tag:blogger.com,1999:blog-208720422009-06-13T23:53:28.884+07:00Crossing the Riverjuz someonenoreply@blogger.comBlogger45125tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-51602949070533350592009-05-28T21:39:00.001+07:002009-05-28T21:41:23.075+07:00waktu<span lang="EN-GB" style="font-size:10.0pt;mso-bidi-font-size: 12.0pt;font-family:Arial;mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-ansi-language: EN-GB;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA">"....kecepatan waktu melebihi kilat, namun lambatnya mengalahkan kelambatan seekor keong ,,," (Siang Bok Khiam Episode 21, Kho Ping Hoo)</span><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-5160294907053335059?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-28385135736710942362009-05-25T21:39:00.002+07:002009-05-25T21:41:06.319+07:00Everybody is normal<span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;">Everybody is normal until you get to know them</span>, said Ferry Irawan Tantono. I suddenly remember what he said as I was looking at the rushing people walking on the street.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-2838513573671094236?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-37127246274108602602009-05-25T21:34:00.000+07:002009-05-25T21:35:21.793+07:00Duka Ketidakpastian<span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-family: arial; font-size: 13px; "><p style="text-align: justify; ">Saya baru saja membaca sebuah artikel yang ditulis Daniel Gilbert, seorang Profesor Psikologi dari Harvard University, judulnya <i>“The unbearable angst of uncertainty”</i>. <span> </span>Di situ dia menulis tentang sebuah eksperimen yang dilakukan peneliti dari Maastricht University di Belanda yang melakukan penelitian pada sekelompok orang dengan memberikan 20 kejutan listrik. Kepada satu kelompok, para peneliti memberitahukan bahwa akan ada 17 kejutan ringan dan 3 kejutan berat, sedangkan kelompok yang lain hanya tahu bahwa mereka akan menerima semua kejutan berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang justru tahu bahwa mereka cuma menerima 3 kejutan berat, ternyata lebih takut dan kuatir. Jantung mereka berdetak cepat dan mereka berkeringat dingin.<br /></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN"> </span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN">Ini karena orang cenderung lebih stress kala mereka mengetahui kalau sesuatu yang buruk mungkin terjadi, daripada mengetahui sesuatu yang buruk akan terjadi. Kebanyakan orang ternyata, kalau mereka tahu sesuatu yang buruk akan terjadi, walau pada awalnya mereka akan terpukul, setelah beberapa saat mereka akan mulai menerima kenyataan dan bersiap untuk memperoleh yang terbaik dari keadaan yang terburuk.</span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN"> </span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN">Ketidakpastian itu adalah beban yang menusuk. Saya jadi ingat satu cerita lagi. Tentang seorang kriminal di Amerika yang divonis hukuman mati. Setelah mencoba pelbagai usaha untuk naik banding, vonisnya tidak berubah. Akan tetapi pada hari H-nya, hukumannya ditunda. Penundaan ini bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali. Entah mengapa, mungkin karena ada kesalahan administrasi. Akhirnya pada hari yang dinanti-nantikan, setelah dengan pasrah, si pesakitan siap menerima nasib...eh....ternyata dibatalkan lagi! Akhirnya saking kesalnya dia malah balik menuntut pemerintah AS, karena dianggap lalai dan menunda-nunda hukuman matinya.</span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN"> </span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN">Salah satu duri ketidakpastian adalah karena kita tidak tahu apa yang mesti kita lakukan. Saya ingat, ketika saya memulai bisnis saya. Ternyata tidak berhasil baik. Saya sempat stress. Bukan semata karena usaha saya yang tidak berhasil, tapi karena saya tergantung dalam dilema, dan terjebak dalam lubang kebingungan. Mestikah saya terus bertahan dan menghabiskan uang tabungan saya? Mestikah saya berhenti saja dan kembali jadi karyawan? Kedua-dua langkah mengandung resiko. Jadi berbulan-bulan saya stress karena ketidakpastian, tidak pasti saya akan ke mana, atau apa yang akan terjadi pada saya.</span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN"> </span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN">Ketidakpastian, tentu adalah tema sehar-hari sekarang. Dengan krisis ekonomi global ini, tidak jelas apa yang akan terjadi pada pasar saham besok. Mendengar berita PHK di negara-negara paling makmur sekalipun, tidak pasti berapa lama kita bisa duduk di bangku kantor. Mendengar berita flu ini-flu itu, tidak jelas kapan epideminya akan meledak, atau entah virus baru apa lagi besok datang.</span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN"> </span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN">Ketidakpastian sekarang bukan hanya melanda orang miskin, tetapi juga orang kaya. Bukan hanya orang tidak berpendidikan, tetapi juga orang-orang pintar. Orang lemah atau berkuasa.</span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN"> </span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN">Yesus mengerti. Dunia tidak dapat menyelesaikan persoalan ketidakpastian ini. Selama kita menaruh harap dan rasa aman kita pada sistem dunia, kita tidak akan pernah merasa damai. Itulah sebabnya Dia bersabda, “<i>Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”</i></span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN"> </span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN">Mungkin tidak ada jawaban instan akan masalah ketidakpastian kita, begitu kita selesai mengucapkan ‘Amin’ dalam doa kita. Namun satu hal pasti, Tuhan bilang, Dia akan berikan kita damai sejahtera yang bukan dari dunia ini. Yang tidak dimengerti dunia ini. Yang ‘kan berikan kekuatan kepada kita untuk terus melangkah.</span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN"> </span></p><p style="text-align: justify; "><span lang="IN">Kembali pada kisah di atas tentang pengalaman saya. Ya, Tuhan menolong saya. Dan bulan-bulan yang saya habiskan dalam kekuatiran dan stress, sebetulnya sia-sia saja.</span></p></span><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-3712724627410860260?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-89068917777287929612009-05-09T00:58:00.001+07:002009-06-13T23:53:28.892+07:00Kampung Kenangan Mei<span style="font-family:verdana;font-size:85%;">"Tuhan menciptakan manusia itu dalam kerapuhannya sehingga dapat dilukai, dan bangsa kita telah lama hidup dengan sekujur luka. Namun Tuhan juga menganugerahkan kekuatan untuk kita mengampuni, seperti jarum emas dengan benang bajanya menjahit teguh segala luka kebencian, amarah dan kesalahpahaman. Biarlah kenangan ini kan diingat tidak lagi dalam luka, namun dalam cinta dan pengampunan abadi."</span><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-8906891777728792961?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com3tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-25245575160979223172009-03-08T10:54:00.002+07:002009-03-08T11:18:43.775+07:00Buluh Yang TerkulaiSemilir angin laut pantai utara Jawa menghembus mukaku. Sedikit menghibur dan menghalau rasa galau di hati. Aku menghela nafas. Kesal? Menyesal? Entahlah aku sendiri tak tahu apa yang aku risaukan.<br /><br />Sudah beberapa minggu ini aku tinggal di komplek asrama sekolah pelayaran ini. Selepas wisuda sebagai lulusan terbaik dari Universitas di kota ini juga, aku tidak menduga, kalau aku harus memperpanjang masa tinggalku di kota ini. Kota yang gersang, panas. Lain dengan kampung halamanku yang dingin dan sejuk. Kota yang sudah kudiami selama empat tahun terakhir sampai lulus kuliah, tapi tetap rasanya tidak dapat membuatku betah. Ah, aku mengeluh. Kalau saja, beasiswa master-ku diterima di Eindhoven, Belanda. Mungkin pagi ini aku terbangun dengan bunga-bunga tulip menyapa di jendelaku. Atau kalau lamaran beasiswa Monbusho-ku diterima pemerintah Jepang, aku sudah berjalan-jalan di tengah-tengah padang bunga sakura.<br /><br />Tapi, ya sudahlah. Dalam kebingungan dan kekecewaanku, satu-satunya tawaran yang ada adalah untuk membantu mengajar “Rangkaian Listrik” dan “Elektronika” di sekolah pelayaran ini. Dan di sinilah aku sekarang.<br /><br />Hari-hari pertama agak sulit, aku mesti menyesuaikan diri dengan suasana dan ‘budaya’ sekolah itu yang belum pernah aku alami. Aku menyadari tentu cara dosen-dosenku mengajar dulu, tidak bisa diterapkan di sini. Tapi menarik juga, banyak dari mereka datang dari pelosok-pelosok jauh. Datang dengan cita-cita dan tekad. Banyak dari mereka datang dengan latar belakang kehidupan keras dan tidak mudah. Aku berusaha juga untuk mengenal dan dekat dengan mereka, dalam beberapa minggu ini.<br /><br />****<br />Malam itu aku terbangun oleh suara huru-hara. Berisik sekali di komplek asrama ini oleh suara riuh rendah dan teriakan orang-orang. Aku keluar dari kamar pengap-ku, cuma mengenakan sarung dan kaos oblong, mencoba mencari tahu apa yang terjadi.<br /><br />Kilatan sinar senter berkelebatan di mana-mana.<br /><br />Aku melihat Jati, salah seorang muridku datang tergopoh-gopoh dengan muka pucat.<br />“Pak, pak...ada yang mati....”<br /><br />Sekejap saraf-sarafku terjaga dan aku pulih total dari rasa ngantuk-ku.<br />“Kenapa? Sopo?”<br /><br />“Jason...dibunuh, Pak....” Mengucapkan kata itu, suara Jati terdengar gemetar. Dan pemuda yang tinggi kekar hitam itu jadi kelihatan seperti anak kucing ketakutan.<br /><br />Aku tidak menyahut, tapi buru-buru berlari ke pusat kerumunan.<br /><br />Tuhan. Aduh! Aduh....!<br /><br />Aku tidak tahu mesti merasa apa. Di situ aku melihat Jason, salah satu muridku sudah tergeletak, bergelimang dengan darah. Aku belum pernah melihat darah tercecer sebanyak itu.<br /><br />“Ayo – ayo semua minggir! Ambulan sudah dipanggil, semua minggir!” Aku melihat Pak Lasno, salah satu dosen senior, berteriak-teriak berusaha membubarkan kerumunan.<br /><br />Aku menepi sesaat. Rasanya tidak percaya, beberap hari pertamaku sudah disambut dengan kejadian seperti ini.<br /><br />Sekelompok murid-muridku mendekatiku. Tidak jelas lagi siapa mereka, tapi satu-satu berusaha menjelaskan apa yang terjadi.<br /><br />“Dia dibunuh Lontar, Pak...”<br />“Awalnya Jason menghina dan mempermainkan dia, Pak....”<br /><br />Setelah beberapa saat, kurang lebih aku tahu duduk ceritanya. Lontar anak dusun dari kepulauan timur, anak miskin yang sederhana. Tidak jelas bagaimana awal mulanya, yang jelas Jason –anak dari Jakarta dan anak pejabat juga- bertengkar dengan Lontar. Lalu mengancam Lontar dengan pisaunya, mungkin memperolok-oloknya. Dan akhirnya...Jason yang terkapar dengan pisaunya sendiri tertancap di perutnya.<br /><br />Ya, aku ingat Jason, anak yang suka bicara, dan besar mulut, sementara Lontar aku ingat satu anak pendiam, lusuh dan kelihatan bodoh dan kampungan.<br /><br />“Mas Henry, ayo mas ikut bantu sini...” Sekonyong-konyong Bu Tuti, salah satu dosen senior memanggilku.<br /><br />Ternyata Lontar naik ke tingkat atas salah satu bangunan, berdiri di jendela, bersiap-siap hendak meloncat dan mengakhiri hidupnya. Kami bergegas lari, terengah-engah mendaki tangga. Ruangan di mana dia berada terkunci rapat. Ramai kami berusaha menggedor pintunya. Aku melihat wajah-wajah bingung para dosen yang lain. Keriput muka Pak Lasno dan Bu Tuti, seolah mengatakan mereka tidak sanggup mendobrak pintu itu. Mereka menatapku, mungkin karena aku yang paling muda, dan diharapkan untuk melakukannya.<br /><br />Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Entah mengapa tiba-tiba aku melihat sekelebat bayangan, gambar sebuah laci besar yang kosong. Kosong dan hampa.<br /><br />“Lontar!” Aku berteriak dan memukul pintu sekuat tenagaku. “Dengarkan..!”<br /><br />Dan aku pun berkata-kata seperti orang gila....<br /><br />“Hidupmu seperti kosong dan hampa...tapi belum berakhir....dengarkan baik-baik. Tuhan Yesus sanggup beri kau kekuatan, biarkan Dia masuk di hatimu. Jangan putus asa....Dia kan isi hidupmu lagi...Dia kan penuhi hidupmu......baru lagi....”<br /><br />Hening.<br /><br />Aku berusaha tidak memandang wajah para dosen yang lain, yang memandangku dengan kebingungan.<br /><br />Hening. Menit-menit merangkak seperti berabad-abad.<br /><br />Tiba-tiba terdengar bunyi gerendel dibuka. Aku melihat wajah Lontar bersimbah air mata. Tubuhnya bersimbah darah. Hanya aku melihat damai di matanya.<br /><br />Dia berjalan pelan, lalu berlari arahku, berlutut dan memeluk kakiku. Terisak-isak, meleleh air matanya.<br /><br />******<br />Jujur saja, malam itu aku sungguh-sungguh berdoa, agar Tuhan memberikan mukjizat untuk membangkitkan Jason. Aku berdoa, berteriak-teriak, sisa malam itu, agar mukjzat itu dikabulkan.<br /><br />Tapi itu tidak terjadi.<br /><br />Jason dikebumikan sekitar seminggu setelah itu. Lontar diajukan ke pengadilan. Aku tidak mengikuti lagi, cuma aku mendengar cerita bagaimana dia dipukuli sampai hampir mati oleh oknum-oknum, bagaimana suasana pengadilan cukup mengharukan, bagaimana dia berlutut memohon ampun kepada orang tua Jason.<br /><br />Hidup membawaku ke belokan lain, ternyata. Aku tiba-tiba mendapat tawaran beasiswa untuk melanjutkan studiku di National University of Singapore. Belasan tahun lewat, dan aku sudah melupakan peristiwa itu. Ketika tiba-tiba aku mendengar kabar, seorang penginjil muda yang perkasa di daerah Soe, di kepulauan timur. Namanya Lontar.<br /><br />Aku merenung. Secara jasmani, saat dia menerima Tuhan Yesus malam itu, tidak ada mukjizat. Kalau saja Jason tidak jadi mati, tentu hukumannya tidak berat, malah mungkin bisa saja tidak ke pengadilan. Tapi, Jason tetap meninggal, dan Lontar menghabiskan bertahun-tahun di pengadilan dengan segala siksaannya. Tapi saat itu, entah bagaimana Yesus sanggup memberikan dia ‘hidup’, walaupun dari luar kelihatannya seperti tidak ada yang berubah. Dia tetap dihukum. Sama seperti Daud yang merasa lega setelah memohon ampun setelah membunuh Uria, walau toh dia tetap dihukum. Anak pertamanya tetap mati, dan kelak Absalom memberontak.<br /><br /><br />Aku juga tidak mengerti bagaimana serentetan kalimatku yang kacau balau di depan pintu, malam berdarah itu – bisa dimengerti oleh Lontar.<br /><br />Yesus, sepertinya penuh misteri. Atau lebih baik aku katakan, aku tidak sanggup menyelami Dia. Buluh yang terkulai tidak Dia patahkan.<br /><br />*****<br />...<em><span style="font-family:arial;font-size:85%;">dedicated to Khun, who encouraged me to write. Please do comment and I hope you will start writing cerpen again</span></em><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-2524557516097922317?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-56437794410646172002009-01-27T23:09:00.002+07:002009-01-27T23:19:29.413+07:00life to the fullest<span style="font-size:85%;">time flies, swift.</span><br /><span style="font-size:85%;">I have now looked through the window at the height of corporate ladder.</span><br /><span style="font-size:85%;">A seat, I know, I am always ready to lose anytime, within 24 hours.<br />A place, I know, will never make me secure.</span><br /><span style="font-size:85%;"></span><br /><span style="font-size:85%;">Somehow, I remember people I have met in the past.</span><br /><span style="font-size:85%;">I still sense their passion over what they are doing</span><br /><span style="font-size:85%;">It seems they live a hakunamatata kinda life</span><br /><span style="font-size:85%;">They live their dream</span><br /><span style="font-size:85%;">They did not go into main stream like the crowd. Taking 'profitable' degree, such as business, engineering, and making career and money, as the focus of their energy. No.</span><br /><span style="font-size:85%;"></span><br /><span style="font-size:85%;">Some devote their life for social and political studies. Some become professor. Some devote their life for humanity and human rights cause. Some become (probably) the next ruler's advisor. </span><br /><span style="font-size:85%;"></span><br /><span style="font-size:85%;">I feel they all live a meaningful life. Life to the fullest. They are doing what they love, free from what the crowds chase. They choose life over money and social status.</span><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-5643779441064617200?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com4tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-17451434184402068442008-08-11T15:11:00.003+07:002008-08-11T15:16:02.606+07:00It must be a dream<span style="font-size:85%;">I tried to register myself in the aamc/mcat</span><br /><span style="font-size:85%;">This may be a long shot of 17 years struggle</span><br /><span style="font-size:85%;">Still no place for me to sit in for the exam</span><br /><span style="font-size:85%;"></span><br /><span style="font-size:85%;">The toil given to men</span><br /><span style="font-size:85%;">To find out what they need to do significantly</span><br /><span style="font-size:85%;">Is just too much</span><br /><span style="font-size:85%;"></span><br /><span style="font-size:85%;">It must be a dream and I have to let it go</span><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-1745143418440206844?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com3tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-10689632015568869132008-07-23T22:46:00.000+07:002008-07-23T22:48:25.321+07:00It must be a dream...(17 years passed..)Dear xxx,<br /><br />We're so glad that you were earlier able to attend a XXX admissions seminar. We hope what was shared with you at the seminar has been helpful to you, and that you have had a chance to explore our website for more information.<br /><br />If you have decided to apply or are keen on applying in the near future, please do email us and let us know. We would be pleased to provide assistance with your questions about applications and admissions.<br /><br />If, on the other hand, you are hesitant to apply or have decided that the XXX MD program is not for you, would you perhaps let us know why as well? We would very much like to understand the concerns of prospective students like yourself, so we would really like your feedback and comments.We look forward to hearing from you soon.<br /><br />Best wishes,<br />Admissions Department<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-1068963201556886913?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-53462311159418182652007-09-02T21:50:00.000+07:002007-09-02T21:53:52.708+07:00Kidung Cinta SulaimanBiarkan aku direngkuh erat hatimu<br /> dalam peluk kukuh lenganmu<br />karena cinta kuat seperti maut<br /> hasratnya tak teredam alam kubur<br />Cinta membakar bagai hangus api<br /> laksana nyala yang membara<br />Tiada air dapat memadamkan<br /> tiada sungai dapat menyapunya<br />Tak dapat dia dibeli, tak dapat dia dijual<br /> namun karena cinta kita rela menyerahkan<br /> ...<br /> ...<br /> ...<br /> segalanya<br /><br />(Kidung Agung Sulaiman 8: 6-7; HSL 'tuk RP)<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-5346231115941818265?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com5tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-208158017647265282007-02-16T17:26:00.000+07:002007-02-16T17:51:55.093+07:00Anywhere is - EnyaI walk the maze of moments<br />But everywhere I turn to<br />Begins a new beginning<br />But never finds a finish<br />I walk to the horizon<br />And there I find another<br />It all seems so surprising<br />And then I find that I know<br /><br />Chorus:<br />You go there youre gone forever<br />I go there Ill lose my way<br />If we stay here were not together<br />Anywhere is<br /><br />The moon upon the ocean<br />Is swept around in motion<br />But without ever knowing<br />The reason for its flowing<br />In motion on the ocean<br />The moon still keeps on moving<br />The waves still keep on waving<br />And I still keep on going<br /><br />Chorus<br /><br />I wonder if the stars sign<br />The life that is to be mine<br />And would they let their light shine<br />Enough for me to follow<br />I look up to the heavens<br />But night has clouded over<br />No spark of constellation<br />No vela no orion<br /><br />The shells upon the warm sands<br />Have taken from their own lands<br />The echo of their story<br />But all I hear are low sounds<br />As pillow words are weaving<br />And willow waves are leaving<br />But should I be believing<br />That I am only dreaming<br /><br />Chorus<br /><br />To leave the thread of all time<br />And let it make a dark line<br />In hopes that I can still find<br />The way back to the moment<br />I took the turn and turned to<br />Begin a new beginning<br />Still looking for the answer<br />I cannot find the finish<br />Its either this or that way<br />Its one way or the other<br />It should be one direction<br />It could be on reflection<br />The turn I have just taken<br />The turn that I was making<br />I might be just beginning<br />I might be near the end.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-20815801764726528?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1166678963781124262006-12-21T12:12:00.000+07:002006-12-21T12:29:23.803+07:003 mimpi aneh di hainansatu malam saat aku berada di xing long, pulau laut selatan atau hainan dao, aku mengalami 3 mimpi aneh berturut-turut dalam satu malam.<br /><br />yang pertama aku melihat seorang tentara yang sangat kelelahan dan keadaannya mengenaskan. dia dipapah untuk masuk tenda atau sebuah barak. baru masuk sebentar, tiba2 ia ditarik lagi keluar/diseret oleh tentara yang lain dan disuruh untuk pergi lagi ke medan perang. sungguh kasihan!<br /><br />yang kedua, aku melihat seseorang dengan tenang sedang mengatur parade pertunjukan, dan yang berbaris adalah kupu2. Ya, kupu2. Berbaris dengan teratur dan melakukan manuver2 seperti yang diatur oleh orang itu. sungguh ajaib!<br /><br />yang ketiga, aku melihat seorang malaikat, angel. A celestial being. Dalam wujud yang eksotik dan indah. Dia turun dari sorga dan meletakkan tangannya di dada/hatiku. Lalu aku merasakan suatu perasaan kasih sayang dan damai yang sangat dalam. sungguh sangat indah!<br /><br />aku terbangun dan merenung, apa arti ketiga mimpi itu. mungkinkah: rest, patience and love?<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-116667896378112426?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1166509615898133442006-12-19T13:11:00.000+07:002006-12-22T09:15:40.986+07:00satu hidup satu harisatu hari itu seperti hidup<br />subuh saat fajar merekah, seperti seorang bayi merekah dalam kehidupan baru<br />di tangannya lembar putih masih kosong<br />di tangannya satu hari masih tersedia<br />pagi-pagi, kita bersiap2, mandi, makan pagi...<br />umur muda, kita bermain, bersekolah, ah..senangnya<br /><br />pukul 10 atau 11, mentari bersinar riang, langit biru<br />harapan masih panjang<br />boleh bersuka dalam keceriaan masa muda<br />mencoba ini itu<br />naik gunung, naik sepeda, berkelana di bawah laut<br />jatuh pun tak apa<br />hari masih panjang utk menyembuhkan lukamu<br /><br /><br />Jam 12, jam makan siang.<br />Orang mulai bergegas makan siang<br />bersiap untuk menghabiskan paruh kehidupan berikutnya<br /><br />--ah sudahlah---<br /><br />Dan aku membuka seluruh dompetku dan simpananku<br />untuk membeli bakpao basah itu<br />Aku menyelamatkan si gadis kecil<br />dan aku akan jaga dia sampai hari senja<br /><br />Aku tidak lagi berpikir untuk mencari uang<br />supaya bisa minum kopi $6 di starbuck jam 3-4 sore nanti<br /><br />Aku cuma ingin hidup tenang sampai mentari senja menjemputku<br />Tuanku membeli hidupku sebelum aku lahir<br /><br />Dan asalkan aku tahu, sampai malam nanti, aku berjalan bersama Tuanku<br />Karena setelah malam lewat, aku akan berjumpa Tuanku<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-116650961589813344?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1161704965509855462006-10-24T22:36:00.000+07:002006-10-24T22:49:25.530+07:00sometimes, somewherepagi yg enak. aku lagi breakfast sama handy dan budi di east coast. mau sepeda2an sebentar lagi. ngobrol panjang banget. aku bilang tulisanku yg seringkali bertemakan shattered dreams ga cocok utk orang2 tertentu. misalnya utk orang2 panen kota, aku pikir.<br /><br />aku cerita ttg seorang senior di gerejaku yg hidupnya SEMPURNA. dia lahir dari ayah dan ibu pendeta. ayahnya adalah seorang dokter juga. hidupnya berkecukupan secara materi. dia sekolah di australi dan lulus dengan baik. di sana dia menemukan seorang gadis manis lembut baik, dan mereka menikah dan pindah ke singapur. dia tidak pernah bergumul cari kerja, dipecat dlsbnya. karirnya mulus di sana dan dia begitu menikmati pekerjaannya. dia punya tiga anak yang lucu2 dan sempurna. satu kakaknya di melbourne menjadi pendeta dan dosen. satu lagi menjadi dosen di semarang. dia sendiri menjadi pendeta english service. dia begitu sempurna dan terhormat.<br /><br />kalau saja tuhan kasih hidupku sepuluh persen dari dia. aku sudah puas. sungguh.<br /><br />aku tahu bahwa tulisan2ku ttg pergumulan dan kepedihan tidak akan pernah dimaksudkan utk golongan org2 seperti itu. memang ada orang2 yg tuhan pilih masuk golongan itu.<br /><br />sorenya kami ke panen kota. ketemu yoseph yg jadi editor newsletter. ngomong sana sini aku cerita aku bikin beberapa tulisan dari khotbahnya ps kong. eh setelah dia lihat tulisan2ku yg lain dia menghargai. aku kaget juga. tak disangka tulisanku diterima di kalangan panen kota...<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-116170496550985546?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com5tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1159086601008942562006-09-24T15:29:00.000+07:002006-09-24T15:30:01.036+07:00.....how stupid can you be?.....how stupid can you be?<br />Can't you tell if someone's really in love with you,<br />or just playing around?"<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-115908660100894256?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com4tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1158314077209762102006-09-15T16:53:00.000+07:002006-09-15T16:54:37.223+07:00kisah 2 martyrWhat's next? says:<br />simple story...here it goes...<br /><br />What's next? says:<br />suatu malem ada 2 orang martyr satu masih muda, satu udah tua. Si martyr muda mencoba membakar jarinya sendiri dengan obor di penjara , karena dia ingin tau gimana sakitnya hari esok. Namun ternyata dia tidak tahan. dia mengeluh: bagaimana mungkin aku bisa tahan dibakar besok? apakah aku akan menyangkal Tuhanku?<br /><br />What's next? says:<br />martyr tua yng bijaksana berkata: kau tak usah khawatir tentang esok. esok Tuhan akan memberikan kita kemampuan untuk setia sehingga kita tidak perlu memakai kekuatan sendiri...<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-115831407720976210?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1156173156820932822006-08-21T22:08:00.000+07:002006-08-21T22:12:36.846+07:00lonelinessini tulisan temen gua, sesama penulis di sebuah majalah.<br />haeh...emang susah jadi orang melan. kadang gua merasa jadi orang melan itu seperti kutukan, which is seperti yang gibran bilang. yah, niwae gua bersukur deh kayanya masih ada orang2 melan yg jadi temen gua...dan tentu ada satu temen yg selalu gua cuekin tapi selalu setia<br />*********<br /><br /><br /><em>g hari ini ngobrol sama orang2 yang ngerasa hidupnya lonely, dari yang udah married ampe single yang nggak laku2. dari yang sakit gak sembuh2 sampe denger my customer yang tajir abizzz yg ngerasa idupnya empty banget.<br /><br />Just learning that people from all walks of life, experience this terrible feeling trus parahnya kalo lo yang melankolik, wah cepet banget ngerasa sendirian. Setelah ngobrol2 ama beberapa orang di telepon dan ketemu face to face..koq g jadi ikutan ngerasa lonely :( ditambah settingnya mendukung: matahari yang mulai tenggelam dan pohon2 di jalan pasirkaliki yang kayanya udah mati dan nggak dirawat.<br /><br />Pikir2 aneh juga populasi penduduk dunia kan makin banyak ...koq loneliness makin meningkat , theorinya sih makin banyak orang, dunia ini jadi tambah hangat. Tapi nyatanya kan gak begitu<br /><br />Setelah dipikir2 lagi kita nggak boleh terlalu fokus ama diri sendiri kali yah, terus g inget ada seseorang yang dipojok nungguin g....(ini bahasa puitisnya) ..orang itu Tuhan Yesus yang sering g cuekin dan sering g anggep nomor 2 walaupun g sering nyanyi Jesus is the sweetest among all and I talk abt Him much dari omongan dan tulisan g....tapi g nyadar g jarang communicate ama Dia dan gilanya g sering ngerasa I know much about Him, my knowledge cukup banyak tentang Dia and I thought I was Ok.<br /><br />So jadi g say sorry ama my Jesus....kebayang khan Dia tuh somebody yang very important n great n powerfu tool tapi g suka ngelakuin Dia kaya Dia itu nobody yang gak pernah diajak ngomong n kalo diajak communicate itu pun kalo g kepepet atau pas g kena sial. So it is good to have a lonely feeling today....g bisa ngerti there's no reason to be lonely karena Jesus ada next to me and He cares abt me.</em><br />oleh: temen gua<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-115617315682093282?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1156003514299427562006-08-19T23:04:00.000+07:002006-08-19T23:05:14.316+07:00Gibran on tomorrow....For what are your possessions but things you keep and guard for fear you may need them tomorrow?<br />And tomorrow, what shall tomorrow bring to the overprudent dog burying bones in the trackless sand as he follows the pilgrims to the holy city?<br />(Gibran)<br /><br />Gosh....seems Gibran understood Jesus much more than the "saints" I know....<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-115600351429942756?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1154012011231046982006-07-27T21:42:00.000+07:002006-07-27T22:24:07.856+07:00it must be a dream...Tomorrow is the last day of MCAT registration date for this year intake test.<br />still don't know what to do. this has been an insistent struggle for the past 15 years or so. to pursue or to let go.<br /><br />I even poured on a chapter in my book about this shattered dream. 'it must be a dream' - also based on one my most favourite J-movie, Summer Snow. A story about Ryoko Hirosue who wanted to be able to live healthily and go for diving.<br /><br />I don't know. I wish there's such thing called reincarnation of which we could take a second chance. Or perhaps we just have to realize this place on earth ain't too comfortable to live in.<br /><br />I don't know. Should I let go the moon, knowing that I could not fly and then continue enjoying the sand, the tree and the water. Should I find all ways to reach the moon, climbing the mountain, jumping every day? How do I know that that dream is a moon or just an oak tree?<br /><br />I don't know. Still. 15 years have passed. Wish I were born in a rich family. Sigh.<br /><br />....<br />...<br />...<br />..<br />.<br /><br />it's 2304 hrs now. <br />i go thru some MCAT simulation online. Going thru a few Biological Sciences questions. Damn it! I can't even understand what it's all about. How could I expect a school in kampong by the river can equip its student to answer international english test, of which the student has not touched the text book for 15 years. :(<br />I remembered my Biology teacher in high school. almost taught nothing. he came to class and talked nonsense and then asked students to do volunteer work to do cleaning service or planting in the garden, on which we would get our marks. Oh, may God forgive him....:(<br /><br />i then looked at some pictures of a mom and her son in London. what a happy mom. it must be God loves her so much that God gives all her dreams to come true. me so happy for her. <br /><br />i feel like a damn looser.<br /><br />i will let go. but i will continue to live.<br /><br />i am i and i am on my own.<br /><br />my flesh will be blasted. my heart will be crushed.<br />as for me..<br />as for me..<br />as for me..<br />yes as for me and me alone<br /><br />my Rock...<br />and my eternal inheritance...<br />is God alone and alone<br /><br />I will live.<br /><br />for God.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-115401201123104698?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1153997206559483482006-07-27T17:45:00.000+07:002006-07-27T17:46:46.573+07:00MCAT211. In eukaryotes, oxidative phosphorylation occurs in the mitochondrion. The analogous structure used by bacteria to carry out oxidative phosphorylation is the: A ) cell wall. B ) ribosome. C ) nuclear membrane. D ) plasma membrane. <br /><br />212. Nucleosomes typically consist of which of the following? I. DNA II. Histones III. Microtubules A ) I only B ) I and II only C ) II and III only D ) I, II, and II<br /><br />I looked at those questions with broken heart. Shattered dreams. Tuhan, aku ga tau apa yang harus aku lakukan. It must be a dream....<br /><br />Tell me what to do....<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-115399720655948348?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1152977506409526792006-07-15T22:28:00.000+07:002006-07-15T22:31:46.430+07:00Love by Kahlil GibranWhen love beckons to you, follow him,<br />Though his ways are hard and steep.<br />And when his wings enfold you yield to him,<br />Though the sword hidden among his pinions may wound you.<br />And when he speaks to you believe in him,<br />Though his voice may shatter your dreams as the north wind lays waste the garden. <br /><br />For even as love crowns you so shall he crucify you. Even as he is for your growth so is he for your pruning.<br />Even as he ascends to your height and caresses your tenderest branches that quiver in the sun,<br />So shall he descend to your roots and shake them in their clinging to the earth. <br /><br />Like sheaves of corn he gathers you unto himself.<br />He threshes you to make you naked.<br />He sifts you to free you from your husks.<br />He grinds you to whiteness.<br />He kneads you until you are pliant;<br />And then he assigns you to his sacred fire, that you may become sacred bread for God's sacred feast. <br /><br />All these things shall love do unto you that you may know the secrets of your heart, and in that knowledge become a fragment of Life's heart. <br /><br />But if in your fear you would seek only love's peace and love's pleasure,<br />Then it is better for you that you cover your nakedness and pass out of love's threshing-floor,<br />Into the seasonless world where you shall laugh, but not all of your laughter, and weep, but not all of your tears.<br />Love gives naught but itself and takes naught but from itself.<br />Love possesses not nor would it be possessed;<br />For love is sufficient unto love. <br /><br />When you love you should not say, "God is in my heart," but rather, "I am in the heart of God."<br />And think not you can direct the course of love, for love, if it finds you worthy, directs your course. <br /><br />Love has no other desire but to fulfill itself.<br />But if you love and must needs have desires, let these be your desires:<br />To melt and be like a running brook that sings its melody to the night.<br />To know the pain of too much tenderness.<br />To be wounded by your own understanding of love;<br />And to bleed willingly and joyfully.<br />To wake at dawn with a winged heart and give thanks for another day of loving;<br />To rest at the noon hour and meditate love's ecstasy;<br />To return home at eventide with gratitude;<br />And then to sleep with a prayer for the beloved in your heart and a song of praise upon your lips.<br /><br />****<br />so many people like this romantic poem and feel the ecstacy of the myth of romantic love. Not everyone is matured enough (gifted to know) what exactly he was trying to say. Via Dolorosa.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-115297750640952679?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1152864602416182592006-07-14T15:09:00.000+07:002006-07-14T15:10:02.426+07:00Marriage isn't for everyoneMat 19:10 Jesus' disciples objected, "If those are the terms of marriage, we're stuck. Why get married?" <br />Mat 19:11 But Jesus said, "Not everyone is mature enough to live a married life. It requires a certain aptitude and grace. Marriage isn't for everyone. <br />Mat 19:12 Some, from birth seemingly, never give marriage a thought. Others never get asked--or accepted. And some decide not to get married for kingdom reasons. But if you're capable of growing into the largeness of marriage, do it."<br />***<br />yahoo...i am glad to read it...<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-115286460241618259?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1152700894057811162006-07-12T17:01:00.000+07:002006-07-14T15:17:34.016+07:00nubuat"Aku menubuatkan hidupmu akan berakhir dengan tragis dalam kesepian."<br />Ucap sang pendeta tenang menghunjam padaku...<br />Aku tergetar sesaat. Memandang sang pendeta.<br />Dan tersungkur..kowtow..<br />"Mulai hari ini aku akan mengikut engkau dan menjadi adik angkatmu..."<br />***<br />Bertahun-tahun-tahun yang lampau seorang pendoa syafaat juga menubuatkan,<br />"Tuhan akan memakaimu luarbiasa dan kamu akan menjadi profound, Tuhan akan memakai tanganmu utk membuat mukjizat dan kamu akan melayani orang2 yang kekurangan dan patah hati dan pergi ke pulau2. Hidupmu akan disertai bahaya tapi Tuhan akan mengirimkan malaikatnya untuk menyelamatkanmu."<br />***<br />Kalau kedua nubuatan itu digabung, maka nasibku kurang lebih akan mirip seperti AA Allen, Charles Branham, Paul Cain, John Dowie..:)<br />***<br />Kalau aku bernubuat untuk diriku sendiri, kelihatannya aku akan pulang ke rumah Bapa lima tahun lagi...so apa yang akan aku perbuat dalam 5 tahun ini?<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-115270089405781116?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1152080401850021542006-07-05T13:15:00.000+07:002006-07-05T13:20:01.863+07:00hidup buat apahidup buat apa ya?<br />kalo ngga ada tuhan, kayanya hidup itu utk bisa sesenang mungkin di dunia ini. krn besok kan mau mati. atau mungkin jg krn ga ada tuhan, hidup mati bunuh diri jg sama saja, kita cuma sebuah sistem sel yang kebetulan ada di alam semesta.<br /><br />kalo tuhan ada?<br />ada yg bilang tuhan ingin hidup kita senang, jadi kejar prestasi dan kesenangan (baca: berkat) sekeras2nya. tapi ya, kok kayanya ngga begitu yg tuhan inginkan.<br />ada yg bilang lakukan pekerjaan2 besar buat tuhan. tapi ya, kok rasanya hampa kalo hidup cuma begitu.<br /><br />keliatannya hidup di muka bumi ini cuma bergaul dg tuhan, baik kita jadi orang kaya atau tidak, berhasil atau tidak, terkenal atau tidak, terhormat atau tidak.<br /><br />kayanya begitu saja, sambil menunggu keabadian menjemput.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-115208040185002154?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1151848652739604152006-07-02T20:41:00.000+07:002006-07-02T20:57:32.753+07:00tidak berartihari ini aku mengajar SON tentang iman.<br />lalu aku berkisah tentang iman dan mukjizat yang pernah Allah lakukan dalam hidupku.<br />yaitu waktu dulu habis bisnis bangkrut, datang ke singapur, cari kerja, minta kerjaan pada tanggal 12 juli, dan dikasih beneran pas tanggal itu persis.<br /><br />spontan aku tiba-tiba berucap. aku sama sekali tidak bermaksud berbohong.<br />"pengalaman mengalami Allah itu jauh lebih berharga dari sekedar pekerjaan yang saya dapat. soal dapat kerjaannya mah tidak berarti, tapi pengalaman bersama Allah itu begitu indah..."<br /><br />aku kaget mendengar kata2 itu keluar dari mulutku. mengingat kesusahan waktu itu, saat itu yang aku pedulikan adalah solusi dari masalah, dan mana gua peduli soal mengalami Tuhan...<br />..dan kalau aku dikasih kesusahan lagi sekarang, hanya satu yang kuingini, 'lepas dari kesusahan dalam tempo yg sesingkat2nya!!!!!!'<br /><br />tapi aku tidak berbohong barusan. sungguh, melihat ke belakang, segala kesusahanku tidak berarti. yang terasa indah dan luar biasa adalah pengalaman bersama Allah. aku bayangkan kalau aku mati, segala kesusahan, shattered dreams, kepedihan tidak ada artinya. sebelum aku mati, aku cuma bisa tersenyum mengingat jalan-jalanku sama Tuhan...<br /><br />Tuhan, sungguh aku ga bisa mengerti Kamu. Aku tuh mesti gimana???????<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-115184865273960415?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-20872042.post-1150634357385815232006-06-18T19:36:00.000+07:002006-06-18T19:39:17.400+07:00Shattered DreamsHari ini aku dipinjami buku "Shaterred Dreams" yang ditulis Larry Crabb.<br /><br />Akhirnya aku bisa berbisik pelan - di padang gurun -: "Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya."<br /><br />Bagi Dialah tersimpan segala misteri "mengapa". Dialah yang empunya segala jawaban dan berhak untuk diam.<br /><br />Allah, gunung batuku, terpujilah Dia selama-lamaNya.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20872042-115063435738581523?l=twelvestones.blogspot.com'/></div>juz someonenoreply@blogger.com1