tag:blogger.com,1999:blog-25232923.post-25132528824292876562008-03-27T15:04:00.001+07:002008-03-27T18:43:40.937+07:00Mata Kuliah Cinta untuk Mahasiswa<div style="text-align: right; color: rgb(204, 51, 204);"><span style="font-family:arial;"><span style="font-style: italic;">GILE b</span></span><span style="font-family:arial;"><span style="font-style: italic;">en</span></span><span style="font-family:arial;"><span style="font-style: italic;">e</span></span><span style="font-family:arial;"><span style="font-style: italic;">r</span> memang Pemerintah Singapura! Tak cuma perhatian terhadap </span><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_VaG1cJxr07g/R-tdZpGGiAI/AAAAAAAAAa4/JMUw2S1Pvg0/s1600-h/icon.png"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_VaG1cJxr07g/R-tdZpGGiAI/AAAAAAAAAa4/JMUw2S1Pvg0/s320/icon.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182338491329447938" border="0" /></a><span style="font-family:arial;">masalah kebersihan, ketertiban,</span><span style="font-family:arial;"> dan </span><span style="font-family:arial;">wisata, ia ternyata juga memiliki </span><span style="font-family:arial;">perhatian tinggi terhadap urusan warganya yang kesulitan mendapat pacar dan pasangan hidup. Sebegitu perhatiannya, sampai-sampai mendukung program Ngee Ann Polytechnic -- sebuah sekolah tinggi politeknik -- untu</span><span style="font-family:arial;">k mengajari mahasiswa berpacaran dan membina relasi, sebagaimana dilansir </span><span style="font-family:arial;">harian <a href="http://www.straitstimes.com/singapore/story/stistory_218605.html"><span style="font-style: italic;">The Straits Times</span></a> dan <a href="http://www.newindpress.com/NewsItems.asp?ID=IEH20080324222344"><span style="font-style: italic;">The Daily Telegraph</span></a>, masing-masing dengan judul <span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);">Love in Theory</span><span style="color: rgb(255, 0, 0);"> </span>dan <span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);">As Birth Rate Falls, Singapore's Shove to Love</span></span><span style="font-family:Arial;"><small><strong></strong></small></span><span style="font-family:arial;">. <span style="font-style: italic;">Wow</span> ini kali pertama saya kira ada mata kuliah tentang bagaimana menarik lawan jenis untuk mahasiswa.<br /><br /></span></div> <span class="fullpost"> <span style="font-family:trebuchet ms;">KESIBUKAN dan tuntutan untuk selalu berprestasi bisa membuat orang lupa bersosialisasi. Lebih parah lagi, lupa pacaran dan berkeluarga. Bagi Pemerintah Singapura ini membahayakan karena populasi terancam berkurang. Untuk itu, pemerintah mendukung program Ngee Ann Polytechnic untuk mengajari mahasiswanya berpacaran dan membina relasi.</span> <span style="font-family:trebuchet ms;"><br /><br />Bahan yang diajarkan antara lain menganalisasi lagu-lagu cinta yang menjadi kesukaan orang lain, cara-cara berkontak dengan seseorang secara cepat atau lewat internet. <span style="font-style: italic;">Daily Telegraph</span>, juga melaporkan, pelajaran di kursus ini diisi dengan menonton film romantis, bagaimana cara memegang tangan, dan menganalisis lagu cinta.</span> <span style="font-family:trebuchet ms;"><br /><br />Selain cinta dan seksualitas, kurikulum dalam pelajaran ini juga mengenai pentingnya membentuk keluarga. </span></span><span class="fullpost"><span style="font-family:trebuchet ms;">Mata Kuliahnya berjudul <span style="color: rgb(204, 51, 204);">"Memahami Hubungan: Cinta dan Seks". </span></span></span><span class="fullpost"><span style="font-family:trebuchet ms;">Para pengajar di mata kuliah ini disediakan oleh <span style="font-style: italic;">Social Development Unit</span>, semacam Departemen Sosial. Yakni sebuah unit di pemerintahan yang telah menikahkan 33.000 orang sejak dibentuk pada tahun 1984.</span><br /><br /><span style="font-family:trebuchet ms;">"Guru saya mengatakan, jika seorang pria memandang lebih dari lima detik, itu artinya ia agak tertarik dan sekaligus merupakan sebuah kesempatan," kata Isabel Seet (18), mahasiswi Teknik Mesin kepada harian <span style="font-style: italic;">Straits Times</span>.<br /><br /></span></span><span class="fullpost"><span style="font-family:trebuchet ms;">"Saya kira mahasiswa/mahasiswi akan lebih mudah mendapatkan pacar dengan pelajaran ini," kata Prakash, seorang mahasiswa yang mengatakan belum berniat pacaran, tetap fokus pada kuliah.</span><br /><br /></span><span class="fullpost"><span style="font-family:trebuchet ms;">Tapi kasihan juga <span style="font-style: italic;">ya</span> untuk hal-hal yang naluriah saja, Singapura agak kerepotan. Mungkin benar kata <span style="font-style: italic;">Kompas</span>, uang ternyata bukan segalanya. Apalagi uang asal Indonesia, yang termasuk memakmurkan Singapura. </span><span style="font-family:trebuchet ms;"><span style="font-style: italic;">Kok</span> <span style="font-style: italic;">ya</span> Pemerintah Singapura masih memiliki waktu dan tenaga untuk mengurusi hal-hal sepele gitu. Beda dengan di Indonesia, tenaga dan waktu aparaturnya habis untuk urusan memperkaya diri dan kroninya. Seperti pepatah di sebuah iklan rokok: <span style="font-size:130%;"><span style="color: rgb(153, 0, 0);">Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah.</span></span></span> <span style="font-family:trebuchet ms;"><br /><br />Lihat beritanya di Daily Telegraph</span> <span style="font-family:trebuchet ms;">s birth rate falls, Singapore's shove to love</span> <span style="font-family:trebuchet ms;">Tuesday March 25 2008 09:28 IST</span><br /><br /><span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" >SINGAPORE: The Singapore government is offering students lessons in seduction in an attempt to boost the city state's flagging birth rates.</span> <span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" >Students at two polytechnics can earn two credits towards their final degree by choosing the love elective. Activities include watching slushy films, holding hands and "love song analysis".</span> <span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" ><br /><br />An 18-year-old mechanical engineering student, Isabel Seet, told the local Straits Times Newspaper: "My teacher said if a guy looks into my eyes for more than five seconds, it could mean that he is attracted to me and I stand a chance. It's very interesting, and if I have a boyfriend in future, I'll know how to cope with any problems we may have."</span><br /><br /><span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" >Besides "love and sexuality", the curriculum also deals with the importance of family life. The "trainers" are provided by the Social Development Unit, a government matchmaking agency that has married off 33,000 people since it was established in 1984.</span> <span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" >Last week government minister Yu-Foo Yee Shoon warned young people not to put their career before establishing a family "because if you wait until then, sometimes it'll be a little too late".<br /><br />But it is not so easy to put Singaporean youth in the mood for love.</span> <span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" >Another student, Kamal Prakash, said that the course had improved his relationship with his parents but he was still single. "I think most people who take the course would find it easier to get a girlfriend," he said. "But I'm not really looking for a girlfriend now as I want to concentrate on my studies."</span> <span style="font-family:trebuchet ms;">c The Daily Telegraph</span><br /></span>achmadbintorohttp://www.blogger.com/profile/03306267536544631022noreply@blogger.com