<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572</id><updated>2009-11-08T07:34:58.243-08:00</updated><title type='text'>Setitik tinta dari pena sejarah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>126</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-786812504962864884</id><published>2009-11-04T20:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T20:24:24.461-08:00</updated><title type='text'>Karunia Allan yang terindah</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_m4Dt3-IdwdA/SvJTef_Uw6I/AAAAAAAAAF0/Og6bKIHj1hk/s1600-h/05112009045-764463.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_m4Dt3-IdwdA/SvJTef_Uw6I/AAAAAAAAAF0/Og6bKIHj1hk/s320/05112009045-764463.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400470686618928034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Inilah karunia Allah yang terindah, anak kami yang pertama. &lt;br&gt;Alhamdulillah lahir dengan selamat dan sehat pada hari kamis, 5 november 09, pada pukul 05 dini hari. Dari anak ini kami belajar banyak hal, salah satunya tentang penderitaan ibu kami dulu ketika mau melahirkan (kami belajar ini dari sulitnya proses kelahirannya. Dua hari dua malam kontraksi). Terima kasih, Allah, telah memberikan anak yang hebat, kuat, cakep. Semoga jadi anak shaleh pinter dan bermanfaat. Terima kasih, dik, atas semuanya. Sekarang kau telah memberikan banyak sekali pelajaran kepada kami. Semoga kelak kau dapat memberikan pelajaran kebaikan pada sebanyak-banyaknya manusia. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-786812504962864884?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/786812504962864884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=786812504962864884' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/786812504962864884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/786812504962864884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/11/karunia-allan-yang-terindah.html' title='Karunia Allan yang terindah'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_m4Dt3-IdwdA/SvJTef_Uw6I/AAAAAAAAAF0/Og6bKIHj1hk/s72-c/05112009045-764463.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-710661080185768186</id><published>2009-10-26T18:56:00.001-07:00</published><updated>2009-10-26T18:56:40.417-07:00</updated><title type='text'>Jurang kesiapan</title><content type='html'>Ilustrasi 1&lt;br&gt;Sejak SD dulu, setiap malam minggu saya selalu nglurug ngaji di desa istri saya. Ketika itu, saya melihat ada keluarbiasaan dalam semangat warga desa dalam melaksanakan agama. Masjid selalu penuh dengan anak muda, seusia saya (ketika itu), seadik saya, di atas saya, bapak-bapak, dan ibu-ibu. Semuanya semangat shalat 5 waktu di masjid. Selain itu, suasana sehari-hari juga sangat islami. Ibu-ibu dan remaja putri hampir semuanya berjilbab. Pengajian ada untuk semua level usia, mulai dari pengajian anak-anak, pra remaja, remaja, bapak-bapak, dan ibu-ibu. Dan semuanya ramai. Ah, indahnya suasana saat itu.&lt;p&gt;Akan tetapi, kini suasananya begitu berbeda. Masjid isinya sama dengan masjid yang lain. Hampir semuanya orang tua. Jilbab sudah mulai dilupakan orang. Pinjam istilahnya pak tifatul, si presiden pks, jilbab kini dianggap hanya selembar kain yang tidak perlu dipermasalahkan.&lt;p&gt;Pertanyaan: mengapa mereka begitu mudah dan siap menerima perubahan ke arah yang tidak baik itu? Dalam waktu yang relatif singkat pula.&lt;p&gt;Ilustrasi 2&lt;br&gt;Seorang guru TPA sedang galau, beliau yang sudah ngajar selama bertahun-tahun sejak beliau masin SMA, tiba-tiba dicurigai oleh orang tua santri. Santrinya pun kini bertambah semakin sedikit, karena sedikit orang tua yang mau menitipkan anaknya ke TPAnya.&lt;p&gt;Usut punya usut. Ternyata masalahnya sederhana. Orang tua mencurigai ustadz tersebut sudah masuk aliran macem-macem, hanya gara-gara ustadz itu berjenggot.&lt;p&gt;Pertanyaan: mengapa masyarakat justru mencurigai orang yang mau mengamalkan sunnah rasul? Mengapa mereka justru tidak siap dengan perubahan ke arah kebaikan?&lt;p&gt;itulah yang saya sebut sebagai jurang kesiapan. Di satu sisi, masyarakat dengan mudah, siap menerima kemaksiatan untuk masuk dan mendarah daging. Akan tetapi, di sisi lain mereka sulit menerima kebaikan, tidak siap dan bahkan justru menganggapnya asing dan mencurigakan.&lt;p&gt;kalau kita pakai istilahnya ustadz agus salim dalam pengajian malam selasa semalam, memang masyarakat sekarang banyak yang hatinya tidak sehat, sehingga perlu disehatkan dengan dakwah. Dakwah yang bisa menyadarkan kembali, dakwah yang bisa mencerahkan kembali. Bismillah.&lt;p&gt;Quote&lt;br&gt;dakwah bukanlah proses untuk cari massa sebanyak-banyaknya, tapi dakwah adalah suatu proses untuk menyehatkan hati dan memberikan kesadaran, kemudian mengkoordinir orang-orang yang sadar itu dalam sebuah gerakan yang sinergis.&lt;p&gt;Sent from my heart&lt;p&gt;Powered by silaturahim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-710661080185768186?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/710661080185768186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=710661080185768186' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/710661080185768186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/710661080185768186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/10/jurang-kesiapan.html' title='Jurang kesiapan'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-1723667171730619770</id><published>2009-10-01T14:50:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T14:51:29.624-07:00</updated><title type='text'>Tips mencari profesor di Jepang</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tips mencari profesor di Jepang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini adalah kerjaan awal yang mesti dilakukan sebelum apply beasiswa manapun. Pemberi beasiswa banyak yang mengharapkan pelamar sudah mempunyai professor pembimbing, bahkan ada yang mengharuskan punya professor pembimbing sebelum melamar beasiswa. Cara mencari professor pembimbing mesti di sesuaikan dengan bidang saudara. Carilah di web URL universitas - universitas Jepang, meskipun banyak URL Universitas Jepang yang di tulis dengan tulisan Jepang, tetapi ada banyak juga URL Universitas Jepang yang di tulis dengan bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk list alamat URL Universitas Jepang, liat di &lt;a href="http://rinrinjamrianti.multiply.com/journal/item/97" target="_blank"&gt;http://rinrinjamrianti.&lt;wbr&gt;multiply.com/journal/item/97&lt;/a&gt;, dll.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya setelah mendapatkan URL dan masuk ke web universitas, silahkan mencari daftar department yang ada di universitas tersebut dan carilah lab-lab yang ada di department tersebut. Di Jepang, nama laboratory adalah nama Professornya, seperti Tanaka Laboratory, Suzuki Laboratory, Kobayashi Laboratory dll. masing-masing laboratory mempunyai topik research macam macam. Dan disitulah saudara bisa menyesuaikan dengan minat riset dan bidang riset yang saudara ingin kerjakan nantinya. Jika saudara sudah merasa cocok dengan riset yang dilakukan di laboratory tersebut, saudara bisa menulis surat baik lewat e-mail, surat pos maupun fax ke Professor di lab tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan berat selanjutnya adalah, saudara mesti harus mempersiapkan bener bener bahasa yang baik, sopan santun dan grammar yang tepat untuk surat perkenalan pertama dengan Professor Jepang. Surat perkenalan ini bisa di tulis dengan bahasa Inggris, jika saudara belum menguasai bahasa Jepang. Perlu diingat bahwa orang Jepang adalah orang Timur yang masih memegang adat dan budaya sopan santun yang tinggi. Hal ini sangat berbeda sekali dengan orang orang Barat, yang "to the point". Saudara mesti hati-hati dalam bersopan santun untuk menulis surat perkenalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat perkenalan pertama, tulislah introduction tentang saudara, background saudara (seperti layaknya CV, tetapi lebih mengarah ke history of education, research yang pernah saudara lakukan, apa yang telah saudara raih dalam research tersebut, dan research apa yang saudara ingin kerjakan nantinya (yang menjadi impian saudara)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya utarakanlah niat saudara untuk bergabung dengan laboratory tersebut, saudara berminat untuk mempelajari ini itu (mesti saudara kemukakan). Bikinlah upaya sang professor tertarik dengan research yang saudara ingin kerjakan nantinya. Hal ini tidaklah mudah, bagi orang - orang yang belum terbiasa melakukan riset. Tetapi bukankah kita semua pernah melakukan riset sewaktu pengerjaan skripsi / thesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-mail selanjutnya terserah saudara, bagaimana saudara bisa meyakinkan professor Jepang, supaya beliau bersedia menerima. Pada dasarnya Professor Jepang tidaklah keberatan untuk menerima saudara, hanya apakah ada dana atau sponsor jika saudara bergabung ke labnya, itulah yang sering di tanyakan oleh Professor Jepang, jika anda mengungkapkan keinginan saudara untuk bergabung dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang sedang akan apply beasiswa - beasiswa yang disediakan oleh foundation / organisasi, company swasta, pemda dll,(seperti beasiswa Panasonic/matsushita, hitachi, Okazaki, JICA, Inpex dll, lihat di (&lt;a href="http://www.kamalindo.com/" target="_blank"&gt;www.kamalindo.com&lt;/a&gt;) maka saudara bisa mengutarakannya dengan mudah, bahwa saudara akan test untuk mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya saudara butuh rekomendasi dari Professor jepang. Kebanyakan Professor tidak keberatan pula untuk menuliskan rekomendasi dan mengirimkannya ke saudara. (surat rekomendasi berisi bahwa Professor tersebut bersedia menjadi pembimbing, dan professor tsb interest dengan riset yang saudara ajukan dll), isi dari surat rekomendasi ini tergantung professor, tidak ada format khusus yang mensyaratkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor Jepang, lebih sering menulis surat rekomendasi ini dalam tulisan tangan (tulisan kanji, yang kita hampir tidak bisa membacanya, kecuali orang jepang asli). Surat rekomendasi yang telah saudara dapatkan, bisa saudara lampirkan dalam melamar berbagai beasiswa yang saudara ingin ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hubungan saudara dengan Professor sudah sedemikian eratnya, saudara bisa meminta supaya beliau merekomendasikan saudara ke Monbusho = Depdikbud jepang, (lewat universitas Professor tersebut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi tambahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Masih banyak Professor Jepang yang tidak lancar berbahasa inggris sehingga ada kemungkinan surat - surat saudara tidak di balas. Sebenarnya bisa tetapi untuk membalasnya mereka butuh waktu, sehingga surat saudara tidak di tanggapi sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Untuk Professor yang sangat sibuk sekali, surat surat saudara yang masuk kadang tidak di tanggapi/tidak di balas. Kalaupun di balas, entah berapa bulan kemudian. Untuk itu, jikalau belum ada balasan dari Professor, jangan kuatir, saudara bisa mencoba menulis ke Professor yang lain. Masih banyak Professor Jepang yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rajin - rajinlah membuka web web universitas Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Usahakan dalam mencari professor pembimbing adalah dari Universitas negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Dikutip dari milis infobeasiswa. Ditulis oleh Pak Bambang Eko Sanjoto)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-1723667171730619770?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/1723667171730619770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=1723667171730619770' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/1723667171730619770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/1723667171730619770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/10/tips-mencari-profesor-di-jepang.html' title='Tips mencari profesor di Jepang'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-7794526663129525317</id><published>2009-10-01T14:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T14:49:57.959-07:00</updated><title type='text'>Teknik mendapatkan jenjang S2 dan S3 gratis di luar negeri</title><content type='html'>Berikut ini adalah beberapa teknik-teknik mendapatkan sekolah untuk jenjang S2 dan S3 'gratis' di luar negeri.&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sering ditanya bagaimana caranya bisa bersekolah 'gratis' di luar negeri. Saya memberikan tanda kutip pada 'gratis' karena sebenarnya tidak 100% modal dengkul. Dalam beberapa kasus, at least kita harus bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan uang untuk tiket pesawat + biaya hidup bulan pertama, dan situasi mungkin tidak memungkinkan kita untuk berkeluarga terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis beasiswa yang akan saya utarakan pertama adalah jenis beasiswa yang kansnya tinggi untuk mendapatkannya. Biasanya beasiswa jenis ini adalah beasiswa jenis riset, dan untungnya, hampir semuanya tanpa ikatan dinas. Untuk beberapa jenis beasiswa, mereka lebih senang kalau sang pelamar bekerja untuk institusi pendidikan, lembaga penelitian, atau LSM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu rule of thumb yang patut dihayati adalah: 'kita harus berkelat-kelit untuk mendapatkan beasiswa S2, tapi relatif jauh lebih mudah untuk mendapatkan beasiswa S3'. Makanya jika Anda mengejar waktu, sebaiknya ambil dulu S2 di Indonesia, sambil juga melamar S2/S3 di tempat lain. Kalau dapat S2 gratis di luar negeri, ya yang di Indonesia ditinggal saja.&lt;br /&gt;Daftar Beasiswa Berdasarkan Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, beasiswa ini memiliki karakteristik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * tidak memiliki ikatan dinas sama sekali&lt;br /&gt;   * mahasiswa harus mengerjakan penelitian sesuai minatnya, dan sekaligus sebagai thesisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya sekolah sekolah bagus di Amerika Serikat, (katakanlah top 50 pada bidangnya) sering memberikan beasiswa yang disebut stipend, meskipun baru mahasiswa S2. Besarnya stipend sekitar US$1000-1400, tergantung lokasi. Yang jelas cukup sekali untuk hidup. Mahasiswa yang menerima stipend itu, juga tidak perlu membayar uang sekolah (tuition fee). Lamanya stipend adalah per semester, tapi saat summer biasanya diberikan pekerjaan lain di universitas (mostly guaranteed). Kalau sedang sial (jarang sekali), tidak dapat assistantship untuk semester itu, ya pulang saja ke Indonesia dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat penting mendapat beasiswa adalah harus mau menjadi teaching assistant atau research assistant. Teaching assistant bertugas membantu proses belajar-mengajar di kelas, seperti fotokopi, setup komputer di lab untuk kelas itu, memeriksa tugas-tugas, dan memberikan tutorial di luar jam kelas. Sedangkan research assistant bertugas membantu professor di lab, seperti membuatkan program untuknya, mengatur laboratioriumnya, membuat dokumentasi riset dan sebagainya. Mahasiswa selain melakukan penelitian, juga masih diwajibkan untuk mengambil coursework (kelas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harus diakui bahwa ada beberapa sekolah terkenal yang hanya memberikan jaminan beasiswa kepada mahasiswa S3. Untungnya, di AS, mahasiswa S1 bisa langsung masuk program S3, dimana di tengah-tengah perjalanan menumpuh S3 itu ada sertifikat bahwa ybs sudah melampaui jenjang S2. Jadi bisa ngerti sendirilah ... :-p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendaftar ke pendidikan pascasarjana ke AS, biasanya mereka mengharuskan pelamar memberikan hasil nilai TOEFL dan GRE General Test resmi dari ETS (www.ets.org). Beberapa universitas terkemuka juga mengharuskan mengambil GRE Subject Test, misalnya GRE Computer Science, GRE Biology, GRE Economics, dan sebagainya. Di Jakarta, cabang ETS terletak di Menara Emporium, Jl.Rasuna Said, Kuningan. Biaya TOEFL sekitar US$60, GRE sekitar US$120. Kalau punya TOEFL &gt; 580 (standar nilai lama) dan GRE General Test &gt; 1750 saya sarankan pergi ke AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, saya sarankan untuk mendaftar di top 20 jika memiliki GRE &gt; 1900. Go for it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelamar dapat mendownload formulir pendaftaran langsung dari website universitas tersebut. Dalam formulir pendaftaran itu, biasanya ada pertanyaan dari mana sumber pendanaan untuk kuliah nanti. Pilihlah option untuk 'menggantungkan sepenuhnya pada universitas dengan stipend assistantship'. Biaya pendaftaran biasa antar US$30-$60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka biasanya menyuruh kita untuk membuat statement of purpose. Tujuan dari statement of purpose adalah untuk meyakinkan bahwa Anda layak dapat beasiswa. Anda harus menunjukkan 'kemampuan' Anda, jangan malah merendahkan diri! Statement of purpose isinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. mengapa kita ingin melakukan pendidikan tinggi&lt;br /&gt;  2. bidang peminatan kita apa, kalau bisa tunjukkan sedikit pengetahuan Anda mengenai 'trend' di bidang riset itu.&lt;br /&gt;  3. mengapa kita ingin melakukan riset di bidang itu&lt;br /&gt;  4. kalau sudah selesai mau jadi apa dan mau bekerja di mana (akademisi, industri, profesional, etc.) sebagai apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Anda sebaiknya juga menceritakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. kalau mungkin, tunjukkan bahwa Anda memiliki kompetensi di bidang itu (jadi memang ada baiknya dari sekarang Anda sudah memiliki bidang yang fokus).&lt;br /&gt;  2. tunjukkan bahwa Anda bisa menjadi asisten pada mata kuliah S1 apa saja (jika jadi teaching assistant). Tapi jelaskan pula bahwa Anda bisa 'fleksibel'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena biasanya statement of purpose itu harus singkat dan lugas (sekitar 1/2 halaman, max 1 halaman), kalau perlu Anda menceritakan 2 point di atas di luar statement of purpose. Tapi kalau masih muat, ya masukkan saja dalam statement of purpose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mendaftar, ada baiknya jika Anda memastikan terlebih dahulu bahwa bidang Anda minati, ada profesor yang memiliki minat yang kurang lebih sama di universitas itu. Sebaiknya, bercakap-cakap dahululah dengan profesor tersebut, katakan bahwa saya tertarik untuk melakukan riset. Tanyakan pula apakah dia berminat mengambil Anda menjadi mahasiswanya. Jangan lupa cari muka sedikit :-). Hal ini akan sedikit memperlicin jalan saat seleksi mahasiswa baru. Sekedar info, biasanya universitas di AS tidak meminta research plan yang kongkrit, karena baru saat di sana nanti merencanakan riset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the way, sebelum pergi ke AS, kita juga harus memiliki persediaan uang selama satu bulan ($1500+), plus tiket pesawat ke Amerika Serikat.(sekitar $700).&lt;br /&gt;2. Kanada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Amerika Serikat, dan banyak diantara mereka tidak memerlukan GRE Subject Test. Meskipun ada Canadian Education Centre (CEC) di World Trade Center, Jl.Jendral Sudirman, tapi saya pikir cukup ke website universitasnya saja.&lt;br /&gt;3. Jerman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara Eropa daratan (excluding British), biasanya tidak mengenal program bachelor (S1), karena bachelor adalah pola pendidikan Anglo-Saxon. Yang bisa dibilang dekat dengan S1-nya adalah program-program politeknik. Nah, oleh karena itu lulusan S1 Indonesia harus diupgrade agar sama dengan lulusan uni Eropa daratan, yakni Doktorandus (Drs), Diplom (Dipl) atau Licente (Lc). Gelar kesarjanaan ini sama dengan S2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti banyak kita ketahui, universitas-universitas di Jerman sama sekali tidak memungut biaya. Tapi tentu saja kita harus memiliki sumber pendanaan untuk biaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAAD (www.daad.de) adalah lembaga Jerman yang menyediakan informasi pendidikan dan juga informasi beasiswa di Jerman. Kantornya di Jakarta berlokasi di Gedung Sumitmas II, Jl.Jendral Sudirman, di depan Depdikbud. Mereka memiliki program beasiswa setiap tahun. Skim beasiswa yang disediakan DAAD mencakup S2, S3, sandwich program, riset 3-6 bulan, dan juga postdocotoral research. Tiket pesawat disediakan. Kalau dapat beasiswa dari DAAD, bisa modal dengkul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula beasiswa dari industri seperti dari Siemens besarnya 1200 DM. Tidak harus pegawai negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk belajar di Jerman tidak harus melalui DAAD. Kalau untuk S3, setiap mahasiswa S3 pasti mendapatkan beasiswa. Jadi bisa saja setelah Anda lulus S2, Anda langsung mencari universitas di Jerman yang kebetulan ada profesor yang bidangnya sama dengan bidang peminatan Anda, dan melamar. Tapi tentu Anda akan butuh mencukupi sendiri biaya hidup 1 bulan dan tiket pesawat ke Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, berbeda seperti di AS dan Kanada, biasanya di Jerman, Belanda, Austria, Belgia dan Switzerland, tidak memiliki kewajiban jadi teaching assistant atau research assistant. Kalaupun ada biasanya cuma 1 session tutorial per minggu. Tidak berat sama sekali. Kalaupun kita disuruh menulis paper, itu juga biasanya untuk kepentingan kita juga. Gaji (atau katakanlah beasiswa) kita cukup sekali untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa kontak profesornya dahulu (sama dengan cara yang di AS). Kirimkan pula statement of purpose dan research plannya. Kalau perlu diskusikan dahulu research plannya (biar cocok dengan pembimbingnya) sebelum mendaftar ke universitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi research plan itu standar-standar saja: latar belakang masalah, problem, metodologi penelitan, bagaimana kamu kira-kira akan memecahkan masalah tersebut, dll. Garis besarnya saja, asal bisa memberikan gambaran apa yang akan Anda teliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sarankan untuk mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institute, karena paling sedikit ada 3 negara yang menyediakan beasiswa, menggunakan bahasa Jerman, yakni Jerman, Switzerland dan Austria. Peluang beasiswa menjadi meningkat. Sudah begitu, kalau sudah bisa Jerman, belajar bahasa Belanda jadi gampang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau Anda menempuh S3, dalam realitanya tidak harus menggunakan bahasa Jerman saat berdiskusi dengan peer atau profesor. Hal ini karena tidak banyak orang yang mau mengikuti program S3, dan biasanya universitas itu yang 'membutuhkan' mahasiswa S3. Cuma, untuk meningkatkan probabilitas mendapatkan beasiswa, kenapa tidak belajar bahasa Jerman?&lt;br /&gt;4. Belanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama persis dengan Jerman, hanya saja nama lembaga penyalur informasi pendidikannya adalah Netherlands Education Center (NEC). Di Jakarta lokasinya di Gedung Patra Jl.Gatot Subroto, Kuningan. Kantornya bersebelahan dengan kantor kamar dagang Belanda di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah di Belanda juga gratis, tapi yang international programme biasanya tidak gratis. Pemerintah Belanda juga menyediakan skim beasiswa yang saingannya lumayan banyak, namanya beasiswa TALIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEC juga menyediakan informasi beasiswa tahunan yang disediakan langsung oleh universitas-universitas di Belanda. Selain itu ada juga program-program internasional yang berbahasa Inggris. Sayangnya untuk level S2 (Drs, Ir.), beasiswa kelas-kelas berbahasa Inggris itu biasanya cuma 1/2 uang tution fee dan sulit mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk S3, gratis dan digaji, sama seperti Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut bisa hubungi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netherlands Education Centre&lt;br /&gt;Citra Graha 7th floor, suite 703&lt;br /&gt;Jl. Jend. Gatot Subroto kav. 35-36&lt;br /&gt;Jakarta 12950&lt;br /&gt;Indonesia&lt;br /&gt;Phone (62 21) 5200453, 5201085&lt;br /&gt;Fax (62 21) 5200457&lt;br /&gt;E-mail: necjkt@ibm.net&lt;br /&gt;5. Austria &amp;amp; Swiss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum sama seperti Jerman. Tiap tahun kedutaan Austria dan Switzerland juga menyediakan beasiswa, namun berbeda dengan Belanda dan Jerman, mereka tidak menyediakan beasiswa S2 sama sekali. Yang mungkin adalah gelar S2 dari Indonesia, tapi sandwich di sana (penelitian 6 bulan - 1 tahun). Tapi tentu masih mendapat sertifikat. Selain itu tentunya beasiswa dari kedutaan Austria dan Switzerland juga ada yang untuk S3. Semuanya lengkap dengan tiket pesawat dan ongkos hidup. Practically bisa dengan modal dengkul kalau dapat beasiswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat interview di kedutaan biasanya akan ditanya hal-hal yang sama seperti dalam statement of purpose dan research plan. Di kedutaan Swiss juga ada test bahasa, sekedar untuk menguji saja, toh nanti juga disekolahkan di sekolah bahasa di Swiss sebelum masuk kuliah. Tergantung Anda memilih sekolah di mana, ada universitas di Swiss yang berbahasa Perancis, seperti misalnya di Geneva. Tapi kalau di sebelah utara dan timur, umumnya berbahasa Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga bisa daftar langsung ke universitas yang bersangkutan, terutama untuk program S3, dengan cara sama seperti Jerman &amp;amp; Belanda. Gratis dan digaji juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-mail kedutaan besar Swiss (di Jl.Rasuna Said, dekat Erasmus Huis): swiemjak@rad.net.id&lt;br /&gt;6. Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau sampai di Jepang sana, cukup banyak beasiswa, namun sayangnya tidak banyak yang full membiayai uang kuliah dan biaya hidup. Bahkan untuk S3 saja juga harus bayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Jepang menyediakan juga beasiswa Monbusho kepada orang-orang Indonesia. Ada dua jenis beasiswa Mombusho. Yang pertama pelamar harus pegawai negeri atau dosen. Melalui jalur ini, pelamar kalau lolos seleksi akan dicarikan pembimbing/profesor yang cocok sesuai minat. Sedangkan yang satu lagi sang pelamar harus aktif mencari sang profesor, dan menanyakan apakah si profesor tersebut bersedia menjadi pembimbing riset pelamar. Klik di sini untuk informasi lengkap mengenai beasiswa Monbusho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kedutaan Jepang Jl.MH Thamrin, terdapat perpustakaan yang berisi informasi pendidikan tinggi di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi mengenai beasiswa di Jepang di bawah ini saya dapatkan dari rekan saya Rahmat:&lt;br /&gt;a. INPEX Foundation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Agustus dan deadline penyerahan dokumen tanggal 15 Nopember. Besarnya beasiswa 160.000 yen/bulan. Uang kuliah, uang&lt;br /&gt;pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung semua oleh sponsor. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :&lt;br /&gt;  14 F Ebisu Neorato 4-1-18 Ebisu, Shibuya-ku, Tokyo 150-0013 JAPAN&lt;br /&gt;b. The OKAZAKI Kaheita International Scholarship Foundation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :&lt;br /&gt;  3-2-5 Kasumigaseki, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0013 JAPAN&lt;br /&gt;c. The Hitachi Scholarship&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa ini bisa untuk S2 ataupun S3. Syaratnya harus alumni dari ITB, UI, UGM, IPB dan formulir bisa diambil dan ditanyakan dari rektorat masing-masing universitas tsb diatas. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia - Jepang, uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk, perumahan ditanggung juga, dan uang beasiswa 180.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :&lt;br /&gt;  1-5-1 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005 JAPAN&lt;br /&gt;d. Matsushita Electric Industrial Co., Ltd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panasonic Scholarship Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Pendaftaran dibuka bulan February - Maret. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia - Jepang. Uang kuliah, uang&lt;br /&gt;pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 200.000 yen/bulan.&lt;br /&gt;Informasi lengkap lihat di http://www.panasonic.co.id/&lt;br /&gt;atau kontak e-mail : PAN11311@pas.mei.co.jp&lt;br /&gt;Panasonic Scholarship, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd&lt;br /&gt;  1006 Kadoma Osaka, 571-8501 JAPAN&lt;br /&gt;e. Beasiswa dari Aichi Prefecture, Aichi Scholarship&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Deadline penyerahan application 20 Mei. Syarat yang harus dipenuhi, Universitas yang dipilih harus berada di Aichi Prefecture. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 185.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di : Aichi Prefectural Office, 3-1-2 Sannomaru, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi 460-01 JAPAN&lt;br /&gt;f. The Japan Securities Scholarship Foundation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Application dari bulan Januari sampai Mei. Beasiswa mengcover tiket pesawat, Uang kuliah, bantuan biaya perumahan (apartemen), dan uang beasiswa bulanan sebesar 120.000 yen. Beasiswa ini diberikan buat jurusan Social Science, Humanities. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :&lt;br /&gt;Tokyo Shoken Building&lt;br /&gt;  5-8 Kayabacho, 1-chome, Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo 103-0025  JAPAN&lt;br /&gt;7. Singapura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura memiliki dua universitas 'negeri', yakni National University of Singapore (NUS), dan yang lebih baru yakni Nanyang Technological University (NTU). Memang harus diakui bahwa NUS bukan sekolah 'bule' (meskipun banyak pengajarnya dari manca negara), tapi peringkat NUS selalu berada di top 10 universitas di Asia, dan selalu diatas seluruh universitas Australia. Meskipun untuk orang awam seolah-olah tidak membanggakan (karena bukan sekolah bule), namun reputasi internasional NUS memudahkan mahasiswanya dan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Singapura melalui kedua universitas itu ada yang berbasis coursework (sulit masuknya, saingannya ketat dari seluruh ASEAN), dan ada lagi yang berbasis riset S2/S3 (lebih mudah). Untuk mendapatkan beasiswa berbasis riset, dalam formulir pendaftaran (download dari www.nus.edu.sg atau www.ntu.edu.sg) juga lampirkan proposal riset (research plan). Bahkan kadang-kadang bisa tanpa proposal riset, dengan cara bercakap-cakap dengan profesornya terlebih dahulu (via e-mail) dan meminta sang profesor memberikan alternatif research plan. Pokoknya asal menunjukkan minat melakukan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa (gaji) bulanan yang diterima adalah SG$1400, tanpa tiket pesawat (kecuali yang ASEAN scholarship). Biaya hidup bulanan (hidup enak) sekitar SG$1000, jadi masih bisa menabung SG$400 per bulannya.&lt;br /&gt;8. Australia &amp;amp; Inggris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui Australia menyediakan beasiswa tahunan AusAID yang saingannya berjibun. Pusat informasi pendidikan Australia adalah IDP, berlokasi di Jl.Rasuna Said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Inggris juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 tahunan (British Chivening) yang pelamarnya banyak sekali. Informasi tersebut bisa didapatkan di British Council, Widjojo Centre. Beasiswa diberikan kepada 80% pegawai negeri dan 20% swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diberitahukan juga bahwa di British Council tersebut juga sering ada pengumuman beasiswa untuk S2/S3, hanya saja sayangnya hampir semua beasiswa tersebut parsial (misalnya 1/2  uang tuition).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia dan Inggris adalah negara-negara yang terkenal pelit dalam soal beasiswa, mentang-mentang pakai bahasa Inggris. Kasarnya, mereka mengkomersilkan pendidikan. Bahkan untuk S3, harus bayar. Kalaupun ada program beasiswa, saingannya banyak sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan putus asa. Kalau ada kemauan, maka ada jalan. Beberapa universitas di Australia, menyalurkan beasiswa riset dari pemerintah Australia untuk jenjang S2/S3 terbatas kepada pelamar internasional (bukan AusAID), termasuk biaya hidup (tanpa tiket pesawat dan settlement cost). Hanya saja saingannya lumayan banyak, meskipun tidak seketat AusAID. Dalam formulir pendaftaran yang biasanya bisa didownload langsung dari website universitas, jangan lupa cantumkan statement of purpose dan research plan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga pernah ditawari untuk mengajar program bachelor di Australia (mungkin saat itu mereka sedang kekurangan dosen), sekaligus mengambil program S3. Jadi ada kans untuk mengajar atau jadi tenaga peneliti, sekaligus mengambil S3. Tinggal pintar-pintarnya kita saja membujuk mereka agar mau mengambil kita. Manfaatkan kunjungan-kunjungan lembaga pendidikan Australia ke Indonesia untuk merekrut mahasiswa S1, untuk mencari kemungkinan S3 sekaligus bekerja di universitas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian University of Cambridge (www.cambridge.ac.uk) juga menyediakan beasiswa lepasan tanpa ikatan dinas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari milis infobeasiswa. Ditulis oleh Pak Bambang Eko Sanjoto)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-7794526663129525317?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/7794526663129525317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=7794526663129525317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/7794526663129525317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/7794526663129525317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/10/teknik-mendapatkan-jenjang-s2-dan-s3.html' title='Teknik mendapatkan jenjang S2 dan S3 gratis di luar negeri'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-8087761374463941642</id><published>2009-09-20T20:08:00.000-07:00</published><updated>2009-09-20T20:05:19.936-07:00</updated><title type='text'>Lima hal yang harus didahulukan</title><content type='html'>Hal hal yang harus didahulukan&lt;br&gt;. Membayar hutang&lt;br&gt;. Menjamu tamu&lt;br&gt;. Menguburkan jenazah&lt;br&gt;. Bertaubat&lt;br&gt;. Menikahkan anak perempuan jika sudah waktunya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-8087761374463941642?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/8087761374463941642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=8087761374463941642' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/8087761374463941642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/8087761374463941642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/09/lima-hal-yang-harus-didahulukan.html' title='Lima hal yang harus didahulukan'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-757440638305717035</id><published>2009-09-20T04:43:00.000-07:00</published><updated>2009-09-20T04:40:04.904-07:00</updated><title type='text'>Tahun luar biasa</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah, rabb semesta alam, pemilik segala Maha. Dialah yang menciptakan alam ini dan memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Dialah yang memberikan manusia kebebasan untuk memilih antara fujur dan taqwa. Dialah yang memberi petunjuk siapa yang dikehendaki dan menghendaki petunjuk itu, dan Dialah yang menyesatkan siapa yang dikehendaki dan menghendaki kesesatan itu.&lt;p&gt;Saya merasa bersyukur, bersyukur bahwa saya dilahirkan di sebuah keluarga yang senantiasa menjaga agama dan bersemangat menjalankannya. Dalam sebuah keluarga yang menjaga kecondongan hati untuk selalu menghendaki petunjuk dan menghindari kesesatan.&lt;p&gt;Tahun ini, kembali saya merasa sangat beruntung. Tahun ini adalah tahun yang luar biasa bagi saya dan istri saya. Bagi kami, ada beberapa peristiwa luar biasa yang Allah sajikan untuk kami:&lt;p&gt;. Datangnya si kecil, setelah dua tahun kami menanti. Berkat doa robbanaa hablanaa min ladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka sami&amp;#39;ud du&amp;#39;aa&amp;#39;. Dia hadir setelah kami melafadzkan doa itu. Karena itu, kami selalu berharap dia menjadi anak yang luar biasa berharga, karena dia dari sisi Allah.&lt;br&gt;. Adanya beberapa kesempatan-kesempatan baru yang luar biasa, seperti menjadi imam dan khatib shalat idul fitri. Saya memang sudah biasa berceramah, tapi kesempatan ini sangat luar biasa, karena sebelumnya saya belum pernah menjadi imam dan khatib shalat ied, juga karena saya kali ini menggantikan ustadz fathur, juga karena dalam kesempatan pertama ini, justru bukan di piyungan, tapi jauh dari rumah, yaitu di karang kajen.&lt;br&gt;. Yang juga tak kalah pentingnya adalah menikahnya dua orang ukhti yang sudah saya anggap adik saya sendiri, yaitu dik siti dan maria. Semoga pernikahan mereka barokah.&lt;p&gt;Tahun ini memang luar biasa. Allah memberikan banyak anugrahnya pada kami di tahun ini. &lt;p&gt;Ya Allah, semoga kami bisa mensyukurinya. Amin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-757440638305717035?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/757440638305717035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=757440638305717035' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/757440638305717035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/757440638305717035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/09/tahun-luar-biasa.html' title='Tahun luar biasa'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-4480834365705812979</id><published>2009-09-19T13:40:00.001-07:00</published><updated>2009-09-19T13:40:09.863-07:00</updated><title type='text'>Sugeng riyadi</title><content type='html'>Ngaturaken sgeng riyadi, sedoyo lepat nywun pangapunten. Taqabbalallahu minna wa minkum. Smg qt mnjadi mukmin yg lbh baik dn lbh brtaqwa&lt;p&gt;Arwan, Neny n Dik Bayi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-4480834365705812979?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/4480834365705812979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=4480834365705812979' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/4480834365705812979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/4480834365705812979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/09/sugeng-riyadi.html' title='Sugeng riyadi'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-7306425946096554377</id><published>2009-09-10T20:53:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T20:54:44.726-07:00</updated><title type='text'>Wanita perkasa</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_m4Dt3-IdwdA/SqnKBDC-U7I/AAAAAAAAAFE/Dh-sZfQ-2TU/s1600-h/21062009(002)-784727.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_m4Dt3-IdwdA/SqnKBDC-U7I/AAAAAAAAAFE/Dh-sZfQ-2TU/s320/21062009(002)-784727.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380053349217227698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_m4Dt3-IdwdA/SqnKBnfxwzI/AAAAAAAAAFM/0o2FRHotYLg/s1600-h/21062009(001)-786525.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_m4Dt3-IdwdA/SqnKBnfxwzI/AAAAAAAAAFM/0o2FRHotYLg/s320/21062009(001)-786525.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380053359001715506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Inilah foto-foto wanita perkasa gunung merapi.&lt;p&gt;Subhanallah sekali ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-7306425946096554377?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/7306425946096554377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=7306425946096554377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/7306425946096554377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/7306425946096554377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/09/wanita-perkasa.html' title='Wanita perkasa'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_m4Dt3-IdwdA/SqnKBDC-U7I/AAAAAAAAAFE/Dh-sZfQ-2TU/s72-c/21062009(002)-784727.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-3174449988926991103</id><published>2009-09-05T02:16:00.001-07:00</published><updated>2009-09-05T02:16:39.994-07:00</updated><title type='text'>Coba blogging dari email</title><content type='html'>Bismillah. Ini nyoba blogging dengan melalui email... Bisa ndak ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-3174449988926991103?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/3174449988926991103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=3174449988926991103' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/3174449988926991103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/3174449988926991103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/09/coba-blogging-dari-email.html' title='Coba blogging dari email'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-7061596505843881429</id><published>2009-07-16T23:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T23:12:44.222-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diri sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Gas meledak VS Bom Meledak</title><content type='html'>Kira-kira, beginilah perbedaan antara jika yang meledak adalah gas dengan yang meledak dengan yang jika yang meledak adalah bom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas meledak&lt;br /&gt;- yang jadi korban orang kecil, jadi paling cuma jadi berita sehari saja, itupun paling di beberapa media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom meledak&lt;br /&gt;- yang jadi korban orang sipil plus orang bule. Karena ada orang bulenya, maka akan jadi berita besar, bahkan berita internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas meledak&lt;br /&gt;- yang komentar cuma pembawa berita dan reporter, paling banter polisi dan tetangga tetangga atau pemilik rumah (jika masih hidup)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom meledak&lt;br /&gt;- siapa aja komentar, dari orang kecil sampai orang besar: presiden, tokoh politik, pembawa berita, reporter, kedutaan, presiden luar negeri, bahkan pedagang belalang goreng di angkringan pun segera komentar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas meledak&lt;br /&gt;- gak ada pengaruhnya apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom meledak&lt;br /&gt;- rupiah segera anjlok, segera ada travel warning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas meledak&lt;br /&gt;- tidak ada yang disalahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom meledak&lt;br /&gt;- teroris (sebutan lain untuk umat islam) segera jadi kambing hitam (padahal kambing tetangga saya yang bulunya hitam aja ndak disalah-salahin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas meledak&lt;br /&gt;- apa lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom meledak&lt;br /&gt;- apa lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piis....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-7061596505843881429?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/7061596505843881429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=7061596505843881429' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/7061596505843881429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/7061596505843881429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/07/gas-meledak-vs-bom-meledak.html' title='Gas meledak VS Bom Meledak'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-8164554256654932559</id><published>2009-06-09T00:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T00:14:41.354-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='halal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Kehalalan bahan roti</title><content type='html'>&lt;span&gt;(diambil dari &lt;a href="http://dunia.pelajar-islam.or.id/dunia.pii/209/kehalalan-bahan-roti.html" target="_blank"&gt;http://dunia.pelajar-islam.or.&lt;wbr&gt;id/dunia.pii/209/kehalalan-&lt;wbr&gt;bahan-roti.html&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/Sea-VD_GrtI/AAAAAAAAAkU/dHkxZIau_oE/s1600-h/french-bakery-breads-and-pastries.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/Sea-VD_GrtI/AAAAAAAAAkU/dHkxZIau_oE/s320/french-bakery-breads-and-pastries.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Produk bakery adalah produk makanan yang bahan utamanya adalah tepung (kebanyakan tepung terigu) dan dalam pengolahannya melibatkan proses pemanggangan. Kue sendiri ada yang dibuat melalui proses pemanggangan, ada yang tidak. Produk bakery contohnya adalah roti, biskuit, pie, pastry, dll. Dalam kehidupan sehari-hari produk bakery dan kue banyak sekali kita temui dan konsumsi. Sebagian produk ini dikemas dan informasi mengenai daftar ingredien yang digunakan dalam pembuatannya dicantumkan dalam kemasan, selain itu status kehalalannya juga bisa kita baca di kemasan yaitu adanya label atau logo halal pada produk produk yang sudah memiliki nomor pendaftaran MD (produk dalam negeri) atau ML (produk luar negeri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya label halal tentu akan memudahkan kita untuk memilih mana produk yang telah dijamin kehalalannya oleh yang berwenang. Akan tetapi, banyak juga produk bakery dan kue yang tidak dikemas sehingga informasi mengenai status kehalalan dan ingredien yang digunakannya tidak diketahui. Oleh karena itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui bahan bahan apa saja yang biasa digunakan dalam pembuatan kedua produk tersebut, lalu bagaimana status kehalalannya. Pengetahuan ini akan kita gunakan untuk menilai produk produk bakery dan kue yang akan kita produksi atau konsumsi, jangan sampai kita memrpoduksi atau mengkonsumsi produk yang kehalalannya diragukan atau bahkan haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini akan dikemukakan berbagai jenis ingredien (bahan) utama yang biasa digunakan dalam pembuatan produk bakery dan kue lalu diulas jenis jenis variasi yang mungkin digunakan, asal usul bahan, cara pembuatan (jika diperlukan) serta status kehalalan bahan bahan tersebut. Perlu diketahui bahwa variasi jenis bahan sangat besar sekali dan segala kemungkinan akan selalu ada, oleh karena itu sekali lagi hal ini mengingatkan kepada kita agar lebih berhati-hati dalam memilih bahan pembuat produk bakery dan kue agar produk yang kita hasilkan benar-benar halal. Selain itu, tentu saja kita harus memilih produk yang kita yakini kehalalannya, baik berdasarkan kepada adanya jaminan kehalalan yang diberikan oleh badan yang berwenang juga didasarkan atas pengetahuan kita. Jika kita berada pada suatu posisi ragu-ragu dalam memilih atau mengkonsumsi suatu produk maka kita diharuskan meninggalkan produk yang kita ragukan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepung Terigu&lt;br /&gt;Tepung terigu adalah bahan utama dalam pembuatan produk bakery dan kue, sedangkan jenis tepung lainnya yang digunakan baik sebagai bahan utama atau sebagai bahan pensubstitusi adalah tepung rye, tepung beras, tepung jagung, dll. Tepung terigu dibuat dari biji gandum yang digiling dan diayak sehingga diperoleh tepung dengan besar partikel tertentu.&lt;br /&gt;Secara garis besar ada dua jenis tepung gandum yaitu tepung gandum keras (strong flour) dan tepung gandum lunak (soft flour). Tepung gandum keras biasanya digunakan untuk membuat roti dan produk-produk yang dibuat dengan melibatkan proses fermentasi serta puff pastry. Tepung terigu lunak biasanya digunakan untuk membuat biskuit dan kue. Perbedaan utama tepung terigu keras dan tepung terigu lunak terletak pada kandungan glutennnya, dimana tepung terigu keras mengandung gluten sekitar 13% sedangkan tepung terigu lunak kandungan glutennya sekitar 8.3%. Gluten inilah yang bertanggungjawab terhadap sifat pengembangan adonan tepung terigu setelah ditambah air dan ditambah bahan pengembang atau difermentasi dengan menggunakan ragi/yeast (gist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pembuatan tepung gandum seringkali ditambahkan bahan-bahan aditif yang berfungsi untuk meningkatkan sifat-sifat tepung gandum yang dihasilkan. Salah satu bahan aditif yang dapat ditambahkan pada pembuatan tepung gandum yaitu L-sistein (biasanya dalam bentuk hidrokloridanya) yang berfungsi sebagai improving agent (meningkatkan sifat-sifat tepung gandum yang diinginkan). Sistein dapat melembutkan gluten (protein utama gandum yang berperan dalam pengembangan adonan yang dibuat dari tepung gandum), dengan demikian adonan tepung gandum menjadi lebih lembut. Disamping melembutkan, adanya sistein dapat mengakibatkan pengembangan adonan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain L-sistein ternyata cukup banyak bahan aditif lain yang mungkin digunakan dalam pengolahan tepung terigu. Penambahan aditif ini disamping untuk memperbaiki sifat-sifat alami tepung terigu, khususnya sifat-sifat tepung yang sesuai dengan proses pemanggangan (misalnya memendekkan waktu penanganan dengan input energi rendah), juga untuk menjaga keseragaman mutu tepung terigu serta sesuai dengan standar yang berlaku. Penambahan asam askorbat, bromat alkali atau enzim lipoksigenase dari kedele akan meningkatkan kualitas gluten tepung gandum yang lemah, misalnya pada pembuatan roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, adonan menjadi lebih kering, resistensi terhadap ekstensi meningkat, lebih toleran pada pencampuran dan lebih stabil selama fermentasi. Selain itu, volume adonan selama pemanggangan meningkat dan struktur crumb (bagian dalam roti) menjadi lebih baik. Penambahan enzim proteinase pada tepung terigu dapat mengakibatkan adonan yang dibuat menjadi lebih lembut. Penambahan enzim alfa-amilase dalam bentuk tepung malt atau tepung enzim hasil kerja mikroorganisme dapat meningkatkan kemampuan menghidrolisa pati yang dikandung dalam tepung terigu, dengan demikian khamir yang tumbuh pada pembuatan adonan mendapat energi yang cukup sehingga pembentukan karbon dioksida optimal dan pengembangan adonan menjadi optimal.&lt;br /&gt;L-sistein yang murah yang banyak tersedia di pasaran adalah L-sistein yang dibuat dari rambut manusia, khususnya yang diproduksi di Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja karena berasal dari bagian tubuh manusia maka L-sistein ini haram sehingga tepung terigu yang menggunakan L-sistein dari rambut manusia haram hukumnya bagi umat Islam. Walaupun demikian perlu diketahui bahwa L-sistein selain dari rambut manusia, bisa juga diperoleh dari bulu unggas. Seperti diketahui rambut dan bulu banyak mengandung L-sistein. L-sistein dari bulu unggas pun masih dipertanyakan kehalalannya karena bila diperoleh pada waktu hewan masih hidup maka bsa jadi tidak diperbolehkan, jika diperoleh dari hewan yang sudah mati, mungkin masih dipertanyakan apakah matinya disembelih secara Islami? Untungnya sekarang sudah ada L-sistein yang diproduksi secara fermentasi dan boleh digunakan, hanya saja harganya memang lebih mahal. Jadi, sebetulnya tepung terigu yang ada di pasaran belum tentu haram walaupun menggunakan L-sistein, tergantung darimana L-sistein berasal. Untungnya hampir semua tepung terigu yang diproduksi didalam negeri telah mendapatkan sertifikat halal, hal ini tentunya sangat menguntungkan konsumen. Akan tetapi, kita masih perlu waspada terhadap tepung terigu impor yang masih belum mendapatkan sertifikat halal, jika ditemui tepung terigu yang belum terjamin kehalalannya (tidak ada logo halal di kemasannya) tentu harus kita hindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping bahan aditif yang ditambahkan kedalam tepung terigu untuk maksud memperbaiki sifat tepung terigu, ada pula bahan aditif yang ditambahkan kedalam tepung terigu dengan maksud untuk memperkaya nilai gizinya. Bahan aditif yang biasa ditambahkan untuk memperkaya nilai gizi tepung terigu yaitu mineral dan vitamin. Dari segi kehalalan, yang patut diperhatikan adalah penambahan vitamin vitamin yang tidak larut dalam lemak dan mudah rusak selama penyimpanan diantaranya vitamin A. Agar vitamin A mudah larut dalam produk pangan berair (aqueous) dan agar tidak mudah rusak selama penyimpanan maka vitamin A biasanya disalut. Bahan penyalut yang digunakan selain bahan yang halal seperti berbagai jenis gum juga bahan yang diragukan kehalalannya yaitu gelatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragi/Yeast (Gist)&lt;br /&gt;Dalam pembuatan roti, ragi/yeast dibutuhkan agar adonan bisa mengembang. Ragi/yeast biasanya ditambahkan setelah tepung terigu ditambah air lalu diaduk-aduk merata, setelah itu selanjutnya adonan dibiarkan beberapa waktu. Ragi/yeast sendiri sebetulnya mikroorganisme, suatu mahluk hidup berukuran kecil, biasanya dari jenis Saccharomyces cerevisiae yang digunakan dalam pembuatan roti ini. Pada kondisi air yang cukup dan adanya makanan bagi ragi/yeast, khususnya gula, maka yeast akan tumbuh dengan mengubah gula menjadi gas karbondioksida dan senyawa beraroma. Gas karbondioksida yang terbentuk kemudian ditahan oleh adonan sehingga adonan menjadi mengembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara komersial ragi/yeast dapat diperoleh dalam 3 bentuk, yaitu compressed yeast (bentuk cair dengan kandungan yeast yang padat); active dry yeast (ragi bentuk kering, perlu diaktifkan dulu sebelum digunakan) dan instant active dry yeast (ragi instan, bentuk kering yang bisa langsung digunakan, tanpa perlu diaktifkan lagi). Di super market biasanya yang tersedia adalah yang instant active dry yeast (ragi instan), bisa langsung digunakan, tinggal dimasukkan kedalam adonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun bentuk ragi/yeast yang kita gunakan ternyata isinya tidak hanya yeast tapi juga sejumlah kecil bahan aditif apakah bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan tujuan tertentu dalam pembuatan ragi, atau juga bahan yang berasal dari media (bahan makanan yeast yang diperlukan pada waktu perbanyakan yeast) yang tersisa, atau bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan meningkatkan stabilitasnya selama penyimpanan seperti tidak menggumpal, bisa juga mengandung bahan pengisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi kehalalan bahan aditif inilah yang perlu dicermati kehalalannya. Pada pembuatan compressed yeast sering ditambahkan pengemulsi (emulsifier) dimana status kehalalannya adalah syubhat seperti telah banyak dibahas pada tulisan tulisan sebelumnya. Bahan aditif yang mungkin ada pada ragi instan yaitu bahan anti gumpal (anticaking agent) dimana diantara bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai anti gumpal ada yang status kehalalannya syubhat yaitu E542 (edible bone phosphate, berasal dari tulang hewan), E 570 (asam stearat) dan E572 (magnesium stearat). Asam stearat dapat berasal dari tanaman atau dari hewan, magnesium stearat dibuat dengan menggunakan bahan dasar asam stearat. Disamping gum atau dekstrin, gelatin kadang digunakan sebagai bahan pengisi pada ragi instan.&lt;br /&gt;Di pasaran sudah tersedia ragi instan yang sudah dijamin kehalalannya, oleh karena itu pilihlah ragi instan yang sudah dijamin kehalalannya mengingat ragi instan pun bisa tidak halal seperti telah diuraikan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Pengembang&lt;br /&gt;Bahan pengembang adalah bahan tambahan pangan yang digunakan dalam pembuatan roti dan kueh yang berfungsi untuk mengembangkan adonan supaya adonan menggelembung, bertambah volumenya, demikian juga pada saat adonan dipanggang dapat lebih mengembang. Jika bahan pengembang dicampurkan kedalam adonan maka akan terbentuk gas karbon dioksida, gas inilah yang kemudian terperangkap didalam gluten (komponen protein yang ada dalam tepung terigu) sehingga adonan menjadi mengembang karena gas yang dihasilkan semakin lama akan semakin banyak. Bahan yang biasa digunakan yang pertama disebut sebagai baking soda, yang disebut pula dengan nama soda kue, yang isi sebetulnya adalah bahan kimia yang bernama sodium bikarbonat. Bahan ini dibuat secara sintesis kimia dan tidak ada masalah dari segi kehalalannya.&lt;br /&gt;Bahan pengembang jenis kedua yaitu apa yang disebut sebagai baking powder yang merupakan campuran antara sodium karbonat (baking soda) dengan asam pengembang (leavening acid). Yang bisa bertindak sebagai asam pengembang adalah umumnya garam fosfat, sodium aluminium fosfat, glukono delta lakton dan cream of tartar. Dari semua bahan-bahan ini yang tidak boleh digunakan adalah cream of tartar. Cream of tartar sebetulnya adalah garam potasium dari asam tartarat yang diperoleh sebagai hasil samping (hasil ikutan) industri wine (sejenis minuman keras), itu sebabnya mengapa bahan ini tidak boleh digunakan oleh umat Islam. Sayangnya, cream of tartar ini banyak digunakan dalam pembuatan kue, banyak tercantum di resep-resep pembuatan kue, bahkan ada dijual dalam bentuk murni cream of tartar. Oleh karena itu, hindarilah penggunaan cream of tartar, gantilah dengan jenis bahan pengembang yang lain jika dalam resep harus menggunakan cream of tartar karena bahan pengembang lain akan berfungsi sama tetapi halal.&lt;br /&gt;Istilah lain dari bahan pengembang adalah bread improver atau cake improver. Di pasaran sudah ada bread improver dan cake imrpover yang sudah mendapatkan sertifikat halal seperti dapat dilihat di daftar produk halal yang ada di Jurnal Halal terbitan LPPOM MUI atau dapat pula ditemukan di &lt;a href="http://www.indohalal.com/" target="_blank"&gt;www.indohalal.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cake Emulsifier&lt;br /&gt;Cake emulsifier adalah suatu bahan yang digunakan untuk penstabil dan pelembut adonan cake, kadang digunakan pula untuk menghemat penggunaan telur. Di pasaran bahan ini dikenal dengan nama-nama dagang seperti Ovalet, SP, Spontan 88, TBM (istilah jenis cake emulsifier dalam bahasa Jerman), dll. Status emulsifier secara umum adalah syubhat karena bisa terbuat dari bahan nabati (tanaman) atau hewani (dari hewan) seperti telah banyak dibahas di rubrik ini sebelumnya. Disamping itu, seringkali di pasaran bahan ini dicampur dengan lemak padat, sayangnya tidak jelas jenis lemak apa yang digunakan sehingga menambah kekhawatiran dari segi kehalalannya karena lemak yang memadat pada suhu ruang biasanya adalah lemak hewani disamping lemak nabati yang dibuat dengan cara proses hidrogenisasi minyak nabati. Oleh karena itu, hindarilah cake emulsifier yang belum mendapatkan sertifikat halal. Di pasaran sudah ada cake emulsifier yang sudah mendapatkan sertifikat halal, akan tetapi istilah yang digunakan kadang bukan cake emulsifier tapi disebut bakery ingredient dan dijual dengan nama dagang yang tidak mencirikan apakah itu cake emulsifier atau bukan.&lt;br /&gt;Disamping bahan-bahan diatas, ada bahan lain yang sebetulnya masuk kedalam kategori bread improver tapi oleh ibu-ibu digunakan sebagai pelembut cake, bahan tersebut adalah VX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dough Conditioner&lt;br /&gt;Dough conditioner merupakan bahan yang berguna multifungsi, bisa melembutkan adonan, mengembangkan adonan, memperpanjang umur, dll. Itulah sebabnya dough conditioner berisi campuran berbagai jenis bahan diantaranya yaitu L-sistein, tepung kedele, asam askorbat, lemak, gula, pengawet, emulsifier dan gipsum. Karena mengandung L-sistein (dibahas pada edisi Ummi sebelumnya), lemak dan emulsifier maka status dough conditioner adalah syubhat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shortening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti sesungguhnya dari shortening adalah lemak atau campuran yang memiliki sifat plastisitas tertentu sehingga mampu membuat makanan seperti roti dan kueh menjadi lembut. Untuk tujuan tersebut maka shortening biasanya merupakan campuran lemak dimana bisa terdiri dari lemak nabati semua (biasanya yang sudah dijenuhkan), campuran lemak nabati dengan lemak hewani atau lemak ikan; bisa pula merupakan campuran lemak hewani (lemak babi, lemak sapi) saja. Oleh karena itu jelas secara umum shortening berstatus syubhat, kecuali yang sudah diketahui komposisinya dan telah dinyatakan halal oleh yang berwenang. Disamping itu, shortening yang mengandung lemak babi jelas haram. Untungnya, di Indonesia sudah banyak shortening yang diproduksi didalam negeri dan sudah mendapatkan sertifikat halal. Di dunia bakery dan kueh, istilah shortening memiliki arti lemak, minyak dan berbagai versi olahan minyak dan lemak yang digunakan sebagai ingredien dalam&lt;br /&gt;pembuatan adonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shortening bisa mengandung bahan selain lemak dan minyak, bahan tersebut adalah perisa (flavourings), pewarna dan emulsifier. Bahan yang sama jika digunakan sebagai whipped toppings, buttercream icings, fatty coatings atau sejenisnya tidak akan disebut sebagai shortening. Fungsi shortening pada pembuatan roti dan kueh adalah memodifikasi sifat fisik dan kimia adonan sehingga bisa diolah dengan efisien. Dengan adanya shortening selama pembuatan adonan dan pemanggangan, adonan menjadi lebih bisa mengembang; shortening juga mampu melembutkan adonan sehingga roti dan kueh yang dibuat menjadi lembut. Dalam beberapa hal, adanya lemak membuat produk menjadi lebih enak dimakan karena memiliki rasa dan aroma yang khas dan enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa perbedaan istilah lemak dan minyak terletak pada kondisi bahan pada suhu ruang, jika berbentuk padat pada suhu ruang maka disebut lemak, sebaliknya minyak pada suhu ruang berbentuk cair. Oleh karena itu yang berasal dari hewan biasanya disebut lemak (lemak babi, lemak sapi, lemak kambing, dll) karena bentuknya padat pada suhu ruang, sedangkan dari nabati (tanaman) dan ikan biasanya disebut minyak karena kebanyakan bentuknya cair pada suhu ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis lemak yang berasal dari hewan yaitu yang pertama adalah mentega (butter), diperoleh dari susu sapi dan status kehalalannya sudah dibahas pada edisi Ummi sebelumnya dimana telah dijelaskan ada jenis mentega yang halal, ada pula jenis mentega yang diragukan kehalalannya, diantaranya adalah mentega yang berbau wangi tajam seperti roombutter. Yang kedua adalah lemak babi, dalam bahasa Inggris disebut lard, diperoleh dari babi, statusnya jelas haram. Yang ketiga adalah lemak sapi, dalam bahasa Inggris disebut tallow, statusnya syubhat bergantung kepada asal sapi dimana lemak ini diperoleh. Jika sapinya disembelih secara Islami maka lemak yang diperoleh dari sapi tersebut halal dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemak nabati diperoleh dari minyak nabati yang dijenuhkan, maksudnya sebagian asam lemaknya yang tadinya tidak jenuh (mengandung ikatan rangkap) dibuat menjadi jenuh dengan menggunakan proses yang disebut hidrogenisasi. Dari segi kehalalan, yang berasal dari nabati ini tidak bermasalah, kecuali ada bahan tambahan pangan yang digunakan seperti emulsifier dan pewarna. Oleh karena itu, tetap saja pilih lemak nabati yang sudah mendapatkan sertifikat halal, jika tidak kehalalannya tidak terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemak yang digunakan dalam pembuatan bakery dan kueh ada yang diistilahkan secara spesifik sesuai dengan tujuan penggunaannya, contohnya adalah cake margarine, ini adalah margarin yang digunakan untuk pembuatan cake walaupun dapat digunakan pula untuk pembuatan roti misalnya. Ada pula yang disebut dengan pastry margarine, ini adalah margarin yang digunakan dalam pembuatan produk pastry. Ada pula yang membagi pastry margarine menjadi dua jenis yaitu yang disebut short pastry margarine dan puff pastry margarine. Berbagai jenis lemak dapat digunakan dalam pembuatan short pastry margarine termasuk lemak babi (lard), lemak sapi (diambil oleinnya saja), minyak ikan yang dijenuhkan dan minyak nabati yang dijenuhkan. Ada pula literatur yang menyebutkan bahwa dalam pembuatan pastry margarine sering digunakan lemak babi (lard), tentu saja hal ini terjadi di negara Barat sana karena sumber literaturnya dari&lt;br /&gt;Barat. Apapun istilahnya, lemak yang digunakan dalam pembuatan produk bakery dan kueh rawan kehalalannya, dengan demikian kita harus ekstra hati-hati dalam memilih lemak untuk pembuatan produk seperti ini. Alhamdulilah di Indonesia sudah banyak jenis jenis shortening untuk berbagai keperluan pembuatan berbagai produk bakery dan kueh yang sudah mendapatkan sertifikat halal sehingga tidak sulit untuk membuat produk yang halal asalkan kita mau mencari dan menseleksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan produk bakery dan kueh nyatalah kedua jenis produk ini rawan kehalalannya, oleh karena itu kita harus ekstra hati-hati dalam membeli kedua produk ini, harus yang sudah mendapatkan sertifikat halal atau berasal dari produsen yang kita percaya memproduksi makanan yang halal. Hindarilah produk bakery dan kueh impor yang tidak dijamin kehalalannya. Disamping itu, kita juga harus hati-hati memilih produk bakery dan kueh hasil industri dalam negeri karena ditengarai banyak menggunakan bahan-bahan yang belum jelas kehalalannya, bahan-bahan tersebut diantaranya adalah ovalet, TBM, SP, roombutter, dll, disamping jenis shortening atau lemak yang digunakan. Yang paling aman adalah lagi-lagi memilih produk yang sudah mendapatkan sertifikat halal dari badan yang berwenang di Indonesia (MUI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Ir. Anton Apriyantono&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-8164554256654932559?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/8164554256654932559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=8164554256654932559' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/8164554256654932559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/8164554256654932559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/06/kehalalan-bahan-roti.html' title='Kehalalan bahan roti'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/Sea-VD_GrtI/AAAAAAAAAkU/dHkxZIau_oE/s72-c/french-bakery-breads-and-pastries.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-4839762493067147976</id><published>2009-04-27T18:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T18:44:29.656-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muhammadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Makna bermuhammadiyah (transkrip ceramah almarhum Ust Suprapto Ibnu Juraimi)</title><content type='html'>Allahumma, inna ustadzuna Suprapto Ibnu Juraimi, fi dzimmatika wa&lt;br /&gt;habli jiwarika, faqihi fitnatal qabri wa-adzabannar, wa anta ahlul&lt;br /&gt;wafa-i wal haq, faghfirlahu warhamhu, innaka antal ghafurur rahim.&lt;br /&gt;(Ya Allah, sesungguhnya ustad kami, ustad Suprapto Ibnu Juraimi ini,&lt;br /&gt;berada di dalam kekuasaan-Mu, karena itu mohon hindarkanlah ia dari&lt;br /&gt;fitnah kubur dan adzab neraka. Engkaulah yang paling berhak Maha&lt;br /&gt;Memenuhi janji dan Maha Benar. Maka ampunilah ia dan anugerahilah ia&lt;br /&gt;rahmat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKNA BERMUHAMMADIYAH*)&lt;br /&gt;*) Transkrip Ceramah Ustadz Ibnu Juraimi dalam Pengajian di PDM&lt;br /&gt;Temanggung Jawa Tengah. Ditranskrip oleh Arief Budiman Ch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH. S. Ibnu Juraimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, ketika saya pertama kali memangku tugas selaku Majelis&lt;br /&gt;Tabligh PP Muhammadiyah, sekitar dua tahun yang lalu, telah dapat&lt;br /&gt;dilaksanakan ‘proyek’ Rihlah Dakwah tahap I yang ketika itu dimulai&lt;br /&gt;dari Magelang, Temanggung, Banjarnegara, Purwokerto dan Tegal.&lt;br /&gt;Program ini merupakan suatu terobosan dari Majelis Tabligh PP&lt;br /&gt;Muhammadiyah, yaitu model kajian selama satu hari satu malam,&lt;br /&gt;menggunakan pendekatan spiritual dan intelektual. Selama 2 tahun itu,&lt;br /&gt;sekitar 215 PDM sudah sempat dikunjungi untuk melaksanakan pengajian&lt;br /&gt;ini. Bahkan ada yang sudah sampai 3 kali, karena mereka minta&lt;br /&gt;dilaksanakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema yang diangkat dalam kajian satu hari satu malam ini adalah&lt;br /&gt;“Meningkatkan Kualitas Kepribadian Pimpinan agar Berakidah yang Benar,&lt;br /&gt;Memiliki Kemampuan Berpikir Bayani, Burhani dan Irfani, serta Dapat&lt;br /&gt;Menjadi Uswah Hasanah”. Sebuah tema yang luar biasa. Kalau&lt;br /&gt;dilaksanakan dengan waktu hanya kira-kira 1,5 jam, harapannya tidak&lt;br /&gt;mungkin akan tercapai. Sebab, pengajian model ini memerlukan proses.&lt;br /&gt;Dan, proses yang paling tepat itu kalau pengajian ini diprogram mulai&lt;br /&gt;dari pukul 4 sore sampai pukul 6 pagi esok hari.&lt;br /&gt;Pengajian ini dulu sudah pernah dicoba oleh PDM Temanggung dengan&lt;br /&gt;sasaran peserta para pimpinan. Para pimpinan Muhammadiyah ini dituntut&lt;br /&gt;menjadi pribadi yang berkualitas, sanggup berfikir bayani, burhani dan&lt;br /&gt;irfani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi kajian dibagi dua. Karena menyangkut pimpinan Muhammadiyah,&lt;br /&gt;yang saya angkat pertama kali adalah tentang makna bermuhammadiyah.&lt;br /&gt;Jangan-jangan setelah sekian tahun bermuhammadiyah, ternyata kita&lt;br /&gt;tidak tahu apa sebenarnya bermuhammadiyah itu.&lt;br /&gt;Kira-kira setahun yang lalu, PWM DIY mengadakan kegiatan pembinaan&lt;br /&gt;Daerah. Saya mendapat tugas untuk melakukan Konsolidasi Ideologi. Saya&lt;br /&gt;angkat tema “Bagaimana seharusnya kita bermuhammadiyah”. Ada lima hal&lt;br /&gt;pokok di dalam kita bermuhammadiyah.&lt;br /&gt;Nampaknya, acara itu dianggap menarik. Sehingga pada tiga tempat yang&lt;br /&gt;menjadi tugas saya dalam Konsolidasi Ideologi ini, saya mengangkat&lt;br /&gt;tema ini. Setelah itu, insya Allah, baru kita bisa memposisikan diri&lt;br /&gt;sebagai pimpinan Muhammadiyah, dan apa yang perlu dilakukan sebagai&lt;br /&gt;pimpinan Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatan, saya menjumpai di beberapa Daerah/PDM, ada Pimpinan&lt;br /&gt;Daerah yang diangkat menjadi pimpinan langsung dari Pimpinan Ranting,&lt;br /&gt;bahkan menduduki jabatan sebagai Ketua PDM. Padahal dia tidak tahu&lt;br /&gt;seluk beluk Muhammadiyah, tidak kenal apa itu Muqaddimah Anggaran&lt;br /&gt;Dasar Muhammadiyah, tidak tahu apa itu MKCH, apalagi Kepribadian&lt;br /&gt;Muhammadiyah. Hanya karena kebetulan dia pinter bicara, ketika&lt;br /&gt;diselenggarakan Musyawarah Daerah, ia kelihatan menonjol, lalu&lt;br /&gt;terpilih menjadi ketua PDM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, bisa kita saksikan juga bahwa banyak orang tertarik&lt;br /&gt;dengan Muhammadiyah. Rupanya dengan aktif di Muhammadiyah itu bisa&lt;br /&gt;menjadi jembatan untuk, misalnya, menjadi anggota Dewan (wakil&lt;br /&gt;rakyat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, saya tidak tahu pasti, di Jawa Tengah, kini sedang&lt;br /&gt;ramai-ramainya orang Muhammadiyah berupaya untuk bisa menjadi calon&lt;br /&gt;anggota Dewan. Padahal tidak semua dari mereka itu bisa terangkat&lt;br /&gt;menjadi anggota Dewan, sehingga kemudian terjadi masalah. Di antara&lt;br /&gt;mereka sendiri saling padu, konflik antar sesama teman sendiri.&lt;br /&gt;Memperhatikan hal yang demikian, maka kita perlu faham bagaimana&lt;br /&gt;sebenarnya bermuhammadiyah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Bermuhammadiyah: Pertama, Bermuhammadiyah adalah Berislam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna bermuhammadiyah yang pertama dan paling utama serta sangat&lt;br /&gt;mendasar adalah berislam. Bagaimana maknanya berislam itu?&lt;br /&gt;Mengungkap hal ini, saya akan membuka lembaran sejarah yang sudah amat&lt;br /&gt;jarang diketahui oleh para pimpinan Muhammadiyah.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, saya beruntung, mendapat rahmat ketika saya bisa&lt;br /&gt;nginthil, mengikuti guru saya, seorang ulama besar di Jogjakarta,&lt;br /&gt;Bapak K.H.R. Hadjid. Beliau dijuluki sebagai Asyaddul Muhammadiyah,&lt;br /&gt;Jago Tua Muhammadiyah, sekretaris Badan Penasehat PP Muhammadiyah.&lt;br /&gt;Gara-gara saya ditendang dari IAIN, saya justru sempat berguru kepada&lt;br /&gt;beliau selama tidak kurang dari 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat mendengar kisah yang dialami beliau. Beliau termasuk murid&lt;br /&gt;termuda K.H. Ahmad Dahlan. Nampaknya, beliau satu-satunya murid yang&lt;br /&gt;mencatat pelajaran Kiyai Haji Ahmad Dahlan. Kami sempat beberapa kali&lt;br /&gt;menerbitkan Buku Pelajaran Kyai Ahmad Dahlan itu dalam bentuk&lt;br /&gt;stensilan. Terakhir, diterbitkan oleh Depag Jawa Tengah, dibagi secara&lt;br /&gt;gratis untuk PDM-PDM se Jateng. Buku itu adalah Himpunan Ayat-ayat&lt;br /&gt;Alquran yang Difahami oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan.&lt;br /&gt;Buku itu berisi tentang bagaimana cara memahami, bagaimana cara&lt;br /&gt;mengajarkan, dan bagaimana pula cara mengamalkannya. Semua itu&lt;br /&gt;terungkap dalam Buku Pelajarannya Kyai Haji Ahmad Dahlan yang ditulis&lt;br /&gt;oleh KHR Hadjid. Generasi sekarang ini barangkali tidak banyak&lt;br /&gt;mengenalnya. Yang dikenal mungkin malah putra tertuanya yang juga&lt;br /&gt;terkenal, Bapak R.H. Haiban Hadjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pertanyaan Kyai Ahmad Dahlan; Muhammadiyah Urung Menjadi Partai Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1921, ada Sidang Hoofdbestuur Muhammadiyah (PP Muhammadiyah). Di&lt;br /&gt;situ para assabiqunal awwalun Muhammadiyah berkumpul, para pendiri dan&lt;br /&gt;generasi pertama pimpinan dan aktivis Muhammadiyah. Yang menarik,&lt;br /&gt;dalam pertemuan itu ada tokoh yang tidak pernah kita kenal sebagai&lt;br /&gt;orang atau aktivis Muhammadiyah. Yang menarik adalah beliau bisa&lt;br /&gt;tampil meyakinkan dalam forum para pembesar, pimpinan Muhammadiyah&lt;br /&gt;generasi pertama berkumpul. Orang itu adalah Haji Agus Salim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Agus Salim punya gagasan untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai&lt;br /&gt;partai politik. Kalau pada masa Orde Baru Muhammadiyah disebut&lt;br /&gt;orsospol, dan beberapa pimpinan Muhammadiyah menjadi anggota Dewan.&lt;br /&gt;Ternyata, menjelang akhir hayat Kiyai Haji Ahmad Dahlan, sudah muncul&lt;br /&gt;juga “ambisi” menjadikan Muhammadiyah sebagai parpol. Sidang dipimpin&lt;br /&gt;oleh Kiyai Ahmad Dahlan. Diketahui, Haji Agus Salim adalah seorang&lt;br /&gt;jurnalis, politisi dan diplomat yang hebat. Tidak ada yang bisa&lt;br /&gt;mengalahkannya dalam berdebat.&lt;br /&gt;Dalam sidang Hoofdbestuur, argumentasi yang disampaikan Haji Agus&lt;br /&gt;Salim membuat seluruh yang hadir terpukau, terkesima dan setuju untuk&lt;br /&gt;menjadikan Muhammadiyah sebagai partai politik. Kyai Dahlan, karena&lt;br /&gt;menjadi pimpinan sidang, tidak berpendapat.&lt;br /&gt;Setelah Kyai Dahlan melihat bahwa nampaknya yang hadir sepakat dengan&lt;br /&gt;gagasan Haji Agus Salim, Kyai Haji Ahmad Dahlan yang memimpin sidang&lt;br /&gt;dengan duduk, lalu berdiri sambil memukul meja. Saya tidak sempat&lt;br /&gt;bertanya kepada guru saya, Kiyai Hadjid, apakah Kyai Dahlan memukul&lt;br /&gt;mejanya keras apa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Ahmad Dahlan mengajukan dua pertanyaan yang sangat sederhana dan&lt;br /&gt;sangat mudah. Dan kalau dijawab, sebenarnya juga gampang. Pertama, apa&lt;br /&gt;saudara-saudara tahu betul apa agama Islam itu? Kedua, apa saudara&lt;br /&gt;berani beragama Islam?&lt;br /&gt;Tidak ada satu pun dari yang hadir yang sanggup menjawab pertanyaan&lt;br /&gt;itu, termasuk Haji Agus Salim sendiri. Bukannya tidak bisa, sebab mana&lt;br /&gt;mungkin ditanya soal Islam begitu saja tidak tahu. Tapi, ketika&lt;br /&gt;ditanya “Beranikah kamu beragama Islam?”. Mereka tahu persis yang&lt;br /&gt;ditanyakan Kyai Haji Ahmad Dahlan itu.&lt;br /&gt;Pak Hadjid muda, bercerita kepada saya, “Bukan main tulusnya&lt;br /&gt;pertanyaan Kiyai Haji Ahmad Dahlan itu”. Sebenarnya pertanyaan itu&lt;br /&gt;sederhana, tapi tidak ada yang sanggup menjawab. Akhirnya gagasan Haji&lt;br /&gt;Agus Salim tidak kesampaian. Muhammadiyah urung jadi partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pertanyaan Kiyai Haji Ahmad Dahlan itu, sekarang baru terjawab&lt;br /&gt;satu. Yaitu pada waktu Muktamar Muhammadiyah ke-40 di Surabaya tahun&lt;br /&gt;1978. Jawaban itu berupa keputusan tentang Ideologi Islam, Pokok-Pokok&lt;br /&gt;Pikiran tentang Dienul Islam, yang konsepnya dari Bapak H. Djindar&lt;br /&gt;Tamimy. Jadi, setelah kira-kira 56 tahun baru terjawab satu&lt;br /&gt;pertanyaan.&lt;br /&gt;Sedangkan pertanyaan yang kedua, sampai sekarang ini belum ada yang&lt;br /&gt;berani menjawab. Tahun 1960, kebetulan saya masih sering mendengar,&lt;br /&gt;ada ungkapan Kyai Dahlan yang menarik, “Durung Islam temenan, nek&lt;br /&gt;durung wani mbeset kuliti dewe” (Belum Islam sungguh-sungguh, kalau&lt;br /&gt;belum berani mengelupas kulitnya sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang akan saya ungkap di sini, kaitannya dengan pertanyaan Kiyai Haji&lt;br /&gt;Ahmad Dahlan tadi, apa Islam itu, bisa dibuka pada Pelajaran Kiyai&lt;br /&gt;Haji Ahmad Dahlan. Bagi KHR Hadjid, Kyai Dahlan dalam mengungkap ayat&lt;br /&gt;itu menarik sekali. Ayat yang diungkap adalah ayat yang sudah populer.&lt;br /&gt;Bahkan menjadi bacaan harian mereka yang membaca doa iftitah shalat&lt;br /&gt;menggunakan hadis riwayat Imam Muslim (Wajjahtu wajhiya….).&lt;br /&gt;Buku itu mengungkap dan mengajarkan bagaimana Islam itu. Ternyata,&lt;br /&gt;setelah sekian tahun bermuhammadiyah Kyai Dahlan baru sanggup&lt;br /&gt;mengaplikasikan dan merealisir ajaran Alquran tidak lebih dari 50&lt;br /&gt;ayat. Dua ayat diantaranya ada dalam surat Al An’am. Qul inna shalati&lt;br /&gt;wa-nusuqi wa mahyaaya, wa mamaati lillaahi rabbil alamin. Laa&lt;br /&gt;syarikalah wa bidzalika umirtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu kitab tafsir diungkap bahwa ayat ini diucapkan oleh&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim AS. Kata-kata dalam ayat Alquran yang menyebut&lt;br /&gt;aslama-yuslimu-aslim, muncul dari Nabi Ibrahim AS. Jadi, awwalul&lt;br /&gt;muslimin itu Ibrahim, sedang wa ana minal muslimin itu Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Maka di dalam doa Iftitah yang diucapkan dalam bacaan shalat tadi&lt;br /&gt;boleh dipilih antara awwalul muslimin atau wa ana minal muslimin.&lt;br /&gt;Qul, katakanlah (Muhammad), inna shalati, sungguh shalatku; wa nusuqi,&lt;br /&gt;dan pengorbananku; wa mahyaya, dan kiprah hidupku; wa mamati, dan&lt;br /&gt;tujuan matiku; lillah, hanya untuk dan karena Allah; raabil alamin,&lt;br /&gt;pengatur alam semesta. Laa syariikalah, tidak ada sekutu bagi-Nya; wa&lt;br /&gt;bidzaalika umirtu, dan dengan itu aku diperintah; wa ana awwalul&lt;br /&gt;muslimin, dan aku orang yang pertama, pasrah, setia tunduk kepada&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wataala. Amin ya rabbal alamin.&lt;br /&gt;Itu makna yang populer, kecuali kata nusuq yang saya terjemahkan&lt;br /&gt;menjadi pengorbananku. Pada hampir semua terje-mahan, nusuq diartikan&lt;br /&gt;ibadah.&lt;br /&gt;Mengenai tafsirnya, kebetulan tidak sempat saya catat tapi saya punya&lt;br /&gt;kitabnya, nusuq bukan berarti ibadah. Yang berarti ibadah adalah&lt;br /&gt;nasaqun. Nusuq artinya menyembelih kurban. Maka saya artikan, nusuqi&lt;br /&gt;adalah pengorbananku. Jadi, “shalatku, pengorbananku, hidup matiku,&lt;br /&gt;lillahi rabbil alamin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Bakir Sholeh, seorang ulama besar Jogja yang dikenal sebagai&lt;br /&gt;kamus berjalan, memaknai dengan liman kana yarju…… “Sungguh, shalatku,&lt;br /&gt;pengorbananku, hidup dan matiku hanya untuk Allah”. Dalam terjemah&lt;br /&gt;Miftah Farid masih kelihatan biasa. Tetapi untuk terjemahan ini orang&lt;br /&gt;bisa tertegun, “Hanya karena untuk Allah rabbil alamin.”&lt;br /&gt;Laa syarikalah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Pengertian ini oleh Kyai&lt;br /&gt;R.H. Hadjid, yang telah mendengar pelajarannya langsung dari Kiyai&lt;br /&gt;Dahlan dengan terjemahan tafsir  “itu tidak untuk selain Allah”.&lt;br /&gt;Karena syarikat bermakna sekutu. Sekutu itu apa saja bisa dianggap&lt;br /&gt;sekutu.&lt;br /&gt;Lalu ayat tadi bermakna apa? “Shalatku, pengorbananku, hidup dan&lt;br /&gt;matiku hanya untuk Allah pengatur alam semesta”. Laa syarikalah, tidak&lt;br /&gt;ada sekutu selain Allah. “Aku diperintah untuk hidup dengan model cara&lt;br /&gt;yang seperti itu. Tidak untuk maksud-maksud yang lain. Tidak untuk&lt;br /&gt;anak istriku. Tidak untuk orang tuaku, juga tidak untuk bangsa dan&lt;br /&gt;tanah airku”. Tanah dan air itu kalau jadi satu namanya blethokan.&lt;br /&gt;Hidupku tidak untuk itu.&lt;br /&gt;Pertanyaannya, lalu untuk apa? “Bela hakmu, perjuangkan hakmu. Membela&lt;br /&gt;tanah air adalah sabilillah. Membela tanah air bukan karena kemauan&lt;br /&gt;tanah air, tetapi karena Allah”. Di sini lalu maknanya, “berbuat&lt;br /&gt;baiklah kamu kepada orang tuamu”. Bedanya dengan ihsan, tidak sekedar&lt;br /&gt;karena naluri, atau karena punya naluri berbakti kepada orang tua,&lt;br /&gt;tetapi begitu lengkap. Sebab itu karena perintah Allah, dari kata&lt;br /&gt;“wa-ahsinuu, …..birrul walidaini”.&lt;br /&gt;Jadi jelas sekarang ini. Lalu ditutup dengan “wa ana awwalul muslimin.&lt;br /&gt;O, ini to karepe (maksudnya) Islam itu. Islam, maksudnya, mendidik&lt;br /&gt;kita untuk hidup model seperti itu. Tidak pakai tiru-tiru model yang&lt;br /&gt;lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap langkah selalu berusaha dan berkarya, tidak bisa yang&lt;br /&gt;namanya hidup kecuali semuanya dalam bentuk kepasrahan, niat yang&lt;br /&gt;tulus berbakti kepada Allah, apapun yang dilakukan. Sebagaimana ayat&lt;br /&gt;yang populer, wamaa khalaqtul jinna wal-insaan illa liya’buduun.&lt;br /&gt;Manusia ini hidup diciptakan oleh Allah, tidak lain, (satu kalimat&lt;br /&gt;yang dimulai dengan nafi, yang di belakang ada illa itu, merupakan&lt;br /&gt;satu doktrin kepastian) hidup ini hanya untuk beribadah, tidak lain.&lt;br /&gt;Maka, semua aktivitas hidup kita harus punya nilai dan nafas ibadah.&lt;br /&gt;Di situlah makna hakekat dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat ini, beliau yang memang orang alim dan orang-orang generasi&lt;br /&gt;pertama, bisa menangkap pertanyaan ini, walaupun tidak sanggup&lt;br /&gt;menjawab.&lt;br /&gt;Maaf, jika orang sudah bicara politik, hampir bisa dipastikan yang&lt;br /&gt;dicari hanyalah kursi. Dulu, ketika sama-sama jadi mubaligh, sama-sama&lt;br /&gt;aktif, masih bisa. Tapi, ketika sudah sampai pada soal kampanye,&lt;br /&gt;jangan tanya. Disitulah letak bahayanya politik kalau tidak disinari&lt;br /&gt;oleh Islam. Sehingga, rasa-rasanya, kita ini sepertinya tidak punya&lt;br /&gt;panutan, siapa politikus kita yang bisa membawa amanah Islam. Rasanya&lt;br /&gt;jauh sekali dengan para pendahulu kita. Seperti Pak Muhammad Natsir,&lt;br /&gt;yang kalau mau sidang ke DPR hanya naik becak, tidak mau dijemput&lt;br /&gt;mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermuhammadiyah adalah berislam. Ungkapan ini memang cukup tandas.&lt;br /&gt;Masyarakat/umat Islam ketika itu di dalam berislam sudah bukan main&lt;br /&gt;trampilnya. Seperti diungkap dalam sabda Nabi yang bernilai ramalan&lt;br /&gt;itu, “Akan datang kepada kamu sekalian, suatu jaman dimana Alquran&lt;br /&gt;tidak kekal lagi, Islam tidak tegak lagi kecuali hanya nama. Memang&lt;br /&gt;banyak orang mengaku dirinya muslim, tapi perilaku dan tindakannya&lt;br /&gt;jauh sekali dari Islam. Masjid-masjidnya makmur, banyak jamaah, tapi&lt;br /&gt;sepi dari kebaikan. Orang-orang yang paling dalam ilmu agamanya&lt;br /&gt;menjadi orang yang paling jahat di kolong langit. Dari mereka keluar&lt;br /&gt;fitnah”. Tetapi fitnah itu kembali kepada orang-orang tadi. Jika hal&lt;br /&gt;ini disebut oleh Rasulullah, ini yang jelas terjadinya sepeninggal&lt;br /&gt;Rasululah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, hampir 100 tahun yang lalu, fenomena ini terjadi, yakni di&lt;br /&gt;jaman sekitar hidup Kiyai Haji Ahmad Dahlan. Bagaimana Alquran yang&lt;br /&gt;punya bobot yang luar biasa, kekuatan dahsyat, lau anzalnya haadzal&lt;br /&gt;qur’ana ala jabalin………min khasyatillah (Seandainya kami turunkan&lt;br /&gt;Alquran kepada gunung, kamu akan tahu Muhammad, gunung itu akan&lt;br /&gt;menolak, tunduk, hancur lumat karena takutnya kepada Allah. Itulah&lt;br /&gt;kekuatan dahsyat dari Alquran), tapi tidak diamalkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, berapa juta kali Alquran dibaca setiap hari. Ratusan&lt;br /&gt;karya tafsir yang menjelaskan dari kata maupun kalimat untuk&lt;br /&gt;menjelaskan ayat-ayat Alquran, berapa pula diangkat di dalam seminar,&lt;br /&gt;simposium, diskusi, namun tetap juga sulit untuk mendapatkan pembaca&lt;br /&gt;Alquran itu yang meneteskan air mata. Sudah susah kita menemui orang&lt;br /&gt;sesenggukan membaca Alquran. Dan amat sukar kita dapati orang yang&lt;br /&gt;terisak-isak karena mendengarkan peringatan ayat-ayat Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada orang yang tersungkur karena mendengar ayat-ayat Alquran,&lt;br /&gt;kecuali tersungkurnya karena sujud tilawah itu saja. Masih mending,&lt;br /&gt;kita masih mau setia mengikuti sunnah Nabi. Setiap Jum’at Shubuh, Nabi&lt;br /&gt;selalu membaca surat As-Sajdah di rakaat pertama, dan surat Al-Insan&lt;br /&gt;di rakaat kedua. Yang seperti ini sekarang di Jogja hampir tidak ada.&lt;br /&gt;Kita perlu mengelus dada (prihatin) melihat hal ini. Dibaca saja tidak&lt;br /&gt;apalagi diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula, Islam hanya tinggal namanya. Secara minoritas, orang&lt;br /&gt;Indonesia, khususnya orang Jawa, Islamnya cuma dalam tiga hal.&lt;br /&gt;Berislam ketika tetak (khitan), ketika menikah, dan saat prosesi&lt;br /&gt;kematiannya. Kalau sudah ditetaki (dikhitan) sudah marem. Anakku wis&lt;br /&gt;diislami (anakku sudah diislami), begitu batinnya. Kemudian kalau mau&lt;br /&gt;menikah, mereka sudah mantap mengundang Pak Naib. Dan ketika meninggal&lt;br /&gt;mengundang ahli tahlil. Dengan ketiga hal itu, sudah dianggap lengkap&lt;br /&gt;Islamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, diantara orang-orang  yang beragamanya hanya tiga kali seumur&lt;br /&gt;hidup itu, malah ada yang diangkat menjadi amirul haj Indonesia. Ini&lt;br /&gt;sungguh-sungguh pernah terjadi. Tidak hanya cara berislamnya yang&lt;br /&gt;merusak tatanan Islam yang sebenarnya, bahkan dia juga termasuk&lt;br /&gt;perusak dan pemecah belah ummat Islam. Sampai seperti ini yang terjadi&lt;br /&gt;di Indonesia yang memang, katakanlah, sedikit atau banyak bersifat&lt;br /&gt;gado-gado.&lt;br /&gt;Ketika belum ada agama yang masuk, orang Indonesia masih primitif,&lt;br /&gt;membakar kemenyan menjadi kebiasaan. Ketika datang ajaran Hindu,&lt;br /&gt;diterima. Lalu ketika datang ajaran Budha, juga diterima, datang Islam&lt;br /&gt;juga diterima, dan terakhir, Kristen juga diterima. Semuanya bergabung&lt;br /&gt;menjadi satu, Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang kita lihat di sekitar kita, wajah keberagamaan umat Islam.&lt;br /&gt;Masih lumayan, masih ada sekelompok (besar) orang, yang beranggapan&lt;br /&gt;kalau sudah berhaji itu sudah lengkap Islamnya. Hal ini bisa dilihat&lt;br /&gt;kalau, misalnya, ada satu orang berangkat haji, rombongan bis yang&lt;br /&gt;mengantar bisa sampai tujuh buah, disebabkan oleh penghormatan kepada&lt;br /&gt;orang yang mau berangkat haji yang demikian besarnya. Bahkan ketika&lt;br /&gt;mengantar sampai di Bandara pun menangisnya bisa sampai sesenggukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bagus dan elok bisa pergi berhaji. Tapi dengan beribadah haji&lt;br /&gt;itu belum tuntas kewajibannya sebagai muslim. Sebenarnya ibadah haji&lt;br /&gt;masih dalam tataran pondasi. Buniyal islamu ala khomsin…. Islam itu&lt;br /&gt;dibangun di atas lima perkara, yang kita kenal dengan rukun Islam.&lt;br /&gt;Lima perkara itu adalah syahadat, shalat, puasa, zakat, dan berhaji,&lt;br /&gt;itu baru pondasi. Untuk membangun keluarga sakinah memang harus lima&lt;br /&gt;perkara itu dulu yang ditata. Sebab, ada orang yang berhaji&lt;br /&gt;berkali-kali, tapi ternyata keluarganya tidak juga kunjung menjadi&lt;br /&gt;keluarga sakinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini merupakan catatan penting untuk dakwah Muhammadiyah,&lt;br /&gt;bagaimana umat ini dikenalkan dengan berislam yang sebenarnya. Saya&lt;br /&gt;tidak menyinggung lebih jauh lagi apa kemudian pedomannya,&lt;br /&gt;pelatihannya, dan sebagainya, bukan sekarang saatnya untuk mengungkap&lt;br /&gt;masalah ini.&lt;br /&gt;Kita bermuhammadiyah yang paling mendasar adalah berislam. Itulah yang&lt;br /&gt;dituntutkan kepada kita. Bagaimana kita punya sikap hidup setia dan&lt;br /&gt;pasrah dengan tatanan aturan hidup Islam. Termasuk yang dulu juga&lt;br /&gt;pernah diungkap Kyai Haji Ahmad Dahlan, saya kurang tahu persis&lt;br /&gt;kalimat itu, hanya mendengar sepintas, “Hidup sepanjang kemauan&lt;br /&gt;Islam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah semangat muhammadiyyin tempo dulu, bagaimana hidup ini dijalani&lt;br /&gt;menurut kemauan Islam. Bukan menurut kemauan adat, bukan pula menurut&lt;br /&gt;kemauan nenek moyang ataupun tradisi, tapi menurut kemauan Islam. Ini&lt;br /&gt;yang menjadi semboyan para pendahulu kita. Saya hanya sempat&lt;br /&gt;mendengar-dengar pada awal tahun 1960. Inilah makna pertama dari&lt;br /&gt;bermuhammadiyah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pimpinan dan aktivis Muhammadiyah dituntut untuk tahu dan faham&lt;br /&gt;apa makna berislam itu. Tahu dan faham, tidak boleh hanya tahu saja.&lt;br /&gt;Doa yang dituntunkan dari Alquran, Rabbi zidni ilma war zuqni fahma.&lt;br /&gt;Pertama, tentang ilmunya sendiri, kuncinya memang harus tahu. Tapi,&lt;br /&gt;tahu saja belum bisa melaksanakan, sehingga diikuti dengan yang kedua,&lt;br /&gt;warzuqni fahma, memohon diberikan kefahaman. Dengan faham itu baru ada&lt;br /&gt;jalan untuk meraih kebaikan, sebagaimana sabda Nabi man yurudillahu&lt;br /&gt;khairan yufaqqihhu fiddin, siapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka&lt;br /&gt;orang tadi difahamkan  agamanya oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal tahu ini, dengan hanya sekali mendengar saja orang sudah bisa&lt;br /&gt;tahu. Sekali mendengar ceramah sudah bisa tahu. Tetapi untuk bisa&lt;br /&gt;faham, tidak cukup dengan sekali mendengar. Maka, Nabi mesti mengulang&lt;br /&gt;sesuatu sampai tiga kali. Hal ini kita dapati pada kitab&lt;br /&gt;Riyadush-shalihin. Setiap kali men-datangi suatu kaum Rasulullah&lt;br /&gt;mengucapkan salam sampai tiga kali. Sementara, banyak di anatara kita&lt;br /&gt;yang malas mengucap salam diulang sampai tiga kali. Malahan mungkin&lt;br /&gt;kuatir disebut sebagai orang NU, karena biasanya orang NU itu yang&lt;br /&gt;mengamalkan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Bermuhammadiyah adalah Berdakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit mengenang orang-orang tua kita, mengenang bagaimana semangat&lt;br /&gt;mereka dalam “wa-tawashau bil haq”.  Ada sebutan yang cukup populer&lt;br /&gt;pada waktu itu, yaitu mubaligh cleleng. Cleleng adalah sebutan untuk&lt;br /&gt;jangkrik, yang kalau diberi makan daun kecubung ngengkriknya&lt;br /&gt;berkurang, tapi kalau diadu walaupun kakinya sudah patah dua-duanya&lt;br /&gt;nggak mau mengalah, kalau perlu sampai mati. Nah, mubaligh yang&lt;br /&gt;seperti itu disebut mubaligh cleleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk salah satu yang disebut sebagai mubaligh cleleng ini adalah&lt;br /&gt;Prof. Abdul Kahar Muzakkir. Ceritanya, beliau ini jarang ketemu dengan&lt;br /&gt;mahasiswanya. Ketika suatu kali mahasiswa menemui beliau dengan&lt;br /&gt;mengucap salam, “Selamat pagi, Pak!”. Beliau bertanya, “Kamu siapa?”&lt;br /&gt;“Saya mahasiswa Bapak”, katanya. “Kembali sana, ucapkan dulu&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum”.&lt;br /&gt;Suatu kali ada orang bertamu ke rumah beliau. Mengucap salam dengan&lt;br /&gt;“kulonuwun“. Berkali-kali diucapkannya salam itu, tidak dijawab,&lt;br /&gt;padahal beliau ada di rumah dan tahu kalau ada tamu. Karena&lt;br /&gt;berkali-kali salam tidak dibukakan pintu, tamu itu akhirnya bermaksud&lt;br /&gt;pergi. Sebelum sampai orang itu pergi, pintu dibuka oleh Prof. Kahar&lt;br /&gt;Muzakkir sambil berkata, “Kibir kamu ya?” “Kenapa?” tanya orang itu.&lt;br /&gt;Al-kibru umsibunnas wa jawahul–haq. Kibir itu meremehkan orang Islam&lt;br /&gt;dan tidak mau memakai aturan Islam. Sudah jelas ada tuntunannya&lt;br /&gt;mengucap salam “Assalamu’alaikum” kalau bertamu ke rumah orang koq&lt;br /&gt;malah “kulonuwun”. Inilah contohnya mubaligh cleleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi anggota Muhammadiyah itu tidak sekedar hanya menjadi anggota&lt;br /&gt;saja. Kalau anda pernah tinggal di sekitar kampung Suronatan, dan&lt;br /&gt;kalau masih ingat, ada yang namanya Haji Khamdani. Saya masih sempat&lt;br /&gt;kenal orangnya, ketua Cabang Muhammadiyah Ngampilan. Pekerjaannya&lt;br /&gt;tukang kayu. Beliau termasuk orang yang telah mendapatkan&lt;br /&gt;sentuhan-sentuhan dari Kyai Ahmah Dahlan. Padahal, Pak Khamdani ini&lt;br /&gt;tidak termasuk orang terpelajar. Sekolahnya paling hanya sampai&lt;br /&gt;sekolah Ongko Loro. Beliau juga tidak termasuk orang kaya. Tetapi&lt;br /&gt;karena terkena sentuhan Kyai Ahmad Dahlan, merasa mau bertabligh nggak&lt;br /&gt;bisa, mau berdakwah pakai uang juga nggak ada uangnya, lalu beliau&lt;br /&gt;mengumpulkan tukang kayu, menyumbang untuk Muhammadiyah lewat&lt;br /&gt;keahliannya sebagai tukang kayu ketika sedang dibangun SR Muhammadiyah&lt;br /&gt;I (sekarang SD Muhammadiyah Suronatan). Ini adalah SD Muhammadiyah&lt;br /&gt;yang didirikan Kyai Haji Ahmad Dahlan berkat orang-orang yang punya&lt;br /&gt;ghiroh, diantaranya mujahid kayu tersebut.&lt;br /&gt;Jadi, apa yang bisa disumbangkan kepada Muhammadiyah, disumbangkannya&lt;br /&gt;sesuai dengan kemampuan masing-masing. Yang bisa bertabligh dengan&lt;br /&gt;kemampuan bertablighnya. Sampai-sampai, walaupun ilmu agamanya masih&lt;br /&gt;minim, ada mubaligh yang membaca saja pating pletot. Rabbil ’alamin&lt;br /&gt;dibaca rabbil ngalamin. Bismillah dibaca semillah. Laa haula walaa&lt;br /&gt;quwwata illa billah dibaca walawalabila, nekat untuk bertabligh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah, karena sentuhan dakwah Kyai Haji Ahmad Dahlan, walaupun cara&lt;br /&gt;membacanya belum fasih, tapi berani bertabligh. Mubaligh yang demikian&lt;br /&gt;ini sekarang ini memang sering dicibir oleh orang-orang NU. Membaca&lt;br /&gt;Quran saja nggak bisa koq berani bertabligh. Oleh Kyai pasti dijawab,&lt;br /&gt;“Dari pada kamu, bisa baca Quran tapi nggak berani bertabligh. Inilah&lt;br /&gt;wajah Muhammadiyah yang kedua, yaitu bermuhammadiyah itu adalah&lt;br /&gt;bertabligh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mengakui bagaimana penampilan anggun dakwah Muhammadiyah.&lt;br /&gt;Dosennya Pak Amien Rais di Fisipol UGM, Pak  Usman Tampubolon, orang&lt;br /&gt;Batak, beliau aktif di Dewan Dakwah  Islamiyah (DDI), tinggal di&lt;br /&gt;Jogjakarta. Disertasinya tentang adat Jawa. Beliau mengorek tentang&lt;br /&gt;adat Jawa yang hal itu bisa sangat menyinggung orang-orang Jawa.&lt;br /&gt;Promotornya tidak mau, mengembalikannya dan menyuruh Pak Usman&lt;br /&gt;Tampubolon untuk merubahnya. Pak Usman tidak mau merubah, “Wong saya&lt;br /&gt;sendiri yang menyusun koq disuruh merubah”, kata Pak Usman.&lt;br /&gt;Pak Usman berkomentar tentang Kyai Haji Ahmad Dahlan. Aneh, katanya,&lt;br /&gt;dalam sejarah, ketika bangkit gerakan modern di Timur Tengah, dengan&lt;br /&gt;tampilnya Syeh Muhammad Abdul Wahab, yang karya paling terkenalnya&lt;br /&gt;kitab tauhid, “Al Ushulust-tsalasah”,30) ketika ajarannya diambil,&lt;br /&gt;mesti ada perang dan darah yang mengalir. Kuburan-kuburan di tanah&lt;br /&gt;Arab yang sudah begitu rupa, oleh Syeh Abdul Wahab diratakan. Maka,&lt;br /&gt;yang namanya Syeh Abdul Wahab ini, di Indonesia juga sangat ditakuti.&lt;br /&gt;Tentu kita juga ingat perjuangan Imam Bonjol dengan perang Paderinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Kyai Haji Ahmad Dahlan yang lahir di Kauman, dan bahkan&lt;br /&gt;menjadi pegawai Keraton, koq bisa tenang, rukun dan asyik duduk&lt;br /&gt;bersama orang Kraton yang masih mempercayai nenek moyang dengan agama&lt;br /&gt;jahiliyahnya. Tidak ada sruduk-srudukan di antara mereka. Hal ini&lt;br /&gt;membuat Pak Usman Tampubolon heran. Sosiologi apa yang dimiliki Kyai&lt;br /&gt;Haji Ahmad Dahlan. Seandainya Kyai Haji Ahmad Dahlan lahir dan&lt;br /&gt;mendirikan Muhammadiyah di Sumatera Barat, maka Muhammadiyah hanya ada&lt;br /&gt;di sana. Keadaan ini menarik. Fenomena apa ini, koq Kyai Haji Ahmad&lt;br /&gt;Dahlan tenang–tenang saja, mengapa tidak terjadi benturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, kita juga menyadari adanya kepercayaan tradisi yang&lt;br /&gt;masih melekat di kalangan aktifis Muhammadiyah, terutama soal&lt;br /&gt;kematian. Memang Muhammadiyah telah membersihkan hal-hal bid’ah.&lt;br /&gt;Tetapi nampaknya masalah ini sekarang mulai bermunculan lagi.&lt;br /&gt;Dihidupkan lagi tradisi lama. Apalagi Sidang Tanwir di Bali yang lalu&lt;br /&gt;membicarakan topik Dakwah Kultural. Orang belum tahu persis koq sudah&lt;br /&gt;melangkah lebih lanjut.&lt;br /&gt;Jujur saja, dan harus kita akui, bahwa Muhammadiyah yang tadinya cukup&lt;br /&gt;anggun, dengan jasa besarnya yang telah ikut mencerdaskan bangsa ini,&lt;br /&gt;selama lebih kurang 93 tahun berdakwah, ternyata belum dan tidak&lt;br /&gt;sanggup menggoyang kekuatan Nyai Roro Kidul. 93 tahun bukan waktu yang&lt;br /&gt;singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan masalah yang serius, sebab kekuatan kaum itu sedemikian&lt;br /&gt;besarnya. Mereka punya seragam khusus dan punya pos-pos ribuan&lt;br /&gt;banyaknya. Yang kita kaget ketika Pemilu tahun 1999 kemarin, kekuatan&lt;br /&gt;mereka seperti itu. Itulah barangkali yang melatar-belakangi Sidang&lt;br /&gt;Tanwir membicarakan masalah dakwah kultural. Hampir-hampir&lt;br /&gt;Muhammadiyah tidak menyadari tentang adanya  budaya-budaya itu.&lt;br /&gt;Masalah bagai-mana menari yang Islami, Muhammadiyah tidak bisa&lt;br /&gt;menjawab.&lt;br /&gt;Kalau saya ada jawaban lain kenapa perlu ada dakwah kultural. Saya&lt;br /&gt;lebih cenderung memakai alat yang lain. Apa Kyai Ahmad Dahlan waktu&lt;br /&gt;itu memakai dakwah kultural? Tidak. Yang memakai itu kan Walisongo,&lt;br /&gt;Sunan Kalijogo. Lalu, apa rahasianya Kyai Ahmad Dahlan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu keunggulan Muhammadiyah yang tidak dimiliki oleh yang  lain,&lt;br /&gt;adalah adanya karya amal Muhammadiyah. Kyai Haji Ahmad Dahlan sanggup&lt;br /&gt;menampilkan Islam yang bisa dilihat dan dinilai bermanfaat oleh ummat.&lt;br /&gt;Tidak tanggung-tanggung, Muhammadiyah telah melahirkan dua presiden,&lt;br /&gt;terlepas dari presidennya itu seperti apa. Bung Karno dan Soeharto&lt;br /&gt;adalah anak didik Muhammadiyah. Inilah jasa besar Muhammadiyah di&lt;br /&gt;bidang  pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berada di Boyolali dalam tugas Rihlah Dakwah, di sebuah panti&lt;br /&gt;asuhan yang gedungnya berlantai dua, sangat megah, saya diberitahu&lt;br /&gt;bahwa yang membangun gedung itu adalah seorang pensiunan dari Jakarta.&lt;br /&gt;Ia datang ke Boyolali mencari-cari orang Muhammadiyah. Ia mengakui&lt;br /&gt;dulunya lulusan SMP Muhammadiyah Nogosari Boyolali. Setelah lama&lt;br /&gt;menjadi pegawai di Jakarta kemudian ia ingat kembali Muhammadiyah.&lt;br /&gt;Sementara, kadang-kadang, kita kalau sudah jadi pegawai tidak kober&lt;br /&gt;lagi mikir Muhammadiyah, karena sibuk mikirin duit terus. Apalagi kita&lt;br /&gt;ini termasuk sebagai pewaris falsafah “sendu” (seneng duit), merasa&lt;br /&gt;senang dengan hal itu. Harus secara jujur kita akui bahwa kita memang&lt;br /&gt;senang terhadap duit.&lt;br /&gt;Nah, pensiunan dari Jakarta tadi punya tabungan dan ingin&lt;br /&gt;menyumbangkannya kepada Muhammadiyah. Semua tukang yang bekerja&lt;br /&gt;membangun panti itu ia yang bayar. Inilah salah satu contoh bagaimana&lt;br /&gt;pengaruh pendidikan Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga bisa merasakan bagaimana sentuhan-sentuhan darah kita yang&lt;br /&gt;memang belum bisa dicerna dan baru sedikit sekali. Kalau kita lihat ke&lt;br /&gt;sekretariat PP Muham-madiyah, anggota Muhammadiyah sekarang sudah&lt;br /&gt;mencapai jumlah deretan 6 angka, tapi angka pertama baru 8. Artinya,&lt;br /&gt;belum ada 1 juta orang, itu pun masih dikurangi lagi dengan yang sudah&lt;br /&gt;meninggal. Inilah wajah Muhammadiyah yang kedua, wajah dari&lt;br /&gt;Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah yang perlu dibenahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Bermuhammadiyah adalah Berorganisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman KHA. Dahlan terhadap Alquran surat Ali Imran ayat 104 telah&lt;br /&gt;melahirkan pergerakan Muhammadiyah. Tidak bisa dibayangkan bagaimana&lt;br /&gt;ulama pendahulu kita itu bisa menangkap isyarat-isyarat Alquran,&lt;br /&gt;sehingga memilih organisasi sebagai alat dakwah. Sebab, sebelum itu,&lt;br /&gt;organisasi yang ada sifatnya masih sederhana. SDI atau SI yang muncul&lt;br /&gt;sebelumnya karena kebutuhan yang  mendesak. SDI muncul untuk&lt;br /&gt;mengim-bangi perdagangan Cina. Sedang kelahiran SI tidak lepas dari&lt;br /&gt;pengaruh  politik. Kita tahu, di dunia politik ada dua rayuan, rayuan&lt;br /&gt;surga dan rayuan kursi. Sedang, di Majelis Tabligh yang ada cuma surga&lt;br /&gt;saja yang menjadi harapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berorganisasi, oleh beliau-beliau ini, walaupun  saat itu belum ada&lt;br /&gt;Majelis Tabligh, tapi di benak para pemimpin kita itu sudah jauh&lt;br /&gt;sekali yang dijangkau untuk nanti bagaimana rencana ke depannya.&lt;br /&gt;Mengapa begitu yakin? Sebab tidak mungkin tegaknya Islam, izzul Islam&lt;br /&gt;wal muslimin, itu ditangani oleh orang per-orang. Saya  tidak tahu&lt;br /&gt;persis, penduduk Indonesia saat itu berapa jumlahnya. Saya hanya ingat&lt;br /&gt;ada sekitar 77 jutaan penduduk Indonesia di tahun 1960-an. Jadi, pada&lt;br /&gt;jaman Kyai Dahlan itu kira-kira ada 30 jutaan penduduk Indonesia, pada&lt;br /&gt;saat lahirnya Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dihadapi Rasulullah pada jaman beliau, menurut Pak AR, hanya&lt;br /&gt;sekitar 700 ribu. Perkiraan ini didasarkan pada perhitungan bahwa saat&lt;br /&gt;Haji Wada’ jumlah jama’ah yang hadir ada 140 ribu. Jika setiap orang&lt;br /&gt;punya lima anggota keluarga, maka jumlahnya sekitar 700 ribu.&lt;br /&gt;Dibulatkan lagi, misalnya, menjadi  1 juta. Ummat yang sekitar 700&lt;br /&gt;ribu sampai 1 juta itu bisa ditangani karena ada figur Nabi Muhammad&lt;br /&gt;SAW, ada Abu Bakar, ada Umar bin Khattab, dan lain-lainya. Dan yang&lt;br /&gt;kita kenal lainnya, ada sepuluh sahabat Nabi yang dijamin bakal masuk&lt;br /&gt;surga sebelum Rasullah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, kita kesulitan menentukan orang-orang yang seperti itu.&lt;br /&gt;Kalau toh ada hanya segelintir. Katakanlah, kalau saya membuat contoh&lt;br /&gt;tentang uswah hasanah, jujur saja, siapa orang Jogja yang layak&lt;br /&gt;menjadi uswah hasanah, kita kesulitan mencarinya. Belum lagi di&lt;br /&gt;Temanggung, siapa yang layak menjadi uswatun hasanah. Padahal&lt;br /&gt;Muhammadiyah telah berkembang sedemikian luas. Ini baru dari sisi soal&lt;br /&gt;uswah hasanah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kyai Dahlan menyampaikan pengajian di Pekajangan Pekalongan,&lt;br /&gt;ada audien/peserta pengajian itu, yang memper-hatikan betul terhadap&lt;br /&gt;Kyai  Dahlan. Rupanya orang ini adalah orang alim dan orang saleh. Ia&lt;br /&gt;memperhatikan secara seksama wajah Kyai Haji Ahmad Dahlan. Diawasinya&lt;br /&gt;ekspresi wajah dan mimik Kyai Haji Ahmad Dahlan. Apalagi Kyai Dahlan&lt;br /&gt;waktu itu mengaku sebagai pimpinan Persyarikatan yang didirikan di&lt;br /&gt;Jogjakarta. Hanya dengan melihat wajah, orang saleh ini bisa&lt;br /&gt;menentukan apakah seseorang itu saleh, jujur, dan sebagainya. Ia tahu&lt;br /&gt;hal itu tentang Kyai Haji Ahmad Dahlan, tapi ia merasa  tidak puas&lt;br /&gt;dengan hanya melihat penampilan Kyai Dahlan waktu itu.&lt;br /&gt;Ketika Kyai Haji Ahmad Dahlan  pulang ke Jogja orang tadi mengikuti.&lt;br /&gt;Sampai di Jogja ia bertanya kepada orang, di masjid mana Kyai Dahlan&lt;br /&gt;sholat. Ia tidak bertanya tentang apa, tapi cukup bertanya tentang&lt;br /&gt;sholatnya Kyai Haji Ahmad Dahlan. Setengah jam sebelum adzan shubuh,&lt;br /&gt;orang itu sudah datang ke masjid, maksudnya mau menunggu jam berapa&lt;br /&gt;Kyai Haji Ahmad Dahlan datang. Ia tertegun karena orang yang&lt;br /&gt;ditunggunya sudah ada di Masjid itu. Lalu komentarnya, “Pantas kalau&lt;br /&gt;Kyai Haji Ahmad Dahlan mengaku sebagai pemimpin Muhammadiyah”. Orang&lt;br /&gt;itu tidak lain adalah Buya A.R. Sutan Mansur muda. Beliau  adalah&lt;br /&gt;saudara dari Sutan Ismail, seorang mubaligh terkenal di Pekalongan,&lt;br /&gt;yang berasal dari negeri Minangkabau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi cerita tentang Pak AR Fahruddin. Di mata saya beliau adalah&lt;br /&gt;orang yang paling zuhud di Muhammadiyah, satu-satunya ketua PP&lt;br /&gt;Muhammadiyah yang tidak punya rumah sendiri. Tempat tinggalnya di&lt;br /&gt;Jalan Cik di Tiro adalah milik persyarikatan Muhammadiyah. Ketika&lt;br /&gt;beliau meninggal, istrinya kemudian ikut salah seorang anaknya,&lt;br /&gt;Sukriyanto AR. Sekarang, bekas rumah beliau itu telah dipugar dan&lt;br /&gt;dibangun gedung berlantai tiga yang menjadi  kantor PP Muhammadiyah&lt;br /&gt;Jogjakarta yang baru, yang juga baru diresmikan pada 1 Muharram yang&lt;br /&gt;lalu.&lt;br /&gt;Namun bukan ini persoalannya. Para pengurus PP Muhammadiyah kalau&lt;br /&gt;sakit biasanya memang dilayani oleh Rumah Sakit Muhammadiyah. Seperti&lt;br /&gt;RSU PKU di Jogja atau RSI di Jakarta. Lukman Harun ketika sakit,&lt;br /&gt;sebelum meninggal, juga dilayani oleh Muhammadiyah di RSI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Pak AR kebetulan sakit dan mau operasi karena sakit, tidak ada&lt;br /&gt;satupun orang Muhammadiyah yang tahu. Pak AR sendiri juga tidak ingin&lt;br /&gt;diberi fasilitas. Tapi, sebuah kelompok pengajian kecil yang tidak&lt;br /&gt;jauh dari kediaman Pak AR tahu kalau Pak AR sakit dan mau operasi.&lt;br /&gt;Mereka tahu betul bagaimana keadaan Pak AR itu, seorang pensiunan&lt;br /&gt;pegawai Penerangan Agama Jawa Tengah yang gaji pensiunannya hanya 80&lt;br /&gt;ribu, bukan ratusan ribu. Kelompok  pengajian tadi lalu menyebarkan&lt;br /&gt;warta, dan terkumpullah uang sebanyak 600 ribu yang kemudian&lt;br /&gt;diserahkan kepada keluarga Pak AR untuk biaya berobat.&lt;br /&gt;Namun, setelah Pak AR sembuh, pengurus kelompok pengajian itu diundang&lt;br /&gt;Pak AR. Pak AR mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut,&lt;br /&gt;kemudian Pak AR memberikan bingkisan. Supaya puas, pengurus tadi&lt;br /&gt;membuka bingkisan itu. Di dalamnya ada uang 300 ribu. Pengurus&lt;br /&gt;kelompok pengajian itu kaget dan berkata bahwa mereka telah ihlas. Pak&lt;br /&gt;AR menjelaskan bahwa operasinya hanya menghabiskan biaya 300 ribu,&lt;br /&gt;maka sisanya dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba, apa ada sekarang orang yang seperti Pak AR itu. Yang ada malah&lt;br /&gt;sebaliknya, ada mubaligh yang sampai menawar harga untuk sekali&lt;br /&gt;ceramahnya. Saya pernah pergi ke Sulawesi, berdampingan dengan&lt;br /&gt;seseorang yang bercerita bahwa ia pernah sekali mengundang penceramah&lt;br /&gt;dari Jakarta. Amplopnya mesti 6 juta, belum termasuk tiket pesawatnya,&lt;br /&gt;dan ini harga mati. Begitulah. Tapi, kalau kita aktif di Muhammadiyah&lt;br /&gt;tidak boleh seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita garap sekarang ini adalah ummat yang jumlahnya lebih dari&lt;br /&gt;200 juta. Jika pada masa Kyai Haji Ahmad Dahlan itu kira-kira ada 30&lt;br /&gt;juta ummat yang juga  sudah memerlukan kekuatan untuk berdakwah, dan&lt;br /&gt;kekuatan itu berupa organisasi, maka sehebat-hebatnya Zainuddin MZ,&lt;br /&gt;yang dikenal sebagai da’i sejuta ummat, beliau tidak sanggup membangun&lt;br /&gt;ummat. Di Jogja juga ada mubaligh terkenal. Tapi, paling-paling beliau&lt;br /&gt;juga cuma bisa dikenal. Tidak akan bisa membangun ummat, karena untuk&lt;br /&gt;membangun ummat  diperlukan kekuatan massa, dan kita harus mau serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cukup tajam untuk menggugat tentang masalah pendidikan&lt;br /&gt;Muhammadiyah di sini. Saya buat global saja, baik UMS, UMM, UMY,&lt;br /&gt;UHAMKA dan sekitar 130  PTM, ditambah puluhan ribu sekolah&lt;br /&gt;Muham-madiyah, 90% siswa atau mahasiswanya adalah bukan putra&lt;br /&gt;Muhammadiyah. Termasuk di UMY, ketika saat itu ada training untuk&lt;br /&gt;mahasiswa baru, rata–rata sholatnya memakai usholli. Memang ada&lt;br /&gt;sedikit yang berasal dari IPM/IRM.&lt;br /&gt;Gugatan saya, baik yang di sekolah maupun yang di PTM, kalau mereka&lt;br /&gt;masuk di lembaga pendidikan Muhammadiyah, masuk dengan usholli dan&lt;br /&gt;keluar tetap usholli, maka Muhammadiyah sudah gagal dalam&lt;br /&gt;menyelenggarakan pendidikannya. Sehebat apapun sekolah Muhammadiyah,&lt;br /&gt;koq setelah sholat malah yasinan.&lt;br /&gt;Yang lebih ngeri lagi, karena kita tidak memikirkan hal itu, setiap&lt;br /&gt;tahun kita meluluskan sekitar 40 ribu siswa/mahasiswa. Dari sebanyak&lt;br /&gt;itu, berapa yang kemudian menjadi mujahid dakwah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah berbicara dengan Pak Umar Anggoro Jenie (mantan Ketua&lt;br /&gt;Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), ketika menjelang Muktamar di&lt;br /&gt;Jakarta tentang hal ini. Siapa di antara alumni perguruan Muhammadiyah&lt;br /&gt;itu, yang tampil menjadi mujahid dakwah, pada hal mereka, kurang lebih&lt;br /&gt;lima tahun, di tangan kita, merah hijaunya para sarjana itu kita yang&lt;br /&gt;membuatnya. Juga yang di sekolah-sekolah Muhammadiyah itu, paling&lt;br /&gt;tidak selama tiga tahun mereka kita didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKI, waktu itu, tidak punya lembaga pendidikan, tapi mereka mampu&lt;br /&gt;melahirkan kader-kader yang militan. Sedangkan di Muhammadiyah, siapa&lt;br /&gt;di antara kita yang pantas di sebut sebagai kader militan. Ini perlu&lt;br /&gt;menjadi PR kita, bagaimana mengurus Muhammadiyah secara serius.&lt;br /&gt;Jangan-jangan di Muhammadiyah ini malah cuma sekedar mencari&lt;br /&gt;penghidupan saja. Apakah kalimat semboyan “Hidup-hidupilah&lt;br /&gt;Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah” masih relevan?&lt;br /&gt;Padahal, waktu itu semboyan ini sangat terkenal dan biasa ditulis di&lt;br /&gt;majalah dan di dinding-dinding gedung amal usaha Muhammadiyah.&lt;br /&gt;Bagaimana kita menjawab pertanyaan ini, dan bagaimana reaksi kita atas&lt;br /&gt;ungkapan Kyai Haji Ahmad Dahlan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, alhamdulillah, dapat kita perkembangan Muhammadiyah saat ini&lt;br /&gt;sudah sebegitu pesat. Kita mungkin tidak tahu, yang namanya sholat Ied&lt;br /&gt;di lapangan pada waktu itu belum ada di kota Jogjakarta. Sebab saat&lt;br /&gt;itu sholat Ied hanya ada di Masjid Besar Kauman. Oleh Pak Sultan,&lt;br /&gt;tidak boleh shalat Ied di Alun-alun, kalau ingin shalat Ied di&lt;br /&gt;lapangan disuruh cari tempat sendiri, sehingga Muhammadiyah membeli&lt;br /&gt;lapangan Asri di Wirobrajan. Dan sekarang ini sudah menyebar ke&lt;br /&gt;mana-mana kalau sholat Ied itu diseleng-garakan di lapangan, sesuai&lt;br /&gt;dengan sunnah Nabi. Memang ada 9 hadis tentang masalah ini, tapi hanya&lt;br /&gt;ada satu hadis yang menyebut shalat Ied di masjid dan itu pun hadis&lt;br /&gt;dhoif.&lt;br /&gt;Kalau kita lihat di masjid-masjid, jika ada garis shaf yang miring&lt;br /&gt;tidak sejajar dengan bangunan masjid (karena menyesuaikan arah&lt;br /&gt;kiblat), itu adalah hasil dari perjuangan Kyai Dahlan. Dulu, untuk&lt;br /&gt;memperjuangkan lurusnya arah kiblat ini, langgar Kyai Dahlan di Kauman&lt;br /&gt;dirobohkan oleh tentara Kraton, karena Kyai Dahlan membetulkan arah&lt;br /&gt;kiblat di Masjid Besar Kauman. Itu adalah salah satu contoh&lt;br /&gt;pengorbanan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tidak tahu bagaimana jasa-jasa Kyai Haji Ahmad Dahlan. Termasuk&lt;br /&gt;dalam hal qurban yang dilaksanakan di kantor-kantor,&lt;br /&gt;sekolahan-sekolahan, dan lain-lainnya. Semua itu adalah jasa Kyai&lt;br /&gt;Ahmad Dahlan. Sekarang, dapat kita lihat sudah merebak di mana-mana,&lt;br /&gt;misalnya di kantor bupati menyembelih qurban seekor lembu, gubernur&lt;br /&gt;juga seekor lembu, dan sebagainya. Padahal menyembelih qurban di&lt;br /&gt;kantor dan sekolahan itu tidak ada nashnya. Alasanya hanya satu, yaitu&lt;br /&gt;latihan. Dan masih banyak lagi amal usaha Muhammadiyah yang dengan itu&lt;br /&gt;orang menjadi tahu Islam yang sebenarnya, melalui karya-karya Islami&lt;br /&gt;Muhammadiyah tersebut.&lt;br /&gt;Yang namanya surat Al-Maun, dulu hanya menjadi hafalan orang saja.&lt;br /&gt;Tapi di benak Kyai Dahlan, jadilah pengamalan dari surah itu,&lt;br /&gt;panti-panti asuhan, rumah sakit-rumah sakit, yang merupakan pemahaman&lt;br /&gt;beliau atas surat Al-Maun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah keberhasilan dakwah Muhammadiyah dapat dilihat. Tanpa ada&lt;br /&gt;benturan yang berarti ia menjadi  diminati oleh ummat. Cuma, sekarang&lt;br /&gt;masalahnya terletak pada diri kita sendiri, karena kita ini sudah&lt;br /&gt;menjadi pewaris amal usaha Kyai Haji Ahmad Dahlan. Pertanyaannya,&lt;br /&gt;untuk apa amal usaha yang telah diwariskan Kyai Haji Ahmad Dahlan itu.&lt;br /&gt;Mau diapakan, misalnya, anak-anak asuh panti asuhan yang hidup, makan,&lt;br /&gt;dan semuanya dicukupi Muhammadiyah, mau diapakan lagi mereka ini kalau&lt;br /&gt;tidak kita jadikan kader kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat dan Kelima, Bermuhammadiyah adalah Berjuang dan Berjihad serta&lt;br /&gt;Berkorban.&lt;br /&gt;Yang keempat, bermuhammadiyah itu berjuang dan berjihad.&lt;br /&gt;Yang kelima, bermuhammadiyah adalah berkorban.&lt;br /&gt;Untuk dua hal yang terakhir ini belum sempat saya angkat. Sebenarnya&lt;br /&gt;mau saya sampaikan karena waktunya belum ada, maka saya minta maaf.::&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-4839762493067147976?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/4839762493067147976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=4839762493067147976' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/4839762493067147976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/4839762493067147976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/04/makna-bermuhammadiyah-transkrip-ceramah.html' title='Makna bermuhammadiyah (transkrip ceramah almarhum Ust Suprapto Ibnu Juraimi)'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-4135432428006584032</id><published>2009-04-16T21:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T21:28:55.746-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='java'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tutorial'/><title type='text'>String splitter di Java ME</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saya baru tahu, ternyata versi yang digunakan oleh Java ME adalah java 1.3. Efek yang sangat terasa adalah banyak dari library-library dan method-method yang biasanya ada di Java SE yang tidak muncul di Java ME. Salah satunya adalah string splitter (sebuah method yang digunakan untuk men-split sebuah string menjadi token-token).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk anda yang mungkin juga sering menggunakan string splitter, berikut saya buatkan method yang bisa anda gunakan untuk string splitter:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    &lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;public static String[] split(String string,char splitter) {&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;         String tempString = "";&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;         int count = 1;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;         String[] hasil = new String[count];&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;         for (int i = 0; i &lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;             if (string.charAt(i) == splitter) {&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;                 hasil[count - 1] = tempString;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;                 String[] temp = new String[++count];&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;                 for (int j = 0; j &lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;                     temp[j] = hasil[j];&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;                 }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;                 hasil = temp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;                 tempString = "";&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;                 continue;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;             }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;             tempString += string.charAt(i);&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;         }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;         // bagian yang terakhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;         hasil[count - 1] = tempString;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;         return hasil;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;     }&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;     &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;   String coba = "Arwan#08121578296#Piyungan";&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;     String[] displit = split(coba, '#');&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;     for (int i = 0; i &lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;         System.out.println("String hasil: " + displit[i]);&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;     }&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perintah di atas akan menghasilkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Arwan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;08121578296&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Piyungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-4135432428006584032?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/4135432428006584032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=4135432428006584032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/4135432428006584032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/4135432428006584032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/04/string-splitter-di-java-me.html' title='String splitter di Java ME'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-3379085581177352676</id><published>2009-03-30T21:23:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T21:41:21.661-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linux'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tutorial'/><title type='text'>User is not in the sudoers file (ubuntu)</title><content type='html'>Ketika saya menggunakan user yang bukan user default, saya mau melakukan sudo untuk mengedit sebuah file konfigurasi. Akan tetapi, muncul peringatan "user is not in the sudoers file". Saya coba untuk melihat group dari user yang sedang saya gunakan, saya kemudian coba ubah menjadi root. Setelah saya logout dan balik lagi, ternyata pesan itu muncul lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya otak-ati lagi, ternyata user yang boleh melakukan sudo bukan user yang ada dalam group root, tapi admin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda menghadapi masalah serupa, lakukan langkah-langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;- system --&gt; administration --&gt; users and groups&lt;br /&gt;- unlock, masukkan password&lt;br /&gt;- dalam tab 'advance', ubah group user anda menjadi group admin&lt;br /&gt;- logout&lt;br /&gt;- login lagi&lt;br /&gt;- coba buka terminal. kalau sudah ada keterangan di atas, "to run a command as administrator.....", maka itu berarti anda sudah bisa melakukan sudo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-3379085581177352676?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/3379085581177352676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=3379085581177352676' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/3379085581177352676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/3379085581177352676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/03/user-is-not-in-sudoers-file-ubuntu.html' title='User is not in the sudoers file (ubuntu)'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-6095682477740087760</id><published>2009-03-29T21:23:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T22:01:42.920-07:00</updated><title type='text'>Manfaat kopi radix, sebuah testimoni</title><content type='html'>Saya menikah sejak tanggal 8 April 2007. Menikah hampir dua tahun dengan tanpa ada anak di tengah-tengah kami terus terang membuat kami gelisah. Memang benar firman Allah di Al Quran: "dihiasi untuk manusia kecintaan terhadap wanita, anak-anak, ........ ". Ustadz Suprapto Ibnu Juraim pernah menjelaskan, bahwa ini adalah hierarki kebutuhan manusia. Pertama manusia akan mempunyai keinginan yang kuat untuk bersatu dengan lawan jenisnya, kemudian jika ini sudah dipenuhi, maka akan merangkak ke kebutuhan selanjutnya, yaitu untuk mendapatkan anak, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kurang lebih usia pernikahan kami satu tahun, kami sudah berusaha datang ke dokter spesialis kandungan. Berbagai tes dan obat sudah kami jalani dengan menghabiskan sudah bukan lagi ukuran puluhan atau ratusan ribu lagi, tapi sudah jutaan. Hasil analisa terakhirnya adalah: saya mengalami sedikit penyumbatan di bagian prostat dan istri saya mengalami infeksi di saluran indung telur. infeksi ini sedikit mengganggu proses perjalanan sel telur ke rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, beberapa bulan yang lalu kami bertemu dengan seorang herbalis. Beliau menyarankan kami untuk minum kopi radix, sebuah kopi produk dari HPA yang diramu dari 7 macam herbal, yaitu tongkat ali, tebu gajah, mata pelanduk, halban, mengkudu hutan, teja lawang, dan larak hutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, setelah kami mengkonsumsi dua box kopi radix, hasilnya sudah terlihat. Di suatu pagi, istri  saya mencoba untuk mengecek kehamilannya, dan alhamdulillah hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, istri saya sudah hamil dua bulan. Menurut dokter, ada dua makanan/minuman yang harus dihindari, yaitu kopi dan jamu. Akan tetapi, kami dapat rekomendasi dari dokter lain, untuk memberikan kopi radix sampai usia kehamilan 3 bulan, kemudian dilanjutkan dengan mengkonsumsi spirulina sejak usia kehamilan 4 bulan sampai lahir. Menurut beliau, kopi radix berbeda dengan kopi yang lain, karena cafeinnya sudah dinetralisir oleh tebu gajah. Beliau dan beberapa orang sudah membuktikan, bahwa dengan kopi radix, pertumbuhan sel anaknya luar biasa dan anak yang lahir ternyata punya kekebalan yang lebih baik dibandingkan anak yang ibunya tidak minum kopi radix ketika hamil. Kopi radix harus dihentikan ketika masuk usia 4 bulan, karena kalau tidak dihentikan, pertumbuhan anak akan luar biasa. Seorang teman di Surabaya mengkonsumsi radix sampai 9 bulan, dan hasilnya: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika lahir, bobot anaknya 5,5 kg dan sangat sehat&lt;/span&gt;. (kasian sekali ibunya, beliau tidak kuat ngapa-ngapain ketika hamil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Allah. Terima kasih untuk Tuan Haji Ismail atas keikhlasannya dalam membuat ramuan yang luar biasa. Terima kasih juga untuk Pak Supri, herbalis yang saya ceritakan dalam kisah ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-6095682477740087760?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/6095682477740087760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=6095682477740087760' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/6095682477740087760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/6095682477740087760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/03/manfaat-kopi-radix-sebuah-testimoni.html' title='Manfaat kopi radix, sebuah testimoni'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-8214569395916722752</id><published>2009-03-24T21:37:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T21:51:33.210-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='materi kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='java'/><title type='text'>Senarai Berantai (LinkedList)t</title><content type='html'>Linked List atau senarai berantai adalah kumpulan atau koleksi dari komponen yang dinamakan node. Setiap node menyimpan informasi tentang alamat dari node berikutnya (Malik, 2003). Sebuah node terdiri dari dua bagian, yaitu data dan link.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apabila kita menggunakan java, konsep linked list ini sudah terlingkupi dalam Java Collection Framework (JCF). Dengan Java, kita tidak perlu lagi membuat LinkedList. Kita tinggal menggunakan class yang sudah disediakan dalam JCF.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berikut syntax yang anda tuliskan kalau anda menggunakan JCF:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;import java.util.*;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;public class CobaLinkedList {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    public static void main(String[] args) {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        LinkedList&lt;phonebook&gt; list = new LinkedList();&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        list.add(new PhoneBook("Arwan","0812157826"));&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        list.add(new PhoneBook("Roni","Ra duwe"));&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        list.remove(1);&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div&gt;        Iterator it = list.iterator();&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        while (it.hasNext()) {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;            PhoneBook tampil = (PhoneBook) it.next();&lt;/div&gt;&lt;div&gt;            System.out.println("nama: " + tampil.nama);&lt;/div&gt;&lt;div&gt;            System.out.println("No HP: " + tampil.noHP);&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        }&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    }&lt;/div&gt;&lt;div&gt;}&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;class PhoneBook {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    String nama;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    String noHP;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    public PhoneBook(String nama, String noHP) {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        this.nama = nama;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        this.noHP = noHP;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    }&lt;/div&gt;&lt;div&gt;}&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau anda ingin membuat class linked list sendiri, berikut class listnya:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;public class MyList {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    Object elemen;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    MyList next;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    public MyList(Object elemen) {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        this.elemen = elemen;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        this.next = null;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    }&lt;/div&gt;&lt;div&gt;}&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk menambahkan list di depan, terlebih dahulu anda harus menghubungkan list yang baru dngan list yang sudah ada, kemudian memindahkan ujung depan dari list menjadi list yang baru anda masukkan. Berikut syntax untuk tambah depan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;    public static MyList tambahDepan(MyList list, Object elemen) {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        MyList temp = new MyList(elemen);&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        temp.next = list;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        return temp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    }&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk menambahkan di belakang, maka terlebih dahulu anda harus mencari list yang paling belakang, kemudian mengarahkan list paling belakang ke dalam list yang baru anda masukkan. Berikut syntax untuk tambah belakang:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;    public static MyList tambahBelakang(MyList list, Object elemen) {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        MyList temp = new MyList(elemen);&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        MyList depan = list;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        while (list.next != null) {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;            list = list.next;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        }&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        // sudah di akhir&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        list.next = temp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        return depan;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    }&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk menambahkan di tengah, ini yang agak harus hati-hati. Jangan sampai anda menghilangkan link ke list berikutnya. Utuk itu anda harus mencari posisi yang tepat, kemudian mengarahkan link list baru anda dengan list setelah list, baru kemudian mengarahkan link dari list ke list baru anda. Berikut syntax untuk tambah tengah:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;    public static MyList tambahTengah(MyList list, Object elemen, int index) {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        MyList temp = new MyList(elemen);&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        MyList depan = list;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        int i=0;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        while ((list.next != null) &amp;amp;&amp;amp; (i &lt; (index-1))) {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;            i++;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;            list = list.next;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        }&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        temp.next = list.next;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        list.next = temp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div&gt;        return depan;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;    }&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demikian, semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-8214569395916722752?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/8214569395916722752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=8214569395916722752' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/8214569395916722752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/8214569395916722752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/03/senarai-berantai-linkedlistt.html' title='Senarai Berantai (LinkedList)t'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-4586074201545150165</id><published>2009-03-13T20:39:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T22:55:01.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='materi kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='java'/><title type='text'>Array itu panjangnya statis. Siapa bilang?</title><content type='html'>Ketika kita belajar struktur data, selalu ada pembandingan antara array dan linked list. Di mana-mana dikatakan bahwa perbedaan antara array dan linked list adalah bahwa array itu sifatnya statis, begitu diset panjangnya 10 misalnya, maka sampai hari kiamatpun juga tetap 10, sedangkan linked list dikatakan bersifat dinamis, elemen-elemennya bisa ditambah dikurangi dan panjangnya bisa dikurangi atau ditambah dengan bebas.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa saat yang lalu, saya sedikit orek-orekan untuk array ini. Hasilnya adalah bahwa: array bisa dikembangkan ukurannya atau bisa dikurangi (mohon komentar para jago-jago pemrograman). Contoh syntaxnya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;misalkan diketahui array bertipe integer sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;int[] angka = new int[]{3,5,1,2,0};&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;menurut buku-buku, array angka hanya bisa diinisialisasi nilainya untuk angka[0] sampai angka[4]. Apabila kita 'memaksa' untuk mengakses atau menginisalisasi angka[5] dan seterusnya, maka akan muncul eksepsi yaitu "IndexOutOfBoundException". &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan sedikit trik, kita bisa memanjangkan ukuran array ini:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;int[] temp = angka;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;angka = new int[6]; // misalkan kitahanya akan menambah satu alamat saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;// mengkopi semua isi yang ditampung sementara oleh temp&lt;/div&gt;&lt;div&gt;int i=0;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;for (int nilai:temp) {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;angka[i] = nilai;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;}&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;// sekarang kita bisa mengisi angka[5]&lt;/div&gt;&lt;div&gt;angka[5] = 98;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Catatan: ketika diinisialisasi array baru (new int[6]), anda mungkin berpikir bahwa itu adalah objek yang berbeda. Tidak, itu objek yang sama, yaitu objek "angka", hanya akan menunjuk memori-memori yang berbeda. Memori-memori yang sebelumnya ditunjuk pada saat new int[5] akan segera dikoleksi oleh interpreter java dan akan dibuang dengan sistem yang dinamakan dengan garbage collector (gc) &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demikian, semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-4586074201545150165?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/4586074201545150165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=4586074201545150165' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/4586074201545150165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/4586074201545150165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/03/array-itu-panjangnya-statis-siapa.html' title='Array itu panjangnya statis. Siapa bilang?'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-5313696810616701915</id><published>2009-03-07T08:52:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T08:58:41.770-08:00</updated><title type='text'>Tips membersihkan debu dari laptop, komputer, atau perangkat elektronik lain</title><content type='html'>Rasanya pasti senang apabila anda mempunyai laptop yang keren. Akan tetapi, ketika laptop keren anda kemudian kotor, maka kesan keren seketika akan berubah menjadi jorok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut tips murah meriah untuk membersihkan kotoran-kotoran yang merusak ke-keren-an laptop dan perangkat elektronik anda:&lt;br /&gt;- oleskan sedikit hand &amp;amp; body lotion pada ujung jari anda, kemudiian oleskan di tempat yang kotor di perangkat anda.&lt;br /&gt;- ratakan dan bersihkan dengan gerakan memutar&lt;br /&gt;- tuntaskan debu dengan sikat gigi yang lembut&lt;br /&gt;- bersihkan dengan menggunakan tisu.&lt;br /&gt;- laptop dan perangkat elektronik anda akan kembali keren lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-5313696810616701915?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/5313696810616701915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=5313696810616701915' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/5313696810616701915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/5313696810616701915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/03/tips-membersihkan-debu-dari-laptop.html' title='Tips membersihkan debu dari laptop, komputer, atau perangkat elektronik lain'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-2150361384182751497</id><published>2009-02-07T12:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T14:08:27.801-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diri sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi informasi'/><title type='text'>Java is Everywhere</title><content type='html'>Java awalnya adalah sebuah bahasa pemrograman yang dibuat dalam sebuah projek rahasia pada tahun 1991 yang diberi kode "the green project". Projek rahasia ini bertujuan membuat sebuah bahasa pemrograman yang bisa berjalan di semua perangkat. Berkat usaha keras dari Ghosling, dkk, akhirnya terbentuklah sebuah bahasa pemrograman yang mereka beri nama 'Oak' (di kemudian hari, 'Oak' ini berubah menjadi 'Java').&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena kemampuannya untuk berjalan di semua perangkat itulah maka sekarang Java berada dalam hampir semua bidang kehidupan. Berikut beberapa bidang dimana Java ada:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- dunia telekomunikasi: saat ini, Java digunakan sebagai front end dalam pengelolaan jaringan oleh kebanyakan operator telekomunikasi. Di dunia, Java digunakan kurang lebih oleh sekitar 180 operator telekomunikasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- dunia hiburan: Java digunakan dalam games (baik mobile,desktop, maupun online), juga ada dalam televisi, serta juga ada dalam Blu Ray.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- dunia otomotif: Java digunakan dalam controller otomatis (misalnya dalam iDrive-nya BMW yang digunakan untuk mengontrol dan memonitor komponen-komponennya).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- dunia penerbangan: Java digunakan dalam kontroller dan otomatisasi pesawat terbang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- dunia penjelajahan angkasa luar: Java digunakan dalam robot-robot dan kendaraan luar angkasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- dunia keamanan dan transaksi: Java digunakan dalam smart card, ATM, eTransaction, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- dunia industri: Java digunakan dalam software-software monitor dan juga dalam CRM (mis: eGas -- untuk mengontrol debit gas).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- dunia seni: Java digunakan untuk seni digital. Salah satunya adalah dalam "project looking glass", sebuah projek untuk membuat desktop - windows - terlihat seperti tampilan 3 dimensi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- dunia medis: Java digunakan dalam komunikasi jarak jauh (telemedicine), pengontrol alat-alat operasi, robot-robot kedokteran, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;- dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, bisakah anda membayangkan, kalau Java tidak ada dalam kehidupan anda?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;For everything that matters, Java is There. Because Java is Everywhere....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-2150361384182751497?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/2150361384182751497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=2150361384182751497' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/2150361384182751497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/2150361384182751497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/02/java-is-everywhere.html' title='Java is Everywhere'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-435758430516460484</id><published>2009-01-22T13:13:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T13:28:16.327-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diri sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jurusan'/><title type='text'>Nilai Logika Matematika yang mengagetkan</title><content type='html'>Adalah sangat membahagiakan bagi seorang pendidik ketika orang-orang yang dididiknya bisa menyerap ilmu-ilmu yang disampaikan. Adalah hal yang sangat membahagiakan bagi seorang dosen apabila mahasiswa-mahasiswanya mendapatkan nilai bagus-bagus dalam kuliah yang diampunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semester ini, kuliah logika matematika membuat saya kaget. Pasalnya, mahasiswa yang saya prediksi akan mendapatkan nilai bagus (karena keaktifan di kelas, dan nilai lain-lain yang bagus), "terpaksa" mendapatkan nilai kurang bagus karena nilai UASnya tidak bagus (porsi UAS memang saya buat paling besar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk soal UAS, memang untuk kali ini saya buat sedikit "menjebak". Ada beberapa soal yang jawabannya saya sembunyikan dan sedikit saya samarkan. Tapi yang jadi masalah, kenapa justru yang saya kira "pinter" kok malah yang terjebak? Atau saya yang salah memetakan mana mahasiswa yang "pinter"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi bertanya-tanya:&lt;br /&gt;- Apakah soal saya yang bermasalah? Atau?&lt;br /&gt;- Apakah saya kurang jelas dalam menyampaikan di kelas? Atau?&lt;br /&gt;- Apakah karena mereka terbiasa dengan sifat soal yang gamblang dan terlalu "kelihatan" jawabannya? Sehingga dengan PD mereka menjawab yang kelihatan benar, padahal disamarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ke depan, hal ini bisa dijadikan pelajaran:&lt;br /&gt;- tidak usah "jebak menjebak" atau "samar menyamar". Atau kalau memang mau seperti itu, ya sejak di awal kuliah, mereka harus dibiasakan untuk "dijebak". Kalau sejak awal terbiasa dimanja dan disajikan dengan gamblang, ya ketika dijebak mereka tidak sadar.&lt;br /&gt;- mungkin porsi penilaian bisa diratakan saja. Tidak usah salah satunya memuat porsi yang dominan di atas yang lain. Hasil akhir penting, tapi proses pun juga sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=== Setiap semester, setiap angkatan, bahkan setiap hari, seorang pendidik harus mengevaluasi, bahkan untuk mengevaluasi dirinya sendiri ===&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-435758430516460484?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/435758430516460484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=435758430516460484' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/435758430516460484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/435758430516460484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/01/nilai-logika-matematika-yang.html' title='Nilai Logika Matematika yang mengagetkan'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-7342996330923847483</id><published>2009-01-19T16:24:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T16:55:03.916-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diri sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Pelajaran dari gasing warna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_m4Dt3-IdwdA/SXUcPdNsltI/AAAAAAAAADk/PbIe42_0l0Y/s1600-h/gasing.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_m4Dt3-IdwdA/SXUcPdNsltI/AAAAAAAAADk/PbIe42_0l0Y/s320/gasing.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293167988909577938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya siang dan malam, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi ulil albab" (QS. Ali Imran: 190).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, di SMP saya, ada percobaan fisika untuk membuat gasing warna. Intinya adalah kita membuat gasing yang kemudian di pinggir-pinggirnya kita beri warna bermacam-macam: merah, hijau, kuning, hitam, biru, coklat, dan lain-lain (kecuali warna putih). Gasing itu kemudian kita putar, dan.... kagetlah kita ketika itu, ternyata, yang muncul bukan lagi warna yang kita tempel-tempel tadi. Warna warna itu seolah hilang dan justru muncul satu warna yang tidak pernah kita munculkan sebelumnya yaitu warna putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, ini adalah pelajaran luar biasa dari Allah untuk kita, bahwa perbedaan di dunia ini memang selalu ada. Ketika perbedaan itu disinergikan, diarahkan ke satu arah yang sama, maka yang muncul bukan lagi warna merah, hijau, biru, dan lain-lain, akan tetapi yang muncul adalah warna yang suci dan bersih, yaitu putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan-perbedaan dalam Islam misalnya, seyogyanya semua disikapi seperti itu. Biarlah Muhammadiyah ada, biarlah NU tetap ada, biarlah jama'ah tabligh ada, biarlah salafi ada, biarlah hizbut tahrir ada, biarlah ikhwanul muslimin tetap ada, biarlah fatah tetap ada, dan biarlah yang lain tetap ada. Kita tidak harus membakar bendera-bendera itu dan menyatukannya di bawah satu bendera tertentu. Cukuplah kita mensinergikan gerak-gerak mereka, maka insya Allah yang muncul adalah satu warna putih, yaitu Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika warna itu sudah muncul, maka itulah saat kejayaan Islam, dimana tidak ada kekuatan apapun di dunia ini yang bisa menandingi Islam. Ketika itu, hancurlah kekuatan Amerika dan Israel yang sekarang dengan pongah mengobrak abrik dunia. Ketika itu, Islam lah yang akan menguasai dunia dan akan membuat dunia ini jadi aman, tentram, damai, dan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mode: menantikan, sambil berusaha mengembalikan kejayaan Islam: on&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-7342996330923847483?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/7342996330923847483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=7342996330923847483' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/7342996330923847483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/7342996330923847483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/01/pelajaran-dari-gasing-warna.html' title='Pelajaran dari gasing warna'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_m4Dt3-IdwdA/SXUcPdNsltI/AAAAAAAAADk/PbIe42_0l0Y/s72-c/gasing.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-2560840156813584061</id><published>2009-01-12T02:19:00.001-08:00</published><updated>2009-01-12T02:19:53.465-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diri sendiri'/><title type='text'>Bekam</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; background-image: initial; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(0, 0, 0); font: normal normal normal 13px/19px 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Verdana, sans-serif; padding-top: 0.6em; padding-right: 0.6em; padding-bottom: 0.6em; padding-left: 0.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; background-position: initial initial; "&gt;&lt;p&gt;Rasulullah adalah teladan dan sumber ilmu dalam banyak hal. Salah satunya adalah dalam hal kesehatan. Ada satu tradisi kesehatan Rasulullah yang akhir-akhir ini jadi fenomena yaitu bekam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bekam adalah sebuah cara pengobatan dengan cara menyayat atau sedikit menusuk bagian tubuh tertentu kemudian menyedot darah di bagian tersebut dengan menggunakan "kop". Pada zaman Rasul, kop yang digunakan adalah dari tanduk. Pada masa kini, kop yang digunakan adalah dari gelas yang dirancang khusus untuk mempermudah proses bekam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada masa Rasulullah, ada sembilan titik tubuh yang dibekam, salah satunya adalah kahil. Kahil adalah tempat di bagian belakang tubuh yang berada di antara dua tulang iga agak ke atas. Kahil adalah tempat paling favoritnya Rasul, karena setiap bekam Rasul meminta untuk selalu membekam Kahil. Konon, setelah diteliti dunia medis, kahil adalah tempat yang merupakan pusat dari semua aliran darah, sehingga wajar jika Allah mengilhamkan kepada Rasul untuk membekam daerah ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bekam bisa dilakukan oleh siapa saja dan dapat dilakukan untuk siapa saja. Bekam mempunyai efek samping yang bisa dikatakan hampir tidak ada. Efek samping yang mungkin muncul hanyalah masuk angin atau pegal-pegal. Oleh karena itulah, anak kecil pun juga boleh dibekam. Bekam inipun tidak terlalu rumit. Titik-titik bekam bukan merupakan titik yang terlalu kecil dan sensitif, sehingga bekam ini sangat aman dan bisa dilakukan siapa saja bahkan oleh anak kecil. Teman saya, Pak Supri, sejak beberapa tahun terakhir selalu meminta anaknya untuk membekam (anaknya sekarang berusia 10 tahun)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bekam ini baiknya dilakukan setiap bulan, akan tetapi menurut Rasulullah, ada beberapa waktu-waktu yang afdhol untuk berbekam, yaitu tanggal 17, 19, atau 21 bulan hijriah. Konon, karena tubuh kita 80 persen terdiri dari air, maka sifat-sifat air pun juga ada dalam tubuh kita, antara lain bahwa air terpengaruh oleh bulan (ingat pelajaran di SMP bahwa air laut pasang pada sekitar bulan purnama). Seorang teman di Rumah Sakit Jiwa juga bercerita bahwa ternyata emosi pasien mereka juga terpengaruh oleh Bulan. Biasanya mereka lebih sulit terkontrol pada tanggal 13 ke atas. Bahkan pada beberapa pasien, sejak tanggal 10 mereka harus dipisahkan dari pasien yang lain sampai sekitar tanggal 20an, karena emosi mereka yang tiba-tiba memuncak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Benarlah, bahwa apa yang Rasul lakukan bukanlah dari nafsu beliau, tapi dari wahyu yang turun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Shodaqallahul 'adzim, wa shodaqo rasulihil kariim.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-2560840156813584061?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/2560840156813584061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=2560840156813584061' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/2560840156813584061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/2560840156813584061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2009/01/bekam.html' title='Bekam'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-1453179671730031129</id><published>2008-12-28T17:35:00.002-08:00</published><updated>2008-12-28T17:44:09.591-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><title type='text'>Memanggil istri/suami</title><content type='html'>Beberapa dari kita memanggil istri dengan sebutan "ibu", "umi", "mama" atau sebutan-sebutan lain yang serupa. Demikian juga istri juga memanggil suami dengan sebutan "bapak", "abi", "papa" atau sebutan-sebutan lain yang serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kajian yang menarik tentang panggilan terhadap pasangan hidup kita ini, yang pada tanggal 25 Desember 2008 lalu disampaikan oleh Ustadz Asep Shalahudin, salah seorang anggota Majelis Tarjih PP Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beliau, panggilan ini adalah panggilan dari seorang anak kepada orang tuanya. Panggilan "ibu" adalah panggilan seorang anak kepada seorang yang telah melahirkannya. Demikian juga panggilan "ayah" adalah panggilan seorang anak kepada beliau yang menjadi partner ibu dalam memanggilnya ke dunia dan kemudian memelihara dan mendidiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka tidak selayaknya bagi seorang menggunakan panggilan ini untuk pasangannya, karena posisinya yang akan kemudian menjadi berbeda, seperti anak dengan orang tua. Bukankah seorang suami dilarang untuk mengatakan kepada istrinya: "punggungmu mirip punggung ibuku" atau yang serupa dengan itu. Ketika kita memanggil pasangan dengan sebutan ibu, menurut beliau, hal itu bisa dipersamakan dengan hal tersebut. (misalkan ketika kita memanggil istri dengan sebutan "umi", bukan kah itu berarti "ibuku"?). Memang beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu beralasan bahwa ini "mbasakke" anak, tapi menurut Ustadz Asep, hal ini tidak tepat, karena maknanya kemudian menggeserkan posisi pasangan itu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah dan para shahabat memanggil istri-istri mereka dengan beberapa versi. Paling tidak ada dua versi yang biasa mereka lakukan. Versi pertama adalah dengan memberikan gelar ummu &lt;anak&gt;. Misalkan mereka mempunyai anak bernama Salamah, maka mereka memanggil istrinya dengan nama Ummu Salamah. Istrinya memanggil suaminya dengan sebutan Abu Salamah. Versi kedua adalah dengan memberikan nama-nama indah untuk suaminya atau istrinya. Hal ini seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam memanggil Aisyah r.a. yaitu dengan panggilan "Humaira" yang artinya "yang pipinya kemerah-merahan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ketika kita memanggil pasangan kita, jangan gunakan "abi", "ayah", "papa" atau "umi", "ibu" dan sebagainya. Tapi gunakan seperti yang selayaknya kita gunakan untuk pasangan. Lebih baik panggil sesuai namanya dengan tambahan "Dik" misalnya. Atau panggil dengan menggunakan kata-kata sayang seperti "yang.... (sayang... bukan eyang... hehe)", atau "cin.... (cinta)" atau "han... (honey)". Atau bisa juga dengan julukan-julukan yang indah seperti apa yang dicontohkan Rasulullah untuk memanggil Aisyah, "Humaira". Atau juga dengan memberinya gelar sesuai nama anak kita (misalkan Ummu Syifa, Ummu Ilham, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-1453179671730031129?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/1453179671730031129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=1453179671730031129' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/1453179671730031129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/1453179671730031129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2008/12/memanggil-istrisuami.html' title='Memanggil istri/suami'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-3627857950308652928</id><published>2008-12-15T18:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T18:23:15.705-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diri sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Komentarku di eramuslim tentang usulan HNW untuk mengharamkan golput</title><content type='html'>Berikut komentar saya di eramuslim tentang usulan pak HNW kepada MUI untuk mengharamkan golput di http://www.eramuslim.com/dialog/usulan-fatwa-haram-golput.htm:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dalam acara "The Candidate", Pak Sarwono Kusuma Atmaja mengatakan bahwa cost untuk politik di Indonesia ini sudah sangat besar, sehingga pemerintah tidak mampu memberikan jatah banyak pada sektor-sektor publik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pernyataan beliau ini pastilah bukan tanpa dasar, karena beliau sudah aktif di politik sekian lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jadi, kenapa MUI tidak memfatwakan HARAM DEMOKRASI..... karena merugikan rakyat, karena anggaran negara akan habis terbuang hanya untuk coblosan mulai dari presiden sampai coblosan dukuh.... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk pemilu 2009 saja (presiden, DPR, DPRD, DPD), ongkosnya 13.5 triliun. Belumlah lagi untuk pilihan gubernur yang totalnya ada 33 gubernur. Belumlah lagi untuk pilihan bupati yang totalnya hampir 300an kabupaten. Belumlah lagi untuk pilihan lurah yang jumlahnya jauh lebih banyak lagi. Belum lagi untuk pilihan kepala dukuh yang jumlahnya jauuuuuh lebih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebagai catatan, angka 13.5 triliun hanyalah uang yang dianggarkan oleh negara dari APBN. Jumlah itu belum termasuk uang yang dianggarkan oleh partai, caleg dan calon presiden yang bersangkutan.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wuih, apa ndak rugi ya, buang-buang duit segitu banyaknya hanya untuk nyoblos (/nyoret)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapak-bapak MUI, mbok haramkan aja demokrasi.... kalau seluruh umat Islam ini sepakat menolak, maka paling tidak 80 persen dari komponen bangsa ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menolak demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tolak demokrasi.... hidup golput....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari komentar saya ini, saya bukan mendukung Gus Dur... tapi karena dari diskusi di pengajian malam selasa semalam, memang demikianlah adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Piyungan, saya bersama teman-teman mempunyai sebuah unit pemberdayaan masyarakat melalui LAZIS dan juga sebuah BMT hasil kerjasama dengan Bank Muamalat (LAZISnya sudah jalan, tapi BMTnya baru mau jalan dilaunching besok tahun baru muharram). Menurut pengalaman kami, untuk memberdayakan masyarakat, untuk membuat seorang bisa mempunyai usaha mandiri, cukup dengan menggulirkan uang SATU JUTA RUPIAH dalam jangka waktu sekitar satu tahun. Seandainya anggaran pemerintah untuk pemilu 2009 yang sebesar 13.5 triliun itu digunakan untuk memberdayakan masyarakat, maka paling tidak akan ada 13.500.000 orang yang terbantu setiap tahunnya. Jumlah itu adalah sekitar 5% dari seluruh penduduk Indonesia. Kalau jumlah penduduk miskin di Indonesia adalah 40%, maka dalam jangka waktu 8 tahun, kemiskinan di Indonesia sudah akan terhapuskan. Bayangkan kalau tidak hanya 13.5 triliun saja yang dialokasikan, tapi kalau saja dialokasikan juga anggaran untuk coblosan pilkadal-kadal itu ke pemberdayaan masyarakat... Maka kurang dari 8 tahun kemiskinan di Indonesia akan lenyap....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apakah ini terpikirkan oleh umat Islam? Apakah ini terpikirkan oleh negara? Apakah ini terpikirkan oleh anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemudian, bagaimana memilih pemimpin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Siasah" diartikan sebagai kepemimpinan. Kepemimpinan dalam Islam bukan berdasarkan pada pemilihan suara terbanyak, tapi berdasarkan pada siapa yang berbuat paling banyak dan bermanfaat bagi komunitas itu. Rasulullah diangkat menjadi pemimpin di Madinah karena seluruh orang sepakat bahwa beliaulah orang yang paling berbuat banyak dan paling berjasa bagi kemajuan Madinah. Setelah beliau wafat, dalam waktu 3 hari, sahabat langsung memilih Abu Bakar, karena beliaulah yang paling banyak berjasa dan paling banyak berkorban demi Islam (barangkali anda ingat bagaimana beliau menginfakkan seluruh harta bendanya untuk perang dan tidak meninggalkan sedikitpun untuk beliau dan keluarganya)... Demikianlah, jadi pemimpin dipilih dan diangkat dari orang yang paling berbuat banyak dengan melalui mekanisme musyawarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bisshowab...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-3627857950308652928?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/3627857950308652928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=3627857950308652928' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/3627857950308652928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/3627857950308652928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2008/12/komentarku-di-eramuslim-tentang-usulan.html' title='Komentarku di eramuslim tentang usulan HNW untuk mengharamkan golput'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2984745473843998572.post-8778231207865128068</id><published>2008-12-13T17:07:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T17:09:45.382-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Sajak Seorang Tua untuk Istrinya</title><content type='html'>Oleh: WS Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tulis sajak ini&lt;br /&gt;untuk menghibur hatimu&lt;br /&gt;Sementara kau kenangkan encokmu&lt;br /&gt;kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang&lt;br /&gt;Dan juga masa depan kita&lt;br /&gt;yang hampir rampung&lt;br /&gt;dan dengan lega akan kita lunaskan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kita tidaklah sendiri&lt;br /&gt;dan terasing dengan nasib kita&lt;br /&gt;Kerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.&lt;br /&gt;Suka duka kita bukanlah istimewa&lt;br /&gt;kerna setiap orang mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh&lt;br /&gt;Hidup adalah untuk mengolah hidup&lt;br /&gt;bekerja membalik tanah&lt;br /&gt;memasuki rahasia langit dan samodra,&lt;br /&gt;serta mencipta dan mengukir dunia.&lt;br /&gt;Kita menyandang tugas,&lt;br /&gt;kerna tugas adalah tugas.&lt;br /&gt;Bukannya demi sorga atau neraka.&lt;br /&gt;Tetapi demi kehormatan seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kerna sesungguhnyalah kita bukan debu&lt;br /&gt;meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu.&lt;br /&gt;Kita adalah kepribadian&lt;br /&gt;dan harga kita adalah kehormatan kita.&lt;br /&gt;Tolehlah lagi ke belakang&lt;br /&gt;ke masa silam yang tak seorangpun kuasa menghapusnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Lihatlah betapa tahun-tahun kita penuh warna.&lt;br /&gt;Sembilan puluh tahun yang dibelai napas kita.&lt;br /&gt;Sembilan puluh tahun yang selalu bangkit&lt;br /&gt;melewatkan tahun-tahun lama yang porak poranda.&lt;br /&gt;Dan kenangkanlah pula&lt;br /&gt;bagaimana kita dahulu tersenyum senantiasa&lt;br /&gt;menghadapi langit dan bumi, dan juga nasib kita.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kita tersenyum bukanlah kerna bersandiwara.&lt;br /&gt;Bukan kerna senyuman adalah suatu kedok.&lt;br /&gt;Tetapi kerna senyuman adalah suatu sikap.&lt;br /&gt;Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama,&lt;br /&gt;nasib, dan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Lihatlah! Sembilan puluh tahun penuh warna&lt;br /&gt;Kenangkanlah bahwa kita telah selalu menolak menjadi koma.&lt;br /&gt;Kita menjadi goyah dan bongkok&lt;br /&gt;kerna usia nampaknya lebih kuat dari kita&lt;br /&gt;tetapi bukan kerna kita telah terkalahkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; Aku tulis sajak ini&lt;br /&gt;untuk menghibur hatimu&lt;br /&gt;Sementara kaukenangkan encokmu&lt;br /&gt;kenangkanlah pula&lt;br /&gt;bahwa kita ditantang seratus dewa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-8778231207865128068?l=arwankhoiruddin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/feeds/8778231207865128068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2984745473843998572&amp;postID=8778231207865128068' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/8778231207865128068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2984745473843998572/posts/default/8778231207865128068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2008/12/sajak-seorang-tua-untuk-istrinya.html' title='Sajak Seorang Tua untuk Istrinya'/><author><name>Arwan Ahmad Khoiruddin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16044766059079369023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17174731581754165548'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>