<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807</id><updated>2009-12-13T19:09:16.758+07:00</updated><title type='text'>Ittibausalaf Press</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default?start-index=26'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='previous' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default?start-index=1&amp;max-results=25'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default?start-index=51&amp;max-results=25'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>82</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>26</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-984045692150735021</id><published>2009-08-19T23:34:00.011+07:00</published><updated>2009-09-04T17:10:12.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terorisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khawarij Gaya Baru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khawarij'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi Bom Bunuh Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran sesat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sururiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quthbiyyah'/><title type='text'>Bahaya Pemikiran Khawarij Masa Kini (II)</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pemikiran Muhammad Surur&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed Hafidzahullah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SokIWvhv_hI/AAAAAAAAAOY/RzUBdLdZKrc/s1600-h/No+Terrorism+on+Ittibausalaf+Press.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SokIWvhv_hI/AAAAAAAAAOY/RzUBdLdZKrc/s200/No+Terrorism+on+Ittibausalaf+Press.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370833217424195090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   Di antara tokoh yang termakan dengan pemikiran takfir Sayyid Quthb adalah Muhammad Surur bin Naif  Zaenal Abidin, seorang tokoh pergerakan yang tinggal di Birmingham, London. Hanya saja perbedaannya dengan Sayyid Quthb adalah bahwa Muhammad Surur dan para pengikutnya mengibarkan bendera ahlus sunnah wal jama'ah, bahkan sesekali menyebut dakwahnya dakwah salafiyyah. Padahal telah terbukti secara tertulis dalam majalahnya, bahwa ia pun mengikuti manhaj Sayyid Quthb mengkafirkan kaum muslimin karena kedhaliman dan kemaksiatan. Yang demikian jelas bukan manhaj salaf ahlus sunnah wal jama'ah.&lt;br /&gt;Surur mengkafirkan para penguasa muslim&lt;br /&gt;Dalam majalah As-Sunnah no. 26 th. 1413 H hal. 2-3, ia berkata: "Penyembahan terhadap berhala pada hari ini memiliki banyak tingkatan. Yang pertama, duduk bersila di atas singgasananya penguasa negara sekutu George Bush --bisa jadi besok Clinton. Kedua, tingkatan para penguasa negara-negara Arab yang meyakini bahwa manfaat dan madlarat mereka ada di tangan Bush.  Oleh karena itu mereka pergi haji ke sana (Gedung putih) dan memberikan sesajen dan qurban-qurban. Ketiga, jajaran pemerintahan Arab, menteri-menteri, wakil-wakilnya, pimpinan-pimpinan tentara, dewan legislatif dan lain-lain. Mereka berbuat kemunafikan dengan menjilat atasannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Menganggap baik kebatilan-kebatilan yang mereka lakukan tanpa ada rasa malu dan kewibawaan. Sedangkan tingkatan yang keempat dan kelima adalah para pegawai-pegawai yang berada di kementerian. Mereka semua meyakini bahwasanya syarat untuk dapat naik ke pangkat yang lebih tinggi adalah kemunafikan, menjilat dan menuruti semua perintah atasannya".&lt;br /&gt;Lihatlah! Muhammad Surur mengkafirkan semua jajaran pemerintahan di negara-negara Arab, bahkan menganggapnya sebagai penyembah berhala. Ia bahkan menyebut para penguasa tersebut lebih jelek daripada orang kafir. Dalam majalahnya no. 43, Jumadil Tsani th. 1415 H, Muhammad Surur menyebutkan: "Berkata sahabatku: bagaimana pendapatmu kalau ada orang yang berkata: jika anak cucu Abdul Aziz (Penguasa Saudi Arabia saat itu –pent.) selamat dari teman-teman dekatnya dari kalangan orientalis Barat yang mengelilinginya, niscaya perkara-perkara yang jelek ini tidak terjadi. Maka saya jawab: Wahai aba fulan….. mereka lebih jelek daripada teman-teman dekatnya. Mengapa mereka memilih orang-orang yang rusak, orientalis, dan para munafiq? Oleh karena itu saya katakan bahwa anak cucu Abdul Aziz lebih jelek dari teman-teman dekatnya. Karena aqidah mereka sama, ditambah lagi anak cucu Abdul Aziz mewajibkan kepada umat hukum-hukum yang jahat dan berserikat dengan kaum orientalis barat dalam strategi dan perencanaannya".&lt;br /&gt;Lihatlah! Muhammad Surur menyatakan dengan tegas bahwa aqidah para penguasa muslim di Saudi Arabia sama dengan aqidah orang-orang kafir barat yang –katanya-- menjadi teman dekatnya.&lt;br /&gt;Kalau penguasa Arab Saudi dikatakan kafir, padahal telah tegas dan jelas dasar negara mereka adalah al-Qur'an dan sunnah, bagaimana kira-kira dengan para penguasa muslim di negeri lain dan di Indonesia ini? Tentunya para pengikut Muhammad Surur di Indonesia lebih berani mengkafirkan kaum muslimin yang berada di jajaran pemerintahan sipil dan militernya.&lt;br /&gt;Surur mengkafirkan para ulama&lt;br /&gt;Ia menyatakan: "Jenis berikutnya adalah golongan yang mengambil keuntungan dengan tidak punya rasa malu mengikuti sikap tuan-tuannya. Jika tuannya meminta bantuan kepada Amerika, maka para hamba sahaya tadi mulai mengumpulkan dalil-dalil untuk membolehkan perbuatan itu. Jika tuannya bertikai dengan Iran rafidlah, maka para budak tadi mengumpulkan dalil-dalil tentang jeleknya rafidlah…" (as-Sunnah, no. 23, hal. 29-30)&lt;br /&gt;Siapakah yang dimaksud oleh Surur dalam ucapannya di atas? Siapa lagi kalau bukan para ulama yang memberikan dalil-dalil dan fatwa. Lebih tegas lagi ketika kita membaca ucapan Muhammad Surur pada edisi 26, setelah menukil ucapan seperti di atas: "Sungguh perbudakan zaman dahulu sangat sederhana, karena ia memiliki tuan yang langsung. Adapun pada hari ini, maka perbudakan sangat rumit dan berantai. Dan aku tidak habis pikir, orang-orang yang berbicara tentang tauhid, ternyata dia adalah budak dari budak dari budak dari budak dari budak. Dan tuannya yang paling akhir adalah Nashrani".&lt;br /&gt;Perhatikanlah pengkafiran Muhammad Surur terhadap para ulama yang diistilahkan dengan "orang yang berbicara tentang tauhid"! Ia menyatakan sebagai budak yang kesekian dari George Bush.&lt;br /&gt;Surur menyeret dakwah tauhid para nabi kepada "dakwah politik"&lt;br /&gt;Dalam kitabnya Manhajul Anbiya' ("Manhaj Para Nabi"), Muhammad Surur menggambarkan para nabi seakan-akan para politikus yang melawan rejim-rejim dan para penguasa yang dhalim. Ia menyebutkan bahwa para nabi adalah para pejuang yang memberontak kepada para penguasa yang kafir dan lalim seperti Fir'aun, Namrud dan lain-lain. Setelah itu ia menyebutkan bahwa para penguasa muslim sekarang yang tidak berhukum dengan hukum Allah adalah "Fir'aun-Fir'aun" dan "Namrud-Namrud" yang juga harus ditumbangkan.&lt;br /&gt;Dia  sama sekali melupakan bahwa dakwah para nabi adalah tauhid dan mengajak semua manusia, termasuk raja-rajanya untuk beribadah kepada Allah dan tidak beribadah kepada yang lainnya.&lt;br /&gt;Allah سبحانه وتعالى berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ... (النحل: 36)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Beribadahlah kepada Allah (saja), dan jauhilah Thaghut (sesembahan lain)…!". (an-Nahl: 36)&lt;br /&gt;Surur mengkafirkan pelaku dosa besar&lt;br /&gt;Dalam menceritakan kisah kaum Luth, Muhammad Surur menganggap bahwa kalau pun mereka beriman dan bertauhid, keimanan mereka  tetap tidak akan bermanfaat, selama masih melakukan perbuatan liwath (homo sex). Seperti ia sebutkan dalam bukunya Manhajul Anbiya', hal. 158, juz I: "Tidak aneh kalau masalah mendatangi laki-laki (liwath) adalah masalah terpenting dalam dakwah nabi Luth. Karena kaumnya kalaupun menyambut ajakan nabinya untuk beriman kepada Allah dan tidak syirik, maka tidaklah bermakna apa-apa, jika mereka tidak meninggalkan kebiasaannya yang buruk…"&lt;br /&gt;Terlihat sekali pemikiran khawarij Muhammad Surur dalam ucapannya di atas bahwa kemaksiatan menggugurkan keimanan. Padahal telah jelas prinsip ahlus sunnah wal jama'ah bahwa kemaksiatan-kemaksiatan mengurangi keimanan, namun tidak menggugurkannya.&lt;br /&gt;Surur melecehkan kitab-kitab aqidah ahlus sunnah&lt;br /&gt;Dengan pemikiran di atas, Muhammad Surur menganggap kitab-kitab aqidah dan tauhid yang ditulis oleh para ulama tidak penting, bahkan ia menganggap buku-buku tersebut kaku dan kering, tidak bermanfaat dalam menyelesaikan problem dakwah masa kini.&lt;br /&gt;Ia berkata: "Aku melihat buku-buku aqidah dan aku dapati buku-buku tersebut berbicara tentang masa lalu bukan pada masa kita, menyelesaikan problem-problem dan masalah yang terjadi pada masanya. Sedangkan pada masa kita, banyak problem baru yang membutuhkan penyelesaian baru pula. Di samping itu, metode yang dipakai dalam buku-buku aqidah sangat kaku dan kering, karena hanya merupakan kumpulan dalil dan hukum. Oleh karena itu kebanyakan para pemuda lari dari padanya". (Manhajul Anbiya', Juz I, hal. 8)&lt;br /&gt;Inilah ciri khas sururiyyun, yaitu melecehkan kitab-kitab aqidah para ulama dan mengajak manusia untuk membaca buku-buku para tokoh pergerakan masa kini, seperti karya Sayyid Quthb dan lain-lain.&lt;br /&gt;Oleh karena itu --meskipun mereka mengaku ahlus sunnah dan kadang-kadang mengaku salaf-- Muhammad Surur dan para pengikutnya tetap memberikan pembelaan kepada Sayyid Quthb dan kelompok-kelompok sejenisnya dengan ucapan-ucapan seperti: "Mereka pun masih mempunyai kebaikan" atau "Bagaimana pun juga mereka adalah seorang mujtahid" dan lain-lain.&lt;br /&gt;Surur menganggap penguasa muslim sebagai thaghut yang lebih dahsyat dari Namrud&lt;br /&gt;Ketika menceritakan kisah nabi Ibrahim, Surur menyamakan Namrud dengan para penguasa muslim hari ini yang dianggap tidak berhukum dengan hukum Allah. Ia berkata: "Thaghut pada zaman Ibrahim menyatakan: "Aku menghidupkan dan mematikan", yakni membunuh siapa yang dikehendakinya dan membebaskan siapa yang dikehendakinya. Adapun thaghut pada zaman kita sekarang ini di samping mereka membunuh siapa yang dikehendakinya dan memaafkan siapa yang dikehendakinya, mereka menganggap diridiri mereka sebagai tandingan terhadap Allah. Mereka menentukan undang-undang hukum sekehendaknya dan menganggap yang demikian adalah hak mereka dan bukan hak Allah". (Manhajul Anbiya' 1/114)&lt;br /&gt;Masih di halaman yang sama, bahkan ia menyatakan kalau mereka merupakan thaghut yang lebih dahysat daripada Namrud. Ia berkata: "Dari sini kita ketahui bahwa thaghut pada zaman kita lebih dahsyat dan lebih dhalim daripada thaghut pada zaman Ibrahim عليه السلام. (Manhajul Anbiya' 1/114).&lt;br /&gt;Setelah itu ia mencemooh ulama dan para dai yang tidak mau mengkafirkan mereka dan tidak mau menganggap mereka sebagai thaghut. Ia berkata: "Maka bagaimanakah sejumlah besar para penulis dan penasehat, menulis berlembar-lembar dan berjilid-jilid dalam kitab-kitab mereka dan menghabiskan waktu berjam-jam dan waktu yang panjang dalam ceramah-ceramah mereka di radio, televisi dan lain-lain untuk membicarakan tentang thaghut pada zaman Ibrahim, tetapi tidak satu kalimat pun menyinggung tentang thaghut pada zaman kita. Allahumma, kecuali jika pembicaraan mereka adalah bagian dari misi-misi propaganda yang direncanakan oleh thaghut untuk menyerang thaghut lain". (Manhajul Anbiya', 1/139)&lt;br /&gt;Sungguh tepat apa yang dinasehatkan oleh Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan ketika ditanya tentang sikap kita terhadap buku Manhajul Anbiya' tersebut, beliau menjawab: "Jauhilah penyakit-penyakit yang ada dalam kitab tersebut dan hendaknya buku itu ditarik dari  toko-toko buku dan laranglah buku tersebut untuk masuk ke negeri ini". (al-Ajwibal Mufidah, Syaikh Shalih Fauzah, hal.  50)&lt;br /&gt;Pemikiran sururiyyah lebih bahaya dari  pada quthbiyyah&lt;br /&gt;Bahaya pemikiran sururiyyah ini lebih dahsyat daripada bahaya pemikiran Sayyid Quthb. Karena Muhammad Surur dengan majalahnya As-Sunnah --yang kemudian diganti dengan Al-Bayan-- selalu mengatas-namakan ahlus sunnah dan pada terbitan perdananya selalu meminta rekomendasi dari para ulama ahlus sunnah. Hingga banyak kaum muslimin yang terperdaya dengannya.&lt;br /&gt;Hingga muncullah salafi gadungan yang berbaju ahlus sunnah, namun berpemikiran Quthbiyyah. Kita katakan pada para sururiyyin: "Kalian hanya memiliki pegangan "Al-Bayan" dan "As-Sunnah", sedangkan kami berpegang dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sumber : Buletin Risalah Dakwah Manhaj Salaf, edisi 92 tahun ke 2, 27 Dzulhijjah 1426 H / 27 Januari 2006 M&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-984045692150735021?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/984045692150735021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=984045692150735021&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/984045692150735021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/984045692150735021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/pemikiran-muhammad-surur-al-ustadz.html' title='Bahaya Pemikiran Khawarij Masa Kini (II)'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SokIWvhv_hI/AAAAAAAAAOY/RzUBdLdZKrc/s72-c/No+Terrorism+on+Ittibausalaf+Press.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-4909899154299794072</id><published>2009-08-19T08:13:00.020+07:00</published><updated>2009-09-04T17:09:45.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terorisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khawarij Gaya Baru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jama&apos;ah Islamiyyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MMI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khawarij'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi Bom Bunuh Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran sesat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quthbiyyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IM'/><title type='text'>Bahaya Pemikiran Khawarij Masa Kini (I)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada postingan sebelum ini kami menyampaikan tentang sedikit sepak terjang &lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/bom-bunuh-diri-dosa-warisan-para.html" target="_blank" title="perjalanan"&gt;perjalanan&lt;/a&gt; kaum khawarij yang mulai muncul bibitnya di zaman Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- dari seseorang yang bernama Dzulkhuwaisiroh, kemudian berlanjut pada zaman-zaman setelahnya sampai zaman sekarang.&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini kami ingin melanjutkan pembahasan perjalanan kaum khawarij, sepak terjang dan pemikiran mereka pada zaman sekarang. Materi ini kembali kami ambil dari tulisan karya Ustadz Muhammad 'Umar As-Sewed di Bulettin Risalah Manhaj Salaf, edisi 91 dan seterusnya, Wabillahi Taufiq...semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pemikiran Sayyid Quthub&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed Hafidzahullah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SokIWvhv_hI/AAAAAAAAAOY/RzUBdLdZKrc/s1600-h/No+Terrorism+on+Ittibausalaf+Press.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SokIWvhv_hI/AAAAAAAAAOY/RzUBdLdZKrc/s200/No+Terrorism+on+Ittibausalaf+Press.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370833217424195090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pemikiran takfir Sayyid Quthb atau dengan istilah para ulama quthbiyyah sangat berperan dalam berbagai tindakan kekerasan dan terorisme.  Karena sebagaimana telah kita bahas pada edisi yang telah lalu bahwa terorisme berawal dari penyimpangan dan kesesatan, khususnya penyimpangan dalam bentuk pengkafiran kaum muslimin, seperti yang terjadi pada aliran khawarij terdahulu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kini, kita lihat pemikiran takfir Sayyid Quthb merupakan pemikiran yang paling banyak dikonsumsi oleh kaum muslimin. Oleh karena itu perlu kiranya kami sampaikan tentang bahaya pemikiran Sayyid yang terdapat dalam buku-buku karyanya, khususnya masalah pengkafirannya terhadap kaum muslimin. Di antaranya:&lt;div class="fullpost"&gt;1.  Sayyid menganggap bahwa keberadaan Islam telah lenyap.&lt;br /&gt;Dia berkata: "Kita telah mengetahui bahwa kehidupan Islam seperti ini telah berhenti sejak lama di seluruh permukaan bumi. Dan keberadaan Islam pun telah lenyap".  (al-'Adalah al-Ijtimi'aiyyah, 183)&lt;br /&gt;Mengapa sayyid menganggap kaum muslimin telah lenyap? Karena dia beranggapan bahwa dengan runtuhnya khilafah utsmaniyyah tauhid hakimiyah telah lenyap di permukaan bumi. Dia berkata: "Sesungguhnya keberadaan agama ini telah lenyap sejak kelompok terakhir kaum muslimin melepaskan pengesaan Allah dalam hakimiyah. Yang demikian adalah ketika mereka meninggalkan untuk berhukum dengan syariat Allah".  (al-'Adalah al-Ijtimi'aiyyah, 183-184)&lt;br /&gt;Ucapan Sayyid di atas menunjukkan bahwa dia menganggap dengan hilangnya sistem kekhalifahan berarti hilang pula keislaman. Padahal Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakan tolok ukur kekafiran adalah shalat.&lt;br /&gt;Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلاَةِ . (رواه مسلم في كتاب الإيمان)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sesungguhnya antara seseorang dengan&lt;br /&gt;kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat. (HR. Muslim dalam Kitabul Iman)&lt;br /&gt;Demikian pula dengan penguasa yang dhalim atau tidak berhukum dengan hukum Allah pada beberapa perkara, belum tentu kafir. Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang untuk memerangi mereka selama mereka masih shalat.&lt;br /&gt;Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;...وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمِ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ. قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ؟ فَقَالَ: لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ. (روام مسلم في كتاب الإمارة)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;…dan sejelek-jelek penguasa kalian adalah yang membenci kalian dan kalian membenci mereka, yang melaknat kalian dan kalian melaknat mereka. Dikatakan: "Wahai Rasulullah, apakah tidak kita perangi mereka dengan pedang?" Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab: "Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat!". (HR. Muslim dalam Kitabul Iman).&lt;br /&gt;2. Dengan pemikiran di atas, Sayyid  mengistilahkan bahwa kaum muslimin yang ada saat ini sebagai "orang-orang yang ingin menjadi muslimin".&lt;br /&gt;Dia berkata: "Kami menjelaskan pernyataan terakhir ini, walaupun akan menyebabkan benturan keras dan keputus-asaan dari orang-orang yang masih menginginkan untuk menjadi muslimin". (al-'Adalah al-Ijtimi'aiyyah, 183)&lt;br /&gt;Di tempat lain, Sayyid menyebut kaum muslimin dengan istilah yang sama: "Kita harus mengakui kenyataan pahit ini, dan kita harus menunjukkannya. Janganlah kita khawatir munculnya keputus-asaan dalam hati-hati kebanyakan orang yang masih suka untuk menjadi muslimin. Karena seharusnya mereka mengerti bagaimana mereka dapat menjadi muslimin." (al-'Adalah al-Ijtima'iyyah, 184)&lt;br /&gt;Jelas ini adalah pengkafiran Sayyid Quthb terhadap seluruh kaum muslimin, yang konsekwensinya adalah halalnya darah dan harta mereka.&lt;br /&gt;3. Sayyid menganggap bahwa masyarakat muslim yang ada adalah masyarakat jahiliyyah.&lt;br /&gt;Dia berkata: "Termasuk dalam lingkup masyarakat jahiliyyah adalah masyarakat yang mengaku dirinya muslim". (Ma'alimu fi ath-Thariq; lihat Adlwaul Islamiyyah, hal. 71)&lt;br /&gt;3. Sayyid menganggap orang yang taat kepada manusia dalam kemaksiatan adalah musyrik dan kafir.&lt;br /&gt;Dia berkata: "Di sana ada kesyirikan yang sangat jelas yaitu tunduk kepada selain Allah dalam salah satu urusan kehidupan dan tunduk pada undang-undang yang dibuat oleh manusia sebagai hukum. Hal ini merupakan asas kesyirikan yang tidak bisa dibantah. Demikian pula tunduk kepada adat istiadat dan kebiasaan seperti mengadakan perayaan-perayaan, musim-musim yang diatur oleh manusia, padahal tidak disyariatkan oleh Allah. Tunduk kepada aturan pakaian yang menyelisihi apa yang diperintahkan oleh Allah, atau membuka aurat yang disyariatkan oleh Allah untuk ditutupi. Urusan seperti ini lebih dari sekedar pelanggaran dan dosa menyelisihi syariat… (Fie Dhilalil Qur'an, 4/2023)&lt;br /&gt;Dengan pemikiran Sayyid ini, maka  wanita-wanita yang tidak memakai jilbab adalah kafir, demikian pula orang yang tunduk terhadap aturan sekolah-sekolah, kantor-kantor atau organisasi-organisasi yang menyelisihi syariat adalah kafir. Sungguh tidak ada seorang ulama pun yang berpendapat seperti ini. Mereka tetap melihat apa bentuk pelanggaran yang ditaatinya. Kalau pelanggarannya sebatas maksiat, maka dihukumi sebagai orang yang bermaksiat, bukan kafir yang mengeluarkan dari Islam.&lt;br /&gt;5.  Sayyid menganggap bahwa umat Islam telah murtad seluruhnya.&lt;br /&gt;Dia berkata dalam kitabnya Fie Dhilalil Qur'an: "Telah bergeser zaman, kembali seperti pada keadaan datangnya agama ini kepada manusia. Telah murtad manusia menuju peribadatan para hamba dan menuju kerusakan agama. Mereka telah berpaling dari kalimat laa ilaaha illallah walaupun sekelompok dari mereka masih mengumandangkannya di menaramenara adzan… " (Fie Dhilalil Qur'an, 2/1057)&lt;br /&gt;Jelas sekali yang dimaksud oleh Sayyid adalah kaum muslimin, karena mereka masih mengumandangkan adzan.  Tapi dia dengan tegas dan jelas menyatakan bahwa mereka telah murtad.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, bahkan Sayyid menganggap dosa mereka paling berat dan paling keras adzabnya. Ia berkata selanjutnya: "…Termasuk di dalamnya adalah orang-orang yang mengulangulang kalimat tauhid di menara-menara adzan, di timur ataupun di barat ini tanpa maksud dan tanpa kenyataan… Mereka paling berat dosa dan paling keras adzabnya, karena mereka telah murtad menuju peribadatan para hamba setelah jelas baginya petunjuk dan karena mereka sebelumnya berada dalam Agama Allah. (Fie Dhilalil, 2/157)&lt;br /&gt;Sungguh keyakinan seperti inilah yang akan memunculkan kelompok-kelompok ekstrim yang menghalalkan darah kaum muslimin.&lt;br /&gt;6. Masjid-masjid menurut Sayyid adalah tempat peribadatan jahiliyyah.&lt;br /&gt;Kalau Umat Islam yang masih mengumandangkan adzan dianggap telah murtad, maka bagaimana menurut Sayyid dengan keadaan masjid-masjid tersebut dan ibadah-ibadah yang dilaksanakan di dalamnya? Dengarkan sendiri ucapan Sayyid berikut:&lt;br /&gt;"… Di sini Allah mengarahkan kita pada beberapa perkara:&lt;br /&gt;Pertama, memisahkan diri dari masyarakat jahiliyyah dari busuknya, rusaknya, dan jeleknya sebisa mungkin. Selanjutnya mengumpulkan "kelompok mukmin" yang baik dan bersih untuk disucikan, dibersihkan dan dilatih. Kemudian mengorganisir mereka, hingga datang janji Allah untuk mereka.&lt;br /&gt;Kedua, menghindari tempat-tempat peribadatan jahiliyyah dan menjadikan rumah-rumah "kelompok muslim" sebagai masjid. Di sana mereka akan dapat merasakan keterpisahan mereka dari masyarakat jahiliyyah… (Fie Dhilal, 3/1816)&lt;br /&gt;Ucapan Sayyid di atas sangat jelas mengkafirkan kaum muslimin secara keseluruhan, menyebut mereka masyarakat jahiliyyah, murtad, dan masjid-masjidnya adalah tempat peribadatan jahiliyyah. Kemudian mengajak orang-orang yang sepaham dengannya untuk memisahkan diri dari kaum muslimin. Sungguh ini betul-betul inti ajaran khawarij ter dahulu yang telah menumpahkan banyak darah kaum muslimin.&lt;br /&gt;7.  Sayyid menganggap bahwa jalan keluar dari keadaan tersebut di atas adalah memisahkan diri dari kaum muslimin yang dianggap telah murtad dan mendirikan "Negara Islam".&lt;br /&gt;Dia berkata: "…kecuali jika mereka mau memisahkan keyakinan dan perasaanya serta prinsip hidup mereka dari masyarakat jahiliyyah, memisahkan diri dari kaumnya hingga Allah mengizinkan bagi mereka untuk mendirikan Negara Islam. Kalau tidak, maka hendaknya mereka merasakan dengan seluruh perasaannya, bahwa mereka sendirilah umat Islam. Adapun orang-orang yang di sekelilingnya yang tidak masuk pada apa yang dia masuki (tidak sepaham) adalah jahiliyyah dan masyarakat jahiliyyah. (Fie Dhilal 2/1125)&lt;br /&gt;Lihatlah jalan keluar menurut Sayyid adalah dengan menjadi khawarij yang memisahkan diri dari kaum muslimin dan mengkafirkan mereka.&lt;br /&gt;8. Sayyid memuji Khawarij yang memberontak kepada Utsman&lt;br /&gt;Sungguh tidak terlalu jauh, kalau kita menyatakan bahwa pemikiran Sayyid adalah pemikiran khawarij. Karena ia sendiri membela dan memuji kaum khawarij yang memberontak kepada Utsman bin Affan. Sayyid berkata: "…akhirnya terjadilah pemberontakan terhadap Utsman. Tercampur padanya kebenaran dan kebatilan, kebaikan dan kejelekan. Tetapi bagi mereka yang memandang dengan kacamata Islam dan merasakan urusan ini dengan ruh Islam, pasti ia akan menetapkan bahwa pemberontakan tersebut secara keumuman lebih dekat pada ruh Islam dan arahnya daripada sikap Utsman, atau lebih tepatnya sikap Marwan dan orang-orang yang di belakangnya dari Bani Umayyah. (al-'Adalah al-Ijtima'iyyah hal. 129, cet. Ke-5; atau hal. 161-162 pada cet ke-12 dengan sedikit perubahan, tapi tetap semakna. Atau pada terjemahannya yang diberi judul "Keadilan Sosial Dalam Islam", penerbit Pustaka (Salman ITB), Bandung, hal. 272)&lt;br /&gt;Lihatlah buku Sayyid ini dicetak berulang-ulang lebih dari 12 kali cetakan dan diterjemahkan ke dalam berbagai macam bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa pemikiran khawarij dari Sayyid ini sangat laku di pasaran, khususnya para pemuda dan kaum reaksioner. Yang berarti bahayanya sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kita nasehatkan kepada seluruh kaum muslimin agar berhati-hati dari buku-buku karya Sayyid Quthb. Demikian pula kita peringatkan kepada kelompok-kelompok yang masih membangga-banggakan Sayyid Quthb seperti Ikhwanul Muslimin (IM), Jama'ah Takfir wal Hijrah, Jama'ah Islamiyah (JI) atau kelompok-kelompok pergerakan sejenisnya di Indonesia seperti "Negara Islam Indonesia" (NII) dan sempalan-sempalannya, Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) dan lain-lain dari Quthbiyyin yang selalu memasarkan pemikiran Sayyid Quthb.  Atau seperti Adian Husaini, MA yang menyatakan bahwa dengan membaca buku-buku Sayyid Quthb tidak akan menjadi Sarah Azhari atau Dr. Azahari (dalam majalah Hidayatullah, ed. 08/XVIII, Des. 2005, hal. 92)&lt;br /&gt;Kita peringatkan kepada mereka seluruhnya tentang bahaya yang nyata dari buku-buku Sayyid Quthb dan pemikirannya. Agar jangan sampai lidah-lidah kita ikut mendukung terjadinya kekerasan, terorisme dan pertumpahan darah.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Disarikan dari kitab Adlwau Islamiyyati 'Ala Aqidati Sayyid Quthb wa Fikrihi, bab Sayyid Quthb wa Takfiirul Mujtama'atil Islamiyyah, karya Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Risalah Dakwah Manhaj Salaf, edisi 91 / tahun ke 2, 20 Dzulhijjah 1426 H / 20 Januari 2006 M&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-4909899154299794072?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/4909899154299794072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=4909899154299794072&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/4909899154299794072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/4909899154299794072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/bahaya-pemikiran-khawarij-masa-kini-i.html' title='Bahaya Pemikiran Khawarij Masa Kini (I)'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SokIWvhv_hI/AAAAAAAAAOY/RzUBdLdZKrc/s72-c/No+Terrorism+on+Ittibausalaf+Press.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-7859877830772223034</id><published>2009-08-17T06:17:00.024+07:00</published><updated>2009-09-04T17:09:10.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terorisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Noordin M Top'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khawarij'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi Bom Bunuh Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran sesat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amrozi Cs'/><title type='text'>Terorisme Bukan Ajaran Islam (VII)</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Suicide Bombing, Dosa Warisan Kaum Khawarij&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SokIWvhv_hI/AAAAAAAAAOY/RzUBdLdZKrc/s1600-h/No+Terrorism+on+Ittibausalaf+Press.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SokIWvhv_hI/AAAAAAAAAOY/RzUBdLdZKrc/s200/No+Terrorism+on+Ittibausalaf+Press.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370833217424195090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sungguh sepak terjang para Khawarij Gaya Baru (baca: teroris) yang  &lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/terorisme-bukan-ajaran-islam-iv.html" target="_blank" title="keliru"&gt;keliru&lt;/a&gt; pada zaman sekarang ini dengan &lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/fatwa-ulama-tentang-aksi-bom-bunuh-diri.html" target="_blank" title="membuang bom"&gt;membuang bom&lt;/a&gt; secara &lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/terorisme-bukan-ajaran-islam-iii.html" target="_blank" title="sembarangan"&gt;sembarangan&lt;/a&gt; dan menghalalkan &lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/terorisme-bukan-ajaran-islam-v.html" target="_blank" title="darah yang haram ditumpahkan"&gt;darah yang haram ditumpahkan&lt;/a&gt;, merupakan dosa warisan kaum Khawarij yang berakar pada &lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/terorisme-bukan-ajaran-islam.html" target="_blank" title="kesesatan"&gt;kesesatan&lt;/a&gt; mereka dalam memahami agama ini. Bibit-bibit kesesatan kaum pemberontak ini muncul di zaman Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam-, dari seorang yang bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;DzulKhuwaisiroh&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sebagaimana  diriwayatkan dari shahabat &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abi Sa’id Al-Khudri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; -Radhiallahu ‘anhu-, ia berkata: Ketika kami berada di sisi Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- dan beliau sedang membagi-bagi (harta), datanglah Dzul  Khuwaisirah dari Bani Tamim, lalu ia berkata: “Wahai Rasulullah, berbuat adillah!” Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pun bersabda: “Celakalah engkau! Siapa lagi yang berbuat adil jika aku tidak berbuat adil ? Benar-benar merugi jika aku tidak berbuat adil.”&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka ‘Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ta’ala ‘anhu berkata: “Wahai Rasulullah, ijinkanlah aku untuk memenggal lehernya!” Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkata: “Biarkanlah ia, sesungguhnya ia akan mempunyai pengikut yang salah seorang dari kalian merasa bahwa shalat dan puasanya tidak ada apa-apanya dibandingkan shalat dan puasa mereka, mereka selalu membaca Al Qur’an namun tidaklah melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari ar-ramiyyah, dilihat nashl-nya (besi pada ujung anak panah) maka tidak didapati bekasnya. Kemudian dilihat rishaf-nya (tempat masuknya nashl pada anak panah) maka tidak didapati bekasnya, kemudian dilihat nadhiy-nya (batang anak panah) maka tidak didapati bekasnya, kemudian dilihat qudzadz-nya (bulu-bulu yang ada pada anak panah) maka tidak didapati pula bekasnya. Anak panah itu benar-benar dengan cepat melewati lambung dan darah (hewan buruan itu). Ciri-cirinya, (di tengah-tengah mereka) ada seorang laki-laki hitam, salah satu lengannya seperti payudara wanita atau seperti potongan daging yang bergoyang-goyang, mereka akan muncul di saat terjadi perpecahan di antara kaum muslimin.”&lt;br /&gt;Abu Sa’id Al-Khudri -Radhiallahu ‘anhu- berkata: “Aku bersaksi bahwa aku mendengarnya dari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan aku bersaksi pula bahwa ‘Ali bin Abi Thalib -Radhiallahu ‘anhu- yang memerangi mereka dan aku bersamanya. Maka ‘Ali -Radhiallahu ‘anhu- memerintahkan untuk mencari seorang laki-laki (yang disifati oleh Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, diantara mayat-mayat mereka) dan ditemukanlah ia lalu dibawa (ke hadapan ‘Ali), dan aku benar-benar melihatnya sesuai dengan ciri-ciri yang disifati oleh Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-.” &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Shahih, HR. Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitabuz Zakat, bab Dzikrul Khawarij wa Shifaatihim, 2/744)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemudian muncul kembali pada akhir zaman Khalifah Utsman -Radhiallahui 'anhu-, mereka semakin berani dan kemudian terjadilah tragedi penghalalan darah kaum Muslimin yang pertama dari mereka, yakni dengan keberhasilan mereka membunuh Khalifah 'Utsman bin Affan -Radhiallahu 'anhu-.&lt;br /&gt;Sejak itu gerakan-gerakan mereka terus saja berlanjut, mungkin kalau di runtut satu persatu tidak cukup waktu dan halaman posting ini meruntutnya.&lt;br /&gt;Namun diantara kisah pemberontakan kaum Khawarij ini yang menghebohkan kembali muncul pada 1 Muharram 1399 H atau sekitar hari Selasa 20 November 1979 M. Ketika itu Juhaiman bin Saif  Al-Utaibi seorang mantan tentara Garda Nasional Saudi berhasil melakukan kudeta dan menduduki kota Makkah. Sepak terjang mereka yang menyerang kota haram (Makkah) di bulan haram (Muharram), dan berhasil menumpahkan darah kaum Muslimin (yang haram ditumpahkan). Tokoh Juhaiman yang berhasil menduduki Masjidil-Haram sekitar 2 pekan ini, pada akhirnya bisa ditumpas oleh tentara Tauhid dari kerajaan Saudi.&lt;br /&gt;Namun demikian, walaupun mereka telah tertumpas, kemudian pada zaman sekarang muncul kembali seorang tokoh yang dikenal sebagai Usamah bin Laden. Dia betul-betul mengikuti dan mentokohkan sosok Juhaiman.&lt;br /&gt;Di Indonesia juga muncul tokoh-tokoh yang mereka mengikuti Juhaiman dan Usamah bin Laden. Mereka dengan terang-terangan telah menganggap sosok-sosok tadi sebagai Sy&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SojwO2i0A0I/AAAAAAAAAN4/fYNPBC-Do38/s1600-h/Surat+washiatakah.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 124px; height: 186px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SojwO2i0A0I/AAAAAAAAAN4/fYNPBC-Do38/s200/Surat+washiatakah.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370806693589680962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;aikh dan guru mereka. Maka muncullah tokoh seperti Dr. Azhari, Noordin M Top, Imam Samudra, Amrozi, Mukhlas dst.&lt;br /&gt;Dosa warisan disini adalah karena kesesatan mereka yang berakar turun temurun dari nenek moyang mereka seperti Dzul Khuwaisiroh atau semisal Juhaiman. Bahkan ketiga terpidana mati (Imam Samudra, Amrozi dan Mukhlas), ketika mereka hendak di eksekusi, mereka meninggalakan surat washiat agar pemberontakan dan pertumpahan darah tetap dilanjutkan. Mereka mewashiatkan agar para penguasa -yang notabene masih Muslim- yang telah memerintahkan untuk mengeksekusi mereka, halal untuk dibunuh. Betul-betul washiat kesesatan yang terus diwariskan.&lt;br /&gt;Pemahaman sesat mereka dengan menghalalkan cara-cara yang diharamkan Allah telah nampak pada mereka, seperti Aksi Bunuh diri mereka dengan bom, gerakan cacing mereka yang cenderung sembunyi-sembunyi di bawah tanah, ataupun gaya hidup bunglon, seperti bersembunyinya Noordin M Top dengan berganti-ganti penampilan, baik pakaian, wajah termasuk mencukur jenggotnya, itu merupakan hal biasa, yang sama sekali tidak pernah ada contohnya dari Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam-  dan para Shahabatnya.&lt;br /&gt;Dan perekrutan mereka tehadap "calon pengantin" (pelaku bom bunuh diri) mereka rekrut dari para pemuda yang memiliki semangat tapi bodoh dalam syariat agama. Oleh karena itu hendaknya para orangtua waspada dengan gerakan perekrutan mereka, jangan sampai anak-anak kita tercebur dan masuk dalam ajaran dan gerakan mereka...Naudzubillah. Silahkan inTips dari blog tetangga kami, &lt;a href="http://kaahil.wordpress.com/2009/08/15/tips-agar-anak-tidak-menjadi-teroris/" target="_blank"&gt;Kiat agar anak kita tidak menjadi teroris&lt;/a&gt; . Wallahu a'lam bish-Shawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Harits Faishal (dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-7859877830772223034?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/7859877830772223034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=7859877830772223034&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7859877830772223034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7859877830772223034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/bom-bunuh-diri-dosa-warisan-para.html' title='Terorisme Bukan Ajaran Islam (VII)'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SokIWvhv_hI/AAAAAAAAAOY/RzUBdLdZKrc/s72-c/No+Terrorism+on+Ittibausalaf+Press.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-7024982271266934017</id><published>2009-08-14T06:50:00.007+07:00</published><updated>2009-09-04T17:07:48.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terorisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khawarij'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tujuan Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi Bom Bunuh Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran sesat'/><title type='text'>Terorisme Bukan Ajaran Islam (VI)</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Jihad Kaum Teroris, Jihad Karena Emosi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed Hafidzahullah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s1600-h/serbu+Khawarij.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s200/serbu+Khawarij.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367743811249556146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tujuan dakwah Islam –sebagaimana telah diketahui bersama-- adalah menyelamatkan seluruh umat manusia di dunia dan akhirat. Yaitu dengan mengajak mereka untuk mengesakan Allah dalam ibadah dan mengikuti ajaran Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم. Maka dari awal Islam ini datang adalah karena kasih sayang dan rahmat bagi seluruh manusia.&lt;br /&gt;Namun ternyata manusia terbagi menjadi dua golongan: yang menerima dakwah ini dan yang menolaknya. Maka kita sebagai kaum muslimin yang menerima dakwah ini ketika menyaksikan para penolak dakwah keselamatan ini merasa kasihan. Mengapa mereka lebih memilih kebinasaan, adzab dan kemurkaan Allah سبحانه وتعالى di dalam api neraka daripada keselamatan?&lt;br /&gt;Kita mendakwahi mereka seperti seorang yang menghalau serangga agar jangan masuk ke dalam api, tapi serangga bodoh itu tetap memaksa masuk ke dalamnya hingga binasalah ia.&lt;br /&gt;Seperti  apa yang telah digambarkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ أُمَّتِي كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا فَجَعَلَتِ الدَّوَابُّ وَالْفَرَاشُ يَقَعْنَ فِيهِ فَأَنَا آخِذٌ بِحُجَزِكُمْ وَأَنْتُمْ تَقَحَّمُونَ فِيهِ. (متفق عليه&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan umatku adalah seperti seseorang yang menyalakan api, lalu binatang dan serangga berduyun-duyun datang kepada api tersebut. Maka aku berupaya menghalangi kalian, namun kalian memaksa masuk ke dalam api tersebut. (HR. Bukhari Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka kejengkelan kita, kemarahan kita dan dimulainya dakwah yang lebih keras terhadap mereka sesungguhnya didasari rasa kasihan kepada mereka.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ketika Allah سبحانه وتعالى memerintahkan untuk memerangi mereka pun, masih ada batas-batas yang menunjukkan rahmat Islam terhadap mereka.&lt;br /&gt;Allah سبحانه وتعالى berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ. (البقرة: 190)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, (tetapi) janganlah kalian melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (alBaqarah: 190)&lt;br /&gt;Ada dua kesimpulan penting dari ayat di atas:&lt;br /&gt;1. Orang-orang  yang diperangi adalah orang-orang kafir yang memerangi kalian.&lt;br /&gt;2. Dalam memerangi mereka tidak boleh melampaui batas.&lt;br /&gt;Ayat lain yang semakna dengan ini adalah firman Allah سبحانه وتعالى:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;...فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ. (البقرة: 194)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;…Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kalian, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadap kalian. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (al-Baqarah: 194)&lt;br /&gt;Dalam ayat ini pun terdapat dua kesimpulan penting di atas:&lt;br /&gt;1. Diperintahkan   untuk   memerangi orang-orang kafir yang menyerang kalian.&lt;br /&gt;2. Diperintahkan untuk memerangi mereka dengan seimbang dan tidak melampaui batas.&lt;br /&gt;Diriwiyatkan dalam Shahih Bukhari bahwa Asma –anak Abu Bakar ash-Shiddiq—berkata: "Ibuku yang bernama Raghibah yang masih dalam keadaan musyrik datang kepadaku di masa Nabi صلى الله عليه وسلم, maka aku bertanya kepada Nabi: "Wahai Rasulullah, apakah aku masih boleh bersilaturahmi dengannya?" Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab: "Ya". Ibnu Uyainah (perawi hadits ini) menyatakan: "Maka turunlah ayat Allah سبحانه وتعالى:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;لاَ يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّين... (الممتحنة: 8)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (kafir) yang tidak memerangi kalian karena agama... (al-Mumtahanah: 8).&lt;br /&gt;Ini semua karena tujuan kita adalah agar mereka mau menerima Islam sebagai agama mereka yang akan menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat. Inilah tujuan pertama dan utama.&lt;br /&gt;Maka di dalam surat an-Nahl Allah bawakan ayat yang semakna dengan ayat di atas dengan lebih dulu mengajarkan kepada kita agar berdakwah dengan hikmah, dengan peringatan-peringatan yang baik, dan dengan bantahan-bantahan yang lebih baik. Lalu Allah perintahkan membalas dengan balasan yang setimpal.&lt;br /&gt;Allah سبحانه وتعالى berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (125) وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ. (النحل: 125-126)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kalian. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (an-Nahl: 125-126)&lt;br /&gt;Sehingga ketika orang-orang kafir itu menjadi tawanan pun, Islam mengajarkan untuk menyikapinya dengan baik, sebagai dakwah bil hal. Yakni mengajarkan kepada mereka rahmat dan ahlak Islam yang baik.  Allah سبحانه وتعالى berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا. (الإنسان: 8)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (al-Insaan: 8)&lt;br /&gt;Siapa yang dimaksud tawanan kalau bukan tawanan perang dari kalangan orang-orang kafir?&lt;br /&gt;Pernah dikisahkan tentang seorang tawanan yang bernama Tsumamah dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه, beliau berkata: "Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengirim satu pasukan berkuda ke daerah Najd. Mereka pulang dengan membawa seorang tawanan lelaki dari Bani Hanifah bernama Tsumamah bin Usal, pemimpin penduduk Yamamah. Lalu mereka mengikatnya pada salah satu tiang masjid. Satu hari Rasulullah صلى الله عليه وسلم keluar menemui tawanan tersebut. Beliau bertanya: "Bagaimana keadaanmu, wahai Tsumamah?" Tawanan itu menjawab: "Aku memiliki kebaikan, wahai Muhammad. Jika kamu mau membunuhku, maka engkau membunuh manusia yang memiliki darah. Namun jika kamu memberikan sesuatu kenikmatan (tidak dibunuh),  maka engkau memberikan kenikmatan kepada orang yang mengerti berterima kasih. Jika kamu menginginkan harta, maka mintalah semaumu". Rasulullah صلى الله عليه وسلم lalu meninggalkan tawanan tersebut.&lt;br /&gt;Keesokan harinya beliau menemui tawanan itu kembali, lalu beliau bertanya: "Bagaimana keadaanmu wahai Tsumamah?" Tawanan itu menjawab: "Seperti apa yang telah aku katakan. Jika engkau memberi kemikmatan, maka engkau memberi nikmat kepada orang yang mengerti berterima kasih. Jika kamu mau membunuh, maka engkau membunuh orang yang memiliki darah. Jika kamu menghendaki harta maka mintalah berapa banyak yang kamu mau". Lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم meninggalkannya.&lt;br /&gt;Keesokan harinya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Bagaimana keadaanmu wahai Tsumamah?". Tsumamah berkata: "Padaku ada sesuatu yang telah aku katakan". Jika engkau memberi kemikmatan, maka engkau memberi nikmat kepada orang yang mengerti berterima kasih. Jika kamu mau membunuh, maka engkau membunuh orang yang memiliki darah. Jika kamu menghendaki harta maka mintalah, akan aku beri sesukamu".&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda kepada para Shahabat: "Lepaskan Tsumamah!". Lalu Tsumamah berangkat menuju ke kebun kurma. Setelah mandi, dia memasuki masjid dan mengucapkan syahadat: Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya. Wahai Muhammad! Di muka bumi ini tidak ada wajah yang paling aku benci daripada wajahmu sebelum ini. Tetapi sekarang wajahmulah yang paling aku suka di antara wajah-wajah yang pernah aku temui. Sebelum ini tidak ada agama yang paling aku benci daripada agamamu dan sekarang hanya agamamulah yang paling aku sukai di antara agama-agama yang pernah aku temui. Dahulu negerimulah yang paling aku benci, tetapi sekarang negerimulah yang paling aku cintai di antara negeri-negeri yang pernah aku kenal. Sesungguhnya pasukan berkudamu selalu menangkapku, sedangkan aku ingin melakukan umrah. Bagaimana pendapatmu wahai Rasulullah صلى الله عليه وسلم?". Lalu Beliau صلى الله عليه وسلم menyampaikan berita gembira kepada Tsumamah dan menyuruhnya untuk melakukan umrah. Ketika sampai di Kota Mekah seorang bertanya kepadanya: "Kamu sudah keluar dari agamamu?" Tsumamah menjawab: "Tidak. Tetapi aku sudah memeluk Islam dan tunduk kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Demi Allah, tidak akan ada sebiji gandum pun dari Yamamah yang akan sampai kepadamu sebelum mendapat izin Rasulullah صلى الله عليه وسلم". (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;Yakni Tsumamah memboikot kaum musyrikin, karena semua gandum di Mekah berasal dari Yamamah, suku yang ia pimpin.&lt;br /&gt;Maka --wahai kaum muslimin--, ketika kita marah dan jengkel kepada orang-orang kafir, ketika kita benci dengan kekafiran mereka bahkan ketika kita memerangi mereka tetap harus diingat tujuan utama dakwah Islam ini adalah menyebarkan rahmat kepada seluruh manusia. Maka perangilah mereka dengan tidak melampaui batas-batas kebencian dengan cara yang sunnah. Sebenci-bencinya Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada Wahsyi yang pernah membunuh pamannya Hamzah –sang pemburu singa-- رضي الله عنه, beliau tetap menerima keislamannya.&lt;br /&gt;Demi Allah! Kalau agama ini diukur dengan emosi, Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentunya tidak akan memaafkan Wahsyi yang merobekrobek dada Hamzah dan mengambil jantungnya atau Hindun yang mengunyah jantungnya. Bahkan sebaliknya Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada kaum muslimin agar dalam perang tidak merusak jasad-jasad musuh. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits yang panjang ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberikan pesan-pesan kepada pasukan perang. Di antara pesan itu adalah beliau صلى الله عليه وسلم berkata:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;...أُغْزُوْا وَلاَ تَغُلُّوْا وَلاَ تَغْدُرُوْا، وَلاَ تُمَثِّلُوْا...  (رواه مسلم)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;…Berperanglah tapi jangan mencuri rampasan perang, jangan ingkar janji, dan jangan merusak jasad musuh… (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Bulettin Risalah Dakwah Manhaj Salaf, edisi 87/ Th ke II, 06 DzulQa'dah 1426 H/16 Desember 2005 M dengan judul Asli : Tujuan Dakwah : Menyelamatkan Seluruh Manusia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-7024982271266934017?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/7024982271266934017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=7024982271266934017&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7024982271266934017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7024982271266934017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/terorisme-bukan-ajaran-islam-vi.html' title='Terorisme Bukan Ajaran Islam (VI)'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s72-c/serbu+Khawarij.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-7209256108695271692</id><published>2009-08-11T06:49:00.010+07:00</published><updated>2009-09-04T17:05:58.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terorisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khawarij'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi Bom Bunuh Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran sesat'/><title type='text'>Terorisme Bukan Ajaran Islam (V)</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Darah-Darah Yang Haram Ditumpahkan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Dari Materi ceramah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;At-Tafjiir Walirhab, Islah aw Ifsad?&lt;/span&gt; diterjemahkan oleh : Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed)&lt;/span&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s1600-h/serbu+Khawarij.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s200/serbu+Khawarij.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367743811249556146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hamba-hamba Allah.. Sesungguhnya agama Islam yang diridlai oleh Allah yang dibawa oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم, penutup para nabi ini adalah agama kejujuran, yang menepati janji, agama yang menjaga amanah, agama keadilan, agama kebaikan dan agama yang yang menghubungkan silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولاً. (الإسراء: 34)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;…penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan- jawabnya. (al-Isra': 34)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ. (المائدة: 8)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencian kalian terhadap sesuatu kaum, mendorong kalian untuk berlaku tidak adil –yakni tidak membawa kalian membenci suatu kaum dengan tidak adil--.  Berlaku adillah! Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Maaidah: 8)&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam ini sebagaimana ia memerintahkan kepada akhlak yang mulia, serta adab-adab yang adil, juga memerangi pengkhianatan, pelanggaran terhadap janji, kejahatan, kedustaan, kedurhakaan dan pemutusan silaturahmi.  (Ada beberapa ayat al-Qur'an yang tidak kami cantumkan karena sudah terwakili dengan ayat yang tersebut di atas karena keterbatasan tempat yaitu ayat-ayat al-Maaidah: 1, al-Anfaal: 27, at-Taubah: 119, an-Nisaa': 36 dan ar-Ra'd: 21)&lt;br /&gt;Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: Empat perkara yang jika ada semuanya pada seseorang, maka dia adalah munafiq yang murni. Dan barangsiapa yang ada padanya salah satu dari padanya, maka dia memiliki sifat dari sifat-sifat munafiq, hingga ia meninggalkannya. Yaitu: jika diberi amanah khianat, jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkarinya dan jika bertikai melampaui batas. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Maukah aku beritahukan kepada kalian dosa besar yang paling besar?"  Kami katakan: "Tentu wahai Rasulullah". Beliau berkata: "Syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua". (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Juga Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ . (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi. (HR.  Bukhari)&lt;br /&gt;Yang dimaksud adalah memutus silaturahmi terhadap orang-orang yang seharusnya disambung silaturahmi.&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang mulia, agama ahlakul karimah dan memerangi ahlak yang jelek.&lt;br /&gt;Hamba-hamba Allah,&lt;br /&gt;Sesungguhnya menepati janji adalah termasuk ahlak Islam yang mulia, yang Allah perintahkan dan anjurkan serta Allah puji. Sebaliknya ingkar janji, khianat adalah akhlak yang jelek yang diharamkan di dalam syariat Islam dan dibenci oleh tabiat fitrah manusia.&lt;br /&gt;Sesungguhnya sebesar-besar pengkhianatan adalah menumpahkan darah-darah yang diharamkan oleh Allah سبحانه وتعالى kecuali dengan kebenaran. Dan bukanlah darah-darah yang haram ditumpahkan itu hanya darah mukmin, tetapi jiwa-jiwa yang haram dibunuh ada empat golongan manusia yaitu: seorang muslim, kafir dzimmi (yang tinggal di bawah kekuasaan muslim), kafir mu'ahad (yang terikat janji) dan kafir musta'min (yang meminta keamanan).  Semua golongan manusia di atas haram untuk dibunuh sebagaimana akan kita rincikan insya Allah.&lt;br /&gt;Adapun jiwa seorang muslim, maka sangat jelas keharamannya bagi seluruh manusia. Perkara ini sudah diketahui secara aksioma oleh setiap muslim. Barangsiapa yang menampakkan dirinya sebagai muslim, dia haram untuk dibunuh walaupun mengamalkan amalan-amalan maksiat selama bukan yang ditunjukkan oleh al-Qur'an sebagai kemaksiatan yang menghalalkan darah.&lt;br /&gt;Adapun tentang kafir dzimmi dan kafir mu'ahad, maka telah tsabit riwayatnya dari Nabi صلى الله عليه وسلم, bahwa beliau صلى الله عليه وسلم besabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا. (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangsiapa yang membunuh seorang mu'ahad, maka dia tidak akan mencium bau harumnya surga. Padahal harumnya surga akan didapat sejauh perjalanan 40 tahun. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Bukhari pula dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهما, ia berkata: bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;لَنْ يَزَالَ الْمُؤْمِنُ فِي فُسْحَةٍ مِنْ دِينِهِ مَا لَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا. (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang mukmin akan tetap dalam keluasan agamanya selama tidak menumpahkan darah yang haram. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Telah kalian ketahui bahwa darah-darah yang haram ada empat macam golongan. Maka ucapan Rasulullah صلى الله عليه وسلم tadi bermakna seorang mukmin akan tetap dalam keluasan agamanya, selama tidak menumpahkan darah-darah yang haram tersebut.&lt;br /&gt;Berkata Abdullah bin Umar رضي الله عنهما Sesungguhnya termasuk perangkap berbahaya yang tidak akan ada jalan keluar bagi siapa yang terjerumus di dalamnya adalah menumpahkan darah yang haram tanpa ada sebab yang menghalalkannya. (Dikeluarkan oleh Bukhari)&lt;br /&gt;Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Ibnu Umar رضي الله عنهما bahwa perangkap berbahaya yang tidak ada jalan keluarnya adalah menumpahkan darah manusia tanpa alasan yang syar'i.&lt;br /&gt;Sungguh darah orang kafir mu'ahad adalah haram tidak boleh ditumpahkan, bahkan termasuk dosa-dosa besar. Karena Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyatakan bahwa pembunuhnya tidak akan mencium bau surga. Sedangkan setiap dosa yang diancam oleh Allah dalam al-Qur'an atau oleh Rasul-Nya dalam hadits, maka digolongkan dosa-dosa besar.&lt;br /&gt;Adapun tentang kafir musta'min (yang meminta suaka politik), maka Allah telah berfirman dalam kitab-Nya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ... (التوبة: 6)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya…. (at-Taubah: 6)&lt;br /&gt;Yakni berikanlah jaminan keamanan dari kamu sampai dia mendapatkan tempat yang aman di negerinya.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;ذِمَّةُ الْمُسْلِمِينَ وَاحِدَةٌ يَسْعَى بِهَا أَدْنَاهُمْ فَمَنْ أَخْفَرَ مُسْلِمًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَرْفٌ وَلاَ عَدْلٌ . (رواه البخاري ومسلم)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaminan kaum muslimin adalah satu walaupun diberikan oleh orang terendahnya. Barangsiapa yang membuat malu seorang muslim, maka baginya laknat Allah, para malaikat-Nya dan para manusia seluruhnya. Tidak diterima di sisi Allah taubat maupun tebusannya. (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;Makna hadits ini adalah bahwa seorang muslim, jika memberikan jaminan keamanan kepada seorang kafir dan dia telah memberikan janjinya, maka jaminan tersebut adalah jaminan yang harus dijaga oleh seluruh kaum muslimin. Barangsiapa yang mempermalukannya dengan mengkhianati dan melanggar jaminan yang telah diberikan tersebut, maka baginya laknat Allah, para malaikat-Nya dan para manusia seluruhnya.&lt;br /&gt;Tentunya kami juga melaknat orang yang dilaknat oleh Allah, rasul-Nya dan malaikat-Nya. Dan bahwasanya tidak akan diterima dari orang tersebut yang wajib maupun yang sunnahnya.&lt;br /&gt;Dalam Shahih Bukhari disebutkan bahwa Ummu Hani binti Abu Thalib رضي الله عنها datang menemui Nabi صلى الله عليه وسلم pada hari dibukanya kota Mekah. Ia mengucapkan salam kepadanya, kemudian berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم: "Siapa gerangan?" Ia menjawab: "Saya Ummu Hani binti Abi Thalib". Nabi berkata: "Marhaban wahai Ummu Hani", kemudian ia berkata: "Wahai Rasulullah, anak ibuku (yakni Ali bin Abi Thalib) sesumbar akan membunuh orang yang telah aku beri jaminan keamanan kepadanya". Maka nabi pun bersabda: "Kami jamin orang yang kau beri jaminan wahai Ummu Hani".  (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Dalam hadits ini Rasulullah صلى الله عليه وسلم melegalkan jaminan keamanan dari seorang perempuan dan menjadikan jaminannya sebagai sebab terlindunginya darah seorang musyrik.&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka orang-orang yang ada di negeri kita dari kalangan orang kafir yang mendapatkan jaminan keamanan dari penguasanya, maka mereka terlindungi, haram darah-nya untuk ditumpahkan. Dengan ini kita mengetahui kesalahan praktek teror bom yang terjadi di kota Khabar (dan juga di  beberapa kota di Indonesia ini –pent.), di daerah-daerah pemukiman keluarga yang penuh dengan orang-orang yang dilindungi darah dan hartanya pada malam Rabu tanggal 10 Safar tahun 1417 H yang menelan korban lebih dari 19 orang. Di antara mereka ada muslimin, anak-anak, para wanita, orang-orang tua, orang dewasa dan para pemuda. Demikian pula tidak sedikit korban dalam bentuk harta dan tempat tinggal yang hancur. Tidak ragu lagi bahwa perbuatan seperti ini tidak diridlai oleh syariat, tidak pula oleh akal sehat serta fitrah manusia.&lt;br /&gt;Adapun dari sisi syariat, kalian sudah mendengar dalil-dalil dari al-Qur'an dan sunnah nabi atas wajibnya menghormati kaum muslimin dan menjaga darah serta harta mereka. Demikian pula wajibnya melindungi orang-orang kafir yang dibawah kekuasaan muslimin (dzimmi), terikat perjanjian (mu'ahad), atau pun yang meminta jaminan keamanan (musta'min). Sesungguhnya menjaga darah mereka merupakan keindahan agama Islam ini. Dan melindungi mereka sesuai dengan ikatan janji kepada mereka bukan menunjukkan kecintaan kepada mereka, bukan pula loyalitas atau pembelaan terhadap orang kafir. Tetapi merupakan penepatan dan konsekwensi terhadap janji, sedangkan janji akan dipertanggung-jawabkan.&lt;br /&gt;Adapun dari sisi akal, manusia yang berakal sehat tidak akan melakukan perbuatan yang haram sama sekali, karena dia tahu akibat jelek yang akan ditimbulkan. Bahkan manusia yang berakal sehat tidak akan melakukan sesuatu yang mubah sekalipun hingga mengetahui apa hasil dan apa akibatnya.&lt;br /&gt;Kalau nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berbicara yang baik atau diam". Yakni Nabi صلى الله عليه وسلم menjadikan konsekwensi keimanan adalah seseorang tidak berbicara kecuali yang baik atau diam. Maka demikian pula kita katakan terhadap perbuatan. Sesungguhnya konsekwensi keimanan dan kesempurnaannya adalah seseorang tidak beramal, kecuali yang baik atau diam.&lt;br /&gt;Tidak ragu lagi perbuatan yang sangat jelek tadi mengakibatkan kerusakan-kerusakan yang sangat banyak. Nanti akan kita sebutkan –insya Allah—(akan kita nukilkan pada edisi mendatang insya Allah--pent.).&lt;br /&gt;Adapun dari sisi fitrah, maka perbuatan yang jelek itu jelas menyelisihi fitrah manusia. Karena setiap fitrah manusia yang sehat tidak menyukai kejahatan terhadap orang lain serta menganggapnya perbuatan mungkar.&lt;br /&gt;Apakah dosa kaum muslimin yang menjadi korban dalam kejadian tersebut?&lt;br /&gt;Apa kesalahan orang-orang sipil yang ada di tempat tidur mereka, di rumah-rumah mereka, dengan tiba-tiba tertimpa kejadian yang menyakitkan?&lt;br /&gt;Apa kesalahan kafir mu'ahad dan mus.&lt;br /&gt;ta'min tersebut?&lt;br /&gt;Apa kesalahan anak-anak kecil dan orang-orang yang tua renta?&lt;br /&gt;Sungguh ini adalah kejadian yang sangat mungkar yang tidak ada sisi baiknya sama sekali!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Bulettin Risalah Dakwah Manhaj Salaf, edisi 89/ Th ke II, 06 Dzulhijjah 1426 H/06 Januari 2006 M&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-7209256108695271692?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/7209256108695271692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=7209256108695271692&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7209256108695271692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7209256108695271692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/terorisme-bukan-ajaran-islam-v.html' title='Terorisme Bukan Ajaran Islam (V)'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s72-c/serbu+Khawarij.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-4500615194865619675</id><published>2009-08-11T06:18:00.009+07:00</published><updated>2009-09-04T17:04:36.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terorisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khawarij'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi Bom Bunuh Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran sesat'/><title type='text'>Terorisme Bukan Ajaran Islam (IV)</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Prinsip Jihad Kaum Teroris yang Keliru&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed Hafidzahullah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s1600-h/serbu+Khawarij.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s200/serbu+Khawarij.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367743811249556146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kaum reaksioner khawarij selalu beralasan bahwa kita dalam  situasi perang, maka semua orang kafir adalah kafir harby yang layak dibunuh. Sedangkan perang adalah tipu daya, sehingga boleh berbohong, berdusta dan mengingkari perjanjian dengan alasan sebagai strategi perang.&lt;br /&gt;Lalu mencemooh ahlus sunnah dengan para ulamanya dengan ungkapan-ungkapan seperti: "Sekarang bukan masanya fiqh, tetapi masa bertempur!"&lt;br /&gt;Atau seperti ucapan mereka: "Sampai kapan kita akan bicara thaharah dan nifas?!",&lt;br /&gt;Atau ucapan mereka: "Islam ini tidak akan jaya dengan "haddatsana", tetapi dengan mengangkat senjata". Yakni tidak akan jaya dengan meriwayatkan hadits-hadits.&lt;br /&gt;Atau ucapan mereka: "Sekarang tidak perlu Riyadlus Shalihin, tapi yang diperlukan adalah "rudalus shalihin"".&lt;br /&gt;Dan ungkapan-ungkapan lain yang sinis terhadap ilmu fiqh dan hadits atau kitab Riyadlus Shalihin yang ditulis oleh Imam Nawawi رحمه الله serta kajian-kajian ilmiah para ulama dan para ustad ahlus sunnah.&lt;br /&gt;Maka kita katakan kepada mereka: Apakah perang dalam Islam tidak ada fiqhnya? Apakah jihad tidak memiliki aturan dan hukum-hukum yang tentunya besumber dari hadits-hadits dan riwayat yang tertulis dalam kitab para ulama?&lt;br /&gt;Sungguh perang dalam Islam adalah ibadah yang memiliki aturan dan hukum-hukum.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Jika kita lihat satu hadits saja tentang hukum-hukum perang, maka kita akan lihat betapa banyak yang dilanggar oleh kaum reaksioner pengikut hawa nafsu dan emosi tersebut.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah رضي الله عنها, beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;كَانَ رسول الله صلى الله عليه وسلم إِذَا أَمَّرَ أَمِيْرًا عَلَى جَيْشٍ أَوْ سَرِيَّةٍ أَوْصَاهُ فِي خَاصَّتِهِ بِتَقْوَى اللهِ وَبِمَنْ مَعَهُ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرًا ثُمَّ قَالَ: أُغْزُوْا عَلَى اسْمِ اللهِ فِي سَبِيْلِ اللهِ، قَاتِلُوْا مَنْ كَفَرَ بِاللهِ. أُغْزُوْا وَلاَ تَغُلُّوْا وَلاَ تَغْدُرُوْا، وَلاَ تُمَثِّلُوْا وَلاَ تَقْتُلُوْا وَلِيْدًا وَإِذَا لَقِيْتَ عَدُوَّكَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ فَادْعُهُمْ إِلَى ثَلاَثِ خِصَالٍ فَأَيِّتُهُنَّ أَجَابُوْكَ إِلَيْهَا فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ أُدْعُهُمْ إِلَى اْلإِسْلاَمِ، فَإِنْ أَجَابُكَ إِلَيْهَا فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ أُدْعُهُمْ إِلَى اْلإِسْلاَمِ، فَإِنْ أَجَابُكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى التَّحَوُّلِ مِنْ دَارِهِمْ إِلَى دَارِ الْمُهَاجِرِيْنَ فَإِنْ أَبَوْا فَأَخْبِرْهُمْ بِأَنَّهُمْ يَكُوْنُوْنَ كَأَعْرَابِ الْمُسْلِمِيْنَ وَلاَ يَكُوْنُ لَهُمْ فِي الْغَنِيْمَةِ وَالْفَيْءِ شَيْءٌ إِلاَّ أَنْ يُجَاهِدَ مَعَ الْمُسْلِمِيْنَ. فَإِنْ هُمْ أَبَوْا فَاسْأَلْهُمُ الْجِزْيَةَ فَإِنْ هُمْ أَجَابُوْكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ. فَإِنْ أَبَوْا فَاسْتَعِنْ عَلَيْهِمْ بِاللهِ تَعَالىَ وَقَاتِلْهُمْ. وَإِذَا حَاصَرْتَ أَهْلَ حِصْنِ فَأَرَادُوْا أَنْ تَجْعَلَ لَهُمْ ذِمَّةَ اللهِ وَذِمَّةَ نَبِيِّهِ فَلاَ تَفْعَلْ وَلَكِنِ اجْعَلْ لَهُمْ ذِمَّتَكَ فَإِنَّكُمْ إِنْ تَخْفُرُوْا ذِمَمَكُمْ أَهْوَنُ مِنْ أَنْ تَخْفُرُوْا ذِمَّةَ اللهِ. وَإِذَا أَرَادُوْكَ أَنْ تُنْزِلَهُمْ عَلَى حُكْمِ اللهِ فَلاَ تَفْعَلْ بَلْ عَلَى حُكْمِكَ فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِيْ أَتُصِيْبُ فِيْهِمْ حُكْمَ اللهِ تَعَالَى أَمْ لاَ. (روه مسلم في كتاب الجهاد باب تأمير الإمام رقم 1731)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayah-nya dari Aisyah رضي الله عنه  ia berkata: Bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم jika mengutus seorang komandan yang membawa sebuah pasukan besar atau kecil, beliau mewasiatkan kepadanya untuk bertakwa kepada Allah dan mewasiatkan kepada kaum muslimin dengan kebaikan. Kemudian beliau صلى الله عليه وسلم bersabda: "Berperanglah dengan nama Allah! Di jalan Allah, perangilah orang yang kafir kepada Allah. Berperanglah tapi jangan mencuri rampasan perang, jangan ingkar janji, jangan merusak jasad musuh dan jangan membunuh anak-anak!. Jika kalian menemui musuh kalian dari kalangan musyrikin, maka ajaklah mereka kepada tiga perkara --Jika mereka menerima salah satunya, maka terimalah dan berhentilah (tidak memerangi)--: ajaklah kepada Islam. Kalau mereka mengikuti ajakanmu, maka terimalah mereka dan tahanlah peperangan. Ajaklah kepada Islam. Kalau mereka menyambut ajakanmu, maka terimalah dan ajaklah untuk pindah (hijrah) dari desa mereka ke tempat muhajirin (Madinah). Kalau mereka menolak, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa mereka dianggap sebagai orang-orang arab gunung (nomaden) yang muslim. Tidak ada bagi mereka bagian ghanimah (pampasan perang) sedikit pun kecuali jika mereka berjihad bersama kaum muslimin. Kalau mereka menolak (untuk masuk Islam), maka mintalah dari mereka untuk membayar jizyah (upeti) (sebagai orang-orang kafir yang dilindungi). Kalau mereka menolak, maka minta tolonglah kepada Allah untuk menghadapi mereka kemudian perangilah.&lt;br /&gt;Jika engkau mengepung penduduk suatu benteng, kemudian mereka menyerah dan ingin meminta jaminan Allah dan Rasul-Nya, maka janganlah kau lakukan. Tetapi jadikanlah untuk mereka jaminan kalian, karena jika kalian melanggar jaminan-jaminan kalian itu lebih ringan daripada kalian menyelisihi jaminan Allah. Dan jika mereka menginginkan engkau untuk mendudukkan mereka di atas hukum Allah, maka jangan kau lakukan. Tetapi dudukkanlah mereka di atas hukummu karena engkau tidak tahu apakah engkau menepati hukum Allah pada mereka atau tidak. (HR. Muslim dalam Kitabul Jihad bab Ta’mirul Imam no. 1731)&lt;br /&gt;Dalam hadits di atas kita mendapatkan banyak faedah tentang aturan-aturan perang yang menunjukkan rahmat Islam pada seluruh manusia, di antaranya:&lt;br /&gt;1. Diperintahkan agar komandan dan pasukannya betakwa kepada Allah سبحانه وتعالى.&lt;br /&gt;2. Mengikhlaskan niat untuk berperang karena Allah bukan karena harta dunia atau kedudukan, bukan pula untuk rebutan kekuasaan.&lt;br /&gt;3. Dilarang mencuri rampasan perang. Yaitu mengambil pampasan perang untuk pribadinya sebelum dibagi secara syar'i oleh komandannya.&lt;br /&gt;4. Tidak mengingkari perjanjian yang telah dibuat antara kaum muslimin dengan orang kafir, kecuali jika mereka yang mulai melanggarnya, seperti perjanjian antara kaum muslimin dan Yahudi di Madinah, atau perjanjian Hudaibiyah antara kaum muslimin dan kaum musyrikin Qurais dan sekutuya.&lt;br /&gt;Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan para shahabatnya tidak melanggar perjanjian Madinah hingga kaum Yahudi Bani Quraidah berkhianat. Demikian pula  Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan para shahabatnya tidak melanggar perjanjian Hudaibiyah hingga musyrikin Quraisy sendiri yang membatalkannya.&lt;br /&gt;5. Tidak boleh merusakan jasad musuh. Yakni musuh yang telah mati terbunuh, tidak boleh dicacati, apakah dengan dicongkel matanya, dipotong hidungnya, kemaluannnya dan lain-lainnya walaupun dengan alasan menghinakan orang kafir. Semua itu dilarang dalam Islam.&lt;br /&gt;6. Tidak membunuh anak-anak, karena  mereka bukan umur perang.&lt;br /&gt;Kami kira aturan ini dikenal banyak manusia bahkan dalam hukum "positif" orang-orang kafir sekalipun.&lt;br /&gt;Termasuk yang tidak boleh dibunuh dalam perang selain anak-anak adalah wanita, orang tua renta dan para pekerja, buruh dan petani yang tidak ikut andil dalam peperangan.&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah صلى الله عليه وسلم berjalan bersama pasukannya. Kemudian beliau melihat orang-orang berkerumun pada sesuatu, maka beliau mengutus seseorang untuk melihatnya. Ternyata didapati seorang wanita yang terbunuh oleh pasukan terdepan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid رضي الله عنه, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;انْطَلِقْ إِلَى خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ فَقُلْ لَهُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُكَ يَقُولُ لَا تَقْتُلَنَّ ذُرِّيَّةً وَلَا عَسِيفًا. (رواه أبو داود)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pergilah kepada Khalid dan katakanlah kepadanya: "Sesungguhnya Rasulullah melarang engkau membunuh dzurriyah (wanita dan anak-anak) dan pekerja. (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;قُلْ لِخَالِدٍ لاَ تَقْتُلنَّ امْرَأَةً وَلاَ عَاسِيْفًا. (رواه أحمد وابن ماجه والطحاوي، انظر الصحيحة للألباني 6/314)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Katakan kepada Khalid: Jangan ia membunuh wanita dan pekerja. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Thahawi. Lihat Ash-Shahihah karya Syaikh Al-Albani 6/314)&lt;br /&gt;7. Menawarkan tiga pilihan kepada musuh sebelum berperang:&lt;br /&gt;a. Mengajak kepada Islam. Jika mereka mau menerima Islam, maka berhentilah peperangan. Dan ajaklah untuk hijrah dari negeri mereka ke negeri kaum muslimin.&lt;br /&gt;Kalau mereka tidak mau hijrah, maka status mereka seperti orang-orang arab gunung (nomaden) yang muslim.&lt;br /&gt;b. Jika mereka tidak mau menerima Islam, maka ajaklah untuk tunduk pada negara kaum muslimindan membayar upeti (jizyah) sebagai orang kafir dzimmi yang dilindungi.&lt;br /&gt;c. Jika mereka menolak jizyah, maka berarti memilih  yang ke tiga yaitu perang. Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Kalau mereka menolak, maka minta tolonglah kepada Allah dan perangilah!".&lt;br /&gt;8. Jika mereka meminta jaminan, maka berikan jaminan kalian secara pribadi, jangan mengatasnamakan Allah, yakni jangan memberi jaminan Allah. Karena kalau kalian melanggar jaminan kalian lebih ringan daripada melanggar jaminan Allah.&lt;br /&gt;Demikian pula ketika mereka meminta dihukumi dengan hukum Allah, maka katakanlah bahwa ini hukum yang kami putuskan, karena belum tentu kalian menepati hukum Allah.&lt;br /&gt;Faedah terakhir ini memiliki makna yang sangat dalam. Karena kita diperintahkan untuk tidak menjatuhkan nama Allah dan nama Islam dengan perbuatan atau keputusan kita. Sehingga walaupun kita sudah berupaya untuk memutuskan sesuai dengan dalil-dalil dari Allah dan rasul-Nya, tapi tetap kita katakan kepada musuh-musuh kita bahwa ini adalah keputusan kami. Dengan kata lain ini ijtihad kami, sehingga kalau ternyata salah, maka itu kekeliruan kita, karena kurang memahami makna ayat dan hadits. Kalau tepat kita bersyukur kepada Allah صلى الله عليه وسلم&lt;br /&gt;Berbeda dengan orang-orang yang sombong dan terlalu berani mengatasnamakan Allah atau Islam terhadap perbuatan yang mereka lakukan. Mereka membantai dan membunuh anak-anak serta para wanita, mengacau di mana-mana kemudian berkata: "Inilah Islam", "Inilah perintah Allah", yang ternyata mereka salah memahami arti jihad, salah memahami ayat dan hadits. Akibatnya orang-orang kafir dan orang-orang bodoh mengira bahwa Islam itu kejam, sadis, tidak punya perikemanusiaan.  Sehingga jatuhlah nama Islam, karena perbuatan bodoh kelompok-kelompok sempalan yang menyimpang dari Islam tersebut.&lt;br /&gt;Silakan mereka periksa "jihad" mereka, apakah sudah mencocoki aturan-aturan sunnah di atas? Atau mereka sengaja ingin merusak gambaran Islam yang adil dan bijaksana?&lt;br /&gt;Maka para pemuda-pemuda muslim yang berjalan dengan emosinya dan tidak mau mengikuti bimbingan ayat-ayat dan hadits di atas, mereka bukan pengikut sunnah (ahlus sunnah), tapi pengikut emosi (ahlul ahwa). Yang mencoreng dan mengotori gambaran Islam yang akhirnya bertentangan dengan tujuan dakwah Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Bulettin Risalah Dakwah Manhaj Salaf, edisi: 88/Tahun ke II, 28 Dzulqa'dah 1426 H/30 Desember 2005 M&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-4500615194865619675?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/4500615194865619675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=4500615194865619675&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/4500615194865619675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/4500615194865619675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/terorisme-bukan-ajaran-islam-iv.html' title='Terorisme Bukan Ajaran Islam (IV)'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s72-c/serbu+Khawarij.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-8376259218085322046</id><published>2009-08-10T10:03:00.016+07:00</published><updated>2009-09-04T17:03:12.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terorisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khawarij'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi Bom Bunuh Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran sesat'/><title type='text'>Terorisme Bukan Ajaran Islam (III)</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Teror Bom..Kebaikan atau Kerusakan?&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed Hafidzahullah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s1600-h/serbu+Khawarij.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s200/serbu+Khawarij.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367743811249556146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Teror bom yang terjadi di banyak negara di dunia, demikian pula di Indonesia seringkali dilatar-belakangi oleh semangat para pemuda yang berkeinginan memperbaiki keadaan (islah), apakah dari segi politik, atau dari segi agama.&lt;br /&gt;Alasan teror yang dilakukan para politikus dari pihak oposisi yang ingin merubah keadaan politik atau pun teror para pemuda muslim yang –katanya ingin menegakkan negara Islam—adalah sama.  Semuanya menganggap perbuatan mereka adalah islah. Padahal ternyata terbukti lebih banyak merusak  (ifsad) daripada memperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;blink&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin&lt;/blink&gt;&lt;/span&gt; dalam risalah khutbahnya yang berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;blink&gt;at-Tafjiir wal Irhaab Islah au Ifsad?&lt;/blink&gt;&lt;/span&gt; (Peledakan dan teror memperbaiki atau merusak?) menyebutkan beberapa kerusakan yang ditimbulkan oleh praktek teror tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Beliau رحمه الله berkata: "Tidak ragu lagi bahwa praktek teror merupakan perbuatan jelek yang menimbulkan berbagai kerusakan yang banyak, di antaranya:&lt;br /&gt;1. Perbuatan tersebut merupakan kemaksiatan kepada Allah dan RasulNya. Melanggar larangan Allah dan terancam laknat dari Allah, para malaikat-Nya dan manusia seluruhnya. Dan tidak diterima daripadanya maaf atau tebusan&lt;br /&gt;2. Termasuk kerusakan yang ditimbulkan praktek teror adalah menjatuhkan nama baik Islam. Karena sesungguhnya musuhmusuh Islam selalu mengambil kesempatan tersebut untuk menjelekkan nama Islam dan menjauhkan manusia dari agama Islam ini. Padahal Islam berlepas diri dari perbuatan-perbuatan seperti itu. Ajaran Islam adalah ajaran kejujuran, kebaikan, dan menepati janji. Bahkan agama Islam melarang dan memperingatkan dari perbuatan yang seperti ini dengan sekeras-keras larangan.&lt;br /&gt;3. Di antara kerusakan yang ditimbulkan praktek teror tersebut adalah tuduhan dan tudingan semua jari dari dalam dan luar negeri menunjuk kepada orang-orang yang multazim (yang taat pada agamanya) dan mengatakan: "Ini perbuatan kalian". Padahal kita tahu dengan sangat yakin, kalau seseorang berpegang dengan syariat Islam yang benar dengan sungguh-sungguh, tentu tidak akan menerima perbuatan tersebut dan tidak akan meridlainya selama-lamanya. Bahkan mereka akan berlepas diri daripadanya, mengingkarinya dengan sekeras-keras pengingkaran. Karena seorang yang multazim dengan agama Allah dengan sebenar-benarnya adalah orang yang menegakkan agama Allah ini sesuai dengan apa yang Allah kehendaki. Bukan dengan selera hawa nafsu pribadinya atau membangun perasaannya di atas emosi dan kemarahan serta jalan yang menyimpang. Inilah yang dimaksud dengan militansi (iltizam) yang sesungguhnya dan sesuai dengan syariat Islam yang banyak dipegang oleh para pemudapemuda kita (ahlus sunnah –pent.).&lt;br /&gt;4. Termasuk kerusakan yang ditimbulkan praktek teror adalah kebanyakan orang-orang awam dan orang-orang bodoh yang tidak mengerti hakekat iltizam dengan agama Allah akan memandang para multazimin --yang mengingkari teror mereka-- dengan pandangan sinis dan permusuhan serta menjauhkan dan memperingatkan manusia dari mereka.&lt;br /&gt;Sebagaimana apa yang kami dengar dari kalangan orang awam dan bodoh yang menjauhkan anak-anak mereka untuk jangan menjadi orang-orang yang multazim. Apalagi setelah mereka melihat hukuman yang diterapkan kepada para pelaku pemboman di Riyadl.&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku, wahai saudara-saudaraku, terheran-heran --dalam kea-daan seperti ini-- melihat orang-orang yang mengucapkan dengan mulut-mulut mereka ucapan yang jelek terhadap hukum yang diterapkan, padahal hukum tersebut bersumber dari dasar yang paling kuat dan diputuskan oleh sejumlah para hakim di pengadilan syar'i yang terpercaya menjaga darah manusia, harta dan kehormatan mereka. Bahkan didukung dengan kesepakatan badan peneliti, didukung pula oleh majlis tertinggi dari kehakiman. Kemudian diterapkan oleh pemerintah negeri ini.&lt;br /&gt;Apakah setelah ini pantas bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan ayat-ayat-Nya mengucapkan dengan lidahnya cercaan terhadap hukum? Dan mereka mengucapkan kalimat yang lebih dekat kepada dosa daripada keselamatan?&lt;br /&gt;Jika seseorang berani berbicara terhadap hukum yang diputuskan dengan sekuatkuat cara pengambilan hukum, kemudian berani mengatakan seperti itu, maka tentunya lebih memungkinkan lagi baginya untuk mencerca hukum-hukum lain yang di bawahnya. Telah sama-sama diketahui bahwa negeri kita (saudi Arabia –pent.) –alhamdulillah—adalah sekuat-kuat negeri di dunia ini sekarang yang menerapkan hukum yang diturunkan oleh Allah azza wa jalla dan dipersaksikan oleh kalangan atas maupun kalangan bawah.&lt;br /&gt;Aku yakin kalau saja salah seorang keluarga mereka ikut menjadi korban dalam peristiwa ledakan tersebut, niscaya ia tidak akan mengucapkan kalimat-kalimat sinis terhadap hukum tersebut.&lt;br /&gt;Kalaupun kita terima pendapat mereka bahwa keputusan hakim itu keliru&lt;br /&gt;–misalnya--, maka kesalahan hakim tersebut terampuni, bahkan mendapatkan satu pahala. Sebagaimana dalam riwayat yang shahih dari Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa jika seorang hakim  berijtihad kemudian salah, maka ia mendapatkan satu pahala.&lt;br /&gt;Sedangkan hukum tersebut diputuskan sebagai balasan yang setimpal bagi orang yang berupaya untuk merusak dan membikin kerusakan di negeri ini.  Dan yang dihukum adalah orang-orang yang memang sudah menjadi ajalnya yang telah ditaqdirkan dan mendapatkan pahala dari amalan-amalan baik mereka yang telah lewat (karena mereka bukan orang kafir –pent.).  Tetapi tidak ragu lagi bahwa kami percaya kepada keputusan hukum di negeri ini dari penguasa, para hakim kami dan para pelaksananya.&lt;br /&gt;Kami meminta kepada Allah سبحانه وتعالى untuk meluruskan ucapan dan amalan mereka.&lt;br /&gt;5. Termasuk kerusakan yang ditimbulkan dari perbuatan jelek mereka&lt;br /&gt;–yang saya maksud pemboman di Khabar-- adalah menyebabkan terjadinya kekacauan di negeri ini. Padahal semestinya negeri ini merupakan negeri yang paling aman dan paling tentram di dunia, karena menaungi Baitullah yang Allah jadikan sebagai tempat berkumpul yang aman bagi manusia. Dan karena di dalamnya terdapat Ka'bah (Baitul Haram) yang Allah jadikan sebagai pusat peribadatan bagi manusia dan pusat seluruh urusan maslahat agama dan dunia mereka.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا... (البقرة: 125)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman… (al-Baqarah: 125)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ... (المائدة: 97)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Allah telah menjadikan Ka`bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia… (al-Maaidah: 97)&lt;br /&gt;Telah sama-sama diketahui bahwa manusia tidak akan sampai ke Baitullah tersebut kecuali harus melalui salah satu bagian negeri ini.&lt;br /&gt;6. Di antara kerusakan yang ditimbulkan perbuatan nista ini adalah jatuhnya banyak korban harta dan nyawa, dan sebagian mereka luka-luka sebagaimana disaksikan oleh seluruh manusia di media-media masa. Betapa hati ini tersayat-sayat, jantung  terguncang, dan air mata bercucuran ketika menyaksikan manusia dan anak-anak terbujur di ranjangranjang rumah sakit. Sebagian mereka terluka di matanya, telinganya, tangannya, kakinya atau hilang sebagian badannya dalam keadaan mata-mata mereka berkeliling melihat siapa yang mengunjunginya dan tidak punya kemampuan untuk menolak dan mengelak dari kejadian yang tiba-tiba tersebut.&lt;br /&gt;Maka adakah seseorang manusia akan ridla dengan kejadian tersebut? Apakah hati ini tidak luluh melihat kejadian yang memilukan ini? Aku tidak tahu apa yang dimaukan oleh mereka dengan perbuatan seperti ini? Apakah mereka dengan perbuatan itu menginginkan ISLAH?!&lt;br /&gt;Islah tidak akan bisa diwujudkan dengan cara seperti itu. Sesungguhnya kejelekan tidak mungkin akan mendatangkan kebaikan, tidak mungkin pula kejelekan menjadi sarana untuk memperbaiki keadaan selama-lamanya. Bagaimana mungkin membersihkan  sebuah kotoran dengan perkara yang lebih kotor daripadanya?&lt;br /&gt;Kami dan selain kami dari orang-orang yang memiliki pengalaman dan kebijaksanaan, mengetahui bahwa negeri kami –alhamdulillah—sebaik-baik negeri kaum muslimin hari ini dalam berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah, dalam menjauhi perkara-perkara yang jelek dan kerusakan ahlak. Tidak ada di negeri kita –alhamdulillah— kuburan yang disembah dan dijadikan tempat thawaf. Tidak ada khamr (minuman keras) yang dijual atau diminum terang-terangan. Tidak ada padanya apa yang banyak terjadi di negara-negara kaum muslimin hari ini. Maka apakah pantas negeri kita ini dijadikan sebagai bidikan fitnah? Maka bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah ucapan  yang lurus dan adil. Lakukanlah perbuatan yang terpuji.&lt;br /&gt;Ya Allah, kami meminta kepada-Mu di tempat kami ini dalam mengerjakan kewajiban dari kewajiban-kewajiban-Mu agar Engkau menghilangkan kerusakan dan para perusak itu. Ya Allah, musnah-kanlah kerusakan dan para perusak itu. Ya Allah jadikanlah tipu daya mereka kembali kepada mereka sendiri, jadikanlah rencana mereka kehancuran untuk mereka sendiri. Wahai rabbul 'alaamin.&lt;br /&gt;Ya Allah, kami meminta kepada-Mu untuk melindungi negeri kami ini dari kejahatan fitnah-fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi. Ya Allah, kami meminta kepada-Mu agar Engkau melindungi kami dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan kejahatan hambahamba-Mu dan langgengkanlah keamanan di negeri kami ini. Tambahkanlah kebaikan dan perbaikan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;Aquulu qauli hadza wa astaghfi-rullaha lii wa lakum wa likaaffatil musimin min kulli dzanbin. Fastaghfiruuhu innahu huwal  ghafururrahiem.&lt;br /&gt;(Diterjemahkan dari leaflet yang berjudul التفجير والإرهاب إصلاح أو إفساد )&lt;br /&gt;Demikian khutbah Jum'at Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menanggapi kejadian teror bom di kota Riyadl dan Khabar di Saudi Arabia. Di dalamnya terdapat faedah yang sangat besar dan banyak. Karena terorisme saat ini sedang marak hampir di seluruh negeri-negeri kaum muslimin, tidak terkecuali negeri kita Indonesia ini.&lt;br /&gt;Di antara faedah yang paling besar yang kita dapatkan adalah bahwa cara teror bukan cara dakwah yang syar'i di Saudi, Indonesia atau pun negara kaum muslimin lainnya.&lt;br /&gt;Kita nasehatkan kepada seluruh kaum muslimin Indonesia ini, khususnya para da'i, kiai di pondok-pondok pesantren agar mengajarkan cara dakwah yang sesuai dengan sunnah seperti yang pernah dijalani oleh para salafus shalih. Dan menyaring ketat bacaan-bacaan mereka agar jangan terbawa pemikiran kaum reaksioner khawarij yang membangun dakwahnya di atas emosi dan dendam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Bulettin Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi Ke 90/Tahun Ke II (Januari 2006)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-8376259218085322046?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/8376259218085322046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=8376259218085322046&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/8376259218085322046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/8376259218085322046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/terorisme-bukan-ajaran-islam-iii.html' title='Terorisme Bukan Ajaran Islam (III)'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s72-c/serbu+Khawarij.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-1461681519665976559</id><published>2009-08-10T09:23:00.014+07:00</published><updated>2009-09-04T16:59:15.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terorisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khawarij'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi Bom Bunuh Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran sesat'/><title type='text'>Terorisme Bukan Ajaran Islam (II)</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Terorisme Merusak Citra Islam&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed Hafidzahullah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s1600-h/serbu+Khawarij.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s200/serbu+Khawarij.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367743811249556146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sungguh sangat fatal akibat yang ditimbulkan oleh kaum reaksioner khawarij akhir-akhir ini. Mereka menyebabkan gambaran Islam sangat menakutkan di mata manusia. Akhirnya islamophobia menjalar di masyarakat. Mereka menganggap kalau seseorang bersungguh-sungguh mempelajari syariat Islam akan menjadi manusia-manusia ekstrim yang menumpahkan darah manusia, meneror, membikin kerusuhan-kerusuhan serta pemberontakan-pemberontakan.&lt;br /&gt;Gambaran ini tidak hanya ada di benak orang-orang kafir, bahkan sebagian kaum muslimin menganggap tidak perlu memperdalam Islam, karena dikhawatirkan akan mengakibatkan hal-hal di atas.&lt;br /&gt;Sungguh para pengacau khawarij memikul dosa besar atas rusaknya gambaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم ini. Padahal sesungguhnya diutusnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم membawa Islam ini adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ. (الأنبياء: 107)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (al-Anbiya': 107)&lt;br /&gt;Ibnu Abbas رضي الله عنه berkata tentang ayat ini: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka Allah tuliskan baginya rahmat di dunia dan akhirat. Adapun orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka dengan datangnya Rasul selamat dari adzab di dunia, seperti ditenggelamkannya ke dalam bumi atau dihujani dengan batu.” (Tafsir Ibnu Katsir 3/222)&lt;br /&gt;Yakni tidak diadzab dengan adzab yang merata seperti kaum 'Ad, Tsamud atau seperti kaum Nuh yang ditenggelamkan secara keseluruhan dan lain-lain.&lt;br /&gt;Oleh karena itu ketika malaikat gunung datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم dalam keadaan Nabi صلى الله عليه وسلم terusir dari kaumnya, dilempari dengan batu di Thaif, kakinya berdarah, duduk di luar kota bersama sepi, bermunajat kepada Allah. Malaikat itu datang dan berkata: “Aku diutus Allah untuk mentaati perintahmu. Jika engkau menginginkan agar aku menimpakan gunung ini kepada mereka aku akan laksanakan.” Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Ya Allah, berilah hidayah pada mereka karena sesungguhnya mereka belum mengetahui.” (Lihat Shirah Ibnu Hisyam)&lt;br /&gt;Inilah bukti kasih sayang beliau kepada seluruh manusia. Jika beliau diberi pilihan doa yang maqbul terhadap kaumnya apakah dilaknat dan diadzab ataukah diberi hidayah, tentu beliau berdoa agar Allah memberikan hidayah.&lt;br /&gt;Pernah suatu hari beliau didatangi oleh Thufail Ad-Dausi. Dia berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kabilah Daus menentang dan menolak dakwah ini. Maka doakanlah agar Allah menghancurkan mereka.” Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم pun menghadap kilblat mengangkat kedua tangannya. Para shahabat yang ada di situ berkata: “Binasalah Daus!” Ternyata Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengucapkan doa:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَأْتِ بِهِمْ. (× 3)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, berilah hidayah pada suku Daus dan bawalah mereka kemari. (beliau mengucapkannya tiga kali).&lt;br /&gt;Doa beliau ternyata maqbul. Suku Daus datang berbondong-bondong kepada Nabi صلى الله عليه وسلم untuk masuk Islam. (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Demikian pula diriwayatkan dari Muslim dengan sanadnya kepada Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ عَلَى الْمُشْرِكِينَ قَالَ إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً . (رواه مسلم)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah dikatakan kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, doakanlah kejelekan bagi musyrikin.” Maka Rasulullah menjawab: “Aku tidak diutus sebagai tukang laknat, melainkan aku diutus sebagai rahmat.” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا أَنَا رَحْمَةٌ مُهْدَاةٌ. (رواه الدارمي)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai Manusia, hanya saja aku diutus sebagai rahmat yang diberikan. (HR. Darimi)&lt;br /&gt;Maka dengan dasar inilah ahlus sunnah wal jama'ah berbeda dengan kaum reaksioner khawarij dalam menyikapi penguasa yang dhalim. Mereka tidak menghadapinya dengan kekerasan yang seringkali membawa kerusakan, pertumpahan darah dan kerugiankerugian yang lebih besar dari kedhaliman penguasa itu sendiri.&lt;br /&gt;Ahlus sunnah wal jama'ah mengikuti jalan Rasulullah صلى الله عليه وسلم yaitu menasehati dan mendoakan agar para penguasa tersebut mendapatkan hidayah dan taufiq, bukan sebaliknya dengan melaknat atau mencaci-maki mereka dengan do'a-do'a kejelekan apalagi memberontak.&lt;br /&gt;Berkata Ath-Thahawi رحمه الله: “Kami tidak berpendapat bolehnya memberontak kepada Imam dan pemerintah-pemerintah kami, walaupun mereka berbuat jahat. Kita tidak mendoakan kejelekan atas mereka dan tidak mencabut ketaatan terhadap mereka. Kami berpendapat taat kepada mereka merupakan ketaatan kepada Allah dan merupakan kewajiban selama mereka tidak memerintahkan pada kemaksiatan dan kita berdoa untuk mereka dengan kebaikan dan ampunan.” (Al-Aqidah At-Thahawiyah, hal. 47 – 48)&lt;br /&gt;Di antara yang menambah jelas dasar mengapa Ahlus Sunnah sangat mementingkan perkara ini adalah apa yang diriwayatkan di dalam kitab As-Sunnah oleh Imam Al-Hasan bin Ali Al-Barbahari رحمه الله di mana beliau berkata: “Jika engkau melihat seseorang berdoa kejelekan atas penguasa, maka ketahuilah kalau dia adalah pengikut hawa nafsu. Dan jika engkau mendengar seseorang berdoa untuk penguasa dengan kebaikan maka ketahuilah bahwa dia adalah pengikut sunnah insya Allah".&lt;br /&gt;Bahkan Fudhail bin Iyadl berkata: "Kalau saja aku memiliki satu doa (yang dikabulkan), niscaya aku tidak akan menjadikannya kecuali untuk penguasa". (Dikeluarkan oleh Abu Nu`aim dalam Al-Hilyah juz 8 hal. 91)&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, beliau mengatakan: "Kalau aku berdoa untuk kebaikanku, maka tidak terkena pada orang lain. Namun, kalau aku mendoakan penguasa, maka penguasa akan baik dan akan baik pula dengan kebaikannya pula seluruh kaum muslimin".&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Abdil Barr رحمه الله: “Jika tidak memungkinkan untuk menasehati penguasa, maka bersabarlah dan berdoalah".&lt;br /&gt;Berkata Abu Usman As-Shabuni رحمه الله: "Dan mereka (Ahlus Sunnah, pent) berpendapat untuk berdoa bagi mereka dengan perbaikan, taufiq, kebaikan, dan adil terhadap rakyat. Dan mereka tidak berpendapat bolehnya memberontak kepada mereka dengan pedang, walaupun mereka melihat padanya ada penyimpangan-penyimpangan dari keadilan kepada kedhaliman, dan kecurangan". (Aqidatus Salaf Ashabul Hadits hal. 106)&lt;br /&gt;Berkata Abul Hasan Al-Asy’ari رحمه الله: "Ahlus Sunnah berpendapat untuk berdoa kebaikan bagi para penguasa dan agar tidak memberontak kepada mereka dengan pedang dan tidak ikut berperang dalam fitnah". (I`tiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah Ashabul Hadits, hal. 133)&lt;br /&gt;Berkata Abu Bakar Al-Isma'ili رحمه الله: “Mereka (Ahlus Sunnah) berpendapat untuk mendoakan bagi mereka kebaikan dan agar cenderung kepada keadilan. Dan mereka tidak berpendapat untuk memberontak kepada mereka dengan pedang. Dan tidak pula untuk ikut berperang dalam fitnah. Mereka berpendapat untuk memerangi kelompok penentang bersama imam yang adil jika terdapat syarat-syarat yang demikian pada mereka". (I’tiqad A’imatu Ahlil Hadits hal. 75).&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka menjatuhkan kehormatan para penguasa, sibuk mencaci-maki mereka, menyebut aib-aib mereka merupakan kesalahan besar dan pelanggaran yang fatal yang dilarang oleh syariat yang suci dan pelakunya tercela. Dan perbuatan yang demikian merupakan bibit-bibit pemberontakan terhadap para penguasa yang merupakan sumber kerusakan agama dan dunia sekaligus. (lihat Mu’amatul Hukkam fi Dlauil Kitab was Sunnah hal. 173)&lt;br /&gt;Berkata Al-Imam Abul Hasan Al-Asy`ari رحمه الله: “Mereka (Ahlus Sunnah, pent) sepakat (ijma’, pent) untuk menasehati kaum Muslimin, berloyal dengan jamaah (daulah, pent) mereka dengan saling berkasih-sayang di jalan Allah serta berdoa dengan kebaikan bagi para penguasa-penguasa kaum Muslimin dan berlepas diri dari orang-orang yang mencela seseorang dari shahabat-shahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم". (Risalah Ahlul Atsar, hal. 311)&lt;br /&gt;Berkata Al-Marwazi رحمه الله: "Aku mendengar Abu Abdillah (Imam Ahmad, pent) disebutkan tentang khalifah al-Mutawakkil رحمه الله. Beliau berkata: “Sesungguhnya aku berdoa untuknya dengan kebaikan dan `afiyah.” (Dikeluarkan oleh Al-Khallal dalam As-Sunnah Q2/A dengan sanad yang shahih).&lt;br /&gt;Berkata Abu Utsman Sa’id bin Ismail Al-Wa’idh Az-Zahid رحمه الله: “…maka nasehatilah penguasa, perbanyaklah untuknya doa dengan kebaikan dan petunjuk dengan perbuatan, amalan dan hikmah! Karena sesungguhnya mereka jika baik, maka akan baik pula para hamba Allah dengan kebaikannya. Dan hatihatilah kamu dari berdoa dengan laknat atas mereka karena jika bertambah pada mereka kejelekan, bertambah pula bencana bagi kaum Muslimin. Maka berdoalah untuk mereka agar bertaubat dan meninggalkan kejelekan. Maka akan terangkatlah bencana dari kaum Mukminin.” (Lihat Al-Jami` li Syu'abil Iman oleh Al-Baihaqi juz `13 hal. 99)&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Muhammad bin Tsubayyil hafidhahullah: “Ahlus Sunnah wal jamaah memperingatkan agar jangan menjatuhkan kehormatan para penguasa dan merendahkan mereka atau mendoakan kejelekan bagi mereka, karena sesungguhnya perkaraperkara ini termasuk penyebab munculnya kedengkian dan hasad antara pemerintah dan rakyat. Dan juga menyebabkan munculnya fitnah dan pertikaian di dalam barisan umat.” (Al-Adillatus Syar`iyyah fi Bayani Haqqur Ra`i war Ra`iyyah hal. 25)&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Hilal bin Abi Humaid, dia berkata: "Aku mendengar Abdullah bin Ukaim berkata: ”Aku tidak akan mendukung tertumpahnya da-rah khalifah setelah Utsman selamala-manya”, kemudian dikatakan kepadanya: ”Wahai abu Ma’bad apakah engkau membantu tertumpahnya darah Utsman?” Ia menjawab: ”Sungguh aku waktu itu ikut menyebutkan kejelekan-kejelekan Utsman dan itu membantu tertumpahnya darah beliau”. (Atsar Shahih, dikeluarkan oleh Ibnu Sa’ad dalam At-Thabaqatul Kubra, juz VI, hal. 115).&lt;br /&gt;Ucapan-ucapan ulama ahlus sunnah di atas seluruhnya membawa hikmah yang besar yaitu terwujudnya keamanan dan ketentraman dengan tetap tidak meninggalkan nasehat untuk para penguasa. Inilah rahmat Islam yang dibawa oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan dilanjutkan oleh para ulama ahlus sunnah sepanjang masa.&lt;br /&gt;Sungguh sangat disayangkan gambaran Islam yang indah dan sejuk ini dikotori oleh perbuatan segelintir orang-orang bodoh yang hanya bermodal semangat tanpa ilmu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Bulettin Risalah Manhaj Salaf, edisi 86 Tahun ke-2&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-1461681519665976559?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/1461681519665976559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=1461681519665976559&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/1461681519665976559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/1461681519665976559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/terorisme-bukan-ajaran-islam-ii.html' title='Terorisme Bukan Ajaran Islam (II)'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s72-c/serbu+Khawarij.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-1490584786857919543</id><published>2009-08-08T21:44:00.025+07:00</published><updated>2009-09-04T17:15:25.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terorisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khawarij'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi Bom Bunuh Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran sesat'/><title type='text'>Terorisme Bukan Ajaran Islam (I)</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Terorisme Berawal dari Ke&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;sesatan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed Hafidzahullah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s1600-h/serbu+Khawarij.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s200/serbu+Khawarij.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367743811249556146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seringkali manusia menyadari bahayanya sesuatu setelah kejadiannya. Mereka lebih suka mengobati daripada mencegahnya. Demikian pula halnya dengan terorisme, setelah jatuh korban harta dan nyawa, baru mereka berpikir bagaimana mereka menanggulangi wabah tersebut.&lt;br /&gt;Padahal munculnya teror-teror tersebut merupakan buah dari kesesatan yang sudah lebih dulu berurat dan berakar. Maka hanya dengan tindakan represif saja, tidak akan meredam apalagi menghentikan praktek-praktek kekerasan berdarah tersebut.  Namun harus mencegahnya dengan memberantas kesesatan dan penyimpangan dari akar-akarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teror Syi'ah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat dalam sejarah Islam, gerakan kesesatan Abdullah bin Saba’ yang kemudian dikenal dengan nama As-Saba'iyyah sangat berperan dalam berbagai macam teror dan tragedi berdarah. Sejak terbunuhnya Utsman bin Affan kemu-dian Ali bin Abi Thalib رضي الله عنهما hingga berbagai macam pemberontakan berda-rah yang terjadi setelahnya.&lt;br /&gt;Pemikiran Saba'iyyah ini berkembang menjadi berbagai macam aliran Syiah yang berprinsip mengkafirkan hampir seluruh para shahabat dan pengikut mereka, kemudian menghalalkan harta dan darah mereka. Sedangkan dalam politik, mereka berprinsip menghalalkan darah penguasa yang bukan dari kalangan mereka. Bahkan di antara mereka ada yang menulis buku tentang Umar bin Khathab yang berjudul `Aqdud Durar fisy Syarhi Baqri Bathni Umar yang bermakna “Rangkaian Mutiara dalam Penjelasan Kasus Robeknya Perut Umar”. Dalam buku itu penulisnya berkata: “Inilah salah satu contoh yang menarik yang menjelaskan tentang matinya sang penguasa durjana, pendusta yang banyak berdosa, Umar bin Khathab….”&lt;br /&gt;Demikianlah kesesatan saba'iyyah yang terus pengaruhnya berurat-berakar dan menyebar dari generasi ke  generasi yang kemudian memunculkan tidak hanya satu praktek terorisme, tetapi sekian banyak teror disebabkan karena satu pemikiran sesat tersebut.&lt;br /&gt;Bahkan kejadian di masa kita yaitu kekacauan di masjidil Haram yang hampir terjadi tiap tahun, juga dilakukan oleh pengikut aliran Saba’iyah yaitu kaum Syiah Rafidlah dari Iran. Teror yang terbesar terjadi pada tahun 1407 Hijriah. Ketika itu mereka mengadakan demonstrasi, menyebarkan tulisan-tulisan yang memprovokasi masa muslimin. Maka bergeraklah mereka merusak pertokoan, membakar mobil-mobil, hingga terjadi kebakaran besar dan membawa korban yang tidak sedikit. Waktu itu terbunuh dari kalangan Muslimin 402 orang dan delapan puluh lima di antaranya adalah aparat keamanan.&lt;br /&gt;Dua tahun berikutnya yaitu  1409 Hijriah terjadi kembali. Bahkan mereka membawa bahan-bahan peledak. Ini semua dilatarbelakangi oleh dasar pemikiran yang sama yaitu pemikiran Syiah/Rafidhah yang berakar dari Saba'iyah yang membenci para shahabat Nabi dari Abu Bakar, Umar, Utsman serta pengikut mereka dari kalangan para shahabat dan para ulama setelahnya. Mereka menjulukinya sebagai pengkhianat, murtad dan kemudian menghalalkan darahnya. Dasar kebencian inilah yang mengakibatkan terjadinya berbagai macam bentuk teror-teror di tengah-tengah kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teror Khawarij&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berakar dari tragedi pembunuhan Utsman, muncul pula aliran-aliran yang tumbuh karena ketidakpuasan kepada penguasa, di antaranya pemikiran Khawarij atau kaum reaksioner. Mereka berani menghalalkan harta dan darah kaum Muslimin hanya karena dosa-dosa yang dilakukan oleh para penguasa tersebut. Kita bisa bayangkan, kalau mereka tidak puas dengan orang seperti Utsman ibnu Affan --yang merupakan manusia terbaik setelah Abu Bakar dan Umar-- dan menuduhnya telah melakukan korupsi serta lebih mementingkan keluarga dan sukunya, apalagi terhadap para penguasa setelahnya yang tentunya jauh di bawah Utsman bin Affan.&lt;br /&gt;Dengan kesesatan berpikir seperti ini, mereka tidak akan puas dengan para penguasa mana pun dan tidak akan lepas satu penguasa pun dari pengkafiran mereka. Tidak salah kalau ada yang mengatakan bahwa mereka adalah biang kerusuhan sepanjang masa (GPK). Sesuai dengan namanya Khawarij yang bermakna “aliran pemberontak”.&lt;br /&gt;Perang saudara yang terjadi di negara-negara Islam atau negara-negara kaum Muslimin juga disebabkan karena pemikiran sesat khawarij ini. Mereka mengkafirkan para penguasa Muslim hanya karena dosa-dosa yang mereka lakukan, bahkan berani mengkafirkan para ulama yang membantah pemikiran mereka. Inilah kesesatan mereka yang memunculkan praktek-praktek terorisme, kerusakan, kekacauan, kerusuhan dan pertumpahan darah yang terus terjadi di mana-mana. Alasan mereka adalah membunuh dan meneror orang-orang kafir, padahal di antara yang terbunuh juga ada kaum muslimin.&lt;br /&gt;Kesesatan dan hawa nafsu mereka tersebut menjadi penghalang mereka untuk mengerti bahwa tidak setiap orang kafir dapat diperangi. Ada sebagian orang kafir yang dilindungi darahnya karena sebagai tamu misalnya, yang terikat perjanjian (kafir mu'ahad), atau orang kafir yang mau tunduk pada pe-nguasa muslim  dan membayar jizyah (kafir Dzimmi).&lt;br /&gt;Kesesatan mereka menutup mata mereka untuk membaca ayat Allah سبحانه وتعالى berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;لاَ يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8) إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ. (الممتحنة: 8-9)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (kafir) yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak (pula) mengusir kalian dari negeri kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kalian menjadikan sebagai kawan kalian orang-orang (kafir) yang memerangi kalian karena agama dan mengusir kalian dari negeri kalian dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim. (al-Mumtahanah: 8-9)&lt;br /&gt;Hawa nafsu mereka juga menghalangi mereka untuk membaca hadits  yang diriwayatkan Abdullah bin Umar رضي الله عنهما, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا. (رواه البخاري  في كتاب الجزية والموادعة)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangsiapa yang membunuh orang karif mu'ahad tidak akan mencium bau surga, walaupun harumnya tercium dari jarak 40 tahun. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Ancaman keras ini membantah ucapan salah seorang dari mereka: "Kalau anda melihat video ini, maka aku sudah ada di surga"&lt;br /&gt;Kebodohan mereka ini juga menghalangi mereka untuk memahami hadits  Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang orang-0rang kafir yang menjadi tamu atau utusan. Ketika datang dua orang utusan dari Musailaimah al-Kadzab yang mengaku nabi untuk meminta pembagian wilayah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم marah dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ لَوْ كُنْتُ قَاتِلاً وَفْدًا لَقَتَلْتُكُمَا. (رواه أبو داود)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Sungguh kalau aku membolehkan membunuh utusan, niscaya akan aku bunuh kalian berdua. (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;Demikianlah semua pemahaman sesat dan menyimpang dari relnya, yang tidak bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para shahabat yang mulia pasti akan membawa kepada pertikaian, perpecahan yang berakhir dengan pertumpahan darah.&lt;br /&gt;Berkata imam al-Barbahari رحمه الله:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأَهْوَاءَ كَلُّهَا رَدِيَّةٌ تَدْعُوْ كُلُّهَا إِلَى السَّيْفِ َأَرْدَؤُهَا وَأَكْفَرُهَا الرَّوَافِضُ وَالْمَعْتَزِلَةُ وَالْجَهْمِيَّةُ.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketahuilah, sesungguhnya "hawa nafsu"  (pemahaman sesat) seluruhnya jelek. Ia seluruhnya mengajak pada pedang (pertumpahan darah). Dan yang paling jelek dan paling kafirnya adalah Syi'ah Rafidlah, Mu'tazilah dan Jahmiyyah.&lt;br /&gt;Imam Abu Qilabah رحمه الله mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;مَا ابْتَدَعَ قَوْمٌ بِدْعَةً إِلاَّ اسْتَحَلُّوا السَّيْفَ.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak seorang pun mengambil pemahaman bid’ah (sesat), kecuali akan berakhir dengan pedang (pertumpahan darah).” (Lihat Syarhus Sunnah Imam Al-Barbahari, point 146)&lt;br /&gt;Demikianlah kesesatan mereka menjadikan mereka teroris. Mereka menggeneralisir seluruh orang kafir, tidak  dapat membedakan mana kafir harbi, Mu'ahad atau dzimmi, tidak pula membedakan laki-laki, perempuan dan anak-anak. Bahkan mereka mengkafirkan kaum muslimin dan menghukuminya sama dengan kafir harbi.&lt;br /&gt;Maka --wahai orang-orang yang mencintai kebaikan-- sesungguhnya pengobatan dan sekaligus pencegahan terhadap penyakit masyarakat yang bernama terorisme ini adalah dengan cara mengembalikan mereka kepada jalan yang benar, jalan akidah yang shahihah yang bersumberkan dari wahyu dan sunnah Nabi, sesuai dengan pemahaman para shahabat dan pengikutnya yang hanya bisa dilakukan dengan kerjasama antara ulama dan umara.&lt;/div&gt;Sungguh sangat disayangkan pada kebanyakan negara-negara Islam atau negara-negara kaum Muslimin menggunakan cara-cara Barat (baca: Yahudi dan Nashrani) --yang jelas-jelas tujuan mereka adalah menghancurkan Islam dan kaum Muslimin-- yaitu melakukan tindakan  represif dengan mencurigai kaum muslimin, menghalangi dan menekan dakwah Islam secara umum. Dengan penerapan cara mereka ini, maka yang terjadi adalah kehancuran dan perang saudara sesama kaum Muslimin. Atau hilangnya semangat Islam dari kaum Muslimin. Inna lillahi wa inna ilaihi raji`un.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka yang masih hidup dan mengampuni yang telah mati sia-sia akibat salah paham tentang arti jihad ini, amiin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Bulettin Risalah Manhaj Salaf, edisi 85 Tahun ke-2&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-1490584786857919543?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/1490584786857919543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=1490584786857919543&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/1490584786857919543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/1490584786857919543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/terorisme-bukan-ajaran-islam.html' title='Terorisme Bukan Ajaran Islam (I)'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Sn4OjorUyrI/AAAAAAAAANw/gIv3gClzz_Q/s72-c/serbu+Khawarij.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-3933294975689782440</id><published>2009-08-07T22:41:00.025+07:00</published><updated>2009-09-04T17:15:49.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fitnah Yaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat untuk para Penuntut Ilmu'/><title type='text'>Nasehat Syaikh Rabi’ Dalam Menyikapi Permasalahan  Yaman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink style="text-align: center;" div=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Abu Muhammad Dzulqornain Hafidzahullah &lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;blink style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;Bismillah,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ini wasiat dan nasehat dari guru kami, Pendidik yang bijak, Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhohullah ta'ala kepada seluruh anak-anaknya di bumi Indonesia dan selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat ini disampaikan oleh beliau di kediaman beliau di Awali, Mekkah Mukarramah, pada Malam Ahad tanggal 7 Jumadi Tsaniyah 1430H bertepatan 30 May 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Jalla wa 'Ala memberi manfaat dengannya dan menjadikannya sebagai penyejuk yang menyatukan hati-hati pengikut kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;center&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه, أما بعد:&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;فهذه وصيتي للسلفيين في كل مكان ، في اليمن وفي إندونيسيا وفي غيرها من البلدان العربية والإسلامية ، أن يسعى العقلاء في إطفاء الفتنة الجارية بين دماج و بين عبد الرحمن وإخوانه ، يسعوا في إطفائها وأن لا يخوضوا فيها من قريب ولا من بعيد .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والذي يحترم هذه الدعوة السلفية ويحبها بحق وصدق , عليه ألا يخوض في هذه الفتنة . وإذا تكلم فإنما يتكلم بما ينفع لا بما يضر وبما يؤلف ويجمع القلوب لا بالكلام الذي يفرق ويمزق .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فأرى أنه لا يجوز لأحد أن يتعصب لهذا الطرف أو لذاك ، وإنما حفظ الألسنة والسعي الجاد في إطفاء هذه الفتنة , ولا تُطفأ إلا إذا كفت الأطراف عن الكلام . أسأل الله أن يطفئ هذه الفتنة .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأقول : إن الجميع المختلفين كلهم سلفيون إن شاء الله. ولا نعتقد في أي طرف أنه مبتدعة. وأسأل الله أن يوفق الجميع للتعاون على البر والتقوى وإطفاء هذه الفتنة والجد في تأليف القلوب ونشر هذه الدعوة والإشتغال بالعلم النافع وبالعمل الصالح .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأقول إن الفتنة هي تحلق الدين ، أقول في الإخوان : لا تستمروا في هذه الخصومة وأصلحوا ذات بينكم فإن صلاح ذات البين أفضل من الصيام والصدقات والجهاد -كما قال صلى الله عليه وسلم- يعني التنفلات والتطوعات.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وإن فساد ذات البين هي الحالقة لا أقول تحلق الشعر وإنما تحلق الدين. فاحرصوا على دينكم واحفظوه أن تحلقه هذه الفتنة.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أسأل الله أن يؤلف بين القلوب وأن يجمعهم على صعيد واحد في رفع راية السنة والدعوة إليها والذب عنها وعن حملتها السابقين واللاحقين . إن ربنا سميع الدعاء . وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;center&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه, أما بعد:&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah wasiat saya kepada salafiyyin di segala tempat; di Yaman, di Indonesia dan selainnya dari negara-negara Arabiyah dan Islamiyah agar orang-orang yang berakal berusaha untuk memadamkan fitnah yang terjadi antara Dammaj dan (Syaikh) Abdurrahman dan saudara-saudaranya. (Hendaknya) mereka berusaha untuk memadamkan fitnah ini dan tidak menceburkan diri didalamnya, (baik) dari dekat maupun dari jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang menghormati dakwah salafiyah ini dan mencintainya dengan benar dan jujur, wajib atasnya untuk tidak menceburkan dirinya dalam fitnah ini. Kalau dia berbicara maka hendaknya dia berbicara dengan (perkataan) yang bermanfaat bukan dengan (perkataan) yang merugikan, dan (juga berbicara) dengan hal yang dapat menyatukan dan mengumpulkan hati bukan dengan pembicaraan yang memecah belah dan mencerai beraikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya berpandangan bahwa tidak boleh bagi siapapun untuk ta’ash-shub (fanatik) kepada pihak yang ini atau pihak yang itu, melainkan (hendaknya) hanya menjaga lisan dan upaya yang sungguh-sungguh dalam rangka memadamkan fitnah ini. Tidaklah fitnah ini akan dapat dipadamkan kecuali bila semua pihak (yang berselisih) menahan diri untuk berbicara. Saya memohon kepada Allah agar memadamkan fitnah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya berkata : Sesungguhnya semua yang berselisih adalah salafiyyun –insya Allah-, dan kami tidak berkeyakinan pada pihak mana pun bahwa dia adalah ahlul bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kepada Allah agar memberi taufiq kepada seluruhnya untuk saling tolong-menolong di atas kebaikan dan ketakwaan, memadamkan fitnah ini, bersungguh-sungguh dalam menyatukan hati, dan menyebarkan dakwah (salafiyah) ini, serta menyibukkan diri dengan ilmu yang bermanfaat dan amalan sholih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya berkata : Sesungguhnya fitnah ini menggundul agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata kepada Ikhwah : Jangan kalian meneruskan pertikaian ini dan perbaikilah hubungan di antara kalian, karena baiknya hubungan antara sesama sungguh lebih utama dari puasa, sedekah dan jihad yaitu dari ibadah-ibadah nafilah dan sunnah –sebagaimana yang disabdakan oleh (Nabi) shallallâhu ‘alaihi wa sallam-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh rusaknya hubungan antara sesama itulah yang menggundul, saya tidak katakan menggundul rambut bahkan menggundul agama. Maka bersikap tamaklah kalian terhadap agama kalian dan jagalah (agama kalian) untuk tidak digunduli oleh fitnah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kepada Allah untuk menyatukan hati-hati itu dan megumpulkan mereka di atas satu jalan di dalam mengangkat bendera sunnah dan berdakwah kepadanya serta membelanya (dakwah sunnah ini) dan (membela) para pembawanya (dari ulama) terdahulu dan yang datang setelahnya, sesungguhnya Rabb kita adalah Maha mendengarkan doa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://tazhimussunnah.com/artikel/45-nasehat-syaikh-rabi-dalam-menyikapi-fitnah-yaman.html&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-3933294975689782440?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/3933294975689782440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=3933294975689782440&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/3933294975689782440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/3933294975689782440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/nasehat-syaikh-rabi-dalam-menyikapi.html' title='Nasehat Syaikh Rabi’ Dalam Menyikapi Permasalahan  Yaman'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-2037867687988209205</id><published>2009-08-04T21:16:00.013+07:00</published><updated>2009-09-04T17:16:16.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Faedah Dauroh Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat untuk para Penuntut Ilmu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download MP3'/><title type='text'>Kajian online Rekaman Dauroh Nasional 1430 H / 2009 M</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang kami lakukan dengan media blog kami ini merupakan wujud rasa syukur kami kepada Allah Ta'ala, kar&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Snhn6sFpMuI/AAAAAAAAANY/-zdZGVh2--E/s1600-h/Ittibausalaf+Press+Mp3+online.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 123px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Snhn6sFpMuI/AAAAAAAAANY/-zdZGVh2--E/s200/Ittibausalaf+Press+Mp3+online.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366153213976851170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ena pada awalnya kami betul-betul buta dengan tekhnologi, apalagi belum pernah terpikirkan sebelumnya untuk membuat blog ini. Sampai akhirnya ketika kami belajar sedikit demi sedikit dan akhirnya...berkat  Taufiq dari Allah juga kami dapat menyusun blog ini.&lt;br /&gt;Kemudian walhamdulillah...Dalam rangka untuk menyebarkan ilm&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Snho4YIjZyI/AAAAAAAAANg/e97JRNvXKbc/s1600-h/MP3+dauroh+di+Ittibausalaf+Press.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 188px; height: 186px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Snho4YIjZyI/AAAAAAAAANg/e97JRNvXKbc/s200/MP3+dauroh+di+Ittibausalaf+Press.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366154273772234530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;u dan nasehat para &lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/inilah-jeritan-hati-kami-pengantar-dari.html"&gt;'Ulama&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/nasehat-bagi-para-pengguna-website.html"&gt;Asatidza&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/nasehat-bagi-para-pengguna-website.html"&gt;h&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; agar menggunakan media ini sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;saran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;akwah dan Nasehat bagi umat. Maka selain kami &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;memp&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ostin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;gkan dafta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/dowload-gratis-mp3-dalam-kajian-dauroh.html"&gt;Download MP3 kajian &lt;/a&gt;&lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/dowload-gratis-mp3-dalam-kajian-dauroh.html"&gt;Dauro&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/dowload-gratis-mp3-dalam-kajian-dauroh.html"&gt;h Nasional 1430 H / 2009 M&lt;/a&gt;, atas Taufiq dari Allah, kami (dengan bantuan adik kami Al-Akh. Fauzan -Eko Nugraha-, Jazahullahu khairaa..) telah membuat Mp3 Player Kajian Dauroh Masayikh di Bantul, agar bisa didengarkan secara online di blog kami.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan bagi antum pengelola blog dakwah yang ingin memunculkan tampilan MP3 kajian Dauroh Nasional tersebut pada blognya, kami persilahkan untuk mengcopy code bannernya, seperti yang telah kami cantumkan di bawah MP3 playernya di kolom kanan.&lt;br /&gt;K&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ami berharap kepada Allah...semoga hal ini bisa menjadikan amalan yang bermanfaat bagi kami dan semoga menjadikan sarana ini menjadi amalan jariyah yang bermanfaat bagi kami di Yaumil Qiyamah...Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Al-Faqir ilallah Ta'ala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Abu Harits Faishal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-2037867687988209205?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/2037867687988209205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=2037867687988209205&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/2037867687988209205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/2037867687988209205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/08/kajian-online-rekaman-dauroh-nasional.html' title='Kajian online Rekaman Dauroh Nasional 1430 H / 2009 M'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/Snhn6sFpMuI/AAAAAAAAANY/-zdZGVh2--E/s72-c/Ittibausalaf+Press+Mp3+online.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-8467631446210130588</id><published>2009-07-30T08:39:00.009+07:00</published><updated>2009-09-04T17:16:47.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dauroh Masyaikh 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Faedah Dauroh Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download MP3'/><title type='text'>Download gratis MP3 dalam Kajian Dauroh Umum Masyaikh di Bantul, Jogjakarta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkat Taufiq dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- Kegiatan Dauroh Umum bersama Masyaikh yang diadakan di Kota Bantul, Jogjakarta , Walhamdulilah bisa berjalan dengan tertib dan lancar. Pengaturan pihak panitia bekerjasama dengan aparat keamanan pemerintah setempat dan ketaatan para peserta terhadap tata-tertib dari panitia, saling dukung dan bahu membahu  dalam mensuksekan kelancaran acara Dauroh Nasional tersebut. Peserta yang menghadiri acara Dauroh Nasional ini datang dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Dalam setiap kajian, para peserta sebagian antusias merekam kajian-kajian tersebut dengan berbagai alat perekam yang mereka miliki.&lt;br /&gt;Pada posting kali ini kami menyampaikan daftar kajian dalam kegiatan Dauroh Umum Nasional tersebut dan bisa diunduh atau di download dengan mengklik alamat tersebut. Semoga ini bermanfaat untuk Kaum muslimin.Daftar alamatnya sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hari Jum’at (malam), 2 Sya’ban 1430 H – 24 Juli 2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesi 1: Taushiyah Al Ustadz Abdul Jabbar&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/309BRQ4EYWN1/T26PLHB.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/309BRQ4EYWN1/T26PLHB.mp3&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi 2: Taushiyah Ust Abd Bar&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/30URE9JP63LU/9YS0AJE.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/30URE9JP63LU/9YS0AJE.mp3&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hari Sabtu, 2 Sya’ban 1430 H – 25 Juli 2009&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi 1: Al Ustadz Muhammad Rijal&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/30UBHUBNVN29/072G623.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/30UBHUBNVN29/072G623.mp3&lt;/a&gt;&lt;span id="more-1553"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi 2: Pembukaan&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/3095ZJVLC1OZ/YIYW52V.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/3095ZJVLC1OZ/YIYW52V.mp3&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi 3: Asy Syaikh Abdullah Bukhori&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/30B1IL220NU9/2THOVTR.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/30B1IL220NU9/2THOVTR.mp3&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi 4: Asy Syaikh Khalid&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://dauroh.darussalam.ac.id/rekaman/Sesi%203%20-%20Asy-Syaikh%20Kholid%20Azh-Zhofiri.mp3" target="_blank"&gt;http://dauroh.darussalam.ac.id/rekaman/Sesi%203%20-%20Asy-Syaikh%20Kholid%20Azh-Zhofiri.mp3&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi 5: Al Ustadz Mukhtar&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/30QZF9PFZ5HU/V4OURWZ.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/30QZF9PFZ5HU/V4OURWZ.mp3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Hari Ahad, 3 Sya’ban 1430 H – 26 Juli 2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesi 1: Al Ustadz Adnan&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/30YWWNVOW7W2/T63YYKI.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/30YWWNVOW7W2/T63YYKI.mp3&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi 2: Asy Syaikh Abdullah Al Bukhari&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/30X0BRIZ252D/C6UMNAH.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/30X0BRIZ252D/C6UMNAH.mp3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Telepon Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Wadi’i&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/30HJY0VE2014/3F6BXYK.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/30HJY0VE2014/3F6BXYK.mp3&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi 3: Asy Syaikh Abdullah Al Bukhari (Setelah pemutaran telepon)&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/303WRVXEWJ0W/PMD6RSV.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/303WRVXEWJ0W/PMD6RSV.mp3&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi 4: Asy Syaikh Abdullah Shalfiq&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/30X2XQ293ACZ/08WBK4T.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/30X2XQ293ACZ/08WBK4T.mp3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin, 4 Sya’ban 1430 H – 27 Juli 2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesi 1: Al Ustadz Abul Abbas Ihsan&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/30B4ML9GQ7IQ/C3GN9U3.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/30B4ML9GQ7IQ/C3GN9U3.mp3&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi 2: Asy Syaikh Ali Al Haddadi&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/30CFN2QLZ8EQ/ROUVSE0.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/30CFN2QLZ8EQ/ROUVSE0.mp3&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesi 3: Asy Syaikh Abdullah Shalfiq (terakhir)&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafishare.com/30I33KCI5WRD/FXHSGY1.mp3" target="_blank"&gt;http://www.salafishare.com/30I33KCI5WRD/FXHSGY1.mp3&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dicopy dari :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="item-title"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a target="_self" href="http://kaahil.wordpress.com/2009/07/28/download-rekaman-dauroh-masyaikh-di-bantul-tahun-2008-dan-2009/"&gt;Kaahil.wordpress.com -- Download Rekaman Dauroh Masyaikh di Bantul&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sumber utama : Redaksi &lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://salafy.or.id/" target="_blank"&gt;Salafy.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(42, 93, 176);" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1489" target="_blank"&gt;http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1489&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-8467631446210130588?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/8467631446210130588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=8467631446210130588&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/8467631446210130588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/8467631446210130588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/dowload-gratis-mp3-dalam-kajian-dauroh.html' title='Download gratis MP3 dalam Kajian Dauroh Umum Masyaikh di Bantul, Jogjakarta'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-1327608362157284995</id><published>2009-07-28T23:41:00.012+07:00</published><updated>2009-09-04T17:17:08.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Faedah Dauroh Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat untuk para Penuntut Ilmu'/><title type='text'>Nasehat Syaikh Rabi' -Hafidzahullah- Untuk Persaudaraan Salafiyyin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahamdulillah pada Dauroh Asatidzah di Pondok Al-Manshuroh, Wonosalam, Jogjakarta, Hari Sabtu 3 Sya'ban 1430 H (25 Juli 2009 M) sekitar jam 20.30 WIB, kami berkesempatan untuk bisa mendengarkan nasehat Syaikh Rabi' Bin Hadi Al-Madkhali -Hafidzahullahu ta'ala- langsung melalui telepon. Walhamdulillah melalui penyampaian Al-Ustadz Agus Ruaifi pada dauroh umum di Bantul esok harinya, beliau menyampaikan terjemahan nasehat Syaikh Rabi' kepada kaum Muslimin yang hadir pada kajian dauroh umum di Bantul. Dari terjemahan suara beliau, bidznillah kami telah mentranskrip nasehat Syaikh Rabi' tersebut dan mempostingkannya pada artikel kami. Semoga dengan di traskripkannya terjemahan nasehat Syaikh Rabi' ini, bisa bermanfaat dan bisa diambil faedahnya oleh kaum Muslimin yang membaca di blog kami ini secara menyeluruh..Amin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Nasehat Syaikh Rabi' -Hafidzahullah- untuk Salafiyyin Agar Bersaudara dan Menjauhi Perpecahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;diterjemahkan oleh: &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink style="text-align: center;" div=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Agus Ruaifi Hafidzahullah &lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;blink style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;و الحمد لله والصلاة وسلم  على رسول الله وعلى آله ومن اتبع الهدي...أمّا بعد&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya aku wasiatkan kepada diriku dan kepada seluruh saudara-saudaraku khususunya untuk Salafiyyin di semua tempat untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah -Tabaraka wa Ta’ala- dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya dalam setiap ucapan dan perbuatan, serta berpegang teguh dengan Kitabullah (Al-Qur’anul-Karim) dan Sunnah Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, mengikuti petunjuk Muhammad –Shallallahu ‘alaihi wa salam- dan Khulafaur-Rasyidin. Dan berjalan meniti Manhaj Salafus-Shalih dalam seluruh masalah agama ini, baik dalam masalah ’Aqidah, ‘Ibadah dan dalam masalah Akhlak dan seluruh perkara agama ini. Kemudian aku wasiatkan kepada mereka agar selalu menjaga tali persaudaraan diantara mereka dan saling tolong menolong, bantu membantu dan bahu membahu ‘alal birri wa taqwa (diatas kebaikan dan ketakwaan) serta menjauhkan diri-diri mereka dari perpecahan dan berbagai sebab yang dapat mengantarkan kepada segala perpecahan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya mereka semua saling bersaudara karena Allah –Subhanahu wa Ta’ala- kemudian saling berupaya untuk mempelajari ilmu agama yang dibawa oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Mempelajari Kitabullah, mempelajari Sunnah Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- serta mempelajari Manhaj As-Salafus-Shalih. Kemudian mengajak manusia kepada itu semua, mengajak manusia kepada Kitabullah, kepada Sunnah Rasulullah –Shallallhu ‘alaihi wa sallam- dan kepada Manhaj As-Salafus-Shalih dengan penuh hikmah dan nasehat-nasehat yang baik dan indah mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah (Bil hikmah wal mau’idotil Hasanah ‘ala thariqotil Kitab wa Sunnah) dengan metoda pemahaman Rasulullah –Shallallhu ‘alaihi wa sallam- dan para du’at, para ‘Ulama kita terdahulu yang telah memperbaharui umat ini di setiap zaman dan tempat.&lt;br /&gt;Dan aku peringatkan kepada mereka dari perpecahan karena perpecahan itu adalah sesuatu yang sangat berbahaya dan dapat melemahkan dakwah As-salafiyyah.&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ  مَعَ الصَّابِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan janganlah kalian bertikai yang menyebabkan kalian gagal dan lemah kekuatan kalian, bersabarlah. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bersabar”. (Al-Anfaal 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menjelaskan bahwa dengan adanya pertikaian dan perselisihan menyebabkan sirnanya kekuatan kalian. Kalian menjadi lemah dan demikian juga dengan dakwah, hal ini tidak diragukan lagi merupakan fakta yang telah terjadi, bahwa semua bentuk perselisihan akan melemahkan dakwah As-Salafiyyah dan akhirnya memberikan gambaran bahwa dakwah As-Salafiyyah dan orang-orang yang berada dalam dakwah tersebut dengan gambaran yang buruk.&lt;br /&gt;Maka jauhilah oleh kalian segala perbuatan yang bisa menggambarkan potret buruk dari dakwah As-Salafiyah tersebut dan segala sesuatu yang dapat menjauhkan manusia dari dakwah As-Salafiyah.&lt;br /&gt;Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa salam- bersabda :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya Allah –Subhanahu wa Ta’ala- Dzat yang Maha Lemah Lembut, dan mencintai kelemahlembutan dalam setiap perkara”. (H.R.Bukhari dan Muslim dari ‘Aisah –Radhiallahu ‘anha-)&lt;br /&gt;Maka wajib bagi kalian semua untuk berlemah lembut diantara kalian, sebagian kalian dengan sebagian lainnya hendaklah berlemah lembut dan berkasih sayang. Barangsiapa yang muncul darinya suatu kesalahan, maka hendaknya dinasihati dengan hikmah dan lemah lembut.Tidak dengan disebutkan namanya dengan sebutan-sebutan yang buruk, tidak juga ditulis dengan tulisan yang mencemarkan namanya atau cara-cara lainnya yang seperti itu. Bahkan yang harus ditempuh adalah At-Tanasuh (saling menasehati) dalam bingkai Ukhuwah (persaudaraan) dan kasih sayang karena Allah –Subhanahu wa Ta’ala-. Oleh karena itu wajib bagi kalian semua untuk bersaudara karena Allah –Subhanahu wa Ta’ala-. Dan mencintai karena Allah –Subhanahu wa Ta’ala- karena hal itu merupakan sesuatu yang tinggi disisi Allah –Subhanahu wa Ta’ala-.&lt;br /&gt;Rasululah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;والذي نفسي بيده لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Demi yang jiwaku ditangnnya, tidaklah kalian akan masuk ke dalam Jannah sehingga kalian benar-benar beriman, dan tidaklah kalian dikatakan beriman hingga kalian saling cinta mencintai karena Allah, maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu, jika kalian melakukannya, niscaya kalian akan saling mencintai, sebarkanlah salam diantara kalian”. (H.R. Muslim dari Abi Hurairoh –Radhiallahu ‘anhu-)&lt;br /&gt;Sebarkanlah salam diantara kalian dan sebarkanlah berbagai sebab yang menimbulkan kecintaan dan persaudaraan diantara kalian, saling memberikan manfaat ilmiyyah diantara kalian.Barangsiapa yang mempunyai ilmu  -semoga Allah memberikan barokah padanya- hendaknya mengajarkan ilmu tersebut kepada saudaranya dengan penuh hikmah dan pelajaran yang baik dalam menyampaikannya dan juga dengan berpijak dengan jalan Salafus-Shalih.&lt;br /&gt;Aku memohon kepada Allah –Subhanahu wa Ta’ala- untuk menyatukan hati-hati kita semua dan menjaga kita semua dari berbagai macam kejelekan dan fitnah  dan agar Allah –Subhanahu wa ta’ala- menyatukan kita semua di atas kebenaran dan di atas prinsip membela agama ini dan semoga Allah –Subhanahu wa Ta’ala- menjadikan kalian semua sebagai orang-orang yang bisa merekatkan hati-hati kaum muslimin.&lt;br /&gt;Maka dari itu bersungguh-sungguhlah kalian untuk menjalankan dakwah kalian, dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah. Dan tentunya diantara sebab untuk tertariknya umat manusia kepada dakwah kalian (dakwah Salafiyyah) adalah dengan At-Ta’akhi (saling bersaudara) dan saling berpegang teguh dengan persaudaraan tersebut. Semoga Allah –Subhanhu wa Ta’ala- mewujudkan itu semua di tengah-tengah kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di transkrip oleh: Abu Harits Faishal&lt;br /&gt;Selesai pada 6 Sya'ban 1430 H / 28 Juli 2009 M di Pondok Al-Anshar, Wonosalam, Jogjakarta.&lt;br /&gt;Untuk download terjemahan Nasehat Syaikh Rabi silahkan klik &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.salafishare.com/30HJY0VE2014/3F6BXYK.mp3" target="_blank" title="disini"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-1327608362157284995?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/1327608362157284995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=1327608362157284995&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/1327608362157284995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/1327608362157284995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/nasehat-syaikh-rabi-hafidzahullah-untuk.html' title='Nasehat Syaikh Rabi&apos; -Hafidzahullah- Untuk Persaudaraan Salafiyyin'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-6756336145052421120</id><published>2009-07-23T08:31:00.014+07:00</published><updated>2009-09-04T17:17:25.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daurah Ahlus-Sunnah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dauroh Masyaikh 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Faedah Dauroh Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat untuk para Penuntut Ilmu'/><title type='text'>Nasehat Syaikh Abdullah Al-Bukhari pada Kajian Asatidzah Kamis 1 Sya'ban 1430 H</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ma'had Al-Manshuroh, Wonosalam, Jogjakarta, Kamis 1 Sya'ban 1430 H, pukul 08.16 WIB&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Walhamdulillah…Kajian kitab Mandhumatul-Bayquniyah (pelajaran ilmu hadits) tadi sudah dimulai oleh Syaikh Abdullah Al-Bukhari. Melanjutkan kajian kitab ini pada tahun yang lalu, pada hari ini beliau membahasa tentang pengertian Hadits Mubham dan Hadits ‘Ali. Kami tertarik mempostingkan awal kajian ini, karena pada Mukadimah kajian Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhari –Hafidzahullah- beliau menyampaikan 3 nasehat penting. &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama&lt;/strong&gt; beliau mendapat amanah dari &lt;strong&gt;Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali&lt;/strong&gt; –Hafidzahullah- untuk menyampaikan salam dari beliau kepada salafiyyin para peserta kajian Masyaikh di Jogjakarta. Wallahamdulillah ini menunjukkan support dan dukungan beliau terhadap kegiatan yang mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Nasehat kedua&lt;/strong&gt; tentang keutamaan berdzikir ba’da shubuh sampai terbit matahari dan dzikir pada sore hari,ba'da ashar sampai menjelang terbenamnya matahari dengan membaca do'a pagi hari atau sore hari yang disunnahkan. Dan mengingat besarnya keutamaan dzikir pada waktu tersebut, hendaknya kita membiasakan dan tidak terlewatkan dari padanya. Jika terlewat maka kita terluput dari keutamaannya dan tidak ada qodho padanya. Dan usahakan jika tidak sempat, upayakan berdzikir pada waktu itu walau hanya membaca 2 ayat terakhir di surat Al-Baqoroh. Kemudian beliau membawakan riwayat hadits tentang keutamaan dari amalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nasehat ketiga&lt;/strong&gt; adalah tentang keutamaan menuntut ilmu. Menuntut ilmu adalah Ibadah dan Ibadah tidak akan diterima kecuali karena dengan disertai dua hal, yaitu Al-Ikhlas dan Ittiba’. Maka hendaknya mengikhlaskan niat dalam menjalankan ibadah yang mulia ini dan mengikuti sunnah Rasulullah –Shalallahu ‘alaihi wa sallam- dalam menepuh jalan untuk mendapatkan ilmu.&lt;br /&gt;Dan yang penting lagi dan perlu diperhatikan dalam menuntut ilmu adalah menuntut ilmu secara bertahap, yakni belajarlah dari awal secara bertahap, dari perkara yang kecil sebelum mengambil faedah dari ilmu dari perkara-perkara yang besar. Termasuk dalam mempelajari ilmu hadits hendaklah bertahap. Yang perlu diperhatikan dalam masalah ini yakni dalam memperlajari ilmu hadits, hendaklan diperhatikan untuk menghindari dari dua perkara;&lt;br /&gt;- Al-Ghaflah (lalai) dan Al-Isti’jal (terburu-buru)&lt;br /&gt;Ghaflah (lalai) dalam mempelajari ilmu ini dan memuroja’ah pelajaran ini dan Al’ajalah (terburu-buru) ingin mendapatkan faedah yang banyak, sehingga mempelajarinya tidak sabar dan secara bertahap. Dan sesungguhnya Al-'Ajalah adalah dari syaithon.&lt;br /&gt;Demikian diantara nasehat-nasehat bermanfaat dari beliau..Wallahu a‘lam bish-Shawab..Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-6756336145052421120?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/6756336145052421120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=6756336145052421120&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/6756336145052421120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/6756336145052421120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/nasehat-syaikh-abdullah-al-bukhari-pada.html' title='Nasehat Syaikh Abdullah Al-Bukhari pada Kajian Asatidzah Kamis 1 Sya&apos;ban 1430 H'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-1824357157692445695</id><published>2009-07-22T22:40:00.007+07:00</published><updated>2009-09-04T17:17:44.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daurah Ahlus-Sunnah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dauroh Masyaikh 2009'/><title type='text'>Dauroh Asatidzah Indonesia bersama Masyaikh di Jogjakarta</title><content type='html'>Alhamdulillah sejak kemarin, selasa 28 Rajab 1430 H   (21 Juli 2009 M) peserta Dauroh dari kalangan Asatidzah dan Thullabul’Ilmi dari seluruh Indonesia sudah mulai berdatangan di lokasi dauroh Wonosalam, Jogjakarta, persisinya di Ma’had Al-Anshar, Wonosalam, Jogjakarta. Walhamdulillah pesertanya cukup banyak dan pengaturan dari pihak panitia sangat rapi dan teratur.&lt;br /&gt;Pada hari ini sekitar jam 15.00 Syaikh Abdullah Al-Bukhari –Hafidzahullah- sudah sampai di Jogjakarta, &lt;div class="fullpost"&gt; namun karena beliau keletihan di perjalanan, kajian ditunda esok pagi ba’da Shubuh. InsyaAllah beliau akan mengajarkan kepada para Asatidzah dan para Thullabul-‘Ilmi kitab Al-mandhumatul-Baiquniyah, melanjutkan pembahasan kitab tersebut pada tahun yang lalu. Adapun syaikh lainnya yang akan datang malam ini sekitar jam 23.00 (insya Allah) adalah Syaikh Khalid Az-Zhafiri, beliau turun di bandara dan istirahat di Jakarta, dan keesokan harinya –biidznillah- beliau akan langsung menuju Jogjakarta. Beliau akan mengajarkan kitab Sullamul-Wushul ilaa ‘Ilmil-Ushul.&lt;br /&gt;Adapun 2 Syaikh yang lainnya akan menyusul sampai ke Indonesia pada hari berikutnya (sekitar tanggal 3 Sya’ban 1430 H / 25 Juli 2009 M )&lt;br /&gt;Jadwal kajian setiap harinya kurang lebih para peserta akan mendapat kajian 7 kali pelajaran, dengan rincian 6 kali kajain oleh Masyaih dan 1 kali oleh Asatidzah Indonesia (yakni ba’da maghrib)&lt;br /&gt;Adapun jadwalnya secara terperinci sebagaimana yang kami terima dari panitia adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05.00 s/d 07.00    Dars sesi I&lt;br /&gt;07.00 s/d 09.00    Istirahat (Mandi, makan pagi, dst)&lt;br /&gt;09.00 s/d 10.00    Dars sesi II&lt;br /&gt;10.30 s/d 11.30    Dars sesi III&lt;br /&gt;11.30 s/d 13.00    Istirahat (Shalat Dhuhur)&lt;br /&gt;13.00 s/d 14.00    Dars sesi  IV&lt;br /&gt;14.00 s/d 16.00    Istirahat (Makan siang, istirahat, Shalat Ashar) &lt;br /&gt;16.00 s/d 17.00    Dars sesi V&lt;br /&gt;17.00 s/d 18.20    istirahat (MCK, Shalat Maghrib)&lt;br /&gt;18.20 s/d 19.20    Dars sesi VI (dars bersama Asatidzah)&lt;br /&gt;19.20 s/d 19.45    shalat Isya&lt;br /&gt;19.45 s/d 21.00    Dars sesi VII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemateri Kajian Masyaikh;&lt;br /&gt;1. Syaikh Abdullah Al-Bukhari  Membahas kitab Al-Mandhumatul-Bayquniyah&lt;br /&gt;2. Syaikh Khalid Az-Zhafiri, membahas kitab Sulamul Wushul ilaa ‘ilmil-Ushul&lt;br /&gt;3. Syaikh Abdullah Salfiq , membahas kitab Mukadimah Sunan Ibnu Majah dan Ushul Tsalasah.&lt;br /&gt;4. Syaikh ‘Ali Al-Haddadi, membahas kitab Al-‘Arbain fii Mazhabis-Salaf&lt;br /&gt;Wallahu a’alam Bishawwab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-1824357157692445695?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/1824357157692445695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=1824357157692445695&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/1824357157692445695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/1824357157692445695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/dauroh-asatidzah-indonesia-bersama.html' title='Dauroh Asatidzah Indonesia bersama Masyaikh di Jogjakarta'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-7768482992766790809</id><published>2009-07-20T17:28:00.060+07:00</published><updated>2009-09-04T17:18:13.201+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>Nasehat Syaikh Rabi' bin Hadi -Hafidzahullah- untuk Salafiyyin (pengelola situs internet)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Inilah curahan hati kami &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(pengantar dari pengelola Ittibausalaf Press)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dewasa ini te&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SmT_D6Xyj9I/AAAAAAAAAMw/PoYLVXdylm4/s1600-h/ukhuwah+Ittibausalaf+Press.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360689899151462354" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 151px; height: 149px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SmT_D6Xyj9I/AAAAAAAAAMw/PoYLVXdylm4/s200/ukhuwah+Ittibausalaf+Press.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;khnologi internet dengan situs dan blog sudah merupakan salahsatu media dakwah Salafiyyah yang bisa sangat menunjang. Namun selain sebagai media dakwah..ternyata sangat disayangkan, dunia internet juga telah dijadikan oleh sebagaian kalangan sebagai sarana untuk berbantah-bantahan dan beradu argumen (jidal), bahkan di kalangan salafiyyin -dewasa ini-. Walaupun secara pribadi -bisa jadi- mungkin kami sependapat dan berdiri di salahsatu pihak yang berjidal tersebut, namun kami mengharapkan sesungguhnya dalam menyelesaikan perbedaan hendaknya dilakukan pada forum  "Tanaasuh" secara langsung, bukan melalui media internet ini. Karena ternyata tanggapan di akar rumput bisa menjadi lebih keras dan semakin memecah belah lagi persatuan diantara mereka. Maka pada kesempatan ini kami menukilkan kembali &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;NASEHAT YANG SANGAT BERMANFAAT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dari Syaikh yang Mulia, SYAIKH &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;RABI' BIN HADI AL-MADKHALI -HAFIDZAHULLAH-. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;"Wallahi...beliau saat ini, masihlah berdiri diantara kita...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Lisan beliau, masihlah basah dengan mutiara-mutiara indah wejangan beliau...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Pena-pena beliau, belumlah kering menuliskan untaian penyejuk bagi yang lupa...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Lembaran-lembaran manuskrip ceramah beliau, belumlah tertutup untuk dinikmati para penuntut ilmu...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Namun sungguh sedih hati ini..dan air matapun bercucuran.. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Ketika melihat sebagaian saudara kita -seolah- lupa dengan nasehat beliau..."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;Maka inilah untaian kata beliau, kami haturkan kepada segenap Salafiyyin khususnya dan seluruh kaum muslimin pada umumnya...Wallahul muwaffiq. &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Nasehat Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali -Hafidzahullah- bagi pengelola Internet &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;diterjemahkan oleh: &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink style="text-align: center;" div=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Usamah bin Faishal Mahri Hafidzahullah&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="text-align: justify;"&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat serta salam bagi Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, keluarga, para sahabatnya dan mereka yang mengikuti petunjuk Beliau. Amma ba’du Sesungguhnya dengan sebab perkara yang menimpa Islam dan kaum muslimin berupa kejadian-kejadian yang suram, kehinaan dan keterpurukan di hadapan musuh-musuh Islam. Nasib kaum muslimin di depan musuh-musuhnya bagaikan santapan -di nampan - di hadapan para pemangsanya. Maka kami menyeru kepada para ulama kaum muslimin dan lembaga-lembaga ilmiah di tiap-tiap daerah yang ada di penjuru dunia, juga pemerintah kaum muslimin agar semuanya bertaqwa kepada Allah tentang kondisi ummat dewasa ini. &lt;div class="fullpost"&gt;Hendaklah mereka mengetahui betapa ummat ini terancam mara bahaya, bahkan tertimpa bencana dan malapetaka. Hendaklah mereka tersadar akan tanggung-jawab di hadapan Allah untuk menyelamatkan ummat ini dari bala' (malapetaka) dan kecelakaan yang menimpa mereka kemudian bersegera mencurahkan daya dan upayanya dengan melaksanakan sebab-sebab yang dapat membantu mereka keluar (dari malapetaka ini). Diantaranya yang terpenting adalah kembali kepada agama mereka yang benar baik di dalam aqidah, ibadah, akhlaq dan siyasah (strategi/politik yang syar’i). Hendaklah mereka berpegang teguh dengan manhaj yang benar yang bersandarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul serta apa yang dipahami oleh salafus shalih di dalam mendidik generasi (ummat ini) di masjid-masjid serta lembaga pendidikan di berbagai jenjang dengan memanfaatkan berbagai sarana informasi yang ada, sambil selalu mengingat sabda Rasulullah : &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya : “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung-jawaban tentang kepemimpinannya”. (HR Ibnu Majah dari Anas radiyallahu ‘anhu)Juga sabda Rasul shalallahu alaihi wa sallam: &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;إذا تبايعتم بالعينة ورضيتم بالزرع واتبعتم أذناب البقر وتركتم الجهاد في سبيل الله سلط الله عليكم ذلاً لا ينزعه عنكم حتى ترجعوا إلى دينكم &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya : “Jika kalian telah melakukan jual beli dengan cara ‘inah (sejenis riba, pent), telah larut dalam bercocok tanam, mengikuti ekor-ekor lembu dan meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah akan menimpakan atas kalian kehinaan yang tidak akan tercabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada ajaran agama kalian (Islam, pent). (HR Abu Dawud dari Ibnu Umar)”Tidak diragukan bahwa ummat ini terjatuh pada keterpurukan di dalam beberapa perkara bahkan terjatuh pada kondisi yang sangat pahit. Para pemimpin ummat ini (ulama, pemerintah dan lembaga-lembaga ilmiah) agar selalu mengingat firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Al-Ahzab: 36)&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa sama sekali tidak ada jalan bagi kalian untuk menyelamatkan ummat ini kecuali dengan cara ini (kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul dengan pemahaman salafussholih, pent). Dan apabila mengambil jalan selain itu, maka tidak akan bertambah kepada ummat ini kecuali kebinasaan dan kehinaan. Sungguh musuh-musuh Islam tidaklah rela melainkan ingin agar mereka keluar dari agamanya. Aku memohon kepada Allah yang Maha Mulia Rabb Arsy yang Agung agar memberikan taufik kepada ummat ini baik pemerintah muslim, ulama maupun rakyatnya untuk bersegera melakukan sebab-sebab yang bermanfaat dimana Allah tidak akan menerima selainnya. Mudah-mudahan Allah menyatukan hati ummat Islam dan kalimat mereka di atas al-haq (kebenaran).&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini aku tujukan nasehatku kepada mereka yang diberi taufik oleh Allah -untuk mengikuti manhaj salafusshaleh agar bertaqwa kepada Allah dan memantau diri mereka lahir maupun batin, mengikhlaskan pada Allah baik ucapan maupun perbuatan mereka. Juga bersegera untuk menuntut ilmu yang bermanfaat.&lt;br /&gt;Kemudian aku nasehatkan kepada pengelola situs internet, agar menjadikan situs internet ini sebagai sarana yang efektif untuk menyebarkan manhaj salafi secara ilmiah dan benar pada setiap materi yang disuguhkan pada kaum muslimin melalui sarana ini yang dipermudah untuk mereka. Hendaknya yang menanganinya adalah para ulama manhaj salafy ini, khususnya yang menguasai bidangnya masing-masing.&lt;br /&gt;Maka yang menguasai bidang tafsir Al-Qur’an, hendaklah menulis tentang tafsir; ilmu-ilmunya, hendaklah menyinggung (pembahasan) dengan aqidah dan macam-macamnya, ibadah, mu’amalah serta akhlaq, di celah-celah ayat yang ia tafsirkan, demikian pula pembahasan tentang ushulut tafsir (pokok-pokok) dan macam-macamnya. Kemudian yang ahli dalam bidang hadits hendaklah menulis makalah-makalah yang terambil dari sunnah Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam serta terfokus dalam masalah aqidah dan yang lainnya, seperti yang telah saya sebutkan atas saudaranya yang menguasai tafsir tadi sebagaimana iapun semestinya menulis tentang ilmu musthalahul hadits dan biografi para ulama hadits.Bagi yang menguasai bidang fiqih, hendaknya dia menulis makalah yang berkaitan dengan bidang ini, memilih pembahasan yang membantu para penuntut ilmu di dalam memahami Al-Qur an dan Sunnah Rasulullah shallallhu’alaihi wasallam serta membahas masalah fiqh yang disertai dalil. Bagi yang menguasai bidang tarikh (sejarah), hendaklah dia menulis sejarah Nabi shallallhu’alaihi wasallam, para sahabatnya dan figur para ulama ummat ini yang terbukti nyata dalam pembelaannya terhadap Islam. Kemudian yang menguasai bacaan (Al Qur’an) dan tajwid, hendaklah menulis makalah di bidang ini, juga yang menguasai bidang bahasa, hendaklah menulis pembahasan makalah di bidang tersebut, dengan syarat menjauhkan perkara yang tidak dikenal dalam manhaj salafy ini seperti: Majaz dan semisalnya.&lt;br /&gt;Hendaknya jangan melakukan bantahan terhadap ahlul bid’ah dan membongkar kesesatan mereka kecuali para ulama.Saya berharap bagi para penanggungjawab situs Sahab dan yang lainnya, agar tidak menerima tulisan-tulisan kecuali yang benar-benar jelas menyebutkan namanya dan jangan menerima yang hanya menggunakan nama-nama yang tidak jelas (samaran). &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;"Demikian pula saya berharap kepada salafiyyin secara umum agar menjauhkan diri dari perdebatan yang batil dan sebab-sebab yang menyeret pada perpecahan. Kalaupun hal itu terjadi (di kalangan salafiyyin), maka jangan sampai memperbanyak perdebatan dan jangan sama sekali mencantumkan permasalahan ini pada situs internet salafiyah atau yang lainnya".&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Namun segera dikembalikan kepada para ulama&lt;/strong&gt; agar mereka membimbing dengan perkataan yang benar yang dapat menyelesaikan perselisihan ini, Insya Allah. Saya nasehatkan kepada ikhwah agar semangat dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat di antara mereka dan menyebarkan sebab-sebab yang dapat mengantarkan kecintaan dan persaudaraan di antara mereka.Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada semuanya terhadap apa yang dicintai dan diridhaiNya serta menyatukan hati-hati mereka. Sesungguhnya Rabbku Maha Mendengar (mengabulkan ) doa.&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Penulis: Asy-Syaikh Al Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali&lt;br /&gt;5 Dzulhijjah 1424 H. Makkah Al-Mukarramah &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;sumber: http://www.salafy.or.id, (Dikutip dari fatwa Asy-Syaikh Al Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali25 Dzulhijjah 1424 H. Makkah Al-Mukarramah. Diterjemahkan oleh al Ustadz Usamah Mahri. URL Sumber : &lt;a href="http://www.sahab.net/sahab/showthread.php?s=f1c1ef6de9b68f00597fcc9bf1e7faab&amp;amp;threadid=300720%20"&gt;http://www.sahab.net/sahab/showthread.php?s=f1c1ef6de9b68f00597fcc9bf1e7faab&amp;amp;threadid=300720%20&lt;/a&gt;.)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-7768482992766790809?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/7768482992766790809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=7768482992766790809&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7768482992766790809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7768482992766790809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/inilah-jeritan-hati-kami-pengantar-dari.html' title='Nasehat Syaikh Rabi&apos; bin Hadi -Hafidzahullah- untuk Salafiyyin (pengelola situs internet)'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SmT_D6Xyj9I/AAAAAAAAAMw/PoYLVXdylm4/s72-c/ukhuwah+Ittibausalaf+Press.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-7082144505566256771</id><published>2009-07-17T21:27:00.018+07:00</published><updated>2009-09-04T16:50:16.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terorisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khawarij'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi Bom Bunuh Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran sesat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa'/><title type='text'>Fatwa Ulama Tentang Aksi Bom Bunuh Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SmCYDuQmNfI/AAAAAAAAAMQ/ZEHHEVXoUQw/s1600-h/marriot+bom-Ittibausalafpress-.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SmCYDuQmNfI/AAAAAAAAAMQ/ZEHHEVXoUQw/s200/marriot+bom-Ittibausalafpress-.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359450746295563762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Innalillahi wa Inna ‘ilaihi rooji’uun&lt;/span&gt;.. Hari ini Indonesia kembali berduka, karena di Jakarta pada dini hari tadi 17 Juli 2009 sekitar pukul 07.47 wib kembali terjadi pengeboman di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hotel JW Marriot&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rizt Carlton&lt;/span&gt;. Ada 9 orang korban meninggal dan puluhan lainnya luka-luka. Tentu saja korbannya juga ada diantaranya yang beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa spekulasi yang menyebutkan penyebab dari pengeboman tersebut. Namun dari Identifikasi aparat kepolisian mengarahkan pada aksi bom bunuh diri.&lt;br /&gt;Astaghfirullah..JIKA BENAR (Wallahu a’lam), ternyata faham para khawarij dengan aksi bom bunuh diri sebagai jihad masih eksis.&lt;br /&gt;Sungguh kasihan mereka yang meyakini seperti itu, karena mereka mati sia-sia, walaupun keyakinan mereka merasa dengan itu telah mendapatkan mati syahid??!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang masalah bom bunuh diri ini telah banyak para ulama yang memfatwakan tentang haramnya bom bunuh diri, diantaranya adalah fatwa para ulama yang keluar sekitar 6 tahun yang lalu berkaitan dengan kejadian aksi bom bunuh diri yang terjadi pada waktu itu dan kejadiannya mirip dengan aksi pengeboman pada hari ini, isi fatwanya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Fatwa Para 'Ulama Tentang Bom Bunuh Diri&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 153, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hai'ah Kibarul 'Ulama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala puji hanyalah bagi Allah sendiri, semoga Shalawat dan Salam atas nabi terakhir Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam, keluarganya dan para shahabatnya. Amma Ba'du,&lt;br /&gt;Hai'ah Kibarul Ulama telah mengadakan pertemuan khusus pada hari Rabu, tanggal 13 Rabi'ul Awal 1424, yang pertemuan itu membahas mengenai ledakan di kota Riyadh yang terjadi pada hari Senin, tanggal 11 Rabi'ul Awwal, yang peristiwa itu mengakibatkan adanya korban terbunuh, penghancuran, teror dan kerusakan yang ditimbulkannya di masyarakat, baik itu dari kalangan Muslimin dan selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah diketahui bahwa Syari'ah Islam telah datang untuk melindungi lima hal penting dan melarang untuk melanggar lima hal itu, lima hal itu adalah :&lt;br /&gt;1. Agama,&lt;br /&gt;2. Kehidupan,&lt;br /&gt;3. Harta benda,&lt;br /&gt;4. Kehormatan,&lt;br /&gt;5. Akal budi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimin dilarang untuk melanggar hal tersebut di atas terhadap orang-orang yang berhak dilindungi. Orang-orang tersebut mempunyai hak-hak yang dilindungi berdasar pada syari'ah Islam yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimin, adalah tidak diperbolehkan untuk melanggar hak setiap muslimin atau membunuhnya tanpa adanya sebab yang membolehkannya. Barangsiapa melakukannya, Maka ia telah melakukan dosa besar, bahkan merupakan salah satu dosa besar yang paling besar ! Dan Allah Ta'ala berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka&lt;br /&gt;balasannnya ialah jahannam, Kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya". (QS An Nisa 93)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;"Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, ataubukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruhnya". (QS Al Maidah 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid rahimahullah berkata,"Dosanya (artinya dosanya membunuh seseorang adalah sama beratnya dengan membunuh seluruh umat manusia), ini menunjukkan bahwa besarnya dosa membunuh seseorang tanpa alasan yang dibenarkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak untuk disembah selain Allah dan bahwa aku adalah Rasulullah adalah tidak diperkenankan (untuk ditumpahkan darahnya) kecuali berdasarkan pada tiga hal, (1) balasan karena telah membunuh seseorang (qishash, red), (2) menghukum pezina (rajam, red), (3) seseorang yang meninggalkan agamanya (murtad, red), meninggalkan dari al Jama'ah" (Bukhari dan Muslim, dan ini adalah lafadznya Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan jika mereka melakukan hal tersebut, maka darah mereka dan hartanya adalah dilindungi dariku, kecuali dikarenakan hak Islam atasnya, dengan sebab itu mereka bersama Allah" (Muttafaq 'alaih, dari Ibnu'Umar radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam Sunan An Nasa'i, dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhu,&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Runtuhnya dunia adalah lebih baik di hadapan Allah, daripada membunuh seorang muslim" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Ibnu Umar melihat ke Ka'bah dan berkata (ditujukan pada&lt;br /&gt;Ka'bah),"Begitu besarnya kamu, dan begitu besarnya kesucianmu, tapi&lt;br /&gt;orang-orang yang beriman itu lebih besar kesuciannya di hadapan Allah&lt;br /&gt;dibanding kamu" (Artinya Al Haram itu dilindungi dan aman dari peperangan dan pertumpahan darah, tapi orang-orang yang beriman itu lebih dilindungi dan diamankan dari mengalirnya darah mereka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nash-nash itu dan yang lainnya menunjukkan tentang kenyataan yang sangat besar bilainya yaitu tentang kesucian darah muslimin, dan dilarang untuk membunuh muslim tanpa adanya alasan yang membenarkannya dari Syari'ah, maka tidak diperbolehkan untuk melanggar setiap muslim tanpa ada alasan (yang dibenarkan Syariat, red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah bin Zaid berkata "Rasulullah mengutus kita ke Al Huruqa, dan pada pagi harinya kami menyerang mereka dan mengalahkan mereka. Aku dan seseorang dari kalangan Anshar mengikuti salah seorang dari mereka dan ketika kami akan menangkapnya, dia berkata:'La Ilaha Ilallah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mendengar hal ini orang dari Anshar itu menahan diri, tapi aku&lt;br /&gt;membunuhnya dengan menebasnya dengan pedangku. Ketika kami kembali,&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang untuk menanyakan hal&lt;br /&gt;tersebut dan kemudian berkata,'Wahai Usamah apakah kamu membunuhnya setelah dia berkata 'La Ilaha Ilallah'? Aku (Usamah) berkata,'Tapi dia berkata itu karena dia ingin dirinya selamat'. Beliau mengulang-ngulang pertanyaan ini berkali-kali sampai aku merasa bahwa aku belum pernah masuk Islam sebelumnya"(Muttafaq 'Alaih, dan lafadznya dari Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan, dan mengindikasikan dengan sangat jelas, tentang&lt;br /&gt;ketinggian nilai dari kehidupan. Riwayat ini menceritakan seorang musyrikin yang ikut berperang dengan kaumnya, dan mereka berjihad melawan kaum musyrikin, dan ketika mereka (Usamah bin Zaid dan seorang dari Anshar)hendak menangkapnya, dia berkata dengan (ungkapan) Tauhid, tapi Usamah bin Zaid membunuhnya, dan menyatakan bahwa apa yang dia katakan itu hanyalah dalam rangka untuk melindungi dari kematiannya, namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menerima pernyataan dan penjelasan Usamah tentang kondisi sebenarnya. Ini merupakan sesuatu hal yang sangat besar, yang menunjukkan sucinya darah kaum muslimin dan dosa besar bagi siapa saja yang melakukan pembunuhan terhadap kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari darah kaum muslimin, maka harta bendanya pun juga dilindungi. Berdasarkan pada sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,"Darahmu dan hartamu adalah suci dari orang lain, seperti sucinya harimu ini, dan sucinya kota kalian (Mekkah), dan bulanmu" (Diriwayatkan oleh Muslim, dan ini adalah merupakan dari khutbah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat hari Arafah, Al Bukhari dan meriwayatkan yang semisalnya pada bab Yaumun Nahr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, maka larangan dari membunuh nyawa yang telah dilindungi tanpa alasan yang diperbolehkan telah jelas.&lt;br /&gt;Dari orang-orang yang hidup yang dilindungi selain Muslim adalah:&lt;br /&gt;1. Mereka (non muslim) yang mengadakan perjanjian,&lt;br /&gt;2. Dzimmi,&lt;br /&gt;3. Mereka (non muslim) yang mencari perlindungan dari kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash radhiyallahu 'anhuma, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,"Barangsiapa yang membunuh seseorang yang telah mempunyai perjanjian dengan kaum muslimin, maka dia tidak akan mencium bau surga, walaupun baunya itu tercium dari jarak 40 tahun" (Riwayat Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terhadap siapa saja yang Waliyul 'Amr telah membolehkannya masuk ke&lt;br /&gt;wilayahnya dengan perjanjian dan menjanjikan jaminan keamanan baginya, maka hidupnya dan hartanya adalah dilindungi, tidak dibolehkan untuk&lt;br /&gt;mengganggunya, dan barangsiapa membunuhnya maka dia adalah sesuai dengan apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Dia tidak akan mencium bau surga". Dan hal ini adalah merupakan peringatan keras terhadap siapa saja yang melawan mereka yang telah mengadakan perjanjian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah diketahui bahwa pelindung kaum muslimin adalah satu kesatuan,&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Darah kaum mukminin&lt;br /&gt;adalah satu, dan ada beberapa orang dari mereka yang melindungi keamanan mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ummu Hani' memberikan perlindungan pada seorang musyrikin pada tahun penaklukan (Fathu Makkah), maka Ali bin Abi Tahlib ingin membunuhnya, lalu Ummu Hani' pergi ke Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan memberitahukan tentang hal tersebut, maka Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berkata,"Kami memberikan perlindungan terhadap siapa saja yang kau memberikan perlindungan padanya, wahai Ummu Hani'" (Riwayat Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya disini adalah bahwa seseorang yang masuk ke suatu daerah (muslim) dengan berdasarkan pada perjanjian untuk mendapatkan jaminan keamanannya, atau seseorang yang telah diberikan janji oleh seseorang yang memegang kekuasaan berdasarkan pada adanya maslahah yang dia (pemegang kuasa) lihat dari orang itu, maka tidak diperbolehkan untuk melanggar dan tidak boleh untuk mengganggu hidup dan hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah menjelaskan tentang hal ini dengan sejelas-jelasnya, maka apa yang terjadi yaitu peristiwa pemboman (bom bunuh diri) di kota Riyadh adalah sesuatu yang dilarang, yang dinul Islam tidak menyetujui hal tersebut, dan hal ini adalah haram berdasarkan pada beberapa hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kegiatan ini merupakan pelanggaran terhadap sucinya wilayah muslimin dan hal ini dapat menakut-nakuti siapa saja yang dilindungi dan keamanan didalamnya&lt;br /&gt;2. Kegiatan ini mengandung sifat membunuh orang-orang yang hidup, yang&lt;br /&gt;syari'ah Islam melindunginya&lt;br /&gt;3. Kegiatan ini mengakibatkan kerusakan di bumi&lt;br /&gt;4. Kegiatan ini mengandung unsur perusakan harta benda dan apa-apa yang&lt;br /&gt;dimiliki, sementara hal itu dilindungi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Hai'ah Kibarul Ulama menjelaskan hal ini dalam rangka memberi peringatan kepada kaum muslimin supaya tidak melakukan penghancuran terhadap hal-hal yang dilarang untuk dihancurkan, dan dalam rangka memberi peringatan kepada kaum muslimin dari usaha-usaha syaithan, yang dia tidak akan pernah berhenti untuk mengganggu hamba Allah sampai dia masuk kepada hal-hal yang merusak, dengan melalui cara-cara yang ekstrim, melampaui batas dalam beramgama, atau tidak senang pada agama, dan menentang aturan agama dan sebaik-baik untuk meminta perindungan adalah Allah. Dan Syaithan tidak akan memperdulikan pada cara apapun selama dia dia (syaithan) dapat menang terhadap hamba Allah,&lt;br /&gt;sebab dengan jalan-jalan itu, yaitu ekstrem dan tidak senang pada agama&lt;br /&gt;adalah merupakan jalannya syaithan yang dapat membuat seseorang jatuh ke dalam murka dan hukuman dari Ar Rahman (Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa-apa yang telah dilakukan oleh mereka yang melakukan perbuatan (bom bunuh diri) ini, adalah merupakan usaha membunuh diri-diri mereka sendiri dengan meledakkan diri mereka sendiri, yang perbuatannya itu akan menyebabkan dia secara umum masuk pada sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salllam, "Barangsiapa membunuh dirinya sendiri di dunia dengan cara apapun, maka Allah akan menghukum dia dengan hal yang sama (yang dia lakukan yang menyebabkan dia terbunuh) di hari kiamat" (Diriwayatkan oleh Abu 'Awanah dalam Mustakhraj-nya, dari Tsabit bin Ad Dhahak radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Dia yang melakukan bunuh diri dengan menikam dirinya dengan besi (pedang) yang ada ditangannya, maka dia akan ditikam dengan pedang dengan pedang itu pada tubuhnya di neraka, dan dia tetap didalamnya (di neraka) selamanya. Dan barangsiapa yang mengambil racun dan membunuh diri dengannya, maka dia akan meminum racun itu di neraka, dan dia tetap berada didalamnya (di neraka) selamanya. Dan barangsiapa melemparkan dirinya dari atas gunung dan membunuh dirinya dengannya, maka dia akan jatuh di dalam neraka, dan dia tetap didalamnya (di neraka) selamanya" (Riwayat Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketahuilah, bahwa musuh-musuhmu, dari setiap sisi, telah membentuk umat Islam demi kekuasaan mereka. Mereka bergembira dengan semua cara-cara yang dapat membenarkannya pada kekuasaan mereka, di atas umat Islam. Padahal hal itu untuk membenarkan mereka dalam menghina umat Islam, dan mengambil keuntungan dari sumber penghasilan dan kekayaan umat Islam. Maka barangsiapa mendukung mereka dalam mencapai tujuannya itu, dan membukakan untuk mereka jalan kepada kaum muslimin dan wilayahnya, maka dia telah mendukungnya dalam rangka membawa kesusahan di atas kaum muslimin dan dalam rangka menguasai wilayahnya. Ini merupakan perbuatan kesewenang-wenangan yang amat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajib untuk mendasarkan diri pada ilmu yang didasari oleh Al Qur'an dan As Sunnah dengan mengikuti pemahaman Salaful Ummah, yang hal ini dapat ditemukan di sekolah-sekolah, univeristas-universitas, masjid-masjid dan media informasi lainnya. Seperti juga wajib untuk mendasarkan diri pada 'amar ma'ruf nahi munkar dan saling memberikan nasehat satu sama lain di atas al haq. Hal ini sangat diperlukan, bahkan sangat diperlukan, dan mendakwahkan hal ini pada saat ini lebih diperlukan daripada pada waktu-waktu yang telah lampau. Dan sudah seharusnya para pemuda-pemuda Islam untuk selalu mendasarkan pada pendapat-pendapat yang baik yang berasal dari ulama mereka dan mengambilnya dari mereka, maka mereka akan tahu siapa musuh&lt;br /&gt;agama mereka sebenarnya, yang mereka-mereka (musuh agama) itu berusaha keras dalam mencaci maki para pemuda dan Ulama serta penguasa. Sebab dengan hal itu mereka ingin agar kekuatan para pemuda itu lemah dan akhirnya mereka dapat mengambil kendali pada diri-diri para pemuda dengan sangat muda. Oleh karena itu, wajib untuk berhati-hati dari hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah melindungi setiap orang dari usaha-usaha musuh, dan supaya kaum muslimin takut pada Allah baik secara lahir dan batin, dan selalu beramal shalih, serta benar-benar bertaubat dari segala dosa. Tak ada malapetaka yang akan turun kecuali karena dosa, dan tak ada malapetaka akan dimunculkan kecuali dengan bertaubat. Kami meminta kepada Allah untuk mengembalikan keadaan kaum muslimin, dan menjauhkan wilayah kaum muslimin dari setiap kejahatan dan hal-hal yang tidak disukai. Sholawat dan salam atas Nabi Muhammad, keluarganya dan para shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai'ah Kibarul Ulama (Majelis Ulama Senior)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketuai oleh 'Abdul-Azeez bin Abdullaah bin Muhammad Alu ash-Shaykh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota :&lt;br /&gt;Salih bin Muhammad al-Lahaidaan&lt;br /&gt;Abdullah bin Sulaiman al-Muni’&lt;br /&gt;Abdullah bin Abdurahman al-Ghudayan&lt;br /&gt;Dr. Salih bin Saalih al-Fauzaan&lt;br /&gt;Hasan bin Ja?far al-‘Atami&lt;br /&gt;Muhammad bin Abdullah as-Subayyil&lt;br /&gt;Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Alus-Syaikh&lt;br /&gt;Muhammad bin Sulaiman al-Badr&lt;br /&gt;Dr. Abdullah bin Muhsin al-Turki&lt;br /&gt;Muhammad bin Zaid as-Sulaiman&lt;br /&gt;Dr. Bakr bin Abdullaah Abu Zaid (tidak hadir karena sakit)&lt;br /&gt;Dr. Abdul-Wahhab bin Ibrahim as-Sulaiman (tidak hadir)&lt;br /&gt;Dr. Salih bin Abdullah al-Humaid&lt;br /&gt;Dr. Ahmad bin Sair al-Mubaraki&lt;br /&gt;Dr. Abdullaah bin ‘Ali ar-Rukban&lt;br /&gt;Dr. Abdullaah bin Muhammad al-Mutlaq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Abul-'Abbaas dan Abu 'Iyaad (UK),&lt;br /&gt;URL asal http://www.fatwa-online.com/news/0030518.htm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;amp;id_artikel=287&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-7082144505566256771?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/7082144505566256771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=7082144505566256771&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7082144505566256771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7082144505566256771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/fatwa-ulama-tentang-aksi-bom-bunuh-diri.html' title='Fatwa Ulama Tentang Aksi Bom Bunuh Diri'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SmCYDuQmNfI/AAAAAAAAAMQ/ZEHHEVXoUQw/s72-c/marriot+bom-Ittibausalafpress-.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-8472306966962495196</id><published>2009-07-10T23:44:00.007+07:00</published><updated>2009-09-04T17:19:09.230+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat untuk para Penuntut Ilmu'/><title type='text'>NASEHAT ASATIDZAH AHLUS SUNNAH UNTUK SALAFIYYIN</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dauroh Para 'Ulama Penuh Hikmah Dan Faidah&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Nasehat dari:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin Hafidzahullah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;الحمد لله رب العالمين، وصلاة وسلاما على المبعوث رحمة للعالمين، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ikhwani fid Din Rahimani wa Rahimakumullah&lt;br /&gt;Alhamdulillah, syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'âla, bahwa dengan karunia-Nya insya Allah kita akan memasuki pelaksanaan Daurah Nasional Masyaikh Ahlus Sunnah untuk yang kelima kalinya. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua, sehingga pelaksanaan Dauroh yang kelima kali ini berlangsung dengan lancar dan memberikan berkah faidah kepada seluruh kaum muslimin, terkhusus salafiyyin di Indonesia.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan berkenaan dengan Daurah Nasional Masyaikh Ahlus Sunnah ke-5 ini :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;• Daurah Masyaikh ini memiliki banyak hikmah dan manfaat yang bisa kita petik. Di antaranya, bahwa Daurah Masyaikh ini sebagai mediasi yang mempertemukan antara para 'Ulama ahlus sunnah dengan ikhwanna salafiyyin di Indonesia khususnya. Karena sesungguhnya melalui bimbingan para 'ulama inilah kita akan mengenal dan memahami agama ini dengan sebaik-baiknya. Dan atas bimbingan para 'ulama ini pula kita mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'âla untuk memberkahi setiap gerak langkah Dakwah Salafiyyah di Indonesia ini. Dengan mediasi Daurah Masyaikh yang ke-5 ini, semoga kita semakin dekat dengan para 'ulama. Karena sesungguhnya, dengan bimbingan para 'ulama kita berharap masyarakat akan menjadi bertambah baik. Kita berharap  juga dengan bimbingan para 'ulama, seluruh amal dan gerak langkah kita dalam dakwah ini akan semakin teratur, shaf (barisan) dakwah ini pun akan semakin berdaya guna di hadapan umat.&lt;br /&gt;• Kemudian yang kedua, hikmah dan nilai penting Daurah Masyaikh ini, kita bisa menerapkan bagaimana kita bermuamalah dengan pemerintah atau pun dengan masyarakat. Sehingga dengan ini, kita bisa menerapkan bagaimana bermuamalah dengan pemerintah, masyarakat awam, dan sebagaiknya. Itu semua telah dibimbing dalam agama ini.&lt;br /&gt;• Hikmah dan keutamaan lainnya, terpupuknya ukhuwwah di kalangan salafiyyin khususnya. Sehingga perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk saling bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan, akan bisa terealisasi dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan dengan Daurah Masyaikh ke-5 ini, kita bisa memetik hikmah, yaitu terciptanya ukhuwwah di kalangan salafiyyin, bahu membahu untuk terwujudnya Daurah ini dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;• Kita lihat bagaimana salafiyyin, masih demikian antusiasnya untuk mengorbankan harta mereka. Bahkan yang saya saksikan sendiri, ada seorang yang baru belajar manhaj salaf. Ketika mendengar I'lan atau pengumuman tentang Daurah Masyaikh, kemudian menelpon seraya mengatakan, "Apakah boleh saya menyumbangkan cincin yang saya miliki untuk pelaksanaan Daurah?"&lt;br /&gt;Ini adalah contoh bagaimana ta'awun terealisasikan dengan wasilah pelaksanaan Daurah Masyaikh ini. Mudah-mudahan, ta'awun yang demikian baik terus terpupuk untuk menghadapi masalah-masalah dakwah.&lt;br /&gt;• Kemudian hikmah lainnya adalah, kita berhadap dengan Daurah ini adanya pencerahan ilmu, sebagaimana di awal saya sampaikan, bahwasanya Daurah ini mendatangkan para 'ulama / masyaikh dari Saudi Arabia dan Kuwait. Maka kita berharap pencerahan ilmu, yang itu semua akan memberikan pengaruh dalam I'tiqad (aqidah), ucapan, maupun amalan sehingga dengan demikian kita akan menjadi seorang muslim sunni salafi yang sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Kita berharap dengan Daurah Masyaikh ke-5 kita terus memupuk dan meningkatkan amal-amal kebajikan di antara kita semua.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah menerima setiap amal kita, yang tentu saja dilandasi dengan keikhlasan dan ittiba' (mengikuti) Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam.&lt;br /&gt;Mungkin itu yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Solo, 16 Rajab 1430 H&lt;br /&gt;9 Juli 2009 M&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://groups.yahoo.com/group/Salafi-Indonesia/message/2342&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-8472306966962495196?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/8472306966962495196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=8472306966962495196&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/8472306966962495196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/8472306966962495196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/nasehat-asatidzah-ahlus-sunnah-untuk_3580.html' title='NASEHAT ASATIDZAH AHLUS SUNNAH UNTUK SALAFIYYIN'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-7896938827587320580</id><published>2009-07-10T23:14:00.004+07:00</published><updated>2009-09-04T17:19:33.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat untuk para Penuntut Ilmu'/><title type='text'>NASEHAT ASATIDZAH AHLUS SUNNAH UNTUK SALAFIYYIN INDONESIA</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menyongsong Dauroh Masyaikh Yogyakarta Ke-5&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Nasehat dari:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Abdul Haq Hafidzahullah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;الحمد لله رب العالمين، وصلاة وسلاما على المبعوث رحمة للعالمين، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaum muslimin yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala telah banyak memuji para 'ulama sebagaimana yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an, demikian pula disanjung oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, sebagaimana tertulis dalam hadits-haditsnya yang shahih.&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :&lt;br /&gt;"Niscaya Allah mengangkat orang-orang beriman di antara kalian dan memiliki ilmu beberapa derajat. Allah Maha Mengetahui perbuatan yang kalian amalkan." [Al-Mujadalah : 11]&lt;br /&gt;"Hanyalah yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah para 'ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Maha Pengampun." [Fathir : 28]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Demikian pula sabda Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam. Diriwayatkan dari shahabat Abu Ad-Darda' Radhiyallah 'anhu, bahwa Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya para 'ulama adalah pewaris para nabi. Sesunggungguhnya para nabi itu tidaklah mewariskan dinar ataupun dirham. Hanyalah para nabi itu mewariskan al-ilmu. barangsiapa yang mengambilnya, berarti ia telah mengambil jumlah yang banyak." [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi]&lt;br /&gt;Demikian juga sabda Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash Radhiyallah 'anhu, saya mendengar Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu dengan serta merta dicabut dari hati para hamba. Namun Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para 'ulama. Hingga apabila sudah tidak tersisa seorang 'ulama-pun, maka manusia menjadikan para pimpinannya orang-orang  yang jahil. Kemudian mereka (para pimpinan jahil tersebut) ditanya, maka mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka pun sesat dan menyesatkan."&lt;br /&gt;Kaum muslimin yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;'Ulama adalah cahaya ketika umat di atas kegelapan, ketika umat membutuhkan penerangan. Sebagaimana dikatakan oleh Abu Muslim Al-Khaulani rahimahullah :&lt;br /&gt;"Permisalan para 'ulama di muka bumi, bagaikan bintang-bintang di langit. Apabila bintang-bintang tersebut menampakkan diri, maka mereka pun dapat menyaksikannya. Namun apabila bintang-bintang tersebut menghilang, maka mereka kebingungan"&lt;br /&gt;Demikian pula dikatakan oleh Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah :&lt;br /&gt;"Andaikan bukan karena 'ulama, niscaya manusia akan menjadi seperti binatang."&lt;br /&gt;Yakni kesana-kemari tidak jelas arah dan tujuannya.&lt;br /&gt;Sehingga dengan adanya para 'ulama, maka mereka membimbing umat ini ke jalan yang lurus, ke jalan yang dimaukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Karena merekalah yang tahu bagaimana cara untuk menghadapkan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana yang Allah inginkan.&lt;br /&gt;Kami menghimbau kepada kaum muslimin seluruhnya, dari Sabang sampai Merauke, untuk bersatu padu, bahu membahu dalam rangka terselenggaranya Daurah Nasional Masyaikh Ahlus Sunnah ke-5 di Yogyakarta.&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan apa yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an :&lt;br /&gt;Berpegangteguhlah kalian kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian tercerai berai. Ingatlah nikmat Allah atas kalian ketika dulu kalia bermusuh-musuhan, kemudian Allah satukan hati-hati kalian, maka jadilah kalian dengan nikmat Allah saling bersaudara. Dulu kalian berada di tepi jurang neraka, namun Allah selamatkan kalian darinya. Demikianlah Allah menjelaskan kepada kalian ayat-ayat-Nya agar kalian mendapatkan petunjuk. [Ali 'Imran : 103]&lt;br /&gt;Kaum muslimin, yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala&lt;br /&gt;Daurah yang Insya Allah akan diadakan di Yogyakarta, tepatnya di Bantul dan Sleman adalah upaya menjalin ukhuwwah dan persatuan sesama kaum Ahlus Sunnah dari Sabang sampai Merauke di atas bimbingan pewaris para nabi.&lt;br /&gt;Sehingga perkara terpenting bagi kaum muslimin seluruhnya, untuk mewujudkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala sebutkan dalam Al-Qur'an :&lt;br /&gt;Dan tolong menolonglah kalian dalam perbuatan kebaikan dan perbuatan ketaqwaan. [Al-Ma`idah : 5]&lt;br /&gt;Demikian pula dalam rangka mengamalkan apa yang Allah sebutkan :&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah membeli jiwa-jiwa orang-orang yang beriman dan harta mereka dengan Jannah-Nya. [At-Taubah : 111]&lt;br /&gt;Sebagaimana yang Allah sebutkan sendiri tentang keindahan Jannah, dalam hadits  yang diriwayatkan dari shahabat Abu Hurairah, Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, bahwa Allah 'Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;Telah aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih kenikmatan-kenikmatan yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, bahkan belum pernah terbetik dalam hati manusia. [Muttafaqun 'alaihi]&lt;br /&gt;Karena betapa indah dan betapa bagusnya kenikmatan yang Allah Ta'ala siapkan untuk hamba-hamba-Nya yang shalih.&lt;br /&gt;Marilah kita bersama-sama untuk menimba ilmu kepada para 'ulama. Yang memang mereka adalah 'ulama.&lt;br /&gt;Demikian juga, apa yang dilakukan oleh para asatidzah dan ikhwah kita yang duduk di kepanitaan daurah, mereka senantiasa minta bimbingan dan petunjuk dari bapak Dakwah Salafiyyah ini, Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah. Sejak Daurah pertama, kemudian yang setelahnya, senantiasa meminta minta bimbingan kepada Asy-Syaikh Rabi' hafizhahullah ta'ala. Sehingga tidak diragukan lagi bahwa Daurah yang diselenggarakan di Bantul dan Sleman insya Allah, itu adalah daurah yang mendapat restu dari para 'ulama, mendapatkan bimbingan dari para 'ulama.&lt;br /&gt;Demikian pula tidak ada seorang 'ulama pun yang datang ke Indonesia, kecuali menginginkan untuk kembali lagi, bahkan mengajak 'ulama-'ulama yang lain, karena melihat betapa besar manfaat daurah yang diadakan. Karena melihat betapa besar semangat ikhwah salafiyyin Indonesia dalam menimba ilmu dan talaqqi langsung dari para 'ulama.&lt;br /&gt;Semoga kita digolongkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk menjadi umat yang senantiasa meminta bimbingan dan wejangan kepada para 'ulamanya. Karena memang merekalah orang yang paling tahu tentang agama ini, karena mereka adalah pewaris para nabi&lt;br /&gt;Barakallahufikum&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;وصلى الله وسلم وبارك على محمد وعلى آله وصحبه وسلم. والحمد لله رب العالمين&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bantul , Yogyakarta&lt;br /&gt;15 Rajab 1430 H&lt;br /&gt;7 Juli 2009 M&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sumber : http://groups.yahoo.com/group/Salafi-Indonesia/message/2337&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-7896938827587320580?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/7896938827587320580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=7896938827587320580&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7896938827587320580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7896938827587320580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/nasehat-asatidzah-ahlus-sunnah-untuk_10.html' title='NASEHAT ASATIDZAH AHLUS SUNNAH UNTUK SALAFIYYIN INDONESIA'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-7449936582868920612</id><published>2009-07-10T22:22:00.010+07:00</published><updated>2009-09-04T17:19:59.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat untuk para Penuntut Ilmu'/><title type='text'>NASEHAT ASATIDZAH AHLUS SUNNAH UNTUK SALAFIYYIN</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Keberadaan 'Ulama Rabbani Merupakan Nikmat Allah Yang Sangat Besar&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Nasehat dari:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;blink div="" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ustadz Abu 'Ubaidah Syafruddin (Sorong) Hafidzahullah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;الحمد لله رب العالمين، وصلاة وسلاما على المبعوث رحمة للعالمين، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ikhwani, rahimani wa rahimakumullah&lt;br /&gt;Dalam rangka untuk memberikan ihtimam terhadap pelaksanaan Daurah Masyaikh, yang sekarang telah terlaksana untuk ke-5 kalinya. Hal ini patut kita syukuri. Dalam sekian Daurah tersebut kita dapati sekian banyak faidah yang sangat indah nan mulia. Tentunya acara-acara seperti ini, daurah, perjumpaan dengan para masyaikh, kita mensyukurinya sebagai nikmat dari Allah Jalla wa 'Ala. Sebagaimana yang telah Allah beritakan tentang kondisi kaum mukminin tatkala Allah utus di tengah-tengah mereka seorang Rasul. Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Sungguh-sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di tengah-tengah mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri (manusia), yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka (dari kotoran syirik, penyakit hati), dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-hikmah. Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata." [Ali 'Imran : 164] &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Ini merupakan nikmat Allah Jalla wa 'Ala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman atas diutusnya para rasul.&lt;br /&gt;Maka wajib atas kaum muslimin secara umum, dan khususnya Ahlus Sunnah wal Jama'ah untuk bersyukur kepada Allah dengan keberadaan dan kunjungan para 'ulama di tengah-tengah kita, yaitu dengan kita bersama-sama menghadiri dan mengambil hikmah, faidah, ilmu, dan akhlaq, sebagaimana yang Allah beritakan tentang para rasul ketika diutus ke tengah-tengah umat. Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam berpesan bahwa para 'ulama adalah pewaris para nabi, yang berarti tugas dan kedudukan para nabi dalam mengemban tanggungjawab dakwah diwarisi oleh para 'ulama rabbaniyyun. Mereka bertugas membimbing, mendidik, mengajari umat. Mereka adalah 'ulama yang benar-benar memiliki bobot keilmuan dan mengamalkan ilmunya. Bukan malah menjadi 'ulama yang disinyalir dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai para penyeru kepada pintu-pintu neraka.&lt;br /&gt;Di sisi lain, yang menunjukkan perlunya kita mensyukuri keberadaan para 'ulama di tengah-tengah kita dan membimbing kehidupan kita, adalah sebagaimana gambaran yang Allah beritakan tentang keadaan Bani Israil. Di mana mereka adalah orang-orang yang dibimbing dengan sabar oleh Nabi Musa agar mau mempelajari dan mengamalkan ilmu. Ketika bersama Nabi Musa, mereka Allah selamatkan dari sekian bentuk musibah dan petaka, yang keselamatan tersebut benar-benar tampak dalam masa hidup mereka. Di antaranya, tatkala mereka Allah selamatkan dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya, Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan telah Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Wahai Musa, buatkanlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)"'. Musa menjawab: "Sesungguhnya kalian ini adalah kaum yang tidak mengetahui ". (Al-A'raf : 138)&lt;br /&gt;Para 'ulama, seperti Syaikhul Islam Muhammad bin 'Abdil Wahhab dalam Kitabut Tauhid dan para 'ulama lainnya, menyebutkan : bahwa suatu kaum yang dibimbing oleh seorang 'ulama, di tengah-tengah mereka ada 'ulama, masih bisa tidak memahami suatu permasalahan (sehingga jatuh dalam kesalahan), maka bagaimana dengan kaum atau seseorang yang jauh dari para 'ulama, berjalan sendiri jauh dari bimbingan 'ulama? Yang lebih mengkhawatirkan lagi apabila yang membimbing dan mengarahkan mereka adalah 'ulama-'ulama su' .&lt;br /&gt;Perhatikan jawaban Nabi Musa 'alahis salam : "Sesungguh-nya kalian ini adalah kaum yang tidak mengetahui/jahil (tentang sifat-sifat Allah)" sehingga dalam perkara ini kalian meminta dibuatkan tuhan. Maka Allah beritakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya mereka itu, akan dihancurkan kepercayaan yang mereka anut dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan." [Al-A'raf : 139]&lt;br /&gt;Maka Nabi Musa 'alahis salam mengingatkan Bani Israil, yang telah diberi nikmat diutusnya beliau kepada mereka,&lt;br /&gt;Musa menjawab: "Patutkah selain Allah aku inginkan untuk kalian sebagai ilah (dzat yang kalian ibadahi), padahal Dia-lah (Allah) yang telah melebihkan kalian atas segala umat?" [Al-A'raf : 140]&lt;br /&gt;Ikhwani Barakallahfikum&lt;br /&gt;Jadi suatu yang luar biasa kenikmatan yang Allah berikan berupa keberadaan 'ulama yang membimbing umat. Sebagaimana tadi disebutkan pada surat Al-A'raf, bahwa kaum yang di tengah-tengah mereka ada seorang nabi, masih tidak menutup kemungkinan jahil dalam suatu perkara sehingga bisa jatuh dalam kesalahan. Namun demikianlah mereka masih terselamatkan dengan keberadaan 'ulama di tengah-tengah mereka, dalam hal ini adalah para nabi.&lt;br /&gt;Demikian juga, acara daurah ini semoga bisa menjadi sarana ta'liful qulub (menyatukan hati), semakin erat dan bersatunya hati kaum muslimin, dan terjauhkannya penyakit-penyakit yang ada dalam hati berupa kedengkian, hasad, dan lainnya yang menyebabkan terjadinya perpecahan. Lihatlah para 'ulama, walaupun mereka berselisih dalam suatu permasalahan, tapi Allah berikan keutuhan dalam hubungan mereka. Karena urusannya adalah urusan dakwah, bukan urusan individu, bukan urusan 'ashabiyyah (fanatik), siapa yang kuat, siapa yang menang, siapa yang banyak pengikut, siapa yang punya harta. Lihatlah sekian banyak saling menolong para 'ulama satu sama lain, walaupun mereka tidak pernah berjumpa, walaupun mereka tidak sama masa hidupnya.&lt;br /&gt;Acara Daurah Nasional Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Ahlus Sunnah, menghadirkan para masyaikh Ahlus Sunnah wal Jama'ah, sehingga kita bisa mendapatkan ilmu dari sekian banyak masyaikh, yakni dari para 'ulama yang hadir.&lt;br /&gt;Inilah beberapa kalimat dari kami, semoga semakin memberikan semangat dan dorongan kepada ikhwah salafiyyin di seluruh penjuru pulau di Indonesia untuk menghadiri Daurah Nasional di Yogyakarta, yang insya Allah segera kita laksanakan dalam waktu dekat. Mudah-mudahan Allah Jalla wa 'Ala memberikan taufiq kepada kita semua untuk bisa mengambil faidah-faidah ilmiah, yang dengannya akan semakin memperkokoh kekuatan kita dalam berpijak di atas manhaj salaf. Demikian pula semoga memberikan dorongan kepada kita semakin bersemangat lagi untuk menuntut ilmu, mengambil faidah, bukan semata-mata ... yang kita cari, namun adab, akhlaq bahkan itu lebih mulia dan harus kita perhatikan.&lt;br /&gt;Wallahul Muwafiq. Wajazakumullah Khairan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sorong, 15 Rajab 1430 H&lt;br /&gt;8 Juli 2009 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sumber : http://groups.yahoo.com/group/Salafi-Indonesia/message/2341&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-7449936582868920612?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/7449936582868920612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=7449936582868920612&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7449936582868920612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/7449936582868920612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/nasehat-asatidzah-ahlus-sunnah-untuk.html' title='NASEHAT ASATIDZAH AHLUS SUNNAH UNTUK SALAFIYYIN'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-9128549765603250094</id><published>2009-07-10T06:33:00.007+07:00</published><updated>2009-09-04T17:21:42.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Faedah Dauroh Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat untuk para Penuntut Ilmu'/><title type='text'>Faidah dan Manfaat Dauroh Nasional di Bantul</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لحمد لله رب العالمين، وصلاة وسلاما على المبعوث رحمة للعالمين، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;FAIDAH DAN MANFAAT DAUROH NASIONAL MASYAIKH AHLUSSUNNAH DI INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;blink style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkait dengan penyelenggaraan Daurah Nasional Masyaikh Ahlus Sunnah, yang alhamdulillah pada tahun ini adalah Daurah ke-5 yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 29 Rajab hingga 11 Sya'ban 1430 H – atau bertepatan dengan tanggal 22 Juli – 2 Agustus 2009 M – Sangat perlu bagi kami untuk menjelaskan kepada segenap salafiyyin tentang faidah dan manfaat Daurah Nasional tersebut. Hal ini dalam rangka untuk menjalankan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  إبراهيم :7&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan (ingatlah juga), tatkala Rabb kalian menetapkan; "Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih&lt;/span&gt;". &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[Ibrahim : 7]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara faidah dan manfaat daurah yang terus dirasakan oleh Ahlus Sunnah hingga hari ini adalah :&lt;br /&gt;• Faidah-faidah ilmiah dari para 'Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam berbagai bidang ilmu, baik dalam bidang aqidah, fiqh, akhlaq, ibadah, mua'malah dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Memberi kesempatan kepada para ikhwah ahlus sunnah, terutama para asatidzah dan para du'at, untuk menimba atau talaqqi ilmu secara langsung kepada para 'ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah tersebut.&lt;br /&gt;Betapa banyak dari kalangan ahli sunnah yang berkeinginan dan berangan-angan besar untuk bisa sampai ke negeri para masyayikh dalam rangka memuntut ilmu. Namun, kebanyakan dari mereka belum diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa datang ke negeri-negeri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Para da'i dan para asatidzah berkesempatan untuk belajar kepada banyak para 'ulama dan masyaikh. Sehingga jumlah guru mereka dalam menimba ilmu dien ini semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penyelenggaraan daurah ini menepis sebuah syubhat yang dulu sempat disebarkan bahwa ada beberapa da'i Ahlus Sunnah tidak pantas berdakwah, karena tidak bertalaqqi ilmu langsung kepada para 'ulama .&lt;br /&gt;Syubhat ini, sesungguhnya muncul dari seorang yang tidak mengerti tentang pentingnya dakwah, serta harga dan nilai seorang dai salafi. Syubhat ini sempat menghinggapi qalbu beberapa ikhwan, sehingga banyak ikhwah yang tidak mau belajar kepada sebagian dai tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan penyelenggaraan daurah yang sudah berjalan sebanyak 4 (empat) kali, dan Insya Allah Daurah yang ke-5 pada tahun ini, syubhat tersebut menjadi padam dan orang yang menyebarkannya pun terdiam. Sekarang ini para dai dan asatidzah telah bertalaqqi ilmu langsung dari para masyayikh dan para 'ulama Ahlus Sunnah. Walhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setidaknya sudah 16 (enam belas) pelajaran dan kitab telah dipelajari oleh para asatidzah dan du'at di Indonesia dalam Daurah Masyayikh, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daurah Tahun I&lt;/span&gt;,&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Asy-Syaikh 'Abdullah bin 'Umar Mar'i&lt;/span&gt; hafizhahullah mengajarkan 2 (dua) kitab, yaitu :&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kitab Ushul As-Sunnah&lt;/span&gt; karya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Imam Ahmad&lt;/span&gt; rahimahullah; dalam bidang aqidah dan manhaj.&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kitabul Buyu'&lt;/span&gt; dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kitab 'Umdatul Ahkam&lt;/span&gt;, karya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asy-Syaikh 'Abdul Ghani Al-Maqdisi&lt;/span&gt; rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Asy-Syaikh Salim Ba Muhriz&lt;/span&gt; hafizhahullah mengajarkan 2 (dua) kitab, yaitu&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kitabul Jami' dari Kitab Bulughul Maram &lt;/span&gt;karya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar&lt;/span&gt; rahimahullah.&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Ushul As-Sittah&lt;/span&gt; karya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdil Wahhab&lt;/span&gt; rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;D&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aurah Tahun II,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Asy-Syaikh Khalid Azh-Zhafiri hafizhahullah mengajarkan 2 (dua) kitab, yaitu :&lt;br /&gt;5. Al-Qawa'idul Mutsla (tentang Al-Asma wa ash-shifat) karya Asy-Syaikh al-'Utsaimin.&lt;br /&gt;6. Kitabul Imarah dari Kitab Shahih Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh 'Abdullah Mar'i mengajarkan 2 (dua) kitab, yaitu :&lt;br /&gt;7. Kitabul Fitan dari Kitab Shahih Al-Bukhari&lt;br /&gt;8. Kitabul Buyu' dari Kitab Ad-Durarul Bahiyah karya Al-Imam Asy-Syaukani.&lt;br /&gt;Dalam pelajaran Kitabul Imarah yang diajarkan oleh Asy-Syaikh Khalid, begitu pula dalam pelajaran Kitabul Fitan yang diajarkan oleh Asy-Syaikh Abdullah al Mar'i, banyak faidah-faidah aqidah dan manhaj, di samping faidah-faidah hadits, sanad, rijalul hadits, dll yang diambil oleh para dai dan para asatidzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daurah Tahun III,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Asy-Syaikh Khalid Azh-Zhafiri hafizhahullah mengajarkan :&lt;br /&gt;9. Tath-hirul I'tiqad karya Al-Imam Ash Shan'ani rahimahullah. (dalam bidang aqidah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh 'Abdullah hafizhahullah mengajarkan :&lt;br /&gt;10. Al-Qawa'id Al-Fiqhiyah karya Al-Imam As-Sa'di rahimahullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurrahman Mar'i hafizhahullah mengajarkan :&lt;br /&gt;11. Bab Al-Waqf (tentang hukum waqaf, jenis-jenis, dan perkara-perkara yang terkait dengannya) dari Kitab Ad-Darari Al-Mudhiyah karya Asy-Syaukani rahimahullah.&lt;br /&gt;Berbagai pelajaran penting didapatkan dari pembahasan Babul Waqf ini. Dulu para dai dan para asatidz belum memahami perkara-perkara yang terkait dengan masalah waqaf, maka dengan pelajaran ini mereka jadi memahaminya. Di negeri ini khususnya, banyak permasalahan-permasalahan yang terkait dengan masalah waqaf, dengan pelajaran ini permasalahan-permasalahan tersebut terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daurah Tahun IV,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Asy-Syaikh Khalid Azh-Zhafiri, mengajarkan :&lt;br /&gt;12. Fathu Rabbil Bariyah karya Asy-Syaikh Al-'Utsaimin rahimahullah,&lt;br /&gt;Asy-Syaikh 'Abdullah bin 'Abdurrahim Al-Bukhari, mengajarkan&lt;br /&gt;13. Kitabun Nikah dari Kitab Minhaj As-Salikin karya Asy-Syaikh As-Sa'di rahimahullah.&lt;br /&gt;14. Manzhumah al-Baiquniyah yang disyarh oleh beliau sendiri dan telah dicetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh 'Abdullah bin Shalfiq, mengajarkan :&lt;br /&gt;15. Kitabul 'Ilmu dari Kitab Shahih Al-Bukhari dan&lt;br /&gt;16. Kitabus Sunnah dari Kitab Sunan Abi Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sampai tahun 1429 H kemarin sudah 16 (enam belas) mata pelajaran yang dipelajari oleh para asatidzah dan du'at salafiyin pada daurah masyayikh di Indonesia dari 6 (enam) masyayikh sebagai guru mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pada tahun ini, 1430 H, akan datang empat masyaikh –bidzinillah- yaitu :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh DR. 'Abdullah bin 'Abdirrahim Al-Bukhari, mengajarkan :&lt;br /&gt;(dua kitab yang sama sebagai kelanjutan pelajaran tahun lalu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Khalid Azh-Zhafiri, mengajar&lt;br /&gt;17. Kitab Sullamul Wushul karya Al-Imam Hafizh Al-Hakami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh 'Abdullah bin Shalfiq Azh-Zhafiri hafizhahullah, akan mengajarkan :&lt;br /&gt;18. Muqaddimah Sunan Ibni Majah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh DR. 'Ali bin Yahya Al-Haddadi dari Riyadh, akan mengajarkan :&lt;br /&gt;19. Kitabul Arba'in fi Madzhabis Salaf karya beliau sendiri muraja'ah Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah&lt;br /&gt;20. Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada tahun ini Insya Allah akan tertambahkan tiga pelajaran lagi sehingga pelajaran akan menjadi 20 pelajaran, dengan 7 (tujuh) masyaikh yang sudah menjadi guru dari para asatidzah dan du`at salafiyyin di Indonesia. Ini adalah nikmat yang sangat besar yang didapatkan dari daurah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;• Kemudian, yang tidak kalah pentingnya, faidah dan manfaat penyelenggaraan "Daurah Nasional Masyayikh Ahlus Sunnah" ini adalah : menyelesaikan problem-problem dakwah yang dihadapi dalam perjalanan dakwah di Indonesia ini, di antaranya :&lt;br /&gt;-- Problem dakwah terkait dengan masyarakat negeri ini.&lt;br /&gt;-- Problem dakwah terkait dengan waliyyul amr negeri ini.&lt;br /&gt;-- Problem dakwah terkait dengan hizbiyyin.&lt;br /&gt;-- Problem dakwah antar duat salafiyyin di Indonesia ini, disebabkan sekian banyak permasalahan terjadi antara duat salafiyyin ketika berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menghubungan dan mengenalkan umat dengan para 'ulamanya, sehingga umat bisa mengenal siapa 'ulama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Terjalinnya ukhuwah dan mahabbah Ahlus Sunnah ketika bertemu dalam acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bertambahnya semangat thalabul 'ilmi (menuntut ilmu) di tengah-tengah ahlus sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Semakin ciutnya para hizbiyyyun dan ahli batil karena para 'ulama Ahlus Sunnah semakin dikenal di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Waliyul amr pun semakin mengenal hakekat dakwah Ahlus Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak faidah dan manfaat dari daurah ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TA'AWUN BAHU MEMBAHU MENCAPAI TERWUJUDNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENYELENGGARAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"DAURAH NASIONAL MASYAYIKH AHLUS SUNNAH"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DI INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya daurah ini, maka para asatidzah menghimbau segenap ikhwah salafiyyin di Indonesia untuk bahu-membahu mewujudkan amal kebaikan ini. Maka panitia mengirimkan surat ke berbagai daerah di wilayah nusantara ini, ditujukan kepada para asatidzah dan para duat untuk disampaikan kepada ikhwah Ahlus Sunnah salafiyyin yang berisikan pemberitahuan tentang penyelenggaraan "Daurah Nasional Masyaikh Ahlus Sunnah" ke-5 tahun 1430 H, sekaligus himbauan kepada salafiyyin untuk bersama-sama mengemban amanah besar yang mengandung manfaat cukup besar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan ternyata ada pihak-pihak yang mungkin sebagiannya tidak mengerti tentang faidah dan manfaat yang diambil dari daurah tersebut. Sehingga mereka kurang bersemangat menghimbau Ahlus Sunnah untuk berta'awun dalam penyelenggaraan daurah ini. Padahal daurah ini terkandung di dalamnya berbagai faidah sebagaimana disebutkan, namun karena ketidakmengertian membuat sebagian pihak tidak bersemangat dalam berta'awun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan penjelasan ini dapat mengubah pandangan mereka, sehingga bersemangat untuk menghimbau saudara-saudaranya untuk berta'awun di atas kebaikan dan ketaqwaan. Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;- &lt;span style="font-size:130%;"&gt;مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أجْرِ فَاعِلِهِ&lt;/span&gt; - رواه مسلم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"Barangsiapa yang menunjukkan kebaikan maka ia mendapatkan seperti pahala orang yang melakukan kebaikan tersebut" [HR. Muslim dari shahabat Abu Mas'ud Al-Badri]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga sebagian pihak yang justru menghalangi upaya ta'awun 'alal birri wa taqwa ini, dengan melakukan penggembosan di beberapa daerah dan mengesankan bahwa penggalangan dana bantuan untuk acara "Daurah Nasional Masyaikh Ahlus Sunnah" adalah bentuk tasawwul yang madzmum (tercela) dalam syari'at.&lt;br /&gt;Ketika ditanyakan pada mereka "Apa yang melandasi ucapan antum dan siapa yang menjadi rujukan ucapan antum?", ternyata mereka tidak bisa menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah. Himbauan untuk bahu-membahu mewujudkan terselenggaranya daurah tersebut dilakukan di kalangan Ahlus Sunnah, di masjid-masjid Ahlus Sunnah, di kajian-kajian Ahlus Sunnah, atau di mahad-mahad Ahlus Sunnah, bukan di tempat-tempat umum, atau menyerbarkan pamflet dan spanduk untuk penggalangan dana. Tidak pula seperti yang dilakukan oleh sebagian pihak dengan cara meletakkan kotak amal di mall-mall, di tempat penjualan bakso, dll. Alhamdulillah kita tidak melakukan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himbauan tersebut dilakukan melalui para ustadz atau penanggung jawab dakwah di daerah setempat. Himbauan tersebut ditujukan kepada ikhwah salafiyyin atau kepada orang-orang yang simpati terhadap dakwah Ahlus Sunnah, yaitu orang-orang yang justru merasa bergembira ketika diajak berta'awun dengan Ahlus Sunnah guna mewujudkan 'Amal Khair, dan orang tersebut memang dikenal sebagai muhsinin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru kita mendapati dalil-dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah yang menghimbau kaum muslimin menyalurkan hartanya untuk kepentingan kaum muslimin. Di antaranya dalam As-Sunnah, hadits yang diriwayatkan dari shahabat Jarir bin 'Abdillah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suatu hari kami berada di sisi Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam. Tiba-tiba datanglah kepada beliau suatu kaum tidak beralas kaki dan compang camping pakaianya. Mereka berasal dari Mudhar. Maka merahlah wajar Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam tatkala melihat kondisi mereka. Beliau pun masuk lalu keluar lagi, kemudian beliau memerintahkan shahabat Bilal untuk melakukan adzan dan iqamat, kemudian shalat. Lalu beliau berkhuthbah, (beliau memulainya dengan membacakan beberapa ayat Al-Qur'an). Kemudian para shahabat berlomba-lomba untuk bershadaqah. Seseorang bershadaqah dengan dinarnya, dengan dirhamnya, dengan baju-bajunya, dengan satu sha gandumnya atau pun kurmanya, -- sampai-sampai – walaupun dengan separoh biji kurma."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berseri-serilah wajah Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam. Kemudian beliau Shallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;من سن فى الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها بعده من غير أن ينقص من أجورهم شىء ومن سن فى الإسلام سنة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها من بعده من غير أن ينقص من أوزارهم شىء&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"Barangsiapa yang membuat contoh yang baik dalam Islam, maka dia memperoleh pahala perbuatan tersebut dan pahala orang lain yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang membuat contoh yang jelek dalam Islam, maka ia mendapat dosa perbuatan tersebut dan dosa orang lain yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun." [HR. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah para shahabat Radhiyallah 'anhum, mereka berlomba-lomba menginfakkan hartanya, sampai terkumpul jumlah yang banyak. Setelah adalah himbauan dari Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam untuk bershadaqah dan berta'awun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faidah yang bisa kita petik dari kisah di atas adalah bahwa Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam menghimbau para shahabatnya untuk saling berta’awun ‘alal birri wat taqwa, saling membantu, tolong menolong, dan bahu membahu dalam mengatasi keadaan yang sangat membutuhkan bantuan. Oleh karena itu Al-Imam An-Nawawi memberikan bab terhadap hadits riwayat Al-Imam Muslim di atas :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;باب الحث على الصدقة&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;(Bab tentang disyariatkannya menghimbau kaum muslimin untuk bershadaqah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya yang dilakukan oleh panitia daurah adalah dari sisi ini. Yaitu menghimbau dan mengajak para asatidzah dan para da’i atau ikhwah yang bertanggung jawab di masing-masing daerah untuk menghimbau Ahlus Sunnah bershadaqah atau berinfaq demi membantu dan meringankan beban pelaksanaan Daurah Ilmiah yang mendatangkan para 'ulama Ahlus Sunnah dengan berbagai faidah yang telah kami sebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itupun tanpa penentuan nominal tertentu dan tanpa paksaan, masing-masing sesuai dengan tingkat kemampuannya. Kita tidak menghimbau seluruh ikhwah untuk mengumpulkan dana dengan cara yang terkesan kurang baik, seperti dengan cara membagikan amplop-amplop kosong, atau menyebarkan kotak-kotak infaq di toko-toko, mall-mall, atau lainnya. Bagi yang mau bershadaqah maka dikumpulkan kepada pihak yang telah ditunjuk sebagai penanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kami sangat menyayangkan, adanya sebagian pihak yang memvonis amalan mulia di atas sebagai bentuk tasawwul (meminta-minta/mengemis) yang tercela. Namun pada waktu dan kesempatan yang lain, dia melakukan pengumpulan dana entah melalui telpon atau sms kepada pihak-pihak tertentu. Suatu sikap tidak jujur, sikap yang tidak didasari oleh taqwa dan ilmu, serta tidak takut Allah ketika berkata dah berucap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru Kita mendapati para 'ulama kita, para 'ulama Ahlus Sunnah dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi, tidak jarang mereka melakukan himbauan kepada Ahlus Sunah, bahkan kepada muslimin secara umum, untuk bershadaqah membantu pihak-pihak yang butuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullah, yang dikenal dengan sifat zuhudnya dalam urusan dunia. Inilah beliau rahimahullah, sangat zuhud, mungkin kita tidak mampu meniru beliau. Semoga amalan beliau diterima oleh Allah, dan jika ada yang meniru beliau, semoga beliau rahimahullah juga terus mendapatkan pahalanya. Meskipun demikian, tidak kemudian beliau sembarangan dalam berfatwa. Tidak. Beliau tidak memaksakan pihak lain untuk bisa berbuat seperti beliau (yakni dalam sifat zuhd, wara', kedermawanan, dan yang semakna ini). Itu adalah sifat rahmah yang ada pada beliau.&lt;br /&gt;Pada hari-hari ini muncul "sekelompok kaum" yang mengharamkan jam’iyyah atau yayasan secara mutlak. Bagaimana pandangan dan fatwa beliau dalam masalah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullah berkata :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;أما الجمعيات الخيرية فهذا أمر مرغوب فيها، والله سبحانه وتعالى {وتعاونوا على البر والتقوى} وليس الخلاف بيننا وبينهم من أجل الجمعيات التي فيها الحث على بناء المساجد وكفالة اليتيم والمحاويج وفعل الخير فهذا أمر مرغوب فيه&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"Adapun yayasan-yayasan sosial, maka itu merupakan amalan yang sangat disukai. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman "Dan berta'awunlah kalian di atas kebaikan dan ketaqwaan". Bukanlah perselisihan antara kita dengan mereka (hizbiyyin) karena masalah yayasan-yayasan yang padanya ada himbauan untuk membangun masjid-masjid, (himbauan) mencukupi anak-anak yatim dan orang-orang yang kekurangan, serta (himbauan) bantuan sosial. Maka hal ini, maka merupakan amalan yang sangat disukai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan fatwa Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah yang berilmu luas dan sangat bijak ini, kemudian bandingkan dengan fatwa "anak-anak kemarin" yang dengan lancang mengharamkan yayasan secara mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, coba perhatikan pula bagaimana praktek yang diterapkan oleh Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah. Kalau fatwa di atas secara lisan, maka secara amaliah (praktek nyata) beliau rahimahullah sering sekali menuliskan tazkiyyah-tazkiyyah untuk para da’i yang membutuhkan fasilitas-fasilitas guna kepentingan dakwah. Misalnya maktabah, kendaraan, masjid, dll. Berbagai tazkiyyah yang beliau tulis itu berisi himbauan kepada para muhsinin (para donatur) untuk mengulurkan bantuan dan ta'awun-nya untuk pihak-pihak yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan, apakah Asy-Syaikh Muqbil memahami dan memandang cara yang beliau lakukan sebagai sikap tasawwul (meminta-minta) yang madzmum (tercela)? Tentu saja jawabannya adalah tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal beliau juga yang menulis kitab berjudul "Dzammul Mas’alah" (Tercelanya Meminta-minta) dan beliau ajarkan kepada para muridnya. Asy-Syaikh Muqbil tidak memahami bahwa menghimbau manusia untuk berta’awun 'alal birri wat taqwa termasuk jenis meminta-minta yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya pada hari-hari ini muncul sikap dan cara berpikir gharib (asing/tidak pernah dikenal sebelumnya) yang diistilahkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdil Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah sebagai Nafasun Gharib (Gerak Nafas yang Aneh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham aneh, yang mengharamkan yayasan secara mutlak, ini termasuk nafas gharib yang berbahaya terhadap perjalanan Dakwah Salafiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah Baz rahimahullah, dalam Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah – yang berisi kumpulan berbagai fatwa, karya tulis, risalah, dan surat-surat beliau – bisa kita dapatkan fatwa, himbauan, dan ajakan Asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz untuk berta’awun ‘alal birri wat taqwa. Terlalu banyak contohnya, di antaranya pada jilid IV halaman 174 :&lt;br /&gt;نداء لجميع المسلمين وغيرهم لمساعدة السودان وشعبها بالدعم والمواساة بسبب الكارثة العظيمة التي نزلت بهم&lt;br /&gt;"Seruan untuk seluruh kaum muslimin dan selain mereka untuk membantu negeri dan rakyat Sudan dalam bentuk santunan disebabkan musibah besar yang menimpa mereka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himbauan beliau ini dalam bentuk surat resmi dari kantor beliau, tertanggal 8 Muharram 1409 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut cuplikan isi surat tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;من عبد العزيز بن عبد الله بن باز&lt;br /&gt;إلى من يطلع عليه من المسلمين وغيرهم في المملكة العربية السعودية وغيرها، وفقني الله وإياهم لفعل الخيرات وجعلنا جميعا من المسارعين إلى الباقيات الصالحات .&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;فإني أهيب بجميع المسلمين وغيرهم من الأمراء والوزراء والأغنياء وغيرهم ممن يحب الخير ويعين عليه في المملكة العربية السعودية وغيرها من سائر المعمورة أن يبادروا إلى مد يد العون لإخوانهم في السودان، وأن تكون المساعدة عامة لكل ما يحتاجون إليه من نقود وأطعمة وملابس وخيام وأدوية وغير ذلك.&lt;br /&gt;كما أهيب بجميع العلماء والدعاة إلى الله سبحانه وجميع الأمراء وأئمة المساجد وجميع الأعيان أن يحثوا المسلمين على الوقوف بجنب إخوانهم في السودان بالدعم والمساعدة استجابة لأوامر الله سبحانه وأوامر رسوله بالحث على الإنفاق في وجوه الخير والتعاون على البر والتقوى، والمساعدة في تخفيف المصائب، قال الله   آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Abdul Aziz bin 'Abdillah bin Baz&lt;br /&gt;Kepada semua pihak yang membaca surat ini dari kalangan muslimin atau yang selainnya, baik di Kerajaan Saudi Arabia atau yang lainnya, semoga Allah memberi taufik kepadaku dan kepada mereka agar bisa melaksanakan amal-amal sosial dan menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku menghimbau segenap kaum muslimin dan selainnya, dari kalangan pemerintah, menteri-menteri, dan para hartawan, serta lainnya yang mencintai kebaikan dan suka menolong di atas kebaikan, baik yang ada di Kerajaan Saudi Arabia atau di luar Saudi Arabia untuk bersegera dalam rangka memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di Sudan dan bantuan tersebut bersifat umum (yang mereka butuhkan) baik uang, makanan, pakaian, tenda-tenda, obat-obatan dan lainnya.&lt;br /&gt;Kemudian saya juga menghimbau kepada seluruh 'ulama, para dai, dan seluruh tokoh untuk menghimbau kaum muslimin untuk sama-sama membantu saudara-saudaranya di Sudan dengan bantuan dan pertolongan, dalam rangka merealisasikan perintah Allah dan Rasul-Nya terkait dengan perintah atau himbauan untuk berinfaq dalam perkara kebaikan dan ta'awun dalam kebaikan dan ketaqwaan serta bantuan untuk meringankan musibah. Allah 'Azza wa Jalla berfirman : "Berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya, serta infaqkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kalian dan menginfaqkan memperoleh pahala yang besar." [Al-Hadid : 7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(kemudian beliau menyebutkan 10 dalil dari Al-Qur`an dan 10 dalil dari As-Sunnah yang berisi himbauan, baik secara umum maupun khusus, untuk berinfaq dan tolong menolong meringankan beban saudaranya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada penutup surat :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وأسأل الله أن يجعل ذلك عملا خالصا لوجهه الكريم، وأن يثقل به مو&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ازين الجميع يوم القيامة ويرفع به درجاتهم في دار الكرامة , ويخلف عليهم ما أنفقوا بخير منه وأفضل، إنه ولي ذلك والقادر عليه، وصلى الله على نبينا محمد والله وصحبه وسلم.&lt;br /&gt;عبد العزيز بن عبد الله بن باز&lt;br /&gt;رئيس المجلس التأسيسي لرابطة العالم الإسلامي بمكة المكرمة&lt;br /&gt;والرئيس العام لإدارات البحوث العلمية والإفتاء والدعوة&lt;br /&gt;والإرشاد بالمملكة العربية السعودية&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kepada Allah agar menjadikan itu sebagai amal yang ikhlash mengharap wajah-Nya yang mulia, dan menjadikannya bisa memberatkan timbangan (amal kebaikan) bagi semua, dan dengannya Allah mengangkat derajat mereka di negeri penuh kemuliaan. Serta menggantikan harta yang telah mereka infaq dengan yang lebih baik dan lebih utama. Sesungguhnya Dia Pemilik (karunia) itu dan Mampu melakukannya.&lt;br /&gt;Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad dan para shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baz&lt;br /&gt;Ketua Majelis Tinggi Rabithah 'Alam Islami di Makkah Al-Mukarramah&lt;br /&gt;Pimpinan Umum Lembaga Riset Ilmiah, Fatwa, Dakwah, dan Bimbangan Islam&lt;br /&gt;Kerajaan Saudi 'Arabia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan, surat himbauan tersebut merupakan surat yang beliau keluarkan secara resmi dan disebarkan secara internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga pada Majmu' Fatawa wa Maqalawat Mutanawwi'ah jilid 18 halaman 408 :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;نداء وتذكير لمساعدة المجاهدين في فلسطين&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"Seruan dan Peringatan untuk Membantu Para Mujahidin di Palestina"&lt;br /&gt;Surat resmi dari kantor beliau, yang dipublikasikan melalui majalah Al-Buhuts Al-Islamiyyah, edisi 28 tahun 1410 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi surat-surat beliau yang seperti di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak langkah beliau ini juga merupakan jejak langkah para 'ulama kibar lainnya pada masa ini. Hal yang sama juga dilakukan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah, Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Asy-Syaikh 'Abdul Muhsin Al-'Abbad, Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi hafizhahumullah dan para 'ulama lainnya, baik secara lisan maupun secara tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga keterangan singkat ini dapat memberikan penerangan kepada kita, agar kita bisa bersikap dan berkata di atas bimbingan ilmu dan para 'ulama, serta terjauhkan dari berbagai sikap aneh yang membahayakan kemashalahatan Dakwah Salafiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan keterangan ini sebagai ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Amin Ya Rabbal 'Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وصلى الله وسلم وبارك على محمد وعلى آله وصحبه وسلم. والحمد لله رب العالمين&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;23 Jumadats Tsaniyyah 1430 H&lt;br /&gt;17 Juni 2009 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asatidzah Penanggung Jawab&lt;br /&gt;Penyelenggaraan&lt;br /&gt;Daurah Nasional Masyaikh Ahlus Sunnah&lt;br /&gt;Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikirimkan oleh al Akh Abu Amr via email. Format PDF bisa didownload di http://www.salafy.or.id/upload/manfaatdaurah.pdf atau http://www.salafishare.com/29CRFG0U4EE1/OMDVSGW.pdf)  diambil dari http://www.darussalaf.or.id/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-9128549765603250094?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/9128549765603250094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=9128549765603250094&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/9128549765603250094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/9128549765603250094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/faidah-dan-manfaat-dauroh-nasional-di.html' title='Faidah dan Manfaat Dauroh Nasional di Bantul'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-3397531503653702697</id><published>2009-07-08T11:23:00.016+07:00</published><updated>2009-07-08T14:34:59.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat bagi para pemimpin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kepada pemerintah terpilih..."Ayo selamatkan moral generasi muda bangsamu!!"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);font-size:85%;" &gt;(ditulis pada hari Rabu 08 Juli 2009 jam 10.20 WIB....Ga Nyontreng?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Arus tekhnologi saat ini dari hari ke hari semakin pesat. Pada tahun 1998 ketika kami pertamakali memiliki telephon genggam (hp), pada waktu itu orang masih melihat hp sebagai barang mewah&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SlRFX3RTh7I/AAAAAAAAAL4/DvpWQWleg8g/s1600-h/green-dam-youth-escort-ittibaualafpress.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SlRFX3RTh7I/AAAAAAAAAL4/DvpWQWleg8g/s200/green-dam-youth-escort-ittibaualafpress.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355982133126203314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; dan hanya bisa dimiliki kalangan tertentu saja. Harga kartu perdana waktu itu sangat mahal, berada pada kisaran harga antara Rp 200.000,- sampai dengan Rp 500.000,-, bahkan pernah mencapai harga sampai satu juta.&lt;br /&gt;Kami masih ingat pada tahun 1999 ketika kami sedang butuh uang, kemudian terpaksa kami jual chip nomer hp kami (bukan hp-nya tapi kartu telephon-nya) yang waktu itu kami pake kartu mentari. Kebetulan pada waktu itu harga perdana kartu hp sedang tinggi-tingginya, akhirnya kami jual kembali kartu chip kami ke sebuah konter hp dan alhamdulillah waktu itu laku Rp 600.000,-, padahal kartu itu kami beli sekitar 3 bulanan sebelumnya seharaga Rp250.000,-.&lt;br /&gt;Namun tengoklah perkembangannya sekarang, dimana harga hp semakin mudah di jangkau dan harga kartu perdana bak kacang goreng, sehingga setiap orang sekarang ini hampir tidak ada yang tidak punya hp dan dengan kartu telephone yang bermacam-macam dan bisa sering berganti-ganti nomer seenaknya.&lt;br /&gt;Ditambah lagi persaingan operator telephone seluler semakin ketat, pada akhirnya mereka berlomba-lomba menarik pelanggan sebanyak-banyaknya dengan menekan tarif semurah-murahnya dan para pelanggan bisa bicara semau-maunya dan sepuas-puasnya, kapan saja dan dimana saja...ehm..kaya iklan  xl ya?!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping itu banyak diantara operator telephone tersebut menawarkan pitur-pitur tambahan. Dan yang sekarang sedang "booming" adalah pitur murahnya akses data internet melaui jaringan seluler. Coba bayangkan dengan hanya Rp 50.000,- anda bisa akses internet bebas sebulan penuh tanpa ada batasan pemakaian (unlimited).&lt;br /&gt;Wuih...murah sekali dan ini bisa semakin membuka peluang setiap orang di setiap rumah dengan mudah memiliki dan bisa mengakses internet kapan saja dan dimanapun mereka berada, baik denga komputer rumahan (desktop) ataupun secara mobile dengan laptop atau hp canggih model-model sekarang (yang sudah bisa menerima dan mengakses internet).&lt;br /&gt;Tentu saja hal ini membuka peluang bagi siapa saja terutama generasi muda, dengan mudah bisa mengakses situs-situs apapun yang mereka mau, termasuk situs-situs porno.&lt;br /&gt;Sisi keprihatinan inilah yang seharunya bisa dipikirkan dan ditangani bersama oleh pemerintah dan masyarakat, agar moral dan akhlak geneasi muda kita kedepannya tidak semakin rusak.&lt;br /&gt;Walaupun kemajuan-kemajuan tekhnologi seperti itu tidak bisa dibendung dan dihalangi begitu saja. Namun sebaiknya bagi kaum muslimin yang secara langsung ataupun tidak, terlibat dalam kemajuan tekhnologi tersebut, hendaknya bisa secara arif dan bijaksana dalam menyikapinya. Seperti nasehat Al-Ustadz Muhammad terhadap para penguna internet, yang beliau nukilkan dari perkataan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin -Rahimahullah- ketika  ditanya tentang Iptek, beliau menjawab: : "&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Laa yudzammu mutlaqan wa laa yumdahu mutlaqan&lt;/span&gt;" (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak tercela secara mutlak, tidak pula terpuji secara mutlak&lt;/span&gt;".) Yakni setiap penemuan teknologi memiliki 2 sisi penggunaan: dapat digunakan untuk kebaikan atau bahkan sebaliknya dapat digunakan untuk sarana kejelekan. Demikian pula dengan telah ditemukannya jaringan internet, ia telah menjadi sarana berbagai macam kebejatan moral, kekufuran dan sarana penyebar kebid'ahan-kebid'ahan dan lain-lain. Namun di sisi lain ia dapat digunakan pula sebagai sarana penyebar dakwah, hingga mempermudah tersebarnya dakwah Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, lihat selengkapnya  &lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/nasehat-bagi-para-pengguna-website.html" target="_blank" title="disini"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Dalam pembatasan akses-akses negatif seperti inilah pemerintah terkait seperti Depkominfo dan lainnya sangat dibutuhkan peranannya. Walhamdulillah kami mendapatkan informasi bahwa dari Depkominfo sekarang ini sedang berusaha membendung arus penyebaran pornografi di jaringan internet Indonesia dengan membangun "National Gateway". Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi M. Nuh ketika ditemui di Malang, Minggu (21/6/2009) siang.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Beliau mengatakan : “National Gateway bertujuan sebagai filter dalam menyaring segala situs yang masuk ke Indonesia. Termasuk sebagai langkah membendung masuknya situs porno. Lebih mudahnya National Gateway seperti pelabuhan atau bandara, yang dapat menyaring segala yang masuk.” M. Nuh menjelaskan, apapun situs yang akan masuk dari jaringan internet akan melalui National Gateway. Jadinya, semua akan tersaring dan tidak ada lagi situs porno menyusup ke jaringan internet di tanah air. “Ini usaha kita untuk menyaring gencarnya situs porno yang selalu merubah diri tanpa menghilangkan materi yang dibawa,” ungkapnya. Sebelumnya, lanjut M. Nuh, Depkominfo telah memblokir sekitar 2 juta situs porno yang masuk melalui jaringan internet untuk penggunaan di kalangan pemerintahan. Kendati telah berhasil memblokir jutaan situs porno, kata M. Nuh, tidak membuat situs-situs tersebut hilang atau tidak terakses.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Langkah-langkah seperti itu yang perlu mendapat dukungan dari kaum Muslimin agar rencana dan langkah-langkah dalam menjaga moral bangsa terutama generasi mudanya bisa terlaksana.Peran para ahli tekhnologi terutama di bidang IT yang masih memiliki hati nurani dan prihatin dengan kerusakan moral generasi muda sangat di butuhkan. Sehingga diharapkan mereka juga bisa memberikan masukan atau bantuan berupa saran software yang bisa membantu memblokir situs-situs porno.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Seperti yang diterpakan di Negara Cina baru-baru ini mulai 1 Juli 2009, Negeri Tirai Bambu ini mewajibkan semua PC yang dijual agar dilengkapi dengan software pemblokir situs-situs tertentu. Software itu bernama "Green Dam-Youth Escort, ini merupakan hasil kerja sama Jinhui Computer System Engineering Co dengan Beijing Dazheng Human Language Technology Academy Co. Sebagaimana yang dikutip &lt;strong&gt;detikINET&lt;/strong&gt; dari Reuters, Senin (8/6/2009), tujuan utama pengadaan software ini adalah untuk memblokir akses ke situs pornografi. Menurut pemerintah Cina, hal ini demi melindungi kalangan remaja dari konten-konten 'berbahaya'.&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau..jika ada dengan cara-cara lainnya yang lebih efektif agar bisa memblokir situs-situs yang berbahaya dalam mengancam moral generasi muda kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi kaum Muslimin secara umum hendaknya langkah-langkah pemerintah dalam membendung arus negatif dari tekhnologi kita dukung. Dan langkah-langkah prefentiv bagi setiap orangtua yang memiliki tanggung jawab terhadap anak-anaknya, hedaknya mereka bisa memantau dan mengarahkan anak-anak mereka agar tidak menggunakan fasilitas tekhnologi tersebut dengan sebebasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan kita harapkan juga kepada pemerintah, langkah-langkah untuk pemblokiran situs-situs porno tersebut bisa segera terlaksanakan, bukan hanya sekedar slogan-slogan untuk menarik massa ketika kampanye...Ingatlah!!!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertangungjawabannya..."&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(H.R. Bukhari dan Muslim dari Shahabat Abdullah bin 'Umar -Radhiallahu 'anhumaa-)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi lebih dari itu yakni semoga rencana-rencana tersebut merupakan langkah nyata yang harus segera terlaksana, agar moral generasi muda bangsa ini bisa terjaga dan tidak terkena pegaruh negatif dari kemajuan tekhnologi tersebut....Ayooo para pemimpin Indonesia!! Jangan kalah dengan Cina....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wallahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu Harits Faishal&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-3397531503653702697?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/3397531503653702697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=3397531503653702697&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/3397531503653702697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/3397531503653702697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/kepada-pemerintah-terpilihayo.html' title='Kepada pemerintah terpilih...&quot;Ayo selamatkan moral generasi muda bangsamu!!&quot;'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SlRFX3RTh7I/AAAAAAAAAL4/DvpWQWleg8g/s72-c/green-dam-youth-escort-ittibaualafpress.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-5837149588459617404</id><published>2009-07-06T01:37:00.017+07:00</published><updated>2009-07-06T03:20:31.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Tekhnologi'/><title type='text'>Mempercepat Akses Internet Explorer (IE)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SlEAgwEjk3I/AAAAAAAAALo/s9cCXrI8ORs/s1600-h/Very+fast+ie%28Ittibausalaf+Press%29.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 152px; height: 109px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SlEAgwEjk3I/AAAAAAAAALo/s9cCXrI8ORs/s200/Very+fast+ie%28Ittibausalaf+Press%29.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355061994580054898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada postingan &lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/mempercepat-akses-mozila-firefox.html" target="_blank"&gt;sebelumnya&lt;/a&gt;, kami sampaikan tips mempercepat akses Mozila Firefox. Maka pada kesempatan kali ini, kami masukkan tips berikutnya bagi para browser yang lebih suka menggunakan ie explorer.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tips-tips ini juga sudah kami coba dan memang cukup lumayan untuk bisa dapat menambah kecepatan akses browsing dengan menggunakan Internet explorer (Ie).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencoba tips-tips ini ikuti tahap-tahap berikut ini :&lt;br /&gt;1. Klik Start&lt;br /&gt;2. Klik Run&lt;br /&gt;3. Ketik regedit.exe&lt;br /&gt;4. Klik OK&lt;br /&gt;5. Klik tanda (+) pada HKEY_CURRENT_USER&lt;br /&gt;6. Klik tanda (+) pada Software&lt;br /&gt;7. Klik tanda (+) pada Microsoft&lt;br /&gt;8. Klik tanda (+) pada Windows&lt;br /&gt;9. Klik tanda (+) pada Current Version&lt;br /&gt;10. Klik pada folder Internet Settings&lt;br /&gt;11. Sekarang alihkan pandangan anda ke sidebar yang di sebelah kanan&lt;br /&gt;12. Klik 2x pada file (default) yang berada paling atas&lt;br /&gt;13. Isi kolom Value data tersebut dengan 10&lt;br /&gt;14. Klik OK&lt;br /&gt;15. Selesai, Silahkan keluar dari halaman Registry editor tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refresh Internet Explorer (IE)dan coba buka kembali jendela ie kita dan rasakan perbedaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam, semoga bisa dimanfaatkan dengan baik.&lt;br /&gt;sumber : http://banana.blogdetik.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-5837149588459617404?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/5837149588459617404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=5837149588459617404&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/5837149588459617404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/5837149588459617404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/mempercepat-akses-internet-explorer-ie.html' title='Mempercepat Akses Internet Explorer (IE)'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SlEAgwEjk3I/AAAAAAAAALo/s9cCXrI8ORs/s72-c/Very+fast+ie%28Ittibausalaf+Press%29.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-8034837652559884573</id><published>2009-07-06T00:59:00.005+07:00</published><updated>2009-09-04T17:22:30.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keutamaan orang berilmu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi Ulama'/><title type='text'>Para Pewaris Nabi</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;SYAIKH MUQBIL BIN HADI AL-WAD'I -&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rahimahullah&lt;/span&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;blink style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Diringkas Oleh Abu Malik Adnan Al-Maqthori&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;Beliau adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muqbil bin Hadi bin Muqbil bin Qanidah Al-Hamadani Al-Wadi’i Al-Khallaaly&lt;/span&gt; dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kabilah Aalu Rasyid&lt;/span&gt; dan di timur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sha’dah&lt;/span&gt; dari lembah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dammaj&lt;/span&gt;. Pada permulaan mencari ilmu, beliau belajar pada sebuah jami’ Al-Hadi dan tak ada seorangpun pada waktu itu yang membantunya dalam thalabul ilmi. Selang beberapa waktu beliau pergi menuju Al-Haramain dan Najd.&lt;br /&gt;Suatu ketika seorang penceramah memberinya nasihat tentang kitab-kitab yang ber-manfaat dan menunjukkannya pada Shahih Bukhari, Bulughul Maram, Riyadlush Shalihin, Fathul Majid dan memberinya satu nuskhah dari Kitab Tauhid. Beliau menekuni dan mempelajari buku-buku tersebut. Beberapa waktu kemudian beliau pulang ke negerinya dan mengingkari setiap apa yang dilihatnya yang menyelisihi tauhid dari penyembelihan yang diperuntukkan selain kepada Allah, membangun kubah di atas kuburan dan berdoa kepada orang-orang yang telah mati.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika berita ini terdengar oleh orang-orang Syi’ah pada waktu itu, mereka mengatakan, “Barang-siapa yang mengubah ajaran agamanya, maka bunuhlah!” Sebagian dari mereka mengadukan kepada kerabat-kerabat Syaikh, “Jika kalian tidak melarangnya, maka kami akan memenjarakannya.” Setelah itu mereka memutuskan untuk memasukkannya kembali ke Jami’ Al-Hadi untuk belajar pada mereka dan menghilangkan syubhat-syubhat yang ada pada Syaikh (menurut anggapan mereka pent). Berkata Syaikh, “Ketika aku melihat kurikulum yang ditetapkan adalah Syi’ah Mu’tazilah maka aku putuskan untuk konsentrasi dalam ilmu nahwu.” Dan tatkala terjadi perubahan politik antara Republik dan Kerajaan (Yaman), beliau meninggalkan negerinya dan pergi ke Najran untuk ber-mulazamah kepada Abul Husain Majduddin Al-Muayyid dan men-dapatkan faedah darinya, terlebih khusus dalam bahasa Arab. Beliau tinggal di sana selama kurang lebih selama dua tahun, kemudian ber-’azzam untuk ber-rihlah (menempuh perjalanan pent) ke negeri Haramain dan Najd dan belajar pada sebuah madrasah tahfizh Al-Qur’an Al-Karim. Kemudian bertekad lagi untuk safar ke Makkah dan beliau menghadiri durus (halaqoh-halaqoh ilmu pent) di antaranya adalah Syaikh Yahya bin Utsman Al-Baqistani dan Syaikh Al-Qadhi Yahya Asywal dan Syaikh Abdurrazzaq Asy-Syahidi Al-Mahwithi. Lalu beliau masuk ke ma’had Al-Haram Al-Makki dan selesai dari tingkatan mutawasith dan tsanawi beliau pindah ke Madinah dan masuk ke Jami’ah Al-Islamiyah pada fakultas da’wah dan ushuluddin. Saat tiba waktu liburan Syaikh merasa takut kehilangan waktunya, sehingga beliau mengikutsertakan dirinya pada fakultas syari’ah untuk menambah ilmu. Karena materi-materinya saling berdekatan dan sebagiannya sama, maka hal itu dianggap sebagai murajaah (pengulangan) atas yang beliau pelajari di fakultas da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai dari dua fakultas ini, Syaikh berkata, “Aku diberi dua ijazah, namun alhamdulillah aku tidak menghiraukannya, yang terpenting bagiku adalah ilmu.” Setelah selesai dari dua fakultas ini dibukalah di jami’ah untuk tingkatan lanjutan yaitu magister, beliaupun mendaftarkan dirinya dan beliau berhasil dalam ujian penerimaannya yaitu dalam bidang ilmu hadits. Berkata Syaikh, “Setelah ini semua, aku tinggal di perpustakaanku. Hanya beberapa saat berdatanganlah sebagian saudara-saudara dari Mesir, maka aku buka pelajaran-pelajaran dari sebagian kitab-kitab hadits dan kitab-kitab bahasa. Dan masih saja para thalabul ilmi berdatangan dari Mesir, Kuwait, Haramain, Najd, ‘Adn, Hadramaut, Al-Jazair, Libia, Somalia, Belgia dan dari kebanyakan negeri-negeri Islam dan yang lainnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung-gunung dan pasir serta lembah-lembah menjadi saksi bagi Abu Abdirrahman (nama kunyah Syaikh Muqbil pent) dalam penyebaran Sunnah dan kesabarannya dalam menanamkan pada hati manusia serta permusuhannya terhadap bid’ah dengan fadhilah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;Guru-guru beliau yang paling masyhur :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Abdul Aziz As-Subail&lt;br /&gt;2. Abdullah bin Muhammad bin Humaid&lt;br /&gt;3. Abdul Aziz bin Rasyid An-Najdi&lt;br /&gt;4. Muhammad bin Abdillah Ash-Shoumali&lt;br /&gt;5. Muhammad Al-Amin Al-Mishri&lt;br /&gt;6. Hammad bin Muhammad Al-Anshori&lt;br /&gt;7. Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz (beliau pernah hadir mengikuti sebagian halaqoh ilmunya di Haramun Madani yaitu pada kitab Shahih Muslim)&lt;br /&gt;8. Muhammad Nashiruddin Al-Albani (beliau mengambil faidah darinya pada pertemuan khusus para thalabatul ilmi dan pada kesempatan-kesempatan yang lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari karya-karya Syaikh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ash-Shahih Al-Musnad min Asbabin Nuzul&lt;br /&gt;2. Al-Ilzamaat wat-Tatabbu’&lt;br /&gt;3. Asy-Syafa’at&lt;br /&gt;4. Ash-Shahih Al-Musnad mimma laisa fish-Shahihaini&lt;br /&gt;5. Ash-Shahih Al-Musnad min Dalaailin Nubuwwati&lt;br /&gt;6. Al-Jami’u Ash-Shahih fil-Qadari&lt;br /&gt;7. Al-jami’u Ash-Shahih mimma laisa fish- Shahihaini (tersusun sesuai dengan bab-bab fiqhiyyah)&lt;br /&gt;8. Tatabbu’u Awhamil Hakim fi al-Mustadrak al-lati lam yunabbih ‘alaiha Adz-Dzahabi ma’a Tarajimi lir-ruwati alladzina laisu min rijali Tahdzibi At-Tahdzib&lt;br /&gt;9. As-Suyufu Al-Bathirat li ilhadi Asy-Syuyuiyyah Al-Kafirah&lt;br /&gt;10. Ijabatu As-Saili ‘an ahammi Al-Masaili&lt;br /&gt;11. Dan beliau juga mempunyai sekitar 33 karya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa murid-murid Syaikh yang menonjol, murid-murid beliau sangat banyak sekali tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah, kami sebutkan beberapa di antaranya yang menonjol dari kalangan muallifin (penulis buku), para dai-dai, dan selain mereka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ahmad bin Ibrahim Abul Ainain Al-Mishri&lt;br /&gt;2. Ahmad bin Sa’id Al-Asyhabi Al-Hajari Abul Mundzir&lt;br /&gt;3. Usamah bin Abdul Latif Al-Kushi, penulis kitab Al-Adzan&lt;br /&gt;4. Abdullah bin Utsman Ad-Damari, beliau terkenal sebagai pemberi ceramah kalangan Ahlussunnah di Yaman&lt;br /&gt;5. Abdul Aziz bin Yahya Al-Bura’i&lt;br /&gt;6. Abdul Mushawwir bin Muhammad Al- Ba’dani&lt;br /&gt;7. Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushobi Abdali&lt;br /&gt;8. Muhammad bin Abdillah Al-Imam Abu Nashr Ar-Raimi&lt;br /&gt;9. Musthofa bin Ismail Abul Hasan As- Sulaimani Al-Maghribi&lt;br /&gt;10. Musthofa ibnul Adawi Al-Mishry&lt;br /&gt;11. Yahya bin Ali Al-Muri&lt;br /&gt;12. Abdur Raqib bin Ali Al-Ibbi&lt;br /&gt;13. Qasim bin Ahmad Abu Abdillah At-Taizi&lt;br /&gt;14. Jamil bin Ali Asy-Syaja’ Ash-Shobari&lt;br /&gt;15. Ali bin Abdillah Abul Hasan Asy-Syaibani&lt;br /&gt;16. Auf bin Abdillah Al-Bakkari Abu Harun&lt;br /&gt;17. Utsman bin Abdillah Al-Utmi&lt;br /&gt;18. Ummu Abdillah binti Muqbil bin Hadi al-Wadi’i, penulis kitab Ash-Shahihul Musnad min Asy-Syamaili Al-Muhammadiyyah dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinukil dari "Silsilah Al Muntaqo min Fatawa As Syaikh Al Allamah Muqbil bin Hadi AL Wadi’i"&lt;br /&gt;Judul Indonesia "Risalah Ramadan untuk Saudaraku Kumpulan 44 Fatwa Syaikh Muqbil bin Hadi" Penerbit Pustaka At Tsiqaat Press&lt;br /&gt;Sumber :http://ghuroba.blogsome.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-8034837652559884573?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/8034837652559884573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=8034837652559884573&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/8034837652559884573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/8034837652559884573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/para-pewaris-nabi_06.html' title='Para Pewaris Nabi'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2818706024262531807.post-5247399987159039956</id><published>2009-07-05T17:40:00.014+07:00</published><updated>2009-07-12T08:33:39.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Tekhnologi'/><title type='text'>Mempercepat Akses Mozila Firefox</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SlEBJI4cOrI/AAAAAAAAALw/ON8Dek2j2jA/s1600-h/Very+fast+Firefox+%28Ittibausalaf+Press%29.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 185px; height: 139px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SlEBJI4cOrI/AAAAAAAAALw/ON8Dek2j2jA/s200/Very+fast+Firefox+%28Ittibausalaf+Press%29.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355062688434895538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Informasi ini berkaitan dengan informasi atau artikel umum tentang dunia komputer. Sebagaimana telah di jelasakan pada penjelasan &lt;a href="http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/04/assalamualaikum-warahmatullahi-wa_13.html" target="_blank" title="Profil Kami&amp;amp;Buku Tamu"&gt;PROFIL KAMI &amp;amp; BUKU TAMU&lt;/a&gt;, bahwa kami akan menyisipkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; juga artikel/ materi umum baik yang berkaitan dengan profesi kami atau artikel lainnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;se&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;perti pengetahuan umum, info atau tips komputer dan lain-lain. pada kesempatan ini kam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;i i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ngin menyampaikan &lt;/span&gt;beberapa info gadget yang terdapat di kanan laman dari blog kami.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara gadget yang kami tampilakan ada info yang berisi keterangan "Untuk tampilan terbaik gunakan Firefox(Free Download Versi terbaru Juni 2009 &lt;a href="http://rd.software.yahoo.com/firefox/35/id/yahoo_firefox_setup.exe" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://rd.software.yahoo.com/firefox/35/id/yahoo_firefox_setup.exe" target="_blank"&gt;Firefox 3.5 RC2&lt;/a&gt;)".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keterangan ini memang kami ketahui setelah kami mencoba browsing dengan menggunakan beberapa software browser internet seperti IE, Opera, google chrome, firefox dan lain-lain, dan ternyata dengan Mozila Firefox kami bisa menampilkan tampilan dari suatu situs dengan cepat dan lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada tulisan kali ini kami ingin memberikan tips-tips agar pengguna internet yang menggunakan mozila firefox bisa lebih baik dan lebih cepat lagi memunculkan tampilan browsingnya, sehingga waktu dalam membuka-buka suatu situs ketika browsing akan lebih efisien, insya Allah. Informasi tips ini telah kami terapkan dan sejauh ini memang bisa memberikan tampilan akses yang lebih cepat dan lebih baik lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Langkah-langkahnya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Buka jendela FireFox&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Pada address bar, ketik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;about:config&lt;/span&gt; kemudian enter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Klik 2x pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;network.http.max-connection&lt;/span&gt;, ganti digit angka tersebut menjadi 48&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Klik 2x pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;network.http.max-connection-per-server&lt;/span&gt;, ganti digit angka tersebut menjadi 24&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5. Klik 2x pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;network.http.max-persistent-connections-per-proxy&lt;/span&gt;, ganti digit angka tersebut menjadi 12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6. Klik 2x pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;network.http.max-persistent-connections-per-server&lt;/span&gt;, ganti digit angka tersebut menjadi 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;7. Klik 2x pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;network.http.pipelining&lt;/span&gt;. Pastikan di kolom Value (paling kanan) sudah berubah menjadi true&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8. Klik 2x pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;network.http.pipelining.maxrequests&lt;/span&gt;, ganti digit angka tersebut menjadi 8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9. Klik 2x pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;network.http.proxy.pipelining&lt;/span&gt;. Pastikan di kolom Value (paling kanan) sudah berubah menjadi true&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10. Klik kanan dimana saja (asal di tempat kosong)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;11. Sorot New, Klik Integer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;12. Ketik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nglayout.initialpaint&lt;/span&gt;. Delay pada kolom yang muncul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;13. Klik OK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;14. Ketik 0 (nol) pada kolom yang muncul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;15. Klik OK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;16. Selesai, silahkan keluar dari tab about:config&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;17. Refresh Firefox&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk mempermudah dalam mencari tulisan yang di cetak tebal silahkan copy dan paste-kan fada filter setelah membuka about:config pada addres bar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semoga bermanfaat…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber : http://banana.blogdetik.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2818706024262531807-5247399987159039956?l=ittibausalafpress.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/feeds/5247399987159039956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2818706024262531807&amp;postID=5247399987159039956&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/5247399987159039956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2818706024262531807/posts/default/5247399987159039956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ittibausalafpress.blogspot.com/2009/07/mempercepat-akses-mozila-firefox.html' title='Mempercepat Akses Mozila Firefox'/><author><name>Ittibausalafpress</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02181862095323666196</uri><email>Ittibausalafpress@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11682632321250261349'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KSOnWEpIeoc/SlEBJI4cOrI/AAAAAAAAALw/ON8Dek2j2jA/s72-c/Very+fast+Firefox+%28Ittibausalaf+Press%29.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>