<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729</id><updated>2009-12-27T19:53:26.694-08:00</updated><title type='text'>Menuju Kehidupan Penuh Berkah</title><subtitle type='html'>apa yang kita bawa nanti bukanlah apa yang kita kumpulkan, tetapi apa yang kita sebarkan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-500181523917428207</id><published>2009-07-26T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T20:52:26.498-07:00</updated><title type='text'>Entrepeneurship itu JADUL !</title><content type='html'>Suatu siang dikantor SAQINA.COM, saya kedatangan tamu kawan dari TDA. Hari ini, kawan ini berniat bersilaturrahmi, dan mengabarkan, bahwa hari ini adalah hari pertama dia menuju TDA. Alias sudah sudah resign kemarin. Saya ucapkan dengan tulus, Selamat Berjuang. Suasana penuh semangat, ingin segera action atas segala rencana untuk menjadi entrepreneur. Asik yaa, saya selalu terharu dengan suasana semangat itu. Semua rencana dikabarkan. Semua proses yang akan dilalui dicoba dikonsultasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa menjadi karyawan, kawan kita ini ternyata kompetensinya luar biasa. Pengalaman kerja 6 tahun di industri consumer goods, karir dimulai dari bawah, merangkak sampai level management. Ia paham produksi, manajerial juga marketing. Ia pernah punya tanggung jawab membangun outlet-outlet ritel perusahaan. Ia sudah terbiasa dengan semua model perencanaan, kalkulasi bisnis, setting target, strategi pelaksanaan, pembangunan outlet, penyiapan karyawan, membuat dan men-training SOP, promosi bahkan sampai monitoring oulet sampai running well dan juga pelaporan. Suatu pengalaman kerja yang terintegrasi yang tidak semua bekas karyawan pernah mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kita mulai membicarakan rencana wirausaha yang akan dijalaninya. Saya terkaget-kaget. Dia seperti mau berjalan tanpa pengetahuan. Ingin mencoba dulu beberapa bentuk usaha. Katanya takut gagal diawal. Tanpa business plan, tanpa berani menentukan target awal. Padahal dia tahu betul, untuk masuk dengan produk baru, harus riset market, harus menentukan STP (Segmentasi, Targeting &amp;amp; Positioning) dulu. Untuk memulai langkah, dia harus menentukan semua target cost-nya, juga berapa target laba-nya. Setiap langkah operasional harus ada target-nya. Setiap target yang harus dicapai, harus disiapkan semua perangkat pendukungnya, infrastruktur bisnisnya, SDM-nya, strateginya, dll-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha kenapa jadi entrepreneur malah jadi berpikir terbalik ? kenapa jadi gagap business plan ? kenapa jadi takut menentukan target ? kenapa jadi bingung ketika harus mem-break-down infrastruktur bisnis apa saja yang harus disiapkan ? kenapa tidak berani menentukan target laba ? kenapa jadi gagap strategi pemasaran ? Kenapa kalau ditanya soal hasil jawabnya selalu “ya kita lihat saja nanti, namanya baru mulai, baru mencoba” ? Kenapa jadi takut bergerak bebas terencana dan terstruktur ketika Anda bisnis menggunakan Uang Anda Sendiri ??? Hayooo ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus segala pengetahuanmu selama jadi karyawan kamu kemanain ??? kamu jangan tiba-tiba merasa memasuki dunia baru. Menjadi entrepeneur itu baru bagimu, tapi soal ilmu, Entreprenership itu Jadul !!! ilmu itu sudah ada sejak dulu. Bukan lahir kemarin sore. Semua ilmu yang kamu pahami di bekas perusahaan-mu itu sudah hampir 90% ilmu entrepreneurship untuk membesarkan bisnis perusahaan. Harusnya kamu bisa menentukan target dulu, baru secara mundur kamu mengisi semua hal infrastruktur yang diperlukan dalam mencapai target itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini memang ilmu entrepreneurship terkurung di perusahaan-2, terperangkap di sekolah-2 manajemen. Jadi ketika euforia entrepeneurship lagi hot, seakan-akan buku-buku2 entrepreneurship yang ada sekarang ini mengusung ilmu baru. Padahal muara menjadi entrepreneur itu ya punya perusahaan, menjadi konglomerat, lalu cukup menjadi Investor. Bicara evolusi bisnis, dari bisnis mikro dimulai menjadi bisnis kecil, menengah lalu besar menjadi Korporasi ! Setelah menjadi korporasi, ya berkutat di masalah-2 korporasi. Dan itu semua sudah puluhan tahun lalu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendiri dan Pemilik bekas perusahaan-mu bekerja, itu sudah hampir menyelesaikan semua perjalanan menjadi entrepreneur ! namun tetap ingin terus tumbuh ! karena tidak ingin perusahaannya mati. Makanya mereka semua ingin karyawan level manajemen mempunyai jiwa INTRA-preneurship ! supaya perusahaan terus tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ke-1 s.d ke-3 mungkin kamu coba-coba usaha. Tahun ke-3 kamu sudah yakin ada salah satu bisnismu yang yakin bisa kamu besarkan. Tahun ke-4 dan 5 bisnis-mu berkembang. Tahun ke-6 s.d 8 kamu sibuk menata manajemen, mulai merekrut karyawan-2 kunci, tanpa sadar bisnismu menjelma menjadi korporasi. Tahun ke-9 dan 10 kamu sudah sibuk mengembangkan kompetensi Manajemen Perusahaan-mu untuk terus berkembang. Makin banyak karyawan yang kamu rekrut dan kamu kirim ke Lembaga Training Manajemen. Dan seterusnya. Semua itu siklus itu sudah dilakukan oleh semua pendiri, pemilik dan diteruskan oleh karyawan manajemen-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayo … jadi entrepreneur jangan pura-2 goblok. Entrepreurship itu sudah terstruktur ilmunya. Kamu sudah tahu semua, dan sudah terlalu pintar untuk menjadi entrepreneur …….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-500181523917428207?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/500181523917428207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=500181523917428207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/500181523917428207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/500181523917428207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/07/entrepeneurship-itu-jadul.html' title='Entrepeneurship itu JADUL !'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4627839888127737056</id><published>2009-07-24T06:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T06:12:34.935-07:00</updated><title type='text'>2009 Tahun yang Dag Dig Dug</title><content type='html'>Tahun 2009 tahun yang mendebarkan. Periode akhir oktober telah mengabarkan krisis global. Awal 2009 Indonesia punya agenda panas, PilLeg danPilPres. Hari ini, Juli semua yang panas telah berakhir. PilpPres memang cukup 1 putaran. Bangsa sudah capek untuk demokrasi yang kebablasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakabar bisnis ? apakabar dunia entrepeneurship? 2009 tinggal tersisa separohnya. Saatnya bekerja lebih pasti walau masih dalam ketidakpastian. Ketika euforia politik usai, Juli dikagetkan oleh 2 bom teroris yang menyerang simbol Amerika. Semoga ini bisa segera kita lupakan dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencatat perkembangan diakhir Juli, dolar sempat melunak menuju dibawah 10ribu. IHSG terus meroket jika dibanding 6 bulan lalu. Kabarnya, ekonomi global sudah menuju jalan pemulihan. Tapi bagi Indonesia, bulan Agustus s.d Desember adalah bulan yang ditunggu. Karena hanya cukup dalam 6 bulan ini, Indonesia akan mencairkan kurang lebih s.d 70% anggaran APBN-nya. Jadi, 6 bulan kedepan saya sangat optimis. Akan banyak uang beredar yang akan menggerakkan sektor riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakabar lebaran 2009 ? momen yang sangat saya tunggu, tinggal 2 bulan lagi. Seharusnya bulan-bulan ini perdagangan terkain produk-2 lebaran sudah ramai. Tapi ternyata masih adem ayem. Ini pertanda keramaian akan menumpuk di 1 bulan terakhir, tepatnya akhir Agustus s.d pertengan September. Jadi, strategi apa yang tepat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4627839888127737056?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4627839888127737056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4627839888127737056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4627839888127737056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4627839888127737056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/07/2009-tahun-yang-dag-dig-dug.html' title='2009 Tahun yang Dag Dig Dug'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-5131876939908598855</id><published>2009-04-06T19:09:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T19:10:46.957-07:00</updated><title type='text'>Entrepreneur Tanpa Pengetahuan Bisnis</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/Sdq2F1K7tfI/AAAAAAAAAHI/l3UF_FyfIZQ/s1600-h/introduction+to+business.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321766120980198898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/Sdq2F1K7tfI/AAAAAAAAAHI/l3UF_FyfIZQ/s400/introduction+to+business.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam satu perbincangan dengan member senior TDA, saya diingatkan kembali tentang betapa euforia kewirausahaan saat ini adalah kopong (fundamentalnya tidak ada). Saya terkejut, apa itu Pak ? ya, karena sebagian besar baru level motivasi, baru ribut-ribut diurusan pindah kuadran. Ada kesenjangan yang luar biasa antara mereka yang baru memulai dengan yang sudah dicitrakan sukses bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang baru memulai, terlalu banyak kekenyangan jargon-jargon motivasi, terlalu sering ikut acara fantastis penuh cerita sukses, gairah kewirausahaannya meluap-luap saat hadir diacara. Tetapi kebingungan ketika sampai dirumah. Sementara yang sudah sukses sibuk menebar pesona cerita sukses, tanpa disadari sebenarnya mereka sangat jarang menceritakan apa kunci sukses mereka. Semua yang tampak adalah kulit luar yang indah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya makin bertanya, jadi fundamentalnya sebenarnya apa Pak ? fundamentalnya adalah pengetahuan teknis soal bisnis, secara lebih khusus soal manajemen. Saya ditanya coba terangkan secara berurutan, bagaimana caranya meluncurkan produk baru, dari A sampai Z ! Saya jelas kelagapan, karena saya memang tidak tahu teknis ilmu bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ditegur, harusnya Anda lebih dalam mempelajari teknis bisnis, karena setelah sukses memulai, Anda harus sukses mengelola dan membesarkan. Lalu sukses konglomerasi ! Waks ?? Saya diingatkan kembali untuk kembalilah menjadi mahasiswa jurusan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, saya rasa bagi yang ingin memulai, coba berhentilah ber-motivasi ria … saatnya belajar dari buku yang basic, yang mendasar. Jangan melulu membaca buku “Cara Edan Jadi Pengusaha” atau “Cara Cepat Kaya Raya” atau “Sukses Bisnis Modal Lutut” … itu semua adalah bunga-bunga euforia kewirausahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan teknis bisnis sangat mudah didapat. Bagi yang pernah kuliah di fakultas ekonomi, buku terjemahan “Pengantar Bisnis (Introduction to Business) – buku 1 &amp;amp; 2” pasti pernah dibahas. Juga buku “Kewirausahaan – buku 1 &amp;amp; 2”, pasti juga pernah dibahas. Semua buku-buku ini membahas secara detil aspek-aspek bisnis. Banyak sekali pertanyaan para pemula bisnis yang sudah ada jawabannya di buku ini. Banyak yang bilang, buku-buku seperti ini sangat tidak menraik, karena tidak INSTANT !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya, tapi Pak, itu khan buku mahasiswa ? teoritis, bertele-tele ? jawabannya jelas tidak. Saya ditanya, kamu khan kuliah teknik, pernah bekerja di perusahaan, punya wawasan kerja dan sedikit manajemen. Kamu pasti berbeda dengan mahasiswa. Mahasiswa baca buku untuk lulus ujian, jelas berbeda kalau kita yang baca. Kita baca buku teori itu dengan pisau pemikiran yang lebih tajam, karena kita sudah menjadi pelaku bisnis, bukan mahasiswa bisnis. Sangat berbeda perspektifnya. Saya dianjurkan terus membaca buku-2 manajemen dan marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pertanyaan lagi, tapi Pak apa betul kalau jadi pengusaha harus tahu detil soal bisnis ? apakah nantinya malah kita “in business (didalam bisnis)” ??? saya khan cita-cita punya bisnis tanpa kehadiran kita ??? …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gundulmu !!! kamu itu keblinger sama definisi Brad Sugars ! yang kamu masukkan dalam pikiranmu cuman “ongkang-ongkang setelah bisnis jalan sendiri tanpa kehadiran kita” cuman itu khan ? jelas sekali kamu ngga memasukkan dalam pikiran-mu, bahwa syarat utama kamu bisa “meninggalkan bisnis”, adalah bisnismu harus sudah bisa berjalan sendiri dan sudah menghasilkan keuntungan !!! lha kamu ? mempelajari dan bikin sistem-nya aja belum, untung layak aja belum, sudah mikir ongkang-ongkang-nya duluan ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-5131876939908598855?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/5131876939908598855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=5131876939908598855' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/5131876939908598855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/5131876939908598855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/04/entrepreneur-tanpa-pengetahuan-bisnis.html' title='Entrepreneur Tanpa Pengetahuan Bisnis'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/Sdq2F1K7tfI/AAAAAAAAAHI/l3UF_FyfIZQ/s72-c/introduction+to+business.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-688535314164068829</id><published>2009-03-05T09:13:00.001-08:00</published><updated>2009-03-05T09:18:32.025-08:00</updated><title type='text'>Dapur Lansia</title><content type='html'>Sejak kami bisnis sendiri, kami menyalurkan sebagian jatah wajib sisa hasil usaha ke saluran-saluran yang kami kelola sendiri. Kami sendiri tidak merasa perlu mengkategorikan ini zakat, amal jariyah, CSR atau apa namanya. Bagi kami, yang terpenting adalah wujud dari action ini nyata, diterima langsung oleh yang kita inginkan, dan berdampak sangat mengena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309753200861457122" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 349px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SbAIZ2ZXKuI/AAAAAAAAAG4/TkczJBjC6IU/s400/manula1.jpg" border="0" /&gt;Dapur Lansia, kegiatan yang kami gagas sejak kenaikan harga BBM yang terus melambung. Sebagian rakyat didesa-desa tertinggal (IDT) secara langsung merasakan tertatih-tatih dalam mengikuti kenaikan harga-harga bahan pokok. Mereka sudah angkat tangan, yang penting bisa makan seadanya, sekedar untuk melanjutkan sisa hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda pernah “wisata” ke desa-desa miskin, problem-problem kemiskinan sepertinya abadi untuk tidak mendapat penyelesaian. Dapur Lansia kami dirikan karena kondisi lansia-lansia di desa yang tidak jauh dari tempat kelahiran kami, sudah sangat menderita. Struktur keluarga, kondisi sosial masyarakat, lokasi geografis, kondisi alam, semuanya seakan kompak mendukung kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lansia (khususnya perempuan) adalah korban yang kami temukan sangat berat kondisinya. Mereka sebagian besar “janda” yang ditinggal pergi atau meninggal oleh suaminya. Mereka yang juga ditinggal oleh anak-anaknya yang telah merantau entah dimana dan bagaimana kondisinya. Mereka yang sudah terlupakan oleh saudara-saudara kandungnya, karena sama-sama miskin. Kemiskinan melahirkan kemiskinan. Kebodohan melahirkan kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309753457911818322" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 377px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SbAIoz-8aFI/AAAAAAAAAHA/ZqIrN6TdIks/s400/manula2.jpg" border="0" /&gt;Alhamdulillah, Gusti Alloh masih menitipkan rejeki 20 Lansia kepada kami, untuk kami salurkan dalam bentuk Dapur Lansia, yang memberikan ransum 2 kali makan setiap hari kepada mereka secara gratis, insyaAlloh sampai mereka meninggal dunia. Hanya ini yang bisa kami lakukan, memberikan makanan ala kadarnya sebagai penyambung hidup. Kami belum bisa memperhatikan kesehatan mereka, apalagi kesejahteraan mereka. Terima kasih untuk Saudara, Teman, yang telah menitipkan dana-dana untuk bersama membantu mereka. Amal Anda pasti dicatat-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapan para Lansia, diantara rumah gubug reot, diantara ember bak mandi mereka yang kotor, saya membisikkan dengan keras ke anak pertama saya. “Lihatlah didepan matamu Nak, ini wujud nyata kemiskinan Indonesia. Kamu harus sekolah setinggi-tinggi-nya, kamu harus sukses, kamu harus kaya. Ada 5 hal nyata yang harus kamu bangun kelak, (1) Sekolah untuk Orang Miskin, (2) Pusat Perdagangan &amp;amp; Pabrik (untuk membuka lapangan kerja), (3) Rumah Sakit untuk Orang Miskin, (4) Panti Asuhan (5) Panti Jompo.” Salam sukses Nak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;http://www.saqina.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-688535314164068829?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/688535314164068829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=688535314164068829' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/688535314164068829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/688535314164068829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/03/dapur-lansia.html' title='Dapur Lansia'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SbAIZ2ZXKuI/AAAAAAAAAG4/TkczJBjC6IU/s72-c/manula1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-8652324091785264586</id><published>2009-02-16T07:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T07:13:48.627-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Surga Wirausaha (3) Seri Market Tak Terbatas</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ngga percaya kalo’ Indonesia itu surga wirausaha ? … dijamin nyesel seumur hidup. Saya coba tunjukkan ya lewat cerita-cerita kecil, kalau di Indonesia itu, potensi market tak terbatas, segmen-nya luas, dan mudah cari pelanggan ! ngga percaya ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mau bisnis apa aja, SELALU ADA SEGMEN-NYA !!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngga percaya ?? seorang disainer bikin baju, cuman 1, eksklusif, harganya 10 juta. Laku, yang beli istri pejabat. Kenapa laku, soalnya dibuat cuman 1. Kalau beli yang kodian, istri pejabat ini takut disamain sama istri-istri anak buah suaminya yang pejabat itu. Banyak juga yang suka beli barang impor, hanya karena mahal, tidak ada saingan ! Sampai-sampai minggu lalu, para pejabat mem-promosikan sepatu buatan dalam negeri !!&lt;br /&gt;Lalu, coba bikin baju harga 5000, pasti laku. Yang beli rakyat jelata dipinggir jalan pasar becek. Puluhan karung (celana dalam bekas – impor) saja laku dijual 2000-an per pcs. Ngga percaya ? coba lihat di pasar Senen Jakarta !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau jualan apa aja di Indonesia ini selalu ada Segmennya ? kenapa, karena setiap sudut kota menyimpan KESENJANGAN YANG LUAR BIASA !!! Dibelakang rumah mewah, terselip gang sempit dengan rumah puluhan rumah petak. Mau jualan jajanan sehat dan tidak sehat pun ada market-nya. Bahkan jualan bangkai ayam saja ada market-nya ! Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, tata ruang sudah rapi. Orang kaya kumpul sama orang kaya, yang miskin kumpul di flat miskin. Mau jualan di daerah tertentu, segmennya sudah jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ragam Budaya – Lahirkan Multipel Market&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragam budaya nusantara, adat istiadat, ragam pakaian, selera warna, ragam jenis makanan, ragam bahasa, budaya komunal, bangga atas suku-nya, secara tidak langsung melahirkan peluang usaha dengan peluang market yang tersebar. Temen saya yang Jawa Asli buka restoran padang, resto makanan manado dan resto sop konro. Kokinya tidak harus orang Padang, Manado dan Makassar. Semua bisa dibisniskan ! Mau jual songket Bukitinggi tidak harus orang Padang, mau jualan patung Asmat, tidak harus orang Asmat. ! Di Jakarta, Warung Nasi Soto &amp;amp; Rawon marketnya orang Jawa Timur. Saung Sunda, market-nya orang Sunda. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, ragam budaya tidak sekaya Indonesia. Kebanyakan budaya kontemporer, budaya yang diciptakan dan digerakkan oleh industri. Jadi pebisnis budaya, kebanyakan korporasi …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Status Sosial &amp;amp; Gengsi – Market Menggiurkan !&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Indonesia tidak sedikit yang gila Status Sosial, lengkap dengan Jaga Gengsi-nya ! Ini adalah potensi market yang menggiurkan ! Baru kerja formal setahun, pengin punya mobil, so kredit solusinya. Gaya tongkrongannya sudah café terus, gadget-nya selalu seri terbaru. Telinga dengerin iPod, tanggannya ngetik Blackberry, nge-browse-nya FB, kalo’ ngga nge-FB terus, NGGA GAUL !!! Ngga peduli beli yang asli atau black market, yang penting Gaya !! Kartu Kreditnya berjajar di dompet, kalo’ pas buka dompet, bangga klo kartu kreditnya berjejer warna-warni … Kata guru saya, banyak orang Indonesia yang “mencuri simbol kesuksesan”, mereka sudah merasa pantas menikmati simbol itu. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kalau Ada Tren, Mudah Cari Korban Mode !!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu salah satu yang lagi tren saat ini ? Kewirausahaan, Industri Kaya, Industri Sukses. Seminar pengin cepat kaya, alamaaakk..pesertanya membludak !!! Yang lebih gila lagi, puluhan Ebook Cara Kaya Semalam, dijual laris manis !!! Lebih super gila lagi, Arisan Berantai banyak peminatnya !! So ? sangat mudah jadi kaya mendadak di Indonesia !!!  Mau jualan produk ? promo aja di Sinetron. Banyak pelanggan yang model pakaiannya, produk yang dipakainya, berkaca dari Sinetron dan Iklan. Kalau si Bintang Sinetron di-dandanin pakaian merek R, makan pakaian model R langsung meledak, laris manisss. Maka ratusan produsen pun membajak produk R, tiru persis, dijual murah, dan ternyata laris masi walau aspal. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ?? tunggu apa lagi ? mau jadi wirausaha aja kok repot !!! Segera ber-wirausaha-lah, mumpung Indonesia belum menjadi negara maju !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ingin menambahkan ???&lt;/p&gt;&lt;p&gt;salam sukses&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-8652324091785264586?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/8652324091785264586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=8652324091785264586' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8652324091785264586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8652324091785264586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/02/indonesia-surga-wirausaha-3-seri-market.html' title='Indonesia Surga Wirausaha (3) Seri Market Tak Terbatas'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-2468936509303006239</id><published>2009-02-16T07:11:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T07:12:55.209-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Surga Wirausaha (2) Seri SDM</title><content type='html'>Ngga percaya kalo’ Indonesia itu surga wirausaha ? … dijamin nyesel seumur hidup. Saya coba tunjukkan ya lewat cerita-cerita kecil, kalau negara yang SDM-nya berlimpah, baik yang berpendidikan maupun tidak ! adalah modal ber-wirausaha yang luar biasa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Banyak Pengangguran, SDM Berlimpah Ruah …&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba iseng bikin iklan di koran, cari saja Tenaga Sales/Marketing (minim D3), dijamin anda akan mendapatkan tiga karung surat lamaran. Ngga tanggung-tanggung, yang ngelamar pasti mulai dari D3 sampai S2. Biasanya yang ngelamar dari semua jurusan. Anda tinggal pilih yang paling ok. Bisa langsung wawancara, masa percobaan 3 bulan, dan kerja kontrak setahun. Kalau ngga ok, bisa dipecat, karena yang antri banyak. Mau karyawannya kontrak semua juga bisa, outsourcing juga bisa. Banyak karyawan yang siap mau bekerja apa aja ! Jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bandingkan dinegara maju, cari karyawan rumit, kalau ngga ada benefit yang ok dari perusahaan, jarang yang mau jadi karyawan. Belum lagi soal perjanjian kerja, jaminan tenaga kerja, dll, seabrek urusannya !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kerja Sistem Kontrak Atau Outsourcing ? Sama “Enaknya”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetangga saya jadi Satpam. Masa kontrak kerjanya sudah diperpanjang 2 kali. Akhirnya menganggur. Kenapa ? perusahaan sudah tidak mau mempekerjakan lagi, karena harus mengangkat jadi karyawan tetap. Mendingan cari satpam baru, dan seterusnya. Ribuan lulusan SMU kerja kontrak. Banyak perusahaan outsourcing tenaga kerjanya ke “Yayasan Antah Berantah”. Bekerja tidak sesuai kontrak ? Pecat. Tidak ada masa depan. Jaman krisis, mereka adalah korban PHK pertama, dan jelas ngga ada pesangon. Banyak “pengusaha nakal” menikmatinya. Jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinegara maju ? aturan pekerja jelas dan kuat. Apalagi kalau pemerintahnya dipegang Partai Buruh, wah, posisi buruh tidak main-2 …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pekerja Sektor Informal – Nrimo Apa Adanya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat terkejut ketika tau gaji penjaga toko itu 400 ribu sebulan, dengan sedikit komisi penjualan. Artinya 13-an ribu perhari, sudah termasuk transport PP, makan dan kontrak rumah petak rame-2 ! Tidak ada yang bisa menabung setiap bulannya. Jadi, sekedar untuk menyambung hidup, tidak merepotkan orang tua lagi. Kenapa mau jadi penjaga toko dengan gaji segitu ? klo ngga mau, YANG LAIN BANYAK YANG MAU !!! ngantri lagi !!! Banyak “pengusaha raja tega” menikmati kondisi ini. Jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, kalau mau nyari tenaga kerja murah, harus cari “imigran gelap”, atau mahasiswa yang mau kerja jam-jam-an. Dan ini harus kucing-kucingan sama aparat dan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berlomba-lomba Sekolah ! Supaya Dapat Pekerjaan Keren&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau dapat pekerjaan keren mentereng ? mau naik jabatan eselon III ? Anda harus MM, MBA ! makanya gampang banget dulu bikin lembaga pencetak MBA gadungan ! Peminatnya banyak ! ngga peduli isi pendidikannya. Tahun 90-an, Sarjana S1 cari kerja bersaing dengan S1, sekarang S2, MM, MBA membludak sama-sama cari kerja. Sudah S1, S2, masih saja cari kursus profesi, kursus bahasa, wualah … lomba sekolah melulu ! Makanya bikin bisnis sekolah, kursus ngga ada habisnya …. Enak-khan ? Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinegara maju, banyak pekerjaan di-isi oleh SDM yang memang background pendidikannya terkait, punya kompetensi (knowledge, experiences, idea &amp;amp; skill), dan aturan HRD-nya memang gitu ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mau Jadi Pakar ? alamak ..Mudah !!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mau jadi pakar di Indoensia ? tidak perlu jadi Doktor ! apalagi Professor ! di Indonesia paling gampang jadi pakar ! mau jadi pakar parenting/edukasi anak, ngga perlu nunggu jadi lulusan psikologi, pedagogi, atau ahli pendidikan. Kalau anda bisa ngomong soal parenting, personal branding ok, apalagi jadi narasumber radio, pasti langsung dianggap pakar. Orang Indonesia itu paling tidak kritis terhadap kompetensi “pakar”, jarang sekali merunut background pendidikan formalnya apa ? apa setiap yang di-omongkan ada dasar pengetahuan formalnya ? tidak perlu. Mau jadi pakar marketing, branding, internet, property, saham, forex, perencanaan keuangan, dll … gampang di Indonesia..!!! Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, kalau mau jadi pakar, harus ada riwayat pendidikan formal yang terkait, punya kompetensi yang masif, itu baru di-dengar. Kalau pakar gadungan, ngga bakalan laku !!!&lt;br /&gt;So ?? tunggu apa lagi ? mau jadi wirausaha aja kok repot !!! Segera ber-wirausaha-lah, mumpung Indonesia belum menjadi negara maju !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ingin menambahkan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-2468936509303006239?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/2468936509303006239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=2468936509303006239' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2468936509303006239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2468936509303006239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/02/indonesia-surga-wirausaha-2-seri-sdm.html' title='Indonesia Surga Wirausaha (2) Seri SDM'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-335872920649742633</id><published>2009-02-16T07:09:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T07:11:09.534-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Surga Wirausaha (1) Seri Birokrasi</title><content type='html'>Ngga percaya kalo’ Indonesia itu surga wirausaha ? … dijamin nyesel seumur hidup. Saya coba tunjukkan ya lewat cerita-cerita kecil, kalau negara yang birokrasinya carut marut ini sumbernya peluang usaha yang ngga adaaaa habisnya ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Birokrasi ala Indonesia = Ribuan Peluang Usaha&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu buktinya ? cari saja penyedia jasa pengurusan SIM, STNK, Balik Nama Kendaraan, Sertifikat Tanah, IMB, Pajak, Pencairan Jamsostek, Sertifikasi, Akte, Paspor dan seabrek urusan lainnya yang bersentuhan dengan Birokrasi Ala Indonesia, pasti ada CALO-nya. Sang calo pasti menawarkan 2 alternatif, mau jalur cepat atau jalur lambat ? mau jalur selamat atau jalur sengsara ? Jangan tanya, tidak sedikit mereka yang berwirausaha di sektor ini tahan banting! Tidak kenal krisis, dan sudah bertahun-tahun bermain-main disana. Jadi apa sulitnya cari peluang berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, susah mem-bisniskan birokrasi ! Birokrasi negara maju malah yang pro-aktif, meng-edukasi, melayani, dan mendukung ! Birokrasinya simpel, slim, efektif, aturannya jelas, juga tarif dan prosesnya jelas sekali dan tidak ingin ada bisnis disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mau Usaha, Harus Ijin ???&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, kagak perlu ! kita bisa mulai usaha apa aja ngga perlu ijin, apalagi boro-2 bikin SIUP-lah, CV-lah, apalagi PT. Negara ini menyebut mereka-2 para pedagang, penjahit konveksi, sub-kontraktor adalah pekerja sektor informal (walau sebenarnya wirausaha). Tanya aja pedagang di sentra-sentra grosir, apa mereka sebagian besar punya SIUP, CV atau PT ? walaupun kalau anda tahu, omset mereka ratusan juta broo… Kalaupun mereka punya SIUP, itu hanya formalitas buat ngutang ke bank ! jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kata temen di salah satu negara di Eropa, mau jadi penjahit aja harus punya sertifikat tukang jahit resmi, kalau mau buka usaha jahitan, harus ada ijin formal dlll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mau Usaha Harus Bayar Pajak ???&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya terjadi di negara tertib bro ! saat ini aja, negara baru mengejar-ngejar warganya supaya punya NPWP. Juga diadakan sunset policy, supaya sadar pajak. Banyak pengusaha sektor informal belum tersentuh pajak. Tanya juragan bakso, pengusaha bubur ayam, steak kaki lima, pengusaha server pulsa dll … omsetnya gila tapi bebas pajak … asik khan ? jadi apa sulitnya berwirausaha di Indonesia ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan negara maju, pajak bisa sampai 30%, apalagi buat pekerja formal, pajaknya besar bangeet …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So ?? tunggu apa lagi ? mau jadi wirausaha aja kok repot !!! Segera ber-wirausaha-lah, mumpung Indonesia belum menjadi negara maju !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ingin menambahkan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-335872920649742633?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/335872920649742633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=335872920649742633' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/335872920649742633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/335872920649742633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/02/indonesia-surga-wirausaha-1-seri.html' title='Indonesia Surga Wirausaha (1) Seri Birokrasi'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-5792251417856567791</id><published>2009-01-20T07:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T07:40:27.622-08:00</updated><title type='text'>"Tidak Ada Krisis", Yang Ada Hanya Perlu Mengubah Sudut Pandang</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SXXu2y1OwkI/AAAAAAAAAGw/XaTbgO2__ho/s1600-h/crisis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293399562169270850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 180px; CURSOR: hand; HEIGHT: 238px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SXXu2y1OwkI/AAAAAAAAAGw/XaTbgO2__ho/s320/crisis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa betul saat ini tidak ada krisis ? jangan ngawur yaa ! ada, jelas didepan mata kita. Semua media memberitakan krisis ini. Ekonomi global sedang redup, mulai banyak PHK, mesin produksi mulai terhenti, ekonomi jelas melambat, konsumsi menurun, daya beli drop banget.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi kalau kita mendengarkan wejangan pakar bisnis, pakar marketing, ternyata apapun kondisinya, mau ekonomi normal, bomming atau krisis, &lt;strong&gt;jawabannya sama&lt;/strong&gt;. Apa itu ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Saat Ekonomi Normal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; : ketika kita tanya apa strategi bisnis/marketing yang tepat untuk saat ini ? jawabannya tetap lakukan aktivitas bisnis/marketing. Kondisi ekonomi yang normal ini akan makin tumbuh segera. Lakukan dengan dahsyat, jangan lakukan secara normal. Tunjukkan diferensiasi Anda dintara kompetitor Anda yang saat ini normal-normal saja. Jika saat normal saja Anda bisa menguasai pasar, nanti saat booming Anda tinggal memetik keuntungannya yang dahsyat...dst&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Saat Ekonomi Booming&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; : ketika kita tanya apa strategi bisnis/marketing yang tepat untuk saat ini ? jawabannya lakukan aktivitas marketing lebih dahsyat. Ambil dan kuasai momen booming ini, raih pencapaian penjualan dengan segera. Momen ekonomi booming kadang tidak lama. Perkuat tim marketing, perluas jaringan, raih pelanggan sebanyak-banyaknya, tingkatkan layanan pelanggan, dst ...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Saat Ekonomi Lesuuu/krisis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; : ketika kita tanya apa strategi bisnis/marketing yang tepat untuk saat ini ? jawabannya lakukan aktivitas marketing lebih dahsyat. Ketika kompetitor Anda mulai mengurangi budget iklan, mengurangi aktivitas penetrasi pasar, saatnya Anda terus invest, terus melakukan aktivitas marketing yang dahsyat. Karena ketika ekonomi recovery, Anda sudah siap. Lihat siapa-siapa saja mereka yang unggul saat ini, adalah mereka yang pada saat krisis 1998 tetap melakukan investasi, melakukan aktivitas marketing, sehingga brand-nya sangat kuat saat ini, produknya sangat dikenal, karena semua kompetitornya saat itu (1998) sedang tiarap.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi APA YANG BERBEDA ? TIDAK ADA !!! Para pakar bisnis/marketing, anjurannya &lt;strong&gt;SAMA&lt;/strong&gt; !! TETAPLAH INVESTASI dan LAKUKAN AKTIVITAS MARKETING YANG DAHSYAT !!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ternyata kita hanya diminta untuk mengubah SUDUT PANDANG aja .... Apa semudah itu ? IYA ! lalu setelah sudut pandang berubah ? PIKIRAN kita juga pasti berubah, lalu goal berubah, strategi berubah, action berubah dan tentunya, hasil bisa jadi berubah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;So... tunggu apa lagi ...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;salam &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;rosihan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/" target="_blank"&gt;http://www.saqina.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-5792251417856567791?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/5792251417856567791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=5792251417856567791' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/5792251417856567791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/5792251417856567791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/01/tidak-ada-krisis-yang-ada-hanya-perlu.html' title='&quot;Tidak Ada Krisis&quot;, Yang Ada Hanya Perlu Mengubah Sudut Pandang'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SXXu2y1OwkI/AAAAAAAAAGw/XaTbgO2__ho/s72-c/crisis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-1611583838339635117</id><published>2009-01-05T07:26:00.001-08:00</published><updated>2009-01-05T07:32:09.981-08:00</updated><title type='text'>Kategori Industri Baru : Industri Sukses, Industri Kaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SWIm8OSArqI/AAAAAAAAAGo/LClEahzKamY/s1600-h/industri_sukses.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287831728554028706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 211px; CURSOR: hand; HEIGHT: 192px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SWIm8OSArqI/AAAAAAAAAGo/LClEahzKamY/s320/industri_sukses.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;div&gt;Saya tertawa sendiri membaca ulasan pakar marketing, yang saya nilai sebagai “sentilan” tentang lahirnya kategori baru dalam industri, yaitu Industri Sukses, atau kalau tidak mau disebut secara vulgar sebagai Industri (Membuat Orang) Cepat Kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jika ada yang melakukan penelitian di Google, keyword “rahasia sukses” dan “rahasia kaya”, saya yakin akan terus meningkat 2 kata-kata itu digunakan dalam website, blog, atau jualan internet marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya sering menemukan di website seperti itu dilahirkan oleh murid-murid hasil dari perguruan “internet marketing”. Ribuan website yang sering kali “hanya 1 halaman” panjang scroll ke bawah, dengan gaya bahasa dan provokasi yang nyaris sama, untuk jualan yang berbeda. Ada yang jualan produk, jasa, namun sebagian besar jualan e-book. Ada testimoni, bukti cetak mutasi rekening, ada mobil baru sebagai perwujudan bukti sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan makin meriahnya dunia kewirausahaan, Industri Sukses makin meluas, dengan hadirnya lembaga, perorangan dan komunitas yang masuk ke industri ini, dan tentunya bisa meraup kekayaan, karena memang ada demand yang lagi hot. Bahkan wilayahnya makin melebar tidak hanya untuk urusan cepat kaya, tapi urusan cara cepat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hebatnya, SEMUA ITU MASIH RAHASIA …. Jadi Anda harus bayar jika ingin tahu isi rahasia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita cermati secara iseng saja, Industri Sukses ini sudah merambah ke topik-topik mana saja, cara gampangnya via paman Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik Internet Marketing, Wah, ini paling banyak. Rahasia sukses melalui internet ini tawarannya sangat menarik, menjanjikan cara cepat dan mudah, bahkan dengan penghasilan dolar… menggiurkan bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik Dunia Bisnis, Ini cukup banyak juga yang menawarkan sukses bisnis dalam sekejap, artinya cukup baca e-book, mungkin Anda bisa sukses. Rahasianya cukup beragam, rahasia sukses bisnis online, rahasia sukses bisnis tanpa modal, rahasia sukses bisnis MLM, dan banyak banget rahasia-rahasia lainnya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik Cara Membangun Kekayaan, ini juga cukup banyak cara dan formula cepat kaya. Yang semuanya mengusung jargon menarik, kalau diringkas kira-kira bunyinya seperti ini ”cara cepat kaya raya dengan mudah dan murah tanpa perlu menunggu tua” … Mau kaya lewat internet, saham, forex, option, property, bisnis, franchise, dan ratusan cara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik makin melebar ke Rahasia Sukses Rahasia Sukses Karir, Sukses Pendidikan, Sukses Perkawinan, bahkan sampai Rahasia Sukses Urusan Sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapa bilang sukses hanya urusan dunia, ternyata Industri Sukses juga masuk ke topik-topik akhirat, buktinya ada Rahasia Sukses Masuk Surga, tapi ini bukan e-book, tapi dakwah gratis, soalnya kalau dijual dalam e-book, takut kualat (cilaka duabelas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi intinya semua sama, ADA UANG, RAHASIA TERBUANG, artinya, jika Anda sudah bayar, sudah tidak lagi rahasia. Anda sudah bisa membacanya, mempraktekannya dan menikmati hasilnya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Anda mau gabung di Industri Sukses/Kaya ini ? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;salam sukses&lt;/div&gt;&lt;div&gt;rosihan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;http://www.saqina.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-1611583838339635117?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/1611583838339635117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=1611583838339635117' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1611583838339635117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1611583838339635117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2009/01/kategori-industri-baru-industri-sukses.html' title='Kategori Industri Baru : Industri Sukses, Industri Kaya'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SWIm8OSArqI/AAAAAAAAAGo/LClEahzKamY/s72-c/industri_sukses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-8475599513388394841</id><published>2008-12-19T19:43:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T05:03:29.109-08:00</updated><title type='text'>NALO : No Action Learn Only</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SUxq7Q4Bp2I/AAAAAAAAAGY/YCSSa3pQPRk/s1600-h/nato.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281714029373532002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 398px; CURSOR: hand; HEIGHT: 275px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SUxq7Q4Bp2I/AAAAAAAAAGY/YCSSa3pQPRk/s400/nato.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Saya tertawa membaca judul diatas, yang saya dapatkan dari salah satu komentar di blog saya. Selama ini saya taunya cuman NATO, No Action Talk Only.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kalau kita kumpulin semua singkatan lucu yang berawal dari No Action itu banyak sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NANO : No Action &lt;strong&gt;Networking&lt;/strong&gt; Only.&lt;br /&gt;yang penting kenalan banyak broo .. khan silaturrahmi …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMO : No Action &lt;strong&gt;Milis&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;aku ini udah ikutan milis sejak 2006 loh … sering posting lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAFO : No Action &lt;strong&gt;Facebook&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;lihat nih, temenku banyak khan ? beken-2 dan milyader loh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAAO : No Action &lt;strong&gt;Attend&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;gue sih yang penting setor muka !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAWO : No Action &lt;strong&gt;Watch&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;Asik juga ya lihat temen-2 pada sukses …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NATO : No Action &lt;strong&gt;Talk&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;yang penting sih ngobrol .. curhat apa nggosip ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NALO : No Action &lt;strong&gt;Learn&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;yang penting aku udah belajar loh … sampai kapan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASO : No Action &lt;strong&gt;Seminars&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;aku sih mau ngumpulin sertifikat dulu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAWO : No Action &lt;strong&gt;Workshop&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;Aku harus ikut workshop apa lagi yaa???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NADO : No Action &lt;strong&gt;Dream&lt;/strong&gt; Only :&lt;br /&gt;aku udah nulis di 100 Dream book loh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAIO : No Action &lt;strong&gt;Ideas&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;wah, aku udah punya ide besar, orisinil, totally new !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAPO : No Action &lt;strong&gt;Plan&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;Siip …aku udah bikin business plan 30 halaman !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAEO : No Action &lt;strong&gt;Excuse&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;wah, ternyata jadi pengusaha susah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mau menambahkan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari Pak Hadi Kuntoro :&lt;br /&gt;NABO : No Action &lt;strong&gt;Blog&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;Action-nya entar2an deh..yang penting sudah ada lompatan sangat besar...membuat Blog, ujung2nya bingung mau nulis apa..hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NABO : No Action &lt;strong&gt;Believe&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;NABO : No Action &lt;strong&gt;Businessconference&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;NAPO : No Action &lt;strong&gt;Pray&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;NAFO : No Action &lt;strong&gt;Jum'atforum&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari Pak Abduh&lt;br /&gt;NAPAS : No Action &lt;strong&gt;PAS-pasan&lt;/strong&gt; Only.&lt;br /&gt;NAKAL : No Action &lt;strong&gt;KALah&lt;/strong&gt; only.&lt;br /&gt;NAMPAR : No Action &lt;strong&gt;terlemPAR&lt;/strong&gt; only.&lt;br /&gt;NANGIS : No Action ya &lt;strong&gt;naNGIS&lt;/strong&gt; beneran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari ylabdo@yahoo.com&lt;br /&gt;NANA = No Action No Action&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari sumarketer@yahoo.com&lt;br /&gt;NANO = No Action &lt;strong&gt;Nanya&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari Pak Satrio&lt;br /&gt;NANA : No Action No Affirmation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari Pak Adzan Wahyu&lt;br /&gt;NALO : No Action &lt;strong&gt;LOA&lt;/strong&gt; Only&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tambahan dari teh Iis (Media Indonesia)&lt;br /&gt;NANO : No Action &lt;strong&gt;Nulis&lt;/strong&gt; Only&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008 sudah hampir tutup buku. Saatnya REFLEKSI. Adakah diantara kita yang sudah terlalu sering No Action …. Only ? Apakah akan kita ulang di tahun 2009 mendatang … ayo broo … cuman Action yang bisa membuat kita berubah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Action&lt;br /&gt;rosihan&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-8475599513388394841?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/8475599513388394841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=8475599513388394841' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8475599513388394841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8475599513388394841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/12/nalo-no-action-learn-only.html' title='NALO : No Action Learn Only'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SUxq7Q4Bp2I/AAAAAAAAAGY/YCSSa3pQPRk/s72-c/nato.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-8886085866646005068</id><published>2008-12-15T08:10:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T04:57:52.050-08:00</updated><title type='text'>Mendulang Rupiah Toko Fesyen Daring</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*Daring = Online&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NTAxMjE="&gt;Di-copy dari Koran Media Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Minggu, 14 Desember 2008 00:01 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280050480582155586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 390px; CURSOR: hand; HEIGHT: 264px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SUaB7-s63UI/AAAAAAAAAGQ/RmcrqoxwECE/s400/daring9.jpg" border="0" /&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Toko Online : Belanja lewat internet ternyata memiliki prospek bagus ke depan. Pasalnya pengguna internet terus meningkat, biaya akses makin murah dan mudah. (ilustrasi toko online &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.saqina.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; dan salah satu produk busana).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Internet kini menjadi tulang punggung pemasaran produk, tidak terkecuali untuk bisnis fesyen. Peluang bisnis ini ditangkap para pengusaha fesyen. MEMBACA berita di media dotcom, itu sih sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Membeli buku lewat toko daring, itu juga jamak. Sesudah pilih judul dan cocokkan harga, bisa langsung transfer uang dan menunggu buku pesanan dikirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana dengan beli baju di toko maya? Bukankah membeli baju identik dengan kegiatan rekreasi. Sembari jalan-jalan ke mal dan mesti diawali dengan pandangan, sentuhan, dan diakhiri dengan acara mengepas di fitting room, baru kemudian membayarnya di meja kasir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan itu pada Agustav Alvi, pemilik Dromedary Collection ini. Ia mengaku menggunakan toko online-nya sebagai tulang punggung pemasaran pakaian anak muslim yang diproduksinya. Kendati ia juga masih menggunakan sistem keagenan, kontribusi penjualan via toko daringnya tak bisa dipandang sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Total produksi kita 3.000 pieces setiap bulannya. Kita pakai sistem penjualan keagenan dan online. Jadi, orang tinggal lihat di website, pilih produk, pesan via online, transfer lalu kita kirim barangnya. Mereka bisa belanja sebagai agen atau juga ritel," kata Agustaf yang mengaku berkat toko daringnya ia punya pembeli dari Malaysia hingga Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang bisnis ini ditangkap oleh sebagian pengusaha yang menurut pakar marketing Hermawan Kertajaya menggunakan gaya new wave marketing, gelombang pemasaran baru di dunia pemasaran yang memasukkan teknologi informasi sebagai tulang punggung penjualan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/"&gt;Muhammad Rosihan&lt;/a&gt;, pemilik &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;Saqina.com &lt;/a&gt;yang juga mantan profesional di bidang teknologi informasi, telah membuktikannya. Toko online memiliki prospek bagus ke depan. Pasalnya pengguna internet terus meningkat, biaya akses makin murah dan mudah. Hasil survei saat ini, 44% dari 32 juta pengguna internet mengakses internet setiap hari. Sebanyak 70%-nya mengakses rata-rata 2 jam per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini mendekati kebiasaan menonton TV. Sedangkan sisanya mengakses internet dua hingga tiga kali seminggu, selama 1 hingga 2 jam," kata Rosihan meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya ada sekumpulan calon pelanggan potensial di internet yang bisa ditarget. Dan kabar baiknya lagi, pengguna internet ini daya belinya cukup baik. Pola belanja masyarakat sekarang pun sudah berubah. Berbeda dengan cara belanja masyarakat dulu yang belum bisa yakin dengan produk yang dibelinya sebelum ia datang dan melihat barang dengan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alasan mereka, waktu dan praktis. Cukup dengan duduk di depan komputer, bayar dan pesanan mereka pun datang. Kan semua model ada keterangan bahan, ukuran yang detail, warna dan keterangan yang jelas, juga jaminan pengembalian," jelas Rosihan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar potensial&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Agustav memadukan bisnis toko daringnya dengan usaha konveksi dan merek fesyen yang dirintisnya, Rosihan menggabungkan saqina.com dengan toko darat yang didirikannya di beberapa kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beda dengan &lt;a href="http://www.saqina.com/jaringan.php"&gt;toko offline Saqina&lt;/a&gt; yang market-nya terbatas, hanya di kabupaten atau kota tertentu, &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;Saqina.com&lt;/a&gt; bisa diakses oleh konsumen dari belahan dunia mana pun. Potensi market size-nya adalah 32 juta pengguna internet di Indonesia," kata Rosihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbisnis online juga efektif buat mereka yang belum mampu atau memang tak berminat mengalokasikan modalnya buat sewa kios yang konon kerap menjerat leher para pedagang. Jadi, kuncinya jeli memilih penyuplai buat toko, carilah pemasok yang memberikan diskon yang memadai buat memutar roda bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merek busana muslim &lt;a href="http://www.manetvision.com/"&gt;Manet&lt;/a&gt; yang didirikan &lt;a href="http://roniyuzirman.blogspot.com/"&gt;Badroni Yuzirman&lt;/a&gt;, misalnya, bahkan memberlakukan aturan tukar barang dan uang kembali pada agennya. Kendati kelenturan ini disertai syarat tertentu, ini jelas membuat para agennya lebih nyaman. Ini yang membuat Manet kini punya ratusan agen yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pebisnis toko daring, kata Agustaf, mestinya juga tak berhenti dengan hanya memajang barang dagangan di situsnya. Agustaf mengaku ia juga mengoptimalkan internet buat melakukan ekspansi buat bisnis fesyennya sekaligus mendiversifikasi usahanya. Anda tertarik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusvarice/Zat/M-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks berat dari dunia entrepreneur buat Media Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-8886085866646005068?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/8886085866646005068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=8886085866646005068' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8886085866646005068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8886085866646005068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/12/mendulang-rupiah-toko-fesyen-daring.html' title='Mendulang Rupiah Toko Fesyen Daring'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SUaB7-s63UI/AAAAAAAAAGQ/RmcrqoxwECE/s72-c/daring9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4250265126277549825</id><published>2008-12-15T08:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T08:09:32.273-08:00</updated><title type='text'>Tips : Agar Bisnis Fesyen Daring Laris Manis</title><content type='html'>&lt;a href="http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NTAxMjA="&gt;Di-copy dari Media Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Minggu, 14 Desember 2008 00:01 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pilih fasilitas toko daring sesuai kemampuan dan kemauan Anda. Bisa gratisan, seperti di blogger.com, multiply.com, atau wordpress.com yang bisa direnovasi jadi toko online. Lebih murah, sederhana, dan cocok untuk pemula. Alternatif lain, fasilitas berbayar dengan modal Rp250 ribu per tahun, Anda sudah punya sebuah toko. Dana itu digunakan untuk pembelian nama domain serta hosting selama setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tumbuhkan kepercayaan konsumen dengan menunjukkan identitas Anda dengan jelas. Sebaiknya mencantumkan nama, alamat lengkap, bahkan foto Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gaul di internet, aktif dalam mills dan blog sehingga makin dikenal para penggila internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Coba berikan tips dan trik unik yang berhubungan dengan barang yang Anda tawarkan. Seperti, newsletter yang terkait dengan produk Anda. Jangan hanya mengisi toko dengan pajangan produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bergaul akrab dengan Google, sering meng-up date data dalam toko online Anda untuk menaikkan peringkat google Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Membangun kredibilitas. Jangan hanya menjadi penjual, Anda harus menjadi ahli dari produk yang Anda tawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Anda bisa menampilkan testimoni dari pembeli, dengan begitu akan memberikan gambaran bahwa banyak yang menyukai toko online Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Buatlah pengunjung dan pembeli toko online kita nyaman dengan menyediakan informasi penting yang harus diketahui pengunjung tentang toko dan baju yang Anda jual. Seperti, keterangan detil tentang tiap-tiap produk yang Anda tawarkan, ukuran, bahan, dan warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tingkatkan jumlah pengunjung dengan promosi online melalui media-media iklan baris, baik yang gratis maupun berbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Manjakan pembeli dengan penawaran-penawaran yang fantastik, seperti potongan harga dan hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bertukar link banner dengan sesama toko online dan relasi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Promosi offline, memanfaatkan kendaraan Anda atau teman, seragam kerja karyawan, kop surat, amplop, nota, kartu nama, hadiah, atau suvenir dengan memasang nama toko online Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(M-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks berat dari dunia entrepreneur buat Media Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4250265126277549825?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4250265126277549825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4250265126277549825' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4250265126277549825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4250265126277549825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/12/tips-agar-bisnis-fesyen-daring-laris.html' title='Tips : Agar Bisnis Fesyen Daring Laris Manis'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3498834954206404059</id><published>2008-11-30T23:24:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T23:51:17.092-08:00</updated><title type='text'>Maaf, Saya bukan Orang Gajian Lagi</title><content type='html'>Di-copy dari &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NDczMjY="&gt;Koran Media Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Edisi Cetak : Minggu, 30 November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/STOVk_IKR-I/AAAAAAAAAGI/xo4SPXgTBr0/s1600-h/the_way_of_the_entrepreneur_large_pic.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274724051234473954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 167px; CURSOR: hand; HEIGHT: 147px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/STOVk_IKR-I/AAAAAAAAAGI/xo4SPXgTBr0/s320/the_way_of_the_entrepreneur_large_pic.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BERPINDAH status dari orang gajian menjadi pengusaha membutuhkan &lt;strong&gt;persiapan mental&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;strategi yang matang&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Keterbatasan modal bukan halangan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisinya sebagai project manager membuat &lt;strong&gt;Mohamad Rosihan&lt;/strong&gt;, 36, tahu betul jika dengan hanya dua proyek besar, perusahaan tempatnya bekerja bisa menutup biaya operasi selama setahun penuh. Tak puas hanya menikmati cipratan proyek itu saat gajian, Rosihan pun segera memutuskan untuk pindah kuadran. Namun, ia mengaku cukup hati-hati untuk berpindah status, dari seorang pekerja jadi pebisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumnus Institut Teknologi Bandung ini terlebih dahulu menguji kemampuannya sebagai seorang &lt;em&gt;self employee&lt;/em&gt; pada bisnis konsultan teknologi informasi yang dikelolanya sejak 2002. "Modalnya, sebuah proyek senilai Rp30 juta, saya pikir cara ini bisa membuat saya memperoleh seluruh nilai proyek, tak seperti pekerja yang cuma dapat gaji," kata Rosihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama setahun ia mencicipi pengalaman repotnya mempekerjakan diri sendiri pada bisnis yang dikelolanya. "Namanya berbisnis di sektor jasa yang &lt;em&gt;knowledge based&lt;/em&gt; itu memang akan melelahkan. Semuanya bergantung pada kita, proses pendelegasian berjalan lamban dan sulit," kata Rosihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sadar bahwa keleluasaan mengatur waktu dan melakukan inovasi, dua hal yang selama ini diimpikannya saat mulai berbisnis, nyaris mustahil terwujud jika ia tetap bertahan di kuadran self employee. Ia pun segera banting setir. Sejak 2004, ia menggeluti &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;bisnis ritel fesyen muslimah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;. "Memang harus ada &lt;strong&gt;shortcut&lt;/strong&gt;, untuk beralih dari self employee menjadi seorang business owner. Orang sering heran, kok seorang dengan latar belakang teknologi informasi seperti saya bisa bisnis baju, padahal ini shortcut saya," kata Rosihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis barunya itu ternyata jauh lebih dahsyat daripada perkiraannya. Pendapatan 10 kali lebih besar daripada gaji berhasil dibukukannya hanya dalam waktu enam bulan. Kini di saat sepi, toko-tokonya bisa membukukan omzet Rp30 juta hingga Rp60 juta. Di saat panen Lebaran, bisa mengalirkan perputaran uang hingga Rp150 juta sampai Rp450 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur aman Menjalankan bisnis berbasis self employee, seperti yang dilakukan Rosihan di awal perjalanannya sebagai pengusaha, kata Aidil Akbar, Chairman International Association of Registered Financial Consultant (IRAFC), adalah langkah pindah kuadran yang paling tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lakukan dari yang mudah dulu, beli franchise atau jadi self employee bisa jadi pilihan. Begitu pula saat akan berpindah dari tahap pekerja yang juga pebisnis sampai total fokus usaha. Buat yang biasa jadi orang gajian, semuanya harus dipersiapkan secara terencana dan bertahap, baik itu dari segi manajemen maupun keuangan," kata Indonesia Senior Partner Pavilion Wealth Management itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan Yanti Isa, 41, pendiri PT Magfood Inovasi Pangan. Ia baru memutuskan untuk total jenderal di bisnis bahan pangan dan makanan cepat saji setelah tujuh tahun menjalankan bisnisnya. "Padahal, setelah dua-tiga tahun, saya sudah balik modal. Karena saya ingin benar-benar menjadi business owner dulu sepenuhnya, baru saya melepas pekerjaan di tahun ketujuh," kata Yanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah tujuh tahun berbisnis, Yanti mengaku pendapatannya sebagai pebisnis belum menyamai gaji dan keuntungan yang ia terima sebagai direksi di sebuah pabrikan bahan pangan ternama. "Karena, saya memilih untuk tidak mengambil semua penerimaan dari hasil bisnis. Saya memilih untuk menginvestasikannya kembali, misalnya untuk beli properti," kata Yanti yang mengaku kini mesin bisnisnya bisa membukukan omzet Rp500 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Yanti menjadikan indikator statusnya sebagai business owner sebagai pertanda kapan ia melepas status pekerjanya, &lt;strong&gt;&lt;a href="http://ryadkusuma.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ryad Kusuma&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, pebisnis fesyen dan saham, menjadikan ukuran omzet sebagai indikator kapan ia bisa melepas status pekerjanya. Ia memutuskan mengucapkan selamat tinggal pada kantornya setelah toko-tokonya membukukan omzet Rp200 juta per bulan. Ryad yang tergabung dalam komunitas pebisnis Tangan di Atas (TDA) kini resmi menyandang status TDA. Sebelumnya, Ryad masih tergolong amfibi, alias pekerja yang juga pebisnis. Usaha sudah di tangan, tapi kemampuan dan nyali belum mumpuni sehingga belum cukup percaya diri untuk menanggalkan status orang gajian. Sebagian anggota TDA lainnya bahkan masih berstatus 'tangan di bawah' alias (TDB), mengandalkan gaji semata buat penghidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebelum mantap membuat surat pengunduran diri, seorang pebisnis pemula minimal mesti memahami &lt;strong&gt;dasar manajemen bisnis&lt;/strong&gt;nya dengan tekanan pada &lt;strong&gt;tata kelola pemasaran&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;komunikasi bisnis&lt;/strong&gt;. Ilmu dasar itu wajib dipelajari jika memang ingin usahanya berkembang dan jadi penopang utama kehidupan mereka. Namun, tidak harus punya pengetahuan dulu baru jadi pengusaha karena pelaku usaha biasanya belajar sambil praktik di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua harus &lt;strong&gt;dipelajari dengan cepat&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;mengaplikasikannya dengan cepat pula&lt;/strong&gt;," kata Rosihan. Singkirkan pula mental blocking, yang menurut Yanti Isa, adalah kendala paling besar, bahkan melampaui keterbatasan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kapan Anda kirim surat resign?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Gusvarice, Zat/M-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses&lt;br /&gt;rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3498834954206404059?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3498834954206404059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3498834954206404059' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3498834954206404059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3498834954206404059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/11/maaf-saya-bukan-orang-gajian-lagi.html' title='Maaf, Saya bukan Orang Gajian Lagi'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/STOVk_IKR-I/AAAAAAAAAGI/xo4SPXgTBr0/s72-c/the_way_of_the_entrepreneur_large_pic.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4670065816714117327</id><published>2008-11-16T01:06:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T01:18:51.760-08:00</updated><title type='text'>SAQINA.COM di Topik Siang AN TV</title><content type='html'>Setelah pengambilan gambar pada tanggal 8 November 2008, akhirnya &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;http://www.saqina.com/&lt;/a&gt; jadi ditayangkan pada Minggu 16 November 2008 jam di liputan Topik Siang di AN TV 11.30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liputan dalam segmen Yang Muda Yang Punya Usaha ini, &lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;http://www.saqina.com/&lt;/a&gt; diliput dalam konteks bisnis online. Liputan yang cukup lengkap, fokus pada proses bisnis online, mulai dari pengadaan barang, pemotretan, dan tampil di webstore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269181376906165922" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 371px; CURSOR: hand; HEIGHT: 278px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SR_ki4OYfqI/AAAAAAAAAF4/nl42i_skaig/s400/saqina_antv.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269181670676140626" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 373px; CURSOR: hand; HEIGHT: 275px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SR_kz-mmklI/AAAAAAAAAGA/1BasjH9GoRc/s400/saqina_antv2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi pelanggan, ditampilkan mulai dari belanja, pilih barang di webstore, sampai barang di-packing dan dikirim via jasa pengiriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tayangan sekitar 5 menit ini terasa cukup panjang. Tampilan gambar toko online diekspos sedemikian baiknya. Juga wawancara dengan &lt;a href="http://ineshan.blogspot.com/"&gt;Ines&lt;/a&gt; ditampilkan dengan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkah dari liputan ini, sama seperti Liputan TPI pada &lt;a href="http://www.muslimdistro.com/"&gt;http://www.muslimdistro.com/&lt;/a&gt; , adalah order yang cukup banyak. Hanya 15 menit setelah tayang. Tapi karena di AN TV tidak menayangkan No.Telepon dan HP, maka kebanyakan order via Shopping Cart. Namun beberapa yang mengetahui data contact di webstore, beberapa Call dan SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu order yang cukup surprise adalah dari Brunei Darussalam. AN TV ternyata sampai Brunei. Ordernya juga langsung grosir kodian. Order ritel terbanyak dari Makassar, Medan, Bontang, Padang, Sumsel, Kerinci, dan beberapa kota lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dari liputan ini, adalah : "&lt;strong&gt;Ubah&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Webstore Anda Sedemikian Sangat Mudah Dipahami oleh Pelanggan&lt;/strong&gt;". Karena dari beberapa telpon yang masuk, sangat tertarik produk yang dijual, tetapi hanya bisa connect internet tetapi belum familiar dengan Webstore. Webstore kami masih dirasa sulit dipahami. … ini masukan yang sangat penting !. Thanks to our customer. Saya masih harus belajar banyak tentang webstore dan Marketing Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, di &lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/01/percayalah-tidak-ada-yang-baru-kalau.html"&gt;Tahun Tikus 2008 yang penuh keberuntungan ini&lt;/a&gt;, SAQINA telah diliput beberapa media. Mulai dari Tabloid Ritel, 6 halaman di Majalah Wirausaha &amp;amp; Keuangan (WK) pada bulan Mei, 2 halaman di Majalah PENGUSAHA dan TPI pada bulan September, dan sekarang AN TV di bulan November. Ini semua adalah berkah dari Silaturrahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Saqina.com kok bisa diliput di 2 TV Nasional ? saya sendiri tidak tahu jawabannya. Karena pihak TV-lah yang pertama menghubungi kami, jadi kami dengan senang hati menyambutnya. Yang pasti ini adalah bentuk nyata sebuah rejeki. Jika dikonversi nilainya (dibandingkan dengan biaya tayangan iklan komersial per menit) mungkin baru terbayang nilainya. Terima kasih sebesar-besarnya untuk AN TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses &lt;/p&gt;&lt;p&gt;rosihan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4670065816714117327?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4670065816714117327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4670065816714117327' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4670065816714117327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4670065816714117327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/11/saqinacom-di-topik-siang-tv.html' title='SAQINA.COM di Topik Siang AN TV'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SR_ki4OYfqI/AAAAAAAAAF4/nl42i_skaig/s72-c/saqina_antv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-7691024474532456421</id><published>2008-11-09T21:20:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T21:34:47.830-08:00</updated><title type='text'>Kunci Sukses Pedagang adalah TTM</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SRfHmvMnqNI/AAAAAAAAAFw/-EF-zKhS6UU/s1600-h/timetomarket.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266897757551438034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SRfHmvMnqNI/AAAAAAAAAFw/-EF-zKhS6UU/s400/timetomarket.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Salah satu kunci sukses berdagang adalah Time to Market (TTM). TTM adalah ilmu manajemen yang sudah jadul, jaman dulu kita kuliah manajemen umum pasti kita pernah mempelajarinya. Walau jadul, TTM tetap sering digunakan sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi TTM menurut wikipedia adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sebuah produk dari mulai dipikirkan hingga siap dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi definisi TTM menurut pedagang adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sebuah produk dari mulai dibeli saat kulakan hingga siap dijual ditoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi secara sederhana, praktis dan aplikatif menurut pedagang (SAQINA), TTM perlu ditambahkan &lt;strong&gt;TTC (Time to Cash)&lt;/strong&gt;, yaitu &lt;strong&gt;seberapa lama produk itu dari mulai dijual di toko sampai menjadi uang !&lt;/strong&gt; Jadi bukan hanya siap dijual, tapi sudah jadi uang cash !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTM dan TTC adalah urat nadi berdagang. Semakin pendek TTM dan TTC, cashflow semakin sehat. TTM dan TTC yang pendek dapat memberikan indikasi-indikasi berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;- Dari aspek ragam produk, ini bisa menunjukkan pilihan-pilihan ragam produk kita tepat, bisa diserap pasar lebih cepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Dari aspek tren model produk, ini bisa menunjukkan pilihan-pilihan model sesuai tren yang ada di persepsi konsumen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Dari aspek komposisi, ini menunjukkan kemampuan kita dalam ketepatan menentukan seberapa banyak kita kulakan produk sesuai dengan jumlah ragam, model, seri ukuran, dan seri warna produknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Dari aspek alokasi budget, ini menunjukkan keakuratan kita dalam mengelola alokasi modal kulakan secara tepat untuk dibelanjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTM dan TTC yang pendek akan berdampak sangat positif seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Meningkatkan margin. Pertama karena dalam 1 masa operasional bisa memutar beberapa kali produk dengan TTM dan TTC yang pendek. Kedua, perputaran yang cepat, otomatis memberikan margin yang lebih sering.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Meningkatkan hubungan baik dengan produsen/supplier. Hukum umum dalam berdagang, semakin sering ada beli ke satu produsen/supplier, maka akan mendapatkan beberapa privilage khusus, misal harga pokok barang lebih baik, support produk-produk terbaru, dicantumkan dalam promo mereka, dll.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Meningkatkan citra toko kita dimata konsumen sebagai toko yang model-model produknya selalu terbaru (ikut tren), seri warna dan ukuran terlengkap, dan harga yang terjangkau (lebih murah dari lainnya). Model baru muncul di sinetron tadi malam, lusa produknya sudah ada di toko kita, dan langsung terjual melalui promosi SPG toko.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Dan lainnya masih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apakah TTM dan TTC yang pendek sebuah toko bisa ditiru ??? ini yang tidak mudah. Butuh suatu kompetensi (pengetahuan + skill + pengalaman + ide) berdagang yang perlu jam terbang untuk mewujudkannya. Tapi jangan kuatir, semua bisa dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTM dan TTC akan sangat DAHSYAT bila kita gabungkan dengan CASHFLOW TORNADO. Nantikan tulisan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;http://www.saqina.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-7691024474532456421?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/7691024474532456421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=7691024474532456421' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7691024474532456421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/7691024474532456421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/11/kunci-sukses-pedagang-adalah-ttm.html' title='Kunci Sukses Pedagang adalah TTM'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SRfHmvMnqNI/AAAAAAAAAFw/-EF-zKhS6UU/s72-c/timetomarket.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4062629916232898233</id><published>2008-10-28T23:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T23:37:47.120-07:00</updated><title type='text'>Terbiasa Hidup Sangsi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQgETBa-8dI/AAAAAAAAAFQ/AJAf4XKAmaM/s1600-h/Kantata-Movie.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262460889428062674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 233px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQgETBa-8dI/AAAAAAAAAFQ/AJAf4XKAmaM/s400/Kantata-Movie.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Film dokumenter Kantata Takwa telah dirilis. Film ini wajib saya simpan DVD-nya. Agar anak-anak saya tahu, sampai hari ini, belum ada mahakarya musik Indonesia se-kualitas Kantata Takwa. Kualitas liriknya telah menyandera jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua syair dalam lagu-lagu mahakarya Kantata Takwa 18 tahun lalu masih menancap tajam hari ini. Semua lagu masih saya dengarkan, dan anak-anak saya wajib mendengarkan juga. Saya bahkan menjadikan lagu “Paman Doblang” menjadi sebuah dongeng, yang saya ceritakan sambil mendengarkan lagunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagu ajaib yang selalu terkenang, lagu Kesaksian dari Kantata Takwa, kalimat-kalimat yang dilahirkan oleh WS Rendra, hadir dalam lirik yang dahsyat. Satu kalimat ajaib yang selalu saya ingat, adalah kalimat “Terbiasa hidup sangsi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kalimat “Terbiasa Hidup Sangsi”. Saya sering kali menggunakannya sebagai “ejekan”. Ya, ejekan atas sikap-sikap penakut, peragu, tidak berani melangkah, tidak berani memilih, tidak berani mengambil keputusan, dan pasti tidak berani mengambil konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kalimat “Terbiasa Hidup Sangsi”. ”. Saya sering kali menggunakannya sebagai kesimpulan sesaat, ketika ingin membangkitkan semangat mereka untuk menjadi pejuang kehidupan. Mereka memang dihinakan (oleh diri mereka sendiri). Mereka Tanpa daya, Ya tanpa daya (tanpa potensi, karena sepanjang waktu mereka mereduksi potensinya sendiri). Ya ..mereka-mereka itulah … yang akhirnya Terbiasa Hidup Sangsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangsi atas rahman Tuhan-nya, Sangsi atas berkah kehidupan-nya, Sangsi atas takdir Tuhan-nya. Sangsi atas bisikan jiwa-nya, Sangsi atas nikmat sehat raga-nya, Sangsi atas kekuatan pikirannya, Sangsi atas segala potensi dirinya, Sangsi atas segala peluang-nya, Sangsi atas langkah-nya, Sangsi atas hak suksesnya, Sangsi atas segala untuk diyakini-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbiasa Hidup Sangsi … semoga tidak menjadi Sangsi Atas Segala Hal di Muka Bumi ….&lt;br /&gt;Merekalah “Orang-orang yang harus dibangunkan …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;rosihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4062629916232898233?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4062629916232898233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4062629916232898233' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4062629916232898233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4062629916232898233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/10/terbiasa-hidup-sangsi.html' title='Terbiasa Hidup Sangsi'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQgETBa-8dI/AAAAAAAAAFQ/AJAf4XKAmaM/s72-c/Kantata-Movie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3490603723594762704</id><published>2008-10-23T19:56:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T20:03:29.203-07:00</updated><title type='text'>Menutup Toko Yang Pertama Kali</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQE6tZGZL2I/AAAAAAAAAFI/oUHRDwDIuxo/s1600-h/sajidah2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260550391251677026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQE6tZGZL2I/AAAAAAAAAFI/oUHRDwDIuxo/s400/sajidah2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQE6tZGZL2I/AAAAAAAAAFI/oUHRDwDIuxo/s1600-h/sajidah2.jpg"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau Pak Perry Tristianto Raja FO pernah membuka 90-an toko dan menutup puluhan toko, maka bulan Oktober 2008 ini SAQINA Group menutup toko untuk pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini toko kami untuk konter Baju Koko SAJIDAH (&lt;a href="http://www.sajidah.com/"&gt;http://www.sajidah.com/&lt;/a&gt;) yang berada di ITC Cempaka Mas Lt.3 Blok J No.749-752 telah kami tutup. Alasannya sangat jelas, setelah kami buka sejak awal Maret, kondisi penjualan ritel disana sepi, baik pada bulan normal maupun bulan ramai pas Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi penjualan ritel di konter hanya menyumbangkan 3% dari total penjualan SAJIDAH keseluruhan. Namun Alhamdulillah sekali, penjualan online dan keagenan dari kantor pusat kami di Duren Tiga Jaksel malah memberikan kontribusi 97%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil perhitungan pembukaan konter dalam status rugi, sehingga seperti anjuran Pak Perry juga, tidak perlu lama-lama, jika toko/konter ngga bagus, langsung suntik mati saja ..he..he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini penjualan SAJIDAH kami jalankan melalui kantor pusat SAQINA dan webstore &lt;a href="http://www.sajidah.com/"&gt;http://www.sajidah.com/&lt;/a&gt;, dan alhumdillah masih tetap rame karena mau musim haji. Saya sendiri sedang mencari lokasi baru untuk membuka konter SAJIDAH ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup toko pasti ada alasannya, mari kita cari-cari alasannya, soalnya ngga enak kalau “gagal” tidak ada BEJ-nya (Blame, Excuse dan Justify) he..he…he ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blame = Menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;Mungkin toko saya sepi ini karena salah SPG-nya yang kurang aktif dan pelayanan setengah hati. Atau juga salah calon pembelinya. Soalnya Baju Koko kami yang kualitas bagus sering ditawar dengan harga setengahnya (ini khas untuk pembeli di ITC), padahal harga kami harga pas ..he..he..he… Pembeli dengan mudah bisa berpindah toko karena jumlah toko kebanyakan ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Excuse = Alasan&lt;br /&gt;Mungkin produk saya terlalu bagus untuk dijual disana. Masalahnya pesaing-nya sebagian besar baju koko dan mukena made in tasik, yang harganya 1/3 harga produk saya. Jadi ngga mungkin bisa bersaing dengan sekitar. ..he..hee….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justify = Pembenaran&lt;br /&gt;Ya benar ! Mungkin toko saya salah lantai ! soalnya di lantai 3, bagian belakang lagi, jadi sepi. Pengunjung hanya mau jalan-2 di lantai dasar, lantai 1. Kalau ke lantai 3 caapek deehhhh …. Huaa ..ha..ha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Gus Dur, mau nutup toko gitu aja kok repot !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses .. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3490603723594762704?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3490603723594762704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3490603723594762704' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3490603723594762704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3490603723594762704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/10/menutup-toko-yang-pertama-kali.html' title='Menutup Toko Yang Pertama Kali'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SQE6tZGZL2I/AAAAAAAAAFI/oUHRDwDIuxo/s72-c/sajidah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-1772309332008271699</id><published>2008-10-22T19:55:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T19:55:27.138-07:00</updated><title type='text'>Pedagang Wajib Bertahan</title><content type='html'>Saya terharu ketika membaca liputan Wapres Yusuf Kalla ketika berbicara di pertemuan Saudagar Minang. Beliau mengajak para saudagar agar tetap bersemangat dan berani berusaha. Beliau juga meminta agar para Saudagar Minang dan Saudagar Nusantara tidak hilang harapan sehingga tidak berbuat apapun menghadapi krisis keuangan global yang melanda saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para saudagar diminta agar berusaha mengatasi dampak krisis tersebut hingga efek terasa seminim mungkin. Para saudagar juga diminta memanfaatkan situasi krisis saat ini dengan melakukan upaya dengan memberdayakan ekonomi dalam negeri sekuat tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga mengatakan, yang harus dijaga adalah kegiatan ekonomi di pasar-pasar tradisional. Denyut nadi perekonomian di Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen (Jakarta), Pasar Turi (Surabaya), Pasar Klewer (Solo) dan sentra-sentra perdagangan regional di seluruh nusantara harus tetap hidup. Selama pasar tradisional masih tetap hidup, dan berjalan normal, tidak akan terlalu besar dampaknya mengganggu perekonomian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pedagang kecil yang kelak akan menjadi Saudagar Jawa, saya meng-amini 1000% pernyataan Wapres. Karena Wapres kita ini pengusaha, bukan birokrat, pernyataan-nya selalu praktis dan pragmatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai pedagang kecil ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, lakukan efisiensi ! pasca lebaran volume jualan pasti menuju keadaan normal. Itu biasa. Tapi yang tidak biasa kali ini adalah kewajiban kita untuk efisiensi di semua pos yang mungkin. Karena diluar sana terdengar suara-suara krisis akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tetaplah sering jalan-jalan ke pusat perkulakan. Buka diskusi dengan supplier anda, produsen, distributor. Saya yakin akan terbuka perbincangan seputar kiat-kiat mereka mensiasati keadaan saat ini. Bagaimana strategi dan produk-produk mereka kedepan. Karena jelas akan mempengaruhi produk yang akan kita jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, buka komunikasi dengan beberapa pelanggan loyal. Diskusikan hal-hal yang memungkinkan kita sebagai pedagang mengetahui tingkat daya beli pelanggan kita saat ini. Saatnya kita lebih berpelukan erat dengan pelanggan loyal kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-empat, tetap menjalankan rencana-rencana. Yang ingin ekspansi ya jalan terus. Yang ingin mencoba strategi marketing baru ya silahkan. Tidak perlu ada yang ditunggu. Tidak ada yang tahu 3-6 bulan kedepan akan terjadi krisis atau tidak, kalau krisis juga kapan berakhirnya ngga ada yang tahu juga. Yang penting adalah kehati-hatian dan terus deal dengan situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, tetaplah berdagang. Saat ini diperlukan mental Pejuang Pedagang (mengutip H.Alay). Pejuang Pedagang yang selalu Bertawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-1772309332008271699?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/1772309332008271699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=1772309332008271699' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1772309332008271699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1772309332008271699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/10/pedagang-wajib-bertahan.html' title='Pedagang Wajib Bertahan'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-1360719352365324825</id><published>2008-09-09T21:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T21:23:45.951-07:00</updated><title type='text'>MuslimDistro.com di Liputan TPI</title><content type='html'>Kamis 4 Sept 2008 minggu lalu, kami sejak pagi sekali sibuk menyiapkan display kantor pusat SAQINA untuk menjadi “Distro”. Membuat seperti toko Distro beneran. Karena jam 10 kami akan diliput TPI untuk acara Minggu Pagi jam 06.00 WIB tanggal 7 Sept 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244241612557905266" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SMdJ9iDV7XI/AAAAAAAAADc/ScQfTToFCIA/s400/tpi1.jpg" border="0" /&gt; &lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244241961059000210" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SMdKR0Uen5I/AAAAAAAAADk/m1fAEl5XJHQ/s400/tpi2.jpg" border="0" /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244243196325983106" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SMdLZuDE84I/AAAAAAAAADs/0xWbBeUeRqA/s400/tpi3.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Liputan TPI cukup detil. Syuting mengambil gambar mulai dari proses disain, produksi, penjualan online sampai webstore. Terima kasih untuk Pak Irwan Rahman (TDA Network) yang bersedia menjadi figuran pemeran Pelanggan Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya kami biasa saja menyambut peliputan TPI ini, karena kami miskin pengalaman diliput media TV Nasional. Yang penting kami menyiapkan tampilan toko Distro sebaik mungkin, dan membantu TPI bisa mengambil gambar sesuai kebutuhan dengan kualitas yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, momen liputan TV pertama bagi bisnis SAQINA Group yang kami tunggu-tunggu muncul juga jam 06.15 di acara pagi TPI. Liputan ber-durasi 5 menit ternyata terasa cukup lama disaksikan. Tampilan toko “Muslim Distro” jadi-jadian ternyata tampil cantik di TV. Testimoni pelanggan (Pak Irwan) dan penjelasan Owner MuslimDistro (kali ini Ines yang tampil) menjadikan liputan begitu menarik. Tampilan disain kaos satu per satu dibahas oleh presenter TPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih lucu adalah karyawan kami yang begitu malu tampil di TV, tapi senang karena langsung meng-SMS ortu dan sodara-2 di kampung untuk nonton TPI pagi itu. Meminjam kalimat Tukul, “horee .. anakku masuk tivi …. masuk tivi …masuk tivi …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liputan TPI ini ok juga, karena Alamat Lengkap, No.Telepon, HP, Contact Person dan alamat WebStore ditampilkan jelas sekali. Ini berkah Ramadhan bagi kaos dakwah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang mengejutkan, lewat 5 menit dari liputan, tiba-tiba banyak SMS dan telepon masuk ke HP kami. Mulai dari Medan, Balikpapan, Pontianak, Biak, Lampung, Semarang dan lain-lain. Hari minggu itu, kami tiba-tiba begitu sibuk melayani order kaos jarak jauh ini. Padahal stok kami sangat tidak siap. Pembelian karena dampak liputan ini lebih sulit, karena pembelian ritel jumlah kecil, tapi pembelinya banyak. Namun juga ada yang pembelian agen. Akhirnya sampai hari ini, masih banyak yang gagal kita penuhi ordernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga pelanggan yang langsung datang ke kantor, dan kecewa, karena tampilan “Distro” jadi-jadian yang dilihat di TV kok ngga ada ? yang ada hanya tumpukan stok. Kami terpaksa harus menjelaskan soal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WebStore kami juga kebanjiran kunjungan, kami cek di web statistik kunjungan meningkat 3 kali dari sebelum liputan. Kebanyakan direct access ke alamat webstore. Pemakaian bandwidth naik 6 kali, karena banyak yang mengakses gambar disain kaos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah yang kami dapatkan, ternyata hasil liputan TV Nasional (TPI) ini luar biasa, karena jangkauan yang luas. Kita tidak bisa menduga disaksikan oleh siapa dan dimana. Yang pasti diperlukan kesiapan kita dari aspek barang dan pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-1360719352365324825?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/1360719352365324825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=1360719352365324825' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1360719352365324825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/1360719352365324825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/09/muslimdistrocom-di-liputan-tpi.html' title='MuslimDistro.com di Liputan TPI'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dbp_qkGA-8/SMdJ9iDV7XI/AAAAAAAAADc/ScQfTToFCIA/s72-c/tpi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3419216923176872898</id><published>2008-08-18T20:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T20:13:26.127-07:00</updated><title type='text'>Interior dan Ekterior Efektif Saat Lebaran (bag.3)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Interior dan eksterior toko adalah adalah hal utama dalam menciptakan citra toko kita. Namun tujuan utama kita membangun citra toko kita adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o  Membuat pelanggan tertarik untuk masuk ke toko kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o  Membuat pelanggan yang sudah masuk ke toko lalu membeli barang dagangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o  Melakukan 2 hal diatas terus menerus dengan terus memberikan layanan pelanggan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;INTERIOR TOKO&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika 3 hal diatas sudah dilakukan, masalah manajemen ruang harus kita perhatikan. Ada 3 tujuan utama dalam manajemen ruang toko sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Alokasi Efisien Ruang Toko&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meng-alokasikan se-efisien mungkin ruang toko untuk masing-masing kategori barang. Berikut contoh efisiensi ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal, toko kita ukuran 3x4 m. Biasanya ada gantungan baju, lemari stok, dan pelayan toko ada dibalik lemari stok. Saat lebaran, ada baiknya singkirkan dulu lemari stok. Ganti semua display barang dengan gantungan baju. Gantungan baju panjang 1 meter, mampu menampung 25 baju. Ruang 3x4 m dapat menampung 9 gantungan baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada stok di display, semua stok di gudang (ruang penyimpanan). Display setiap gantungan dipertahankan terus selalu ada 25 baju. Stok ya yang ada di gantungan. Jadi pelayan nantinya hanya konsentrasi baju yang ada di gantungan, tidak lagi sibuk berdiri – jongkok cari stok di lemari. Pelayan langsung berhadapan dengan pelanggan. Ruangan lebih luas, sirkulasi pelanggan lebih nyaman. Kontrol barang lebih mudah, sebagai pencegahan barang hilang. Jika saat agak sepi, baru menambah stok lagi ke gantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Sirkulasi Nyaman&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Membuat sirkulasi arus pelanggan senyaman mungkin adalah penting, untuk memudahkan pelanggan masuk, pilih barang dan transaksi. Sirkulasi kadang terkait dengan penempatan kategori barang. Ada 2 sirkulasi, Sirkulasi Grid (sejajar) dan Sirkulasi Free Flow. Untuk Lebaran, yang paling tepat adalah Sirkulasi Grid. Contoh gampang sirkulasi grid adalah Carrefour, Alfamart, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh penggunaan gantungan baju diatas adalah untuk menciptakan Sirkulasi Grid. Adapun keuntungan sirkulasi grid sbb:&lt;br /&gt;o       Murah&lt;br /&gt;o       Pelanggan terbiasa dengan pola Sirkulasi Grid&lt;br /&gt;o       Barang dagangan mudah terlihat per kategorinya&lt;br /&gt;o       Pembersihan ruangan toko juga mudah&lt;br /&gt;o       Keamanan barang mudah dijaga&lt;br /&gt;o       Memungkinkan pelanggan pilih-pilih barang sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Membuat Pencegahan Kehilangan Barang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi barang hilang saat lebaran cukup tinggi. Dilakukan oleh sindikat yang datang bergantian dalam beberapa kelompok. Toko tiba-tiba kelihatan rame, namun ternyata mereka adalah satu gerombolan sindikat. Pola sindikat yang paling gampang dilihat adalah saling merepotkan pelayan. Mereka mencoba meminta beberapa hal saat bersamaan, pada kategori barang yang berbeda. Melakukan hal-hal yang memalingkan perhatian pelayan, supaya pelayan sibuk, bahkan panik dan akhirnya lengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, penempatan ruang yang efisien, dan sirkulasi yang memudahkan pengawasan, dapat meminimalisir kehilangan barang. Latihlah semua pelayan untuk selalu tenang melayani pelanggan. Walaupun ada pelanggan yang judes, marah-marah, nyuruh-nyuruh. Tetap tenang, perhatian penuh ke barang dan pelanggan namun tetap waspada. Jangan mudah hilang konsentrasi. Posisikan tempat duduk kasir paling tinggi, sehingga dapat meng-kontrol semua area toko. Jika toko ramai, tidak perlu semua pelayan melayani pelanggan, harus tetap ada yang free untuk mengawasi keseluruhan area toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EKSTERIOR TOKO&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat lebaran, saatnya berbenah eksterior toko. Yang paling utama adalah Nama Toko. Lalu Big Banner yang menjelaskan barang dagangan, diskon, dan hal-hal yang menarik pelanggan. Tidak mahal untuk melakukan ini, cukup dengan Digital Printing 25 ribu/meter, kita bisa membuat Tampilan Depan Toko sangat heboh dan menarik pelanggan masuk toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal paling benting untuk Banner adalah konten (isi). Kita bisa belajar dari Pak Tung, Brad Sugars untuk membuat kata-kata yang menarik, yang bisa dipahami pelanggan dalam 3 detik, dan menarik pelanggan untuk masuk toko kita. Berikan tawaran marketing yang revolusioner, yang membuat pelanggan merasa rugi kalau tidak masuk dan beli di toko kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(nantikan bag.4 – penataan ulang barang dagangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pusat belanja busana muslim online … hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3419216923176872898?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3419216923176872898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3419216923176872898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3419216923176872898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3419216923176872898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/08/interior-dan-ekterior-efektif-saat.html' title='Interior dan Ekterior Efektif Saat Lebaran (bag.3)'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3478084740085380112</id><published>2008-08-13T19:57:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T20:02:42.916-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'>Stok Lebaran dan Ragam Dagangan Kita (bag.2)</title><content type='html'>Sebelum kita menerapkan strategi baru yang tepat menyambut Lebaran 2008 ini, ada baiknya kita siapkan Internal Toko kita sebaik-baiknya. Apa saja internal kita yang harus disiapkan ?&lt;br /&gt;1.      Kesiapan Stok Barang&lt;br /&gt;2.      Perubahan Interior dan Eksterior&lt;br /&gt;3.      Penataan Ulang Display Barang&lt;br /&gt;4.      Penambahan SDM&lt;br /&gt;5.      Kesiapan Operasional Lebaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KESIAPAN STOK BARANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan stok barang untuk siap menghadapi momen Lebaran untuk setiap toko berbeda, namun intinya Stok Harus Ditingkatkan. Masalah kesiapan stok, ada beberapa yang bisa kita lakukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Menambah stok barang yang selama ini terbukti laku terjual, biasanya kita sudah punya beberapa merek idaman yang terbukti laku. Idealnya stok seperti ini ditingkatkan 3-4 kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Menambah produk baru. Produk baru bisa produk branded atau tidak. Untuk produk branded busana muslim, kita bisa melihat dari Majalah UMMI, ALIA atau PARAS. Tabloid Nova atau media lain yang biasanya pas Lebaran selalu menyajikan iklan busana muslim. Puluhan iklan busana muslim branded ada disana, dan semua produsen lagi beriklan. Jika ragu dengan produk baru, kita bisa tanya ke komunitas, siapa yang sudah pernah jual produk-2 tersebut. Tidak perlu ragu bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Saat Lebaran adalah saat jualan busana muslim anak dan perlengkapan muslim (baju koko, mukena, peci/songkok, sarung, sajadah). Pengalaman kami, perlengkapan muslim jika disiapkan serius bisa menyumbangkan omset yang lumayan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Memperlebar rentang harga, artinya kita sebisa mungkin menyediakan produk berharga murah, sedang dan mahal. Pelanggan lebaran itu sangat beragam. Ada yang pelanggan rutin toko, tapi banyak juga pelanggan baru yang hanya belanja saat lebaran saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Melengkapi varian warna dan ukuran. Idealnya stok dilengkapi per-model seri warna seri ukuran. Namun juga bisa dicampur. Perihal warna, saat Lebaran menjadi penting. Sebagai contoh, produk kerudung/jilbab saat lebaran stok kami paling lengkap dalam warna, karena banyak pelanggan beli baju lalu beli kerudung yang warnanya harus senada dengan warna baju. Kadang baju beli ditempat lain, kerudung mencari warna di toko kami. Warna jadi prioritas, model bisa apa saja. Khusus dibusana muslim, produk dengan warna yang harus kita sediakan lengkap adalah Kerudung dan Bawahan (celana/rok), karena ini produk “korban” penyesuaian dari baju/atasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Kesiapan Stok = Kesiapan Budget, artinya modal harus juga disiapkan. Seperti biasa, setiap lebaran kami menggalang modal darimana saja. Bisa dari IMF (istri, mertua, family – sanak saudara), konsorsium pemodalan dari relasi, teman dan banyak sumber lain. Bisa juga KTA, kartu kredit bahkan pegadaian. Bisa juga ngutang ke supplier, alias cari barang dengan pembayaran tempo (dibayar setelah lebaran). Pedagang banyak hutang itu biasa, karena kita sudah biasa hidup dari margin hutang-hutang he..he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Alokasikan budget kulakan sesuai dengan kapasitas display barang ditoko. Display di toko busana muslim biasanya terdiri dari Kerudung/Jilbab, Blus/Atasan, Stelan &amp;amp; Gamis, Bawahan/Rok dan Perlengkapan Muslim (Baju Koko – Mukena – Peci – Sarung - Sajadah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Saat kulakan yang tepat untuk menyiapkan stok adalah bulan ini (Agustus). Stok barang di pasar grosir ataupun stok produk branded sedang full stok pada bulan ini. Lalu stok tambahan akan terus ada sampai pertengahan Ramadhan. Diatas tanggal 15 September, kondisi stok di pasar grosir bisa jadi mulai dijual stok lama. Hati-hati kulakan pada 2 minggu terakhir (15-28 September), barang stok lama akan dicoba dijual kembali oleh pedagang grosir. Produk branded kadang malah stok sudah kacau, kami sudah sering gagal order produk branded pada saat Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan stok adalah hal paling penting dalam maraih omset penjualan Lebaran. Saat ini adalah saat bekerja keras mengumpulan produk dengan model terbaik. Semua produk saat ini sedang mengeluarkan produk andalannya. Jadi saat tepat kita mengumpulan produk-produk terbaik. Selamat kulakan ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika stok sudah siap, bagaimana men-display barang kita dengan efektif ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(nantikan bag.3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.saqina.com/"&gt;www.saqina.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pusat belanja busana muslim online …&lt;br /&gt;hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3478084740085380112?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3478084740085380112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3478084740085380112' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3478084740085380112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3478084740085380112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/08/stok-lebaran-dan-ragam-dagangan-kita.html' title='Stok Lebaran dan Ragam Dagangan Kita (bag.2)'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-2969064295640068804</id><published>2008-08-13T01:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:57:49.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'>Strategi Ritel Busana Menyambut Lebaran 2008 (Bag.1)</title><content type='html'>Bagi dunia retail fashion (pedagang busana), bulan Agustus dan September 2008 adalah bulan yang paling ditunggu dalam tahun 2008 ini. Jika kita hitung mundur, Lebaran 2008 tinggal 48 hari lagi, sedangkan Ramadhan tinggal 18 hari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran 2008 versi pemerintah dan Muhammadiyah, akan jatuh pada 1 Oktober 2008, dan Ramadhan 2008 akan dimulai pada 1 September 2008. Semoga tahun ini tidak ada perbedaan 1 Syawal dengan NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pedagang pemula dengan toko kita yang masih kecil dan modal yang pas-pasan ini, kita harus antusias menyambut even ini dan ini saatnya bekerja keras. Namun sebelum kita bahas strategi apa yang paling tepat untuk menyambut Lebaran 2008 ini, mari kita lihat-lihat fenomena saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Dampak Kenaikan Harga BBM. Banyak yang bilang kalau dampak kenaikan BBM baru terasa bulan-bulan ini, karena bulan ini sedang terjadi penyesuaian. Beberapa produsen juga mulai menaikkan harga produk. Kenaikan yang merata hampir disemua kebutuhan pokok ini akan berimbas pada daya beli produk lain. Kemampuan daya beli yang rendah ini berlaku umum untuk semua produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Harga-harga untuk industri garmen saya dengar tidak stabil. Ini terjadi karena kenaikan harga bersamaan dengan permintaan bahan baku industri yang lagi tinggi. Produsen sangat berhati-hati dalam menentukan harga, juga ketika mengeluarkan produk dipasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Juli Adalah Bulan Sekolah, dampaknya secara langsung dari jaman dulu sudah pasti kerasa. Apalagi jaman orde Reformasi ini, biaya sekolah makin mahal. Padahal sekolah itu wajib. Tidak heran jika bulan Juli banyak toko yang omsetnya terkoreksi. Awal Agustus ini belum bisa dianggap periode Lebaran. Periode belanja Lebaran baru dimulai nanti tanggal 25 Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Tren Diskon melanda semua peritel, coba buktikan di Ramayana, Matahari, atau di hipermarket Carrefour. Baik produk fashion maupun grocery, melakukan strategi cut pricing untuk menarik pelanggan berbelanja. Bahkan diskon dibuat harian untuk setiap kategori produk. Ini pertanda, bahwa banyak pelanggan yang price sensitive dalam membeli produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Lebaran 2008 saya istilahkan adalah lebaran 2 putaran. Putaran pertama dimulai tanggal 25 Agustus ini, karena ada yang gajian mulai tanggal 25. Banyak pelanggan pada akhir Agustus sampai awal September ini akan belanja persiapan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Putaran kedua nanti mulai tanggal 15 – 30 September, karena THR dan Gaji September biasanya di-rapel (diberikan bersamaan). Puncak penjualan toko diperkirakan pada rentang tanggal tersebut, karena THR dan Gaji telah cair. Ini dampaknya dahsyat bagi semua pedagang, pada H-15 semua toko sudah pasti ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi saat ini, tidak ada yang perlu ditakutkan. Sebagai peritel, kondisi apapun didepan mata harus kita sambut dengan riang gembira, penuh berkah dan yakin omset besar didepan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu strategi apa yang harus kita lakukan untuk toko kecil kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(nantikan bag.2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Rosihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.saqina.com&lt;br /&gt;pusat belanja busana muslim online …&lt;br /&gt;hadir dengan koleksi makin lengkap ! produk baru hadir setiap hari !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-2969064295640068804?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/2969064295640068804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=2969064295640068804' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2969064295640068804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/2969064295640068804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/08/strategi-ritel-busana-menyambut-lebaran.html' title='Strategi Ritel Busana Menyambut Lebaran 2008 (Bag.1)'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-4895218496990604251</id><published>2008-07-07T23:03:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:58:14.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SI BEDUL'/><title type='text'>Si Bedul dalam Kubangan Ilusi Pengetahuan</title><content type='html'>Bedul untuk kesekian kalinya pulang begitu bersemangat. Ia baru saja mengikuti forum motivasi. Seperti biasa, dalam 2x24 jam, semua keinginan untuk melakukan banyak hal kedepan begitu menggebu. Pikirannya penuh perencanaan apa yang harus ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “Dul …wajahmu seperti sudah menikmati kesuksesan hakiki. Begitu sumringah… seperti gambaran manusia bebas finansial dalam impianmu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : “Iya Gus … saya baru saja ikut forum jumatan Gus, pembicaranya ok banget. Saya juga baru baca buku marketing yang revolusioner …. Minggu ini hebat Gus, otak-ku penuh vitamin baru … saya jadi tambah bersemangat”…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : (..terkekeh..kekeh ..sambil memberikan majalah SWA edisi April 2008) “Dul … kamu itu persis apa yang ditulis di artikel majalah ini. Nih baca …baca itu artikel yang judulnya - &lt;a href="http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/07/mengapa-banyak-orang-yang-tahu-tapi.html"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Mengapa Banyak Orang yang Tahu Tapi Tidak Melakukan?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; –“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul langsung antusias membaca begitu tahu judulnya. Gus Pur cekikikan sambil ngeloyor pergi mau bikin kopi ritualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “Sudah bacanya Dul … itu semua persis kamu khan. Kamu kerap merasa cukup hanya dengan mengetahui sesuatu. Kamu sudah membaca banyak buku, mengikuti berbagai forum diskusi, menghadiri berbagai pelatihan. Namun, perilaku kamu tidak juga berubah. Kamu masih tidak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali di artikel itu, “Mengetahui tidak akan pernah membawa perubahan. Mengetahui tidak akan mengubah nasib Anda. Yang akan mengubah nasib adalah melakukan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali kamu di artikel itu adalah korban “Ilusi Pengetahuan”, juga “Ilusi Perubahan” dan yang paling parah, kamu sudah bertahun-tahun menjadi korban “Zona Nyaman” seperti yang kamu jalani sehari-hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul : “wah …edan Gus, artikel ini pendek namun langsung mengejek Gus. 1000% mengejekku … aku kok ngga sempat baca yaa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Pur : “Iya Dul … kamu terlalu sibuk mengumpulkan buku ! kalau uang-mu leluasa, pasti semua buku Kewirausahaan itu kamu borong, semua seminar kamu ikuti, setiap weekend semua forum kamu hadiri. Rak buku-mu dirumah yang nambah terus itu gambaran Ilusi Pengetahuan-mu. Kamu begitu bersemangat di jumat sore, sabtu dan minggu. Semangatmu hanya bertahan maksimal 3x24 jam. Karena senin kami kembali ke Zona Nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan buku yang baru kamu beli yang katamu Marketing yang Revolusioner itu, saya rasa hanya akan jadi korban koleksimu saja. Sudah jelas judulnya saja ada kata Revolusi … itu artinya supaya kamu melakukan dengan Cepat, Segera, dengan Cara Tidak Lazim dan Meraih Hasilnya dengan Keras. Revolusi itu keras dan penuh pengorbanan Dul. Buku itu, kalau kamu yang baca, cocoknya judulnya diganti Marketing Evolution !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah Dul … bawa majalah itu, baca artikel itu 7 kali. Juga buku Marketing-mu itu, percuma kamu baca sekarang ! Buku itu hanya cocok bagi yang sudah melakukan ! kecuali kamu secara Revolusioner memang mau merubah dirimu dulu saat ini, sekarang juga !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bedul ngeloyor pergi …. dalam hatinya selalu dongkol tapi rindu sama Gus Pur … dalam perjalanan pulang pikirannya ter-ngiang-ngiang kata-kata “Ilusi Pengetahuan” ….”Ilusi Perubahan” …dan “Zona Nyaman” ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rosihan&lt;br /&gt;www.saqina.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-4895218496990604251?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/4895218496990604251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=4895218496990604251' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4895218496990604251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/4895218496990604251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/07/si-bedul-dalam-kubangan-ilusi.html' title='Si Bedul dalam Kubangan Ilusi Pengetahuan'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-3309809411969059534</id><published>2008-07-07T22:59:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:58:14.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SI BEDUL'/><title type='text'>Mengapa Banyak Orang yang Tahu Tapi Tidak Melakukan?</title><content type='html'>(diambil dari Rubrik Pernik pada majalah SWA No. 08/XXIV.17-29 April 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang bijak datang ke sebuah desa dan menetap di sana untuk memberikan pencerahan. Ketika ia berceramah, orang-orang desa berduyun-duyun datang memenuhi balai desa untuk mendengarkannya. Ceramahnya sangat menarik dan membuat orang-orang tercerahkan. Karena itu, mereka selalu tak sabar menunggu datangnya minggu-minggu berikutnya. Namun, penduduk kemudian menemukan fakta: orang bijak ini ternyata selalu menyampaikan ceramah yang sama. Mereka pun curiga bahwa orang ini sebenarnya seorang penipu yang hanya mengetahui satu ceramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat lagi menahan kesabaran, penduduk desa beramai-ramai mendatangi orang bijak ini dan bertanya, “Tak dapatkah Anda menyampaikan ceramah yang lain?” Ditanya demikian, orang bijak hanya tersenyum. “Saya belum melihat Anda melakukan apa yang saya sampaikan dalam ceramah pertama,” katanya. “Jadi, mengapa saya harus membebani Anda dengan hal yang lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan orang bijak tersebut sebetulnya sering kita alami. Banyak di antara kita yang kerap merasa cukup hanya dengan mengetahui sesuatu. Kita membaca banyak buku, mengikuti berbagai diskusi, menghadiri berbagai pelatihan. Namun, perilaku kita tidak juga berubah. Kita tidak melakukan apa-apa. Kebiasaan lama yang tidak efektif masih terus kita jalankan. Ini tentu saja sebuah pemborosan biaya yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini sering dilupakan orang : &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;mengetahui tidak akan pernah membawa perubahan. Mengetahui tidak akan mengubah nasib Anda. Yang akan mengubah nasib adalah melakukan!&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Namun mengapa banyak orang yang tahu, tapi tidak melakukan apa-apa?&lt;br /&gt;Ada tiga hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, karena mengetahui sering memberikan sensasi hebat. Ketika mengetahui sesuatu, Anda merasa berada di atas kebanyakan orang. Mengetahui menimbulkan kebanggaan tersendiri. Inilah yang sering disebut sebagai “Ilusi Pengetahuan”. Ilusi ini berbunyi: kita sudah berubah hanya dengan mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui memang sering memberikan jebakan tersendiri berupa perasaan aman dan nyaman. Dengan mengetahui kita menjadi lebih percaya diri karena merasa siap menghadapi segala masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, sekadar mengumpulkan buku yang tak pernah sempat kita baca mampu memunculkan ilusi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, orang tidak melakukan apa yang mereka ketahui karena mereka tidak memiliki alasan untuk melakukannya. Bukankah ketika kita sehat kita tidak punya alasan yang kuat untuk berolah raga? Bukankah ketika perusahaan sedang naik daun kita merasa tidak perlu melakukan perubahan? Ini disebut “Ilusi Perubahan” yang mengatakan bahwa satu-satunya alasan yang masuk akal untuk perubahan adalah ketika terjadi krisis. Padahal, perubahan yang terjadi karena krisis pasti terasa menyakitkan, membutuhkan biaya besar, dan sering sudah terlambat. Bukankah alasan terbaik untuk melakukan perubahan adalah buat mempertahankan posisi yang sudah kita nikmati selama ini? Bukankah perubahan mestinya adalah sesuatu yang kita “haruskan” kepada diri kita sendiri, bukannya menunggu hal itu “diharuskan” oleh situasi, keadaan, pelanggan dan pesaing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, orang tidak melakukan apa yang sudah diketahuinya karena tidak mau meninggalkan zona nyamannya. Apa pun yang biasa kita lakukan memang menciptakan gaya gravitasi yang luar biasa. Karena itu, keinginan menerapkan sesuatu yang baru selalu menciptakan medan pertempuran dalam diri kita. Pertempuran ini sering berjalan tidak seimbang karena kebiasaan lama pasti memiliki gaya tarik yang lebih besar. Belum lagi, ada faktor lingkungan yang juga cukup besar pengaruhnya. Maka, tidak aneh bahwa pertarungan ini akan dengan mudah dimenagi kebiasaan-kebiasaan lama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah SWA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-3309809411969059534?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/3309809411969059534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=3309809411969059534' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3309809411969059534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/3309809411969059534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/07/mengapa-banyak-orang-yang-tahu-tapi.html' title='Mengapa Banyak Orang yang Tahu Tapi Tidak Melakukan?'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18469900295885729.post-8321452500379411205</id><published>2008-06-24T23:47:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T01:57:49.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MANAJEMEN RITEL'/><title type='text'>Franchise, BO dan Faktor Lokasi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saqina minggu lalu mengikuti Pameran Franchise di JCC. Saya berterima kasih kepada Dep. Perdagangan RI, juga kepada Rakyat Indonesia, karena kehadiran Saqina di pameran itu mungkin dibiayai oleh uang rakyat melalui APBN. Thanks berat juga kepada para fasilitator, yaitu Pak Burang IFBM, TDA, dan mbak Yulia Moz5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk pengamat brosur setiap pameran Franchise/BO. Setiap tahun mengumpulkan minim 2 set brosur semua peserta. Saya senang mengamati berbagai hal baru dalam setiap penawaran bisnis franchise/BO. Ada beberapa benang merah dari setiap penawaran bisnis Franchise/BO, yaitu adanya Fee (Franchise Fee, BO Fee), biaya membeli sistem bisnis yang didalamnya tercantum sederet list sistem bisnis, royalti, support dan jangka waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sepertinya semua sepakat, bahwa LOKASI ada diluar sistem bisnis. Karena hampir semua franchisor/BO menegaskan bahwa semua biaya yang tercantum di brosur, itu diluar LOKASI dan juga renovasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sempat hadir dipameran, maka Anda akan menemukan hampir sebagian besar Franchise/BO adalah BISNIS RITEL (makanan, resto, grocery, fashion, dll). Dalam Hukum Manajemen Ritel, sudah sangat jelas ditegaskan, salah tiga dari faktor penentu utama kesuksesan bisnis ritel adalah LOKASI, LOKASI dan LOKASI. Tapi mengapa para Franchisor/BO (termasuk Saqina) tidak memasukkan biaya lokasi ada di brosur mereka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, karena hukum lokasi itu jelas. Lokasi Strategis = Mahal. Lokasi Tidak Strategis = Gratis. Jika aspek lokasi dimasukkan, tentunya biaya bisnis yang terlihat diawal pasti lebih besar, dan ini tentunya “tidak menjual”. Psikologis pembaca brosur diharapkan melihat bahwa untuk memulai bisnis ini murah, tidak butuh modal besar (yang kadang diterjemahkan “beresiko rendah”). Apalagi di-iming-iming dengan BEP yang cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, untuk buka toko busana muslim, bisa dengan investasi hanya 100juta. Tapi jika ingin bagus prospeknya, lokasi memang biasanya harus bagus. Lokasi yang bagus, sewanya bisa 40 juta pertahun. Kalau sewa minim 2 tahun, artinya sudah 80 juta hanya untuk lokasi, dan itu harus dibayar dimuka. Saya paling sering terpaksa kompromi untuk masalah lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya lokasi bisa hampir sama, sama atau bahkan lebih besar dari bisnisnya sendiri. Padahal seringkali hitungan brosur dengan BEP-nya tidak mengikutsertakan hitungan biaya lokasi. Hitungan BEP di brosur itu kita juga tidak tahu, kira-kira kok bisa BEP cepat itu dijalankan di lokasi yang seperti apa yaa. Itu yang wajib ditanyakan oleh peminat franchise/BO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bisnis ritel punya “kriteria lokasi strategisnya masing-masing”. Bagi saya, memahami kriteria lokasi strategis, lalu mendapatkan lokasi yang strategis terlebih dahulu, jauh lebih penting. Karena membeli bisnis dari penyedia bisnis (franchisor/BO) itu mudah, sedangkan mendapatkan lokasi strategis itu susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi strategis itu jarang tersedia. Coba temukan lokasi-lokasi yang menurut Anda strategis, pasti sudah ditempati bisnis, dan mereka betah bertahun-tahun disana. Belum tentu jika Anda punya uang bisa dengan mudah mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membeli Franchise/BO dari para penyedia yang sudah proven itu mudah dan potensi suksesnya tinggi. Tapi sukses tidaknya salah satunya tergantung pada lokasi dimana Anda menjalankannya. Banyak pengunjung pameran mengaku sudah punya lokasi, tapi masih bingung mau bisnis ritel apa. Saya coba menebak, jangan-jangan lokasinya memang tidak strategis. Kalau strategis, mestinya mau bisnis ritel apa saja bisa dicoba. Atau mungkin mau mencari bisnis yang bisa meningkatkan lokasinya menjadi strategis ? wah, kalau bisa seperti itu, pasti perlu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ngga usah kuatir, rejeki kita yang diturunkan dari jalur bisnis bisa tidak tergantung dari teori yang tertulis diatas. Saya yakin kita punya banyak cara untuk sukses bisnis. Bukankah kita sudah yakin bahwa Reason, Dream, Belief, Strategy, Action dan Kepasrahan kita bisa mengatasi segala tantangan yang muncul ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam sukses&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18469900295885729-8321452500379411205?l=mohamadrosihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/feeds/8321452500379411205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=18469900295885729&amp;postID=8321452500379411205' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8321452500379411205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18469900295885729/posts/default/8321452500379411205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohamadrosihan.blogspot.com/2008/06/franchise-bo-dan-faktor-lokasi.html' title='Franchise, BO dan Faktor Lokasi'/><author><name>Mohamad Rosihan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00726158621811218908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08793746777308651391'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry></feed>