 Plays" href="http://www.last.fm/music/Daft+Punk/Discovery"><img src="http://static.last.fm/coverart/130x130/2026317.gif" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="UNKLE - Psyence Fiction - 20 Plays" href="http://www.last.fm/music/UNKLE/Psyence+Fiction"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B00000AFK4.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Tiësto - Just Be - 20 Plays" href="http://www.last.fm/music/Ti%C3%ABsto/Just+Be"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B00022XO9U.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="The Crystal Method - Vegas - 19 Plays" href="http://www.last.fm/music/The+Crystal+Method/Vegas"><img src="http://static.last.fm/coverart/130x130/1416533.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Daft Punk - Human After All - 17 Plays" href="http://www.last.fm/music/Daft+Punk/Human+After+All"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B0007DAZW8.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Richard Devine - Asect:Dsect - 17 Plays" href="http://www.last.fm/music/Richard+Devine/Asect%3ADsect"><img src="http://static.last.fm/coverart/130x130/1427559.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="LCD Soundsystem - LCD Soundsystem - 16 Plays" href="http://www.last.fm/music/LCD+Soundsystem/LCD+Soundsystem"><img src="http://static.last.fm/coverart/130x130/1422107.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="KoЯn - Life Is Peachy - 15 Plays" href="http://www.last.fm/music/Ko%D0%AFn/Life+Is+Peachy"><img src="http://images-eu.amazon.com/images/P/B0000277SS.02.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Armin van Buuren - Shivers - 14 Plays" href="http://www.last.fm/music/Armin+van+Buuren/Shivers"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B000A2H7E0.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Marilyn Manson - Antichrist Superstar - 14 Plays" href="http://www.last.fm/music/Marilyn+Manson/Antichrist+Superstar"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B000001Y2U.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Hyponemesis - Anjing Loe Semua! - 13 Plays" href="http://www.last.fm/music/Hyponemesis/Anjing+Loe+Semua%21"><img src="http://static.last.fm/coverart/130x130/2421113.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="The Prodigy - Always Outnumbered, Never Outgunned - 13 Plays" href="http://www.last.fm/music/The+Prodigy/Always+Outnumbered%2C+Never+Outgunned"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B0002M5T16.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Marilyn Manson - The Golden Age of Grotesque - 13 Plays" href="http://www.last.fm/music/Marilyn+Manson/The+Golden+Age+of+Grotesque"><img src="http://static.last.fm/coverart/130x130/1416155.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Armin van Buuren - 76 - 12 Plays" href="http://www.last.fm/music/Armin+van+Buuren/76"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B0000C3I4C.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Rob Zombie - American Made Music to Strip By - 12 Plays" href="http://www.last.fm/music/Rob+Zombie/American+Made+Music+to+Strip+By"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B00002DDPD.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Coldplay - X&amp;Y - 12 Plays" href="http://www.last.fm/music/Coldplay/X%2526Y"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B0006L16N8.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Aphex Twin - Richard D. James Album - 10 Plays" href="http://www.last.fm/music/Aphex+Twin/Richard+D.+James+Album"><img src="http://images-eu.amazon.com/images/P/B000006Z4J.02.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Röyksopp - Melody A.M. - 9 Plays" href="http://www.last.fm/music/R%C3%B6yksopp/Melody+A.M."><img src="http://images.amazon.com/images/P/B0000CBL96.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="The Chemical Brothers - Push the Button - 9 Plays" href="http://www.last.fm/music/The+Chemical+Brothers/Push+the+Button"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B0006V6TK8.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Richard Devine - Lipswitch - 9 Plays" href="http://www.last.fm/music/Richard+Devine/Lipswitch"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B00005Y7VZ.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="The Prodigy - Wind It Up (Rewound) - 8 Plays" href="http://www.last.fm/music/The+Prodigy/Wind+It+Up+%28Rewound%29"><img src="http://ec1.images-amazon.com/images/P/B000007339.01._SCMZZZZZZZ_.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Venetian Snares - Huge Chrome Cylinder Box Unfolding - 6 Plays" href="http://www.last.fm/music/Venetian+Snares/Huge+Chrome+Cylinder+Box+Unfolding"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B0001Z64XQ.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Marilyn Manson - Mechanical Animals - 5 Plays" href="http://www.last.fm/music/Marilyn+Manson/Mechanical+Animals"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B00000AFGM.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Junkie XL - Saturday Teenage Kick - 5 Plays" href="http://www.last.fm/music/Junkie+XL/Saturday+Teenage+Kick"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B000005ZE4.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="The Prodigy - Voodoo People - 4 Plays" href="http://www.last.fm/music/The+Prodigy/Voodoo+People"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B000007338.01._SCMZZZZZZZ_.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><a title="Venetian Snares - Songs About My Cats - 3 Plays" href="http://www.last.fm/music/Venetian+Snares/Songs+About+My+Cats"><img src="http://images.amazon.com/images/P/B00005B3Y9.01.MZZZZZZZ.jpg" style="width:50px; height:50px; border:0;"/></a><br /><br />Sekadar berbagi tentang jenis musik yang biasa saya dengarkan sehari-hari. <br /><br />Oh ya, kalau kamu suka musik elektronik, jangan lupa untuk mendownload dan mendengarkan Hyponemesis album "<a href="http://www.archive.org/details/SOUTHBREAK-2006-001/">Anjing Loe Semua</a>" dan "<a href="http://www.archive.org/details/SOUTHBREAK-2006-002/">Bukan Musik Yang Enak Buat Didengerin</a>". Free!<br /><br />Jangan lupa untuk memberikan komentar. Saya suka menerima feedback.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-115081624572165659?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/02667821552910185772noreply@blogger.com3tag:blogger.com,1999:blog-29954061.post-1150750427752041582006-06-20T03:53:00.000+07:002006-06-20T05:05:57.233+07:00To blog or not to blogSebenarnya saya sudah cukup lama mengenal blog kira-kira 6 tahun yang lalu, tidak lama ketika <a href="http://www.pyra.com">Pyra</a> mengumumkan layanan gratis <a href="http://www.blogger.com/">Blogger</a> dan tentunya jauh sebelum <a href="http://www.google.com/">Google</a> membelinya. <br /><br />Saya termasuk orang yang malas untuk menulis secara teratur. Dan terhitung dengan blog baru ini, sekurang-kurangnya saya pernah punya kurang lebih 10 buah blog baik menggunakan layanan gratisan seperti ini, bahkan membuat sendiri aplikasinya dengan menggunakan PHP dan MySQL.<br /><br />Walaupun malas menulis, bukan berarti saya termasuk orang yang jauh dari dunia blog karena saya termasuk rajin untuk memeriksa postingan terbaru dari beberapa weblog, sebut saja blog soal keamanan informasi milik <a href="http://schneier.com/blog/">Bruce Schneier</a>, blog seputar desain milik <a href="http://www.hicksdesign.co.uk/journal/">Jon Hicks</a>, blog milik seorang teman (yang sampai sekarang belum pernah bertemu muka secara langsung), <a href="http://www.priyadi.net/">Priyadi</a>, blog milik teman yang lain yang katanya adalah Bapak Blog Indonesia, <a href="http://enda.goblogmedia.com/">Enda Nasution</a>.<br /><br />Ya sudah, saya tidak akan berjanji apakah saya akan mulai rajin menulis di sini ataukah ini hanya postingan pertama dan terakhir. Silakan ditunggu saja.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29954061-115075042775204158?l=geovedi.blogspot.com'/></div>Jim Geovedihttp://www.blogger.com/profile/02667821552910185772noreply@blogger.com8