<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142</id><updated>2009-11-09T23:23:57.412+07:00</updated><title type='text'>wayan sudane</title><subtitle type='html'>secercah mentaripagi ~ sekelumit makna dihati</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>57</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-3251222416731465764</id><published>2008-06-14T19:25:00.001+07:00</published><updated>2008-06-14T19:27:05.578+07:00</updated><title type='text'>Matahariku - Agnes Monica</title><content type='html'>&lt;p class="snap_preview"&gt;Tertutup sudah pintu,&lt;br /&gt;pintu hati ku,&lt;br /&gt;yang pernah dibuka waktu,&lt;br /&gt;hanya untuk mu.&lt;br /&gt;Kini kau pergi,&lt;br /&gt;dari hidup ku,&lt;br /&gt;ku harus relakan mu,&lt;br /&gt;walau aku tak mau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[#:]&lt;br /&gt;Berjuta warna pelangi,&lt;br /&gt;didalam hati.&lt;br /&gt;Sejenak luluh bergeming,&lt;br /&gt;menjauh pergi.&lt;br /&gt;Tak ada lagi,&lt;br /&gt;cahaya suci,&lt;br /&gt;semua nada beranjak,&lt;br /&gt;aku terdiam sepi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[Reff:]&lt;br /&gt;Dengarlah matahari ku,&lt;br /&gt;suara tangisan ku,&lt;br /&gt;ku bersedih,&lt;br /&gt;kar’na panah cinta menusuk jantung ku.&lt;br /&gt;Ucapkan matahari ku,&lt;br /&gt;puisi tentang hidup ku,&lt;br /&gt;tentang ku,&lt;br /&gt;yang tak mampu,&lt;br /&gt;menaklukkan waktu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oh [#]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[Interlude]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengarlah matahari ku,&lt;br /&gt;suara tangisan ku,&lt;br /&gt;ku bersedih,&lt;br /&gt;kar’na panah cinta menusuk jantung ku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[Reff]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-3251222416731465764?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/3251222416731465764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=3251222416731465764&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3251222416731465764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3251222416731465764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/06/matahariku-agnes-monica.html' title='Matahariku - Agnes Monica'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-504207450247225659</id><published>2008-05-17T13:53:00.000+07:00</published><updated>2008-05-17T13:55:48.008+07:00</updated><title type='text'>DKI: Kelurahan “Idol” Pisangan Timur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Sebagian&lt;/strong&gt; roda pemerintahan di Kelurahan Pisangan Timur Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur berjalan melalui teknologi short messages service pada telepon selular. Mulai dari koordinasi antar aparat, pengaduan warga, layanan Posyandu dan pemberantasan demam berdarah. Bukti penerapan mobile government bisa di tingkat kelurahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;SIANG hari di kantor Kelurahan Pisangan Timur Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Terlihat seorang pegawai kelurahan sedang memperhatikan layar komputer yang ada di bagian depan kantor kelurahan. “Sepertinya ada pohon tumbang di sekitar kantor Bea Cukai di Jl. Pisangan. Cepat langsung disingkirkan!” ujarnya sembari memerintahkan beberapa pegawai kelurahan untuk segera meluncur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari mana pegawai kelurahan itu begitu cepat mengetahui ada pohon yang tumbang di wilayahnya? Ternyata ia baru saja menerima short message service (SMS) dari warga di pusat layanan SMS Kelurahan Pisangan Timur pada nomor 0859 68 100010. SMS warga itu yang kemudian dibaca lewat komputer yang berfungsi sebagai Anjungan Informasi Kelurahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sekilas gambaran fungsi layanan SMS Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. “Layanan SMS Kelurahan Pisangan Timur dibuat untuk lebih meningkatkan partisipasi warga terhadap semua layanan kelurahan,” kata Sitaresmi Nurhayati, Lurah Pisangan Timur pada Warta eGov. Selain itu, Sitaresmi menambahkan, lewat SMS diharapkan juga bisa mewujudkan transparansi dan tanggung jawab aparat kelurahan dalam menjalankan tugasnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali disosialisasikan ke warga pada akhir 2006 lalu, jumlah pesan singkat yang masuk pernah mencapai 500 SMS setiap harinya. Namun kini, jumlah itu menurun hanya sepuluh SMS setiap harinya. Menurunnya jumlah SMS yang masuk, bisa menunjukkan bahwa semakin kecil juga pengaduan warga Pisangan Timur terhadap wilayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak heran Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta begitu tertarik menjadikan semua kelurahan se-DKI Jakarta seperti Kelurahan Pisangan Timur. “Kedepan semua kelurahan se-DKI Jakarta akan menerapkan layanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi seperti di Kelurahan Pisangan Timur,” kata Fauzi Bowo, saat meresmikan layanan kelurahan berbasis pada pertengahan November (18/11) lalu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditinjau langsung oleh Warta eGov, teknologi yang ada dibelakang layanan SMS Kelurahan Pisangan Timur tidaklah rumit. Perangkat teknologi dibelakangnya pun relatif mudah diperoleh, yakni hanya sebuah komputer yang terhubung dengan sebuah perangkat GSM Modem. Untuk jaringan selularnya sendiri menggunakan operator telekomunikasi Excelcomindo Pratama (XL).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Khusus untuk pembuatan program aplikasinya SMS Gateway-nya kami bekerjasama dengan mitra swasta Jaringmas Solusi Bergerak,” ungkap Sitaresmi. Jaringmas Solusi Bergerak adalah sebuah konsultan yang bergerak dalam pengembangan mobile services dalam membuat aplikasi lSMS Gateway. Total biaya yang harus dikeluarkan baik untuk layanan SMS Kelurahan Pisangan Timur mencapai Rp45 juta.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Khusus aplikasi SMS Gateway Pisangan Timur berisi aplikasi sistem pelaporan dan database,” jelas James F Tomasouw, Direktur Jaringmas pada Warta eGov ketika dihubungi pada kesempatan terpisah. Namun demikian pada dasarnya aplikasi SMS Gateway bisa dikembangkan sesuai kebutuhan setiap lembaga pemerintah (customized).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk pelaporan lewat SMS sendiri mengunakan kode khusus yang secara otomatis bisa langsung mengelompokkan SMS agar mudah diteruskan pada petugas kelurahan terkait. Dengan adanya kode tersebut juga untuk membedakan SMS yang masuk. Apakah itu SMS dari warga, pegawai kelurahan, pengurus Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT), organisasi ibu-ibu Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK), petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) atau pengurus Karang Taruna.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya memberantas sarang nyamuk (PSN) misalnya. Sebelumnya petugas Jumantik harus menyetor berkas laporan ke kantor kelurahan mengenai jumlah rumah yang positif terdapat jentik nyamuk di tiap RW/ RT setiap minggunya. “Sekarang, para Jumantik tidak perlu datang ke kelurahan dan cukup melapor lewat SMS,” tegas Sitaresmi. Petugas Jumantik cukup mengetik kode pesan: PSN [jumlah rumah yang diperiksa] [rumah positif jentik] [kasus].&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sebagai Lurah, Sitaresmi juga sering mengirim undangan rapat antar perangkat kelurahan melalui SMS. Hal ini untuk menghemat waktu dan biaya pengiriman. Sebelumnya, semua nomor telepon selular (ponsel) semua perangkat Kelurahan Pisangan Timur memang telah disimpan terlebih dahulu. Total yang disimpan mencapai 1.317 nomor, yaitu milik dari anggota Dewan Kelurahan, pegawai kelurahan, petugas Banpol, pengurus RW/ RT, para Jumantik, petugas Posyandu, kader kesehatan, tokoh masyarakat sampai dengan komunitas warga Pisangan Timur sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ke depan aplikasi SMS Gateway Pisangan Timur akan dikembangkan untuk pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP), akte kelahiran, administrasi kewilayahan dan juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;wayan sudane - &lt;a href="http://www.wartaegov.com/"&gt;Warta eGov&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-504207450247225659?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/504207450247225659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=504207450247225659&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/504207450247225659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/504207450247225659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/05/dki-kelurahan-idol-pisangan-timur.html' title='DKI: Kelurahan “Idol” Pisangan Timur'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-5333342604593710400</id><published>2008-04-30T17:53:00.000+07:00</published><updated>2008-04-30T17:55:28.050+07:00</updated><title type='text'>DKI: Layanan Kantor Berjalan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pelayanan SIM Keliling menggunakan bus dan mobil mampu mendongkrak jumlah perpanjangan hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Sayangnya, masih berteknologi sederhana. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KALAU&lt;/strong&gt; bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Beginilah citra masyarakat terhadap layanan publik oleh aparat pemerintahan kita. Semua orang tahu, layanan yang bertele-tele, tidak transparan dan biar cepat harus memberikan uang tips telah menjadi bagian dalam semua layanan publik pemerintah kita. Baik itu mulai dari membuat Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, pelayanan kesehatan, membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah tenutnya mengubah citra yang sudah mengakar di benak masyarakat ini. Membutuhkan perubahan besar-besaran dari model layanan yang sudah ada selama ini. Dari lambat menjadi cepat, serba tidak jelas soal lama pengurusan dan tarif biaya menjadi transparan atau dari yang tadinya cuma ada di satu tempat berubah menjadi ada dimana-mana. Seperti perubahan layanan yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya (Dirlantas Polda Metro Jaya). Memperpanjang SIM kini tidak harus datang ke kantor polisi lagi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ada delapan unit bus dan mobil SIM Keliling yang siap mendatangi masyarakat di tempat-tempat strategi wilayah DKI Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi,” kata Gatot Subroto, Kepala Seksi SIM Dirlantas Polda Metro. Dalam bus tersebut, masyarakat bisa mengurus perpanjangan SIM A dan C dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK). Lokasinya dimana saja, namun biasanya di pusat keramaian, seperti kawasan perbelanjaan dan perkantoran.&lt;br /&gt;Layanan SIM Keliling bertujuan untuk mengurangi berbagai masalah yang sering dikeluhkan masyarakat. Salah satunya soal kecepatan dalam mengurus perpanjangan, transparansi biaya. Harapannya dengan adanya “kantor berjalan” ini bisa membangun kepercayaan masyarakat, tambah Gatot. Perubahan dari segi waktu pelayanan misalnya, jika semua persyaratan administrasi sudah lengkap, perpanjangan SIM disebutkan hanya membutuhkan waktu 10 – 15 menit. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya teknologi apa di belakang bus/ mobil SIM Keliling tersebut? Apakah sudah terhubung on line dengan kantor Polda Metro Jaya? Jangan kaget. Bus atau mobil SIM Keliling ternyata masih menggunakan teknologi konvensional. Maksudnya? Jadi dari semua data perpanjangan SIM/ STNK yang masuk disimpan dalam sebuah komputer biasa. Patut disayangkan tentunya, jika melihat teknologi jaringan komunikasi yang sudah serba on line atau bahkan mampu menjangkau semua bagian di wilayah permukaan bumi ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, perangkat yang digunakan dalam mobil bus SIM Keliling memang tidak berbeda dengan gedung kantor pengurusan SIM. Untuk perangkat utama ada beberapa unit komputer, kamera digital, perekam sidik jari (dermalog finger), tanda tangan digital, printer dan peralatan laminator. Selain itu didalam mobil ada juga snellen chart untuk tes kesehatan mata. Semua perangkat tersebut digunakan untuk proses input data hingga proses produksi SIM. Sedangkan perangkat pendukungnya terdiri dari satu unit generator 10 kva. Ditambah dengan mesin Air Conditioning dan sound system sebagai . Perangkat pendukung ini berada di bagian belakang mobil sebagai pendukung perangkat utama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meski sederhana, menurut Endah Susilowati, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam pelayanan SIM keliling tersebut. Perawatan rutin yang dilakukan cukup dengan mem-back up data yang masuk setiap harinya. Kalau pun ada kendala biasanya hanya perangkat komputer yang error. Memang benar, ketika Warta eGov mengecek informasi layanan info SIM Keliling melalui situs web lantas.metro.polri.go.id akhir Oktober lalu (31/10), tertera pengumuman bahwa layanan SIM Keliling khusus untuk wilayah Jakarta Selatan tidak dapat beroperasi karena komputer error. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, masyarakat nampaknya belum begitu terpengaruh dengan jenis teknologi dan berfungsi atau tidaknya komputer dalam bus SIM Keliling. Hal ini setidaknya terbukti dari peningkatan jumlah masyarakat yang mengurus perpanjangan dalam mobil SIM Keliling setiap harinya. Pada tahun 2007 misalnya, pengemudi mobil yang memperpanjang SIM A telah meningkat lebih dua kali lipat, yakni dari 60 SIM per hari pada 2006 menjadi sebanyak 158 SIM per hari pada 2007. Peningkatan lebih drastis mencapai tiga kali lipat juga terjadi pada perpanjangan SIM C, dimana pada tahun 2006 hanya 56 SIM baru yang dicetak setiap harinya. Tapi saat ini bisa mencapai 176 SIM yang diproduksi saban hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wayan Sudane dan Divera Wicaksono&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:redaksi@wartaegov.com"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;redaksi@wartaegov.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-5333342604593710400?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/5333342604593710400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=5333342604593710400&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5333342604593710400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5333342604593710400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/04/dki-layanan-kantor-berjalan.html' title='DKI: Layanan Kantor Berjalan'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-35376265936831947</id><published>2008-03-27T03:21:00.000+07:00</published><updated>2008-03-27T03:23:28.193+07:00</updated><title type='text'>Rossa - Ayat-Ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;desir pasir di padang tandus&lt;br /&gt;segersang pemikiran hati&lt;br /&gt;terkisah ku di antara cinta yang rumit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bila keyakinanku datang&lt;br /&gt;kasih bukan sekadar cinta&lt;br /&gt;pengorbanan cinta yang agung&lt;br /&gt;ku pertaruhkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;reff:&lt;br /&gt;maafkan bila ku tak sempurna&lt;br /&gt;cinta ini tak mungkin ku cegah&lt;br /&gt;ayat-ayat cinta bercerita&lt;br /&gt;cintaku padamu&lt;br /&gt;bila bahagia mulai menyentuh&lt;br /&gt;seakan ku bisa hidup lebih lama&lt;br /&gt;namun harus ku tinggalkan cinta&lt;br /&gt;ketika ku bersujud&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bila keyakinanku datang&lt;br /&gt;kasih bukan sekedar cinta&lt;br /&gt;pengorbanan cinta yang agung&lt;br /&gt;ku pertaruhkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;repeat reff&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ketika ku bersujud &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-35376265936831947?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/35376265936831947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=35376265936831947&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/35376265936831947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/35376265936831947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/03/rossa-ayat-ayat-cinta.html' title='Rossa - Ayat-Ayat Cinta'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-665215214965185023</id><published>2008-01-22T10:40:00.000+07:00</published><updated>2008-01-22T10:59:40.046+07:00</updated><title type='text'>Butterfly - Melly Goeslaw feat. Andhika Pratama</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktu mendatangkan cinta&lt;br /&gt;Aku putuskan memilih dirimu&lt;br /&gt;Setitik rasa itu menetes&lt;br /&gt;Dan semakin parah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa ku rasa getar jantungmu&lt;br /&gt;Mencintaiku apa lagi aku&lt;br /&gt;Jadikanlah diriku&lt;br /&gt;Pilihan terakhir hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;Butterfly terbanglah tinggi&lt;br /&gt;Setinggi anganku untuk meraihmu&lt;br /&gt;Memeluk batinmu yang sempat kacau&lt;br /&gt;Karna merindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butterfly fly away so high&lt;br /&gt;As high as hopes I pray&lt;br /&gt;To come and reach for you&lt;br /&gt;Rescuing your soul&lt;br /&gt;that previous messed up touching me and you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan ini jauh&lt;br /&gt;Namun kita tempuh&lt;br /&gt;Bagai bumi ini&lt;br /&gt;Hanya milik berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar ku berlebihan&lt;br /&gt;Mendekatimu&lt;br /&gt;Namun ku tunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;repeat reff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-665215214965185023?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/665215214965185023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=665215214965185023&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/665215214965185023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/665215214965185023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/01/butterfly-melly-goeslaw-feat-andhika.html' title='Butterfly - Melly Goeslaw feat. Andhika Pratama'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-2291902994040227812</id><published>2008-01-08T12:53:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T13:04:42.247+07:00</updated><title type='text'>Letto - Sebelum Cahaya</title><content type='html'>ku teringat hati&lt;br /&gt;yang bertabur mimpi&lt;br /&gt;kemana kau pergi cinta&lt;br /&gt;perjalanan sunyi&lt;br /&gt;engkau tempuh sendiri&lt;br /&gt;kuatkanlah hati cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingatkan engkau kepada&lt;br /&gt;embun pagi bersahaja&lt;br /&gt;yang menemanimu sebelum cahaya&lt;br /&gt;ingatkan engkau kepada&lt;br /&gt;angin yang berhembus mesra&lt;br /&gt;yang kan membelaimu cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekuatan hati yang berpegang janji&lt;br /&gt;genggamlah tanganku cinta&lt;br /&gt;ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri&lt;br /&gt;temani hatimu cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingatkan engkau kepada&lt;br /&gt;embun pagi bersahaja&lt;br /&gt;yang menemanimu sebelum cahaya&lt;br /&gt;ingatkan engkau kepada&lt;br /&gt;angin yang berhembus mesra&lt;br /&gt;yang kan membelaimu cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku teringat hati&lt;br /&gt;yang bertabur mimpi&lt;br /&gt;kemana kau pergi cinta&lt;br /&gt;perjalanan sunyi&lt;br /&gt;engkau tempuh sendiri&lt;br /&gt;kuatkanlah hati cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingatkan engkau kepada&lt;br /&gt;embun pagi bersahaja&lt;br /&gt;yang menemanimu sebelum cahaya&lt;br /&gt;ingatkan engkau kepada&lt;br /&gt;angin yang berhembus mesra&lt;br /&gt;yang kan membelaimu cinta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-2291902994040227812?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/2291902994040227812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=2291902994040227812&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2291902994040227812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2291902994040227812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/01/letto-sebelum-cahaya.html' title='Letto - Sebelum Cahaya'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-8688446267497396001</id><published>2008-01-02T15:31:00.000+07:00</published><updated>2008-01-02T15:49:59.082+07:00</updated><title type='text'>100 Peringkat Pejabat Terkaya Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;" class="fullpost"  &gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;" class="fullpost"  &gt;Inilah daftar 100 pejabat pemerintahan terkaya versi Majalah Warta eGov. Siapa saja mereka, berikut tabelnya:&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt; &lt;table style="font-family: arial;" border="1" cellspacing="0" cols="5" frame="box" rules="groups"&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;/colgroup&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;col width="318"&gt;&lt;/colgroup&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;col width="331"&gt;&lt;/colgroup&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;col width="129"&gt;&lt;/colgroup&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;col width="86"&gt;&lt;/colgroup&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" height="17" width="35"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;No&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" width="318"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Nama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" width="331"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Jabatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdnum="1033;0;#,##0" bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" width="129"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Total&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center" width="86"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;TBN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="1" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aburizal Bakrie&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="994349061983" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;994,349,061,983&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="2" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rudolf Mazvoka Pardede&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Sumatera Utara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="298740200000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;298,740,200,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="3" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fadel Muhammad&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Gorontalo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="149752933448" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;149,752,933,448&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="4" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Muhammad Jusuf Kalla&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wakil Presiden&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="134265037046" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;134,265,037,046&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="5" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fahmi Idris&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Perindustrian&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="85279605847" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;85,279,605,847&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="6" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Zulkifli Nurdin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Jambi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="58888946621" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;58,888,946,621&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="7" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rina Iriani S Ratnaningsih&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Karanganyar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="55945062244" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;55,945,062,244&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="8" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sukawi Sutarip&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Semarang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="39300213246" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;39,300,213,246&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="9" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meutia Farida Hatta Swasono&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="38459989300" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;38,459,989,300&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="10" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fauzi Bowo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur DKI Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="33801168988" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;33,801,168,988&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="11" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untung Sarono W Sukarno&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Sragen&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="33474528000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;33,474,528,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="12" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anwar Adnan Saleh&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Sulawesi Barat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="30287981975" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;30,287,981,975&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="13" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Begug Poernomosidi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Wonogiri&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="28780000000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;28,780,000,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="14" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ujang Iskandar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kotawaringin Barat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="21789880000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;21,789,880,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="15" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sri Sultan Hamengkubuwono X&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur DI Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="20184763982" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;20,184,763,982&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="16" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;16&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I Wayan Geredeg&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Karangasem&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="19388721000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;19,388,721,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="17" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;17&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Herry Zudianto&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="18000964573" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;18,000,964,573&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2003" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2003&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="18" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;18&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ratu Atut Chosiyah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Banten&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="17810707822" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;17,810,707,822&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="19" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agung Laksono&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketua DPR&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="16418293000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;16,418,293,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="20" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Probo Yulastoro&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Cilacap&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="16082077852" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;16,082,077,852&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="21" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;21&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jero Wacik&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Kebudayaan dan Pariwisata&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="15561250000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;15,561,250,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="22" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;22&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mari Elka Pangestu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Perdagangan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="15142939762" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;15,142,939,762&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="23" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;23&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Monang Sitorus&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Samosir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="14181360308" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;14,181,360,308&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="24" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;24&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Boediono&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Koordinator Perekonomian&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="14046878563" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;14,046,878,563&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="25" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;25&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Muhammad Yusuf Asy'ari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Perumahan Rakyat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="13232400000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;13,232,400,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="26" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;26&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Adhyaksa Dault&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Pemuda dan Olahraga&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="12578026320" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12,578,026,320&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="27" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;27&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bambang Sudibyo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Pendidikan Nasional&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="12489646528" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12,489,646,528&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="28" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;28&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agusrin Nadzamudin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Bengkulu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="12350448400" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12,350,448,400&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="29" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;29&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anwar Nasution&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketua BPK&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="11968769205" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;11,968,769,205&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="30" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;30&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masfuk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Lamongan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="11200711889" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;11,200,711,889&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="31" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;31&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sofyan Djalil&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="10857373418" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10,857,373,418&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2007" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2007&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="32" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;32&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Endang Setyaningdyah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Demak&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="10830604216" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10,830,604,216&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="33" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;33&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syaukani HR&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kutai Kartanegara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="10304683430" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10,304,683,430&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="34" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;34&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Putu Bagiada&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Buleleng&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="10212680000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10,212,680,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="35" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;35&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Andy Achmad Sampurna Jaya&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Lampung Tengah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="10076500000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10,076,500,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="36" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;36&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutrisno&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Pacitan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="10040249782" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;10,040,249,782&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="37" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;37&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Joko Widodo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Surakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="9829421400" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9,829,421,400&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="38" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;38&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hatta Rajasa&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Sekretaris Negara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="9727063000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9,727,063,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="39" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;39&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agustin Teras Narang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Kalimantan Tengah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="9427930752" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;9,427,930,752&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="40" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;40&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;M Maftuh Basyuni&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Agama&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8907602000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,907,602,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="41" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;41&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;RM Luntungan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Minahasa Selatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8810000000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,810,000,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="42" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;42&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Zulkifli Anwar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Lampung Selatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8481877000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,481,877,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="43" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;43&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Basuki Tjahaja Purnama&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Belitung Timur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8365669968" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,365,669,968&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="44" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;44&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rachman Djalili&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Prabumulih&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8336041877" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,336,041,877&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="45" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;45&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ongku P. Hasibuan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Tapanuli Selatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8222024000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,222,024,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="46" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;46&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abdullah Tuasikal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Maluku Tengah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="8180050712" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8,180,050,712&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="47" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;47&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sofyan Hasdam&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Bontang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="7808866349" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7,808,866,349&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="48" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;48&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rudy Resnawan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Banjar Baru&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="7698218221" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7,698,218,221&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="49" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;49&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Purnomo Yusgiantoro&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="7623418134" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7,623,418,134&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="50" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;50&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abdillah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Medan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="7513608000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7,513,608,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="51" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;51&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aang Hamid Suganda&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kuningan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="7437194454" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7,437,194,454&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="52" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;52&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sri Mulyani&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Keuangan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="7376539461" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;7,376,539,461&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="53" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;53&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Paskah Suzetta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6963214000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,963,214,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="54" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;54&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Robbach Ma'sum&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Gresik&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6756637188" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,756,637,188&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="55" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;55&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Herman Abdullah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Pekan Baru&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6677423789" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,677,423,789&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="56" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;56&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Imam Utomo S&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6616092638" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,616,092,638&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="57" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;57&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ferry Zulkarnain&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Bima&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6542500000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,542,500,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="58" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;58&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wahyudi K Anwar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kotawaringin Timur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6525301577" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,525,301,577&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="59" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;59&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ratna Ani Lestari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Banyuwangi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="6020500000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6,020,500,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2003" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2003&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="60" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;60&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Achmad Dimyati Natakusumah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Pandeglang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5966675000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,966,675,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="61" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;61&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tb. Aat Syafa'at&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Cilegon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5934956835" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,934,956,835&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="62" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;62&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jenderal (Pol) Sutanto&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kepala POLRI&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5931696900" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,931,696,900&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="63" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;63&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Zulfikar Achmad&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Bungo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5865101600" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,865,101,600&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2003" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2003&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="64" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;64&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Herry Noegroho&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Blitar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5860311778" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,860,311,778&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="65" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;65&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sutrisno Hadi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Kota Tanjung Balai&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5820789178" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,820,789,178&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="66" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;66&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;T Azmun Jaafar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Pelelawan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5771604218" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,771,604,218&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="67" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;67&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rachmat Witoelar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Lingkungan Hidup&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5758178340" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,758,178,340&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="68" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;68&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Juwono Sudarsono&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Pertahanan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5661800000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,661,800,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="69" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;69&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Vonnie A Panambunan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Minahasa Utara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5624673000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,624,673,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="70" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;70&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sjachrani Mataja&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kota Baru&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5602530593" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,602,530,593&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="71" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;71&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Johannis Amping Situru&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Tana Toraja&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5523624794" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,523,624,794&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="72" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;72&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Erman Suparno&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5510185751" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,510,185,751&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="73" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;73&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Eddy Sukarma&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Barito Kuala&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5182799519" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,182,799,519&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2003" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2003&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="74" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;74&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Asrul Ja'far&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kuantan Singingi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5163554747" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,163,554,747&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="75" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;75&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hassan Wirajuda&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Luar Negeri&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5101987654" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,101,987,654&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="76" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;76&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A Taufik Nuriman&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Serang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5082812047" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,082,812,047&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="77" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;77&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I Gede Winasa&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Jembrana&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="5028942004" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;5,028,942,004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="78" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;78&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Machroes&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Pemalang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4900000000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,900,000,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="79" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;79&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Siti Fadilah Supari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4738300000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,738,300,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="80" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;80&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Toyo Santoso Dipo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Kulon Progo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4708227623" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,708,227,623&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2006" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="81" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;81&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syamsul Arifin&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Langkat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4700967590" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,700,967,590&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="82" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;82&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A Nawir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Pinrang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4687018362" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,687,018,362&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="83" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;83&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ramlan Zas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Rokan Hulu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4677598722" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,677,598,722&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="84" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;84&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ali Umri&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Binjai&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4655402291" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,655,402,291&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2002" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2002&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="85" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;85&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Presiden&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4652069796" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,652,069,796&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="86" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;86&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Luthfi A Mutty&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Luwu Utara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4485532491" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,485,532,491&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="87" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;87&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Danny Setiawan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4432340226" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,432,340,226&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="88" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;88&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A Dadang Kafrawi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Jakarta Selatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4363306373" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,363,306,373&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="89" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;89&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kusmayanto Kadiman&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Negara Riset dan Teknologi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4356305465" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,356,305,465&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="90" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;90&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Obar Sobarna&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Bandung&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4253933912" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,253,933,912&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="91" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;91&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nurdin Basirun&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Karimun&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4152825332" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,152,825,332&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="92" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;92&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Medi Botutihe&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Gorontalo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4108761533" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,108,761,533&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2001" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2001&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="93" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;93&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saiful Rasyid&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Hulu Sungai Tengah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4079252902" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,079,252,902&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="94" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;94&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Djoko Kirmanto&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menteri Pekerjaan Umum&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="4047612786" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4,047,612,786&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2004" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="95" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;95&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fajar Panjahitan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Jakarta Barat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="3929610559" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,929,610,559&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="96" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;96&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Effendi Anas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Walikota Jakarta Utara&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="3913579707" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,913,579,707&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="97" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;97&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syahrial Oesman&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Sumatera Selatan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="3758042878" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,758,042,878&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="98" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;98&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Basuki Widodo&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Blora&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="3728535000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,728,535,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="99" sdnum="1033;" align="center" height="27"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;99&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ismeth Abdullah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gubernur Kepulauan Riau&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="3697058000" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,697,058,000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2005" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td sdval="100" sdnum="1033;" align="center" height="26"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;100&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Indra Kusuma&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bupati Brebes&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="3655085816" sdnum="1033;0;#,##0" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3,655,085,816&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td sdval="2003" sdnum="1033;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2003&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p  style="text-align: right;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Sumber: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Warta&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;eGov&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;www.wartaegov.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-8688446267497396001?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/8688446267497396001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=8688446267497396001&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8688446267497396001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8688446267497396001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2008/01/100-peringkat-pejabat-terkaya-indonesia.html' title='100 Peringkat Pejabat Terkaya Indonesia'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-1787923611284621506</id><published>2007-12-19T14:22:00.000+07:00</published><updated>2007-12-19T14:34:13.448+07:00</updated><title type='text'>Tak Kenal Maka Tak Sayang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Budi Kurniawan (27), pengawai negeri sipil yang bertanggung jawab menjadi pengelola website salah satu pemerintah daerah. Setelah kurang lebih setahun mengelola situs webnya, Budi merasa sedih karena web site yang dibuatnya jarang di datangi pengunjung (netter). Yang lebih mengherankan Budi, ketika ia memasukkan nama daerahnya dan mencari ke situs pencarian (search engine) www.google.co.id ternyata tidak ada alamat website-nya. “Sepertinya website pemda kami kurang terkenal di internet,” tandas Budi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitulah, gambaran kisah yang dihadapi Budi yang barangkali juga dialami oleh para pembuat/ pengelola website pemerintahan lainnya. Permasalahan yang kerap terjadi adalah situs web yang sudah dibuat ternyata tidak dikenal di internet. Metode paling mudah untuk mengeceknya adalah dengan memasukkan kata kunci “nama daerah” atau “nama lembaga” ke dalam search engine popular seperti www.google.co.id, www.yahoo.co.id, www.altavista dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan hal ini sering tidak diprioritaskan oleh para pembuat situs-situs pemerintah. Kebanyakan hanya mengutamakan desain dan content. Padahal desain yang bagus tidak berarti apa-apa kalau susah ditemukan oleh user ketika di-search di google. Karena belum tentu semua orang mengetahui situs Anda, padahal mereka ingin mencari informasi di pemerintah daerah Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal yang harus dilakukan adalah dengan mengoptimalkan keyword-nya. Bila Anda bingung dengan bahasa pemprogramannya, sebaiknya Anda minta bantuan web programmer karena semua keyword dan perintah lainnya harus dimasukan dalam bahasa pemprogramannya. Jadi Anda tinggal mengatur strategi dan keyword maupun frase lainnya. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Title Tag (Judul halaman web)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Judul halaman ini akan muncul di status browser anda. Title ini adanya di script seperti HTML (Hyper Text Markup Language). Judul halaman ini harus dibuat semenarik mungkin sesuai dengan keyword situs pemda Anda. Sesuaikan juga dengan solusi yang diberikan oleh website tersebut. Hindari judul seperti 'selamat datang di situs....' karena kurang memberikan penekanan pada situs Anda. Tetapi sebaiknya langsung mengarah untuk positioning web site Anda. Judul halaman bantenprov.go.id misalnya, langsung menekankan sebagai gerbang investasi indonesia yaitu 'BANTEN ::: Gerbang Investasi Infonesia.' Dengan kata lain, Anda sebaiknya langsung menawarkan solusi yang diberikan oleh pemda di judul web tersebut. Hal ini sekaligus akan menjadi daya tarik untuk memasarkan situs Anda sehingga google mudah mengenalinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Description Meta Tag (Uraian dari halaman web)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Uraian halaman web ini tidak jauh berbeda dengan judul halaman. Namun lebih panjang saja dan akan muncul sebagai penjelasan situs Anda. Buatlah deskripsi sesuai dengan kelebihan yang dimiliki pemda. Atau langsung saja menjelaskan kelebihan-kelebihan daerah dan daya tarik yang menjadi prioritas pembangunan daerah. Dengan demikian deskripsi ini sebagai penjelas dan akan memberikan citra positif kepada lembaga Anda. Uraian ini akan muncul dihasil pencarian sehingga orang pun tertarik dan paham akan keberadaan situs Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Keyword Meta Tag&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keyword ini merupakan uraian dari frase yang berkaitan dengan situs pemda Anda. Atau frase yang Anda inginkan sebagai keyword agar memudahkan pencarian. Namun keyword meta tag ini tidak begitu penting, artinya tanpa menuliskannya pun google mampu mencari situs Anda. Tetapi tidak ada salahnya bila Anda juga menggunakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Heading&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Heading merupakan judul dari suatu paragraf atau subbab. Heading ini digunakan untuk memudahkan google mengenali situs Anda. Dalam heading ini sebaiknya Anda masukan kata yang mengandung keyword ataupun frase yang mewakili situs pemda Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Body Text&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Body text ini terdapat pada halaman-halaman web Anda. Sebaiknya Anda juga selalu mencantumkan frase-frase yang berkaitan dengan situs web Anda. Begitu juga dengan gambar sebaiknya menggunakan keterangan atau alt tag yang merujuk ke situs Anda. Dengan demikian search engine mudah menemukan situs Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain ketentuan tersebut tentu masih dipengaruhi oleh banyaknya orang yang masuk ke web Anda setelah mereka mengklik hasil pencarian. Menurut Bob Julius Onggo, Pakar Marketing Online, content yang update sangat mendukung untuk optimalisasi situs di search engine. Apabila isi yang ditawarkan menarik tidak menutup kemungkinan orang tersebut akan kembali mengklik situs Anda untuk mendapat informasinya. Begitu juga dengan banyaknya suatu lembaga yang memasang link situs Anda. “Hal ini akan mendongkrak ranking situs Anda di google. “ jelasnya pada seminar Google is My Salesman di Jakarta pada beberapa waktu (22/6) lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari beberapa hal tersebut banyak juga yang melakukan kesalahan-kesalahan sehingga google tidak menampilkan situs Anda. Beberapa diantaranya seperti keyword yang tidak tepat, terlalu banyak keyword dalam meta tag. Bagi situs yang menggunakan frames, tidak menggunakan tag no frames. Pada dasarnya situs pencari tidak mengenal frames. Sehingga disarankan agar Anda tidak membangun situs yang menggunakan frames. Disamping itu, jangan hanya menampilkan keindahan semata dengan menggunakan flash seluruhnya di halaman depan. Karena situs pencari tidak dapat membaca gambar yang cantik. Mesin situs pencari hanya dapat membaca teks yang ada di halaman web. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber: www.wartaegov.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-1787923611284621506?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/1787923611284621506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=1787923611284621506&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/1787923611284621506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/1787923611284621506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/12/tak-kenal-maka-tak-sayang.html' title='Tak Kenal Maka Tak Sayang'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-1420362200407960378</id><published>2007-12-19T09:04:00.000+07:00</published><updated>2007-12-19T09:18:45.054+07:00</updated><title type='text'>Pemerintah Kota Bekasi: Hemat Rp300 Juta Berkat IP Telephony</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;" class="fullpost"&gt;Berkat infrastruktur jaringan kabel fiber optic jalur komunikasi Internet Protocol Phone, pemerintah kota Bekasi berhasil melakukan efisiensi biaya komunikasi mencapai Rp 300 juta di tahun 2006 lalu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;SEMUA orang rasanya pernah mendengar nama kota Bekasi. Posisi strategis kota Bekasi yang bersebelahan dengan ibukota negara DKI Jakarta, membuat kota seluas 210,49 kilometer persegi ini cukup dikenal dimana-mana. Sebagai wilayah yang berbatasan dengan kota Jakarta, wajar bila kondisi ekonomi kota Bekasi pun tergolong maju. Salah satu sektor unggulan yang dikedepankan oleh pemerintah kota (pemkot) Bekasi kawasan industri baik yang berskala lokal maupun internasional. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Tapi tak hanya bidang perindustrian saja kota Bekasi terbilang maju. Dalam penyelenggaraan pemerintahan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (e-government), kota Bekasi pun tak mau kalah. Pembangunan e-government dilakukan secara bertahap, mulai dari yang sederhana seperti pengadaan hardware (perangkat keras), software (piranti lunak) maupun pengembangan sumber daya manusia (SDM). Itu saja? Tentu tidak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Satu hal yang cukup menarik adalah upaya pemkot Bekasi dalam mengembangkan jaringan komunikasi. Sekadar informasi, saat ini antar kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-kota Bekasi telah terhubung jaringan komunikasi menggunakan teknologi Internet Protocol Phone (IP-Phone). “Berkat IP-Phone kini semua SKPD se-kota Bekasi bisa menghemat biaya komunikasi (pulsa telepon) sampai Rp 300 juta setiap tahun,” jelas Nandi Surjakandi, Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Kota Bekasi. Jumlah yang tak sedikit bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Sebelumnya, menurut Nandi, dari 17 kantor SKPD se-kota Bekasi menggunakan sistem komunikasi melalui jalur telepon konvensional biasa. Model komunikasi itu jelas membutuhkan biaya pulsa telepon tentunya. Namun berkat jalur komunikasi IP-Phone, kini praktis tidak ada lagi biaya pembelian pulsa komunikasi telepon. Semua jaringan komunikasi antar SKPD berlangsung diatas jaringan infrastruktur komunikasi fiber optic yang sebelumnya telah dibangun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Ya, di tahap awal, pemkot Bekasi telah membangun jaringan komunikasi infrastruktur melalui kabel fiber optic secara bertahap. Pembangunan pertama dimulai sejak 2004 yang bertujuan untuk menghubungkan dua kawasan perkantoran pemerintah yang berbeda, yakni yang berada di jalan Juanda maupun jalan Margahayu kota Bekasi. Sedangkan pembangunan berikutnya pada tahun 2005, dimana  targetnya adalah semua SKPD sudah tersambung. Sampai saat ini, total kabel fiber optic yang sudah terbentang mencapai 10.164 meter. “Jaringan kabel fiber optic ini yang kemudian menjadi tulang punggung integrasi seluruh data, sambungan internet dan juga jaringan komunikasi IP-Phone di lingkup SKPD se-kota Bekasi,” jelas Nandi.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Khusus untuk komunikasi IP-Phone, tambah Nandi, perangkat telepon yang digunakan memang khusus yang bisa beroperasi melalui teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP). Melalui perangkat telepon VoIP tersebut, malahan juga mampu menggantikan penggunaan perangkat telepon berbasis PABX (Private Automatic Branch Exchange) dari telepon konvensional (Telkom) yang lama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Selanjutnya dengan nilai pembelanjaan sekitar Rp 300 juta, maka dibelilah 31 unit pesawat telepon VoIP yang kemudian didistribusikan ke beberapa kantor SKPD. “Tak disangka dalam waktu setahun sudah break event point karena ternyata mampu menghemat biaya komunikasi sampai Rp 300 juta,” tegas Nandi. Bahkan dalam hal kualitas suara telepon, seperti diceritakan Nandi, banyak pegawai pemkot Bekasi yang merasakan kalau suara IP-Phone mampu sejernih suara telepon konvensional. Hampir tidak ada bedanya sama sekali, tandas Nandi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Wajar bila kemudian pemkot Bekasi menargetkan untuk menambah sekitar 41 unit telepon VoIP lagi untuk manjangkau kantor SKPD yang belum memiliki IP-Phone atau menambah dari yang telah ada. Di 2007 ini, Badan Informasi dan Komunikasi pemkot Bekasi juga menargetkan untuk mengembangkan jaringan komunikasi menggunakan media wireless untuk menjangkau 12 wilayah kecamatan se-kota Bekasi. Teknologi komunikasi wireless sengaja dipilih karena dianggap mampu menjangkau daerah yang jauh dengan biaya lebih murah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Tak jauh beda dengan daerah lain, dalam mengembangkan e-government pastinya juga menjumpai beberapa kendala. Khusus pengembangan jaringan komunikasi pemkot Bekasi, kendala yang ditemui justru yang bersifat non teknologi seperti faktor pemahaman TIK para pegawai pemerintah di setiap kantor SKPD atau kurangnya keinginan untuk saling mengintegrasikan data antar kantor SKPD. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Selain tersedianya  jaringan komunikasi yang efisien, pemkot Bekasi juga telah mengembangkan situs web resmi www.kotabekasi.go.id. Khusus untuk menunjang kinerja pemerintahan baik untuk kalangan internal maupun eksternal juga telah dikembangkan sistem informasi manajemen berbentuk client-server maupun web-base seperti Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIMDA) dan juga Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Satu Atap (SIMTAP). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;Wayan Sudane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;wayan@wartaegov.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.wartaegov.com"&gt;www.wartaegov.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-1420362200407960378?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/1420362200407960378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=1420362200407960378&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/1420362200407960378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/1420362200407960378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/12/pemerintah-kota-bekasi-hemat-rp300-juta.html' title='Pemerintah Kota Bekasi: Hemat Rp300 Juta Berkat IP Telephony'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-8274857017051976816</id><published>2007-11-16T23:46:00.000+07:00</published><updated>2007-11-16T23:50:07.976+07:00</updated><title type='text'>Presiden: Terus Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda</title><content type='html'>&lt;span style="color:red;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; | Jurnal Nasional | Senin, 29 Okt 2007&lt;div class="fontonwhite" align="justify"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; PRESIDEN&lt;/span&gt; Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan agar semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 terus dihidupkan. "Mari kita hidupkan kembali Sumpah Pemuda agar pemuda dan Bangsa Indonesia unggul, menang dalam era globalisasi menuju masa depan yang sejahtera lahir dan batin," ujar Presiden SBY saat mencanangkan Gerakan Nasional Jantung Sehat Remaja, di &lt;em&gt;Tennis Indoor&lt;/em&gt; Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin (28/10).  &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Presiden juga mengingatkan bahwa 79 tahun lalu, tepatnya 28 Oktober 1928, bangsa Indonesia melalui pemuda telah berikrar, bertekad untuk menjadi bangsa yang satu yaitu Bangsa Indonesia, bertanah air satu, tanah air Indonesia, dan berbahasa satu, bahasa Indonesia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dalam acara yang dihadiri ribuan remaja jantung sehat itu, Presiden SBY mengajukan empat pertanyaan kepada pemuda Indonesia yang hadir di acara tersebut. "Apakah kalian bangga menjadi pemuda dan remaja indonesia? Apakah kalian ingin menjadi genrasi muda yang maju? Apakah kalian ingin berhasil dalam pendidikan? Apakah kalian ingin menjadi pemuda dan pemudi yang tidak kalah dengan bangsa lain?" tanya Presiden. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Secara terpisah, sejumlah pentolan aktivis pemuda mengeluarkan Maklumat terkait dengan peringatan Sumpah Pemuda. Dalam maklumatnya, para aktivis gerakan itu memandang perlu dibangun politik persatuan pemuda, percepatan alih generasi kepemimpinan politik untuk pemuda, lawan neo-liberalisme dan feodalisme untuk keadilan sosial bangsa. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Maklumat yang dinyatakan Herry Ariyanto Azzumi (Ketua Umum PB PMII), Goklas Nababan (Ketua PP GMKI), Wayan Sudane (Ketua KMHDI), Eko Nugroho Raharjo (Ketua PP Hikmah Budhi, Fajar Zulkarnaen (Ketua PB HMI) Dedy Rachmadi (Ketua Presidium GMNI), Tommy Jematu (Ketua Presidium PP PMKRI) dan Amiruddin (Ketua DPP IMM) itu menegaskan, pentingnya pemuda Indonesia mewarisi api Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Herry Ariyanto Azzumi mengatakan, maklumat itu menyatakan bahwa sumpah pemuda itu menjadi prinsip pokok perjuangan ke arah pembentukan negara bangsa. Garis politik persatuan yang tercermin dari sumpah pada hakikatnya adalah sebuah kesadaran bersama atas situasi tata kehidupan berwatak kapitalistik serta belitan feodalisme yang menghambat kemajuan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Saat ini, sumpah pemuda makin menemukan relevansinya. Belum hilangnya struktur penghisapan kapitalisme yang hadir dalam setiap agenda-agenda pembangunan bercorak neoliberal, pembatasan peran negara dalam mengatur sistem investasi, eksploitasi sumberdaya alam serta pengadaan barang dan jasa publik oleh korporasi global, terbukti menyebabkan ketimpangan struktur sosial di mana jurang kaum melarat dengan kaum berpunya semakin lebar. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Negara yang seharusnya menjadi pelindung segenap tumpah darah rakyatnya, lemah tak berdaya menghadapi desakan-desakan agenda global.&lt;br /&gt;Situasi di atas diperparah dengan lemahnya kepemimpinan politik saat ini. Lambannya alih generasi dalam kepemimpinan, lahir dari tata hubungan sosial bercorak feodalistik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; "Keengganan memberikan kesempatan serta tidak sepenuh hatinya para generasi terdahulu dalam mendorong akselerasi berkembangnya tunas-tunas bangsa adalah bagian dari ekspresi feodalisme saat ini. Keterlibatan pemuda dalam pengambilan keputusan strategis dalam konteks arah perubahan bangsa masih dalam posisi pinggiran alias pelengkap sekaligus pemanis dari proses yang berdampak panjang itu," tegasnya kepada &lt;em&gt;Jurnal Nasional &lt;/em&gt;kemarin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Menurut Herry, situasi inilah yang sejalan dengan fase sumpah pemuda 1928 ketika tata kehidupan bercorak neoliberal yang penuh penghisapan dari luar serta feodalisme akut dari dalam, masih menjadi hambatan besar bagi kemajuan bangsa. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; "Berangkat dari sutiasi objektif di atas, maka kami para pemuda Indonesia menyampaikan makloemat. Kami bertekad untuk membangun semangat baru, semangat politik persatuan, mempercepat alih kepemimpinan, kepemimpinan ditangan pemuda dan meretas struktur sosial baru, struktur sosial anti neoliberalisme dan feodalisme," tegas Herry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; M. Yamin Panca Setia&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-8274857017051976816?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/8274857017051976816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=8274857017051976816&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8274857017051976816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8274857017051976816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/11/presiden-terus-hidupkan-semangat-sumpah.html' title='Presiden: Terus Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-6538932466673411142</id><published>2007-10-05T20:29:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:12.232+07:00</updated><title type='text'>Lensa Bali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RwY9PzGEExI/AAAAAAAAAHE/MxCB2d-N-ow/s1600-h/Bali+Indonesia.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RwY9PzGEExI/AAAAAAAAAHE/MxCB2d-N-ow/s400/Bali+Indonesia.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117845368176120594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-6538932466673411142?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/6538932466673411142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=6538932466673411142&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/6538932466673411142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/6538932466673411142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/10/lensa-bali.html' title='Lensa Bali'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RwY9PzGEExI/AAAAAAAAAHE/MxCB2d-N-ow/s72-c/Bali+Indonesia.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-702030766412023115</id><published>2007-09-21T17:23:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:12.725+07:00</updated><title type='text'>Berlintas di Kukar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RvaPDwnYwkI/AAAAAAAAAG8/9CyjbC19o3A/s1600-h/IMG_0105.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RvaPDwnYwkI/AAAAAAAAAG8/9CyjbC19o3A/s400/IMG_0105.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113431721678258754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jembatan Kutai Kartanegara di Tenggarong, Kaltim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RvaONQnYwjI/AAAAAAAAAG0/wLsU_cW7H7Q/s1600-h/IMG_0093.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RvaONQnYwjI/AAAAAAAAAG0/wLsU_cW7H7Q/s400/IMG_0093.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113430785375388210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Patung Lembu Swana di Pulau Kumala, Kutai Kartanegara, Kaltim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-702030766412023115?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/702030766412023115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=702030766412023115&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/702030766412023115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/702030766412023115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/09/berlintas-di-kukar.html' title='Berlintas di Kukar'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RvaPDwnYwkI/AAAAAAAAAG8/9CyjbC19o3A/s72-c/IMG_0105.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-5415594794524861086</id><published>2007-08-24T10:31:00.000+07:00</published><updated>2007-08-24T10:36:00.629+07:00</updated><title type='text'>Belanda Didesak Akui Proklamasi 17 Agustus 1945</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;strong&gt;Jakarta, Kompas (16/8)&lt;/strong&gt; - Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI mendesak Pemerintah Belanda untuk mengakui Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Hingga kini, Belanda hanya mengakui kemerdekaan RI sebagai pendirian Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1949. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;Desakan tersebut disampaikan PPKI di Jakarta, Rabu (15/8). PPKI terdiri atas sembilan organisasi pelajar dan mahasiswa, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia, dan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;Selain itu, ada Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, Ikatan Remaja Muhammadiyah, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Ketua Presidium GMNI Deddy Rachmadi mengatakan pengakuan Belanda atas Proklamasi Kemerdekaan RI itu penting untuk memutus rangkaian gerakan separatis yang terkait dengan negara bagian yang ada saat itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Minta maaf&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;font-size:85%;" &gt;Selain pengakuan atas Proklamasi Kemerdekaan RI, para mahasiswa dan pelajar tersebut juga menuntut Belanda meminta maaf atas tindakannya menjajah Indonesia dan mengeruk segala sumber daya yang ada saat itu. Ketua Umum PMII Hery Haryanto Azumi menilai Pemerintah Indonesia sendiri tidak pernah secara serius menuntut Belanda meminta maaf. Keengganan dan ketidaktegasan pemerintah ini menunjukkan rendahnya nasionalisme para penyelenggara negara.&lt;br /&gt;Ketua Umum GMKI Goklas Nababan menambahkan, belum adanya pengakuan dari Belanda menunjukkan Belanda belum secara ikhlas mengakui kemerdekaan Indonesia. (MZW)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-5415594794524861086?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/5415594794524861086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=5415594794524861086&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5415594794524861086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5415594794524861086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/08/belanda-didesak-akui-proklamasi-17.html' title='Belanda Didesak Akui Proklamasi 17 Agustus 1945'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-7643255470538789585</id><published>2007-08-07T15:19:00.000+07:00</published><updated>2007-08-07T15:21:25.208+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Raya (Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1958)</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0.5cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku.&lt;br /&gt;Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.&lt;br /&gt;Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku.&lt;br /&gt;Marilah kita berseru "Indonesia bersatu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Hiduplah  tanahku, Hiduplah negriku, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Bangsaku,  Rakyatku, semuanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Bangunlah  jiwanya, Bangunlah badannya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd style="margin-bottom: 0.5cm;"&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Untuk  Indonesia Raya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt; &lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Refrein:&lt;/b&gt; Indonesia Raya,&lt;br /&gt;Merdeka, Merdeka&lt;br /&gt;Tanahku, negriku yang kucinta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Indonesia  Raya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Merdeka,  Merdeka &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd style="margin-bottom: 0.5cm;"&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Hiduplah  Indonesia Raya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Indonesia Raya,&lt;br /&gt;Merdeka, Merdeka&lt;br /&gt;Tanahku, negriku yang kucinta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Indonesia  Raya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Merdeka,  Merdeka &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/dd&gt;&lt;dd style="margin-bottom: 0.5cm;"&gt;  &lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-size:85%;" &gt;Hiduplah  Indonesia Raya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-7643255470538789585?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/7643255470538789585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=7643255470538789585&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/7643255470538789585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/7643255470538789585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/08/indonesia-raya-peraturan-pemerintah.html' title='Indonesia Raya (Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1958)'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-888571034403559209</id><published>2007-08-07T15:14:00.000+07:00</published><updated>2007-08-07T15:19:06.184+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Raya 3 Stanza</title><content type='html'>&lt;pre&gt; Indonesia Tanah Airkoe&lt;br /&gt;Tanah Toempah Darahkoe&lt;br /&gt;Disanalah Akoe Berdiri&lt;br /&gt;Djadi Pandoe Iboekoe&lt;/pre&gt; &lt;pre&gt; Indonesia Kebangsaankoe&lt;br /&gt;Bangsa dan Tanah Airkoe&lt;br /&gt;Marilah Kita Berseroe&lt;br /&gt;Indonesia Bersatoe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidoeplah Tanahkoe&lt;br /&gt;Hidoeplah Negrikoe&lt;br /&gt;Bangsakoe Ra'jatkoe Semw'wanja&lt;br /&gt;Bangoenlah Jiwanja&lt;br /&gt;Bangoenlah Badannja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Indonesia Raya Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Tanahkoe Negrikoe jang Koetjinta&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Hidoeplah Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah jang Moelia&lt;br /&gt;Tanah Kita jang Kaja&lt;br /&gt;Di Sanalah Akoe Berdiri&lt;br /&gt;Oentoek Slama-lamanja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Poesaka&lt;br /&gt;Poesaka Kita Semoeanja&lt;br /&gt;Marilah Kita Mendo'a&lt;br /&gt;Indonesia Bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeboerlah Tanahnja&lt;br /&gt;Soeboerlah Djiwanja&lt;br /&gt;Bangsanja Ra'jatnja Sem'wanja&lt;br /&gt;Sadarlah Hatinja&lt;br /&gt;Sadarlah Boedinja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Jang Soetji&lt;br /&gt;Tanah Kita Jang Sakti&lt;br /&gt;Di Sanalah Akoe Berdiri&lt;br /&gt;'Njaga Iboe Sedjati&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Berseri&lt;br /&gt;Tanah Jang Akoe Sajangi&lt;br /&gt;Marilah Kita Berdjandji&lt;br /&gt;Indonesia Abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamatlah Ra'jatnja&lt;br /&gt;Slamatlah Poetranja&lt;br /&gt;Poelaoenja, Laoetnja, Sem'wanja&lt;br /&gt;Madjoelah Negrinja&lt;br /&gt;Madjoelah Pandoenja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja  &lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-888571034403559209?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/888571034403559209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=888571034403559209&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/888571034403559209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/888571034403559209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/08/indonesia-raya-3-stanza.html' title='Indonesia Raya 3 Stanza'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-3032353197345868394</id><published>2007-07-24T11:10:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:12.973+07:00</updated><title type='text'>Dari karikaturnya, berpolitik.com</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RqV85fcO9dI/AAAAAAAAAGU/P7eDiNS0GoQ/s1600-h/gambar_21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 289px; height: 288px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RqV85fcO9dI/AAAAAAAAAGU/P7eDiNS0GoQ/s400/gambar_21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090612280946521554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pilot:&lt;/b&gt; "Pak, saya cuma numpang lewat. Gak bakalan mampir kok"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gatot:&lt;/b&gt; "KAGAK BISA!! ayo puter balik!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;=============================&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;Jadi inget kisah per-wayangan di Indonesia...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-3032353197345868394?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/3032353197345868394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=3032353197345868394&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3032353197345868394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/3032353197345868394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/07/dari-karikaturnya-berpolitikcom.html' title='Dari karikaturnya, berpolitik.com'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RqV85fcO9dI/AAAAAAAAAGU/P7eDiNS0GoQ/s72-c/gambar_21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-5201985954170167795</id><published>2007-07-24T09:12:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:13.213+07:00</updated><title type='text'>HARUSKAH SEORANG EKSEKUTIF PERUSAHAAN NGE-BLOGGING?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RqVg8_cO9cI/AAAAAAAAAGM/UtaPFjybm7E/s1600-h/bob005pasfoto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RqVg8_cO9cI/AAAAAAAAAGM/UtaPFjybm7E/s400/bob005pasfoto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090581554750485954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Oleh : &lt;b&gt;Bob Julius Onggo&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;(www.bjoconsulting.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan&lt;/span&gt; di atas adalah salah satu pertanyaan yang        sering ditanyakan dan didiskusikan. Lihat saja bagaimana        pertanyaan ini muncul dalam diskusi panas di surat kabar        New York Times di hari Minggu akhir Juli 2006 khususnya        di seksi digital domain. Diskusi tersebut adalah        lanjutan dari Konferensi yang bertema “CEO Blogging”        yang diadakan di bulan Mei 2005, di New York.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;       &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Betul        memang tidak sedikit, umumnya CEO pada gaptek tetapi ada        juga yang tidak gaptek. Ada CEO yang “&lt;i&gt;extrovert&lt;/i&gt;”        ada juga yang “&lt;i&gt;introvert&lt;/i&gt;”. Ada juga CEO yang suka        “nyambi” di luar ; ada juga yang tidak mau karena sudah        terlalu kelimpahan secara financial. Dan biasanya CEO        yang suka “nyambi” adalah CEO yang berasal dari lini        pekerja professional dan bertujuan untuk mengorbitkan        nama maupun produk serta organisasi di mana mereka        bekerja sebagai “white collar” agar identik ganda        melekat antara dirinya dan perusahaannya ; Sedangkan CEO        yang tidak “nyambi” adalah karena mereka menjadi besar        lewat bisnisnya yang sukses dan “kelimpahan”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;       &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Pro,        kontra dan diam menyelimuti perdebatan ini mengingat        tidak sedikit CEO telah melakukan blogging seperti CEO        Boeing atau Sun Microsystem maupun CEO Apple, namun        kenyataannya, mulai dari sutradara kondang, Steven        Spielberg hingga CEO Microsoft, Steven Ballmer atau        Chairman sekelas Bill Gates tidak blogging (baca: &lt;i&gt;       atau mungkin belum)&lt;/i&gt;, sedangkan ironisnya di tubuh        Microsoft terdapat lebih dari 3000 eksekutifnya yang        sudah melakukan aktivitas &lt;i&gt;blogging&lt;/i&gt;. Dan memang        kenyataannya sekarang. Jumlah CEO yang belum atau tidak        melakukan blogging dari 500 perusahaan favorit versi        majalah Fortune lebih banyak dari pada yang sudah masuk        ke blogosphere. Mengapa?&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;      Randall Stross, adalah orang yang sengaja memulai        perdebatan lewat topic di atas, namun dia pun tidak        mendetail dalam penjelasannya seputar alasan blogging        meme. Akan tetapi dia memperjelas mengapa aktivitas        blogging dapat memberikan manfaat publisitas bagi para        eksekutif sambil mengutip kesuksesan publisitas yang        diperoleh CEO SUN, Schwartz hingga julukan seputar &lt;i&gt;       CEO blogging&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;       &lt;span style="color:black;"&gt;CEO YG        TIDAK SETUJU NGE-BLOGGING&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Para eksekutif        puncak pada dasarnya cenderung untuk menghindari        aktivitas yang dianggap secara umum beresiko tinggi        seperti : Sky diving, panjat tebing, balapan motor, dan        beberapa dari mereka menganggapnya aktivitas blogging        itu beresiko seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada konferensi        “CEO Blogging” di bulan Mei tersebut disinyalir        alasannya ada yang bersifat teknis karena adanya        peraturan korporat atau keengganan yang bersifat psikis        maupun privasi serta alasan sudah sangat puas secara        financial dan sudah ingin pensiun dini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alasan teknis        adalah menyusul adanya peraturan SEC (&lt;i&gt;Securities and        Exchange Commission&lt;/i&gt;) di bulan Agustus 2000, yang        menyatakan bahwa perusahaan yang membeberkan informasi        non public kepada lembaga manapun, maka perusahaan        tersebut juga harus membeberkan informasi non public        tersebut kepada public secara umum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kelihatannya masuk        akal, tidak mungkin para petinggi perusahaan mau        mentransfer informasi kepada khalayak ramai. Eksekutif        puncak perusahaan mana yang mau membahayakan posisi        mereka yang bergaji tinggi serta kompensasi yang glamour        hanya ditukar dengan cuap-cuap lewat blog?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disamping        keribetan yang mereka harus jalani karena masalah &lt;i&gt;       corporate commentary &lt;/i&gt;yang harus mengalir lewat        proses audit. Dicek oleh departemen PR dan disetujui        oleh departemen legal agar konsistensi dengan &lt;i&gt;       corporate image &lt;/i&gt;dapat dipertahankan dan dijamin        tidak menyimpang lewat &lt;i&gt;corporate voice&lt;/i&gt; selama ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagi mereka yang        masuk ke dunia blogosphere namun tidak memiliki komitmen        pun perlu dipertimbangkan seperti yang dilakukan oleh        salah satu dari 500 perusahaan favorit versi Majalah        Fortune selain perusahaan di sector teknologi, seperti        John P. Mackey dari &lt;span class="bold1"&gt;       &lt;a title="Whole Foods Market" style="color: black; text-decoration: underline;" href="http://www.nytimes.com/redirect/marketwatch/redirect.ctx?MW=http://custom.marketwatch.com/custom/nyt-com/html-companyprofile.asp&amp;symb=WFMI"&gt;       &lt;span style="color: rgb(0, 66, 118); text-decoration: none;"&gt;       Whole Foods Market&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;Bayangkan bagaimana        orang tidak melecehkan karena selama 10 bulan dia masuk        ke dunia blog, hanya memiliki 6 &lt;i&gt;posting, &lt;/i&gt;dan itu        juga hanya&lt;i&gt; &lt;/i&gt;berupa hasil wawancara maupun pidato        yang di-upload hanya sekali dalam dua bulan. Bukankah        ini suatu hal yang tanggung untuk dilakukan? Halnya sama        membangun milis atau ezine namun tidak “dirawat”        akhirnya mati suri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;CEO YG SETUJU        NGE-BLOGGING&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Lain        CEO lain pula gaya dan pendapatnya. CEO SUN, Jonathan        Schwartz, tidak setuju kalau aktivitas blogging        disamakan seperti aktivitas olahraga yang berbahaya        seperti ditulis di atas. “&lt;i&gt;If You Want to Lead, Blog&lt;/i&gt;!,”        demikian kata Schwartz, yang dipublikasikan di Harvard        Business Review tahun lalu. Bagi Schwartz, “memiliki        blog bukanlah masalah pilihan, sama seperti memiliki        email”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span  lang="DE" style="color:black;"&gt;       Schwartz merasakan banyaknya hal positif yang dia amati        dalam bisnis korporatnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;       “Pekerjaan No. 1 saya adalah menjadi komunikator,”        tuturnya, “Saya tidak mengerti mengapa seorang CEO tidak        melakukan blog jika katanya &lt;i&gt;committed &lt;/i&gt;untuk        berkomunikasi secara transparan dan terbuka.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;       &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;       Anggaplah seandainya para petinggi puncak siap agar        menjadi panutan dan pemikiran mereka yang bijak mudah        diteladani dan serta merta dapat diakses seperti halnya        Schwartz, media blog menyediakan sarana yang sangat        sangat efisien untuk mempublikasikannya, demikian yang        dialami oleh Schwartz, lewat blognya dia mudah dijangkau        oleh para pemegang saham (&lt;i&gt;shareholders&lt;/i&gt;), para        pengembang perangkat lunak dan semua klien maupun calon        pelanggannya. Lewat &lt;i&gt;posting&lt;/i&gt;-nya, maka semuanya        dapat dikumpulkan jadi satu dan terciptalah suatu &lt;i&gt;       perceived trust&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;       Debbie Weil misalnya, seorang konsultan blog, berupaya        meyakinkan para eksekutif yang bimbang apakah harus        blogging atau tidak, dia mengatakan bahwa lewat blogging,        mereka akan menghemat waktu dalam waktu yang mereka        gunakan untuk berkomunikasi lewat ratusan email setiap        harinya. “sebaliknya daripada harus selalu &lt;i&gt;one-to-one&lt;/i&gt;,        mengapa tidak juga bangun komunikasi &lt;i&gt;one-to-many&lt;/i&gt;        lewat media blog?”, demikian kilahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;       Sebenarnya kalau ada CEO yang sungkan atau ragu-ragu        untuk melakukan posting lewat media blog, tanyakan        kenapa? Tetapi pun tidak ada salahnya melihat 5 kiat        praktis untuk memotivasi mereka di       &lt;a href="http://bjoconsulting.blogs.com/bjo/ceo_blogging/index.html"&gt;       URL ini&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color:black;"&gt;       Jangan  terlalu cemas dengan terlalu sedikit atau banyak       &lt;i&gt;posting&lt;/i&gt; seputar informasi dan kebijakan        perusahaan, &lt;i&gt;corporate image &lt;/i&gt;dan embel-embel serta        emblem korporat lainnya, yang penting konsistensinya dan        kejujurannya. Toh lihat saja sekarang ini banyak para        eksekutif biasa maupun petinggi perusahaan yang sedang        main golf, tidak takut, sungkan atau segan-segan        menggunakan topi atau kaus dengan logo perusahaan mereka,        ya mereka tidak takut untuk muncul di publik. Jadi apa        bedanya dengan aktivitas &lt;i&gt;blogging &lt;/i&gt;yang membawa        logo korporat mereka, bukan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-5201985954170167795?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/5201985954170167795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=5201985954170167795&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5201985954170167795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5201985954170167795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/07/haruskah-seorang-eksekutif-perusahaan.html' title='HARUSKAH SEORANG EKSEKUTIF PERUSAHAAN NGE-BLOGGING?'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RqVg8_cO9cI/AAAAAAAAAGM/UtaPFjybm7E/s72-c/bob005pasfoto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-2660092125434424277</id><published>2007-07-03T08:39:00.000+07:00</published><updated>2007-07-03T18:44:37.825+07:00</updated><title type='text'>Renungan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"  style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ego adalah dinding baja yang memisahkan manusia dari Tuhan.&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;Ia merupakan substansi busuk yang telah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;membuat manusia jatuh dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;martabat kedewataannya yang tertinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;dan membuatnya merosot ke dalam sebentuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;kehidupan yang berdasarkan naluri-naluri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;dan impuls-impuls brutal khewani.&lt;/span&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-family: arial;font-size:85%;" &gt;~Sri Swami Sivananda~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;The religion that embraces all and fights with none is  the real religion. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;      &lt;div style="color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Such a religion alone will endure,&lt;br /&gt;while others will  vanish like bubbles. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;            &lt;div style="color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Such an enduring religion is the religion of truth,&lt;br /&gt;purity, non-violence  and love. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;      &lt;div class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;~ Sri Swami  Sivananda~&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-style: italic;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kesujatian bukan teori, bukan sistem spekulatif dari filsafat, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="font-style: italic;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;bukan pendalaman intelektual.&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:14;" lang="IN" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesujatian adalah persesuaian pasti dengan realitas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;~ Sri Paramahansa Yogananda ~&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;My work will be finished if I succeed in carrying conviction to the human family,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;that every man or woman, however weak in body,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;is the guardian of his or her self-respect and liberty.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;This defense avails, though the whole world may be against the individual resister.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;~Mahatma Gandhi~&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-2660092125434424277?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/2660092125434424277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=2660092125434424277&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2660092125434424277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2660092125434424277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/07/renungan.html' title='Renungan'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-8312377536408423656</id><published>2007-06-29T14:25:00.000+07:00</published><updated>2007-06-29T14:44:38.640+07:00</updated><title type='text'>Hari Raya Galungan: Sudahkah Kita Menang?</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt;. Bulan Juni ini memang memberikan makna tersendiri untuk membangkitkan nasionalisme kita. Awal Juni lalu (1/6) dimana rasa kebangsaan kita digugah dengan semangat lahirnya Pancasila. Tentu dengan semangat tersebut dapat mereflesikan kesadaran kita dalam berbangsa dan bernegara. Tidak itu saja, diakhir bulan ini juga, bagi umat Hindu sebuah kemenangan pun dirayakan. Kemenangan &lt;em&gt;dharma &lt;/em&gt;(kebenaran) melawan &lt;em&gt;adharma &lt;/em&gt;(kebatilan). Perayaan ini dikenal dengan hari raya Galungan yang jatuh pada 27 Juni esok. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemenangan ini tentu harus dimaknai sebagai sebuah proses refleksi dimana kita mampu untuk mengendalikan diri atas perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran dharma. Hal ini disampaikan Wayan Sudane, Presidium Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) hari ini (26/6) di Jakarta. Perayaan ini, lanjutnya, harus benar-benar memberikan pemaknaan untuk memenangkan 'pertempuran' selanjutnya agar kita tetap memiliki sifat kedewaan &lt;em&gt;(dewa sampad)&lt;/em&gt;. “Jangan sampai kita dikuasai oleh sifat-sifat keraksasaan &lt;em&gt;(asura sampad)&lt;/em&gt;,” tandasnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal senada juga disampaikan I Gde Dharma Nugraha, Ketua Pimpinan Daerah KMHDI DKI Jakarta, bahwa perayaan ini untuk memberikan pemaknaan dalam diri yaitu kemenangan diri kita sendiri dalam memerangi sad ripu yang ada dalam pribadi kita masing-masing. Ia mencontohkan bagaimana kita harus mengendalikan &lt;em&gt;kama  &lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;(hawa nafsu)&lt;/span&gt;, &lt;em&gt;lobha &lt;/em&gt;(ketamakan), &lt;em&gt;krodha &lt;/em&gt;(kemarahan yang melampaui batas), &lt;em&gt;mada &lt;/em&gt;(kemabukan yang membawa kegelapan pikiran), &lt;em&gt;moha &lt;/em&gt;(kebingungan), dan &lt;em&gt;matsarya &lt;/em&gt;(iri dengki yang menyebabkan permusuhan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemenangan ini tentu harus dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara. Masih banyaknya tuntutan masyarakat terhadap pemerintah seperti penegakkan hukum, permasalahan HAM, pengusutan tindak korupsi, dan masalah-masalah lainnya menandakan bahwa kita belum mampu untuk memenangkan &lt;em&gt;dharma &lt;/em&gt;ini. Wayan Sudane menegaskan bahwa kita memang perlu untuk melakukan refleksi dan pengendalian diri menuju &lt;em&gt;dewa sampad&lt;/em&gt;. Dengan demikian nasionalisme kita dalam berbangsa dan bernegara tidak dikuasai oleh &lt;em&gt;asura sampad.&lt;/em&gt; Sebuah pertanyaan yang patut kita renungkan seperti yang disampaikan Gde Dharma, sudahkah kita menang melawan &lt;em&gt;sad ripu &lt;/em&gt;yang ada dalam diri kita sendiri? Kalau belum, mari kita melawannya. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;[Redaksi]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;sumber: www.kmhdi.org&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-8312377536408423656?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/8312377536408423656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=8312377536408423656&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8312377536408423656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8312377536408423656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/06/hari-raya-galungan-sudahkah-kita-menang.html' title='Hari Raya Galungan: Sudahkah Kita Menang?'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-2934753322247497721</id><published>2007-06-26T12:29:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:13.374+07:00</updated><title type='text'>Ada Kemenangan...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RoCks_rrN0I/AAAAAAAAAGE/6IcALONx86U/s1600-h/wayan+sudane.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RoCks_rrN0I/AAAAAAAAAGE/6IcALONx86U/s400/wayan+sudane.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080241472589739842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-2934753322247497721?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/2934753322247497721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=2934753322247497721&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2934753322247497721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/2934753322247497721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/06/ada-kemenangan.html' title='Ada Kemenangan...'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RoCks_rrN0I/AAAAAAAAAGE/6IcALONx86U/s72-c/wayan+sudane.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-4127014839778847768</id><published>2007-06-08T17:00:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:13.560+07:00</updated><title type='text'>Kota “Pahlawan” Lelang Online</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RmksLPrrNzI/AAAAAAAAAF8/w_HavGbqPAc/s1600-h/19s1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RmksLPrrNzI/AAAAAAAAAF8/w_HavGbqPAc/s400/19s1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5073635026909476658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Layanan e-procurement merupakan kebanggaan implementasi e-government pemerintah kota Surabaya. Berkat e-procurement, kota Surabaya dikenal sebagai pelopor pengadaan barang/ jasa yang bebas KKN dan berstandar internasional.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;KOTA &lt;/strong&gt;Surabaya di Jawa Timur dikenal sebagai pintu gerbang paling besar dibandingkan kota yang lain di kawasan timur Indonesia. Banyak aktifitas perdagangan (ekspor-impor), transaksi bisnis dan ekonomi banyak terjadi disana. Tak heran bila kemudian pemerintah kota (pemkot) Surabaya dikenal mempunyai layanan publik berbasis e-government yang sejalan dengan potensi bisnis dan ekonomi. Salah satu layanan e-government yang cukup dikenal dari pemkot Surabaya adalah pengadaan barang/ jasa (lelang) melalui internet atau sering disebut dengan istilah e-procurement.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Daerah dengan luas wilayah lebih dari 300 kilometer persegi ini mulai mengembangkan sistem lelang elektronik ini sejak 2003. Menurut Nadjib Usman, Kepala Badan Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bapetikom) Kota Surabaya, lelang &lt;em&gt;on line pemkot &lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Surabaya bermula dari keberadaan sebuah situs bernama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;www.lelangserentak.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;. &lt;/span&gt;Situs ini merupakan sarana pertama yang digunakan oleh pemkot Surabaya untuk melakukan lelang &lt;em&gt;online&lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;. “Saat itu mulai muncul keinginan dari pemkot Surabaya untuk menyediakan sistem lelang yang transparan, akurat, tepat waktu dan mampu menghemat anggaran,” kata Nadjib.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Baru kemudian pada tahun 2004, pemkot Surabaya menyempurnakan sistem tersebut yang kemudian dikenal dengan Surabaya e-Procurement System (SePS) atau melalui situs web-nya di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;www.surabaya-eproc.or.id. Sejauh ini, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;tidak kurang dari 3 ribu badan usaha telah menjadi anggota dengan total nilai lelang barang/ jasa yang terjadi mencapai hampir Rp 300 milyar pada tahun 2006 lalu. Jumlah itu jauh berkurang jika dibandingkan total nilai lelang pada tahun 2005 yang mencapai sekitar Rp464 milyar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan diluncurkannya lelang &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; ini. Melalui e-procurement, tegas Najib, pemkot Surabaya bisa melakukan penghematan anggaran belanja hingga 25 persen dari rencana semula. Penghematan lainnya adalah berkurangnya penggunaan kertas kerja &lt;em&gt;(paperless) &lt;/em&gt;dan juga kecepatan waktu realisasi barang/ jasa. Selain itu, citra pemkot Surabaya juga ikut terkerek karena mampu menyediakan pengadaan barang dan jasa yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Semua itu berkat proses lelang yang transparan baik mulai dari pendaftaran sampai penentuan pemenang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="left" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak hanya itu saja, e-procurement Surabaya juga mampu memberikan peluang kerja dan usaha. “Bayangkan saja, lebih dari 90 persen paket pengadaan barang dan jasa selalu disediakan oleh perusahaan kecil dan menengah,” ujar Nadjib. Dari jumlah itu jelas menunjukkan kalau e-procurement bisa memberikan manfaat bagi pelaku bisnis lokal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Untuk membangun sistem lelang &lt;em&gt;online &lt;/em&gt;ini memang tidak mudah. Dibutuhkan dukungan pemimpin dan komitmen dari berbagai kantor satuan kerja/ instansi pemerintah yang ada dibelakangnya. “Kurang lebih sekitar satu tahun lamanya untuk membangun dan mengembangkan e-procurement Surabaya,” kata Agus Imam Sonhaji, Kepala Bagian Bina Program Kota Surabaya yang juga bertanggung jawab terhadap pengembangan e-procurement Surabaya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang membanggakan, tutur Agus, semua aplikasi e-procurement Surabaya dibangun sendiri oleh pemkot Surabaya dan beberapa orang tenaga TI yang dikontrak khusus (honorer). “Kurang lebih biaya yang dikeluarkan untuk menyiapkan perangkat teknologi dan pengembangan aplikasi e-procurement berkisar Rp100 juta hingga Rp 200 juta,” papar Agus. Tidak besar rasanya, apalagi kalau membandingkan jumlah total nilai lelang yang mencapai milyaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sebagai gambaran, aplikasi e-procurement Surabaya dikembangkan banyak menggunakan aplikasi berbasis &lt;em&gt;open source. &lt;/em&gt;Untuk koneksi internet menggunakan sistem operasi Linux. Sedangkan perangkat keras lainnya adalah berupa server&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;komputer dan perangkat TI standar lainnya untuk koneksi internet. Yang patut diacungi jempol, soal keamanan (security), aplikasi e-procurement kota Surabaya juga telah mendapat pengakuan berupa sertifikat ISO 27001:2005 tentang Security Management System. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meski bisa terbilang sukses, e-procurement Surabaya bukan berarti tidak terbentur kendala sama sekali. Menurut Agus, kendala terbesar penerapan layanan e-procurement banyak terjadi lebih kepada faktor sumber daya manusia. “Masih ada panitia atau peserta lelang barang/ jasa yang belum menguasai TI,” ujar Agus. Namun hal itu bisa diatasi melalui upaya sosialisasi oleh para panitia lelang maupun jajaran aparat pemkot Surabaya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Selain e-procurement pemkot Surabaya juga memiliki beberapa implementasi layanan e-government yang lain. Yang terbaru, yaitu sekitar awal Maret lalu pemkot Surabaya juga meluncurkan layanan &lt;em&gt;Smart Office Zone, s&lt;/em&gt;ebuah layanan &lt;em&gt;hot spot &lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;untuk mengakses internet &lt;/span&gt;yang disediakan untuk kawasan seluas 250.000 meter persegi di sekitar komplek perkantoran dan taman Surya Balai Kota Pemkot Surabaya. Sejak 2001, pemkot Surabaya juga telah menyediakan kantor unit pelayanan terpadu atau yang lebih dikenal dengan kantor sistem manajemen satu atap (SIMTAP). Jauh sebelumnya situs web &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;www.surabaya.go.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; juga telah beroperasi sejak tahun 1999. Dan untuk layanan kependudukan, pengurusan Kartu Tanda Penduduk secara &lt;em&gt;online &lt;/em&gt;juga bisa dinikmati sampai tingkat kecamatan mulai 1996 silam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:9;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:78%;" &gt;Wayan Sudane&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:arial;font-size:78%;"  &gt; wayan@wartaegov.com - www.wartaegov.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-4127014839778847768?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/4127014839778847768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=4127014839778847768&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/4127014839778847768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/4127014839778847768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/06/kota-pahlawan-lelang-online.html' title='Kota “Pahlawan” Lelang Online'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RmksLPrrNzI/AAAAAAAAAF8/w_HavGbqPAc/s72-c/19s1.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-876862718814063777</id><published>2007-06-05T19:07:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:13.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto: Bakti Sosial di Tanggamus - Lampung'/><title type='text'>Mengapa Kita Ada di KMHDI?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RmVSnfrrNyI/AAAAAAAAAF0/XkFxZCSx0_E/s1600-h/Rakornas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RmVSnfrrNyI/AAAAAAAAAF0/XkFxZCSx0_E/s400/Rakornas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072551393775793954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenapa&lt;/span&gt; Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) harus bertanggungjawab atas perkembangan masyarakat ? Ada dua alasan utama yang melatarbelakangi : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;Alasan pertama adalah alasan normatif, “Manusia yang bermartabat, adalah manusia yang bertanggungjawab”. Setiap kader KMHDI sebagai manusia yang bermartabat harus bersedia mengambil tanggungjawab atas segala perubahan yang mungkin terjadi atas dirinya dan lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;Alasan kedua adalah alasan pragmatis yang dikenal dengan “Hutang Waktu Produktif Pada Masyarakat”. Setiap pelajar, dari SD hingga perguruan tinggi berhutang kepada masyarakat. Kenapa? Karena selama menerima pendidikan, masyarakat telah mengijinkan si pelajar untuk tidak melakukan kegiatan produktif yang dapat menghasilkan bagi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anggota KMHDI adalah mahasiswa, yang sejak kelahirannya hingga lulus sarjana menghabiskan waktu sekitar 21-24 tahun membebani masyarakat. Hutang inilah yang harus dibayar kepada masyarakat dalam bentuk ilmu yang teraplikasikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar dua pemikiran tersebut, KMHDI menyusun Purwaka (Pembukaan) AD KMHDI. Purwaka KMHDI, membahas tentang hal-hal yang paling fundamental dari Organisasi KMHDI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Individu, KMHDI merumuskan tiga nilai fundamental  individu yaitu kebebasan, keadilan dan solidaritas. Tentang Negara, KMHDI merumuskan tiga pokok pikiran kenegaraan, yaitu negara, hukum dan demokrasi. Seluruh konsep diatas kemudian diwadahi dalam konsep jati diri Anggota KMHDI. Sebagai penjelas tindakan strategis KMHDI, maka Visi dan Misi KMHDI merangkum seluruh pemikiran tersebut dalam suatu konsepsi yang siap diaplikasikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.64cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:78%;"  &gt;Sumber: Buku Saku KMHDI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-876862718814063777?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/876862718814063777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=876862718814063777&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/876862718814063777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/876862718814063777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/06/mengapa-kita-ada-di-kmhdi.html' title='Mengapa Kita Ada di KMHDI?'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RmVSnfrrNyI/AAAAAAAAAF0/XkFxZCSx0_E/s72-c/Rakornas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-5807430961925882690</id><published>2007-05-29T11:32:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:13.906+07:00</updated><title type='text'>BLOG JURNALISME</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rlut6LLISzI/AAAAAAAAAFs/cZ_-KJFKC5k/s1600-h/BOB005-pasfoto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rlut6LLISzI/AAAAAAAAAFs/cZ_-KJFKC5k/s400/BOB005-pasfoto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5069837020479114034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Oleh: &lt;b&gt;Bob Julius Onggo&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tak&lt;/span&gt; pelak dan tak heran jika seminar “&lt;i&gt;Blogging,        Journalism, and Credibility: Battleground and Common        Ground&lt;/i&gt;” di Universitas Harvard, AS, pada Januari        2006 menarik perhatian para jurnalis, &lt;i&gt;blogger, news        executive, &lt;/i&gt;dan praktisi media kehumasan serta        pustakawan. Seminar ini membahas berbagai media yang        berpotensi membuahkan reportase. Di sini hubungan antara        para &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt; dan jurnalis menjadi perbincangan        panas. &lt;i&gt;Blog&lt;/i&gt; dianggap sebagai salah satu bentuk &lt;i&gt;       shared media public.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat reportase dan jurnalisme blak-blakan        dapat dilakukan lewat &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;, tak jarang para        jurnalis dari &lt;i&gt;mainstream publication&lt;/i&gt; merasa        tersaingi. Mengapa? Sebab mereka kehilangan monopoli dan        kendali atas reportase suatu berita. Ini bukan hanya        menyangkut cara reportasenya, tetapi juga dalam memilih        apa yang cocok dan disukai public, kata Eason Jordan, &lt;i&gt;       senior editor&lt;/i&gt; dan jurnalis dari CNN Network.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt; dalam dunia yang datar (&lt;i&gt;flat world&lt;/i&gt;)        kini mendapat perhatian dari para praktisi &lt;i&gt;public        relation&lt;/i&gt; (PR), komunikasi, maupun jurnalis dan        pelaku TI. Tak heran jika “&lt;i&gt;naked conversation&lt;/i&gt;” (istilah        dari Robert Scoble, penulis &lt;i&gt;How Blogs are Changing        the Way Business Talk with Customers)&lt;/i&gt; lewat &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;        ini sering diperbincangkan di berbagai forum.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Bakalkah blog mengikis kredibilitas        mainstream media? Apakah blog mempengaruhi        cara suatu news&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; diluncurkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;&lt;br /&gt;PERSAINGAN DUA KUTUB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan &lt;i&gt;bloggers-journalists&lt;/i&gt; sebenarnya membantu        kita memahami ke mana arah &lt;i&gt;naked journalism,&lt;/i&gt;        sekaligus revolusi jurnalisme public dan terbuka di era       &lt;i&gt;global village&lt;/i&gt; sekarang. Namun, jangan terlalu        khawatir dengan persaingan &lt;i&gt;bloggers-journalists. &lt;/i&gt;       Ketegangan dan konflik kepentingan bisa terjadi di        antara keduanya. Ini tak terhindarkan. Namun, saran saya,        kita tak perlu selalu menganggapnya sebagai dua musuh        abadi. Coba lihat dari sinergi keduanya sewaktu terjadi        bencana Tsunami. Cara jurnalis menyebarkan berita dan        permintaan ‘&lt;i&gt;help’&lt;/i&gt; tanpa adanya &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;,        menyita lebih banyak waktu.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Bagaimana para &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt; bisa menyebarkan        berita begitu cepat? Itu karena mereka memiliki semangat        bak evangelis, demikian Dave Winer dari &lt;i&gt;Scripting        News&lt;/i&gt;. Mereka siap memberikan transkrip berita atau        wawancara blak-blakan tanpa disunting.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Pernyataan senada dilontarkan Ed Cone, &lt;i&gt;       blogger&lt;/i&gt; dan kolumnis dari &lt;i&gt;Greensboro News &amp;        Record&lt;/i&gt; di North Carolina, AS. Katanya, surat kabar        memiliki ruang terbatas. Namun, wawancara di &lt;i&gt; blog&lt;/i&gt;        dapat ditulis apa adanya dan &lt;i&gt;real-time.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;SHIFT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt; DALAM HAL KEKUATAN ANTARA JURNALIS DAN MEDIA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Jika, anda sebagai empunya berita, beginikah        perubahan yang anda alami? Pertama, berita dikemas oleh        produsen dan diberikan ke audiens. Namun, mereka kini        tak lagi sekadar audiens. Mereka-audiens, konsumen,        pemerhati, competitor- kini terkoneksi dalam suatu        jaringan jurnalisme. Jadi, ada pergeseran antara si        produsen &lt;i&gt;news &lt;/i&gt;ke &lt;i&gt;users&lt;/i&gt; karena kehadiran &lt;i&gt;       blog.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Kedua, ini mengarah pada terkikisnya dominasi        pers. Maksudnya adalah hilangnya kendali eksklusif pada        reportase berita di mesia cetak. Ini adalah lahan yang        dahulu menjadi “jajahan” para jurnalis, yang kini tak        dapat lagi mereka kendalikan. Para jurnalis tak lagi        menjadi bos. Informasi dapat bergulir dari &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt;         ke jurnalis, bukan sebaliknya. Apa yang jurnalis katakan        tidak lagi menjadi suatu “hukum”. Pasalnya, media &lt;i&gt;       mainstream&lt;/i&gt; tak lagi menyediakan panduan dan arahan        sebagaimana dahulu. Ini menjadi krisis intelektual.        Mengapa? Sebab, mendapatkan “suara” yang dapat dipercaya        di jurnalisme &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; memicu dilemma lantaran        pergeseran kekuatan tadi. Namun, Bob Giles dari Nieman        Foundation memprediksi &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; media masih        akan tetap menjadi industri yang stabil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 &lt;i&gt;Blogging&lt;/i&gt; sangat mudah beradaptasi di        era &lt;i&gt;flat world&lt;/i&gt;, juga di dunia di mana terjadi        pergeseran dari satu kedaulatan suara ke banyak pusat        kedaulatan suara. &lt;i&gt;Blogging &lt;/i&gt;gampang beradaptasi        menjadi dialog terbuka dua arah, jauh berbeda dengan &lt;i&gt;       mainstream&lt;/i&gt; media yang bak khotbah. Namun,        masing-masing tetap memiliki tempatnya dalam dunia        komunikasi, singgung Rebecca Blood dalam tesisnya, “ &lt;i&gt;       Blogging ang Journalism exist in a shared media space.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Salah satu tantangan terbesar bagi para        jurnalis professional sekarang adalah bagaimana mereka        hidup dan bekerja berdampingan dan berbagi media. Mereka        harus terbiasa dengan para &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt; dan lainnya,        serta berbagi berita dengan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;BLOG        - KEKUATANNYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Satu hal yang sering dilupakan para jurnalis        adalah mulai saat ini berutang budi kepada para &lt;i&gt;       blogger&lt;/i&gt;. Sebab, para &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt;-lah yang        mengembangkan media jurnalistik, secara sadar ataupun        tidak. Merekalah yang menciptakan berbagai komponen di        dalamnya, perangkat, dan protocol terkait.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;                 Dalam konferensi para jurnalis di Universitas        Harvard, terungkap enam pilar kunci yang membedakan &lt;i&gt;       blogging&lt;/i&gt; dengan saluran komunikasi lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;1. &lt;b&gt;Publishable&lt;/b&gt;. Anda dapat langsung mem-posting        berita. Mudah, murah,        &lt;br /&gt;         dan dapat dibaca di mana pun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;2. &lt;b&gt;Findable&lt;/b&gt;. Mudah ditemukan lewat situs pencari,        berdasarkan subjek,&lt;br /&gt;         nama penulis, atau keduanya. Makin tambun suatu &lt;i&gt;       blog&lt;/i&gt;, makin digemari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;3. &lt;b&gt;Social&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;Blogosphere&lt;/i&gt; cirinya adalah        cuap-cuap. Percakapan yang menarik&lt;br /&gt;         berdasarkan topic beralih dari suatu situs ke situs       &lt;i&gt;web, nge-link&lt;/i&gt; dari   &lt;br /&gt;         suatu &lt;i&gt;link&lt;/i&gt; ke &lt;i&gt;link&lt;/i&gt; lain. Melalui &lt;i&gt;       blog&lt;/i&gt;, mereka yang memiliki minat yang&lt;br /&gt;         sama dapat membangun &lt;i&gt;network&lt;/i&gt; atau berita        lintas geografi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;4. &lt;b&gt;Viral&lt;/b&gt;. Informasi menyebar lebih cepat melalui &lt;i&gt;       blog&lt;/i&gt; dibanding &lt;i&gt;news&lt;br /&gt;         service&lt;/i&gt;. Saat ini tak ada &lt;i&gt;viral marketing&lt;/i&gt;        yang dapat menyetarakan&lt;br /&gt;         kecepatan dan efisiensi suatu blog.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;5. &lt;b&gt;Syndictable&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;Content&lt;/i&gt; yang kaya mudah        disindasikan oleh siapa saja.&lt;br /&gt;        Bayangkan dunia penuh dengan orang damai, dan, lewat        media &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;        ribuan informasi yang tersebar dapat dikais.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;6. &lt;b&gt;Linkable.&lt;/b&gt; Setiap &lt;i&gt;blog nge-link&lt;/i&gt; ke yang        lain, memiliki akses ke puluhan&lt;br /&gt;        juta orang yang mengunjungi &lt;i&gt;blogosphere&lt;/i&gt; setiap        hari yang bercirikan&lt;br /&gt;         komunikasi dua arah. Media &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt; itu bak        supermarket tabloid, demikian&lt;br /&gt;         Dan Gilmor, penulis buku &lt;i&gt;We the Media&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;       &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Kalau dahulu suatu berita menunggu beberapa hari untuk        menyebar, lewat &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;, detik itu berita dibuat dan        ditaruh di &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;, langsung menyebar lintas        geografi. Jadi, seperti apa &lt;i&gt;news&lt;/i&gt; di masa depan?        apakah mirip &lt;i&gt;news feed linear&lt;/i&gt; yang ada di format       &lt;i&gt;blog?&lt;/i&gt; Kalau seperti ini, jelas tidak efisien        untuk membaca informasi yang ada di dalamnya. Atau,        apakah bakal berformat piramida terbalik?&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-5807430961925882690?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/5807430961925882690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=5807430961925882690&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5807430961925882690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/5807430961925882690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/05/blog-jurnalisme.html' title='BLOG JURNALISME'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/Rlut6LLISzI/AAAAAAAAAFs/cZ_-KJFKC5k/s72-c/BOB005-pasfoto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-8554644489929231297</id><published>2007-05-16T16:48:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:14.193+07:00</updated><title type='text'>WHAT IS KARMA YOGA?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RkrWKbLISyI/AAAAAAAAAFk/Q9jAbb8liB4/s1600-h/krishna_arjuna_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RkrWKbLISyI/AAAAAAAAAFk/Q9jAbb8liB4/s400/krishna_arjuna_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5065096205513018146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;The&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; word KARMA came from the root word KRI or TO DO. The word KARMA like          the word YOGA has many many meanings in Hinduism, like result, causality,          product, deeds, destiny, action etc. Karma Yoga was first expounded in          SATAPATHA BRAHMA-NA. It is based on the concept of NISKAMA KARMA or UNSELFISH          ACTIONS. Hindus believe that BY SELF LESS ACTIONS one can attain self          realization. So, Karma Yoga in a nutshell is ATTAINING SELF REALIZATION          OR FREEDOM FROM REINCARNATIONS THROUGH SELF_LESS ACTIONS.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255); font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karma-Yoga is the Yoga of service to others and to God. It is a suitable orientation for those of an active nature, those who wish to work for the manifestation of the Kingdom of Heaven on Earth. The main thrust of the practice is the renunciation of fruits of action. That is, activities are undertaken for their own sake, the results being left to God. Activities are assumed for the benefit of the greater good, without concern for personal benefit. The path of Karma-Yoga is described in detail in the Bhagavad-Gîtâ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a target="_blank"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perform your duty, for action&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;           Is far better than non-action.             &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;           Even maintaining your body&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Cannot be done without action. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Bhagavad Gita III.8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: right;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);" class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.amiahindu.com/ www.iloveulove.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-8554644489929231297?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/8554644489929231297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=8554644489929231297&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8554644489929231297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/8554644489929231297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/05/what-is-karma-yoga.html' title='WHAT IS KARMA YOGA?'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RkrWKbLISyI/AAAAAAAAAFk/Q9jAbb8liB4/s72-c/krishna_arjuna_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2268155639717711142.post-7792090720573453336</id><published>2007-05-10T14:20:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T13:01:14.341+07:00</updated><title type='text'>Reorientasi Gerakan Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Membangun Kekuatan Negara-Rakyat&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RkLJBMY3tXI/AAAAAAAAAFc/OYzcSeY9iMk/s1600-h/BEM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RkLJBMY3tXI/AAAAAAAAAFc/OYzcSeY9iMk/s400/BEM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062829953460450674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;Jakarta | Jurnal Nasional&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN&lt;/span&gt; kolektif mahasiswa pascareformasi seakan kehilangan ruh. Perbedaan ideologi dan orientasi politik diyakini menjadi penyebab terpolarisasinya gerakan mahasiswa. Akibatnya, esensi dari sebuah orientasi gerakan mahasiswa pun mulai kehilangan arah. Gerakan mahasiswa dinilai sejumlah kalangan hanya menyuarakan kepentingan pihak tertentu saja. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sejumlah pentolan aktivis gerakan mahasiswa saat ini juga mengaku sulit membangun kekuatan kolektif seperti yang pernah dilakukan aktivis mahasiswa pada tahun 1966 dan 1998. Di era itu, kekuatan dari gerakan mahasiswa mampu menumbangkan rezim Soekarno dan Soeharto lantaran gagal dalam mewujudkan demokrasi di negeri ini. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlawan terhadap rezim penguasa yang otoriter adalah momentum besar bagi mahasiswa untuk bergerak. Saat ini, momentum itu belum ditemukan mahasiswa. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena itu, gerakan mahasiswa pun berubah taktik. Orientasi gerakan mahasiswa kini tak lagi harus menumbangkan sebuah rezim penguasa. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Achmad Fatul Bari, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia mengatakan, setelah tahun 1998, gerakan mahasiswa tak lagi berorientasi menumbangkan sebuah rezim seperti yang dilakukan tahun 1996 dan 1998. Namun, gerakan mahasiswa lebih memperjuangkan pemenuhan hak ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Hak-hak itu yang seharusnya bisa disentuh. Mahasiswa harus memperjuangkan hak pendidikan, kesehatan, pangan, dan kehidupan yang layak. Ini yang harus menjadi arus utama gerakan mahasiswa,” kata Achmad di Jakarta kemarin (9/5). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam konteks kenegaraan, Achmad yang akrab disapa Ayi menilai, era reformasi dewasa ini sudah memberikan perubahan dalam iklim politik di Indonesia. Infrastruktur demokrasi juga sudah mulai terbangun. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena itu, kata Achmad, gerakan mahasiswa harus melakukan transformasi pada pelbagai isu yang mencuat. Bentuk gerakan tak lagi harus terpatok pada model ekstra parlementer, namun bisa juga advokasi dan mengubah gerakan yang sifatnya elitis menjadi gerakan terbuka dengan memperluas jaringan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal senada juga diutarakan Hery Haryanto Azumi, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Menurut dia, pada saat Orde Baru berkuasa, realitas yang muncul adalah negara kuat, sementara rakyat lemah. Karena itu, mahasiswa bergerak meruntuhkan arogansi penguasa. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat ini, paradigma itu harus berubah. Gerakan mahasiswa harus memikirkan bagaimana mewujudkan negara yang kuat untuk melindungi kepentingan nasional dan mampu berhadapan dengan liberalisme global. Negara yang kuat itu sekaligus diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan sehingga Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena itu, katanya, PMII bersama komunitas gerakan mahasiswa lainnya terus bergerak mewacanakan agar gerakan mahasiswa tidak harus bersifat antagonistik. ”Tidak dengan mempertarungkan negara dengan rakyat. Justru kita harus memperkuat rakyat untuk mencapai kesejahteraan, dan memperkuat negara guna menghadapi liberalisme,” tegasnya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Menjadi jembatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hery menilai, gerakan mahasiswa saat ini tidak kehilangan ruh. Namun, mahasiswa terus mencermati pola hubungan antara negara yang mewakili kepentingan rakyat, dengan pasar yang mewakili kepentingan liberal. Dalam konteks ini, gerakan mahasiswa tidak lagi melawan negara, karena dalam demokrasi ekonomi pasar bebas dewasa ini, negara bukan sebagai satu-satunya aktor. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kita mengenal ada &lt;i&gt;market&lt;/i&gt;. Sementara negara sering kali menjadi bagian rezim pasar yang kadang merugikan rakyat. Karena itu, PMII melihat, mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara rakyat dengan negara, agar jangan sampai negara dipakai pasar untuk menekan rakyat.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam memainkan peran tersebut, PMII tidak hanya berinteraksi dengan kalangan politisi. Namun juga dari kalangan profesional sebagai salah satu bagian yang menentukan jatuh atau bangunnya pemerintahan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Jadi, gerakan mahasiswa harus mereposisi dirinya di hadapan globalisasi dan liberalisme, sehingga tidak lagi bisa menerapkan pendekatan dan taktik perjuangan seperti tahun 1998.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Persoalannya, kata Hery, perbedaan ideologi menjadi faktor penghambat gerakan mahasiswa dalam merealisasikan orientasi tersebut. Saat ini, mahasiswa dihadapi tarikan kepentingan dari kelompok mahasiswa yang pro liberalisme, yang pro religiusitas berbasis politik. Sementara yang jadi jembatan adalah kelompok mahasiswa kebangsaan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tarikan antara liberalisme dan religiusitas sangat berbahaya. PMII bersama GMNI, PMKRI, dan sebagainya bergerak mengusung isu kebangsaan.” Sampai sekarang, lanjutnya, tiga kelompok mahasiswa itu tidak menyatu. Di level ideologi susah ketemu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Goklas Nababan mengatakan, dalam situasi negara yang sangat krusial seperti yang terjadi pada tahun 1998 dan 1974, gerakan kolektivitas mahasiswa bisa dibangun. Saat ini, situasi negara masih baik. “Namun, mahasiswa tetap memberikan kritikan kepada pemerintah, mengenai pelbagai isu,” katanya kemarin. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Goklas menilai, gerakan mahasiswa tidak melulu harus lewat aksi di jalanan. Namun, bisa dengan dialog dan melakukan survai tandingan guna mengkomparasikan data pelaksanaan program versi pemerintah dengan temuan di masyarakat. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tidak harus melulu turun ke jalan. Tapi, kita beberapa waktu lalu melakukan diskusi secara intens dengan kementerian.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendekatan itu lebih efektif karena hingga saat ini belum ada momentum besar yang bisa membentuk kolektivitas gerakan mahasiswa. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebenarnya, pelbagai isu yang mencuat bisa dimainkan mahasiswa. Goklas mencontohkan Peringatan Hari Buruh 1 Mei lalu, atau penegakan hukum dalam kasus Semanggi yang hingga kini belum jelas. Namun, momentum tersebut tidak direspon kelompok gerakan mahasiswa umumnya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gerakan mahasiswa pun semakin melemah karena perbedaan visi dan misi. Tak sedikit pula gerakan mahasiswa yang terkooptasi oleh partai politik atau kelompok tertentu. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;GMKI sendiri menyatukan diri dalam Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia (FKPI) bersama PMII, PMKRI, GMNI, KMHDI, dan HIKMABUDHI. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Presidium Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Wayan Sudane mengatakan, gerakan mahasiswa tidak harus berbenturan dengan pemerintah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut dia, gerakan mahasiswa bisa turun ke lingkungan masyarakat untuk mengindentifikasi persoalan yang dihadapi rakyat, yang kemudian hasilnya bisa direkomendasikan kepada pemerintah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Aksi tidak harus berbenturan dengan pemerintah, sifatnya situasional. Kita juga banyak melihat dan turun langsung ke masyarakat untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat, yang kemudian hasilnya bisa menjadi rekomendasi ketika berhadapan dengan pemerintah,” kata Wayan kemarin. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="text-align: justify; font-family: verdana;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut dia, model pendekatan itu cukup strategis mengingat gerakan kolektif mahasiswa belum berhasil diikat lantaran tidak adanya &lt;i&gt;common enemy&lt;/i&gt;. Wayan menambahkan, gerakan mahasiswa juga dapat dibangun lewat pembentukan opini publik, diskusi dan pernyataan sikap bersama. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;span lang="sv-SE"&gt;Gerakan kolektif mahasiswa lewat aksi di jalanan seperti yang terjadi pada tahun 1998 akan muncul jika kondisi negara sudah sangat kritis,” ujarnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;M. Yamin Panca Setia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Photo: TEMPO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2268155639717711142-7792090720573453336?l=utankayu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utankayu.blogspot.com/feeds/7792090720573453336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2268155639717711142&amp;postID=7792090720573453336&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/7792090720573453336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2268155639717711142/posts/default/7792090720573453336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utankayu.blogspot.com/2007/05/reorientasi-gerakan-mahasiswa.html' title='Reorientasi Gerakan Mahasiswa'/><author><name>-::-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754063838111754581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01446827567778011457'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S5835XxWEPI/RkLJBMY3tXI/AAAAAAAAAFc/OYzcSeY9iMk/s72-c/BEM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>