tag:blogger.com,1999:blog-15182708670924599462008-07-20T01:42:57.285+07:00EDDY BLOGGEREddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comBlogger195125tag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-83334579710512549992008-07-20T01:03:00.002+07:002008-07-20T01:07:31.434+07:00Sebuah Pemberontakan tanpa Drama<div align="justify"><a href="http://bp2.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SIItS3cX2QI/AAAAAAAABIQ/BaQ0CGmERJw/s1600-h/head2137.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224788319847045378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SIItS3cX2QI/AAAAAAAABIQ/BaQ0CGmERJw/s320/head2137.jpg" border="0" /></a>Hidupnya tak terlalu berwarna. Apalagi penuh kejutan ala kisah Hollywood: perjuangan, petualangan, cinta, perselingkuhan, gaya yang flamboyan, dan akhir yang di luar dugaan, klimaks. Mohammad Natsir menarik karena ia santun, bersih, konsisten, toleran, tapi teguh berpendirian. Satu teladan yang jarang.<br /><br />DIA, Mohammad Natsir (17 Juli 1908–6 Februari 1993), orang yang puritan. Tapi kadang kala orang yang lurus bukan tak menarik. Hidupnya tak berwarna-warni seperti cerita tonil, tapi keteladanan orang yang sanggup menyatukan kata-kata dan perbuatan ini punya daya tarik sendiri.<br /><br />Karena Indonesia sekarang seakan-akan hidup di sebuah lingkaran setan yang tak terputus: regenerasi kepemim¬pinan terjadi, tapi birokrasi dan politik yang bersih, kesejahteraan sosial yang lebih baik, terlalu jauh dari jangkauan. Natsir seolah-olah wakil sosok yang berada di luar lingkaran itu. Ia bersih, tajam, konsisten dengan sikap yang diambil, bersahaja.<span class="fullpost"><br /><br />Dalam buku Natsir, 70 Tahun Kenang-kenangan Kehidupan dan Perjuangan, ¬Ge¬orge McTurnan Kahin, Indonesianis asal Amerika yang bersimpati pada perjuangan bangsa Indonesia pada saat itu, bercerita tentang pertemuan pertama yang mengejutkan.<br /><br />Natsir, waktu itu Menteri Penerangan, berbicara apa adanya tentang negeri ini. Tapi yang membuat Kahin betul-betul tak bisa lupa adalah penampilan sang menteri. ”Ia memakai kemeja bertambalan, sesuatu yang belum pernah saya lihat di antara para pegawai pemerintah mana pun,” kata Kahin.<br /><br />Mungkin karena itulah sampai tahun ini—seratus tahun setelah kelahirannya, 15 tahun setelah ia mangkat—tidak sedikit orang menyimpan keyakinan bahwa Mohammad Natsir merupakan sebagian dunia kontempo¬rer kita. Masing-masing memaklumkan keakraban dirinya dengan tokoh ini.<br /><br />Di kalangan Islam garis keras, misalnya, banyak yang berusaha melupakan kedekatan pikirannya dengan demokrasi Barat, seraya menunjukkan betapa gerahnya Natsir menyaksikan agresivitas ¬misionaris Kristen di tanah air ini.<br /><br />Dan di kalangan Islam ¬moderat, dengan politik lupa-ingat yang sama, tidak sedikit yang melupakan periode ketika bekas perdana menteri dari Partai Masyumi¬ ini memimpin Dewan Dakwah¬ Islamiyah; seraya mengenang masa tatkala perbedaan pendapat tak mampu memecah-belah bangsa ini. Pluralisme, waktu itu, sesuatu yang biasa.<br /><br />Memang Mohammad Natsir hidup ketika persahabatan lintas ideologi bukan hal yang patut dicurigai, bukan suatu pengkhianatan. Natsir pada dasarnya antikomunis. Bahkan keterlibatannya kemudian dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), antara lain, disebabkan oleh kegusaran pada pemerintah Soekarno yang dinilainya semakin dekat dengan Partai Komunis Indonesia.<br /><br />Masyumi dan PKI, dua yang tidak mungkin bertemu. Tapi Natsir tahu politik identitas tidak di atas segalanya. Ia biasa minum kopi bersama D.N. Aidit di kantin gedung parlemen, meskipun Aidit menjabat Ketua Central Committee PKI ketika itu.<br /><br />Perbedaan pendapat pula yang mempertemukan Bung Karno dan Mohammad Natsir, dan mengantar ke pertemuan-pertemuan lain yang lebih berarti. Waktu itu, pe¬ngujung 1930-an, Soekarno yang menjagokan nasionalis¬me-sekularisme dan Natsir yang mendukung Islam sebagai bentuk dasar negara terlibat dalam polemik yang panjang di majalah Pembela Islam.<br /><br />Satu polemik yang tampaknya tak berakhir dengan kesepakatan, melainkan saling mengagumi lawannya. Lebih dari satu dasawarsa berselang, keduanya ”bertemu” lagi dalam keadaan yang sama sekali berbeda.<br /><br />Natsir menjabat menteri penerangan dan Soekarno presiden dari negeri yang tengah dilanda pertikaian partai politik. Puncak kedekatan Soekarno-Natsir terjadi ketika Natsir sebagai Ketua Fraksi Masyumi menyodorkan jalan keluar buat negeri yang terbelah-belah oleh model federasi.<br />Langkah yang kemudian populer dengan sebutan Mosi Integral, kembali ke bentuk negara kesatuan, itu berguna untuk menghadang politik pecah-belah Belanda.<br /><br />Mohammad Natsir, sosok artikulatif yang selalu memelihara kehalusan tutur katanya dalam berpolitik, kita tahu, akhirnya tak bisa menghindar dari konflik keras dan berujung pada pembuktian tegas antara si pemenang dan si pecundang.<br /><br />Natsir bergabung dengan PRRI/Perjuang¬an Rakyat Semesta, terkait dengan kekecewaannya terhadap Bung Karno yang terlalu memihak PKI dan kecenderungan kepemimpinan nasional yang semakin otoriter. Ia ditangkap, dijebloskan ke penjara bersama beberapa tokoh lain tanpa pengadilan.<br /><br />Dunianya seakan-akan berubah total ketika Soekarno, yang memerintah enam tahun dengan demokrasi terpimpinnya yang gegap-gempita, akhirnya digantikan Soeharto. Para pencinta demokrasi memang terpikat, menggantungkan banyak harapan kepada perwira tinggi pendiam itu.<br /><br />Soeharto membebaskan tahanan politik, termasuk Natsir dan kawan-kawannya. Tapi tidak cukup lama Soeharto memikat para pendukung awalnya. Pada 1980 ia memperlihatkan watak aslinya, seorang pemimpin yang cenderung otoriter.<br /><br />Dan Natsir yang konsisten itu tidak berubah, seperti di masa Soekarno dulu. Ia kembali menentang gelagat buruk Istana dan menandatangani Petisi 50 yang kemudian memberinya stempel ”musuh utama” pemerintah Soeharto.<br /><br />Para tokohnya menjalani hidup yang sulit. Bisnis keluarga mereka pun kocar-kacir karena tak bisa mendapatkan kredit bank. Bahkan beredar kabar Soeharto ingin mengirim mereka ke Pulau Buru—pulau di Maluku yang menjadi gulag tahanan politik peng¬ikut PKI. Soeharto tak memenjarakan Natsir, tapi dunianya dibuat sempit. Para penanda tangan Petisi 50 dicekal.<br /><br />Mohammad Natsir meninggalkan kita pada 1993. Dalam hidupnya yang cukup panjang, di balik kelemahlembut¬annya, ada kegigihan seorang yang mempertahankan sikap. Ada keteladanan yang sampai sekarang membuat kita sadar bahwa bertahan dengan sikap yang bersih, konsisten, dan ber¬sahaja itu bukan mustahil meskipun penuh tantang¬an.<br /><br />Hari-hari belakangan ini kita merasa teladan hidup seperti itu begitu jauh, bahkan sangat jauh. Sebuah alasan yang pantas untuk menuliskan tokoh santun itu ke dalam banyak halaman laporan panjang edi¬si ini.<br /><br />Sumber : <a href="http://www.tempointeraktif.com/">Tempo Interaktif</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-49550002669477003672008-07-20T00:59:00.002+07:002008-07-20T01:03:41.883+07:00Kesatria Turun Pamor<div align="justify"><a href="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SIIsAlX1QXI/AAAAAAAABII/R3h37_13M9Q/s1600-h/dark_knight_poster.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224786906246889842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SIIsAlX1QXI/AAAAAAAABII/R3h37_13M9Q/s320/dark_knight_poster.jpg" border="0" /></a>Judul: The Dark Knight<br />Durasi: 152 menit<br />Sutradara: Christoper Nolan<br />Produksi: Warner Bros Picture<br />Pemain: Christian Bale, Heath Ledger, Michael Cain, Morgan Freeman, Aaron Eckhart, Maggie Gyllenhaal<br /><br />Apa jadinya jika Batman tak lagi dipuja sebagai jagoan oleh warga Gotham City? Segala caci maki pun dialamatkan kepada Bruce Wayne (Christian Bale). Padahal, Batman telah bergabung dengan polisi dan Harvey Dent (Aaron Eckhart), seorang jaksa wilayah, untuk menegakkan keadilan.<br /><br />Inilah kasus yang tengah menimpa Batman. Akankah film Batman: The Dark Knight yang segera beredar di bioskop ini merupakan akhir dari kejayaannya?<br /><br />Ini semua ternyata ulah si Joker (Heath Ledger). Dia yang meminta Batman membuka kedok. "Kalau tidak, setiap orang akan mati setiap hari," katanya mengancam. Lima orang sudah jadi korban, bahkan Rachel Dawes (Maggie Gyllenhaal), orang yang paling dikasihi Batman, ikut menjadi korban.<span class="fullpost"><br /><br />Joker tak hanya menciptakan kekacauan di kota, tapi juga sukses memecah belah satuan kepolisian dengan cara menyogok banyak petugas. Terjadilah kecurigaan internal. "Semua orang punya rencana, dan tak ada yang bisa dipercaya," ujar Joker kepada Dent.<br /><br />Dent sendiri adalah sosok yang baru muncul. Ia adalah jaksa wilayah yang tengah naik daun karena banyak menjebloskan para pelaku kriminal. Dent pun diyakini sebagai pahlawan di kota Gotham yang sesungguhnya. Tanpa topeng dan alat-alat canggih, Dent bisa menciduk penjahat dan memasukkannya ke bui. Meski telah merebut hati Dawes yang sangat dicintai Batman, Dent tetap dipuja sebagai pahlawan keadilan oleh Wayne.<br /><br />Itulah sebabnya ketika Joker menghadapkan Batman dengan dua pilihan sandera, Batman memilih Dent sebagai prioritas. Batman lebih mengutamakan keselamatan Dent yang saat itu disekap dan dikelilingi bom, padahal Dawes dengan kondisi serupa juga berada tak jauh dari tempat penyekapan Dent.<br /><br />Dent selamat meski mendapat luka bakar parah. Sebelah wajahnya hangus hingga tulang rahang dan bola matanya keluar. Ia pun geram ketika mendapati bahwa dirinyalah yang jadi prioritas Batman, bukan Dawes.<br /><br />Dent pun diyakini menjadi cikal bakal si Two Face, salah satu musuh Batman dalam komik. Nama Two Face sendiri adalah julukan Dent ketika masuk ke akademi kepolisian.<br /><br />Film garapan Christoper Nolan ini mengambil benang merah yang sedikit mirip film Spiderman. Spiderman pun pernah mengalami masa bahwa dirinya tak lagi dipuja masyarakat, bahkan sering jadi bulan-bulanan media cetak. Hal tersebut jadi seperti siklus bahwa jagoan juga adalah manusia. Atau mungkin itu akibat dari kehadiran Ledger yang menjadikan Joker bertambah bengis dan licik.<br /><br />Tanpa perlu topeng, sosok Joker muncul dengan sendirinya di wajah pria yang mati muda ini. Boleh dibilang, malah Ledger-lah yang menjadi bintang dalam film ini. Memang, kali ini Batman tampil tak seperti biasanya. Ia seperti bukan tuan rumah di filmnya sendiri. Dent dan Joker seakan mengambil alih perhatian penonton. "Saya malah suka melihat akting Joker yang keren," ujar Pungky, salah satu penonton.<br /><br />Kalau dihitung dari alur konfliknya, Dent memiliki porsi lebih banyak ketimbang Wayne yang hanya bak-buk di lapangan. Meski memakai kostum yang lebih detail dan kendaraan superkeren, Batman cenderung tampak seperti eksekutor semata.<br /><br />Film Batman : The Dark Knight bisa dibilang lebih seru dibanding film-film sebelumnya, seperti Batman & Robin, Batman Returns, dan Batman Begins. Cerita dalam film kali ini penuh dengan konflik yang tak berkesudahan. Oya, bagi yang kangen Alfred, sosok ini muncul lewat peran Michael Cain. - Aguslia Hidayah<br /><br />Sumber : <a href="http://www.tempointeraktif.com/">Tempo Interaktif</a></span> </div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-11850499652690310922008-07-20T00:56:00.001+07:002008-07-20T00:59:29.237+07:00Antara Rakhmat, Terong, dan Telur Ayam<div align="justify">TEMPO Interaktif, Jakarta: - “Bisa dibilang saya menang gara-gara osmosis.” Kalimat itu meluncur dari mulut Rakhmat Fauzi, 30 tahun. Guru IPA di Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Depok, Jawa Barat, ini menang dalam Lomba Kreativitas Ilmiah Guru Tingkat SMP atau Sederajat tahun lalu berkat inovasi media praktikum osmosis dari buah terong.<br /><br />Selasa malam lalu, namanya kembali diumumkan sebagai pemenang, lagi-lagi berkat pendalamannya terhadap media praktikum osmosis. Tahun ini ia menawarkan membran telur ayam kepada siswa untuk bisa memahami konsep perpindahan air dari yang konsentrasinya tinggi (encer) ke yang konsentrasinya lebih rendah (lebih pekat) menembus lapisan membran yang semipermiabel itu dengan lebih baik.<br /><br />Fenomena osmosis, Rakhmat menerangkan, banyak terjadi dalam kehidupan. Mulai dari pengangkutan air dan garam mineral dari tanah ke daun di pucuk pohon tinggi sampai kulit yang berkerut-kerut setelah kita mandi-mandi di laut.<span class="fullpost"><br /><br />Rakhmat menjelaskan, selama ini praktikum osmosis di sekolah hanya mengenal kentang sebagai medianya. Masalahnya, dia menambahkan, banyak kekurangan pada jenis buah sayur yang satu itu, di antaranya waktu pengamatan yang terlalu lama (buku keluaran Departemen Pendidikan Nasional ada yang menetapkannya sampai 24 jam).<br /><br />“Datanya juga sangat subyektif karena berdasarkan kekuatan kentang,” kata Rakhmat. Kentang yang jadi lebih lunak ketika direndam dalam air biasa atau mengerut dalam larutan air garam memang memastikan terjadinya osmosis, “Tapi kan tiap orang punya kekuatan yang berbeda untuk bisa merasakannya.”<br /><br />Sarjana magister tamatan Program Studi Biologi Universitas Indonesia itu lalu menemukan media membran putih yang biasa menempel di bagian dalam cangkang telur ketika sedang menyantap sebutir telur asin. Saat itu ia berpikir bahwa pembuatan telur itu juga melibatkan proses osmosis. “Saya mencari jawaban apa yang menyebabkannya dan mendapati membran itu,” katanya.<br /><br />Temuannya itu ditularkan ke murid-muridnya di kelas VIII SMPN 14 Depok lewat praktikum tandingan terhadap yang menggunakan media kentang. Membran telur diikatkannya sebagai penutup tabung reaksi berisi satu di antara dua jenis larutan: encer atau lebih pekat. Tabung lalu direndam dalam larutan lawannya.<br /><br />Sifat eksperimen tandingan itu yang jauh lebih singkat, hanya 12-15 menit, dan mampu mengukur proses osmosis yang terjadi lewat kenaikan atau penurunan kolom air dalam tabung reaksi, terbukti secara statistik bisa memperbaiki nilai praktikum dan pemahaman anak muridnya. “Yang ini (membran telur) memang lebih spektakuler,” kata Rakhmat membandingkannya dengan inovasi menggunakan terong.<br /><br />Jadilah kata osmosis ibarat mantra mujarab untuk ayah seorang anak balita itu. Atas prestasinya dalam lomba tahun ini, Rakhmat berhak atas hadiah uang tunai Rp 8 juta dan asuransi senilai Rp 10 juta dari AJB Bumiputera 1912. Ia berhasil mengalahkan empat guru finalis lainnya dari Banjarnegara, Jawa Tengah; Gowa, Sulawesi Selatan; Ciracas, Jakarta Timur; dan Jombang, Jawa Timur.<br /><br />Yayuk Rahayuningsih, peneliti senior di Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, anggota dewan juri, menilai kreasi membran telur ayam sebagai media praktikum osmosis untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang diajukan Rakhmat unggul dalam hal orisinalitas. “Bahan-bahan yang digunakan juga mudah didapat, murah, dan yang juga penting data-datanya terukur,” katanya.<br /><br />Tambahan data statistik peningkatan hasil belajar siswa berkat inovasinya itu juga berhasil memikat Yayuk dan juri lainnya. “Mungkin karena ia satu-satunya peserta yang memiliki latar belakang (pendidikan) master sehingga laporannya lengkap dan sistematis,” Yayuk berkomentar. - l wuragil<br /><br />Sumber : <a href="http://www.tempointeraktif.com/">Tempo Interaktif</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-40678533078288106172008-07-19T21:29:00.003+07:002008-07-19T21:33:32.425+07:00Yenny Tunggu Satu lagi Putusan MA<a href="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SIH64bf7UCI/AAAAAAAABIA/z4ZGGBwk00k/s1600-h/20080719_084348_yenny.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224732890087772194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SIH64bf7UCI/AAAAAAAABIA/z4ZGGBwk00k/s320/20080719_084348_yenny.jpg" border="0" /></a>JAKARTA--MI: Putusan Mahkamah Agung (MA) dinilai tidak selesaikan masalah konflik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).<br /><br />"Malah menciptakan masalah baru. Sulit sekali untuk menggabungkan dua kubu karena ditingkat bawah, pengurusnya sudah ada dua. Kubu Muhaimin dan Gus Dur," tegas Yenny Wahid, Sabtu (19/7).<br /><br />Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan menunggu satu putusan MA lagi terkait MLB versi Parung. Perkara itu kata dia masih berproses di MA. "Jika MLB Parung yang sah, Ketua yang sah adalah Ali Maskur," tukasnya.<span class="fullpost"><br /><br />Pilihan islah, menurut dia, adalah pilihan yang sulit dilakukan dalam konflik PKB. Apalagi, imbuhnya, masing-masing kubu telah memproses nama dan nomor untuk pemilihan legislatif.<br /><br />"Orang luar kerap bertingkah paling tahu masalah inetrnal PKB dan menyarankan islah. Islah sudah sulit dilakukan karena cara pandang saja sudah berbeda. Mau tak mau, kami tetap menunggu putusan MA soal MLB,"kata dia. (Dia/OL-03)<br /><br />Sumber : <a href="http://www.mediaindonesia.com/">Media Indonesia Online</a></span>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-77112880614179526612008-07-19T21:26:00.003+07:002008-07-19T21:29:35.799+07:00Warga Bandung Bantai Babi Ngepet<div align="justify"><a href="http://bp0.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SIH6BqnLORI/AAAAAAAABH4/t5YHvhqQTM8/s1600-h/195906p.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224731949251901714" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SIH6BqnLORI/AAAAAAAABH4/t5YHvhqQTM8/s320/195906p.jpg" border="0" /></a>BANDUNG, SABTU - Diduga babi jadi-jadian (babi ngepet), seekor binatang bermoncong warna hitam, ramai-ramai dibantai ratusan warga Cikadut, Kabupaten Bandung, Jabar, Sabtu dini hari. </div><div align="justify"><br />Babi jadi-jadian tersebut dibantai setelah sebelumnya dikepung dan ditangkap oleh warga yang mencurigai seekor babi ngepet, Jumat (18/7) tengah malam.<br /><br />Selang beberapa jam setelah berhasil ditangkap, babi sepanjang lebih dari satu meter yang diduga babi ngepet tewas akibat kelelahan dikejar-kejar warga selama delapan jam, kemudian kepalanya membentur tembok kuburan warga Tionghoa.<span class="fullpost"><br /><br />Ketua RT setempat, Dodi Sopandi (31), menuturkan pada Jumat siang sekira pukul 14.30 WIB seorang ibu rumah tangga Entin (45), melihat babi berkeliaran di sebuah pemakaman warga Tionghoa di kawasan Cikadut.<br /><br />Saksi berteriak sambil lari, kemudian melapor ke rumah RT. Usai mendengar berita, warga seperti dikomando, langsung berdatangan kemudian ramai-ramai menuju tempat persembunyian babi ngepet itu.<br /><br />Warga yang berjumlah 200 orang ini sepakat untuk mengejar babi dan menangkapnya. Mereka pun kemudian mendatangkan orang pintar untuk membuka tabir di balik adanya babi yang keliaran itu.<br /><br />Mereka spontan lari ke berbagai arah pemakaman kemudian mengepung babi. Perburuan memakan waktu delapan jam itu akhirnya membuahkan hasil.<br /><br />Kepala babi tak diduga terbentur ke tembok kuburan warga Tionghoa, hingga binatang berwarna hitam pekat itu ambruk tak berdaya. Anehnya, kata ketua RT Dodi yang ikut memburu babi, dalam kondisi sekarat babi itu bisa menoleh ke berbagai arah.<br /><br />"Namun, sayang, babi itu mati akibat luka dan kelelahan," katanya. Untuk mengantisipasi hal tak diinginkan 12 warga kini diperintahkan untuk menjaga bangkai babi di TPU Cikadut. "Siapa tahu babi itu hidup kembali, makanya kami memerintahkan warga untuk menjaganya," kata dia.<br />Tertangkapnya babi ngepet di Cikadut, Sabtu dini hari sekira pukul 01.00 WIB itu, membuat heboh warga Kota Bandung, kata Mamat (56), sesepuh Cikadut. Dikatakan dia, diperkirakan ada 15 warga asing datang ke rumahnya. Mereka semua minta diantar ke TPU Cikadut untuk melihat babi yang sudah mati.<br /><br />"Warga yang tak dikenal itu nampak sedih saat menatap dan memegang babi itu. Mereka mengusap kedua matanya," kata dia.<br /><br />Salah seorang warga yang tak mau menyebutkan tempat tinggal serta namanya, memberikan pesan supaya jasad babi dibungkus kain corak-corak sebelum dikuburkan.<br /><br />Bahkan, beberapa warga menginformasikan beberapa jam lagi akan ada warga lain yang melihat kondisi babi. Dan benar saja, selang dua jam kemudian berdatangan warga tak dikenal melihat babi itu.<br /><br />"Sesuai permintaan dari warga yang datang kami membungkus babi dengan kain dan rencananya pada Minggu besok, babi itu akan dikuburkan," kata Mamat.<br /><br />Berdasar pemantauan, hingga Sabtu petang babi yang sudah mati masih tersimpan di TPU Cikadut ditutup kain corak baru. Warga sekitar mulai orang tua, dewasa, hingga anak-anak sekolah terus berdatangan melihat babi misterius.<br /><br />Sumber : <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/19/19544149/warga.bandung.bantai.babi.ngepet">Kompas Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-3742020235857061512008-07-18T00:50:00.003+07:002008-07-18T00:53:07.819+07:00BMW 320i Lifestyle Hadir dengan "Tiga Rasa"<div align="justify"><a href="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SH-Gu1276aI/AAAAAAAABHw/0rAQmsXdWp4/s1600-h/202615p.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224042232062667170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SH-Gu1276aI/AAAAAAAABHw/0rAQmsXdWp4/s320/202615p.jpg" border="0" /></a>JAKARTA, KAMIS — BMW 320i Lifestyle, sedan premium teranyar BMW yang diluncurkan hari ini, memang dibanderol seharga Rp 479,9 juta (off the road). Sebuah harga yang relatif "lumrah" untuk mobil kelas premium tentunya.<br /><br />Nah, sebutan premium tadi ternyata terasa lebih "afdol" karena konsumen dapat memilih varian 320i sesuai dengan selera mereka, dengan harga ekstra.<br /><br />Pilihan tersebut terbagai dalam tiga jenis, yakni Executive, Sports dan Ultimate. Untuk model executive, pembeli harus menambah uang sebesar Rp 22 juta dari harga standar, Rp 40,5 juta untuk model sports, dan Rp 44 juta untuk ultimate.<span class="fullpost"><br /><br />"Model Ultimate paling mahal, sebab fiturnya lebih komplit dari model Executive dan Sport," kata Helena Abidin, Corporate Communications Director PT. BMW Indonesia.<br /><br />Lantas apa saja yang didapat konsumen dengan pilihan-pilihan itu? Untuk tipe executive, selain fitur standar juga terdapat tambahan berupa, iPod interface, i-Box iPod, Xenon headlights, Illuminated door entry strips/door siils dan universal coat hanger.<br /><br />Sedang untuk model Sports mendapatkan M Aerodynamic Package, Black Line tail lights, Aluminium pedals, PDC rear serta fitur yang sama dengan model executive. Gabungan kedua fitur tersebut akan Anda dapatkan, bila membeli model ultimated. Yang mana pilihan Anda?<br /><br />Sumber : <a href="http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/07/17/20224345/bmw.320i.lifestyle.hadir.dengan.tiga.rasa.">Kompas Online</a></span> </div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-25371639695324237592008-07-18T00:46:00.002+07:002008-07-18T00:50:13.734+07:00Nokia E71 Dijual Rp5 Jutaan<div align="justify"><a href="http://bp1.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SH-GF0W5NOI/AAAAAAAABHo/cgltgUvspKo/s1600-h/161513p.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224041527285200098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SH-GF0W5NOI/AAAAAAAABHo/cgltgUvspKo/s320/161513p.jpg" border="0" /></a>JAKARTA, KAMIS - Tepat sebulan sejak diluncurkan untuk pertama kalinya di Singapura, ponsel terbaru Nokia E71 dan E66 akhirnya secara resmi akan masuk ke pasar Indonesia. Kepastian tersebut disampaikan Goh DohHau, Head Go To Market Nokia Indonesia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/7).<br /><br />"E71 sudah tersedia di pasaran dengan harga sekitar Rp5 jutaan, sementara E66 baru akan tersedia 2-3 bulan ke depan," ujarnya saat ditanya harga yang dipatok Nokia. Kehadiran ini sesuai janji Nokia sebelumnya yang akan memasukkannya ke Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini.<br /><br />E71 dan E66 dirilis bersama karena menawarkan fitur yang relatif sama. Di antara fitur utama adalah layar 2,4 inci, kamera 3,2 megapixel, akses 3G/HSDPA, koneksi WiFi, memori internal 110 MB dan pilihan memori eksternal hingga 8 GB, Nokia Maps, dan GPS. Sistem operasi yang digunakan Symbian S60, enkripsi data, multimedia player, mobile VPN, Push to Talk, dan VoIP. Keduanya juga sama-sama mengedepankan kemudahan mengakses email dari berbagai layanan.<span class="fullpost"><br /><br />"Kita sudah mendukung lebih dari 1000 email provider," ujar Goh. Dengan fitur yang disediakan, pengguna dapat mengakses email yang berbasisi POP dan IMAP seperti Yahoo! Mail, Gmail, Hotmail hingga email kantor melalui Microsoft Exchange. Secara teknis, layanan tersebut tidak membatasi berapa email yang dapat didukung.<br /><br />Namun, layanan email tersebut tidak mendukung push email. Meski demikian, penggunanya dapat mengatur agar proses pengunduhan dapat diatur secara berkala dalam selang waktu tertentu.<br /><br />Keduanya dibungkus casing yang setema dengan bahan logam stainless steel. Nokia menawarkan dua pilihan warna, masing-masing warna baja abu-abu kehitaman dan putih berbalut perak. Di bagian belakangnya terdapat metal signature berbentuk jaring-jaring yang berwarna lebih gelap dari sekitarnya sebagai ciri khas lainnya. E71 memiliki dimensi 114 mm x57 mm x10 mm, sedangkan E66 berdimensi 107 mmx49 mmx13 mm.<br /><br />"Secara fitur pada dasarnya sama. Yang paling membedakan, E66 dilengkapi akselerator sehingga tampilan di layar otomatis mengikuti posisi layar, sedangkan E71 tidak. Sebaliknya E71 dilengkapi keyboard QWERTY," ujar Trisnawan Tjipto, Product Marketing Manager Nokia Indonesia.<br /><br />Selain itu, E71 berbentuk bar (batang) seperti pendahulunya E61 dengan lebar badan lebih ramping. Sementara E66 berbentuk sliding dengan keyboard ponsel standar. Pilihan ada di tangan Anda. Mau yang lebih stylish dengan bentuk sliding atau elegan dengan keyboard QWERTY.<br /><br />Sumber : <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2008/07/17/15583610/nokia.e71.dijual.rp5.jutaan">Kompas Online</a></span> </div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-58129143534878576202008-07-16T21:09:00.002+07:002008-07-16T21:15:38.460+07:00DALAM SEBUAH KESEMPATAN<div align="center"><a href="http://bp1.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SH4CGbQIxHI/AAAAAAAABHg/XYIxscTIUX0/s1600-h/Oneng_001.JPG"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223614927214265458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SH4CGbQIxHI/AAAAAAAABHg/XYIxscTIUX0/s320/Oneng_001.JPG" border="0" /></a>Si Botak Bersama EDO KONDOLONGIT dan Rieke "Oneng" Diah Pitaloka <div align="center"><span class="fullpost"></div></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-48724218855699044452008-07-03T00:06:00.001+07:002008-07-03T00:09:02.590+07:00Seks Brutal Bikin Bunglon Madagaskar Mati Muda<div align="justify"><a href="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGu11_gXpCI/AAAAAAAABHY/S3Pg5FqX87Q/s1600-h/040140p.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218464532423746594" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGu11_gXpCI/AAAAAAAABHY/S3Pg5FqX87Q/s320/040140p.jpg" border="0" /></a>JAKARTA, RABU - Satu spesies bunglon khas Madagaskar punya kehidupan yang aneh. Usianya sangat singkat, bahkan dua per tiga hidupnya dihabiskan di dalam cangkang telur. Begitu menetas, bunglon-bunglon muda langsung mencari pasangan dan melakukan hubungan seks yang brutal. Mereka mati massal sebelum sempat melihat keturunannya lahir ke dunia.<br /><br />"Saya sangat terkejut ketika hanya menemukan hewan dewasa pada spesies ini," ujar Kris Karsten dari Oklahoma State University, AS, saat pertama kali mengamati spesies Furcifer labordi. Apalagi, beberapa minggu kemudian semua bunglon yang dipelajarinya tiba-tiba tewas secara massal.<br /><br />Penasaran dengan hal tersebut, Karsten dan koleganya melacak jejak bunglon asli Pulau Madagaskar ini. Tak kurang dari empat tahun dihabiskan untuk mengikuti perjalanan hidup 400 ekor bunglon. Bahkan, tujuh di antaranya dikuntit lewat pemancar radio yang dipasang di badan bunglon.<span class="fullpost"><br /><br />Tidak sia-sia usaha tersebut karena mereka berhasil mengungkap perilaku ganjil bunglon tersebut, antara lain fakta bahwa bunglon muda hampir semuanya lahir pada bulan November, tumbuh dewasa selama tujuh minggu, dan kemudian tewas hampir bersamaan pada April sebelum tiba musim kering.<br /><br />Menjelang tewas, bunglon-bunglon betina menyimpan telur-telurnya di lubang tanah. Masa inkubasi berlangsung selama delapan bulan dan kembali menetas pada bulan November. Siklus tersebut terus berulang sehingga populasi bunglon senantiasa seragam.<br />Siklus hidup bunglon ini memecahkan rekor hidup vertebrata terpendek di dunia. Rekor tersebut melengkapi catatannya sebagai bunglon terpendek di dunia dengan panjang tubuh jantan sekitar 9 sentimeter dan betina 7 cm.<br />Siklus tahunana semacam ini tidak umum karena biasanya hanya jamak ditemui pada tumbuh-tumbuhan dan hewan tak bertulang belakang. Dari sekitar 28.000 vertebrata, hanya sekitar 20 yang menunjukkan perilaku tersebut, pada jenis kadal atau hewan berkantung.<br /><br />Seks brutal<br /><br />Karsten menduga, seks yang brutal menjadi salah satu faktor penyebab hidup bunglon begitu singkat, yakni 4-5 bulan. Sebab, sepanjang hasil pengamatannya, bunglon ini melakukan hubungan seks yang lama, kasar, dan menyakitkan.<br /><br />Selain itu, musim kering yang ganas juga turut menjadi alasan. Hewan-hewan asli Madagaskar umumnya beradaptasi dengan mlakukan hibernasi untuk menyimpan energi, tapi bunglon-bunglon ini malah tewas. Karsten akan mempelajari lebih lanjut mengapa bunglon tersebut tak mampu melakukan hibernasi. Ia yakin F labordi memiliki kadar hormon seks androgen yang tinggi.<br /><br />Jika benar, hal tersebut juga dapat menjelaskan mengapa perilaku seks bunglon begitu agresif dan berumur pendek. Dengan kadar androgen tinggi, tubuh mengonsumsi energi sangat besar dan akan menekan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, usia hidupnya pendek.<br /><br />Peneliti lainnya, Heinz Grilitsch dari Museum Sejarah Nasional Vienna, Austria, mengatakan, lingkungan yang ganas memaksa bunglon untuk menyukseskan satu kali reproduksi. Menurutnya, strategi tersebut mungkin umum dilakukan bunglon. "Saya sering melihat bunglon-bunglon betina yang tengah bertelur kehilangan dua per tiga berat tubuhnya. Mereka hanya terbalut kulit dan tulang dan akan segera mati," ujarnya.<br /><br />Sumber : <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/02/07412192/seks.brutal.bikin.bunglon.madagaskar.mati.muda..">Kompas Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-34480507858985148052008-07-02T23:57:00.002+07:002008-07-03T00:03:04.894+07:00Menikmati Pecel Sebelum Eksekusi Mati<div align="justify"><a href="http://bp2.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGu0gmefqNI/AAAAAAAABHQ/JPRw6Cn3y0U/s1600-h/100053p.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218463065416116434" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGu0gmefqNI/AAAAAAAABHQ/JPRw6Cn3y0U/s320/100053p.jpg" border="0" /></a>MALANG, RABU - Menjelang eksekusi mati yang akan dijalaninya, Sumiarsih (60), terpidana mati atas kasus pembunuhan berencana belasan tahun lalu, tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Ia selalu bersikap santai dan masih suka makan nasi pecel bersama teman-teman satu selnya.<br /><br />Sebelumnya Kejaksaan Agung RI dikabarkan memastikan akan mengeksekusi mati terpidana mati di Indonesi dalam waktu dekat ini. " Saya sendiri belum menerima surat resmi dari Kejagung (Kejaksaan Agung). Saya mengetahui mengenai rencana eksekusi mati dalam waktu dekat ini juga dari media massa," tutur Kepala Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas IIA Sukun, Malang, Entin Martini, Rabu (2/7) di Malang, Jawa Timur.<br /><br />Menurut Entin, yang ia ketahui melalui surat resmi adalah penolakan grasi bagi Sumiarsih sekitar tiga minggu lalu. "Saya mengetahui penolakan grasi itu dari Setneg (Sekretaris Negara) sekitar tiga minggu lalu. Setelah itu belum ada keterangan lagi. Bahkan dari Kanwil (Kantor Wilayah)," tutur Entin.<span class="fullpost"><br /><br />Selama ini, Entin menceritakan bahwa Sumiarsih menjalani masa hukumannya dengan ceria, dalam kondisi sehat, dan akrab dengan rekan-rekannya. " Bahkan pagi ini (Rabu, 2/7), saat kontrol pagi hari, saya lihat Bu Sumiarsih bersama-sama makan nasi pecel dengan rekan satu selnya," ujar Entin.<br /><br />Menurut Entin, Sumiarsih sangat tabah menjalani dan menanti hukuman yang akan menimpanya. Sumiarsih juga masih tekun berkebun dan membuat kerajinan tangan.<br /><br />Sumiarsih selama ini ditahan di Blok V LPW Kelas II A Sukun. Dalam sel tersebut Sumiarsih tinggal bertiga bersama penghuni lainnya.<br /><br />Sumiarsih, wanita asal Jombang, terbukti melakukan pembunuhan berencana dan pencurian dengan pemberatan yang menyebabkan lima orang meninggal. Para korban yang merupakan satu keluarga itu terdiri dari Letkol Marinir Poerwanto, istrinya, Ny Sunarsih Poerwanto, kedua anak mereka, Haryo Bismoko, dan Haryo Budi.<br /><br />Penyebabnya berkisar pada permasalahan utang piutang di antara keluarga mereka yang menimbulkan dendam dan permusuhan. Hal itu dipicu masalah utang-piutang dalam pengelolaan bisnis Wisma Happy di kawasan prostitusi Dolly di Surabaya.<br /><br />Sumiarsih melakukan tindak pidana itu bersama suaminya, Djais Adi Prayitno, anaknya, Sugeng, dan menantunya, Adi Saputro pada 13 Agustus 1988.<br /><br />Dari empat terpidana mati itu, baru Adi Saputro yang telah dieksekusi pada 1 Desember 1992 oleh regu tembak anggota Kodam V/Brawijaya. Adi dieksekusi dengan cepat karena saat itu ia berstatus polisi aktif dan masih menjadi bagian dari militer.<br /><br />Sementara Sugeng, yang sempat mendekam di LP Lowokwaru Kota Malang, kini telah pindah ke LP Porong. " Saya tidak tahu kenapa dipindahkan. Pemindahan itu sebelum saya memimpin LP ini," tutur Kalapas LP Lowokwaru Malang, CH Leihitu.<br /><br />Sumber : <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/02/20363440/menikmati.pecel.sebelum.eksekusi.mati.">Kompas Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-91637397670180222922008-07-01T09:27:00.002+07:002008-07-01T09:43:47.957+07:00Anggota DPR Ditangkap<div align="justify"><a href="http://bp1.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGmWmly8OuI/AAAAAAAABHI/U5xoIEUDTDc/s1600-h/2873055p.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217867233010399970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGmWmly8OuI/AAAAAAAABHI/U5xoIEUDTDc/s320/2873055p.jpg" border="0" /></a>JAKARTA, KOMPAS- Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali menangkap tangan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Kali ini, anggota Fraksi Bintang Reformasi atau F-BR DPR, Bulyan Royan, ditangkap KPK di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (30/6) sekitar pukul 17.30.<br /><br />Ketua KPK Antasari Azhar saat ditemui seusai berbicara pada Rapat Koordinasi Nasional I Bidang Pengendali Pemenangan Pemilu Partai Golkar di Jakarta, Senin malam, belum bersedia memberikan keterangan. ”Saya, kan, masih di sini,” ucapnya.<br /><br />Namun, semalam, Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Chandra M Hamzah mengungkapkan, anggota DPR yang ditangkap itu berinisial BR. Ia ditangkap karena diduga menerima suap. Saat penangkapan, petugas KPK juga menemukan barang bukti berupa uang tunai senilai 60.000 dollar AS atau setara Rp 552 juta (asumsi 1 dollar AS sama dengan Rp 9.200) dan 10.000 euro atau setara Rp 145 juta (asumsi 1 euro setara Rp 14.500).<br /><br />Hingga semalam, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap BR. Namun, pemberian uang itu diduga terkait dengan pembelian kapal patroli di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan.<span class="fullpost"><br /><br />Menurut Chandra, BR adalah anggota Komisi V DPR. Komisi itu mempunyai mitra kerja, antara lain Departemen Perhubungan, Departemen Pekerjaan Umum, Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Badan Meteorologi dan Geofisika.<br /><br />Belakangan terungkap, BR adalah Bulyan Royan. ”Kasusnya terkait pengadaan kapal patroli di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,” kata Chandra.<br /><br />Namun, sampai Senin malam, KPK belum memberikan status tersangka kepada BR. ”Masih kami periksa 1 x 24 jam,” ujar Chandra lagi. Namun, ia masih enggan menjelaskan sumber dan tujuan pemberian uang itu.<br /><br />Hingga Senin malam, KPK masih tampak memeriksa kasus ini. Sekitar pukul 22.15, empat mobil KPK yang ditumpangi penyidik, tampak bergegas meninggalkan gedung KPK. Sedangkan BY masih diperiksa di gedung KPK. Pukul 23.45, rombongan KPK itu kembali membawa koper dan CPU komputer yang diduga terkait dengan barang bukti.<br /><br />Hingga semalam juga belum ada pengacara yang mendampingi BY. Belum dipastikan juga, apakah BY ditangkap sendirian atau dengan orang yang diduga memberikan uang itu. KPK masih melakukan penelusuran terhadap kasus itu.<br /><br />PBR sangat kecewa<br /><br />Ketika ditanya lagi apakah ada kemungkinan pejabat di Dephub akan diperiksa, Antasari pun hanya tersenyum. ”Pertanyaannya langsung menusuk,” ucapnya.<br />Antasari meminta semua pihak untuk memberi kesempatan kepada petugas KPK untuk bekerja dulu. ”Setelah 24 jam baru kita bersikap,” ucapnya.<br /><br />Secara terpisah, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Aulia Rahman yakin kasus yang diduga melibatkan Bulyan Royan itu melibatkan pejabat di Dephub. Penangkapannya pun tidak mungkin sendirian. Karena, jumlah uang yang disita petugas KPK sedemikian besar.<br /><br />”Menari tango itu tidak mungkin satu orang,” ujarnya. Karena itu, ia berharap KPK tidak berhenti pada penangkapan anggota DPR, tetapi juga dilanjutkan pada pejabat eksekutif.<br /><br />Secara terpisah, Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi mengaku belum mengetahui penangkapan Bulyan Royan langsung dari KPK.<br /><br />Tetapi, ia sudah mendengar informasi mengenai Namun, ia akan mengusahakan pengacara untuk membantu anggotanya itu. ”Kami harus berpegang pada asas praduga tak bersalah,” ujar Bursah.<br /><br />Sebaliknya, Sekretaris Jenderal PBR Rusman Ali saat dihubungi Senin malam, mengaku belum tahu pasti kabar penangkapan anggota DPR Bulyan Royan.<br /><br />Pihak PBR mengaku sangat kecewa, jika benar anggota DPR dari daerah pemilihan Riau itu tertangkap tangan.<br /><br />Langkah Bulyan menerima suap itu sangat disesalkan, terutama karena ternyata masih ada yang berani melanggar hukum ketika KPK sangat intensif melakukan penyadapan. ”Kalau sampai terbukti bersalah, pengurus pasti akan ambil tindakan. Tetapi, kami harus mengecek kebenaran informasinya. Sekarang sedang dirapatkan sama teman-teman,” kata Rusman.<br /><br />DPR tidak jera<br /><br />Anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho di Jakarta, semalam, mengatakan, kembali tertangkap tangannya anggota DPR menunjukkan, wakil rakyat tidak lagi memiliki malu untuk melakukan suap dan korupsi.<br /><br />”Saya menilai anggota DPR ini harus mengumpulkan dana untuk Pemilu 2009. Mereka berani mengambil sikap nekat, karena mereka butuh dana politik. Saya kira fenomena ini akan berlanjut hingga Pemilu mendatang,” ujar Emerson.<br /><br />Emerson menyatakan, anggota DPR yang tertangkap ini mayoritas adalah anggota baru yang masuk ke politik. ”Anggota DPR yang kawakan lebih jago caranya sehingga KPK tidak bisa menangkap mereka,” kata Emerson.<br /><br />Ia melanjutkan, penangkapan anggota DPR ini juga menunjukkan ternyata langkah KPK tak membuat orang takut melakukan korupsi. Tertangkapnya anggota DPR ini menunjukkan partai politik dan Badan Kehormatan DPR gagal melakukan tugasnya.<br /><br />Sebelumnya, KPK menangkap tangan anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Al Amin Nur Nasution, karena diduga menerima suap terkait alih fungsi hutan di Bintan, Kepulauan Riau. Anggota DPR lainnya ditahan KPK, karena terlibat korupsi sebelum mereka menjadi wakil rakyat atau pada periode sebelumnya. (nwo/sut/dik/vin)<br /><br />Sumber : <a href="http://kompas.com/read/xml/2008/07/01/04293537/anggota.dpr.ditangkap">Kompas Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-50230799304429186712008-06-30T08:39:00.002+07:002008-06-30T08:43:05.140+07:00Espana Campeon!<div align="justify"><a href="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGg5-NI5fjI/AAAAAAAABHA/M9Sio3759-w/s1600-h/040654p.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217483909150375474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGg5-NI5fjI/AAAAAAAABHA/M9Sio3759-w/s320/040654p.jpg" border="0" /></a>Senin, 30 Juni 2008<br /><br />VIENNA, MINGGU - Spanyol berhasil mewujudkan impian selama 44 tahun. Setelah paceklik gelar internasional sejak 1964, El Matador akhirnya bisa mengakhiri mimpi itu setelah menjadi juara Piala Eropa 2008 usai menaklukkan Jerman 1-0.<br /><br />Fernando Torres jadi pahlawan Spanyol dalam pertandingan di Stadion Ernst Happel ini. Striker Liverpool dengan julukan El Nino tersebut mencetak gol kemenangan La Furia Roja pada menit ke-32, memanfaatkan umpan terobosan Xavi Hernandez.<br /><br />Gelar ini juga menjadi pembuktian bagi Luis Aragones. Meskipun sempat mendapat kritikan pedas karena tak memanggil Raul Gonzalez untuk tampil di turnamen ini, pelatih berusia 69 tahun itu bisa menepisnya dengan sebuah pencapaian manis yang akan dikenang sepanjang masa.<span class="fullpost"><br /><br />Spanyol yang menembus babak final dengan hasil sempurna karena tak terkalahkan, mengawali laga ini dengan kurang meyakinkan. Pasalnya, saat peluit kick-off berbunyi Jerman yang berinisiatif menyerang dan lebih dulu melakukan shoot on goal.<br /><br />Tapi setelah melewati masa kritis selama 10 menit, para jugador El Matador mulai keluar dari tekanan. Mereka mengambilalih kendali permainan dan menciptakan sejumlah peluang.<br /><br />Kesempatan terbaik Spanyol untuk mencetak gol terjadi pada menit ke-22. Sayang, sundulan Torres saat menyambut umpan silang Sergio Ramos dari sayap kanan hanya membentur tiang gawang dan tak ada rekan-rekannya yang me-rebound si kulit bundar.<br /><br />Setelah itu, Spanyol kembali membangun skema serangan yang manis untuk menjebol pertahanan Der Panzer. Alhasil, kerja keras tim merah-hitam ini membuahkan hasil pada menit ke-32, ketika Torres meneruskan umpan terobosan Xavi.<br /><br />Gol itu berawal dari kerja sama Marcos Senna, Xavi dan Torres. Senna yang tampil bagus sepanjang pertandingan melakukan penetrasi dari lini tengah, lalu memberikan umpan kepada Xavi yang tak menunggu lama untuk mengirim bola ke dalam kotak penalti.<br /><br />Mengandalkan kecepatannya, Torres yang mendapat pengawalan dari Philip Lahm berhasil mendahului bek kiri Jerman itu untuk men-chip bola yang melewati sisi kanan Lehmann. 1-0 untuk Spanyol.<br /><br />Gol itu membuat Spanyol semakin gencar melakukan serangan. Peluang demi peluang bisa diciptakan lagi, tetap sayang, tak ada gol yang tercipta sampai pertadingan babak pertama usai.<br /><br />Memasuki babak kedua, Jerman mengubah strategi. Pelatih Joachim Loew memasukkan Kevin Kuranyi yang berpasangan dengan Miroslav Klose di lini depan. Meskipun demikian, duet Der Panzer itu tetap kesulitan menembus tembok pertahanan yang dibangun Ramos dan Carles Puyol.<br /><br />Spanyol pun tetap memainkan sepakbola menyerang. Malah tim Matador ini kembali mendapatkan beberapa peluang emas, termasuk yang diperoleh Senna. Sayang, pemain tengah kelahiran Brasil itu terlambat menyambar bola yang melintas di mulut gawang meskipun sudah tak terkawal lagi oleh Lehmann.<br /><br />Meskipun tak ada gol yang tercipta di babak kedua, Spanyol berhak menjadi juara. Satu gol pada babak pertama sudah cukup bagi La Furia Roja yang melangkah pasti ke babak final ini untuk mengangkat trofi yang sudah diimpikan selama 44 tahun. (LOU)<br /><br />Sumber : <a href="http://bolaeropa.kompas.com/read/xml/2008/06/30/03311335/espana.campeon">Kompas Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-55724470244086095882008-06-29T09:02:00.002+07:002008-06-29T09:05:22.908+07:00Bill Gates Berhenti dari Microsoft<div align="justify"><a href="http://bp2.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGbt0RvhK-I/AAAAAAAABG4/S97j7IxvxBc/s1600-h/100622p.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217118700726987746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGbt0RvhK-I/AAAAAAAABG4/S97j7IxvxBc/s320/100622p.jpg" border="0" /></a>SAN FRANCISCO - Visinya terhadap komputer agar ada di setiap rumah telah berkembang di dunia, kini Bill Gates memutuskan untuk berhenti pada pekerjaan penuh waktu di Microsoft pada Jumat untuk fokus di bidang kerja amal yang ditujukan memperbaiki perawatan kesehatan dan memberantas kemiskinan di dunia ketiga.<br /><br />"Selama ini tidak ada sehari pun dalam hidup saya, saya tidak memikirkan tentang Microsoft, hal besar yang telah kami kerjakan dan membantunya," kata Gates, 52, dengan matanya yang agak berkaca-kaca saat berpidato di kegiatan perusahaannya.<br /><br />Gates mendirikan perusahaannya yang bernilai 260 miliar dolar AS itu pada tahun 1975 dan telah mengalihkan kekayaannya ke dalam yayasan Bill and Melinda Gates. Berkat bantuan orang terkaya di dunia Warren baffet, yayasan itu sekarang menjadi badan amal terbesar di dunia dengan aset hampir 40 miliar dolar AS. Kedua orang kaya itu telah berjanji untuk menyumbangkan seluruh kekayaannya ke yayasan itu sebelum mereka meninggal.<span class="fullpost"><br /><br />Gates berencana menduduki posisi strategi level tinggi di badan amal itu dan akan menggunakan seluruh pengaruhnya sebagai salah satu orang terkaya di dunia untuk meningkatkan agenda yayasan dalam basis kerja penuh waktu.<br /><br />Namun ia akan tetap menjadi "non-executive chairman" di Microsoft dan hanya mendedikasikan satu hari sepekan untuk bekerja di perusahaannya. Gates menyerahkan perannya sebagai kepala eksekutif (chief executive) Microsoft kepada mitra kerjanya yang sudah lama Steve Ballmer di tahun 2000, saat Bill Gates menjadi kepala arsitek piranti lunak perusahaan.<br /><br />Dengan program suksesi terencana, tugas Gates akan diambil alih oleh dua eksekutif Microsoft. Ray Ozzie akan melaksanakan peran yang mengelola manajemen harian, sedang Craig Mundie akan menjalankan peran mengelola rencana jangka panjang.<br /><br />Ballmer pada Jumat mengakui, meski ada rencana teratur, pendiri perusahaan itu akan meninggalkan perusahaan. "Tidak ada cara apa pun untuk mengatakan terimakasih kepada Bill. Bill adalah sang pendiri. Bill adalah sang pemimpin," kata Ballmer pada acara internal perusahaan itu. "Inilah bayi Bill."<br /><br />Perusahaan komputer ini, memiliki penguasaan pada piranti lunak sistem pengoperasian windows, yang 90 persen digunakan pada komputer personal di dunia. Perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar 260 miliar dolar AS dan mempekerjakan lebih dari 78.000 orang di 103 negara.<br /><br />Sumber : <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/28/11521947/bill.gates.berhenti.dari.microsoft">Kompas Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-30443534353465740112008-06-28T00:41:00.003+07:002008-06-28T00:45:09.769+07:00Dewi Persik Seranjang Dengan Aldi Taher<div align="justify"><a href="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGUm3G0g-zI/AAAAAAAABGw/FtrURCZew_c/s1600-h/dewi+persik.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216618471544126258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGUm3G0g-zI/AAAAAAAABGw/FtrURCZew_c/s320/dewi+persik.jpg" border="0" /></a>Lagi, ciuman hot dilakukan Dewi Persik dalam film terbarunya Tiren: Mati Kemarien. Sebelumnya dalam Film Tali Pocong Perawan, Dewi sempat beradegan ciuman hot dengan aktor Ibnu Jamil. Bahkan Dewi mengaku sempat terangsang saat melakukan adegan itu.<br /><br />Kini, dalam film keduanya, Dewi melakukannya dengan aktor yang lagi melakukan pendekatan dengannya, Aldi Taher. Tak hanya ciuman, film ini, Dewi juga sempat beradegan seranjang dengan Aldi.<br /><br />Anehnya, untuk adegan ranjang dengan Aldi, Dewi tidak melakukan secara total. Hal ini disebabkan Dewi sudah mengetahui luar dan dalam Aldi.<br /><br />“Untuk saat ini sentuhan biasa, nggak terlalu total. Karena Aldi sempet grogi harus mencium aku. Aku sih cuek aja karena aku sudah dekat banget dengan dia ya istilahnya sudah tahu luar dalem-lah. Malah aku yang suruh dia untuk ciumin aku,' ujarnya presscreening film Tiren: Mati Kemarin di Jakarta Theatre, Selasa (24/6).<span class="fullpost"><br /><br />Selain itu, alasan Dewi tidak total melakukan adegan ciuman, karena ia kesal dengan sensor yang memotong adegan ciuman hotnya di film Tali Pocong Perawan.<br /><br />“Pas Tali Pocong Perawan adegan ciumannya beneran. Tapi pas aku lihat hasilnya, rupanya hanya diambil dari belakang, aku pikir enak di lawan main aku dong. Lagian di film kemarin banyak disensor dan nggak kelihatan ciumannya. Jadi ngapain juga aku capek-capek ciuman tapi nggak ditonton,” tutur Dewi. (ery/hds)<br /><br />Sumber : <a href="http://batampos.co.id/TERKINI/Dewi_Persik_Seranjang_Dengan_Aldi_Taher">Harian Batampos</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-27527480921060672008-06-28T00:37:00.004+07:002008-06-28T00:41:21.087+07:00Buddha Tidur Terbesar di Indonesia<div align="justify"><a href="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGUl16GJQ6I/AAAAAAAABGo/P5069p2flJU/s1600-h/7988large.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216617351436911522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGUl16GJQ6I/AAAAAAAABGo/P5069p2flJU/s320/7988large.jpg" border="0" /></a>SURABAYA - Diorama sepanjang 108 meter merupakan salah satu daya tarik Buddhist Festival di Surabaya Supermal Convention Center (SSCC) yang dibuka hari ini (25/6). Diorama itu dibagi menjadi 45 bagian, menceritakan petikan sejarah hidup Sidharta Gautama yang akhirnya menjadi Buddha. Diorama tersebut berujung pada patung Reclining Buddha (Buddha Tidur) sepanjang 23 meter, terpanjang dan terbesar di Indonesia.<br /><br />Selain dilengkapi setting dan aneka karakter, tiap bagian diorama diberi narasi singkat. ''Narasi itu dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan Inggris,'' jelas Indarto, konseptor kegiatan tersebut.<br /><br />Pembuatan karakter diorama itu, kata Indarto, tidak sembarangan. Terutama, untuk karakter Buddha. Konsultannya adalah Lama Wang Chuk dari Bhutan serta Lama Samten dari Nepal. ''Membuat patung-patung Buddha tidak boleh sembarangan. Ada pakem-pakem tertentu yang harus dipenuhi. Misalnya, proporsi antara kepala, tangan, dan badan,'' kata Indarto.<span class="fullpost"><br /><br />Meski begitu, dua Lama itu tidak bekerja sendiri. Mereka dibantu relawan dari vihara-vihara lokal. Total, ada sekitar 300 karakter untuk diorama tersebut. Terbuat dari paper clay, karakter itu diselesaikan dalam waktu tiga bulan.<br /><br />Klimaks kisah diorama tersebut adalah saat Buddha mengalami parinibhana, yaitu Buddha meninggalkan dunia fana menuju nirwana. Ketika parinibhana, Buddha bearda dalam posisi rebah (reclining). ''Karena itu sebagai puncak, patung Reclining Buddha (Buddha tidur) ditempatkan di pusat arena,'' jelas pria 38 tahun itu.<br /><br />Sebagai klimaks, area di sekitar patung Buddha itu juga menjadi lokasi peletakan berbagai artefak peninggalan sejarah agama Buddha. Salah satunya adalah Tripitaka enam bahasa dan Tripitaka elektronik.<br /><br />Festival itu sudah diselenggarakan dua kali. Yang pertama pada 2003. Berbeda dengan lima tahun lalu, kata Indarto, festival tahun ini dibuat lebih detail dan lebih ke arah seni. ''Pada festival lalu, kisah sang Buddha hanya kami tampilkan melalui relief. Sekarang sudah dibuat dalam bentuk diorama. Begitu juga, patung reclining dibuat lebih besar dan lebih bagus,'' katanya.<br /><br />''Setelah dari sini, rencananya kami akan menampilkan festival serupa di Makassar, Jakarta, Medan, dan rencananya Bali,'' jelasnya.<br /><br />Pembukaan Festival hari ini akan dimeriahkan oleh pertunjukan barongsai. Gubernur Jatim Imam Utomo direncanakan membuka festival yang berlangsung hingga 30 Juni itu. Selain barongsai, acara pembukaan dimeriahkan oleh tarian India yang dibawakan duta dari India. (ign/dos)<br /><br />Sumber : <a href="http://batampos.co.id/TERKINI/Buddha_Tidur_Terbesar_di_Indonesia">Harian Batampos</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-78751063431468381382008-06-25T22:08:00.003+07:002008-06-25T22:15:13.271+07:00Badawi Lolos dari Mosi Tidak Percaya<div align="justify"><a href="http://bp1.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGJfxq1zpVI/AAAAAAAABGY/wIkKR0aH2hk/s1600-h/primeminister.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215836625366656338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGJfxq1zpVI/AAAAAAAABGY/wIkKR0aH2hk/s320/primeminister.jpg" border="0" /></a>Kuala Lumpur, 24 Juni 2008<br /><br />Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi bebas dari mosi tidak percaya, karena partai Progresif Sabah (SAPP), salah satu anggota koalisi berkuasa Barisan Nasional (BN)gagal mengajukan mosi itu pada persidangan awal parlemen, Senin (23/6).<br /><br />Anggota parlemen dari SAPP, yakni Chua Soon Bui (BN-Tawau) dan Eric Enchin Majimbun (BN-Sepanggar), tidak hadir di parlemen pada persidangan parlemen, yang dimulai pada Senin (23/6) setelah reses, di parlemen Malaysia, Kuala Lumpur.<br /><br />SAPP pada pekan lalu menyatakan akan mengajukan mosi tidak percaya terhadap Badawi, yang juga ketua BN.<span class="fullpost"><br /><br />Kedua anggota parlemen dari SAPP itu akan menggalang dukungan dari anggota lain parlemen tersebut untuk menambah jumlah pendukung mosi itu, tapi keduanya tidak hadir di sidang tersebut. Tidak ada keterangan atas ketidakhadiran mereka.<br /><br />Pada sidang hari pertama setelah masa reses itu, parlemen Malaysia diramaikan aksi empat anggota parlemen dari oposisi, yakni Tian Chua, N Gobalakrisnan, Zulkifli Noordin, dan Hee Loy Sian, yang menggunakan sepeda ke parlemen sebagai protes atas kebijakan pemerintah Malaysia menaikan harga bahan bakar pada 5 Juni 2008.<br /><br />Mereka mengayuh sepeda mulai dari Bank Negara hingga ke dalam kawasan gedung parlemen dalam waktu 10 menit.<br /><br />Pada hari pertama sidang parlemen itu, Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Hal Ehwal Pengguna Shahrir Samad menjelaskan kepada parlemen mengenai kebijakan kenaikan harga bahan bakar terkait dengan anggaran belanja serta dampaknya terhadap kenaikan harga barang lain dan inflasi.<br /><br />Alasan pertama mosi tidak percaya terhadap Pak Lah, panggilan akrab Badawi, ialah tidak ada langkah nyata berkaitan dengan masalah pendatang gelap, yang menyebabkan kedaulatan terancam, walau sudah seringkali disuarakan.<br /><br />Kedua, kenaikan harga bahan bakar, yang kurang direncanakan dengan matang, menyebabkan 16 persen rakyat miskin Malaysia, khususnya di Sabah (negeri termiskin di Malaysia) semakin msikin.<br /><br />Ketiga, SAPP merasa gagal dalam melaksanakan tanggungjawab selaku pemimpin pilihan rakyat jika ketidakpuasan hati rakyat Sabah terhadap sistem penyelenggaraan negara, yang tidak bagus, korupsi, boros, tidak berkemampuan dan mengabaikan akuntabilitas.<br /><br />Perkara sama disuarakan pemimpin lain partai utama dalam BN, UMNO, seperti, Ghapur Salleh, Anifah Aman dan Bung Mokhtar.<br /><br />Keempat, rakyat telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan pemerintah di bawah Datuk Abdullah Ahmad Badawi. SAPP juga berpendapat bahwa jika pemimpin tidak dapat melaksanakan tanggungjawab dengan baik, ia seharusnya mundur dan diganti. [EL, Ant]<br /><br />Sumber : Gatra <a href="http://www.gatra.com/artikel.php?id=115940">Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-61011314716288397172008-06-25T22:05:00.001+07:002008-06-25T22:08:09.164+07:00Nyalakan Lampu Serentak di 38 Kota, Guna Pupus Gerakan Narkoba<div align="justify">JAKARTA--MI: Dengan dimotori kurang lebih 1500 sukarelawan anti narkoba yang berasal dari berbagai komponen profesi termasuk selebriti, masyarakat Indonesia akan diajak untuk berpartisipasi terlibat dalam gerakan Light On pada Kamis (26/6) lusa nanti.<br /><br />Caranya, masyarakat dihimbau untuk menyalakan lampu kendaraan, korek api dan sebagainya, sebagai symbol bahwa warga menolak dan prihatin dengan masalah penyalahgunaan narkoba.<br /><br />"Gerakan Lights On, merupakan suatu gerakan moral simbolik yang mengajak seluruh masyarakat untuk mengubah cara pandang mereka atas masalah narkoba, bukan lagi sebagai aib gelap yang harus ditutup-tutupi, tetapi harus diterangi bersama-sama dan tidak berlarut lantaran terus ditutup," tandas PR Manager Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Yulinda Panggabean di Jakarta, Selasa (24/6).<span class="fullpost"><br /><br />Pada pelaksanaan Lights On di tahun 2008 ini, gerakan moral tersebut akan dilakukan serentak di 38 kota yang tersebar di 17 provinsi. Para sukarelawan tersebut akan bertugas membagi-bagikan brosur perihal bahaya narkoba pada masyarakat.<br /><br />Tahun ini, Lights On akan berpusat di Monas, dan untuk di Jakarta, serentak diadakan di 14 titik lainya, yakni Cawang, Kuningan, Palmerah, Senin, Mangga Dua, Pluit, Pondok Indah, Bunderan HI, Patung Pemuda, Harmoni, Kalibata, Cengkareng dan Cibubur.<br /><br />Yulinda memaparkan, Lights On pada awalnya merupakan inisiatif dari badan PBB, United nations Office on Drugs and Crime (UNODC) perwakilan wilayah Asia Pasifik. Pasalnya, Asia dnegan latar belakang budayanya, dinilai cenderung untuk menutupi masalah narkoba, entah karena tabu atau malu. "Keluarga yang memiliki masalah narkoba dianggab sebagai aib yang berat," tukas Yulinda.<br /><br />Terkait pelaksanaan Lights On, Indonesia patut berbangga. Pasalnya, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang berhasil mengadakan kegiatan ini secara konsisten dengan jangkauan yang samkin luas. Kalau tahun 2000 Lights On hanya diadakan di Jakarta, maka pada tahun 2001 mulai diadakan secara nasional.<br /><br />"Saat ini telah terdapat 5000 volunteer baik di Ibu kota maupun daerah lain yang berkomitmen untuk terus melestarikan acara ini," lanjut Yulinda.<br /><br />Para volunteer daerah dengan sukarela mengorganisasi dan mengumpulkan massa agar pesan Lights On sampai ke masyarakt lewat ratusan ribu brosur informasi narkoba yang dibagikan pada saat acara. Demikian juga dengan dukungan dari sektor privat, selebriti dan media. Hal ini dirasa oleh YCAB sebagai suatu kekuatan dalam menghadapi masalah narkoba.<br /><br />Dewan Penasehat YCAB yang juga dikenal di masyarakat sebaga presenter talk show, Farhan menambahkan, tentu saja, dengan menyalakan lampu dan lainya, peredaran anrkoba tidak akan tamat begitu saja. Namun setidaknya, tambah Farhan, masyarakat tahu, bahwa, kalangan yang menentang narkoba masih cukup banyak. (Tlc/OL-2)<br /><br />Sumber : <a href="http://www.mediaindonesia.com/">Media Indonesia Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-51565075108243005442008-06-24T10:07:00.001+07:002008-06-24T10:11:07.903+07:00Ketua Geng Cewek Masih Berusia 17 Tahun<div align="justify"><a href="http://bp1.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGBlmobdNCI/AAAAAAAABGQ/LODEhho_lNg/s1600-h/083214p.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215280082857047074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SGBlmobdNCI/AAAAAAAABGQ/LODEhho_lNg/s200/083214p.jpg" border="0" /></a>KEDIRI,Geng pelajar cewek yang berbuat kriminal ternyata tak hanya Geng Nero di Pati, Jawa Tengah. Di Kota Kediri, geng serupa juga ada dan berhasil diringkus polisi. Bahkan, jika Geng Nero hanya melakukan aksi kekerasan terhadap sesama pelajar, geng cewek di Kediri ini lebih dari itu.<br /><br />Mereka melakukan pencurian dengan sasaran swalayan dan pusat perbelanjaan.<br />Ketika melakukan aksinya di salah satu toko di Doho Plasa, Kota Kediri, Minggu (22/6) siang, geng yang terdiri dari tiga cewek SMA dan SMP itu kena batunya. Pada pukul 11.00 WIB, satpam di Doho Plasa mulai mengawasi ketiga cewek tersebut saat gerak-gerik mereka saat berbelanja mencurigakan.<br /><br />Setelah terlihat mencuri beberapa barang, satpam langsung menangkap mereka dan dibawa ke markas Polresta Kediri. Dari keterangan mereka di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kediri terungkap bahwa geng cewek itu dipimpin oleh Irianovi (17), siswi kelas II sebuah SMA di Kota Kediri.<span class="fullpost"><br /><br />nggotanya terdiri dari Dimavini Aprilia (15) dan Mia Harmiati (15), keduanya masih duduk di kelas III SMP.<br /><br />Mereka berasal dari kecamatan yang sama, yakni Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Namun, Irianovi dan Dimavini berasal dari Desa Dlopo, sedangkan Mia dari Desa Tepus. Saat diperiksa polisi, mereka mengaku telah mencuri puluhan jenis barang, di antaranya cincin, alat-alat kosmetik, pakaian dalam, jaket, makanan ringan, baterei, minyak telon, tape recorder kecil, dan lain-lain. Barang-barang curian itu diselipkan di dalam pakaian dan tas mereka. Nilainya mencapai Rp 500.000.<br /><br />Kepada polisi, Irianovi mengaku dirinyalah yang mengajari teknik mencuri kepada Mia dan Dimavini. Dengan berlagak seperti pembeli, ketiganya selalu bersama-sama saat melakukan aksinya di sejumlah toko, swalayan, dan plasa.<br /><br />Setelah menemukan benda yang diincar, ketiganya membagi tugas, ada yang sebagai pengawas situasi dan ada yang pengambil barang. “Setiap berhasil mengambil barang, langsung dimasukkan ke dalam pakaian atau tas longgar yang kami bawa,” tutur Irianovi di Mapolresta sambil terus menutupi wajahnya dari kamera.<br /><br />Dari pengakuan ketiganya, sedikitnya sudah tiga toko yang mereka jarah, di antaranya toko busana Mentari dan Swalayan Borobudur yang terletak di Jalan Doho, Kota Kediri, serta sebuah toko di pusat perbelanjaan Doho Plasa. "Sudah lama kami melakukan perbuatan ini," kata Irianovi. Menurut dia, hasil kejahatan gengnya itu tidak dijual kepada orang lain, tapi digunakan sendiri.<br /><br />Ketiga anggota geng cewek itu saling kenal karena hubungan tetangga. Kendati berbeda tempat tinggal, namun desa mereka saling berdekatan satu sama lain.<br />Penangkapan geng cewek ini membuat keluarga mereka kaget. Nurcholifah (bibi Dimavini) mengaku tidak percaya keponakannya melakukan aksi kriminal.<br /><br />Selama ini, tutur Nurcholifah, Dimavini dikenal tak banyak ulah dan anak penurut. Ia menduga ulah Dimavini akibat pengaruh Irianovi yang memang nakal. “Keponakan saya mulai aneh-aneh setelah bergaul dengan Novi. Dia anak kos yang tidak pernah mendapat perhatian orangtuanya,” ujarnya.<br /><br />Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satreskrim Polresta Kediri Iptu MS Yusuf mengemukakan, para pelaku dapat dikenai ancaman hukuman 5 tahun penjara karena melanggar Pasal 363 KUH Pidana. (ais)<br /><br />Sumber : <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/24/08250821/ketua.geng.cewek.itu.masih.berusia.17.tahun">Kompas Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-83375374761913561882008-06-23T20:43:00.001+07:002008-06-23T20:46:56.504+07:00Gasing yang Berpusing<div align="justify"><a href="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SF-o7FxGKTI/AAAAAAAABGI/Ys1ANAu_7yQ/s1600-h/gasing.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215072626632173874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SF-o7FxGKTI/AAAAAAAABGI/Ys1ANAu_7yQ/s200/gasing.jpg" border="0" /></a>Menyaksikan orang-orang bermain gasing di acara ujipetik gasing yang diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 7-9 Desember lalu, saya terkenang dengan pemain gasing asal Pontianak bernama Pak Taufik (59) yang saya jumpai di kota Khatulistiwa itu pada pertengahan tahun 2007.<br /><br />Elok nian gerak Taufik dalam bermain gasing. Sambil melompat tinggi-tinggi, disertai pekikan mirip jago silat, dilemparkannya gasing ke tanah. Dan,.. wus wus..gasing pun berpusing cepat dan gagah, serupa bumi yang berpusar pada porosnya.<br /><br />Gasing yang berputar cepat, dan lagak Taufik yang memainkannya, kesannya memang seperti sedang menantang pemain gasing lainnya untuk beradu di arena.<span class="fullpost"><br /><br />Benar saja, tak lama kemudian, seorang pemain gasing lainnya seperti disulut emosinya untuk meladeni tantangan Taufik. Lalu...buk! Sekali pukul, gasing lawan itu pun langsung menukik pada kepala gasing Taufik, sekalian membungkam kekeh Taufik yang semula berlagak jumawa.<br /><br />Sayang, pada acara ujipetik kali ini Pak Taufik tak datang ke Jakarta untuk beraksi kembali. Tapi saya beruntung, masih bisa menyaksikan beberapa jagoan gasing dari berbagai daerah untuk mengikuti ujipetik.<br /><br />Cara bermain mereka ada yang seperti Pak Taufik, ada yang memindahkan gasing yang sedang berputar dari satu tempat ke tempat lainnya seperti yang dilakukan peserta dari Kepulauan Natuna, ada pula yang mengangkat gasingnya dan meletakkannya di tangan.<br /><br />Usai masing-masing utusan melakukan semacam pameran bermain gasing secara individual, selanjutnya para utusan itu dipersilakan main gasing per daerah yang diwakili.<br /><br />Kontingen dari Batam maju. Mereka menampilkan dua pemain dan satu wasit. Sebelum mereka bermain, wasit memberikan maklumat aturan main yang harus dipatuhi kedua pemain.<br /><br />Misalnya, pemasang (orang yang kalah dalam undian pada awal permainan--undian biasanya dilakukan dengan koin--), menjadi orang yang pertama bermain dan siap menerima pukulan. Atau, apabila gasing pemasang berhasil dimatikan putarannya oleh pemukul, maka pemukul mendapat poin 2 (dua), dan seterusnya.<br /><br />Pertandingan pun dimulai. Pemasang memainkan gasingnya tepat di tengah arena yang sudah diberi lingkaran. Sesaat kemudian, pemukul bersiaga menghantamkan gasingnya pada gasing pemasang.<br /><br />Rupanya gasing pemasang cukup tangguh. Kendati terkena pukulan, ia masih tetap berputar. Bahkan, setelah dipindahkan ke lingkaran lain untuk adu ketahanan lama berputar, justru gasing pemasang yang lebih lama berputar. Maka jadilah gasing pemasang mendapat nilai satu dan beroleh kesempatan jadi pemukul.<br /><br />Silih ganti permainan berlanjut. Hingga salah satu di antara keduanya mengumpulkan 10 poin untuk mendapatkan kemenangan.<br /><br />Gasing adalah permainan rakyat<br /><br />Pakar folklor Dr. James Danandjaya, MA menengarai bahwa gasing termasuk ke dalam Folklor Sebagian Lisan. Artinya, gasing adalah folklor yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan unsur bukan lisan.<br /><br />Kepercayaan rakyat, misalnya, yang oleh orang modern seringkali disebut tahayul itu, terdiri dari pernyataan yang bersifat lisan, ditambah dengan gerak isyarat, yang dianggap mempunyai makna gaib, seperti tanda salib bagi orang Kristen Katolik Roma, yang dianggap dapat melindungi seseorang dari gangguan roh jahat, dan ditambah lagi dengan benda material yang dianggap dapat menangkal pengaruh jahat, atau membawa rezeki, seperti batu-batu permata tertentu. Bentuk folklor ini misalnya, permainan rakyat (gasing, congklak, dan lain-lain), teater rakyat, tari rakyat, adat istiadat, upacara, pesta dan lain-lain.<br /><br />James menambahkan, Gasing adalah sejenis permainan rakyat yang ada di banyak negara, seperti antara lain di Eropa, Amerika dan Asia Tenggara. Di Eropa dan Amerika disebut top. Di Filipina pada suku bangsa Tagalok disebut turumpo (Lopes, 1980: 236-241). Di Jawa Timur disebut gasing.<br /><br />Penyebutan ini di Indonesia juga beragam. Di Sulawesi Utara dalam bahasa Bolaang Mongondow disebut Paki, bahasa Sangir menyebut Kasing, bahasa Talaud menyebutnya Asing. Di Jawa sebagain menyebut panggal.<br /><br />Gasing terbuat dari berbagai bahan. Namun paling dominan adalah terbuat dari kayu. Di Tanjungpinang, pembuat gasing biasanya menggunakan kayu pelawan punai, pelawan tanduk, gemeris, tiampan, mentigi. Di Jawa biasanya menggunakan kayu waru, jambu biji.<br /><br />Cara memainkan gasing umumnya menggunakan tali yang dililitkan di badan gasing sebelum dilemparkan ke tanah. Kini anak-anak di wilayah perkotaan mengenal gasing impor (dari China dan Jepang) yang disebut baylade yang menggunakan bahan baku dari plastik.<br /><br />Gasing umumnya memiliki empat bentuk. Yakni, bentuk jantung, bentuk piring, bentuk buah perembang dan bentuk guci.<br /><br />Meski masing-masing daerah memiliki ciri sendiri-sendiri dalam permainan ini, namun intinya permainan gasing memiliki dua cara untuk bermain. Pertama, adalah adu lama berputar, dan kedua adalah menghentikan lawan dengan cara memukul gasing ke gasing lawan yang sedang berputar.<br /><br />Permainan gasing menurut pendapat pengajar Universitas Jember Dr Ayu Sutarto, juga dipercaya dapat membantu sosialisasi dan pembentukan kepribadian seseorang. Sebab, lanjut Sutarto, struktur dan dinamika dari berbagai bentuk permainan seringkali menggambarkan perilaku, nilai, dan harapan tertentu.<br /><br />Di samping itu, dalam suatu kebudayaan tertentu, permainan juga menumbuhkan bermacam-macam kontrol sosial. Bagi orang dewasa, permainan dapat difungsikan untuk menjaga kerukunan sosial atau menekan konflik serta ancaman dalam kehidupan bermasyarakat (Zurcher, 1974:38).<br /><br />Senada dengan pendapat Ayu Sutarto, staf pengajar dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si, menekankan bahwa permainan gasing sebagai alat permainan mempunyai fungsi majemuk. Karena bisa digunakan untuk bermain; sebagai sarana untuk menyalurkan ide dan kreativitas dengan cata merancang, menciptakan dan membuat gasing; dan sebagai sarana untuk berkompetisi.<br /><br />Mayke menambahkan, dari sudut psikologi sebagai suatu ilmu, kegiatan bermain (termasuk permainan gasing--Red) mempunyai manfaat untuk perkembangan fisik dan motorik anak, perkembangan kognitif, dan sosial-emosional.<br /><br />Riwayat Gasing<br /><br />Gasing telah dikenal secara luas di seluruh pelosok Nusantara. Semua daerah yang ada di wilayah kepulauan Indonesia umumnya memiliki permainan ini. Itulah sebabnya, bangsa Indonesia yang masyarakatnya multietnik, terdiri dari berbagai suku bangsa mengenal berbagi jenis permainan gasing.<br /><br />Daerah asal permainan ini dan penyebarannya secara kronologis di wilayah nusantara belum diketahui secara pasti. Data sejarah berupa naskah-naskah kuno maupun data arkeologi, baik artefak maupun non artefak tentang permainan ini belum ditemukan, hingga sulit untuk mengungkap sejarah dan penyebaran permainan gasing di wilayah nusantara secara pasti.<br /><br />Menurut informasi dari orang-orang tua penggemar permainan ini, permainan gasing di wilayah Pulau Tujuh (Natuna) Propinsi Kepulauan Riau telah ada sejak jaman penjajah Belanda, bahkan jauh sebelum masa itu telah ada. Di wilayah Jawa Barat, permainan ini dikenal sebelum masa kemerdekaan. Sementara di wilayah Sulawesi Utara dikenal sejak tahun 30 an.<br /><br />Di beberapa daerah Indonesia, permainan ini disebut dengan istilah yang berbeda, seperti permainan Gangsing atau Panggal (Jakarta dan Jawa Barat), permainan Pukang (Lampung) permainan Gasing (Jambi, Bengkulu Tanjungpinang, dan wilayah kepulauan Riau, Sumatra Barat) permainan Begasing (Kalimantan Timur), permainan Megangsing (Bali), permainan Maggasing (Nusatenggara Barat), permainan Apiong (Maluku).<br /><br />Masyarakat Bolaang Mongondow di daerah Sulawesi Utara misalnya, mereka mengenal gasing dengan sebutan Paki. Masyarakat Bugis di daerah Sulawesi Selatan menyebutnya dengan Maggasing atau Agasing (Makasar). Masyarakat Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutnya dengan istilah Gangsingan, dan lain lain.<br /><br />Permainan ini dapat dimainkan oleh anak-anak, orang dewasa, dan orang tua di pekarangan rumah yang kondisi tanahnya datar dan keras. Dengan cara memutarkan gasing, yaitu alat permainan dari kayu keras berbentuk bulat lonjong, jantung, piring terbang, silinder dan bentuk-bentuk lainnya yang merupakan ciri khas daerah masing-masing dengan bantuan seutas tali.<br /><br />Permainan ini dapat dimainkan secara perorangan atau beregu dengan jumlahnya bervariasi, di mana masing-masing daerah berbeda. Demikian pula dengan jenis, bentuk dan ukuran gasing, jenis bahan baku gasing dan aturan permainan gasing dimasing-masing daerah berbeda.<br /><br />Permaianan Gasing<br /><br />Secara umum dapat digambarkan bahwa gasing merupakan salah satu alat permainan yang dibuat dari kayu keras dengan bentuk badan bulat, bulat lonjong, jantung, piring terbang (pipih), kerucut, silinder dan bentuk-bentuk lainnya yang merupakan ciri khas kedaerahan dengan ukuran bervariasi, terdiri dari bagian kepala, bagian badan dan bagian kaki / paksi .<br /><br />Bagian-bagian gasing tersebut, di setiap daerah Indonesia bervariasi. Ada gasing yang memiliki kepala dan leher, seperti gasing yang dijumpai di Ambon (Apiong). Sementara gasing Jakarta dan Jawa Barat tidak memiliki leher, melainkan hanya kepala. Demikian pula pada gasing Jakarta dan Jawa Barat, tampak secara jelas paksi (taji) yang dibuat dari paku atau logam, sementara pada gasing Natuna (propinsi kepulauan Riau), paksinya tidak tampak.<br /><br />Pada umumnya gasing dimainkan dengan cara dan urutan sebagai berikut :<br /><br />1. Pertama-tama si pemain memegang gasing tersebut<br />pada tangan kiri. </span></div><span class="fullpost"><div align="justify"><br />2. Kemudian tangan kanan si pemain melilitkan seutas tali pada gasing dimulai dari bagian paksi hingga bagian badan gasing secara kuat. Sementara dibeberapa wilayah Indonesia, lilitan tali dimulai pada bagian kepala gasing hingga bagian badan. </div><div align="justify"><br />3. Gasing yang telah dililit tali tersebut, di pindahkan ketangan kanan si pemain, selanjutnya dilempar scara keras kepermukaan tanah yang datar dan Secara umum gasing yang tersebar di wilayah Indonesia, berdasarkan jenisnya dapat dikelompokkan kedalam gasing adu suara, gasing adu putar, dan gasing adu pukul/adu kekuatan (gasing uri/penahan dan gasing pangkak/pemukul).<br /><br />Diwilayah Jakarta dikenal jenis gasing adu suara yaitu gangsing, dan gasing adu pukul/kekuatan yang disebut panggal.<br /><br />Keragaman jenis gasing dapat dijumpai pula di wilayah Jawa Barat, meliputi gasing kelangenan (gasing adu suara) dan gasing adu (gasing kolo dan gasing gandek). Sementara di wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya (propinsi Kepulauan Riau), dikenal gasing penendin, penahan dan pemangkak. Khusus museum gasing yang terletak di kecamatan Pulau Belakang Padang, Batam hanya dikenal gasing jenis ori (penahan) dan gasing pemangkak atau pengacau.<br /><br />Di wilayah Riau Daratan, dikenal jenis gasing jantung yang khusus diadu dalam pertandingan dan gasing beralik yang hanya dimainkan untuk hiburan atau hanya dipusingkan (diputar) saja. Di Bali dikenal gasing adu kekuatan, terdiri dari gasing penahan (Belek) dan gasing pemukul (gasing Gebug).<br /><br />Peralatan pendukung untuk memutar gasing adalah tali yang panjang diameter dan bahan bakunya bervariasi pada setiap wilayah Indonesia, tergantung pada sumber daya alam yang tersedia di lingkungannya.<br /><br />Di Tanjungpinang dan wilayah sekitarnya pada umunya tali yang digunakan untuk memutarkan gasing dibuat dari kulit batang pohon Sukak atau kulit pohon Turih Pandan yang dipintal dengan panjang 3 meter untuk gasing penendin dan gasing penahan. Sementara untuk gasing pemangkak digunakan tali sepanjang 1,5 meter.<br /><br />Di Kalianda, Lampung Selatan, digunakan tali dari kulit batang pohon Kerbang (sejenis pohon yang daunnya seperti daun pohon sukun) yang di pintal sepanjang 1,5 meter untuk memutarkan gasing dalam pertandingan.<br /><br />Di Jawa Barat, tali yang digunakan untuk memutar gasing pada umumnya dibuat dari bahan kain yang dipintal sepanjang 1 meter.<br /><br />Arena untuk permainan gasing pada umumnya berupa tanah datar dan keras tidak berdebu dan tidak berumput dengan ukuran arena disetiap daerah di wilayah indonesia bervariasi.<br /><br />Di Jakarta arena gasing berbentuk lingkaran berdiameter 0,5 - 1 meter. Sementara di Tanjungpinang, arena gasing berbentuk persegi empat berukuran 10 x 10 meter dengan bagian atas arena di beri pasir halus.<br /><br />Sementara di desa Munduk, kecamatan Banjar (Bali), arena gasing berbentuk persegi berukuran lebih besar dari arena gasing di wilayah Tanjungpinang dengan kondisi tanah agak kental. Arena tersebut dibagi dalam 4 kuadran yang berukuran sama, digunakan oleh masing-masing pemain melepaskan gasing (pemasang atau pemelek) dan memukul gasing (pemangkak).<br /><br />Permainan gasing dapat dilakukan secara perorangan dan beregu dengan jumlah anggota regu bervariasi pada masing-masing daerah di Indonesia. Di Bali satu regu dapat berjumlah 6 orang atau lebih, sementara di Tanjungpinang 1 regu berjumlah 10 orang atau lebih dan Jakarta 1 regu berjumlah 5 -10 orang. Di Jawa Barat khususnya Pandeglang 1 regu berjumlah 2 - 6 orang dan di Garut 1 regu berjumlah satu orang hingga tak terbatas.<br /><br />Secara umum permainan gasing dilakukan oleh 2 orang (perorangan) atau 2 regu, terdiri dari laki-laki. Hal ini berkaitan dengan persyaratan permaianan yang memerlukan kemampuan fisik, gerak cepat dan kelincahan. Satu orang atau satu regu dalam permainan ini bertindak sebagai pemukul atau pemangkak.<br /><br />Sementara regu lain bertindak sebagai penahan atau pemasang. Pemukul (pemangkak) dan penahan ditentukan melalui undian, yaitu dengan mengadu perputaran gasing dari masing-masing perwakilan regu (Bertendin istilah Melayu Natuna).<br /><br />Sumber : <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2008/01/22/16082162/gasing.yang.berpusing">Kompas Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-35344099468852617252008-06-23T20:41:00.002+07:002008-06-23T20:43:23.345+07:00"Stuck in My Heart," kata Djenar<div align="justify"><a href="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SF-oWB2eHwI/AAAAAAAABGA/jLULt1ie48c/s1600-h/175804p.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215071989925814018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SF-oWB2eHwI/AAAAAAAABGA/jLULt1ie48c/s320/175804p.jpg" border="0" /></a>Dalam film yang berjudul, "Cinta Setaman" besutan Harry Dagoe, Djenar Maesa Ayu (35) kebagian peran jadi pekerja seks komersial (PSK) kelas menengah ke bawah. Karena ingin serius melakoni perannya, novelis nan seksi ini, mengumpulkan banyak data dan informasi tentang sosok PSK.<br /><br />Meniru bahasa tubuh PSK, jadi tantangan Djenar. Maklum, ibu beranak dua ini biasa tampil tomboy. "Ya iyalah, sehari-hari biasa tomboy, suruh bergenit-genit ria. Berpuluh kali berdiri di depan kaca, aku masih merasa gagal memerankan seorang PSK. Awalnya risih, gitu loch," ucapnya ketika dihubungi, Minggu (22/6) pukul 23.00.<br /><br />Ia pun mempelajari perilaku PSK sejak ketemu "mangsa" nya, berbujuk rayu, sampai celetukan-celetukan yang biasanya dilontarkan para PSK untuk memacu gairah kaum hidung belang.<span class="fullpost"><br /><br />Kebetulan, yang menjadi contoh adalah PSK-PSK asal Banyuwangi yang beroperasi di tempat-tempat hiburan malam, di Bali. Menurut Djenar, ketika para PSK ini di ranjang bersama "mangsa" nya, mereka bersuara dan bertegur sapa meniru film-film porno bajakan.<br /><br />Maklum, di Bali, para pelanggan mereka lebih banyak bule.Mereka pun harus menguasai bahasa dan ungkapan-ungkapan dalam bahasa Inggris, meski patah-patah dengan logat Jawa Timuran yang masih kental.<br /><br />Djenar pun menonton video-video porno bajakan yang ditonton para PSK. "Dari ah-ih-uh, sampai puja-puji alat vital teruuuus...stuck in my heart. Hahahahaha..." Djenar tertawa lepas. "Ungkapan bujuk rayunya itu lho. Heboh banget. Stuck in my heart," tambahnya.<br /><br />Nah, yang membuat Djenar kaget, para PSK ini tidak lagi menjual cerita sedih atau meratapi nasib buruknya dihadapan para pelanggannya. "Padahal di Jakarta, para pramuria klab-klab malam plus-plus itu, masih seperti dulu, jual kesedihan sama tamu-tamunya. Para PSK Banyuwangi sudah tidak. Hidup mereka mengalir dengan peran yang dilakoninya," tutur perempuan kelahiran Jakarta 14 Januari 1973 itu.<br /><br />Selain sibuk dengan film yang ia bintangi, Djenar juga sedang menyiapkan biografi Grup Band Slank, menyambut Ultah Slank ke-25. "Buku tersebut terdiri dari tiga bagian. Aku kebagian nulis seks, drug dan Rock'n Roll-nya Slank, sedang dua bagian lainnya ditulis wartawan musik Rustam dan Denny.MR," paparnya.<br /><br />Kesibukan lainnya? "Juli nanti ke India. Film karyaku, 'Mereka bilang saya monyet', masuk nominasi lagi," ucap penulis novel "Naila" itu senang.<br /><br />Sumber : <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2008/06/23/17552618/stuck.in.my.heart.kata.djenar">Kompas Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-59712825374621073642008-06-23T00:42:00.002+07:002008-06-23T00:45:37.459+07:00Kemenangan Bibit-Rustri Kemenangan Masyarakat Jateng<div align="justify"><a href="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SF6Plv4NAQI/AAAAAAAABF4/10j9LpmSdmk/s1600-h/47bdc1250c084.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214763297211744514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SF6Plv4NAQI/AAAAAAAABF4/10j9LpmSdmk/s320/47bdc1250c084.jpg" border="0" /></a>Semarang (ANTARA News) - Pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih yang unggul sementara dalam penghitungan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah yang digelar Minggu (22/6) merupakan kemenangan masyarakat Jateng.<br /><br />"Kemenangan Bibit Waluyo-Rustriningsih merupakan kemenangan rakyat Jateng. Masyarakat Jateng tidak salah memilih dari lima pasangan calon gubernur," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, ketika menunggui penghitungan suara di Semarang, Minggu.<br /><br />Bibit Waluyo-Rustriningsih yang diusung PDIP dalam penghitungan suara sementara mampu mengungguli pasangan cagub lainnya dengan jumlah suara sebesar 44,45 persen.<br /><br />PDI Perjuangan, katanya, cukup bangga dengan kemenangan Bibit-Rustri karena provinsi ini merupakan basis PDI Perjuangan yang juga basisnya Pancasila sehingga modal bagi partai untuk menyiapkan Pemilu 2009.<span class="fullpost"><br /><br /><br />Ia menilai, mesin partai PDI Perjuangan telah bekerja optimal, baik di tingkat ranting (desa/kelurahan) maupun PAC di kecamatan dengan dibantu masyarakat dan relawan sehingga mampu memenangkan Bibit-Rustri.<br /><br />"Kemenangan Bibit-Rustri akan dijadikan pemacu untuk pemilihan gubernur di Jawa Timur, Lampung, dan Bali sehingga mau tidak mau mesin partai harus benar-benar solid. Hal ini wajar karena PDI Perjuangan sebagai partai yang memiliki ideologi nasional harus bisa memenangkan percaturan politik di Indonesia," kata Tjahjo yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI.<br /><br />Bibit-Rustri, kata dia, harus memacu dan konsisten untuk membangun Jateng karena di daerah ini masih terdapat angka pengangguran dan kemiskinan yang cukup tinggi sehingga lima tahun ke depan pasangan ini harus berkonsentrasi meningkatkan kesejahteraan rakyat.<br /><br />Hasil penghitungan sementara Pilgub Jateng hingga pukul 20.00 WIB, yakni pasangan Bambang-Adnan (Golkar) meraih 22,40 persen, Agus Suyitno-Kholiq Arif (PKB) meraih 12 persen, Sukawi-Sudharto (Demokrat-PKS) meraih 15,75 persen, Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI Perjuangan) meraih 44,45 persen, dan Tamzil-Rozaq (PPP-PAN) meraih 11,25 persen.(*)<br /><br />Sumber : <a href="http://antara.co.id/arc/2008/6/22/kemenangan-bibit-rustri-kemenangan-masyarakat-jateng/">Antara Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-86891257679497316512008-06-23T00:38:00.002+07:002008-06-23T00:42:05.340+07:00Diluncurkan, Perangko Seri Jelang Jakarta<div align="justify"><a href="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SF6OxIITEGI/AAAAAAAABFw/8L-eEJ0kkPc/s1600-h/110744p.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214762393188634722" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SF6OxIITEGI/AAAAAAAABFw/8L-eEJ0kkPc/s320/110744p.jpg" border="0" /></a>JAKARTA, MINGGU - Pasti ini menjadi informasi yang diburu para kolektor perangko (filatelis). PT Pos Indonesia (Persero) bekerjasama dengan Dirjen Postel meluncurkan seri terakhir dari 3 seri perangko jelang Jakarta.<br /><br />Tiga seri itu adalah Seri Era Jayakarta (diluncurkan 20 Januari 2008), Seri Era Batavia (diluncurkan 29 Maret 2008) dan Seri Jakarta (diluncurkan tepat di 481 tahun Jakarta, 22 Juni 2008). Direksi PT Pos Indonesia, Arif Supriyono mengatakan, penerbitan 3 seri perangko ini merupakan yang pertama kali dilakukan terhadap satu kota ataupun provinsi di Indonesia.<br /><br />"Selama ini belum pernah ada penerbitan perangko oleh satu kota atau provinsi sekaligus 3 seri dalam satu tahun. Kita menamakannya seri perangko Jelang Jakarta 2008," ujar Arif dalam peluncuran seri perangko Jelang Jakarta, di Balairung Balaikota DKI Jakarta, Minggu (22/6).<span class="fullpost"><br /><br />Peluncuran perangko tersebut ditandai dengan penandatangan seri sampul perangko oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Fauzi Bowo menuturkan, "Penerbitan perangko ini memberikan rasa bangga pada Jakarta. Mudah-mudahan kebanggan ini diwujudkan dengan kontribusi yang positif dan lebih besar pada kota Jakarta. Seri perangko Jelang Jakarta ini bercerita tentang perkembangan suatu kota," kata pria yang akrab disapa Bang Foke ini.<br /><br />Harga 3 seri perangko itu, per seri Rp25 ribu, dan satu set (terdiri dari 3 seri) dibanderol Rp85 ribu. Masing-masing seri terdiri dari 7 jenis perangko. Penjualan dilakukan diseluruh kantor pos di Indonesia<br /><br />Sumber : <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/22/10294425/diluncurkan.perangko.seri.jelang.jakarta#">Kompas Online</a></span></div>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-11184790052090520252008-06-18T10:03:00.004+07:002008-06-18T10:11:01.738+07:00BERSAMA KITA BISA<div align="center"><a href="http://bp0.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SFh8HkfMmWI/AAAAAAAABFo/mf7d9U5iShw/s1600-h/Akbar+Tanjung+-+Soerya+Respationo+-+Eddy+Prasetyo.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213053038176803170" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SFh8HkfMmWI/AAAAAAAABFo/mf7d9U5iShw/s400/Akbar+Tanjung+-+Soerya+Respationo+-+Eddy+Prasetyo.jpg" border="0" /></a> Akbar Tanjung - Soerya Respatinono - Eddy Prasetyo</div><div align="center">Mantan Ketua Umum Golkar - Ketua DPRD Kota Batam - Calon Presiden Republik Mimpi<br /></div><a href="http://bp1.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SFh7vee6HJI/AAAAAAAABFg/2CaWcRnIKNs/s1600-h/Akbar+Tanjung+-+Soerya+Respationo+-+Eddy+Prasetyo.jpg"></a><span class="fullpost"></span>Eddy Prasetyohttp://www.blogger.com/profile/11818053968856559070noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1518270867092459946.post-30807386644914095582008-06-16T09:18:00.003+07:002008-06-16T09:23:01.148+07:00Sejarah dan Gerakan Berdirinya NU<div align="justify"><a href="http://bp0.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SFXON6zSaqI/AAAAAAAABFY/Uoe1CK19Y5I/s1600-h/news21212821156.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212298882269211298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_1ZVKOpXCP04/SFXON6zSaqI/AAAAAAAABFY/Uoe1CK19Y5I/s320/news21212821156.jpg" border="0" /></a>Judul Buku: 99 Kiai Kharismatik Indonesia; Biografi, Perjuangan, Ajaran, dan Doa-doa Utama yang Diwariskan<br />Penulis: KH A. Aziz Masyhuri<br />Penerbit: Kutub, Yogyakarta<br />Cetakan: II, April 2008<br />Tebal: xvii + 340 halaman<br />Peresensi: Fikrul Umam MS<br /><br />KH Abdul Wahid Hasyim adalah putra kelima dari Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqah. Anak lelaki pertama dari 10 bersaudara yang lahir pada Jumat, 1 Juni 1914 M, ketika di rumahnya sedang ramai dengan pengajian. Wahid Hasyim adalah salah seorang dari silsilah yang bersambung hingga Joko Tingkir, tokoh yang kemudian lebih dikenal dengan Sultan Sutawijaya yang berasal dari kerajaan Islam Demak.<br /><br />Sejak kecil, Wahid Hasyim diperkenalkan dengan pengetahuan Islam dan dibebaskan untuk mempelajari pengetahuan umum. Tidak soal baginya bagaimana mendapatkan buku bahan bacaan walaupun kondisi ekonomi tergolong mampu, sehingga Wahid Hasyim tumbuh dan berkembang. Wahid Hasyim kecil memiliki otak yang cerdas, ia sudah pandai membaca Al-Quran dan malah sudah khatam ketika berusia 7 tahun.<br /><br />Pada April 1934, sepulang dari Mekah, Wahid Hasyim banyak diminta kawan-kawannya agar aktif di perhimpunan atau organisasi yang dipimpinnya. Tawaran juga datang dari Nahdlatul Ulama (NU). Pada tahun-tahun itu, di Tanah Air banyak berkembang kaum nasionalis maupun keagamaan. Apa yang terjadi pada pergulatan panjang pemikiran Wahid Hasyim tidak begitu cepat menentukan alur organisasi. Kemungkinan pertama, ia menerima tawaran dan masuk ke dalam salah satu perkumpulan atau partai yang ada. Kemungkinan kedua, mendirikan perhimpunan atau partai sendiri.<span class="fullpost"><br /><br />Selama 4 tahun, Wahid Hasyim menimbang-nimbang berbagai tawaran, akhirnya dipilihlah NU, tepatnya pada 1938, ia menyatakan menerima tawaran untuk aktif di NU. “NU merupakan perhimpunan orang-orang tua yang geraknya lambat, tidak terasa dan tidak revolusioner.” Namun di mata Wahid Hasyim memiliki nilai lebih dibanding perhimpunan atau organisasi lain. Selama lebih satu dasawarsa, NU mengembangkan sayapnya dan baru memiliki 20 cabang dan itu tempatnya berdekatan.<br /><br />Selama 4 tahun Wahid Hasyim mengembangkan pemikiran kritisnya terhadap eksistensi berbagai perhimpunan atau partai yang ada. Setelah itu, ia memilih NU, karena dinilai lebih memberikan keyakinan kuat bahwa NU akan berpengaruh besar terhadap perkembangan kebangkitan umat Islam di Indonesia. Buku yang sangat menarik memberikan beragam informasi tentang tokoh-tokoh NU, di antaranya; KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Musthofa, KH Raden Asnawi Kudus, KH Ali Maksum, dan lain-lain.<br /><br />Pada 20 Desember 1949, Wahid Hasyim diangkat menjadi Menteri Agama dalam Kabinet Hatta. Dalam kabinet pertama yang dibentuk presiden Soekarno, Wahid Hasyim ditunjuk sebagai Menteri Negara. Dalam Kabinet Sjahrir pada 1946, setelah terjadinya penyerahan kedaulatan dan berdirinya Republik Indonesia Serikat (RIS) dan dalam Kabinet Hatta, ia menjadi Menteri Agama.<br /><br />Pada 1952, Wahid Hasyim memprakarsai berdirinya Liga Muslim Indonesia, suatu badan federasi yang anggotanya terdiri dari atas wakil-wakil NU, Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan Darul Dakwah al-Irsyad. Susunan pengurusnya adalah Wahid Hasyim sebagai ketua, Abikusno Cokrosuyoso sebagai wakil ketua I, dan H Sirojuddin Abbas sebagai wakil ketua II.<br /><br />Kelebihan lain Wahid Hasyim adalah senang menulis. Tulisannya tersebar dalam bentuk pidato-pidato resmi, ceramah-ceramah keagamaan dan artikel-artikel di berbagai media massa. Karya-karya tulisannya antara lain; Nabi Muhammad dan Persaudaraan Manusia; Berimanlah dengan Sungguh dan Ingatlah Kesabaran Tuhan; Kebangkitan Dunia Islam; Kedudukan Ulama dalam Masyarakat Islam di Indonesia; dan Islam antara Materialisme dan Mistik.<br /><br />Meski dikenal sebagai pemimpin nasional, Wahid Hasyim memiliki sikap tawadhu’ kepada para ulama, terutama pada Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari.<br /><br />Peresensi adalah aktivis Muda NU, tinggal di Yogyakarta<br /><br />Sumber : <a href="http://www.nu.or.id/page.php">NU Online</a></span></div>