<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420</id><updated>2009-11-24T10:45:18.984+07:00</updated><title type='text'>Bangsari</title><subtitle type='html'>Cuma Sekadar Tukang Wedang</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>254</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-2730889164103654111</id><published>2009-11-18T17:00:00.008+07:00</published><updated>2009-11-18T18:49:35.361+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulang Tahun'/><title type='text'>Setahun yang lalu</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SwKvLy3IBrI/AAAAAAAAA4Q/gR2mAovK7eo/s1600/Cincin-Kawin.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SwKvLy3IBrI/AAAAAAAAA4Q/gR2mAovK7eo/s400/Cincin-Kawin.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405075119964423858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, setahun sudah usia pernikahan kami. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Saya menganggap itu sebagai prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit cerita tentang mengapa tanggal ini yang kami pilih. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Ya. Bener-bener kami berdua yang memilihnya. Bukan pilihan kedua orang tua kami, apalagi menggunakan rumus-rumus njelimet berpatokan &lt;i&gt;weton&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;primbon&lt;/i&gt;. Permintaan dari mamanya (Bapak sudah almarhum) cuma satu: akad nikah harus dilaksanakan sebelum dia naik haji. Nah. Rupanya, ada alasan yang baginya sangat prinsip. Seperti banyak orang jawa timur lainnya, mama sudah menyiapkan diri kalau-kalau nanti dipanggil &lt;i&gt;Pengeran &lt;/i&gt;di tanah suci sana. Owalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Cilakanya, eh ndak ding.  Itu berarti kami cuma punya waktu ndak sampe dua bulan. Ya sudah lah. Maka kami pilihlah tanggal itu. Alasannya, cuma karena pada tanggal itu kami berdua bisa cuti dan tanpa diganggu pekerjaan. Sesederhana itu. Kami percaya sepenuhnya, tidak ada yang namanya hari buruk. Manusia lah yang kemudian mempersepsikannya sebagai baik atau buruk. Dan kami percaya setiap hari adalah hari baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya, setahun berlalu dan kami baik-baik saja. Padahal saya belum bisa &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;makani, nyandangi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;mapani&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Belum bisa makani, &lt;i&gt;wong&lt;/i&gt; buktinya dia masih bekerja. Belum sepenuhnya bisa nyandangi, &lt;i&gt;wong&lt;/i&gt; duit saya hanya baru cukup untuk hidup saya sendiri. Dan masih tetap ngontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, kami tetap selamet. Karena itu kami merayakannya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-2730889164103654111?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/2730889164103654111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=2730889164103654111' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/2730889164103654111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/2730889164103654111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/11/setahun-yang-lalu.html' title='Setahun yang lalu'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SwKvLy3IBrI/AAAAAAAAA4Q/gR2mAovK7eo/s72-c/Cincin-Kawin.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-5708524226314799552</id><published>2009-11-12T17:44:00.001+07:00</published><updated>2009-11-13T11:03:50.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singapura'/><title type='text'>Singapore #4: Mount Sophia nomor 7</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/Svu_TF8pI7I/AAAAAAAAA4A/Sdv_A6ivUbE/s1600-h/Old-School.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 210px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/Svu_TF8pI7I/AAAAAAAAA4A/Sdv_A6ivUbE/s400/Old-School.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403122512695993266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mount Sophia nomor 7. Sebuah alamat yang kami berempat belum pernah tahu, ke sana lah kami menuju. Mengingat waktu yang sudah larut, maka langsung saja kami menghampiri pangkalan taksi. Ada empat taksi mangkal berjajar di sana. Tak jauh dari situ, dua tiga orang terlihat sedang mengelilingi tong sampah. Merokok. Tebakan saya, mereka orang Indonesia. Selebihnya, sepi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Secarik kertas berisi alamat kami sodorkan ke tukang taksi dan dia langsung mengiyakan. Ajaib! Sesuatu yang jarang saya jumpai di jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam perjalanan, secara iseng teman yang duduk di samping sopir bertanya, darimana dia bisa tahu alamat dimaksud. Jawabannya ternyata dari GPS yang terpasang di dashboard mobil. Layarnya seukuran tivi kecil, jauh lebih besar dari GPS versi burung biru di Jakarta. Saya perhatikan, selama perjalanan si supir melakukan aktivitas menerima atau membaca pesan di layar itu, sepintas membaca peta dan berkali-kali mengobrol di telepon (sesuatu yang terasa janggal di Jakarta) plus melayani pertanyaan-pertanyaan kami. Oh iya, argometernya juga tertera di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang dari 30 menit, kami sampai di alamat. Adi sang tuan rumah, teman main rekan sepabrik yang hanya saya kenal lewat jejaring facebook, telah menanti di depan penginapan. Dan kami harus banyak berterima kasih kepadanya atas semua panduannya ke semua tempat tanpa diminta. Dari dia juga saya jadi tahu banyak hal. Berapa yang harus dibayar untuk naik MRT atau bus, dimana lokasi makanan yang halal dan bagaimana sertifikasi halal itu bisa diperoleh, tentang  orang-orang kaya Indonesia yang tinggal dan mengendalikan bisnis dari sana, dan terlalu banyak hal yang saya tak bisa ingat satu-satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena baru sampai selepas tengah malam, kami tak sempat kemana-mana. Kecuali mencari pengganjal perut ke tempat makan terdekat. Hujan deras mengguyur saat kami memutuskan keluar. Salahnya kami, kami pikir tempat terdekat itu ya benar-benar dekat. Lha ternyata jaraknya ada sekiloan lebih. Saat berangkat, tak begitu terasa. Tapi begitu hujan menderas sewaktu pulang, jarak segitu terasa begitu berat. Belum lagi lelah yang mulai menyerang, ngantuk dan belum juga mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kloter kedua datang sekitar sejam setelah kami selesai makan. Waktu sudah menunjukkan pukul 02:30-an dan mereka kehabisan energi untuk mencari makan. Dan kami harus cepat tidur untuk menyimpan tenaga guna jalan-jalan esok hari. Dua teman kami memisahkan diri menginap di kawasan Arab Street.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvvAkRGk6sI/AAAAAAAAA4I/w6YCFVpRFRY/s1600-h/Trinity-College.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 221px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvvAkRGk6sI/AAAAAAAAA4I/w6YCFVpRFRY/s400/Trinity-College.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403123907259853506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Paginya kami baru bisa memperhatikan sekeliling. Penginapan ini dulunya komplek gereja. Ini terlihat jelas dari sebuah salib yang masih bertengger kokoh di puncak aulanya. Kemudian tampat ini beralih fungsi menjadi Kampus Trinity College sekaligus pemondokan mahasiswa. Ya kira-kira mirip asrama mahasiswa Darma Putra di Jogja lah. Bedanya, di sini kamarnya lebih kecil dan ranjangnnya bersusun. Layaknya asrama, di sini juga disediakan dapur kecil, televisi milik bersama dan kamar mandi umum. Bedanya lagi, tersedia air panas dan dingin untuk mandi. Air krannya, sebagaimana standar sana, layak minum. Begitu sterilnya, kata Adi, orang sana cenderung jadi penakut. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mount sophia terletak di perbukitan kecil, dekat dengan The Istana dan favoritnya kebanyakan orang Indonesia, Orchard Road. Mount sophia juga relatif dekat dengan kawasan backpacker di seputaran YMCA. Ke Marina Bay pun tak terlalu jauh. Sebenarnya sih bisa dikatakan hampir kesemua tempat itu relatif dekat. Lha wong singapura itu kecil je. Hal yang sangat saya sukai dari tempat penginapan kami adalah, suasana yang sepi dan pemandangan yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa harga per malam? Ini dia pertanyaan yang sering di ajukan orang. Di hari terakhir, kami dikenakan SGD 30 per kepala. Ya, sangat murah untuk ukuran sana. Tapi kata teman saya, di Arab Street dan sekitarnya yang termasuk pusat kawasan &lt;i&gt;backpacker&lt;/i&gt;, harganya sedikit berbeda. Tapi ya itu, harus mau berbagi dengan orang lain.&lt;br /&gt;- untuk kamar berdelapan, harga perkepala SGD 15&lt;br /&gt;- untuk kamar berenam, harga perkepala SGD 18&lt;br /&gt;- untuk kamar berempat, harga perkepala SGD 21&lt;br /&gt;- untuk kamar berdua, harga perkepala SGD 25&lt;br /&gt;- untuk kamar berdua, kamar madi didalam, harganya beda lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Plus gratis sarapan pagi. Oh iya, seringkali harga penginapan di sana belum termasuk biaya registrasi SGD 20. Katanya, untuk uang member yang berlaku selamanya. Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan perjalanan 28 Oktober - 01 November 2009&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-5708524226314799552?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/5708524226314799552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=5708524226314799552' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/5708524226314799552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/5708524226314799552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/11/singapore-4-mount-sophia-nomor-7.html' title='Singapore #4: Mount Sophia nomor 7'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/Svu_TF8pI7I/AAAAAAAAA4A/Sdv_A6ivUbE/s72-c/Old-School.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-2130605898075790863</id><published>2009-11-09T18:24:00.010+07:00</published><updated>2009-11-12T15:07:26.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gumunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singapura'/><title type='text'>Singapore #3: Budget Terminal</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvBAKgNx5zI/AAAAAAAAA3I/0R6Z9JObiZo/s1600-h/Changi-Omith.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 263px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvBAKgNx5zI/AAAAAAAAA3I/0R6Z9JObiZo/s400/Changi-Omith.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399886502407825202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Belum lama saya tahu, bahwa beberapa bandara menerapkan kebijakan untuk menempatkan maskapai-maskapai penerbangan murahnya khusus di satu terminal. Biasa disebut Budget Terminal, mungkin kependekan dari Low Budget Terminal. Ehtahlah. Pemisahan ini betujuan untuk menghindari penumpukan massa di terminal yang "lebih" mahal. Karena yang namanya murah itu ya biasanya selalu penuh peminat. Belum lagi, seperti disinggung pada &lt;a href="http://bangsari.blogspot.com/2009/11/singapore-1-catatan-perjalanan-singkat.html"&gt;tulisan pertama&lt;/a&gt;, biasanya penumpang murah itu cenderung &lt;i&gt;pating crenthel&lt;/i&gt; banyak bawaan, relatif kurang tertib dan begitulah. Pokoknya dibedakan. Itu kata teman saya sih...&lt;/span&gt;  &lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kuala Lumpur sudah menerapkan, Svarnabhumi iya dan Cengkareng sedang dalam proses. Singapura? Sudah pasti lah. Maka begitu pula si macan ini. Di Cengkareng sih masih campur dengan terminal biasa (2 D) dan dalam dalam proses ke terminal 3 (yang nantinya akan dikhususkan untuk penerbangan murah). Eh, masih katanya ding. Sementara di Changi, ya jelas sesuai kelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terminal ini kecil, bercat coklat kekuningan, sangat bersih dan terang. Setelah saya perhatikan, terminal ini lebih mirip sebuah gudang yang tinggi dan luas dengan pengamanan ketat. Bentuknya mirip toserba Makro (yang tahunya saya cuma) di Jogja. Layaknya gudang, pilar-pilar bajanya langsung terlihat mata memandang. Selepas pemeriksaan imigrasi, terlihat cuma ada 3 atau empat konter jualan dan sebuah &lt;i&gt;vending machine&lt;/i&gt; di sana. Sangat berbeda dengan terminal utama yang apa saja ada. Bahkan menginap di sana pun terasa nyaman. &lt;i&gt;Lha wong&lt;/i&gt; semua kebutuhan pokok tersedia &lt;i&gt;je&lt;/i&gt;. Yang bayar: makan, minum dan belanja dengan harga yang bisa dikata sama dengan di luar. Sedang yang gratisan, ada kolam renang, pijet kaki dan internet. Di budget terminal, apa yang saya sebut di atas juga ada tapi dalam skala lebih kecil. Tapi untuk urusan menginap, rasanya kok ndak tega rebahan di ubin lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang sangat terasa berbeda dengan terminal utama adalah, begitu keluar pintu terminal, suasananya mirip seperti suatu kota kecil di suatu negeri entah di mana. Jalanan yang sangat lebar, marka jalan yang banyak, pepohonan yang besar-besar dan tinggi serta lampu-lampu yang bertebaran. Dan sangat sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvA_ttQxlrI/AAAAAAAAA3A/w0esAZJ__2U/s1600-h/Changi-Konter.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvA_ttQxlrI/AAAAAAAAA3A/w0esAZJ__2U/s400/Changi-Konter.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399886007693842098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Biarpun kecil, jangan ragukan fasilitasnya. Pertama, seperti sudah disebut didepan, mesin pijet kaki yang bisa dioperasikan sendiri. Kedua, banyak permen di sini. Di imigrasi maupun di bagian informasi yang berada tepat di samping pintu keluar. Toiletnya bagus dan sangat bersih, makanan berlabel halal dari Majelis Ulama Singapore dan ada beberapa taksi menunggu. Oh iya, jalan ke kota harus dicapai melalui terminal utama. Tapi tenang saja, tersedia bus menuju kesana. Gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung kami ndak paham jalan menuju alamat, sementara waktu sudah mendekati tengah malam, maka kami putuskan menggunakan taksi. Menuju 7 &lt;i&gt;Mount Sophia&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan perjalanan 28 Oktober - 01 November 2009 &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-2130605898075790863?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/2130605898075790863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=2130605898075790863' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/2130605898075790863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/2130605898075790863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/11/singapore-3-budet-terminal.html' title='Singapore #3: Budget Terminal'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvBAKgNx5zI/AAAAAAAAA3I/0R6Z9JObiZo/s72-c/Changi-Omith.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-7879813236943902379</id><published>2009-11-05T16:05:00.002+07:00</published><updated>2009-11-12T15:07:12.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gumunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singapura'/><title type='text'>Singapura #2: Tiger Airways. Heh? Apanya Supra Fit tuh?</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvA6_2BlsOI/AAAAAAAAA24/n_WN3o_Wi-U/s1600-h/Tiger+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 184px; height: 75px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvA6_2BlsOI/AAAAAAAAA24/n_WN3o_Wi-U/s320/Tiger+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399880821725573346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tiger Airways? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mendengar nama itu, dahi saya langsung berkerut. Yakin? Salah sebut kali? Ndak pernah denger tuh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bahkan sempat saya mengira itu "Thai Girl Airways". Thai Girl, yang biasa dibaca (dan diplesetkan) menjadi Tiger, adalah sebutan untuk wanita penghibur di negeri gajah sana. Tapi masa iya sih pesatuannya mereka sudah mampu memiliki maskapai penerbangan sendiri? Duh! Rasanya terlalu sulit untuk jadi kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Namun karena teman seperjalanan dan pasangannya sudah memesan tiket pada maskapai itu, akhirnya saya juga mencari informasinya di internet. Dan ternyata memang ada di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.tigerairways.com/sg/en/"&gt;www.tigerairways.com&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;.  Dia sendiri juga mencoba karena rekomendasi temannya dan belum pernah mencoba sebelumnya.&lt;/span&gt; :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah membandingkan dengan maskapai lain, antara yakin dan tidak, akhirnya saya  memesan tiket pergi-pulang untuk saya dan &lt;a href="http://omith.blogspot.com/"&gt;omith&lt;/a&gt;. Totalnya USD 118. Jauh lebih murah dibandingkan maskapi murah lainnya. Bahkan cuma separuh dari Singa Udara yang bermoto: Sekarang semua orang bisa terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ya itu. Harga segitu tanpa bagasi dan nomor kursi. Sebenarnya masih ndak yakin saya. Tapi, ah sudahlah. Kalau pun nanti pesawatnya jelek, waktunya molor-molor dan di atas nanti akan terjadi rebutan kursi, toh itu cuma perjalanan sejam lewat sedikit. Tak jadi soal. Saya pernah mengalaminya sewaktu penerbangan ke Kendari dan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, masih ada satu masalah lagi. Tidak ada perwakilannya di Indonesia. Jadi kalau tiba-tiba pesawatnya tidak datang, ya terima nasib. Salah sendiri jadi orang susah. Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun itu belum selesai. Keraguan saya bertambah satu lagi setelah tak satu pun diantara kami yang tahu dimana letak terminalnya. Dari mana seharusnya kami naik di  bandara Cengkareng? Dan ternyata memang tidak diterakan di tiket mau pun di website-nya. &lt;i&gt;Byuh!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Dan lagi-lagi setelah browsing sana-sini lewat internet, akhirnya kami mendapat informasi tempatnya berada di terminal 2 D. Terpujilah engkau penemu teknologi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran itu belum juga habis. Loket &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;boardingnya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; cuma satu. Itu pun berada jauh di deretan paling ujung. Hmm... sepertinya memang bukan pilihan yang bagus, pikir saya dalam hati. Untungnya, kami mendapatkan nomor tempat duduk bersebelahan dekat koridor. Ndak bisa minta dekat jendela. Ya sudah. Setidaknya adegan rebutan kursi itu ndak bakalan terjadi. Satu risiko terkurangi. Di tiket tertera naiknya dari Gate 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang tunggu, antrian penumpang tumpah ruah. Banyak diantaranya bukan orang Indonesia. Ya jelas lah. Lha wong penerbangan ke luar negeri kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang, terdengar pengumuman dari pengeras suara, penumpang disilakan memasuki pesawat. Maka ritual antrian para fakir segera dimulai. Beragam manusia, dengan berbagai jinjingan bergelantungan karena ga mau rugi, berbaris menuju pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ujung lorong, saya melihat supirnya. Eh, maksudnya pilotnya. Bule. Ndak penting juga sih. Tapi setidaknya bagi manusia bermental &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;inlander&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt; macem saya, ini bisa mengikis sedikit rasa khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/Svu9f73MVXI/AAAAAAAAA34/gbl7a5YEqR0/s1600-h/Tiger.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 288px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/Svu9f73MVXI/AAAAAAAAA34/gbl7a5YEqR0/s400/Tiger.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403120534303823218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan kekhawatiran saya langsung sirna begitu memasuki pintu pesawat. Pesawatnya baru, berjenis Bus Udara Boeing 737-400. Dindingnya putih dan bersih sekali. Dan yang penting lagi, lampunya hidup semua!!! Belum lagi awak kabinnya yang cantik-cantik dan ganteng. Halah. Pokoknya lebih yahud dari si Singa Udara atau Asia Udara. Apa karena rutenya masih baru? Semoga tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari majalah gratisan versi maskapai, saya mendapat informasi tambahan. Maskapai ini baru saja berulang tahun yang kelima sejak pertama kali terbang dari Changi (entah kemana, lupa). Dan lagi-lagi dari Internet, rute CGK-SG ternyata baru dibuka sejak maret 2009 yang lalu (kalau ndak salah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu "cacat" kecil, penumpang tidak diberi minum selama perjalanan yang 1 jam 20 menit itu. Tapi ada sebungkus kecil kacang bawang asin yang enak. Kata temen, ini kacang benar-benar sebuah jebakan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;betmen&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;. Disuruh ngemil biar beli kehausan. :P Di atas semua itu, si &lt;a href="http://www.tigerairways.com/id/en/"&gt;macan&lt;/a&gt; tetep jempol!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;Catatan perjalanan 28 Oktober - 01 November 2009&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambal diambil dari &lt;a href="http://www.tigerairways.com/id/en/"&gt;sini&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-7879813236943902379?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/7879813236943902379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=7879813236943902379' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/7879813236943902379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/7879813236943902379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/11/singapura-2-tiger-airways-heh-apanya.html' title='Singapura #2: Tiger Airways. Heh? Apanya Supra Fit tuh?'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvA6_2BlsOI/AAAAAAAAA24/n_WN3o_Wi-U/s72-c/Tiger+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-4938938483848061543</id><published>2009-11-05T06:12:00.005+07:00</published><updated>2009-11-12T15:06:54.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singapura'/><title type='text'>Singapore #1: Catatan perjalanan singkat di akhir pekan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvOpWsJYUiI/AAAAAAAAA3g/sdHBshgp8kw/s1600-h/Esplanade.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 254px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvOpWsJYUiI/AAAAAAAAA3g/sdHBshgp8kw/s400/Esplanade.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400846585420075554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hampir setahun yang lalu saya pernah menjanjikan ke &lt;a href="http://omith.blogspot.com/"&gt;omith&lt;/a&gt; untuk sebuah perjalanan ke luar negeri untuk yang kedua. Kenapa bukan dalam negeri? Ya karena saya (seperti kebanyakan orang indonesia lainnya, masih) menganggap luar negeri itu keren, maju dan glamor. Tapi saya ndak muluk-muluk, saya cuma menjanjikan perjalanan murah meriah ala &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;backpacker&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; yang marak itu lho. Tentang kapan dan kemana, saya cuma menjanjikan "nanti".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berawal dari obrolan iseng-iseng pengin jalan murah-meriah entah kemana, lalu bener-bener dapet tiket yang murah. Jadi, kenapa tidak? Maka, akhir pekan yang lalu (28 Oktober - 01 November 2009), saya dan beberapa rekan sepabrik jalan-jalan ke negeri sebelah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Walhasil, jadilah kami berdelapan: saya, &lt;a href="http://omith.blogspot.com/"&gt;omith&lt;/a&gt;, 5 rekan sepabrik dan seorang teman lain. Penerbangan terbagi dalam dua kloter dengan maskapai berbeda. Kloter pertama berangkat jumat pukul 20:05 WIB dan pulangnya pukul 18:35 waktu negeri singa, sedangkan kloter kedua berangkat sekitar pukul 22:05 WIB dan pulangnya pada jam yang sama waktu Singapore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian kloter ini sebenarnya tak disengaja, lebih karena alasan kemurahan biaya. Empat rekan (yang berangkat lebih malam) sudah memesan tiket sebelumya di Jet Airways (tiket berangkat seharga 500 ribuan) dan pulangnya dengan Air Asia (sekitar itu pula). Sementara saya, omith dan 2 rekan lain baru mencari seminggu kemudian, atau seminggu sebelum keberangkatan. Lha, kok jebule ndilalahe kersane ngalah, kami dapet tiket yang lebih murah di &lt;a href="http://www.tigerairways.com/"&gt;Tiger Airways&lt;/a&gt;. Cuma separuh (benar-benar separuh) dari harga di atas. Cihuy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari negeri itu saya mencatat beberapa hal-hal kecil yang menurut saya menarik, setidaknya menurut ukuran saya. Rencananya sih saya buat berseri. Untuk menjadi kenang-kenangan yang bisa saya baca ulang suatu saat nani. Tapi ya itu, banyaknya seri nanti bergantung pada ingatan, kesempatan dan tentu saja hasrat menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, silahkan ditunggu serialnya. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Cerita terkait kunjungan pertama ada &lt;a href="http://bangsari.dagdigdug.com/category/singapura/"&gt;di sana&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan perjalanan 28 Oktober - 01 November 2009&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-4938938483848061543?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/4938938483848061543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=4938938483848061543' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/4938938483848061543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/4938938483848061543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/11/singapore-1-catatan-perjalanan-singkat.html' title='Singapore #1: Catatan perjalanan singkat di akhir pekan'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SvOpWsJYUiI/AAAAAAAAA3g/sdHBshgp8kw/s72-c/Esplanade.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-1882793967367414400</id><published>2009-10-21T12:16:00.011+07:00</published><updated>2009-10-21T18:00:28.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bundaran HI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cangkruk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nongkrong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guyon'/><title type='text'>Muktamar 2009: Blogging for Nothing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.b-h-i.co.cc/"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 321px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/St7ppnOqaeI/AAAAAAAAA2U/Ddgjv_kkPXM/s400/180x321px.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395006304750823906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar yang ketiga akan segera digelar! Kapan dan dimana? Baca detil dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Waktu: 20:00 - sampai bosen&lt;br /&gt;Hari, tanggal: Jumat, 23 Oktober 2009&lt;br /&gt;Tempat: Pojokan Bunderan Hotel Indonesia&lt;br /&gt;Agenda: Kumpul-kumpul&lt;br /&gt;Biaya: Rp 2.000,- (boleh diangsur 3 kali)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Suguhan: sudah disiapkan oleh juragan besar &lt;a href="http://kesambet.com/"&gt;Kang Yoyok Putro Kusumo&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan seperti biasa, Muktamar Blogger ini digelar sebagai ajang parodi alias lucu-lucuan terhadap acara &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger&lt;/a&gt;. Makanya tak perlu konfirmasi, biaya yang sangat murah dan tentu saja sajian yang bersahaja. Satu lagi, dilarang tersinggung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kurang? Ada lagi hal menarik agi Anda yang dari luar Jakarta. Tempat menginap di markas besar Kebon Kacang &lt;b&gt;gratis&lt;/b&gt;. Dengan syarat tidak boleh berisik selama tinggal. Oh iya, handuk, sabun, sikat gigi dan sandal jepit bisa dipesan ke saudara Yudhi. Untuk tambahan sangu, silahkan dibicarakan diluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini kami kehabisan ide mengenai kegiatan sosial apa yang bisa dilakukan. Ide yang biasanya juga sekaligus dijadikan sebagai tema Muktamar. Maka dari itu, kemudian muncullah tagline untuk muktamar kali:&lt;b&gt; Blogging for nothing.&lt;/b&gt; Alias ndak ngapa-ngapain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, silahken datang jika berminat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan terkait di &lt;a href="http://wahyunurdiyanto.com/2009/10/21/muktamar-telah-tiba/"&gt;nothing&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://fanabis.blogdetik.com/2009/10/21/muktamar-blogger-masih-ada/"&gt;fanabis&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://kukuruyuk.dagdigdug.com/2009/10/21/muktamar-blogger-iii-blogging-for-nothing/"&gt;pitik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-1882793967367414400?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/1882793967367414400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=1882793967367414400' title='26 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/1882793967367414400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/1882793967367414400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/10/muktamar-2009-blogging-for-nothing.html' title='Muktamar 2009: Blogging for Nothing'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/St7ppnOqaeI/AAAAAAAAA2U/Ddgjv_kkPXM/s72-c/180x321px.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-7707106461415253273</id><published>2009-10-14T20:27:00.001+07:00</published><updated>2009-10-14T20:27:00.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbuh'/><title type='text'>Manusia bicara</title><content type='html'>Sebuah catatan sangat menarik dari &lt;a href="http://jack-separo.blogspot.com/"&gt;kang joko&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyiduna 'Ali berujar:"Al Quran itu tidak bicara, manusia lah yang berbicara atas nama Al Quran(&lt;i&gt;au kama qala&lt;/i&gt;)"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-7707106461415253273?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/7707106461415253273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=7707106461415253273' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/7707106461415253273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/7707106461415253273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/10/manusia-bicara.html' title='Manusia bicara'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-4343785257324556121</id><published>2009-10-13T20:45:00.003+07:00</published><updated>2009-10-13T20:45:00.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangsari'/><title type='text'>Logika Sederhana</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Hujan=rejeki. Hujan berarti bisa menanam padi. Berarti pula bisa makan setahun ke depan. Insya Allah...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hujan pertama turun, bapak-ibu kami mengucapkan ini. Berulang-ulang. Seolah mereka sedang meyakinkan diri sendiri, bahwa semuanya akan baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ungkapan yang mecerminkan rasa optimisme, doa, harapan dan sekaligus khawatir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga panen tahun ini berlimpah ruah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-4343785257324556121?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/4343785257324556121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=4343785257324556121' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/4343785257324556121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/4343785257324556121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/10/logika-sederhana.html' title='Logika Sederhana'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-3654722719463648515</id><published>2009-09-18T13:06:00.000+07:00</published><updated>2009-09-18T13:06:00.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Selamat Lebaran, Mohon Maaf Lahir Batin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SrCAay-9dYI/AAAAAAAAA2E/YytqQnNF7vY/s1600-h/Ucapan-Lebaran.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 263px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SrCAay-9dYI/AAAAAAAAA2E/YytqQnNF7vY/s400/Ucapan-Lebaran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381942752558544258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-3654722719463648515?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/3654722719463648515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=3654722719463648515' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/3654722719463648515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/3654722719463648515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/09/selamat-lebaran-mohon-maaf-lahir-batin.html' title='Selamat Lebaran, Mohon Maaf Lahir Batin'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SrCAay-9dYI/AAAAAAAAA2E/YytqQnNF7vY/s72-c/Ucapan-Lebaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-471075392723116517</id><published>2009-09-11T11:50:00.002+07:00</published><updated>2009-09-11T15:08:03.265+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah Jumat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejadian'/><title type='text'>Zakat Mal (Bukan Mall Lho Ya...)</title><content type='html'>Satu-persatu pegawai pabrik dipanggil ke ruangan majikan kemarin siang. Saya termasuk salah satu yang mendapat nomor urut awal. Dan seperti biasa saat dipanggil mendadak, saya sempat deg-degan dan panik. Tapi itu sesaat saja. Rasanya tak ada kesalahan, jadi sedikit tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini dari saya", katanya singkat sambil menyerahkan sebuah amplop putih. Setelah mengucapkan terima kasih, saya berlalu dan berganti giliran orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Zakat Mall" tertulis di pojok kanan atas. Sebuah kesalahan kecil, huruf "&lt;b&gt;l&lt;/b&gt;" tertulis ganda. Secara bahasa, zakat mal berarti zakat atas harta yang dimiliki. Lha kalau zakat mall? Secara berkelakar, kami sempat menggosipkannya sebagai zakatnya bos dari hasil kebanyakan belanja. Ah, tapi sudahlah. Terlepas dari kesalahan kecil itu, toh maksudnya kan baik. Semoga terliputi berkah atasmu bos...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat berpikir, sepertinya ada orang lain yang lebih berhak menerimanya. Bukan karena saya sudah kaya. Bukan. Tapi karena ada yang lebih tidak mampu dari saya. Sebuah nama sudah saya pegang. Mister X yang pengabdiannya luar biasa terhadap sekitar di kampung, tapi sayangnya, ndak punya kemampuan mencari uang. Ya, dia lebih berhak menerima daripada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian iseng-iseng saya membuka isinya. &lt;i&gt;Mak deg. Byuh!&lt;/i&gt; Jumlahnya itu lho. Sungguh menggiurkan bagi tukang wedang seperti saya. Hm... Saya mulai berandai-andai. Seandainya itu saya pakai sendiri. Jumlah segitu sangat lumayan buat menambal biaya mudik dan tetek bengeknya yang seabrek itu. Sangat ingin saya menyimpannya sendiri. Toh si mister itu ndak tahu kalau saya sempat berniat menyerahkan kepadanya. Toh dia juga tetap bisa hidup seperti biasanya. Tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian teringat omongan simbah almarhum: "Jangan kaya orang susah!" Maksudnya, jangan sampai mengambil jatah orang lain. Prinsip yang sama juga diterapkan saat mengeluarkan zakat atas hasil bumi kami. Intinya, zakat adalah perkara yang harus dipegang teguh dan tak ada tawar menawar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jumlahnya itu lho mbah... Mbah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Note: Memang bener, berperang dengan diri sendiri itu terasa lebih berat dan rumit&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-471075392723116517?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/471075392723116517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=471075392723116517' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/471075392723116517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/471075392723116517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/09/zakat-mal-bukan-mall-lho-ya.html' title='Zakat Mal (Bukan Mall Lho Ya...)'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-2022411381047583171</id><published>2009-09-07T18:12:00.002+07:00</published><updated>2009-09-07T18:12:00.427+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kangen'/><title type='text'>Tartil</title><content type='html'>Tersadar waktunya istirahat siang, malah bikin saya bingung sendiri. Mau makan, puasa. Mau tidur, tak ngantuk. Mau berselancar di dunia maya, sudah mabuk berjuta teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha! Saya masih punya &lt;a href="http://bangsari.blogspot.com/2008/09/bacaan-tartil-di-internet.html"&gt;simpanan&lt;/a&gt;. Mendengar bacaan tartil sepertinya bisa jadi terapi yang menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hm... Rasanya belum terlalu lama masa itu terjadi. Tiap kali mendengar ini, sebuah tempat di belahan timur sana segera tertampil di benak. Sebuah masjid yang belum jadi tersesat di tengah belantara hijau kebun tebu. Orang-orang bergamis, bersarung dan berpeci putih. Di seputar masjid, di sela-sela selasar, di lapangan bola yang menganggur, di bawah pohon-pohon mangga, dan di rumpun-rumpun bambu sepanjang pinggir sungai. Mereka membaca buku magis itu. Berdengung-dengung sepanjang waktu. Pagi, siang, malam, tengah malam. Jumlahnya ribuan. Menciptakan suasana magis yang sulit dilukiskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ramadhan, dua pondok besar yang saling berseberangan jalan besar Jombang-Malang itu melebur. Gerbangnya terbuka hingga melewati tengah malam, keduanya bertukar murid, menerima pelawat dari segala penjuru. Orang-orang datang berduyun dari mana-mana berseped onthel. Mereka datang sebelum magrib, dan kembali pada dini hari. Kyai sepuh itu selalu menjadi magnet bagi semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri bukan bagian dari mereka, meski saya sangat menginginkannya. Ndak punya bekal Nahwu-sharaf, pun memori yang cukup untuk menghafal, cukup menjadi pembatas yang efektif. Saya menempatkan diri sebagai seksi sibuk yang ngider sana ngider sini selayaknya penikmat keramaian pasar malam. Saat bosan menghinggapi, saya ambil sepeda dan berkeliling desa seputaran pondok. Suatu kali pernah sampai ke daerah Kandangan, dan lagi-lagi sepanjang jalan masih didengungkan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak pernah jadi bagian penting dari perhelatan itu . Herannya, saya selalu merindukannya. Menjadi pengganggu bagi mereka yang taat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-2022411381047583171?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/2022411381047583171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=2022411381047583171' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/2022411381047583171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/2022411381047583171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/09/tartil.html' title='Tartil'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-4959175385460541812</id><published>2009-09-04T17:19:00.002+07:00</published><updated>2009-09-04T17:19:00.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iseng'/><title type='text'>Istri Bekerja: untuk apa dan Siapa?</title><content type='html'>Suatu kali seorang &lt;a href="http://pakde.com/"&gt;blogger senior panutan saya&lt;/a&gt; menanyakan, apa ndak sebaiknya istri berhenti bekerja saja? Jelasnya, apa ndak sebaiknya berhenti selama kuliahnya belum selesai? Biar kuliahnya lebih fokus dan ilmunya lebih dapet gitu. Dengan sedikit menyentil pula dia menegaskan: "&lt;i&gt;mosok&lt;/i&gt; kamu ndak bisa mbiayain dia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gelagapan saya menjawab, belum kami pikirkan pakde.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama berselang setelah peristiwa itu, kami kembali merenungkan hal ini. Dan jawabannya adalah: tidak. Maksud saya, &lt;a href="http://omith.blogspot.com/"&gt;omith&lt;/a&gt; tidak mau berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya sendiri setuju dengan pilihannya dan tidak senang dengan pilihan nganggur karena alasan-alasan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Penghasilan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, hidup di kota besar itu butuh biaya besar. Sebenarnya kalo mau dipaksa, bisa saja sih penghasilan saya dipakai untuk hidup kami berdua. Dan berdasarkan pengalaman, saya bisa hidup dengan standar yang jauh lebih minim dari yang saya jalani sekarang. Hanya saja, rasanya kok ndak manusiawi gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan punya penghasilan pula artinya dia bisa menghidupi, menyenangkan dirinya sendiri tanpa merepotkan saya. Orang kampung bilang, supaya bisa beli bedak dan gincunya sendiri. Nah, di sini bisa jadi muncul anggapan kalau saya mau enaknya saja, ndak bertanggung jawab sebagai laki-laki. Tapi apa iya kaya gitu masih berlaku? Atau kalau pun masih berlaku, apa perlu kami mendengarkan orang lain? Toh nyatanya ndak ada orang kenyang karena mengikuti orang lain kan? :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukur-sukur sih dia bisa menabung untuk kebaikan kami ke depan, tapi kami sepakat untuk sama sekali tak menargetkan itu. Di sini berlaku perjanjian: Uang saya adalah uang dia, uang dia ya uang dia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Dia butuh pergaulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bergaul dia akan membuka wawasan dan sekaligus berkompetisi dengan orang lain. Dengan alasan itu pula dia akan tetap merawat diri agar tetap menarik. Kalo ndak percaya, cobalah iseng bilang ke salah satu rekanita di sekitar anda: "Kamu kok jadi gendut gitu ya?". Perhatikan reaksinya. Bisa jadi dia akan melupakan makan siangnya (kalau lagi ndak ramadhan) dan besoknya jadi rajin puasa. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya ini jelas penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Bahaya Tikus Werog Syndrome&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kok ndak bisa mbayangin seorang istri yang cuma ngendon di rumah dan beraktifitas terbatas dalam radius yang cuma meteran. Perkiraan saya, waktunya pasti habis untuk menonton belasan sinetron aneh bin ajaib itu. Dan lebih sulit lagi dibayangkan itu berlangsung selama berpuluh tahun. Akibatnya, dia tidak merawat diri, jadi tidak menarik dan menggendut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini benar-benar terjadi di sekitar lingkungan kos saya yang dulu. Ibu-ibu dan anak-anak gadis tidak bekerja berjejer di pinggir gang. Pagi, siang, sore, malam, bahkan menjelang tengah malam. Hampir tiap kali lewat, selalu saya lihat mereka sendang melahap sesuatu. Teman saya menyebutnya: Sindrom Tikus Werog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bagian yang paling sulit saya bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Karena belum punya anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kalo sudah punya, rejeki lebih dari cukup, sudah punya rumah, kendaraan pribadi dan sejumlah tabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngarep kan boleh-boleh saja to? hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kuliahnya gimana? Mbuh.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-4959175385460541812?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/4959175385460541812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=4959175385460541812' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/4959175385460541812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/4959175385460541812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/09/istri-bekerja-untuk-apa-dan-siapa.html' title='Istri Bekerja: untuk apa dan Siapa?'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-4499303420935457175</id><published>2009-08-31T08:47:00.002+07:00</published><updated>2009-08-31T14:45:48.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesantren'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangsari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sehari-hari'/><title type='text'>Tentang tamu-tamu tengah malam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:150%;" &gt;"Mau makan atau medang kopi, ambil sendiri. Jangan lupa cuci wadah dan gelas-gelas itu setelahnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kami memiliki dapur yang tak pernah dikunci sepanjang waktu. Letaknya persis disamping rumah. Dan setiap malam, dapur itu disambangi orang. Jumlahnya 2-3 orang. Mereka datang sekitar pertengahan dan lebih sering selepas tengah malam. Tapi mereka bukan maling. Mereka cuma mengangkuti makanan yang ada di meja, dan atau di lemari dapur. Semuanya tanpa sisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka itu anak-anak pesantren seberang rumah. Anak-anak yang mondok karena tidak mampu sekolah formal. Sebagian besar berasal dari seputaran Jawa saja, tapi ada beberapa juga dari Sumantra dan Sulawesi. Sedang untuk menghidupi diri dan memenuhi kebutuhan, mereka bekerja di siang hari. Nah, saat pekerjaan dan beras tak ada lagi, tak jarang mereka minta bantuan ke kami. Silih berganti orang yang mondok, kebiasaan ini terus berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ibu sangat suka memasak. Masak apa saja dalam jumlah berlebih, tak mau pas apalagi kurang. Sudah gawan bayi, kata bapak. Meski sudah dihitung semua jumlah anggota keluarga plus rewang atau pekerja tambahan lain, tak segan-segan ibu masih melebihkan porsi. Toh nanti bisa dikasihkan ke orang lain, begitu ibu selalu beralasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nyatanya, selalu, yang menghabiskan ya anak-anak itu. Siapa yang datang semalam baru kami ketahui saat mereka mengembalikan peralatan makan di pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berlangsung berapa lama kebiasaan ini. Saya dan saudara tak tahu, ibu tak ingat, bapak juga begitu. Yang jelas, jauh sebelum saya lahir. Tradisi ini diwariskan oleh simbah. Simbah entah darimana. Lha wong wimbah itu bukan asli Bangsari je. Sehingga tradisi keluarganya yang dari timur tidak banyak saya pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi tamu-tamu yang menginap, di pagi hari, bilang bahwa semalaman mereka bolak balik terjaga. Mereka takut dengan suara-suara orang datang dan pergi sepanjang malam. Begitu rutinnya, kami lupa memberi tahu tentang kebiasaan ini. Bahkan besan dan mantu juga pernah mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesaat sebelum dan sesudah lebaran, biasanya ibu mulai mengeluh. Tidak ada lagi yang bisa menghabiskan kelebihan itu. Bertumpuk makanan itu akhirnya cuma menjadi aking. Anak-anak itu pulang kampung. Yang tidak mudik pun, mengungsi entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ndak pernah ada maling? Pernah. Seingatku sekali pernah ada maling yang makan, pup di depan pawon, dan mencuri sepeda kami. Sekali itu saja.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-4499303420935457175?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/4499303420935457175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=4499303420935457175' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/4499303420935457175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/4499303420935457175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/08/tentang-tamu-tamu-tengah-malam.html' title='Tentang tamu-tamu tengah malam'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-5377763713316944112</id><published>2009-08-28T08:59:00.003+07:00</published><updated>2009-08-28T09:05:06.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gaya hidup'/><title type='text'>Pisang</title><content type='html'>Ini pengalaman teman saya. Selama 19 tahun terakhir dia tak pernah minum obat. Hebat ya? Begitulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa rahasianya? Rahasianya ada di pisang. Ya, pisang. Pisang ambon, pisang bandung, pisang raja, pisang apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lha apa selama itu ndak pernah sakit? Ya pernah lah. Sesekali masuk angin atau terserang flu, tentu saja masih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu gimana terapinya kalo ndak makan obat? Ya itu tadi, mengkonsumsi pisang. Kira-kira tiga-empat buah cukuplah. Dan tentu saja istirahat yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya gimana tuh? Ehm, begini. Pisang itu mengandung berbagai macam zat yang baik sekali bagi tubuh. Antibiotik alaminya lebih tinggi dari produk obat keluaran apotik. Kaliumnya berguna untuk... untuk... untuk apa ya? Lupa. Intinya, manfaatkanlah fasilitas pencarian Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri sudah mencoba untuk kasus sedikit pilek, bersin-bersin, meriang dan masup angin. Dua kali mencoba dan dan sejauh ini berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peringatan:&lt;/b&gt; Jangan percaya sama saya, karena itu musyrik. Tapi silahkan buktikan sendiri..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-5377763713316944112?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/5377763713316944112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=5377763713316944112' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/5377763713316944112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/5377763713316944112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/08/pisang.html' title='Pisang'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-2556080130491965598</id><published>2009-08-26T10:11:00.006+07:00</published><updated>2009-08-26T10:41:17.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gumunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Kota'/><title type='text'>Puasa: Untuk kelima kalinya saya jalani di kota ini</title><content type='html'>Setiap ramadhan menjelang, selalu saja ingatan buruk ini terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat tiga hari sebelum puasa empat tahun yang lalu, saya datang ke kota ini. Menenteng sebuah tas punggung berisi dua setel baju dan sebuah kaos. Dengan sangu 120 ribu hasil ngobyek di kampus, saya beli tiket kereta bisnis Senja Utama jurusan Pasar Senen dari Stasiun Tugu. Harganya delapan puluh ribu pas. Agak terlalu bergaya untuk seorang pangangguran sebenarnya. Tapi, saya pikir daripada nanti uyel-uyelan dan semalaman ndak tidur lalu tepar pas wawancara, lebih baik saya cari sedikit kenyamanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tiba di Stasiun Senen pada senin pagi sekitar pukul enam kurang sedikit. Tujuan pertama adalah &lt;a href="http://jtabah.wordpress.com/"&gt;Kang Tabah&lt;/a&gt;, teman sealmamater yang ngontrak di seputaran pasar mampang. Niat awalnya sih sekedar menumpang mandi dan istirahat sebentar. Juga nebeng sarapan kalo ada. Eh, akhirnya plus penginapan selama empat hari (sebelum dapat tumpangan di tempat lain). Masih sda lagi, plus makan pagi dan malam selama tinggal disitu. Sungguh tamu yang merepotkan. Terberkatilah engkau dab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis mandi dan sarapan, saya dipandu untuk menuju tempat wawancara. Di sebuah gedung hijau di dekat pasar Mampang. Singkat cerita, saya diterima. Agak heran juga kok saya bisa diterima, tapi nasib baik sudah sewajarnya disukuri bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat ditawari untuk kembali ke Jogja, tapi saya tolak. Alasan utamanya ya karena uang di kantong tinggal 20 ribu perak. Dus, jadilah saya bagian dari kota ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama puasa, saya meneken kontrak. Tugas pertama, saya ditempatkan di seputaran monas. Ya begitulah, sehingga setiap hari harus bolak-balik Mampang-Monas via blok M (belum tahu rute lain waktu itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah kehidupan jalanan Jakarta yang sebenarnya saya rasakan. Jalanannya macet ruwet bukan main. Perjalanan dari seputaran monas ke Mampang prapatan saja membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Itu pun dalam keadaan yang panas, penuh bau asap kendaraan dan berdiri. Jangan cuma bayangkan, silahkan rasakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan, saya saksikan ribuan orang kleleran setiap saat menunggu angkutan. Pagi, sore hingga malam yang larut. Sungguh pemandangan yang bikin pening kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi armada angkutan umum yang buruk. Tua, bopeng-bopeng, tempat duduk yang kotor dan bunyi-bunyian yang ndak njelas saat mobil berjalan. Herannya, ini terjadi di Ibukota, Bung!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejutan lainnya yaitu jam kerja yang panjang dan melelahkan. Tak peduli sudah maghrib dan malam beranjak, pekerjaan tak juga berhenti mengalir. Seingatku sabtu-minggu pun tak pernah libur. Alasannya, ngejar target lebaran. Pfiuh. Sepertinya semua orang gila kerja disini. Dan dengan aktifitas yang demikian, praktis selama puasa itu saya cuma sempat tiga kali tarwih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi bagaimana rekosonya sewaktu mudik. Byuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, Jakarta itu wassalam deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak dan Ibu yang saya ceritai berkali-kali mengelus dada. Sampai dengan sebuah pertanyaan:&lt;br /&gt;"Kamu digaji berapa?"&lt;br /&gt;"Sekian koma sekian"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba saja raut mukanya cerah gembira. Dengan sedikit berbisik, ibu berkata:&lt;br /&gt;"Itu sudah cukup untuk menghidupi seorang istri le..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubrak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan: Kelak di kemudian hari saya baru tahu Jakarta memang lebih gila dari biasanya selama bulan puasa.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-2556080130491965598?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/2556080130491965598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=2556080130491965598' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/2556080130491965598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/2556080130491965598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/08/puasa-untuk-kelima-kalinya-saya-jalani.html' title='Puasa: Untuk kelima kalinya saya jalani di kota ini'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-7368293758500065019</id><published>2009-08-22T13:16:00.012+07:00</published><updated>2009-08-22T15:56:54.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guyon'/><title type='text'>Bisnis Jancuk</title><content type='html'>Dalam penerbangan ke &lt;a href="http://bangsari.blogspot.com/2009/08/medan.html"&gt;Medan&lt;/a&gt; kemarin, seorang bapak-bapak duduk di samping saya. Perawakannya kecil, berjenggot jarang, berkulit keling, bergigi putih dan sedikit tonggos. Caranya berbicara biasa saja. Begitupun apa yang di kenakan dan bahasa tubuhnya terlihat seperti orang kebanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku kelahiran Madiun dan sedang dalam perjalanan menuju tempat tinggal keluarganya sejak bertransmigrasi berpuluh tahun yang lalu, Balikpapan. Yah, daripada bosan menunggu selama 3 jam ke depan, saya mengiyakan saja ajakannya untuk ngobrol. Dengan semangat 45, segeralah meluncur berbagai ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dia baru saja balik dari Jambi, melihat perkembangan cabangnya yang baru. Dua bulan sebelumnya dia sempat ke Kuala Lumpur, melaporkan perkembangan bisnisnya ke kantor pusat. Sampai disini, dia masih belum mau menceritakan apa bisnis utamanya. Oke, saya ikuti saja apa maunya dan lebih banyak diam selama dia bercerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ceritanya beralih ke masa kuliahnya dulu di Jogja. Tahun 1989 dia menjalani kuliah di sebuah akademi komputer dengan keahlian pemrograman. Maka bisa ditebak, awal perjalanan karirnya tentu tak jauh dari situ. Masih di Jogja juga, dia bekerja di sebuah perusahaan kecil dengan gaji yang, menurutnya, pas pasan. Semuanya berlangsung rutin sampai dengan tahun keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu dia merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Badan pegal-pegal, mudah lelah, emosi tidak stabil, maag yang mulai akut, sering sakit-sakitan dan lain-lain. Singkat kata, setelah mendapat konsultasi dari seorang teman, dia mengkonsumsi sebuah produk yang kata temennya itu bagus untuk kesehatan. Pendeknya, dia sembuh total dan penuh gairah. halah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan, saat mudik ke Balikpapan dia bertemu dengan teman yang memiliki keluhan sama. Dari sinilah kemudian dia memulai bisnis ini dengan masih tetap bekerja di perusahaan yang lama. Dua tahun berlalu, penghasilan di bisnis ini sudah melampaui gajinya sebagai programmer. Maka dia memutuskan keluar dan pulang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Balikpapan, dengan memanfaatkan gerai toko keluarga, bisnisnya berkembang pesat hingga kemudian dia membuka cabang di berbagai kota. Jambi yang saya ceritakan di awal adalah cabangnya yang ke-7. Hampir kesemua penanggung jawab cabang itu adalah mantan rekan-rekannya di Jogja dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, tak lupa pula dia menawari siapa tahu saya berminat. "Cabang Cilacap belum ada lho...", ucapnya penuh tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah kemudian dia mulai sedikit menguak apa bisnis utamanya. Tubuh kita menerima racun dari makanan, udara, air dan sebagainya. Dan semua itu harus dibersihkan agar tubuh tetap sehat. Itulah mengapa produk ini sangat dibutuhkan tubuh kita, apalagi bagi yang tinggal di kota besar seperti Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kerjanya begini. Pertama, tubuh kita di-&lt;b&gt;&lt;i&gt;Cleansing&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; untuk membuang semua racun dan oksidan. Setelah bersih, barulah tubuh di-&lt;b&gt;&lt;i&gt;Balancing&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Pada tingkat yang lebih lanjut di-&lt;b&gt;&lt;i&gt;Activating&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; mengaktifkan sel-sel baru agar kualitas hidup menjadi lebih baik. Kira-kira begitu, kesimpulannya di akhir presentasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, bisnisnya apa?", tanya saya&lt;br /&gt;"&lt;b&gt;MLM&lt;/b&gt;", jawabnya bersemangat.&lt;br /&gt;"Jancuk!", umpat saya sembari ngacir.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-7368293758500065019?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/7368293758500065019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=7368293758500065019' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/7368293758500065019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/7368293758500065019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/08/bisnis-jancuk_22.html' title='Bisnis Jancuk'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-3175512269389472478</id><published>2009-08-20T16:24:00.004+07:00</published><updated>2009-08-20T16:35:00.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gumunan'/><title type='text'>Linggis: Les Nginggris untuk Pelahap Telo</title><content type='html'>Terus terang saya akui, kemampuan berbahasa inggris saya mangsih kacau balau. Sampai sekarang tentu saja. Secara teori (pakai mikir dulu tapinya) bisalah membedakan antara &lt;i&gt;present, past&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;future tense&lt;/i&gt;. Tapi ya itu cuma teori. Kalo sudah harus ngomong, apalagi berhadapan langsung dengan penutur asli, semua teori itu amblas entah kemana. Belum lagi aneka kombinasi kalimat-kalimat bentukannya, wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suatu ketika saya kebagian bikin wedang di bali. Waktu itu acaranya seminar buat para bos instansi besar gitu. Pokoknya elit lah. &lt;i&gt;Wong&lt;/i&gt; seminarnya aja make boso inggris. Tapi dasarnya orang kita yang tak mahir, ya sebagian besar peserta ga paham. Buktinya, mereka masih nempelin alat penerjemah di kuping sepanjang hari. Sesekali saya lihat mereka lepas. Tadinya saya pikir mereka mau mendengarkan penjelasan dalam bahasa inggrisnya langsung. Lha, &lt;i&gt;jebulnya&lt;/i&gt; mereka cuma mau tidur di kursi. Ga bisa ngantuk kalo make alat itu, kata seorang peserta kepada saya. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri yang cuma tukang wedang, tentu saja tak dikasih. Lagian saya cuma jadi penyedia minum di seminar ini. Jadi ya saya bisa lebih ngantuk dari para peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ndilalah kersane Ngalah&lt;/i&gt;, pas rehat, lha itu pembicara kok malah ngajak ngobrol. Celingak celinguk ngga ada orang lain di samping saya, ya terpaksalah saya layani ajakan dia. Si bule itu malah terkekeh-kekeh dan beberapa kali mengerut kening mencoba memahami apa yang saya katakan. &lt;i&gt;Mbuh lah. Pokoke slamet&lt;/i&gt;. Dia ndak tahu kalau saya &lt;i&gt;kemringet gemrobyos&lt;/i&gt; setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain ketika saat nyoba jadi TKI di negeri tetangga, saya sempat tengsin berat dengan petugas kebersihan di bandara. Waktu itu saya nanya gimana caranya ke daerah yang hendak saya tuju. Dan dengan lancarnya dia, seorang ibu-ibu tua yang jalannya sudah tidak tangkas lagi, cas cis cus ngomong boso inggis. Sekalipun itu cuma Singlish (Inggris gaya Singapura, yang bagi mereka yang paham Inggris dianggap sangat berantakan), toh saya anggap itu sudah hebat. Belakangan saya baru tau kalau Singlish itu bahasa mereka sehar-hari. Ya terang aja mereka lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain ketika di negeri gajah, saya sempat bingung juga waktu mau ngomong sama pemandu wisata. Ealah, jebul kemampuan bahasa Inggris mereka lebih amburadul dari saya. Belum lagi pelafalan yang aduh, sulit sekali dipahami. Sebagai contoh, Svarnabhumi dibaca Swannabuum. Bus dibaca Bat, sama dengan mata uang mereka. Maka terjadilah percakapan yang aneh bin ajaib di tepi pantai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya: &lt;i&gt;We want around around in old phuket mister. how do you take our rombongan? seven people all&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dia: &lt;i&gt;Oh, no problem. I have a &lt;b&gt;minibath&lt;/b&gt;. only 600 &lt;b&gt;bath&lt;/b&gt; for you.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kami: ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha! Di sini kemampuan saya terlihat bagus sekali. Puji Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saya setengah mengeluh ke teman karib yang saya anggep pinter. Eh, dia malah balik mengejek saya: "Wong lidahmu bisanya cuma dijejeli telo kok mau belajar nginggris? Ntar kena rematik malah repot lho...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Byuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Didedikasikan untuk kelas linggis di langsat yang digawangi oleh Al Mukarrom Guru &lt;a href="http://pitopoenya.blogspot.com/"&gt;Pito&lt;/a&gt; Al Nggilani&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-3175512269389472478?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/3175512269389472478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=3175512269389472478' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/3175512269389472478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/3175512269389472478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/08/linggis-les-nginggris-untuk-pelahap.html' title='Linggis: Les Nginggris untuk Pelahap Telo'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-5689986803533270465</id><published>2009-08-19T10:38:00.005+07:00</published><updated>2009-08-19T10:49:10.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Medan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SotzvfXbtwI/AAAAAAAAA10/yeZ1xkJYZpc/s1600-h/Ucok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SotzvfXbtwI/AAAAAAAAA10/yeZ1xkJYZpc/s200/Ucok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371514240280278786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum keberangkatan, seorang kawan dari Medan bilang ke saya: "Jangan pernah mengharapkan pelayanan yang baik di Medan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan penerbangan Emprit Airline seperti pada &lt;a href="http://bangsari.blogspot.com/2007/06/tukang-wedang-numpak-pesawat.html"&gt;seri pertama&lt;/a&gt;, saya menempuh perjalan malam ke sana. Satu jam lima puluh delapan menit, menurut pengumuman dari kokpit, sedikit lebih lama dari penerbangan &lt;a href="http://bangsari.dagdigdug.com/category/singapura/"&gt;ke Temasek&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berikut beberapa catata menarik selama 3 hari disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bandaranya terletak di tengah-tengah pemukiman padat penduduk. Saya yang terbangun pada saat pesawat hendak turun, terkaget-kaget dengan adanya pemukiman yang terlihat dekat sekali. Pesawat sepertinya hendak mendarat di atap-atap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandara ini kecil saja. Begitu kecilnya, saat turun pesawat, penumpang dibiarkan jalan kaki melintasi landasan pacu sampai ke bangunan bandara. Dari kaki pesawat bangunan ini terlihat seperti rumah sakit daerah atau polsek-polsek di pulau Jawa. Konon bangunan ini adalah bangunan baru setelah yang sebelumnya terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bandara penuh asap rokok. Ini hal kedua yang mengagetkan saya. Baru saja mendekat ke pintu masuk pengambilan barang, asap rokok langsung terasa. Ruangan berkabut. Pekat sekali. Rupanya di pintu keluar, barisan penjemput, sopir taksi dan para kuli angkut saling berjubel sambil mengepulkan asap.. Belum lagi perokok dalam ruangan. Sebagian penumpang sembari menunggu barang dan juga para petugas. Petugas? Ya, mereka itu. Pengambilan bagasi yang cuma beberapa saat itu terasa menyebalkan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan soal merokok, hotel berbintang pun tak luput dari kebiasaan ini. Bahkan liftnya masih berasap saat saya naik ke lantai 6. Di toilet ballroomnya pun menyediakan asbak sebesar gentong. Duh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tak ada taksi berargo di bandara. Bahkan mungkin di seluruh kota medan. Ongkos ditentukan berdasarkan jarak. Yang sayangnya bagi orang luar malah terasa membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kejutan lainnya, banyak perempuan malam beredar persis di depan hotel. Hotel berbintang lima Bung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Di hari kedua hotel mati lampu. Tak lama memang, cuma sekitar 5 menit. Tapi ini terjadi di hotel bagus. Aneh bin ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tata kotanya membingunkan. Bangunan-bangunan kuno memang bertebaran di sana sini. Sayangnya, tidak terawat atau malah dirombak dengan gaya yang aneh sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu banyak keajaiban, saya mengabari kawan saya itu. Jawaban dia pendek saja: "Ini Medan Bung! :P". Saya sedikit sok dan baru tersadarkan. Oh, jadi begitu maksudnya ungkapan itu. Pantas saja kalimat ini begitu populer dan fenomenal. Dengan kata lain, anda harus maklum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, tak semuanya mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota ini kaya sekali dengan aneka ragam makanan yang layak santap. Mulai dari bika ambon dan bolu meranti yang namanya sudah menasional plus beragam jiplakannya, makanan laut, tahu isi di kampung keling dan berbagai masakan kaum peranakan. Dan semua itu bisa Anda dapatkan dengan harga yang jauh lebih murah dari Jakarta atau Surabaya. Oh iya, masih ada lagi. Kedai-kedai duren di pinggir-pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang terakhir ini, sungguh maut! Sebut saja yang pahit atau yang manis, penjual dengan sigap menyiapkan pesanan Anda. Tidak bagus, tinggal ganti saja tanpa biaya tambahan. Faktanya, tidak pernah saya temukan pembeli yang kecewa dengan duren yang disajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda minta durennya dikemas sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta, Anda boleh makan sekuat mulut mengunyah sekuat perut menampung. Yang terakhir ini berikan secara cuma cuma alias gratis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini baru Medan Bung!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-5689986803533270465?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/5689986803533270465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=5689986803533270465' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/5689986803533270465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/5689986803533270465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/08/medan.html' title='Medan'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SotzvfXbtwI/AAAAAAAAA10/yeZ1xkJYZpc/s72-c/Ucok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-5637898291438718398</id><published>2009-08-02T12:05:00.004+07:00</published><updated>2009-08-02T12:10:44.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbuh'/><title type='text'>Update</title><content type='html'>Semalam, di wetiga, seorang kawan mengeluhkan dunia blogosphere yang menurutnya kini tak lagi asyik. Tepatnya, sepi. Ini semua gara-gara fesbuk, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha! Inilah saat yang saya sukai. Sebagai orang dengan tingkat kepercayaan diri yang kurang bagus, saat sepi seperti ini, justru terasa lebik asyik. Setidaknya, saya tak perlu merasa kurang kualitas.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lha wong&lt;/span&gt; ga ada yang baca kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dengan ini saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngupdate&lt;/span&gt;. Sayangnya, belum ada bahan. :P&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-5637898291438718398?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/5637898291438718398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=5637898291438718398' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/5637898291438718398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/5637898291438718398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/08/update.html' title='Update'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-5401785299040574950</id><published>2009-06-09T10:53:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T11:38:09.370+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gumunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sehari-hari'/><title type='text'>Kota Balap</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/Si8o4k4ec7I/AAAAAAAAA0Y/7xZWgUhGHws/s1600-h/Motor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 117px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/Si8o4k4ec7I/AAAAAAAAA0Y/7xZWgUhGHws/s200/Motor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345536235150406578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin cuma di kota ini, balap massal (yang barangkali terbesar di dunia) berlangsung setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Setelah pindah ke tempat baru, saya baru "merasakan" jakarta yang sesunguhnya. Ya di jalanannya itu, terutama di pagi hari. Meskipun itu hanya berlangsung tak sampai setengah jam tiap hari kerja. Deru ribuan mesin kendaraan sepertinya tak kalah dengan raungan balap di televisi. Memaksa jantung para pelintas berdetak lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon katanya , kota ini dihuni &lt;a href="http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0506/18/Fokus/1823142.htm"&gt;13 juta orang&lt;/a&gt; di malam hari dan menjadi dua kali lipatnya di siang hari. Bisa dibayangkan, berapa juta orang berseliweran di jalanan setiap saat. Kendaraan mengalir seperti air bah. Sesekali aliran mengecil, sesekali meluap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, justru di situlah asyiknya menjadi bagian dari kota ini. Setidaknya, saya coba anggap begitu. Lha daripada capek-capek mikirin macet, kan mending dianggap hiburan aja. Biar agak mendingan lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengendarai sepeda motor, saya cuma bisa menggeber laju hingga 40-an km per jam. Lebih dari itu, saya takut. Dan karena laju yang lambat itu, saya bisa melihat sisi yang jarang saya perhatikan. Baliho-baliho raksasa, gedung-gedung tinggi yang megah plus yang tidak selesai-selesai dari kapan tahu, dll yang ternyata tak jelas polanya. Hampir semuanya terlihat kusam. Bahkan daun-daun pohon di sepanjang jalannya juga terlihat menghitam. Beda banget dengan Singapura atau bangkok misalnya (jelas ga sekelas). Juga ternyata jalanan protokol kita tak begitu mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena laju yang menyiput itu pula, otomatis saya selalu disalip pengendara lain. Motor, mobil, bus, angkot dan bajaj. Praktis cuma tukang sayur yang bisa salip. Dan di situ pula saya merasakan denyut kota ini yang begitu kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka memperhatikan barisan sepeda motor yang mendominasi jalanan. Dengan helm besar berkaca hitam plus jaket tebal berwarna gelap, mereka seperti barisan dementor dalam film Harry sang penyihir. Sementara yang tidak, seperti sudah diberi instruksi entah oleh siapa, mereka memasang muka datar, kaku dan dingin. Tak jarang terlihat masih ada sisa kantuk di wajahnya. Sesekali saya lihat ibu-ibu berdandan di dalam mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemuanya dalam ketergesaan. Saling berlomba menyalip apa saja yang di depannya. Beradu cepat, beradu balap. Gas pol rem pol. Begitu aliran sedikit melambat, bunyi klakson segera menggema. Sedikit-sedikit tet. Sedikit-sedikit tet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang saya berpikir, jangan-jangan klakson-klakson itu memang tak berguna. Lha gimana &lt;i&gt;engga&lt;/i&gt; coba, &lt;i&gt;wong&lt;/i&gt; kendaraan ada di segala penjuru gitu. Mau &lt;i&gt;digimanain&lt;/i&gt; juga ya tetap saja jalanan penuh alias macet. Jadi, sepertinya ritual bunyi klakson bersaut-sautan itu &lt;i&gt;muspro&lt;/i&gt;. Herannya, kok ya bisa jadi tradisi massal. Ngga ada yang ngasih perintah. Pun ngga ada yang ngajarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, kadang saya malah curiga jangan-jangan klakson itu sebenarnya menggambarkan ketakutan si pengendara itu sendiri. Takut terlambat. Wah, kalau gitu ada tambahan hantu baru dari sekian yang sudah di kota ini. Anehnya, ketakutan itu kok bisa massal gitu ya? Embuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri sih kurang begitu peduli. &lt;i&gt;Alon-alon waton kelakon&lt;/i&gt; (kira-kira berarti: biar lambat asal selamat) terasa lebih nyaman. Dan nyatanya ya cuma sesekali saja telat. Biarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi benarkah ketergesaan itu disebabkan ketakutan terlambat? Sepertinya sih tidak. Buktinya, di sore hari pun mereka berperilaku sama. Lebih dahsyat malahan. Sebagai ilustrasi, kalau di pagi hari saya cuma butuh waktu 25-an menit, di sore hari butuh waktu yang hampir separuh lebih lama dari itu. Eh, tapi itu kan plus njemput bini ding. Padahal (menurut logika saya) seharusnya kita sudah ngga perlu risau mikirin kerja lagi lho. Artinya, tinggal santainya saja lah. Tapi &lt;i&gt;yo mbuh&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Wong&lt;/i&gt; logika saya ndak nyampe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebenarnya apa yang membuat penduduk kota ini begitu tergesa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Embuh&lt;/i&gt; (lagi). Yang penting, jangan sampai saya menjadi seperti itu. Menjadi pribadi-pribadi yang tergesa. Lebih cilakanya lagi, menjadi pribadi yang selalu diburu-buru hantu kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja tidak. Werrrrr!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;foto diambil dari &lt;a href="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2009/01/image163-1024x768.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-5401785299040574950?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/5401785299040574950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=5401785299040574950' title='26 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/5401785299040574950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/5401785299040574950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/06/kota-balap.html' title='Kota Balap'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/Si8o4k4ec7I/AAAAAAAAA0Y/7xZWgUhGHws/s72-c/Motor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-9121987092738393924</id><published>2009-06-03T10:42:00.005+07:00</published><updated>2009-06-03T11:10:28.710+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gumunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengapa?'/><title type='text'>Bebaskan Ibu Prita!</title><content type='html'>&lt;a href="http://ibuprita.suatuhari.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://ibuprita.suatuhari.com/wp-content/uploads/2009/06/banner-prita-234x60.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembali dari pengasingan, saya dikejutkan oleh 2 berita heboh: Manohara dan &lt;a href="http://ibuprita.suatuhari.com/"&gt;Ibu Prita&lt;/a&gt;. Untuk yang pertama, ah, sudahlah. Tayangan berulang hampir sepanjang hari itu bukan saja bikin bosan, juga eneg. Saya ndak yakin masih ada yang kuat menerima pemberitaannya. Belum lagi adanya isu bahwa berita dalam kasus ini ngga semuanya benar. Woh! Untunglah tak ada tipi di rumah kontrakan kami. hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus kedua, menurut saya ini sungguh telah menodai rasa keadilan. Lha gimana engga? Orang komplain tentang pelayanan &lt;a href="http://www.omni-hospitals.com/index.php"&gt;Rumah Sakit&lt;/a&gt; (yang katanya bertaraf internasional) kok malah dipenjara? Bukankah sudah menjadi hal yang jamak bila keluhan ketidak-puasan dilayangkan ke milis atau surat pembaca media besar? Sungguh aneh bin ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Herannya, berita tentang kasus ini "cuma" muncul di internet dan sebagian koran. Sungguh berbeda dengan pemberitaan kasus pertama. Sepertinya ada yang salah dengan media kita. Ah, sudahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal &lt;a href="http://ibuprita.suatuhari.com/"&gt;Ibu Prita&lt;/a&gt;. Bukankah selama ini juga banyak kasus serupa yang justru karena diselesaikan dengan baik, malah bisa menjadi cara promosi yang jauh lebih effektif? Sepertinya dalam hal ini pihak &lt;a href="http://www.omni-hospitals.com/index.php"&gt;RS Omni&lt;/a&gt; tidak bisa bermain cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kemudian saya tangkap adalah RS Omni bertindak diluar batas, sama sekali tidak elegan dan sangat arogan. Jadi, jangan salahkan ibu Prita jika kemudian citra yang muncul di benak publik adalah: Omni memang tak layak kunjung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, lho!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-9121987092738393924?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/9121987092738393924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=9121987092738393924' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/9121987092738393924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/9121987092738393924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/06/bebaskan-ibu-prita.html' title='Bebaskan Ibu Prita!'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-4583034691880301534</id><published>2009-05-20T12:12:00.004+07:00</published><updated>2009-05-20T12:30:52.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sehari-hari'/><title type='text'>Sing Jembar Segarane</title><content type='html'>"Telpun saya kok ga diangkat?", ketus suara seorang pelangggan di ujung seberang sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun terpaksa menjelaskan, bahwa dalam beberapa kasus saya harus &lt;i&gt;multi tasking&lt;/i&gt; &lt;i&gt;dan multi asking&lt;/i&gt;. Dan berpindah-pindah tempat. Dan &lt;i&gt;ngleremke ati&lt;/i&gt;. Sehingga tak mungkin semua telpun bisa saya angkat. Lagian sih, telponnya ke telepon pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa? Pribadi? Emang ada batas ruang pribadi? Kami tuh bayar bukan untuk urusan pribadi tauk. Huh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitulah. Pelanggan terkadang tidak (mau) mengerti, bahwa pelayan punya kemampuan terbatas. Bahkan dalam keadaan fit seratus persen sekali pun. Tak mungkin seseorang bisa melayani lebih dari inderanya sendiri. Tak mungkin orang menerima telpun dua atau lebih sekaligus. Mustahal. Belum lagi kenyataan bahwa pekerja mana pun kan tidak mungkin fit terus menerus. Ada yang namanya capek, lagi tidak happy, tabungan menipis, kos yang semalam bocor, bisul yang menyembul tadi pagi de el el. Intinya, pelayan bukan superman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya bagi-bagi tugas dong. Kami kan bayar, ngga gratis. Enak aja kamu ngelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha situ ngapain maunya tilpun ama saya kalo dah tau harus bagi-bagi tugas? Emangnya ga bisa dilayani orang lain apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plak! Bluk! Plak! Mau dipecat kamu?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-4583034691880301534?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/4583034691880301534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=4583034691880301534' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/4583034691880301534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/4583034691880301534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/05/jembar-segarane.html' title='Sing Jembar Segarane'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-3894023049880337682</id><published>2009-04-30T09:30:00.001+07:00</published><updated>2009-05-01T09:44:01.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sehari-hari'/><title type='text'>Restorasi</title><content type='html'>Entah bagaimana ceritanya, kok tempat makan di kereta api sampai disebut sebagai restorasi. Menurut saya sih artinya ya perbaikan. Tapi siapa sangka ternyata KBBI Daring juga mengakui makna tersebut dengan definisi: “gerbong kereta api yg dijadikan restoran”. Saya menduga ini sebagai serapan dari kesalah-kaprahan dari jaman baheula. Kalau pun dugaan saya benar, biarlah salah kaprah ini tetap saya lestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan entah dimulai dari kapan, restorasi telah menjadi tempat berbagai kegiatan biasa berlangsung. Yang paling sering tentu saja urusan perut: makan, minum, atau ngerokok. Di luar urusan perut pun ada. Minta pijit, bisa. Ngecas telepon genggam bisa. Yang ini paling banter cukup lima ribu perak. Bantal untuk ganjalan punggung bertumpuk-tumpuk menggunung ada di sini. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Transaksi lain yang juga jamak adalah beli tempat duduk. Kalau Anda Cuma berhasil mendapatkan tiket tanpa tempat duduk (TD), cobalah tanyakan pada petugas di restorasi. Dengan sumringah petugas akan memberi tahu. Dijamin. Tak peduli kelas  ekonomi, bisnis dan eksekutif, hampir bisa dipastikan tersedia itu yang tuan dan nyonya kehendaki. Asal harga cocok, cingcai lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal unik lainnya, kita bisa minta diberhentikan di mana pun kita mau. Tinggal bilang saja. Di tengah persawahan sekali pun bisa dilayani. Dengan catatan, akan lebih mudah jika perjalanan malam. Pokoknya: lu minta, gua ada. Setidaknya begitulah yang pernah saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan fungsi yang paling umum, ini favorit saya, restorasi menjadi tempat ngobrol dan bergosip. Yang ini sih biasanya muncul karena kebutuhan akan teman ngopi dan merokok. Apalagi untuk kereta eksekutif (kalau yang ini saya baru sekali seumur hidup) yang berpendingin dan tak berjendela, restorasi menjadi surga bagi para ahli hisap. Para pecandu berat bahkan cuma duduk di restorasi di sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah! Gosip di sini seringkali lebih bermutu daripada sajian dialog politik basi yang ditayangkan televisi lho. Dalam perjalanan ke jakarta beberapa waktu yang lalu, saya menemukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga orang (dua senior, satu yunior) dari kesatuan berbeda saling ngrasani para petinggi yang memobilisasi para serdadu guna kepentingan politik. Efeknya, kesatuan terpecah-pecah dalam beberapa kubu. Tentang penculikan mahasiswa di masa lalu, tentang campur tangan mereka dalam berbagai konflik di daerah, juga tentang siapa saja pelaku pembuatan uang palsu dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tentang seorang konglomerat berinisial TW yang rajin mengadakan pesta dan membagi-bagikan uang kepada semua (ya semua) orang di Mabes AD dengan jumlah hingga milyaran rupiah setiap minggunya. Si yunior dengan terang-terangan mengatakan menerima setidaknya sejuta ripis setiap minggunya. Itulah sebabnya, menurut dia, bisnis judinya tak pernah tersentuh hukum. Dia pula yang ikut  mensponsori penggulingan seorang presiden di masa lalu karena dia mencoba menggusik bisnis haramnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya yakin, di 2014 nanti dia akan mengincar posisi RI satu!”, katanya meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, namanya juga gosip. Tentang kebenarannya silahkan pikirkan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-3894023049880337682?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/3894023049880337682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=3894023049880337682' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/3894023049880337682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/3894023049880337682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/04/restorasi.html' title='Restorasi'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-4896114456968515348</id><published>2009-04-28T15:43:00.007+07:00</published><updated>2009-04-28T16:01:27.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bundaran HI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nongkrong'/><title type='text'>BHI no 13: Muhammad Rohibun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SfbEgbfxF7I/AAAAAAAAA0Q/ldS-B3VSnkE/s1600-h/Ibun.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SfbEgbfxF7I/AAAAAAAAA0Q/ldS-B3VSnkE/s200/Ibun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329663270455416754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkapnya &lt;a href="www.jakober.wordpress.com"&gt;Muhammad Rohibun&lt;/a&gt;. Rumahnya cuma berselisih satu rumah plus sebuah jalan dari tempat tinggal saya di kampung. Ya kira-kira berjarak seratusan meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas sekolah menengah atas di Sidareja, sebuah kota kecamatan berjarak tiga kilo kayuhan sepeda plus setengah jam naik bus, dia merantau ke Jakarta. Prestasi terbaiknya di sekolah, ranking ke 2 dari 38 murid di tahun ketiganya. Selebihnya, ya cukup sepuluh besar saja. Maklumlah, jauhnya perjalanan itu sudah lebih dari cukup untuk menguapkan ingatan tentang pelajaran yang didapat seharian. Namun bagi kami orang Bangsari waktu itu, bisa lulus sekolah menengah saja sudah hebat. Masalahnya, setelah itu mau ngapain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka, mengadulah nasih di kota. Dan sebagaimana umumnya calon perantau dari desa kami, dia tak tahu mau kerja apa. Pokoknya merantau! Perkara nanti kerja apa atau jadi apa, itu urusan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu pertama kali saya kerja di Jakarta, dia masih menjadi penjaga toko kecil kepunyaan kakaknya di sebuah daerah di Jakarta Timur. Pekerjaan sebagai bell boy di sebuah hotel di jakarta pusat pernah dia jalani selama 6 bulan sebelum hotel itu tutup. Setelah itu, ya balik lagi jadi penjaga toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dia tahu saya bekerja di Jakarta, dia segera menemui saya. Minta pekerjaan. Begitu bersemangatnya sampai-sampai dia bersedia mengelap sepatu saja jika diperlukan. Semula saya terbahak-bahak mendengar permintaannya. Lha gimana bisa saya ngasih kerjaan kalau saya juga cuma tukang wedang? Namun ada satu hal yang saya akui, keteguhan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jenis pekerjaan saya termasuk baru di pabrik, sehingga bos memberi kebebasan untuk merekrut para asisten tukang wedang. Namun untuk sampai mengajaknya bergabung, saya sangat tidak yakin. Saya lebih suka merekrut para calon yang punya skill dan pendidikan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, skill yang bagus juga bisa mendatangkan masalah. Mereka kurang antusias dan cenderung ogah-ogahan bekerja. Mungkin karena mereka menganggap pekerjaan itu terlalu remeh, sehingga sering tidak masuk, kebanyakan main dan yang paling tidak menyenangkan, tiba-tiba mereka berhenti bekerja. Silih bergantinya orang membuat saya tak tahan juga pada akhirnya. Beberapa bulan kemudian, saya memanggilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan pertama, tukang angkut-angkut, sortir dan hal-hal remeh lainnya. Di saat-saat rehat, dia minta diajari para tukang wedang lainnya untuk mengoperasikan mesin. Dan sunguh ajaib. Dalam tiga-empat bulan berjalan, dia sudah menguasai semua prosedur dan tetek bengeknya. Selanjutnya, tak usahlah saya ceritakan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, tiga tahun kemudian, dia sudah menjadi staff infrastructure &amp; architecture di salah satu &lt;a href="http://virtual.co.id/"&gt;perusahaan IT&lt;/a&gt; di sekitar Duren Tiga. Tugasnya: maintenance server, jaringan dan hosting web. Jauh melampaui saya yang masih mengoperasikan mesin wedang yang itu-itu saja. Satu-satunya hal yang masih tersisa dari pekerjaannya bersama saya adalah, dia masih mengetik dengan sebelas jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, dia mewakili gambaran umum tentang anak-anak kampung. Bahwa hal terpenting yang diperlukan oleh mereka untuk berkembang adalah: kesempatan yang cukup. Masalahnya, gimana caranya ngasih kesempatan buat yang lain?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link terkait&lt;br /&gt;&lt;a href="http://fanabis.blogsome.com/bhi/"&gt;BHI no 1-12&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bangsari.blogspot.com/2007/09/bhi-no-11-karmin-winarta-alias-fanabis.html"&gt;BHI no 11&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-4896114456968515348?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/4896114456968515348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=4896114456968515348' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/4896114456968515348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/4896114456968515348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/04/bhi-no-13-muhammad-rohibun.html' title='BHI no 13: Muhammad Rohibun'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SfbEgbfxF7I/AAAAAAAAA0Q/ldS-B3VSnkE/s72-c/Ibun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27363420.post-8459239603555614305</id><published>2009-04-14T12:57:00.005+07:00</published><updated>2009-04-14T13:02:05.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Kota'/><title type='text'>Soto Madura Terminal Kampung Melayu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SeQl6g-bF4I/AAAAAAAAAzw/96SZ0842YC8/s1600-h/Soto-Madura-Kampung-Melayu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 263px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SeQl6g-bF4I/AAAAAAAAAzw/96SZ0842YC8/s400/Soto-Madura-Kampung-Melayu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324422346673166210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah pojok salah satu sudut terminal kampung melayu. Bersebelahan dengan sebuah musholla kecil lumayan bagus yang sayangnya, karena kebanyakan pengunjung, menjadi pengap dan karpetnya berbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana lah berada warung kecil ini. Sebuah warung kecil yang menjual hanya soto madura.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilannya sama sekali tak mencolok. Dari dalam mau pun dari luar. Sliwar-sliwer angkutan, bus transjakarta dan lalu lalang kendaraan pribadi seperti menjadi aksesoris warung. Denyut terminal sangat terasa di warung ini. Namun, siapa peduli?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bangku-bangku plastik berjejer menghadap sebuah meja sempit panjang yang menpel kuat di tembok. Dua meja lagi yang sama sempitnya terletak di tengah, menyisakan ruang sedikit berbentuk L. Cukuplah untuk membuat para penikmatnya duduk dengan "nyaman" jika semua bangku penuh terisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakul sotonya sendiri berada di dekat pintu masuk, lengkap dengan anjungannya. Gagang gayungnya terbuat dari kayu segenggaman tangan orang dewasa, seperti sebuah pegangan golok. Uap dan minyak soto menguapinya selama bertahun-tahun menjadikannya terlihat kekar dan gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas tak ada yang luar biasa, kecuali sebuah papan di dinding bertuliskan: SOTO MADURA, CAMPUR SOTO/LONTONG, Rp 5000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa istimewanya? Dengan riangnya, wanita disamping saya berpromisi: sotonya enak dan murah! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia bercerita, warung ini pernah sangat akrab baginya. Terutama pada masa-masa sulit awal kedatangannya di Jakarta beberapa tahun yang lalu. Pfiuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sehabis menunaikan magriban yang hampir telat, saya menuruti kehendak hatinya bernostalgia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ternyata maknyus! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Bangsari - Pengin urip sakderma&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27363420-8459239603555614305?l=bangsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bangsari.blogspot.com/feeds/8459239603555614305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27363420&amp;postID=8459239603555614305' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/8459239603555614305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27363420/posts/default/8459239603555614305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bangsari.blogspot.com/2009/04/soto-madura-terminal-kampung-melayu.html' title='Soto Madura Terminal Kampung Melayu'/><author><name>Bangsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16581242411001993098</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13152314740917177884'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QMiEVgyGpJo/SeQl6g-bF4I/AAAAAAAAAzw/96SZ0842YC8/s72-c/Soto-Madura-Kampung-Melayu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>20</thr:total></entry></feed>